0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
210 tayangan1 halaman

Analisis Menara Phinisi UNM Makassar

Menara Phinisi dirancang untuk memenuhi fungsinya sebagai ikon budaya dan simbol kota Makassar serta Sulawesi Selatan, meskipun bentuknya tidak sepenuhnya sesuai dengan teori form follow function untuk bangunan akademik. Secara visual, desain Menara Phinisi yang terinspirasi dari perahu pinisi berhasil menarik perhatian dan mewakili warisan budaya lokal.

Diunggah oleh

Nurlinda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
210 tayangan1 halaman

Analisis Menara Phinisi UNM Makassar

Menara Phinisi dirancang untuk memenuhi fungsinya sebagai ikon budaya dan simbol kota Makassar serta Sulawesi Selatan, meskipun bentuknya tidak sepenuhnya sesuai dengan teori form follow function untuk bangunan akademik. Secara visual, desain Menara Phinisi yang terinspirasi dari perahu pinisi berhasil menarik perhatian dan mewakili warisan budaya lokal.

Diunggah oleh

Nurlinda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Analisa Teori Form Follow Function oleh

Menara Phinisi
Louis Sullivan dan Fungsi Simbol Budaya
pada Menara Pinisi Makassar
"Bentuk bangunan yang mengikuti fungsi"
"Setiap bangunan harus menemukan bentuk sesuai dengan fungsinya".
Terdapat 2 maksud dalam pembangunan Menara Pinisi, yakni sebagai
bangunan akademik juga sekaligus bangunan ikonik, dalam hal ini
simbol budaya untuk kota Makassar. kedua tujuan ini dapat dikatakan
berbanding terbalik satu sama lain, sebab dalam teori form follow
function, hasil akhir untuk kedua bangunan jika mengacu pada
masing masing fungsi tentu akan berbeda. sehingga tanggapan
untuk teori ini mengalami tabrakan ideologi.

Gedung Phinisi UNM , didesain sebagai ikon


baru bagi UNM,kota Makassar dan sekaligus
Sulawesi Selatan. Gedung ini mengambil
konsep Perahu Pimisi

Menara pinisi sebagai Pusat Pelayanan Akademik harus memenuhi kebutuhan


fungsinya. jika form follow function di aplikasikan, maka sebagai bangunan
berfilosofi pendidikan yang mengangkat nilai kebenaran (tegas, lurus dan jujur),
kejujuran dan keterbukaan (polos, terbuka dan menerima), serta praktis
dalam biaya operasional dan maintenancenya, massa bangunan dan bentuk
menara yang kompleks jelas menyimpang dari bentuk yang seharusnya
menjadi outuput.

" Arsitektur yang mampu mengekspresikan karakteristik suatu budaya tertentu"


" budaya dapat diartikan sebagai nilai-nilai, norma, gagasan, pola tingkah laku dan aktivitas, maupun artefaknya"
jika dilihat sebagai simbol budaya, Menara Phinisi
jelas mengangkat tema bangunan yang kental akan
budaya dan kearifan lokal kota Makassar, terinspirasi
dari makna logo UNM (rumah tradisional makassar),
falsafah hidup masyarakat sulawesi selatan
(sulapa eppa/empat persegi) dan maha karya
perahu Pinisi sebagai simbol kejayaan, kebanggaan
dan keagungan, team arsitek menggubah
bangunan agar mampu membentuk
lingkungan kampus masa kini yang
berkelas internasional namun tetap
berakar pada nilai nilai dan
ideologi budaya Makassar
(Form Follow Culture).

secara visual menara phinisi menarik perhatian dan pandangan sebab bentuk bangunan yang mengadopsi
bentuk layar terkembang dan desain fasadenya terlihat sangat unik dan artistik juga cukup mencolok sehingga mudah
dikenali identitasnya. Dan sebagai bangunan yang di desain dengan pemikiran untuk menjadikannya point of interest of UNM, Makassar
dan Sulawesi Selatan, Menara Phinisi sebagai icon dapat dikatakan sukses.

JENIS PENGHAWAAN: Firmitas


Penghawaan alami
Menggunakan penghawaan alami pada pelataran,
dengan menempatkan kolam di bawa ramp, danau
buatan dan hutan kampus di depan gedung.

Penghawaan buatan
Penghawaan buatan di peruntukkan untuk kegiatan
di dalam ruangan. Dengan menggunakan ac split dan
central dengan perletakan AHU pada top floor podium B

AIR BERSIH
Penggunaan reservoir bawah yang diletakkan
di basement, dan reservoir atas yang terletak
di tower ( lantai 16 )
PONDASI
SISTEM PLUMBING Pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang
Menggunakan pipa dengan material baja, pancang dengan kedalaman yang bervariasi
dengan klasifikasi pipa sbg berikut:
- air bersih antara 12 – 15 meter, dengan diameter 50 cm.
- air kotor
- disposal padat
- jaringan kebakaran LANTAI
- air hujan Setiap lantainya dibuat dari material beton dengan
- Intstalasi listrik finishing keramik dan tegel. Keramik digunakan
pada bagian – bagian sirkulasi yang mudah terkena
air agar tidak licin, sedangkan tegel digunakan pada
bagian yang tidak mudah terkena air. Tebal plat pada
setiap lantai yaitu 12 cm.

Bentuk Panggung, lorong angin dan ventilasi silang bangunan merupakan serangkaian sistem teknologi
bangunan yang bekerja untuk mendinginkan suhu disekitar bangunan, serta memberikan kesejukan dan
ketenangan. Bangunan yang terbelah-belah memungkinkan cahaya alami dapat menerangi semua ruang dalam.
sirip-sirip secondary skin dan kaca reflektor matahari mengurangi radiasi panas matahri langsung masuk
kedalam bangunan. Ruang di bawah podium sebagai ruang terbuka bersama yang dilengkapi dengan kantin kampus,
berbagai tempat duduk-duduk,tempat belajar, dan fasilitas hot spot. Amphitheatre sebagai penghubung antara ruang
terbuka bersama dengan kampus eksisting. Amphitheatre ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk melakukan
berbagai pertunjukkan seni dan budaya atau acara informal lainnya.

NURLINDA TEORI DAN KRITIK ARSITEKTUR


ALLAMANDA CHATARTICA M.
60100116069 OLEH: ANDI EKA OKTAWATI, S.T., [Link] 60100116069

Anda mungkin juga menyukai