Pengembangan Rancangan Arsitektur Proyek
Pengembangan Rancangan Arsitektur Proyek
Rancangan Arsitektur
Objektif
Melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait
Jadwal koordinasi dengan pihak terkait disusun sesuai dengan
kebutuhan.
Bahan rapat koordinasi dengan pihak terkait disiapkan sesuai dengan
materi Koordinasi
Koordinasi dengan pihak terkait dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
Gambar pra rancangan dikembangkan setelah disetujui pemberi tugas.
Gambar pra rancangan dikoordinasikan dengan ahli terkait lain.
Gambar pengembangan rancangan yang telah dikoordinasikan dengan
ahli terkait lain dibuat sesuai hasil koordinasi.
Garis besar spesifikasi teknis dan prakiraan biaya disusun sesuai dengan
gambar pengambangan rancangan.
Gambar pengembangan rancangan dan garis besar spesifikasi teknis
serta prakiraan biaya disampaikan kepada pemberi tugas.
1
pembangunan fisik. Dalam mencapai efisiensi dan efektivitas kerja terpenuhi dengan baik,
maka diperlukan manajemen proyek yang baik. Hal ini bertujuan agar dapat merencanakan dan
mengendalikan waktu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan sebagainya sesuai dengan
perjanjian tertulis didalam dokumen kontrak dengan biaya murah dan mutu yang baik.
Manajemen proyek adalah tata cara atau pengelolaan perencanaan (rencana kerja),
pelaksanaan, pengendalian dan koordinasi suatu proyek berdasarkan persyaratan teknik dan
administrasi dari awal pelaksanaan sampai dengan selesainya masa kontrak kerja konstruksi
secara efektif dan efisien, untuk menjamin bahwa proyek dilaksanakan tepat mutu, tepat waktu,
dan tepat biaya untuk mencapai tujuan dengan menggunakan metode-metode tertentu agar
tercapai hasil yang maksimal. Tujuan dari penyusunan organisasi proyek adalah untuk
mengetahui posisi setiap unsur yang terlibat dalam proyek tersebut mencakup tugas, kewajiban
dan deskripsi hubungan kerja.
Dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau proyek diperlukan kerjasama yang baik antara
beberapa pihak atau orang. Setiap pihak atau orang mempunyai hak dan kewajiban serta
tanggung jawab masing–masing dalam mengatur dan mengendalikan tugas serta tanggung
jawab tersebut sesuai dengan keahliannya masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu proyek
yang dilaksanakan sangat tergantung kepada perilaku atau kegiatan satuan–satuan organisasi
para pelaksananya dikoordinasi dalam suatu sistem manajemen. Dalam suatu proyek,
pelaksanaan proyek harus sesuai dengan syarat–syarat yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaan suatu proyek harusnya memiliki suatu susunan organisasi yang baik,
kelengkapan, loyalitas, dan hubungan antar anggota organisasi sangat menentukan pelakanaan
suatu proyek apakah berjalan dengan baik atau tidak. Adapun tugas, wewenang dan tanggung
jawab dari masing-masing komponen dari struktur organisasi tersebut adalah:
1. Pemilik atau Owner
Owner dari pekerjaan Pembangunan Rumah Sakit [Link] adalah Bambang
Suwarno. Yang memberikan tugas dan membiayai proyek. mempunyai tugas sebagai
berikut:
a. Menyediakan dan membayar semua biaya yang dikeluarkan untuk membangun
proyek.
b. Menilai pekerjaan ( menyetujui atau menolak perubahan ) dan melakukan
pengawasan secara berkala.
c. Menandatangani surat perjanjian atau kontrak dan mengeluarkan surat perintah
kerja kepada pihak konsultan perencana, konsultan pengawas dan kontaktor
pelaksana.
2
d. Menetapkan waktu pelaksanaan pekerjaan dan menerima pekerjaan apabila telah
selesai seseuai dengan syarat yang telah ditetapkan.
e. Menuntut perbaikan dan penyempurnaan bangunan dalam masa pemeliharaan.
2. Konsultan Perencana
a. Membuat sketsa gagasan atau master plan dan pra rencana serta membuat gambar–
gambar kerja dan detailnya serta menyiapkan gambar bestek.
b. Membuat perhitungan struktur bangunan, operasi proyek dan bertanggung jawab
atas semua yang telah direncanakan dan membuat revisi apabila ada perubahan
rencana.
3. Konsultan Pelaksana
Kontraktor pelaksana merupakan pihak yang berkewajiban melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan gambar–gambar kerja dan rencana pekerjaan yang telah
ditetapkan dalam dokumen kontrak, sesuai dengan biaya kontrak yang telah dibuat oleh
owner. Kontraktor pelaksana harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan
sesuai dengan dokumen kontrak yang telah ditetapkan, mempunyai tugas dan
kewajiban serta wewenang sebagai berikut:
a. Memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam dokumen kontrak dengan segala
lampirannya, syarat-syarat umum administrasi, syarat-syarat teknis, syarat-
syarat bahan dan lain sebagainya.
b. Mengikuti dan menaati segala petunjuk dari pemilik proyek dan konsultan
pengawas.
c. Kontraktor pelaksana hadir dalam setiap rapat yang diselenggarakan berkaitan
dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
d. Memberikan laporan mengenai perkembangan proyek di lapangan.
e. Melaksanakan pekerjan di lapangan sesuai dengan gambar dan dokumen
kontrak yang telah di tentukan.
f. Melakukan pelaporan kegiatan konstruksi sesuai dengan waktu dan format yang
ditentukan oleh konsultan pengawas.
g. Pelaksanaan proyek berkewajiban memenuhi:
Pengamanan secara wajar dan sehat atas semua orang, tenaga kerja, juga
pengunjung yang berkepentingan terhadap proyek.
3
Pencegahan terhadap kerusakan, kebakaran, atau hilangnya sebagian atau
semua hasil pekerjaan, bahan, dan peralatan yang berada di lokasi
pekerjaan proyek.
Penyediaan perlengkapan p3k serta meminta semua tenaga kerja untuk
bekerja menggunakan alat-alat keselamatan kerja.
4. Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas adalah suatu badan hukum yang membantu pemilik proyek
dan berperan dalam memberikan pengawasan dan mengontrol pelaksanaan sesuai
dengan dokumen kontrak. Tugas dan kewajiban serta wewenang Konsultan Pengawas
yaitu:
a. Mengawasi dan mengontrol pelaksanaan proyek untuk semua bagian konstruksi
agar sesuai dengan perencanaannya.
b. Mengendalikan dan mengontrol pelaksanaan proyek yang menyangkut aspek
kualitas, biaya dan waktu pelaksanaan proyek.
c. Mengevaluasi dan mengajukan usulan kepada Kontaktor Pelaksana untuk semua
bagian konstruksi dan pelaksanaanya dilapangan.
d. Menunjuk satu atau beberapa staf untuk melaksanakan pengawasan di lapangan.
e. Membuat laporan tentang kemajuan pekerjaan di lapangan baik berupa laporan
harian, laporan mingguan, maupun laporan bulanan.
f. Mengadakan pemeriksaan terhadap mutu bahan yang digunakan.
g. Memberikan saran dan teguran atau peringatan kepada kontraktor seandainya
dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan terjadi yng dapat mengakibatkan mutu
pekerjaan tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
5. QC Supervisor
Quality Control adalah seorang ahli teknik dalam kualitas material, kualitas
pekerjaan dan bertugas mengontrol pengadaan material bangunan. Quality Control
dalam pekerjaanya bertanggung jawab kepada manager proyek atas segala
pekerjaan yang dikerjakan dalam proyek
4
6. Administrasi
Pada proyek ini administrasi dalam tugasnya bertanggung jawab pada site
manager proyek. Tugas dan kewajiban administrasi yaitu:
a. Menangani masalah surat menyurat dalam urusan untuk proyek bangunan.
b. Memonitor dan menyusun rencana pengeluaran, pinjaman sera penyedia
anggaran dana proyek pembangunan.
c. Membuat laporan berkala dalam pelaksanaan pekerjaan bangunan.
d. Melakukan pembukuan untuk berkas-berkas transaksi dan surat masuk
serta surat keluar.
7. Site Manager
Memimpin unit engineering dan berwenang mengelola urusan yang menyangkut fungsi
perencanaan, teknik, dan pengendalian antara lain:
a. Perencanaan metode pelaksanaan.
b. Perencanaan gambar kerja.
c. Perencanaan jadwal pelaksanaan, jadwal bahan, jadwal peralatan, dan
jadwal tenaga kerja.
d. Perencanaan mutu.
8. Logistik
Tugas dari logistik adalah sebagai berikut :
a. Menyediakan peralatan dan material yang dibutuhkan untuk pekerjaan di
peroyek
b. Mencatat keluar masuknya bahan yang digunakan selama pelaksanaan proyek.
c. Membuat laporan.
Dalam menjalankan tugasnya bagian logistik berhubungan langsung dengan
pelaksana dalam pembelian bahan material. Kemudian berhubungan dengan site
manager untuk mengesahkan pembelian material, setelah itu berhubungan dengan
pelaksana yaitu dimana baiknya penempatan bahan material yang tiba di lapangan,
kemudian bagian logistik melapokan hasil pembelian bahan material kepada bagian
administrasi proyek.
5
9. Mandor
Mandor mempunyai tugas untuk mengontrol pelaksanaan proyek dan mengontrol
jalannya operasional di lapangan dan mengarahkan pekerja atau tukang. Mandor juga
mempunyai tanggung jawab kepada pelaksana, adapu tugas dan wewenang mandor
antara lain:
a. Bertanggung jawab kepada pimpinan proyek.
b. Mengangkat dan memberhentikan tukang sesuai dengan penilaian dan keahlian dan
kemampuan menyelesaikan tugas.
c. Mengarahkan para tukang dan kuli jika ada kesalahan dalam pelaksanaan
pembangunan.
d. Mengawasi pembangunan proyek yang dikerjakan.
e. Melaksanakan perintah sesuai dengan surat perintah dari pimpinan proyek untuk
pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan gambar RKS yang telah ditentukan.
11. Tukang
a. Menyelesaikan tugasnya dengan baik sesuai dengan keahliannya.
b. Berusaha untuk mendapatkan hasil kerja yang sebaik mungkin.
c. Bertanggung jawab atas pekerjaannya.
[Link]
a. Membantu segala keperluan yang dibutuhkan tukang.
b. Membantu menyediakan barang – barang untuk keperluan tukang
c. Sedia setiap saat bila dibutuhkan oleh tukang.
6
a. Melakukan pengamanan pada wilayah proyek.
b. Bertanggung jawab atas barang milik proyek atau perusahaan.
1.2 Jadwal koordinasi dengan pihak terkait disusun sesuai dengan kebutuhan
Bekerja di proyek konstruksi tidak akan pernah lepas dari masalah karena kegiatan
membangun itu sendiri merupakan suatu kegiatan memecahkan persoaalan pada suatu
tempat dengan mendirikan bangunan agar bisa menjadi solusi untuk fasilitas aktifitas yang
tidak bisa dilakukan sebelumnya. Bermacam masalah tersebut membutuhkan upaya
pemecahan dan penyatuan visi antar organisasi pekerja proyek sehingga dapat mencapai
tujuan bersama yaitu membangun sebuah bangunan seperti apa yang diharapkan
sebelumnya, hal ini membutuhkan suatu pertemuan khusus untuk membahasnya yang
dinamakan rapat koordianasi proyek.
Dalam proses mencapai tujuan serta sasaran proyek konstruksi ditentukan 3 batasan yaitu
besar anggaran yang dialokasikan dan jadwal serta mutu yang harus dipenuhi Ketiga
batasan disebut tiga kendala (triple constrain):
Dalam melaksanakan ketiga batasan tersebut ada 3 tahapan yang harus dilaksanakan :
Planning, Penetapan tujuan (goal setting) Perencanaan (planning) Pengorganisasian
(organizing)
Fungsi Perencanaan ( Planning ); adalah berupa tindakan pengambilan keputusan yang
mengandung data/informasi, asumsi maupun fakta kegiatan yang akan dipilih dan akan
dilakukan pada masa yang akan datang, antara lain :
menetapkan tujuan dan sasaran usaha
menyusun rencana induk jangka panjang dan jangka pendek
mengembangkan strategi dan prosedur
7
menyiapkan pendanaan dan prosedur operasi Fungsi Perencanaan ini
manfaatnya adalah sebagai alat kontrol maupun pengendali kegiatan,
pedoman,serta sarana untuk memilih dan menetapkan kegiatan yang diperlukan.
8
1.3 Bahan rapat koordinasi dengan pihak terkait disiapkan sesuai dengan materi
Koordinasi
Rapat konstruksi dan rapat koordinasi proyek adalah wadah media komunikasi dan
koordinasi antar anggota tim manajemen proyek yang terdiri dari pemilik proyek,
konsultan pengawas dan/atau konsultan manajemen konstruksi, serta kontraktor atau
pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan materi rapat tersebut dalam rangka
penyelesaian pelaksanaan proyek. Rapat konstruksi dan rapat koordinasi yang
dilaksanakan bersama tim manajemen proyek bersifat resmi/formal. Namun,
pelaksanaannya kadang bersifat tidak resmi/informal.
Rapat Konstruksi
Biasanya dilakukan disekali setiap bulan
Biasanya dilakukan di kantor pemilik proyek atau di kantor proyek
Rapat bersifat formal
Undangan resmi diberikan
Agenda rapat ditentukan
Peserta rapat membawa data dan alternatif usulan penyelesaian masalah proyek,
rencana kerja berikutnya, dan sebagainya
Keputusan merupakan kesepakatan bersama dari partisipan rapat dan dituangkan dalam
berita acara rapat
Rapat dipimpin oleh pemilik proyek (pimpinan proyek/manajer proyek/manajer
konstruksi)
Rapat Koordinasi
Biasanya dilaksanakan sekali setiap minggu
Biasanya dilaksanakan di kantor proyek
Rutin, tanpa undangan, cukup pemberitahuan langsung
Agenda rapat yang dibahas sekitar rencana kerja, kesiapan sumber daya, kemajuan
pekerjaan, dan hal-hal yang berhubungan dengan kelancaran operasional pelaksanaan
proyek
Biasanya dilakukan dengan suasana informal
Peserta rapat membawa data dan materi usulan
Melaksanakan koordinasi yang perlu untuk mendapatkan penyelesaian bersama
Rapat dipimpin oleh koordinator pelaksana lapangan
9
Bekerja di proyek konstruksi tidak akan pernah lepas dari masalah karena kegiatan
membangun itu sendiri merupakan suatu kegiatan memecahkan persoaalan pada suatu
tempat dengan mendirikan bangunan agar bisa menjadi solusi untuk fasilitas aktifitas yang
tidak bisa dilakukan sebelumnya. bermacam masalah tersebut membutuhkan upaya
pemecahan dan penyatuan visi antar organisasi pekerja proyek sehingga dapat mencapai
tujuan bersama yaitu membangun sebuah bangunan seperti apa yang diharapkan
sebelumnya, hal ini membutuhkan suatu pertemuan khusus untuk membahasnya yang
dinamakan rapat koordianasi proyek. Terdapat bermacam tipe rapat dapat dikelompokan
menurut pembahasan dan apa yang terlibat di dalamnya. Berikut ini daftar rapat koordinasi
yang ada pada pelaksanaan proyek konstruksi skala besar seperti gedung bertingkat tinggi
atau pembangunan jalan raya.
10
Rapat kontraktor dan perencana
Membahas permasalahan teknis seputar perencanaan seperti pengajuan material yang
akan digunakan oleh kontraktor, usulan perubahan desain dari kontraktor setelah
melakukan value engineering, membahas adanya perbedaan kondisi lapangan dengan
gambar perencanaan sebelumnya sehingga memerlukan desain ulang, dan bermacam
tema bahasan lainya yang diharapkan dapat memperlancar aktifitas jalanya pelaksanaan
pembangunan proyek konstruksi.
11
Tujuan rapat adalah untuk
- "Team Building", membangun tim proyek agar seluruh petugas, sesuai dengan
struktur organisasi dan uraian kerja, memahami benar tugas yang menjadi tanggung
jawabnya.
- Menyamakan presepsi tentang jadwal, kualitas dan anggaran proyek
- Menyatukan langkah agar masing-masing unit tidak berjalan sendiri dalam
menjalankan tugasnya
- Mengikuti SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku
Rapat Harian
adalah rapat yang diadakan untuk merencanakan apa yang harus dikerjakan besok hari,
serta memantau apa yang telah dikerjakan hari ini, apakah sudah sesuai dengan rencana
kerja harian. Peserta rapat dihadiri oleh General Superintendent / Kepala Pelaksana,
Superintendent / Pelaksana lapangan, Subkontraktor, Mandor dan bila perlu staf terkait.
12
Rapat Mingguan
adalah untuk merencanakan apa yang dikerjakan minggu depan, serta memantau apa
yang telah dikerjakan minggu ini, untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan
rencana kerja mingguan. Peserta rapat adalah Manager Teknik, Manager Operasi,
Manager Administrasi. Rapat dipimpin oleh Manager [Link] rapat antara lain
adalah
- Mengevaluasi progress dan pencapaian pekerjaan yang ditargetkan minggu lalu
- Membahas target penyelesaian pekerjaan seminggu yang akan datang.
Rapat Bulanan
Peserta rapat adalah Manager Teknik, Manager Operasi, Manager Administrasi, Staf
dan pihak ketiga bila diperlukan. Agenda rapat antara lain meliputi:
- Meninjau notulen rapat bulan lalu
- Pembahasan pencapaian Objectives / Program Kerja Proyek, antara lain
- EBPP (Evaluasi Biaya Pelaksanaan Proyek)
- Kinerja
- Quality Target (mutu produk, House keeping, Safety)
- Potensial problem
- Customer Complaint
- Masalah SDM
- Cash Flow (termin, dropping, pembayaran hutang, jurnal akutansi dan keuangan)
- Lain-lain (inovasi, sistem dokumentasi)
13
1.6 Menyusun Laporan Pengembangan Rancangan.
A. Maksud dan tujuan
Maksud dibuat lapaoran secara tertulis dan dilengkapi dengan gambar gambar adalah
untuk memberikan gambaran kepada pemberi tugas meneganai garis besar taerkait
perencanaan dan perancangan arsitektur dari awal hingga akhir sedangkan tujuannya
adalah memudahkan dalam memahamai materi ,argumentasi dan solusi dari bentuk,
sistem dan pola yang diterapkan dalam rancangan bangunan
B. Isi laporan
Isi laporan adalah laporan secara tertulis yang memuat garis besar proses
perancangan,sebagai upaya memudahkan memahami tentang alur pikir arsitek terhadap
pemilik bangunan. Umumnya laporan disampaikan oleh arsitek pada tahap akhir
presentasi perancangan diselesikan
Laporan ini disampaikan dalam bentuk buku yang disertai dengan paparan disaat
presentasi, hal ini untuk memeudahkan cross chek.
Laporan perancangan ini terdiri dari beberapa hal:
1. Latar belakang judul tugas
Berisi latar belakang atau sebab musabab diberikannya tugas.
2. Pengertian dan ruang lingkup judul
Menguraikan judul fungsi dengan penegrtian yang benar dan teori arsitektur
,lengkap dengan ruang lingkup desainnya, apakah sampe gamabar rencana atau
dengan rancangannya
3. Batasan permasalahan
Berisis tingkat kedalamaa teknis permasalahan yang hendak diangkat dan
dimunculkan yg menjadi dasar pengolahan dan analisis pada tahap selanjutnya
4. Sintesis dan kesimpulan
Permasalahan. Dari yang di dapat maka sinteis permasalahan menjadi dasar yg
kan mempengaruhi perancangan gedung
5. Konsep pemecahan permasalahan
Merupakan titik tolak perancangan sebagai pedoman maksuknya gagasan dan
prinsip arsitek dan sebagai pemacahan masalah fungsi, estetika, kekuatan dan
anggaran biaya bangunan
6. Aplikasi dan solusi perancangan
14
Berisi gambar-gambar perancangan beserta keterangan tentang bahan bangunan
yang digunakan.
15
dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dalam gambar-gambar.
Sedangkan nilai fungsional dalam bentuk diagram-diagram. Aspek kualitatif
lainnya serta aspek kuantitatif seperti perkiraan luas lantai, informasi
penggunaan bahan, sistem konstruksi, biaya, dan waktu pelaksanaan
pembangunan disajikan dalam bentuk laporan tertulis maupun gambar-
[Link] diperiksa dan mendapat persetujuan dari pengguna jasa, arsitek
akan melakukan kegiatan tahap selanjutnya.
b. Sasaran tahap ini adalah untuk:
Membantu pengguna jasa dalam memperoleh pengertian yang tepat atas
program dan konsep rancangan yang telah dirumuskan arsitek.
Mendapatkan pola dan gubahan bentuk rancangan yang tepat, waktu
pembangunan yang paling singkat, serta biaya yang paling ekonomis.
Memperoleh kesesuaian pengertian yang lebih tepat atas konsep rancangan
serta pengaruhnya terhadap kelayakan lingkungan.
Menunjukkan keselarasan dan keterpaduan konsep rancangan terhadap
ketentuan Rencana Tata Kota dalam rangka perizinan
16
Tahap Pengembangan Rancangan Tahap Prarancangan / Skematik Desain menurut “
Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa” Pasal 38 (IAI, 2007,
p.26) adalah: a. Pada tahap Pengembangan Rancangan, arsitek bekerja atas dasar
prarancangan yang telah disetujui oleh pengguna jasa untuk menentukan:
a) Sistem konstruksi dan struktur bangunan, sistem mekanikal-elektrikal, serta
disiplin terkait lainnya dengan mempertimbangkan kelayakan dan kelaikannya
baik terpisah maupun secara terpadu.
b) Bahan bangunan akan dijelaskan secara garis besar dengan mempertimbangkan
nilai manfaat, ketersediaan bahan, konstruksi, dan nilai ekonomi.
c) Perkiraan biaya konstruksi akan disusun berdasarkan sistem bangunan,
kesemuanya disajikan dalam bentuk gambar-gambar, diagram-diagram sistem,
dan laporan tertulis.
d) Setelah diperiksa dan mendapat persetujuan dari pengguna jasa, hasil
pengembangan rancangan ini dianggap sebagai rancangan akhir dan digunakan
oleh arsitek sebagai dasar untuk memulai tahap selanjutnya.
17
spesifikasi dan syarat-syarat teknik pembangunan yang jelas, lengkap dan teratur, serta
perhitungan kuantitas pekerjaan dan perkiraan biaya pelaksanaan pembangunan yang jelas,
tepat, dan terinci. Setelah diperiksa dan mendapat persetujuan dari pengguna jasa, Gambar
Kerja yang dihasilkan ini dianggap sebagai rancangan akhir dan siap digunakan untuk proses
selanjutnya.
18
lainnya. Design development juga mengukur ukuran furniture dan barang lainnya yang
dicantumkan di dalam desain.
Setelah itu, arsitek dapat mendesain keperluan eksterior di dalam bangunan. Dalam hal
ini, banyak arsitek yang menggunakan program computer drawing program (CAD) untuk
membuat desain.
Gambar 3. Denah lantai 1 beserta layout Bandung Eye Center di Bandung, Jawa Barat,
Indonesia (sumber : [Link])
19
Gambar 4. Diagram instalasi MEP (Sumber: [Link])
Selanjutnya, arsitek dapat membuat rancangan MEP atau dikenal sebagai Sistem Mekanikal-
Elektrikal-Plumbing. Rancangan berikut menyangkut segala hal yang berkaitan dengan mesin-
mesin, aliran listrik, serta pipa air bersih dan kotor. Pada tahapan ini, rancangan harus
dipertimbangkan dengan baik karena pada sistem inilah yang membuat suatu bangunan
berfungsi dengan baik.
3. Bahan bangunan
Arsitek juga bertanggung jawab dalam merencanakan bahan bangunan seperti apa untuk
digunakan dalam keseluruhan bangunan. Tentunya seorang arsitek harus mempertimbangkan
nilai manfaat, ketersediaan bahan, konstruksi, dan nilai ekonomi.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat struktur bangunan dapat dirancang dalam
tahapan design development. Pada tahap ini juga dirancang dekorasi dinding, lantai, dan
penggunaan material lainnya seperti kayu pada rancang bangunan.
20
Gambar 5 Potongan yang diperjelas dengan keterangan bahan bangunan
21
prototyping, modifikasi, percobaan lagi dari masa ke masa hingga desain yang dihasilkan
benar-benar sempurna.
Kesimpulannya, tahapan desain skematis dan design development adalah tahapan
dimana arsitek dan klien sebagai home owner berinteraksi untuk menentukan
rancangan final desain. Setelah menentukan desain dan struktur bangunan yang tepat,
barulah perhitungan budget apakah sesuai dengan anggaran dana dan ketentuan lainnya
atau tidak. Oleh karena itu, pada tahapan ini bisa dikatakan arsitek dan klien harus benar-
benar jeli dalam menentukan rancangan sehingga anggaran dana dapat digunakan dengan
cara terbaik.
.
Dari tahap pengembangan desain ini, arsitek akan memastikan dan menguraikan ukuran
serta wujud karakter bangunan secara menyeluruh, pasti, dan terpadu sesuai kebutuhan
dan keinginan klien. Di sinilah klien dapat berdiskusi secara mendetail mengenai
spesifikasi material dan detail-detail arsitektural maupun struktural. Biasanya yang
menjadi concern utama adalah masalah biaya. Banyak penyesuaian yang perlu dilakukan
agar desain dapat dieksekusi sesuai budget yang tersedia
22
Gambar7 Denah pada tapak lengkap dengan keterangan ruang, skala, dan akses
bangunan (Sumber: [Link])
Tahap pengembangan desain juga dilakukan untuk mematangkan konsep rancangan secara
keseluruhan, terutama ditinjau dari keselarasan sistem-sistem yang terkandung di
dalamnya baik dari segi kelayakan dan fungsi, estetika, waktu, dan ekonomi bangunan.
Hasil dari tahap pengembangan desain ini adalah gambar site plan, denah, tampak,
potongan, dan perspektif. Setiap gambar sudah menjelaskan secara rinci tentang
keseluruhan desain. Setelah diperiksa dan mendapat persetujuan dari klien, hasil
pengembangan desain ini dianggap sebagai rancangan akhir yang akan digunakan oleh
arsitek sebagai dasar untuk memulai tahap selanjutnya, yaitu ‘gambar kerja’.
23
b. Pra-Rancangan disajikan dalam gambar proyeksi ortogonal, perspektif, dan maket
c. Pra-Rancangan perlu didiskusikan dengan klien
d. Pra-Rancangan dimintakan Ijin Prinsip Pembangunan kepada Pemerintah
Kota/daerah setempat
e. Pra-Rancangan dikoordinasikan dengan konsultan/tenaga ahli pendukung (struktur,
mekanikal, elektrikal, dsb)
b. Gambar Detail
Gambar-gambar detail dengan skala yang sesuai untuk kebutuhan dilapangan
(1:20, 1:10 1:5 dan seterusnya), yang memberikan penjelasan mengenai :
Detail pelaksanaan dan pemasangan serta penyelesaian bahan/ material dan
elemen / unsur bangunan.
Detail peralatan dan perlengkapan bangunan yang melekat langsung pada
bangunan.
24
Detail-detail pekerjaan lain yang memerlukan penjelasan yang lebih rinci dan
jelas.
c. Garis Besar Spesifikasi Teknis (Outline Specifications) yang menjelaskan jenis, tipe dan
karakteristik material/bahan yang dipergunakan.
d. Pra Rencana Anggaran Biaya mencakup laporan uraian perhitungan biaya yang meliputii
masing-masing elemen arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal, tata ruang luar / lansekap
dan lain-lain.
25
Pada tahap ini, arsitek mengolah hasil pembuatan Gambar Kerja ke dalam bentuk format
Dokumen Pelelangan yang dilengkapi dengan tulisan Uraian Rencana Kerja dan Syarat-
Syarat teknis pelaksanaan pekerjaan-(RKS) serta Rencana Anggaran Biaya (RAB)
termasuk Daftar Volume (Bill of Quantity/BQ). Sehingga secara tersendiri maupun
keseluruhan dapat mendukung proses: - Pemilihan pelaksana konstruksi - Penugasan
pelaksana konstruksi - Pengawasan pelaksanaan konstruksi - Perhitungan besaran luas dan
volume serta biaya pelaksanaan pembangunan yang jelas
1.12 Membuat Detail Gambar Kerja, Garis Besar Spesifikasi Teknis Dan Prakiraan
Biaya Disusun Dengan Gmbaran Pengembangan Rancangan
Gambaran kerja atau DED adalah tahapan dimana arsitek merancang gambar kerja
detail dengan skala (perbandingan ukuran) setelah tahapan desain skematis dan design
development dilakukan. DED atau Detail Engineering Design adalah pekerjaan konstruksi
dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan
(gambar kerja) detail bangunan sipil seperti gedung, jalan, jembatan, bendungan, dan
pekerjaan konstruksi lainnya. Lebih dari itu, DED dapat memuat beberapa komponen
pekerjaan seperti:
26
Gambar 9 Potongan bangunan
Sumber :
[Link]
hXcb_G-
Taz7sP4ciA4A4&q=contoh+detail+bangunan&oq=contoh+detail+bangunan&gs_l=img.3...5
04223.515530..516312...1.0..3.189.2678.23j9......0....1..gws-wiz-
img.....0..0i67j0j35i39j0i8i30j0i30j0i24.JQjbs5gUvsA#imgrc=70uef4MZoC5TAM:
Penggunaan gambaran kerja atau DED dapat membantu kontraktor pelaksana lapangan untuk
memandu pelaksanaan proyek. Selain itu, gambaran ini dapat menggambarkan fisik bangunan
sesuai ide arsitek mulai dari awal sampai akhir. Tentunya gambaran ini harus dibuat secara
detail dan akurat sehingga kontraktor nantinya dapat merealisasikan bangunan dengan tepat.
27
Berikut adalah fungsi gambaran kerja atau DED:
1. Membantu Kontraktor Melaksanakan Proyek
Penyajian gambaran kerja, spesifikasi dan syarat-syarat teknik pembangunan yang jelas,
lengkap dan teratur, serta perhitungan kuantitas pekerjaan dan perkiraan biaya pelaksanaan
pembangunan yang terinci dapat membantu kontraktor melaksanakan proyek. Gambaran ini
dapat mengarahkan hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang kontraktor. Gambaran kerja juga
berisi keterangan nama proyek, nama klien, nama arsitek, dan keterangan gambar lainnya.
Setelah mendapat persetujuan dari pengguna jasa, maka DED atau gambaran kerja dapat
dikatakan sebagai rancangan akhir.
Block Plan
Site Plan
Denah, Tampak, Potongan, dan Potongan Struktural
Rencana Pondasi, Sloof, dan Detail
Rencana Balok lantai dan Detail
Rencana Atap, Plafong, dan Detail
Rencana Pola Lantai dan Detail Pemasangan
Perletakan Pintu dan Jendela beserta Detail
Rencana Air Bersih, Sanitasi, dan Detail
Rencana Furniture dan Detail
Rencana Elektrikal dan Titik Lampu
Gambar-gambar rencana lainnya beserta detail yang diperlukan.
Dengan adanya rancangan gambar berikut, maka dapat menentukan dimensi, peletakan, dan
bahan bangunan yang akan digunakan nantinya.
28
menghitung bahan yang diperlukan secara efisien dan sebagai dasar Rencana Anggaran
Bangunan (RAB). Selain itu, gambaran kerja berfungsi untuk administrasi pelaksanaan
pembangunan dan memenuhi persyaratan yuridis yang terkandung dalam dokumen pelelangan
dan dokumen perjanjian/kontrak kerja konstruksi.
29
Gambar 10 Contoh RAB
Sumber :
[Link]
860qAk&q=contoh+RAB&oq=contoh+RAB&gs_l=img.3..0l10.161924.166281..167643...0.0..0.141.1408.15j3.
.....0....1..gws-wiz-img.......35i39j0i8i30j0i30j0i24.82U6rV5SwGM#imgrc=35wNWr60O09WPM:
30
Gambar 11 Contoh RKS
Sumber :
[Link]
u2wKA&q=contoh+RKS&oq=contoh+RKS&gs_l=img.3..0i30j0i24l9.143390.145068..145919...0.0..0.123.329.
3j1......0....1..gws-wiz-img.......[Link]#imgrc=08jP-R9B5D7mTM:
4. Laporan akhir tahap perencanaan, yang meliputi laporan arsitektur, laporan perhitungan
struktur, laporan perhitungan mekanikal dan elektrikal, dan laporan perhitungan IT (Informasi
& Teknologi)
1.13 Garis Besar Spesifikasi Teknis Serta Perkiraaan Biaya Disampaikan Kepada
Pemberi Tugas
1.13.1 Garis Besar Spesifikasi Teknis (Outline Specifications)
Secara umum spesifikasi teknis menjelaskan jenis, tipe dan karakteristik material/bahan yang
dipergunakan
Tujuan Dan Maksud Spesifikasi
31
Spesifikasi merupakan dokumen legal yang harus dipenuhi dan merupakan bagian dari
sebuah kontrak antara pengguna jasa dengan penyedia jasa/kontraktor. Tujuan utama
adanya spesifikasi adalah menyamakan persepsi antara pengguna jasa dengan penyedia
jasa, sehingga tercapainya produk akhir pekerjaan yang memenuhi keinginan Pemilik
Pekerjaan (Owner). hal ini menjadi sangat penting mengingat karakteristik proyek konstruksi
berbeda dengan industri manufaktur.
Interpretasi Spesifikasi
Bagian terpenting setelah spesifikasi selesai disusun adalah terciptanya pemahaman yang
sama antara pembuat spesifikasi dengan pengguna spesifikasi, dalam hal ini adalah
penyedia jasa. Tidak jarang spesifikasi menjadi sumber perselisihan antar pihak di
lapangan, hal ini terjadi dikarenakan terganggunya proses komunikasi antar pihak.
32
Pembuat spesifikasi sudah seharusnya memaparkan seluruh keinginan pengguna jasa
melalui bahasa tulis sedemikian rupa sehingga dapat menunjuk pada sesuatu yang spesifik.
Harus dihindari dalam penyusunan spesifikasi adalah terciptanya arti samar, arti ganda,
atau bahkan tidak ada artinya. Spesifikasi yang memuat arti ganda sebaiknya dihindari,
kondisi demikian ini yang menyebabkan timbulnya perselisihan antar pihak dan apabila
tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan dilanjutkan dengan proses tuntut
menuntut yang tentunya akan merugikan kedua belah pihak. Spesifikasi adalah sesuatu
yang sangat berarti bagi berbagai pihak yang berkepentingan, apabila tidak terdefinisi
dengan baik maka akan terjadi distorsi dari keinginan pengguna jasa pada setiap tahapan
proyek
33
MATERIAL KONSTRUKSI
1. Urugan biasa
2. Urugan Pilihan
Tidak termasuk tanah yang plastisitasnya tinggi, bukan sebagai A-7-6 atau CH
CBR tidak kurang dari 6 %.
Tanah yang pengembangannya tinggi yang memiliki nilai aktif lebih besar dari 1,25
tidak boleh digunakan.
Urugan hanya boleh diklasifikasikan sebagai “Urugan Pilihan” bila digunakan pada
lokasi atau untuk maksud yang telah ditentukan atau disetujui secara tertulis oleh
Pengawas
Terdiri dari bahan tanah berpasir (sandy clay) atau padas yang memenuhi persyaratan
CBR 10 %
Indeks Plastisitas 6 % Pengujian material dilakukan sekurang-kurangnya setiap 1.000
m3 stock material, jumlah benda uji masing-masing 3 buah, masingmasing 50 kg tiap
jenis material.
34
TATA CARA PELAKSANAAN
Penempatan dan pemadatan timbunan
1. .Timbunan mencapai 1 m, dasar timbunan harus dipadatkan sampai lapisan 15 - 30 cm
teratas memenuhi persyaratan kepadatan.
2. Timbunan diatas sisi / tepi bukit, lereng yang ada harus membentuk terasering.
3. Tanah dasar harus ditutup secepat mungkin dengan lapisan pondasi bawah.
4. Segera setelah penghamparan timbunan setiap lapisan harus dipadatkan.
5. Pemadatan dilaksanakan hanya bila kadar air berada dalam rentang
kurang dari 3 % sampai lebih dari 1 % dari kadar air optimum.
6. Masing-masing lapis harus diuji kepadatannya.
7. Timbunan dipadatkan mulai pada tepi luar kearah sumbu jalan.
Persiapan lapangan
1. Lapisan dasar yang ada harus bersih dari rumput, bahan-bahan organis, hasil
bongkaran.
2. Drainase samping harus telah dipersiapan.
3. Alat perata, alat pemadat dan alat bantu lainnya telah berada dilapangan.
4. Pengaturan lalu lintas agar tidak menggangu pelaksanaan.
5. Urugan tidak boleh dipasang, dihampar atau dipadatkan sewaktu hujan.
Ketebalan gembur tidak lebih dari 30 cm atau kurang dari 10 cm
Penghamparan Pemadatan
1. Kadar air : pada rentang 3 % kurang dari kadar air opt. Sampai dengan 1 %
lebih dari kadar air opt.
2. Lapisan pada kedalaman > 30 cm dibawah elevasi akhir tanah dasar harus
dipadatkan 95 %.
3. Lapisan pada kedalaman 30 cm dibawah elevasi akhir tanah dasar harus
dipadatkan 100 %.
4. Test kepadatan dengan sand-cone, setiap jarak 200 m.
Sedangkan definisi rencana anggaran biaya (RAB) menurut para ahli akan dijelaskan sebagai
berikut:
1) J. A. Mukomoko
Dalam bukunya Dasar Penyusunan Anggaran Biaya Bangunan, 1987 Rencana Anggaran
Biaya (RAB) Proyek adalah perkiraan nilai uang dari suatu kegiatan (proyek) yang telah
memperhitungkan gambar-gambar bestek serta rencana kerja, daftar upah, daftar harga
bahan, buku analisis, daftar susunan rencana biaya, serta daftar jumlah tiap jenis pekerjaan.
2) Bachtiar Ibrahim
Dalam bukunya Rencana dan Estimate Real of Cost,1993, yang dimaksud Rencana
Anggaran Biaya (RAB) Proyekadalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan
untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan
bangunan atau proyek tersebut.
3) Menurut Sugeng Djojowirono
Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek merupakan perkiraan biaya yang diperlukan
untuk setiap pekerjaan dalam suatu proyek konstruksi sehingga akan diperoleh biaya total
yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek.
36
Untuk menentukan upah buruh dapat dihitung dengan menentukan banyak pekerja berdasarkan
volume pekerjaan dan produktivitas buruh. Upah buruh dapat ditentukan berdasarkan
pengalaman/proyek terdahulu dengan berbagai penyesuaian, sehingga bisa dihitung total biaya
upah.
3) Biaya Peralatan
Penentuan jumlah dan jenis alat disesuaikan dengan volume pekerjaan dan kondisi lapangan.
Biaya dapat berupa biaya kepemilikan, biaya bahan bakar, dan biaya perawatan.
2) Proyek Konstruksi
Rencana Anggaran Biaya dibagi dalam 4 jenis jika dilihat berdasarkan pada proses
perkembangan proyek dari mulai gagasan sampai proyek diserahkan dari kontraktor ke owner.
Berikut dijelaskan dibawah ini:
a. Rencana Anggaran Biaya Detail (Kontraktor)
Anggaran Biaya ini dibuat oleh kontraktor setelah melihat desain konsultan
perencana seperti gambar bestek dan rencana kerja dan syarat (RKS), dalam
pengerjaan pembuatannya lebih terperinci, teliti dan menyeluruh karena sudah
memperhitungkan segala kemungkinan seperti melihat medan pekerjaan di
lapangan dan mempertimbangkan metode - metode pelaksanaan. Rencana
Anggaran Biaya ini kemudian dijabarkan dalam bentuk penawaran oleh kontraktor
pada waktu pelelangan, dan menjadi harga yang pasti (fixed price) bagi pemilik
setelah salah satu rekanan ditunjuk sebagi pemenang dan Surat Perjanjian Kerja
(SPK) telah ditanda tangani.
b. Rencana Anggaran Biaya Taksiran (Owner)
Rencana Anggaran Biaya dibutuhkan oleh pemilik untuk memutuskan akan
37
melaksanakan ide / gagasan untuk membangunan proyek atau tidak biasanya masih
dibantu dengan Studi Kelayakan Proyek. Rencana Anggaran Biaya kasar ini juga
dipakai sebagai pedoman terhadap anggaran biaya yang dihitung secara teliti.
c. Rencana Anggaran Biaya Pendahuluan (Konsultan Perencana)
Bisa disebut juga sebagai rencanan anggaran biaya pendahuluan, perhitungan
anggaran Biaya ini dilakukan setelah gambar rencana (desain) selesai dibuat oleh
konsultan Perencana. Perhitungan anggaran biaya ini lebih teliti dan cermat sesuai
ketentuan dan syarat-syarat penyusunan anggaran biaya. Penyusunan anggaran
biaya ini didasarkan pada:
Harga Satuan Pekerjaan
Dihitung dari harga satuan bahan dan harga satuan upah berdasarkan
perhitungan analisa BOW.
Gambar Bestek
Gunanya untuk menentukan / menghitung besarnya volume masing – masing
pekerjaan.
Bestek atau Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
Gunanya untuk menetukan spesifikasi bahan dan syarat-syarat teknis.
d. Anggaran Biaya Sesungguhnya (Real Cost)
Bagi pemilik fixed price yang tercantum dalam kontrak adalah yang terakhir, kecuali
dalam pelaksanaan terjadi tambah dan kurang (meer & minder werk). Bagi kontraktor
nilai tersebut adalah penerimaan yang fixed, sedangkan pengeluaran yang
sesungguhnya (Real cost) yaitu segala yang kontraktor keluarkan untuk menyelesaikan
proyek tersebut. Besarnya real cost tersebut hanya diketahui oleh kontraktor sendiri.
Penerimaan di atas dikurangi Real Cost adalah laba diperoleh oleh kontraktor.
38
Peran RAB sebagai alat koordinasi ialah pada saat melaksanakan program kegiatan tentunya
harus memperlihatkan berbagai fungsi atau bagian yang ada dalam perusahaan.
b. Sebagai Pedoman Perencanaan
Contoh sederhanan misalnya digunakan sebagai pedoman untuk penyusunan program kegiatan
perusahaan.
c. Sebagai Alat Pengendalian
Dikatakan sebagai alat pengendalian misalnya saat pengevaluasiann hasil pelaksanaan program
kegiatan atau pekerjaan dalam perusahaan dengan standar yang telah ditentukan.
b. Bagi Konsultan
Merupakan angka yang diajukan kepada pemilik proyek (Ouwner) sebagai usulan biaya yang
terbaik untuk berbagai kegunaan sesuai perkembangan proyek dan sampai derajat ketelitian
tertentu, kredibilitasnya terkait dengan kebenaran atau ketepatan angka-angka yang diusulkan.
Harga estimasi yang diajukan oleh konsultan disebut dengan Bill of Quantity (BQ).
39
c. Bagi Owner
Merupakan angka yang menunjukkan jumlah perkiraan biaya yang akan menjadi salah satu
patokan untuk menentukan kelanjutan suatu investasi. Secara praktis di lapangan disebut
dengan Ouwner Estimation (OE)serta sebagai pembanding tehadap RAB yang dibuat
kontraktor .
40
sesuai dengan tingkat harga sekarang. Selain itu perlu pula untuk memasukkan peningkatan
biaya buruh dan material yang telah diumumkan tetapi belum dilaksanakan. Kelonggaran juga
pasti diberikan untuk memperhitungkan perubahan kondisi kontrak, tipe ouwner, tersedianya
buruh, beban kerja dan sebagainya serta naik turunnya dunia industri.
3) Sarana Teknis
Masalah ini menimbulkan suatu peningkatan proporsi proyek bangunan. Pentingnya biaya ini
menghendaki agar peninjauanya terpisah dari komponen biaya bangunan lainnya. Pada rencana
proyek yang besar, Quantity Surveyor ahli pasti dipakai untuk memberikan pedoman terutama
pada tahap estimasi perkiraan. Sebagai contoh penyediaan alat pendingin udara (AC) dapat
meningkatkan biaya proyek yang cukup besar.
4) Pertimbangan Kualitas
Tariff dari proyek lama adalah ditetapkan berdasarkan standart kualitas tertentu. Jika standart
ini akan dinaikkan atau diturunkan maka diperlukan adanya perubahan dalam tariff estimasi
yang diajukan. Mungkin perlu pula mlakukan penyesuaian berdasarkan perkiraan atas
peningkatan standart kualitas, dengan menunjukkan keseluruhan perubahan. Alternatifnya,
penyesuaian ini dapat pula lebih tepat, misalnya dengan memilih kualitas lapisan luar dinding
bata yang lebih baik, maka tariff estimasinya dapat disesuaikan lebih obyektif.
5) Harga Dan Resiko Desain
Estimasi disusun berdasarkan kombinasi tiga factor yaitu: kualitas, kuantitas dan [Link] hal
pertama dari komponen ini menyangkut tentang desain, yang selalu mengalami perubahan
hingga penanda tangan kontrak. Desain selanjutnya akan mempengaruhi metode konstruksi
yang dipakai oleh kontraktor. Pada permulaan skema suatu desain akan digambarkan oleh
sketsa denah dan elevasi, dan karena kebutuhan, sketsa-sketsa ini akan lebih diperinci selama
proses desain. proses ini dapat berdampak penting terhadap biaya konstruksi. Resiko biaya
yang berkaitan dengan desain akan lebih banyak terjadi pada tahap permulaan dari pada tahap
tender. Oleh karenanya persentase yang lebih besar harus ditambahkan untuk menutup resiko
desain pada tahap permulaan, dari pada dalam tahap selanjutnya selama proses desain terjadi.
6) Pekerjaan Eksternal
Akibat sering terjadinya perbedaan yang cukup besar antara tapak-tapak bangunan, maka
terdapat hubungan biaya antara elemen pekerjaan eksternal dengan bangunan sesungguhnya.
Karenanya umumnya perlulah mencakup biaya-biaya ini sebagai komponen tersendiri dalam
estimasi. Ukuran tapak atau lokasi dan pekerjaan yang harus dilaksanakan merupakan factor
penting yang harus dipertimbangkan.
41
7) Kealpaan
Usulan estimasi biaya harus secara jelas memperlihatkan apa saja yang telah dicakup, melaui
spesifikasi, dan apa saja yang tidak tercakup. Ouwner mungkin dapat memaklumi atas
pengasumsian bahwa estimasi satu juta telah mencakup semua pengeluarannya bagi proyek
tersebut. Ia tampaknya kurang dapat memaklumi bila kemudian ia mengetahui bahwa beberapa
kelompok pengeluarannya luput ditinjau. Contoh nyata dari kealpaan ini antara lain: fee
professional dan ongkos-ongkos lain, VAT (Value Added Tax, pajak pertambahan nilai), biaya
lahan, tagihan bunga, perabot kecil- kecil dan komponen-komponen peralatan khusus yang
mungkin dibutuhkan untuk bengkel atau laboratorium.
Jadi dapat disimpulkan pada materi ini bahwa harga pada umumnya berbeda sesuai dengan
jenis dan mutunya (termasuk sumber daya manusia). Selain itu, dipengaruhi oleh keadaan
perekonomian nasional serta kebijaksanaan pemerintah. Dari sisi ekonomi harga dapat
berfluktuasi sesuai dengan supply dan demand. Yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan
kenaikkan biaya pada saat konstruksi.
SOAL LATIHAN
1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Proyek?
2. Sebutkan pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah proyek secara garis besar!
42
3. Apa saja tugas dan kewajiban dari pihak yang terlibat dalam sebuah proyek konstruksi?
4. Sebutkan 3 kendala yang sering muncul dalam sebuah proyek konstruksi!
5. Sebutkan Fungsi dari Planning!
6. Jelaskan apa saja perbedaan rapat koordinasi dengan rapat konstruksi!
7. Apa saja isi dari laporan perancangan arsitektur?
8. Apa yang dimaksud dengan gambar DED?
9. Informasi apa saja yang terdapat dalam dokumen Rencana Kerja dan Syarat?
10. Sebutkan Komponen Pembentuk RAB!
DAFTAR PUSTAKA
43
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
konstruksi-bangunan/
[Link]
konstruksi-bangunan/
[Link]
konstruksi-bangunan/
[Link]
konstruksi-95
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
Laksito B. , Metode perecanaan dan perancangan arsitektur, 2012
Memahami Gambar Kerja & Spesifikasi Teknis 2018 (1JP), Balai Penerapan Teknologi
Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Dan
Perumahan Rakyat
Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek Dengan Pengguna Jasa
Seminar Desain Arsitektur “Proses Perancangan Pada Bangunan Inkremental Dalam
Perspektif IAI Dan AIA”
Dwi Agnes ., Manajemen Kontruksi Untuk Bangunan,
44