Pedoman Tata Naskah Dinas Kesehatan Simalungun
Pedoman Tata Naskah Dinas Kesehatan Simalungun
KABUPATEN SIMALUNGUN,
NOMOR : 440/ /5.4.1//2019
TENTANG : PEDOMAN TATA NASKAH DINAS
KESEHATAN DAN UPTD PUSKESMAS SE KABUPATEN
SIMALUNGUN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pedoman Umum Tata Naskah diperlukan dalam mendukung tugas pokok dan fungsi
Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas Se Kabupaten Simalungun, yang salah satu
komponen penting dalam ketatalaksanaannya adalah administrasi umum. Tata Naskah
dilingkungan Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas Se Kabupaten Simalungun sebagai
salah satu unsur administrasi umum mencakup pengaturan tentang jenis, penyusunan,
penggunaan lambang UPTD Puskesmas, logo, stempel, penggunaan bahasa Indonesia
yang baik dan benar dalam naskah serta kewenangan penandatanganan naskah.
Keterpaduan tata naskah sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran komunikasi tulis
dalam penyelenggaraan tugas secara berdaya guna dan berhasil guna. Untuk itu diperlukan
Pedoman Umum Tata Naskah sebagai acuan dalam melaksanakan tata naskah di Dinas
Kesehatan dan UPTD Puskesmas Se Kabupaten Simalungun.
C. Sasaran
1. Tercapainya kesamaan pengertian, bahasa dan penafsiran dalam penyelenggaraan tata
naskah Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas Se Kabupaten Simalungun.
2. Terwujudnya keterpaduan pengelolaan tata naskah dengan unsur lainnya dalam lingkup
administrasi umum.
3. Tercapainya kemudahan dalam pengendalian komunikasi tulis.
4. Tercapainya penyelenggaraan tata naskah Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas Se
Kabupaten Simalungun yang efisien dan efektif.
D. Ruang lingkup
Ruang lingkup Pedoman Umum Tata Naskah Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas Se
Kabupaten Simalungun meliputi pengaturan tentang jenis, bentuk, dan penyusunan naskah,
serta kelengkapan naskah termasuk penggunaan logo, stempel dan amplop serta
kewenangan penandatanganan naskah.
E. Asas
a. Asas Efektif dan Efisien
Penyelenggaraan tata naskah dinas perlu dilakukan secara efektif dan efisien dalam
penulisan, penggunaan ruang atau lembar naskah dinas, penentuan spesifikasi
informasi serta dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan lugas.
b. Asas Pembakuan
Naskah dinas diproses dan disusun menurut tata cara dan bentuk baku, termasuk jenis,
penyusunan naskah dinas, dan tata cara penyelenggaraannya.
c. Asas Pertanggungjawaban
Penyelenggaraan tata naskah dinas dapat dipertanggungjawabkan dari segi isi, format,
prosedur, kearsipan, kewenangan, dan keabsahan.
d. Asas Keterkaitan
Kegiatan penyelenggaraan tata naskah dinas terkait dengan unsur administrasi umum
lainnya.
e. Asas Kecepatan dan Ketepatan
Untuk mendukung kelancaran tugas dan fungsi satuan kerja atau satuan organisasi,
naskah dinas harus dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat sasaran antara lain dilihat
dari kejelasan redaksional, kemudahan prosedural, kecepatan penyampaian dan
distribusi.
f. Asas Keamanan
Naskah dinas harus aman secara fisik dan substansi mulai dari penyusunan, klasifikasi,
penyampaian kepada yang berhak, pemberkasan, kearsipan dan distribusi.
F. Pengertian
1. Administrasi Umum adalah rangkaian kegiatan administrasi yang meliputi tata naskah
dinas (tata persuratan, distribusi, formulir, dan media), penamaan lembaga, singkatan,
kearsipan, dan tata ruang perkantoran.
2. Format adalah susunan dan bentuk naskah yang menggambarkan tata letak dan
redaksional, serta penggunaan logo dan cap dinas.
3. Kode Klasifikasi Naskah adalah tanda pengenal isi naskah berdasarkan sistem Tata
Kearsipan Dinamis.
4. Komunikasi Internal adalah tata hubungan dalam penyampaian informasi kedinasan
yang dilakukan antar pejabat dalam satuan kerja, secara vertikal dan/atau horisontal.
5. Komunikasi Eksternal adalah tata hubungan antar unit dalam penyampaian informasi
kedinasan yang dilakukan oleh satuan kerja dengan pihak lain di luar lingkungan satuan
kerja yang bersangkutan.
6. Kewenangan Penandatanganan Naskah Dinas adalah hak dan kewajiban yang ada
pada pejabat untuk menandatangani naskah dinas sesuai dengan tugas dan tanggung
jawab kedinasan pada jabatannya.
7. Logo adalah gambar/huruf sebagai identitas lembaga negara, pemerintah daerah,
perguruan tinggi negeri, dan Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah.
8. Lampiran adalah bahan keterangan yang disertakan pada surat asli sebagai bukti,
penguat tambahan terhadap apa yang dinyatakan di dalam surat.
9. Tata Naskah adalah pengaturan tentang jenis dan format, teknik penyusunan,
kewenangan penandatanganan, serta pengamanan naskah dinas yang digunakan
dalam komunikasi Administrasi.
10. Naskah Dinas adalah informasi tertulis sebagai alat komunikasi kedinasan yang dibuat
dan diterima oleh pejabat yang berwenang dilingkungan Dinas Kesehatan dan UPTD
Puskesmasnya dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan
pembangunan.
11. Tembusan surat adalah hasil penggandaan dari suatu naskah dinas yang jumlahnya
sesuai dengan jumlah pejabat atau satuan kerja yang dipandang perlu untuk
mengetahui isi surat dan disebut dalam naskah asli sebagai penerima tembusan.
12. Verbal konsep surat adalah rancangan surat yang ditulis dalam bentuk verbal oleh staf
atau pejabat yang terkait dengan substansi isi surat yang kemudian diperiksa dan
disetujui oleh pejabat yang akan menetapkan yang berwenang menandatangani surat
tersebut
BAB II
TATA NASKAH
A. Jenis Naskah
Naskah dilingkungan Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas Se Kabupaten
Simalungun terdiri dari dua jenis yaitu :
1. Naskah yang dirumuskan dalam susunan dan bentuk produk hukum berupa regulasi, yaitu :
a. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan/UPTD Puskesmas
Keputusan adalah naskah yang bersifat penetapan, dan memuat kebijakan pokok atau
kebijakan pelaksanaan yang merupakan penjabaran dari peraturan perundang-
undangan, yaitu kebijakan dalam rangka ketatalaksanaan, penyelenggaraan tugas
umum dan pembangunan, misalnya : penetapan organisasi dan tata kerja Unit
Pelaksana Teknis, penetapan ketatalaksaan organisasi, program kerja dan anggaran,
pendelegasian kewenangan yang bersifat tetap.
b. Standar Operasional Prosedur (SOP)
SOP adalah naskah yang memuat serangkaian petunjuk tentang cara serta urutan
suatu kegiatan operasional atau administratif tertentu yang harus diikuti individu pejabat
atau unit kerja.
2. Naskah yang dirumuskan dalam bentuk bukan produk hukum berupa surat.
a. Surat Biasa
Surat Biasa adalah alat penyampaian berita secara tertulis yang berisi pemberitahuan,
pertanyaan, permintaan jawaban atau saran dan sebagainya.
b. Surat Tugas
Surat tugas adalah naskah yang dibuat oleh atasan kepada bawahan dan memuat
tugas yang harus dilakukan.
c. Surat Undangan
Surat undangan adalah surat yang memuat undangan kepada pejabat /pegawai pada
alamat tujuan untuk menghadiri suatu acara tertentu, misalnya rapat, pertemuan dan
sebagainya.
d. Surat Keterangan
Surat keterangan adalah naskah yang berisi informasi mengenai hal atau seseorang
untuk kepentingan kedinasan.
e. Surat Pengantar
Surat pengantar adalah naskah yang berisikan penjelasan singkat atau informasi
mengenai suatu pengiriman yang digunakan untuk mengantar/ menyampaikan barang
atau naskah.
f. Notulen
Notulen adalah Naskah Dinas yang memuat catatan jalannya kegiatan sidang, rapat,
mulai dari acara pembukaan, pembahasan masalah sampai dengan pengambilan
Peraturan serta penutupan.
g. Lembar Disposisi
Lembar Disposisi adalah alat komunikasi tertulis yang ditujukan kepada bawahan yang
berisi informasi atau perintah.
B. Bentuk
Dalam rangka penyeragaman tata naskah dilingkungan UPTD Puskesmas Se Kabupaten
Simalungun, maka ditetapkan aturan umum sebagai berikut :
1. Penggunaan kertas pada penulisan naskah surat-menyurat adalah kertas ukuran F4 (21,5
cm x 33 cm) 70 gram, sedangkan makalah menggunakan ukuran kertas A4 (21 cm x
29,7 cm) 70 gram atau sesuai aturan khusus sesuai permintaan pihak luar.
2. Aturan pengetikan :
a. Penggunaan huruf Arial 12 atau disesuaikan kebutuhan.
b. Spasi 1 atau 1,5 sesuai kebutuhan.
c. Margin untuk penulisan naskah surat-menyurat adalah kiri 3 cm, kanan, atas, bawah
2 cm sedangkan untuk makalah kiri 4 cm, kanan, atas, bawah 3 cm atau disesuaikan
kebutuhan.
d. Warna tinta hitam.
e. Menyelaraskan penggunaan kertas, ruang tepi, alinea, penomoran, pemberian nomor
halaman dan kata penyambung.
3. Menetapkan penulisan Kop naskah dinas sebagai berikut :
a. Memuat sebutan Pemerintah Kabupaten Simalungun, sebutan Dinas Kesehatan,
sebutan UPTD Puskesmas Se Kabupaten Simalungun, alamat, nomor telepon serta
menggunakan lambang Pemda Simalungun.
b. Spasi 1 atau 1,5 sesuai kebutuhan.
c. Tulisan “Pemerintah Kabupaten Simalungun” menggunakan huruf Arial ukuran 14
ditulis tebal (Bold) dan :”Dinas Kesehatan” menggunakan huruf Arial ukuran 16
ditulis tebal (Bold).
d. Tulisan “ UPTD PUSKESMAS XXX” ditulis menggunakan huruf Arial 18 ditulis tebal
(Bold).
e. Tulisan alamat menggunakan Arial ukuran 11, ditulis tebal, dengan susunan
sebagaimana contoh.
f. Menggunakan logo pemerintah Kabupaten Simalungun
g. Ditutup dengan garis.
4. Naskah yang berbentuk makalah untuk keperluan akreditasi seperti Manual Mutu,
Pedoman, Panduan menggunakan cover/sampul dengan bentuk sebagai berikut :
a. Kertas untuk sampul depan menggunakan kertas buffalo A4 (21 cm x 29,7 cm).
b. Sampul depan terdiri atas Kepala sampul dan kaki.
c. Kepala sampul berbentuk tabel (perhatikan contoh).
d. Kepala sampul terdiri atas :
1) Logo Pemerintah daerah dan logo UPTD Puskesmas berjejer di kiri atas.
2) Tulisan “AKREDITASI UPTD PUSKESMAS” tertulis pada baris dibawah dua logo,
menggunakan huruf Arial ukuran 18.
3) Tulisan “ UPTD PUSKESMAS XXX’ tertulis di samping kolom logo, menggunakan
huruf Arial ukuran 12.
4) Judul naskah terletak pada baris dibawah tulisan UPTD Puskesmas Se
Kabupaten Simalungun, tertulis menggunakan huruf Arial ukuran 16 – 18 sesuai
kebutuhan.
5) Nomor dokumen, Nomor revisi dan tanggal berlaku ditulis dalam satu kolom
paling kanan.
6) Ukuran tabel menyesuaikan dengan Panjang Judul Naskah.
7) Bentuk kepala sampul adalah sebagai berikut :
e. Kaki terdiri dari kota dan tahun pembuatan, ditulis menggunakan huruf Arial ukuran
24, huruf tebal (Bold).
PAMATANG RAYA
TAHUN TERBIT
Naskah yang dirumuskan dalam susunan dan bentuk produk-produk hukum berupa regulasi.
a. Keputusan Kepala Dinas Kesehatann dan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas
Naskah Surat Keputusan ditulis dalam kertas ukuran F4 (21,5 cm x 33 cm) berat 70
gram. Batas margin :
Atas : 2 cm
Bawah : 2 cm
Kiri : 3 cm
Kanan : 2 cm
Bentuk dan susunan naskah keputusan Kepala UPTD Puskesmas Se Kabupaten
Simalungun adalah sebagai berikut :
1) Kepala
a) Kop surat keputusan dicetak tidak berwarna.
b) Tulisan “KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS XXX” atau “KEPUTUSAN
KEPALA DINAS KESEHATAN” ditulis simetris di tengah margin dengan huruf
kapital Arial 12 tanpa tanda baca.
c) Nomor keputusan ditulis dengan huruf kapital. Penomoran Surat Keputusan
Kepala UPTD Puskesmas XXX menganut pada Pedoman Pengendalian
Dokumen dan Rekaman UPTD Puskesmas Se Kabupaten Simalungun.
d) Kata penghubung “TENTANG” ditulis dengan huruf kapital Arial 12 diletakkan
simetris di tengah margin tanpa tanda baca.
e) Judul keputusan ditulis dengan huruf kapital Arial 12 diletakkan simetris di tengah
margin tanpa tanda baca.
2) Pembukaan
a) Tulisan “KEPALA UPTD PUSKESMAS XXX” atau “KEPALA DINAS
KESEHATAN” ditulis seluruhnya, diletakkan simetris di tengah margin dengan
huruf kapital Arial 11, dicetak tebal (Bold) dan diakhiri dengan tanda koma (,)
b) Konsiderans
(1) Konsiderans “Menimbang”, memuat uraian singkat tentang pokok-pokok
pikiran yang menjadi latarbelakang dan alasan pembuatan keputusan. Huruf
awal kata menimbang ditulis dengan huruf kapital, diakhiri tanda baca titik
dua, dicetak tebal (Bold) dan diletakkan di bagian kiri.
(a) Jika konsideran memuat lebih dari satu pokok pikiran, tiap-tiap pokok
pikiran dirumuskan dalam rangkaian kalimat yang merupakan kesatuan
pengertian.
(b) Tiap-tiap pokok pikiran diawali dengan huruf abjad (bukan kapital) dan
dirumuskan dalam satu kalimat yang diawali dengan kata “bahwa” dan
diakhiri dengan tanda baca titik koma (;)
(2) Konsiderans “Mengingat” memuat dasar kewenangan dan keputusan yang
memerintahkan pembuatan keputusan tersebut. Keputusan yang menjadi
dasar hukum adalah keputusan yang tingkatannya sederajat atau lebih
tinggi. Huruf awal kata mengingat ditulis dengan huruf kapital, diakhiri
tanda baca titik dua, dicetak tebal (Bold) dan diletakkan di bagian kiri.
(2) Peraturan perundang-undangan yang digunakan sebagai dasar hanya
peraturan perundang-undangan yang tingkatannya sama atau lebih tinggi.
(3) Pencantuman peraturan perundang-undangan memperhatikan tata urutan
peraturan perundang-undangan dan jika tingkatannya sama disusun secara
kronologis berdasarkan saat pengundangan atau penetapannya.
c) Diktum
(1) Diktum “MEMUTUSKAN” ditulis seluruhnya dengan huruf kapital Arial ukuran
12 diletakkan di tengah margin, dicetak tebal (Bold), diakhiri tanda baca titik
dua (:).
(2) Diktum “Menetapkan”, diletakkan di tepi sebelah kiri disejajarkan ke bawah
dengan kata menimbang dan mengingat, ditulis dengan huruf Arial 11, diawali
huruf capital, dicetak tebal (Bold) dan diakhiri tanda baca titik dua (:).
(3) Nama keputusan sesuai dengan judul (kepala) keputusan seluruhnya ditulis
dengan huruf capital, dicetak tebal (Bold) dan diakhiri dengan tanda baca titik
(.).
3) Batang Tubuh
a) Batang tubuh memuat semua substansi keputusan yang dirumuskan dalam
diktum dan dicetak tebal (Bold) misalnya :
1) KESATU;
2) KEDUA;
dst
b) Dicantumkan saat berlakunya keputusan, perubahan, pembatalan, pencabutan
ketentuan, dan peraturan lainnya, dan
c) Materi kebijakan dapat dibuat sebagai lampiran keputusan, dan pada halaman
terakhir ditandatangani oleh pejabat yang menetapkan keputusan.
4) Kaki
Kaki memuat nama tempat, tanggal, bulan, dan tahun, nama jabatan, tanda tangan
dan nama lengkap pembuat keputusan tanpa gelar dan pangkat serta stempel
jabatan.
5) Penandatanganan
Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas XXX ditandatangani oleh Kepala UPTD
Puskesmas XXX dan keabsahan salinan dilakukan oleh Kepala Sub Bagian Tata
Usaha.
6) Lampiran Surat Keputusan :
a) Halaman pertama harus dicantumkan nomor dan judul Surat Keputusan
b) Tulisan Lampiran ..., Nama Dokumen, Nomor dan Judul keputusan dibuat masuk
ke kanan, ditulis dengan huruf kapital
c) Halaman terakhir harus ditanda tangani oleh Kepala UPTD Puskesmas XXX,
ditulis nama dengan seluruhnya huruf kapital tanpa gelar dan pangkat.
Contoh Surat Keputusan
TENTANG
(JUDUL SK)
KEPALA UPTD PUSKESMAS XXX,
Mengingat : 1. ................;
2. ................;
3. dan seterusnya ........... .
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS XXX TENTANG
……………………………………………………..
KESATU : ....................................................................................................
KEDUA : ....................................................................................................
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka akan diadakan pembetulan
sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : XXX
Pada tanggal : ...........................
KEPALA UPTD PUSKESMAS XXX
TTD & Cap Instansi
:
Contoh lampiran Surat Keputusan :
LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS XXX
NOMOR : ............................
TENTANG :.............................
..................................................
..................................................
..................................................
..................................................
(Nama)
PEMERINTAH KABUPATEN SIMALUNGUN
DINAS KESEHATAN
Jl. XXXXXXX No.30 XXX-YYY- Kabupaten Simalungun
Kode Pos : 67890
TENTANG
(JUDUL SK)
KEPALA DINAS KESEHATAN,
Mengingat : 1. ................;
2. ................;
3. dan seterusnya ........... .
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPTD DINAS KESEHATAN TENTANG
……………………………………………………..
KESATU : ....................................................................................................
KEDUA : ....................................................................................................
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka akan diadakan pembetulan
sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : XXX
Pada tanggal : ...........................
KEPALA DINAS KESEHATAN
TTD & Cap Instansi
LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN
NOMOR : ............................
TENTANG :.............................
..................................................
..................................................
..................................................
..................................................
(Nama)
Nomor :
Revisi ke :
Berlaku Tgl :
………………………… ………………………..
NIP……………………… NIP. …………………….
Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terdiri dari lebih dari 1 halaman, dituliskan
nomor halaman di bagian bawah di tengah margin, menggunakan huruf Arial 12.
Susunan naskah Standar Operasional Prosedur (SOP) dilingkungan UPTD
Puskesmas Se Kabupaten Simalungun adalah sebagai berikut :
1) Kepala/kop
a) Kepala / kop hanya pada lembar pertama.
b) Judul SOP yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital menggunakan jenis
huruf Arial ukuran 12 dan dicetak tebal (Bold).
c) Tulisan “SOP” ditulis dengan huruf kapital, jenis Arial ukuran 12 dan dicetak tebal
(Bold).
d) Nomor Dokumen, Nomor Revisi, Tanggal terbit dan Halaman ditulis sesuai
contoh diatas menggunakan jenis huruf Arial ukuran 11 dengan spasi 1 atau
penyesuaikan.
e) Tulisan “ UPTD PUSKESMAS XXX” ditulis dalam 3 baris dengan huruf Arial
ukuran 11 spasi 1 dan dicetak tebal (Bold).
f) Tulisan “ Kepala UPTD Puskesmas XXX”, nama Kepala UPTD Puskesmas dan
NIP ditulis dalam bentuk sesuai contoh diatas dengan huruf Arial ukuran 11.
h) Logo Pemerintah Kabupaten Simalungun di sebelah kiri dan logo UPTD
Puskesmas di sebelah kanan, dicetak berwarna, dengan ukuran menyesuaikan
ruang tabel.
2) Isi SOP
Bagian isi dibuat dalam bentuk tabel, dengan nomor urut 1, 2, 3, dan seterusnya.
Penulisan menggunakan huruf Arial ukuran 12, kecuali untuk diagram alir, dimana
tulisan dalam diagram alir menggunakan huruf jenis Arial ukuran 10. Isi standar
operasional prosedur terdiri atas:
a) Pengertian
Diisi definisi judul SOP, dan berisi penjelasan dan atau definisi tentang istilah
yang mungkin sulit dipahami atau menyebabkan salah pengertian/menimbulkan
multi persepsi.
b) Tujuan
berisi tujuan pelaksanaan SOP secara spesifik. Kata kunci : “ Sebagai acuan
penerapan langkah-langkah untuk ……”
c) Kebijakan
berisi kebijakan Kepala UPTD Puskesmas Se Kabupaten Simalungun yang
menjadi dasar dibuatnya SOP tersebut, misalnya untuk SOP imunisasi pada
bayi, pada kebijakan dituliskan: Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Se
Kabupaten Simalungun Nomor 005 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan
Ibu dan Anak.
d) Referensi
Berisi dokumen sebagai acuan penyusunan SOP, bisa berbentuk buku,
pedoman internal atau pedoman eksternal yang berlaku nasional ataupun
bentuk lain sebagai bahan pustaka.
e) Alat dan bahan
Berisi alat dan bahan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan dalam SOP
(sesuai kebutuhan).
f) Prosedur/Langkah-langkah
Bagian ini merupakan bagian utama yang menguraikan langkah-langkah
kegiatan untuk menyelesaikan proses kerja tertentu. Urutan penomoran
menggunakan sistem 1,2,3,…dst
g) Diagram Alir
Didalam penyusunan prosedur maupun instruksi kerja sebaiknya dalam langkah
kegiatan dilengkapi dengan diagram alir/bagan alir untuk memudahkan dalam
pemahaman langkah-langkahnya. Adapun bagan alir secara garis besar dibagi
menjadi dua macam, yaitu diagram alir makro dan diagram alir mikro.
(1) Diagram alir makro, menunjukkan kegiatan-kegiatan secara garis besar dari
proses yang ingin kita tingkatkan, hanya mengenal satu simbol, yaitu simbol
balok:
(2) Diagram alir mikro, menunjukkan rincian kegiatan-kegiatan dari tiap tahapan
diagram makro, bentuk simbol sebagai berikut:
Awal kegiatan :
Akhir kegiatan :
Simbol keputusan : Ya
?
Tidak
Penghubung :
Dokumen :
Arsip :
c. Daftar Tilik
Untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan dalam penerapan SOP, dapat digunakan daftar tilik.
Daftar tilik adalah daftar urutan kerja (actions) yang dikerjakan secara konsisten, diikuti
dalam pelaksanaan suatu rangkaian kegiatan, untuk diingat, dikerjakan, dan diberi tanda
(checkmark).
1) Daftar tilik merupakan bagian dari sistem manajemen mutu untuk mendukung
standarisasi suatu proses pelayanan.
2) Daftar tilik tidak dapat digunakan untuk SOP yang kompleks.
3) Daftar tilik digunakan untuk mendukung, mempermudah pelaksanaan dan memonitor
SOP, bukan untuk menggantikan SOP itu sendiri.
4) Langkah-langkah menyusun daftar tilik:
Langkah awal menyusun daftar tilik dengan melakukan Identifikasi prosedur yang
membutuhkan daftar tilik untuk mempermudah pelaksanaan dan monitoringnya.
(a) Gambarkan flow-chart dari prosedur tersebut,
(b) Buat daftar kerja yang harus dilakukan,
(c) Susun urutan kerja yang harus dilakukan,
(d) Masukkan dalam daftar tilik sesuai dengan format tertentu,
(e) Lakukan uji-coba,
(f) Lakukan perbaikan daftar tilik,
(g) Standarisasi daftar tilik.
5) Daftar tilik untuk mengecek kepatuhan terhadap SOP dalam langkah-langkah
kegiatan, dengan rumus sebagai berikut :
Σ Ya
Complience rate (CR) = x 100 %
Σ Ya+Tidak
No. Dokumen :
DAFTAR No. Revisi :
TILIK
Tanggal Terbit :
Halaman :
(Nama KepalaUPTD
UPTD (Tanda Tangan Kepala UPTD
Puskesmas)
PUSKESMAS Puskesmas)
NIP.
XXX
Unit :……………………………………………….............
Nama Petugas :……………………………………………….............
Tanggal Pelaksanaan :………………………………………………….........
4. Apakah
3 petugas.............................................. ?
5. Apakah petugas...............................................?
6. Apakah petugas...............................................?
JUMLAH
xxx, ……………….
Auditie Pelaksana/Auditor
(...............................................) (...............................................)
2. Naskah yang dirumuskan dalam bentuk bukan produk-produk hukum
a. Surat Biasa
Bentuk dan susunan surat biasa adalah sebagai berikut.
1) Kepala
a) Kop surat dinas;
b) Tanggal pembuatan surat diletakkan di sebelah kanan atas;
c) Pejabat /Alamat yang dituju, diawali dengan Kata “Kepada Yth. ……………….”
Diletakkan tegak lurus dibawah tanggal pembuatan
d) Nomor surat;
e) Sifat surat;
f) Lampiran surat;
g) Perihal surat;
2) Isi Surat
Isi surat di rumuskan dalam bentuk uraian yang terdiri atas alinea pembuka, isi
dan penutup.
3) Bagian akhir surat
Bagian akhir surat terdiri atas:
a) Nama jabatan;
b) Tanda tangan pejabat;
c) Nama lengkap, Pangkat dan NIP;
d) Stempel ;
e) Tembusan, memuat nama jabatan pejabat penerima tembusan.
Contoh format surat biasa
…………………………………………………………………………………………………………
……………………………………
NAMA JELAS
Pangkat
NIP
Tembusan :
1. …………………………….
2. …………………………….
b. Surat Tugas
Susunan Surat Tugas terdiri atas :
1) Kepala surat
Kepala surat tugas terdiri dari :
a) Kop surat
b) Tulisan “Surat Tugas” yang ditulis dengan huruf kapital yang diletakkan di
tengah margin tanpa tanda baca
c) Nomor
2) Isi Surat
Isi surat tugas antara lain :
a) Dasar dan pertimbangan penugasan
b) Tulisan “Menugaskan” yang dituliskan seluruhnya dengan huruf kapital yang
diletakkan di tengan margin diakhiri tanda baca titik dua (:)
c) Nama, Pangkat/golongan, NIP, Jabatan yang diberi tugas dan jenis tugas serta
waktu pelaksanaan tugas
3) Bagian akhir surat
Bagian akhir Surat tugas antara lain:
a) Nama tempat;
b) Tanggal, Bulan, Tahun;
c) Nama Jabatan;
d) Tanda tangan pejabat yang memberi tugas
e) Nama Jelas pejabat
f) Pangkat dan NIP
g) Stempel UPTD Puskesmas
h) Tembusan
SURAT TUGAS
NOMOR : ……./………/………../……
Menugaskan :Kepada :
Untuk : ……………………………………………………………………….
Tanggal : ……………………………………………………………………….
Tempat : ……………………………………………………………………….
Demikian surat tugas ini diperbuat sebenarnya untuk dapat diipergunakan sebagaimana
mestinya.
Dikeluarkan di : …………………………
Pada tanggal :………………………….
KEPALA UPTD PUSKESMAS XXXXXXX
NAMA JELAS
Pangkat
NIP
Tembusan (sesuai kebutuhan):
1. …………………………
2. …………………………
c. Surat Undangan
Susunan Surat Undangan terdiri atas :
1. Kepala surat
Kepala surat Undangan terdiri dari :
a. Kop Surat
b. Nama tempat, tanggal, bulan, tahun ditempatkan di kanan atas;
c. Alamat Undangan yang dituju ditempatkan di bawah nama, tempat, tanggal,
bulan dan tahun;
d. Nomor, sifat, Lampiran dan perihal diketik secara vertikal ditempatkan di
sebelah kiri atas.
2) Isi Surat
Isi surat Undangan antara lain :
a) Maksud dan tujuan;
b) Hari penyelenggaraan;
c) Tanggal, waktu dan tempat penyelenggaraan;
d) Acara yang akan diselenggarakan;
e) Tulisan penutup
3) Bagian akhir surat
Bagian akhir Surat Undangan antara lain:
a) Nama jabatan pengundang;
b) Tanda tangan pejabat pengundang;
c) Nama jelas Pejabat, pangkat dan NIP Pengundang;
d) Stempel UPTD Puskesmas
e) Catatan yang dianggap perlu
Contoh Surat Undangan:
…………………………………………………………………………………………………………
………………………
Hari : ………………………………….
Tanggal : ………………………………….
Waktu : ………………………………….
Tempat : ………………………………….
Acara : ………………………………….
………………………………………………………………………………………………………
…………………………
NAMA JELAS
Pangkat
NIP
Catatan :
1. ……………………….
2. ……………………….
d. Surat Keterangan
Susunan Surat Keterangan terdiri atas :
1) Kepala surat
Kepala surat keterangan terdiri dari :
a) Kop surat
b) Tulisan “Surat Keterangan” yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital yang
diletakkan di tengah margin tanpa tanda baca;
c) Nomor dan tahun atau dapat menggunakan nomor panjang menurut
kebutuhan.
2) Isi Surat
Isi surat Keterangan antara lain :
a) Nama dan jabatan yang menerangkan;
b) NIP, Pangkat/Golongan, umur, Kebangsaan; agama, pekerjaan, alamat dan
identitas yang diperlukan dari pihak yang diterangkan;
c) Maksud keterangan.
3) Bagian akhir surat
Bagian akhir Surat Keterangan terdiri atas :
a) Nama tempat;
b) Tanggal, bulan dan tahun;
c) Tanda tangan pejabat;
d) Nama jabatan;
e) Nama jelas pejabat
f) Pangkat dan NIP
g) Stempel UPTD Puskesmas
h) Tembusan
NAMA JELAS
Pangkat
NIP
Tembusan :
1. ………………………
2. ………………………
e. Surat Pengantar
Sistematika Surat pengantar terdiri atas :
1) Kepala surat
Kepala surat pengantar terdiri dari :
a) Kop surat
b) Pejabat / alamat yang dituju;
c) Tulisan “Surat Pengantar” yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital yang
diletakkan di tengah margin tanpa tanda baca;
c) Nomor
2) Isi Surat
Isi surat Pengantar terdiri dari :
a) Kolom Nomor Urut;
b) Kolom jenis yang dikirim;
c) Kolom banyaknya naskah/barang dan sebagainya;
d) Kolom keterangan
3) Bagian akhir surat
Bagian akhir Surat Pengantar terdiri atas :
a) Nama tempat;
b) Tanggal, bulan dan tahun;
c) Nama jabatan pembuat pengantar;
d) Tanda tangan;
e) Nama, pangkat dan NIP
f) Stempel UPTD Puskesmas
Contoh surat pengantar :
SURAT PENGANTAR
NOMOR : ......./………../.........................../………
NAMA JELAS
Pangkat
NIP
f. Notulen
Sistematika Notulen terdiri atas :
1. Kepala Notulen
Kepala Notulen terdiri dari :
a. Tulisan “Notulen” yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital yang diletakkan
di tengah margin tanpa tanda baca;
b. Keterangan tentang Notulen Rapat terdiri atas :
1) Hari, tanggal;
2) Waktu;
3) Acara;
4) Tempat
5) Peserta pertemuan;
2. Isi Notulen terdiri dari :
a. Pembukaan;
b. Pembahasan;
c. Kesimpulan;
3. Bagian akhir Notulen terdiri atas :
a. Nama Notulis;
b. Tanda tangan;
c. Jabatan;
d. Tanda tangan;
e. Nama, pangkat dan NIP
f. Stempel UPTD Puskesmas
Hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah Notulen ditanda tangani oleh :
a. Notulis
b. Kepala UPTD Puskesmas
SUSUNAN ACARA :
1. Pembukaan : ………………………………………………. dst
2. Pembahasan : ……………………………………………… dst
3. Kesimpulan : ………………………………………….…… dst
Notulis Mengetahui,
KEPALA UPTD PUSKESMAS
NAMA JELAS XXXXX
NAMA JELAS
PANGKAT
NIP
g. Lembar Disposisi
LEMBAR DISPOSISI
ISI DISPOSISI
g. Surat Perintah;
1) Pengertian
Surat perintah adalah naskah dinas dari atasan yang ditujukan kepada bawahan
yang berisi perintah untuk melaksanakan pekerjaan tertentu.
2) Susunan
Surat Perintah terdiri atas
a) Kepala Surat Perintah;
b) Isi Surat Perintah;
c) Bagian Akhir Surat Perintah.
Ad. a. Kepala Surat Perintah terdiri atas
(1) Tulisan "Surat Perintah"; yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital yang
diletakkan ditengah marjin tanpa tanda baca;
(2) Nomor.
Ad. b. Isi Surat Perintah terdiri atas
(1) Tulisan "Memerintahkan"; yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital yang
diletakkan ditengah marjin tanpa tanda baca;
(2) Nama Pejabat dan Jabatan yang memberikan perintah;
(3) Nama Pejabat yang diberi perintah;
(4) Jenis perintah khusus yang harus dilaksanakan dan waktu pelaksanaan.
Ad. c. Bagian Akhir Surat Perintah terdiri atas :
(1) Nama tempat;
(2) Tanggal, Bulan dan Tahun;
(3) Nama Jabatan;
(4) Tanda tangan Pejabat}
(5) Nama Jelas Pejabat berikut Pangkat dan NIP bagi PNS;
(6) Stempel Jabatan/ Stempel SKPD;
(7) Tembusan.
3) Paraf dan Penandatanganan Naskah Dinas
a) Paraf Naskah Dinas
1. Setiap Naskah Dinas sebelum di tanda tangani terlebih dahulu di paraf
2. Naskah dinas dalam bentuk dan susunan produk hukum sebelum
ditandatangani terlebih dahulu diparaf pada setiap lembar
3. Paraf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) di lakukan oleh
pejabat atau penanggung jawab terkait secara horizontal dan vertical.
4. Paraf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) merupakan
tanda tangan singkat sebagai bentuk pertanggung jawaban atas muatan,
materi, substansi, redaksi dan pengetikan naskah dinas.
5. Paraf sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meliputi :
a. Paraf hirarki; dan
b. Paraf koordinasi
b) Penandatanganan Naskah Dinas
1. Kepala UPTD Puskesmas berdasarkan kewenangan jabatannya
menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat berdasarkan
pemberian mandate dari Kepala SKPD yang materinya memuat kegiatan
yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya yang bersifat informasi
dan koordinasi di tujukan kepada pejabat atau pihak pihak lain yang
dianggap perlu di lingkungan wilayah kerjanya dengan menggunakan kop
naskah dinas dan stempel UPTD Puskesmas, tembusan kepada Kepala
Dinas yang bersangkutan
2. Kepala UPTD Puskesmas menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan
susunan Surat sebagaimana di maksud pada ayat (1) terdiri atas ;
a. Surat biasa;
b. Surat keterangan;
c. Surat perintah;
d. Surat kuasa;
e. Surat undangan;
f. Nota dinas;
g. Nota pengajuan konsep naskah dinas
h. Lembar disposisi
i. Telaahan staf
j. Laporan
k. Memo; dan
l. Daftar hadir.
Huruf “a” sampai dengan “l” di atas Semua mengikuti Peraturan Bupati Nomor 07 tahun 2013
tentang Pedoman Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Mengetahui,
Kepala UPTD Puskesmas XXX Penanggungjawab Program
NIP. NIP.
e. Panduan/Pedoman
Sistematika pedoman dilingkungan UPTD Puskesmas Se Kabupaten Simalungun :
Kata pengantar
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan Pedoman
C. Sasaran Pedoman
D. Ruang Lingkup Pedoman
E. Batasan Operasional
BAB II STANDAR KETENAGAAN
A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia
B. Distribusi Ketenagaan
C. Jadwal Kegiatan
BAB III STANDAR FASILITAS
A. Denah Ruang
B. Standar Fasilitas
BAB IV TATA LAKSANA PELAYANAN
A. Lingkup Kegiatan
B. Metode
C. Langkah Kegiatan
BAB V LOGISTIK
BAB VI KESELAMATAN SASARAN KEGIATAN/PROGRAM
BAB VII KESELAMATAN KERJA
BAB VIII PENGENDALIAN MUTU
BAB IX PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Sistematika Panduan yang ada dilingkungan UPTD Puskesmas Se Kabupaten
Simalungun :
BAB I DEFINISI
BAB II RUANG LINGKUP
BAB III TATA LAKSANA
BAB IV DOKUMENTASI
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan pedoman dan panduan adalah
1. Setiap pedoman atau panduan harus dilengkapi dengan peraturan atau
keputusan Kepala FKTP untuk pemberlakuan pedoman/ panduan tersebut.
2. Peraturan Kepala FKTP tetap berlaku meskipun terjadi
penggantian Kepala FKTP.
3. Setiap pedoman/ panduan sebaiknya dilakukan evaluasi
minimal setiap 2-3 tahun sekali.
4. Bila Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Pedoman/Panduan untuk suatu
kegiatan/pelayanan tertentu, maka FKTP dalam membuat pedoman/ panduan
wajib mengacu pada pedoman/ panduan yang diterbitkan oleh Kementerian
Kesehatan.
f. Standar Operasional Prosedur
Sistematika susunan Standar Operasional Prosedur telah disampaikan pada bagian
sebelumnya.
BAB III
TATALAKSANA PENGENDALIAN DOKUMEN DAN REKAMAN
Salinan
Pelanggan
Masyarakat (UKM)
09 Ruang-ruang pelayanan
Bentuk cap : __
TERKENDALI
Bentuk cap :
KEDALUWARSA
Jenis Disetujui
Dibuat Oleh Diperiksa Oleh
Dokumen Oleh
Kepala Sub Kepala
Surat
Bagian Tata Usaha Bagian Tata UPTD
Keputusan
Usaha Puskesmas
Kepala Sub Kepala
Surat-surat
Bagian Tata Usaha Bagian Tata UPTD
Kedinasan
Usaha Puskesmas
Kepala
Rencana Lima Kepala UPTD
Tim Perencanaan UPTD
Tahunan Puskesmas
Puskesmas
Perencanaan Kepala
Kepala UPTD
Tingkat UPTD Tim Perencanaan UPTD
Puskesmas
Puskesmas Puskesmas
Manual Mutu Tim Manajemen Wakil Kepala
Mutu Manajemen UPTD
Mutu Puskesmas
Panduan/ Tim Masing-masing Wakil Kepala
Pedoman bagian Manajemen UPTD
Mutu Puskesmas
Standar Staf pada Bagian Wakil Kepala
Operasional masing-masing Manajemen UPTD
Prosedur Mutu Puskesmas
5) Untuk dokumen dari unit kerja administrasi manajemen ditambahkan kode bagian :
BAGIAN KODE
Tata Usaha TU
Manajemen Mutu MT
Atau menyesuaikan masing masing Kebijakan UPTD Puskesmas
Imunisasi IMN
e) Pedoman Laboratorium
[Link].001/[Link].3/2018
Keterangan :
RLB = Ruang Laboratorium
PK =kode unit kerja Pelayanan Klinis
PDM = kode dokumen Pedoman
001 = Nomor urut dokumen
[Link].3 = kode wilayah UPTD Puskesmas
2018 = tahun pembuatan dokumen
Atau menyesuaikan masing masing Kebijakan UPTD Puskesmas
Rekaman adalah semua hasil atau bukti melaksanakan aktivitas sesuai dengan
prosedur kerja, instruksi kerja dan sesuai formulir yang telah ditetapkan.
Pengendalian rekaman adalah suatu proses terkendalinya kerahasiaan rekaman,
proses perubahan, penerbitan, distribusi dan sirkulasi rekaman. Masa simpan
rekaman yaitu lamanya rekaman (catatan) disimpan untuk memastikan sistem
manajemen mutu berjalan secara efektif. Masa simpan dapat ditentukan dapat
ditentukan berdasarkan peraturan dari pemerintah atau berdasarkan kesepakatan
bersama.
1.2. Prosedur Pengendalian Rekaman
1.2.1. Pengumpulan Rekaman
1) Pengumpulan rekaman dilakukan dengan cara pengisian formulir yang
telah disiapkan untuk masing-masing kegiatan yang merupakan peragaan
dari hasil aktivitas tiap-tiap bagian terkait.
2) Petugas atau penanggungjawab yang berwenang memberikan paraf pada
rekaman.
3) Setiap bagian mendokumentasikan rekaman setiap selesai pelaksanaan
kegiatannya, sesuai periode waktu dan kegiatan yang diatur oleh dokumen
panduannya.
4) Wakil Manajemen mutu harus memeriksa kelengkapan dari pengisian
rekaman tersebut sesuai dengan kolom/kegunaan dari tiap formulir yang
telah disiapkan.
1.2.2. Pengolahan Rekaman
Perbub. 2011. Peraturan Bupati Simalungun Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Tata
Naskah Dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten [Link]:Bagian
Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Simalungun. Simalungun :
Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi FKTP Direktorat Jenderal Bina Upaya
Kesehatan Dasar, Kementrian Kesehatan RI Tahun 2017