0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan4 halaman

Tutorial Obsgyn 1

obgyn tutorial koas

Diunggah oleh

Venanda Rian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan4 halaman

Tutorial Obsgyn 1

obgyn tutorial koas

Diunggah oleh

Venanda Rian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUTORIAL OBSGYN I

Oleh

S. Venanda Rian. C

41090037

PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER

UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

YOGYAKARTA

2014
Data Pasien:
 Nama pasien : Ny. AZ
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Usia : 37 tahun 10 bulan
 Alamat : Karang Bajang RT 01/ RW 26 No 1, Tlogoadi, Mlati, Sleman
 Bangsal : Galilea 2 Obsgyn
 Masuk : 29 Agustus 2014 pukul 03.06 WIB di IGD RS Bethesda

Anamnesa:
 Keluhan Utama:
 Persalinan tidak maju
 Riwayat Penyakit Sekarang
 Masuk RSB :
 Pasien dengan G1 P0 Ab0 Ah0 rujukan dari RS Panti Nugroho.
Pasien sudah merasakan kenceng - kenceng yang teratur dan sakit
yang sudah mulai sering. Usia Kehamilan 39 minggu + 2.
Persalinan memasuki Kala II tetapi tidak maju ataiu Kala II yang
lama. Sudah dilakukan VT dan bukaan lengkap terjadi sekitar
pukul 23.00 WIB
 Riwayat Penyakit Dahulu:
 Belum pernah mondok di Rumah Sakit
 Riwayat Penyakit Keluarga:
 Keluarga tidak ada yang menderita penyakit : Jantung, Diabetes, Alergi, dan lain -
lain
 Riwayat alergi atau penggunaan obat :
 Tidak ada

Pemeriksaan Fisik:
1. Status Generalis
 Keadaan umum: tampak kesakitan
 Kesadaran : compos mentis
 TB : 158 cm
 BB : 54 kg
 Vital sign : Tensi 120/80 mmHg, Nadi 85 x/menit, Nafas 18x/menit, Suhu 360C
 Kepala : Konjungtiva sedikit anemis, sclera tidak ikterik, Mukosa mulut dan
bibir tidak kering.
 Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe,
 Dada :
 Inspeksi : Tidak ada retraksi dada, rongga dada simetris, payudara simetris
dengan areola hiperpigmetasi
 Palpasi : Tidak ada ketinggalan gerak pernafasan, tidak ada
nyeri tekan
 Perkusi : Suara jantung redup dan suara paru sonor
 Auskultasi :.Suara paru vesikuler +/+, tidak ada rhonki maupun wheezing.
Suara jantung dalam batas normal.
 Abdomen :
 Inspeksi : Nampak linea nigra, terdapat Ring bundle
 Auskultasi : Terdapat peristaltic usus positif
 Perkusi : Terdapat suara timpani, hepar serta lien pekak.
 Palpasi :. Pemeriksaan Leopold presentasi kepala, punggung kiri, bagian
atas janin adalah bokong, DJJ 150x/menit. TFU 37 cm.
 Ekstrimitas :
 Tangan : Tidak ada edema,
 Kaki : Tidak ada edema
 Genitalia eksterna dan Vaginal Toucher:
 VT bukaan lengkap, presentasi kepala, ketuban tidak hijau
 Urin kemerahan

Pemeriksaan Penunjang
 Pemeriksaan darah lengkap :
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Hemoglobinmoglobin 11,9 gr/dL 12,0 – 15,0
Leukosit 9,93 ribu/ mmk 4,50 – 13,50
Eosinofil 1,1 % 1.0 – 5.0
Basofil 0,3 % 0,0 – 1,0
Neutrofil 75,7 % 50,0 – 70,0
Limfosit 19,3 % 23,0 – 53,0
Monosit 0,35% 2,0 – 11,0
Hematokrit 35,9 % 35,0 – 49,0
Eritosit 3,89 juta / mmk 4,0 – 5,40
MCV 92,20 fL 80,0 – 94,0
MCH 30,60 pg 26,0 – 32,0
MCHC 33,20 g / dL 32,0 – 36,0
Trombosit 145 ribu / mmk 150 - 450
MPV 10,9 fL 7,20 – 11,10
PDW 16,7 fL 9,0 – 13,0

 Pemeriksaan Elektrolit

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan


Natriummoglobin 133 mmol/l 128 - 147
Kalium 3,2 mmol/l 3,1 - 6,1
Chlorida 104 mmol/l 93 - 116 Diagnosa
Kerja :
 G1 P0 Ab0 Primitua primer, Rupture uteri iminens

Planning :
 Terapi farmakologi:
 Penggantian cairan dengan infus kristaloid dan koloid i.v (apabila perdarahan
banyak, dpaat diberikan dua jalur i.v)
 Pemilihan antibiotic broad spectrum sebelum digunakan antibiotik yang sesuai
dengan hasil kultur bakteri.
 Pemberian analgetik

 Planning / terapi non farmakologi:


 Konsul dilakukan tindakan section caesarian ke dokter spesialis obsgyn sebagai
tatalaksana lebih lanjut.
 Monitoring tanda vital pasien dan tanda syok pada pasien.
 Monitoring ekskresi urin.

Anda mungkin juga menyukai