Panduan Program Studi Ilmu Hukum Unhas
Panduan Program Studi Ilmu Hukum Unhas
BUKU PANDUAN
PROGRAM STUDI STRATA SATU (S1) ILMU HUKUM
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
1
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
KATA PENGANTAR
Dalam rangka menuju pencapaian Visi dan Misi Program Studi Ilmu Hukum
Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, tentunya dibutuhkan kesatuan arah dan
gerak terhadap efektivitas proses pembelajaran. Oleh karena itu, maka diperlukan
suatu panduan bagi segenap sivitas akademika.
Buku Panduan Program Studi ini berisi uraian yang perlu diketahui, baik oleh
mahasiswa maupun stakeholder, yang meliputi, tenaga pengajar dan tenaga
kependidikan pada Fakultas Hukum Unhas, kurikulum dan proses pembelajaran serta
terkait dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada Fakultas Hukum
Universitas Hasanuddin.
Buku Panduan Program Studi ini diterbitkan sejak 1 Agustus 2002 dan
mengalami perubahan (revisi) seiring dengan terjadinya penyempurnaan kurikulum
dan disesuaikan terhadap perkembangan data terakhir.
Mengingat pentingnya buku Panduan Program Studi ini bagi keberhasilan studi
mahasiswa, maka setiap pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran ini hendaknya
memahami dan melaksanakan ketentuan yang berlaku di dalamnya.
Semoga Buku Panduan Program Studi ini bermanfaat bagi kelancaran dan
peningkatan kualitas penyelenggaraan Program Studi Ilmu Hukum pada Fakultas
Hukum Universitas Hasanuddin yang tercinta ini.
Makassar,
D e k a n,
2
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
DAFTAR ISI
3
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
4
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
5
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Daftar Tabel
Tabel 1 :
Data Dosen Fakultas Hukum Unhas Berdasarkan
Kualifikasi Pendidikan ................................................................................................. 8
Tabel 2 :
Data Dosen Fakultas Hukum Unhas Berdasarkan Kualifikasi
Kepangkatan .................................................................................................................9
Tabel 3:
Data Tenaga Kepegawaian pada Fakultas Hukum Unhas
Berdasarkan Tingkat Pendidikan ................................................................................ 26
Tabel 4 :
Data Tenaga Kepegawaian pada Fakultas Hukum Unhas
Berdasarkan Status Kepegawaian ........................................................................... 27
Tabel 5 :
Data of Rekapitulasi Jumlah Ketersediaan PustakaYang Relevan
Dengan Bidang Program StudiFakultas Hukum ...................................................... 35
Tabel 6 :
Struktur Kurikulum Baru dan Lama ........................................................................ 40
Tabel 7 :
Distribusi Jumlah Matakuliah .................................................................................. 41
Tabel 8 :
Daftar MataKuliah Prodi Ilmu Hukum .................................................................... 42
Tabel 9 :
Distribusi Mata Kuliah pada Semester I Prodi Ilmu Hukum ................................... 44
Tabel 10 :
Distribusi Mata Kuliah pada Semester II Prodi Ilmu Hukum ................................. 44
Tabel 11 :
Distribusi Mata Kuliah pada Semester III Prodi Ilmu Hukum ................................ 45
Tabel 12 :
Distribusi Mata Kuliah pada Semester IV Prodi Ilmu Hukum ................................ 45
Tabel 13 :
6
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 14 :
Distribusi Mata Kuliah pada Semester VI Prodi Ilmu Hukum ................................ 46
Tabel 15 :
Distribusi Mata Kuliah pada Semester VII Prodi Ilmu Hukum ............................... 46
Tabel 16 :
Distribusi Mata Kuliah pada Semester VIII Prodi Ilmu Hukum ............................. 46
Tabel 17 :
Distribusi Mata Kuliah Peminatan Semester Awal Prodi Ilmu Hukum .................. 47
Tabel 18 :
Distribusi Mata Kuliah Peminatan Semester Akhir Prodi Ilmu Hukum ................. 49
Tabel 19 :
MataKuliah Peminatan Perdata Prodi Ilmu Hukum ............................................... 52
Tabel 20 :
MataKuliah Peminatan Pidana Prodi Ilmu Hukum ................................................ 52
Tabel 21 :
MataKuliah Peminatan Hukum Tata Negara Prodi Ilmu Hukum ........................... 53
Tabel 22 :
MataKuliah Peminatan Hukum Administrasi Negara Prodi Ilmu
Hukum .................................................................................................................... 53
Tabel 23 :
MataKuliah Peminatan Hukum Islam Prodi Ilmu Hukum ..................................... 54
Tabel 24 :
MataKuliah Peminatan Hukum Agraria/Adat Prodi Ilmu Hukum .......................... 54
Tabel 25 :
MataKuliah Peminatan Hukum Ekonomi & Bisnis Prodi Ilmu Hukum ................. 55
Tabel 26 :
MataKuliah Peminatan Hukum Lingkungan Prodi Ilmu Hukum ............................ 55
Tabel 27 :
MataKuliah Peminatan Hukum Internasional Prodi Ilmu Hukum .......................... 56
Tabel 28 :
MataKuliah Peminatan Hukum Maritim Prodi Ilmu Hukum .................................. 57
7
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 29 :
MataKuliah Peminatan Hukum, Masyarakat, dan Pembangunan
Prodi Ilmu Hukum ................................................................................................... 57
Tabel 30 :
MataKuliah Peminatan Praktisi Hukum Prodi Ilmu Hukum ................................... 58
Tabel31:
Proses Pembimbingan Akademik yang Diterapkan pada Program
Studi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ...................................................... 78
Tabel 32:
Pedoman dalam Menentukan Kisaran Jumlah SKS yang Dapat Diprogramkan Oleh
Mahasiswa Tiap Semester ....................................................................................... 85
Tabel33:
Daftar Konversi Nilai............................................................................................... 86
8
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
BAB I
SEJARAH, VISI, MISI DAN TUJUAN PENDIDIKAN
Fakultas Hukum secara resmi berdiri pada tanggal 3 Maret 1952 berdasarkan
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3399/Kab, tanggal 30 Januari
1952 dengan nama Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat. Awalnya Fakultas
Hukum, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Kedokteran merupakan cabang dari Fakultas
Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia. Ketiga fakultas inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal
lahirnya Universitas Hasanuddin pada tanggal 9 September 1956.
Keberhasilan pendirian Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat pada
waktu itu, tidak lepas dari upaya maksimal para pejuang perguruan tinggi yang
tergabung dalam Badan Perguruan Tinggi di Makassar yang dipimpin J. E. Tatengkeng
dan kawan-kawan, serta mendapat dukungan penuh baik dari pemimpin daerah
maupun pemimpin partai politik yang ada ketika itu di Sulawesi.
Dekan pertama Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat dijabat oleh
Prof. Mr. Djokosoetono, dimana pada saat itu Fakultas Hukum Universitas
Hasanuddin masih menjadi bagian dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Setelah Prof. Mr. Djokosoetono, dekan selanjutnya adalah Prof. Mr. C. De Heern,
kemudian dilanjutkan oleh Prof. Drs. G. H. M. Riekerk. Pada tahun 1956 di bawah
Pimpinan Prof. Drs. G. H. M. Riekerk (1955-1958), Fakultas Hukum tidak lagi
menjadi cabang dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, tetapi telah berdiri sendiri
sebagai Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat di bawah naungan Universitas
Hasanuddin. Dengan demikian, Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
secara berurut sebagai berikut:
1. Prof. Drs. G. H. M. Riekerk (1955-1958)
2. Mr. Sutan Mohamad Syah (1958-1959)
3. Prof. Dr. Ph. O. L. Tobing (1959-1961)
4. Mr. Sutan Mohamad Syah (1961-1962)
5. Prof. Tahir Tungadi, S.H (1962-1964)
6. Mustamin Dg Matutu, S.H (1964-1967)
9
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
10
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin saat ini
telah terakreditasi A berdasarkan Keputusan BAN-PT No.019/BAN-PT/Ak-
XV/S1/VII/2012.
11
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
12
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
13
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
14
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Jumlah 93 100
Tabel 2 :
Data Dosen Fakultas Hukum Unhas Berdasarkan Kualifikasi Kepangkatan
3 Lektor 24 25,81
15
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Jumlah 93 100
B. Visi, Misi, Tujuan, Nilai-Nilai, Dan Profil Lulusan Program Studi Ilmu
Hukum Fakultas HukumUniversitas Hasanuddin
1. Visi
Pusat Unggulan Pengembangan Insani dan Ilmu Hukum Berbasis Benua
Maritim Indonesia.
2. Misi
a. Mengembangkan lulusan yang berkarakter dan berakhlak mulia.
b. Menyelenggarakan pembelajaran yang inovatif.
c. Mengembangkan Ilmu Hukum yang inovatif dan berbasis Benua Maritim
Indonesia.
d. Menyebarluaskan Ilmu Hukum bagi kemaslahatan masyarakat.
3. Tujuan
a. Dihasilkannya Sarjana Hukum yang berkarakter dan berakhlak mulia.
b. Dihasilkannya Sarjana Hukum yang berkualitas, inovatif, profesional dan
berdaya saing nasional dan internasional.
c. Dihasilkannya kajian hukum yang inovatif dan berbasis benua maritim
Indonesia.
d. Termanfaatkannya kajian hukum bagi kemaslahatan masyarakat.
e. Terselenggaranya tata kelola yang efektif dan efisien berbasis teknologi
informasi.
e. Terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas.
4. Nilai-nilai
Untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas, Program Studi Ilmu Hukum
Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin menganut sistem nilai yang menjamin
kebebasan pengembangan diri yang adaptif-kreatif terhadap keserbautuhan
wawasannya, kebermanfaatan peranannya dan keberbagian keberadaannya. Sistem
nilai tersebut merupakan pilar-pilar proses sekaligus komitmen terhadap orientasi
16
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
pengembangan yang berbudaya kualitas (quality culture) dalam semua bentuk gerak
langkah menuju ke kemajuan yang dapat memotivasi setiap individu atau kelompok yang
senantiasa mengupayakan perbaikan dan penyempurnaan dalam melaksanakan misi.
Penyelenggaraan misi pendidikan/pembelajaran memerlukan sejumlah sikap
budaya kualitas yang meliputi:
a. Integritas:mewakili jujur (lempu), berani (warani), bertanggung jawab dan
teguh dalam pendirian (getteng).
b. Inovatif: merupakan kombinasi dari kecerdasan (macca) kreatif, berorientasi
mutu, mandiri, dan kepeloporan.
c. Katalitik:mewakili sifat berani, keteguhan hati,dedikatif, dankompetetif.
d. Arif: manifestasi saling menghargai(sipakatau), saling mengingatkan
(sipakainge) dan saling memuliakan (sipakalebbi).
Dalam upaya penyelenggaraan misi pendidikan/pembelajaran memerlukan
sejumlah sikap budaya kualitas yang meliputi:
1. Berwawasan holistik dalam memandang setiap permasalahan.
2. Mengutamakan kecermatan, yaitu senantiasa bersikap taat asas, telaah kritis
dan teguh-tekun-ulet yang sangat sesuai nilai-nilai kemaritiman.
3. Memberikan penghargaan utama kepada kejujuran, yaitu sistematik objektif
dan bertanggungjawab.
4. Menjunjung tinggi empat dimensi keunggulan manusia, yaitu kebenaran,
kebaikan, keindahan dan keutuhan.
17
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
18
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
dengan tolok ukur capaian yang jelas. Namun, sekaligus dapat menjadi sebuah blue
print atau grand design kebijakan Pengembangan dan Usaha Transformasi Fakultas
Hukum Universitas Hasanuddin untuk periode 2016-2020.
19
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
BABII
ORGANISASIFAKULTASHUKUMUNHAS
A. Pimpinan Fakultas
Dekan:
[Link] Patittingi, S.H.,[Link].
NIP. 196712311991032002
Dekan mempunyai tugas dan wewenang yaitu:
a. Memimpin penyelenggaraan pendidikan,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
b. Menyusun Rencana Strategis Fakultas yang
berisi program penjabaran Rencana Strategis
Universitas Hasanuddin;
c. Memimpin penyelenggaraankegiatan
penunjang akademik di lingkungan Fakultas;
d. Memimpin pelaksanaan dan pelayanan administrasi akademik dan administrasi
umum di lingkungan Fakultas;
e. Membina dan mengembangkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan;
f. Mengusulkan pembukaan, perubahan dan penutupan program studi,
departemen dan fakultas;
20
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
21
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
22
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
23
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
B. Senat Fakultas
Senat Fakultas berdasarkan Peraturan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor:
25000/UN4.1/OT.10/2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Fakultas dan Sekolah
Universitas Hasanuddin merupakan unsur yang menjalankan fungsi pertimbangan dan
pengawasan akademik pada tingkat Fakultas yang keanggotaannya terdiri dari dosen
yang bergelar Profesor, para Wakil Dekan, para Ketua Departemen, dan para utusan
dari tiap-tiap Departemen.
Susunan organisasi Senat Fakultas terdiri dari: Ketua merangkap anggota;
Sekretaris merangkap anggota; dan Anggota. Tugas dan wewenang Senat Fakultas
sebagaimana diatur dalam Peraturan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor
24
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
25
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
D. Program Studi
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang
memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan
akademik, pendidikan profesi dan/atau pendidikan vokasi. Program Studi Ilmu Hukum
Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dipimpin oleh 1 (satu) orang Ketua. Tugas
dan wewenang Ketua Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas
Hasanuddin yaitu:
a. Menyusun, mengembangkan serta memutakhirkan kurikulum dan bahan
ajar;
b. Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran;
26
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
E. Departemen-Departemen
Pada Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
terdapat 8 (delapan) departemen yang mendukung penyelenggaraan kegiatan
akademik Program Studi dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan
teknologi, pada jenis pendidikan akademik, pendidikan profesi dan/atau pendidikan
vokasi.
Departemen dipimpin oleh Ketua yang dipilih dari dosen pada masing-masing
departemen dan bertanggung jawab langsung kepada Dekan. Dalam melaksanakan
tugas, Ketua Departemen ini dibantu oleh seorang Sekretaris. Berikut ini adalah 8
(delapan) Departemen pada Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas
Hasanuddin, serta masing-masing Ketua dan Sekretarisnya:
27
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
28
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
F. Laboratorium Hukum
Kepala: Prof. Dr. Anwar Borahima,S.H.,M.H.
Laboratorium Hukum Program Studi Ilmu Hukum mempunyai tugas
merencanakan, melaksanakan dan memfasilitasi kegiatan pendidikan, penelitian dan
pengabdian pada masyarakat. Tugas dan wewenang Kepala Laboratorium yaitu:
a. Menyusun rencana kegiatan dan pengembangan laboratorium;
b. Mengelola pelaksanaan kegiatan penelitian dalam rangka menunjang
mata kuliah dan tridharma perguruan tinggi;
29
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
30
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
1. Pustakawan 1 - - - - - 1
2. Administrasi 3 16 1 27 - - 47
3. Lainya - - - - 2 4 6
Total 4 16 1 27 2 4 54
Tabel 4:
Data Tenaga Kependidikan pada Fakultas Hukum Universitas
HasanuddinBerdasarkan Status Kepegawaian
31
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Jenis
Golongan
No Uraian Kelamin Jumlah Jumlah
L P I II III IV
1. PNS 28 5 33 3 13 15 2 34
2. Non PNS 17 4 21 - - - - -
Total 45 9 54 3 13 15 2 34
32
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
(dua) terdiri dari: Ruang Dekan, Ruang Wakil Dekan Bidang Akademik
dan Pengembangan, Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan dan
Sumber Daya, Ruang Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,
Ruang Tunggu Mahasiswa, Ruang Teknisi IT, Ruang Staff Dekan, Ruang
Ujian, Ruang Seminar, Ruang Kuliah Magister Kenotariatan dan Ruang
Kuliah Doktor Ilmu Hukum. Lantai 3 (tiga) terdiri dari: 4 (empat) Ruang
Kuliah, Ruang Cleaning Service, Ruang Senat Fakultas, Aula Promosi
Doktor Prof. Mr. Dr. Andi Zainal Abidin Farid dan Ruang Rapat Penguji
Program Doktor.
I. Lembaga Kemahasiswaan
1. Landasan Pengembangan Kemahasiswaan
a. UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional
b. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.0457/U/1990
tentang Pedoman Umum Organisasikemahasiswaan di Perguruan
Tinggi
c. Pola Pengembangan Kemahasiswaan yang dikeluarkan
olehDirektorat Kelembagaan Dirjen Dikti, Depdiknas.
d. Mentaati peraturan Rektor tentang Ketertiban Mahasiswa dalam
Kampus Universitas Hasanuddin Nomor :1595/UN4/05.10/2013
tanggal 30Januari 2013;
e. Mentaati peraturan Rektor tentang Kode Etik Mahasiswa Universitas
f. Hasanuddin Nomor: 16890/UN4/KP.49/2013 tanggal 30Januari 2013
g. Visi, Misi, dan Tujuan Universitas Hasanuddin
h. Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
33
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
34
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
35
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
36
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
8. Peraturan Kemahasiswaan
a. Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor
16890/UN4/KP.49/2012 tanggal 30 Januari 2013 tentang Kode Etik
Mahasiswa Universitas Hasanuddin.
37
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
K. Penerbitan Berkala
38
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
39
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
L. InstitusiPenunjang
Dalam rangka menunjang proses belajar mengajar di Fakultas Hukum
Universitas Hasanuddin telah dibentuk beberapa pusat kajian terutamauntuk
pengembangan kajian di bidang-bidang hukum tertentu. Pusat kajian ini terdiri atas:
1. Pusat Kajian Anti Korupsi (Pankas)
2. Pusat Kajian Konstitusi
3. Pusat Studi Kejaksaan
4. Pusat Kajian Legislasi (Center for Empowering Legislative Drafting/
CELDIS)
5. Pusat Kajian HAM, Resolusi Konflik,dan Perdamaian
6. Pusat Kajian Keagrariaan
7. Pusat Kajian Kemaritiman
8. Pusat Kajian Perlindungan Konsumen
9. Pusat Kajian Hukum Ekonomi dan Pembangunan
10. Pusat Kajian Humaniter dan Pengungsi
11. Pusat Kajian Informatika dan Telematika
12. Pusat Kajian Hukum Kesehatan
40
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
41
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
BAB III
KURIKULUM
Kompetensi
Seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang
sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-
tugas di bidang pekerjaan tertentu.
Peminatan
Sekelompok mata kuliah yang membentuk suatu materi hukum tertentu yang
wajib diprogramkan mahasiswa sesuai dengan minatnya. Kuliah peminatan ini juga
terkait dengan topik skripsi yang akan dipilih oleh mahasiswa.
Tabel 6:
Struktur Kurikulum Lama dan Baru
STRUKTUR LAMA KURIKULUM
JUMLAH
NO JENIS MATA KULIAH SKS
MK
KURIKULUM NASIONAL 21 66
42
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
KURIKULUM INSTITUSIONAL :
JUMLAH
NO JENIS MATA KULIAH JML SKS
MK
TOTAL 52 145
REKAPITULASI
JUMLAH
NO BOBOT SKS SKS
MK
1. BOBOT 4 SKS 11 44
2. BOBOT 3 SKS 20 60
3. BOBOT 2 SKS 20 40
4. BOBOT 1 SKS 1 1
TOTAL 52 145
Tabel 7:
Distribusi Jumlah Matakuliah
1 I (PERTAMA) 8 20
43
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
2 II (KEDUA) 7 20
3 III (KETIGA) 6 20
4 IV (KEEMPAT) 7 19
5 V (KELIMA) 7 20
6 VI (KEENAM) 8 21
7 VII (KETUJUH) 7 17
8 VIII (KEDELAPAN) 2 8
TOTAL 52 145
1. Jumlah MK: 52
2. Pembobotan SKS:
4 SKS: 11 MK
1 SKS: 1 MK
5. MK Pilihan Peminatan: 4 sks (dipilih yang sesuai dengan judul skripsi yang telah dimasukkan)
Tabel 8:
Daftar Matakuliah Program Studi Ilmu Hukum
44
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
5 Pancasila 2
6 Bahasa Indonesia 2
7 Bahasa Inggris 2
8 PIP (Hukum Laut) 3
9 KKN 4
TOTAL 21
45
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
TOTAL 114
KODE
NO NAMA MATA KULIAH SKS SEMESTER
MATAKULIAH
1 101B1114 Pengantar Ilmu Hukum 4 1
2 102B1113 Ilmu Negara 3 1
3 103B1113 Pengantar Hukum Indonesia 3 1
4 110B1313 Hukum Adat 3 1
46
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 10:
Distribusi Mata Kuliah pada Semester II Program Studi Ilmu Hukum
KODE
NO NAMA MATA KULIAH SKS SEMESTER
MATAKULIAH
1 106B1224 Hukum Pidana 4 2
2 107B1324 Hukum Perdata 4 2
3 114B1524 Hukum Tata Negara 4 2
001U0032 Pendidikan Agama Islam
002U0032 Pendidikan Agama Katolik
003U0032 Pendidikan Agama Protestan
4 2 2
004U0032 Pendidikan Agama Hindu
005U0032 Pendidikan Agama Budha
006U0032 Pendidikan Agama Khonghucu
5 012U0032 Pancasila 2 2
6 009U0032 Bahasa Indonesia 2 2
7 010U0032 Bahasa Inggris 2 2
JUMLAH SKS 20
Tabel 11:
Distribusi Mata Kuliah pada Semester III Program Studi Ilmu Hukum
KODE
NO NAMA MATA KULIAH SKS SEMESTER
MATAKULIAH
1 211B1313 Hukum Agraria 3 3
2 208B1313 Hukum Islam 3 3
3 212B1414 Hukum Administrasi 4 3
4 215B1614 Hukum Internasional 4 3
5 226B1313 Hukum Perikatan 3 3
6 223B1213 Delik-Delik Dalam Kodifikasi 3 3
JUMLAH SKS 20
47
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 12:
Distribusi Mata Kuliah pada Semester IV Program Studi Ilmu Hukum
KODE
NO NAMA MATA KULIAH SKS SEMESTER
MATAKULIAH
1 204B1123 Metode Penelitian dan Penulisan Hukum 3 4
2 209B1323 Hukum Dagang 3 4
3 213B1423 Hukum Lingkungan 3 4
4 221B1623 PIP. Hukum Laut 3 4
5 230B1423 Hukum Pajak 3 4
6 234B1522 Hukum Konstitusi 2 4
7 239B1822 Pengantar Sosiologi Hukum 2 4
JUMLAH SKS 19
Tabel 13:
Distribusi Mata Kuliah pada Semester V Program Studi Ilmu Hukum
KODE
NO NAMA MATA KULIAH SKS SEMESTER
MATAKULIAH
1 316B1713 Perancangan Kontrak 3 5
Hukum Acara Perdata dan Praktik
2 320B1714 4 5
Peradilan Perdata
3 325B1212 Kriminologi 2 5
4 327B1313 Hak Kekayaan Intelektual 3 5
5 333B1513 Hukum Keuangan Negara 3 5
6 336B1613 Hukum Perjanjian Internasional 3 5
7 482B1172 Hukum Acara Mahkamah Konstitusi 2 5
JUMLAH SKS 20
Tabel 14:
Distribusi Mata Kuliah pada Semester VI Program Studi Ilmu Hukum
KODE
NO NAMA MATA KULIAH SKS SEMESTER
MATAKULIAH
Hukum Acara Pidana dan Praktik
1 317B1724 4 6
Peradilan Pidana
2 318B1723 Perancangan Perundang-Undangan 3 6
3 328B1133 Hukum Islam Kontemporer 3 6
4 481B1173 Hukum Acara Peradilan Agama 3 6
5 331B1422 Hukum Perburuhan 2 6
Hukum Diplomatik dan Hubungan
6 338B1622 2 6
Internasional
7 Peminatan (W1) 2 6
8 Peminatan (W2) 2 6
JUMLAH SKS 21
48
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 15:
Distribusi Mata Kuliah pada Semester VII Program Studi Ilmu Hukum
KODE
NO NAMA MATA KULIAH SKS SEMESTER
MATAKULIAH
1 405B1113 Filsafat Hukum dan Etika Profesi 3 7
Hukum Acara PTUN dan Praktik
2 419B1714 4 7
Peradilan TUN
3 422B1112 Hukum dan HAM 2 7
4 440B1812 Psikologi Hukum 2 7
5 Peminatan (W3) 2 7
6 Peminatan (P1) 2 7
7 Peminatan (P2) 2 7
JUMLAH SKS 17
Tabel 16:
Distribusi Mata Kuliah pada Semester VIII Program Studi Ilmu Hukum
KODE
NO NAMA MATA KULIAH SKS SEMESTER
MATAKULIAH
1 499U0034 Kuliah Kerja Nyata 4 8
2 493B1134 Tugas Akhir/Skripsi 4 8
JUMLAH SKS 8
Tabel 17:
Distribusi Mata Kuliah Peminatan Semester Awal Program Studi Ilmu Hukum
49
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
50
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 18:
Distribusi Mata Kuliah Peminatan Semester Akhir Program Studi Ilmu Hukum
51
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
52
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
53
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 20:
Matakuliah Peminatan Hukum Pidana Program Studi Ilmu Hukum
54
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 21:
MataKuliah Peminatan Hukum Tata Negara Program Studi Ilmu Hukum
55
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 23:
MataKuliah Peminatan Hukum Islam Program Studi Ilmu Hukum
56
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 25:
MataKuliah Peminatan Hukum Ekonomi & Bisnis Program Studi Ilmu Hukum
Tabel 26:
57
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 27:
MataKuliah Peminatan Hukum Internasional Program Studi Ilmu Hukum
58
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 28:
MataKuliah Peminatan Hukum Maritim Program Studi Ilmu Hukum
Tabel 29:
MataKuliah Peminatan Hukum, Masyarakat, dan Pembangunan Program
Studi Ilmu Hukum
59
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 30:
MataKuliah Peminatan Praktisi Hukum Program Studi Ilmu Hukum
BABIV
60
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
ROADMAP PENELITIAN
A. Pendahuluan
Program Studi Ilmu Hukum menyelenggarakan pendidikan tinggi yang
berorientasi pada pengembangan Ilmu Hukum. Program Studi Ilmu Hukum harus
mampu meningkatkan mutu pendidikan dan sumbangsih terhadap pembangunan
melalui pengembangan penelitian ilmu hukum yang dapat menghasilkan lulusan yang
berkualitas sekaligus memberikan manfaat terhadap pembangunan secara
keseluruhan.
Dalam RPJMN 2015-2019 disebutkan bahwa Sasaran pembangunan bidang
hukum yang akan dicapai dalam tahun 2015-2019 adalah: “(1). Meningkatnya kualitas
penegakan hukum dalam rangka penanganan berbagai tindak pidana, mewujudkan
sistem hukum pidana dan perdata yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel bagi
pencari keadilan dan kelompok rentan, dengan didukung oleh aparat penegak hukum
yang profesional dan berintegritas; dan (2) Terwujudnya penghormatan, perlindungan,
dan pemenuhan hak atas keadilan bagi warga negara”.
Sementara itu, tujuan pengembangan hukum nasional adalah bagaimana
mewujudkan sistem hukum nasional yang mencerminkan cita-cita, jiwa, semangat
serta nilai sosial yang hidup di Indonesia. Sistem Hukum Nasional (SHN) dimaksud
meliputi : (1) Substansi Hukum baik tertulis maupun tidak tertulis serta kebiasaan
ketatanegaraan; (2) Struktur Hukum yang mencakup kelembagaan hukum dan aparatur
penegak hukum; dan (3) Budaya Hukum yang mencerminkan cara pandang, sikap dan
perilaku masyarakat terhadap hukum.
Permasalahan hukum berkenaan dengan penyelenggaraan sistem hukum
nasional dalam RPJMN yang meliputi: Substansi Hukum, yaitu terjadinya tumpang
tindih dan inkonsistensi peraturan perundang-undangan. Peraturan perundang-
undangan yang ada masih banyak yang tumpang tindih, inkosisten dan bertentangan
dengan peraturan yang sederajat satu dengan lainnya, antara peraturan tingkat pusat
dan daerah, dan antara peraturan yang lebih rendah dengan peraturan di atasnya.
Perumusan peraturan perundang-undangan yang kurang jelas mengakibatkan sulitnya
pelaksanaannya di lapangan atau menimbulkan banyak interpretasi yang
mengakibatkan terjadinya inkonsistensi, Implementasi Undang-undang terhambat
peraturan pelaksanaannya. Struktur Hukum, yaitu kurangnya independensi
61
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
62
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
63
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
tentang hukum secara ilmiah melalui pengkajian secara metodis-sistematis, logis dan
rasional. Sedangkan pengembanan ilmu hukum secara praktis dapat diartikan sebagai
kegiatan yang berkenaan dengan hal bagaimana mewujudkan hukum dalam kenyataan
("das sein") kehidupan masyarakat secara konkrit melalui kegiatan pembentukan
hukum ("rechtsvorming") dan penerapan hukum ("rechtstoepassing").
Umumnya ilmuan hukum sependapat bahwa terdapat hubungan yang erat
antara pembangunan hukum nasional dengan pengembanan ilmu hukum, baik secara
teoritis maupunsecara praktis. Menurut mereka ada empat hal yang harus mendapat
perhatian dunia yakni, terciptanya budaya hukum masyarakat, tersedianya materi
hukum yang memadai, aparatur hukum yang profesional dan berkualitas serta
prasarana dan sarana hukum yang memadai. Dari keempat komponen tersebut
kesemuanya harus saling mendukung melalui interaksi hukum.
Kegiatan pembangunan sistem hukum khususnya sistem hukum nasional
selama ini melalui interaksi hukum yang sangat intensif sehingga apabila salah satu
komponen dari empat hal tersebut tidak berfungsi misalnya, tidak adanya dukungan
budaya hukum masyarakat tentu saja akan mengganggu proses interaksi hukum
ditengah masyarakat. Dengan tidak terciptanya interaksi hukum dalam pengembanan
hukum khususnya ilmu hukum pada akhirnya akan membawa pengaruh pada
pengembangan sistem hukum nasional yang akan dibangun dan dikembangkan untuk
menuju pada pembangunan hukum nasional yang dinamis dan mandiri.
Keberadaan sistem hukum nasional tentunya menjadi semakin penting dalam
era globalisasi sekarang ini yang menuntut adanya kesesuaian pengaturan, ketepatan
pelaksanaan dan kepastian hukum. Oleh karena itu, sistem hukum nasional yang
terbangun haruslah mampu mengantisipasi sedini mungkin peluang dan tantangan
yang tercipta dalam era tersebut, sehingga sistem hukum nasional yang terbangun itu
dapat tampil sebagai identitas dan jati diri bangsa. Bahkan dapat pula dijadikan sebagai
kerangka landasan dan arah pengembangan hukum nasional melalui sebuah
pengkajian hukum secara teoritis dan praktis.
Kedudukan materi hukum sebagai salah satu komponen dasar dari sistem
hukum nasional haruslah dilakukan pengembanan hukum secara teoritis secara terus
menerus sehingga dapat menghasilkan materi hukum yang dinamis sifatnya. Dalam
arti, bahwa kita mendambakan materi hukum yang dapat berkesesuaian atau
64
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
C. Konsep Roadmap
Secara umum roadmap didefinisikan sebagai bagan yang ada (atau yang akan
ada) dalam peta penelitian. Secara populer roadmap telah berubah menjadi kata kerja
baru yang berisi uraian tentang proses perencanaan pengembangan. Roadmap
merupakan sekumpulan uraian yang berisi tentang rencana, gagasan, sumberdaya,
tujuan dan cara mencapai tujuan dari suatu produk, subjek kajian atau proyek.
Roadmap telah menjadi suatu rumusan konsep yang berisi tentang pandangan yang
luas tentang masa depan suatu bidang tertentu atau bidang yang dipilih yang disusun
berdasarkan atas pengetahuan bersama (collective knowledge) dan merupakan
imajinasi masa depan yang dirumuskan oleh sekumpulan orang cerdas pengendali
pembaharuan dalam suatu bidang tertentuFungsi utama dari roadmap yang
dirumuskan sebagai berikut:
1. Merumuskan konsensus diantara para pengambil keputusan tentang apa yang
akan dilakukan dan diperlukan dalam pengembangan di masa depan.
2. Digunakan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan yang dibutuhkan
untuk pengembangan masa depan.
65
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
3. Berisi kerangka kerja dalam rangka pengembangan dan koordinasi pada setiap
tingkat pengambil keputusan.
Secaraumum roadmap biasanya disajikan dalam bentuk gambar yang
mcnghubungkan antara komponen sumberdaya, rumusan, tujuan, cara pencapaian
tujuan dan rencana waktu yang dibutuhkan. Bentuk umum roadmap tersusun atas
empat lapisan, yaitu lapisan pertama yang berfunggsi memberikan uraian tentang
sumberdaya "resources" atau memberikan jawaban atas pertanyaan "know-how".
Lapisan kedua berisi informasi bagaimana cara menghantarkan "delivery" lapisan
pertama untuk mencapai tujuan "know-what". Lapisan ketiga berisi tujuan "purposes"
"know-why " yang berisi informasi tentang pasar, pelanggan, pesaing, situasi
lingkungan, industri, bisnis, kecenderungan, pengendali, ancaman, tujuan, tonggak
sejarah dan strategi sebagai tujuan dari perencanaan. Lapisan keempat berisi uraian
tentang bilamana atau kapan tujuan tercapai "know-when" merupakan tujuan dari
perencanaan yang ditargetkan tercapai sebagai fungsi waktu.
Analisis pembuatan roadmap secara temporal biasanya berupa analisis
retrospektif dan analisis prospektif. Analisis retrospektif adalah mencari Bagaimana
caranya mencapai target yang diberikan dan analisis prospektif menunjukkan proses
pembangunan teknologi sampai munculnya target baru. Proses pembuatan roadmap
yang lengkap umumnya didasarkan pada kombinasi kajian retrospektif dan kajian
prospektif.
66
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
E. Analisis SWOT
Analisis Internal
Kekuatan (Strength):
1. Memiliki SDM (dosen) dengan kualifikasi akademik sangat memadai dan
mayoritas berusia produktif sangat menunjang aktivitas penelitian.
2. SDM (dosen) Program Studi Ilmu Hukum dan Program Studi Hukum
Administrasi Negara memiliki spektrum bidang keahlian yang cukup luas.
3. Program Studi Ilmu Hukum dan Program Studi Hukum Administrasi
Negara telah memiliki 5 (lima) jurnal ilmiah yang diterbitkan secara
berkala sebagai sarana publikasi hasil penelitian.
Kelemahan (Weakness) :
1. Belum tersedianya dana penelitian yang dialokasikan secara khusus baik
fakultas maupun universitas.
2. Belum tertatanya jaringan komunikasi dan kerjasama penelitian baik
dengan institusi internal maupun eksternal kampus.
3. Belum tersedianya kelembagaan penelitian pada Program Studi Ilmu
Hukum yang dapat mengakselerasi berbagai penelitian hukum yang lebih
luas.
Analisis Eksternal
67
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Peluang (Opportunity):
Tersedia berbagai sumber pendanaan (grant) penelitian yang dapat diakses dari pihak
ketiga.
Ancaman (Threath) :
1. Munculnya lembaga-lembaga lain yang menyediakan layananjasa
penelitian.
2. Adanya tuntutan peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian sebagai basis
pengembangan ilmu hukum.
3. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran hukum masyarakat yang sangat
laju sebagai respon atas perkembangan hukum pada tataran regional,
nasional dan global.
F. Agenda Riset Penelitian Program Studi Ilmu Hukum dan Program Studi
Hukum Administrasi Negara
Agenda penelitian Program Studi Ilmu Hukum dijabarkan menjadi 2 (dua)
elemen pokok, yaitu;
1. Roadmap Penelitian Bottom-Up (Basic Science)
a. Menggali dan mengungkap asas-asas/prinsip-prinsip hukum.
b. Menggali Nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat.
c. Penelitian Teori Dasar (Teori Hukum)
2. Roadmap Penelitian Top Down
[Link] (Kepastian Hukum)
1) Harmonisasi dan Sinkronisasi Peraturan Perundang-undangan
2) Kajian Dokumen-dokumcn hukum
3) Kajian Putusan Pengadilan
4) Perjanjian
b. Empiris/Sosiologis (Keadilan)
1) Efektifvitas pelaksanaan peraturan perundang-undangan
2) Penegakan Hukum
3) Responsifitas Hukum (kesesuaian substansi hukum dengan
perkembangan dan tuntutan masyarakat secaranyata).
4) Pembaharuan dan Pengembangan Hukum
68
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
H. Penutup
1. Kesimpulan
Peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian dalam bidang Ilmu Hukum
memerlukan proses yang cukup panjang. Proses ini bisa dicapai secara efisien dan
efektif jika dipersiapkan dan direncanakan secara matang dan sistematis. Hal ini bisa
dicapai, salah satunya dengan menyusun roadmap penelitian. Roadmap yang disusun
ini terdiri dari 5 (lima) tahapan yang setiap tahapannya memiliki program utama,
kegiatan utama dan indikator kerja sebagai indikator tercapai atau tidaknya suatu
kegiatan. Roadmap yang disusun secara matang dan sistematis, kemudian prosesnya
ditempuh sesuai dengan pencapaian yang ditetapkan, maka diharapkan lima tahun ke
depan atmosfir penelitian di lingkungan Program Studi Ilmu Hukum dan Program
Studi Hukum Administrasi Negara akan berjalan sesuai harapan, serta dapat
menentukan orientasi penelitian yang jelas sesuai kondisi aktual saat itu.
2. Rekomendasi
Tujuan penyusunan roadmap dapat tercapai secara optimal jika dilakukan
berbagai upaya untuk mendukung hal tersebut. Heberapa upaya yang dapat dilakukan,
antara lain:
1. Melakukan penyebaran informasi (sosialisasi) roadmap ke seluruh sivitas
akademik Program Studi Ilmu Hukum dan Program Studi Hukum
Administrasi Negara.
2. Membentuk tim kerja (taskforce) perbaikan dan pelaksanaan Roadmap.
3. Melakukan klasifikasi kelompok bidang keahlian guna menunjang fokus
penelitian.
4. Mendorong peningkatan mutu SDM, baik dosen, pegawai, maupun
mahasiswa.
69
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
70
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
BAB V
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
71
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Secara umum agar institusi pendidikan tinggi dapat memenuhi kebutuhan dan
tuntutan pembangunan, diperlukan penyajian program pendidikan yang bervariasi dan
fleksibel. Melalui metode demikian, akan memberi kemungkinan lebih luas kepada
setiap mahasiswa untuk menentukan dan mengatur kurikulum serta strategi proses
belajar mengajarnya untuk memeroleh hasil yang sebaik-baiknya sesuai dengan
rencana dan kondisi masing-masing peserta didik.
Secara khusus bertujuan, (1) memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk menggiatkan kegiatan belajarnya agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu
yang sesingkat-singkatnya. (2) memberikan kesempatan kepada peserta didik agar
dapat mengambil mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.
(3) untuk memberikan kemungkinan supaya sistem pendidikan dengan input dan
output yang variatif dapat dilaksanakan. (4) agar mempermudah penyesuaian
kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang sangat pesat saat ini. (5) memberikan kemungkinan agar sistem
evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan secara optimal.
D. Pendaftaran / Registrasi
72
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
E. Pendaftaran Administrasi
Pendaftaran administrasi diadakan setiap semester, bertujuan untuk memeroleh
kedudukan sebagai mahasiswa aktif. Pendaftaran ini dilakukan setiap akhir semester
sebelumnya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Melunasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk Tahun Angkatan
2012 ke bawah dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Angkatan 2013 ke
atas, yang penentuan pembayarannya di tentukan sesuai kelompok
pendapatan orang tua.
2. Waktu pendaftaran disesuaikan dengan kalender akademik. Untuk
mahasiswa baru, pendaftaran dilakukan pada awal tahun akademik. Untuk
mahasiswa lama, pendaftaran ulang dilakukan menjelang akhir semester
sebelumnya. Misalnya, pendaftaran ulang untuk semester genap (akhir)
dilakukan pada akhir semester ganjil (awal).
3. Syarat Pendaftaran
- Mahasiswa Baru
Telah lulus atau diterima sebagai mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Hasanuddin.
- Mahasiswa Lama
i. Telah lolos seleksi 4 (Empat) semester.
ii. Tidakmelampauibatas studi 14 semester (7 Tahun).
iii. Tidak dikenakan tindakan administrasi/akademik oleh
Pimpinan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
iv. Tidak gugur haknya untuk mendaftar karena dua kali berturut-
turut tidak mendaftar ulangtanpa memperoleh izin/cuti
akademik secara resmi.
73
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
F. Pendaftaran Akademik
Tujuan pendaftaran ini adalah untuk memeroleh hak mengikutikegiatan
akademik. Syarat untuk melakukan pendaftaran akademik yaitu mahasiswa yang
bersangkutan telah melakukan pendaftaranadministrasi. Tata cara pendaftaran
akademik :
a. Menyusun rencana studi dengan memilih mata kuliah yangakan ditempuh
dalam satu semester,
b. Mata kuliah yang dapat dipilih adalah:
- Mata kuliah yang ditawarkan pada semester yang bersangkutan.
- Mata kuliah berprasyarat dapat dipilih jika mata kuliah prasyaratnya telah
diikuti.
Misalnya, Ilmu Negara merupakan mata kuliah prasyarat bagi Hukum Tata
Negara. Dengan demikian, mahasiswa yang akan mengikuti mata kuliah
Hukum Tata Negara harus terlebih dahulu mengikuti mata kuliah Ilmu
Negara.
- Tidak diperkenankan memilih dua atau lebih mata kuliah yang
dijadwalkan pada hari dan jam yang bersamaan.
c. Mata kuliah yang dipilih harus dicantumkan dalam Kartu Rencana Studi
(KRS) dengan persetujuan Penasihat Akademik (PA).
d. KRS yang telah ditandatangani oleh PA harus diserahkan ke Sub-Bagian
Pendidikan. Apabila KRS tersebut tidak diserahkan dalam kurun waktu
yang ditentukan berdasarkan kalender akademik, dapat mengakibatkan
mahasiswa yang bersangkutan tidak terdaftar sebagai peserta kegiatan
akademik (tidak terdaftar sebagai peserta mata kuliah dan peserta ujian).
e. Mahasiswa wajib mengikuti semua kegiatan akademik mata kuliah yang
telah dipilih dan dicantumkan dalam KRS.
f. Perubahan KRS berupa pembatalan dan penggantian mata kuliah, dapat
dilakukan selambat-lambatnya pada akhir minggu kedua dari semester
yangsedang berjalan.
g. Pembatalan atau penggantian mata kuliah harus dilakukan dengan
persetujuan Penasihat Akademik. Mata kuliah pengganti diharuskan
74
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
memiliki bobot kredit yang sama atau lebih kecil dari bobot kredit mata
kuliah yang digantikan.
h. Dalam hal pembatalan atau penggantian mata kuliah, seorangmahasiswa
wajib mengikuti sekurang-kurangnya 12 SKS. Jadwal pendaftaran
administrasi maupun pendaftaran akademik akan ditentukan dalam
kalender akademik yang dikeluarkan setiap tahun akademik
G. Penasihat Akademik
Setiap mahasiswa yang telah melakukan registrasi yang selanjutnya akan
melakukan pemrograman matakuliah dan sejumlah pertimbangan akademik dan non
akademik lainnya, dapat difasilitasi oleh seorang penasihat akademik yang telah
ditugaskan oleh Dekan untuk melaksanakan tugas pembimbingan tersebut.
Dalam peraturan akademik dinyatakan, penasihat akademik adalah dosen yang
disamping melaksanakan fungsi tridarma perguruan tinggi, bertugas pula
membimbing mahasiswa yang ditunjuk dengan surat keputusan [Link]
Penasihat Akademik, yaitu:
1. Mengayomi dan membimbing sejumlah mahasiswa memasuki kehidupan
akademik untuk menjadi warga masyarakat akademik.
2. Menuntun perkembangan studi mahasiswa yang dibimbingnya sampai
menyelesaikan studinya.
3. Membimbing mahasiswa mengenai hak dan kewajibannya.
4. Menuntun mahasiswa untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, jika perlu
dengan meminta bantuan bimbingan dan konseling.
5. Menuntun pengisian KRS dan memberikan rekomendasi calon penerima
beasiswa.
Dalam melaksanakan tugas pembimbingan, seorang penasihat akademik
senantiasa melakukan koordinasi dengan Departemen dan pelaksana bagian akademik,
dalam rangka memperjelas dan memperlancar semua proses akademik bagi mahasiswa
yang bersangkutan. Bagi mahasiswa yang memerlukan bantuan konseling, penasihat
akademik dapat merekomendasikan untuk melakukan konsul kepada petugas
konseling yang telah ditentukan.
Beberapa tugas konseling yang berkaitan dengan pembimbingan mahasiswa
oleh seorang penasihat akademik, yaitu:
75
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel31:
Proses Pembimbingan Akademik yang Diterapkan pada Program Studi Ilmu
Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
No Perihal Uraian
76
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
No Perihal Uraian
H. PengisianKartuRencanaStudi
Dalam melaksanakan pengisian KRS seorang mahasiswa membutuhkan
sejumlah bahan, yaitu:
77
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
78
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
79
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Prestasi akademik paling utama terlihat dari kualitas belajar yang dibuktikan
dengan tingginya Indeks Prestasi yang dicapai oleh mahasiswa bersangkutan. Selain
itu mahasiswa juga dinyatakan berprestasi melalui karya-karya yang bercirikan
kemahasiswaan, seperti berhasil menjuarai lomba karya ilmiah, lokal, nasional dan
internasional, berhasil menjuarai lomba debat hukum dalam bahasa inggris, berhasil
menjuarai kompetisi peradilan semu dan lain sebagainya. Sejumlah prestasi itu, bagi
mahasiswa yang berhasil meraihnya maka oleh pimpinan fakultas dapat mengusulkan
untukdiberikan beasiswa.
Besaran dana beasiswa tergantung pada sponsor dan selain dana pendidikan
yang diberikan juga biasanya diikat dengan ikatan dinas jika berhasil menyelesaikan
studinya langsung dapat diterima bekerja pada institusi yang memberikan beasiswa
tersebut.
L. Cuti Akademik
Bagi mahasiswa yang tidak dapat mengikuti pendidikan karena alasan-alasan
tertentu dapat mengajukan permohonan cuti akademik secara tertulis kepada Rektor
selambat-lambatnya 2 minggu sebelum semester berjalan. Bagi mahasiswa yang
diterima permohonan cuti akademiknya dibebaskan dari pembayaran SPP dan masa
cuti tidak diperhitungkan dalam masa studi yang bersangkutan. Bagi mahasiswa yang
masih semester 1 dan 2 serta yang menerima beasiswa tidak diperkenankan cuti
akademik.
M. Sanksi Akademik
Bagi mahasiswa yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan akademik akan
dikenakan sanksi yang diatur dalam ketentuan tersendiri. Penerapan sanksi terhadap
mahasiswa yang melakukan pelanggaran akademik dan tata tertib kampus ditetapkan dengan
surat keputusan Rektor.
80
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
sks tersebut dapat dikumpulkan dalam waktu kurang dari 8 semester dan paling lama
14 semester.
Dengan beban dan masa studi yang tersedia, maka seorang mahasiswa memikul
beban studi antara 12 - 24 sks setiap semester, bergantung pada besarnya Indeks Prestasi
(IP) yang diperoleh. Bagi mahasiswa baru, pada tahun pertama (Semester I dan II) beban
studi dan mata kuliah yang akan diikuti diprogramkam secara terpaket. Untuk Semester
III dan seterusnya, jumlah SKS yang dapat diprogramkan ditentukan oleh besarnya IP
yang diperoleh pada semester sebelumnya.
Tabel 32:
Pedoman dalam Menentukan Kisaran Jumlah sks yang Dapat Diprogramkan
oleh Mahasiswa Tiap Semester
81
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Tabel 33:
Daftar Konversi Nilai
Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf' A, A-, B+, B, B-, C+, C, D dan
E yangmasing-masingmelaluikonversi bilangan 4, 3,75, 3,5, 3, 2,75, 2,5, 2, 1 dan 0.
Nilai A sampai dengan nilai D dinyatakan sebagai nilai Lulus, sementara nilai E
dinyatakan tidak lulus. Nilai lulus tidak dapat diulang pada semester berikutnya
kecuali dalam hal-hal berikut ini ;
1. Nilai D dapat diulang pada semester berikutnya
2. Nilai C dapat diulang dengan ketentuan :
a. Telah melulusi sekurang-kurangnya 110 SKS dengan IPK < 3.00
b. Hanya diulang satu kali.
Selain nilai A sampai E, digunakan pula nilai K (kosong) dan nilai T (tunda).
Nilai K diberikan kepada mahasiswa yang mengundurkan diri secara sah dan tertulis
atas persetujuan Dekan. Adapun nilai T adalah nilai yang ditunda karena belum semua
tugas akademik diselesaikan oleh mahasiswa pada waktunya. Batas waktu berlakunya
nilai T adalah satu bulan terhitung mulai tanggal ujian akhir semester mata kuliah yang
bersangkutan. Apabila mahasiswa tidak menyelesaikan tugasnya dalam rentang waktu
tersebut maka nilai berubah secara otomatis menjadi nilai E.
Komponen yang digunakan dalam menetapkan nilai akhir terdiri atas:
1. Kehadiran dalam kegiatan perkuliahan.
2. Keberhasilan dalam menyelesaikan tugas-tugas terstruktur dan mandiri.
3. Nilai ujian tengah semester.
4. Nilai ujian akhir semester.
82
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Di samping untuk menentukan jumlah sks yang dapat diambil untuk semester
yang bersangkutan, IP merupakan sarana untuk mengetahui tingkat keberhasilan
mahasiswa dalam menyelesaikan beban studinya, baik untuk setiap semester tertentu
atau Indeks Prestasi Semester (IPS) maupun untuk keseluruhan semester yang telah
ditempuh atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). IPS dihitung dari nilai ujian dan bobot
kredit setiap mata kuliah yang tercantum dalam KRS dengan rumus sebagai berikut:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ (𝑁 𝑥 𝐾)
IPK = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾
83
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
T. Pelaksanaan Semesteran
Pembelajaran dilakukan melalui pembagian semester yang terdiri dari semester
ganjil dan semester genap dalam setiap tahunnya. Semester ganjil dilaksanakan sekitar
bulan Agustus –Januari dan semester genap dilaksanakan sekitar mulaiPebruari– Juni.
84
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Fakultas Hukum Unhas, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan ditempat lain di
sejumlah daerah di Sulawesi Selatan selama 2 bulan lamanya.
Kuliah Kerja Nyata Profesi adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Fakultas
Hukum Universitas Hasanuddin yang program kegiatannya sepenuhnya mengikuti
desain program yang telah ditetapkan oleh institusi mitra dengan koordinasi P2KKN.
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi Hukum ini merupakan pilihan bagi
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin di samping Kuliah Kerja Nyata
Reguler. Dalam pelaksanannya Kuliah Kerja Nyata Profesi Hukum bermitra dengan
sejumlah institusi hukum yang ada di wilayah ini untuk secara bersama-sama
melaksanakan kegiatan ini baik dalam bentuk magang maupun dalam bentuk
sosialisasi hukum kepada masyarakat.
Persyaratan mengikuti Kuliah Kerja Nyata berdasarkan peraturan akademik
Universitas Hasanuddin, yaitu:
1. Memprogramkannya dalam KRS secara lengkap dan sah.
2. Telah melulusi sekurang-kurangnya 110 sks
3. Mahasiswa yang mengikti Kuliah Kerja Nyata dapat merangkap matakuliah
dengan ketentuan hanya untuk mata kuliah pengulangan (Nilai K, E, dan D)
sebanyak 12 sks termasuk Kuliah Kerja Nyata.
85
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
W. YudisiumdanWisuda
Ujian akhir/skripsi bagi mahasiswa yang telah memenuhi semua persyaratan
akademik maupun administratif akan dinyatakan lulus dengan predikat tertentu dan
jika dinyatakan tidak lulus, maka yang bersangkutan memprogram kembali untuk
ujian akhir/skripsi. Predikat kelulusan (yudisium) sarjana dicantumkan pada transkrip
akademik yang ditentukan berdasarkan IPK sebagai berikut:
1. IPK 2,00-2,75 : Memuaskan,
2. IPK 2,76 -3,50 : Sangat Memuaskan, dengan ketentuan nilai
ujian akhir sekurang-kurangnya B,
3. IPK 3,51- 4,00 : Cum Laude, dengan ketentuan lama studi
maksimum ialah lama studi minimum ditambah 1
tahun serta nilai ujian skripsi A,
Setiap tahun akademik diselenggarakan wisuda sarjana sebanyak 4 (empat)
kali, yakni pada Bulan September, Desember, Maret, dan Juni. Pelaksanaan wisuda
tersebut dilaksanakan secara terpusat dan menyeluruhuntuk semua Fakultas dengan
sejumlah persyaratan yangharus dipenuhi oleh setiap wisudawan.
X. Ijazah
Setiap mahasiswa yang telah menempuh ujian akhir dan dinyatakan lulus
dengan yudisium tertentu, maka berhak untuk memperoleh ijazah yang dikeluarkan
secara resmi oleh Universitas Hasanuddin yang ditandatangai oleh Rektor dan Dekan
Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Pengurusan ijazah ini dilakukan setelah
semua persyaratan dipenuhi, seperti perbaikan dan penjilidan skripsi telah dilakukan
serta persyaratan lainnya.
Y. Gelar
Mahasiswa yang lulus pada Program Studi Ilmu Hukum akan menyandang
Gelar Sarjana Hukum. Dalam ijazah akan tertulis Sarjana Hukum (Prodi Ilmu Hukum).
86