0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
537 tayangan10 halaman

Sampling Audit dan Salah Saji Material

Ringkasan dokumen tersebut membahas tentang audit sampling untuk pengujian rincian saldo. Ada beberapa perbedaan antara pengujian pengendalian, pengujian transaksi substantif, dan pengujian rincian saldo, terutama dalam hal apa yang diukur oleh masing-masing jenis pengujian. Dokumen ini juga membahas langkah-langkah sampling audit nonstatistik yang digunakan untuk pengujian rincian saldo, termasuk mendefinisikan populasi dan salah saji, men

Diunggah oleh

darin farah nabilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
537 tayangan10 halaman

Sampling Audit dan Salah Saji Material

Ringkasan dokumen tersebut membahas tentang audit sampling untuk pengujian rincian saldo. Ada beberapa perbedaan antara pengujian pengendalian, pengujian transaksi substantif, dan pengujian rincian saldo, terutama dalam hal apa yang diukur oleh masing-masing jenis pengujian. Dokumen ini juga membahas langkah-langkah sampling audit nonstatistik yang digunakan untuk pengujian rincian saldo, termasuk mendefinisikan populasi dan salah saji, men

Diunggah oleh

darin farah nabilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CHAPTER 17

AUDIT SAMPLING FOR TEST OF DETAILS OF BALANCES

1. COMPARISON OF AUDIT SAMPLING FOR TESTS OF DETAILS OF


BALANCES AND FOR TESTS OF CONTROLS AND SUBSTANTIVE TESTS OF
TRANSACTIONS
Risiko sampling maupun nonsampling merupakan hal yang penting bagi
pengujian pengendalian, pengujian substantive atas transaksi dan pengujian atau
rincian saldo. Untuk mengatasi risiko sampling, auditor dapat menggunakan metode
nonstatistik atau statistik atas ketiga jenis pengujian tersebut.
Perbedaan utama antara pengujian pengendalian, pengujian substantive atas
transaksi dan pengujian atas rincian saldo terletak pada apa yang ingin diukur oleh
auditor,
JENIS PENGENDALIAN APA YANG DIUKURNYA

Pengujian pengendalian ★ Keefektifan operasi pengendalian internal

Pengujian Substantif atas ★ Keefektifan operasi pengendalian internal


transaksi ★ Kebenaran moneter transaksi dalam sistem
akuntansi

Pengujian atas rincian saldo ★ Apakah jumlah dolar saldo akun


mengandung salah saji yang material

Auditor melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi :


➔ Untuk menentukan apakah tingkat pengecualian populasi cukup rendah
➔ Untuk mengurangi penilaian risiko pengendalian dan karenanya mengurangi
pengujian atas rincian saldo
➔ Untuk perusahaan public berukuran besar, guna menyimpulkan bahwa pengendalian
telah beroperas secara efektif demi tujuan audit pengendalian internal atas pelaporan
keuangan
Ada tiga jenis utama metode sampling yang digunakan untuk menghitung salah
saji saldo akun dalam dola yang dibahas pada bab ini : sampling nonstatistik, sampling
unit moneter dan sampling variable.

2. NONSTATISTICAL SAMPLING
Ada 14 langkah yang diperlukan dalam sampling audit untuk pengujian atas
rincian saldo. Langkah-langkah tersebut sejalan dengan 14 langkah yang digunakan
untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi, walaupun
tujuannya berbeda.
Sebagai auditor, anda harus memahami bagaimana sampling audit untuk
pengujian atas rincian saldo serupa dan berbeda dari sampling audit untuk pengujian
pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi.
Langkah-langkah Audit untuk Langkah-langkah Audit untuk
Pengujian atas rincian saldo Pengujian Pengendalian dan
Pengujian Substantif atas
Transaksi

Merencakanan Sampel Merencakanan Sampel

1. Menyatakan tujuan pengujian audit. 1) Menyatakan tujuan pengujian


audit

2. Memutuskan apakah sampling audit 2) Memutuskan apakah sampling


dapat diterapkan. audit dapat diterapkan.

3. Mendefinisikan salah saji. 3) Mendefinisikan atribut dan


pengecualian.

4. Mendefinisikan populasi. 4) Mendefinisikan populasi.

5. Mendefinisikan unit sampling. 5) Mendefinisikan unit sampling.

6. Menetapkan salah saji yang dapat 6) Menetapkan tingkat pengecualian


ditoleransi. yang dapat ditoleransi.

7. Menetapkan risiko yang dapat diterima 7) Menetapkan risiko yang dapat


atas penerimaan yang salah. diterima atas penilaian risiko
pengendalian yang terlalu rendah
(ARACR).

8. Mengestimasi salah saji dalam 8) Mengestimasi tingkat


populasi. pengecualian populasi.

9. Menentukan ukuran sampel awal. 9) Menentukan ukuran sampel


awal.

Memilih Sampel dan Melaksanakan Memilih Sampel dan Melaksanakan


Prosedur Audit Prosedur Audit

10. Memilih sampel. 10) Memilih sampel.

11. Melaksanakan prosedur audit. 11) Melaksanakan prosedur


audit.
Mengevaluasi Hasil Mengevaluasi Hasil

12. Menggeneralisasi dari sampel ke 12) Menggeneralisasi dari


populasi sampel ke populasi

13. Menganalisis salah saji 13) Menganalisis pengecualian.

14. Memutuskan akseptabilitas 14) Memutuskan akseptabilitas


populasi populasi

 Menyatakan Tujuan Pengujian Audit


Auditor akan mengambil sampel untuk pengujian atas rincian saldo guna
menentukan apakah saldo akun yang sedang diaudit telah dinyatakan secara wajar.
 Memutuskan Apakah Sampling Audit Dapat Diterapkan
Sampling audit diterapkan setiap kali auditor berencana membuat kesimpulan
mengenai populasi berdasarkan sampel.

 Mendefinisikan Salah Saji


Karena sampling audit untuk pengujian atas rincian saldo mengukur salah saji
moneter, yaitu salah saji yang terjadi apabila item sampel disalah sajikan. Ketika
mengaudit piutang usaha, setiap salah saji pada saldo pelanggan klien yang
dimasukkan dalam sampel auditor merupakan suatu salah saji (Menguji Kewajaran)

 Mendefinisikan Populasi
Dalam pengujian atas rincian saldo, populasi didefinisikan sebagai item yang
membentuk populasi dolar yang tercatat.
Sampling Berstratifikasi: Bagi kebanyakan populasi, auditor memisahkan
populasi ke dalam dua atau lebih subpopulasi sebelum menerapkan sampling audit.
Hal ini disebut sebagai sampling berstratifikasi (stratified sampling), di mana
setiap subpopulasi disebut sebagai strata. Stratifikasi memungkinkan auditor
menekankan item populasi tertentu dan mengabaikan yang lain. Tujuannya adalah
untuk mempermudah identifikasi serta menjelaskan kriteria.

 Mendefinisikan Unit Sampling


Untuk sampling nonstatistik dalam pengujian atas rincian saldo, unit
sampling hampir selalu merupakan item yang membentuk saldo akun. Auditor
dapat menggunakan item membentuk populasi tercatat sebagai unit sampling untuk
menguji semua tujuan audit kecuali kelengkapan. (Setiap customer pasti memiliki
buku pembantu sehingga itu yang menjadi unit sampling)
 Menetapkan Salah Saji yang dapat ditoleransi
Penerapan materialitas kinerja terhadap prosedur sampling tertentu.
Materialitas kinerja merupakan nilai yang ditetapkan lebih kecil dari materialitas bagi
laporan keuangan secara keseluruhan.
Salah saji yang ditoleransi mungkin sama nilainya dengan materialitas
kinerja atau mungkin lebih rendah jika populasi asal sampel dipilih lebih kecil
ketimbang saldo akun

 Menetapkan Risiko yang Dapat Diterima Atas Penerimaan yang Salah


Risiko yang dapat diterima atas penerimaan yang salah (acceptable risk of
incorrect acceptance = ARIA) adalah risiko yang bersedia ditanggung auditor
karena menerima suatu saldo sebagai benar padahal salah saji yang sebenarnya dalam
saldo tersebut melampaui salah saji yang dapat ditoleransi.
ARIA mengukur keyakinan yang diinginkan auditor atas suatu saldo
akun. Untuk memperoleh keyakinan yang lebih besar ketika mengaudit suatu saldo,
auditor akan menetapkan ARIA yang lebih rendah. Seperti ARACR pada pengujian
pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi, ARIA dapat ditetapkan
secara kuantitatif (seperti 5% atau 10%), atau secara kualitatif (seperti rendah,
sedang, tinggi).
Ada hubungan terbalik antara ARIA dan ukuran sampel yang
diperlukan. Sebagai contoh, jika auditor memutuskan untuk mengurangi ARIA dari
10% menjadi 5%, ukuran sampel yang diperlukan akan meningkat. Dengan kata lain,
jika auditor hanya bersedia mengambil resiko yang kecil, akan diperlukan ukuran
sampel yang lebih besar.
Sebuah faktor penting mempengaruhi keputusan auditor mengenai ARIA
adalah penilaian risiko pengendalian dalam model risiko audit. Jika pengendalian
internal sudah efektif, maka risiko pengendalian dapat dikurangi sehingga
memungkinkan auditor untuk meningkatkan ARIA. Pada gilirannya, hal ini akan
mengurangi ukuran sampel yang diperlukan untuk pengujian atas rincian saldo yang
berkaitan.

 Mengestimasi Salah Saji dalam Populasi


Biasanya auditor membuat estimasi ini berdasarkan pengalaman sebelumnya
dengan klien dan dengan menilai risiko inhern, yang mempertimbangkan hasil
pengujian pengendalian, pengujian substantif atas transaksi, dan prosedur analitis
yang telah dilaksanakan. Ukuran sampel yang direncanakan akan meningkat apabila
jumlah saji yang diharapkan dalam populasi mendekati salah saji yang dapat
ditoleransi.
 Menentukan Ukuran Sampel Awal
Jika menggunakan sampling nonstatistik, auditor menentukan ukuran sampel
awal dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang telah kita bahas sejauh ini. Untuk
membantu auditor membuat keputusan menyangkut ukuran sampel, auditor seringkali
mengikuti pedoman yang disebabkan oleh kantor akuntannya atau beberapa sumber
lainnya.

 Memilih Sampel
Untuk sampling nonstatistik standar auditing mengijinkan auditor untuk
menggunakan metode pemilihan mana pun. Auditor baru akan membuat keputusan
setelah mempertimbangkan keunggulan dan kelemahan setiap metode, termasuk
pertimbangan biaya. Untuk sampling berstratifikasi auditor akan memilih sampel
secara independen dari setiap strata.

 Melaksanakan Prosedur Audit


Auditor menerapkan prosedur audit yang tepat pada setiap item sampel untuk
menentukan apakah item tersebut mengandung salah saji. Contohnya dalam
konfirmasi piutang usaha, auditor harus mengirimkan sampel konfirmasi positif dan
menentukan jumlah salah saji dalam setiap akun yang dikonfirmasi. Jika terjadi non
responden, mereka akan menggunakan prosedur alternatif untuk menentukan salah
saji.

 Menggeneralisasi Dari Sampel ke Populasi dan Memutuskan Akseptabilitas


Populasi
Auditor harus menggeneralisasikan dari sampel ke populasi dengan 1).
Memproyeksikan salah saji dari hasil sampel ke populasi dan 2). Mempertimbangkan
kesalahan sampling serta risiko sampling (ARIA).
Auditor tidak akan langsung menyimpulkan jumlah salah saji klien suatu
akun (piutang) dari sampel karena auditor berkepentingan dengan hasil
populasi, bukan hasil sampel. Karena itu, auditor harus memproyeksikan dari
sampel ke populasi untuk mengestimasi salah saji populasi.
Langkah pertama adalah menghitung titik estimasi (point estimate). Titik
estimate dapat dihitung dengan berbagai cara, tetapi pendekatan yang umum adalah
mengasumsikan bahwa salah saji populasi yang belum diaudit adalah proporsional
dengan salah saji sampel. Perhitungan tersebut harus dilakukan untuk setiap strata dan
kemudian dijumlahkan, bukan menggabungkan total salah saji dalam sampel.
Titik estimasi salah saji= salah saji klien nilai tercatat sampel X nilai buku
tercatat strata
Auditor yang menggunakan sampling nonstatistik tidak dapat mengukur
secara formal kesalahan sampling sehingga harus mempertimbangkan secara subjektif
kemungkinan bahwa salah saji populasi yang sebenarnya melampaui jumlah yang
dapat ditoleransi. Auditor melakukan hal ini dengan mempertimbangkan:
a. Perbedaan antara titik estimasi dan salah saji yang dapat ditoleransi (yang
disebut penghitungan kesalahan sampling
b. Sejauh mana item dalam populasi telah diaudit 100 persen
c. Apakah salah saji cenderung meng-offset atau hanya bersifat satu arah
d. Jumlah salah saji individual
e. Ukuran sampel

Jika item populasi yang lebih besar diaudit 100 persen, setiap salah saji
yang belum teridentifikasi akan dibatasi pada item yang lebih kecil. Jika salah saji
cenderung meng-offset dan relatif berukuran kecil, auditor dapat menyimpulkan
bahwa salah saji populasi yang sebenarnya mungkin lebih kecil dari jumlah yang
dapat ditoleransi. Selain itu, semakin besar ukuran sampel, semakin yakin auditor
bahwa titik estimasi mendekati nilai populasi yang sebenarnya.
Meskipun jumlah salah saji yang mungkin tidak dianggap material,
auditor harus menunggu untuk melakukan evaluasi akhir hingga seluruh audit selesai.
Estimasi total salah saji dan estimasi kesalahan sampling piutang usaha harus
digabungkan dengan estimasi salah saji pada semua bagian audit lainnya untuk
mengevaluasi pengaruh semua salah saji terhadap laporan keuangan secara
keseluruhan.

 Menganalisis Salah Saji


Auditor harus mengevaluasi sifat dan penyebab setiap salah saji yang
ditemukan dalam pengujian atas rincian saldo. Auditor harus menganalisis salah saji
untuk memutuskan apakah setiap modifikasi model risiko audit memang diperlukan.
Dalam paragrap sebelumnya, jika auditor menyimpulkan bahwa kelalaian untuk
mencatat retur yang disebabkan oleh lemahnya pengendalian internal, auditor
mungkin perlu menilai kembali risiko pengendalian.
Hal tersebut pada gilirannya akan menyebabkan auditor mengurangi ARIA,
yang akan meningkatkan ukuran sampel yang direncanakan. Revisi model risiko audit
harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena model tersebut terutama ditujukan
untuk perencanaan, bukan mengevaluasi hasil.

 Tindakan yang Diambil Apabila Populasi Ditolak


Jika auditor menyimpulkan bahwa salah saji dalam suatu populasi mungkin
lebih besar dari salah saji yang dapat ditoleransi setelah mempertimbangkan
kesalahan sampling, populasi tidak dianggap dapat diterima. Auditor memiliki
tindakan yang dapat dilakukan.
1. Tidak mengambil tindakan hingga pengujian atas bidang audit lainnya telah
selesai
2. Melaksanakan pengujian audit yang diperluas pada bidang tertentu
3. Meningkatkan ukuran sampel
4. Menyesuaikan saldo akun
5. Meminta klien untuk mengoreksi populasi
6. Menolak untuk memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian
3. MONETARY UNIT SAMPLING
Monetary Unit Sampling (MUS) merupakan metode sampling statistik yang paling
umum digunakan untuk pengujian atas rincian saldo karena memiliki kesederhanaan
statistik bagi sampling atribut serta memberikan hasil statistik yang diekspresikan dalam
dollar (atau mata uang lainnya yang sesuai)
A. Perbedaan antara MUS dan Sampling Non Statistik
➔ Definisi Unit Sampling adalah suatu Dolar Individual.
➔ Ukuran Populasi adalah Populasi Dolar yang Tercatat
➔ Ukuran Sampel Ditentukan dengan Menggunakan Rumus Statistik
➔ Pemilihan Sampel Dilakukan dengan Menggunakan PPS (probability
proportional to size sample selection)
➔ Auditor Menggeneralisasi dari Sampel ke Populasi dengan Menggunakan Teknik
MUS. Batas salah saji (misstatements bonds) diperoleh dengan auditor :
- Memproyeksikan salah saji dari hasil sampel ke populasi
- Menentukan kesalahan sampling yang terkait
B. Memutuskan Akseptabilitas Populasi dengan Menggunakan MUS
Auditor membandingkan batas salah saji yang telah dihitung dengan salah saji yang
dapat ditoleransi. Jika batas salah saji melebihi salah saji yang dapat ditoleransi,
populasi itu dianggap tidak dapat diterima.

C. Menentukan Ukuran Sampel dengan Menggunakan MUS

D. Menggeneralisasi dari Sampel ke Populasi apabila Tidak Ada Salah Saji yang
Ditemukan dengan Menggunakan MUS
Jika seluruh sampel diaudit dan tidak ada salah saji yang ditemukan,
auditor dapat membuat kesimpulan tanpa melakukan perhitungan tambahan bahwa
jumlah populasi yang tercatat tidak mengandung lebih saji yang lebih besar dari salah
saji yang dapat ditoleransi menurut risiko spesifik penerimaan yang salah.
Batas atas salah saji = panjang interval sampling x faktor keyakinan untuk
ketiadaan salah saji
Batas atas apabila tidak ada salah saji yang ditemukan juga disebut sebagai
presisi dasar (basic precision), dan merupakan penyisihan minimum bagi risiko
sampling inheren dalam sampel
E. Menggeneralisasi dari Sampel ke Populasi apabila Salah Saji Ditemukan dengan
Menggunakan MUS
➔ Menghitung asumsi salah saji persentase (Tainting) bagi setiap salah saji
Tainting = salah saji ÷ jumlah tercatat
➔ Memproyeksikan salah saji sampel dengan mengalikan salah saji persentase
dengan dengan panjang interval sampling
➔ Menambahkan penyisihan untuk risiko sampling berdasarkan faktor-faktor
keyakinan bagi jumlah salah saji aktual dan risiko yang dapat diterima atas
penerimaan yang salah

F. Audit dengan Menggunakan Sampling Unit Moneter


Empat fitur menarik MUS yang menarik bagi auditor :
➔ MUS secara otomatis akan meningkatkan kemungkinan memilih item dolar
yang tinggi dari populasi yang sedang diaudit
➔ MUS dapat mengurangi biaya pelaksanaan pengujian audit karena beberapa
item sampel akan diuji sekaligus
➔ MUS dapat diterapkan
➔ MUS menghasilkan kesimpulan statistik dan bukan kesimpulan nonstatistik
Kelemahan MUS :
➔ Total batas salah saji yang dihasilkan ketika salah saji ditemukan mungkin
terlalu tinggi untuk digunakan oleh auditor
➔ Sulit memilih sampel PPS dari populasi yang besar tanpa bantuan komputer
4. VARIABLES SAMPLING
Sampling variabel bertujuan untuk mengukur salah saji dalam suatu saldo akun.
Distribusi Sampling
Tiga hal yang membentuk hasil eksperimen mengambil jumlah sampel yang besar
dari populasi yang diketahui :
1. Nilai rata-rata dari semua rata-rata sampel sama dengan rata-rata populasi.
2. Jenis dari distribusi frekuensi rata-rata sampel adalah distribusi normal (kurva),
selama ukuran sampel cukup besar, tanpa memandang distribusi populasi.
3. Presentase rata-rata sampel di antara dua nilai distribusi sampling dapat diukur.
Presentase itu apat dihitung dengan menentukan jumlah kesalahan standar di antara
dua nilai an menentukan presentase rata-rata sampel yang direpresentasikan dari tabel
kurva normal.

 Inferensi Statistik
Secara alami, jika sampel diambil dari suatu populasi dalam situasi audit aktual,
auditor tidak mengetahui karakteristik populasi itu dan biasanya, hanya satu sampel yang
akan diambil dari populasi bersangkutan. Akan tetapi pengetahuan mengenai distribusi
sampling akan memungkinkan auditor untuk menarik kesimpulan statistik, atau inferensi
statistik.

 Metode Variabel
Setiap metode dibedakan menurut apa yang sedang diukur.
 Estimasi perbedaan. Auditor menggunakan estimasi perbedaan untuk mengukur
estimasi jumlah salah saji total dalam populasi apabila aa nilai tercatat maupun
nilai yang diaudit bagi setiap item sampel, yang hampir selalu terjadi dalam audit.
 Estimasi rasio. Serupa dengan estimasi perbedaan kecuali auditor menghitung
rasio antara salah saji an nilai tercatatnya serta memproyeksikan hal ini dengan
populasi untuk mengestimasi total salah saji populasi
 Estimasi rata-rata per unit. Auditor berfokus pada nilai yang diaudit dan bukan
pada jumlah salah saji setiap item dalam sampel.

 Metode Statistik Berstratifikasi


Metode sampling di mana semua unsur dalam total populasi dibagi menjadi
dua atau lebih subpopulasi setiap subpopulasi kemudian diuji secara independen.

 Risiko Sampling
Untuk sampling variabel, auditor menggunakan ARIA serta risiko yang dapat
diterima atas penolakan yang salah.
 ARIA adalah risiko statistik bahwa auditor telah menerima populasi yang dalam
kenyataannya menganung salah saji yang material. ARIA mendapat perhatian
yang besar dari auditor karena memiliki implikasi hukum yang serius
dalam menyimpulkan bahwa saldo akun telah dinyatakan secara wajar
padahal sebenarnya mengandung salah saji dalam jumlah yang material.
 ARIR adalah risiko statistik bahwa auditor telah menyimpulkan suatu populasi
mengandung salah saji yang material padahal sebenarnya tidak. ARIR hanya
akan memengaruhi tindakan auditor jika mereka menyimpulkan bahwa
populasi tidak dinyatakan secara wajar.

5. ILLUSTRATION USING DIFFERENCE ESTIMATION


Merencanakan Sampel dan Menghitung Ukuran Sampel dengan Menggunakan
Estimasi Perbedaan

A. Menetapkan risiko yang dapat diterima


1. Risiko yang dapat diterima atas penerimaan yang salah (ARIA).
ARIA dipengaruhi oleh risiko audit yang dapat diterima, hasil pengujian
pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi, prosedur analitis dan
signifikansi relative piutang usaha dalam laporan keuangan
2. Risiko yang dapat diterima atas penolakan yang salah (ARIR)
ARIR dipengaruhi oleh biaya tambahan resampling

B. Mengestimasi salah saji dalam populasi


1. Estimasi titik estimasi yang diharapkan
2. Melakukan estimasi deviasi standar populasi di muka – variabilitas
populasi
Auditor memerlukan estimasi dimuka atas variasi salsh saji dalam pipulasi
seperti yang diukur oleh deviasi standar populasi

C. Menghitung ukuran sampel awal


Ukuran sampel awal dapat dihitung dengan mengunakan rumus berikut :

Dimana :
n = ukuran awal sampel
SD* = estimasi dimuka atas dasar deviasi standar
ZA = koefisien keyakinan untuk ARIA
ZR = koefisien keyakinan untuk ARIR
N = ukuran populasi
TM = salah saji yang dapat ditoleransi untuk populasi (materialitas)
E* = estimasi titik estimasi salah saji populasi
D. Menggeneralisasi dari Sampel ke Populasi
1. Menghitung titik estimasi salah saji
Titik estimasi adalah ekstrapolasi langsung dari salah saji dalam sampel ke
salah saji dalam populasi.
2. Menghitung estimasi deviasi standar populasi
Deviasi standar populasi adalah ukuran statistic dari variabilitas nilai setiap
item dalam populasi. Jika ada sejumlah besar variasi dalam nilai item
populasi, deviasi standar akan lebih besar dibanding jika viariasinya kecil
3. Menghitung interval pesisi
Interval pesisi dihitung dengan menggunakan rumus statistika. Agar
interval presisi yang dihitung memiliki arti penting, interval tersebut harus
dihubungkan dengan ARIA
4. Menghitung batas keyakinan
Auditor menghitung batas keyakinan, yang mendefinisikan interval
keyakinan,dengan mengombinasikan titik estimasi dari total salah saji dan
interval presisi yang dihitung pada tingkat keyakinan yang diinginkan.

Anda mungkin juga menyukai