RONDE KEPERAWATAN
“Perawatan Luka Pada Pasien Apendik”
SIKLUS MANAJEMEN DI RUANG MULTAZAM
RSI IBNU SINA PADANG
OLEH : KELOMPOK I
1. Agustiranda 5. oktarian
2. Dewi irwan 6. Putri mayang sari
3. Elza maiyora 7. Rihma fadillah
4. Fitri yani 8. Rizka marvi
PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN
STIKES ALIFAH PADANG
2019
RENCANA STRATEGI RONDE KEPERAWATAN
PERAWATAN LUKA PADA PASIEN APENDIK
Topik : Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Masalah Keperawatan
Apendiktomi
Sasaran : Pasien Nn. F
Hari/Tanggal : Selasa, Mei 2019
Waktu : 60 menit
A. Tujuan
Tujuan Umum
Menyelesaikan masalah pasien yang belum teratasi yaitu pencegahan resiko
infeksi apendiktomi
Tujuan Khusus
1. Menjastifikasi masalah yang belum teratasi
2. Mendiskusikan penyelesaian masalah dengan perawat primer, tim kesehatan lain
3. Menemukan alasan ilmiah terhadap masalah pasien
4. Merumuskan intervensi keperawatan yang tepat sesuai masalah pasien
B. Sasaran
Pasien A umur 7 tahun
C. Materi (terlampir)
Materi penyuluhan yang akan disampaikan meliputi :
1. Pengertian Demam Berdarah Dengue
2. Penyebab Demam Berdarah Dengue
3. Ciri nyamuk Aedes Aegypty
4. Tanda dan gejala Demam Berdarah
5. Cara pencegahan Demam Berdarah Dengue
D. Metode
Diskusi
E. Media
Dokumen/status pasien
Sarana diskusi : kertas, bullpen
Materi yang disampaikan secara lisan
Lembar Balik
F. Kegiatan Ronde Keperawatan
Waktu Tahap Kegiatan Pelaksana Kegiatan Tempat
pasien
1 hari Praronde Praronde Penanggung Ruang Annisa 2
sebelum 1. Menentukan kasus jawab:
ronde dan topic
2. Menentukan tim
ronde
3. Menentukan
literature
4. Membuat proposal
5. Mempersiapkan
pasien
6. Diskusi
pelaksanan
5 menit Ronde Pembukaan Kepala ruangan Nurse Station
1. Salam pembuka (KARU)
2. Memperkenalkan
tim ronde
3. Menyampaikan
identitas dan
masalah pasien
4. Menjelaskan
tujuan ronde
30 menit Penyajian masalah Perawat Mendengarka
1. Memberi salam pelaksana n
dan (PP)
memperkenalkan
pasien dan
keluarga pada tim
ronde
2. Menjelaskan
riwayat penyakit
pasien
3. Menjelaskan
masalah pasien
dan rencana
tindakan yang
telah dilaksanakan
dan serta
menetapkan
prioritas yang
perlu dilakukan.
Validasi data Karu, PP, Memberikan Ruang perawatan
4. Mencocokan dan Perawat respon dan
menjelaskan Konselor menjawab
kembali data yang pertanyaan
telah disampaikan
5. Diskusi antara
anggota tim dan
pasien tentang
masalah
keperawatan
tersebut
6. Pemberian
justifikasi oleh
perawat primer
atau konselor atau
kepala ruangan
tentang masalah
pasien serta
rencana tindakan
yang akan
dilakukan
7. Menentukan
tindakan
keperawatan pada
masalah prioritas
yang telah
ditetapkan.
10 menit Pasca 1. Evaluasi dan Karu, Nurse Station
Ronde rekomendasi Supervisor,
intervensi Perawat
keperawatan Konselor,
2. Penutup Pembimbing
G. Kriteria Evaluasi
1. Struktur
a. Ronde keperawatan dilaksanakan diruang Annisa 2
b. Peserta ronde keperawatan hadir ditempat pelaksanaan ronde keperawatan
c. Persiapan dilakukan sebelumnya
2. Proses
a. Peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
b. Seluruh peserta berperan aktif dalam kegiatan ronde sesuai peran yang telah
ditentukan
3. Hasil
a. Pasien puas dengan hasil kegiatan
b. Masalah pasien dapat teratasi
c. Perawat dapat :
Menumbuhkan cara berpikir yang kritis dan sistematis
Meningkatkan kemampuan validitas data pasien
Meningkatkan kemampuan menentukan diagnose keperawatan,
menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang
berorientasi pada masalah pasien
Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan
keperawatan
Meningkatkan kemampuan jastifikasi
Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja
Pengorganisasian
1. Kepala ruangan :
2. PP I :
PP II :
3. PA I :
PA II :
4. Konselor :
5. Pembimbing :
6. Supervisor :
SURAT PERSETUJUAN DILAKUKAN RONDE KEPERAWATAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
Umur :
Alamat :
Adalah suami/istri/orang tua/anak dari pasien :
Nama :
Umur :
Alamat :
Perawat yang menerangkan Padang,
Penanggung jawab
(………………………..) (………………………..)
Saksi saksi : Tanda tangan
1. (………………….)
2. (………………….)
Materi
DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
A. Pengertian
Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus
dengue yang disebarkan nyamuk Aedes Aegypty yang dapat menyerang pada anak
dan dewasa dengan gejala utama demam ,nyeri otot, tulang dan sendi yang biasanya
memburuk setelah dua hari pertama dan dapat menyebabkan perdarahan.
B. Penyebab (Etiologi)
Penyebab Demam Berdarah Dengue adalah karena adanya virus dengue dan
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty. Meskipun dapat juga ditularkan
oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun. DBD ini banyak di
temukan di daerah tropis yang curah hujannya cukup tinggi. Sebab nyamuk akan
mudah berkembangbiak di daerah yang tergenang air. Umumnya sering terjadi di
daerah Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang saat ini menjadi masalah utama di
negeri kita ini.
C. Ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypty
1. Warna hitam dengan belang-belang putih di seluruh badannya
2. Berbadan kecil
3. Biasanya menggigit pada siang hari dan sore hari
4. Hidup dan berkembangbiak di dalam rumah (bak mandi,kaleng bekas,kolam
ikan,ban bekas,pot tanaman air,tempat minuman burung)
5. Senang hinggap pada pakaian yang bergantung,kelambu dan ditempat yang gelap
dan lembab.
6. Jentik nyamuk berperan aktif di dalambak air
7. Posisi jentik nyamuk tegak lurus dengan permukaan air
8. Gerakan jentik nyamuk naik turun keatas pemukaan air untuk bernafas
9. Kemampuan terbang kira-kira 100 meter
D. Cara penularan Demam Berdarah Dengue
1. Demam berdarah dengue hanya dapat ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes
Aegypty betina, yang tersebar luas di rumah-rumah dan tempat-tempat umum
(Sekolah,Pasar,Terminal,Warung dsb)
2. Nyamuk ini mendapatkan virus dengue waktu menggigit/menghisap darah orang
yang sakit DBD atau orang yang tidak sakit tapi dalam darahnya terdapat Virus
Dengue.
3. Orang yang darahnya mengandung Virus Dengue tetapi tidak sakit dapat pergi
kemana-mana dan menularkan virus itu kepada orang lain di tempat yang ada
nyamuk Aedes Aegyptynya.
4. Virus dengue yang terhisap nyamuk Aedes Aegypty akan berkembangbiak dalam
tubuh nyamuk.
5. Bila nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain, virus tersebut akan
dipindahkan bersama air liur nyamuk ke orang tersebut.
6. Orang yang digigit nyamuk Aedes Aegypty yang mengandung virus dengue gejala
sakit/demam setelah 4-7 hari (masa inkubasi)
7. Bila orang yang ditularkan tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik,ia akan
segera menderita DBD (demam berdarah dengue)
E. Tanda dan gejala Demam Berdarah Dengue
1. Demam tinggi 2 – 7 hari disertai menggigil. Kurang nafsu makan, nyeri pada
persendian, serta sakit kepala.
2. Pendarahan dibawah kulit berupa :Bintik-bintik merah pada kulit dan mimisan
(epistaksis).
3. Nyeri perut (ulu hati ) tapi tidak ada gejala kuning,ada mual dan muntah.
4. Terjadi syok atau pingsan pada hari ke 3-7 secara berulang-ulang. Dengan tanda
syok yaitu lemah, kulit dingin ,basah dan tidak sadar
TANDA BAHAYA DBD :
a. Perdarahan gusi
b. Muntah darah
c. Penderita tidak sadar
d. Denyut nadi tidak teraba
Segara periksakan diri ke RS atau sarana pelayanan kesehatan terdekat.
F. Cara pencegahan Demam Berdarah Dengue
Untuk mencegah penyakit DBD, nyamuk penularnya (Aedesa egypti) harus
diberantas sebab vaksin untuk mencegahnya belum ada. Cara yang tepat dalam
pencegahan penyakit DBD adalah dengan pengendalian vektornya, yaitu
nyamuk Aedes aegypti.
Cara yang tepat untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti adalah
memberantas jentik
jentiknya di tempat berkembang biaknya. Cara ini dikenal dengan Pemberantasan
Sarang Nyamuk DBD (PSN-DBD).Oleh karena tempat-tempat berkembangbiaknya
terdapat di rumah-rumah dan tempat-tempat umum maka setiap keluarga harus
melaksanakan PSN-DBD secara teratur sekurang-kurangnya seminggu sekali.
` PSN-DBD tersebut dapat digambarkan pada bagan berikut :
Gambar 2.1.
Nyamuk Dewasa
Foggi Fogging (dengan insektisida)
Kimia
Jentik nyamuk
Fisika Fisika
Biologi
Bagan cara pemberantasan nyamuk (PSN DBD)
BAB III
LAPORAN KASUS
A. PENGKAJIAN
1. IDENTITAS
IdentitasPasien
Nama : An.A
[Link] : 12.45.27
Umur : 7 tahun
Tempat/tglhahir : Padang, 14-06-2011
JenisKelamin : Laki-laki
Pendidikan : SD
Anak ke- : 6 (Lima )
BB/TB : 48kg/ 140 cm
Alamat : Jl. Pekan Baru 2 Ulak Karang
Tanggal Masuk : 14-04-2019
Diagnosa Medis : DHF
Identitas Orang Tua
Nama ibu : Ny N Nama ayah : Tn.S
Umur : 50 tahun Umur : 48 tahun
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh
Pendidikan : SMK Pendidikan : SMA
Alamat : Ulak karang Alamat : Ulak Karang
B. RIWAYATKESEHATAN
1. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien masuk via IGD dengan keluhan masuk demam hari ke 5 S: 36,5, batuk
ada berdahak, muntah sudah 3 hari, pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 15-
04-2019, pada pukul 16.00 WIB, ibu klien mengatakan nafsu makan anakny
berkurang, anak masih kurang minum, TD: 100/70 N: 91 P: 24 S: 37,5 pada
pemeriksaan labor didapatkan hasil Hb : 13,6 Ht: 43 Leukosit : 11.900 Trombosit :
45.100,
2. Riwayat Kesehatan Dahulu
Ibu klien mengatakan sebelumnya belum pernah anaknya mengalami penyakit yang
sama, anak Cuma pernah sakit demam biasa dan cuma dibawa ke puskesmas dan tidak pernah
dirawat.
3. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang memiliki penyakit yang
sama, tidak ada keluarga yang memiliki penyakit keturunan seperti hipertensi, DM,
maupun Asma.
C. PEMERIKSAAN FISIK
1. PemeriksaanFisik
1) Keadaan umum : Lemah
2) Tanda-tanda vital
Tekanan Darah : 100/70 Mmhg
Pernapasan : 24 x/menit
Nadi : 91x/menit
Suhu : 37,50C
3) Kepala
Inspeksi : Warna rambut hitam, kulit kepala bersih, rambut halus dan agak
jarang.
Palpasi : Tidak ada tonjolan dan tidak ada nyeri tekan.
4) Mata
Inspeksi : Sklera tidak ikterik, reflex mengedip positif, konjugtiva tidak anemis
Bentuk simetris kiri dan kanan,bereaksi terhadap cahaya.
Palpasi : tidak ada massa.
5) Hidung
Inspeksi : Bentuk simetris, tidak ada kotoran,tidak terdapat pernapasan cuping
Hidung dan tidak ada kelainan.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan.
6) Mulut
Inspeksi : gerakan bibir simetris, tidak ada kelainan, mukosa
bibir kering
7) Telinga
Inspeksi : Bentuk simetris, tidak ada serumen
Palpasi : tidak ada benjolan dan nyeri tekan
8) Dada (paru)
Inspeksi : Bentuk dada simetris, tidak ada penggunaan otot bantu pernafasan,
Palpasi : fremitus kiri dan kanan sama
Perkusi : Sonor
Auskultasi: vesikuler
9) Abdomen
Inspeksi : Tidak ada pembengkakan abdomen.
Auskultasi : Bising usus 20x/menit
Perkusi : Tympani
Palpasi : Tidak ada distensi abdomen.
[Link] PENUNJANG
1. Pemeriksaan laboratorium
pada tanggal 15 April 2019
No Hasil Labor Nilai Normal Keterangan
1. Hemoglobin 13,6 g/dl (N : 12-16 g/dl) Normal
2. Leukosit 11.900/mm3 (N : 4.500-13.500 /mm3) Normal
3. Trombosit 45.100/mm3 (N : 150.000-400.000 Tidak
/mm3)
normal
(N : 37-43 %)
4. Hematokrit 43 % Normal
E. Terapi
Ranitidin syrup 3x1
Donperidon 3x1
PCT
Trolit 3x1
Ambroxol syrup
Diagnosa Keperawatan
No. Diagnosa keperawatan Tanggal di tegakkan
1. Hipertermi b.d penyakit 15 April 2019
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari 15 April 2019
kebutuhan tubuh b.d factor biologis
Intervensi keperawatan
No. Diagnosa NOC NIC dan Aktivitas
keperawatan
1. Hipertermi Termogulasi Perawatan demam
Indicator 1. Pantau suhu dan tanda-tanda vital lainnya
Penurunansuhukulit 2. Monitor warna kulit dan suhu
Tingkat pernafasannormal 3. Monitor asupan dan keluaran
Suhutubuhstabil 4. Tutup pasien dengan selimut atau pakaian ringan
Berat badan tidak turun tergantung pada fase demam
Nadi dalam batas normal 5. Lembabkan bibir
Peningkatan suhu kulit Pengaturan suhu
tidak ada 1. Monitor suhu tubuh setiap 2 jam
Hipertermi tidak ada 2. Monitor warna kulit
Dehidrasi tidak ada 3. Monitor dan laporkan adanya tanda dan gejala dari
hipertermi
4. Tingkatkan intake cairan dan nutrisi yang adekuat
5. Sesuaikan suhu lingkungan dengan kebutuhan
tubuh pasien
2. Ketidakseimba Status Nutrisi ManajemenNutrisi
ngan nutrisi
Indikator: 1. Kaji adanya alergi makanan
kurang dari
2. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan
kebutuhan 1. Adanya peningkatan berat jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien.
tubuh b.d badan sesuai dengan tujuan 3. Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe
faktor biologis 2. Berat badan ideal sesuai 4. Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan
dengan tinggi badan vitamin
3. Mampu mengidentifikasi 5. Berikan substansi gula
kebutuhan nutrisi 6. Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi
4. Tidak ada tanda tanda serat untuk mencegah konstipasi
malnutrisi 7. Berikan makanan yang terpilih ( sudah
5. Menunjukkan peningkatan dikonsultasikan dengan ahli gizi)
fungsi pengecapan dari 8. Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan
menelan makanan harian.
6. Tidak terjadi penurunan berat 9. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
badan yang berarti 10. Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
11. Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi
yang dibutuhkan
Monitor Nutrisi
1. BB pasien dalam batas normal
2. Monitor adanya penurunan berat badan
3. Monitor lingkungan selama makan
4. Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama
jam makan
5. Monitor kulit kering dan perubahan pigmentasi
6. Monitor turgor kulit
7. Monitor kekeringan, rambut kusam, dan mudah
patah
8. Monitor mual dan muntah
9. Monitor kadar albumin, total protein, Hb, dan kadar
Ht
10. Monitor pertumbuhan dan perkembangan
11. Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan
konjungtiva
12. Monitor kalori dan intake nuntrisi
DAFTAR PUSTAKA
1. Mansjoer, Arif, dkk. [Link] Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid [Link]:
Media Aesculapius
2. Ngastiyah. [Link] Anak Sakit . Jakarta : EGC
3. SuwarsonoH :Berbagai cara pemberantasan jentik Ae. Aegypti. Cermin Dunia
Kedokteran 1997; 119 : 32-3.
4. Brunner & Suddarth (2002), Keperawatan Medikal Bedah,volume 2, Jakarta;
EGC2. Buku Ajar Penyakit Dalam. (1995). Jilid I. Edisike 3. Jakarta : FK UI
Effendi, 1995,Perawatan Pasien DHF, Jakarta : EGC