LEMBAR PERSIAPAN PENYULUHAN (LPM)
Judul : Pemberian air secara terputus-putus pada tanaman padi sawah
tujuan : Petani dapat melaksanakan pemberian air secara terputus-putus
pada tanaman padi sawah
Metode : Ceramah dan diskusi
Media : Demonstrasi
Waktu : 90 Menit
Alat Bantu : Spidol , kertas Koran Laptop dan inpocus.
Pokok
Uraian kegiatan Waktu Keterangan
kegiatan
- Salam pembuka
Pendahuluan 30 menit
- Menjelaskan jakupan materi dan tujuan
- Keuntungan pemberian air secara
terputus-putus 2 ½ : 3 : 2: 2
Materi 30 menit
- Tinggi penggenangan air dan frekunsinya
sesuai dengan umur tanaman
- Dengan pemberian air secara terputus-
putus,maka dapat meningkatkan jumlah
Pengakhiran 30 menit
anakan dan daya tumbuh.
- Terjadinya penghematan air.
Batangtoru, Maret 2018
Disetujui Oleh Supervisor PPL WKPP Batangtoru II
Lenny Marlina Nst, [Link] Eri Syahrudin Simamora
NIP.19791105200812003 NIP.198808142017061001
Mengetahui :
Koordinator BPP Napa
Kecamatan Batangtoru
Porkot Harahap
NIP.196109011987111001
SINOPSIS
Judul : Pemberian air secara terputus-putus pada tanaman padi sawah
Tanaman padi merupakan tanaman yang membutuhkan air yang banyak,atau
membutuhkan penggenangan dalam masa pertumbuhannya. di dalam pertumbuhan bunga.
Untuk itu perlu pengaturan pemberian air. Terutama pada lahan sawah yang mempunyai
irigasi. salah satu methode pemberian air yaitu pemberian air terputus-putus dengan rumus
I 2½:3:2:2
Maksudnya adalah : 2 ½ Cm → tinggi air. 3 hari air dimasukkan . 2 hari air di
keringkan dan 2 minggu sebelum panen air di keringkan.
Pengaturan air di dalam petakan sawah dengan methode 2 ½ : 3 : 2 : 2 didapat
pebedaan hasil produksi sebagai berikut :
No Cara pengaturan Hasil panen Ton / Ha
1 2½:3:2:2 7 – 9 Ton / Ha
2 Tidak ada pengaturan 4 – 5 Ton / Ha
Keterangan:
LPM ini di pergunakan kepada:
1. Kelompok Tani Harapan Jaya ( Tgl 05 Maret 2018 )
2. Kelompok Tani Satahi 3 ( Tgl 08 Maret 2018 )
3. Kelompok Tani Tani Jaya ( Tgl 09 Maret 2018 )
4. Kelompok Tani Saroha ( Tgl 20 Maret 2018 )
Lembar Persiapan Menyuluh (LPM)
Judul : Cara Membuat Zat Perangsang Tumbuh Tanaman.
Tujuan : Petani dapat membuat ZPT dari bahan yang ramah lingkungan.
Metode : Demontrasi Cara
Media : Brosur
Waktu : 60 Menit
Alat bantu : Alat Peraga dan Sound Siystem
Pokok
Uraian Kegiatan Waktu Keterangan
Kegiatan
Pendahuluan -Salam pembuka 10 Menit Ceramah
-Menjelaskan cara pembuatan zat
perangsang tumbuh bagi tanaman
-Menjelaskan tujuan dan manfaat zat
perangsang tumbuh pada tanaman
Isi/Materi -Memperaktekkan langsung cara Demonstrasi
pembuatan zat perangsang tumbuh bagi 35 Menit Cara dan
tanaman Tanya Jawab
-Diskusi
Pengakhiran -Membuat kesimpulan 15 Menit Ceramah
-Do’a
-Kata penutup
Batangtoru, Maret 2018
Disetujui Oleh Supervisor PPL WKPP Batangtoru II
Lenny Marlina Nst, [Link] EriSyahrudin Simamora
NIP.19791105200812003 NIP.198808142017061001
Mengetahui :
Koordinator BPP Napa
Kecamatan Batangtoru
Porkot Harahap
NIP.196109011987111001
Cara Membuat Zat Perangsang Tumbuh Tanaman
Kemajuan antara IPTEK sistem pertanian revolusi hijau jauh lebih popular bila
dibanding dengan sistem pertanian organic, apalagi pemerintah berperan memberikan
tuntunan, subsidi dan berbagai kebijakan [Link] dibalik dari itu muncul dampak
negatif dan menyusul harga pupuk, pestisida maupun ZPT yang melonjak naik. Walaupun
demikian para petani akan mudah menerapkan system pertanian organic secara bertahap.
Dengan menggunakan system pertanian organic dalam hal ini salah satunya Perangsang
Tumbuh Tanaman, bertujuan untuk menggunakan pupuk alami / organic untuk
mengembalikan kesuburan [Link] perangsang tumbuh sangat dibutuhkan tanaman untuk
memacu pertumbuhannya, dalam hal ini petani dapat membuat sendiri dari bahan yang
mudah dijangkau.
Alat yang digunakan :
-Gelas ukur -Ember/timba
-Pengaduk -Jerigen
- Timbangan
Bahan yang digunakan :
- Ajinomoto :15 gram
- Kecap manis :500 ml
- Air kelapa :15 liter
Cara membuat:
- semua bahan dicampur dan diaduk sampai homogen
- bahan yang telah tercampur (larutan) dimasukkan ke dalam jerigen
- larutan difermentasikan ± 44 jam.
setelah difermentasikan dalam waktu yang telah ditentukan, apabila dibuka tutup
jerigennya akan terdengar suara mendesis.
Penggunaan:
- dosis 5 cc / liter air
- disemprotkan ke tanaman, disiramkan ke tanah.
Keterangan:
LPM ini di pergunakan kepada:
1. Kelompok Tani Harapan Jaya ( Tgl 12 Maret 2018 )
2. Kelompok Tani Satahi 3 ( Tgl 15 Maret 2018 )
3. Kelompok Tani Tani Jaya ( Tgl 02 Maret 2018 )
4. Kelompok Tani Saroha ( Tgl 06 Maret 2018 )
5. Kelompok Tani Teruna ( Tgl 27 Maret 2018 )
Lembar Persiapan Menyuluh (LPM)
Judul : Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Padi Sawah
Tujuan : Petani dapat mengetahui jenis hama dan penyakit
Metode : Demontrasi Cara
Media : Brosur
Waktu : 60 Menit
Alat bantu : Alat Peraga dan Sound Siystem
Pokok
Uraian Kegiatan Waktu Keterangan
Kegiatan
Pendahuluan -Salam pembuka 10 Menit Ceramah
-Menjelaskan tujuan mempelajari
pengendalian hama dan penyakit pada
tanaman padi sawah
Isi/Materi -Menjelaskan perbedaan hama dan Demonstrasi
penyakit dan cara pengendalian pada 35 Menit Cara dan
tanaman padi sawah Tanya Jawab
-Diskusi
Pengakhiran -Membuat kesimpulan 15 Menit Ceramah
-Do’a
-Kata penutup
Batangtoru, Maret 2018
Disetujui Oleh Supervisor PPL WKPP Batangtoru II
Lenny Marlina Nst, [Link] EriSyahrudin Simamora
NIP.19791105200812003 NIP.198808142017061001
Mengetahui :
Koordinator BPP Napa
Kecamatan Batangtoru
Porkot Harahap
NIP.196109011987111001
SINOPSIS
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN PADI SAWAH
Tanaman padi merupakan tanaman pangan yang rentan teserang hama penyakit, untuk
itu kita perlu mengetahui sejauh mana hama dan penyakit ini bisa mempengaruhi produksi
hasil panen yang akan kita dapatkan nantinya. Perlu kita ketahui bahwasanya hama dan
penyakit ini apa bila kita tidak melakukan penanganan dengan serius maka dapat
menimbulkan masalah besar berupa gagal panen, penurunan produksi, dan juga kematian
terhadap tanaman.
Oleh karena itu kita perlu mengetahui beberapa jenis hama dan penyakit utama yang
menyerang tanaman padi, dan sekaligus cara pengendalian nya.
A. HAMA
- Tikus - Walang Sangit
- Burung - Ulat Penggerek
- Wereng
B. PENYAKIT
- Hawar Daun - Tungro
- Hawar Pelepah - Kerdil Rumput
- Busuk Batang
C. PENGENDALIAN
- Pengendalian secara fisik
Pengendalian ini dilakukan dengan secara langsung dengan hama yang menyerang
tanaman padi tersebut, misalnya dengan memasang perangkap.
- Pengendalian secara kimia
Pengendalian ini dilakukan dengan cara menggunakan bahan-bahan kimia,
biasanya pengendalian ini dilakukan dengan cara penyemprotan langsung.
- Memamfaatkan Musuh Alami
Pengendalian ini ada cara yang paling mudah dan aman dilakukan karena
melibatkan atau melibatkan musuh alami, misalnya menggunakan kucing atau
anjing untuk mengendalikan ham tikus.
Keterangan:
LPM ini di pergunakan kepada:
1. Kelompok Tani Harapan Jaya ( Tgl 26 Maret 2018 )
2. Kelompok Tani Satahi 3 ( Tgl 29 Maret 2018 )
3. Kelompok Tani Tani Jaya ( Tgl 23 Maret 2018 )