0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan8 halaman

Jurusan Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

Dokumen tersebut merupakan satuan acara perkuliahan (SAP) mata kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah yang mencakup informasi tentang nama mata kuliah, SKS, semester, tujuan pembelajaran, bahan kajian, dan metode pembelajaran yang digunakan seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi, pemberian tugas, karyawisata, dan sosiodrama.

Diunggah oleh

Syafita Sri Hayati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan8 halaman

Jurusan Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

Dokumen tersebut merupakan satuan acara perkuliahan (SAP) mata kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah yang mencakup informasi tentang nama mata kuliah, SKS, semester, tujuan pembelajaran, bahan kajian, dan metode pembelajaran yang digunakan seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi, pemberian tugas, karyawisata, dan sosiodrama.

Diunggah oleh

Syafita Sri Hayati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

(SAP)

Nama Matakuliah : Pendidikan IPS SD Kelas Rendah


Semester/TA : Ganjil/ 2017 – 2018
SKS/Status Matakuliah : 3 SKS / Wajib
Program Studi : Pend. Guru Sekolah Dasar (S-1)

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITASNEGERI MEDAN
2017
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

1. Nama/Kode Matakuliah : Pendidikan IPS SD Kelas Rendah


2. Jumlah SKS : 3 SKS
3. Semester/TA : Ganjil/ 2016-2017
4. Status Mata Kuliah : Wajib
5. Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
6. Pertemuan ke- : 13
7. Alokasi Waktu : 3 x 50 Menit

8. Kompetensi Dasar
Mampu merancang dan mengimplementasikan metode danlam pembelajaran IPS SD
KELAS RENDAH berlandaskan pendekatan interdisipliner, inkuiri dan personal.
9. Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan langkah-langkah merancang metode pembelajaran IPS SD yang
berlandaskan pendekatan intrdisilpiner, inkuiri, dan personal dalam pembelajaran IPS SD
KELAS RENDAH.
10. Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa mampu mendeskripsikan langkah-langkah merancang metode pembelajaran
IPS SD yang berlandaskan pendekatan intrdisilpiner, inkuiri, dan personal dalam
pembelajaran IPS SD KELAS RENDAH.
11. Bahan Kajian/ Materi Pokok
Bahan kajian dan materi yang disajikan dalam matakuliah Pendidikan IPS SD Kelas
Rendah didasarkan atas aktivitas yang dilakukan pada pembelajaran. Secara umum bahan
kajian matakuliah ini mencakup:
Metode dan teknik pembelajaran IPS SD Kelas Rendah
Kata metode berasal adri bahasa latin yaitu “methodo” yang berarti “jalan” .
Winarno Surachmad (1976:76) menyatakan bahwa metode adalah cara yang di dalam
fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan mengajar diartikan
sebagai penciptaan suatu system lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses
belajar. Jadi, metode pembelajaran adalah cara yang dianggap efisien yang digunakan
oleh guru dalam menyampaikan suatu mata pelajaran tertentu kepada siswa, agar tujuan
yang telah dirumuskan sebelumnya dalam proses kegiatan pembelajaran dapat tercapai
dengan efektif. Sehubungan dengan hal tersebut seorang guru dituntut untuk menguasai
macam macam metode mengajar sehingga dapat menentukan metode apa yang paling
tepat digunakan dalam proses pembelajarannya, sehingga kecakapan dan pengetahuan
yang diberikan oleh guru betul – betul menjadi milik siswa.
Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran, guru dapat menentukan teknik
yang dianggapnya relevan dengan metode, dan penggunaan teknik itu setiap guru
memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dengan yang lain.
Menurut Ida Badariyah Almatsir ada beberapa faktor yang ikut berperan dalam
menentukan efektif tidaknya suatu metode mengajar. Faktor tersebut adalah sebagai
berikut::
 Tujuan pengajaran
 Bahan pengajaran
 Siswa yang belajar
 Kemampuan guru yang mengajar
 Besarnya jumlah siswa
 Alokasi waktu yang tersedia
 Fasilitas yang tersedia
 Media dan sumber
 Situasi pada suatu saat
 Sistem evaluasi
Menurut Husein Akhmad dkk (1981;58) seorang guru IPS dalam memilih metode
hendaknya memperhatikan faktor –faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut
adalah :
 Pengajar (guru)
 Siswa
 Tujuan yang akan dicapai
 Materi/bahan
 Waktu
 Fasilitas yang tersedia
MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN IPS KELAS RENDAH
1. Metode Ceramah
Metode ceramah merupakan cara penyampaian bahan ajar dengan komunikasi
lisan. Metode ini efektif untuk penyampaian informasi dan pengertian. Metode ini
seringkali digunakan guru dalam menyampaikan pelajaran apabila menghadapi sejumlah
siswa yang cukup banyak, namun perlu diperhatikan juga bahwa metode ini akan berhasil
baik apabila didukung oleh metode-metode yang lain, misalnya metode tanya jawab,
latihan dan lain-lain. Guru harus benar-benar siap dalam hal ini, karena jika disampaikan
hanya ceramah saja dari awal pelajaran sampai selesai, siswa akan bosan dan kurang
berminat dalam mengikuti pelajaran, bahkan bisa-bisa siswa tidak mengerti apa yang
dibicarakan oleh gurunya.
Tujuan metode ceramah :
 Menciptakan landasan pemikiran yang mendorong dan mengarahkan
sisiwa untuk lebih banyak mempelajari isi pelajaran melalui bahan tertulis
secara mandiri.
 Menyajikan garis-garis besar isi pelajaran dan permasalahan penting yang
terdapat dalam isi pelajaran.
 Menyajikan motivasi kepada para siswa, untuk belajar secara mandiri dan
menemukan fakta, konsep, serta kaidah yang lebih luas dari pada yang
sudah disajikan guru.
 Memperkenalkan hal-hal baru, memberi gambaran yang lebih dari pada
buku teks atau bahan pembelajaran tertulis lainnya, mengaitkan teori dan
praktek, dan menjelaskan hubungan informasi tertentu.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah cara penyampaian bahan ajar dimana siswa dihadapkan
pada suatu masalah untuk dibahas dan dipecahkan bersama. Melalui metode model
diskusi murid memperoleh pengalaman melalui partisipasi dan interaksi. Dengan
menggunakan metode diskusi dapat dilaksanakan pertukaran gagasan, fakta dan
pendapat diantara murid, sehingga menjadikan suasana belajar lebih dinamis.
Tujuan metode diskusi :
 Mengembangkan keterampilan bertanya, berkomunikasi, menafsirkan dan
menyimpulkan pada diri siswa.
 Mengembangkan sikap positif terhadap sekolah, para guru dan bidang studi
yang dipelajarinya.
 Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan konsep diri yang lebih
positif.
 Mengembangkan sikap terhadap isu-isu kontroversial.
3. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah cara penyampaian bahan ajar dalam bentuk pertanyaan
yang harus dijawab.
Tujuan metode Tanya jawab :
 Mengecek pemahaman para siswa sebagai dasar perbaikan proses belajar-
mengajar.
 Membimbing usaha para siswa untuk memperoleh suatu keterampilan kognitif
maupun social
 Mendorong siswa untuk melakukan penemuan dalam rangka menemukan suatu
masalah, dan
 Membimbing dan mengarahkan jalannya diskusi.
4. Metode Simulasi
Metode simulasi memberikan tugas kepada murid agar dapat dikerjakan dengan
mempelajari dan menggunakan sekumpulan fakta, konsep atau strategi tertentu. Simulasi
diberikan kesempatan pada murid untuk mengalami situasi dalam kehidupan sehari – hari
yang cenderung tidak dijumpai dan untuk berinteraksi serta belajar dari situasi tersebut
tanpa merasa takut akan akibat yang akan menimbulkannya.
Ada 3 macam metode simulasi yaitu: permainan, simulasi, dan permainan peran.
Permainan mempunyai tujuan tersebut.
Dalam permainan murid biasanya bekerja dalam kelompok secara aktif terlibat
didalam kelompok dan secara aktif terlibat didalam proses belajar mengajar.
Simulasi adalah model dinamis dari gejala fisik atau social. Murid memainkan
peran tertentu sebagai operator peralatan dan membuat keputusan seakan - akan mereka
terlibat benar – benar dalam situasi yang nyata.
Dalam permainan peran murid memainkan suatu peran tertentu dan dengan
memainkan peran tersebut, dia memperoleh suatu pengertian yang lebih baik tentang diri
orang yang memainkannya itu serta motif yang mempengaruhi tingkah lakunya. Bermain
peran biasanya diharapkan kepada tujuan efektif.
5. Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan
dalam proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas.
Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. Akan tetapi sebenarnya
ada perbedaan antara pekerjaan rumah dan pemberian tugas.
Dengan pengertian lain tugas ini jauh lebih luas dari pekerjaan rumah karena
metode pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan
dipertanggung jawabkan. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau di
tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, baik secara
individu atau kelompok. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang
diberikan dalam kegiatan intra kurikuler, juga melatih tanggung jawab akan tugas yang
diberikan. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi di luar jam pelajaran tatap
muka. Tugas ditetapkan batas waktunya, dikumpulkan, diperiksa, dinilai, dan dibahas
tentang hasilnya.
Tugas yang dilakukan oleh muridnya hendaknya diikuti dengan petunjuk-petunjuk
yang jelas. Ini berarti bahwa guru dalam pemberian tugas harus menjelaskan aspek-aspek
yang perlu dipelajari oleh murid, guna menjaga mereka tidak merasa bingung mengenai
apa yang harus mereka pelajari dan segi-segi mana yang harus diprioritaskan.
6. Metode Karyawisata
Suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan membawa murid langsung kepada
obyek yang akan dipelajari di luar kelas. Karyawisata dapat dilakukan dalam waktu
singkat beberapa jam saja ataupun cukup lama sampai beberapa hari. Contoh: Mengajak
siswa ke gedung pengadilan untuk mengetahui system peradilan dan proses pengadilan,
selama satu jam pelajaran. Jadi, karyawisatadi atas tidak mengambil tempat yang jauh
dari sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Karyawisata dalam waktu yang
lama dan tempat yang jauh disebut study tour.
Tujuan metode karyawisata :
 Untuk melengkapi pengetahuan yang diperoleh di sekolah atau kelas.
 Untuk melihat, mengamati, menghayati secara langsung dan nyata mengenai
obyek tersebut
 Untuk menanamkan nilai moral pada siswa.
7. Metode Sosiodrama
Sosiodrama terdiri dari dua suku kata “Sosio” yang artinya masyarakat, dan
“drama” yang artinya keadaan seseorang atau peristiwa yang dialami orang, sifat dan
tingkah lakunya, hubungan seseorang, hubungan seseorang dengan orang lain dan
[Link] sodiodrama adalah suatu metode mengajar dimana guru memberikan
kesempatan kepada murid untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu seperti
terdapat dalam kehidupan masyarakat (sosial).
Beberapa kebaikan dari metode sosiodrama antara lain: Melatih anak untuk
mendramatisasikan sesuatu serta melatih keberanian; Metode ini akan menarik perhatian
anak sehingga suasana kelas menjadi hidup; Anak-anak dapat menghayati suatu
peristiwa sehingga mudah mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatan sendiri;
Anak dilatih untuk menyusun pikirannya dengan teratur.
12. Metode Pembelajaran
Menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.
13. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Media
1. Pendahuluan
 Menjelaskan deskripsi, tujuan dan
manfaat mata kuliah
 Menjelaskan kompetensi dasar yang
harus dicapai dalam pertemuan
 Menjelaskan cakupan materi
2. Kegiatan Inti Pewer Point
 Menjelaskan definisi Metode dan teknik
Pembelajaran
 Menjelaskan fungsi Metode dalam
pembelajaran
 Menjelaskan faktor yang ikut berperan
dalam menentukan efektif tidaknya suatu
metode mengajar
 Menjelaskan faktor –faktor yang perlu
diperhatikan oleh guru IPS dalam
penentukan metode
 Menjelaskan perhitungan macam-macam
metode pembelajaran ips kelas rendah
3. Penutup
 Mengundang pertanyaan dan komentar
dari mahasiswa
 Menyimpulkan materi yang telah dibahas
 Menugaskan mahasiswa untuk mencari
informasi terkait dengan metode
pembelajaran IPS kelas rendah

14. Alat dan Sumber Belajar


Alat : Laptop, LCD
Sumber Belajar :
 Buku Pendidikan IPS SD Kelas Rendah karangan Rahman Zeri
 Buku Stategi Belajar Mengajar karangan Ahmadi Abu
 [Link]
[Link]
15. Evaluasi : Mahasiswa menjawab sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan
materi yang disajikan

Medan , 16 Oktober 2017


Mengetahui
Dosen Pamong Mahasiswa PPL,

SITI MAHARANI.S, [Link], [Link] SYAFITA SRI HAYATI


NIM. 8166181037

Anda mungkin juga menyukai