100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
319 tayangan17 halaman

Program Kerja RSSIB RSUD S.K. Lerik

Program Kerja Tim RSSIB RSUD S.K Lerik Tahun 2018 bertujuan untuk menerapkan 10 langkah perlindungan ibu dan bayi secara terpadu guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kegiatannya meliputi pemberian edukasi kesehatan ibu dan bayi, pelayanan antenatal, persalinan, nifas, ASI eksklusif, imunisasi, dan keluarga berencana."

Diunggah oleh

sjelo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
319 tayangan17 halaman

Program Kerja RSSIB RSUD S.K. Lerik

Program Kerja Tim RSSIB RSUD S.K Lerik Tahun 2018 bertujuan untuk menerapkan 10 langkah perlindungan ibu dan bayi secara terpadu guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kegiatannya meliputi pemberian edukasi kesehatan ibu dan bayi, pelayanan antenatal, persalinan, nifas, ASI eksklusif, imunisasi, dan keluarga berencana."

Diunggah oleh

sjelo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA TIM RSSIB

PADA RSUD S.K LERIK

PEMERINTAH KOTA KUPANG


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH S.K LERIK
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2018
PROGRAM KERJA

TIM RSSIB
RSUD S.K LERIK
TAHUN 2018

Disetujui Oleh : Disusun Oleh :


DIREKTUR RSUD S.K LERIK Ketua Tim PONEK

dr. Marsiana Y Halek dr. Kiswa A, SpOG


Pembina Tingkat I – IV/b Penata Tingkat I – III/d
NIP. 19770712 200112 2 003 NIP. 19800417 200604 2 006

Nomor Salinan :
DAFTAR ISI

SAMPUL
HALAMAN PENGESAHAN
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................................1
BAB II LATAR BELAKANG........................................................................................................2
BAB III TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS......................................................5
BAB IV KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN..........................................6
BAB V CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN.................................................................9
BAB VI SASARAN............................................................................................................................10
BAB VII JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN.............................................................11
BAB VIII EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN...............13
BAB IX PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN................14
BAB X PENUTUP...........................................................................................................................15
BAB I
PENDAHULUAN

RSSIB adalah Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi. RSSIB salah satu
program pemerintah yang ditujukan bagi RS publik maupun privat untuk
memastikan berjalannya pelayanan ibu dan bayi yang terpadu dan
paripurna dalam rangka penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka
kematian bayi (AKB). Setiap RS didorong untuk mengikuti 10 langkah
pelrindungan ibu dan bayi sehingga dapat mengakselerasi penurunan
Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
BAB II

LATAR BELAKANG

Rumah Sakit Umum Daerah S.K Lerik sebagai Rumah Sakit pusat
rujukan dan penyelenggara Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi
Komprehensif (PONEK) 24 jam harus mampu menangani kasus
kegawatdaruratan maternal neonatal selama 24 jam untuk menurunkan
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta
meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Berikut adalah grafik Jumlah Kematian Ibu di RSUD S.K Lerik Kota
Kupang.

Dari grafik di atas menunjukan jumlah kematian ibu pada Tahun 2017
dan Tahun 2018 berjumlah sama, yaitu ada 0 kasus setiap tahunnya. Berikut
adalah grafik Jumlah Kematian Neonatus di RSUD S.K Lerik Kota Kupang.
Jumlah kematian bayi dari RSUD S.K Lerik Kota Kupang meningkat
tajam, dari yang berjumlah 9 kematian bayi pada Tahun 2017 menjadi 16
kematian bayi pada Tahun 2018. Penyebab paling tinggi jumlah kematian bayi
Tahun 2018 adalah Asfiksia yang akan tergambar pada grafik berikut.

Dari grafik diatas terlihat bahwa penyebab kematian bayi tertinggi di


RSUD S.K Lerik adalah Asfiksia dengan jumlah kematian bayi 4 pada tahun
2017 dan 15 pada tahun 2018, kemudian jumlah kematian 2 kematian bayi
pada Tahun 2017 dan 1 kematian bayi pada Tahun 2018 yang disebabkan
oleh BBLR.
Berbagai program telah dilakukan pemerintah untuk menurunkan AKI
dan AKB di Indonesia, seperti Safe Motherhood, Program Rumah Sakit
Sayang Ibu dan Bayi, Making Pregnancy Safer , dan lain-lain. Pelayanan
kesehatan ibu dan bayi merupakan pelayanan yang berkesinambungan dan
saling terkait. Kesehatan bayi ditentukan sejak bayi dalam kandungan. Di
sisi lain kesehatan ibu dapat berpengaruh terhadap kesehatan bayi yang
dikandungnya. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka upaya penurunan
AKI dan AKB merupakan kegiatan yang saling terkait. Oleh karena itu
program Rumah Sakit Sayang Bayi tidak dapat dipisahkan dengan Program
Rumah Sakit Sayang Ibu, menjadi satu program yaitu Rumah Sakit Sayang
Ibu dan Bayi (RSSIB). Diharapkan bahwa dengan diterapkannya program
RSSIB maka upaya penurunan AKI dan AKB di Rumah Sakit Umum Daerah
S.K Lerik.
BAB III
TUJUAN

A. TUJUAN UMUM
Program RSSIB untuk menerapkan 10 langkah perlindungan ibu
dan bayi secara terpadu dan paripurna sebagai upaya penurunan
angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi.

B. TUJUAN KHUSUS
1. Melaksanakan dan mengembangkan standar pelayanan ibu dan
bayi secara terpadu dan paripurna.
2. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi
termasuk kepedulian terhadap ibu dan bayi.
3. Meningkatkan fungsi RS sebagai model dan pembinaan teknis
dalam pelaksanaan inisiasi menyusui dini, rawat gabung dan
pemberian ASI eksklusif.
4. Melakukan sistem evalusi sistem monitoring dan evaluasi
pelaksanaan program RSSIB.
BAB IV
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

A. KEGIATAN POKOK
1. Pembuatan kebijakan tertulis oleh direktur yang mendukung
pelayanan kesehatan ibu dan bayi termausk inisiasi menyusui dini
(IMD), pemberian ASI eksklusif dan indikasi yang tepat untuk
pemberian susu formula serta perawatan metode kangguru untuk
berat bayi lahir rendah.
2. Menyelanggarakan pelayanan antenatal termasuk edukasi dan
konseling kesehatan maternal dan neonatal serta konseling pemberian
ASI eksklusif.
3. Menyelenggarakan persalinan bersih dan aman serta penanganan
pada bayi baru lahir dengan inisiasi menyusui dini dan kontak ibu
dan bayi.
4. Menyelenggarakan pelayanan adekuat untuk nifas, rawat gabung dan
membantu ibu menyusui yang benar.
5. Menyelenggarakan pelayanan rujukan dua arah dan membina jejaring
rujukan pelayanan ibu dan bayi dengan sarana kesehatan yang lain.
6. Menyelenggarakan imunisasi bayi.
7. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan keluarga berencana.

B. URAIAN KEGIATAN
NO KEGIATAN TUJUAN
1. Penyelenggaraan 7T Untuk meningkatkan
kesehatan ibu dan janin dan
untuk penapisan resiko
2. Kelas Antenatal Memberikan pengetahuan
kepada ibu hamil tentang
kehamilan, pasca persalinan,
nifas dan perawatan bayi dan
ASI eksklusif.
3. Penyelenggaraan persalinan Memberikan rasa nyaman
NO KEGIATAN TUJUAN
bersih dan aman serta dan aman kepada ibu saat
pendampingan keluarga saat persalinan
persalinan
4. Inisiasi Menyusui Dini Untuk memberikan ikatan
antara ibu dan bayi serta
merangsang oksitosin untuk
meningkatkan produksi ASI.
5. Rawat Gabung 1. Agar ibu dan bayi terjalin
ikatan yang kuat.
2. Mempermudah menyusui.
6. Kelas Nifas Memberikan edukasi kepada
ibu tentang nifas, cara
menyusui dan cara perawatan
payudara.
7. Perawatan metode Menurunkan angka kesakitan
Kangguru dan kematian BBLR serta
meningkatkan berat badan
bayi
8. Konseling ASI Eksklusif 1. Meningkatkan kekebalan
tubuh bayi
2. Menurunkan angka
kesakitan dan kematian
bayi.
9. Konselling KB Memberikan pengetahuan
tentang KB dan pasien dalam
pemilihan jenis kontrasepsi.
10. Penyelenggaraan imunisasi Untuk memberikan kekebalan
bayi pasif kepada bayi
11. Pojok ASI Memberikan ruangan yang
nyaman untuk ibu menyusui.
12. Penyelenggaraan PONEK 24 Memberikan pelayanan
jam sesuai dengan standar emergensi obstetri dan
NO KEGIATAN TUJUAN
minimal RS neonates secara komprehensif.
13. Edukasi pasien dengan brosur, Meningkatkan pengetahuan
leaflet dan banner pasien tentang kehamilan,
persalinan, ASI eksklusif, KB
dan lain-lain.
14. Memberdayakan kelompok 1. Untuk memantau bayi yang
pendukung ASI dalam mendapat ASI eksklusif yang
menindaklanjuti pemberian ASI sudah pulang kerumah
eksklusif dan PMK 2. Untuk pemantauan PMK
dirumah
BAB V
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

Metode yang digunakan dengan cara melakukan ceramah, diskusi,


penyuluhan dan pelaksanaan langsung kegiatan. Selain edukasi harian
kepada pasien juga dilakukan penyuluhan rutin pada hari selasa dan jumat
di ruang nifas, untuk penyuluhan kepada masyarakat di rawat jalan, jadwal
mengikuti dari Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).
BAB VI
SASARAN

Sasaran kegiatan adalah seluruh PPA yang berhubungan dengan


Pelayanan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi, baik itu dokter spesialis,
dokter umum, perawat dan bidan. Selain itu juga manajemen Rumah Sakit
Umum Daerah Waikabubak untuk mendapat dukungan program dan
kerangka acuan yang sudah disusun oleh Tim RSSIB. Sasaran diluar adalah
puskesmas dengan kader jejaring puskesmas agar melakukan pemantauan
ASI Eksklusif dan Perawatan Metode Kanguru yang telah di ajarkan di
RSUD S.K Lerik.
BAB VII
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

NO KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Penyelenggaraan 7T
2. Kelas Antenatal
3. Penyelenggaraan
persalinan bersih dan
aman serta
pendampingan
keluarga saat
persalinan
4. Inisiasi Menyusui Dini
5. Rawat Gabung
6. Kelas Nifas
7. Perawatan metode
Kangguru
8. Konseling ASI Eksklusif
9. Konselling KB
10. Penyelenggaraan
imunisasi bayi
11. Pojok ASI
12. Penyelenggaraan
PONEK 24 jam sesuai
dengan standar
minimal RS
13. Edukasi pasien dengan
brosur, leaflet dan
banner
14. Memberdayakan
kelompok pendukung
ASI dalam
Menindak lanjuti
15. Pemberian ASI ekslusif
dan PMK
BAB VIII
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap tiga bulan sekali yang


dilaksanakan oleh Tim RSSIB yang diikuti oleh semua anggota Tim.
Evaluasi pelaksanaan program dipakai sebagai data untuk perencanaan
berikutnya. Semua data pelayanan RSSIB dikumpulkan untuk dibuat
laporan bulanan pelayanan dan untuk data indikator mutu data diserahkan
ke Tim PMKP untuk dilakukan analisa data.
BAB IX
PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan harian dilakukan oleh masing koordinator dan PPA


kemudian dibuat pelaporan setiap bulannya oleh Sekretaris Tim RSSIB.
Evaluasi kegiatan dilakukan pada pelaporan setiap tiga bulan dan pada
akhir tahun dilakukan evaluasi tahunan yang dibuat dalam laporan
tahunan. Evaluasi pada laporan tahunan akan menjadi dasar program Tim
RSSIB pada tahun berikutnya.
BAB X
PENUTUP

Demikian program Tim RSSIB ini dibuat untuk menjadi acuan kegiatan
Tim selama satu tahun dan dapat meningkatkan pelayanan dalam
penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal sehingga mutu pelayanan
rumah sakit dalam kesehatan ibu dan anak meningkat.

Anda mungkin juga menyukai