SOP Triase dan Rujukan Kasus Emergensi
SOP Triase dan Rujukan Kasus Emergensi
KABUPATENSOLOKSELATAN
No. Dokumen : [Link]/..../SOP/III/2016
No. Revisi : 01
SOP Tanggal Terbit : 29 Maret 2016
Halaman :1
PUSKESMAS dr. KUSHARNI
PAKAN RABAA
NIP.198106102010012029
6. Bagan alir
7. Hal yang perlu
diperhatikan
8. Unit terkait UGD, BP UMUM, BP Lansia
9. Dokumen terkait
10. Rekaman No Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
historis
1 Refresi tidak ada Refrensi 26 Agustus 2016
ditambahkan
5. Bagan alir
6. Hal yang perlu
diperhatikan
7. Unit terkait UGD
8. Dokumen terkait
9. Rekaman historis No Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
6. Bagan alir
7. Hal yang perlu
diperhatikan
8. Unit Terkait Seluruh Staf Puskesmas Pakan Rabaa
9. Dokumen terkait
10. Rekaman historis No. Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
Undang-undang no 4
tahun 2019 tentang
kebidanan pasal 53
,54,dan 55
No. Dokumen :
[Link]/......../SOP/III/2016
SOP No. Revisi : 01
Tanggal Terbit : 29 Maret 2016
Halaman :1
PUSKESMAS dr. KUSHARNI
PAKAN RABAA NIP.
198106102010112029
Pengertian Tim interprofesi adalah tim kesehatan profesional dan kompeten untuk
melakukan kajian jika sewaktu-waktu diperlukan.
Tujuan Terbentuknya tim interprofesi (tim kesehatan) dengan tenaga
profesional yang kompeten untuk melakukan kajian jika diperlukan
penanganan secara tim.
Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/III/2016
Tentang Pembentukan Tim Profesi.
Referensi Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas Berdasarkan Gejala
Depkes dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia Tahun 2011
Langkah-langkah Petugas mengusulkan kepada Pimpinan Puskesmas tentang
prosedur diperlukannya tim interprofesi.
Petugas menjelaskan maksud dan tujuan dibentuknya tim interprofesi
Pimpinan Puskesmas mengadakan rapat, yang diwakili oleh masing-
masing unit pelayanan medik.
Semua unit pelayanan medik bersama-sama membentuk tim
interprofesi dengan menunjukkan tenaga yang kompeten dan
profesional.
Masing-masing petugas yang ditunjuk sebagai anggota tim
melaksanakan kajian jika diperlukan penanganan secara tim.
Unit terkait Rekam Medik, BP UMUM, KIA-KB, MTBS-DDTK, BP Lansia, BP Gigi,
Klinik Gizi, Klinik Sanitasi, Pojok TB, UGD, Rawat Inap, PONED,
Apotek, Laboratorium
Rekaman Historis
No. Dokumen :
[Link]/......../SOP/III/2016
SOP No. Revisi : 01
Tanggal Terbit : 29 Maret 2016
Halaman : 1/3
PUSKESMAS dr. KUSHARNI
PAKAN RABAA NIP. 198106102010112029
a. Peralatan
- Pispot + urinal kotor
- Sarung tangan
- Larutan desinfektan ( bayclin
- Bak/ ember tempat merendam
- Lap bersih dan kering
- Sikat bertangkai
- Bak septik tank
- Keranjang sampah
b. Prosedur
- Memakai sarung tangan
- Membuang tissue bekas pakai keranjang ke keranjang
sampah, dengan memakai korentang spoel hoek.
- Membuang kotoran ke septik tank, kemudian mengalirkan air
kran supaya kotoran masuk tangki septik tank. Membilas alat
dari kotoran yang masuk, melekat dengan mempergunakan
sikat bertangkai.
- Larutan desinfektan sampai semua permukaan pispot
terendam
- Membersihkan pispot dengan cara menyikat memakai air
sabun/detergen.
- Membersihkan pispot dibawah air mengalir.
- Mengeringkan pispot dengan kain lap.
- Menyimpan pispot pada tempatnya.
6. Unit Terkait BP UMUM, BP Lansia, KIA-KB, BP Gigi, UGD, Rawat Inap, PONED
4
STERILISASI PERALATAN
KABUPATENSOLOKSELATAN
7. Rekaman Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
4
PENYUSUNAN RENCANA LAYANAN TERPADU
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian SOP ini mengatur tentang rencana tindakan dan pengobatan serta rencana
layanan terpadu jika diperlukan penganan oleh tim kesehatan antara profesi
disusun dengan tujuan yang jelas, terkoordinasi dan melibatkan pasien/keluarga.
2. Tujuan Pasien mendapatkan pelayanan yang profesional dan komprehensif
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/I/2016 Tentang
Penyusunan rencana layanan terpadu dan Layanan terpadu.
4. Referensi Buku Panduan Praktek Klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan tingkat pertama.
5. Langkah-langkah 1. Pimpinan puskesmas membentuk tim layanan terpadu.
Prosedur 2. Pimpinan puskesmas mengadakan rapat bersama tim untuk menyusun
rencana layanan terpadu.
3. Pimpinan puskesmas mengkoordinir kepada seluruh petugas terkait hasil
rapat dan kelengkapan peralatan pendukung.
4. Petugas menindak lanjuti hasil rapat dengan memberikan layanan sesuai
rencana yang telah dibuat.
6. Unit Terkait Rekam Medik, BP UMUM, KIA-KB, MTBS ,BP Lansia, BP Gigi, Klinik Gizi, Klinik
Sanitasi, Klinik TB, UGD, Rawat Inap, PONED, Apotek, Laboratorium
7. Rekaman Historis
4
PENYUSUNAN RENCANA LAYANAN MEDIS
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian Rencana layanan medis adalah rencana tindakan dan pengobatan yang dipandu
oleh kebijakan dan prosedur yang jelas sesuai kebutuhan pasien dan sesuai
dengan standar pelayanan yang ditetapkan.
2. Tujuan 1. Terdapat prosedur yang efektif jika pasien mendapatkan penanganan oleh tim
kesehatan yang terkoordinasi
2. Meningkatkan kualitas pelayanan guna memberikan kepuasan pada pasien
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No 801/ /[Link]/I/2016 Tentang
Penyusunan rencana layanan medis dan Layanan medis.
4. Referensi Buku Panduan Praktek Klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan tingkat pertama.
5. Langkah-langkah 1. Pimpinan puskesmas mengadakan rapat beserta dokter dan petugas
Prosedur paramedis membahas jenis rencana layanan medis di puskesmas
(pemberian obat, konsultasi, dll)
2. Seluruh dokter puskesmas menyusun jadwal untuk membuat standar
operasional prosedur layanan medis yang akan diberikan di puskesmas
berdasarkan buku acuan yang ada
3. Dokter membuat standar operasional prosedur layanan medis yang akan
diberikan
4. Dokter memberikan layanan sesuai dengan rencana yang telah dibuatkan
standar operasional prosedurnya
6. Unit Terkait BP UMUM, BP Lansia, BP Gigi, UGD, Rawat Inap
7. Rekaman Historis
4
LAYANAN TERPADU
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian Penyusunan rencana layanan terpadu jika diperlukan penanganan secara tim
adalah suatu proses dalam membuat rencana tindakan pelayanan pasien dengan
melibatkan berbagai unit terkait untuk mencapai hasil maksimal sesuai dengan
masalah kesehatan yang dihadapi pasien.
2. Tujuan Agar petugas mampu memberikan pelayanan yang tepat dan berkesinambungan
sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi pasien
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/III/2016 Tentang
Penyusunan rencana layanan terpadu dan Layanan terpadu.
4. Referensi Buku Instrumen akreditasi Puskesmas
5. Langkah-langkah 1. Dokter atau petugas medis melakukan kajian terhadap keluhan dan kebutuhan
Prosedur pasien.
2. Rencana layanan ditetapkan berdasarkan hasil kajian yang dinyatakan dalam
bentuk diagnosis. Dalam menyusun rencana layanan dipandu oleh kebijakan
dan prosedur yang jelas sesuai dengan kebutuhan pasien dan sesuai dengan
standar pelayanan yang ditetapkan.
3. Dokter atau petugas paramedis memberikan rujukan ke poli lain jika
memerlukan kolaborasi dengan tim kesehatan lain
6. Unit Terkait BP UMUM, BP Lansia, KIA-KB, MTBS-DDTK, Klinik Gizi, Klinik Sanitasi, Pojok TB,
BP Gigi
7. Rekaman Historis
4
PENDIDIKAN /PENYULUHAN PASIEN
KABUPATENSOLOKSELATAN
7. Rekaman Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
1. Pengertian Persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah
mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan medis yang
akan dilakukan terhadap pasien
2. Tujuan 1. Sebagai acuan untuk memberikan informed consent
2. Sebagai sarana untuk mendapatkan legitimasi atas tindakan medis
yang dilakukan terhadap pasien
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/III/2016
Tentang Informed consent.
4. Referensi Keterampilan Klinis OSCE, [Link] Hartono,[Link].2013.
Tanggerang : Karisma Publish Sing Group
5. Langkah-langkah 1. Petugas menyiapkan lembar informed consent.
Prosedur 2. Petugas menjelaskan tentang tindakan yang akan dilakukan
meliputi :
a. Diagnosis dan tata cara tindakan medis
b. Tujuan tindakan medis yang akan dilakukan
c. Alternatif tindakan lain dan resikonya
d. Resiko dan komplikasi yang terjadi
e. Prognosis terhadap tindakan yang akan dilakukan
f. Perkiraan biaya
3. Petugas memberikan kesempatan bertanya kepada pasien atau
keluarga mengenai informasi yang telah diberikan.
4. Pasien diberi kesempatan untuk menerima atau menolak tindakan
yang diberikan.
5. Pasien atau keluarga diberi kesempatan untuk membaca isi dari
informed consent.
6. Petugas atau keluarga menandatangani informed consent. Yang
berhak menandatangani persetujuan tindakan adalah :
a. Pasien itu sendiri dengan usia lebih dari 18 tahun dan dalam
kondisi sadar penuh
b. Istri/suami
c. Orang Tua/Wali
d. Keluarga terdekat
e. Bagi pasien dengan usia kurang dari 18 tahun yang bertanda
tangan, orang tua/wali atau keluarga terdekat
7. Petugas melampirkan form informed consent yang telah ditanda
tangani oleh pasien atau keluarga di dalam rekam medis pasien.
7. Rekaman Historis
1. Pengertian Proses pengkajian pasien dilakukan oleh tenaga yang kompeten dan sesuai
dengan standar profesi.
2. Tujuan Menjadi acuan bagi seluruh aktifitas pelayanan klinis yang diberikan kepada
pasien,sehingga dapat memberikan pelayanan sesuai dengan standar profesi.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ / [Link]/III/2016 Tentang
Pelayanan klinis.
4. Referensi Keterampilan Klinis OSCE, [Link] Hartono,[Link].2013. Tanggerang : Karisma
Publish Sing Group
5. Langkah-langkah 1. Petugas loket melakukan pendaftaran dan mengarahkan pasien ke
Prosedur pelayanan sesuai kebutuhan pasien.
2. Petugas pemberi layanan (poli umum dan BP Lansia: dokter, KIA-KB dan
MTBS-DDTK: perawat / bidan, BP Gigi: dokter gigi / perawat gigi)
melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium.
3. Petugas pemberi layanan menegakkan diagnosa pasien.
4. Petugas pemberi layanan menyusun rencana layanan.
5. Petugas pemberi layanan memberi penjelasan tentang rencana
layanan,dan jika diperlukan dituangkan dalam dokumen inform consent.
6. Petugas kesehatan wajib memberi tahu kepada dokter jika terjadi
pengulangan pemeriksaan penunjang, tindakan atau pemberian obat.
7. Petugas pemberi layanan melaksanakan layanan sesuai dengan pedoman
dan prosedur yang berlaku.
8. Petugas pemberi layanan mendokumentasikan layanan yang diberikan
dalam rekam medis.
9. Petugas melakukan perubahan rencana layanan jika kondisi pasien
mengalami perubahan dan mendokumentasikan ke dalam rekam medis.
6. Unit Terkait BP UMUM, BP Lansia, MTBS-DDTK, KIA-KB, BP Gigi, Klinik Gizi, Klinik Sanitasi,
Pojok TB, UGD, Rawat Inap, PONED
7. Rekaman Historis
7. Rekaman Historis
4
PENGKAJIAN AWAL KLINIS
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian Kegiatan awal yang dilakukan secara lengkap meliputi anamnesis / alloanamnesa,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang serta kajian sosial untuk
mengidentifikasi kebutuhan pasien / keluarga akan kebutuhan pelayanan medis,
penunjang medis dan keperawatan.
2. Tujuan Sebagai acuan petugas untuk melakukan kajian awal klinis yang benar di
Puskesmas Pakan Rabaa.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No. 800/..../[Link]/III/2017 Tentang
Pengkajian awal klinis.
4. Referensi KMK No 514 Tahun 2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Dokter Fasyankes ;
Permenkes RI Nomor 80 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pekerjaan
Asisten Tenaga Kesehatan;
5. Langkah-langkah 1. Petugas pendaftaran mengisi lembaran kajian awal klinis yang meliputi
Prosedur Identitas pasien.
2. Petugas melakukan kajian awal klinis meliputi Faktor resiko individu, faktor
resiko keluarga, dan data keluarga inti.
3. Petugas melakukan anamnesa (keluhan utama) dan pemeriksaan fisik
awal (tekanan darah, nadi, suhu, berat badan, tinggi badan, pernapasan).
4. Dokter melakukan pengkajian ulang terhadap kajian awal klinis yang telah
dilakukan oleh petugas.
5. Dokter melakukan layanan klinis.
.
6. Unit Terkait Rekam Medis, BP UMUM, BP Lansia, KIA-KB, MTBS, BP Gigi, UGD
7. Rekaman Historis
4
PELAYANAN MEDIS
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian Suatu pelayanan yang dilakukan oleh tenaga medis sesuai dengan standar
operasional prosedur yang berlaku.
2. Tujuan Sebagai acuan pelayanan medis di puskesmas pakan rabaa.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ ……/[Link] Tentang Penyusunan
rencana layanan medis dan Layanan medis
4. Referensi Permenkes No 5 Tahun 2014
[Link] Historis
\
RUJUKAN
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian Pasien yang dirujuk adalah pasien yang atas pertimbangan dokter memerlukan
pelayanan di RS baik untuk diagnostik penunjang atau terapi.
2. Tujuan Sebagai acuan untuk melakukan rujukan terhadap pasien yang memerlukan
pelayanan di RS.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No 801/ /[Link]/III/2016 Tentang
Rujukan.
4. Referensi Permenkes No 001 Tahun 2012 tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan
perorangan
5. Langkah-langkah 1. Dokter menelpon ke bagian informasi rumah sakit mengenai jadwal
Prosedur spesialis hari itu.
2. Dokter menegakkan diagnosa pasien.
3. Dokter menganalisa bahwa pasien tidak dapat ditangani di puskesmas.
4. Dokter memberi penjelasan kepada pasien/keluarga pasien bahwa pasien
perlu dirujuk karena tidak bisa ditangani di luar 155 diagnosa, alat dan
obat tidak tersedia di puskesmas, atau pasien sudah ditangani tetapi tidak
ada perbaikan.
5. Dokter menjelaskan sarana tujuan rujukan dan kapan rujukan harus di
lakukan.
6. Dokter memberikan informasi tentang alternatif sarana tujuan rujukan dan
memberikan kesempatan bagi pasien dan keluarga untuk memilih tujuan
rujukan.
7. Dokter meminta pasien / keluarga pasien untuk menandatangani inform
consent bahwa pasien bersedia untuk dirujuk.
8. Jika pasien atau keluarga pasien menolak untuk dirujuk maka dokter
meminta pasien atau keluarga pasien untuk menandatangani inform
consent.
9. Dokter melengkapi rekam medis.
10. Petugas mengantarkan rekam medis ke petugas rekam medis yang
bertugas mengonlinekan rujukan hari itu.
11. Petugas rekam medis membuatkan surat rujukan yang berisi kondisi klinis,
prosedur tindakan yang telah dilakukan dan memuat kondisi pasien akan
layanan lebih lanjut sesuai dengan isi rekam medis yang ditulis oleh dokter.
12. Petugas rekam medis mengantarkan surat rujukan ke dokter untuk ditanda
tangani oleh dokter yang merujuk.
13. Jika jaringan internet bermasalah maka dokter membuatkan rujukan
manual yang akan di online kan setelah jaringan internet kembali membaik.
14. Petugas rekam medis menyerahkan surat rujukan yang telah ditanda
tangani dokter kepada pasien.
6. Unit Terkait BP UMUM, BP Lansia, BP Gigi, UGD, Rawat Inap
RUJUKAN [Link]
PUSKESMAS
NIP.19810610201011
PAKAN RABAA
SOP No. Dokumen : [Link]/.... /SOP/III/2016 2029
No. Revisi : 01
Tanggal Terbit : 29 Maret 2016
Halaman : 2/2
7. Rekaman Historis
8.
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
1. Pengertian Memberikan penjelasan atau informasi mengenai efek samping dan resiko dalam
menjalani pengobatan kepada pasien.
2. Tujuan Sebagai acuan tentang pemberian informasi efek samping dan resiko pengobatan.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/III/2016 Tentang
Pemberian informasi efek samping dan resiko pengobatan.
4. Referensi Permenkes No 5 Tahun 2014
7. Rekaman Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
7. Rekaman Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
TINDAKAN PEMBEDAHAN
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian Tindakan pengobatan yang dilakukan dengan cara menyayat untuk membuka atau
menampilkan bagian tubuh yang sakit/
2. Tujuan Sebagai acuan penatalaksanaan tindakan pembedahan di Puksesmas Pakan
Rabaa.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/III/2016 Tentang
Tindakan pembedahan
4. Referensi Instrumen akreditasi puskesmas
5. Langkah-langkah 1. Dokter atau dokter gigi melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik
Prosedur (melakukan kajian sebelum melaksanakan pembedahan).
2. Dokter atau dokter gigi yang akan melakukan pembedahan minor
merencanakan asuhan pembedahan berdasarkan hasil kajian.
3. Dokter atau dokter gigi yang akan melakukan pembedahan minor
menjelaskan resiko, manfaat, komplikasi potensial dan alternatif kepada
pasien atau keluarga pasien.
4. Dokter atau dokter gigi meminta persetujuan (inform consent) sebelum
tindakan dilakukan.
5. Dokter atau dokter gigi melakukan pembedahan berdasarkan prosedur
yang ditetapkan.
6. Dokter atau dokter gigi menulis laporan atau catatan operasi dalam rekam
medis.
7. Dokter atau dokter gigi melakukan monitoring status fisiologi pasien secara
terus menerus selama dan segera setelah pembedahan dan ditulis dalam
rekam medis.
6. Unit Terkait UGD, BP Gigi, KIA-KB
7. Rekaman Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
1. Pengertian Pemberian anastesi lokal dan sedasi adalah tindakan untuk menghilangkan atau
mengurangi sensasi di bagian tubuh tertentu
2. Tujuan Sebagai acuan penatalaksanaan pemberian anastesi lokal dan sedasi di
Puskesmas Pakan Rabaa.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/III/2016 Tentang Jenis-
jenis sedasi yang dilakukan di puskesmas pakan rabaa
4. Referensi Permenkes No. 89 Tahun 2015 tentang Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
[Link] Historis
TRANSPORTASI RUJUKAN
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian Suatu proses pengangkutan pasien dari puskesmas menuju tempat rujukan.
2. Tujuan Sebagai acuan agar proses pengangkutan ke tempat rujukan berjalan dengan
lancar dan aman bagi pasien.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/III/2016 Tentang
Transportasi rujukan.
4. Referensi Permenkes No 001 tahun 2012 tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan
perorangan
5. Langkah-langkah 1. Petugas menyiapkan pasien yang akan di rujuk termasuk inform coonsent
Prosedur dan surat rujukan.
2. Petugas menyiapkan alat kesehatan dan obat yang diperlukan selama
perjalanan/
3. Petugas menghubungi supir ambulance untuk menyiapkan ambulan.
4. Petugas menghubungi tempat rujukan bahwa akan mengirimkan pasien.
5. Petugas memastikan pasien dalam kondisi stabil.
6. Petugas memindahkan pasien ke ambulance dan memperhatikan kondisi
pasien dalam keadaan safety.
7. Petugas mendampingi pasien menuju ke tempat rujukan.
8. Selama dalam perjalanan, petugas selalu memantau kondisi pasien.
9. Petugas menyerahkan pasien ke tempat rujukan.
10. Petugas melakukan serah terima kepada petugas tempat rujukan meliputi
identitas,riwayat penyakit dan terapi yang telah diberikan.
11. Petugas mendokumentasikan kegiatan.
6. Unit Terkait UGD, Rawat Inap.
7. Rekaman Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
KEWASPADAAN UNIVERSAL
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian Tindakan pengendalian infeksi yang dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan
untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi dan didasarkan prinsip bahwa darah
dan cairan tubuh berpotensi menularkan penyakit.
2. Tujuan Sebagai acuan untuk pencegahan infeksi di puskesmas pakan rabaa.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/III/2016 Tentang
Kewaspadaan universal.
4. Referensi [Link] Kusyati, [Link], DKK.2006. Keterampilan dan prosedur laboratorium
keperawatan [Link]: EGC
5. Langkah-langkah 1. Petugas mencuci tangan sebelum melakukan kontak dengan pasien.
Prosedur 2. Petugas memakai sarung tangan dan alat APD lainnya sebelum kontak
dengan darah, cairan tubuh, kulit yang tidak utuh
3. Petugas membuang jarum suntik atau benda tajam lainnya ke dalam
tempat sampah khusus benda tajam.
4. Petugas melepas APD dan membuang di tempat sampah medis setelah
selesai kontak dengan pasien.
5. Petugas mencuci tangan kembali setelah kontak dengan pasien.
6. Unit Terkait BP UMUM, BP Lansia, KIA-KB, MTBS-DDTK, BP Gigi, UGD, Rawat Inap,
PONED, Laboratorium.
7. Rekaman Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
2. Tujuan Sebagai acuan untuk penanganan pasien beresiko tinggi di Puskesmas Pakan
Rabaa.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/III/2016 Tentang Pasien
beresiko tinggi.
4. Referensi Permenkes No 1691/MENKES/PER/ VIII/2011
[Link] Historis
1. TB PARU
2. HIV/ AIDS
3. HEPATITIS B
4. DIFTERI
KABUPATENSOLOKSELATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN SOLOK SELATAN
PUSKESMAS PAKAN RABAA
KECAMATAN KOTO PARIK GADANG DIATEH
NO NAMA PENYAKIT
1. EPISTAKSIS
2. HIPOTENSI
3. KRISIS HIPERTENSI
4. KEJANG
5. ASMA AKUT
6. CEDERA KEPALA
7. CORPUS ALIENUM
8. DISLOKASI PERSENDIAN
9. GIGITAN BINATANG
10. LUKA BAKAR
20. INTOKSIKASI
22. ARITMI A
NO NAMA PENYAKIT
25. STROKE
26. VERTIGO
1. Pengertian Evaluasi informed consent adalah suatu tindakan untuk menilai kelengkapan
lembar informed consent yang sudah diisi oleh pasien atau keluarga pasien
2. Tujuan 1. Mengevaluasi kelengkapan pengisian informed consent sesuai format informed
consent yang berlaku di Puskesmas Pakan Rabaa
2. Mengevaluasi kelengkapan informasi medik yang disampaikan oleh dokter
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/VI /2016 Tentang Evaluasi
informed consent
4. Referensi Instrumen akreditasi puskesmas
5. Langkah-langkah 1. Tim mutu puskesmas melakukan evaluasi informed consent.
Prosedur 2. Tim mutu puskesmas membuat instrumen penilaian evaluasi informed
consent.
3. Tim mutu puskesmas merencanakan jadwal evaluasi informed consent.
4. Tim mutu puskesmas melakukan pembagian tugas antar anggota dalam
melakukan evaluasi informed consent.
5. Tim mutu puskesmas melaksanakan kegiatan pemantauan pelaksanaan
informed consent sesuai dengan rencana pelaksanaan.
6. Tim mutu puskesmas mengisi instrumen pemantauan berdasarkan hasil
pengamatan.
7. Tim mutu puskesmas menyimpulkan hasil pemantauan informed consent.
8. Tim mutu puskesmas mendokumentasikan hasil pemantauan.
9. Tim mutu puskesmas mengevaluasi hasil pemantauan.
10. Tim mutu puskesmas membuat rencana tindak lanjut terhadap hasil
pemantauan.
11. Tim mutu puskesmas mengevaluasi pelaksanaan rencana tindak lanjut.
12. Tim mutu puskesmas melaporkan kepada pimpinan puskesmas jika hasil
pemantauan tidak ditindak lanjuti oleh petugas.
13. Pimpinan puskesmas menerima laporan hasil pemantauan dari tim mutu
puskesmas dan membuat rencana pelaksanaan pertemuan tinjauan
manajemen.
14. Tim mutu mengadakan pertemuan tinjauan manajemen yang dihadiri oleh
pimpinan puskesmas dan petugas yang di audit untuk membahas hasil
pemantauan dan tindak lanjut hasil pemantauan.
6. Unit Terkait Pimpinan puskesmas,Tim mutu
7. Rekaman Historis
AUDIT KLINIS
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian Evaluasi kesesuaian layanan klinis dengan rencana terapi atau rencana asuhan
adalah suatu proses penilaian pelaksanaan layanan klinis,dibandingkan dengan
rencana terapi atau rencana asuhan yang sudah di rencanakan.
2. Tujuan Sebagai acuan pelayanan klinis dilaksanakan sesuai dengan rencana asuhan atau
terapi yang sudah direncanakan.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/VI/2016 Tentang Audit
klinis.
4. Referensi Instrumen akreditasi puskesmas
5. Langkah-langkah 1. Tim mutu puskesmas melakukan audit klinis.
Prosedur 2. Tim mutu puskesmas membuat instrumen penilaian audit klinis.
3. Tim mutu puskesmas merencanakan jadwal audit klinis.
4. Tim mutu puskesmas melakukan pembagian tugas antar anggota dalam
melakukan audit klinis.
5. Tim mutu puskesmas melaksanakan kegiatan pemantauan pelaksanaan
audit klinis sesuai dengan rencana pelaksanaan.
6. Tim mutu puskesmas mengisi instrumen pemantauan berdasarkan hasil
pengamatan.
7. Tim mutu puskesmas menyimpulkan hasil pemantauan audit klinis.
8. Tim mutu puskesmas mendokumentasikan hasil pemantauan.
9. Tim mutu puskesmas mengevaluasi hasil pemantauan.
10. Tim mutu puskesmas membuat rencana tindak lanjut terhadap hasil
pemantauan.
11. Tim mutu puskesmas mengevaluasi pelaksanaan rencana tindak lanjut.
12. Tim mutu puskesmas melaporkan kepada pimpinan puskesmas jika hasil
pemantauan tidak dapat ditindak lanjuti oleh petugas.
13. Pimpinan puskesmas menerima laporan hasil pemantauan dari tim mutu
puskesmas dan membuat rencana pelaksanaan pertemuan tinjauan
manajemen.
14. Tim mutu mengadakan pertemuan tinjauan manajemen yang dihadiri oleh
pimpinan puskesmas dan petugas yang di audit untuk membahas hasil
pemantauan dan tindak lanjut hasil pemantauan.
6. Unit Terkait Pimpinan puskesmas, Tim mutu
AUDIT KLINIS
7. Rekaman Historis
1. Pengertian Evaluasi terhadap kejelasan informasi yang disampaikan petugas pelayanan klinis
adalah penilaian terhadap kejelasan informasi petugas pelayanan klinis yang
diterima oleh pasien selama pelayanan klinis.
2. Tujuan Sebagai pedoman dalam melaksanakan evaluasi terhadap penyampaian informasi
ke pasien pada saat pelayanan klinis.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No. 801/...../[Link]/VI/2016 Tentang
evaluasi informed consent
4. Referensi Instrumen akreditasi puskesmas
5. Langkah-langkah 1. Tim mutu puskesmas melakukan evaluasi terhadap prosedur penyampaian
Prosedur informasi.
2. Tim mutu puskesmas membuat instrumen penilaian evaluasi terhadap
prosedur penyampaian informasi.
3. Tim mutu puskesmas merencanakan jadwal evaluasi terhadap prosedur
penyampaian informasi.
4. Tim mutu puskesmas melakukan pembagian tugas antar anggota dalam
melakukan evaluasi terhadap prosedur penyampaian informasi.
5. Tim mutu puskesmas melaksanakan kegiatan pemantauan pelaksanaan
penyampaian informasi sesuai dengan rencana pelaksanaan.
6. Tim mutu puskesmas mengisi instrumen pemantauan berdasarkan hasil
pengamatan.
7. Tim mutu puskesmas menyimpulkan hasil pemantauan penyampaian
informasi.
8. Tim mutu puskesmas mendokumentasikan hasil pemantauan.
9. Tim mutu puskesmas mengevaluasi hasil pemantauan.
10. Tim mutu puskesmas membuat rencana tindak lanjut terhadap hasil
pemantauan.
11. Tim mutu puskesmas mengevaluasi pelaksanaan rencana tindak lanjut.
12. Tim mutu puskesmas melaporkan kepada pimpinan puskesmas jika hasil
pemantauan tidak atau tidak mampu ditindak lanjuti oleh petugas yang di
audit.
13. Pimpinan puskesmas menerima laporan hasil pemantauan dari tim mutu
puskesmas dan membuat rencana pelaksanaan pertemuan tinjauan
manajemen.
14. Tim mutu mengadakan pertemuan tinjauan manajemen yang dihadiri oleh
pimpinan puskesmas dan petugas yang di audit untuk membahas hasil
pemantauan dan tindak lanjut hasil pemantauan.
6. Unit Terkait Pimpinan puskesmas, Tim mutu
1. Pengertian Suatu keadaan yang dikarenakan (penyakit, trauma, kecelakaan, tindakan anastesi
) yang bila tidak segera ditolong akan mengalami cacat, kehilangan organ tubuh
atau meninggal.
2. Tujuan Sebagai pedoman tindakan pertolongan pertama pada kegawat daruratan secara
tepat, cepat dan cermat.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link] Tentang Penanganan
kasus gawat darurat.
4. Referensi Buku Basic Life Support DC- shock oleh Tim Anastesi dan Reaniminasi RSUD
[Link]-FK Unai Surabaya.
Buku anestesiologi dan Reanimimasi Modul Dasar untuk Pendidikan S1
Kedokteran editor [Link] wirjoatmodjo, dr, SpAn-KIC
5. Alat dan Bahan Alat :
1. Tabung Oksigen
2. Nasal Prong, Nasal Khateter, Masker Oksigen
3. Ambu Bag, Juction Reese
4. Oro-pharyngeal tube/ Mayo/Gudell
Bahan :
1. Sarung tangan steril
2. Set Infus (Slang Infus, Abocath sesuai ukuran)
3. Cairan kristaloid ( Nacl, RL, Normal Salin)
4. Spuit 5 cc
5. Kassa steril
6. Plester
6. Langkah-langkah 1. Petugas melakukan alloanamnesis / autoanamnesis singkat kepada keluarga /
Prosedur pasien.
2. Periksa kesadaran pasien untuk menentukan keadaan umum pasien.
3. Petugas mengatasi kegawatdaruratan pasien dengan cara:
a. Air Way ( jalan nafas):
Periksa jalan nafas, bebaskan jalan nafas dari sumbatan sekret,
darah, benda asing.
Lakukan tindakan Triple manouver: Head Tilt (ekstensi kepala), Chin
Lift (angkat dagu ke atas), Jaw Thrust (dorong rahang bawah ke
depan).
Buka mulut
Pemasangan Oropharingeal tube bila pasien tidak sadar
b. Breathing ( Pernafasan):
Periksa pernafasan pasien bernafas atau tidak
Bila tidak bernafas segera beri bantuan nafas:
Bantuan nafas buatan tanpa alat (manual) dari mulut ke mulut
dengan frekuensi 1 penolong atau 2 penolong 15:2 (15 kali pijat
jantung 2 kali nafas buatan)
Bantuan nafas buatan dengan alat ambu bag.
Bila pasien bernafas segera beri terapi oksigen melalui:
- Nasal pronge 3 liter
PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT
8. Rekaman Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
1 2 Unit terkait Pimpinan puskesmas tidak dimasukkan 26 Agustus 2016
1. Pengertian Penolakan tindakan medis dan keperawatan adalah penolakan yang dilakukan
oleh pasien atau keluarga yang berwenang terhadap tindakan medis dan
perawatan yang akan dilakukan setelah mendapat penjelasan lengkap dari
petugas yang berwenang.
2. Tujuan Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh
tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.
3. Kebijakan Sesuai dengan SK Pimpinan Puskesmas No ………….Tentang…………………
4. Referensi
5. Langkah-langkah 1. Dokter menjelaskan rencana tindakan medis dan perawatan yang akan
Prosedur dilakukan secara lengkap dan jelas.
2. Dokter atau petugas menghormati hak pasien / keluarga untuk memutuskan
rencana tindakan dan perawatan.
3. Bila keluarga menolak rencana tindakan atau perawatan, maka dokter
penanggung jawab pasien akan:
a. Menghormati keputusan pasien dan keluarga
b. Menjelaskan pada pasien atau keluarga tentang konsekuensi dari
keputusan tersebut.
c. Menjelaskan pada pasien dan keluarga akan tanggung jawab pasien dan
keluarga berkaitan dengan keputusan tersebut.
d. Menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang tersedianya alternatif
pelayanan dan pengobatan.
4. Pasien menandatangani surat penolakan tindakan medis atau perawatan
disaksikan oleh saksi dan dokter.
6. Unit Terkait BP UMUM, BP Lansia, KIA-KB, MTBS-DDTK, BP Gigi, UGD, Rawat Inap, PONED
7. Rekaman Historis
3. Rekam medis pasien berisi salinan resume pelayanan medis pasien pulang :
Resume pelayanan pasien disiapkan waktu pasien pulang dari
puskesmas. Staf yang mampu mengkomplikasi resume tersebut, misalnya
dokter, dokter ruangan atau staf lainnya.
Salinan resume pelayanan pasien pulang ditempatkan dalam rekam
medis dan sebuah salinan diberikan kepada pasien atau keluarganya, jika ada
indikasi dan sesuai perundang-undangan. Salinan resume pelayanan tersebut
diberikan kepada praktisi kesehatan yang akan bertanggung jawab untuk
pelayanan berkelanjutan bagi pasien atau tindakan lanjutnya.
a. Resume pelayanan pasien pulang disiapkan oleh tenaga yang mampu pada
waktu pasien pulang.
b. Ringkasan berisi pula instruksi untuk tindak lanjut
c. Salinan ringkasan pelayanan pasien didokumentasikan dalam rekam medis
d. Kalau tidak bertentangan dengan kebijakan rumah sakit, hukum atau
budaya, pasien juga diberikan salinan ringkasan pelayanan pasien pulang.
e. Salinan resume pasien pulang diberikan kepada praktisi kesehatan yang
bertanggung jawab terhadap tindak lanjut pelayanan.
f. Kebijakan dan prosedur menetapkan kapan resume pasien pulang harus
dilengkapi dan dimasukkan ke status pasien.
1. Pengertian Suatu kegiatan yang mempersiapkan pasien pulang meliputi perawatan selama di
rumah,informasi perubahan pola hidup,obat untuk diteruskan dan tindak lanjut
untuk periksa kembali attau perlu di rujuk ke fasilitas pelayanan yang lebih tinggi..
2. Tujuan Sebagai acuan pemulangan pasien dan tindak lanjut pasien di puskesmas pakan
rabaa.
3. Kebijakan Sesuai dengan SK Pimpinan Puskesmas No 801/ /[Link]/III/2016
Tentang Pemulangan pasien dan tindak lanjut pasien.
4. Referensi Permenkes No 1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang keselamatan pasien rumah
sakit
5. Langkah-langkah 1. Dokter menyatakan bahwa pasien bisa meninggalkan puskesmas karena telah
Prosedur dinyatakan sembuh atau harus dirujuk atau karna meninggal dunia.
2. Petugas memberikan informasi kepada pasien atau keluarga pasien bahwa
pasien sudah sembuh dan boleh pulang ke rumah atau harus dirujuk untuk
tindakan lebih lanjut.
3. Petugas memberikan informasi kepada pasien atau keluarga pasien tentang
penanganan setelah proses pemulangan pasien seperti jadwal kontrol ulang ,
cara meminum obat di rumah, makanan yang boleh dikosumsi di rumah.
4. Petugas membicarakan tentang proses pemulangan pasien termasuk
transportasi.
5. Petugas mempersiapkan proses pemulangan.
6. Petugas mempersiapkan lembar informed consent untuk ditanda tangani
pasien atau keluarga bagi pasien yang akan dirujuk.
7. Petugas membuat surat rujukan untuk pasien yang dirujuk.
8. Petugas menjelaskan kepada pasien untuk meminta surat umpan balik rujukan
dari rumah sakit rujukan jika psien kontrol kembali ke puskesmas.
9. Petugas memberi informasi obat yang akan dibawa pulang kepada pasien dan
keluarga pasien.
10. Petugas menjelaskan kepada pasien untuk kontrol pada waktu yang sudah
ditentukan.
11. Petugas mendokumentasikan kegiatan.
6. Unit Terkait Rawat inap.
7. Rekaman Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
1. Pengertian
Alternatif penanganan pasien yang memerlukan rujukan tetapi tidak mungkin
dilakukan jika puskesmas menerima umpan balik rujukan pasien dari fasilitas
kesehatan yang lebih tinggi atau fasilitas kesehatan lain,maka perlu dilakukan
tindak lanjut terhadap pasien melalui proses kajian dan sesuai dengan prosedur
yang berlaku.
2. Tujuan Sebagai acuan untuk pelaksanaan alternatif penanganan pasien yang memerlukan
rujukan tetapi tidak mungkin dilakukan.
3. Kebijakan Sesuai dengan SK Pimpinan Puskesmas No 801/ /[Link]/III/2016
Tentang Alternatif penanganan pasien yang memerlukan rujukan tetapi tidak
mungkin dilakukan.
4. Referensi Permenkes No 001 tahun 2012 tentang sistem rujukan pelayanan perorangan
5. Langkah-langkah 1. Petugas pendaftaran mengantarkan status pasien ke ruangan yang dituju.
Prosedur 2. Petugas melakukan anamnesa awal.
3. Dokter melakukan anamnesa lanjut serta menerima rujuk balik pasien dari
fasilitas kesehatan lain.
4. Dokter menyarankan untuk merujuk balik ke sarana fasilitas kesehatan yang
memberikan rujukan balik.
5. Apabila pasien menolak untuk dirujuk balik,pasien atau keluarga
menandatangani inform consent penolakan rujukan.
6. Dokter membaca surat rujukan balik,jika obat tersedia di puskesmas, dokter
meneruskan terapi dari fasilitas kesehatan yang memberikan rujukan.
7. Dokter meminta petugas PERKESMAS untuk melakukan kunjungan ke rumah
pasien tersebut.
8. Petugas PERKESMAS melaporkan perkembangan pasien kepada dokter.
9. Dokter memperhatikan perkembangan penyakit pasien.
6. Unit Terkait BP UMUM, BP Lansia.
7. Rekaman Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
1. Pengertian Suatu kegiatan tindak lanjut dari sarna rujukan untuk melanjutkan pengobatan di
puskesmas pakan rabaa.
2. Tujuan Untuk kesinambungan pelayanan di puskesmas pakan rabaa.
3. Kebijakan Sesuai dengan SK Pimpinan Puskesmas No 801/ /[Link]/III/2016
Tentang Tindak lanjut terhadap umpan balik dari sarana kesehatan rujukan yang
merujuk balik.
4. Referensi Permenkes No 001 tahun 2012 tentang sistem rujukan pelayanan perorangan
5. Langkah-langkah 1. Petugas pendaftaran mengantarkan status pasien ke ruangan yang dituju.
Prosedur 2. Petugas melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik.
3. Dokter meminta surat rujuk balik dari rumah sakit rujukan.
4. Dokter membaca surat rujukan dan menganalisa surat rujukan.
5. Dokter menganjurkan untuk kontrol kembali ke RS jika dalam surat umpan
balik pasien diminta untuk kontrol kembali ke rumah sakit.
6. Dokter membuat surat rujukan ke rumah sakit.
7. Dokter meneruskan terapi dari rumah sakit rujukan jika di dalam surat
umpan balik, pasien diperkenankan untuk melanjutkan terapi di puskesmas.
8. Dokter meresepkan obat dan melakukan tindakan sesuai dengan rujukan
balik.
9. Pasien mengambil obat di apotik.
6. Unit Terkait BP UMUM, BP Lansia
7. Rekaman Historis
KUSHARNI
NIP. 198106102010112029
FORM MONITORING PASIEN SELAMA RUJUKAN
Nama: Umur: [Link]:
Pakan Rabaa,...............................................
..............................................
Nama dan Tanda tangan Petugas
EVALUASI PEMBERIAN INFORMASI PASIEN
KABUPATENSOLOKSELATAN
PULANG
No. Dokumen : [Link]/....../SOP/III/2016
No. Revisi : 01
SOP Tanggal Terbit : 29 Maret 2016
Halaman :1/2
PUSKESMAS dr. KUSHARNI
PAKAN RABAA NIP. 198106102010112029
1. Pengertian Evaluasi pemberian infprmasi pasien pulang adalah suatu proses penilaian
pemberian informasi dari petugas kepada pasien..
2. Tujuan Sebagai acuan pemulangan pasien dilaksanakan sesuai dengan standar
operasional prosedur yang sudah ditetapkan.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/ /[Link]/III/2016 Tentang Evaluasi
pemberian informasi pasien pulang.
4. Referensi Instrumen akreditasi puskesmas
5. Langkah-langkah 1. Tim mutu puskesmas melakukan evaluasi pemberian informasi pasien
Prosedur pulang.
2. Tim mutu puskesmas membuat instrumen penilaian evaluasi pemberian
informasi pasien pulang.
3. Tim mutu puskesmas merencanakan jadwal evaluasi pemberian informasi
pasien pulang.
4. Tim mutu puskesmas melakukan pembagian tugas antar anggota dalam
melakukan evaluasi pemberian informasi pasien pulang.
5. Tim mutu puskesmas melaksanakan kegiatan pemantauan pelaksanaan
evaluasi pemberian informasi pasien pulang sesuai dengan rencana
pelaksanaan.
6. Tim mutu puskesmas mengisi instrumen pemantauan berdasarkan hasil
pengamatan.
7. Tim mutu puskesmas menyimpulkan hasil pemantauan evaluasi pemberian
informasi pasien pulang.
8. Tim mutu puskesmas mendokumentasikan hasil pemantauan.
9. Tim mutu puskesmas mengevaluasi hasil pemantauan.
10. Tim mutu puskesmas membuat rencana tindak lanjut terhadap hasil
pemantauan.
11. Tim mutu puskesmas mengevaluasi pelaksanaan rencana tindak lanjut.
12. Tim mutu puskesmas melaporkan kepada pimpinan puskesmas jika hasil
pemantauan tidak dapat ditindak lanjuti oleh petugas.
13. Pimpinan puskesmas menerima laporan hasil pemantauan dari tim mutu
puskesmas dan membuat rencana pelaksanaan pertemuan tinjauan
manajemen.
14. Tim mutu mengadakan pertemuan tinjauan manajemen yang dihadiri oleh
pimpinan puskesmas dan petugas yang di audit untuk membahas hasil
pemantauan dan tindak lanjut hasil pemantauan.
6. Unit Terkait Pimpinan puskesmas, Tim Mutu
11 Agustus 2016
Diketahui oleh
Pimpinan Koordinator UKP
11 Agustus 2016
Diketahui oleh
Pimpinan Koordinator UKP
SIRKUMSISI
KABUPATENSOLOKSELATAN
1. Pengertian Tindakan pengangkatan preputium penis secara melingkar dengan tujuan tertenttu.
II. Infiltrasi
a. Tarik dan regangkan batang penis.
b. Identifikasi pembuluh darah superfisial agar tidak hematom atau
obat anastesi masuk pembuluh darah.
c. Lakukan anastesi infiltrasi pada lapisan sub kutan ventral penis.
d. Aspirasi, bila tidak darah masukkan obat 0,5 cc sambil mencabut
jarum perlahan – lahan.
e. Massase untuk mempercepat penyebaran obat.
6. Petugas menarik preputium ke proksimal kemudian klem dibuka sambil
didorong ke arah perlengketan.
7. Petugas membersihkan smegma.
8. Petugas memulai pengguntingan dan penjahitan
a. Pasang klem pada preputium di arah jam 6, 11, dan 1 dengan ujung
klem.
b. Lakukan pengguntingan kulit dorsum penis pada jam 12 sampai
dengan 0,3-0,5 cm dari corona glandis.
SIRKUMSUSI
[Link] Historis
No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
[Link] Historis
4
PENGGUNAAN INFANT WARMER
KABUPATENSOLOKSELATAN
[Link] Historis
4
KABUPATENSOLOKSELATAN PEMBERIAN OKSIGEN
[Link] Historis
[Link] Historis
1. Pengertian Suatu kegiatan dilaksanakan untuk menghitung jumlah pernafasan dalam satu
menit.
2. Tujuan Untuk mengetahui keadaan umum pasien dan kelainan pada fungsi pernafasan.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No.801/......./[Link]/ VIII /2016 Tentang
Pemeriksaan fisik dan EKG
4. Referensi [Link] Kusyati, [Link], DKK.2006. Keterampilan dan prosedur laboratorium
keperawatan [Link]: EGC
5. Prosedur / 1. Petugas mencuci tangan dan memakai handscone.
Langkah- langkah 2. Menghitung pernafasan selama 1 menit.
3. Bila ada kelainan segera laporkan kepada dokter yang bertugas.
4. Petugas membuka handscone dan cuci tangan.
5. Mendokumentasikan tindakan.
7. Rekaman Historis
[Link] Historis
1. Pengertian Suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk menghitung denyut nadi dengan
meraba:
a) Arteri radialis pada pergelangan tangan.
b) Arteri brachialis pada siku bagian dalam.
c) Arteri carotis pada leher.
d) Arteri temporalis pada pelipis.
2. Tujuan Untuk mengetahui suhu badan pasien untuk menentukan tindakan perawatan.
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No. 800/ / [Link]/ VIII /2016 Tentang
pemeriksaan fisik dan EKG
4. Referensi [Link] Kusyati, [Link], DKK.2006. Keterampilan dan prosedur laboratorium
keperawatan [Link]: EGC
5. Prosedur / 1. Petugas mencuci tangan dan memakai handscone.
Langkah- langkah 2. Alat-alat didiekatkan dengan pasien.
3. Jelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan pada pasien.
4. Periksa termometer apakah air raksa tepat pada angka dibawah 25 derajat
celcius.
5. Atur posisi pasien sesuai dengan kondisi pasien.
6. Buka lengan baju pasien dan ketiak harus di keringkan terlebih dahulu.
7. Jepitkan termometer pada ketiak pasien dengan reservoir tepat ditengah
ketiak dan lengan pasien kemudian lipatkan kedada.
8. Setelah 5-10 menit termometer diangkat dan dibaca kemudian dicatat.
9. Bersihkan termometer.
10. Air raksa diturunkan kembali dan termometer diletakkan ditempatnya.
11. Pasien dikembalikan pada posisi semula.
12. Alat dibereskan ,lepaskan handscone dan petugas mencuci tangan.
[Link] Historis
PEMASANGAN EKG
[Link] Historis
1. Pengertian Menutup bagian mulut dan hidung sebagai kewaspadaan untuk mengurangi
transmisi dropley-udara.
2. Tujuan Sebagai acuan untuk pemakaian alat proteksi diri
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No. 800/ / [Link]/ III /2016 Tentang
Kewaspadaan universal
4. Referensi [Link] Kusyati, [Link], DKK.2006. Keterampilan dan prosedur laboratorium
keperawatan [Link]: EGC
5. Prosedur / 1. Temukan tepi atas masker.
Langkah- langkah 2. Pegang masker pada kedua tali atau pita bagian [Link] kedua
tali tersebut di atas puncak belakang kepala petugas dengan tali di atas
telinga.
3. Ikat kedua tali bawah dengan kuat sekitar leher petugas, dengan masker
tepat dibawah dagu.
4. Dengan perlahan cubit pita logam atas sekitar batang hidung petugas.
[Link] Terkait Unit pelayanan.
[Link] Historis
[Link] Historis
[Link] Historis
1. Pengertian Menghindari pengulangan yang tidak perlu adalah hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam menciptakan keterpaduan, (tindakan baik pengkajian atau tindakan yang
tidak perlu dilakukan pada pasien yang disebabkan telah dilakukan sebelumnya)
2. Tujuan Agar pelayanan klinis yang diberikan efektif dan efesian baik perencanaan dan
pelaksanaannya harus menghindari pengulangan yang tidak perlu sebagai
pendukung yang sesuai dengan kemampuan puskesmas, dan dipadukan sebagai
hasil kajian dalam merencanakan dan melaksanakan layanan klinis bagi pasien.
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes RI No. 46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi Puskesmas
5. Prosedur / 1. Petugas menerima status pasien darrriii petugas pendaftaran
Langkah- langkah 2. Petugas memanggil pasien masuk keruang pemeriksa
3. Petugas melakukan anamnesa terhadap masalah yang dihadapi pasien
4. Petugas menanyakan riwayat penyakit dan pengobatan pasien dari unit
pelayanan lain
5. Petugas menanyakan riwayat penyakit sekarang
6. Petugas menanyakan keluhan yang sekarang
7. Petugas memeriksa catatan medis terdahulu pasien
8. Petugas melakukan pemeriksaan fisik pasien sesuai penyakit
9. Petugas melakukan rencana layanan medis pasien saat ini.
.
[Link] Historis
2
DINAS KESEHATAN KABUPATEN SOLOK SELATAN
PUSKESMAS PAKAN RABAA
KECAMATAN KOTO PARIK GADANG DIATEH
Jln. Raya Padang – Muaralabuh KM 12 Telp : -
Nama : Umur :
Keluhan Utama :
Pemeriksaan Fisik :
1. KU :
2. GCS :
3. Vital Sign : TD: mm/Hg
Nd: x/mnt
Nafas : x/mnt
Suhu :
4. Pemeriksaan lain :
Diagnosa :
Salam sejawat,
KABUPATENSOLOKSELATAN MENGGUNAKAN MASKER
1. Pengertian Menutup bagian mulut dan hidung sebagai kewaspadaan untuk mengurangi
transmisi dropley-udara.
2. Tujuan Sebagai acuan untuk pemakaian alat proteksi diri
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No. 800/ / [Link]/ III /2016 Tentang
Kewaspadaan universal
4. Referensi PERMENKES No 27 tahun 2017 tentang pedoman pencegahan dan
pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.
5. Prosedur / 1. Petugas memegang pada bagian tali( kaitkan pada telinga jika
Langkah- langkah menggunakan kaitan tali karet atau simpulkan tali di belakang kepala jika
menggunakan tali lepas).
2. Petugas mengeratkan tali kedua pada bagian tengah kepala atau leher.
3. Petugas menekan klip tipis fleksibel(jika ada) sesuai dengan lekuk tulang
hidung dengan kedua ujung jari tengah atau telunjuk.
4. Petugas membetulkan agar masker melekat erat pada wajah dan bawah
dagu dengan baik.
5. Periksa ulang untuk memastikan bahwa masker telah melekat dengan
benar.
[Link] Terkait UGD,Rawat inap,BP umum,BP Lansia,BP gigi,Laboratorium,KIA-
KB,MTBS,PONED
[Link] Historis
2
KABUPATENSOLOKSELATAN MENGGUNAKAN GAUN PELINDUNG
[Link] Historis
2
KABUPATENSOLOKSELATAN MELEPASKAN SARUNG TANGAN
[Link] Historis
2
KABUPATENSOLOKSELATAN MELEPASKAN GOGGLE ATAU PERISAI WAJAH
1. Pengertian Alat yang melindungi mata dan wajah dari percikan darah,cairan tubuh,sekresi
dan eksresi.
2. Tujuan Sebagai acuan untuk pemakaian alat proteksi diri
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No. 800/ / [Link]/ III /2016 Tentang
Kewaspadaan universal
4. Referensi PERMENKES No 27 tahun 2017 tentang pedoman pencegahan dan
pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.
5. Prosedur / 1. Petugas memgang karet atau gagang google.
Langkah- langkah 2. Petugas meletakkan di wadah yang telah di sediakan untuk di proses
ulang atau dalam tempat limbah infeksius..
[Link] Terkait Laboratorium,UGD,PONED
[Link] Historis
2
KABUPATENSOLOKSELATAN MELEPASKAN GAUN PELINDUNG
[Link] Historis
2
KABUPATENSOLOKSELATAN MELEPASKAN MASKER
1. Pengertian Menutup bagian mulut dan hidung sebagai kewaspadaan untuk mengurangi
transmisi dropley-udara
2. Tujuan Sebagai acuan untuk pemakaian alat proteksi diri
3. Kebijakan Berdasarkan SK Pimpinan Puskesmas No. 800/ / [Link]/ III /2016 Tentang
Kewaspadaan universal
4. Referensi PERMENKES No 27 tahun 2017 tentang pedoman pencegahan dan
pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.
5. Prosedur / 1. Petugas melepaskan tali bagian bawah.
Langkah- langkah 2. Petugas melepaskan tali atau karet bagian atas.
3. Petugas membuang ke tempat limbah infeksius.
[Link] Terkait UGD,Rawat inap,BP umum,BP Lansia,BP gigi,Laboratorium,KIA-
KB,MTBS,PONED
[Link] Historis