0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan39 halaman

Laporan Kinerja Puskesmas Sungai Nanam

Laporan ini memberikan ringkasan tentang kinerja Puskesmas Sungai Nanam di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Puskesmas ini melakukan upaya kesehatan di bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan wilayah kerja 15 jorong yang luasnya 46,6 km2. Laporan ini meninjau kinerja pelayanan kesehatan, manajemen, dan mutu pelayanan Puskesmas guna evaluasi dan perencanaan ke depan.

Diunggah oleh

Dalviza Nasputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan39 halaman

Laporan Kinerja Puskesmas Sungai Nanam

Laporan ini memberikan ringkasan tentang kinerja Puskesmas Sungai Nanam di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Puskesmas ini melakukan upaya kesehatan di bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan wilayah kerja 15 jorong yang luasnya 46,6 km2. Laporan ini meninjau kinerja pelayanan kesehatan, manajemen, dan mutu pelayanan Puskesmas guna evaluasi dan perencanaan ke depan.

Diunggah oleh

Dalviza Nasputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS SUNGAI NANAM
KECAMATAN LEMBAH GUMANTI
Jln. Alahan Panjang – Solok KM. 5 Aia Baluluak Jorong Pasa Kenagarian Sungai Nanam kode pos 27371

LAPORAN KINERJA
KECAMATAN LEMBAH GUMANTI
KABUPATEN SOLOK
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT, syukur atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan
Kinerja Tahun 2018.
Semoga Laporan Kinerja Puskesmas ini bisa dimanfaatkan sebagai acuan
untuk evaluasi dan perencanaan kegiatan di UPT .

Sungai Nanam, Desember 2018


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemerintah berkewajiban menyediakan pelayanan kesehatan yang
bersifat Public Goods artinya pelayanan yang harus tersedia dan dapat dijangkau
oleh setiap orang untuk memperoleh peluang dan mengembangkan kemampuan
hidup sehat, yang pada akhirnya kesehatan merupakan gaya hidup masyarakat.
Hal ini tertuang pada Rencana Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019
adalah Program Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan
dan status gizi masyarakat melalui melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan
masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemeratan
pelayanan kesehatan.
Sasaran pokok RPJMN 2015-2019 adalah: (1) meningkatnya status
kesehatan dan gizi ibu dan anak; (2) meningkatnya pengendalian penyakit; (3)
meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di
daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan; (4) meningkatnya cakupan pelayanan
kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN
Kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin; serta
(6) meningkatkan responsivitas sistem kesehatan.
Menurut Permenkes no 75 tahun 2014 Pusat Kesehatan Masyarakat yang
selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan
preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
di wilayah kerjanya.
Hingga saat ini keberadaan Puskesmas telah memberikan kontribusi yang
cukup besar teerhadap pembangunan dan peningkatan derajad kesehatan
masyarakat di wilayahnya. Hal tersebut dapat dilihat dengan menurunnya angka
kematian bayi (AKB), angka kematian Ibu (AKI), angka kematian balita
(AKABA) dan beberapa penyakit menular dan degeneratif. Juga keberadaan
Puskesmas tersebut juga telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan
status gizi masyarakat khususnya bayi, anak balita, ibu hamil dan
lain-lain.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kemasan program pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas memliliki daya ungkit yang tinggi
terhadap derajat kesehatan masyarakat. Program-program tersebut antara lain
upaya kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, upaya promosi
kesehatan, pemberantasan penyakit, upaya kesehatan lingkungan dan upaya
pengobatan. Kemudian puskesmas diberikan keleluasaan dengan program upaya
kesehatan dan pengembangan.
Program ini merupakan program inovatif dari Puskesmas itu sendiri,
karena disesuaikan dengan spesifik wilayah, geografis, kemampuan finansial dan
tenaga. Namun meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam memperoleh
pelayanan kesehatan yang optimal dan terjangkau, maka sumber daya bidang
kesehatan dituntut untuk lebih bekerja secara profesional yang menjamin outcome
yang dirasakan langsung masyarakat, hal ini tertuang dalam UU Nomor 36 Tahun
2009, yang menyatakan setiap orang memiliki hak yang sama dalam memperoleh
akses atas sumber daya di bidang kesehatan serta memperoleh pelayanan
kesehatan yang aman, bermutu dan paripurna.
Untuk memenuhi tuntutan tersebut setiap Puskesmas perlu melakukan
penilaian kinerjanya. Penilaian Kinerja Puskesmas dibuat dalam rangka
perwujudan tanggung jawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta
pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijaksanaan yang dipercayakan
kepada setiap instansi pemerintah, berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang
memadai. Penilaian Kinerja juga berfungsi sebagai alat kendali, alat penilaian
kinerja dan alat pendorong terwujudnya good goverment. Dalam perspektif yang
lebih luas maka Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) berfungsi sebagai media
pertanggungjawabab kepada publik.
1.2 Pengertian
Penilaian Kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian
hasil kerja/prestasi Puskesmas. Laporan kinerja yang telah dibuat ini merupakan
gambaran dari situasi dan kondisi yang ada di Puskesmas, baik dari segi sarana –
prasarana dan sumber daya manusia yang ada, sehingga dari hasil yang ada dapat
dinilai kinerja dari Puskesmas itu sendiri. Pelaksanaan penilaian dimulai dari
tingkat Puskesmas sebagai instrumen mawas diri karena setiap puskesmas
melakukan penilaian kinerjanya secara mandiri, kemudian Dinas Kesehatan
Kabupaten / Kota melakukan verifikasi hasilnya

1.3 Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas

a. Tujuan

1) Tujuan Umum

Tercapainya tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas secara optimal


dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan
kabupaten /kota.

2) Tujuan Khusus

a) Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan


mutu kegiatan serta manajemen puskesmas pada akhir tahun
kegiatan.

b) Mendapatkan informasi analisis kinerja puskesmas dan bahan


masukan dalam penyusunan rencana kegiatan puskesmas dan dinas
kesehatan kabupaten/kota untuk tahun yang akan datang.

b. Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas

1) Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu


kegiatan serta manajemen puskesmas pada akhir tahun kegiatan.
2) Mengetahui tingkat kinerja puskesmas pada akhir tahun berdasarkan
urutan peringkat kategori kelompok puskesmas.
3) Mendapatkan informasi analisis kinerja puskesmas dan bahan masukan
dalam penyusunan rencana kegiatan puskesmas dan dinas kesehatan
kabupaten / kota untuk tahun yang akan datang.

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penilaian Kinerja Puskesmas meliputi penilaian pencapaian

hasil pelaksanaan pelayanan kesehatan, manajemen Puskesmas dan mutu


pelayanan.
1. Pelayanan Kesehatan :
a) Upaya Kesehatan Essensial
b) Upaya Kesehatan Pengembangan.
2. Pelaksanaan Manajemen Puskesmas dalam penyelenggaraan kegiatan,
meliputi :
a) Manajemen Operasional yang terdiri dari Perencanaan puskesmas,
Sistem pencatatan dan pelaporan tepat waktu, membuat SOP untuk
tiap ruangan, lokakarya mini, penilaian kinerja
b) Manajemen sumber daya yang terdiri dari Sumber daya peralatan
(medis/non medis), manajemen obat dan bahan habis pakai,
manajemen keuangan, serta manajemen tenaga di puskesmas
c) Manajemen pengembangan mutu pelayanan PKD yang terdiri dari :
kualitas
3. Mutu Pelayanan :
a) Penilaian input pelayanan berdasarkan standar yang ditetapkan.
b) Penilaian proses pelayanan dengan menilai tingkat kepatuhannya
terhadap standar pelayanan yang telah ditetapkan.
c) Penilaian output pelayanan berdasarkan upaya kesehatan yang
diselenggarakan, dimana masing – masing program kesehatan
mempunyai indikator mutu tersendiri.
d) Penilaian out come pelayanan antara lain melalui pengukuran tingkat
kepuasan pengguna jasa pelayanan Puskesmas.
BAB II
ANALISIS SITUASI

2.1 Geografis
Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Tugas (UPT) dari Dinas Kesehatan
yang berperan sebagai penyelenggara dari tugas teknis operasional Dinas
Kesehatan dan merupakan ujung tombak pembangunan Kesehatan di daerah.
merupakan salah satu unit pelaksana tugas kerja Dinas Kesehatan Kabupatern
Solok yang memiliki wilayah kerja di Nagari Sungai Nanam Kecamatan Lembah
Gumanti.
terletak di Wilayah Kecamatan Lembah Gumanti, dengan luas wilayah
seluruhnya mencapai 46,6 km2 yang memiliki tanggung jawab upaya kesehatan di
bidang promotif, pereventif, kuratif dan rehabilatif dengan wilayah kerja terdiri
dari 15 Jorong. Fungsi dari tersebut adalah sebagai pusat pembangunan
berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga menuju
masayarakat yang mandiri dan sehat serta pusat pelayanan strata I (pelayanan
tingkat dasar).

Gambar 2.1. Peta Wilayah Nagari Sungai Nanam


Dari gambar peta diatas tampak batas-batas wilayah kerja yaitu :
Sebelah utara : Kecamatan Payung Sekaki
Sebelah Selatan : Nagari Alahan Panjang
Sebelah Barat : Kecamatan danau Kembar
Sebelah Timur : Kecamatan Tigo Lurah

Luas Wilayah Kerja, Jarak Tempuh Dan Waktu Tempuh Dari Jorong Ke
Puskesmas Sungai Nanam

Luas Jarak Desa Ke Waktu


No Nama Jorong
Wilayah Puskesmas Tempuh
1. Sariak Bayang 5 km 30 menit
2. Rimbo Data 5 km 30 menit
3. Lekok Batu Gadang 2 km 15 menit
4. Limau Puruik 2 km 15 menit
5. Pasa 500 m 10 menit
6. Koto 1 km 15 menit
7. Parak Tabu 3 km 20 menit
8. Lipek Pageh 4 km 30 menit
9. Sapan Munggu Tigo 2 km 20 menit
10. Padang Laweh 3 km 20 menit
11. Taratak Tangah 1 km 10 menit
12. Taratak Pauh 2 km 10 menit
13. Limau Parigi 4 km 30 menit
14. Aie Sanam 4 km 20 menit
15. Pakan Sabtu 3 km 30 menit

Puskesmas
2.2 Demografi
Tabel 2.3 Distribusi Penduduk Menurut Persebaran

Kepadatan
Jumlah
No Jorong KK Penduduk Per
Penduduk
Km2
1. Sariak Bayang 127

2. Rimbo Data 457

3. Lekok Batu 742


Gadang

4. Limau Puruik 650

5. Pasa 448

6. Koto 406

7. Parak Tabu 406

8. Lipek Pageh 119

9. Sapan Munggu 102


Tigo

10. Padang Laweh 89

11. Taratak Tangah 415

12. Taratak Pauh 470

13. Limau Parigi 37

14. Aie Sanam 652

15. Pakan Sabtu 74


JUMLAH 5.194

Pada tabel 2.3 diatas dapat dilihat bahwa di wilayah kerja pada tahun
2018, Jorong dengan penduduk terbanyak yaitu Lekok Batu Gadang dengan
Jumlah KK sebesar 742 KK dan Jorong dengan jumlah penduduk terendah yaitu
Jorong Limau Parigi dengan 37 KK.
Tabel 2.4 Data Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Kelompok
Umur

Kelompok Umur JumLah Penduduk


No (Tahun)
Laki-Laki Perempuan Jumlah
1 0–4 243 990 1233
2 5–9 376 693 1.069
3 10 – 14 1.812 2.419 4.231
4 15 – 19 751 897 1.648
5 20 – 24 768 954 1.722
6 25 – 29 796 798 1.594
7 30 – 34 654 742 1.396
8 35 – 39 794 972 1.766
9 40 – 44 537 894 1.431
10 45 – 49 987 1.013 2.000
11 50 – 54 421 987 1.408
12 55 – 59 417 354 771
13 60 – 64 297 483 780
14 65 - 69 87 111 198
15 70 – 74 190 341 531
16 75+ 0 0 0
JUMLAH 9.130 12.648 21.778

Data penduduk di wilayah kerja UPT tahun 2018 berdasarkan kelompok


umur sebagaimana tampak pada tabel 2.3 diatas, terlihat bahwa jumlah penduduk
tertinggi didominasi oleh penduduk usia 10-14 tahun.

2.3 Bidang Kewenangan

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI no. 75 tahun 2014 pasal 35


ayat 1 dan 2 menyebutkan bahwa Puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan
tingkat pertama dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama secara
terintegrasi dan berkesinambungan. Upaya kesehatan tingkat pertama yang
dimaksud adalah upaya kesehatan Esensial dan Pengembangan.
Upaya kesehatan esensial meliputi :

1. Pelayanan Promosi Kesehatan.

2. Pelayanan Kesehatan Lingkungan.

3. Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana.

4. Pelayanan Gizi.

5. Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

6. Pelayanan Pengobatan

Upaya kesehatan pengembangan, meliputi : Usaha Kesehatan Sekolah

(UKS), Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut, Perawatan Kesehatan Masyarakat

(Perkesmas), Kesehatan mata, jiwa, lansia, PKPR, Kesehatan Lansia, , pengobatan


teradisional (Battra), dan Penyakit tidak menular (PTM).
Dalam pelaksanaan tugas manajemen dan tatalaksana program, Kepala
Puskesmas dibantu oleh 3 orang Koordinator, yakni :

1. Koordinator Upaya Kesehatan Masyarakat Wajib dengan 6 Sub Koordinato


(Subkor) yaitu : Subkor Promosi Kesehatan, Subkor Kesehatan Lingkungan,
Subkor Kesehatan Ibu dan Anak dan Keluarga Berencana, Subkor
Pemberantasan Penyakit Menular, Subkor Gizi, dan Subkor Pengobatan.
2. Koordinator Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan dengan 12 Subkor
yaitu : Subkor Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Subkor Usaha Kesehatan
Gigi dan Mulut, Subkor Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas), jiwa,
lansia, pengobatan teradisional (Battra), Penyakit tidak menular (PTM) dan
rawat jalan.
3. Koordinator Upaya Kesehatan Penunjang dengan 3 Subkor yaitu : Subkor
SP2TP, Farmasi, dan Subkor Laboratorium Sederhana
4. Koordinator Jejaring Pelayanan yaitu Pustu dan puskesri.
2.6 Aspek Sumber Daya Manusia

Aspek Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki peran yang sangat penting

terhadap pembangunan dan pelayanan kesehatan di wilayah . Sumber Daya


Manusia terlihat pada tabel di bawah :

Tabel 2.5 Jumlah Sumber Daya Manusia Tahun 2018

JUMLAH
NO JENIS KETENAGAAN
PNS THL SKR
1 Dokter Spesialis 0 0 0
2 Dokter Umum 1 0 0
3 Dokter Dokter Gigi 0 0 0
4 Bidan D1 0 0 0
5 Bidan D3 6 5 12
6 Perawat DIII/ DIV/Skep 1 3 7
7 Perawat Gigi 0 0 0
8 Apoteker dan Sarjana Farmasi 0 0 0
9 D3 Farmasi dan Asisten Apoteker 1 0 1
10 DIV/Sarjana Gizi 0 0 0
11 DI/D3 Gizi 0 0 1
12 Sarjana Kesmas 0 1 1
13 Tenaga Sanitasi 0 0 0
14 Analis Lab 1 0 0
15 Non Kesehatan stuktural 0 0 0
23 SMA 0 1 0
24 SMP 0 0 1
Jumlah

2.7 Aspek Ketersediaan Obat


Obat adalah salah satu komponen dalam sarana kesehatan yang sangat
dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan. Di kebutuhan obat terbesar adalah obat-
obatan jenis antibotik dan golongan analgetik-antiphiretik, mengingat jumlah
kasus penyakit terbesar adalah penyakit infeksi. Kebutuhan obat-obatan jenis lain
disesuaikan dengan jumlah kasus penyakit, Namun secara umum kebutuhan obat
terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan obat berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Solok, yang disuplai secara periodik setiap 3 bulan sekali untuk jenis obat rutin,
sedangakan untuk jenis obat program dapat diambil kapan saja sesuai kebutuhan
program terkecuali untuk vitamin A yang selalu secara periodic didistribusikan
setiap bulan Februari dan Agustus. Pemenuhan kebutuhan beberapa obat di
wilayah dapat dilihat pada table dibawah ini :

Tabel : 2.6 Pemenuhan Kebutuhan Obat Tahun 2018

Sisa
Jumlah
Nama Kebutuhan Pemakaian Stok Per %
Item Jumlah
No Obat/ Tahun Tahun 31 Keter
Obat/ Obat
Vaksin 2018 2018 Desember Sediaan
Vaksin
2018
1 OBAT 135 53.677 76.171 129.848

2 VAKSIN

2.8 Aspek Sarana Pelayanan Kesehatan


Di wilayah sampai dengan tahun 2018 terdapat
beberapa sarana yang masih belum mencukupi. Sedangkan fasilitas lain yang
belum memadai adalah Poskesdes dan Pustu, karena adanya kerusakan ringan.
Tabel 2.7 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Tahun 2018
Jumlah
No Jenis Fasilitas Keadaan
Yg Ada
1. Puskesmas 1 Baik
2. Pukesmas pembantu 3 Baik
3. Rumah Dinas 3 Rusak
4. Gudang obat 1 Baik
5. Laboratorium sederhana 1 Baik
6. Puskesri/ada bangunan fisik 8 Baik
7.
Balai pengobatan swasta 2 Baik
8.
Praktek Dokter Bersama 0
9.
Praktek Dokter Perorangan 0
10.
11. Praktek dokter gigi 0
12. Apotik 1 Baik
13. Toko obat terdaftar 0 Baik
14. Pusling 2 Baik
15. Kendaraan Dinas roda 2 3 Baik
16. Komputer 2 Baik
17. Laptop 3 Baik
18. LCD 0

2.9 Aspek Peran Serta Masyarakat (UKBM)


Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya

dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan,

bencana dan kegawatdaruratan kesehatan, secara mandiri. Pengertian Desa ini

dapat berarti Kelurahan atau Nagari atau istilah-istilah lain bagi satuan

administrasi pemerintahan setingkat desa. Di wilayah ada 15 Jorong, belum satu

pun menjadi desa siaga aktif. Keadaan UKBM wilayah adalah sebagai berikut :
Tabel 2.8 Keadaan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat
(UKBM) Tahun 2018

No Desa Peran Serta Masyarakat


Posyandu Kader Dukun Toma Ket
Bayi
1 Sariak 1 5 2
Bayang
2 Rimbo Data 1 5 1
3 Lekok Batu 3 15 3
Gadang
4 Limau Puruik 2 10
5 Pasa 2 5
6 Koto 1 10
7 Parak Tabu 1 5
8 Lipek Pageh 1 5
9 Sapan 1 5
Munggu Tigo
10 Padang 1 5 1
Laweh
11 Taratak 1 5 1
Tangah
12 Taratak Pauh 3 15 1
13 Limau Parigi 1 5
14 Aie Sanam 4 20
15 Pakan Sabtu 1 5
2.10 Pembiayaan Kesehatan

Pembiayaan sektor kesehatan sangat penting untuk pelaksanaan

Pelayanan Kesehatan di Puskesamas Sungai Nanam. Pembiayaan sektor

kesehatan bersumber antara lain dari dana DAU, Kapitasi JKN, dan, BOK.

Pembiayaan di Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok sepenuhnya

bersumber dari APBD dan APBN.

Tabel 2.9
Pembiayaan Sektor Kesehatan Tahun 2018

ALOKASI ANGGARAN
NO SUMBER BIAYA KESEHATAN
RUPIAH %
1 BOK 641.999.500
2 JKN Kapitasi
3 JKN Non Kapitasi
Puskesmas
BAB III
RENCANA STRATEGIS

3.1 Visi dan Misi


Sejalan dengan Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Solok maka visi adalah
: “Mewujudkan Masyarakat Sungai Nanam Sehat Yang Mandiri Dan
Berkeadilan” .
Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan beberapa misi sebagai berikut
:

1) Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan


2) Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
3) Memelihara dan meningkatkan upaya kesehatan yang bermutu,
merata, dan terjangkau
4) Meningkatkan dan mendayagunakan sumber daya yang ada
3.2 Strategi

Visi dan misi akan dicapai dengan beberapa strategi yang diwujudkan
melalui kegiatan – kegiatan yang terencana, terarah dan berkesinambungan :

a. Meningkatkan upaya promosi kesehatan


b. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama yag lebih baik dengan
lintas sektor
c. Meningkatkan kwalitas SDM Puskesmas
d. Meningkatkan mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan
3.1 Indikator Kinerja 2016
Program pelayanan kesehatan yang diselenggarakan menyelenggarakan 5 program
esensial dan 5 Program Pengembangan dengan 30 kegiatan dan 79 indikator kinerja.
Target kinerja tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Indikator Dan Target Kinerja Tahun 2016
Program dan Target
No Indikator Kinerja
Kegiatan (%)

I PROMOSI KESEHATAN

1 Penyuluhan PHBS 1. Rumah Tangga


2. Institusi Pendidikan (Sekolah)
3. Institusi sarana kesehatan
4. Institusi TTU
5. Institusi tempat kerja
6. Posyandu Balita
3 Cakupan bayi
mendapatkan ASI 7. bayi mendapatkan ASI Eksklusif
Eksklusif
4 Mendorong
terbentuknya upaya
8. Posyandu Pratama
kesehatan
bersumber masyarakat
9. Posyandu madya
10. Posyandu Purnama
11. Posyandu Mandiri
5 Kegiatan Penyuluhan 12. Penyuluahan Napza
13. Penyuluhan HIV/AIDS
14. Penyuluhan Kespro

II KESEHATAN LINGKUNGAN

6 Penyehatan Air 15. Inspeksi sanitasi SAB


16. Pembinaan kelompok pemakai air
7 Hygiene sanitasi 17. Inspeksi sanitasi tempat
makanan dan minuman pengolahan makanan (TPM)
18. Pembinaan tempat pengelolaan
makanan (TPM)
8 Penyehatan tempat 19. Inspesksi sanitasi sarana
pebuangan sampah dan pembuangan sampah dan limbah
limbah 20. Penyuluhan pengelolaan sampah
dn limbah RT
9 Penyehatan lingkungan 21. Pemeriksaan penyehatan
pemukiman dan lingkungan pada perumahan
Pembuangan
Kotoran Manusia
(Jamban)
22. Pemberian bantuan stimulan
jamban sehat kepada masyarakat
10 Pengawasan sanitasi 23. Inspeksi snitasi tempat tempat
tempat tempat umum umum (TTU)
(TTU)
24. Sanitasi TTU

11 Pengembangan tempat 25. Inspeksi sanitasi sarana


pengelolaan pestisida pengelolaan pestisida
(TP2 Pestisida)
26. Pembinaan tempat pengelolaan
pestisida

27. TP2 Pestisida yang memenuhi


syarat
12 Konseling di klinik 28. Adanya rujukan ke klinik sanitasi
sanitasi puskesmas dan
lapangan
29. Adanya pencegahan kasus
13 Pengendalian vektor 30. Pengawasan tempat potensial
perindukan vektor dipemukiman
penduduk
31. Pemberdayaan sarana dalam
upaya pemberatasan temnpat perindukan
vektor
32. Lokasi potensial yang mencapat
intervensi pemberatasan vektor

III UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT


14 Perbaikan Gizi 33. Pemberian capsul vitamin A
(dosis
200.000 SI) pada balita 2x/tahun
33. Pemberian Tablet besi (90
tablet) pada ibu hamil
34. Pemberian PMT pemulihan
balita gizi buruk pada gakin
35. D/S Balita
36. Balita BGM
37. Pemantauan terhadap ASI
Eksklusif
IV
15 Kesehatan ibu 38. Pelayanan kesehatan bagi
Bumil sesuai standard, untuk
kunjungan lengkap
(K1)
39. Drop Out K4-K1
40. Pelayanan persalinan oleh
tenaga kesehatan termasuk
pendampingan persalinan dukun oleh
tenaga kesehatan sesuai standar
41. Pelayanan Nifas lengkap (Ibu
& neonatus) sesuai standar (KN3)
42. jumlah kasus ibu hamil dengan
komplikasi yang ditangani
43. jumlah kasus persalinan
dengan komplikasi yang dirujuk
44. jumlah kasus ibu nifas dengan
komplikasi yang dirujuk
16 Upaya Kesehatan dan 45. Balita BGM Pelayanan deteksi
Anak dan stimulasi dini
46. pemntauan terhadap ASI
Eksklusif

UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT


V
MENULAR
17 TB Paru 47. pengobatan TB Paru (DOTS) BTA
Positif
48. Pengobatan penderita
TB Paru (DOTS) BTA negatif
rontgen positif
18 Imunisasi 49. DPT-HB1 pada bayi
50. Drop out DPT 3 Campak
51. Imunisasi HB 1 < 7 hari

52. Imunisasi Campak Pada bayi

53. Imunisasi DT Pada anak kelas 1


SD
54. Imunisasi Td Pada anak kelas 2 SD

55. Imunisasi MR Pada anak sekolah

56. Imunisasi MR Pada Posyandu

19 Diare [Link] kasus diare dipuskesma


dan kader
[Link] diare ditangani oleh
puskesmas dengan oral dehidrasi
[Link] diare ditangani dengan
dehidrasi intrafena
20 Ispa [Link] kasus pnemonia oleh
puskesmas dan kader
61. jumlah klasus pnemonia ditangani

62. jumlah kasus penomonia berat


ditangani atau dirujuk
21 Pencengahan dan 63. cuci luka terhadap kasus gigitan
penanggualan rabies HPR
[Link] terhadap kasus gigitan
HPR yang ber indikasi

IV UPAYA PENGOBATAN DAN PEMULIHAN KESEHATAN

22 Pengobatan dan 65. Kunjungan rawat jalan umum


Perawatan
23 Pemeriksaan 66. Pemeriksaan Hemoglobin pada ibu
Laboratorium hamil
67. Pemeriksaan test kehamilan
68. Pemeriksaan sputum TB
69. Pemeriksaan urine protein pada ibu
hamil
24 Pelayanan pada keluarga 70. Pemberian Kartu PBI APBN dan
miskin (Gakin) APBD untuk Gakin sampai dengan
akhir
tahun

63. Kunjungan pelayanan Kartu PBI


APBD/APBN di Puskesmas
64. Pelayanan Persalinan peserta
PBI/Non
PBI
25 Pelayanan Kesehatan 65. Kunjungan pelayanan ke lokasi
pada kelompok daerah terpencil
masyarakat
khusus

PENGEMBANGAN PROGRAM INOVATIF DI


IX
PUSKESMAS
26. Kesehatan Jiwa 72. Deteksi dan penanganan kasus
jiwa (gangguan perilaku,
gangguanjiwa gangguan
psikosomatik, masalah nafza dll)
yang datang berobatdi puskesmas
27. Upaya kesehatan Usia 73. Pembinaan kelompok
Lanjut usial lanjut sesuai standar
74. Pemantauan kesehatan pada
anggota kelompok usia lanjut yang
dibina sesuai standar
28. Perawatan Kesehatan 75. Kegiatan asuhan keperawatan pada
Masyarakat keluarga
29. Pembinaan Battra 76. Pembinaan Toga dan
pemanfaatannya pada sasaran
masyarakat
77. Pembinaan pengobatan
tradisional dengan ketrampilan
(termasuk dukun bayi)
30. Posbindu /PTM 78. Persentase Desa/ Kelurahan yang
melaksanakan kegiatan Pos
Pembinaan Terpadu ( Posbindu )
PTM
79. Persentase perempuan usia 30 sd
50 tahun yang dilakukan deteksi
dini kanker servik dan payudara
BAB IV
AKUNTABILITAS KINERJA

Penilaian kinerja Puskesmas Sungai Nanam terdiri dari Komponen hasil pelaksanaan
pelayanan kesehatan Puskesmas, Komponen Manajemen Puskesmas dan Komponen Mutu
Pelayanan Puskesmas

4.1 Kerangka Pengukuran Kinerja


Bahan yang dipakai pada penilaian kinerja puskesmas adalah hasil pelaksanaan
pelayanan kesehatan, manajemen puskesmas dan mutu pelayanan. Sedangkan dalam
pelaksanaannya mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis hasil/masalah sampai
dengan penyusunan laporan berpedoman pada Buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas
dari Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan R.I. tahun 2006.

a. Teknis Pelaksanaan
Teknis pelaksanaan penilaian kinerja tahun 2018, sebagaimana berikut di bawah
ini:
1) Pengumpulan Data

Pelaksanaan pengumpulan data di dilakukan melalui Lokakarya mini bulanan dan masukan-
masukan dari lintas sektor terkait. Data dikumpulkan antara ain melalui :
a) Data dalam pencatatan dan pelaporan Puskesmas
b) Pemeriksaan dan pengecekan catatatn rapat/notulen
c) Melalui Survey Mawas Diri
d) Melalui kegiatan MMD
b. Variabel data
1) Pelayanan Kesehatan meliputi :
a) Upaya Kesehatan Masyarakat Essensial
• Pelayanan promosi Kesehatan
• Pelayanan Kesehatan Lingkungan
• Pelayanan gizi
• Pelayanan KIA – KB
• Pelayanan Pencegahan dan pengendailian penyakit
• Pelayanan Pengobatan (Pelayanan Kesehatan Primer)
b) Upaya Kesehatan Pengembangan
• Upaya Kesehatan Usia Lanjut
• Perawatan Kesehatan Masyarakat
• Upaya Kesehatan Jiwa
• Upaya Kesehatan Remaja (PKPR)
• Bina Kesehatan Tradisional
• Posbindu/PTM
c. Pengolahan Data

Setelah proses pengumpulan data selesai, dilanjutkan dengan penghitungan


sebagaimana berikut di bawah ini :

d. Penilaian Cakupan Kegiatan Pelayanan Kesehatan


- Menghitung cakupan Sub Variabel (SV)
Cakupan sub variabel (SV) dihitung dengan membagi hasil pencapaian (H) dengan
target sasaran (T) dikalikan 100 atau SV (%) =

H X
SV (%) =
T 100%
Cakupan variabel (V) dihitung dengan menjumlah seluruh nilai sub variabel (ΣSV )
kemudian dibagi dengan jumlah variabel ( n ) atau

ΣSV
ΣSV (%) =
n

Jadi nilai cakupan kegiatan pelayanan kesehatan adalah rerata per jenis kegiatan.
Kinerja cakupan pelayanan kesehatan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
Kelompok I (kinerja baik) : Tingkat pencapaian hasil ≥ 91 %
Kelompok II (kinerja cukup) : Tingkat pencapaian hasil 81 – 90 %
Kelompok III (kinerja kurang) : Tingkat pencapaian hasil ≤ 80 %

e. Penilaian Kegiatan Manajemen Puskesmas

Penilaian kegiatan manajemen puskesmas dikelompokkan menjadi empat

kelompok :

- Manajemen Operasional Puskesmas


- Manajemen alat dan obat
- Manajemen keuangan
- Manajemen ketenagaan

Penilaian kegiatan manajemen puskesmas dengan mempergunakan skala nilai sebagai


berikut :
• Skala 1 nilai 4
• Skala 2 nilai 7
• Skala 3 nilai 10
Nilai masing-masing kelompok manajemen adalah rata-rata nilai kegiatan masing-
masing kelompok manajemen.

f. Cara Penilaian :
- Nilai manajemen dihitung sesuai dengan hasil pencapaian Puskesmas dan
dimasukkan ke dalam kolom yang sesuai.
- Hasil nilai skala di masukkan ke dalam kolom nilai akhir tiap variabel
- Hasil rata – rata dari penjumlahan nilai variabel dalam manajemen merupakan
nilai akhir manajemen
- Hasil rata-rata dikelompokkan menjadi :

Baik : Nilai rata – rata > 8,5


Cukup : Nilai 5,5 – 8,4
Kurang : Nilai < 5

g. Penilaian mutu pelayanan


Cara Penilaian :
- Nilai mutu dihitung sesuai dengan hasil pencapaian Puskesmas dan dimasukkan
ke dalam kolom yang sesuai.
- Hasil nilai skala di masukkan ke dalam kolom nilai akhir tiap variabel
- Hasil rata – rata nilai variabel dalam satu komponen merupakan nilai akhir mutu
- Nilai mutu dikelompokkan menjadi :

Baik : Nilai rata – rata > 8,5


Cukup : Nilai 5,5 – 8,4
Kurang : Nilai < 5
4.2 Akuntabilitas Upaya Kesehatan
a. Penilaian Cakupan Kegiatan Pelayanan Kesehatan
Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajad
kesehatan masyarakat dan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Puskesma Sungai
Nanam dimana salah satu strategi utamana adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan yang berkualitas, maka untuk mencapai keadaan tersebut telah
dilakukan berbagai upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Upaya
Kesehatan Masyarakat adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan
masyarakat, swasta dalam rangka untuk memelihara, meningkatkan serta mencegah dan
menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat. Sedangkan Upaya Kesehatan
Perorangan adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, maupun
swasta untuk memelihara, meningkatkan kesehatan, mencegah, menyembuhkan penyakit dan
memulihkan kesehatan perorangan.

Penyelenggaraan upaya kesehatan upaya kesehatan di kerja pada tahun 2018 belum
memberikan hasil yang optimal terhadap peningkatan kinerja Puskesma Sungai Nanam.
Hasil penilaian terhadap penyelenggaraan Upaya Kesehatan diperoleh nilai capaian sebesar
77,19 %. Dengan melihat kriteria penilaian kinerja tersebut dapat dikatakan bahwa
penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan di Puskesma Sungai Nanam dikategorikan nilai
capaiannya cukup baik. Pencapaian kinerja tersebut diperoleh dari 7 (tujuh penilaian) dari 6
program pokok, 1 program kesehatan primer dan 6 program pengembangan dapat dilihat pada
grafik di bawah ini :
Tabel 4.1
Cakupan Program Kesehatan Wajib

No Program Capaian Kriteria


I Promosi kesehatan 85,60 % Cukup
II Kesehatan lingkungan 70,13 % Kurang
III KIA dan KB 86,89% Cukup
IV Perbaikan gizi 89,1 % Kurang
V Pencegahan dan Pemberantasan
79,40 % Kurang
penyakit menular
VI UKP, Kefarmasian dan 81,20 % Cukup
Laboratorium
VII Kesehatan pengembangan 60,51 % Kurang
Rata rata capaian kerja 78,98% Kurang
Dari Tabel 4.1, tampak bahwa rata rata nilai capaian kinerja program kesehatan wajib
dan pengembangan berkisar diantara 70,13% sampai dengan 89,1% dengan nilai rata-rata
78,98% (Kurang), tertinggi diperoleh dari Perbaikan Gizi dan terendah diperoleh dari
program Pelayanan Kesehatan dan Pengembangan. Dengan membandingkan terhadap kriteria
penilaian kinerja, tampaknya program Perbaikan Gizi dan program KIA-KB kategori baik..

Gambar 4.1 Grafik Laba-Laba Penyajian Kinerja Puskesmas

I Promosi
kesehatan
100.00%
VII Rata rata 80.00% II Kesehatan
capaian kerja 60.00% lingkungan
40.00%
20.00%
VII Kesehatan
0.00% III KIA dan KB Series1
pengembangan

VI UKP,
IV Perbaikan
Kefarmasian dan
gizi
Laboratorium
V Pencegahan
dan
Pemberantasa…
Menurut Permenkes RI nomor 75 tahun 2014, bahwa upaya kesehatan yang
diselenggarakan puskesmas dikelompokan ke dalam 2 (dua) yaitu program kesehatan
essensial (wajib) dan program kesehatan pengembangan. Program kesehatan wajib harus
diselenggarakan oleh setiap puskesmas untuk mendukung pencapaian standar minimal
kabupaten/kota bidang kesehatan. Sedangkan program kesehatan pengembangan merupakan
upaya kesehatan masyarakan yang kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya inovatif
dan/atau bersifat ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan disesuaikan dengan prioritas
masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi sumber daya yang tersedia di
masing-masing Puskesmas.

Program kesehatan wajib yang terlihat dari tabel 4.01 adalah program promosi
kesehatan, program kesehatan lingkungan, program kesehatan ibu anak dan dan KB, program
perbaikan gizi masyarakat, program pemberantasan penyakit dan program pengobatan dasar.
Hasil penilaian kinerja terhadap program kesehatan wajib di wilayah kerja Tahun 2018
adalah sebesar 79,82% sedangkan untuk program kesehatan pengembangan diperoleh nilai
81,40% bila capaian kinerja tersebut dibandingkan terhadap kriteria penilaian kinerja
diperoleh bahwa untuk program kesehatan wajib dan program kesehatan pengembangan
dikatagorikan nilai pencapaianya masih kurang. Bila hasil kegiatan kesehatan wajib dan
pengembangan di wilayah kerja tampak seperti pada gambar 4.01 di bawah ini.

1. Program promosi kesehatan

Mengubah perilaku tentunya tidaklah mudah, apalagi bila hal tersebut berkaitan dengan
perilaku masyarakat. Karena itu penyelenggaraan program promosi kesehatan di wilayah
kerja upt puskesmas Tanjung Sari memiliki tujuan memberikan pengalaman belajar atau
menciptakan kondisi bagi perorangan, kelompok dan masyarakat, dalam berbagai tatanan,
dengan membuka jalur komunikasi, menyediakan informasi serta melakukan edukasi. Untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat.

Penyelenggaraan program promosi kesehatan di wilayah pada tahun 2018 belum


memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja program kesehatan wajib. Dari hasil
pernilaian kinerja terhadap program promosi kesehatan di wilayah kerja pada tahun 2018
sebesar 85,60% pencapaian kinerja tersebut diperoleh dari hasil penilaian 4 (Empat) kegiatan,
sebagaimana terlihat pada tabel 4.2 dibawah ini.
Tabel 4.2 Capaian Kinerja Program Promosi Kesehatan Tahun 2018

No Kegiatan Capaian % Kriteria


1 Penyuluhan PHBS 60 kurang

2 Penyuluhan Kesehatan HIV-AIDS/Napza 12 baik


dan DBD setiap bulan

3 Kunjungan Posyandu 80 cukup

4 Pembentukan Desa siaga 0 kurang

0
5 Pembentukan SBH kurang

6 Pembentukan Pos UKK 0 kurang

Dari tabel 4.2, tampak bahwa rata rata capaian kinerja kegiatan Kampanye PHBS
sebesar 60%, kegiatan penyuluan 100%, kunjungan Posyandu 80%, Bina Upaya Kesehatan
bersumber Masyarakat sebesar 0%. Dengan membandingkan terhadap kriteria penilaian
kinerja, kegiatan kampanye PHBS tergolong kurang, namun kegiatan penyuluhan kesehatan
capainnya tergolong baik.
2. Program Kesehatan Lingkungan
Program kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang
sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Lingkungan sehat bebas dari unsur-unsur yang
menimbulkan gangguan kesehatan, seperti Iimbah cair, limbah padat, limbah gas, sampah
yang tidak diproses sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah, binatang
pembawa penyakit, zat kimia yang berbahaya melebihi ambang batas, radiasi sinar pengion
dan non pengion, air yang tercemar, udara tercemar dan makanan yang terkontaminasi.
Karena itu, upaya kesehatan lingkungan merupakan salah satu upaya kesehatan wajib yang
perlu diselenggarakan setiap Puskesmas.

Penyelenggaraan Program Kesehatan Lingkungan pada tahun 2018 belum cukup


memberikan kontribusi yang baik terhadap peningkatan kinerja . Hasil penilaian kinerja
terhadap Program Kesehatan Lingkungan di wilayah pada tahun 2018 adalah sebesar
76,84%. Dengan melihat kriterla penilaian kinerja, tampaknya Program Kesehatan
Lingkungan dikategorikan nilai capaiannya kurang. Terdapat 8 (delapan) kegiatan yang
digunakan untuk menilai kinerja Program Kesehatan Lingkungan, sebagaimana terlihat pada
tabel 4.08 di bawah ini.

Tabel. 4.3
Capaian Kinerja Program Kesehatan Lingkungan
Tahun 2018

No Indikator SPM Capaian % Kriteria


1 Pengawasan Rumah 60 kurang
2 Pengawasan Jamban Keluarga 65 kurang
3 Pengawasan SPAL 60 kurang
4 d. Pengawasan SAB 60 kurang
6 e. Pengawasan Sampah 57 kurang
7 Pengawasan TTU 30 kurang
Rata-rata capaian Kurang

Dari Tabel 4.3, tampak bahwa capaian kinerja program kesling masih kurang.
3. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

Tabel. 4.4
Capaian Kinerja Program Perbaikan Gizi Masyarakat
Tahun 2018

No Indikator SPM Capaian % Kriteria


1 D/S balita 80 cukup
2 N/D 80 cukup
3 BGM/D <5% baik
4 Distribusi Vit A Bayi 100 baik
5 Distribusi Vit A Balita 100 baik
6 asi Eksklusif 65 Kurang
7 Fe3 Bumil 75 Kurang
8 Pemerriksaan Garam betryodium 90 baik
9 Vit a Bufas 100 baik
10 Tablet Fe bufas 90,9 baik
11 Perawatan Gizi buruk 100 baik
12 Distribusi MP-ASI <5% baik

Dari Tabel 4.4. Berdasarkan tabel diatas telihat program perbaikan gizi masyarakat
sudah termasuk kategori baik, hanya saja 2 (dua) kegiatan yang masih jauh dibawah target
yaitu Pemberian ASI Eksklusif dan Fe Bumil yang masih kategori kurang.

4. Program KIA-KB

Program Kesehatan lbu dan Anak merupakan upaya kesehatan primer yang menyangkut
pelayanan dan pemeliharaan kesehatan ibu dalam menjalankan fungsi reproduksi yang
berkualitas serta upaya kelangsungan hidup, pengem-bangan dan perlindungan bayi, anak
bawah lima tahun (BALITA) dan anak usia pra sekolah dalam proses tumbuh kembang.
Penyelenggaraan Program Kesehatan Ibu-Anak dan Keluarga Berencana sudah berkontribusi
dengan baik terhadap peningkatan kinerja . Hasil penilaian kinerja terhadap Program
Kesehatan Ibu- Anak dan Keluarga terlihat pada tabel berikut ini :
Tabel. 4.5
Capaian Kinerja Program Kesehatan Ibu Dan Anak Serta KB Tahun 2018

No Indikator SPM Capaian Kriteria

1 K1 bumil 89,92 Cukup


2 K4 Bumil 77,91 Kurang
3 Linakes 87 Cukup
4 Resti 60,95 Kurang
5 KF3 87,14 Cukup
6 KN 3 90,9 Baik
7 Cakupan neonatal dengan komplikasi 100 Baik
yang ditangani
8 Kunjungn bayi sesuai standar 90,9 Baik

Dari Tabel 4.5, berdasarkan tabel diatas nampak penilaian kinerja pada kegiatan
pemeriksaan K4 bumil pencapaian masih renda yaitu 77,91% dengan kriteria kurang,
sedangkan cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani sudah mencapai terget yaitu
100% dengan kategori baik.

5. Program Pencegahan Pemberantasan Penyakit

Penyakit Menular memiliki kontribusi yang yang sangat besar terhadap tingginya
Angka Kesakitan (Morbiditas) Penduduk. Bahkan penyakit menular pun memberikan
dampak yang siginifikan terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat di suatu
wilayah. Karena itu penyelenggaraan Program Pemberantasan Penyakit di wilayah kerja
bertujuan untuk mengurangi resiko kejadian kesakitan, kejadian luar biasa dan bahkan tingkat
kematian karena penyakit menular. Program tidak hanya untuk penyakit menular saja tetapi
juga untuk penyakit tidak menular.
Tabel. 4.6
Capaian Kinerja Program
Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit Menular
Tahun 2018
No Indikator SPM Capaian % Kriteria

1 Cakupan Desa/Kelurahan 73,61 Kurang


Universal Child Immunization
(UCI).
2 Cakupan Penemuan Pasien Baru 7,3 cukup
TB BTA Positif
3 Cakupan Penemuan Penderita 100 baik
Diare
4 Kasus gigitan HPR yg mendapat 100 Kurang
tata laksana kasus
5 100 Baik
Surveilans
6 ISPA 100

Rata-rata capaian

Berdasarkan tabel 4.6 Program Pemberantasan Penyakit belum memberikan


kontribusi yang signifikan terhadap kinerja . Hasil penilaian kinerja terhadap Program
Pemberantasan Penyakit diperoleh nilai capaian 79,40% . Dengan melihat kriteria penilaian
kinerja, tampaknya penyelenggaraan Program Pemberantasan Penyakit tersebut
dikategorikan Kurang. Capaian kinerja tertinggi diperoleh dari kegiatan P2 Diare dan P2
GHTR dan terendah kegiatan Pemberantasan Penyakit (P2) TB Paru.

6. Program Pengobatan (Program pelayanan primer)


Program Pengobatan ini merupakan upaya kuratif dan rehablitatif yang
diberikan kepada masyarakat yang datang berobat ke Puskesmas dan Puskesmas Pembantu.
Penyelenggaraan Program Pengobatan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja .
7. Program Kesehatan Pengembangan

Kebutuhan masyarakat antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda-beda,
sehingga diperlukan upaya Program kesehatan pengembangan merupakan program yang
diselenggarakan berdasarkan permasalahan yang ditemukan di masyarakat. Dengan kata lain
program yang disesuaikan dengan kebutuhan Puskesmas itu sendiri. Penyelenggaraan
program kesehatan pengembagan belum berkontribusi baik terhadap peningkatan kinerja .
Program Pengembangan di berdasarkan prioritas terdiri dari 6 (enam) yaitu Upaya Kesehatan
Anak Usia Sekolah dan Remaja, Upaya Kesehatan Usia Lanjut, Perkermas, Kesehatan jiwa
Posbindu/PTM dan Battra. Hasil penilaian kinerja terhadap penyelenggaraan tersebut sebesar
60,51%.

Tabel. 4.8
Capaian Kinerja Program Pengembangan
Tahun 2018

No Indikator SPM Capaian % Kriteria

Upaya Kesehatan Anak Usia


1 100,00 Baik
Sekolah dan Remaja

2 Upaya Kesehatan Usia Lanjut 71,86 Kurang

3 Perawatan Kesehatan Masyarakat 19,65 Kurang

4 Kesehatan Jiwa 100,00 Baik

5 Posbindu/PTM 71,6 Cukup

6 Bina Kesehatan Tradisional 0 Kurang

Rata-rata capaian 60,51 Kurang


BAB V
KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

telah melaksanakan penilaian kinerja tahun 2018 dengan hasil sebagai


berikut Kinerja Pelayanan Kesehatan dengan nilai 78,98%, termasuk kategori
kurang. Dengan melihat gambaran di atas maka hasil kinerja dapat di kategorikan
perjenis kegiatan sebagai berikut :

1. Kategori Baik

Dari penilaian kinerja Tahun 2018 belum ada yang terkategori baik

2. Kategori Cukup
- Upaya Promkes
- Perbaikan Gizi
- Upaya Kesehatan KIA-KB
- Upaya Pengobatan da Pemulihan Kesehatan
3. Kategori kurang
- Kesehatan Lingkungan
- P2P
- Upaya Pelayanan dan Pengembangan

5.2 Saran
a. Meningkatkan kerjasama lintas sektor dan lintas program serta berbagai
upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
b. Diharapkan untuk tahun mendatang masing-masing program melakukan
upayaupaya dalam rangka meningkatkan capaian kinerjanya terutama
program-program dengan pencapaian kinerja yang kurang.
PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK
DINAS KESEHATAN

RENSTRA
PUSKESMAS SUNGAI NANAM

TAHUN 2018
PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK
DINAS KESEHATAN

CAPAIAN KINERJA
PUSKESMAS SUNGAI NANAM

TAHUN 2018
PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK
DINAS KESEHATAN

PROFIL
PUSKESMAS SUNGAI NANAM

TAHUN 2018
PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK
DINAS KESEHATAN

DEFENISI OPERASIONAL
PUSKESMAS SUNGAI NANAM

TAHUN 2018

Anda mungkin juga menyukai