0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan6 halaman

Prosedur Relaksasi Otot Progresif

Relaksasi otot progresif adalah serangkaian gerakan yang melatih otot untuk mengendurkan ketegangan secara bertahap demi mencapai relaksasi fisik dan menurunkan stres. Teknik ini meliputi 15 gerakan yang melatih berbagai bagian tubuh seperti tangan, wajah, leher, punggung, dada, perut, dan kaki. Setiap gerakan diikuti oleh pelepasan ketegangan secara perlahan untuk merasakan sensasi relaksasi.

Diunggah oleh

Sita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan6 halaman

Prosedur Relaksasi Otot Progresif

Relaksasi otot progresif adalah serangkaian gerakan yang melatih otot untuk mengendurkan ketegangan secara bertahap demi mencapai relaksasi fisik dan menurunkan stres. Teknik ini meliputi 15 gerakan yang melatih berbagai bagian tubuh seperti tangan, wajah, leher, punggung, dada, perut, dan kaki. Setiap gerakan diikuti oleh pelepasan ketegangan secara perlahan untuk merasakan sensasi relaksasi.

Diunggah oleh

Sita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RELAKSASI OTOT PROGRESIF

UNIVERSITAS NGUDI
WALUYO

PROSEDUR TETAP NO. NO. REVISI HALAMAN


DOKUMEN

TANGGAL DITETAPKAN OLEH:


TERBIT

1. PENGERTIAN Relaksasi otot progresif adalah gerakan mengencangkan


dan melemaskan otot-otot pada satu bagian tubuh dalam
satu waktu untuk memberikan perasaan relaksasi secara
fisik.

2. TUJUAN 1. Menurunkan ketegangan otot, kecemasan, nyeri


leher punggung, tekanan darah tinggi, frekuensi
jantung, laju metabolik
2. Menurunkan tekanan daearh (Hipertensi)
3. Mengurangi disritmia jantung, kebutuhan oksigen
4. Meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi
ketika klien sadar
5. Meningkatkan rasa nyaman dan relaks
6. Meningkatkan rasa kebugaran dan konsentrasi
7. Memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stres
8. Mengatasi insomnia, depresi, kelelahan, iritabilitas,
spasme otot, fobia ringan, gagap ringan, dan
9. Membangun emosi positif dari emosi negatif.
3. INDIKASI 1. Klien yang mengalami insomnia
2. Klien yang mengalami stres dan kecemasan
3. Klien yang mengalami nyeri
4. Klien yang mengalami ketegangan otot
4. KONTRAINDIKASI 1. Klien cidera akut atau gangguan musculoskeletal
seperti cedera jaringan lunak, fraktur, osteoartritis,
neoplasma dan patologi sistem muskuloskeletal
lainnya
2. Hipotensi
3. Gangguan jantung akut/kronis
5. PERSIAPANKLIEN 1. Pastikan identitas klien
2. Kaji kondisi klien
3. Posisikan klien senyaman mungkin (berbaring
atau duduk)
4. Beritahu dan jelaskan pada klien tindakan yang
dilakukan
5. Minta klien untuk mengenakan training atau
celana
6. PERSIAPAN ALAT 1. Alas duduk
2. Bantal
7. CARA KERJA 1. Beritahu klien bahwa tindakan akan segera
dimulai
2. Posisikan klien senyaman mungkin
3. Gerakan 1: ditunjukkan untuk melatih otot
tangan.
a. Genggam tangan kiri sambil membuat suatu
kepalan.
b. Buat kepalan semakin kuat sambil
merasakan sensasi ketegangan yang terjadi.
c. Pada saat kepalan dilepaskan, rasakan
relaksasi selama 10 detik.
d. Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan dua
kali sehingga dapat membedakan perbedaan
antara ketegangan otot dan relaks yang
dialami.
e. Lakukan gerakan yang sama pada tangan
kanan.

4. Gerakan 2: ditunjukkan untuk melatih otot


tangan bagian belakang.
a. Tekuk kedua lengan ke belakang pada
pergelangan tangan sehingga otot di tangan
bagian belakang dan lengan bawah
menegang.
b. Tahan selama 10 detik kemudian lepaskan
untuk merasakan sensasi relaks.
c. Ulangi kembali gerakan tersebut.
5. Gerakan 3: ditujukan untukmelatih otot biseps
(otot besar pada bagian atas pangkal lengan).
a. Genggam kedua tangan sehingga menjadi
kepalan.
b. Kemudian membawa kedua kepalan ke
pundak sehingga otot biseps akan menjadi
tegang.
c. Tahan selama 10 detik, kemudian lepaskan
secara perlahan-lahan.
d. Ulangi kembali gerakan tersebut.

6. Gerakan 4: ditujukan untuk melatih otot bahu


supaya mengendur.
a. Angkat kedua bahu setinggi-tingginya
seakan-akan hingga menyentuh kedua
telinga.
b. Tahan selama 10 detik kemudian lepaskan
secara perlahan.
c. Ulangi kembali gerakan tersebut.

7. Gerakan 5 dan 6: ditujukan untuk melemaskan


otot-otot wajah (seperti dahi, mata, rahang dan
mulut).
a. Gerakan otot dahi dengan cara mengerutkan
dahi dan alis sampai otot terasa kulitnya
keriput.
b. Tutup keras-keras mata sehingga dapat
dirasakan ketegangan di sekitar mata dan
otot-otot yang mengendalikan gerakan mata.
c. Tahan selama 10 detik kemudian lepaskan
secara perlahan.
d. Ulangi sekali lagi gerakan tersebut.
8. Gerakan 7: ditujukan untuk mengendurkan
ketegangan yang dialami oleh otot-otot rahang.
Katupkan rahang, diikuti dengan menggigit gigi
sehinga terjadi ketegangan di sekitar otot rahang.
Tahan selama 10 detik kemudian lepaskan
secara perlahan dan rasakan sensasi relaks.
Ulangi sekali lagi gerakan tersebut.
9. Gerakan 8: ditujukan untuk mengendurkan otot-
otot di sekitar mulut. Bibir dimoncongkan
sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan
ketegangan di sekitar mulut. Tahan selama 10
detik kemudian lepaskan dan rasakan sensasi
relaks. Ulangi sekali lagi gerakan tersebut.
10. Gerakan 9: ditujukan untuk merilekskan otot
leher bagian depan maupun belakang.
a. Gerakan diawali dengan otot leher bagian
belakang baru kemudian otot leher bagian
depan.
b. Letakkan kepala sehingga dapat beristirahat.
c. Tekan kepala pada permukaan bantalan kursi
sedemikian rupa sehingga dapat merasakan
keteganagn di bagian belakang leher dan
punggun atas.
d. Tahan selama 10 detik kemudian rasakan
sensasi relaks.
e. Ulangi sekali lagi gerakan tersebut.
11. Gerakan 10: ditujukan untuk melatih otot leher
bagian depan.
a. Gerakan kepala menunduk sampai dagu
menyentuh dada.
b. Rasakan ketegangan di daerah leher baguan
depan.
c. Tahan selama 10 detik kemudian lepaskan
secara perlahan-lahan
d. Ulangi lagi gerakan tersebut.
12. Gerakan 11: ditujukan untuk melatih otot
punggung.
a. Punggung dilengkungkan
b. Busungkan dada, tahan kondisi tegang
selama 10 detik, kemudian relaks.
c. Saat relaks, letakkan tubuh kembali ke posisi
semula.
d. Ulangi kembali gerakan tersebut.
13. Gerakan 12: ditujukan untuk melemaskan otot
dada.
a. Tarik napas panjang untuk mengisi paru-paru
dengan uadar sebanyak-banyaknya.
b. Ditahan selama beberapa saat, sambil
merasakan ketegangan di bagian dada
sampai turun ke perut, kemudian dilepaskan.
c. Saat tegangan dilepas, lakukan napas normal
dengan lega.
d. Ulangi sekali lagi sehingga dapat dirasakan
perbedaan antara kondisi tegang dan relaks.
14. Gerakan 13 bertujuan untuk melatih otot-otot
perut.
a. Kempiskan perut dengan kuat sampai
kencang.
b. Tahan sampai kencang dan keras selama 10
detik, lalu dilepaskan.
c. Ulangi kembali seperti gerakan awal untuk
perut.
15. Gerakan 14: ditujukan untuk melatih otot-otot
kaki (otot paha dan betis).
a. Luruskan kedua telapak kaki sehingga otot
paha terasa tegang.
b. Lanjutkan dengan mengunci lutut
sedemikian rupa sehingga ketegangan pindah
ke otot betis.
c. Tahan posisi tegang selama 10 detik, lalu
dilepas.
d. Ulangi setiap gerakan masing-masing dua
kali.

16. Gerakan 15:


a. Tumit ditekan pada lantai
b. Kemudian jari-jari kaki dibuka lebar-lebar
dan ditarik keatas.
c. Otot-otot paha ditegangkan.
d. Tahan posisi tegang selama 10 detik, lalu
dilepas.
e. Ulangi sekali lagi gerakan yang serupa.

8. HASIL 1. Evaluasi respon klien


2. Berikan reinforcement positif
3. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya.
4. Mengakhiri kegiatan dengan baik.
9. DOKUMENTASI 1. Catat tindakan yang telah dilakukan, tanggal dan
jam pelaksanaan
2. Catat hasil tindakan

Anda mungkin juga menyukai