JOBSHEET - 1
PEMASANGAN DAN PENGOPERASIAN AC SPLIT
Oleh
Diah Setyowati
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PENDINGIN DAN TATA UDARA
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SMK AL-ASROR
2019
Standar Kompetensi Memelihara peralatan tata udara domestic
Kompetensi Dasar Mengerjakan pemasangan unit tata udara komersial
Indikator 1. Melakukan pemasangan unit tata udara komersial
2. Melakukan pemasangan unit tata udara komersial dengan memperhatikan
keselamatan kerja
Alokasi Waktu 4 x 45 menit
Teori Singkat :
Gambar di bawah merupakan contoh Lay Out AC Split!
(Courtesy of Trane : Split AC, Basic Cycle)
AC Split merupakan salah satu mesin pendingin untuk penggunaan skala menengah,
sedangkan untuk skala besar biasanya menggunakan Split Duct atau AC Central/Chiller. Fungsi
AC adalah untuk mengkondisikan udara sesuai dengan apa yang kita inginkan. Biasanya
pengkondisian udara meliputi temperatur dan kelembapan udara (RH). Pada praktiknya, AC
hanya digunakan untuk mengatur temperatur. Untuk AC yang dapat mengatur kelembapan
udara, biasanya dilengkapi dehumidifier.
Kebanyakan AC menggunakan Refrigeran 22 atau MC-22 untuk hydrocarbon. AC
dilengkapi remote untuk mengatur indoor unit.
Gambar outdoor unit AC dan condensing unit
Outdoor unit berisi komponen condensing unit yang diantaranya kompresor, accumulator,
discharge line, fan, condenser, receiver tank dan komponen kelistrikan kompresor.
Gambar indoor unit AC
Indoor unit berisi evaporator, thermostat, XV, blower, filter, komponen sensor serta komponen
kelistrikan.
Alat dan Bahan :
1. Satu unit AC Split
2. Obeng + dan Obeng –
3. Cleaning set AC
4. Thermometer
5. Manifold Gage
6. Tangga
7. Tang Ampere
Keselamatan Kerja :
1. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2. Pakaian yang diizinkan untuk praktek adalah pakaian kerja.
3. Selalu matikan dan lepaskan source plug unit dari sumber tegangan ketika akan memulai
pekerjaan.
4. Insulasi kelistrikan pada indoor dan outdoor unit.
5. Periksa rangkaian kelistrikan sebelum menjalankan unit.
Langkah Kerja :
a. Memasang indoor AC
1. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.
2. Lepas mounting/holder dari unit, kemudian ukur dan tandai pada tembok dimana unit akan
dipasang. Hal ini untuk memudahkan teknisi untuk mengebor dinding secara tepat pada saat
pemasangan hanger.
Gambar di bawah adalah contoh hanger dari AC Daikin!
3. Pasang plug pada lubang dinding kemudian hanger dipasang dan dibaut.
Baut
Plug
4. Siapkan indoor unit, ukur lubang baut untuk holder dan lubang pemipaan. Kondisikan pipa
dengan menggabungkan pipa refrigeran, drainase, dan kabel kelistrikan dalam satu saluran
yang diinsulasi. Pastikan saluran drainase sudah diinsulasi tersendiri agar tidak terjadi short
pada kabel kelistrikan.
5. Bor dinding sesuai dengan perhitungan sebelumnya dengan sudut 45-60°. Gambar di tengah
merupakan contoh hasil dari pemasangan hanger dan lubang untuk pemipaan. Pasang unit
indoor dan masukan pipa ke dalam lubang pada dinding.
6. Siapkan peralatan untuk indoor unit. Pasang angle iron dengan terlebih dahulu mengukur
dudukan outdoor unit pada dinding. Pasang plug dan baut penguat untuk dudukan angle iron.
7. Siapkan pipa yang telah diinsulasi untuk menyambung unit indoor dan outdoor. Pasang
protection pipe pada lubang dinding dan koneksikan sambungan flaring pada pipa liquid line
dan suction.
8. Pasang baut chasing indoor pada iron angle dan kencangkan. Sekarang kita koneksikan
sambungan flaring liquid line dan suction pada service valve suvtion dan liquid line pada
indoor unit.
9. Buka penutup service valve suction dan liquid line. Jika condensing unit telah terisi
refrigeran maka buka sisi liquid line dan buang sedikit refrigeran melalui service valve di
suction. Lalu buka sisi service valve pada suction (membuka dan menutup service valve
menggunakan kunci L). Jika belum terisi refrigeran, buka semua valve dan setelah itu vakum
unit. Pengisian refrigeran dilakukan setelah kelistrikan selesai dilaksanakan.
10. Koneksikan kabel kelistrikan, masing-masing kabel indoor dan outdoor yang berwarna sama
pada terminal. Tutup celah yang ada pada sambungan indoor dan outdoor dengan semen
untuk menghindari tetesan air. Cek kebocoran dengan air sabun pada tiap-tiap sambungan
pipa.
11. Nyalakan unit kemudian cek ampere, tekanan, temperatur out dan in condenser serta
temperatur out dan in evaporator.
Contoh lay out pemasangan indoor dan outdoor!
Gambar dibawah menunjukan instalasi pipa drainase yang buruk.
Gambar dibawah menunjukan instalasi holder untuk remote!
1. Bereskan semua peralatan dan kembalikan pada tempat semula.
2. Buatlah laporan kegiatan praktikum.
Tabel hasil Praktikum :
Data Unit Hasil Pengukuran
Sebelum Cleaning Sesudah Cleaning
Arus Start Kompresor
Arus Running Kompresor
Temperatur udara yang masuk ke kondenser
Temperatur udara yang keluar dari kondenser
Temperatur input condenser
Temperatur liquid line
Temperatur evaporator
Temperatur suction
Tekanan suction
Temperatur udara masuk evaporator (setting temp.
16°C)
Temperatur udara keluar evaporator (setting temp.
16°C)
Kesimpulan
Pertanyaan
1. Mengapa udara yang masuk dan keluar dari evaporator bisa berbeda?
2. Mengapa udara yang masuk dan keluar dari kondenser bisa berbeda?
3. Mengapa temperatur evaporator berbeda dengan temperatur suction?
4. Mengapa temperatur kondenser berbeda dengan temperatur liquid line?
5. Berapakah standar tekanan suction yang menggunakan R-22!
Jawaban
Mengetahui / Menyetujui, Cirebon, ..................................
Instruktur Praktikan
............................................................ ............................................................
NIP. NIS.