Latar belakang
Kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat ini masih menjadi permasalahan yang
semakin majemuk dan serius. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari WHO-PBB yang
menyatakan bahwa kecelakaan lalu lintas menduduki urutan ke-5 pada jumlah manusia
yang meninggal dunia setelah jantung koroner, paru, diabetes dan TBC. Kecelakaan
lalu lintas ini tidak terlepas dari peningkatan jumlah kendaraan bermotor setiap
tahunnya, salah satunya di Indonesia. Pada tahun 2013 saja jumlah kendaraan
bermotor di Indonesia mencapai 83.390.073 unit menurut data Ditjen Hubdat (2014).
Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia terbilang masih sangat tinggi.
Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada tahun 2018 terdapat 107.968
kecelakaan lalu lintas yang terjadi, 29.083 korban meninggal dunia akibat kecelakaan
lalu lintas, 13.258 korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami luka berat dan
129.095 korban yang mengalami luka ringan. Khusus di wilayah Sulawesi Selatan
jumlah kecelakaan lalu lintas ialah sebanyak 6.448 dengan jumlah korban kecelakaan
lalu lintas yang meninggal dunia sebanyak 935 korban, 437 korban luka berat dan
8.059 korban yang mengalami luka ringan. Angka tersebut bukanlah angka yang
terbilang sedikit dan kecelakaan lalu lintas tentu saja menjadi tanggung jawab
pemerintah sesuai amanat UU No. 22 Tahun 2009 pasal 203.
Faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Indonesia yaitu faktor manusia
sebesar 93,52%, faktor kendaraan sebesar 2,76%, faktor jalan sebesar 3,23%, dan
faktor lingkungan sebesar 0,49%. Faktor dominan penyebab kecelakaan lalu lintas
adalah manusia, dimana manusia sebagai pengendara memiliki faktor-faktor yang
mempengaruhi dalam berkendara, yaitu faktor psikologis dan faktor fisiologis. Kejadian
kecelakaan pun tidak terlepas dari kurangnya pemahaman mengenai road safety dan
safety riding (keselamatan berkendara). Safety riding merupakan perilaku mengemudi
yang aman yang bisa membantu untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas
yang didalamnya merupakan dasar pelatihan berkendara dengan memperhatikan
keselamatan bagi pengemudi dan penumpang.
Menanggapi angka kecelakaan lalu lintas yang semakin meningkat tiap
tahunnya, pemerintah mengadakan 5 pilar keselematan dan program-program road
safety yang tertuang pada Inpres No. 4 Tahun 2013 dan Perpres No. 2 Tahun 2015.
Aturan-aturan serta program yang dikeluarkan oleh pemerintah merupakan bagian yang
tidak terlepas dari tindakan pencegahan kecelakaan lalu lintas yang semakin marak
terjadi.