B-Pro
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
_______________________________________________________________________________________________________________
13 Maret 2018
SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S - 94/PJ.13/2018
TENTANG
PELAKSANAAN PENDAFTARAN WAJIB PAJAK BADAN SECARA ELEKTRONIK MELALUI NOTARIS
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
Sehubungan dengan telah diterbitkannya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2017 tentang
Pendaftaran Wajib Pajak Badan Secara Elektronik Melalui Notaris yang mulai berlaku tanggal 1 November
2017, dengan ini kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Direktur Jenderal Pajak telah menunjuk sebanyak 28 (dua puluh delapan) Notaris untuk dapat
mendaftarkan Wajib Pajak Badan secara elektronik melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor
KEP-264/PJ/2017.
2. Tata cara tindak lanjut KPP atas pendaftaran Wajib Pajak Badan secara elektronik melalui Notaris
sebagaimana diatur dalam Lampiran III PER-17/PJ/2017 meliputi:
a. pencetakan Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT)
kemudian menindaklanjuti sesuai dengan peraturan di bidang perpajakan yang mengatur
tentang tata cara pendaftaran dan pemberian NPWP; dan
b. verifikasi data pendaftaran dan lampiran.
3. Pencetakan Kartu NPWP sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a dilakukan dengan prosedur
sesuai dengan Lampiran III PER-17/PJ/2017 dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Petugas Pendaftaran di KPP tempat Wajib Pajak Badan terdaftar memantau informasi
pendaftaran Wajib Pajak Badan melalui Notaris pada sistem e-Registration menu Tindak
Lanjut Notaris setiap hari kerja;
b. Berdasarkan monitoring pendaftaran Wajib Pajak Badan melalui Notaris pada aplikasi
e-Registration, Petugas Pendaftaran di KPP tempat Wajib Pajak Badan terdaftar melakukan
pencetakan Kartu NPWP dan konsep SKT paling lama 1 (satu) hari kerja setelah tanggal
terdaftar;
c. Petugas Pendaftaran menyerahkan kartu NPWP dan konsep SKT tersebut kepada Kepala
Seksi Pelayanan;
d. Kepala Seksi Pelayanan meneliti, menandatangani SKT dan menyerahkan kembali kartu
B-Pro
NPWP dan SKT kepada Petugas Pendaftaran;
e. Petugas Pendaftaran menatausahakan dokumen dan menyampaikan Kartu NPWP, SKT dan
starter-kit kepada Wajib Pajak sesuai dengan peraturan di bidang perpajakan yang mengatur
tentang tata cara pendaftaran dan pemberian NPWP.
4. Verifikasi data dan lampiran sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf b dilakukan dengan
Prosedur sesuai Lampiran III PER-17/PJ/2017 dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Berdasarkan monitoring pendaftaran Wajib Pajak Badan melalui Notaris pada aplikasi
e-Registration, Petugas Pendaftaran di KPP tempat Wajib Pajak Badan terdaftar melakukan
penelitian dan pencocokan data yang telah diinput oleh Notaris dengan data yang
terdapat pada dokumen kelengkapan yang diunggah dalam aplikasi e-Registration;
b. Petugas Pendaftaran mengunduh dokumen kelengkapan yang disampaikan Wajib Pajak
melalui Notaris pada aplikasi e-Registration, kemudian menindaklanjuti sesuai tata cara
penatausahaan dokumen di KPP;
c. Jika data tidak sesuai dan/atau lampiran belum lengkap, Petugas KPP tempat Wajib Pajak
Badan terdaftar mengirim surat permintaan klarifikasi dan/atau pemenuhan kelengkapan
dokumen ke alamat kantor dan alamat surat elektronik Notaris (terlampir dalam Lampiran I)
dengan menggunakan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II;
d. Notaris menjawab surat permintaan klarifikasi dan/atau pemenuhan kelengkapan dokumen
paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah surat diterima;
e. Berdasarkan jawaban klarifikasi dan/atau pemenuhan kelengkapan dokumen dari Notaris,
KPP tempat Wajib Pajak Badan terdaftar melakukan perubahan data Wajib Pajak secara
Jabatan dalam hal terdapat perubahan data.
5. Dalam rangka monitoring dan evaluasi atas kualitas data pendaftaran Wajib Pajak Badan yang
didaftarkan melalui Notaris selama periode 1 November 2017 sampai dengan 31 Oktober 2018 dan
kewenangan Direktorat Jenderal Pajak untuk mengatur hak akses Notaris untuk pendaftaran Wajib
Pajak Badan, perlu diatur hal-hal sebagai berikut:
a. KPP tempat Wajib Pajak Badan terdaftar diminta untuk menyampaikan laporan pelaksanaan
pendaftaran Wajib Pajak Badan secara elektronik melalui Notaris setiap semester ke
Direktorat Transformasi Proses Bisnis dalam bentuk soft copy ke alamat email
[Link]@[Link] paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah
masa periode selesai, dengan periode laporan sebagai berikut:
- periode I : 1 November 2017 sampai dengan 30 April 2018;
- periode II : 1 Mei 2018 sampai dengan 31 Oktober 2018;
b. Laporan sebagaimana dimaksud pada huruf a menggunakan format sebagaimana tercantum
dalam Lampiran III.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama Para Kepala Kantor, kami ucapkan terimakasih.
B-Pro
A.n. DIREKTUR JENDERAL,
DIREKTUR TRANSFORMASI PROSES BISNIS
ttd
HANTRIONO JOKO SUSILO