0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
681 tayangan22 halaman

Pengetahuan PUS tentang KB Suntik 2018

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang alat kontrasepsi suntik di wilayah kerja Puskesmas Sei Suka tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan kuesioner kepada 125 pasangan usia subur yang memilih alat kontrasepsi suntik. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang alat kontrasepsi.

Diunggah oleh

Ade Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
681 tayangan22 halaman

Pengetahuan PUS tentang KB Suntik 2018

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang alat kontrasepsi suntik di wilayah kerja Puskesmas Sei Suka tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan kuesioner kepada 125 pasangan usia subur yang memilih alat kontrasepsi suntik. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang alat kontrasepsi.

Diunggah oleh

Ade Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GAMBARAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR

TERHADAP ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK DI WILAYAH

KERJA PUSKESMAS SEI SUKA


TAHUN 2018

OLEH:

ERLINA HUTASOIT

NIM : 1815301001

PRODI KEBIDANAN SARJANA TERAPAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RS. HAJI MEDAN

TAHUN 2018

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat
limpahan rahmat- Nyalah, telah memberikan kesehatan dan kekuatan sehingga
penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian ini pada “ Program Pendidikan
Kebidanan Sarjana Terapan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS. Haji Medan
Tahun 2018

Penyusunan Proposal Penelitian ini tidak terlepas dari berbagai kendala

namun berkat dan dorongan dari berbagai pihak, baik moral maupun material

sehingga sedikit demi sedikit kendala tesebut dapat diatasi dengan baik. Oleh

karena itu, penulis menghaturkan terima kasih sebanyak- banyaknya kepada

dosem pembimbing yang dengan ikhlas telah meluangkan waktu, tenaga dan

pikirannya dalam membimbing penulis guna penyempurnaan dalam

menyelesaikan Proposal Penelitian ini.


Akhir kata penulis berharap semoga Allah SWT memberikan pahala yang

setimpal atas bantuan dan jasa- jasanya dan proposal ini dapat bemamfaat bagi

penulis dan rekan- rekan mahasiswa.

Tanjung Seri 2108

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah..........................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................2
C. Tujuan Penelitian......................................................................................2
D. Manfaat Penalitian...................................................................................3
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Konsep Pasangan Usia Subur...................................................4
B. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan....................................................5
C. Tinjauan Konsep keluarga Berencana......................................................5
D. Tinjauan Konsep Tentang Kontrasepsi....................................................6
E. Tinjauan Umum Tentang Kontrasepsi Suntik..........................................7
BAB IIl. METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian .....................................................................................13
B. Lokasi dan Waktu Penelitian..................................................................13
C. Populasi dan Sampel..............................................................................13
D. Metode Pengumpulan Data....................................................................14
E. Pengelolaan dan Penyajian Data............................................................15
F. Etika Penelitian Data.............................................................................16
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ii
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis

masalah. Masalah utamanya yaitu ledakan jumlah penduduk yang beberapa tahun

terakhir ini sulit terkontrol. Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa

jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 237,6 juta jiwa. Jumlah ini

menunjukkan bahwa penduduk Indonesia menempati peringkat ke empat di dunia

setelah China, India, dan Amerika Serikat (RS, 2011). Untuk mampu merenda

keluarga bahagia, perlu berbagi peran dengan adil suami istri, berusaha mengatasi

krisis keluarga dan mengkukuhkan integritas keluarga (Mustakim, 2012 : 48)


Menurut WHO Pada tahun 2007, Kontrasepsi hormon berada pada posisi

ketiga di seluruh dunia, dari 25 juta pasangan usia subur, 37,53% yang memakai

kontrasepsi suntik.
Indonesia, pada tahun 2012 tercatat jumlah peserta KB aktif dari 64.133.347

juta jiwa, dengan jumlah PUS 161.750.743 juta jiwa dan WUS 51.472.069 juta

jiwa (Kemenkes RI, 2010). Dari 64.133.347 peserta KB aktif, pengguna KB

suntik (54,35%). Dari beberapa hasil penelitian yang dilakukan terhadap akseptor

KB suntik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan

penggunaan KB suntik adalah terjadinya gangguan menstruasi 51,25%, kenaikan

berat badan 36,25% dan peningkatan tekanan darah 3,75% (Eiska, 2007). Metode

KB suntik menggunakan medroksiprogesteron (sejenis progestin) yang

disuntikkan 1 atau 3 bulan sekali ke dalam otot bokong atau lengan atas. Suntikan

ini sangat efektif tetapi bisa mengganggu siklus menstruasi. Sepertiga pemakai

KB suntik tidak mengalami menstruasi pada 3 bulan setelah suntikan pertama dan

sepertiga lainnya mengalami perdarahan tidak teratur dan spotting (bercak

perdarahan) selama lebih dari 11 hari setiap bulannya. Semakin lama suntikan KB

dipakai, maka lebih banyak wanita yang tidak mengalami menstruasi tetapi lebih

sedikit wanita yang mengalami perdarahan tidak teratur. Setelah 2 tahun memakai

suntikan KB, sekitar 70% wanita sama sekali tidak mengalami perdarahan. Jika

pemakaian suntikan KB dihentikan, siklus menstruasi yang teratur akan kembali

terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun. Dalam prakteknya seringkali seorang

akseptor KB suntik 3 bulan mengalami gangguan seperti sakit kepala, gangguan

haid dan peningkatan berat badan. Efek samping yang ditimbulkan dari

penggunaan metode kontrasepsi KB suntik seringkali menimbulkan kecemasan


dalam diri akseptor. Sebagian besar akseptor tidak siap menghadapi perubahan

atau efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan kontrasepsi KB suntik 3

bulan. Efeknya berlangsung lama, sehingga kesuburan mungkin baru kembali 1

tahun setelah suntikan dihentikan, tetapi medroksiprogesteron tidak menyebabkan

kemandulan permanen. Keuntungan pemakaian KB suntik 3 bulan diantaranya

adalah cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan dalam

jangka panjang dan kesuburan dapat pulih kembali, tidak terpengaruh "faktor

lupa" dari pemakai (tidak seperti memakai PIL KB), tidak mengganggu hubungan

suami istri dan lainnya. Sementara untuk kekurangan metode KB suntik

menimbulkan efek samping terhadap siklus haid (menstruasi) seperti perdarahan

kenaikan berat badan dan beberapa efek lainnya. Seringkali akseptor KB suntik 3

bulan tidak mengetahui tentang efek samping penggunaan metode kontrasepsi ini

sehingga menimbulkan kecemasan. Terkadang kecemasan yang timbul bisa

sampai dengan tingkat kecemasan yang berlebihan ([Link]).


([Link]

Oleh karena itu Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan

dengan Program Keluarga Berencana. (Handayani S, 2010 : 29) Sasaran program

KB di bagi menjadi 2 yaitu sasaran langsung dan tidak langsung, tergantung dari

usaha yang ingin di capai. Sasaran langsungnya adalah Pasangan Usia Subur

(PUS) yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kelahiran dengan cara

penggunaan kontrasepsi secara berkelanjutan. Sedangkan sasaran tidak

lansungnya adalah pelaksana dan pengolah KB, dengan tujuan menurunkan


tingkat kelahiran melalui pendekatan kebijaksanaan kependudukan terpadu dalam

rangka mencapai keluarga yang berkualitas, dan keluarga sejahtera.

Hasil pelayanan Peserta KB Baru di Sumatera Utara sampai dengan bulan

Agustus 2008 mencapai 180.014 peserta atau 66,11% dari perkiraan permintaan

masyarakat sebagai peserta (PPM) KB Baru tahun 2008 sebanyak 272.300

peserta. Berarti pencapaian rata-rata perbulan diatas 8% dan apabila persentase

pencapaian rata-rata ini dapat dipertahankan, maka sasaran pencapaian peserta KB

Baru tahun 2008 akan tercapai. Dari pencapaian sebanyak 180.014 peserta KB

Baru tersebut , peserta KB IUD mencapai 10.773 peserta atau 5,98%, peserta KB

dengan metode Medis Operasi Pria (MOP) mencapai 351 peserta atau 0,19% dan

Medis Operasi wanita (MOW) mencapai 4.560 peserta atau 2,53% , peserta KB

Kondom mencapai 13.545 peserta atau 7,52%, peserta KB Implant mencapai

12.109 peserta atau 6,73% , peserta KB Suntik mencapai 72.090 peserta atau

40,05% dan peserta KB PIL mencapai 66.586 peserta atau 36,99%

([Link]

Berbagai usaha di bidang gerakan KB sebagai salah satu kegiatan pokok

pembangunan keluarga sejahtera telah dilakukan baik oleh pemerintah, maupun

swasta maupun masyarakat sendiri. Pasangan usia subur (PUS) adalah pasangan

yang berumur antara 20- 35 tahun dimana pasangan laki- laki dan perempuan

sudah cukup matang dalam segala hal terlebih organ reproduksinya sudah

berfungsi dengan baik.


Dari data yang diperoleh pada puskesmas sei suka jumlah Pasangan Usia

Subur yaitu pada bulan tahun 2018 tercatat sebanyak 1.125 [Link]
uaraian latar belakang tersebut diatas dengan tingginya angka akseptor pemakai

suntik, maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang Gambaran

Pengetahuan Pasangan Usia Subur Terhadap Alat Kontrasepsi suntik di wilayah

kerja Puskesmas Sei Suka Kabupaten Batu Bara.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan maka dirumuskan

masalah sebagai berikut :


1. Bagaimana pengetahuan pasangan usia subur terhadap alat kontrasepsi KB

Suntik?
2. Bagaimana pengetahuan pasangan usia subur terhadap kelebihan dan

kekurangan alat kontrasepsi KB Suntik ?


C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasangan usia subur terhadap alat

kontrasepsi KB Suntik .
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui pengetahuan pasangan usia subur tentang pengertian

kontrasepsi KB Suntik.
b. Untuk mengetahui pengetahuan pasangan usia subur tentang tujuan

kontrasepsi KB Suntik.
c. Untuk mengetahui pengetahuan pasangan usia subur tentang kontra indikasi

kontrasepsi KB Suntik.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Program
Sebagai salah satu sumber informasi bagi petugas kesehatan terutama bagi

penentu kebijakan dan pelaksanaa program baik instansi Departemen

Kesehatan maupun pihak di wiliyh kerja Pusesmas Sei Suka Kabupaten Batu

Bara
2. Manfaat Ilmiah
Sebagai sumber informasi dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan

sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya.


3. Manfaat Institusi
Sebagai bahan masukan pertimbangan bagi pengelola institusi terutama dalam

mengembangkan ilmu kebidanan.


4. Manfaat Penulis
Sebagai pengalaman ilmiah yang dapat meningkatkan pengetahuan dan

menambah wawasan tentang keluarga berencana.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Konsep Pasangan Usia Subur


1. Pengertian PUS
Pasangan usia subur (PUS) adalah berkisar antara usia 20-45 tahun

dimana pasangan (laki-laki dan perempuan) sudah cukup matang dalam

segala hal terlebih organ reproduksinya sudah berfungsi dengan baik. Pada

masa ini pasangan usia subur harus dapat menjaga dan memanfaatkan

kesehatan reproduksinya yaitu menekan angka kelahiran dengan metode

keluarga berencana, sehingga jumlah dan interval kehamilan dapat

diperhitungkan untuk meningkatkan kualitas reproduksi dan kualitas

generasi yang akan datang.


2. Masalah dan Kebutuhan yang Dialami Pasangan Usia Subur (PUS)
Dalam menjalani kehidupan berkeluarga, PUS sangat mudah dalam

memperoleh keturunan dikarenakan keadan kedua pasangan tersebut normal,

hal inilah yang menjadi masalah bagi PUS yaitu perlunya pengaturan

fertilitas (kesuburan), perawatan kehamilan dan persalinan aman. Dalam

penyelesaian masalah tersebut diperlukan tindakan dari tenaga kesehatan

dalam penyampaian penggunaan alat kontrasepsi rasional untuk menekan

angka kelahiran dan mengatur kesuburan dari pasangan tersebut. Maka dari

itu, petugas kesehatan harus memberikan penyuluhan yang benar dan

dimengerti masyarakat luas


B. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab

pertanyaaan “what” misalnya air, apa manusia, apa alam, dan sebagainya

(Notoatmodjo, 2012 : 1)
Penguasaan pengetahuan erat kaitannya dengan tingkat pendidikan

seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang,

maka semakin baik pula pengetahuannya tentang sesuatu (Sulistyawati A, 2009 :

104)
C. Tinjauan Konsep Keluarga Berencana
Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak

yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa

cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara

tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan

keluarga. Berdasarkan penelitian, terdapat 3.6 juta kehamilan tidak

direncanakan setiap tahunnya di Amerika Serikat, separuh dari kehamilan yang

tidak direncanakan ini terjadi karena pasangan tersebut tidak menggunakan alat

pencegah kehamilan dan setengahnya lagi tidak tepat dalam penggunaannya.


Gerakan keluarga berencana menekankan pentingnya untuk

merencanakan jumlah, interval, dan jenis kelamin dalam lingkungan keluarga,

yang dapat ditunjang oleh kemampuan sosial, ekonomi, keamanan, dan

ketahanan dalam keluarga (Manuaba I.B.G,2001 : 718).

D. Tinjauan Konsep Tentang Kontrasepsi


1. Pengertian Kontrasepsi
a. Kontrasepsi adalah bagian dari pelayanan kesehatan reproduksi untuk

pengaturan kehamilan dan merupakan hak setiap individu sebagai makhluk

seksual (Saifuddin, 2010 : U-46)


b. Kontrasepsi adalah suatu cara, obat, dan alat untuk mencegah atau

menjarangkan kehamilan (Priyanto A, 2009 : 114).


2. Macam metode atau cara kontrasepsi
a. Metode Kontrasepsi Sederhana
1). Tanpa alat atau obat, antara lain :
a). Metode kalender ( pantang berkala)
b). Metode lendir serviks
c). Metode suhu basal
d). Coitus interuptus ( senggama terputus)
e). Metode simpto- Termal
2). Dengan alat atau obat, antara lain :
a). Mekanisme ( barrier)
b). Kondom
c). Introvagina wanita antara lain : diagfragma, spons dan kap serviks.
d). Kimiawi dengan spermisid, antara lain : vaginal cream, vaginal

foam, vaginal jelly, vagina suppositoria, vaginal tablet.


b Metode Kontrasepsi Efektif (MKE)
1). Kontrasepsi Hormonal
a). KB pil, antara lain : Pil Oral Kombinasi (POK), Mini Pil, Morning

After
b). KB Suntik : Depo Provera, Cyclofem, Norigest
2). Implant/ AKBK
3). Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)
c. Metode Kotrasepsi Mantap
1). Metode Operatif Pria (MOP/ Vasektomi)
2). Metode Operatif Wanita (MOW/ TUbektomi)
Sumber : ( Hartanto H, 2004 : 42- 43).
3. Tujuan dari penggunaan alat kontrasepsi adalah :
a. Untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan

keluarga kecil dan sejahterah melalui pengendalian kelahiran dan

pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia.


b. Terciptanya penduduk yang berkualitas, sumber daya manusia yang

bermutu dan meningkatkan kesejahteraan keluarga (Handayani S,

2010:29).
Tinjauan Umum Tentang Kontrasepsi Suntik
1. Pengertian Kontrasepsi Suntikan
Kontrasepsi suntikan adalah suatu cara kontrasepsi yang berdaya

kerja panjang ( lama), yang tidak membutuhkan pemekaian setiap hari

atau setiap akan bersenggama, tetapi tetap reversible (Hartanto H, 2004 :

163 ).
2. Macam – macam Kontrasepsi Suntik
a. Depoprovera yang mengandung progesterone sebanyak 150 mg

dalambentuk partikel kecil, pemberian suntikan setiap 12 minggu


b. Cyclofem yang mengandung progesterone sebanyak 50 mg dan

estrogen, disuntikkan setiap bulan


c. Norigest merupakan turun testosterone, di suntikkan setiap 8 minggu

( Manuaba I. B. G, 2009 : 241)


Menurut (Saifuddin AB, 2006 : MK-42) terdapat dua jenis kontrasepsi suntik

KB, yaitu kontrasepsi suntikkan progesteron dan kontrasepsi kombinasi,

dengan profil umum sebagai berikut :


1. Kontrasepsi Suntikkan Progestin
Kontrasepsi suntikksn progestin adalah alat kontrasepsi berupa cairan

yang berisi hanya progesterone di suntikkan kedalam tubuh wanita

secara periodik (BPPUK, 2002).


a. Jenis- jenis kontrasepsi yang mengandung progestin, yaitu :
1) Depo Medroxyprogesteron asetat (DMPA), yang mengandung

150 DMPA, yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik

intramuscular (di dalam bokong).


2) Depo Norittesteron enatat (depo Norisetat), yang mengandung

200 mg Noristendron enantat, diberikan setiap 2 bulan dengan

cara disuntik IM.


b. Cara Kerja
1) Mencegah ovulasi
2) Mengentalkan lender serviks sehingga menurunkan kemampuan

penetrasi sperma.
3) Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi.
4) Menghambat transportasi gamet oleh tuba.
c. Efektivitas
Kedua kontrasepsi suntik tersebut memiliki efektifitas yang tinggi,

dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan/ tahun, asal penyuntikkan

di lakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan.


d. Keuntungan
1) Sangat efektif
2) Pencegahan kehamilan jangka panjang
3) Tidak berpengaruh pada hubungan suami- istri
4) Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI
5) Dapat digunakan oleh perempuan usia >35 tahun sampai

perimenopause .
6) Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara
7) Mencegah radang panggul
8) Sedikit efek samping
e. Keterbatasan
1. Sering ditemukan gangguan haid, seperti
a. Siklus haid yang memendek atau memanjang
b. Perdarahan yang banyak atau sedikit
c. Perdarahan yang tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)
· Tidak haid sama sekali
2. Klien tergantung pada sarana pelayanan kesehatan
3. Tidak dapat di hentikan sewaktu- waktu sebelum disuntik berikut
4. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
f. Indikasi Kontrasepsi suntikan progestin
1. Usia reproduksi
2. Nullipara dan yang telah memiliki anak
3. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi
4. Setelah melahirkan
5. Setelah abortus

g. Kontra indikasi kontrasepsi suntikan progestin


1. Hamil atau di curigai hamil
2. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.
3. Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorhoe.
4. menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara.
h. Waktu pemberian kontrasepsi suntikan progestin
1. Setiap saat selama siklus haid, dan ibu tidak hamil
2. Mulai hari 1 sampai 7 siklus haid.
3. Untuk ibu post partum dapat diberikan pada hari 3- 5, dan sesudah air susu

ibu (ASI terbentuk).


2. Kontrasepsi Suntikan Kombinasi
a. Jenis suntikan kombinasi, adalah :
1) 25 mg Depo Medrosiprogesteron asetat dan 5 mg estrodiol spionat yang

diberikan injeksi IM sebulan sekali (Cyclofem)


2) 50 mg norentindron enantat dan 5 mg estradiol valeret yang diberikan

injeksi IM sebulan sekali.


b. Cara kerja
1) Menekan ovulasi
2) Membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma

terganggu.
3) Menghambat transprtasi gamet oleh tuba.
4) Efektifitas
5) Sangat efektif (0,1-0,4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama

penggunaan.
c. Keuntungan kontrasepsi
1) Resiko terhadap kesehatan kecil
2) Tidak mempenharuhi hubungan suami istri
3) Tidak di perlukan pemeriksaan dalam
4) Pencegahan kehamilan jangka panjang
d. Keterbatasaan
1) Terjadinya pola haid tidak teratur.
2) Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan , dan keluhan seperti ini akan

hilang setelah suntik kedua atau ketiga.


3) Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan.
4) Penambahan berat badan
e. Indikasi kontrasepsi suntikan kombinasi
1) Usia reproduksi
2) Menyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan
3) Pasca melahirkan dan tidak menyusui
4) Anemia
f. Kontra indikasi suntikan kombinasi
1) Hamil atau di duga hamil
2) Menyusui dibawah 6 minggu pasca persalinan
3) Penyakit hati akut (virus hepatitis)
4) Usia > 35 tahun yang merokok Keganasan payudara
5) Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migran.
g. Waktu pemberian kontrasepsi suntikan kombinasi
1) Suntik di berikan dalam waktu 7 hari siklus haid
2) Pasca persalinan 6 bulan serta belum haid dan tidak hamil
3) Pasca keguguran
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yaitu penelitian hanya

menggambarkan keadaan objek, tidak ada maksud untuk menggeneralisasi

hasilnya. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah- langkah

pengumpualan data, klasifikasi, pengelolaan pembuatan kesimpulan dan laporan

tentang alat kontrsepsi KB Suntik pada pasangan usia subur (Sulistyaningsih,

2011 : 8).
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sei Suka Kabupaten

Batu Bara.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Tahun 2018
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah sekelompok orang atau objek dengan satu karakteristik

umum yang dapat di observasi (Sulistyaningsih, 2011 : 64). Semua akseptor

KB di wilayah Kerja Puskesmas Sei Suka Kabupaten Batu Bara

2. Sampel
Sampel adalah subset yang di cuplik dari populasi, yang akan diamati dan di

ukur oleh peneliti (Sulistyaningsih, 2011 : 65). Sehubungan dengan

keterbatasan biaya dan waktu yang dimiliki, saya mengambil sampel dalam

penelitian ini adalah semua akseptor KB yang menggunakan kontrasepsi

suntik sebanyak 113 orang pada Puskesmas Sei Suka bulan tahun 2018.
D. Cara pengumpulan Data
1. Pengumpulan data
Alat ukur yang di dalam peneltian ini adalah kuesioner. Kuesioner

adalah suatu teknik pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan


daftar pertanyaan kepada responden untu di jawabnya ( Sulistyaningsih, 2011 :

122).
Jenis data yang di kumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder.

Data primer meliputi pengetahuan, sikap, tentang penggunaan alat kontrasepsi

Kb suntik , semua data tesebut diatas diperoleh dari hasil pengisian kuesioner,

sedangkan data sekunder yaitu data penunjang dari data primer.


2. Data yang dikumpulkan adalah :
a. Primer
Data primer adalah data yang di ambil secara langsung dari responden

menggunakan kuesioner dengan metode angket. Data primer dalam penelitian

ini adalah pengetahuan pasangan usia subur terhadap KB Suntik.


b. Data Sekunder
Data sekunder yang digunakan untuk melengkapi data primer yang di

peroleh dari instansi terkait berupa : pencacatan dan pelaporan cakupan

pasangan usia subur di Klinik Lestari Asih Tangerang.


E. Langkah Pengolahan Data
Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument

pengumpulan data berupa alat ukur kuesioner yang di buat khusus oleh peneliti

sendiri dengan berpedoman pada perpustakaan yang ada. Setelah data terkumpul

dari lembar kuesioner yang ada maka dilakukan pengolahan data.


1. Pengolahan data tersebut dengan tahap- tahap sebagai berikut :
a. Editing
Proses editing dilakukan setelah data terkumpul dan dilakukan dengan

memeriksa kelengkapan data, memeriksa kesinambungan data, dan

kseragaman data.
b. Koding
Dilakukan untuk memudahkan dalam pengolahan data, semua jawaban

atau data perlu disederhanakan yaitu dengan simbol- simbol tertentu,

untuk setiap jawaban (pengkodean). Pengkodean dilakukan dengan


memberi nomor halaman, daftar pertanyaan, nomor variabel, nama

variabel, dan kode.


c. Tabulasi data
Setelah selesai pembuatan kode selanjutnya dengan pengolahan data

kedalam satu tabel menurut sifat- sifat yang di miliki yang mana sesuai

dengan tujuan peneltian ini dalam hal I I dipakai tabel untuk penganalisaan

data.
2. Analisa Data
Analisa data yang di gunakan dalam penelitian ini deskriptif adalah

dengan menggunakan presentasi dengan rumus distribusi frekuensi

sebagai berikut :
P = f x 100%
n
Keterangan :
P : Presentase yang di cari
f : Frekuensi atau variabel yang di teliti
n : Jumlah sampel
F. Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini peneliti mendapat rekomendasi STIKES Widya

Dharma Husada yang tembusannya di sampaikan ke pemilik Klinik Lestari Asih

Tangerang. Setelah mendapat persetujuan barulah melakukan penelitian dengan

menekankan masalah etika yang meliputi :


1) Infoment Consent
Infoment consent atau lembar persetujuan di berikan kepada subyek

yang akan di teliti. Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan riset yang

dilakukan dan dampak yang mungkin terjadi selama dan sesudah

pengumpulan data. Jika pengetahuan pasangan usia subur (PUS) tentang alat

kontrasepsi diteliti, maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan

tersebut. Jika pasangan usia subur (PUS) menolak untuk di teliti maka peneliti

tidak akan memaksa dan tetap menghormati hak- haknya.


2) Anonimity (tanpa nama)
Untuk menjaga kerahasian pasanag usia subur (PUS), peneliti tidak

mencatumkan nama koresponden pada lembar pengumpulan data, cukup

dengan memberi nomor pada masing- masing lembar tersebut.


3) Confidentiality (kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi pasangan usia subur (PUS) di jamin oleh peneliti,

hanya kelompok data tertentu saja yang akan disajikan atau dilaporkan

sebagai hasil riset.


KUESIONER PENELTIAN
GAMBARAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP

ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DIPUSKESMAS SEI SUKA

Identitas Responden
No. Responden :
Nama :
Umur :
Pendidikan :
Alamat :

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang pada setiap jawaban.
A. Pertanyaan tentang pengertian alat kontrasepsi KB suntik
1. Apa yang anda ketahui tentang alat kontrasepsi ?
a. Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan
b. Kontrasepsi adalah upaya untuk menghentikan kehamilan
c. Kontrasepsi adalah upaya untuk menggugurkan kehamilan
2. Apa yang anda ketahui tentang alat kontrasepsi KB suntik ?
a. Cairan yang disuntikkan untuk menggugurkan kehamilan
b. Cairan yang disuntikkan untuk menghentikan kehamilan
c. Cairan yang disuntikkan kedalam tubuh wanita untuk mencegah

kehamilan
d. Tidak tahu
3. Yang tidak termasuk jenis kontrasepsi KB suntik adalah ?
a. Kontrsepsi suntikkan progesteron dan kombinasi
b. Kontrasepsi estrogen
c. Kontrasepsi Pil KB
d. Tidak tahu
4. Apakah anda mengetahui cara kerja alat kontrasepsi KB suntik ?
a. Mencegah haid
b. Mencegah ovulasi ( pembuahan )
c. Meningkatkan kesuburan
d. Tidak tahu
B. Pertanyaan tentang tujuan alat kontrasepsi Kb suntik
1. Apa tujuan kontrasepsi KB suntik /
a. Menjaga kesehatan anak
b. Meningkatkan kesuburan
c. Mencegah kehamilan
d. Tidak tahu
2. Apa keuntungan kontrasepi KB suntik ?
a. Pencegahan kehamilan jangka panjang
b. Pencegah kehamilan jangka pendek
c. Pencegah terjadinya haid
d. Tidak tahu
3. Apa kerugian kontrasepsi KB suntik ?
a. Sering ditemukan pusing
b. Sering ditemukan gangguan haid
c. Terjadi gangguan pola tidur
d. Tidak tahu
4. Kapan waktu pemberian kontrasepsi KB suntik ?
a. Setiap saat selama siklus haid
b. Selama masa kehamilan
c. Saat usia memasuki masa subur
d. Tidak tahu
C. Pertanyaan tentang kontra isndikasi alat kontrasepsi KB suntik
1. Apa kontra indikasi kontrasepsi KB suntik ?
a. Hamil atau di duga hamil
b. Melahirkan
c. Tidaak tahu
2. Apakah ibu menyusui dapat menggunakan alat kontrasepsi KB suntik ?
a. Dapat
b. Tidak dapat
c. Tidak tahu
3. Apakah ibu dengan penyakit hepatitis dapat menggunakan alat kontrasepsi

KB suntik ?
a. Dapat
b. Tidak dapat
c. Tidak tahu
4. Apakah ibu yang mengalami anemia dapat menggunakan alat kontrasepsi KB

suntik ?
a. Dapat
b. Tidak dapat
c. Tidak tahu

DAFTAR PUSTAKA
Glasier Anna dkk, 2005. Keluarga Berencana &Kesehatan Reproduksi. Jakarta :
EGC

Handayani S, 2010. Buku Ajar Pelayana Keluarga Berencana. Yogyakarta :


Pustaka Rihama

Hartanto H. 2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta : Pustaka Sinar


Harapan, Anggota Ikapi

Manuaba I. B. G, 2001. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri


Ginekologi dan KB. Jakarta : EGC

Manuaba I. B. G, 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : EGC

Mustakim, 2012. Cakrawala KB, Kependudukan dan Pemberdayaan Keluarga.


Jakarta : Referensi

Notoatmodjo S, 2012. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta


Saifuddin, 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirhardjo

Saifuddin, 2010. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : PT Bina


Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Priyanto A, 2009. Komunikasi Konseling : Aplikasi dalam Sarana Pelayanan


Kesehatan untuk Perawat dan Bidan. Jakarta : Salemba Medika

Sulistyaningsih, 2012. Metodelogi Penelitian Kebidanan Kebidanan Kuantatif-


Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu

Sulistyawati A, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta :


Salemba Medika

Http ://www. geogle com/search?q=artikel pasangan usia subur & ie , di akses


tanggal 17 Mei 2013.

Http ://www. [Link]/[Link], diakses tanggal 17 Mei 2013.

Anda mungkin juga menyukai