0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan100 halaman

Sistem Pernapasan: Manusia & Hewan

Dokumen tersebut membahas tentang materi sistem pernapasan pada manusia dan hewan serta keterampilan yang dapat dikuasai peserta didik setelah mempelajari bab tersebut. Secara ringkas, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan organ-organ dan proses sistem pernapasan pada manusia dan hewan serta sikap yang harus dimiliki seperti rasa syukur dan tanggung jawab.

Diunggah oleh

Muhammad Romlan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan100 halaman

Sistem Pernapasan: Manusia & Hewan

Dokumen tersebut membahas tentang materi sistem pernapasan pada manusia dan hewan serta keterampilan yang dapat dikuasai peserta didik setelah mempelajari bab tersebut. Secara ringkas, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan organ-organ dan proses sistem pernapasan pada manusia dan hewan serta sikap yang harus dimiliki seperti rasa syukur dan tanggung jawab.

Diunggah oleh

Muhammad Romlan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:

menjelaskan sistem pernapasan pada manusia:


menjelaskan gangguan-gangguan pada sistem pernapasan;
menjelaskan sistem pernapasan pada hewan;
menggunakan mikroskop dengan benar.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu:
0 rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap kompleksitas dan keteraturan mengenai mekanisme sistem
pernapasan yang telah diciptakan Tuhan;
1 memiliki sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu yang tinggi, cermat, dan teliti dalam setiap kegiatan.

Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan

Sistem Pernapasan pada Manusia Sistem Pernapasan pada Hewan

0 Melakukan pengamatan organ-organ pernapasan 5888 Melakukan diskusi mengenai sistem


manusia melalui gambar. pernapasan pada hewan.
1 Melakukan pengamatan struktur jaringan 5889 Melakukan percobaan pengukuran volume
penyusun paru-paru. udara pernapasan pada belalang.
2 Melakukan percobaan untuk membuktikan udara
hasil pernapasan.
3 Melakukan percobaan pengukuran kapasitas
paru-paru.
4 Membuat makalah mengenai penyakit-penyakit
pada sistem pernapasan akibat kebiasaan
merokok dan pengaruh udara tercemar.
5 Membuat poster mengenai pengaruh merokok
terhadap kesehatan pernapasan.

23 Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap kompleksitas dan keteraturan
mengenai mekanisme sistem pernapasan yang telah diciptakan Tuhan.
24 Memiliki sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu yang tinggi, cermat, dan teliti
dalam setiap kegiatan.
25 Mampu menjelaskan organ-organ yang berperan dalam sistem pernapasan.
26 Mampu menjelaskan struktur jaringan penyusun paru-paru.
27 Mampu menjelaskan mengenai udara hasil pernapasan.
28 Mampu menjelaskan mengenai pengukuran kapasitas paru-paru.
29 Mampu menjelaskan mengenai penyakit-penyakit pada sistem pernapasan akibat
kebiasaan merokok dan pengaruh udara tercemar.
30 Mampu menjelaskan pengaruh merokok terhadap kesehatan pernapasan.
31 Mampu menjelaskan sistem pernapasan pada hewan.
32 Mampu menjelaskan tentang pengukuran volume udara pernapasan pada belalang.

Biologi Kelas XI 1
5888 Pilihan Ganda 0Jawaban: a
Alveolus merupakan saluran akhir dari alat
5888 Jawaban: b
pernapasan. Alveolus berdinding sangat tipis dan
Sistem pernapasan pada manusia meliputi berbagai
mengandung banyak kapiler darah. Alveolus
organ pernapasan. Pada saat melakukan inspirasi, berupa kantong-kantong kecil mirip anggur
udara masuk secara berurutan melalui rongga (alveoli). Ciri-ciri alveolus tersebut diseusaikan
hidung (5) → faring (3) → trakea (2) → bronkus (4) dengan fungsinya yaitu sebagai tempat
→ bronkiolus (6) → alveolus (1).
pertukaran gas O2 dan CO2. Sementara itu,
5889 Jawaban: d rambut-rambut halus dan pendek terdapat dalam
Pada saat menelan makanan, anak tekak rongga hidung. Tersusun dari jaringan otot polos
menutup rongga hidung dan epiglotis menutup merupakan salah satu ciri dari trakea.
tenggorokan. Dengan demikian, makanan tidak 1Jawaban: b
masuk ke dalam tenggorokan melainkan masuk Dalam pernapasan dada otot yang berperan
kerongkongan. Sementara pada waktu adalah otot antartulang rusuk (interkostal).
bernapas, epiglotis membuka sehingga udara Mekanismenya sebagai berikut.
masuk ke laring kemudian menuju tenggorokan. 0 Inspirasi
5890 Jawaban: e Apabila otot antartulang rusuk luar ber-
Keterangan gambar sebagai berikut. kontraksi, tulang rusuk terangkat sehingga
5888 Faring, merupakan persimpangan volume dada membesar. Keadaan tersebut
antara rongga hidung ke tenggorokan mengakibatkan tekanan udara dalam dada
(saluran per-napasan) dan rongga mulut ke lebih kecil dari tekanan udara di luar.
kerongkongan (saluran pencernaan). Akibat-nya, udara masuk ke paru-paru.
5889 Tenggorokan atau trakea, organ 1 Ekspirasi
panjang berbentuk seperti pipa dengan panjang Apabila otot antartulang rusuk luar berelaksasi,
kurang lebih 10 cm. Tenggorokan terdiri atas tulang rusuk turun sehingga volume rongga
jaringan ikat, otot polos, cincin tulang rawan, dada mengecil. Keadaan tersebut meng-
dan epite-lium bersilia yang menghasilkan akibatkan tekanan udara dalam rongga dada
lendir. lebih besar daripada tekanan udara di luar
5890 Bronkus, merupakan cabang tubuh. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru.
batang teng-gorokan. Jumlahnya 2Jawaban: a
sepasang, satu cabang menuju paru-paru Gambar tersebut menunjukkan pertukaran gas di
kanan dan cabang lainnya menuju paru-
dalam alveolus, yaitu O2 dari udara ke darah dan
paru kiri.
5891 Bronkiolus, merupakan cabang dari CO2 dari darah ke udara. Pertukaran gas di dalam
bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang alveolus berlangsung secara difusi. Difusi adalah
menjadi saluran yang semakin halus, kecil, proses pergerakan acak partikel-partikel gas, cairan,
dan berdinding tipis. dan larutan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi
5892 Alveolus, merupakan saluran akhir dari rendah. Pada peristiwa pertukaran gas saat
alat pernapasan. Pada alveolus terjadi bernapas, konsentrasi oksigen di alveolus lebih
tinggi dibandingkan di sel darah. Dengan demikian,
pertukaran oksigen dari udara bebas ke sel-sel
terjadi aliran oksigen dari alveolus menuju ke sel
darah dan karbon dioksida dari sel-sel darah ke
darah. Sebaliknya, konsentrasi karbon dioksida di
udara.
sel darah lebih tinggi dibandingkan di alveolus.
5891 Jawaban: c Akibatnya, terjadi aliran karbon dioksida dari sel
Trakea terdiri atas tiga lapisan sebagai berikut. darah menuju alveolus. Transpor aktif adalah
5888 Lapisan paling luar terdiri atas perpindahan molekul atau ion menggunakan energi.
jarigan ikat. Osmosis adalah perpindahan molekul zat pelarut
5889 Lapisan tengah terdiri atas otot polos dari larutan berkonsentrasi rendah ke larutan
dan cincin tulang rawan. Bagian belakang berkonsentrasi tinggi melalui membran
cincin tulang rawan tidak tersambung dan semipermeabel. Endositosis yaitu proses masuknya
menempel pada esofagus. Hal ini berguna senyawa melalui membran sel dengan pelekukan ke
untuk memper-tahankan trakea tetap terbuka. dalam membran sel. Eksositosis
5890 Lapisan terdalam terdiri atas jaringan
epitelium bersilia yang menghasilkan banyak
lendir yang berfungsi menangkap debu dan
mikroorga-nisme yang masuk saat menghirup
udara.
23 Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan
yaitu proses pengeluaran zat dari dalam sel ke Dengan demikian, dapat dihitung sebagai beirkut.
luar sel. Sekret terbungkus kantong membran Kapasitas vital = 500 cc + 1.500 cc + 1.500 cc
yang selanjutnya melebar dan pecah. = 3.500 cc
23 Jawaban: d 23 Jawaban: c
Proses pernapasan dada terjadi mekanisme Asma merupakan gangguan pada rongga saluran
seperti berikut. pernapasan yang diakibatkan oleh kontraksi otot
23 Inspirasi, terjadi apabila otot antartulang polos pada bronkus sehingga mengakibatkan
rusuk luar berkontraksi sehingga tulang rusuk penderita sulit bernapas. Bronkus ditunjukkan
terangkat. Keadaan tersebut mengakibatkan oleh nomor 3. Sementara itu, nomor 1 yaitu
volume rongga dada membesar serta rongga hidung, nomor 2 yaitu trakea, nomor 4
tekanan udaranya lebih kecil. Dengan yaitu bronkiolus, dan nomor 5 yaitu alveolus.
demikian, udara akan masuk ke paru-paru.
24 Ekspirasi, terjadi apabila otot antartulang rusuk 24 Jawaban: c
Pada pernapasan perut terjadi proses sebagai berikut.
dalam berkontraksi sehingga tulang rusuk turun.
Keadaan tersebut mengakibatkan volume 23 Inspirasi terjadi apabila otot diafragma
rongga dada mengecil serta tekanan udaranya berkontraksi sehingga posisi diafragma akan
mendatar. Keadaan tersebut mengakibatkan
lebih besar. Dengan demikian, udara keluar dari
volume rongga dada membesar sehingga
paru-paru.
tekanan udara di dalamnya mengecil.
24 Jawaban: c Akibatnya, udara masuk ke paru-paru.
Volume udara pernapasan adalah jumlah udara 24 Ekspirasi terjadi apabila otot diafragma
pernapasan yang keluar masuk melalui sistem berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi
pernapasan. Volume tersebut dibedakan sehingga isi rongga perut akan terdesak ke arah
menjadi beberapa macam sebagai berikut.
diafragma. Keadaan tersebut meng-akibatkan
23 Volume cadangan inspirasi yaitu udara
posisi diafragma akan cekung ke arah rongga
komplementer, udara yang masih bisa
dada. Akibatnya, rongga dada mengecil dan
dimasukkan secara maksimal setelah
melakukan inspirasi biasa, besarnya kurang tekanannya meningkat sehingga udara
lebih 1.500 ml atau 1.500 cc. (Huruf A) terdorong keluar dari paru-paru.
24 Volume tidal yaitu volume udara 25 Jawaban: d
pernapasan biasa, besarnya kurang lebih Perhatikan gambar sistem pernapasan
500 cc catau 500 ml. (Huruf B) manusia berikut!
25 Volume cadangan ekspirasi (udara suple-
menter) yaitu udara yang masih dapat 1
dikeluarkan secara maksimal setelah
2 4
ekspirasi biasa, besarnya kurang lebih
3 6
1.500 cc atau 1.500 ml. (Huruf C)
26 Volume sisa/residu yaitu volume yang
masih tersisa di dalam paru-paru setelah
ekspirasi maksimal, besarnya kurang lebih
1.000 cc/ 1.000 ml. (Huruf D) 7
27 Kapasitas vital yaitu volume udara yang 5
dikeluarkan semaksimal mungkin setelah
inspirasi maksimal, besarnya kurang lebih Sumber: Inquiry Into Life, S.S. Mader
3.500 cc atau 3.500 ml. (Huruf E) Bagian-bagian yang menyusun organ pernapasan
28 Volume total paru-paru yaitu volume udara yang Keterangan sebagai berikut.
dapat ditampung paru-paru, besarnya kurang 1 = rongga hidung 5 = bronkus
lebih 4.500 cc atau 4.500 ml. (Huruf F) 2 = faring 6 = bronkiolus
3 = laring 7 = alveolus
25 Jawaban: d
4 = trakea
Kapasitas vital yaitu volume udara yang dapat
Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui
dikeluarkan semaksimal mungkin setelah
bahwa organ pernapasan yang berada di
melakukan inspirasi maksimal. Kapasitas vital
dalam paru-paru yaitu bronkiolus dan alveolus.
merupakan jumlah volume tidal ditambah volume
cadangan inspirasi (udara komplementer) dan
volume cadangan ekspirasi (udara suplementer).

Biologi Kelas XI 3
23 Jawaban: c 5888 Kapasitas vital yaitu volume udara yang
dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah
Nama
Penyakit
Penjelasan melaku-kan inspirasi maksimal. Kapasitas vital
merupakan jumlah dari volume tidal ditambah
a. Emfisema Penyakit yang terjadi karena
volume cadangan inspirasi dan volume
ketidaknormalan susunan dan
fungsi alveolus. cadangan ekspirasi. Sementara itu, volume
total paru-paru yaitu volume udara yang
b. Asfiksi Gangguan dalam pengangkutan
oksigen ke jaringan atau gangguan ditampung paru-paru semaksimal mungkin.
penggunaan oksigen oleh jaringan. Volume total paru-paru merupakan jumlah dari
c. Polip Penyakit pembengkakan pada
volume sisa ditambah kapasitas vital.
kelenjar limfa di hidung sehingga 5889 Medula oblongata mengandung sel-sel yang
mengakibatkan penyempitan atau sangat peka terhadap konsentrasi karbon
penyumbatan saluran pernapasan.
dioksida dalam darah. Apabila kandungan karbon
d. Sianosis Penyakit yang menyebabkan dioksida di dalam darah naik di atas batas normal,
warna kulit dan membran mukosa medula oblongata akan merespons kondisi seperti
kebiruan atau pucat karena
kandungan oksigen dalam darah ini. Medula oblongata menanggapinya dengan
rendah. meningkatkan banyaknya laju impuls saraf yang
e. Asidosis Penyakit yang ditandai kadar asam
mengontrol aksi otot interkostal dan diafragma.
karbonat dan bikarbonat dalam Akibatnya, terjadi peningkatan pertukaran udara
darah meningkat sehingga meng- dalam paru-paru yang akan mengembalikan
ganggu pernapasan. konsentrasi karbon dioksida dalam alveolus dan
23 Jawaban: c darah ke konsentrasi normal kembali.
Trakea terdiri atas tiga lapisan sebagai berikut. 5890 Karbon dioksida berdifusi dari kapiler
23 Lapisan paling luar terdiri atas jarigan ikat. darah menuju alveolus karena tekanan parsial
24 Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan karbon dioksida di kapiler darah lebih tinggi
cincin tulang rawan. Bagian belakang cincin daripada tekanan parsial karbon dioksida
tulang rawan tidak tersambung dan dalam alveolus. Selanjutnya, karbon dioksida
menempel pada esofagus. Hal ini berguna dikeluarkan dari tubuh melalui ekspirasi.
untuk memper-tahankan trakea tetap terbuka. 5891 a. Hipoksia yaitu penyakit kekurangan
25 Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium oksigen di dalam jaringan.
bersilia yang menghasilkan banyak lendir yang 5888 Polip yaitu penyakit pembengkakan
berfungsi menangkap debu dan makroorga- kelenjar limfa di hidung sehingga
nisme yang masuk saat menghirup udara. mengakibatkan penyempitan atau
penyumbatan saluran pernapasan.
23 Uraian 5889 Sianosis ditandai dengan warna kulit dan
membran mukosa kebiruan atau pucat karena
23 Bagian yang ditunjuk oleh huruf P adalah tulang
kandungan O2 yang rendah dalam darah.
dada, bagian yang ditunjuk oleh huruf Q adalah
5890 Difteri yaitu penyakit yang menyerang
otot interkostal, bagian yang ditunjuk oleh huruf
saluran pernapasan anak bagian atas yang
R adalah tulang belakang, dan bagian yang
disebab-kan oleh Corynebacterium
ditunjuk oleh huruf S adalah tulang rusuk.
diphteriae.
Bagian depan tulang rusuk menempel pada
5891 Pleuritis yaitu penyakit peradangan selaput
tulang dada dan bagian belakangnya
menempel pada tulang belakang. Di antara pleura sehingga timbul rasa nyeri saat ber-
tulang rusuk terdapat otot interkostal. napas.
24 Apabila terjadi gangguan pengangkutan CO 2 5892 Mekanisme pernapasan perut sebagai
berikut.
dalam darah, kadar H2CO3 akan meningkat 0 Inspirasi
sehingga kadar alkali darah turun. Keadaan Apabila otot diafragma berkontraksi, posisi
tersebut dapat mengakibatkan gangguan diafragma akan mendatar. Keadaan
fisiologis yang disebut asidosis. Sebaliknya,
tersebut mengakibatkan volume rongga
apabila terjadi akumulasi garam basa, dapat
mengakibatkan munculnya gejala alkalosis. dada mem-besar sehingga tekanan udara
di dalamnya mengecil. Akibatnya, udara
masuk ke paru-paru.

0 Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan


0 Ekspirasi 0 Oksigen masuk ke tubuh melalui proses inspirasi
Apabila otot diafragma berelaksasi dan otot dari rongga hidung sampai alveolus. Di alveolus,
dinding perut berkontraksi, isi rongga perut oksigen mengalami difusi ke kapiler arteri pori-
akan terdesak ke arah diafragma. Keadaan pori. Oksigen di kapiler arteri diikat oleh eritrosit
tersebut mengakibatkan posisi diafragma yang mengandung hemoglobin sampai jenuh.
akan cekung ke arah rongga dada. Setelah itu, hemoglobin akan mengangkut
Akibatnya, rongga dada mengecil dan oksigen ke jaringan tubuh yang kemudian akan
tekanannya meningkat sehingga udara berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan
terdorong keluar dari paru-paru. dalam proses respirasi. Proses respirasi
0.5120⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀᤀĀȀ⸀ĀĀȀĀ⤀ĀᜀĀᜀĀᜀ merupakan proses perombakan bahan makanan
ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀḀĀȀ⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀȀȀĀȀ⸀ĀĀȀĀ⸀ĀЀĀȀȀ⸀menggunakan Ā oksigen sehingga diperoleh energi
ᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀ Cara pengangkutan CO2 dalam dan gas sisa pembakaran berupa karbon
darah sebagai berikut. dioksida. Karbon dioksida ini akan dikeluarkan
0 CO2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat dari tubuh melalui proses ekspirasi.
(HCO3) oleh plasma darah, setelah asam 1 Apabila dilihat dari volume paru-parunya, perempuan
karbonat yang terbentuk dalam darah memiliki frekuensi pernapasan lebih tinggi daripada
+
terurai menjadi ion hidrogen (H ) dan ion laki-laki. Keadaan tersebut dikarenakan perempuan
bikarbonat (HCO3). Persamaan reaksinya memiliki volume paru-paru lebih kecil dari laki-laki.
sebagai berikut. Namun, apabila dilihat dari banyaknya kegiatan
+
H2O + CO2 → H2CO3 → H + HCO3 frekuensi pernapasan laki-laki lebih tinggi daripada
1 CO2 diikat oleh hemoglobin membentuk perempuan. Keadaan tersebut dikarenakan laki-laki
karboksihemoglobin. Persamaan reaksinya lebih banyak melakukan aktivitas daripada
sebagai berikut. perempuan.
CO2 + Hb → HbCO2
2 CO2 diangkut plasma darah dalam bentuk
senyawa asam karbonat (H2CO3).

5888 Jawaban: d
Cumi-cumi dan kerang bernapas menggunakan
0 Pilihan Ganda insang. Bekicot bernapas menggunakan paru-
0 Jawaban: e paru. Laba-laba dan kalajengking bernapas
Gambar pada soal menunjukkan hewan cacing. mengguna-kan paru-paru buku. Cacing
Pernapasan cacing disebut pernapasan integu- bernapas mengguna-kan permukaan tubuhnya.
menter karena dilakukan melalui permukaan tubuh- 5889 Jawaban: a
nya. Pada cacing, masuknya oksigen dan Katak dapat bernapas menggunakan kulitnya karena
pengeluaran CO2 terjadi secara difusi melalui kulit katak tipis, lembap, dan mengandung banyak
kapiler darah. Oksigen yang masuk melalui kulit
permukaan tubuhnya. Permukaan tubuh cacing
tanah selalu basah untuk mempermudah proses akan diangkut menuju vena kulit paru-paru (vena
difusi. Hewan yang bernapas melalui paru-paru pulmo kutanea) dan ke jantung untuk diedar-kan ke
misalnya burung, proses pertukaran gasnya terjadi di seluruh tubuh. Adapun karbon dioksida dari jaringan
dalam paru-paru. Pernapasan dengan labirin akan dibawa ke jantung, kemudian dipompa ke kulit
merupakan pernapasan yang membantu sejenis ikan dan paru-paru melalui arteri kulit paru-paru (arteri
yang berada pada kondisi kadar oksigennya rendah, pulmo kutanea).
misalnya ikan lele. Pernapasan melalui insang biasa 5890 Jawaban: a
dilakukan oleh kelompok hewan Pisces. Dalam Gambar pada soal menunjukkan ikan lele. Ikan lele
insang terdapat sepasang filamen. Pada filamen hidup di daerah lumpur (kandungan oksigen rendah).
mempunyai pembuluh darah yang memiliki banyak Dalam pernapasannya, ikan lele dibantu dengan
kapiler darah sehingga memungkinkan oksigen labirin, yaitu perluasan dari rongga insang. Labirin
berdifusi masuk dan karbon dioksida berdifusi keluar. berfungsi sebagai tempat penyimpanan oksigen
Pernapasan melalui trakea, terdiri atas spirakel, cadangan sehingga ikan lele dapat hidup di lumpur
pembuluh trakea, dan trakeolus. Pertukaran gas yang kadar oksigennya rendah. Lamela merupakan
terjadi di trakeolus, sebagai contoh belalang dan lembaran insang terdiri atas sepasang
capung.

Biologi Kelas XI 5
filamen yang mengandung banyak lapisan tipis. 23 Jawaban: d
Rigi-rigi insang adalah tapis insang berbentuk Pada larva serangga yang hidup di air, misal
gerigi. Operkulum merupakan tutup insang. nimfa, terdapat insang trakea. Alat ini memiliki
Lengkung insang merupakan tempat melekatnya permukaan yang sangat halus untuk memperoleh
lembaran insang yang terbentuk dari tulang rawan oksigen di dalam air secara difusi. Organ tersebut
yang berbentuk sabit dan berwarna putih. akan mereduksi setelah dewasa dan berpindah ke
0 Jawaban: e darat. Spirakel adalah lubang pernapasan pada
Mekanisme pernapasan pada katak terjadi karena Insecta. Labirin adalah perluasan insang ke arah
atas pada ikan yang habitatnya di tempat yang
kontraksi dan relaksasi dari otot rahang bawah,
otot sternohioideus, dan otot geniohioideus. Katak kekurangan O2 supaya dapat memiliki udara
tidak memiliki tulang rusuk dan diafragma. pernapasan cadangan. Trakeolus adalah cabang-
1 Jawaban: c cabang halus dari trakea. Adapun sakus
Hewan yang bernapas dengan seluruh pneumatikus adalah kantong-kantong udara pada
burung untuk mem-bantu pernapasan.
permukaan tubuhnya adalah Planaria, katak,
dan cacing tanah. Sementara itu, laba-laba dan
5888 Uraian
kalajengking meng-gunakan paru-paru buku.
2 Jawaban: a 5888 Mollusca yang hidup di air bernapas
Reptilia bernapas menggunakan paru-paru. menggunakan insang. Sebagai contoh, siput air,
Mekanisme inspirasi pada Reptilia sebagai berikut. cumi-cumi, dan kerang. Sementara itu, Mollusca
Gas O2 masuk melalui lubang hidung → rongga yang hidup di darat bernapas menggunakan paru-
mulut → anak tekak → trakea yang panjang → paru. Sebagai contoh bekicot.
bronkiolus dalam paru-paru → masuk ke darah → 5889 Pada saat larva, capung hidup di air. Larva
jaringan tubuh. Sementara itu, mekanisme ekspirasi capung bernapas menggunakan insang trakea,
pada Reptilia sebagai berikut. yaitu berupa insang yang sangat halus dan
Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut darah berfungsi mengikat oksigen yang terlarut di dalam
menuju jantung untuk dikeluarkan melalui paru- air dengan cara difusi. Insang trakea hanya
paru → bronkiolus → trakea yang panjang → berfungsi saat larva, kemudian akan mereduksi
anak tekak → rongga mulut → lubang hidung. dan hilang setelah capung pindah ke darat.
3 Jawaban: b Kemudian di darat capung bernapas seperti
Mekanisme inspirasi pada kumbang yang benar serangga lainnya yaitu dengan sistem trakea.
adalah otot abdominal dalam keadaan relaksasi 5890 Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan
(2), spirakel membuka (1), trakea akan mengem- faring, lubang hidung terbuka dan glotis
bang (4), tekanan udara di trakea menurun (3), tertutup. Oleh karena itu, udara berada di
udara masuk ke trakea (6), dan udara akan rongga mulut dan berdifusi masuk melalui
menuju trakeolus kemudian ke seluruh tubuh (5). selaput rongga mulut. Selaput rongga mulut
4 Jawaban: c memiliki banyak kapiler darah sehingga pada
Mekanisme pernapasan burung saat tidak waktu udara masuk rongga mulut terjadi
terbang sebagai berikut. pengikatan oksigen oleh darah di dalamnya.
0 Inspirasi, otot antartulang rusuk luar ber- 5891 Ikan bernapas menggunakan insang. Insang
kontraksi sehingga rongga dada membesar. pada ikan terdiri atas bagian-bagian lengkung
Selanjutnya, udara akan masuk ke paru-paru insang, rigi-rigi insang, dan lembaran-lembaran
dan sebagian diteruskan ke kantong udara. insang. Lengkung insang dan rigi-rigi insang berupa
1 Ekspirasi, otot antartulang rusuk dalam ber- tulang rawan, sedangkan lembaran insang tersusun
kontraksi sehingga rongga dada mengecil. dari filamen-filamen tipis yang membentuk lembaran
Tekanan udara dalam paru-paru lebih besar insang dengan bentuk seperti sisir.
daripada tekanan udara luar. Akibatnya, udara 5892 a. Membantu pernapasan, pada waktu
keluar dari paru-paru. Pada waktu mengecil-nya terbang.
rongga dada, udara dari kantong udara masuk 5888 Membantu mempertahankan suhu
ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen badan dengan mencegah hilangnya panas
dalam pembuluh kapiler paru-paru. Dengan badan secara berlebihan.
demikian, pengambilan oksigen pada burung 5889 Membantu memperkeras suara
dilakukan pada inspirasi dan ekspirasi. dengan memperbesar ruang siring.
5890 Mengatur berat jenis tubuh pada
saat burung terbang.

23 Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan


23 Pilihan Ganda 23 Jawaban: a
Gas CO (karbon monoksida) merupakan gas
23 Jawaban: b
yang beracun apabila terhirup oleh manusia
Sistem respiratori (pernapasan) penting bagi tubuh
dalam konsentrasi tinggi. Gas CO yang masuk ke
karena merupakan sistem yang mengatur cara
sistem peredaran darah akan berikatan dengan
mendapatkan oksigen bagi jaringan dan sel. Selain
hemoglo-bin membentuk HbCO. Jika kadar CO
itu, pernapasan juga penting untuk mengatur pH
dalam darah besar, Hb tidak dapat mengikat
darah dengan mengendalikan banyaknya karbon
oksigen. Keadaan tersebut dikarenakan Hb lebih
dioksida yang terlarut di dalam plasma. Banyaknya
karbon dioksida yang terkandung dalam darah mudah berikatan dengan CO dibandingkan O 2.
memengaruhi keasaman darah. Semakin tinggi Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen sehingga
dapat mengakibat-kan kematian.
kadar CO2 dalam darah maka pH darah semakin
rendah (semakin bersifat asam). Dalam keadaan 24 Jawaban: c
tersebut sistem respiratori akan menanggapinya Bersin merupakan reaksi saluran pernapasan
dengan cara memacu gerak otot-otot pernapasan untuk membuang partikel asing yang masuk.
sehingga meningkatkan laju respirasi. Dengan cara Bersin merupakan proses ekspirasi mendadak.
tersebut, sebagian besar CO2 akan segera dikeluar- Otot-otot perut mengalami kontraksi secara tiba-
kan dari dalam tubuh sehingga pH darah kembali tiba sehingga isi perut mendorong diafragma ke
normal. Hormon yang mengendalikan detak jantung atas. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada
adalah adrenalin yang dihasilkan oleh kelenjar anak mengecil secara tiba-tiba dan tekanan dalam
ginjal. Pengaturan kolesterol darah dan nutrien paru-paru menjadi tinggi sehingga udara
berhubungan dengan sistem pencernaan. dikeluarkan dengan cepat dari paru-paru.
24 Jawaban: d 25 Jawaban: b
Gambar pada soal menunjukkan gambar Bagian yang ditunjuk oleh huruf S yaitu epiglotis.
penampang alveolus. Bagian yang ditunjukkan Epligotis selalu dalam keadaan terbuka dan
anak panah yaitu dinding alveolus. Dinding alveo- hanya akan menutup laring jika ada makanan
lus sangat tipis sehingga gas-gas dapat berdifusi yang masuk ke kerongkongan. Dengan demikian,
dengan mudah melewati membran alveolus. Al- epligotis berfungsi untuk mencegah makanan
veolus berupa kantong-kantong kecil mirip anggur masuk ke tenggorokan (trakea). Sementara itu,
(alveoli) sehingga dapat memperluas permukaan mengatur suhu udara serta menyaring partikel
alveolus untuk pertukaran gas. Permukaan dalam dan debu merupakan fungsi dari rongga hidung.
alveolus dilapisi sel epitelium yang memungkinkan Tempat berlangsungnya pertukaran oksigen dan
terjadinya difusi gas oksigen dan karbon dioksida. karbon dioksida terjadi di alveolus. Mengatur
Permukaan luar alveolus terdapat jaringan kapiler pergantian perjalanan udara pernapasan dan
darah yang dapat mempercepat terjadinya proses makanan merupakan fungsi dari faring yang
difusi dan pengangkutan gas-gas pernapasan. terletak di belakang rongga hidung.
25 Jawaban: e 26 Jawaban: d
Fungsi selaput lendir dan rambut-rambut halus pada Alveolus merupakan tempat terjadinya pertukaran
rongga hidung di antaranya mengenali adanya bau, gas antara O2 dan CO2. Alveolus berupa kantong-
menyaring debu dan kuman yang masuk bersama kantong mirip anggur (alveoli) yang berjumlah
udara, menyesuaikan suhu udara dengan suhu banyak. Alveoli yang berjumlah banyak berfungsi
badan, serta mengatur kelembapan udara yang untuk memperluas permukaan yang digunakan
masuk. Sementara itu, menangkap debu dan untuk pertukaran gas. Sementara itu, mempercepat
mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara terjadinya proses difusi dan mengangkut gas-gas
merupakan fungsi dari lendir yang terdapat pada pernapasan merupakan fungsi dari jaringan kapiler
trakea. Mengatur pergantian perjalanan udara darah. Mengatur suhu udara pernapasan merupa-
pernapasan dan makanan merupakan fungsi dari kan fungsi dari rongga hidung.
faring yang terletak di belakang rongga hidung.

Biologi Kelas XI 7
23 Jawaban: d Adapun otot diafragma berelaksasi, rongga
Pada pernapasan dada, saat otot antartulang dada mengecil, dan udara keluar dari paru-paru
rusuk berkontraksi rongga dada membesar. merupa-kan peristiwa dalam mekanisme
Akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi pernapasan perut pada fase ekspirasi.
kecil. Keadaan tersebut mengakibatkan udara dari
5888 Jawaban: c
luar masuk ke paru-paru. Pada pernapasan perut
Saat berolahraga otot-otot tubuh memerlukan
saat otot diafragma berkontraksi maka diafragma
lebih banyak energi dibandingkan saat istirahat.
akan mendatar. Akibatnya, rongga dada
Oleh karena itu, tubuh lebih banyak memerlukan
membesar sehingga tekanannya menjadi kecil. oksigen yang akan digunakan untuk respirasi sel,
Keadaan tersebut mengakibatkan udara luar yaitu untuk mengoksidasi zat makanan (glukosa)
masuk ke paru-paru (inspirasi). Sementara itu,
diafragma berelaksasi dan tulang rusuk bergerak sehingga akan menghasilkan energi, gas CO 2,
ke bawah (turun) terjadi saat ekspirasi. dan uap air. Energi ini akan digunakan oleh otot-
otot saat melakukan olahraga. Oleh karena itu,
24 Jawaban: d untuk memenuhi kebutuhan oksigen tersebut kita
Kapasitas vital yaitu volume udara yang dapat akan bernapas lebih dalam dan lebih cepat saat
dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan berolahraga.
inspirasi maksimal. Kapasitas vital merupakan
jumlah dari volume tidal ditambah volume cadangan 5889 Jawaban: a
Pernapasan dalam merupakan pertukaran gas di
inspirasi (udara komplementer) dan volume
dalam jaringan tubuh. Pada pernapasan dalam
cadangan ekspirasi (udara suplementer). Dari soal darah masuk ke jaringan tubuh. Oksigen
dapat diperoleh data sebagai berikut. meninggalkan hemoglobin dan berdifusi masuk ke
23 Volume udara normal (volume tidal) = 480 mL cairan tubuh. Reaksi kimianya yaitu HbO 2 → Hb +
24 Volume udara komplementer = 980 mL
O2. Sementara itu, pernapasan luar merupakan
25 Volume udara suplementer = 1.460 mL
26 Volume sisa = 1.000 mL pertukaran gas (O2 dan CO2) yang terjadi antara
udara dan darah. Selama pernapasan luar, di
Kapasitas vital = volume tidal + volume udara
komplementer + volume dalam paru-paru terjadi pertukaran gas yaitu CO 2
udara suplementer meninggalkan darah dan O2 masuk ke darah
23 480 + 980 + 1.460 melalui difusi. Selanjutnya, sejenis protein dalam
24 2.920 mL sel darah merah yang disebut hemoglobin (Hb)
mengikat oksigen membentuk oksihemoglobin
23 Jawaban: b (HbO2). Reaksi kimianya yaitu Hb + O2 → HbO2.
Cara pengangkutan CO2 dalam darah sebagai 5890 Jawaban: b
berikut.
Pada pernapasan dada, saat otot antartulang rusuk
CO2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat
berelaksasi rongga dada mengecil. Akibatnya,
(HCO3) oleh plasma darah, setelah asam
karbonat yang terbentuk dalam darah terurai tekanan dalam rongga dada membesar. Hal ini
+ meng-akibatkan udara dalam rongga dada keluar
menjadi ion hidrogen (H ) dan ion bikarbonat
(HCO3). Persamaan reaksinya sebagai dari paru-paru (ekspirasi). Sementara itu, saat otot
+ antar-tulang rusuk berkontraksi rongga dada
berikut. H2O + CO2 → H2CO3 → H + HCO3
membesar. Akibatnya, tekanan dalam rongga dada
CO2 diikat oleh hemoglobin membentuk
mengecil. Hal ini mengakibatkan udara dari luar
karboksihemoglobin. Persamaan reaksinya
sebagai berikut. masuk ke paru-paru (inspirasi).
CO2 + Hb → HbCO2 5891 Jawaban: a
CO2 diangkut plasma darah dalam bentuk Asfiksi adalah kelainan atau gangguan dalam
senyawa asam karbonat (H2CO3). peng-angkutan oksigen ke jaringan atau
24 Jawaban: a gangguan peng-gunaan oksigen oleh jaringan.
Mekanisme pernapasan perut pada fase Asfiksi mengakibat-kan sel-sel penyusun
inspirasi sebagai berikut. jaringan tubuh kekurangan oksigen.
23 Otot diafragma berkontraksi. 5892 Jawaban: a
24 Diafragma mendatar. Kanker paru-paru diakibatkan oleh adanya tumor
25 Volume rongga dada membesar. ganas yang terbentuk di dalam epitel bronkiolus.
26 Tekanan udara dalam rongga dada mengecil. Emfisema yaitu penyakit yang terjadi karena
27 Udara masuk paru-paru. ketidaknormalan susunan dan fungsi alveolus.

0 Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan


Sianosis merupakan penyakit yang ditandai 0 Jawaban: e
dengan warna kulit dan membran mukosa Operkulum merupakan tutup insang. Lengkung
kebiruan atau pucat karena kandungan O 2 yang insang merupakan tempat melekatnya
rendah dalam darah. Sementara itu, bronkitis lembaran insang yang terbentuk dari tulang
merupakan infeksi pada bronkus. Difteri biasa rawan. Rigi-rigi insang merupakan tempat
menyerang saluran pernapasan anak bagian atas untuk menyaring agar kotoran tidak masuk ke
yang disebabkan oleh corynebacterium diphteriae. lembaran insang. Labirin merupakan bagian
Pneumonia yaitu radang paru-paru yang perluasan insang yang bentuknya berlipat-lipat.
disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae. Sementara itu, lamela adalah lapisan tipis yang
23 Jawaban: c terdapat pada filamen lembaran insang.
Organ yang ditunjuk oleh nomor 3 yaitu bronkus. 1 Jawaban: e
Pada bronkus dapat terjadi suatu peradangan Katak dapat bernapas dengan kulitnya yang
yang dinamakan bronkitis. Organ yang ditunjuk tipis lembap, dan mengandung banyak kapiler
nomor 5 yaitu pleura. Pada pleura dapat darah. Oksigen yan masuk melalui kulit akan
mengalami penambahan cairan interpleura diangkut menuju vena kulit paru-paru (vena
sehingga timbul rasa nyeri saat bernapas pulmo kutanea) dan ke jantung untuk diedarkan
dinamakan pleuritis. Nomor 1 yaitu faring, nomor 2 ke seluruh tubuh. Adapun karbon dioksida dari
yaitu trakea, dan nomor 4 yaitu bronkiolus. jaringan akan dibawa ke jantung, kemudian
24 Jawaban: c dipompa ke kulit dan paru-paru melalui arteri
kulit paru-paru (arteri pulmo kutanea).
Kantong udara
2 Jawaban: c
Trakea
Alat respirasi yang ditunjukkan oleh gambar adalah
sistem trakea, yaitu alat pernapasan yang dimiliki
oleh kelompok Insecta (serangga), contoh kecoak
dan belalang. Alat pernapasan kadal, ular, ayam,
Spirakel tempat
udara masuk burung ketilang, dan buaya adalah paru-paru.
Adapun alat pernapasan ikan adalah insang. Katak
Insecta bernapas menggunakan sistem trakea.
pada stadium larva bernapas menggunakan insang.
Sistem trakea pada Insecta terdiri atas spirakel,
Katak pada stadium dewasa bernapas
pembuluh trakea, dan trakeolus. Udara keluar masuk
menggunakan paru-paru dan kulit.
melalui lubang spirakel yang terletak berpasangan di
setiap segmen tubuh. Oksigen yang masuk lewat 3 Jawaban: e
spirakel kemudian menuju pembuluh trakea.
Salamander merupakan kelompok amfibi yang
Pembuluh trakea bercabang-cabang lagi menjadi
hidup di air dan memiliki insang luar yang tetap
cabang halus (trakeolus) yang dapat mencapai
ada hingga stadium dewasanya. Katak bernapas
seluruh jaringan tubuh. Di dalam trakeolus terjadi
dengan insang hanya pada fase berudu. Setelah
dewasa katak bernapas dengan paru-paru dan
pertukaran gas dengan sel-sel tubuh. Oksigen akan
kulit. Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku.
berdifusi dari trakeolus ke sel-sel tubuh dan karbon
Ikan hiu bernapas dengan insang dalam. Adapun
dioksida akan berdifusi dari sel-sel tubuh ke
belalang bernapas menggunakan sistem trakea.
trakeolus. Selanjutnya, karbon dioksida menuju
trakea dan akan dikeluarkan melalui spirakel. Insang 4 Jawaban: c
merupakan organ per-napasan pada ikan dan amfibi. Belalang bernapas menggunakan sistem trakea.
Kantong udara merupakan bantu pernapasan pada Sistem ini terdiri atas spirakel, pembuluh trakea, dan
burung. trakeolus. Udara keluar masuk melalui spirakel,
23 Jawaban: e kemudian menuju pembuluh trakea. Selanjutnya,
Pertukaran udara pernapasan ikan terjadi pada pembuluh trakea bercabang-cabang menjadi cabang
insang (nomor 5). Ketika mulut (nomor 1) membuka, halus (trakeolus). Di dalam trakeolus terjadi
terjadi aliran air ke dalam rongga mulut (nomor 3). pertukaran gas dengan sel-sel tubuh. Oksigen akan
Setelah air masuk ke rongga mulut, katup mulut berdifusi dari trakeolus ke sel-sel tubuh dan karbon
(nomor 2) menutup diikuti membuka-nya celah dioksida akan berdifusi dari sel-sel tubuh ke
insang. Air dalam mulut mengalir melalui celah-celah trakeolus. Selanjutnya, karbon dioksida menuju
insang dan menyentuh lembaran-lembaran insang. trakea dan dikeluarkan melalui spirakel.
Pada tempat inilah terjadi pertukaran udara
pernapasan. Sementara itu, operkulum (nomor 4)
merupakan penutup insang.

Biologi Kelas XI 9
0Jawaban: c 0 Jawaban: c
Pernapasan hewan pada tabel sebagai berikut. Huruf X menunjukkan bagian paru-paru. Di dalam
0 Pernapasan burung, menggunakan paru- paru-paru terjadi proses pertukaran gas O 2
paru dan pada waktu terbang dibantu dengan CO2. Huruf V adalah trakea, huruf W
dengan pundi-pundi udara. merupakan kantong udara depan (anterior). Huruf
1 Pernapasan lele, menggunakan insang dan Z merupakan kantong udara belakang (posterior).
dengan bantuan labirin. Sementara itu, huruf Y merupakan ekor.
2 Pernapasan serangga, menggunakan
sistem trakea yang terdiri atas spirakel, 0 Uraian
pembuluh trakea, dan trakeolus. 0 Pernapasan internal (dalam) merupakan pertukaran
3 Pernapasan katak, pada saat masih katak gas di dalam jaringan tubuh. Pada pernapasan
muda (berudu) menggunakan insang tetapi dalam, darah yang mengandung banyak oksigen
setelah dewasa menggunakan paru-paru masuk ke jaringan tubuh. Selanjutnya, oksigen
dan kulit. melepaskan ikatannya dengan hemoglobin dan
1Jawaban: b berdifusi masuk ke cairan tubuh. Sementara itu,
Pernapasan inspirasi burung pada saat terbang pernapasan eksternal (luar) merupakan pertukaran
terjadi pada waktu sayap diangkat ke atas, gas yang terjadi antara darah dan udara. Selama
kantong udara di ketiak mengembang. pernapasan luar, di paru-paru terjadi pertukaran gas
Sementara itu, kantong udara di tulang korakoid yaitu CO2 meninggalkan darah dan O2 masuk ke
terjepit sehingga oksigen masuk ke paru-paru. darah secara difusi.
2Jawaban: c 1 Udara pernapasan yang masuk ke hidung akan
Bagian yang ditunjuk anak panah yaitu pundi- mengalami tiga proses sebagai berikut.
pundi udara. Pundi-pundi udara berfungsi 0 Udara yang masuk melalui hidung akan disaring
membantu pernapasan, terutama pada waktu oleh rambut hidung dan selaput lendir.
terbang. Selain itu, pundi-pundi udara juga 1 Udara mengalami penyesuaian suhu. Jika udara
berfungsi untuk mem-perbesar suara, dari luar dingin, dalam hidung udara meng-alami
meringankan tubuh, mencegah hilangnya panas pemanasan sesuai dengan suhu badan.
tubuh, dan melindungi organ dalam tubuh burung. 2 Di dalam hidung udara diatur kelembapannya.

3Jawaban: c 2 a. Perbedaan volume cadangan inspirasi dan


Udang dan ketam merupakan Arthropoda yang volume cadangan ekspirasi sebagai berikut.
hidup di air dan bernapas dengan insang. Volume cadangan inspirasi disebut juga
Insang tumbuh dari dasar anggota tubuh dan dengan udara komplementer, yaitu udara
dinding tubuh yang berdekatan yang menjulur yang masih dapat dimasukkan secara
ke atas dalam ruang bronkial. Sementara itu, maksimal setelah melakukan inspirasi biasa.
laba-laba dan kalajengking merupakan hewan Sementara itu, volume cadangan ekspirasi
Arthropoda yang bernapas menggunakan paru- disebut juga udara suplementer, yaitu udara
paru buku. Paru-paru ini merupakan invaginasi yang masih dapat dikeluarkan secara
(pelekukan ke dalam) ab-domen. maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa.
Persamaan volume cadangan inspirasi dengan
4Jawaban: a
volume cadangan ekspirasi yaitu
Cacing bernapas dengan permukaan tubuhnya.
mempunyai besar volume yang sama yaitu
Kulit cacing mengandung kelenjar-kelenjar yang
kurang lebih 1.500 ml.
menghasilkan lendir yang menyebabkan kulitnya
selalu basah. Melalui kulit basah, oksigen 0 Perhatikan daerah tanpa arsiran yang berada di
berdifusi ke dalam pembuluh darah kapiler. bawah garis tebal! Dalam daerah tersebut
Oksigen kemudian diikat oleh hemoglobin dan terdapat 19 kotak. Setiap kotak mewakili 0,5
diedarkan ke seluruh tubuh. Karbon dioksida liter. Jadi kekurangan volume oksigen atlet
sebagai sisa pernapasan dikeluarkan dari sel dan tersebut yaitu = 19 × 0,5 liter = 9,5 liter.
berdifusi ke dalam darah. Dari kapiler darah, CO 2
1 Asma merupakan salah satu penyakit alergi pada
akan berdifusi keluar melalui kulit. Secara sederhana
saluran pernapasan. Penyakit asma ditandai dengan
prosesnya sebagai berikut.
O O O adanya batuk, sesak napas, banyak lendir di saluran
2 2 2


kulit ← darah ← sel tubuh
→ →
pernapasan, dan bunyi mengi. Penyakit asma terjadi
CO2 CO2 CO2 karena adanya pembengkakan pada saluran
pernapasan sehingga terjadi penyempitan.

0 Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan


Akibat terjadi penyempitan, seseorang 9. a. Ekspirasi saat tidak terbang
penderita asma mengalami kesulitan dalam Rongga dada mengecil sehingga tekanan paru-
bernapas sehingga untuk mengambil napas paru lebih besar daripada tekanan udara luar.
menimbulkan bunyi mengi. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru.
Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada,
0 Nomor 1 menunjukkan otot antartulang rusuk
udara dari pundi-pundi hawa masuk ke paru-
bagian luar, nomor 2 menunjukkan otot diafragma,
paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam
dan nomor 3 menunjukkan rongga dada. Saat
pembuluh kapiler paru-paru. Jadi, pengambilan
terjadi inspirasi, otot antartulang rusuk bagian luar
oksigen pada burung dilakukan pada tahap
dan otot diafragma berkontraksi. Berkontraksinya
inspirasi maupun ekspirasi.
otot antartulang rusuk bagian luar mengakibatkan
0 Ekspirasi saat terbang
tulang rusuk terangkat sehingga rongga dada
Pada waktu sayap diturunkan, kantong udara
membesar. Berkontraksinya otot diafragma
di ketiak terjepit. Sementara itu, kantong
mengakibatkan diafragma mendatar sehingga
udara di tulang korakoid mengembang
rongga dada mem-besar. Membesarnya rongga
sehingga udara dikeluarkan dari paru-paru.
dada mengakibatkan tekanan udara di dalamnya
Semakin tinggi burung terbang, semakin
mengecil sehingga udara masuk ke paru-paru.
cepat burung mengepakkan sayapnya untuk
1 Nomor 1 menunjukkan otot antartulang rusuk mendapatkan oksigen yang cukup banyak.
bagian luar, nomor 2 menunjukkan otot diafragma,
0 P adalah alveolus dan Q adalah filamen. Alveolus
dan nomor 3 menunjukkan rongga dada. Saat
terjadi inspirasi, otot antartulang rusuk bagian luar berfungsi sebagai tempat pertukaran gas CO2 dan
dan otot diafragma berkontraksi. Berkontraksinya O2. Alveolus merupakan gelembung-gelembung
otot antartulang rusuk bagian luar mengakibatkan udara yang bentuknya berupa kantong-kantong kecil
tulang rusuk terangkat sehingga rongga dada seperti buah anggur. Bentuk alveolus yang berupa
membesar. Berkontraksinya otot diafragma kantong-kantong kecil mengakibatkan
mengakibatkan diafragma mendatar sehingga permukaannya semakin luas. Selain itu, dinding
rongga dada membesar. Membesarnya rongga alveolus sangat tipis tetapi elastis dan mengandung
dada mengakibatkan tekanan udara di dalamnya kapiler-kapiler darah. Struktur yang demikian
mengecil sehingga udara masuk ke paru-paru. memungkinkan gas O2 dan CO2 berdifusi melewati
2 Katak memiliki kemampuan mengikat O2 untuk membran alveolus. Adapun insang berbentuk
pernapasan melalui tiga cara berikut. lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan
selalu lembap. Tiap lembaran insang terdiri atas
Oksigen diikat melalui paru-paru
Udara pernapasan masuk melaui rongga sepasang filamen. Tiap filamen mengandung banyak
lapisan tipis yang disebut lamela. Pada filamen
mulut → dipompakan ke paru-paru → O 2
terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak
berdifusi masuk ke dalam pembuluh darah →
kapiler sehingga memungkinkan oksigen berdifusi
CO2 dilepas keluar dari pembuluh darah. masuk dan karbon dioksida berdifusi keluar. Jadi,
Oksigen diikat melalui kulit persamaan antara kedua organ tersebut adalah
Kulit katak selalu basah sehingga terdapat banyak pembuluh darah yang memiliki
memudah-kan pembuluh darah kapiler banyak kapiler sehingga memper-mudah difusi gas
pada kulit untuk mengikat O2. oksigen dan karbon dioksida.
Oksigen diikat melalui selaput rongga mulut
Selaput rongga mulut memiliki banyak pem-
buluh darah kapiler sehingga pada waktu
udara masuk rongga mulut terjadi juga
pengikatan O2 oleh darah di dalamnya.

Biologi Kelas XI 11
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
menjelaskan struktur dan fungsi organ-organ ekskresi manusia;
menjelaskan gangguan dan penyakit pada sistem ekskresi manusia;
menjelaskan sistem ekskresi pada hewan.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
0 rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap sistem ekskresi ciptaan Tuhan;
1 memiliki pola pikir ilmiah dan rasa ingin tahu yang tinggi mengenai mekanisme sistem ekskresi;
2 memiliki sifat peka dan peduli serta bertanggung jawab terhadap lingkungan yang berkaitan dengan sistem ekskresi;
3 memiliki sikap jujur, cinta damai, tekun, kritis, ilmiah, serta mau bekerja sama dalam setiap kegiatan.

Sistem Ekskresi

Sistem Ekskresi pada Manusia Sistem Ekskresi pada Hewan

• Mendiskusikan letak, struktur, dan mekanisme kerja • Mendiskusikan mekanisme ekskresi pada ikan.
organ-organ ekskresi melalui pengamatan peta pikiran. • Menjelaskan mekanisme ekskresi pada Planaria.
• Mencari informasi tentang organ ginjal dan mekanisme • Mendiskusikan mekanisme ekskresi pada cacing tanah.
ekskresi yang terjadi di dalamnya. • Mendiskusikan mekanisme ekskresi pada serangga.
• Mengidentifikasi perbedaan struktur ginjal sapi dengan • Menjelaskan mekanisme ekskresi pada katak, kadal, dan
ginjal manusia. burung.
Melakukan pengujian kandungan urine.
Mengidentifikasi struktur sel penyusun jaringan nefron,
alveolus, dan kulit.
Membuat media pembelajaran mengenai organ-organ
ekskresi.
Mencari informasi tentang gangguan dan penyakit yang
menyerang organ-organ ekskresi.
Membuat kliping mengenai kasus cuci darah yang
dilakukan penderita gagal ginjal.

• Menjelaskan struktur sel penyusun jaringan nefron, alveo-


• Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap sistem
lus, dan kulit.
ekskresi ciptaan Tuhan.
• Menjelaskan organ-organ ekskresi melalui pembuatan
• Memiliki pola pikir ilmiah dan rasa ingin tahu yang tinggi
media pembelajaran.
mengenai mekanisme sistem ekskresi.
• Menjelaskan tentang gangguan dan penyakit yang
• Memiliki sifat peka dan peduli serta bertanggung jawab
menyerang organ-organ ekskresi.
terhadap lingkungan berkaitan dengan sistem ekskresi.
• Menjelaskan tentnag kasus cuci darah yang dilakukan
• Memiliki sikap jujur, cinta damai, tekun, kritis, ilmiah, serta
penderita ginjal.
mau bekerja sama dalam setiap kegiatan.
• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada ikan.
• Menjelaskan letak, struktur, dan mekanisme kerja organ-
• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada Planaria.
organ ekskresi melalui pengamatan peta pikiran.
• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada cacing tanah.
• Menjelaskan tentang organ ginjal dan mekanisme ekskresi
• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada serangga.
yang terjadi di dalamnya. • Menjelaskan mekanisme ekskresi pada katak, kadal, dan
• Menjelaskan kandungan urine.
burung.

ĀȀĀ⤀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀ᐀ĀĀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀ0 Sistem Ekskresi


Pilihan Ganda masuk ke dalam glomerulus akan disaring dan
komponen yang tersaring adalah protein dan sel
0 Jawaban: d
darah. Dari tahap filtrasi ini akan dihasilkan urine
Buang air besar merupakan aktivitas defekasi
primer. Selanjutnya, urine primer akan masuk ke
yaitu pembuangan sisa-sisa pencernaan. Meludah
dan meneteskan air mata bukan merupakan tubulus proksimal dan mengalami tahap reabsorpsi.
peristiwa ekskresi. Meludah adalah membuang air Zat-zat penting akan diserap kembali oleh tubuh
liur yang merupakan hasil sekresi dari kelenjar misalnya asam amino, glukosa, dan NaCl. Dari
ludah. Meneteskan air mata juga merupakan tahap reabsorpsi akan dihasilkan urine sekunder.
peristiwa sekresi air mata oleh kelenjar air mata. Urine sekunder akan memasuki tubulus distal dan
mengalami tahap augmentasi yaitu penambahan
1 Jawaban: a
zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh misalnya
Alat ekskresi manusia meliputi organ-organ berikut.
urea. Dari tahap augmentasi akan dihasilkan urine
1.0 Ginjal mengekskresikan urine.
1.1 Paru-paru mengekskresikan karbon seungguhnya, Jadi, jika di dalam urine seseorang
dioksida dan uap air. masih terkandung protein mengindikasikan
1.2 Kulit mengekskresikan keringat. terjadinya kerusakan pada glomerulus.
1.3 Hati mengekskresikan empedu. 0 Jawaban: b
Jantung merupakan alat peredaran darah dan Beberapa penyakit yang disebabkan oleh
pankreas merupakan organ dalam sistem gangguan pada ginjal antara lain sebagai berikut.
endokrin dan pencernaan. 0 Batu ginjal, disebabkan oleh terbentuknya
garam kalsium dan penimbunan asam urat
0 Jawaban: c
Salah satu fungsi ginjal dalam sistem ekskresi sehingga membentuk CaCO3 (kalsium
adalah menjaga tekanan osmosis. Tekanan osmo-sis karbonat) pada ginjal atau saluran urine.
dijaga dengan cara mengatur ekskresi garam-garam, 1 Diabetes melitus, disebabkan adanya
yaitu membuang garam yang berlebihan dan
glukosa pada urine yang dipicu karena
kekurangan hormon insulin. Gejala lain dari
menahan garam apabila jumlahnya berkurang.
penyakit ini di antaranya sering kencing,
1 Jawaban: c Keterangan cepat haus, dan cepat lapar.
gambar: Nomor 2 : proses 2 Diabetes insipidus, produksi urine
reabsorpsi Huruf X : filtrat meningkat karena kelenjar hipofisis gagal
urine primer mensekresikan hormon antidiuretik.
Proses pembentukan urine diawali dengan proses 3 Nefritis, berupa peradangan pada nefron
filtrasi, yaitu penyaringan zat-zat sisa dalam darah karena infeksi bakteri Streptococcus.
dan menghasilkan produk urine primer. Proses Akibatnya, protein yang masuk bersama
berikutnya adalah reabsorpsi, yaitu proses urine primer tidak dapat disaring sehingga
penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna ikut keluar bersama urine.
dan menghasilkan produk urine sekunder. Proses 4 Albuminuria, terdapatnya albumin maupun
terakhir adalah augmentasi, yaitu penambahan protein lain di dalam urine. Gangguan ini
zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh dan disebabkan terjadinya kerusakan pada alat
produk akhirnya yaitu urine sebenarnya. filtrasi pada ginjal (glomerulus).
1 Jawaban: e
2 Jawaban: a Penyakit jaundice (kuning) merupakan gejala
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X adalah awal yang menunjukkan adanya gangguan
glomerulus. Fungsi utama glomerulus adalah pada hati, penyumbatan saluran empedu, atau
sebagai penyaring/filtrasi darah dan adanya gangguan pada metabolisme bilirubin.
menghasilkan produk berupa urine primer.
2 Jawaban: b
3 Jawaban: a Hati berfungsi dalam sistem ekskresi dengan
Proses pembentukan urine melalui tiga tahap yaitu menghasilkan cairan empedu. Empedu berasal
filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Tahap filtrasi dari penghancuran hemoglobin yang telah tua.
berlangsung di bagian glomerulus. Darah yang Hemoglobin ini akan diuraikan menjadi hemin, zat
besi, dan globin. Sementara itu, fungsi hati dalam

Biologi Kelas XI 13
menyimpan energi adalah dengan mengubah Keringat merupakan zat sisa metabolisme yang
glukosa menjadi glikogen. Mendetoksifikasi racun di dalamnya terlarut berbagai garam, terutama
merupakan fungsi hati dalam detoksifikasi.
Menghasilkan hormon glukagon serta
menghasilkan albumin dan globulin merupakan
fungsi hati dalam penghasil zat kimia tubuh.
0 Jawaban: e
Sebagai pabrik kimia tubuh, hati menghasilkan
beberapa protein penting yang dapat
ditemukan dalam darah. Beberapa protein
tersebut sebagai berikut.
Ȁ⸀ȀЀĀȀĀ⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀᘀĀĀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀ
ᜀĀᜀ0 Albumin, berfungsi membantu
ketersediaan kalsium dan unsur-unsur
penting lain dalam aliran darah.
Ȁ⸀ȀЀĀȀĀ⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀᘀĀĀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀ
ᜀĀᜀ1 Globin, turut membentuk
hemoglobin yang merupakan pembawa
oksigen dalam sel darah merah.
Ȁ⸀ȀЀĀȀĀ⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀᘀĀĀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀ
ᜀĀᜀ2 Globulin, berperan dalam sistem
kekebalan tubuh yang bekerja sama
dengan antibodi melawan mikroorganisme
yang menyerang tubuh.
1 Jawaban: c
Penyakit pada hati yang ditandai dengan perut
kembung, nyeri pada ulu hati, perut mengeras,
dan disertai demam, merupakan gejala penyakit
sirosis hati atau pengerasan organ hati. Penyakit
ini disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi
obat-obatan atau minuman beralkohol. Selain itu,
penyakit ini juga dapat diakibatkan oleh infeksi
virus atau bakteri, adanya sel tumor, serta adanya
penumpukan racun dalam tubuh yang berlebihan.
2 Jawaban: e
Urea merupakan komponen hasil deaminasi
asam amino oleh hati. Urea ini difiltrasi oleh
ginjal. Setelah berbentuk urine yang
sesungguhnya, urine ini sebelum dikeluarkan
disimpan sementara di kantong kemih.
3 Jawaban: d
Organ ekskresi beserta ekskret sisa
metabolisme yang dikeluarkan sebagai berikut.
Ȁ⸀ȀЀĀȀĀ⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀᘀĀĀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀ
ᜀĀᜀ0 Hati mengekskresikan cairan
empedu.
Ȁ⸀ȀЀĀȀĀ⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀᘀĀĀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀ
ᜀĀᜀ1 Kulit mengekskresikan keringat (air
dan garam-garam mineral).
Ȁ⸀ȀЀĀȀĀ⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀᘀĀĀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀ
ᜀĀᜀ2 Ginjal mengekskresikan urine yang
mengandung banyak urea.
Ȁ⸀ȀЀĀȀĀ⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀᘀĀĀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀ
ᜀĀᜀ3 Paru-paru mengekskresikan uap air
dan CO2.
4 Jawaban: a
Sebagai alat ekskresi, kulit berfungsi
mengeluarkan keringat melalui pori-pori kulit.
NaCl. Memproduksi pigmen kulit merupakan 23 Scabies merupakan penyakit yang diakibat-
fungsi kulit sebagai penentu warna kulit. Menjaga kan oleh reaksi alergi terhadap tungau.
suhu tubuh tetap konstan adalah fungsi kulit Penyakit ini ditandai dengan rasa gatal pada
sebagai regulator suhu. Pembentukan vitamin D malam hari dan tampak lepuh-lepuh kecil.
dari pro-vitamin D merupakan fungsi kulit dalam 24 Lentigo ditandai adanya bercak-bercak
pembentukan vitamin D dengan bantuan sinar hiperpigmentasi pada kulit yang berwarna
matahari. Adapun melindungi tubuh dari paparan cokelat hitam.
sinar UV adalah fungsi kulit sebagai proteksi. 25 Lepra merupakan penyakit infeksi kronis
pada kulit yang diakibatkan oleh bakteri
23 Jawaban: e
Mycobac-terium leprae.
Kelenjar keringat (glandula sudorifera) merupakan
26 Dermatitis atau eksim ditandai dengan kulit
kelenjar penghasil keringat yang di dalamnya
yang meradang dan mengalami iritasi. Der-
terlarut berbagai garam, terutama NaCl. Kelenjar
matitis apabila dibiarkan dapat menimbulkan
ini terdapat di lapisan kulit bagian dermis. Dermis
rasa gatal dan memicu terjadinya infeksi.
merupakan lapisan yang terletak di bawah epider-
27 Kanker kulit merupakan pertumbuhan sel-sel
mis. Pada lapisan ini terdapat akar rambut,
kulit yang bersifat ganas. Kanker ini dapat
pembuluh darah, kelenjar, dan saraf. Selain
diakibatkan oleh menurunnya daya tahan
kelenjar keringat (glandula sudorifera), di bagian
kulit maupun berkurangnya melanosit.
dermis juga terdapat kelenjar minyak (glandula
sebasea). Kelenjar ini menghasilkan minyak yang 26 Jawaban: e
berfungsi meminyaki rambut agar tidak kering. Sebagai organ tempat pertukaran gas dalam
proses bernapas, paru-paru memfiksasi oksigen
24 Jawaban: c
dan melepaskan karbon dioksida serta uap air.
Bagian yang ditunjuk oleh X adalah kelenjar
Proses pengeluaran karbon dioksida dan uap air
keringat (sudorifera) dan Y merupakan kelenjar
ini merupakan bagian dari sistem ekskresi, karena
penghasil minyak untuk melumasi rambut.
karbon dioksida dan uap air merupakan produk
25 Jawaban: c sisa dari proses metabolisme tubuh.

23 Sistem Ekskresi
5888 Jawaban: d 23 Fungsi ginjal sebagai organ ekskresi sebagai
Pada proses pernapasan, oksigen yang dihirup berikut.
digunakan untuk mengoksidasi zat makanan untuk 23 Membuang sisa metabolisme, misal urea,
menghasilkan energi. Pada tingkat jaringan, proses asam urat, kreatinin, kreatin, obat-obatan,
pembentukan energi ini dilakukan oleh mitokondria. dan zat lain yang bersifat racun.
Adapun gas CO2 dan uap air merupakan zat sisa 24 Menjaga keseimbangan air dalam tubuh
dari proses pembentukan energi tersebut. Zat sisa dengan mengatur volume plasma darah
metabolisme dari sel dan jaringan ini akan dan volume air.
dikeluarkan dari tubuh melalui paru-paru. 25 Mengatur kandungan elektrolit dengan
menyaring zat-zat kimia yang masih
5889 Jawaban: d
berguna bagi tubuh (natrium, fosfor, dan
Albuminuria yaitu terdapatnya albumin maupun
kalium) dan mengembalikannya ke saluran
protein lain di dalam urine. Gangguan ini
peredaran darah.
disebabkan terjadinya kerusakan pada alat filtrasi
26 Menjaga asam basa cairan darah dengan
pada ginjal (glomerulus). Kekurangan hormon in-
mengatur pH plasma darah dan cairan
sulin dapat mengakibatkan terjadinya penyakit
tubuh dengan mengekskresikan urine yang
dia-betes melitus. Hiposekresi antidiuretik
bersifat basa atau mengekskresikan urine
mengakibatkan volume urine yang dihasilkan lebih
yang bersifat asam.
banyak dan encer. Produksi hormon adrenalin 27 Menjaga tekanan osmosis dengan cara
tidak mengakibatkan terjadinya gangguan pada
mengatur ekskresi garam-garam, yaitu
sistem ekskresi. Kerusakan tubulus kontortus
membuang garam yang berlebihan dan
akibat infeksi mengakibatkan terganggunya tahap
menahan garam apabila jumlahnya berkurang.
reabsorpsi dan augmentasi pada proses
pembentukan urine. 24 Proses pembentukan urine sebagai berikut.
23 Filtrasi
23 Uraian
Proses filtrasi terjadi di glomerulus. Proses ini
1. Pori-pori terjadi karena adanya tekanan darah akibat
pengaruh dari mengembang dan
mengerutnya arteri yang memanjang menuju
dan meninggalkan glomerulus. Pada proses
ini terjadi penyaringan darah. Zat berupa air,
garam, asam amino, glukosa, dan urea
kelenjar mengalami penyaringan, kemudian masuk ke
keringat kapsula Bowman. Zat yang bermolekul
seperti protein tetap berada dalam pembuluh
Kelenjar minyak darah. Hasil penyaringan itu disebut filtrat
Keterangan:
23 = pori-pori sebagai saluran pembuangan glomeru-lus (urine primer).
kelebihan air dan garam mineral dalam 24 Reabsorpsi
bentuk keringat. Proses reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus
24 = kelenjar sudorifera atau kelenjar keringat, proksimal dan lengkung Henle. Proses yang
berfungsi menghasilkan keringat. terjadi pada tahap ini adalah penyerapan
25 = kelenjar minyak menghasilkan minyak kembali zat-zat yang masih berguna karena
yang berfungsi meminyaki rambut agar urine primer masih mengandung banyak zat
tidak kering. yang diperlukan tubuh antara lain air,
23 A = glomerulus, berperan dalam proses filtrasi glukosa, asam amino, dan NaCl. Produk dari
darah untuk menghasilkan filtrat glomerulus. reabsorpsi ini berupa urine sekunder.
23= tubulus kontortus proksimal, berperan 25 Augmentasi
Proses augmentasi terjadi di tubulus kontortus
dalam reabsorpsi zat-zat yang masih
distal. Proses yang terjadi pada tahap ini adalah
dibutuhkan oleh tubuh.
24= tubulus kontortus distal, berperan dalam penambahan zat sisa pada urine sekunder dan
proses augmentasi, yaitu penambahan akan dihasilkan urine sebenarnya. Komponen
zat-zat sisa metabolisme tubuh untuk urine yang dikeluarkan yaitu 96% air, 1,5%
dibuang bersama urine sesungguhnya. garam, 2,5% urea, dan sisa substansi lain
25= tubulus kolektivus, berfungsi seperti pigmen empedu yang berfungsi
mengumpulkan urine sesungguhnya untuk memberi warna pada urine.
disalurkan menuju medula ginjal.

Biologi Kelas XI 15
23 Organ ginjal meskipun berukuran kecil, memiliki 23 Psikologis
peranan sangat vital. Beberapa fungsi ginjal antara Orang yang sedang cemas, aktivitas
lain menjaga keseimbangan air dalam tubuh dan metabolismenya akan lebih cepat sehingga
sebagai tempat membersihkan darah dari berbagai akan lebih sering mengeluarkan urine.
zat sisa hasil metabolisme serta racun-racun dalam
tubuh. Zat sisa dan racun tubuh tersebut kemudian Macam-macam protein yang dihasilkan oleh hati
dibuang menjadi urine. Selain itu, ginjal juga sebagai berikut.
berfungsi mempertahankan volume dan tekanan
Albumin. Albumin berfungsi membantu
darah, mengatur produksi sel darah merah, dan
ketersediaan kalsium dan unsur-unsur
menghasilkan zat-zat yaitu eritropoetin (EPO), renin,
penting lain dalam aliran darah.
dan vitamin D. Eritropoetin (EPO) berfungsi
Globin. Globin berfungsi membentuk hemo-
merangsang sumsum tulang membuat sel-sel darah
globin yang merupakan pembawa oksigen
merah (eritrosit), sedangkan vitamin D yang memiliki
dalam sel darah merah.
bentuk aktif kalsitriol berperan dalam penyerapan
Globulin. Globulin berperan dalam sistem
kalsium dan menjaga keseimbangan kimia dalam
kekebalan tubuh yang bekerja sama
tubuh. Oleh karena banyaknya fungsi ginjal ini, maka
dengan antibodi melawan mikroorganisme
apabila ada suatu kelainan pada ginjal dapat
yang menyerang tubuh.
menimbulkan penyakit lain. Misalnya jika seseorang
Fibrinogen dan Protrombin. Fibrinogen dan
menderita sakit ginjal, tidak menutup kemungkinan
protrombin membantu menyembuhkan luka
orang itu juga akan menderita leukemia atau
dan membantu darah membentuk zat
kekurangan sel darah merah karena ginjal tidak pembeku.
mampu mengatur produksi sel darah merah. Epidermis terdiri atas beberapa lapis berikut.
Stratum korneum (lapisan tanduk)
24 a. Usia Stratum korneum merupakan lapisan kulit
Semakin tua seseorang, semakin sedikit yang paling luar, tersusun dari sel-sel mati
jumlah urine yang diproduksi. Hal ini
yang bersifat keras, tahan terhadap air, dan
selalu mengelupas (deskuamasi). Lapisan
disebabkan oleh kemampuan ginjal dalam
ini akan mengalami pembaruan selama
memproduksi urine yang semakin menurun.
proses keratinisasi (pembentukan zat
23 Kondisi kesehatan tanduk/kera-tin).
Seseorang yang sakit bisa mengeluarkan urine
Stratum lusidum
lebih banyak ataupun lebih sedikit tergantung Stratum lusidum tersusun dari sel-sel yang
pada jenis penyakit yang dideritanya. tidak berinti dan berfungsi mengganti
24 Cuaca stratum korneum.
Apabila cuaca panas, cairan tubuh lebih Stratum granulosum
banyak dikeluarkan dalam bentuk keringat. Stratum granulosum tersusun dari sel-sel
Jika cuaca dingin cairan tubuh akan yang berinti dan mengandung pigmen
dikeluarkan dalam bentuk urine. melanin.
25 Aktivitas dan gaya hidup Stratum germinativum
Seseorang yang sering berolahraga urine Stratum germinativum tersusun dari sel-sel
yang terbentuk akan lebih sedikit dan lebih yang selalu membentuk sel-sel baru ke
pekat. Hal ini karena cairan tubuh lebih arah luar.
banyak digunakan untuk membentuk energi. Jawaban:
Oleh karena itu, cairan yang dikeluarkan lebih Hormon antidiuretik merupakan hormon yang
banyak dalam bentuk keringat. dikeluarkan oleh kelenjar saraf hipofisis.
26 Jumlah air yang diminum Pengeluaran hormon ini ditentukan oleh reseptor
Apabila mengonsumsi banyak air minum, khusus di dalam otak yang secara terus-menerus
konsentrasi protein dalam darah akan menurun. mengendalikan tekanan osmotik darah. Oleh karena
Kondisi ini dapat mengakibatkan menurunnya itu, hormon ini akan memengaruhi proses reabsorpsi
tekanan koloid protein sehingga tekanan filtrasi air pada tubulus kontortus distal sehingga
kurang efektif. Akibatnya, volume urine yang permeabilitas sel terhadap air meningkat.
diproduksi akan meningkat.

0 Sistem Ekskresi
Pada saat tubuh kekurangan cairan, konsentrasi 0 Scabies. Scabies merupakan penyakit yang
air dalam darah menurun. Akibatnya, sekresi ADH diakibatkan oleh reaksi alergi terhadap tungau
meningkat dan dialirkan oleh darah menuju ginjal. yang ditandai dengan timbulnya rasa gatal pada
ADH meningkatkan permeabilitas sel terhadap air malam hari dan kulit tampak lepuh-lepuh.
dan permeabilitas saluran pengumpul. Dengan 1 Kusta atau lepra. Kusta merupakan
demikian, air akan berdifusi keluar dari pipa penyakit infeksi kronis pada kulit yang
pengumpul, kemudian masuk ke dalam darah. diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium
Keadaan tesebut dapat memulihkan konsentrasi leprae dan dapat menyebabkan kerusakan
air dalam darah. Akibatnya, urine yang dihasilkan pada kulit, saraf, anggota gerak, dan mata.
lebih sedikit dan pekat.
2 Jerawat. Jerawat diakibatkan produksi
0 Gangguan dan penyakit pada kulit sebagai berikut. kelenjar minyak berlebih yang
Xerosis. Xerosis merupakan keadaan kulit yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan
tampak kering dan kasar yang diakibatkan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.
oleh kelembapan kulit yang rendah. 3 Panu dan kurap. Panu dan kurap merupakan
Lentigo. Lentigo ditandai adanya bercak-bercak gangguan kulit yang disebabkan oleh jamur.
hiperpigmentasi pada kulit, berwarna Gejala yang tampak pada gangguan kulit ini
cokelat hitam. antara lain gatal-gatal, berwarna putih
Dermatitis atau eksim. Dermatitis ditandai dengan (panau), dan kemerahan (kurap).
kulit yang meradang dan mengalami iritasi
yang umumnya terjadi di bagian tangan dan
kaki dan menimbulkan rasa gatal.

Pilihan Ganda
0 Jawaban: c
⸀Ȁ
1792ЀĀȀĀ ⸀ĀȀȀ
Ā ⤀Ā ᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀĀȀ⸀ĀᜀĀ
ᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀĀĀĀĀȀĀ⤀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀ Perhatikan gambar berikut!
ĀᜀԀĀȀ⸀ĀĀĀĀ
Ā ᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀ Jawaban: Inti sel
a Sitoplasma
Rambut getar
Pembuluh Malpighi merupakan organ ekskresi
pada Insecta. Nefridium merupakan alat
Pergerakan cairan tubuh
ekskresi pada cacing tanah. Klitelum
merupakan kelenjar kelamin pada cacing tanah
dewasa. Sementara itu, mesonefros adalah
Saluran ekskresi
ginjal sederhana pada Pisces.
⸀Ȁ
1793ЀĀȀĀ ⸀ĀȀȀ
Ā ⤀Ā ᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀĀȀ⸀ĀᜀĀ 0 Jawaban: b
ᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀĀĀĀĀȀĀ⤀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀ Urutan proses ekskresi cacing tanah yang
ĀᜀԀĀȀ⸀ĀĀĀĀ
Ā ᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀ Jawaban: benar sebagai berikut.
b 0 Zat sisa metabolisme di dalam nefridia
Organ ekskresi cacing tanah berupa ginjal disaring oleh nefrostom.
sederhana yang disebut nefridia. Nefridia terdapat 1 Hasil saringan dari nefrostom diangkut menuju
di setiap segmen tubuh, kecuali pada tiga segmen tubulus pengumpul melalui tubulus sederhana.
pertama dan segmen terakhir. Di dalam nefridia 2 Pada tubulus sederhana terjadi proses
terkandung zat sisa metabolisme maupun nutrien. reabsorpsi bahan-bahan yang masih
Zat sisa metabolisme dan nutrien tersebut disaring dibutuhkan tubuh.
oleh nefrostom. Nefrostom berbentuk corong yang 3 Air dan zat-zat buangan dikumpulkan di
dilengkapi dengan silia. Hasil saringan dari tubu-lus pengumpul.
nefrostom diangkut menuju tubulus pengumpul 4 Urine dikeluarkan melalui refridiofor yang
melalui tubulus sederhana yang dikelilingi oleh terletak di dinding tubuh.
kapiler-kapiler darah. Di sepanjang tubulus
sederhana ini, terjadi proses reabsorpsi bahan-
bahan yang penting seperti garam-garam dan
nutrien terlarut. Selanjutnya, air dan sisa buangan
dikeluarkan melalui lubang ekskretori yang disebut
nefridiofor.
Biologi Kelas XI 17
0 Jawaban: e seluruh tubuh. Zat-zat sisa yang tidak berguna bagi
Fungsi sistem trakea pada serangga untuk tubuh akan dikeluarkan melalui nefridiofor (1).
mengeluarkan karbon dioksida sebagai zat sisa 0 Jawaban: a
hasil proses oksidasi. Adapun buluh Malpighi Ikan air tawar memiliki kondisi lingkungan yang
berperan sebagai alat ekskresi seperti pada bersifat hipotonis. Lingkungan seperti ini membuat
ginjal Vertebrata, yaitu menyaring hemolimfe jaringan ikan sangat mudah mengalami kelebihan
dan membuang zat sisa metabolisme tubuh. cairan. Oleh karena itu, ikan air tawar senantiasa
1 Jawaban: b menjaga jaringan tubuhnya agar tetap hipertonis
Ikan yang hidup di air laut memiliki cara adaptasi dengan sedikit minum dan mengeluarkan urine
yang berbeda dengan ikan air tawar. Ikan air laut dalam volume besar. Pada ikan air tawar juga
memiliki glomerulus berukuran kecil. Reabsorpsi berlangsung mekanisme filtrasi dan reabsorpsi.
pada tubulus terjadi dalam skala sangat kecil. Oleh Mineral dan zat-zat makanan lebih banyak
karena itu, ikan air laut beradaptasi dengan banyak diabsorpsi, sedangkan air hanya sedikit diserap.
meminum air laut dan melakukan sedikit desalinasi Ikan air tawar mengekskresikan amonia dengan
(menghasilkan) sedikit urine. Urine yang dihasilkan cara difusi melalui insangnya.
akan dikeluarkan dari tubuh melalui lubang di dekat 0 Uraian
anus. Berbeda dengan ikan air tawar yang
0 Ikan air tawar dan ikan air laut memiliki cara ekskresi
mengekskresikan amonia dan aktif menyerap ion
yang berbeda. Hal itu diakibatkan oleh bentuk ginjal
anorganik melalui insang, ikan air laut justru
yang berbeda, sebagai bentuk adaptasi terhadap
sebaliknya. Ikan air laut mengekskresikan sampah
lingkungan sekitarnya. Pada ikan air tawar kondisi
nitrogen berupa trimetilamin oksida (TMO) yang
lingkungan sekitarnya bersifat hipotonis. Lingkungan
memberi bau khas ikan laut, menghasilkan ion-ion
seperti ini membuat jaringan ikan sangat mudah
dan mengekskresikan garam melalui insang. Hal ini
terjadi karena ikan air laut sangat mudah mengalami mengalami kelebihan cairan. Oleh karena itu, ikan
dehidrasi karena air dalam tubuhnya cenderung air tawar senantiasa menjaga jaringan tubuhnya
mengalir keluar ke lingkungan sekitar melalui insang agar tetap hipertonik dengan sedikit minum dan
mengikuti perbedaan tekanan osmotik. mengeluarkan urine dalam volume besar. Ikan yang
hidup di air laut memiliki cara ekskresi yang berbeda.
2 Jawaban: a Ikan air laut sangat mudah mengalami dehidrasi
Klitelum merupakan kelenjar kelamin pada cacing karena air dalam tubuhnya akan cenderung mengalir
tanah dewasa. Nefrostom merupakan organ keluar ke lingkungan sekitar melalui insang,
penyaring zat sisa metabolisme yang berbentuk mengikuti perbedaan tekanan osmotik. Ikan air laut
corong dan dilengkapi dengan silia. Tubulus beradaptasi dengan banyak meminum air laut dan
pengumpul merupakan tempat penampungan air melakukan desalinasi (menghasilkan sedikit urine).
dan zat-zat buangan sebelum dikeluarkan dalam
bentuk urine. Tubulus sederhana merupakan
saluran pengangkut zat hasil penyaringan 1 Organ ekskresi pada Planaria berupa sel api
nefrostom menuju tubulus pengumpul. Sementara yang memiliki rambut getar. Cairan tubuh
itu, nefridiofor merupakan lubang pengeluaran Planaria disaring di dalam sel api (flame cell)
yang terletak di dinding tubuh. dan zat-zat sisa diserap, kemudian dikeluarkan
dari tubuh melalui lubang-lubang yang terdapat
3 Jawaban: b
pada permukaan tubuh.
Urutan proses ekskresi di buluh Malpighi pada
serangga sebagai berikut. 2 Organ ekskresi pada cacing tanah berupa ginjal
0 Air dan bahan-bahan yang penting masuk sederhana yang disebut refridia. Di dalam nefridia
ke dalam pembuluh. terkandung zat sisa metabolisme maupun nutrien. Zat
1 Bahan yang masih berguna diserap sisa metabolisme dan nutrien tersebut disaring oleh
kembali di rektum. nefrostom yang berbentuk corong dan dilengkapi
2 Bahan yang mengandung nitrogen dengan silia. Hasil saringan dari nefrostom diangkut
diendapkan sebagai kristal asam urat. menuju tubulus pengumpul melalui tubulus sederhana
3 Asam urat dikeluarkan bersama feses. yang dikelilingi oleh kapiler-kapiler darah. Di sepanjang
4 Jawaban: d tubulus sederhana ini, terjadi proses reabsorpsi bahan-
Cairan tubuh akan dibawa masuk oleh nefrostom bahan yang penting seperti garam-garam dan nutrien
(2) ke nefridia dan mengalir dalam pembuluh. Dalam terlarut. Sementara itu, air dan zat-zat buangan
pembuluh (4), zat-zat yang masih berguna akan dikumpulkan di tubulus pengumpul dan dikeluarkan
melalui lubang ekskretori yang disebut nefridiofor.
diserap kembali dan diedarkan oleh kapiler (3) ke

0 Sistem Ekskresi
0 Buluh Malpighi merupakan pembuluh-pembuluh 23 Hemolimfe adalah cairan tubuh serangga yang
halus berwarna putih kekuningan yang terletak di beredar ke pembuluh-pembuluh dalam tubuh
antara usus tengah dan usus belakang. Proses serangga. Zat sisa metabolisme serangga diambil
ekskresi diawali oleh masuknya air dan bahan- dari cairan hemolimfe ini. Cairan hemolimfe masuk
bahan yang esensial ke dalam pembuluh. Bahan ke tubulus proksimal menuju usus belakang untuk
yang masih berguna diserap kembali di rektum, dikeluarkan bersama feses dalam bentuk kristal-
sedangkan bahan yang mengandung nitrogen kristal asam urat. Selain asam urat, sisa
diendapkan sebagai kristal asam urat, kemudian metabolisme lainnya adalah nitrogen. Nitrogen inilah
asam urat dikeluarkan bersama feses. yang akan digunakan kembali dalam pembuatan zat
kitin. Zat kitin berguna dalam pembuatan rangka luar
(eksoskeleton) dan sebagian akan dibuang dalam
bentuk asam urat kering.

0 Pilihan Ganda di tubulus kontortus proksimal dan


menghasilkan urine sekunder. Tahap
0 Paru-paru, ginjal, dan hati merupakan organ
ekskresi. Paru-paru merupakan organ ekskresi augmentasi berlangsung di tubulus kontortus
distal dan menghasilkan urine sesungguhnya.
yang mengeluarkan CO2 dan uap air dari tubuh.
Ginjal mengeluarkan urea dari tubuh dalam 23 Jawaban: b
bentuk urine. Adapun hati mengekskresikan getah Proses pembentukan urine diawali dengan proses
empedu. Sementara itu, jantung dan limpa bukan filtrasi (X), yaitu penyaringan zat-zat sisa dalam
merupakan organ ekskresi. Jantung berfungsi darah di glomerulus dan menghasilkan produk
sebagai organ pemompa darah. Limpa berfungsi berupa urine primer. Proses selanjutnya adalah
sebagai organ penyusun sistem imunitas tubuh. reabsorpsi (Y), yaitu proses penyerapan kembali
zat-zat yang masih berguna dan terjadi di tubulus
1 Jawaban: b
kontortus proksimal serta lengkung Henle. Proses
Pasangan organ ekskresi dan fungsinya
ini menghasilkan produk berupa urine sekunder.
sebagai berikut.
Proses terakhir adalah augmentasi (Z), yaitu
Organ No. Fungsi proses penambahan zat sisa yang tidak
L Kulit 1. Mengekskresikan cairan em- diperlukan lagi oleh tubuh. Pada proses ini
pedu. dihasilkan produk urine sebenarnya. Jadi, pada
M Paru-paru 2. Mengekskresikan cairan urine. skema pembentukan urine di atas huruf X dan Z
secara berurutan adalah filtrasi dan augmentasi.
N Ginjal 3. Mengekskresikan keringat.
24 Jawaban: a
O Hati 4. Mengekskresikan CO2.
Bagian yang ditunjukkan P adalah glomerulus
dan simpai Bowman. Fungsi bagian tersebut
23 Jawaban: d
untuk menyaring darah (filtrasi) sehingga
Bagian yang ditunjukkan oleh huruf Q adalah tu-
dihasilkan filtrat glomerulus (urine primer).
bulus kontortus proksimal. Di dalam tubulus tersebut
Reabsorpsi air, garam, dan asam amino
terjadi proses reabsorpsi, yaitu penyerapan kembali
dilakukan di bagian tubulus kontortus
zat-zat yang masih berguna bagi tubuh untuk
proksimal. Amonia tidak dihilangkan dari tubuh,
dikembalikan menuju darah. Hasil dari proses
tetapi diangkut keluar dari tubuh dalam bentuk
reabsorpsi adalah urine sekunder. Filtrasi terjadi di
urine. Konsentrasi urine tergantung konsentrasi
dalam glomerulus dan menghasilkan urine primer.
zat-zat yang terlarut dalam urine.
Sementara itu, augmentasi terjadi di dalam tubulus
kontortus distal. Proses augmentasi menghasilkan 25 Jawaban: e
urine sesungguhnya. Sekresi tubular disebut juga augmentasi, yaitu
proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan
24 Jawaban: a oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus distal (5). Sel-
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X adalah +
sel tubulus menyekresi ion hidrogen (H ), ion kalium
glomerulus. Fungsi utama glomerulus adalah +
(K ), amonium (NH3), urea, kreatinin, dan racun ke
sebagai filtrasi darah dan menghasilkan produk
dalam lumen tubulus melalui proses difusi.
berupa urine primer. Tahap reabsorpsi berlangsung

Biologi Kelas XI 19
Ion-ion ini kemudian menyatu dengan urine Jawaban: b
sekunder dan dikumpulkan dalam tubulus Berdasarkan uji sampel urine tampak bahwa dalam
pengumpul untuk disalurkan menuju medula ginjal. urine individu I positif mengandung protein. Hal ini
Adapun proses yang terjadi di dalam glomerulus menunjukkan individu I positif mengalami gangguan
23 adalah proses filtrasi yang akan menghasilkan albuminuria. Albuminuria terjadi karena glomerulus
filtrat glomerulus. Filtrat glomerulus masuk ke tu- mengalami kerusakan sehingga protein tidak
bulus kontortus proksimal (3) dan lengkung Henle tersaring dalam proses filtrasi. Diabetes melitus
5888 untuk mengalami proses reabsorpsi diakibatkan oleh kurangnya produksi insulin dan
dan menghasilkan urine sekunder. ditandai dengan gejala poliuria (meningkatnya
0 Jawaban: c volume pengeluaran urine). Oligouria terjadi
Nefritis adalah peradangan pada nefron karena akibat gangguan pada sekresi hormon ADH yang
bakteri Streptococcus yang masuk melalui saluran mengakibatkan jumlah produksi urine sedikit.
pernapasan. Akibat adanya peradangan, protein Jawaban: d
yang masuk bersama urine primer tidak dapat Gagal ginjal yaitu keadaan ginjal yang mengalami
disaring sehingga akan keluar bersama urine. kerusakan permanen sehingga ginjal tidak dapat
Nefritis kronis disertai dengan gejala tekanan menjalankan fungsinya. Dalam beberapa kasus
darah tinggi, pengerarasan pembuluh darah pada serius, seorang penderita gagal ginjal disarankan
ginjal, dan rusaknya glomerulus dan tubulus. melakukan tindakan cuci darah (haemodialisis).
Adanya pengendapan garam-garam mineral Penanganan dan pengobatan gagal ginjal ini
sehingga saluran urine tersumbat CaCO3 bertujuan untuk mengendalikan gejala,
merupakan indikasi terbentuknya batu ginjal. meminimalkan komplikasi, dan memperlambat
Kekurangan hormon antideuritik mengakibatkanya perkembangan penyakit.
penyakit diabetes insipidus. Jawaban: e
1 Jawaban : c Fungsi hati sebagai berikut.
Keberadaan asam amino dalam urine Tempat menyimpan energi. Hati menyimpan
menunjukkan proses reabsorpsi zat-zat yang energi dalam bentuk glikogen.
berlangsung di dalam tubulus kontortus proksimal Menyimpan vitamin-vitamin. Hati mengambil
tidak berjalan maksimal. Peristiwa ini menunjukkan vitamin dari aliran darah yang diangkut
bahwa bagian tubulus kontortus proksimal oleh pembuluh porta hepatik. Vitamin yang
mengalami kerusakan. Jika bagian glomerulus disimpan di dalam hati adalah vitamin A, D,
yang mengalami kerusakan, zat-zat bermolekul E, dan K.
besar seperti pro-tein tidak dapat disaring Sebagai pabrik kimia tubuh. Hati meng-hasilkan
sehingga dalam urine terdapat protein. Kelainan beberapa protein yang penting, antara lain
pada simpai Bowman mengakibatkan gangguan albumin, globin, globulin, dan fibrinogen.
pada proses pe-ngumpulan urine. Jika tubulus Pembersih atau detoksifikasi. Hati memantu
kontortus distal mengalami kelainan, akan membersihkan zat-zat racun, seperti obat
mengakibatkan gang-guan pada proses dan alkohol dari aliran darah.
pembentukan urine pada tahap augmentasi. Memproduksi cairan empedu. Fungsi hati dalam
sistem ekskresi yaitu mengekresikan cairan
2 Jawaban : d
empedu secara terus-menerus. Cairan empedu
Diabetes insipidus merupakan penyakit yang
berkaitan dengan produksi hormon ADH. Hormon mengandung air, asam empedu, kolesterol, zat
ADH bekerja pada ginjal untuk memekatkan urine warna empedu, serta beberapa ion.
sehingga terjadi keseimbangan air dan elektrolit Jawaban: c
dalam tubuh. Jika terjadi gangguan pada produksi Sirosis hati merupakan penyakit yang ditandai
ADH, akan membuat produksi urine yang oleh kerusakan pada sel hati yang disebabkan
berlebihan sehingga bisa mengakibatkan dehidrasi oleh kebiasaan mengonsumsi obat-obatan atau
dan membuat penderita merasa kehausan setiap minuman beralkohol. Gejala sirosis hati
saat. Penyakit ini dikenal dengan diabetes insipi- sebagai berikut.
dus. Nefritis merupakan penyakit yang disebabkan Perut kembung dan banyak angin, nyeri pada
adanya infeksi pada nefron. Albuminuria yaitu daerah ulu hati.
terdapatnya albumin maupun protein dalam urine. Perut mengeras dan membesar.
Kencing batu disebabkan tersumbatnya saluran Demam, meriang, dan tubuh sulit digerakkan.
urine oleh batu ginjal. Diabetes melitus disebabkan Adapun mata dan kulit berwarna kuning merupakan
oleh kurangnya produksi hormon insulin. ciri penyakit kuning (jaundice). Sementara itu, urine
berwarna gelap merupakan ciri penyakit hepatitis C.

0 Sistem Ekskresi
0 Jawaban: b Stratum lusidum dan stratum granulosum
Cairan empedu berasal dari penghancuran hemo- merupakan penyusun lapisan epidermis.
globin dari eritrosit yang telah tua. Hemoglobin ini Adapun jaringan adiposa merupakan bantalan
akan diuraikan menjadi hemin, zat besi, dan globin. lemak di bawah kulit.
Zat besi dan globin akan disimpan di dalam hati, 256 Jawaban: c
kemudian dikirim ke sumsum tulang merah. Zat-zat Keringat dihasilkan oleh kelenjar keringat (glandula
tersebut digunakan dalam pembentukan antibodi sudorifera). Minyak dihasilkan oleh kelenjar minyak
atau hemoglobin baru. Sementara itu, hemin akan (glandula sebasea). Baik kelenjar keringat maupun
dirombak menjadi bilirubin dan biliver-din. Bilirubin kelenjar minyak berada pada lapisan dermis kulit.
dan biliverdin ini merupakan zat warna bagi empedu Stratum corneum yang sel-selnya telah mati akan
dan mengandung warna hijau biru. Zat warna mengalami pembaruan secara terus-menerus dan
tersebut di dalam usus akan mengalami oksidasi akan digantikan oleh stratum lusidium. Adapun yang
menjadi urobilin sehingga warna feses dan urine berfungsi sebagai cadangan makanan dan menahan
menjadi kekuningan. Cairan empedu yang dihasilkan panas tubuh adalah hipodermis atau jaringan lemak
oleh hati memiliki komposisi berupa air, asam yang berada di bawah dermis.
empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid
(lesitin), zat warna empedu (pigmen bilirubin, 257 Jawaban: d
biliverdin), dan beberapa ion. Sementara itu, glukosa Panau diakibatkan oleh jamur. Kurap adalah
tidak terdapat di dalam getah empedu. gangguan kulit akibat infeksi jamur, penderitanya
menderita belang pada kulit yang terkena infeksi.
1 Jawaban: c Vitiligo adalah gangguan pigmentasi kulit berupa
Penyakit kuning (jaundice) memiliki gejala awal yang
bercak-bercak putih. Adapun scabies adalah
ditandai dengan warna kulit dan mata menjadi
gangguan pada kulit akibat alergi tungau (caplak).
kuning. Penyakit ini terjadi akibat gangguan pada
metabolisme bilirubin sehingga volume bilirubin 258 Jawaban: b
dalam tubuh meningkat. Adapun infeksi virus hepa- Ketika suhu udara dingin, terjadi beberapa
titis menyebabkan penyakit hepatitis. Penumpukan mekanisme kompleks dari sistem ekskresi
racun dalam tubuh dan peradangan hati karena untuk mempertahankan suhu tubuh. Adapun
sering mengonsumsi minuman beralkohol dapat mekanisme-nya seperti berikut.
mengakibatkan sirosis hati. Sementara itu, 0 Otot erektor berkontraksi sehingga terjadi
berkembangnya sel-sel kanker pada jaringan hati vasokonstriksi (gemetar) sebagai upaya
mengakibatkan penyakit kanker hati. menimbulkan panas.
1 Sistem koordinasi akan memperlambat
2 Jawaban: b
sirkulasi darah sehingga lubang poti-pori
Keterangan gambar:
mengecil. Akibatnya, produksi keringat
1 = glandula sebasea menurun untuk mengurangi hilangnya
2 = lapisan epidermis panas tubuh.
3 = glandula sudorifera
4 = folikel rambut 259 Jawaban: e
5 = jaringan saraf Kulit memiliki fungsi protektif, yaitu melindungi
Glandula sudorifera atau kelenjar keringat or-gan tubuh dari kontak mekanis yang dapat
ditunjukkan oleh angka 3. Sementara itu, 1 mengakibatkan cedera. Selain itu, kulit juga
merupakan kelenjar minyak (glandula sebasea) melindungi tubuh dari kontak yang berupa
untuk melumasi rambut agar tidak kering, 2 sengatan panas matahari. Sel-sel melanosit
merupakan lapisan epidermis kulit yang melapisi yang terdapat pada kulit mempunyai fungsi
permukaan terluar dari kulit, 4 merupakan folikel penting dalam melindungi tubuh dari bahaya
rambut, dan 5 merupakan bagian saraf yang paparan sinar UV. Sementara itu, produksi
berfungsi sebagai penerima rangsang. keringat dan minyak pada kulit membuat
3 Jawaban: e lapisan kulit bersifat asam. Kondisi ini berfungsi
Lapisan Y merupakan lapisan dermis atau jangat melindungi tubuh dari infeksi jamur dan bakteri.
yang di dalamnya terdapat struktur sebagai berikut. 260 Jawaban: e
23 Pembuluh darah. Pada atlet lari 100 meter, saat melakukan banyak
24 Folikel rambut. aktivitas suhu tubuh akan meningkat. Pada grafik,
25 Glandula sebasea (kelenjar minyak). peningkatan metabolisme tubuh ditunjukkan
26 Glandula sudorifera (kelenjar keringat). dengan kenaikan kurva secara drastis sebelum
27 Ujung-ujung saraf perasa. mencapai huruf X. Meningkatnya suhu tubuh ini

Biologi Kelas XI 21
mengakibatkan pembuluh darah yang berada di (Reptilia) adalah metanefros. Sementara itu,
bawah kulit melebar sehingga tubuh melepaskan organ ekskresi pada burung terdiri atas
panas ke udara. Pelepasan panas ini mendorong metanefros, paru-paru, dan kulit.
kelenjar sudorifera mengeluarkan keringat. Keringat 0Jawaban: e
yang dikeluarkan membuat suhu tubuh menurun. Nefridia pada cacing tanah terdapat pada
Ketika mencapai garis finish, pelari mengurangi setiap segmen, kecuali pada tiga segmen
kecepatannya sehingga suhu tubuhnya menurun pertama dan segmen terakhir.
yang ditunjukkan oleh grafik X–Y. 1Jawaban: c
0 Jawaban: e Saluran urogenital pada Pisces merupakan muara
Zat sisa metabolisme pada serangga diambil dari dari saluran ekskresi dan saluran reproduksi.
cairan tubuh (hemolimfe) oleh saluran Malpighi di 2Jawaban: e
bagian ujung. Cairan hemolimfe kemudian masuk Ginjal pada cacing tanah disebut nefridium. Ginjal
ke bagian proksimal lalu menuju usus belakang pada cacing pipih berupa pembuluh-pembuluh yang
dan dikeluarkan bersama feses dalam bentuk memanjang sepanjang bagian kanan dan kiri
kristal-kristal asam urat. Sementara itu, zat sisa tubuhnya, disebut protonefridium. Metanefros adalah
metabolisme yang berupa nitrogen akan ginjal yang sudah berkembang sejak embrio,
digunakan kembali dalam pembuatan zat kitin. terdapat pada burung dan reptil. Opistonefros
Zat kitin digunakan untuk pembuatan rangka luar terdapat pada ikan dan katak. Nefrostom adalah
(eksoskeleton) dan sebagian akan dibuang dalam lubang terbuka dan bersilia pada nefridium.
bentuk asam urat kering.
0 Uraian
1 Jawaban: a
0 a. Keterangan gambar sebagai berikut.
Pada ikan air tawar kondisi lingkungan sekitarnya
1 = kapsula Bowman
bersifat hipotonik. Lingkungan seperti ini
2 = glomerulus
membuat jaringan ikan sangat mudah mengalami
3 = tubulus kontortus proksimal
kelebihan cairan. Oleh karena itu, ikan air tawar 4 = lengkung Henle
senantiasa menjaga cairan tubuhnya agar tetap 5 = tubulus kontortus distal
hipertonik dengan sedikit minum dan 6 = tubulus kontortus kolektivus
mengeluarkan urine dalam volume besar. Pada
ȀȀ⤀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀĀĀȀЀĀȀĀ⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀ
ikan air tawar juga berlangsung mekanisme filtrasi
ĀᜀĀᜀࠀĀȀ0 Pada bagian nomor 3 terjadi proses
dan reabsorpsi. Mineral dan zat-zat makanan
reabsorpsi, yaitu penyerapan kembali zat-zat
lebih banyak diabsorpsi, sedangkan air hanya
yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Hasil dari
sedikit diserap. Ekskresi amonia dilakukan
proses reabsorpsi adalah urine sekunder.
dengan cara difusi melalui insangnya.
ȀȀ⤀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀĀĀȀЀĀȀĀ⸀ĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀĀᜀ
2 Jawaban: c ĀᜀĀᜀࠀĀȀ1 Urine sesungguhnya dihasilkan oleh
Kupu-kupu termasuk serangga, organ ekskresinya bagian nomor 5, yaitu tubulus kontortus
berupa buluh Malpighi. Organ ekskresi Planaria distal. Pada tubulus kontortus distal terjadi
yaitu sel api. Organ ekskresi cacing tanah yaitu proses augmentasi yaitu proses penambahan
nefridia. Organ ekskresi Reptilia, misal cecak, zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh
adalah metanefros. Pada saat embrio Reptilia sehingga menghasilkan urine sesungguhya.
memiliki ginjal tipe pronefros, kemudian pada saat
2.
dewasa berubah menjadi mesonefros hingga
metanefros. Organ ekskresi ikan mas berupa Tempat Proses yang
Proses Terjadinya Terjadi Produk
sepasang ginjal yang memanjang (opistonefros).
a. Filtrasi Glomerulus Penyaringan Urine primer
3 Jawaban: b zat-zat sisa
Organisme yang memiliki sistem trakea untuk dalam darah
mengeluarkan karbon dioksida sebagai zat sisa b. Reabsorpsi Tubulus kontortus P e n y e r a p a n Urine
hasil proses oksidasi yaitu serangga, misalnya proksimal dan kembali zat-zat sekunder
lengkung Henle yang masih
belalang. Serangga memiliki organ ekskresi yang berguna
berupa buluh Malpighi. Organ ekskresi cacing
c. Augmentasi Tubulus kontortus Penambahan Urine
tanah berupa nefridia. Organ ekskresi ikan mujair
distal zat sisa yang sebenarnya
berupa opistonefros. Organ ekskresi cecak tidak diperlukan
lagi oleh tubuh

Sistem Ekskresi
Urine primer hasil filtrasi yang terjadi di glomeru-lus 0 Regulator suhu
harus direabsorpsi karena urine primer masih Kulit melakukan fungsi ini dengan cara
mengandung banyak zat yang diperlukan memproduksi keringat dan mengkonstriksikan
tubuh, atnara lain glukosa, garam-garam, dan pembuluh darah dalam kulit.
asam amino. Komposisi utama urine primer 1 Penentu warna kulit
sebagai berikut. Warna kulit salah satunya ditentukan oleh
Selain berperan dalam sistem pencernaan, hati kandungan melanosit pada kulit.
juga termasuk organ ekskresi karena di dalam 2 Pembentukan vitamin D
sistem ekskresi hati berfungsi mengekskresikan Vitamin D dibentuk dari provitamin D
cairan empedu secara terus-menerus. Cairan dengan bantuan sinar matahari.
empedu merupakan hasil perombakan Jelaskan sistem ekskresi pada cacing Planaria!
hemoglobin dari eritrosit yang telah tua. Cairan Jawaban:
empedu ini harus dikeluarkan dari tubuh karena Organ ekskresi yang paling sederhana dapat
jika tidak dikeluarkan dari dalam tubuh dapat ditemukan pada cacing pipih atau Planaria.
mengakibatkan sakit kuning (jaundice). Organ tersebut bernama protonefridia, berupa
Cairan empedu merupakan hasil perombakan he- jaringan pipa yang bercabang-cabang di
moglobin dari eritrosit yang telah tua. Cairan sepanjang tubuhnya. Jaringan pipa tersebut
empedu harus dikeluarkan dari tubuh karena dinamakan nefridiofor. Ujung dari cabang
jika tidak dikeluarkan dari dalam tubuh dapat nefridiofor disebut sel api (flame cell). Disebut
mengakibatkan sakit kuning (jaundice). demikian karena ujung sel tersebut terus
bergerak menyerap dan menyaring sisa
Hati berperan dalam sistem ekskresi yaitu metabolisme pada sel-sel di sekitarnya.
mengekskresikan cairan empedu secara terus- Selanjutnya, sisa metabolisme dialirkan melalui
menerus. Setiap hari, hati mampu nefridiofor menuju pembuluh ekskretori.
mengekskresikan cairan empedu 800–1.000 ml.
Cairan empedu mengandung air, asam Jelaskan proses reabsorpsi pada ginjal katak hijau!
empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid, Jawaban:
zat warna empedu (pigmen bilirubin dan Reabsorpsi dipengaruhi oleh hormon diuretika
biliverdin), serta beberapa ion. Zat warna sesuai dengan kondisi air di sekitarnya. Ketika
empedu tersebut yang akan memberi warna berada dalam air dengan jangka waktu yang
kekuningan pada feses dan urine. lama, katak mengeluarkan urine dalam volume
yang besar. Air tersebut dapat diserap
a. Proteksi (reabsorpsi) oleh dinding kandung kemihnya
Kulit berfungsi melindungi organ tubuh dari
sebagai air cadangan ketika katak berada di
kontak mekanis yang dapat mengakibatkan
darat untuk waktu yang lama.
cedera. Selain itu, kulit juga melindungi tubuh
dari kontak yang berupa sengatan panas Pada kulit Reptilia terdapat kelenjar penghasil asam
matahari. Sel-sel melanosit yang terdapat urat yang berguna untuk mengusir musuh.
pada kulit mempunyai fungsi penting dalam Asam urat ini tidak terlalu toksik jika dibanding
melindungi tubuh dari paparan sinar UV. dengan amonia yang dihasilkan pada hewan
Sementara itu, produksi keringat dan minyak Mammalia. Bagaimana asam urat pada Reptilia
pada kulit membuat lapisan kulit bersifat dapat diekskresikan?
asam. Kondisi ini berfungsi melindungi tubuh Jawaban:
dari infeksi jamur dan bakteri. Asam urat adalah hasil ekskresi pada Reptilia.
Absorpsi Asam urat ini tidak terlalu toksik jika dibandingkan
Kulit yang sehat memiliki kemampuan untuk dengan amonia yang dihasilkan oleh Mammalia.
menyerap larutan yang mudah menguap. Kulit Asam urat dapat juga diekskresikan tanpa disertai
memiliki fungsi penting dalam proses respirasi air dalam volume yang besar. Asam urat tersebut
jaringan. Hal ini karena sifat permeabilitas kulit dapat diekskresikan dalam bentuk pasta berwarna
putih.
terhadap O2, CO2, dan uap air

Biologi Kelas XI 23
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
menjelaskan sistem saraf manusia;
menjelaskan sistem endokrin (hormon) manusia;
menjelaskan sistem indra manusia;
menjelaskan gangguan dan pengaruh NAPZA terhadap sistem koordinasi manusia.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
mensyukuri dan mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan;
bersikap jujur, bertanggung jawab, memiliki rasa ingin tahu, dan teliti.

Sistem Koordinasi Manusia

Sistem Saraf dan Sistem Sistem Indra Gangguan dan Pengaruh


Endokrin (Hormon) NAPZA terhadap Sistem
Koordinasi Manusia

• Mendiskusikan mekanisme • Mendiskusikan berbagai • Menganalisis hubungan


kerja sistem koordinasi jenis alat indra manusia. NAPZA dengan sistem
manusia. • Melakukan demonstrasi koordinasi manusia.
• Mengidentifikasi struktur untuk menentukan letak • Membuat poster anti-
sel saraf. bintik buta pada mata. narkoba.
• Melakukan demonstrasi • Mengidentifikasi letak
gerak biasa dan gerak reseptor pengecap pada
refleks. lidah.

Mengagumi ciptaan Tuhan Yang Maha Esa tentang sistem koordinasi manusia yang berperan
dalam proses kehidupan sebagai manifestasi rasa syukur atas karunia-Nya
Memiliki karakter jujur, bertanggung jawab, rasa ingin tahu yang tinggi, dan teliti dalam melakukan
berbagai kegiatan praktikum.
Mampu menjelaskan struktur dan fungsi sistem saraf.
Mampu membedakan gerak biasa dan gerak refleks.
Mampu menjelaskan struktur dan fungsi sistem endokrin.
Mampu menjelaskan struktur dan fungsi sistem indra.
Mampu menentukan letak bintik buta pada mata.
Mampu menentukan letak reseptor pengecap pada lidah.
Mampu menjelaskan gangguan dan pengaruh NAPZA pada sistem koordinasi manusia.
Mampu menyajikan laporan hasil kegiatan praktikum.
Mampu berperan aktif dalam mengkampanyekan bahaya narkoba menggunakan media informasi
tertentu.

Sistem Koordinasi Manusia


A. Pilihan Ganda temperatur tubuh dan homeostasis merupakan
Jawaban: e fungsi hipotalamus. Mengoordinasi gerakan otot
Ada tiga macam neuron berdasarkan fungsinya, merupakan fungsi serebelum. Mengekskresikan
yaitu neuron sensorik (neuron aferen), neuron hormon merupakan fungsi kelenjar pituitari.
motorik (neuron eferen), dan neuron asosiasi Jawaban: c
(neuron penghubung). Neuron sensorik berfungsi Fungsi saraf simpatetik sebagai berikut.
menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf 0 Mempercepat denyut jantung.
pusat. Reseptor adalah penerima rangsang. Neuron 1 Mengerutkan limpa.
motorik berfungsi menghantarkan impuls dari sistem 2 Menghambat sekresi empedu.
saraf pusat ke efektor. Efektor berupa otot dan 3 Melebarkan pupil.
kelenjar. Neuron asosiasi berfungsi menghubungkan 4 Memperlebar pembuluh darah.
neuron sensorik dengan neuron motorik. Neuron Adapun meningkatkan sekresi empedu,
asosiasi terdapat dalam otak dan sumsum tulang memper-cepat proses pencernaan, dan
belakang. Pada lengkung refleks lutut, neuron meningkatkan sekresi getah pankreas
sensorik berfungsi untuk menyampai-kan impuls dari merupakan fungsi sistem saraf parasimpatetik.
reseptor ke neuron asosiasi yang terdapat di
sumsum tulang belakang. Jawaban: b
Mesensefalon berfungsi mengatur refleks mata
Jawaban: e dan pendengaran. Apabila terjadi kerusakan pada
Sinapsis adalah titik temu antara ujung akson salah mesensefalon, refleks mata dan pendengaran
satu neuron dengan neuron lain. Sinapsis dibentuk akan terganggu. Denyut jantung tidak teratur,
oleh ujung akson yang membengkak. Apabila impuls terhambatnya sekresi kelenjar, dan adanya
telah sampai di membran prasinapsis vesikel-vesikal gangguan gerak alat pencernaan dapat terjadi
akan menuju membran prasinapsis karena apabila terjadi kerusakan pada sumsum lanjutan.
2+ Hilang keseimbangan dapat terjadi apabila terjadi
pengaruh Ca yang masuk ke bonggol sinapsis.
Selanjutnya, vesikel-vesikel tersebut akan melepas-kan kerusakan pada otak kecil.
zat neurotransmiter. Zat ini berfungsi menghantar-kan
impuls ke ujung dendrit neuron berikutnya.
Jawaban: a

Jawaban: b No. Nama Saraf Jenis Saraf

Dendrit adalah tonjolan sitoplasma pada badan I Olfaktori Sensorik


sel. Dendrit berfungsi meneruskan impuls dari II Optik Sensorik
reseptor ke badan sel. Selanjutnya, impuls dari III Okulomotor Motorik
badan sel dikirim ke neurit/akson. Impuls di IV Troklear Motorik
akson kemudian menuju ujung akson (akson V Trigeminal Sensorik - motorik
VI Abdusen Motorik
terminal). Impuls di ujung akson kemudian VII Fasial Sensorik - motorik
berpindah ke dendrit neuron yang lain. VIII Auditori (vestibuloakustik) Sensorik
IX Glosofaringeal Sensorik - motorik
Jawaban: d X Vagus Sensorik - motorik
0 Pendengaran diatur oleh serebrum lobus XI Aksesori spinal Motorik
temporalis. XII Hipoglosal Motorik
1 Keseimbangan diatur oleh serebelum.
2 Koordinasi gerak diatur oleh serebelum. Jawaban: c
3 Penglihatan diatur oleh serebrum lobus Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua, yaitu
oksipitalis. sistem saraf simpatetik dan parasimpatetik.
4 Pernapasan diatur oleh medula oblongata. Pengaruh kedua sistem saraf ini terhadap kerja
organ bersifat antagonis. Contoh aktivitas organ
Jawaban: a yang dipengaruhi oleh saraf parasimpatetik
Medula oblongata berfungsi mengatur denyut adalah peningkatan sekresi kelenjar ludah,
jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh peningkatan sekresi empedu, kontraksi dinding
darah, gerak alat pencernaan, bersin, bersendawa, usus, dan pengecilan pupil. Adapun contoh
batuk, muntah, dan gerak alat pernapasan. Mengatur aktivitas organ yang dipengaruhi oleh saraf
pusat pendengaran dan penciuman merupakan simpatetik adalah pelebaran pembuluh darah,
fungsi serebrum lobus temporalis. Mengatur percepatan denyut jantung, dan pelebaran pupil.

Biologi Kelas XI 25
Jawaban: a Stimulating Hormone) adalah hormon yang
Kelenjar adrenal atau anak ginjal menghasilkan dihasilkan oleh hipofisis lobus intermedia.
beberapa jenis hormon, salah satunya adalah Oksitosin dan ADH (Antidiuretic Hormone) atau
hormon adrenalin. Hormon adrenalin berpengaruh vasopresin merupakan hormon yang dihasilkan
sangat cepat. Hormon ini menyebabkan oleh hipofisis lobus posterior.
meningkatnya denyut jantung, kecepatan Jawaban: a
pernapasan, dan tekanan darah. Selain itu, hormon
Dua macam hormon yang dihasilkan oleh
adrenalin juga berfungsi mengubah glikogen dalam
kelenjar pankreas dan berfungsi mengatur
otot menjadi glukosa. Menurunkan kadar gula dalam kadar gula darah sebagai berikut.
darah merupakan fungsi hormon insulin. Mengontrol
0 Insulin berfungsi mengubah glikogen
keseimbangan garam dan ion merupakan fungsi menjadi glukosa.
hormon parathormon. Merangsang pertumbuhan
1 Glukagon berfungsi mengubah glukosa
merupakan fungsi hormon somatotropin. menjadi glikogen.
Jawaban: b Dua macam hormon yang dihasilkan oleh
Ciri-ciri sistem saraf antara lain pengaturan melalui kelenjar adrenal dan berfungsi mengatur kadar
serabut saraf, penerima pesan berupa efektor (otot gula darah sebagai berikut.
atau kelenjar), berdampak pada lokasi yang terbatas, 2 Adrenalin berfungsi mengubah glikogen
respons terhadap rangsang bersifat cepat, dan menjadi glukosa.
komunikasi dalam bentuk impuls saraf. Ciri-ciri 3 Noradrenalin berfungsi mengubah glukosa
sistem endokrin, antara lain pengaturan melalui menjadi glikogen.
sistem peredaran darah, organ sasaran sebagai
penerima pesan, berdampak pada lokasi yang luas, Uraian
respons terhadap rangsang lambat, dan komunikasi a. P = neuron sensorik Q =
dalam bentuk pesan kimiawi. neuron asosiasi R =
Jawaban: b neuron motorik
+ 0 Neuron sensorik berfungsi menghantarkan
Meningkatkan penyerapan kembali Na ke
+ impuls dari reseptor (penerima rangsang) ke
dalam tubuh dan ekskresi K dalam ginjal sistem saraf pusat. Neuron motorik berfungsi
merupakan fungsi mineralokortikoid. menghantarkan impuls dari sistem saraf
Merangsang proses metabolisme merupakan
pusat ke efektor (berupa otot atau kelenjar).
fungsi hormon tiroksin. Memacu pengendapan
kalsium dalam tulang merupakan fungsi hormon Neuron asosiasi berfungsi menghubungkan
kalsitonin. Memengaruhi warna kulit merupakan neuron sensorik dengan neuron motorik.
fungsi MSH (Melanocyte Stimulating Hormone). Ciri-ciri neuron sensorik sebagai berikut.
Jawaban: c 0 Berhubungan dengan alat indra.
FSH (Follicle Stimulating Hormone) berfungsi 1 Menghantarkan impuls dari alat indra ke
merangsang produksi estrogen. Hormon yang ber- saraf pusat.
fungsi merangsang korpus luteum untuk menyekresi- 2 Memiliki dendrit yang tidak bercabang-cabang.
kan progesteron adalah LH (Luteinizing Hormone). 3 Memiliki akson yang pendek.
Hormon yang berfungsi merangsang kontraksi uterus Ciri-ciri neuron motorik sebagai berikut.
adalah oksitosin. Hormon yang berfungsi memelihara 4 Berhubungan dengan otot dan kelenjar.
pertumbuhan dan perkembangan kelenjar tiroid yaitu 5 Membawa impuls dari saraf pusat ke efektor.
hormon TSH (Thyroid Stimulat-ing Hormone). 6 Memiliki dendrit yang bercabang-cabang.
Hormon yang berfungsi untuk menstimulasi produksi 7 Memiliki akson yang panjang.
testosteron yaitu ICSH (In-terstitial Cell Stimulating
Hormone). Hormon testosteron disekresikan oleh Aktivitas melebar dan menyempitnya pupil karena
kelenjar gonad. rangsang cahaya disebut sebagai gerak refleks
otak atau lintasan refleks cranialis. Rangsang
Jawaban: b cahaya yang masuk ke mata dikirim oleh neuron
ACTH (Adenocortico tropic Hormone), GH (Growth sensorik menuju neuron penghubung pada otak.
Hormone) atau hormon somatotropin, FSH (Follicle Rangsangan tersebut tidak diolah di dalam otak
Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone), tetapi langsung menuju ke neuron motorik,
ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone), kemudian rangsang dikirim ke pupil sehingga
Prolaktin, dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone) secara refleks pupil akan melebar apabila cahaya
merupakan hormon-hormon yang dihasilkan oleh yang diterima sedikit atau menyempit apabila
hipofisis lobus anterior. MSH (Melanocyte cahaya yang diterima cukup banyak.

Sistem Koordinasi Manusia


Bagian-bagian otak sebagai berikut. yang lain. Proses tersebut terjadi dalam waktu
Bagian yang ditunjuk oleh huruf A adalah serebrum. singkat dan akan segera kembali dalam
Bagian yang ditunjukkan oleh huruf B adalah keadaan terpolarisasi.
talamus. Bagian yang ditunjuk oleh huruf C adalah a. Cairan serebrospinal adalah cairan yang
kelenjar hipofisis (pituitari). Bagian yang ditunjuk oleh terdapat di ruang subarachnoid yaitu ruang
huruf D adalah medula oblongata. Bagian yang yang berada di antara ruang arachnoid
ditunjuk oleh huruf E adalah otak kecil. Serebrum dengan piameter.
memiliki beberapa fungsi antara lain pengendali 0 Fungsi cairan serebrospinal yaitu sebagai
gerak otot dan berpikir serta pengatur perubahan pelindung dari gesekan antara otak dengan
pada kulit dan otot. Talamus berfungsi mengatur tengkorak dan sumsum tulang belakang
perasaan dan gerakan. Kelenjar hipofisis berperan dengan ruas-ruas tulang belakang.
untuk menyekresikan bermacam-macam hormon
Sebuah informasi dari lingkungan luar ditangkap oleh
yang mengatur bermacam-macam kegiatan dalam indra kita, misal mata. Apabila sebuah informasi
tubuh. Oleh karena itu, kelenjar hipofisis disebut ditangkap oleh mata, informasi tersebut diterima
sebagai kelenjar endokrin karena mampu reseptor pada retina. Informasi ini kemudian
menghasilkan hormon. Medula oblongata berfungsi diteruskan oleh neuron sensorik menuju otak dan
mengendalikan refleks fisiologis seperti denyut ditanggapi. Tanggapan tersebut akan dihantarkan
jantung, gerak alat pernapasan, dan berkedip. Otak saraf motorik ke alat tubuh.
kecil yang berfungsi mengoordinasi-kan gerakan
a. Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok.
otot-otot dan mengatur keseimbangan posisi tubuh.
0 Kelenjer tiroid terletak di bagian leher dekat
jakun.
Perbedaan antara sistem saraf somatik dan sistem 1 Apabila terjadi hipersekresi hormon tiroksin,
saraf otonom sebagai berikut. akan mengakibatkan penyakit basedowi.
Sistem Saraf Somatik Sistem Saraf Otonom Penderita basedowi mengalami gejala-gejala
mengeluarkan banyak keringat, suhu tubuh
Mengatur gerakan yang Mengendalikan gerak cenderung tinggi, metabolisme dalam tubuh
disadari, contoh gerak kaki organ-organ yang bekerja
melangkah menuju ke secara otomatis, contoh meningkat, dan tangan gemetar.
suatu tempat dan gerakan otot polos, jantung, a. Kelenjar yang ditunjuk oleh huruf X pada gambar
tangan memasukkan lambung, usus, pembuluh adalah kelenjar adrenal/anak ginjal.
makanan ke dalam mulut darah, dan kelenjar
0 Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar
Saraf spinal berjumlah 31 Sistem saraf otonom terdiri adrenal sebagai berikut.
pasang yang terdiri atas 8 atas saraf simpatetik dan
pasang saraf leher, 12 saraf parasimpatetik. 0 Epinephrin (adrenalin) dan norepinephrin
pasang saraf punggung, 5 Kedua macam saraf itu (noradrenalin), berfungsi menaikkan
pasang saraf pinggang, 5 bekerja secara antagonis kadar glukosa darah, meningkatkan
saraf pinggul, dan 1 pasang aktivitas metabolisme, dan menyem-
saraf ekor
pitkan pembuluh darah tertentu.
Penghantaran impuls melalui serabut saraf (akson)
1 Glukokortikoid (kortisolin), berfungsi
untuk menanggulangi kondisi stres
dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial
yang berkepanjangan, menaikkan
listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. Pada
kadar glukosa darah, dan mengubah
waktu sel saraf beristirahat, kutub positif terdapat di
lemak serta protein menjadi glukosa.
bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian
2 Mineral/kortikoid (aldosteron) berfungsi
dalam sel saraf. Rangsang (stimulus) pada indra +
menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan mendorong reabsorpsi Na dan ekskresi
+
potensial listrik sesaat. Perubahan muatan pada K di ginjal sehingga tekanan darah
membran neuron disebut impuls saraf. Perubahan menjadi normal. Hiposekresi hormon
potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan di aldosteron dapat mengakibatkan penyakit
adison. Gejalanya antara lain tekanan
sepanjang serabut saraf sehingga impuls saraf
darah rendah dan nafsu makan hilang.
bergerak dari satu neuron ke neuron

Biologi Kelas XI 27
A. Pilihan Ganda Jawaban: c
Jawaban: c Alat keseimbangan yang terdapat dalam telinga
Retina merupakan lapisan pada bola mata yang bagian dalam terdiri atas kanalis semisirkularis,
memiliki fotoreseptor berupa sel batang dan sel sakulus, dan utrikulus. Tingkap jorong merupakan
kerucut. Sel batang berfungsi untuk penglihatan membran yang terdapat pada pangkal koklea.
pada kondisi cahaya remang dan sel kerucut Tingkap jorong berfungsi menyalurkan getaran ke
berfungsi untuk penglihatan pada kondisi cahaya koklea. Skala vestibuli dan skala timpani merupakan
terang. Dalam retina juga terdapat bintik kuning yang bagian dari koklea. Dalam koklea terdapat organ
mengandung banyak fotoreseptor berupa sel korti yang terdiri atas sel-sel rambut sebagai reseptor
kerucut. Pada bagian ini bayangan benda dapat yang peka terhadap getaran.
diinterpretasikan oleh otak sehingga kita dapat
Jawaban: e
melihat. Selain itu, juga ada bintik buta yang tidak
Nomor 1 merupakan saluran setengah lingkaran,
mengandung reseptor. Jika bayangan benda jatuh di
berfungsi sebagai alat keseimbangan. Nomor 2
sini, kita tidak dapat melihat. Adapun pupil
merupakan koklea, dalam koklea terdapat organ korti
merupakan lubang tempat masuknya cahaya. Iris
merupakan selaput yang terletak menggantung di yang terdiri atas sel-sel rambut sebagai reseptor
antara lensa dan kornea. Iris mengandung pigmen getaran bunyi. Nomor 3 merupakan saluran
warna sehingga memberi warna pada mata. Kornea Eustachius yang berfungsi menyeimbangkan
mengandung banyak serabut saraf dan berfungsi tekanan antara telinga luar dan telinga tengah.
meneruskan cahaya ke lensa mata. Sklera adalah Nomor 4 merupakan lubang telinga, bagian telinga
bagian bola mata yang berwarna keruh. yang meneruskan getaran bunyi menuju gendang
telinga. Nomor 5 merupakan tulang maleus, ikut
Jawaban: b bergetarnya tulang maleus dapat memperkuat
X adalah lensa yang berfungsi memfokuskan intensitas getaran bunyi.
jatuhnya bayangan.
Y adalah pupil yang berfungsi mengatur jumlah Jawaban: c
cahaya yang masuk ke mata. Bagian-bagian telinga mempunyai fungsi
sebagai berikut.
Jawaban: e
Bagian Telinga Fungsi
Mekanisme kerja indra penglihat sebagai berikut.
Cahaya → kornea → aqueous humour → pupil → a. Lubang telinga Mengumpulkan gelom-
bang suara dan meng-
lensa → vitreous humour → retina → saraf optik
arahkannya ke lubang
→ otak. telinga.
Jawaban: d b. Saraf auditori Meneruskan impuls
suara dari koklea menuju
Ciri-ciri sel kerucut sebagai berikut. otak untuk diterjemah-
0 Sensitif terhadap warna. kan sebagai suara.
1 Mengandung pigmen iodopsin. c. Koklea Mengubah gelombang
2 Ditemukan di fovea sentralis. suara menjadi impuls
3 Menimbulkan dampak penglihatan yang suara.
lebih bagus. d. Saluran Eustachius Menyamakan tekanan di
dalam dan di luar telinga.
4 Terdapat dalam jumlah sedikit di retina.
e. Gendang telinga Meneruskan gelombang
Adapun mengandung pigmen rodopsin dan suara menuju ke tulang-
menimbulkan dampak penglihatan yang kurang tulang pendengaran.
bagus merupakan ciri-ciri sel batang.
Jawaban: b Jawaban: a
Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui bahwa Koklea (rumah siput) terdiri atas tiga bagian yaitu
pada gambar A mata melihat benda berjarak dekat skala vestibuli di bagian dorsal, skala media di
sehingga otot siliaris mata berkontraksi dan bagian tengah, dan skala timpani di bagian ventral.
mengakibatkan lensa mata lebih tebal. Pada gambar Di dalam skala media bagian tengah terdapat organ
korti yang terdiri atas sel-sel rambut sebagai reseptor
B mata melihat benda berjarak jauh sehingga otot
yang peka terhadap getaran. Kanalis semisirkularis,
siliaris mengalami relaksasi dan mengakibatkan
sakulus, dan utrikulus merupakan
lensa mata menjadi lebih tipis.

Sistem Koordinasi Manusia


alat keseimbangan pada telinga. Tingkap jorong Getaran suara yang ditangkap daun telinga akan
merupakan membran yang terdapat pada masuk melalui saluran telinga menuju selaput
pangkal koklea. Tingkap jorong berfungsi gendang. Getaran suara tersebut kemudian
menyalurkan getaran ke koklea. diteruskan oleh tulang-tulang pendengaran ke
tingkap jorong dan diteruskan ke rumah siput.
Jawaban: a
Getaran tersebut akan diteruskan ke ujung-ujung
Ujung saraf tanpa selaput merupakan reseptor saraf pendengar dan diteruskan ke otak. Otak
untuk merespons rasa nyeri atau sakit. akan mengolahnya sehingga kita dapat
Reseptor ini terdapat di lapisan epidermis kulit. mendengarkan bunyi tersebut.
Adapun korpus Meissner, korpus Krausse,
korpus Paccini, dan korpus Ruffini merupakan a. Nama struktur yang diberi nomor 1, 2, 3, 4, dan
reseptor yang terdapat di lapisan dermis kulit. 5 sebagai berikut.
Nomor 1 merupakan korpus Ruffini. Nomor
0 Uraian 2 merupakan korpus Meissner. Nomor 3
merupakan reseptor dengan ujung saraf
Otot siliaris pada mata berfungsi untuk mengatur
tanpa selaput.
bentuk lensa mata agar dapat melihat benda
dengan jelas. Apabila melihat benda pada jarak Nomor 4 merupakan korpus Krausse.
Nomor 5 merupakan korpus Paccini.
dekat, otot siliaris mata berkontraksi dan
mengakibatkan lensa mata lebih tebal. Apabila 0 Fungsi reseptor-reseptor pada kulit sebagai
melihat benda pada jarak jauh, otot siliaris berikut.
mengalami relaksasi dan mengakibatkan lensa 0 Korpus Ruffini, reseptor untuk
mata menjadi lebih tipis. merespons rangsang berupa panas.
1 Korpus Meissner, reseptor untuk me-
Pada saat berada di ruangan terang, sel kerucut respons rangsang berupa sentuhan.
bertugas menyampaikan bayangan benda ke
2 Reseptor dengan ujung saraf tanpa
otak. Sementara itu, pigmen-pigmen rodopsin selaput, reseptor untuk merespons
dalam sel batang akan terurai sehingga sel batang rangsang berupa rasa sakit/nyeri.
tidak dapat berfungsi dengan baik. Apabila masuk
3 Korpus Krausse, reseptor untuk me-
ke dalam ruangan gelap, pigmen rodopsin yang respons rangsang berupa rasa dingin.
sudah terurai akan terbentuk kembali dan sel
4 Korpus Paccini, reseptor untuk me-
batang mengambil alih fungsi sel kerucut dalam respons rangsang berupa tekanan.
menyampaikan bayangan benda ke otak. Proses
terbentuknya pigmen rodopsin berlangsung Lidah mampu merasakan cita rasa makanan karena
secara bertahap dan memerlukan waktu beberapa lidah mempunyai reseptor yang peka terhadap zat
saat. Hal ini mengakibatkan seseorang tidak dapat kimia berbentuk cair (kemoreseptor). Oleh karena
melihat pada awal memasuki ruangan gelap. itu, permukaan lidah selalu lembap karena dilapisi
Lama waktu yang diperlukan untuk pembentukan oleh selaput lendir/membran mukosa. Sebagian
rodopsin disebut waktu adaptasi rodopsin. besar kemoreseptor terdapat di permukaan lidah.
Beberapa di antaranya ada yang terdapat di langit-
langit pada rongga mulut belakang.

0 Pilihan Ganda gangguan pada koordinasi gerak tubuh,


Jawaban: c contohnya tersedak saat minum, dan
Parkinson merupakan gangguan produksi kesulitan melafalkan kata-kata.
dopamin di otak karena neuron mengalami Epilepsi adalah penyakit saraf menahun berupa
degenerasi. Kekurangan dopamin kelainan pada neuron-neuron di otak akibat
mengakibatkan asetilkolin tidak dapat bekerja kelainan metabolisme, infeksi, toksin, atau
secara normal. Gangguan koordinasi kerja otot kecelakaan. Otot-otot rangka penderita
ini mengakibatkan penderita mengalami tremor epilepsi pada saat kambuh terus
(melakukan gerak yang tidak terkendali). berkontraksi dan tidak terkontrol.
Jawaban: c Neuritis adalah peradangan pada neuron yang
0 Ataksia adalah penyakit degeneratif akibat disebabkan oleh infeksi, kekurangan
mengecilnya otak kecil. Akibatnya, terjadi vitamin, keracunan, atau karena tekanan.

Biologi Kelas XI 29
0 Alzheimer merupakan gangguan berupa Buta warna merupakan penyakit menurun yang
ber-kurangnya kemampuan mengingat ditandai dengan ketidakmampuan membedakan
akibat matinya sel-sel saraf otak. Penderita warna. Presbiopi disebabkan oleh hilangnya daya
Alzheimer juga kehilangan kemampuan elastisitas lensa yang biasanya diderita oleh
untuk melakukan aktivitas sehari-hari. lansia. Kelainan ini dapat ditolong dengan lensa
Alzheimer umumnya menyerang orang ganda. Adapun miopi merupakan kelainan pada
berusia di atas 65 tahun. mata yang disebabkan oleh lensa mata yang
terlalu cembung. Kelainan ini dapat ditolong
1 Meningitis merupakan radang selaput dengan lensa cekung (negatif).
pelindung sistem saraf pusat (meninges).
Radang ini disebabkan oleh bakteri Jawaban: e
Neisseria meningitis atau virus. Virilisme terjadi jika kelenjar adrenal mengalami
kerusakan. Kelainan ini ditandai dengan muncul-nya
Jawaban: b kumis pada wanita. Diabetes melitus terjadi karena
Kerusakan otak bagian tengah mengakibatkan tubuh kekurangan hormon insulin. Gigantisme terjadi
hilangnya daya ingat. Gangguan ini disebut afasia. karena tubuh kelebihan hormon somatotropin pada
Kepala membesar dapat disebabkan adanya pe- masa kecil. Akromegali terjadi karena tubuh
numpukan cairan otak pada penderita hidrosefalus. kelebihan hormon somatotropin pada masa dewasa.
Otot rangka berkontraksi dan tidak terkontrol terjadi Kretinisme terjadi karena tubuh kekurangan hormon
pada penderita epilepsi. Kesulitan melafalkan kata- tiroksin.
kata dan kesulitan mengontrol gerak tubuh dapat
Jawaban: e
dikarenakan otak kecil menyusut. Hal ini dialami oleh
Hidrosefalus merupakan peradangan selaput otak
penderita ataksia.
sehingga cairan otak terkumpul di otak sehingga
Jawaban: c kepala membesar. Neuritis adalah iritasi pada
Kelenjar tiroid menghasilkan tiroksin yang berfungsi neu-ron yang disebabkan oleh infeksi. Meningitis
memengaruhi metabolisme dan pertumbuhan fisik. adalah peradangan di bagian selaput otak yang
Apabila tubuh kekurangan hormon tersebut sejak disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitis.
masa kecil dapat mengakibatkan kretinisme (tubuh Epilepsi adalah kelainan pada neuron akibat
kerdil). Apabila tubuh kekurangan hormon tiroksin infeksi atau benturan. Afasia adalah kehilangan
pada masa dewasa, dapat mengakibatkan daya ingat karena kerusakan pada otak besar.
miksesema (pembengkakan di bawah kulit oleh Jawaban: b
cairan). Diabetes melitus terjadi karena tubuh
Rabun senja merupakan kelainan pada mata
kekurangan hormon insulin. Akromegali terjadi
yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A.
karena tubuh kelebihan somatotropin pada masa Kemampuan melihat pada penderita rabun
dewasa. Gigantisme terjadi karena tubuh kelebihan senja berkurang jika intensitas cahaya rendah.
somatotropin pada masa kecil. Virilisme terjadi jika Keruh-nya lensa mata dapat mengakibatkan
kelenjar adrenal mengalami kerusakan. katarak. Lensa mata terlalu pipih dapat
Jawaban: b mengakibatkan hipermetropi. Tidak ratanya
permukaan kornea dapat mengakibatkan
Miopi atau rabun jauh adalah kelainan berupa
astigmatisme. Tidak serasinya otot mata kanan
gangguan mata saat melihat benda yang
dan kiri dapat mengakibatkan juling.
letaknya jauh. Miopi terjadi karena lensa mata
terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang Jawaban: b
sehingga bayangan benda jatuh di depan Presbikusis merupakan gangguan pendengaran
retina. Penderita miopi dapat dibantu dengan karena proses degenerasi, perubahan struktur
lensa cekung. Lensa mata yang terlalu pipih koklea, saraf pendengaran, dan penurunan
dan bola mata terlalu pendek merupakan jumlah sel rambut. Faktor penyebabnya dapat
penyebab kelainan mata hipermetropi. berupa sering mendengar suara yang terlalu
Jawaban: b keras atau karena proses penuaan. Otosklerosis
Hipermetropi disebabkan oleh lensa mata terlalu adalah penyakit pada pendengaran akibat
pipih sehingga bayangan jatuh di belakang bintik pertumbuhan yang berlebihan dari tulang-tulang
kuning. Kelainan ini dapat ditolong dengan lensa dalam telinga. Serumen merupakan cairan telinga
cembung (positif). Astigmatisme adalah kelainan yang diproduksi oleh kelenjar serumen. Otitis
pada mata berupa permukaan kornea tidak rata. adalah peradangan, iritasi, atau infeksi pada
Kelainan ini dapat ditolong dengan lensa silindris. saluran telinga. Tuli adalah gangguan
pendengaran karena kerusakan saraf pendengar.

Sistem Koordinasi Manusia


B. Uraian saraf pusat bagi pemakainya. Pemakai pada
Apabila tubuh kekurangan yodium, kelenjar gondok akan awalnya merasa tenang, kemudian apatis,
bekerja untuk menghasilkan hormon tiroksin. Hal mengantuk, dan tidak sadar diri. Semua gerak
tersebut mengakibatkan meningkatnya pembentukan refleks menurun, mata menjadi sayu, daya peng-
hormon tirotropin (TSH) oleh kelenjar hipofisis. lihatan menurun, dan gangguan terhadap sistem
Kelebihan hormon tirotropin dapat mengakibatkan kardiovaskuler. Psikotropika yang termasuk
kelenjar gondok membengkak. kelompok depresan adalah diazepam dan
nitrazepam. Psikotropika golongan stimulan dapat
Pada saat seseorang pilek, rongga hidungnya merangsang fungsi tubuh. Pada awalnya, pemakai
terdapat lendir. Lendir ini akan menutupi merasa segar, penuh percaya diri, kemudian
permukaan sel-sel reseptor bau pada rongga
berlanjut menjadi susah tidur, agresif, dan mudah
atas hidung sehingga molekul-molekul bau sulit
tersinggung. Psikotropika yang termasuk kelompok
mencapai sel-sel reseptor bau tersebut karena
stimulan adalah amfetamin dan kokain.
terhalang oleh lendir.
Lem kayu mengandung zat inhalansia, yaitu zat yang
Buta warna merupakan penyakit menurun. Mata orang
mudah menguap. Zat-zat yang terkandung dalam
normal memiliki tiga macam sel konus yaitu iodopsin
zat inhalansia berupa pelarut organik seperti eter,
merah, biru, dan hijau. Pada buta warna dikromatid
toluena, dan aseton. Apabila dihirup, zat
hanya memiliki dua macam sel konus. Adapun pada
inhalansia dapat menimbulkan perasaan enak,
buta warna monokromatid hanya memiliki satu
nyaman, dan ketagihan. Dalam dosis kecil, zat
macam sel konus. Penderita buta warna hanya
inhalansia menimbulkan efek euforia dan
mampu melihat warna hitam dan putih.
menyenangkan. Jika dihirup terus-menerus, zat
Psikotropika golongan depresan dapat meng- tersebut menimbulkan efek halusinasi.
akibatkan depresi (menekan) aktivitas susunan

A. Pilihan Ganda adalah neuron sensorik (nomor 1). Bagian yang


Jawaban: a berfungsi menghantarkan impuls saraf dari otak
Bagian yang berperan sebagai efektor dalam adalah neuron motorik (nomor 2).
tubuh kita adalah otot dan kelenjar. Adapun alat Jawaban: d
indra berfungsi sebagai reseptor yang menerima Sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf
rangsang. Otak dan sumsum tulang belakang pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat
merupakan bagian dari sistem saraf yan berfungsi terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang.
mengolah impuls yang diterima oleh alat indra. Otak merupakan pusat saraf utama yang
Jawaban: d mengatur seluruh aktivitas tubuh. Otak terdiri atas
Sel saraf memiliki bagian berupa badan sel saraf, otak besar, otak depan, otak tengah, otak kecil,
akson, dan dendrit. Akson dibungkus oleh selubung jembatan varol, dan sumsum lanjutan. Sementara
mielin yang berfungsi sebagai pelindung akson. itu, sumsum tulang belakang berfungsi sebagai
Namun, tidak seluruh bagian akson terbungkus oleh penghantar impuls dari dan ke otak serta
selubung mielin. Bagian yang tidak terbungkus mengendalikan gerak refleks. Saraf tepi berfungsi
selubung mielin disebut nodus Ranvier. Fungsi menghubungkan semua bagian tubuh dengan
nodus Ranvier untuk mempercepat jalannya impuls pusat saraf (otak dan tulang belakang).
saraf. Selubung mielin tersebut dibentuk oleh sel Jawaban: b
Schwan yang membungkus akson sehingga Serebelum mempunyai dua fungsi berikut.
membentuk lilitan yang menyelubungi akson. 0 Mengkoordinasi gerakan otot-otot.
Jawaban: e 1 Mengatur keseimbangan posisi tubuh.
Bagian nomor 3 adalah neuron asosiasi yang Apabila terjadi kerusakan pada serebelum,
menghubungkan neuron sensorik dan neuron koordinasi otot-otot dan keseimbangan posisi
motorik. Bagian yang merespons rangsang yang tubuh akan terganggu. Pendengaran diatur oleh
diterima adalah efektor. Bagian yang menerima serebrum lobus temporalis. Penglihatan diatur
rangsang dari lingkungan adalah reseptor. Bagian oleh serebrum lobus oksipitalis. Pernapasan
yang berfungsi menghantarkan impuls saraf ke otak diatur oleh medula oblongata.

Biologi Kelas XI 31
6. Jawaban: c merupakan lanjutan dari sumsum lanjutan. Fungsi
Nama Saraf Asal Impuls sumsum tulang belakang yaitu menghantarkan
impuls dari dan ke otak serta mengendalikan
Optik Retina mata
gerak refleks. Berdasarkan tempatnya, sistem
Okulomotor Otot bola mata
saraf tepi terdiri atas saraf kranial dan saraf
Trigeminal Gigi dan kulit wajah
spinalis. Ber-dasarkan fungsinya, sistem saraf tepi
Olfaktori Selaput lendir hidung
Abdusen Otot bola mata
terdiri atas sistem saraf somatik dan sistem saraf
Troklear Otot bola mata otonom. Sistem saraf somatik mengendalikan
Vagus Jantung, lambung, dan paru-paru gerakan yang disadari. Sistem saraf otonom
Fasial Wajah dan lidah bagian depan berfungsi mengendalikan gerak organ-organ yang
bekerja secara otomatis.
Jawaban: b
Jawaban: b
Bagian luar membran serabut saraf bermuatan
Bagian pada otak yang mengatur rasa lapar dan
listrik positif dan bagian dalam membran serabut
haus adalah hipotalamus. Hipotalamus ditunjuk-
saraf bermuatan listrik negatif menunjukkan
kan oleh nomor 2. Nomor 1 adalah serebrum.
kondisi sel saraf saat istirahat. Keadaan tersebut
Serebrum berfungsi sebagai pusat pengaturan
dinamakan polarisasi. Permukaan luar membran
semua aktivitas. Nomor 3 adalah otak tengah.
serabut saraf bermuatan negatif dan permukaan
Otak tengah (mesensefalon) berfungsi mengatur
dalamnya bermuatan positif menunjukkan kondisi
gerak refleks mata. Nomor 4 adalah jembatan
sel saraf saat menerima rangsang. Keadaan ini
varol. Jembatan varol berfungsi menghantarkan
disebut depolarisasi.
impuls otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh.
Jawaban: b Nomor 5 adalah serebelum. Serebelum
Lobus temporalis: pusat bicara dan pendengaran. merupakan pusat keseimbangan gerak,
Lobus oksipitalis: pusat penglihatan. koordinasi gerak otot, serta posisi tubuh.
Lobus parietalis: pusat bicara, pusat rasa
Jawaban: a
dingin, panas, dan sakit.
Seseorang pada gambar menderita suatu gang-
Lobus frontalis: mengendalikan kemampuan
berpikir. guan karena terjadi suatu ketidakseimbangan
hormon somatotropin (hormon pertumbuhan).
Jawaban: a Hormon somatotropin berfungsi merangsang
Hipofisis lobus intermedia yaitu hormon perangsang sintesis protein dan metabolisme lemak serta
melanosit atau melanocyt stimulating hormone merangsang pertumbuhan tulang dan otak.
(MSH). Apabila hormon ini banyak dihasilkan, Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan
mengakibatkan kulit menjadi hitam. Pembentukan sel tubuh tumbuh kerdil (kretinisme). Kelebihan
kelamin dipengaruhi oleh follicle stimulating hormone hormon ini dapat mengakibatkan tubuh tumbuh
(FSH) dan luteinizing hormone (LH) yang dihasilkan besar melebihi normal (gigantisme). Sementara
oleh hipofisis lobus anterior. Pembentuk-an urine itu, hormon insulin, adrenalin, dan glukagon
dalam tubuh dipengaruhi oleh ADH yang dihasilkan berperan dalam pengaturan kadar gula darah.
oleh hipofisis lobus posterior. Kontraksi otot uterus Hormon tiroksin berfungsi memengaruhi proses
saat melahirkan dipengaruhi oleh hormon oksitosin metabolisme, pertumbuhan fisik, dan menurunkan
yang dihasilkan oleh hipofisis lobus posterior. kadar kalsium dalam darah.
Pertumbuhan seluruh jaringan tubuh dipengaruhi Jawaban: d
oleh hormon somatotropin yang dihasilkan oleh
0 Hormon insulin dihasilkan oleh kelenjar pulau-
hipofisis lobus anterior.
pulau langerhans, berfungsi untuk mengubah
Jawaban: b glukosa (gula) menjadi glikogen pada hati dan
Sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf otot lurik. Kekurangan hormon ini akan
pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat mengakibatkan penyakit diabetes melitus.
tersusun dari otak dan sumsum tulang belakang. 1 Sekretin, hormon yang dihasilkan dalam
Sistem saraf pusat dilindungi oleh selaput duodenum, berfungsi merangsang
pankreas untuk memproduksi dan
meninges yang terdiri atas durameter, arachnoid,
mengeluarkan getah pankreas.
dan piameter. Otak dibagi menjadi enam bagian,
2 Adrenalin, dihasilkan oleh kelenjar adrenal,
yaitu otak besar, otak depan, otak tengah, otak
berfungsi meningkatkan (merangsang)
kecil, jembatan varol, dan sumsum lanjutan. denyut jantung, meningkatkan tekanan darah,
Sumsum tulang belakang (medula spinalis) dan memperluas saluran pernapasan.

Sistem Koordinasi Manusia


0 Tiroksin dihasilkan oleh kelenjar tiroid, berfungsi Jawaban: e
mengatur metabolisme dan memengaruhi 0 FSH–merangsang spermatogenesis dan
pertumbuhan dan perkembangan tubuh. pematangan folikel.
1 Asetilkolin, merupakan zat pengantar 1 GH–memacu pertumbuhan semua jaringan
impuls saraf pada celah a tubuh.
Jawaban: c 2 TSH–merangsang kelenjar tiroid dan me-
Nama Hormon Fungsi
nyekresi hormon tiroksin.
3 ADH–mencegah pembentukan urine dalam
a. Parathormon Mengatur konsentrasi ion kalsium dan jumlah banyak.
fosfor.
b. Tiroksin Memengaruhi proses metabolisme. 4 ACTH–merangsang kelenjar adrenal untuk
c. Gonadotrop Memengaruhi kerja kelenjar kelamin. menyekresi glukokortikoid.
d. Prolaktin Menstimulsi sekresi air susu.
Jawaban: c
e. Adenotrop Merangsang kelenjar adrenal untuk
mensekresikan glukokortikoid. Hormon somatotropin berfungsi merangsang
sintesis protein dan metabolisme lemak, serta
Jawaban: b
merangsang pertumbuhan tulang dan otot.
Peristiwa yang terjadi pada pasien tersebut
Hormon yang memengaruhi kelenjar susu adalah
merupakan peristiwa gerak refleks. Gerak refleks
hormon prolaktin. Hormon yang meningkatkan
merupakan gerak yang tidak disadari. Pada gerak
denyut jantung adalah hormon adrenalin. Hormon
refleks tidak melalui pengolahan oleh pusat saraf.
yang mengubah gula menjadi glikogen adalah
Neuron di otak hanya berperan sebagai konektor
saja. Ada dua macam neuron konektor, yaitu neu- hormon insulin. Hormon yang berfungsi
ron konektor di otak dan di sumsum tulang menguraikan glikogen menjadi glukosa adalah
belakang. Contoh gerak refleks yang melalui hormon glukagon dan adrenalin.
neuron konektor otak yaitu pupil mata mengecil Jawaban: b
saat terkena cahaya yang terang. Adapun contoh Kekurangan hormon insulin dapat mengakibatkan
gerak refleks melalui neuron konektor sumsum penyakit diabetes melitus. Penderita diabetes
tulang belakang yaitu kaki terangkat saat lutut melitus mengalami gejala-gejala kadar gula darah
dipukul. Urutan jalannya impuls saraf tersebut naik, berat badan menurun drastis, mudah merasa
sebagai berikut. haus, serta kulit dan mulut terasa kering. Tumbuh
Rangsang → reseptor → neuron sensorik → benjolan pada tulang belakang dan hiperpigmentasi
konektor (sumsum tulang belakang) → neuron merupakan gejala-gejala yang dialami penderita
motorik → efektor. coushing syndrome. Produksi keringat berlebihan
Jawaban: d merupakan gejala yang dialami penderita basedowi.
Menutupnya bola mata akibat terkena debu secara Jawaban: c
tiba-tiba merupakan gerak refleks melalui neuron Kelenjar adrenal atau anak ginjal menghasilkan
konektor di otak. Urutan jalannya impuls pada
beberapa jenis hormon, salah satunya hormon
peristiwa tersebut sebagai berikut. adrenalin. Hormon adrenalin berpengaruh sangat
Debu (rangsang) → reseptor → neuron sensorik
cepat. Hormon ini menyebabkan meningkatnya
0 konektor (interneuron di otak) → neuron motorik
denyut jantung, kecepatan pernapasan, dan tekanan
1 efektor. darah. Selain itu, hormon adrenalin juga berfungsi
Jawaban: a mengubah glikogen dalam otot menjadi glukosa.
Parathormon dihasilkan oleh kelenjar paratiroid dan Hormon yang berfungsi untuk merangsang hati
berfungsi untuk mengendalikan kadar kalsium dan menyerap glukosa adalah hormon insulin. Hormon
fosfat dalam darah dan tulang. Menentukan ciri yang berfungsi membantu metabolisme garam dan
kelamin sekunder pria merupakan fungsi hormon kalium adalah parathormon. Hormon yang berfungsi
testosteron yang dihasilkan oleh kelenjar kelamin memacu pengendapan kalium di tulang adalah
pria. Menaikkan kadar glukosa darah merupakan kalsitonin. Hormon yang berfungsi
fungsi hormon glukokortikoid yang dihasilkan oleh +
meningkatkan reabsorbsi Na di lengkung
kelenjar adrenal dan hormon glukagon yang Henle adalah korteks mineral.
dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Mencegah Jawaban: d
pembentukan urine merupakan fungsi ADH yang
Nomor 1 merupakan kornea, bagian mata yang
dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. Menurunkan
meneruskan cahaya yang diterima. Nomor 2
tekanan darah merupakan fungsi hormon noradre- merupakan pupil, bagian mata yang mengatur
nalin yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. intensitas cahaya yang masuk ke dalam mata.

Biologi Kelas XI 33
Nomor 3 merupakan iris, bagian mata yang dapat melihat dengan jelas jika menggunakan
memengaruhi diameter pupil. Nomor 4 merupakan lensa cembung.
lensa, bagian mata yang memfokuskan cahaya Jawaban: c
sehingga tepat di fovea sentralis. Nomor 5
Mekanisme kerja indra pendengaran sebagai
merupakan fovea sentralis, suatu lekukan pada
berikut.
bintik kuning yang terletak tepat pada sumbu Getaran suara → daun telinga → saluran telinga
penglihatan mata. Pada bagian ini terdapat sel
0 gendang telinga (membran timpani) → maleus
kerucut paling banyak dibandingkan bagian lain.
1 incus → stapes → rumah siput (koklea) → sel-
Jawaban: b sel rambut (reseptor getaran bunyi) dalam
Bagian depan koroidea dan di belakang kornea organ korti → sel saraf auditori → otak.
terdapat iris. Iris mengandung pigmen warna Jawaban: a
sehingga mengakibatkan perbedaan warna pada
Perubahan intensitas cahaya memengaruhi diameter
mata. Lubang bulat di tengah iris disebut pupil.
pupil mata. Hal ini bertujuan untuk mengatur
Pupil merupakan jalan masuknya cahaya. Pupil
intensitas cahaya yang masuk ke mata agar tidak
akan mengecil jika cahaya terang. Sebaliknya,
berlebihan. Diameter pupil lebih besar jika berada di
pupil melebar jika cahaya redup. Hal ini bertujuan
tempat yang intensitas cahayanya lebih rendah
untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk
dibandingkan jika berada di tempat yang ber-
ke mata. Sklera dan kornea merupakan lapisan intensitas cahaya tinggi. Penebalan dan penipisan
luar mata. Sklera berwarna putih dan tidak tembus lensa mata dipengaruhi oleh jarak benda ke mata.
cahaya. Kornea mengandung banyak serabut Lensa mata lebih tebal jika melihat benda yang
saraf, tidak terdapat pembuluh darah, dan tembus jaraknya lebih dekat. Kornea tidak mengalami
cahaya. Kornea berfungsi meneruskan cahaya perubahan ketebalan apabila terjadi perubahan
menuju ke lensa mata. Kornea dilindungi oleh intensitas cahaya atau perubahan jarak pandang.
selaput pelindung konjungtiva.
Jawaban: c
Jawaban: a
Telinga bagian dalam terdiri atas beberapa bagian
X merupakan retina dan Y merupakan lensa. Cahaya yaitu alat keseimbangan, tingkap jorong, dan koklea.
yang masuk ke mata melalui pupil akan menembus Alat keseimbangan yang terdiri atas kanalis
empat media refraksi. Keempat media refraksi semisirkularis, sakulus, dan utrikulus. Bagian-bagian
tersebut yaitu kornea, aqueous humour, lensa, dan tersebut berhubungan dengan saraf otak VIII.
vitreous humour. Selanjutnya, bayangan akan jatuh Koklea/rumah siput, saluran koklea berisi cairan
ke retina (X). Bayangan tersebut bersifat diperkecil, limfe dan terdapat ujung saraf pendengaran yang
nyata, dan terbalik. Selanjutnya retina membentuk menghubungkan koklea dengan otak.
impuls yang akan diteruskan ke saraf otak II. Impuls
tersebut diinterpretasikan sebagai penglihatan di Jawaban: d
otak sehingga bayangan benda seperti benda yang Kemampuan mengecap pada lidah sebagai berikut.
sebenarnya dengan posisi tegak. 0 Pangkal lidah (1) untuk mengecap rasa pahit.
Jawaban: e 1 Tepi lidah bagian belakang (2) untuk
mengecap rasa asam.
Astigmatisme adalah kelainan pada mata berupa
2 Tepi lidah bagian depan (3) untuk
permukaan kornea yang tidak rata. Penderita
mengecap rasa asin.
astigmatisme dapat melihat dengan jelas jika
3 Ujung lidah (4) untuk mengecap rasa manis.
menggunakan lensa silindris. Miopi (rabun jauh)
disebabkan oleh lensa mata yang terlalu cembung. Jawaban: d
Penderita miopi dapat melihat dengan jelas jika Nomor 1 merupakan korpus Ruffini, reseptor
menggunakan lensa cekung. Juling adalah kelainan untuk merespons rangsang berupa panas.
mata akibat tidak serasinya otot mata kanan dan otot Nomor 2 merupakan korpus Meissner, reseptor
mata kiri sehingga arah pandangan kedua bola mata untuk merespons rangsang berupa sentuhan.
tidak sama. Kelainan mata juling tidak dapat diperbaiki Nomor 3 merupakan reseptor dengan ujung
dengan penggunaan lensa jenis apa pun. Presbiopi saraf tanpa selaput, reseptor untuk merespons
disebabkan oleh hilangnya daya elastisitas lensa yang rangsang berupa rasa sakit/nyeri. Nomor 4
biasanya diderita oleh lansia. Penderita presbiopi dapat merupakan korpus Krausse, reseptor untuk
melihat dengan jelas jika menggunakan lensa ganda. merespons rangsang berupa rasa dingin.
Hipermetropi disebab-kan oleh lensa mata terlalu pipih. Nomor 5 merupakan korpus Paccini, reseptor
Penderita hipermetropi untuk merespons rangsang berupa tekanan.

Sistem Koordinasi Manusia


B. Uraian terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di
1. a. K = dendrit dalam darah dan penurunan konsentrasi
L = selubung mielin glikogen di dalam hati.
M = neurit
Proses pencernaan makanan yang mengandung
0 Dendrit berfungsi menerima impuls dari ujung tepung seperti nasi menghasilkan glukosa yang
saraf lain dan menghantarkannya ke badan mengakibatkan peningkatan konsentrasi glukosa
sel. Selubung mielin berfungsi sebagai dalam darah. Jika kadar glukosa dalam darah
pelindung neurit dan pemberi nutrisi bagi tinggi, pankreas akan mensekresikan hormon
neuron. Neurit berfungsi meneruskan impuls insulin. Hormon insulin merangsang hati untuk
dari badan sel saraf ke sel saraf yang lain. menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi
a. Komunikasi dalam bentuk impuls saraf. glikogen. Dengan demikian, konsentrasi glukosa
0 Impuls disalurkan oleh serabut saraf. dalam darah akan kembali normal.
1 Penerima pesan (rangsang) adalah efektor a. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit
(otot atau kelenjar). yang ditandai adanya kadar gula darah
2 Menghantarkan rangsang dalam waktu cepat. (glukosa) yang tinggi dalam tubuh. Hal ini
3 Berdampak pada lokasi yang terbatas. disebabkan adanya gangguan hormonal,
4 Bekerja secara cepat. yaitu pankreas tidak mampu memproduksi
5 Respons hanya dalam waktu singkat. hormon insulin dalam jumlah yang cukup
6 Efeknya bersifat tidak permanen dan untuk tubuh. Insulin ini berfungsi mengubah
reversibel. glukosa menjadi glikogen. Akibatnya,
sebagian besar glukosa tidak dapat diubah
a. P adalah bagian luar sumsum tulang belakang menjadi glikogen dan glukosa ini menumpuk
(berwana putih) yang disebut substansi alba. di dalam darah.
Substansi alba mengandung akson bermielin 0 Beberapa gejala yang dialami penderita
dan berfungsi menghantarkan impuls menuju diabetes melitus sebagai berikut.
otak dan dari otak ke efektor. 0 Kadar gula darah tinggi (≥ 200 mg/dL).
0 Q adalah bagian dalam (berwarna abu-abu 1 Berat badan turun.
dan berbentuk seperti kupu-kupu) yang 2 Mudah merasa haus.
disebut substansi grissea. Substansi grissea 3 Kulit dan mulut terasa kering.
mengan-dung serat-serat saraf tidak
a. Gambar nomor 1 adalah pupil.
bermielin dan sinapsis. Substansi grissea
Gambar nomor 2 adalah iris.
dibedakan men-jadi dua, yaitu akar dorsal
Gambar nomor 3 adalah sklera.
dan akar ventral. Akar dorsal mengandung
Gambar nomor 4 adalah koroidea.
saraf sensori yang dendritnya berhubungan
Gambar nomor 5 adalah retina.
dengan reseptor. Akar ventral mengandung
badan sel saraf motorik yang membawa 0 Pupil berfungsi mengatur banyak sedikitnya
cahaya yang masuk ke dalam bola mata.
impuls dari otak ke efektor.
1 Iris berfungsi untuk untuk memberikan
1 Bagian R merupakan neuron aferen
warna mata dan memperbesar atau
(neuron sensorik) yang berfungsi memperkecil ukuran pupil.
menghantarkan impuls dari reseptor ke
sistem saraf pusat. Sementara itu, bagian Bintik kuning:
S merupakan neuron eferen (neuron 0 Bintik kuning merupakan bagian retina
motorik) yang berfungsi menghantarkan yang mengandung reseptor cahaya.
impuls dari sistem saraf pusat ke efektor. 1 Jika bayangan benda jatuh pada bintik kuning
(fovea sentralis), kita dapat melihat benda.
a. Hormon epineprin dihasilkan oleh kelenjar
Bintik buta:
adrenal atau kelenjar anak ginjal.
Bintik buta merupakan bagian mata tempat
0 Hormon epineprin bekerja berlawanan dengan
serabut saraf yang berasal dari retina
hormon insulin. Hormon epineprin berfungsi
meninggalkan bola mata menuju ke otak
mengubah glikogen (gula dalam otot) menjadi
dan tidak mengandung reseptor cahaya.
glukosa (gula dalam darah). Apabila terjadi
peningkatan produksi hormon epineprin, akan Jika bayangan benda jatuh di daerah ini, kita
tidak dapat melihat benda tersebut.

Biologi Kelas XI 35
Pada saat intensitas cahaya rendah, pupil mata akan Kekurangan tiroksin pada anak-anak dapat
membesar. Hal ini bertujuan agar cahaya yang mengakibatkan kretinisme yang ditandai dengan
masuk ke dalam mata semakin banyak sehingga perubahan fisik dan mentalnya terhambat (kerdil).
bayangan benda dapat terlihat. Sementara itu, pupil Apabila kelebihan tiroksin pada anak-anak dapat
mata akan mengecil pada intensitas cahaya yang mengakibatkan gigantisme (pertumbuhan raksasa).
tinggi. Hal ini bertujuan untuk membatasi cahaya Sementara itu, kekurangan tiroksin pada orang
yang masuk ke dalam mata agar tidak berlebihan. dewasa dapat mengakibatkan miksoedema
(obesitas/kegemukan luar biasa) dan kelebihan
Hormon tiroksin berfungsi memengaruhi proses
tiroksin dapat mengakibatkan metabolisme berlebih.
metabolisme dan oksidasi sel-sel tubuh.
Keadaan ini disebut kelainan basedown.

Sistem Koordinasi Manusia


Jawaban: a
Pilihlah jawaban yang tepat!
Di dalam hidung terdapat rambut-rambut yang
Jawaban: c berfungsi menyaring debu atau kotoran yang
Organ pernapasan yang terdiri atas susunan cincin masuk bersama udara pernapasan.
tulang rawan lentur tetapi kuat yaitu trakea. Trakea Jawaban: d
ditunjukkan oleh nomor 3. Sementara itu, nomor 1
O2 mengalir dari udara ke alveolus paru-paru,
yaitu rongga hidung tempat keluar masuknya udara kemudian ke kapiler darah dan selanjutnya ke
pernapasan dan merupakan organ yang ber- jaringan tubuh. Aliran O2 ini terjadi karena adanya
hubungan langsung dengan udara luar. Nomor 2 perbedaan tekanan parsial O2. Tekanan udara
yaitu faring, persilangan antara saluran pernapasan luar sebesar 760 mmHg, sedangkan tekanan
dan saluran pencernaan. Nomor 4 yaitu bronkus, parsial O2 di paru-paru sebesar 160 mmHg.
percabangan trakea menuju paru-paru kanan dan Tekanan parsial O2 pada kapiler darah nadi 100
paru-paru kiri. Nomor 5 yaitu bronkiolus, per-
mmHg dan tekanan parsial O 2 dalam jaringan
cabangan dari bronkus yang berukuran semakin tubuh kurang dari 40 mmHg. Hal inilah yang
kecil dan berdinding tipis. memungkinkan O2 berdifusi dari alveolus ke
Jawaban: e kapiler darah kemudian ke jaringan. Sementara
Organ pernapasan yang memiliki ciri-ciri seperti itu, tekanan parsial CO2 dalam darah lebih tinggi
disebutkan pada soal menunjukkan organ alveo-lus. daripada dalam alveolus. Oleh karena itu, CO2
Alveolus ditunjukkan oleh nomor 5. Nomor 1 yaitu secara terus-menerus dikeluarkan dari tubuh.
faring, merupakan persimpangan antara rongga Jawaban: c
hidung ke tenggorokan (saluran pernapasan) dan Saat menghirup napas (inspirasi) otot interkostal
rongga mulut ke kerongkongan (saluran eksternal berkontraksi dan otot interkostal internal
pencernaan). Nomor 2 yaitu trakea, trakea berbentuk berelaksasi sehingga tulang rusuk terangkat.
seperti pipa dan bercabang membentuk bronkus. Selain itu, otot diafragma berkontraksi sehingga
Nomor 3 yaitu bronkus (percabangan dari trakea posisi diafragma mendatar. Akibatnya, volume
yang berjumlah sepasang). Nomor 4 yaitu bronkiolus rongga dada semakin besar sehingga tekanan
(bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran kecil udara di dalamnya berkurang. Dengan demikian,
halus, dan dindingnya tipis, serta tidak mempunyai akan terjadi aliran udara dari luar tubuh masuk ke
tulang rawan). paru-paru.
Jawaban: a Jawaban: c
Apabila otot interkostal eksternal berelaksasi, Volume tidal yaitu volume udara pernapasan yang
tulang-tulang rusuk kembali ke posisi semula dikeluarkan pada waktu bernapas normal. Volume
(ber-gerak turun) sehingga volume rongga dada tidal ditunjukkan oleh nomor III. Sementara itu,
mengecil. Keadaan tersebut mengakibatkan vol-ume sisa (nomor I) adalah volume udara yang
tekanan dalam rongga dada membesar dan masih tersisa di dalam paru-paru setelah
udara keluar dari paru-paru (terjadi ekspirasi). melakukan ekspirasi maksimal. Volume cadangan
Sementara itu, jika otot interkostal eksternal ekspirasi (nomor II) yaitu udara sebanyak 1.500
berkontraksi, vol-ume rongga dada membesar. cc yang dapat diembuskan lagi setelah
Keadaan tersebut mengakibatkan tekanan melakukan ekspirasi biasa dengan mengerutkan
dalam rongga dada mengecil dan udara masuk otot perut kuat-kuat. Volume cadangan inspirasi
ke paru-paru (terjadi inspirasi). (nomor IV) yaitu udara yang masih dapat
dimasukkan secara maksimal setelah melakukan
inspirasi biasa. Kapasitas vital (nomor V) yaitu
volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal
mungkin setelah melakukan inspirasi maksimal.
Biologi Kelas XI 37
Jawaban: e Keterangan 13. Jawaban: d
gambar:
1 = faring 4 = bronkiolus Nama Hewan Alat Pernapasan
2 = trakea 5 = pleura a. Cumi-cumi Insang
3 = bronkus b. Cecak Paru-paru
c. Ikan gurami Labirin dan insang
Pleuritis merupakan radang pada pleura d. Belalang Sistem trakea
(selaput paru-paru) karena pleura mengalami e. Kalajengking Paru-paru buku
penambahan cairan interpleura. Akibatnya,
timbul rasa nyeri saat bernapas. 14. Jawaban: b
Ekskresi adalah pengeluaran zat sisa metabolisme
Jawaban:
dari tubuh melalui organ-organ ekskresi, yaitu paru-
Nama Penyakit Penyebab paru mengeluarkan karbon dioksida dan uap air,
a. Asidosis Terjadi peningkatan kadar asam ginjal mengeluarkan urine (prosesnya dinamakan
karbonat dan bikarbonat dalam mikturasi/buang air kecil), hati mengekskresikan
darah. getah empedu, dan kulit mengekskresikan keringat.
b. Difteri Terjadi karena infeksi
Adapun air mata merupakan hasil sekresi kelenjar
Corynebacterium diphteriae.
c. Influenza Terjadi radang pada selaput dan bukan merupakan zat sisa metabolisme yang
mukosa di saluran pernapasan. berbahaya bagi tubuh jika tidak dikeluarkan. Buang
d. Sianosis Kandungan O2 dalam darah air besar adalah mengeluarkan tinja yang
rendah sehingga warna kulit dan
membran mukosa kebiruan
merupakan zat sisa pencernaan makanan.
atau pucat. 15. Jawaban: d
e. Polip Terjadi pembengkakan kelenjar
Alat ekskresi manusia meliputi organ-organ berikut.
limfa di hidung.
1) Ginjal mengekskresikan urine.
2) Paru-paru mengekskresikan karbon
Jawaban: c
dioksida dan uap air.
Emfisema merupakan penyakit yang terjadi
3) Kulit mengekskresikan keringat.
karena ketidaknormalan susunan dan fungsi
4) Hati mengekskresikan empedu.
alveolus. Kanker paru-paru terjadi karena adanya
Adapun pankreas bukan merupakan organ ekskresi
tumor ganas dalam epitel bronkiolus. TBC
melainkan kelenjar pencernaan dan kelenjar buntu
disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang
penghasil hormon dalam sistem koordinasi.
ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil pada
dinding alveolus. Sementara itu, pneumonia Jawaban: e
disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae. Dalam kondisi panas atau suhu tinggi, pembuluh darah
melebar untuk mengurangi kelebihan panas tubuh.
Jawaban: a
Pengeluaran cairan lebih banyak dalam bentuk keringat
Katak dewasa menghabiskan lebih banyak
daripada dalam bentuk urine. Jadi, dari tabel di atas
hidupnya di darat. Oleh karena itu, kulitnya dijaga
tampak bahwa sampel e merupakan sampel yang
oleh kelenjar mukosa (kelenjar lendir) sehingga
membuat permukaan kulitnya selalu basah. Lendir diambil dalam kondisi lingkungan bersuhu tinggi.
tersebut memudahkan oksigen dari udara Jawaban: e
berdifusi melalui kulit dan masuk ke pembuluh Urine akan menjadi lebih asam jika mengonsumsi
kapiler darah. Selain itu, proses difusi juga terjadi banyak protein. Urine akan menjadi lebih basa jika
pada selaput kulit pada rongga mulutnya. mengonsumsi banyak sayuran. Urine berwarna
Jawaban: c kuning cokelat menunjukkan urine tersebut pekat.
Gambar pada soal menunjukkan hewan laba- Urine yang pekat menunjukkan indikasi bahwa
laba. Laba-laba melakukan pertukaran udara pemilik urine tersebut mengalami dehidrasi.
pernapasan menggunakan paru-paru buku. Jawaban: c
Adapun hewan yang bernapas dengan insang Apabila dalam tubuh mengalami peningkatan bi-
yaitu ikan. Hewan yang bernapas dengan lirubin, mata dan kulit akan berwarna kuning.
labirin yaitu ikan seperti ikan lele, ikan gabus, Keadaan tersebut menunjukkan bahwa
dan ikan gurami. Hewan yang bernapas dengan seseorang mengalami penyakit kuning. Penyakit
seluruh permukaan tubuh yaitu cacing tanah. ini menunjukkan adanya gangguan pada hati. Hati
ditunjukkan pada nomor 3. Sementara itu, nomor
1 yaitu kulit, nomor 2 yaitu paru-paru, nomor 4
yaitu ginjal, dan nomor 5 yaitu kantong kemih.

Ulangan Tengah Semester


Jawaban: e Jawaban: b
Berdasarkan tabel terlihat bahwa urine sekunder
Nama Penyakit Penyebab mengandung banyak glukosa dalam darah. Oleh
a. Batu ginjal Urine mengalami jenuh karena itu, orang tersebut mengalami penyakit
garam-garaman.
b. Diabetes melitus Terjadi peningkatan kadar
glukouria. Sementara itu, dari tabel terlihat bahwa
gula darah. kandungan protein dan asam urat dalam darah
c. Sirosis hati Terjadi kerusakan pada sel rendah sehingga orang tersebut tidak mungkin
hati karena mengonsumsi menderita uremia dan albuminuria.
minuman beralkohol.
d. Scabies Terkena alergi terhadap Jawaban: e
tungau. Ciri-ciri pada soal menunjukkan organ ekskresi yaitu
e. Lepra Terjadi infeksi kronis karena
paru-paru. Hati terletak di bagian atas sebelah kanan
ada bakteri Mycobacterium
leprae. abdomen dan di bawah tulang rusuk. Kulit merupakan
lapisan terluar dari tubuh. Anus bukan termasuk or-gan
Jawaban: e ekskresi. Ginjal terletak di sebelah kiri dan kanan ruas
Apabila dalam urine orang sehat mengandung tulang pinggang di dalam rongga perut.
glukosa menunjukkan bahwa orang tersebut Jawaban: d
menderita diabetes melitus. Keadaan tersebut Kelebihan protein tidak dapat disimpan di dalam
dikarenakan dalam ginjal orang yang sehat tubuh melainkan dirombak di dalam hati menjadi
selektif menyerap kembali glukosa sehingga senyawa yang mengandung unsur N dan tidak
glukosa tidak terdapat di dalam urine. mengandung unsur N. Senyawa yang
Jawaban: c mengandung unsur N disintesis menjadi urea.
Urine terbentuk melalui proses filtrasi, reabsorpsi, Urea akan dikeluarkan dari tubuh bersama urine.
dan augmentasi. Proses filtrasi berlangsung di Jawaban: c
glomerulus, sedangkan reabsorpsi dan Retina merupakan lapisan dari bola mata yang
augmentasi berlangsung di tubulus-tubulus ginjal. memiliki fotoreseptor berupa sel batang dan sel
Apabila urine tidak terbentuk berarti glomerulus kerucut. Sel batang berfungsi untuk penglihatan
dan tubulus-tubulus ginjal mengalami kerusakan. pada kondisi cahaya remang dan sel kerucut
Jawaban: d berfungsi untuk penglihatan pada kondisi cahaya
Proses pembentukan urine melalui 3 tahap. Pada terang. Dalam retina juga terdapat bintik kuning yang
awalnya darah memasuki glomerulus dan mengalami mengandung banyak fotoreseptor berupa sel
tahap filtrasi (nomor 1). Selanjutnya, urine primer kerucut. Pada bagian ini, bayangan benda dapat
akan masuk ke tubulus proksimal dan mengalami diinterpretasikan oleh otak sehingga kita dapat
tahap reabsorpsi (nomor 2) serta menghasilkan urine melihat. Selain itu, juga ada bintik buta yang tidak
sekunder (filtrat Y). Pada tahap akhir, urine sekunder mengandung reseptor. Jika bayangan benda jatuh di
mengalami tahap augmentasi (nomor 3) dan sini, kita tidak dapat melihat. Adapun pupil
menghasilkan urine sesungguhnya. merupakan lubang tempat masuknya cahaya. Iris
merupakan selaput yang terletak menggantung di
Jawaban: b
antara lensa dan kornea. Kornea merupakan lapisan
Pernapasan merupakan proses memasukkan
yang memberi warna pada mata yang mengandung
oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida
banyak serabut saraf dan berfungsi untuk
(CO2) serta uap air (H 2O). Untuk membuktikan meneruskan cahaya ke lensa mata. Sklera adalah
adanya uap air (H2O), dapat dilakukan dengan bagian bola mata yang berwarna keruh.
mengembuskan napas di permukaan cermin. Cermin
akan berubah menjadi buram menandakan bahwa Jawaban: e
Bagian yang berfungsi menyamakan tekanan antara
bernapas mengeluarkan uap air (H2O).
telinga luar dengan telinga tengah adalah saluran
Jawaban: e
eustachius (ditunjukkan oleh nomor 5). Bagian yang
Bagian yang ditunjukkan oleh huruf S yaitu kelenjar
ditunjuk oleh nomor 1 adalah maleus. Bagian yang
minyak. Kelenjar minyak menghasilkan minyak yang
ditunjuk oleh nomor 2 adalah inkus. Bagian yang
berfungsi meminyaki rambut agar tidak kering.
ditunjuk oleh nomor 3 adalah stapes. Bagian yang
Menghasilkan keringat dan mengeluarkan zat NaCl
ditunjuk oleh nomor 4 adalah koklea.
merupakan fungsi dari kelenjar keringat. Menegakkan
rambut pada kulit merupakan fungsi otot penegak Jawaban: e
rambut di dekat rambut. Melindungi tubuh terhadap Sinapsis adalah titik temu antara ujung akson salah
benturan merupakan fungsi jaringan lemak. satu neuron dengan neuron lain. Sinapsis dibentuk

Biologi Kelas XI 39
oleh ujung akson yang membengkak. Jika impuls kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin,
telah sampai di membran prasinapsis, vesikel- triyodotironin, dan kalsitonin. Kelenjar hipofisis
vesikel akan menuju membran prasinapsis karena menghasilkan beberapa kelenjar di antaranya
2+
pengaruh Ca yang masuk ke bonggol sinapsis. ACTH, GH, FSH, dan LH.
Selanjutnya, vesikel-vesikel tersebut akan Jawaban: b
melepaskan zat neurotransmiter. Zat ini berfungsi Akson merupakan satu juluran panjang dari
menghantarkan impuls ke ujung dendrit neuron badan sel saraf, berbentuk tipis dan panjang,
berikutnya.
serta mengandung neurofibril, tetapi tidak
Jawaban: a mengandung badan Nissl. Tidak semua akson
Bagian yang ditunjuk oleh huruf Q yaitu dendrit. Dendrit diselubungi mielin. Pada bagian akson yang
berfungsi menerima impuls dari ujung saraf lain dan tidak diselubungi mielin disebut Nodus Ranvier.
menghantarkan ke badan sel saraf. Sementara itu, huruf
Jawaban: c
P yaitu nukleus, berfungsi mengatur kegiatan sel. Huruf
Otot rangka berkontraksi berulang-ulang tanpa
R yaitu selubung mielin, berfungsi melindungi neurit dan
disadari merupakan gejala yang dialami penderita
memberi nutrisi bagi neuron. Huruf S yaitu nodus
epilepsi. Adapun afasia merupakan kerusakan
Ranvier, merupakan bagian neurit yang tidak
pada otak besar bagian tengah sehingga
terbungkus selubung mielin. Huruf T yaitu akson,
mengakibatkan kehilangan daya ingat. Ataksia
berfungsi meneruskan impuls dari badan sel saraf ke sel adalah penyakit degeneratif akibat mengecilnya
saraf lain. otak kecil. Neuritis adalah gangguan iritasi pada
Jawaban: c neuron yang disebabkan oleh infeksi, kekurangan
Bagian yang berfungsi melindungi neurit dan vitamin, keracunan, atau tekanan. Hidrosefalus
memberi nutrisi bagi neuron yaitu selubung mielin. merupakan peradangan selaput otak sehingga
Selubung mielin ditunjukkan oleh huruf R. cairan otak terkumpul di otak dan mengakibatkan
kepala membesar.
Jawaban: c
Jawaban: b
Nama Saraf Jenis Saraf Asal Impuls Seseorang yang kepalanya terbentur aspal
a. Troklear Motorik Satu otot bola kemudian jalannya sempoyongan berarti terjadi
mata gangguan keseimbangan tubuh. Pusat
b. Hipoglosal Motorik Otot lidah
c. Olfaktori Sensorik Selaput lendir
keseimbangan tubuh diatur oleh serebelum
hidung (otak kecil).
d. Auditori Sensorik Telinga dalam
e. Trigeminal Sensorik- Gigi dan kulit
Jawaban: e
motorik wajah Dalam keadaan istirahat, neuron tidak
menghantar-kan impuls sehingga neuron berada
34. Jawaban: c dalam kondisi polarisasi. Pada kondisi polarisasi,
permukaan luar neuron bermuatan positif,
Bagian Saraf Pusat Fungsi sedangkan permukaan dalam bermuatan negatif.
a. Otak kecil Sebagai pusat kese-
imbangan tubuh. Jawaban: b
b. Otak tengah Sebagai pengatur gerakan
mata. Bagian Mata Fungsi
c. Otak besar Sebagai pusat saraf utama, Lensa mata Membiaskan cahaya.
pusat ingatan, kecerdasan, Pupil Mengatur intensitas cahaya yang
kesadaran, dan keinginan. masuk ke mata.
d. Sumsum lanjutan Sebagai refleks muntah, Kornea Meneruskan cahaya ke lensa
batuk, bersin, dan ber- mata.
sendawa. Koroid Memberi nutriea pada retina.
e. Sumsum tulang Sebagai pengatur gerak
belakang refleks.
Kerjakan soal-soal berikut!
Jawaban: e
Hormon yang memengaruhi perubahan glikogen Ketika darah mengandung banyak CO2, pH darah akan
menjadi glukosa yaitu adrenalin/epineprin. mengalami perubahan. Perubahan pH ini dideteksi
oleh medula oblongata. Sebagai respons, medula
Adrenalin dihasilkan oleh kelenjar adrenal.
oblongata mengirimkan impuls pada otot tulang
Sementara itu, hormon yang memengaruhi
rusuk agar proses pernapasan lebih cepat. Dengan
perubahan glukosa menjadi glikogen yaitu insulin.
Insulin dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Adapun demikian, CO2 yang berlebihan dalam darah dapat
segera dikeluarkan dari dalam tubuh.

Ulangan Tengah Semester


Pada saat berlari, laju metabolisme tubuh akan zat yang masih diperlukan oleh tubuh. Contoh
meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga glukosa, asam amino, dan air. Sisa cairan yang
meningkat. Oleh karena itu, tubuh akan tidak dikeluarkan tubuh diserap kembali oleh
meningkatkan frekuensi pernapasan untuk darah dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh.
mencukupi kebutuhan oksigen tersebut. Jadi, Glikosuria adalah kelainan yang dicirikan dengan
frekuensi pernapasan akan meningkat seiring ditemukannya glukosa pada urine. Hal tersebut
dengan peningkatan aktivitas yang dilakukan. menunjukkan adanya kelainan pada tubulus ginjal.
Katak tidak memiliki tulang rusuk dan diafragma. Hematuria adalah kelainan dengan tanda
Mekanisme inspirasi terjadi karena kontraksi otot-otot ditemukannya sel darah merah di dalam urine.
rahang bawah dan otot perut. Rongga mulut Penyebabnya adalah peradangan pada ginjal atau
membesar ketika otot rahang bawah (submaksilaris) karena iritasi akibat bergesekan dengan batu ginjal.
mengendur dan otot sternohioideus di bagian bawah Albuminuria adalah kelainan yang ditandai dengan
rahang berkontraksi. Keadaan tersebut ditemukannya zat putih telur (albumin) dalam urine.
mengakibatkan peningkatan tekanan dalam rongga Penyebabnya adalah kerusakan pada glomerulus
mulut sehingga terjadi aliran udara melalui rongga yang mengakibatkan protein berukuran besar seperti
mulut dan koana. Ketika otot submaksilaris dan otot albumin dapat lolos dari filtrasi.
geniohioideus berkontraksi, rongga mulut mengecil.
Keadaan kurang cairan (dehidrasi) menyebabkan
Koana menutup dan celah faring membuka sehingga
tekanan osmotik darah naik dan konsentrasi air
udara terdorong masuk ke paru-paru (inspirasi). dalam darah menurun. Akibatnya, sekresi ADH
meningkat dan dialirkan darah menuju ginjal.
Pada saat suhu lingkungan tinggi atau panas, kelenjar Terdapatnya ADH dalam ginjal menyebabkan
keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di kulit permeabilitas membran meningkat. Dengan
melebar. Melebarnya pembuluh kapiler akan demikian, air akan berdifusi dari tubulus kolektifus
memudahkan proses pembuangan air dan sisa ke dalam pembuluh darah. Proses tersebut
metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan kandungan air dalam darah
mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan meningkat. Akibatnya, urine yag dihasilkan lebih
kulit dengan cara penguapan. Penguapan sedikit dan pekat. Sebaliknya, dalam keadaan
mengakibatkan suhu di permukaan kulit turun cukup cairan tekanan darah turun dan konsentrasi
sehingga kita tidak merasakan panas lagi. Oleh air dalam darah meningkat. Sekresi ADH
karena itu, pada suhu lingkungan tinggi pengeluaran menurun menyebabkan permeabilitas membran
urine lebih sedikit karena sebagian besar cairan menurun. Sehingga, air dalam tubulus kolektifus
tubuh dikeluarkan melalui keringat. Sebaliknya, saat tidak berdifusi keluar. Dengan demikian, urine
suhu lingkungan rendah atau dingin, kelenjar yang dihasilkan banyak dan encer.
keringat tidak aktif dan pembuluh kapiler di kulit Ujung akson membengkak membentuk bonggol
menyempit. Pada keadaan ini, darah tidak sinapsis. Pada bonggol tersebut mengandung
membuang sisa metabolisme dan air. Akibatnya, gelembung yang disebut neurotransmiter.
penguapan sangat berkurang sehingga suhu tubuh Neurotransmiter tersebut berperan membawa
tetap dan tubuh tidak mengalami kedinginan. Jadi, impuls dari satu sel saraf ke sel saraf yang lain.
keluarnya keringat dari permukaan kulit merupakan Neurotransmiter tersebut akan berdifusi melewati
bentuk adaptasi tubuh terhadap suhu dingin dan celah sinapsis. Selanjutnya, neurotransmiter akan
panas. Sementara itu, sebagian besar sisa berikatan dengan protein khusus atau reseptor
metabolisme dan air dibuang melalui urine. Hal ini yang berada di membran pascasinapsis. Ikatan
karena pada suhu rendah produksi hormon ADH tersebut akan mengakibatkan impuls dapat
menurun sehingga mengakibatkan penyerapan air diteruskan ke sel saraf lainnya. Dengan demikian,
pada urine berkurang. Akibatnya, produksi urine apabila tidak terdapat neurotransmiter, impuls
menjadi lebih banyak. tidak dapat merambat dari satu sel saraf ke sel
Arteri ginjal (x) membawa darah masuk ke ginjal. saraf lainnya.
Vena ginjal (y) membawa darah keluar ginjal. Reaksi pada gerak refleks berlangsung lebih cepat
Ure-ter (z) membawa urine dari ginjal menuju karena gerak refleks terjadi melalui perjalanan
kantong kemih. impuls yang pendek. Rangsang yang diterima oleh
Pada proses pembentukan urine, tidak semua reseptor dihantarkan ke saraf pusat. Dalam saraf
cairan/urine primer hasil filtrasi akan menjadi urine pusat, impuls tidak diolah dan langsung dikirim ke
sesungguhnya. Keadaan tersebut disebabkan pada efektor. Oleh karena itu, respons yang diberikan
proses reabsorpsi terjadi penyerapan kembali zat- pada gerak refleks lebih cepat.

Biologi Kelas XI 41
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
menjelaskan struktur dan fungsi organ reproduksi manusia;
menjelaskan kesehatan reproduksi, program KB, dan masalah kependudukan;
menggunakan mikroskop dengan baik.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan karena telah diciptakan organ-organ reproduksi yang baik;
bersikap disiplin dan berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari;
berpikiran terbuka dan kritis terhadap suatu masalah.

Sistem Reproduksi Manusia

Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi Manusia Kesehatan Reproduksi, Program KB, dan Masalah Kependudukan

Menyaksikan video mengenai proses pembentukan janin di Mendiskusikan keterkaitan antara kesehatan reproduksi,
dalam rahim. program KB, dan masalah kependudukan.
Melakukan pengamatan gambar mengenai struktur or-gan Mencari informasi mengenai cara mencegah terjangkitnya
reproduksi pria. penyakit yang menyerang sistem reproduksi.
Mengidentifikasi struktur jaringan testis. Mendiskusikan mengenai dampak negatif dari perilaku
Melakukan pengamatan gambar mengenai struktur or-gan negatif dan pernikahan dini yang berkaitan dengan sistem
reproduksi wanita. reproduksi.
Mengidentifikasi struktur jaringan ovarium. Mencari informasi mengenai program KB untuk mengatasi
Mendiskusikan mengenai gametogenesis meliputi sper- permasalahan penduduk.
matogenesis dan oogenesis. Mencari informasi mengenai metode-metode kontrasepsi.
Mendiskusikan siklus menstruasi berdasarkan gambar atau Membuat poster kampanye mengenai penggunaan ASI
charta siklus menstruasi. eksklusif dan pelaksanaan program KB untuk meningkat-
Membuat media presentasi mengenai pentingnya pemberian kan kualitas SDM.
ASI bagi peningkatan kualitas SDM.

Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan karena telah diciptakan organ-organ reproduksi yang baik.
Bersikap disiplin dan berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari.
Berpikiran terbuka dan kritis terhadap suatu masalah.
Menjelaskan proses pembentukan janin di dalam rahim.
Menjelaskan struktur organ reproduksi pria.
Menjelaskan struktur jaringan testis.
Menjelaskan struktur organ reproduksi wanita.
Menjelaskan struktur jaringan ovarium.
Menjelaskan gametogenesis meliputi spermatogenesis dan oogenesis.
Menjelaskan siklus menstruasi.
Menjelaskan pentingnya ASI bagi peningkatan kualitas SDM.
Menjelaskan keterkaitan antara kesehatan reproduksi, program KB, dan masalah kependudukan.
Menjelaskan cara mencegah penyakit yang menyerang sistem reproduksi.
Menjelaskan dampak negatif dari perilaku negatif dan pernikahan dini terhadap sistem reproduksi.
Menjelaskan mengenai program KB untuk mengatasi permasalahan penduduk.
Menjelaskan metode-metode kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Menjelaskan penggunaan ASI eksklusif dan pelaksanaan program KB untuk meningkatkan kualitas SDM.

Sistem Reproduksi Manusia


A. Pilihan Ganda Jawaban: e Keterangan
gambar:
Jawaban: c
Organ reproduksi eksternal pada pria yaitu skrotum 1 = vas deferens, saluran kelamin lanjutan
epididimis
(2) dan penis (3), sedangkan organ reproduksi in-
2 = skrotum, kantong pelindung testis
ternal pada pria yaitu testis, saluran kelamin
(epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan 3 = lobulus, tempat testis berada
uretra), dan kelenjar kelamin (vesikula seminalis, 4 = epididimis, tempat penyimpanan sementara
kelenjar prostat, dan kelenjar Cowper). sperma yang belum matang sampai
sperma matang
Jawaban: d
5 = tubulus seminiferus, tempat pembentukan
Testis diselubungi oleh kantong pelindung yang sperma
disebut skrotum. Dalam skrotum terdapat otot polos
dan otot lurik. Otot lurik inilah yang berfungsi Jawaban: e Keterangan
mengatur suhu di sekitar testis agar selalu stabil. gambar:
Epididimis, vas deferens, dan uretra merupakan Nomor 1 : spermatogonium = diploid
saluran kelamin yang terdapat di luar testis. Nomor 2 : spermatosit primer = diploid
Sementara itu, vesikula seminalis merupakan salah Nomor 3 : spermatosit sekunder = haploid
satu kelenjar kelamin (organ reproduksi internal). Nomor 4 : spermatid = haploid
Jawaban: a Nomor 5 : sperma = haploid
Sel primordial Jawaban: e
↓ mitosis Tahapan dalam spermatogensis sebagai berikut.
Spermatogonia
0 Tahap penggandaan, sel primordial
Spermatogonia →→ Spermatogonia mengalami pembelahan mitosis berulang-
ulang dan mem-bentuk spermatogonia

Spermatosit primer (tunggal = spermato-gonium).
↓ meiosis pertama 1 Tahap pertumbuhan, spermatogonium
Spermatosit sekunder bersifat diploid. Spermatogonia tumbuh
dan berkembang membentuk spermatosit
↓ meiosis kedua
Spermatid
primer (diploid).
↓ 2 Tahap pematangan, spermatosit primer
Spermatozoa membelah secara meiosis membentuk dua
spermatosit sekunder (haploid).
Jawaban: b
Spermatosit sekunder kemudian membelah
Proses pembentukan spermatosit primer di- secara meiosis membentuk empat buah
pengaruhi oleh hormon testosteron yang dihasilkan spermatid (haploid). Setiap spermatid akan
oleh sel-sel Leydig di dalam tubulus seminiferus. berdiferensiasi menjadi sperma (haploid).
Luteinizing hormone berfungsi merangsang sel-sel
Leydig untuk menyekresikan testosteron. Follicle Jawaban: d
stimulating hormone merangsang sel-sel sertoli 0 Mitosis terjadi pada tahap penggandaan, yaitu
untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Pro- sel primordial (1) menjadi spermatogonium (2).
tein). ABP merangsang terjadinya spermatogenesis. 1 Meiosis I terjadi pada pembentukan
Estrogen berfungsi dalam pematangan sel-sel spermatosit primer (3) menjadi spermatosit
sperma. Progesteron tidak berperan dalam sper- sekunder (4).
matogenesis.
Jawaban: e
Jawaban: b Kesuburan pria dipengaruhi oleh kuantitas dan
Saluran yang dilalui sperma keluar dari testis yaitu: kualitas sperma. Secara kualitas, seorang pria
epididimis → vas deferens → kantong sperma → dinyatakan subur jika dalam 1 ml cairan sperma
saluran ejakulasi → uretra terkandung lebih dari 20 juta sel sperma. Adapun
penentu secara kualitas, di antaranya motilitas sel
sperma dan daya tahan hidup sel sperma.

Biologi Kelas XI 43
Jawaban: c 0 Korion merupakan membran terluar dari
Keterangan gambar sebagai berikut. embrio.
0 Oviduk (tuba fallopii), tempat terjadinya 1 Plasenta merupakan penghubung embrio
fertilisasi. dengan endometrium ibu.
1 Ovarium, tempat pembentukan ovum. 2 Alantois merupakan membran pembentuk
2 Uterus, tempat pertumbuhan dan tali pusar (ari-ari).
perkembangan embrio sebelum dilahirkan. 3 Amnion merupakan kantong berisi cairan
3 Serviks atau leher rahim. tempat embrio berada. Amnion melindungi
4 Vagina merupakan saluran akhir organ embrio dari guncangan, tekanan, dan benturan,
reproduksi wanita. serta perubahan suhu yang sangat drastis.
Jawaban: b Jawaban: d
Pada sistem reproduksi internal wanita terdapat Selama berlangsungnya siklus menstruasi, terjadi
saluran yang menghubungkan ovarium dengan interaksi antara LH, FSH, estrogen, dan progesteron.
uterus. Saluran itu disebut tuba fallopii atau Adapun peran progesteron selama siklus menstruasi
oviduk. Saluran ini berjumlah dua, bagian kiri adalah menghambat produksi FSH dan LH, serta
dan kanan. Pada bagian ujung tuba fallopii memelihara ketebalan endometrium uterus hingga
terdapat infundibu-lum yang mempunyai siap untuk implantasi (penanaman) embrio. Hormon
fimbriae. Fimbriae atau jumbai-jumbai ini yang merangsang ovulasi adalah LH. Hormon yang
berfungsi menangkap ovum saat terjadi ovulasi. merangsang kontraksi uterus adalah oksitosin.
Hormon yang merangsang pertumbuhan folikel
Jawaban: d
primer adalah FSH.
Dalam oogenesis terdapat tiga tahapan, yaitu tahap
penggandaan, tahap pertumbuhan, dan tahap Jawaban: c
pamatangan. Tahap penggandaan terjadi dalam ovarium Korpus luteum menghentikan produksi estrogen
janin sejak dalam kandungan, tahap pertumbuhan dan progesteron terjadi pada fase menstruasi.
terjadi hingga seorang wanita memasuki masa puber,
Jawaban: e
sedang tahap pematangan dimulai sejak seorang wanita
Proses persalinan diawali dengan kontraksi uterus
mengalami masa puber.
yang dipengaruhi hormon-hormon estrogen,
Jawaban: c oksitosin, prostaglandin, dan relaksin. Sementara
Oogenesis terjadi dalam tiga fase (penggandaan, itu, hormon mammotropin memengaruhi per-
pertumbuhan, dan pematangan). Pada tahap tumbuhan awal kelenjar payudara.
penggandaan dan pertumbuhan terjadi pembelahan Jawaban: b
mitosis, hasil berupa oogonium (1) dan oosit primer Bagian yang ditunjuk huruf A menunjukkan fase
0 . Pada tahap pematangan, oosit primer menstruasi. Pada fase ini korpus luteum akan meng-
mengalami pembelahan meiosis I membentuk oosit hentikan produksi hormon estrogen dan progesteron.
sekunder (3) dan badan polar I (4). Selanjutnya oosit Turunnya kadar estrogen dan progesteron me-
sekunder mengalami pembelahan meiosis II (nomor nyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang
5) dan terhenti sampai terjadi ovulasi. menebal. Lepasnya ovum tersebut menyebabkan
Jawaban: c endometrium robek atau meluruh. Peluruhan ini
Siklus menstruasi pada umumnya terjadi setiap mengakibatkan terjadinya pendarahan pada fase
28 hari. Jadi, jika hari pertama menstruasi menstruasi. Hipotalamus menghasilkan hormon
terjadi pada tanggal 25 November, hari pertama gonadotropin yang merangsang pembentukan FSH
menstruasi bulan berikutnya jatuh pada tanggal terjadi pada fase pra-ovulasi. Estrogen menghambat
23 Desember (ditambah 28 hari). Sementara pembentukan FSH dan hipofisis, melepaskan LH
itu, peristiwa ovulasi umumnya terjadi pada hari terjadi pada fase ovulasi. Progesteron merangsang
ke-14 setelah hari pertama menstruasi, yaitu pembentukan lendir merupakan pernyataan yang
pada tanggal 9 Desember. salah. Hormon yang berfungsi merangsang
pembentukan lendir yaitu estrogen yang terjadi pada
Jawaban: e Keterangan fase pra-ovulasi. Ovum matang diselubungi folikel
gambar: terjadi pada fase ovulasi.
1. Uterus 4. Alantois
2. Korion 5. Amnion
Plasenta

Sistem Reproduksi Manusia


B. Uraian Celana ketat akan menekan skrotum (pelindung tes-
tis) sehingga fungsi skrotum sebagai pengatur suhu
P = vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat mengalami gangguan. Akibatnya suhu di dalam tes-
dilaluinya sel sperma dari epididimis menuju tis tidak sesuai untuk pembentukan sperma. Jadi,
vesikula seminalis (kantong sperma).
secara logika pernyataan tersebut benar.
Q = epididimis berfungsi sebagai tempat
penyimpanan sementara sperma. Dalam perjalanannya menuju tubulus seminiferus,
R = tubulus seminiferus berfungsi sebagai sperma melalui berbagai rintangan, terutama cairan
tempat pembentukan sperma. kental menuju rahim. Setelah mencapai rahim,
sperma masih harus melanjutkan perjalanan menuju
2.
tuba fallopii, tempat sel telur berada. Hanya sperma
2n Sel primordial unggul yang mampu membuahi sel telur. Ketika
penggandaan

2n Spermatogonium sebuah sel telur berhasil dibuahi oleh sperma,


Mitosis
secara otomatis sperma-sperma di sekeliling sel
telur (yang telah dibuahi) akan mati sehingga tidak
Tahap

mungkin ada sperma lain yang mencapai sel telur.

2n 2n Spermatogonium
Peristiwa yang terjadi pada tahap pematangan
sebagai berikut.
Tahap pertumbuhan

0 Oosit primer membelah secara meiosis I sehingga


Spermatosit 2n terbentuk oosit sekunder dan badan polar I. Oosit
primer
sekunder berhenti membelah hingga saat terjadi
Meiosis
pertama
fertilisasi atau saat terjadi ovulasi.
n Spermatosit
n sekunder 1 Setelah terjadi fertilisasi, oosit sekunder
pematangan

membelah secara meiosis II menghasilkan


n
Meiosis n ootid (haploid) dan badan polar II.
kedua
Spermatid
n n
2 Ootid mengalami diferensiasi menjadi
Diferensiasi Diferensiasi
ovum, sedangkan badan polar II
Tahap

mengalami degenerasi.
n n
n
n Secara normal hamil terjadi di uterus. Setelah terjadi
Spermatozoa
fertilisasi, sel telur bergerak meninggalkan saluran
telur menuju uterus. Pada tahap selanjutnya zigot
Kelenjar asesoris adalah kelenjar reproduksi yang (perkembangan dari sel telur yang telah dibuahi)
menghasilkan cairan reproduksi dalam saluran membenamkan diri di dinding uterus. Pada kasus
reproduksi pria. Cairan reproduksi tersebut berfungsi hamil di luar kandungan, zigot tidak membenamkan
untuk mempertahankan hidup sperma dan pergerakan diri di dinding uterus melainkan di dinding saluran
sperma selama proses fertilisasi. Kelenjar asesoris ada telur. Kemungkinan penyebabnya karena adanya
tiga yaitu vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan penyumbatan saluran telur sehingga zigot tidak
kelenjar Cowper. Vesikula seminalis (kantong sperma) dapat bergerak menuju uterus (rahim). Karena
merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di merupakan kehamilan abnormal, kehamilan harus
belakang kandung kemih. Dinding vesikula seminalis digugurkan karena saluran telur dapat pecah jika
menghasilkan zat makanan yang berfungsi sebagai kehamilan berlanjut. Jika hal ini sampai terjadi dapat
nutrisi bagi sperma. Kelenjar prostat melingkari bagian mengganggu keselamatan ibu hamil.
atas uretra, terletak di bagian bawah kandung kemih.
a. FSH merangsang pembentukan folikel de Graaf
Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang mengandung dalam ovarium dan memacu pembentukan
kolesterol, garam, dan fosfolipid. Fungsinya untuk estrogen.
kelangsungan hidup sperma. Kelenjar Cowper memiliki
0 Estrogen berperan merangsang kelenjar
saluran langsung menuju uretra. Kelenjar ini hipofisis untuk memproduksi LH dan meng-
menghasilkan getah yang bersifat basa. hambat produksi FSH.
1 LH berperan merangsang ovulasi dan per-
Pembentukan sperma dalam testis memerlukan suhu kembangan korpus luteum serta merangsang
tertentu yang lebih rendah dari suhu tubuh. ovarium untuk memproduksi progesteron.
Pembentukan sperma akan mengalami gangguan jika 2 Progesteron berperan memacu pembentukan
suhu di sekitar testis lebih tinggi dari suhu tubuh. endometrium uterus hingga siap untuk implan-tasi
embrio, menghambat produksi FSH oleh kelenjar
hipofisis, dan menghambat produksi LH.

Biologi Kelas XI 45
Antara pembuluh darah ibu dengan pembuluh Keunggulan ASI dibanding susu formula yaitu
darah janin dipisahkan oleh jaringan ikat. Akan mengandung nutrisi lengkap, mengandung zat
tetapi, jaringan ini dapat dilewati oleh bakteri antibodi, dan bebas dari kontaminasi bakteri.
dan virus. Itulah sebabnya ibu hamil yang
mengidap HIV/ AIDS dapat menularkan kepada
janin yang dikandungnya.

A. Pilihan Ganda Jawaban: d


Jenis Penyakit Penyebab
Jawaban: c
a. Prostatitis Escherichia coli
Timbul benjolan di daerah alat kelamin b. Gonorrhoe Neisseria gonorrhoeae
merupakan gejala yang dialami penderita kutil c. AIDS HIV
kelamin. Saat kencing keluar cairan kental putih d. Sifilis Treponema pallidum
kekuningan dialami olah penderita gonorrhoe. e. Orkitis virus gondongan

Jawaban: a Jawaban: c
0 Orkitis adalah peradangan pada testis 0 Orkitis: peradangan pada testis.
(organ reproduksi pria).
1 Amenore: tidak terjadinya menstruasi pada
1 AIDS adalah penyakit yang menyerang wanita.
sistem kekebalan tubuh manusia, dapat 2 Mioma: kanker jinak yang tumbuh di otot
terjadi baik pada pria maupun wanita. rahim.
2 Gonorrhoe adalah penyakit kelamin yang 3 Endometriosis: munculnya jaringan en-
dapat menyerang baik pada pria maupun dometrium di luar uterus.
wanita. Penyakit ini diakibatkan oleh infeksi 4 Epididimitis: peradangan pada epididimis.
bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Jawaban: c
3 Klamidia adalah penyakit kelamin yang dapat
menyerang baik pada pria maupun wanita, Mioma adalah tumbuhnya tumor jinak di otot rahim (3).
diakibatkan oleh Chlamydia trachomatis. Jawaban: c
4 Herpes genetalis adalah penyakit kelamin 0 Endometriosis: tumbuhnya jaringan
yang diakibatkan oleh virus Herpes simplex endometrium di luar uterus, misal pada
dan dapat menyerang baik pria maupun ovarium (2) atau oviduk (1).
wanita. 1 Kriptorkidisme: gagalnya satu atau kedua
Jawaban: e testis untuk turun dari rongga abdomen ke
dalam skrotum.
Klamidiasis akibat infeksi oleh Chlamydia
trachomatis. Kutil kelamin akibat infeksi HPV 2 Hipogonadisme: penurunan fungsi testis yang
(Human Papilloma Virus). Sifilis akibat infeksi diakibatkan oleh gangguan hormonal, yaitu
Treponema pallidum. Epididimitis akibat infeksi rendahnya produksi hormon testosteron.
oleh Escherichia coli dan Chlamydia. Uretritis 3 Epididimitis: peradangan pada saluran
akibat infeksi oleh Chlamydia trachomatis, epididimis.
Ureplasma urealyticum, atau virus herpes. 4 Prostatitis: peradangan pada kelenjar prostat.

Jawaban: e Jawaban: a
Bagian yang ditunjuk huruf X pada gambar 0 Kriptokidisme: gagalnya satu atau kedua
adalah epididimis. Bagian ini dapat mengalami testis (buah zakar) turun dari rongga
abdomen ke skrotum.
peradangan yang disebut epididimitis akibat
infeksi oleh bakteri dan jamur. AIDS terjadi pada 1 Hipogonadisme: penurunan fungsi testis
sistem kekebalan tubuh, orkitis terjadi pada akibat gangguan hormonal (kadar
testis, mioma terjadi pada uterus (rahim), dan testosteron sangat rendah).
prostatitis terjadi pada prostat. 2 Endometriosis: tumbuhnya jaringan endo-
metriosis di luar uterus.
3 Klamidiasis: peradangan organ reproduksi pria
maupun wanita oleh Chlamydia trachomatis.

Sistem Reproduksi Manusia


0 Prostatitis: peradangan pada kelenjar a. Penyakit atau gangguan pada sistem reproduksi
prostat oleh bakteri Escherichia coli. wanita sebagai berikut.
Jawaban: c 0 Trikomoniasis vaginalis disebabkan
oleh Trychomonas vaginalis.
Penyakit pada organ kelamin yang diakibatkan
1 Kandidiasis vaginalis disebabkan oleh
oleh Chlamydia trachomatis yaitu keputihan,
Candida albicans.
epididimitis, orkitis, klamidiasis, dan uretritis.
2 Kanker serviks disebabkan oleh
Human Papilloma Virus (HPV).
0 Uraian
3 Amenore disebabkan oleh kelainan
Gejala-gejala PMS pada pria sebagai berikut. bawaan pada sistem reproduksi, kelainan
0 Terjadi lecet, terbentuk bintil pada penis. kromosom, hipoglikemia, dan penurunan
1 Adanya kutil atau daging tumbuh seperti berat badan yang terlalu ekstrem.
jengger ayam pada penis. 1 Penyakit atau gangguan pada sistem
2 Terasa gatal pada alat kelamin. reproduksi pria sebagai berikut.
3 Terasa panas pada saat kencing. 0 Prostatitis disebabkan oleh E. coli.
4 Kencing nanah bercampur darah. 1 Epididimitis disebabkan oleh E. coli.
5 Bengkak dan nyeri pada pangkal paha. 2 Orkitis disebabkan oleh bakteri (E. coli,
Gejala-gejala PMS pada wanita sebagai berikut.
Chlamydia, dan Streptococcus) dan
virus (virus parotis dan Echovirus).
6 Terasa nyeri pada perut bagian bawah.
3 Hipogonadisme disebabkan oleh
7 Pengeluaran lendir berlebihan pada vagina, rendah-nya hormon testosteron.
berwarna kelabu atau hijau, berbau, serta
menimbulkan rasa gatal dan nyeri. HIV dapat ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah,
8 Terasa sakit setelah hubungan seksual. cairan semen, cairan vagina, dan air susu ibu dari
9 Timbul darah selesai hubungan seksual. penderita AIDS. Dengan demikian tindakan
10 Timbul bintil atau borok pada alat kelamin. (a) berjabat tangan dengan penderita dan (b)
11 Terasa nyeri pada saat kencing. terpapar dahak penderita tidak dapat menularkan
HIV. Sementara itu, tindakan (c) melakukan transfusi
a. Amenore adalah tidak terjadinya menstruasi. darah dan (d) menggunakan jarum suntik secara
Amenore dianggap sesuatu yang normal atau
bergantian dapat menularkan HIV jika darah donor
wajar jika seorang wanita belum memasuki
berasal dari penderita AIDS atau jarum suntik
masa puber, dalam keadaan hamil, selama
tersebut pernah digunakan oleh penderita AIDS.
menyusui, dan setelah menopause.
0 Amenore dianggap sebagai gangguan pada Tujuan dari program KB sebagai berikut.
sistem reproduksi jika seorang wanita tidak 0 Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
pernah mengalami haid walaupun sudah 1 Mewujudkan keluarga kecil yang bahagia
memasuki masa puber atau sudah pernah dan sejahtera.
mengalami haid, tetapi kemudian berhenti 2 Menciptakan penduduk yang berkualitas
haid selama enam bulan atau lebih. dan sumber daya manusia yang bermutu.

A. Pilihan Ganda oosit sekunder menjadi [Link] ootid


mengalami diferensiasi menjadi ovum dan
Jawaban: c
badan polar II.
Pada gambar tampak ovum yang telah masak
bergerak menuju tuba fallopii. Peristiwa ini Jawaban: d
terjadi pada saat pelepasan telur atau ovulasi. Hormon yang berperan dalam pembelahan
meiosis pada saat pembentukan spermatosit
Jawaban: b
sekunder yaitu hormon testosteron. Hormon ini
Oogenesis berlangsung dalam tiga tahap, yaitu
dihasilkan oleh sel Leydig. Kelenjar prostat
tahap penggandaan, pertumbuhan, dan
merupakan kelenjar yang berperan memberikan
pematangan. Saat terjadi ovulasi, oogenesis berada
suasana basa pada cairan sperma. Sel sertoli
dalam tahap pematangan. Pada saat itu, sel telur
sebagai pemberi nutriea spermatozoa. Kelenjar
berupa oosit sekunder. Tahap pematangan Cowper dan vesikula seminalis merupakan
selanjutnya, yaitu pembelahan meiosis II terjadi penghasil cairan yang bersifat basa dan
setelah terjadi fertilisasi. Melalui pembelahan itu, memudahkan gerakan sperma.

Biologi Kelas XI 47
Jawaban: c Keterangan 2 Proses pembentukan sperma disebut
gambar: spermatogenesis.
P = kantong urine untuk menyimpan urine 3 Sperma dihasilkan terus-menerus seumur
sebelum dikeluarkan. hidup.
Q = uretra yaitu saluran reproduksi terakhir dan 4 Produksi sperma dimulai setelah seorang
merupakan saluran kelamin dari vesikula anak laki-laki mengalami pubertas.
seminalis dan saluran urine dari kantong Jawaban: e
kemih. Sel primordial
R = testis, berperan dalam produksi sperma mitosis
dan testosteron.
Oogonia Oogonia
S = vas deferens, saluran yang merupakan
kelanjutan dari epididimis.
Oosit primer
T = kelenjar prostat, memberi suasana basa meiosis I
pada cairan sperma.
Badan polar I Oosit sekunder
Jawaban: a Keterangan meiosis II
gambar.
Badan Badan Badan Ootid
X = epididimis, merupakan saluran berkelok-kelok Polar II Polar II Polar II
yang keluar dari testis. Saluran ini berfungsi Ovum
sebagai tempat penampungan sementara sperma
sebelum dikeluarkan melalui uretra. Jawaban: c
Y = tubulus seminiferus yang di dalamnya Endometrium adalah dinding yang membatasi
terdapat sel induk spermatozoa, sel sertoli uterus. Pada dinding ini terdapat banyak
(pemberi makan spermatozoa), dan sel Leydig pembuluh darah. Saat terjadi kehamilan dinding
(penghasil testosteron). endometrium semakin menebal (bukan
mengalami degenerasi ). Hal ini untuk
Jawaban: b persiapan penanaman zigot dalam uterus.
FSH (follicle stimulating hormone) berperan Jawaban: a
merangsang pembentukan folikel dalam rangka
Setelah masa ovulasi, korpus rubrum berubah
pematangan sel telur (oosit primer). Ovum
menjadi korpus luteum (badan kuning). Korpus
matang yang diselubungi folikel disebut folikel
lu-teum akan menghasilkan hormon
de Graaf. Folikel de Graaf kemudian
progesteron yang berfungsi mempersiapkan
menghasilkan estrogen yang merangsang endometrium menerima embrio. Pada saat ini,
pembentukan endometrium. Proses ini terjadi endometrium semakin tebal dan lembut serta
pada fase praovulasi dari siklus menstruasi. mengandung banyak pembuluh darah.
Jawaban: c Jawaban: b
Bagian kepala sel sperma atau disebut akrosom Oosit sekunder berhenti mengalami pembelahan saat
mengandung enzim hialuronidase, akrosin, dan terjadi ovulasi (pelepasan sel telur). Pembelahan
antifertilisin. Enzim hialuronidase dan akrosin meiosis II ini kemudian dilanjutkan setelah sel telur
berfungsi menembus lapisan pelindung ovum. mengalami fertilisasi. Pada pembelahan lanjutan ini,
Caranya, hialuronidase melarutkan hialuronid
oosit sekunder menghasilkan ootid (haploid) dan badan
pada corona radiata sel telur, sedangkan akrosin
polar II (haploid). Ootid akan mengalami diferensiasi
menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida
menjadi ovum dan badan polar II mengalami
sel telur. Sementara itu, antifertilisin berfungsi
degenerasi.
melekatkan sperma pada sel telur.
Jawaban: b
Jawaban: b
Membran yang melindungi embrio dalam rahim
Pernyataan yang benar mengenai sperma
terhadap goncangan yaitu amnion (Q). Amnion
sebagai berikut.
merupakan membran yang langsung melingkupi
0 Sperma adalah kumpulan sel-sel kelamin pria embrio dalam suatu ruang yang berisi cairan
(spermatozoa). Selama melewati saluran
amnion. Cairan ini berfungsi menjaga embrio agar
reproduksi, sperma akan ditambahkan cairan
dapat bergerak bebas dan melindungi embrio dari
reproduksi untuk kelangsungan hidup
goncangan. Korion (P) merupakan membran terluar
sperma. Sperma yang bercampur dengan
yang tumbuh melingkupi embrio. Korion dengan
cairan reproduksi disebut semen (air mani).
jaringan endometrium membentuk plasenta (S, T)
1 Pembentukan sperma terjadi dalam tubulus yang merupakan pemberi nutrisi bagi embrio. Tali
seminiferus.

Sistem Reproduksi Manusia


pusar (R) menghubungkan janin dengan plasenta. Jawaban: e
Tali pusar ini berfungsi menyalurkan zat makanan 0 Progesteron dihasilkan oleh kelenjar
dan oksigen dari ibu serta mengeluarkan zat-zat gonad. Hormon ini berperan dalam
sisa dari janin untuk dibuang. penebalan dan perbaikan dinding uterus.
Jawaban: e 1 Estrogen dihasilkan oleh kelenjar gonad.
Hormon ini berfungsi menentukan ciri
Setelah masa ovulasi, korpus rubrum berubah pertumbuhan kelamin sekunder pada wanita.
menjadi korpus luteum (badan kuning). Korpus
2 FSH dihasilkan oleh kelenjar pituitari yang
luteum akan menghasilkan hormon progesteron
berfungsi merangsang pematangan folikel
yang berfungsi mempersiapkan endometrium
dalam ovarium dan merangsang pelepasan
menerima embrio. Apabila ovum tidak dibuahi,
hormon estrogen.
korpus luteum akan berubah menjadi korpus
albikans sehingga kadar progesteron dan estro- 3 LH dihasilkan oleh kelenjar pituitari yang
berfungsi memengaruhi pematangan folikel
gen menjadi rendah. Keadaan ini mengakibatkan
dalam ovarium dan merangsang pelepasan
luruhnya endometrium sehingga terjadilah
hormon progesteron.
menstruasi. Setelah terjadi menstruasi, hipofisis
akan mengeluarkan FSH yang berfungsi memacu 4 ACTH dihasilkan oleh kelenjar pituitari
pematangan folikel baru. serta berfungsi merangsang korteks
adrenal untuk memproduksi kortikosteroid.
Jawaban: e 5 Relaksin dihasilkan oleh korpus luteum
0 Ovarium : tempat pembentukan sel telur. pada ovarium dan plasenta. Hormon ini
2) Oviduk : tempat terjadinya fertilisasi. berperan dalam relaksasi serviks dan
1 Fimbriae : untuk menangkap ovum. melonggarkan tulang panggul sehingga
2 Uterus : tempat pertumbuhan dan per- mempermudah persalinan.
kembangan embrio. 6 Oksitosin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.
Jawaban: b Hormon ini berfungsi merangsang
kontraksi otot pada uterus.
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X merupakan fase
pasca-ovulasi. Pada tahap ini, LH merangsang Jawaban: a
folikel yang telah kosong menjadi korpus luteum Gambar pada soal menunjukkan bahwa oosit
(badan kuning). Korpus luteum tetap sekunder (ditunjukkan dengan X) siap dilepas dari
menghasilkan estrogen dan progesteron. ovarium dan akan ditangkap oleh fimbriae untuk
Progesteron bekerja sama dengan estrogen dibawa ke oviduk. Kondisi ini terjadi pada fase
memacu pembentukan endometrium. Progesteron ovulasi dalam siklus menstruasi. Pada fase ini LH
juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan meningkat sehingga merangsang pematangan
pertumbuhan kelenjar susu. Hal ini berguna untuk folikel dan mendorong terjadinya ovulasi.
persiapan penanaman zigot dalam uterus setelah
Jawaban: e
terjadi pembuahan. Apabila sampai akhir fase ini
Akrosom mengandung enzim hialuronidase akrosin,
tidak terjadi pembuahan, akan kembali ke fase
dan antifertilizin. Hialuronidase dan akrosin berfungsi
menstruasi lagi. Selama berlangsungnya siklus
menstruasi, tubuh wanita mengalami perubahan menembus lapisan pelindung ovum. Hialuronidase
hormonal, perubahan ketebalan endometrium, melarutkan hialuronid pada corona radiata sel telur.
dan perubahan suhu tubuh. Akrosin menghancurkan glikoprotein pada zona
pelusida sel telur. Antifertilisin merupakan antigen
Jawaban: b yang berfungsi melekatkan sperma pada sel telur.
FSH merangsang pembentukan folikel yang Bagian ekor berfungsi sebagai alat gerak sperma.
menyelubungi oosit primer hingga matang. Peristiwa Pada pangkal ekor terdapat badan sperma yang
ini terjadi pada fase praovulasi. Pada fase ovulasi mengandung mitokondria. Mitokondria itu berfungsi
terjadi peningkatan kadar estrogen dan terjadi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma.
produksi LH. LH inilah yang merangsang terjadinya
ovulasi. Pada fase pasca-ovulasi/fase luteal LH
merangsang folikel yang telah kosong menjadi Jawaban: e
korpus luteum. Selanjutnya progesteron dan Sakus vitelinus adalah kantong telur yang pertama
estrogen memacu pembentukan endometrium. kali dibentuk dari perluasan lapisan endoderm
Adapun HCG adalah hormon yang dilepaskan oleh (lapisan terdalam pada blastosit). Sakus vitelinus
embrio untuk mempertahankan korpus luteum. merupakan tempat pembentukan sel-sel darah dan
pembuluh darah pertama embrio. Korion dengan

Biologi Kelas XI 49
jaringan endometrium akan membentuk Jawaban: b
plasenta. Amnion dan cairan amnion melindungi Bagian yang ditunjuk huruf P adalah uretra. Bagian
embrio dari pengaruh lingkungan. Alantois ini dapat mengalami peradangan yang disebut
berkembang membentuk tali pusar. uretritis. Peradangan ini diakibatkan oleh Chlamy-dia
trachomatis, Ureplasma urealyticum, dan virus
Jawaban: b
herpes. Orkitis merupakan peradangan pada testis
Ada tiga lapisan jaringan embironal pada fase
yang diakibatkan oleh virus parotis. Epididimitis
gas-trula.
merupakan peradangan pada epididimis oleh bakteri
0 Ektoderm membentuk epidermis kulit dan E. coli dan Chlamydia, sedangkan prostatitis
saraf.
merupakan peradangan pada kelenjar prostat yang
1 Endoderm membentuk saluran dan diakibatkan oleh bakteri E. coli.
kelenjar pencernaan.
2 Mesoderm membentuk rangka, otot, sistem Jawaban: e
peredaran darah, sistem ekskresi, dan HIV dapat ditemukan dalam cairan tubuh penderita
sistem reproduksi. seperti darah, cairan semen, cairan vagina, dan air
susu ibu. Sehubungan dengan hal tersebut, HIV
Jawaban: d Keterangan
dapat ditularkan melalui seks penetratif (anal atau
gambar:
vaginal) dan oral seks; transfusi darah; pemakaian
0 Nomor 1 dan 2 menunjukkan tahap jarum suntik terkontaminasi secara bergantian,
perkembangan spermatogonium.
melalui suntikan narkoba; serta melalui ibu ke anak,
1 Nomor 3 menunjukkan tahap pembentukan selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui.
spermatosit primer.
2 Nomor 4 menunjukkan tahap pembentukan
spermatosit sekunder. Jawaban: c
3 Nomor 5 menunjukkan tahap pembentukan 0 Mioma: tumor jinak yang tumbuh di daerah
spermatid. otot rahim.
Jawaban: a 1 Hipogonadisme: penurunan fungsi testis
akibat rendahnya hormon testosteron.
Candida albicans mengakibatkan keputihan yang
2 Endometriotis: tumbuhnya endometrium di
ditandai keluarnya cairan putih seperti susu, bergumpal
luar uterus, misal pada ovarium atau oviduk.
yang disertai rasa gatal pada alat kelamin. Penyakit
3 Uretritis: peradangan pada uretra yang
pada alat kelamin yang ditandai oleh keluarnya nanah
diakibatkan oleh Chlamydia trachomatis.
sewaktu kencing disebut gonorhoe. Gonorhoe
4 Gonorrhoe: penyakit kelamin menular yang
diakibatkan oleh infeksi Neisseria gonorrhoeae. Her-pes
diakibatkan oleh Neisseria gonorrhoeae.
simplex mengakibatkan penyakit herpes genitalis. HPV
mengakibatkan penyakit kutil kelamin. HIV Jawaban: d
mengakibatkan penyakit AIDS. Amenore adalah gangguan reproduksi pada
wanita yang ditandai tidak terjadinya
Jawaban: b
menstruasi. Amenore dibedakan menjadi dua,
Penyakit sifilis termasuk PMS karena penyakit yaitu amenore primer dan amenore sekunder.
tersebut menular melalui hubungan seksual. 0 Amenore primer adalah tidak terjadinya
Oleh karena itu, tidak berganti-ganti pasangan menstruasi pada wanita sampai usia 17 tahun.
seksual merupakan salah satu cara mencegah
1 Amenore sekunder adalah tidak terjadinya
penularan penyakit ini.
menstruasi pada wanita yang sebelumnya
Jawaban: b telah mengalami menstruasi.
Penyakit gonorhoe diakibatkan oleh Neisseria
gonorrhoeae. Gejala yang dialami penderita 1 Uraian
gonorrhoe yaitu nyeri, merah, bengkak, dan
a. Cairan yang bersifat basa dalam cairan spema
bernanah pada alat kelaminnya. Gejala pada laki- atau semen berfungsi untuk
laki adalah rasa sakit pada saat kencing, mempertahankan kehidupan sperma selama
keluarnya nanah kental kuning kehijauan, ujung melewati saluran reproduksi wanita.
penis tampak merah, dan agak bengkak. Pada
0 Cairan yang bersifat basa ini dihasilkan
perempuan, 60% kasus tidak menunjukkan gejala. oleh tiga kelenjar berikut:
Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing dan 0 vesikula seminalis,
terdapat keputihan kental berwarna kekuningan. 1 kelenjar prostat, dan
Penyakit GO pada laki-laki dan perempuan
2 kelenjar Cowper atau kelenjar bulbouretra.
seringkali mengakibatkan kemandulan.

Sistem Reproduksi Manusia


Spermatogenesis terjadi melalui tiga tahap, yaitu 0 Alantois (Y) merupakan membran pembentuk
tahap penggandaan, tahap pertumbuhan, dan tali pusar (ari-ari). Tali pusar merupakan
tahap pematangan. penghubung antara janin dengan plasenta.
0 Tahap penggandaan, sel primordial
Saat ovulasi, terjadi pelepasan ovum. Ovum bergerak
mengalami pembelahan mitosis berulang-
ke arah uterus melalui tuba fallopii. Di dalam tuba
ulang dan membentuk spermatogonia
fallopii inilah akan terjadi fertilisasi atau
(tunggal = spermatogonium).
pembuahan ovum oleh sel spema dan meng-
1 Tahap pertumbuhan, spermatogonium bersifat
hasilkan zigot. Zigot kemudian mengalami
diploid. Spermatogonia tumbuh dan berkembang
pembelahan sel berulang-ulang. Zigot membelah
membentuk spermatosit primer (diploid).
menjadi dua sel kemudian membelah menjadi
2 Tahap pematangan, spermatosit primer empat sel. Selanjutnya terjadi pembelahan sel
membelah secara meiosis membentuk dua menjadi 32 sel yang berkelompok seperti buah
spermatosit sekunder (haploid). Spermatosit arbei yang disebut morula. Morula mengalami
sekunder kemudian membelah secara meiosis pembelahan membentuk blastula. Blastula terdiri
membentuk empat buah spermatid (haploid). atas sel-sel bagian luar dan sel-sel bagian dalam.
Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi Sel-sel bagian luar disebut tropoblas. Tropoblas
sperma (haploid). Proses pematangan sperma ini kemudian berkembang membentuk plasenta
dipengaruhi oleh hormon testosteron. dan membran kehamilan. Tropoblas membantu
Skema berlangsungnya spermatogonesis implantasi blastula pada endometrium.
sebagai berikut.
Ada beberapa sebab yang memengaruhi gerakan
sperma menuju ovum ditinjau dari sisi sel
2n Sel primordial
sperma dan ovum.
penggandaan

2n Spermatogonium
Mitosis 0 Dari sisi sel sperma
0 dalam cairan sperma, selain terdapat sel
sperma juga terdapat senyawa terlarut
Tahap

yang bersifat basa. Cairan ini bersifat


mempertahankan kehidupan sel sperma
2n 2n Spermatogonium
selama bergerak menuju sel telur. Cairan
Tahap pertumbuhan

yang bersifat basa ini dihasilkan oleh


kelenjar prostat, vesikula seminalis, dan
Spermatosit 2n
primer kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra);
Meiosis
pertama
1 bagian kepala sel sperma mengandung
Spermatosit
n
n
sekunder enzim hialuronidase, akrosin, dan
npematanga

fertilisin yang berperan dalam


Meiosis n
menembus lapisan pelindung sel telur,
n kedua
n n Spermatid sedangkan bagian ekornya mengandung
Diferensiasi Diferensiasi mitokondria yang menyediakan energi
Tahap

untuk pergerakan sel sperma.


n n 1 Dari sisi sel telur
n n
Sel telur yang sewaktu ovulasi dalam
Spermatozoa bentuk oosit sekunder mengandung
senyawa fertilisin yang berfungsi:
Menjelang ovulasi jumlah LH meningkat secara tajam 0 mengaktifkan sel sperma agar
yang dimulai pada hari ke-10. LH berperan bergerak lebih cepat;
merangsang terjadinya ovulasi. Meningkatnya 1 menarik sel sperma melalui
kadar LH ini diakibatkan oleh peningkatan hormon mekanisme kemotaksis positif;
[Link] ovulasi kadar LH dan FSH 2 mengumpulkan sel sperma di
berangsur-angsur turun, sebaliknya produksi es- sekeliling ovum.
trogen dan progesteron meningkat. Estrogen dan
progesteron bekerja sama dalam memacu 1) Organ (1) adalah oviduk (saluran telur). Penyakit
pembentukan endometrium. kelamin atau gangguan yang terjadi pada
organ ini misalnya endometriosis, yaitu
a. Plasenta (X) dibentuk oleh korion dan jaringan tumbuhnya jaringan endometrium di
endometrium ibu. Plasenta berperan dalam saluran telur.
pertukaran gas, makanan, dan pengeluaran Organ (2) adalah ovarium. Organ ini dapat
zat sisa dari metabolisme janin. mengalami gangguan berupa endometriosis.

Biologi Kelas XI 51
0 Organ (3) adalah uterus (rahim). Organ ini Sementara itu, kontrasepsi temporer disebut
dapat mengalami gangguan berupa tumor juga dengan kontrasepsi tidak tetap, yang
pada dinding rahim atau biasa disebut dilakukan dengan tanpa alat bantu dan dengan
mioma (kista). alat bantu. Kontrasepsi ini dapat
mengembalikan kemampuan hamilnya.
Secara ilmiah, nyamuk tidak dapat menularkan vi-rus
HIV/AIDS melalui gigitannya. Walaupun sebelumnya a. Uretra (S), dapat mengalami peradangan yang yang
nyamuk tersebut menggigit penderita HIV/AIDS dinamakan uretritis oleh Chlamydia
kemudian menggigit orang yang sehat. Tetap saja, trachomatis dan Ureplasma urealyticum.
gigitan nyamuk tidak dapat menularkan virus 0 Testis (T), dapat mengalami peradangan pada
HIV/AIDS. Hal Ini disebabkan virus HIV/AIDS tidak salah satu atau kedua testis (buah zakar) yang
dapat berkembang dalam tubuh nyamuk. Berbeda disebut orkitis. Testis juga dapat mengalami
dengan virus malaria misalnya, tubuh nyamuk dapat gangguan berupa penurunan fungsi yang
sebagai tempat hidup virus malaria dalam rantai disebut hipogonadisme. Gangguan ini
perkembangan virus malaria. diakibatkan rendahnya hormon testosteron.

Kontrasepsi permanen disebut juga kontrasepsi mantap,


1 Kelenjar prostat (T), dapat mengalami
peradangan yang disebut prostatitis.
yang dilakukan dengan cara operasi, baik pada
Peradangan ini diakibatkan oleh bakteri E. coli
wanita maupun pria. Kontrasepsi ini bertujuan
menghilangkan kemampuan untuk dapat hamil.

Sistem Reproduksi Manusia


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
menjelaskan struktur dan fungsi jaringan beserta mekanisme sistem pertahanan tubuh;
menjelaskan gangguan dan kelainan pada sistem pertahanan tubuh.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap sistem pertahanan tubuh sebagai ciptaan Tuhan;
berperilaku teliti, cermat, kritis, aktif, dan berani;
menghargai pendapat orang lain dan saling bekerja sama.

Sistem Pertahanan Tubuh pada Manusia

Jenis-Jenis Kekebalan Tubuh dan Gangguan pada


Mekanisme Pertahanan Tubuh Sistem Kekebalan Tubuh

Mendiskusikan mengenai penyakit AIDS untuk Mendiskusikan cara-cara memperoleh kekebalan tubuh.
mengetahui sistem kekebalan tubuh. Mengunjungi pusat kesehatan untuk mengetahui jenis,
Mengamati jaringan yang berperan dalam sistem cara, dan tujuan imunisasi.
pertahanan tubuh. Mengidentifikasi jenis, penyebab, dan cara penanggu-
Mencari informasi tentang mekanisme penularan dan langan kelainan pada sistem pertahanan tubuh.
pembentukan kekebalan tubuh terhadap suatu
penyakit.
Melakukan kegiatan role play mengenai mekanisme
pertahanan tubuh.

Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap sistem pertahanan tubuh ciptaan Tuhan.
Berperilaku teliti, cermat, kritis, aktif, berani, menghargai pendapat orang lain, dan mau bekerja sama.
Mampu menentukan jaringan dan organ yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh.
Mampu mendeskripsikan fungsi sistem pertahanan tubuh.
Mampu menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh.
Mampu menjelaskan hubungan struktur dan fungsi organ dalam sistem pertahanan tubuh.
Mampu menjelaskan tentang jenis-jenis kekebalan tubuh beserta cara memperolehnya.
Mampu menjelaskan kelainan yang terjadi pada sistem pertahanan tubuh.

Biologi Kelas XI 53
melibatkan peran limfosit dan antibodi. Respons
0 Pilihlah jawaban yang tepat!
imun primer akan bekerja ketika ada patogen
Jawaban: b masuk ke tubuh untuk pertama kalinya. Sel B
Terdapat beberapa komponen yang berperan dalam pembelah akan membentuk sel B plasma dan sel
mekanisme pertahanan tubuh nonspesifik. Salah B pengingat. Sel B plasma menghasilkan antibodi
satunya adalah mastosit. Dalam melindungi tubuh untuk mengikat antigen sehingga memudahkan
dari serangan mikrobia asing, mastosit meng- makrofag dalam menghancurkan patogen. Sel B
hasilkan histamin dalam mekanisme inflamasi.
plasma akan mati sedangkan sel B pengingat
Sementara itu, komponen yang berperan dalam
tetap hidup dalam waktu yang lama dan akan
berfungsi jika patogen yang sama menyerang
sistem imun humoral adalah sel darah putih, yaitu
kembali. Respons imun seluler merupakan
limfosit. Monosit akan melakukan mekanisme
respons imun yang melibatkan sel T.
fagositosis. Protein antimikrobia merupakan pro-tein
komplemen yang akan membunuh mikrobia dengan Jawaban: b
membuat lubang pada membran plasma mikrobia. Antibodi dibedakan menjadi lima tipe, yaitu IgD,
Adapun yang berikatan dengan fagosom adalah IgA, IgE, IgG, dan IgM. IgD berfungsi merangsang
lisosom membentuk fagolisosom. pembentukan antibodi oleh sel B plasma. IgA
berfungsi mencegah infeksi pada permukaan
Jawaban: e
epitelium. IgE berfungsi memengaruhi sel untuk
Sel tubuh yang berfungsi dalam mekanisme
melepaskan histamin. IgG berfungsi membentuk
pertahanan tubuh adalah sel darah putih (leukosit).
respons kekebalan sekunder dan membentuk
Sel darah putih terdiri atas dua macam sel, yaitu
kekebalan pasif pada janin. IgM berfungsi
mononuklear dan polimorfonuklear. Setiap sel darah
membentuk respons kekebalan primer.
putih memiliki fungsi yang berbeda dalam sistem
pertahanan tubuh. Sel yang termasuk mononuklear Jawaban: b
yaitu monosit. Monosit berfungsi dalam mekanisme Air mata berperan pada salah satu mekanisme
fagositosis. Sel yang termasuk polimorfonuklear pertahanan tubuh, yaitu pertahanan kimiawi. Air
adalah neutrofil, basofil, eosinofil, dan limfosit. mata mengandung enzim lisozim yang dapat
Neutrofil berfungsi dalam mekanisme fagositosis, menghidrolisis dinding sel bakteri yang dapat
basofil berfungsi dalam reaksi inflamasi, eosinofil mengakibatkan kematian bakteri. Selain air
berfungsi dalam reaksi alergi, dan limfosit berfungsi mata, dalam pertahanan kimiawi juga dilakukan
dalam respons imun spesifik. Jadi, neutrofil berfungsi oleh sekret yang mengandung zat-zat kimia
khusus uantuk mencerna dan menghancurkan yang dapat memberikan suasana asam
bakteri serta sisa jaringan yang mati melalui sehingga menghambat pertumbuhan mikroba.
mekanisme fagositosis. Sementara itu, menghalangi jalan masuknya
patogen ke tubuh merupakan pertahanan fisik.
Jawaban: c
Respons imun sekunder melibatkan aktivitas sel B Jawaban: e
dan antibodi yang beredar dalam cairan darah dan Bakteri penyebab penyakit (patogen) dapat
limfa. Respons imun ini terjadi jika terdapat masuk ke tubuh dan menginfeksi sel-sel tubuh.
patogen yang sama menyerang sehingga sel B Jika sistem imun dapat membunuh bakteri
pembelah akan membelah dengan cepat karena tersebut, tubuh kita tidak akan terserang
terdapatnya memori imunologi yang membantu penyakit. Sebaliknya, apabila bakteri dapat
sistem imun mengenali antigen yang pernah mengalahkan sistem imun, tubuh kita akan
masuk ke tubuh. Respons pertahanan nonspesifik terserang suatu penyakit.
merupakan pertahanan tubuh yang tidak mem- Jawaban: c
bedakan mikrobia patogen satu dengan yang Pada saat kulit tertusuk jarum, akan terjadi respons
lainnya. Respons pertahanan nonspesifik meliputi inflamasi terhadap kerusakan jaringan tersebut.
mekanisme fisik, mekanis, kimiawi, biologis, Jaringan yang terluka akan merangsang mastosit
inflamasi, protein antimikrobia, dan fagositosis.
mengeluarkan histamin dan prostaglandin.
Respons pertahanan spesifik merupakan per-
Selanjutnya, akan terjadi peleburan pembuluh darah
tahanan tubuh terhadap patogen tertentu yang
sehingga meningkatkan kecepatan aliran
masuk ke tubuh. Respons pertahanan spesifik

Sistem Pertahanan Tubuh pada Manusia


darah yang berdampak pada peningkatan Protein antimikrobia merupakan protein yang berperan
permeabilitas. Peningkatan permeabilitas dalam mekanisme pertahanan nonspesifik.
mengakibatkan terjadinya perpindahan sel-sel Protein ini dapat membunuh bakteri penginfeksi
fagosit menuju jaringan yang terinfeksi untuk dengan cara membentuk lubang pada dinding sel
mencerna patogen. dan membran sel bakteri tersebut. Hal ini
2+
0 Jawaban: c mengakibatkan ion-ion Ca keluar dari sel
Protein komplemen membunuh bakteri penginfeksi bakteri. Sementara itu, cairan dan garam-garam
dengan cara membentuk lubang pada dinding sel dari luar bakteri akan masuk ke sel bakteri.
dan membran plasma bakteri tersebut. Hal ini Masuk-nya cairan dan garam ini akan
2+ mengakibatkan sel bakteri hancur.
mengakibatkan ion-ion Ca keluar dari sel bakteri,
sedangkan cairan dan garam-garam dari luar bakteri Pada permukaan saluran pernapasan ditemukan
masuk ke sel bakteri. Masuknya cairan dan garam ini banyak silia. Silia merupakan pertumbuhan dari
mengakibatkan sel bakteri hancur. lapisan eksoderm yang berbentuk seperti rambut
yang relatif pendek dan dapat menimbulkan
1 Jawaban: a
gerakan memukul. Silia berfungsi menyapu
Makrofag akan menjalankan fungsi pertahanan
partikel-partikel berbahaya yang terperangkap
tubuh dengan menangkap dan mencerna
dalam lendir melalui gerakan memukul. Misalnya
bakteri antigen. Dalam makrofag proses
silia pada saluran trakea. Selain silia, saluran
pencernaan dapat berlangsung karena adanya
pernapasan dilengkapi juga dengan rambut-
lisosom yang mengandung enzim-enzim rambut halus yang terdapat pada rongga hidung.
pencernaan. Dengan demikian, lisosom akan Rambut-rambut halus ini berfungsi untuk
melisiskan antigen tersebut dan dikeluarkan menyaring udara yang masuk ke rongga hidung
dari makrofag setelah infeksi berhasil ditangani. dan mengeluarkan partikel yang ikut terhirup.
2 Jawaban: c Kulit yang menjadi bengkak dan merah menunjuk-kan
Nomor 1 menunjukkan proses recognation, sistem pertahanan tubuh berfungsi dengan baik.
mikroba terdeteksi oleh sel fagosit. Nomor 2 Kulit yang tergigit serangga menimbulkan kerusakan
menunjukkan proses ingestion, membran sel jaringan. Tubuh merespons kerusakan tersebut
fagosit menyelubungi seluruh permukaan dengan meradang/bengkak dan memerah
mikrobia dan menelannya ke sitoplasma dalam (inflamasi). Adanya kerusakan ini mengakibatkan
sebuah gelembung fagosom. Nomor 3 patogen mampu melewati pertahanan tubuh untuk
merupakan proses fusi antara fagosom dan menginfeksi sel tubuh. Jaringan yang terinfeksi
lisosom membentuk fagolisosom. Nomor 4 merangsang mastosit mengeluarkan histamin yang
menunjukkan proses digestion, enzim-enzim menyebabkan pembuluh darah melebar. Dengan
yang dihasilkan lisosom mencerna mikrobia demikian, kecepatan aliran darah meningkat
hingga hancur. Nomor 5 menunjukkan proses sehingga mengakibatkan terjadinya perpindahan sel
releasing, pelepasan sisa pencernaan yang
fagosit ke jaringan yang terinfeksi. Akibatnya, daerah
dikeluarkan oleh sel fagosit ke luar sel.
yang terinfeksi menjadi bengkak dan berwarna
merah. Sel-sel fagosit kemudian memakan patogen
0 Kerjakan soal-soal berikut! melalui proses fagositosis.

Virus yang masuk ke tubuh secara alamiah akan dilawan Cara kerja antibodi menginaktivasi antigen sebagai
oleh sistem pertahanan tubuh. Selain melalui berikut.
pembuluh darah, virus masuk ke tubuh melalui kulit 0 Fiksasi komplemen, protein komplemen
dan selaput lendir. Virus yang masuk melalui kulit diaktifkan untuk melawan zat-zat asing
atau selaput lendir menyebabkan sel-sel di sekitar yang masuk ke tubuh.
tempat masuknya virus menjadi terinfeksi. Pada saat 1 Aglutinasi, menggumpalkan partikel dan
itu dihasilkan senyawa yang disebut interferon. zat-zat asing yang mengandung antigen.
Interferon selanjutnya berikatan dengan sel-sel yang 2 Netralisasi, menghalangi tempat
tidak terinfeksi. Sel-sel yang telah berikatan dengan pengikatan virus, membungkus bakteri,
interferon akan membentuk zat yang mampu dan atau opsonisasi.
mencegah virus melakukan replikasi sehingga 3 Presipitasi, mengendapkan antigen yang
serangan virus dapat dicegah. dapat larut.

Biologi Kelas XI 55
Jawaban: e
4 Pilihlah jawaban yang tepat!
Sel T pembantu merupakan target utama infeksi HIV.
Jawaban: c Hal ini dikarenakan pada permukaan sel T pembantu
Kekebalan pasif alami dapat diperoleh melalui terdapat molekul CD4 yang berperan sebagai
pemberian ASI yang pertama (kolostrum). Adapun reseptor bagi HIV. Sel T pembantu ber-tugas
pemberian vaksin merupakan upaya menstimulasi pembentukan sel T pembunuh, sel T
mendapatkan kekebalan aktif buatan. Pemberian supresor, dan sel B plasma. Akibatnya, serangan
serum anti merupakan upaya mendapatkan HIV terhadap sel T pembantu akan menghambat
kekebalan pasif buatan. Infeksi karena virus pembentukan sel B plasma dan jenis sel T lainnya
penyakit dan sakit yang pernah dialami dapat yang berperan dalam sistem imun.
memunculkan kekebalan aktif alami. Jawaban: d
Jawaban: b Artritis reumatoid merupakan penyakit auto-imunitas
Campak merupakan penyakit yang tidak akan yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama
menyerang orang untuk kedua kalinya karena pada sendi. Penyakit ini ditandai dengan radang
setelah terserang campak di dalam tubuh orang pada membran sinovial dan struktur sendi, atrofi
tersebut akan dihasilkan antibodi. Antibodi tersebut otot, serta penipisan tulang. Lupus merupakan
bersifat spesifik, yang hanya bekerja pada anti-gen gangguan kekebalan yang diakibatkan oleh antibodi
penyakit campak. Dengan demikian, orang tersebut yang menyerang jaringan tubuh sendiri. AIDS
memiliki kekebalan terhadap penyakit campak. merupakan kumpulan berbagai penyakit yang
Kekebalan ini disebut kekebalan aktif alami. Adapun disebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
tifus, selesma, diare, dan demam berdarah dapat Alergi merupakan suatu respons yang berlebihan
menyerang untuk kedua kalinya. terhadap suatu senyawa yang masuk ke tubuh.
Addison’s disease disebabkan oleh antibodi yang
Jawaban: c menyerang kelenjar adrenal.
Kekebalan tubuh dapat diperoleh melalui beberapa
cara, salah satunya diperoleh setelah seseorang Jawaban: d
sembuh dari serangan suatu penyakit. Kekebalan Gambar tersebut merupakan struktur HIV yang
tubuh yang diperoleh dengan cara tersebut disebut dapat menyerang manusia dan mengakibatkan
kekebalan aktif alami. Pembentukan kekebalan penyakit AIDS. Bagian yang ditunjuk huruf A
tubuh melalui imunisasi dan vaksinasi disebut adalah reverse transcriptase, sedangkan bagian
kekebalan aktif buatan. Pemberian serum yang ditunjuk huruf B adalah glikoprotein.
merupakan upaya pembentukan kekebalan pasif Jawaban: b
buatan. Pemberian kolostrum akan membentuk Vaksinasi dilakukan untuk membentuk sistem
kekebalan secara pasif alami. kekebalan dengan memasukkan antigen yang
Jawaban: e telah dilemahkan ke tubuh untuk merangsang
Addison’s desease disebabkan oleh antibodi yang pembentukan antibodi. Pemasukan antigen
menyerang kelenjar adrenal. Hal ini mengakibat-kan tersebut akan menyebabkan jumlah leukosit
tubuh kehilangan berat badan, kadar gula menurun, meningkat. Peningkatan leukosit akan meng-
mudah lelah, dan pigmentasi kulit meningkat. akibatkan tubuh menjadi panas dan demam.
Adapun AIDS merupakan kumpulan berbagai Jawaban: c
penyakit yang disebabkan oleh melemahnya sistem Diabetes melitus merupakan gangguan
imun tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh HIV. Artritis kesehatan yang disebabkan oleh antibodi yang
reumotoid merupa-kan penyakit autoimunitas yang menyerang sel-sel beta di pankreas. Hal tersebut
mengakibatkan peradangan pada sendi dalam waktu mengakibatkan tubuh kekurangan hormon insulin
yang lama. Diabetes melitus disebabkan oleh sehingga kadar gula darah meningkat. Myasthe-
antibodi yang menyerang sel-sel beta di pankreas. nia gravis disebabkan oleh antibodi yang
Sel ini ber-fungsi menghasilkan insulin. Hal ini menyerang otot lurik. Addison’s disease
mengakibat-kan tubuh kekurangan insulin sehingga disebabkan oleh antibodi yang menyerang
kadar gula darah meningkat. Myasthenia gravis kelenjar adrenal. Lupus disebabkan oleh antibodi
disebabkan oleh antibodi yang menyerang otot lurik yang menyerang jaringan tubuh sendiri.
mata. Hal ini mengakibatkan otot lurik mengalami Sementara itu, AIDS merupakan penyakit yang
kerusakan. disebabkan oleh infeksi virus HIV.
Sistem Pertahanan Tubuh pada Manusia
Jawaban: d telah mati atau dinonaktifkan, tetapi pada bibit
Jumlah sel T pada orang normal sekitar 1.000 penyakit tersebut masih mempunyai antigen
3
sel/mm darah. Apabila kandungan sel T pada yang kemudian akan direspons oleh sistem
3
seseorang hanya 200 sel/mm darah, kemungkinan imun dengan cara membentuk antibodi.
orang tersebut menderita penyakit AIDS. Jumlah sel Addison’s desease merupakan penyakit yang
T yang terlalu sedikit dalam tubuh penderita AIDS disebabkan oleh gangguan pada sistem imun
mengakibatkan mudah terserang berbagai penyakit saat antibodi yang dihasilkan justru menyerang
sehingga dapat berakibat kematian. sel-sel tubuh sendiri. Dalam hal ini yang diserang
adalah kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal
0 Kerjakan soal-soal berikut! berfungsi menghasilkan hormon adrenalin. Fungsi
hormon ini adalah mengubah gula otot (glikogen)
1 Beberapa orang sering mengalami alergi baik menjadi gula darah (glukosa). Jika kelenjar
karena makanan maupun kondisi lingkungan adrenal diserang oleh antibodi maka hormon
tertentu. Proses terjadinya alergi diawali dengan adrenalin tidak dapat dihasilkan. Dengan
masuknya alergen ke tubuh. Alergen tersebut demikian, glikogen tidak dapat diubah menjadi
akan merangsang sel-sel B plasma untuk glukosa. Hal tersebut mengakibat-kan kadar gula
menyekresi-kan antibodi IgE. Alergen yang masuk darah menurun.
ke tubuh pertama kali tidak akan menimbulkan HIV merupakan virus yang menyerang sel T
gejala alergi. Namun, IgE yang terbentuk akan pembantu. Akibatnya, jumlah sel T pembantu
berikatan dengan mastosit. Akibatnya, ketika semakin berkurang. Berkurangnya jumlah sel T
alergen masuk ke tubuh untuk kedua kalinya, pembantu mengakibatkan proses stimulasi
alergen akan terikat pada IgE yang telah berikatan
pembentukan jenis sel T lain dan sel B plasma
dengan mastosit. Keadaan ini mengakibatkan sel-
juga akan terganggu. Dengan demikian, proses
sel mastosit melepaskan histamin yang berperan
pembentukan antibodi akan terganggu yang
dalam proses pembesaran dan peningkatan
berakibat kemampuan tubuh melawan penyakit
permeabilitas pembuluh darah (inflamasi).
menjadi berkurang.
Respons inflamasi ini mengakibatkan timbulnya
gejala alergi, misal bersin, kulit terasa gatal, mata Sel T pembantu memiliki molekul CD4 pada
berair, hidung berlendir, dan kesulitan bernapas. permukaannya. Molekul CD4 tersebut berperan
sebagai reseptor HIV. Infeksi dimulai ketika
2 Imunisasi merupakan cara pembentukan
molekul glikoprotein yang terdapat pada
kekebalan tubuh. Salah satu cara imunisasi yang
permukaan HIV menempel ke reseptor CD4
dapat dilakukan adalah dengan vaksinasi.
pada permukaan sel T pembantu. Virus
Vaksinasi adalah suatu tindakan untuk
tersebut kemudian masuk ke sel T pembantu
memberikan kekebalan dengan cara memasukkan
secara endositosis dan memulai replikasi.
vaksin ke tubuh manusia untuk mencegah
Selanjutnya, virus-virus baru akan keluar dari
penyakit. Vaksin mengandung bibit penyakit yang
sel T pembantu secara eksositosis.

0 Pilihlah jawaban yang tepat!


dengan menghalangi jalan masuknya patogen.
Pertahanan kimiawi dilakukan oleh sekret seperti
Jawaban: d
Tubuh dapat melindungi diri dari serangan mikrobia keringat dan minyak. Adapun pertahanan biologis
asing melalui pertahanan tubuh nonspesifik dan dilakukan oleh populasi bakteri tidak berbahaya
pertahanan tubuh spesifik. Pertahanan tubuh yang akan berkompetisi dengan bakteri patogen.
nonspesifik di permukaan tubuh dapat dilakukan Jawaban: e
melalui pertahanan fisik, mekanis, kimiawi, dan Inflamasi atau pembengkakan jaringan ditandai
biologis. Pertahanan mekanis dilakukan oleh rambut dengan bengkak karena pembuluh darah mem-
hidung dan silia pada trakea. Rambut hidung akan besar sehingga banyak darah yang mengalir ke
menyaring udara yang dihirup, sedangkan silia akan jaringan tersebut. Gejala inflamasi yang lain
menyapu partikel yang terperangkap dalam trakea. yaitu daerah luka menjadi berwarna kemerahan
Pertahanan secara fisik dilakukan oleh lapisan dan terasa panas serta timbul rasa sakit akibat
terluar tubuh seperti membran mukosa adanya tekanan di bagian reseptor dan saraf.

Biologi Kelas XI 57
Jawaban: e pertahanan mekanis. Interferon mencegah
Nanah merupakan sisa pencernaan fagolisosom virus bereplikasi merupakan mekanisme
yang berupa sel fagosit dan sel-sel tubuh yang telah pertahanan oleh protein komplemen.
rusak. Adapun saliva adalah sekret dari membran
Jawaban: a
mukosa yang mengandung enzim lisozim dan
Antibodi adalah senyawa yang dihasilkan tubuh
berfungsi untuk membunuh bakteri yang masuk
untuk melawan antigen. Suatu antibodi bekerja
bersama makanan. Mukus atau lendir merupakan
spesifik untuk antigen tertentu. Contoh antibodi
sekresi yang dikeluarkan oleh selaput berminyak
cacar hanya bekerja untuk antigen cacar. Oleh
yang melapisi permukaan dalam suatu organ,
karena jenis antigen pada setiap patogen bersifat
misalnya lapisan dalam saluran pencernaan. Darah
spesifik, diperlukan antibodi yang berbeda untuk
adalah cairan yang bersirkulasi di dalam sistem
setiap jenis antigen yang berbeda.
pembuluh darah. Urine merupakan sisa metabolisme
yang diekskresikan oleh ginjal. Jawaban: a
Terdapat dua mekanisme sistem pertahanan tubuh
Jawaban: e manusia yaitu melalui mekanisme pertahanan tubuh
Protein komplemen merupakan jenis protein yang
nonspesifik dan mekanisme pertahanan tubuh
mempertahankan tubuh dengan cara membunuh
spesifik. Tubuh melakukan pertahanan pertama kali
bakteri penginfeksi dengan membentuk lubang
dengan pertahanan nonspesifik. Namun, jika
pada dinding sel dan membran plasma bakteri.
patogen mampu melewatinya tubuh akan melakukan
Adapun sel fagosit merupakan sel yang mem
pertahanan tubuh spesifik. Terdapat dua komponen
pertahankan tubuh dengan jalan mencerna
dalam pertahanan tubuh spesifik yaitu limfosit dan
mikrobia/partikel asing. Antibodi adalah zat yang
antibodi. Adapun lendir, interferon, inflamasi, dan
diproduksi untuk melawan antigen yang masuk ke
bakteri baik merupakan pertahanan tubuh
tubuh. Mastosit adalah sel yang mengandung
nonspesifik.
substansi seperti histamin dan heparin yang dapat
menimbulkan gejala alergi. Limfosit adalah sel Jawaban: a
yang berfungsi dalam respons imun spesifik. 0 IgM berperan dalam respons kekebalan primer.
Jawaban: c 1 IgG berperan dalam respons kekebalan
Sel T supresor berfungsi menghentikan respons sekunder.
imun dengan cara menurunkan produksi antibodi dan 2 IgE berperan untuk merangsang pelepasan
mengurangi aktivitas sel T pembunuh. Sel T supresor histamin dan terlibat dalam reaksi alergi.
bekerja setelah infeksi berhasil ditangani. Adapun sel
3 IgD berperan untuk merangsang
T pembunuh berfungsi membunuh patogen yang
pembentukan antibodi oleh sel B plasma.
4 IgA berperan untuk mencegah infeksi pada
masuk ke tubuh secara langsung. Sel T pembantu
berfungsi menstimulasi pem-bentukan sel B plasma permukaan epitelium.
dan sel T lainnya. Sel B pengingat berfungsi Jawaban: c
mengingat antigen yang pernah masuk ke tubuh. Sel Kekebalan pasif buatan diperoleh dengan cara
B pembelah berfungsi membentuk sel B plasma dan menyuntikkan antibodi yang diekstrak dari satu
sel B pengingat. individu ke tubuh orang lain sebagai serum.
Misalnya dengan pemberian serum antibisa ular
Jawaban: d
pada orang yang digigit ular berbisa. Kekebalan aktif
Inflamasi merupakan respons tubuh terhadap
alami diperoleh setelah seseorang mengalami sakit
kerusakan jaringan. Rusaknya jaringan menyebab-
yang disebabkan karena infeksi atau kuman
kan patogen mampu melewati pertahanan tubuh.
penyakit. Kekebalan pasif alami diperoleh setelah
Jaringan yang terinfeksi merangsang mastosit
menerima antibodi dari luar, misalnya melalui
mengeluarkan histamin dan prostaglandin. Zat
pemberian ASI yang pertama kali. Kekebalan tubuh
tersebut mengakibatkan peningkatan kecepatan
primer adalah serangkaian respons kekebalan tubuh
aliran darah sehingga permeabilitas pembuluh darah
terhadap patogen yang menyerang untuk pertama
meningkat. Kecepatan aliran darah meng-akibatkan
kalinya. Kekebalan tubuh sekunder adalah respons
perpindahan sel-sel fagosit ke jaringan yang
kekebalan tubuh terhadap patogen yang menyerang
terinfeksi/rusak. Selanjutnya, sel-sel fagosit
untuk kedua kalinya.
memakan patogen. Adapun enzim lisozim diproduksi
untuk menghidrolisis dinding sel bakteri merupakan Jawaban: d
sistem pertahanan di permukaan tubuh berupa Kekebalan humoral adalah sistem kekebalan tubuh
pertahanan biologis. Partikel berbahaya diperangkap yang melibatkan sel B dan antibodi. Kerja antibodi
dalam lendir terjadi dalam sistem pertahanan di dalam sistem kekebalan ini meliputi netralisasi,
permukaan tubuh yang berupa aglutinasi, presipitasi, dan fiksasi komplemen.

Sistem Pertahanan Tubuh pada Manusia


Jawaban: d B pengingat akan mengenalinya dan
Fagositosis adalah mekanisme pertahanan yang menstimulasi pembentukan sel B plasma. Sel B
dilakukan oleh sel fagosit dengan cara mencerna plasma akan memproduksi antibodi lebih cepat
partikel asing. Terdapat dua tipe sel fagosit yaitu dan dalam konsentrasi yang lebih tinggi
sel fagosit mononuklear dan polimorfonuklear. sehingga infeksi lebih cepat ditangani.
Contoh fagosit mononuklear adalah monosit.
Jawaban: d
Contoh fagosit polimorfonuklear adalah basofil,
Mekanisme pertahanan tubuh secara alami
cell mast, eosinofil, dan neutrofil.
salah satunya dilakukan secara kimiawi.
Jawaban: a Pertahanan tubuh secara kimiawi dilakukan
Respons kekebalan humoral melibatkan aktivitas sel oleh sekret yang dihasilkan kulit dan membran
B serta antibodi yang terdapat dalam cairan limfa mukosa. Sekret tersebut mengandung zat
dan darah. Sel B plasma akan menghasilkan antibodi kimia yang dapat meng-hambat pertumbuhan
yang selanjutnya mengikat antigen. Hal tersebut me- mikrobia. Contoh sekret yang dihasilkan yaitu:
mudahkan makrofag untuk menghancurkan antigen. 0 produksi minyak oleh kelenjar sebaceus;
Sementara itu, respons kekebalan seluler melibatkan 1 produksi air mata oleh kelenjar lakrimale;
sel T yang menyerang zat asing secara langsung. 2 produksi saliva oleh kelenjar sublingualis;
Apabila infeksi telah diatasi, sel T supresor akan 3 produksi mukus oleh lapisan saluran per-
menghentikan respons imun tersebut. napasan.
Adapun parathormon merupakan hormon yang ber-
Jawaban: b
2+
Jika terjadi infeksi patogen yang sama untuk kedua peran menjaga keseimbangan ion Ca dalam tubuh.
kalinya maka akan muncul sistem imun sekunder. Jawaban: b
Sel B pengingat memiliki tugas untuk mengingat Pada awal-awal terjadi infeksi HIV, jumlah sel T
antigen yang pernah menyerang. Dengan demikian, mengalami peningkatan untuk melawan virus tersebut.
jika terjadi infeksi yang kedua kalinya sel B pengingat Namun jumlah sel T masih normal sehingga sistem
akan menstimulasi pembentukan sel B plasma. Sel B imun masih bekerja dengan baik sampai beberapa
plasma memproduksi antibodi. Respons imun tahun. Akan tetapi, sel T merupakan tar-get utama
sekunder lebih cepat dan konsentrasi antibodi yang infeksi HIV untuk memperbanyak diri. Oleh karena itu,
dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan respons jumlah sel T menjadi berkurang seiring dengan
imun primer karena adanya memori imunologi. bertambahnya waktu infeksi HIV.
Jawaban: b Jawaban: a
Inflamasi adalah reaksi peradangan sebagai akibat
Tipe Limfosit Fungsi
jaringan terinfeksi oleh patogen. Inflamasi merupa-
Sel B plasma Memproduksi antibodi. kan indikasi sistem kekebalan tubuh berjalan normal.
Sel B pembelah Membentuk sel B plasma dan sel B Adapun sistem kekebalan tubuh menurun
pengingat.
menyebabkan patogen menyerang tubuh dengan
Sel T pembunuh Menyerang patogen secara
mudah. Akibatnya tubuh menjadi jatuh sakit. Tanda-
langsung.
Sel T supresor Menghentikan respons imun. tanda terganggunya sistem kekebalan tubuh yaitu
Sel T pembantu Membentuk sel B plasma. infeksi pada saluran pernapasan, munculnya sel
kanker dan tumor, penyembuhan penyakit yang
Jawaban: c lambat, dan infeksi yang tidak cepat sembuh.
Ketika suatu patogen menyerang tubuh untuk Jawaban: c
pertama kalinya, antigen dari patogen tersebut Alergi terjadi karena mastosit melepaskan histamin
akan memicu respons kekebalan primer. Sel B yang berperan dalam pembesaran dan peningkatan
pengingat akan mengingat antigen tersebut. permeabilitas pembuluh darah (inflamasi). Oleh
Apabila patogen yang sama menyerang tubuh karena itu, alergi dapat diatasi dengan pemberian
untuk kedua kalinya, sel B pengingat akan antihistamin. Antihistamin adalah obat yang
menstimulasi sel B pembelah untuk membentuk menghambat atau membebaskan pengaruh histamin
sel B plasma. Sel B plasma yang terbentuk akan dalam tubuh. Vitamin adalah senyawa organik yang
menghasilkan antibodi untuk melawan patogen. salah satunya diperoleh dari tumbuhan dan
Respons ini disebut respons kekebalan sekunder. dibutuhkan dalam jumlah sedikit untuk metabolisme
Jawaban: b dan pertumbuhan normal makhluk hidup. Penisilin
Pada saat infeksi antigen yang pertama akan adalah senyawa antibiotik yang dihasilkan oleh
terbentuk memori imunologi. Apabila terjadi infeksi Penicillium chrysogenum untuk menghambat
antigen yang sama untuk kedua kalinya maka sel pertumbuhan mikrobia tertentu.

Biologi Kelas XI 59
Parasetamol adalah obat untuk menurunkan Antibodi yang menyerang kelenjar adrenal
demam dan penghilang rasa sakit. Antiinterferon menyebabkan Addison’s disease. Antibodi yang
adalah antibodi terhadap interferon yang sering menyerang otot lurik menyebabkan Myasthenia
dipakai untuk memurnikan interferon. gravis.
Jawaban: a Jawaban: d
Autoimunitas merupakan gangguan pada sistem Enzim lisozim merupakan enzim yang berperan
kekebalan tubuh yang disebabkan oleh antibodi yang menghidrolisis dinding sel bakteri. Enzim lisozim
diproduksi menyerang sel-sel tubuh sendiri. dapat ditemukan dalam sekret yang dihasilkan
Penyerangan tersebut disebabkan karena antibodi oleh membran mukosa. Misalnya dalam saliva.
tidak mampu membedakan sel tubuh sendiri dengan Adapun antibodi merupakan zat yang diproduksi
sel asing. Autoimunitas dapat disebabkan oleh untuk melawan antigen yang masuk ke tubuh.
gagalnya proses pematangan sel T di kelenjar timus. Histamin merupakan zat yang berperan dalam
respons inflamasi. Interferon merupakan senyawa
Jawaban: d
yang dihasilkan oleh sel-sel yang terinfeksi virus.
Diabetes melitus disebabkan oleh antibodi yang
Protein komplemen merupakan protein yang
menyerang sel-sel beta di pankreas yang
berfungsi membunuh bakteri penginfeksi dengan
berfungsi menghasilkan insulin. Hal ini
cara membentuk lubang pada dinding sel bakteri.
menyebabkan tubuh kekurangan hormon insulin
sehingga kadar gula darah meningkat. Adapun Jawaban: e
antibodi yang menyerang otot lurik, misal otot lurik Antibodi akan menginaktivasi antigen melalui
mata, dapat mengakibatkan Myasthenia gravis. beberapa cara, yaitu netralisasi, aglutinasi,
Antibodi yang menyerang kelenjar adrenal dapat presipitasi, dan fiksasi. Aglutinasi dilakukan
mengakibatkan Addison's disease. dengan menggumpalkan partikel-partikel antigen
yang dilakukan dengan struktur antibodi yang
Jawaban: e
mampu melakukan pengikatan lebih dari satu an-
Sel T pembantu merupakan limfosit yang
tigen. Netralisasi dengan memblok bagian
berfungsi menstimulasi pembentukan sel B
tertentu antigen. Presipitasi dengan
plasma. Sel yang memproduksi antibodi adalah
mengendapkan anti-gen yang terlarut. Fiksasi
sel B plasma. Sel yang menghentikan respons
dengan mengaktifkan protein komplemen untuk
imun adalah sel T supresor. Sel yang menyerang
menyerang antigen.
patogen secara langsung adalah sel T pembunuh.
Sel yang mengingat antigen yang masuk ke tubuh Jawaban: d
untuk kedua kalinya adalah sel B pengingat. Virus HIV hanya akan menyerang sel T pembantu
karena pada permukaan sel T pembantu terdapat
Jawaban: c
molekul CD4 yang merupakan reseptor virus HIV.
Alergi adalah suatu respons imun yang berlebihan
Glikoprotein yang terdapat pada permukaan virus
terhadap suatu senyawa yang masuk ke tubuh.
HIV akan menempel pada reseptor CD4 sehingga
Alergen yang masuk ke tubuh akan merangsang sel-
dapat melakukan proses endositosis.
sel B plasma untuk menyekresikan antibodi IgE.
Alergi akan timbul apabila IgE berikatan dengan Jawaban: d
mastosit sehingga saat alergen masuk untuk kedua Sistem kekebalan tubuh dapat mengalami
kalinya mastosit akan menyekresikan histamin. beberapa gangguan. Salah satunya adalah
autoimunitas. Autoimunitas merupakan gangguan
Jawaban: d
yang dapat disebabkan oleh gagalnya proses
Lupus dapat terjadi melalui dua cara. Pertama,
pematangan sel T di kelenjar timus. Beberapa
antibodi menyerang jaringan tubuh secara langsung.
penyakit autoimunitas yaitu diabetes melitus,
Kedua, antibodi bergabung dengan antigen
myasthenia gravis, Addison’s disease, dan lupus.
membentuk kompleks imun. Dalam keadaan nor-
Alergi merupakan gangguan karena respons imun
mal, antigen yang terikat pada antibodi akan
yang berlebihan. Adapun AIDS merupakan
dihancurkan oleh sel-sel fagosit. Namun, pada
penyakit karena serangan virus HIV.
penderita lupus, sel fagosit tidak dapat meng-
hancurkan antigen. Jumlah sel fagosit justru
bertambah banyak dan mengeluarkan senyawa 0 Kerjakan soal-soal berikut!
kimia yang dapat menimbulkan peradangan.
Serangan virus terhadap sel T menyebabkan 1 Pertahanan mekanis dilakukan oleh rambut hidung
penyakit AIDS. Antibodi yang menyerang sel-sel dan silia. Rambut hidung berfungsi menyaring udara
penyusun sendi menyebabkan radang sendi. yang masuk ke rongga hidung dari partikel
berbahaya maupun mikrobia. Silia yang terdapat

Sistem Pertahanan Tubuh pada Manusia


pada trakea berfungsi menyapu partikel 3 IgD berfungsi merangsang pembentukan
berbahaya yang terperangkap dalam lendir antibodi oleh sel B plasma.
agar dapat dikeluarkan dari tubuh. 4 IgE berperan dalam reaksi alergi dan
Fagositosis adalah mekanisme pertahanan yang memengaruhi mastosit untuk
dilakukan oleh sel-sel fagosit dengan jalan menghasilkan histamin.
mencerna mikrobia yang masuk ke tubuh. Sel darah putih berfungsi sebagai pertahanan tubuh
Mikrobia yang masuk ke tubuh akan dideteksi oleh terhadap patogen. Beberapa peran sel darah putih
sel-sel fagosit. Setelah mikrobia tersebut dikenali, dalam sistem pertahanan tubuh sebagai berikut.
sel fagosit bergerak menuju partikel tersebut dan 0 Neutrofil berfungsi untuk fagositosis.
melekat dengan reseptor pada membran sel 1 Basofil berfungsi dalam reaksi inflamasi.
fagosit. Ketika mikrobia telah berikatan dengan 2 Eosinofil berfungsi dalam reaksi alergi.
reseptor di membran plasma sel fagosit, membran 3 Limfosit berfungsi dalam respons imun
sel fagosit tersebut akan menyelubungi seluruh spesifik.
permukaan mikrobia dan menelannya ke vakuola 4 Monosit berfungsi dalam fagositosis.
yang disebut fagosom. Lisosom akan berfusi
Respons kekebalan sekunder terjadi lebih cepat dan
dengan fagosom membentuk fagolisosom. Enzim-
lebih besar dibandingkan respons kekebalan primer.
enzim yang terdapat dalam fagolisosom mencerna
Hal ini disebabkan oleh adanya memori imunologi,
mikrobia hingga hancur. Sel fagosit yang masih
yaitu kemampuan sistem imun untuk mengenali
hidup dan sisa mikrobia selanjutnya dikeluarkan
antigen yang pernah masuk ke tubuh. Komponen
dalam bentuk nanah. Nanah merupakan indikator
sistem imun yang berperan dalam memori imunologi
bahwa infeksi telah sembuh.
adalah sel B pengingat. Limfosit jenis ini berfungsi
Sel T pembunuh akan menyerang sel-sel asing untuk mengingat antigen yang pernah masuk ke
(patogen) atau jaringan tubuh yang terinfeksi tubuh dan jenis antibodi yang dapat mengatasi
secara langsung. Ketika sel T pembunuh antigen tersebut. Ketika antigen masuk ke tubuh
kontak dengan antigen pada permukaan sel untuk yang kedua kalinya, sel B pengingat akan
asing, sel T pembunuh akan merusak membran menstimulasi sel B pembelah untuk membentuk sel
sel patogen dengan cara melubanginya. B plasma dalam jumlah banyak. Sel B plasma akan
Akibatnya, sel patogen akan kehilangan membentuk antibodi untuk mengatasi antigen
sitoplasma sehingga sel patogen mati. tersebut. Karena jumlah sel B plasma yang dibentuk
banyak, konsentrasi antibodi yang dihasilkan juga
Respons imun harus dihentikan apabila infeksi
semakin banyak. Oleh karena itu, antigen lebih
telah berhasil ditangani. Apabila tubuh terus-
cepat teratasi.
menerus memproduksi antibodi dan
menstimulasi sel B dan sel T untuk terus Organ-organ pencernaan seperti lambung memiliki
membelah, walaupun tidak dibutuhkan oleh membran mukosa sebagai pembatas mekanis agar
tubuh, komponen sistem imun tersebut dapat mikrobia tidak masuk ke organ tersebut. Selain itu,
menyerang jaringan tubuh sendiri. mikrobia yang berada pada bahan makanan
sebagian sudah dimatikan oleh saliva dalam mulut.
Kekebalan alami merupakan kekebalan tubuh yang
Di dalam lambung, mikrobia yang masih hidup juga
didapatkan karena sifat-sifat genetik yang
dimatikan dengan adanya asam lambung. Di dalam
sudah dimiliki. Kekebalan buatan merupakan
usus terdapat enzim-enzim pencernaan yang juga
kekebalan yang didapatkan secara sengaja
dapat membunuh mikrobia yang merugikan.
melalui perlakuan khusus.
HIV saat menginfeksi akan menggandakan diri. Pada
Dalam tubuh terdapat berbagai tipe antibodi
awal-awal infeksi jumlah sel T masih tinggi dan
dengan peran yang berbeda-beda dalam
jumlah HIV masih rendah. Hal tersebut
mekanisme pertahanan tubuh. Beberapa tipe
menyebabkan sistem imun masih bekerja dengan
antibodi dan perannya dalam mekanisme
baik. Akan tetapi, setelah beberapa tahun jumlah
pertahanan tubuh sebagai berikut.
sel T semakin berkurang, sedangkan jumlah virus
0 IgM berperan dalam memberikan respons
semakin meningkat. Hal tersebut berakibat
kekebalan primer.
terhadap menurunnya sistem imun. Dengan
1 IgG berperan dalam memberikan respons
demikian, gejala AIDS baru muncul setelah
kekebalan sekunder.
beberapa tahun.
2 IgA berfungsi membantu pembentukan
kekebalan pasif pada bayi dan mencegah
infeksi pada permukaan epitelium.

Biologi Kelas XI 61
A. Pilihan Ganda Jawaban: c
Jika konsentrasi oksigen di alveolus tinggi dan
Jawaban: c konsentrasi oksigen dalam darah rendah, akan
Gambar tersebut menunjukkan mekanisme per- mengakibatkan gradien difusi yang cukup
napasan dada. besar. Aliran darah yang cepat juga membantu
0 Fase inspirasi terjadi apabila otot antartulang oksigen keluar dari alveolus sehingga
rusuk bagian luar (interkostal eksternal) kecepatan difusi oksigen dari alveolus ke
berkontraksi, tulang rusuk terangkat sehingga kapiler darah berjalan maksimum.
volume rongga dada membesar. Hal ini
Jawaban: e
mengakibatkan tekanan dalam rongga dada
lebih kecil daripada tekanan udara di luar Pada pernapasan eksternal, sejenis protein dalam
tubuh. Udara masuk memenuhi paru-paru. sel darah merah yang disebut hemoglobin mengikat
oksigen menjadi oksihemoglobin. Pada pernapasan
1 Fase ekspirasi terjadi apabila otot
internal, oksihemoglobin akan terurai kembali
antartulang rusuk bagian dalam (interkostal
menjadi oksigen dan hemoglobin. Selanjutnya,
internal) berkontraksi, tulang rusuk kembali
oksigen berdifusi masuk ke sel-sel tubuh. Hal ini
ke posisi semula sehingga volume rongga
membuktikan bahwa oksihemoglobin dapat mudah
dada mengecil. Hal ini mengakibatkan
terurai menjadi hemoglobin dan oksigen.
tekanan dalam rongga dada lebih besar
daripada tekanan udara di luar tubuh. Jawaban: e
Udara keluar dari paru-paru. Mekanisme inspirasi atau pengambilan udara
Jawaban: b ketika burung sedang terbang yaitu sayap
terangkat sehingga kantong udara pada
Lapisan tengah trakea tersusun dari cincin
pangkal lengan me-ngembang. Akibatnya,
tulang rawan sehingga dapat mempertahankan
udara masuk ke kantong udara di perut.
trakea tetap membuka. Lapisan sebelah dalam
Selanjutnya, udara dialirkan ke paru-paru dan
trakea terdiri atas jaringan epitelium bersilia.
sebagian masuk ke kantong udara sehingga
Lapisan tersebut akan menghasilkan lendir
darah dapat mengambil oksigen dari paru-paru.
yang akan memerangkap debu. Sementara itu,
terjadinya batuk disebabkan oleh gerakan silia Jawaban: a
untuk mengeluarkan debu. Rambut halus pada Lapisan jangat atau dermis mengandung dua
rongga hidung berfungsi menyaring udara yang jenis kelenjar, yaitu kelenjar keringat dan kelenjar
masuk. Epiglotis yang menutup tidak minyak. Kelenjar keringat berfungsi menghasilkan
memungkinkan udara masuk ke trakea. keringat yang akan dikeluarkan oleh tubuh melalui
Jawaban: c pori-pori. Stratum korneum merupakan lapisan
kulit yang paling luar, tersusun dari sel-sel mati
Asidosis merupakan gangguan pernapasan akibat
yang bersifat keras. Stratum lusidum tersusun dari
meningkatnya kadar asam karbonat dan asam
sel-sel yang tidak berinti dan berfungsi mengganti
bikarbonat dalam darah. Asma merupakan gangguan
stratum korneum. Stratum granulosum tersusun
pada rongga saluran pernapasan yang diakibatkan
dari sel-sel yang berinti dan mengandung pigmen
oleh kontraksi otot polos pada bronkus. Asfiksi
melanin. Sementara itu, lapisan adiposa adalah
merupakan gangguan dalam pengangkutan oksigen
lapisan yang mengandung banyak lemak.
ke jaringan. Hipoksia adalah kekurangan oksigen di
dalam darah. Adapun influ-enza adalah radang pada Jawaban: c
selaput mukosa di saluran pernapasan yang Gambar pada soal merupakan struktur nefron.
diakibatkan oleh virus influenza. Bagian yang ditunjuk nomor 1 adalah arteriola
aferen. Nomor 2 adalah arteriola eferen. Nomor 3

Ulangan Akhir Semester


adalah tubulus kontortus distal. Nomor 4 adalah demikian, harus dilakukan cuci darah untuk
glomerulus. Adapun nomor 5 adalah lengkung mengeluarkan sisa metabolisme tersebut.
Henle. Tubulus kontortus distal merupakan tempat Jawaban: e
pembentukan urine sesungguhnya melalui proses
Gambar di atas merupakan struktur sel saraf.
augmentasi. Pada tubulus ini terjadi proses
Bagian bertanda X adalah dendrit. Dendrit
penambahan zat-zat sisa metabolisme pada urine,
berfungsi menghantarkan rangsang ke badan sel
misalnya urea. Jadi, pada bagian inilah urine
saraf. Adapun bagian yang berfungsi
mengandung urea dengan konsentrasi tertinggi.
menghantarkan impuls menjauhi badan sel
Jawaban: e adalah akson. Bagian yang berfungsi melindungi
Salah satu fungsi hati sebagai organ ekskresi adalah neurit adalah selubung mielin. Bagian yang
mengubah arginin menjadi ornitin dan urea dengan berfungsi untuk mengatur kegiatan sel adalah inti
bantuan enzim arginase. Urea akan dibuang melalui sel. Bagian yang mempercepat gerakan impuls
ginjal sedangkan ornitin akan mengikat amonia yang adalah nodus Ranvier.
bersifat racun dan akan dikeluarkan ke empedu dan
Jawaban: a
urine. Adapun fungsi hati yang berkaitan dengan
sistem pencernaan yaitu menyintesis garam-garam
Neuron sensorik memiliki badan sel yang
empedu yang diperlukan untuk mengemulsikan
bergerombol membentuk ganglia. Neuron
lemak dalam usus halus.
sensorik berhubungan dengan alat indra untuk
menerima rangsang. Neuron ini berfungsi untuk
Selain itu, hati berfungsi menghilangkan gugus
meng-hantarkan impuls dari alat indra ke otak
amino dan NH2 dari asam amino sehingga asam atau sumsum tulang belakang sehingga disebut
amino dapat digunakan untuk menghasilkan ATP. neuron indra. Neuron motorik berhubungan
Hati juga berfungsi memecah asam lemak untuk dengan efektor yang berupa otot atau kelenjar.
menghasilkan ATP dan mempertahankan kadar Neuron ini berfungsi membawa impuls dari otak
gula darah normal.
atau sumsum tulang ke otot atau kelenjar tubuh
Jawaban: e sehingga disebut neuron penggerak. Neuron
Urine merupakan zat sisa yang dihasilkan oleh konektor merupakan neuron multipolar. Neuron
ginjal. Pembentukan urine terjadi melalui konektor menghubung-kan sel saraf satu
serangkaian proses, yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan dengan sel saraf lainnya membentuk sinaps.
augmentasi. Proses filtrasi terjadi pada glomeru- Neuron ini berfungsi menerus-kan rangsang
lus dalam kapsula Bowman. Pada proses filtrasi dari neuron sensorik ke neuron motorik.
terjadi penyaringan sel-sel darah dan protein agar Jawaban: d
tidak ikut dikeluarkan. Selanjutnya, proses
Urutan jalannya rangsang seperti di atas menunjuk-
reabsorpsi pada tubulus kontortus proksimal
kan gerak refleks kranialis. Gerak refleks ini terjadi
terjadi penyerapan kembali asam amino, glukosa,
jika neuron penghubung yang dilalui impuls terdapat
asam asetoasetat, dan vitamin. Berikutnya, urine
di otak. Impuls yang melewati otak tidak diolah
tersebut akan mengalami proses augmentasi yaitu
terlebih dahulu sehingga terjadi gerakan yang tidak
penambahan zat-zat seperti garam, urea, dan
disadari. Contoh gerak refleks kranialis yaitu
pigmen empedu. Urine tersebut merupakan urine
mengedipkan kelopak mata saat ada serangga
sesungguhnya yang dikeluarkan oleh tubuh.
mendekati mata. Gerak pada pilihan jawaban a, b,
Dengan demikian, apabila urine yang dikeluarkan
dan e merupakan contoh gerak sadar. Sementara
masih mengandung asam amino dapat
itu, gerak pada pilihan jawaban c merupakan gerak
disimpulkan bahwa terjadi gangguan pada bagian
refleks spinalis. Gerak refleks spinalis terjadi jika
tubulus kontortus proksimal.
neuron penghubung yang dilalui impuls terdapat di
Jawaban: d Keterangan sumsum tulang belakang.
gambar:
Jawaban: e
1 = kulit
2 = paru-paru Reseptor tekanan ditunjukkan oleh nomor 5.
3 = hati Adapun nomor 1 menunjukkan reseptor nyeri.
4 = ginjal Reseptor nyeri berupa ujung saraf bebas yang
5 = kantong kemih terdapat di seluruh jaringan tubuh. Nomor 2
menunjukkan reseptor dingin. Nomor 3
Cuci darah merupakan tindakan yang dilakukan menunjuk-kan reseptor panas. Nomor 4
oleh penderita gagal ginjal. Ginjal yang mengalami menunjukkan reseptor sentuhan.
kerusakan sehingga tidak mampu menyaring zat-
zat sisa metabolisme dalam darah. Dengan

Biologi Kelas XI 63

heru
Jawaban: b dan V adalah spermatid (n). Jadi, pembelahan
Miopi atau rabun jauh adalah kelainan berupa spermatosit primer (2n) menjadi spermatosit
gangguan mata saat melihat benda yang sekunder (n) ditunjukkan oleh huruf T ke U.
letaknya jauh. Miopi terjadi karena lensa mata Jawaban: c
terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang
Bagian yang diberi tanda Y adalah tubulus semi-
sehingga bayangan benda jatuh di depan
niferus. Tubulus seminiferus berfungsi sebagai
retina. Penderita miopi dapat dibantu dengan
tempat pembentukan sperma. Dalam bagian ini
lensa cekung. Lensa mata yang terlalu pipih
terdapat spermatogonium (sel induk spermatozoa),
dan bola mata terlalu pendek merupakan
sel sertoli, dan sel Leydig. Sel sertoli berfungsi
penyebab kelainan mata hipermetropi.
pemberi nutrisi spermatozoa. Sel Leydig sebagai
Jawaban: e penghasil hormon testosteron. Sementara itu,
Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok epididimis sebagai tempat penyimpanan sperma
dalam skrotum yang keluar dari testis, terdapat sementara. Adapun vas deferens berfungsi
sepasang di testis kanan dan testis kiri, dan menyalurkan sperma menuju vesikula seminalis.
ber-fungsi sebagai tempat penyimpanan Jawaban: d
sementara sperma.
Selain peristiwa yang disebutkan dalam pernyataan
Jawaban: b a, b, c, dan e, pada fase praovulasi (fase folikel),
Gambar tersebut merupakan organ reproduksi estrogen memengaruhi serviks untuk menghasilkan
wanita. Bagian yang ditunjuk oleh huruf A cairan basa (bukan cairan asam seperti disebutkan
adalah oviduk. Oviduk berperan sebagai tempat pada pernyataan d). Cairan bersifat basa ini untuk
terjadinya fertilisasi. Oleh karena itu, apabila menetralkan sifat asam dalam serviks sehingga
terjadi pe-nyumbatan pada oviduk akan sperma dapat hidup di dalamnya.
mengganggu proses fertilisasi.
Jawaban: e
Jawaban: e Virus gondongan (mumps) akan menyerang
Keterangan gambar pada soal sebagai berikut. bagian organ reproduksi pria dan
= epididimis, merupakan tempat penampung-an mengakibatkan penyakit orkitis pada testis.
sementara sperma. Pada gambar tersebut organ testis terdapat
= skrotum, merupakan kantong pelindung tes- pada nomor 5. Nomor 1 adalah uretra. Nomor 2
tis yang berfungsi pula sebagai pengatur adalah epididimis. Nomor 3 adalah kelenjar
kestabilan suhu di sekitar testis. prostat. Adapun nomor 4 adalah vas deferens.
= kelenjar prostat, menghasil cairan yang Jawaban: b
bersifat basa untuk ditambahkan pada
Gambar di atas merupakan gambar membran
cairan sperma (cairan semen).
kehamilan. Bagian yang ditunjuk nomor 1 adalah
0 = uretra, merupakan saluran kelamin dari korion. Nomor 2 adalah amnion. Nomor 3 adalah
vesikula seminalis dan saluran kencing
alantois. Nomor 4 adalah tali pusar. Adapun bagian
dari kantong urine.
yang ditunjuk nomor 5 adalah sakus vitelinus.
Jawaban: c Keterangan Amnion adalah kantong berisi cairan yang berfungsi
gambar 1 = Tuba melindungi janin dari tekanan, benturan, dan
fallopii 2 = Ovarium perubahan suhu yang drastis. Korion merupakan
3 = Infundibulum membran terluar pada membran kehamilan. Alantois
4 = Uterus merupakan membran untuk pembentukan tali pusar.
5 = Serviks Tali pusar berfungsi untuk menyalurkan zat makanan
Infundibulum merupakan pangkal oviduk yang dan oksigen dari ibu serta mengeluar-kan zat sisa
berupa corong. Pada infundibulum terdapat yang dihasilkan janin. Sementara itu, sakus vitelinus
fimbriae (jumbai) yang berfungsi untuk berfungsi sebagai tempat pem-bentukan sel darah
menangkap ovum yang sudah matang. Ovum dan pembuluh darah embrio.
yang ditangkap infundibulum selanjutnya masuk Jawaban: c
ke oviduk untuk dibuahi.
Apabila sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma akan
Jawaban: d terjadi pendarahan karena peluruhan sel telur dan
Skema pada soal menunjukkan proses spermato- lapisan dinding endometrium. Setelah menstruasi
genesis. Huruf P adalah sel primordial, Q dan R selesai, hipotalamus akan menghasilkan hormon
adalah spermatogonium (2n), T adalah spermatosit gonadotropin yang merangsang pembentukan
primer (2n), U adalah spermatosit sekunder (n), hormon FSH. Hormon FSH akan merangsang

Ulangan Akhir Semester


pembentukan folikel de Graaf. Folikel tersebut Dalam mekanisme kinerjanya, respons imun
akan menghasilkan hormon estrogen. Hormon sekunder lebih cepat dan konsentrasi antibodi
estrogen tersebut yang akan merangsang yang dihasilkan lebih besar daripada repsons
pembentukan lapisan dinding endometrium. imun primer.
Jawaban: a Jawaban: e
Persalinan diawali dengan kontraksi uterus Antibodi IgE ditemukan terikat pada basofil di
yang dipengaruhi hormon estrogen (dihasilkan dalam sirkulasi darah dan sel mastosit di dalam
oleh plasenta), hormon oksitosin (dihasilkan jaringan yang berfungsi memengaruhi sel untuk
oleh hipofisis ibu dan janin), dan hormon melepaskan histamin dan terlibat dalam reaksi
prostaglandin (dihasilkan oleh membran janin). alergi.
Selain itu, korpus luteum pada ovarium Jawaban: b
menghasilkan hormon relaksin yang berfungsi
Sel-sel yang berperan dalam pertahanan tubuh
melunakkan serviks dan melonggarkan tulang
adalah limfosit, monosit, dan mastosit. Limfosit
panggul. Sementara itu, hormon prolaktin yang
berperan dalam proses fagositosis. Monosit
dihasilkan oleh kelenjar hopifisis akan
berperan dalam menjaga kekebalan tubuh dari
merangsang pertumbuhan kelenjar susu.
infeksi. Mastosit berperan dalam proses alergi.
Jawaban: c Sementara itu, trombosit berperan dalam proses
Pada membran yang melindungi kepala sperma pembekuan darah. Adapun eritrosit berperan
terdapat selubung yang disebut akrosom. Di dalam dalam pengangkutan zat-zat dalam tubuh.
akrosom terdapat enzim hialuronidase, akrosin, dan Jawaban: e
antifertilisin. Enzim hialuronidase dan akrosin
Sistem imun berfungsi melindungi tubuh dari
berperan dalam menembus lapisan pelindung ovum.
serangan patogen. Namun jika mengalami
Adapun antifertilisin merupakan antigen yang
gangguan, sistem ini justru menyerang jaringan
berfungsi melekatkan sperma pada sel telur.
tubuh yang sehat. Peristiwa tersebut dikenal
Jawaban: d sebagai autoimunitas. Contoh kelainan akibat
Protein komplemen adalah protein antimikrobia autoimunitas adalah diabetes melitus. Diabetes
yang melawan bakteri dengan cara menempel melitus disebabkan oleh antibodi yang menyerang
pada dinding sel bakteri dan membuat lubang sel-sel beta di pankreas yang menghasilkan
pada dinding sel. Dengan demikian, air dan insulin. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Cacar
garam-garam mineral masuk ke bakteri dan disebabkan oleh infeksi Measiesvirus. Polio
menyebabkan bakteri lisis. Adapun histamin dan disebabkan oleh Poliovirus. Influenza disebabkan
prostaglandin adalah senyawa yang dihasilkan oleh infeksi Influenzavirus.
oleh mastosit dalam reaksi inflamasi. Mastosit Jawaban: c
adalah sel darah putih yang berperan dalam
Penderita Addison’s disease mengalami gejala-
reaksi inflamasi dengan menghasilkan histamin
gejala berat badan menurun, mudah lelah, terjadi
dan prostaglandin untuk melebarkan pembuluh
peningkatan pigmentasi kulit, dan kadar gula darah-
darah. Neutrofil adalah sel darah putih yang
nya rendah. Kerusakan pada otot lurik merupakan
memiliki fungsi fagositosis yaitu menelan mikrobia.
ciri-ciri orang yang menderita kelainan Myasthe-nia
Jawaban: a gravis. Melemahnya sistem kekebalan tubuh
Demam merupakan suatu kondisi yang ditandai suhu merupakan ciri-ciri penyakit AIDS. Kadar gula darah
tubuh melebihi normal. Demam terjadi karena meningkat terjadi pada penderita diabetes melitus.
makrofag melepaskan senyawa pirogen. Hal ini Jawaban: e
terjadi jika infeksi yang diderita cukup berat.
Senyawa pirogen yang dilepaskan makrofag tersebut
Sel yang memproduksi antibodi yaitu sel B
plasma. Sel yang menghentikan respons imun
berfungsi untuk memberikan sinyal kepada
yaitu sel T supresor. Sel yang menyerang
hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh.
patogen secara langsung yaitu sel T
Jawaban: c pembunuh. Sel yang mengingat antigen yang
Respons imun primer dan respons imun sekunder masuk ke tubuh yaitu sel B pengingat.
keduanya merupakan respons imun yang Jawaban: e
diperantarai oleh antibodi. Limfosit yang berperan
Antigen A dan B dikenali oleh antibodi yang sama,
pada kedua respons tersebut adalah sel B.
sedangkan antigen C dikenali oleh antibodi yang
Keduanya juga menghasilkan antibodi spesifik.
berbeda. Saat antigen A masuk ke tubuh untuk

Biologi Kelas XI 65

heru
pertama kalinya akan terbentuk memori imunologi koana membuka, sedangkan celah tekak menutup
yang mengingat jenis antibodinya. Oleh karena sehingga otot rahang bawah dan otot geniohioideus
itu, saat antigen B yang dikenali oleh antibodi berkontraksi. Akibatnya, rongga mulut mengecil dan
yang sama seperti antigen A masuk akan udara yang mengandung banyak karbon dioksida
terbentuk respons pertahanan tubuh karena terdorong keluar melalui koana.
adanya memori imunologi di dalam tubuh.
Penyerapan glukosa yang terdapat pada filtrat
Respons terhadap anti-gen B tersebut merupakan
glomerulus berlangsung di tubulus proksimal dan
respons pertahanan tubuh sekunder. Sementara
akan dihasilkan urine sekunder. Dengan demikian,
itu, respons terhadap antigen A dan C merupakan
pada urine sekunder tidak ditemukan lagi glukosa.
respons pertahanan tubuh primer.
Penyerapan glukosa tersebut perlu dilakukan karena
Jawaban: e glukosa merupakan zat yang diperlukan oleh sel-sel
Kekebalan pasif merupakan kekebalan yang tubuh sebagai bahan baku metabolisme sel
diperoleh setelah menerima antibodi dari luar. (respirasi seluler). Apabila di dalam urine sekunder
Kekebalan pasif buatan dapat diperoleh dengan masih terdapat glukosa, menunjukkan terjadinya
melakukan injeksi imunoglobulin ke tubuh. kerusakan pada tubulus kontortus proksimal. Tu-
Sementara itu, vaksinasi dengan virus yang bulus kontortus proksimal tidak mampu menyerap
dilemahkan merupakan cara memperoleh glukosa dengan sempurna sehingga konsentrasi
kekebalan secara aktif buatan. Transfer nutrisi glukosa dalam urine sekunder sangat tinggi.
dapat memberikan kekebalan tubuh dari ibu
kepada janin secara aktif alami. Pembentukan Impuls dari suatu neuron dapat berpindah
(diteruskan) ke neuron lain melalui celah sinaps
antibodi akibat paparan antigen merupakan cara
(sinapsis). Jika impuls telah sampai di membran
mendapatkan kekebalan tubuh secara aktif alami.
prasinapsis, vesikel-vesikel akan menuju membran
Jawaban: d 2+
prasinapsis karena pengaruh Ca yang masuk
Sel B dan sel T dibentuk di sumsum tulang. ke bonggol sinapsis. Selanjutnya, vesikel-vesikel
Akan tetapi, proses pematangan sel B dan sel T tersebut akan melepaskan zat neurotransmiter.
berlangsung pada tempat yang berbeda. Sel B Zat ini berfungsi menghantarkan impuls ke ujung
mengalami pematangan di sumsum tulang, dendrit neuron berikutnya.
sedangkan sel T mengalami pematangan di
kelenjar timus. Daun telinga mengumpulkan gelombang suara
untuk disalurkan ke saluran telinga luar.
Jawaban: a Selanjutnya, gelombang suara akan menyentuh
Beberapa substansi tubuh mengandung tipe antibodi dan menggetarkan membran timpani. Getaran
tertentu yang berperan dalam mekanisme tersebut akan diteruskan ke tulang
pertahanan tubuh. Misalnya air mata, air ludah, dan pendengaran. Getaran pada tulang
keringat mengandung antibodi IgA. Sementara itu, pendengaran akan menyebabkan tingkap
darah mengandung antibodi IgG. Adapun permukaan jorong bergetar sehingga cairan limfe pada
limfosit mengandung antibodi IgD. skala vestibuli ikut bergetar. Getaran perilimfe
pada skala vestibuli akan melintasi membran
0 Uraian vestibularis sehingga menggetarkan membran
basilaris. Akibatnya, sel rambut akan bergetar
Respirasi pada katak terjadi melalui dua meka-nisme,
terhadap membran tektorial dan menimbulkan
yaitu inspirasi dan ekspirasi. Mekanisme inspirasi
impuls yang akan disampaikan ke saraf otak ke
bermula saat otot sternohiodeus ber-kontraksi
VIII lalu ke korteks otak bagian pendengaran
sehingga rongga mulut mengecil. Selanjutnya, koana untuk diinterpretasikan. Dengan demikian,
menutup dan otot sub-mandibularis serta manusia dapat mendengar bunyi tersebut.
geniohiodeus berkontraksi mengakibatkan rongga
mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut Apabila ovum tidak dibuahi oleh sperma maka korpus
mendorong oksigen masuk ke paru-paru melalui luteum akan menghentikan produksi hormon
celah-celah. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas. estrogen dan progesteron. Akibatnya, ovum terlepas
Oksigen diikat darah dan karbon dioksida dari dinding uterus yang menebal (en-dometrium).
dilepaskan. Adapun mekanisme ekspirasi bermula Terlepasnya ovum mengakibatkan endometrium
saat otot rahang bawah berelaksasi, sedangkan otot meluruh. Peluruhan endometrium menyebabkan
perut dan sternohioideus berkontraksi. Hal ini dinding uterus kembali menipis seperti semula.
mengakibatkan paru-paru mengecil dan udara Peluruhan pada endometrium yang mengandung
tertekan keluar paru-paru dan masuk ke rongga pembuluh darah menyebabkan pendarahan.
mulut. Selanjutnya, Peristiwa ini disebut fase menstruasi.

Ulangan Akhir Semester


Pembentukan sperma memerlukan suhu rendah (di Sel kanker bersifat antigenik pada sistem imunitas tubuh
bawah suhu tubuh). Pembentukan sperma manusia sehingga adanya sel-sel kanker akan
berlangsung di dalam testis. Testis dilindungi oleh menimbulkan respons imun dalam tubuh. Apabila
kantong yang disebut skrotum. Salah satu dalam tubuh terdapat sel-sel kanker, sel T pembantu
penyusun skrotum adalah otot lurik yang berfungsi akan menstimulasi sel B untuk membelah dan
mengatur suhu di sekitar testis agar selalu stabil memproduksi antibodi. Selain itu, sel T pembantu
(1–8°C lebih dingin dibandingkan suhu tubuh). juga mengaktivasi sel T pembunuh dan sel T
Pengaturan suhu dilakukan dengan mengeratkan supresor, serta mengaktivasi makrofag untuk bersiap
atau melonggarkan skrotum sehingga testis dapat memfagosit sel-sel kanker. Jika sel-sel kanker telah
bergerak mendekat atau menjauhi tubuh. Testis mati, sel T supresor akan me-nurunkan dan
akan diangkat mendekati tubuh pada suhu rendah menghentikan sistem imun.
dan bergerak menjauh pada suhu tinggi. Dengan
pengaturan tersebut, sperma dapat diproduksi Setelah infeksi berhasil ditanggulangi, beberapa
dalam testis. neutrofil dan sel fagosit lainnya akan mati seiring
dengan matinya sel-sel tubuh dan patogen. Sel-
Tes kehamilan yang dilakukan melalui uji urine sel fagosit yang sudah mati dan sel-sel tubuh
hasilnya bersifat kualitatif. Jadi, hasilnya dapat yang rusak selanjutnya akan membentuk nanah.
positif (hamil) atau negatif (tidak hamil). Padahal Terbentuknya nanah merupakan indikator bahwa
HCG juga dapat dideteksi pada urine wanita yang infeksi telah sembuh.
mengalami keguguran. Bedanya, pada kehamilan
Ketika virus memasuki tubuh, sel-sel yang terinfeksi
normal kadar HCG semakin meningkat,
oleh virus akan menghasilkan interferon.
sedangkan pada keguguran kadar HCG rendah
Interferon selanjutnya akan berikatan dengan sel-
dan cenderung menurun. Oleh karena itu, jika
sel yang tidak terinfeksi. Sel-sel yang telah
mendeteksi ke-hamilan berdasarkan pada kadar
berikatan dengan interferon akan membentuk zat
HCG sebaiknya dilakukan melalui tes darah
yang mampu mencegah replikasi virus. Dengan
karena dapat diketahui kadar HCG-nya.
demikian, serangan virus dapat dicegah.

Biologi Kelas XI 67
h
e
r
u
SILABUS
Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan
Mata Pelajaran : Biologi
Satuan Pendidikan : SMA/MA
Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Inti : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, dan
damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam, serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Alokasi
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu

1.1 Mengagumi keteraturan dan • Rajin beribadah se- Sistem Pernapasan • Melakukan pengamatan Pengamatan Sikap 12 jp • Buku PR Biologi
kompleksitas ciptaan Tuhan bagai wujud rasa pada Manusia dan mengenai organ-organ per- • Saat pembelajaran Kelas XI Semester 2,
tentang struktur dan fungsi syukur terhadap Hewan napasan manusia melalui berlangsung PT Intan Pariwara.
sel, jaringan, organ penyusun kompleksitas dan • Sistem Pernapasan gambar. • Saat melakukan • Buku PG PR Biologi
sistem dan bioproses yang keteraturan mengenai pada Manusia • Melakukan pengamatan pengamatan Kelas XI Semester 2,
terjadi pada makhluk hidup. mekanisme sistem • Sistem Pernapasan mengenai struktur jaringan • Saat mengerjakan PT Intan Pariwara.
pernapasan yang telah pada Hewan penyusun paru-paru. tugas • Lembar Kerja
diciptakan Tuhan. • Melakukan percobaan Praktikum dan
untuk membuktikan udara Lembar Peng-
hasil pernapasan. amatan Siswa.
• Melakukan percobaan • Alat dan bahan yang
mengenai pengukuran digunakan untuk
kapasitas paru-paru. mengidentifikasi
Biologi Kelas

• Melakukan diskusi mengenai struktur jaringan


sistem pernapasan pada penyusun paru-paru.
hewan. • Alat dan bahan
• Melakukan percobaan me- yang digunakan
ngenai pengukuran volume untuk membuktikan
udara pernapasan pada udara hasil per-
XI

belalang. napasan.
239
Alokasi
240
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, • Memiliki sikap ber- Pengamatan Sikap • Alat dan bahan
Silabus

tekun, jujur terhadap data tanggung jawab, rasa • Saat pembelajaran yang digunakan
dan fakta, disiplin, tanggung ingin tahu yang tinggi, berlangsung untuk mengukur
jawab, dan peduli dalam cermat, dan teliti • Saat melakukan kapasitas paru-
observasi dan eksperimen, dalam setiap kegiatan. pengamatan paru.
berani dan santun dalam • Saat mengerjakan • Buku referensi:
mengajukan pertanyaan dan tugas CliffAP Biologi
berargumentasi, peduli Edisi Kedua, PT
lingkungan, gotong royong, Pakar Raya.
bekerja sama, cinta damai, • Media elektronik
berpendapat secara ilmiah (internet).
dan kritis, responsif dan
proaktif dalam dalam setiap
tindakan dan dalam melaku-
kan pengamatan dan per-
cobaan di dalam kelas/
laboratorium maupun di luar
kelas/laboratorium.

3.8 Menganalisis hubungan • Mampu menjelaskan Tes Tertulis


antara struktur jaringan organ-organ yang • Pilihan Ganda
penyusun organ pada sistem berperan dalam sistem • Uraian
respirasi dan mengaitkannya pernapasan.
dengan bioprosesnya se- • Mampu menjelaskan Tes Unjuk Kerja
hingga dapat menjelaskan struktur jaringan pe- • Tes Uji Petik Kerja
proses pernapasan serta nyusun paru-paru. Prosedur
gangguan fungsi yang • Mampu menjelaskan • Rubrik
mungkin terjadi pada sistem udara hasil pernapas-
respirasi manusia melalui an.
studi literatur, pengamatan, • Mampu menjelaskan
percobaan, dan simulasi. mengenai pengukuran
kapasitas paru-paru.
• Mampu menjelaskan
mengenai penyakit-
penyakit pada sistem
pernapasan akibat
kebiasaan merokok
dan pengaruh udara
tercemar.
• Mampu menjelaskan
pengaruh merokok
terhadap kesehatan
pernapasan.
• Mampu menjelaskan
sistem pernapasan
pada hewan.
Alokasi
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu

• Mampu menjelaskan
tentang pengukuran
volume udara per-
napasan pada belalang.

4.8 Menyajikan hasil analisis • Mampu menjelaskan Portofolio


tentang kelainan pada struktur mengenai penyakit- Kumpulan laporan dan
dan fungsi jaringan organ penyakit pada sistem produk
pernapasan/respirasi yang pernapasan akibat
menyebabkan gangguan kebiasaan merokok
sistem respirasi manusia dan pengaruh udara
melalui berbagai bentuk media tercemar.
presentasi.

4.9 Merencanakan dan melak- • Mampu menjelaskan Portofolio


sanakan pengamatan pe- pengaruh merokok Kumpulan laporan dan
ngaruh pencemaran udara terhadap kesehatan produk
dan mengolah informasi pernapasan.
beberapa risiko negatif
merokok pada remaja untuk
menentukan keputusan.
Biologi Kelas XI
241
242
SILABUS
Sistem Ekskresi
Silabus

Mata Pelajaran : Biologi


Satuan Pendidikan : SMA/MA
Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Inti : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, dan
damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Alokasi
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu

1.1 Mengagumi keteraturan dan • Rajin beribadah se- Sistem Ekskresi • Mendiskusikan letak, Pengamatan Sikap 12 jp • Buku PR Biologi
kompleksitas ciptaan Tuhan bagai wujud rasa • Sistem Ekskresi pada struktur, dan mekanisme • Saat pembelajaran Kelas XI Semester 2,
tentang struktur dan fungsi syukur terhadap Manusia kerja organ-organ ekskresi berlangsung PT Intan Pariwara.
sel, jaringan, organ penyusun sistem ekskresi cipta- • Sistem Ekskresi pada melalui pengamatan peta • Saat melakukan • Buku PG PR Biologi
sistem dan bioproses yang an Tuhan. Hewan pikiran. pengamatan Kelas XI Semester 2,
terjadi pada makhluk hidup. • Mencari informasi tentang • Saat mengerjakan PT Intan Pariwara.
organ ginjal dan mekanis- tugas • Alat dan bahan
me ekskresi yang terjadi di yang digunakan
1.2 Menyadari dan mengagumi • Memiliki pola pikir dalamnya. Pengamatan Sikap untuk mengiden-
pola pikir ilmiah dalam ilmiah dan rasa ingin • Mengidentifikasi perbeda- • Saat pembelajaran tifikasi perbedaan
kemampuan mengamati tahu yang tinggi an struktur ginjal sapi berlangsung struktur ginjal sapi
bioproses. mengenai mekanisme dengan ginjal manusia. • Saat melakukan dengan ginjal
sistem ekskresi. • Melakukan pengujian pengamatan manusia.
kandungan urine. • Saat mengerjakan • Alat dan bahan yang
• Mengidentifikasi struktur tugas digunakan untuk
sel penyusun jaringan menguji kandungan
1.3 Peka dan peduli terhadap • Memiliki sikap peka nefron, alveolus, dan kulit. Pengamatan Sikap urine.
permasalahan lingkungan dan peduli serta • Membuat media pem- • Saat pembelajaran
hidup, menjaga dan me- bertanggung jawab belajaran mengenai organ- berlangsung
nyayangi lingkungan sebagai terhadap lingkungan organ ekskresi. • Saat melakukan
manifestasi pengamalan yang berkaitan dengan pengamatan
ajaran agama yang dianut- sistem ekskresi. • Saat mengerjakan
nya. tugas
Alokasi
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, • Memiliki sikap jujur, • Mencari informasi tentang Pengamatan Sikap • Alat dan bahan
tekun, jujur terhadap data dan cinta damai, tekun, gangguan dan penyakit • Saat pembelajaran yang digunakan
fakta, disiplin, tanggung kritis, ilmiah, serta mau yang menyerang organ-or- berlangsung untuk mengiden-
jawab, dan peduli dalam bekerja sama dalam gan ekskresi. • Saat melakukan tifikasi struktur sel
observasi dan eksperimen, setiap kegiatan. • Membuat kliping mengenai pengamatan penyusun jaringan
berani dan santun dalam kasus cuci darah yang • Saat mengerjakan nefron, alveolus,
mengajukan pertanyaan dan dilakukan penderita gagal tugas dan kulit.
berargumentasi, peduli ginjal. • Buku referensi:
lingkungan, gotong royong, • Mendiskusikan mekanis- Pustaka Sains
bekerja sama, cinta damai, me ekskresi pada ikan. tersambung
berpendapat secara ilmiah • Mendiskusikan mekanisme Internet Buku
dan kritis, responsif dan pro- ekskresi pada Planaria. Lengkap Tentang
aktif dalam setiap tindakan • Mendiskusikan mekanis- Tubuh Kita Volume
dan dalam melakukan peng- me ekskresi pada cacing 2 dan CliffAP
amatan dan percobaan di tanah. Biologi Edisi
dalam kelas/laboratorium • Mendiskusikan mekanisme Kedua, PT Pakar
maupun di luar kelas/ ekskresi pada serangga. Raya.
laboratorium. • Mendiskusikan mekanis- • Media elektronik
me ekskresi pada katak, (internet).
3.9 Menganalisis hubungan • Menjelaskan letak, kadal, dan burung. Tes Tertulis
antara struktur jaringan struktur, dan mekanis- • Pilihan Ganda
penyusun organ pada sistem me kerja organ-organ • Uraian
ekskresi dan mengaitkannya ekskresi melalui peng- Tes Unjuk Kerja
dengan proses ekskresi amatan peta pikiran. • Tes Uji Petik Kerja
sehingga dapat menjelaskan • Menjelaskan tentang Prosedur
mekanisme serta gangguan organ ginjal dan me- • Rubrik
fungsi yang mungkin terjadi kanisme ekskresi
pada sistem ekskresi yang terjadi di dalam-
manusia melalui studi nya.
literatur, pengamatan, per- • Menjelaskan kandung-
cobaan, dan simulasi. an urine.
• Menjelaskan struktur
sel penyusun jaringan
nefron, alveolus, dan
kulit.
• Menjelaskan organ-
organ ekskresi melalui
Biologi Kelas XI

pembuatan media
pembelajaran.
• Menjelaskan tentang
gangguan dan penyakit
yang menyerang organ-
organ ekskresi.
243
Alokasi
244
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu
Silabus

• Menjelaskan tentang
kasus cuci darah yang
dilakukan penderita
ginjal.
• Menjelaskan mekanis-
me ekskresi pada ikan.
• Menjelaskan mekanis-
me ekskresi pada
Planaria.
• Menjelaskan mekanis-
me ekskresi pada
cacing tanah.
• Menjelaskan mekanis-
me ekskresi pada
serangga.
• Menjelaskan mekanis-
me ekskresi pada katak,
kadal, dan burung.

4.10 Menyajikan hasil analisis • Menjelaskan tentang Portofolio


tentang kelainan pada struktur gangguan dan penyakit Kumpulan laporan dan
dan fungsi organ yang yang menyerang produk
menyebabkan gangguan organ-organ ekskresi.
sistem ekskresi manusia • Menjelaskan tentang
melalui berbagai bentuk kasus cuci darah yang
media presentasi. dilakukan penderita
ginjal.
SILABUS
Sistem Koordinasi Manusia
Mata Pelajaran : Biologi
Satuan Pendidikan : SMA/MA
Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Inti : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, dan
damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Alokasi
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar

1.1 Mengagumi keteraturan dan • Mengagumi ciptaan Sistem Koordinasi • Mendiskusikan mekanis- Pengamatan Sikap 16 jp • Buku PR Biologi
kompleksitas ciptaan Tuhan Tuhan Yang Maha Manusia me kerja sistem koordinasi • Saat pembelajaran Kelas XI Semester 2,
tentang struktur dan fungsi Esa tentang sistem • Sistem Saraf dan manusia. berlangsung PT Intan Pariwara.
sel, jaringan, organ penyusun koordinasi manusia Sistem Endokrin • Mengidentifikasi struktur • Saat melakukan • Buku PG PR Biologi
sistem dan bioproses yang yang berperan dalam (Hormon) sel saraf. pengamatan Kelas XI Semester 2,
terjadi pada makhluk hidup. proses kehidupan • Sistem Indra • Melakukan demonstrasi • Saat mengerjakan PT Intan Pariwara.
sebagai manifestasi • Gangguan dan gerak biasa dan gerak tugas • Lembar Kerja
rasa syukur atas Pengaruh NAPZA refleks. Praktikum dan
karuniaNya. terhadap Sistem • Mendiskusikan berbagai Lembar Peng-
Koordinasi Manusia jenis alat indra manusia. amatan Siswa.
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, • Memiliki karakter jujur, • Melakukan demostrasi Pengamatan Sikap • Alat dan bahan
tekun, jujur terhadap data bertanggung jawab, untuk menentukan letak • Saat pembelajaran yang digunakan
dan fakta, disiplin, tanggung rasa ingin tahu yang bintik buta pada mata. berlangsung untuk mengiden-
jawab, dan peduli dalam tinggi, dan teliti dalam • Mengidentifikasi letak • Saat melakukan tifikasi struktur sel
observasi dan eksperimen, melakukan berbagai reseptor pengecap pada pengamatan saraf.
berani dan santun dalam kegiatan praktikum. lidah. • Saat mengerjakan • Alat dan bahan
Biologi Kelas XI

mengajukan pertanyaan dan • Menganalisis hubungan tugas yang digunakan


berargumentasi, peduli NAPZA dengan sistem untuk menentukan
lingkungan, gotong royong, koordinasi manusia. letak reseptor peng-
bekerja sama, cinta damai, • Membuat poster anti- ecap pada lidah.
berpendapat secara ilmiah narkoba.
dan kritis, responsif dan
245

proaktif dalam dalam setiap


tindakan dan dalam me-
lakukan pengamatan dan
Alokasi
246
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu
Silabus

percobaan di dalam kelas/ • Buku referensi: Materi


laboratorium maupun di luar Biologi! Volume 7
kelas/laboratorium. Tubuh Manusia,
PT Pakar Raya.
3.10 Menganalisis hubungan • Mampu menjelaskan Tes Tertulis • Media elektronik
antara struktur jaringan struktur dan fungsi • Pilihan Ganda (internet).
penyusun organ pada sistem saraf. • Uraian
sistem koordinasi dan • Mampu membedakan
mengaitkannya dengan gerak biasa dan gerak
proses koordinasi sehingga refleks.
dapat menjelaskan peran • Mampu menjelaskan
saraf dan hormon dalam struktur dan fungsi
mekanisme koordinasi dan sistem endokrin.
regulasi serta gangguan • Mampu menjelaskan
fungsi yang mungkin terjadi struktur dan fungsi
pada sistem koordinasi sistem indra.
manusia melalui studi • Mampu menentukan
literatur, pengamatan, letak bintik buta pada
percobaan, dan simulasi. mata.
• Mampu menentukan
letak reseptor pe-
ngecap pada lidah.

3.11 Mengevaluasi pemahaman • Mampu menjelaskan Tes Unjuk Kerja


diri tentang bahaya peng- gangguan dan pe- • Tes Uji Petik Kerja
gunaan senyawa psikotropika ngaruh NAPZA pada Prosedur
dan dampaknya terhadap sistem koordinasi • Rubrik
kesehatan diri, lingkungan, manusia.
dan masyarakat.

4.11 Menyajikan hasil analisis • Mampu menyajikan Portofolio


tentang kelainan pada laporan hasil kegiatan Kumpulan laporan dan
struktur dan fungsi saraf dan praktikum. produk
hormon pada sistem
koordinasi yang disebabkan
oleh senyawa psikotropika
yang menyebabkan gang-
guan sistem koordinasi
manusia dan melakukan
kampanye antinarkoba pada
berbagai media.

4.12 Melakukan kampanye anti- • Mampu berperan aktif Portofolio


narkoba melalui berbagai dalam mengkampanye- Kumpulan laporan dan
bentuk media komunikasi kan bahaya narkoba produk
baik di lingkungan sekolah menggunakan media
maupun masyarakat. informasi tertentu.
SILABUS
Sistem Reproduksi Manusia
Mata Pelajaran : Biologi
Satuan Pendidikan : SMA/MA
Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Inti : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, dan
damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Alokasi
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu

1.1 Mengagumi keteraturan dan • Rajin beribadah se- Sistem Reproduksi • Menyaksikan video me- Pengamatan Sikap 14 jp • Buku PR Biologi
kompleksitas ciptaan Tuhan bagai wujud rasa syukur Manusia ngenai proses pembentuk- • Saat pembelajaran Kelas XI Semester 2,
tentang struktur dan fungsi terhadap Tuhan karena • Struktur dan Fungsi an janin dalam rahim. berlangsung PT Intan Pariwara.
sel, jaringan, organ penyusun telah menciptakan Organ Reproduksi • Melakukan pengamatan • Saat melakukan • Buku PG PR Biologi
sistem dan bioproses yang organ-organ reproduksi Manusia gambar mengenai struktur pengamatan Kelas XI Semester 2,
terjadi pada mahluk hidup. yang sempurna. • Kesehatan Re- organ reproduksi pria. • Saat mengerjakan PT Intan Pariwara.
produksi, Program • Mengidentifikasi struktur tugas • Lembar Kerja
KB, dan Masalah jaringan testis. Praktikum dan
1.2 Menyadari dan mengagumi • Pandai bersyukur atas Kependudukan. • Melakukan pengamatan Pengamatan Sikap Lembar Peng-
pola pikir ilmiah dalam dikaruniainya pola pikir gambar mengenai struktur • Saat pembelajaran amatan Siswa.
kemampuan mengamati ilmiah dalam meng- organ reproduksi wanita. berlangsung • Alat dan bahan
bioproses. amati sistem reproduksi. • Mengidentifikasi struktur • Saat melakukan yang digunakan
Biologi

jaringan ovarium. pengamatan untuk mengiden-


• Mendiskusikan mengenai • Saat mengerjakan tifikasi struktur
gametogenesis meliputi tugas jaringan testis.
spermatogenesis dan • Alat dan bahan
Kela

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, • Berpikiran terbuka oogenesis. Pengamatan Sikap yang digunakan
s

tekun, jujur terhadap data dan kritis terhadap • Mendiskusikan siklus • Saat pembelajaran untuk mengiden-
dan fakta, disiplin, tanggung suatu masalah ber- menstruasi berdasarkan berlangsung tifikasi struktur
XI

jawab, dan peduli dalam kaitan dengan sistem gambar atau charta siklus • Saat melakukan jaringan ovarium.
observasi dan eksperimen, reproduksi. menstruasi. pengamatan
24
7

tugas
berani dan santun dalam • Saat mengerjakan
Alokasi
248
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu
Silabus

mengajukan pertanyaan dan • Membuat media presentasi • Buku referensi: Materi


berargumentasi, peduli mengenai pentingnya pem- Biologi! Volume 8
lingkungan, gotong royong, berian ASI bagi peningkatan Reproduksi, PT Pakar
bekerja sama, cinta damai, kualitas SDM. Raya.
berpendapat secara ilmiah • Mendiskusikan keterkaitan • Media elektronik
dan kritis, responsif dan antara kesehatan reproduksi, (internet).
proaktif dalam dalam setiap program KB, dan masalah
tindakan dan dalam melaku- kependudukan.
kan pengamatan dan per- • Mencari informasi me-
cobaan di dalam kelas/ ngenai cara mencegah
laboratorium maupun di luar terjangkitnya penyakit
kelas/laboratorium. yang menyerang sistem
reproduksi.
2.2 Peduli terhadap keselamat- • Bersikap disiplin dan • Mendiskusikan mengenai Pengamatan Sikap
an diri dan lingkungan berhati-hati dalam dampak negatif dari perilaku • Saat pembelajaran
dengan menerapkan prinsip kehidupan sehari-hari. negatif dan pernikahan dini berlangsung
keselamatan kerja saat yang berkaitan dengan • Saat melakukan
melakukan kegiatan sistem reproduksi. pengamatan
pengamatan dan percobaan • Mencari informasi mengenai • Saat mengerjakan
di laboratorium dan di program KB untuk meng- tugas
lingkungan sekitar. atasi permasalahan pen-
duduk.
3.12 Menganalisis hubungan • Menjelaskan proses • Mencari informasi mengenai Tes Tertulis
antara struktur jaringan pembentukan janin di metode-metode kontra- • Pilihan Ganda
penyusun organ reproduksi dalam rahim. sepsi. • Uraian
dengan fungsinya dalam • Menjelaskan struktur • Membuat poster kampanye Tes Unjuk Kerja
proses reproduksi manusia organ reproduksi pria. mengenai penggunaan ASI • Tes Uji Petik Kerja
melalui studi literatur, • Menjelaskan struktur eksklusif dan pelaksanaan Prosedur
pengamatan, percobaan, jaringan testis. progra KB untuk meningkat- • Rubrik
dan simulasi. • Menjelaskan struktur kan kualitas SDM.
organ reproduksi
wanita.
• Menjelaskan struktur
jaringan ovarium.
• Menjelaskan gameto-
genesis meliputi sper-
matogenesis dan
oogenesis.
• Menjelaskan siklus
menstruasi.
• Menjelaskan dampak
negatif dari perilaku
negatif dan pernikahan
dini terhadap sistem
reproduksi.
Alokasi
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu

3.13 Menerapkan pemahaman • Menjelaskan penting- Tes Tertulis


tentang prinsip reproduksi nya ASI bagi pe- • Pilihan Ganda
manusia untuk menang- ningkatan kualitas • Uraian
gulangi pertambahan pen- SDM. Tes Unjuk Kerja
duduk melalui program • Menjelaskan keter- • Tes Uji Petik Kerja
Keluarga Berencana (KB) kaitan antara ke- Prosedur
dan peningkatan kualitas sehatan reproduksi, • Rubrik
hidup SDM melalui pem- program KB, dan
berian ASI ekslusif. masalah kependuduk-
an.
• Menjelaskan peng-
gunaan ASI eksklusif
dan pelaksanaan pro-
gram KB untuk me-
ningkatkan kualitas
SDM.

4.13 Menyajikan hasil analisis • Menjelaskan cara Portofolio


tentang kelainan pada mencegah penyakit Kumpulan laporan dan
struktur dan fungsi organ yang menyerang produk
yang menyebabkan ganggu- sistem reproduksi.
an sistem reproduksi
manusia melalui berbagi
bentuk media presentasi.

4.14 Memecahkan masalah ke- • Menjelaskan mengenai Portofolio


padatan penduduk dengan program KB untuk Kumpulan laporan dan
menerapkan prinsip repro- mengatasi masalah produk
duksi manusia. penduduk.

4.15 Merencanakan dan me- • Menjelaskan metode- Portofolio


lakukan kampanye tentang metode kontrasepsi. Kumpulan laporan dan
upaya penanggulangan produk
pertambahan penduduk dan
peningkatan kualitas SDM
melalui program keluarga
berencana (KB) dan pem-
Biologi Kelas XI

berian ASI ekslusif dalam


bentuk poster dan spanduk.
249
250
SILABUS
Sistem Pertahanan Tubuh pada Manusia
Silabus

Mata Pelajaran : Biologi


Satuan Pendidikan : SMA/MA
Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Inti : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, dan
damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Alokasi
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu

1.1 Mengagumi keteraturan dan • Rajin beribadah sebagai Sistem Pertahanan • Mendiskusikan mengenai Pengamatan Sikap 10 jp • Buku PR Biologi
kompleksitas ciptaan Tuhan wujud rasa syukur Tubuh Manusia penyakit AIDS untuk • Saat pembelajaran Kelas XI Semester 2,
tentang struktur dan fungsi terhadap sistem • Mekanisme Per- mengetahui tentang sistem berlangsung PT Intan Pariwara.
sel, jaringan, organ penyusun pertahanan tubuh cipta- tahanan Tubuh kekebalan tubuh. • Saat melakukan • Buku PG PR Biologi
sistem dan bioproses yang an Tuhan. • Jenis-Jenis Kekebalan • Mengamati jaringan yang pengamatan Kelas XI Semester 2,
terjadi pada mahluk hidup. Tubuh dan Gangguan berperan dalam sistem • Saat mengerjakan PT Intan Pariwara.
pada Sistem Kekebal- pertahanan tubuh. tugas • Lembar Kerja
an Tubuh • Mencari informasi tentang Praktikum dan
1.2 Menyadari dan mengagumi • Pandai bersyukur atas mekanisme penularan dan Pengamatan Sikap Lembar Peng-
pola pikir ilmiah dalam dikaruniainya pola pikir pembentukan kekebalan • Saat pembelajaran amatan Siswa.
kemampuan mengamati ilmiah dalam tubuh terhadap suatu berlangsung • Alat dan bahan
bioproses. mengamati sistem penyakit. • Saat melakukan yang digunakan
pertahanan tubuh. • Melakukan kegiatan role pengamatan untuk melakukan
play mengenai mekanisme • Saat mengerjakan kegiatan role play
pertahanan tubuh. tugas mekanisme per-
• Mendiskusikan mengenai tahanan tubuh.
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, • Berperilaku teliti, cermat, cara-cara memperoleh Pengamatan Sikap • Buku referensi:
tekun, jujur terhadap data kritis, aktif, berani, kekebalan tubuh. • Saat pembelajaran Materi Biologi!
dan fakta, disiplin, tanggung menghargai pendapat berlangsung Volume 7 Tubuh
jawab, dan peduli dalam orang lain, dan mau • Saat melakukan Manusia, PT Pakar
observasi dan eksperimen, bekerja sama selama pengamatan Raya.
berani dan santun dalam pelaksanaan kegiatan • Saat mengerjakan • Media elektronik
tugas (internet).
Alokasi
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Waktu

mengajukan pertanyaan dan berkaitan dengan • Mengunjungi pusat ke-


berargumentasi, peduli sistem pertahanan sehatan untuk mengetahui
lingkungan, gotong royong, tubuh. jenis, cara, dan tujuan
bekerja sama, cinta damai, imunisasi.
berpendapat secara ilmiah • Mengidentifikasi jenis,
dan kritis, responsif dan penyebab, dan cara pe-
proaktif dalam dalam setiap nanggulangan kelainan
tindakan dan dalam melaku- pada sistem pertahanan
kan pengamatan dan per- tubuh.
cobaan di dalam kelas/
laboratorium maupun di luar
kelas/laboratorium.

3.14Mengaplikasikan pemaham- • Mampu menentukan Pengamatan Sikap


an tentang prinsip-prinsip jaringan dan organ • Saat pembelajaran
sistem imun untuk me- yang berperan dalam berlangsung
ningkatkan kualitas hidup sistem pertahanan • Saat melakukan
manusia dengan kekebalan tubuh. pengamatan
yang dimilikinya melalui pro- • Mampu mendeskripsi- • Saat mengerjakan
gram imunisasi sehingga kan fungsi sistem tugas
dapat terjaga proses fisiologi pertahanan tubuh.
di dalam tubuh. • mampu menjelaskan Tes Tertulis
mekanisme pertahan- • Pilihan Ganda
an tubuh. • Uraian
• Mampu menjelaskan Tes Unjuk Kerja
hubungan struktur dan • Tes Uji Petik Kerja
fungsi organ dalam Prosedur
sistem pertahanan • Rubrik
tubuh.

4.16 Menyajikan data jenis-jenis • Mampu menjelaskan Portofolio


imunisasi (aktif dan pasif) dan tentang jenis-jenis Kumpulan laporan
jenis penyakit yang kekebalan tubuh
dikendalikannya. beserta cara memper-
olehnya.
• Mampu menjelaskan
kelainan yang terjadi
Biologi Kelas XI

pada sistem kekebal-


an tubuh.
251
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran : Biologi


Satuan Pendidikan : SMA/MA
Kelas/Semester : XI/2
Materi Pembelajaran : Sistem Ekskresi
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit (5 kali tatap muka)

Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel, jaringan,
organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada makhluk hidup.
Indikator:
0 Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap sistem ekskresi ciptaan Tuhan.
1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses.
Indikator:
Memiliki pola pikir ilmiah dan rasa ingin tahu yang tinggi mengenai mekanisme sistem ekskresi.
1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan
sebagai manifestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
Indikator:
Memiliki sikap peka dan peduli serta bertanggung jawab terhadap lingkungan yang berkaitan
dengan sistem ekskresi.
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli
dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan
berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerja sama, cinta damai, berpendapat secara
ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan
dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.
Indikator:
Memiliki sikap jujur, cinta damai, tekun, kritis, ilmiah, serta mau bekerja sama dalam setiap kegiatan.

3.9. Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem ekskresi dan
mengaitkannya dengan proses ekskresi sehingga dapat menjelaskan mekanisme serta gangguan
fungsi yang mungkin terjadi pada sistem ekskresi manusia melalui studi literatur, pengamatan,
percobaan, dan simulasi.
Indikator:
Menjelaskan letak, struktur, dan mekanisme kerja organ-organ ekskresi melalui pengamatan peta
pikiran.
Menjelaskan organ ginjal dan mekanisme ekskresi yang terjadi di dalamnya.
Menjelaskan kandungan urine.
Menjelaskan struktur sel penyusun jaringan nefron, alveolus, dan kulit.
Menjelaskan organ-organ ekskresi melalui pembuatan media pembelajaran.
Menjelaskan tentang gangguan dan penyakit yang menyerang organ-organ ekskresi.
Menjelaskan tentang kasus cuci darah yang dilakukan penderita ginjal.
Menjelaskan mekanisme ekskresi pada ikan.
Menjelaskan mekanisme ekskresi pada Planaria.
Menjelaskan mekanisme ekskresi pada cacing tanah.
Menjelaskan mekanisme ekskresi pada serangga.
Menjelaskan mekanisme ekskresi pada katak, kadal, dan burung.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


4.6 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi organ yang menyebabkan
gangguan sistem ekskresi manusia melalui berbagai bentuk media presentasi.
Indikator:
0.0 Menjelaskan gangguan dan penyakit yang menyerang organ-organ ekskresi.
0.1 Menjelaskan kasus cuci darah yang dilakukan penderita ginjal.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
0 menjelaskan letak, struktur, dan mekanisme kerja organ-organ ekskresi;
1 menjelaskan organ ginjal dan mekanisme ekskresi yang terjadi di dalamnya;
2 menjelaskan kandungan urine;
3 menjelaskan struktur sel penyusun jaringan nefron, alveolus, dan kulit;
4 menjelaskan organ-organ ekskresi melalui pembuatan media pembelajaran;
5 menjelaskan gangguan dan penyakit yang menyerang organ-organ ekskresi;
6 menjelaskan kasus cuci darah yang dilakukan penderita ginjal;
7 menjelaskan mekanisme ekskresi pada ikan;
8 menjelaskan mekanisme ekskresi pada Planaria;
9 menjelaskan mekanisme ekskresi pada cacing tanah;
10 menjelaskan mekanisme ekskresi pada serangga;
11 menjelaskan mekanisme ekskresi pada katak, kadal, dan burung;
12 menyajikan laporan hasil kegiatan yang telah dilakukan.

Materi Pembelajaran
0 Sistem Ekskresi pada Manusia
1 Sistem Ekskresi pada Hewan

Metode Pembelajaran
0 Pendekatan : Scientific Approach
2. Model : Problem Based Learning, Discovery, Project Based Learning
3. Metode : Diskusi, Eksperimen, Tanya Jawab, Penugasan

Media, Alat, dan Sumber Belajar


0 Media
Power Point
1 Alat dan Bahan
0 Lup
1 Papan parafin dan satu set alat bedah
2 Tabung reaksi
3 Rak tabung reaksi
4 Pembakar spiritus
5 Korek api
6 Mikroskop
7 Ginjal sapi
8 Torso ginjal manusia
9 Urine naracoba yang sehat
10 Urine penderita diabetes melitus

Biologi Kelas XI 253


2 Larutan Biuret
3 Larutan Benedict
4 Larutan AgNO3
5 Preparat awetan nefron
6 Preparat awetan alveolus
7 Preparat awetan kulit
8 Alat tulis
Sumber Belajar
0 Buku PR Biologi SMA/MA kelas X semester 2, Intan Pariwara
1 Buku PG PR Biologi SMA/MA kelas X semester 2, Intan Pariwara
2 Buku referensi: Pustaka Sains tersambung Internet Buku Lengkap Tentang Tubuh Kita Volume
2 dan CliffAP Biologi Edisi Kedua, Pakar Raya
3 Internet

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (3 × 45 menit)
1. Pendahuluan (10 menit)
0 Pemusatan perhatian dan pemotivasian: menceritakan bahwa minum air putih sangat baik
untuk kesehatan dan dapat mencegah terjadinya infeksi saluran kemih. Minum air yang cukup
akan menghasilkan urine. Urine tersebut akan dikeluarkan melalui sistem ekskresi.
1 Apersepsi: bertanya jawab mengenai sistem ekskresi dan organ-organ ekskresi?
2 Pada pertemuan sebelumnya, guru menyarankan agar siswa membawa alat dan bahan yang
digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan struktur ginjal sapi dengan ginjal manusia. Sebaiknya,
guru menyediakan ginjal sapi untuk mengantisipasi jika siswa tidak mendapatkan ginjal sapi.
3 Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti (110 menit)
0 Guru membagi siswa dalam kelompok dengan anggota terdiri atas 5–6 siswa.
1 Guru meminta siswa untuk berdiskusi mengenai organ-organ ekskresi melalui peta pikiran
yang telah disediakan.
2 Guru meminta perwakilan kelompok untuk mengemukakan hasil diskusinya.
3 Guru mengulas hasil kegiatan.
4 Guru meminta siswa mengerjakan tugas kelompok mengenai organ ginjal beserta mekanisme
ekskresinya.
5 Guru menjelaskan sedikit tentang struktur dan fungsi organ ginjal dalam sistem ekskresi.
6 Masih dalam kelompok, guru meminta setiap kelompok untuk mengidentifikasi perbedaan
struktur ginjal sapi dengan ginjal manusia.
7 Guru meminta perwakilan kelompok untuk mengemukakan hasil diskusinya. (Jika waktu tidak
mencukupi hanya beberapa kelompok yang diminta untuk presentasi).
8 Guru mengulas hasil kegiatan yang telah dilakukan.
Kegiatan Penutup (15 menit)
0 Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.
1 Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan)
kepada kelompok yang berkinerja baik.
2 Guru meminta agar siswa membuat laporan praktikum secara mandiri dan dikumpulkan pada
pertemuan selanjutnya.
3 Guru menyarankan agar siswa membawa alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum
pada pertemuan selanjutnya.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Pertemuan II (2 × 45 menit)
Pendahuluan (10 menit)
0 Guru meminta siswa untuk mengumpulkan laporan praktikum yang diberikan pada pertemuan
sebelumnya.
1 Guru mengulas kembali materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
2 Guru menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk praktikum pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (70 menit)
0 Guru menjelaskan mengenai proses pembentukan urine.
1 Guru menyampaikan tentang informasi kegiatan yang akan dilakukan siswa dalam kelompok
(menguji kandungan urine).
2 Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan anggota 4–5 siswa.
3 Guru membimbing setiap kelompok dalam melakukan praktikum menguji kandungan urine.
Catatan: sembari melakukan proses pembimbingan, guru memberikan penilaian sikap dengan
dipandu instrumen lembar penilaian sikap.
4 Guru meminta kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil pengamatan. (Jika
waktunya tidak mencukupi hanya perwakilan saja yang diminta untuk presentasi).
5 Guru bersama siswa membahas hasil kegiatan yan telah dilakukan.
6 Guru menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi produksi urine.
Kegiatan Penutup (10 menit)
0 Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada
kelompok yang berkinerja baik.
1 Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat laporan praktikum secara mandiri dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
2 Guru meminta siswa agar membaca materi mengenai organ kulit, paru-paru, dan hati sebagai
sistem ekskresi.
3 Guru menyarankan siswa agar menyiapkan alat dan bahan yang digunakan pada pertemuan
selanjutnya.
Pertemuan III (3 × 45 menit)
Pendahuluan (10 menit)
0 Guru meminta siswa untuk mengumpulkan laporan praktikum pada pertemuan sebelumnya.
1 Guru menyediakan alat dan bahan yang digunakan pada pertemuan ini.
2 Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti (110 menit)
0 Guru mengulas sedikit pada materi sebelumnya. Selanjutnya, guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya jika ada materi yang belum dipahami.
1 Guru menjelaskan mengenai organ kulit, paru-paru, dan hati sebagai sistem ekskresi.
2 Guru menyampaikan informasi kepada siswa mengenai kegiatan yang dilakukan dalam
kelompok (mengidentifikasi struktur sel penyusun jaringan nefron, alveolus, dan kulit).
3 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan ketersediaan mikroskop.
4 Guru membimbing setiap kelompok dalam melakukan kegiatan mengidentifikasi struktur sel
penyusun jaringan nefron, alveolus, dan kulit.
5 Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil kegiatan yang dilakukan.
6 Guru mengulas kegiatan yang dilakukan.
7 Guru menjelaskan mengenai struktur sel penyusun jaringan nefron, alveolus, dan kulit.
8 Guru menjelaskan mengenai gangguan dan penyakit pada sistem ekskresi.
Kegiatan Penutup (15 menit)
0 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran pada pertemuan ini.
1 Guru memberi pengarahan kepada siswa mengenai Tugas Proyek dan Tugas Individu. Tugas-
tugas tersebut dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

Biologi Kelas XI 255


Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal pada Latihan 1 sebagai pelatihan di rumah.
Guru meminta siswa membaca materi mengenai sistem ekskresi pada hewan di rumah.
Pertemuan IV 2 × 45 menit)
Pendahuluan (10 menit)
0 Guru meminta siswa untuk mengumpulkan Tugas Proyek dan Tugas Individu yang diberikan
pada pertemuan sebelumnya.
1 Guru mengulas tugas-tugas tersebut.
2 Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti (70 menit)
0 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan anggota terdiri atas 4–5 orang.
1 Guru meminta siswa untuk mendiskusikan mengenai mekanisme sistem ekskresi ikan air tawar
dan ikan air laut.
2 Guru mengulas tentang hasil diskusi siswa.
3 Guru menjelaskan mengenai sistem ekskresi pada cacing pipih, cacing tanah, serangga, dan
ikan.
Kegiatan Penutup (10 menit)
0 Guru menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.
1 Guru memberikan tugas rumah (PR) kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal pada Latihan
2 dan Ulangan Harian serta dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
2 Guru mengingatkan siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan ulangan harian
mengenai bab sistem ekskresi.
Pertemuan V (2 × 45 menit)
3 Pendahuluan (10 menit)
0 Guru membuka pelajaran dengan mengulas semua materi mengenai sistem ekskresi sebelum
melakukan ulangan harian.
1 Guru meminta siswa mengumpulkan pekerjaan rumah (PR) (jawaban dari soal-soal Latihan 2
dan Ulangan Harian) yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.
2 Guru menjelaskan sistematika ulangan harian yang akan dilaksanakan.
4 Kegiatan Inti (70 menit)
0 Guru membagi soal ulangan harian dan lembar kosong untuk mengerjakan ulangan harian.
1 Guru mengingatkan bahwa untuk mengerjakan soal ulangan harian yaitu selama 70 menit.
2 Selama siswa mengerjakan ulangan harian, guru mengawasi siswa.
5 Kegiatan Penutup (10 menit)
0 Guru membahas beberapa soal ulangan harian yang dianggap sulit.
1 Guru menugasi siswa membaca materi untuk bab selanjutnya di

rumah. G. Penilaian

6 Teknik dan Bentuk Instrumen


Teknik Bentuk Instrumen
Pengamatan Sikap Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
Tes Unjuk Kerja Tes Uji Petik Kerja Prosedur dan Rubrik
Tes Tertulis Tes Pilihan Ganda dan Uraian
Portofolio Kumpulan Laporan dan Produk
Tugas Proyek Laporan Tugas Proyek

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap

No. Aspek yang Dinilai 3 2 1 Keterangan


1. Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur
terhadap sistem ekskresi ciptaan Tuhan.
2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
3. Bersikap jujur, teliti, dan hati-hati dalam
melakukan kegiatan baik secara individu maupun
kelompok.
4. Bertanggung jawab terhadap alat-alat yang
digunakan.

Rubrik Penilaian Sikap


No. Aspek yang Dinilai Rubrik

1. Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur 3 : rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap
terhadap sistem ekskresi ciptaan Tuhan. mekanisme sistem ekskresi yang diciptakan Tuhan.
2 : jarang beribadah sehingga kurang menunjukkan rasa
syukur terhadap mekanisme sistem ekskresi yang
diciptakan Tuhan.
1 : tidak pernah beribadah sehingga tidak menunjukkan rasa
syukur terhadap mekanisme sistem ekskresi yang
diciptakan Tuhan.

2. Memiliki rasa ingin tahu ingin tahu yang tinggi. 3 : menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak
bertanya, antusias, terlibat aktif dalam kegiatan kelompok,
berani mengemukakan pendapat, dan tidak takut salah.
2 : menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika disuruh, dan
masih takut untuk mengemukakan pendapat.
1 : tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, tidak ikut
terlibat aktif dalam kegiatan berkelompok meskipun sudah
didorong untuk terlibat, dan tidak pernah mengemukakan
pendapat atau bertanya.

3. Bersikap jujur, teliti, hati-hati dalam melakukan 3 : menunjukkan sikap jujur, teliti, dan hati-hati dalam
kegiatan baik secara individu maupun melakukan kegiatan baik secara individu maupun kelompok,
kelompok. misalnya jujur untuk menuliskan hasil sesuai data yang
diperoleh, teliti dalam mengamati praktikum yang di-
laksanakan, dan berupaya tepat waktu dalam mengerjakan
tugas.
2 : berupaya tepat waktu dalam mengerjakan tugas, tetapi belum
menunjukkan upaya terbaik, misalnya mengumpulkan tugas
tidak tepat waktu, menuliskan hasil praktikum tidak sesuai
data yang diperoleh, dan kurang teliti dalam melakukan
praktikum.
1 : tidak berupaya sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas
atau praktikum dan tugasnya tidak selesai.

Biologi Kelas XI 257


No. Aspek yang Dinilai Rubrik

4. Bertanggung jawab terhadap alat-alat yang 3 : berhati-hati dalam menggunakan peralatan laboratorium,
digunakan. menjaga kebersihan alat dan ruang laboratorium, dan
mengembalikan peralatan yang digunakan ke tempat
semula.
2 : kurang berhati-hati dalam menggunakan peralatan
laboratorium, belum menjaga kebersihan alat dan ruang
laboratorium meskipun telah mengembalikan peralatan yang
digunakan ke tempat semula.
1 : tidak berhati-hati dalam menggunakan peralatan
laboratorium sehingga ada peralatan yang rusak atau ada
yang pecah, belum menjaga kebersihan alat dan ruang
laboratorium, dan tidak mengembalikan peralatan yang
digunakan ke tempat semula.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . . Guru Mata Pelajaran

......................... .........................
NIP_________________________ NIP_________________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran : Biologi


Satuan Pendidikan : SMA/MA
Kelas/Semester : XI/2
Materi Pembelajaran : Sistem Reproduksi Manusia
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit (6 kali tatap muka)

A. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel, jaringan,
organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada makhluk hidup.
Indikator:
Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan karena telah menciptakan organ-organ
reproduksi yang sempurna.
1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses.
Indikator:
Pandai bersyukur atas dikaruniainya pola pikir ilmiah dalam mengamati sistem reproduksi.
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli
dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan
berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerja sama, cinta damai, berpendapat secara
ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan
pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.
Indikator:
Berpikiran terbuka dan kritis terhadap suatu masalah berkaitan dengan sistem reproduksi.
2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja
saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar.
Indikator:
Bersikap disiplin dan berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari.
3.12 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ reproduksi dengan fungsinya
dalam proses reproduksi manusia melalui studi literatur, pengamatan, percobaan, dan simulasi.
Indikator:
Menjelaskan proses pembentukan janin dalam rahim.
Menjelaskan struktur organ reproduksi pria.
Menjelaskan struktur jaringan testis.
Menjelaskan struktur organ reproduksi wanita.
Menjelaskan struktur jaringan ovarium.
Menjelaskan gametogenesis meliputi spermatogenesis dan oogenesis.
Menjelaskan siklus menstruasi.
Menjelaskan dampak negatif dari perilaku negatif dan pernikahan dini terhadap sistem reproduksi.

3.13 Menerapkan pemahaman tentang prinsip reproduksi manusia untuk menanggulangi pertambahan
penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB) dan peningkatan kualitas hidup SDM melalui
pemberian ASI ekslusif.
Indikator:
Menjelaskan pentingnya ASI bagi peningkatan kualitas SDM.
Menjelaskan keterkaitan antara kesehatan reproduksi, program KB, dan masalah kependudukan.
Menjelaskan penggunaan ASI eksklusif dan pelaksanaan program KB untuk meningkatkan kualitas
SDM.
4.13 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi organ yang menyebabkan
gangguan sistem reproduksi manusia melalui berbagai bentuk media presentasi.
Indikator:
Menjelaskan cara mencegah penyakit yang menyerang sistem reproduksi

Biologi Kelas XI 259


4.14 Memecahkan masalah kepadatan penduduk dengan menerapkan prinsip reproduksi manusia.
Indikator:
Menjelaskan mengenai program KB untuk mengatasi masalah penduduk.
4.15 Merencanakan dan melakukan kampanye tentang upaya penanggulangan pertambahan penduduk
dan peningkatan kualitas SDM melalui program Keluarga Berencana (KB) dan pemberian ASI
ekslusif dalam bentuk poster dan spanduk.
Indikator:
0.0 Menjelaskan metode-metode kontrasepsi.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
0 Menjelaskan proses pembentukan janin dalam rahim.
1 Menjelaskan struktur organ reproduksi pria.
2 Menjelaskan struktur jaringan testis.
3 Menjelaskan struktur organ reproduksi wanita.
4 Menjelaskan struktur jaringan ovarium.
5 Menjelaskan gametogenesis meliputi spermatogenesis dan oogenesis.
6 Menjelaskan siklus menstruasi.
7 Menjelaskan pentingnya ASI bagi peningkatan kualitas SDM.
8 Menjelaskan keterkaitan antara kesehatan reproduksi, program KB, dan masalah kependudukan.
9 Menjelaskan cara mencegah penyakit yang menyerang sistem reproduksi.
10 Menjelaskan mengenai program KB untuk mengatasi masalah penduduk.
11 Menjelaskan dampak negatif dari perilaku negatif dan pernikahan dini terhadap sistem reproduksi.
12 Menjelaskan metode-metode kontrasepsi.
13 Menjelaskan penggunaan ASI eksklusif dan pelaksanaan program KB untuk meningkatkan kualitas
SDM.

Materi Pembelajaran
0 Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi Manusia
1 Kesehatan Reproduksi, Program KB, dan Masalah Kependudukan.

Metode Pembelajaran
0 Pendekatan : Scientific Approach
2. Model : Problem Based Learning, Discovery, Project Based Learning
3. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Eksperimen, dan Penugasan

Media, Alat, dan Sumber Belajar


0 Media
Power point
1 Alat dan Bahan
0 Mikroskop
1 Preparat awetan irisan melintang testis
2 Preparat awetan irisan melintang ovarium
3 Buku kerja
4 Alat tulis
2 Sumber Belajar
0 Buku PR Biologi SMA/MA kelas XI semester 2, Intan Pariwara
1 Buku PG PR Biologi SMA/MA kelas XI semester 2, Intan Pariwara
2 Lembar Kerja Praktikum dan Lembar Pengamatan Siswa
3 Buku referensi: Materi Biologi! Volume 8 Reproduksi, Pakar Raya
4 Media elektronik (internet)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (2 × 45 menit)
1. Pendahuluan (15 menit)
0 Pemusatan perhatian dan pemotivasian: Guru menjelaskan tentang salah satu teknologi
berkaitan dengan sistem reproduksi, yaitu USG. USG dilakukan untuk mengetahui
perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim.
1 Apersepsi: Bertanya jawab tentang proses terjadinya kehamilan serta organ yang berperan
dalam reproduksi.
Kegiatan Inti (65 menit)
0 Guru meminta siswa mengamati video tentang proses pembentukan janin dalam rahim wanita
pada alamat website yang tercantum dalam buku siswa. Selanjutnya, guru meminta siswa
mendiskusikan mengenai pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada buku siswa dan mem-
bacakan hasilnya di depan kelas.
1 Setelah sedikt mengenal tentang reproduksi, guru meminta siswa mengerjakan tugas
kelompok untuk mencermati gambar organ reproduksi pria.
2 Selanjutnya, guru meminta perwakilan kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
Selama kegiatan presentasi, guru menilai keaktifan siswa.
3 Guru menjelaskan materi tentang struktur dan fungsi organ reproduksi pria.
4 Guru memberi kesempatan siswa untuk menanyakan mengenai materi yang belum dipahami.
Kegiatan Penutup (10 menit)
0 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran pada hari ini.
1 Guru memberitahukan bahwa pada pertemuan selanjutnya akan diadakan kegiatan praktikum
tentang identifikasi struktur jaringan testis. Selanjutnya, guru meminta siswa untuk mempelajari
tentang prosedur percobaan di rumah sebagai persiapan kegiatan.
Pertemuan II (2 × 45 menit)
Pendahuluan (15 menit)
0 Guru menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk kegiatan praktikum pada
pertemuan ini.
1 Guru memberikan pre test tentang praktikum yang akan dilakukan.
2 Guru menjelaskan mengenai prosedur percobaan yang tepat dan biosafety.
Kegiatan Inti (65 menit)
0 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 5–6 orang.
1 Guru meminta setiap kelompok melakukan kegiatan praktikum mengidentifikasi struktur
jaringan testis dan memberikan bimbingan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, guru
memberikan penilaian psikomotorik kepada siswa.
2 Setelah kegiatan praktikum selesai, guru meminta siswa membersihkan alat yang digunakan
dan mengembalikan ke tempat semula dengan baik.
3 Guru meminta perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kegiatannya di depan kelas
dengan sikap yang sopan. Selama kegiatan, guru memberikan penilaian sikap kepada siswa.
4 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan pada pertemuan ini.
Kegiatan Penutup (10 menit)
0 Guru meminta siswa untuk membuat laporan praktikum secara mandiri dan dikumpulkan pada
pertemuan selanjutnya.
1 Guru meminta siswa mempelajari materi selanjutnya tentang struktur dan fungsi organ
reproduksi wanita.
Pertemuan III (2 × 45 menit)
Pendahuluan (15 menit)
0 Guru menyiapkan alat dan bahan pembelajaran pada pertemuan ini.
1 Guru meminta siswa untuk mengumpulkan laporan praktikum pada pertemuan sebelumnya.
2 Guru mengulas materi pada pertemuan sebelumnya.
3 Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran pada pertemuan kali ini.

Biologi Kelas XI 261


Kegiatan Inti (65 menit)
0 Guru meminta siswa mencermati gambar struktur organ reproduksi wanita dan proses oogen-
esis. Selanjutnya, guru meminta siswa mendiskusikan pertanyaan yang ada.
1 Guru meminta perwakilan siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas.
2 Guru menjelaskan meteri tentang struktur dan fungsi organ reproduksi wanita.
3 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan mengenai materi yang belum
dipahami.
4 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran pada pertemuan ini.
Kegiatan Penutup (10 menit)
0 Guru meminta siswa mengerjakan tugas individu tentang perbedaan spermatogenesis dan
oogenesis di rumah untuk dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
1 Guru menginformasikan kepada siswa bahwa pada pertemuan selanjutnya akan dilakukan
kegiatan praktikum mengidentifikasi struktur jaringan ovarium. Selanjutnya, guru meminta
siswa mempelajari prosedur percobaan di rumah sebagai persiapan praktikum.
Pertemuan IV (2 × 45 menit)
Pendahuluan (15 menit)
0 Guru menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk praktikum pada pertemuan ini.
1 Guru meminta siswa mengumpulkan tugas individu pada pertemuan sebelumnya.
2 Guru memberikan pre test untuk mengetes persiapan siswa.
Kegiatan Inti (65 menit)
0 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.
1 Guru meminta setiap kelompok untuk melakukan kegiatan praktikum mengidentifikasi struktur jaringan
ovarium. Selama kegiatan berlangsung, guru memberikan bimbingan dan penilaian kepada siswa.
2 Guru meminta siswa mempresentasikan hasil kegiatan di depan kelas. Pada kegiatan
presentasi, guru berperan sebagai moderator dan memberikan penilaian kapada siswa.
3 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan hari ini.
Kegiatan Penutup (10 menit)
0 Guru meminta siswa membuat laporan praktikum secara mandiri dan dikumpulkan pada
pertemuan selanjutnya.
1 Guru meminta siswa mempelajari materi selanjutnya tentang siklus menstruasi , fertilisasi, gestasi,
dan persalinan sebagai persiapan kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan V (2 × 45 menit)
Pendahuluan (15 menit)
0 Guru meminta siswa mengumpulkan laporan praktikum pada pertemuan sebelumnya.
1 Guru memberikan kesempatan kepada siswa menanyakan hal yang belum dipahami dalam
pembuatan laporan praktikum pada pertemuan sebelumnya.
2 Guru menguji kemampuan siswa mengenai materi siklus menstruasi dengan memberikan
beberapa pertanyaan.
Kegiatan Inti (65 menit)
0 Guru menjelaskan materi tentang siklus menstruasi.
1 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 5–6 orang.
2 Guru meminta siswa mendiskusikan mengenai siklus menstruasi yang terdapat pada tugas kelompok
buku siswa. Selama kegiatan berlangsung, guru memberikan penilaian sikap kepada siswa.
3 Guru meminta beberapa siswa membacakan hasil diskusinya.
4 Guru menjelaskan materi tentang fertilisasi, gestasi, dan persalinan.
5 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi yang belum dipahami
selama kegiatan pada pertemuan ini.
Kegiatan Penutup (10 menit)
0 Guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas kelompok membuat media pembelajaran
mengenai pentingnya pemberian ASI.
1 Guru meminta siswa mengerjakan soal-soal pada Latihan 1 untuk dikumpulkan pada
pertemuan selanjutnya.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Guru meminta siswa membaca materi selanjutnya mengenai kesehatan reproduksi, program KB,
dan masalah kependudukan di rumah.
Pertemuan VI (2 × 45 menit)
Pendahuluan (15 menit)
0 Guru meminta siswa mengumpulkan hasil tugas kelompok pada pertemuan sebelumnya.
1 Guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil media pembelajaran yang telah
dibuat secara singkat.
Kegiatan Inti (65 menit)
0 Guru meminta siswa mendiskusikan keterkaitan antara kesehatan reproduksi, program KB,
dan masalah kependudukan yang terdapat dalam Tantangan Berpikir.
1 Guru meminta beberapa siswa membacakan hasil diskusinya.
2 Guru menjelaskan materi tentang penyakit dan gangguan yang berhubungan dengan sistem
reproduksi.
3 Guru meminta siswa mengerjakan tugas individu tentang jenis-jenis penyakit pada sistem
reproduksi dan cara pencegahannya.
4 Guru meminta perwakilan siswa membacakan hasil diskusinya.
5 Guru menjelaskan materi tentang cara merawat dan menjaga kesehatan sistem reproduksi
serta masalah kependudukan dan program KB.
6 Guru meminta siswa mengerjakan tugas individu dan tugas kelompok tentang masalah
kependudukan dan program KB di rumah.
7 Guru mengulas materi pembelajaran pada hari ini.
Kegiatan Penutup (10 menit)
0 Guru meminta siswa mengerjakan Tugas Proyek dan menjelaskan prosedur pengerjaannya.
1 Guru memberikan informasi bahwa pada pertemuan selanjutnya akan dilakukan ulangan
harian tentang sistem reproduksi.
2 Guru meminta siswa mengerjakan soal-soal Latihan 2 dan Ulangan Harian sebagai persiapan
ulangan harian.
Pertemuan VII (2 × 45 menit)
Pendahuluan (15 menit)
0 Guru meminta siswa untuk mengumpulkan hasil Tugas Proyek.
1 Guru menjelaskan sistematika ulangan harian yang akan dilaksanakan.
Kegiatan Inti (60 menit)
0 Guru membagi soal ulangan harian dan lembar kosong untuk mengerjakan ulangan harian.
1 Guru mengingatkan bahwa untuk mengerjakan soal ulangan harian yaitu selama 60
menit. c Selama siswa mengerjakan ulangan harian, guru mengawasi siswa.
Kegiatan Penutup (15 menit)
0 Guru membahas beberapa soal ulangan harian yang dianggap sulit.
1 Guru menugasi siswa membaca materi untuk bab selanjutnya di
rumah. G. Penilaian
1 Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik Bentuk Instrumen
Pengamatan Sikap Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
Tes Unjuk Kerja Tes Uji Petik Kerja Prosedur dan Rubrik
Tes Tertulis Tes Pilihan Ganda dan Uraian
Portofolio Kumpulan Laporan dan Produk
Proyek Laporan Tugas Proyek

Biologi Kelas XI 263


Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No. Aspek yang Dinilai 3 2 1 Keterangan
1. Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap
sistem reproduksi sebagai ciptaan Tuhan.
2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
3. Bersikap jujur, teliti, dan hati-hati dalam melakukan
kegiatan baik secara individu maupun kelompok.
4. Bertanggung jawab terhadap alat-alat yang digunakan.

Rubrik Penilaian Sikap


No. Aspek yang Dinilai Rubrik
1. Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur 3 : rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap sistem
terhadap sistem reproduksi sebagai ciptaan reproduksi yang diciptakan Tuhan.
Tuhan. 2 : jarang beribadah sehingga kurang menunjukkan rasa syukur
terhadap sistem reproduksi yang diciptakan Tuhan.
1 : tidak pernah beribadah sehingga tidak menunjukkan rasa
syukur terhadap sistem reproduksi yang diciptakan Tuhan.
2. Memiliki rasa ingin tahu ingin tahu yang tinggi. 3 : menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak
bertanya, antusias, terlibat aktif dalam kegiatan kelompok,
berani mengemukakan pendapat, dan tidak takut salah.
2 : menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika disuruh, dan
masih takut untuk mengemukakan pendapat.
1 : tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, tidak ikut
terlibat aktif dalam kegiatan berkelompok meskipun sudah
didorong untuk terlibat, dan tidak pernah mengemukakan
pendapat atau bertanya.
3. Bersikap jujur, teliti, hati-hati dalam melakukan 3 : menunjukkan sikap jujur, teliti, dan hati-hati dalam melakukan
kegiatan baik secara individu maupun kegiatan baik secara individu maupun kelompok, misalnya
kelompok. jujur untuk menuliskan hasil sesuai data yang diperoleh, teliti
dalam mengamati praktikum yang dilaksanakan, dan
berupaya tepat waktu dalam mengerjakan tugas.
2 : berupaya tepat waktu dalam mengerjakan tugas, tetapi
belum menunjukkan upaya terbaik, misalnya mengumpulkan
tugas tidak tepat waktu, menuliskan hasil praktikum tidak
sesuai data yang diperoleh, dan kurang teliti dalam
melakukan praktikum.
1 : tidak berupaya sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas
atau praktikum dan tugasnya tidak selesai.
4. Bertanggung jawab terhadap alat-alat yang 3 : berhati-hati dalam menggunakan peralatan laboratorium,
digunakan. menjaga kebersihan alat dan ruang laboratorium, dan
mengembalikan peralatan yang digunakan ke tempat semula.
2 : kurang berhati-hati dalam menggunakan peralatan
laboratorium, belum menjaga kebersihan alat dan ruang
laboratorium meskipun telah mengembalikan peralatan yang
digunakan ke tempat semula.
1 : tidak berhati-hati dalam menggunakan peralatan
laboratorium sehingga ada peralatan yang rusak atau ada
yang pecah, belum menjaga kebersihan alat dan ruang
laboratorium, dan tidak mengembalikan peralatan yang
digunakan ke tempat semula.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . . Guru Mata Pelajaran

......................... .........................
NIP_________________________ NIP_________________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Anda mungkin juga menyukai