0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
154 tayangan2 halaman

Model Pembelajaran Debat di Kelas

Model pembelajaran debat dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan membagikan mereka ke dalam dua kelompok yang berdebat tentang topik tertentu secara pro dan kontra, asalkan topik tersebut memungkinkan adanya pendapat berlawanan. Guru harus memilih topik yang sesuai dengan materi pelajaran dan memandu proses debat siswa untuk menghasilkan kesimpulan.

Diunggah oleh

Aly Biology
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
154 tayangan2 halaman

Model Pembelajaran Debat di Kelas

Model pembelajaran debat dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan membagikan mereka ke dalam dua kelompok yang berdebat tentang topik tertentu secara pro dan kontra, asalkan topik tersebut memungkinkan adanya pendapat berlawanan. Guru harus memilih topik yang sesuai dengan materi pelajaran dan memandu proses debat siswa untuk menghasilkan kesimpulan.

Diunggah oleh

Aly Biology
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Model Debat ternyata tidak hanya bisa digunakan dalam perlombaan atau kompetisi saja, tetapi

juga dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Namun, dalam penggunaan model
debat ini harus disesuaikan dengan materi yang dipelajari.

Tidak semua topik materi bisa menggunakan model debat ini, karena harus ada kelompok pro
dan kontra atas satu topik tertentu. Misalnya saja, dalam mata kuliah perkembangan peserta
didik, terdapat topik kemampuan inteligensi peserta didik usia dewasa. Di dalam materi
tersebut terdapat pertanyaan apakah inteligensi seseorang akan berkurang seiring
bertambahnya usia? Ada yang menjawab ‘ya’ tetapi ada juga yang menjawab ‘tidak’.

Apabila kondisinya seperti tersebut di atas, maka model pembelajaran debat bisa dilaksanakan.
Anda bisa mencari topik materi lain yang sesuai dengan mata kuliah atau mata pelajaran yang
anda ampu.
Model Pembelajaran Debat sendiri diartikan sebagai sebuah model pembelajaran di mana
peserta didik dibagi menjadi dua kelompok (satu kelompok pro dan satu kelompok kontra)
untuk ‘beradu’ argument atas satu topik tertentu.

Ilustrasi Model Pembelajaran Debat via [Link]


Model pembelajaran Debat ini juga bisa digunakan untuk menghidupkan suasana kelas,
sehingga diharapkan bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Selain itu, model
pembelajaran debat juga dapat mendorong peserta didik untuk bekerja sama dalam satu
kelompok.

Adapun langkah-langkah model pembelajaran debat ini adalah sebagai berikut:


1. Guru/dosen membagi peserta didik 2 kelompok peserta debat (satu pro dan satu kontra)
2. Guru/dosen memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh
kedua kelompok tersebut
3. Setelah selesai membaca materi, Guru/dosen menunjuk salah satu anggota kelompok
pro untuk berbicara saat itu, kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian
seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
4. Sementara peserta didik menyampaikan gagasannya, guru/dosen menulis inti/ide-ide
dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide diharapkan.
5. Guru/dosen menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
6. Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru/dosen mengajak peserta didik membuat
kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.

Langkah-langkah tersebut di atas masih bisa dimodifikasi tergantung pada kebutuhan,


misalnya saja pada pertemuan ini dibentuk 2 kelompok, namun proses debat dilaksanakan
minggu pada pertemuan minggu depan, sehingga peserta didik lebih matang dalam menyusun
materi untuk debat.

Anda mungkin juga menyukai