0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan122 halaman

Proposal

Proposal

Diunggah oleh

Andi Muhammad Reza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan122 halaman

Proposal

Proposal

Diunggah oleh

Andi Muhammad Reza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS

KOMPUTER DAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP


KUALITAS KEUANGAN DI INSTANSI PEMERINTAHAN KAB. BONE
(Studi Kasus Satuan Kerja Pemerintahan Daerah Kab. Bone)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi
Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
UIN Alauddin Makassar

Oleh:

Hasnidar
10800111053

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2015-2016
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Mahasiswa yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Hasnidar

NIM : 10800111053

Tempat/Tgl. Lahir : Bone 10 Agustus 1993

Jur/Prodi/Konsentrasi : Akuntansi

Fakultas/Program : Ekonomi & Bisnis Islam


Alamat : BTN Patri Abdullah permai C7 No.1

Judul : “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer

Dan Pengendalian Internal Terhada Kinerja Keuangan Di

Instansi Pemerintahan Kab. Bone”

Menyatakan dengan sesungguhnya dan penuh kesadaran bahwa skripsi ini

benar adalah hasil karya sendiri. Jika di kemudian hari terbukti bahwa ia merupakan

duplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat oleh orang lain, sebagian atau seluruhnya, maka

skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.

Samata-Gowa, Maret 2016

Penyusun,

Hasnidar
10800111053
KATA PENGANTAR

AssalamualaikumWr. Wb

ALHAMDULILLAHIROBBIL’ALAMIN. Rasa syukur tiada henti-

hentinya diucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat dan

hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik tanpa

adanya halangan apapun, adapun judul skripsi “ PENGARUH SISTEM

INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER DAN

PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KUALITAS KEUANGAN DI

INSTANSI PEMERINTAHAN”.
Selanjutnya saya ucapkan terimakasih kepada kedua orang tua Ayahanda

MAPPE dan Ibunda SOME yang telah menjadi sumber motivasi bagi penulis.

Danpenulis ucapan terimakasih juga kepada Kakak handa SAHARUDDIN yang

telah memberikan saya semangat dan arahan-arahan yang positif, dan tak pernah

lelah membantu kedua orang tua penulis membiayai penulis kuliah. Dan tak lupa

juga penulis mengucapkan terimakasih kepada adik tercinta HASRUDI dan

DHAFITHA yang selalu merespon atas segala kegiatan yang penulis kerjakan.

serta tak lupa kepada rekan-rekan dan semua pihak yang telah membantu dalam

pembuatan skripsi ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Penulis menyadari, di dalam penulisan skripsi ini telah banyak rintangan

ataupun cobaan namun dari ketekunan dan kerja keraslah yang menggerakan

penulis sehingga dapat menyelesaikan tulisan tersebut, dan juga karna adanya

dukungan moral dan materi dari barbagai pihak yang membantu memudahkan

langkah penulis.
Selesainya skripsi ini yang di buat oleh penulis, perkenankan pula penulis

untuk menghanturkan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setingi-tingginya

kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. [Link]. selakuRektorUniversitas Islam

Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

2. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse., M. Ag, selaku dekan fakultas Ekonomi dan

Bisnis Islam Universitas Islam Negri (UIN) Alauddin Makassar.

3. Bapak Jamaluddin Majid, S.E., [Link]., Selaku Ketua jurusan akuntansi

universitas islam negri (UIN) alauddin makassar.

4. Bapak Memen suwandi, S.E., [Link]., selaku sekertaris jurusan akuntansi

universitas islam negri (UIN) alauddin makassar.

5. Bapak Memen suwandi, S.E., [Link]., selaku dosen pembimbing I dan bapak

Dr. Amiruddin k., M. EI, selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan

pengarahan, bimbingan, serta saran yang berguna selama penyelesaian

penulisan skripsi ini.

6. Segenap dosen fakultas ekonomi dan bisnis islam universitas islam negri

(UIN) alauddin makassar yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan

yang bermanfaat bagi penulis.

7. Seluruh staf akademisi fakultas ekonomi dan bisnis islam universitas islam

negri (UIN) alauddin makassar yang telah membantu semua urusan yang

penulis butuhkan
8. Kepada bapak pimpinan dan staf kariawan DPRD, kantor pemadam

kebakaran, dinas kebudayaan dan parawisata yang telah mengijinkan penulis

untuk melakukan penelitian dan membantu penulis selama proses penelitian.

9. Serta tak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga bapak

Andi Alfian yang telah mengisinkan penulis tinggal di rumahnya selama

kurang lebih 3 tahun, dan tak pernah lelah memberiku semangat dan motivasi

di saat penulis lagi banyak masalah

10. Teman-teman seangkatan 2011, yang tak pernah bosan untuk berbagi

pengetahuan dan pengalaman kepada penulis. Terkhususnya bagi teman-

teman AK 3-4 yang telah menjadi keluarga kecil bagi penulis

11. Teman-teman KKN angkatan ke 50, desa kanaungan, kec. Labakkang, kab.

Panggep, samsul, awi, andar, iffah, dan herma terimakasi atas pengalaman

singkat yang sangat berharga serta kebersamaan dan perjuangan selama KKN

12. Serta teman-teman yang tidak sempat saya sebutkan namanya satuh persatu ,
terimakasih atas dukungan serta motivasi yang selama ini diberikan kepada
penulis
Semoga dari semua bantuan, bimbingan, doa, dukungan dan semangat yang
telah diberikan kepada penulis semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari
Allah SWT. Akhirnya, dari segenap kerendahan hati, penulis memohon maaf atas
segala keterbatasan dan kekurangan dalam penulisan skripsi tersebut.

Samata, Maret 2016

HASNIDAR
NIM. 10800111053
DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................... i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ...................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. vi
DAFTAR TABEL .......................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... ix
ABSTRAK ...................................................................... x

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1


A. Latar Belakang ………………………………………………...... 1
B. Rumusan Masalah……………………………………………….. 6
C. Hipotesis…………………………………………………………. 7
D. Definisi Operasional Penelitian…………………………………. 11
E. Penelitian Terdahulu……………………………………………... 12
F. Tujuan dan Manfaat Penelitian…………………………………... 17

BAB II TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………..... 19


A. Teori Technology Acceptance Model (TAM)……………………... 19
B. Teori Agensi (Agency Theory)…………………………………………. 21
C. Sistem Informasi Akuntansi……………………………………..... 23
D. Pengendalian Internal……………………………………………... 26
E. Kinerja Instansi Pemerint…………………………………............. 27
F. Kualitas Laporan Keuangan Daerah………………………………. 29
G. Hubungan Antar Variabel…………………………………………. 33
H. Kerangka Pemikiran………………………………………………. 38

BAB III METODE PENELITIAN .............................................................. 40


A. Jenis dan Pendekatan Penelitian.................................................... 40
B. Lokasi dan Waktu Penelitian......................................................... 40
C. Populasi dan Sampel ..................................................................... 41
D. Teknik Pengumpulan Data ............................................................ 42
E. Instrumen Penelitian...................................................................... 42
F. Teknik Analisis Data ..................................................................... 43

BAB IV HASIL ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ...................... 50


A. Gambaran Umum ......................................................................... 50
B. Hasil Uji Kualitas Data ................................................................ 55
C. Hasil Uji Asumsi Klasik ............................................................... 70
D. Hasil Uji Penelitian ....................................................................... 71
E. Hasil Uji Hipotesis ........................................................................ 77
F. Pembahasan .................................................................................. 81

BAB V PENUTUP ......................................................................................... 89


A. Kesimpulan.................................................................................... 89
B. Saran ............................................................................................. 90
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 92
LAMPIRAN ................................................................................................... 97
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pikir……………………………………………….. 36

Gambar 4.1Hasil Uji Normalitas – Histogram…………………………. .. 66

Gambar 4.2Hasil Uji Heteroskedastisitas –Scatterplot…………………. ..67

ix
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Defenisi Operasional Variabel..................................……………………. 10


Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu…………………………………………………..…. 15
Tabel 4.1 Tingkat Pengembalian Kuesioner………………………………………... 55
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin…………………… 56
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia……………………………… 56

Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan……………………… 57


Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja……………………... 58
Tabel 4.6 Hasil Uji Statistik Deskriptif……………………………………………. 58
Tabel 4.7 Ikhtisar Rentang Skala Variabel…………………………………………. 59
Tabel 4.8 Pernyataan Responden Mengenai Sistem Informasi Akuntansi............… 60
Tabel 4.9 Pernyataan Responden Mengenai pengendalian Internal…………......…. 62
Tabel 4.11 Pernyataan Responden Mengenai Kualitas Laporan Keuangan 64
Pemerintah Daerah…………………………………………………………………..
Tabel 4.12 Hasil Uji Validitas Variabel Sistem Informasi Akuntansi (X1)............... 66
Tabel 4.13 Hasil Uji Validitas Variabel Pengendalian Internal (X2)……………..... 67
Tabel 4.15 Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah 67
Daerah (Y)…………………………………………………………………………..

Tabel 4.16 Hasil Uji Reliabilitas……………………………………………………. 68

Tabel 4.17 Hasil Uji Normalitas - One Sample Kolmogorov-Smirnov……………… 70


Tabel 4.18 Hasil Uji Multikolinearitas…………………………………………….. 73
Tabel 4.21Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)…………………………………. 76
Tabel 4.22 Hasil Uji F- Uji Simultan……………………………………………….. 76
Tabel 4.23 Hasil Uji T Hitung……………………………………………………… 77

x
ABSTRAK

Nama : Hasnidar
NIM : 10800111053
Judul : Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer Dan
Penegendalian Internal Terhadap Kualitas Keuangan Di Instansi
Pemerintahan (Studi pada Satuan Kerja Perangkat Daerah
Kabupaten Bone)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) pengaruh sisten informasi akuntansi
terhadap kualitas laporan keuangan. (2) Pengaruh pengendalian internal terhadap
kualitas laporan keuangan. Penelitian ini dilakukan di Kab. Bone provinsi Sulawesi
Selatan (SULSEL).
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Sumber data dalam
penelitian ini adalah menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran
kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna eksternal laporan keuangan
yaitu anggota DPRD, kantor pemadam kebakaran dan dinas kebudayaan dan
prawisata dengan total populasi 3. Metode pengambilan sampel yang digunakan
adalah Purposive Sampling. Adapun jumlah sampel pada penelitian ini adalah 32
orang. Untuk penelitian ini data dianalisis dengan menggunakan regresi linier
berganda dengan alat program statistic (SPSS 22), setelah uji asumsi klasik terpenuhi.
Hasil dari pengujian hipotesis di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
sistem informasi akuntansi berbasis komputer berpengaruh positif namun tidak
berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah
Kabupaten Bone sedangkan variabel sistem pengendalian internal berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten
Bone. Di dalam penelitian tersebut juga dapat di ketahui bahwa kedua fariabel
tersebut berpengaruh secara simultan terhda kualitas laporan keuangan sbagai
variabel (Y). dan adapun fariabel yang paling dominan yang terdapat pada penelitian
tersebut adalah variabel (X2) yaitu sistem pengendalian internal.

Kata kunci: Sistem Akuntansi Keuangan Daerah, Kompetensi Sistem Informasi


Akuntansi Berbasis Komputer dan Sistem Pengendalian Internal,
terhadap Kualitas La poran Keuangan Pemerintah Daerah

xi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah Peraturan

Pemerintah Republik Indonesia Nomor 56 tahun 2005 tentang Sistem Informasi

Keuangan Daerah (SIKD) menyebutkan bahwa Sistem Informasi Keuangan

Daerah adalah suatu sistem yang mendokumentasikan, mengadministrasikan, serta

mengolah data pengelolaan keuangan daerah dan data terkait lainnya menjadi
informasi yang disajikan kepada masyarakat dan sebagai bahan pengambilan

keputusan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan

pertanggungjawaban pemerintah daerah. Sedangkan Informasi Keuangan Daerah

adalah segala informasi yang berkaitan dengan keuangan daerah yang diperlukan

dalam rangka penyelenggaraan Sistem Informasi Keuangan Daerah.

Upaya kongrit untuk mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan

pemerintah, baik pemerintahan pusat maupun pemrinthaan daerah adalah dengan

menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan Bandi

(2014). Lapora keuangan pemerintah yang dihasilkan harus memenuhi prinsip-

prinsip tepatwaktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintahan

sesuai dengan peraturan pemerintahan Nomor 24 Tahun [Link] keuangan

pemerintah kemudian disampaikan kepada DPD/DPRD dan masyarakat umum

seelah di audit oleh badan pemeriksa keuangan (BPK). Laporan keuangan yang

dihasilkan oleh pemerintah daerah akan digunakan oleh beberapa pihak yang

berkepentingn sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Oleh karna itu,

informasi yang terdapat di dalam laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD)

harus bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan para pemakai. mengemukakan

1
2

bahwa sudah menjadi konsekuensi jika laporan keuangan tersebut harus

dilaporkan secara terbuka dan aksesibel bagi para pengguna informasi karena

laporan keuangan itu merupakan refleksi dari komitmen pemerintah daerah untuk

menjalankan mandat dari masyarkat dan mewujudkan good governance

dipemerintahan daerah itu sendiri (Vincent 2009).

Besarnya kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada

pemerintah daerah menjadi tanggungjawab pemerintah daerah untuk mewujudkan

tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sebagai bentuk

pertanggungjawaban kepada publik (Hasbuan, dkk. 2013). penyampaian laporan


pertanggungjawaban itu merupakan salahsatu bentuk agent kepada principal.

Ketika terjadi kepentinan yang berbeda antara principal dan agent maka akan

menimbulkan masalah keagenan, sehingga mereka dapat memilki persepsi yang

berbeda untuk mengitrepertasikan laporan pertanggungjawaban keuangan

pemerintah daerah.

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh

pengguna dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan

batas pemahaman para pengguna. Dalam pengelolalan keuangan, pemerintah

melakukan reformasi dengan mengeluarkan undang-undang Nomor 17 2003

tentang keuangan Negara disebutkan bahwa gubernur/bupati/wali kota

menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa

laporan keuangan yang mensyaratkan bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban

pelaksanaan anggaran pendapatan belanja Negara (APBN) atau anggaran

pendapatan dan belanja Negara (APBD) disusun dan disajikan dengan standar

akuntansi pemerintahan yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah. Pemerintah

juga mengeluarkan undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan

[Link]-undang No. 33 tahun 2004 yang merubah akuntabilitas atau


3

pertanggungjawaban pemerintah daerah dari vertical (kepada pemerintah pusat)

ke pertanggungjawaban horizontal (kepada masyarkat melalui DPRD).Komite

standar akuntansi pemerintahan (2013) mengemukakan bahwa penerapan berbagai

aturan perundang-undangan yang ada terkait dengan penerapan konsep

akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan diharapkan dapat

mewujudkan pengelolaan pemerintahan daerah yang baik dan berpihak kepada

rakyat. Penyajian laporan keuangan dan aksesibilitas dari laporan keuangana itu

sendiri serta didukung oleh adanya transparansi dari laporan keuangan tersebut.

Salah satu hal yang mempengaruhi kinerja instansi pemerintah daerah


adalah pemanfaatan teknologi [Link] teknologi informasi

direspon oleh organisasi dengan mendesain system informasi berbasis teknologi

computer atau [Link] merupakan kondsi yang harus diketahui dan

diinformasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian

hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang dikembangkan suatu organisasi

serta mengetahui dampak positif dan negative suatu kebijakan oprasional yang

diambil. Mecling (2008) mengemukakan kualitas program berhubungan dengan

akuntabilitas public, karna pemerintah sebagai pengembang amanat masyarkat

bertanggungjawab atas kualitas yang telah dilakukannya, hal tersebut karna

pemerintah berkewajiban untuk mengelola program pembangunan dalam rangka

menjalankan pemerintahannya. Dalam hal indikator kualitas, sebagai dasar untuk

mengukur kualitas, di pakai indikator input, autput, atcome, benefit dan impact.

Dalam kenyataan, indicator yang dapat didefinisikan hanyalah input dan autput,

sedangkan indicator lainnya lebih sulit diukur dan ditentukan keberhasilannya

(Marjiono, 2009).

Hal terakhir yang mempengaruhi kualitas laporan keuanga adalah sistem

pengendalian internal pemerintah itu sendiri. Pada tahun 2008 pemeintah


4

mengeluarkan peraturan pemerintah No 60 tahun 2008 tentag system

pengendalian internal pemerintah (SPIP). Dalam PP tersebut menyebutkan bahwa

tujuan SPIP bertujuan untuk memberikan keyakinan untuk memadai bagi

tercapainya: a.) Efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan

pemerintahan Negara; b.) Keandala laporan keuangan; c.) Pengamanan asset

Negara; dan d.) Ketaatan tehadap peraturan perundang-undangan.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kompyurini dan Prasetyono (2007)

dalam penelitiannya menyatakan bahwa kemudahan penggunaan teknologi

informasi berpengaruh terhadap manfaat yang dirasakan. Pemerintah kota Bone


merasakan manfaat penggunaan teknologi informasi dalam memberikan

pelayanan kepada sector public. Diharapkan dengan kemudahan penggunaan yang

diberikan teknologi informasi, dapat berdampak pada pemerintahan teknologi

informasi, karna pada umumnya teknologi informasi sudah terbukti dapat

memberikan kemudahan dalm membantuk kegiatan di sector public dan

manfaatnya dapat dirasakan masyarkat. Sementara dalam penelitian Dedi

Rianto(2013) menyebutkan bahwa kualitas sumberdaya manusia dan pemanfaatan

teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap keterandalan dan

ketepatwaktuan, serta pengendalian internal akuntansi berpengaruh signifikan

terhadap keterandalan. Hal ini didukung oleh penelitian Nyoman (2013) yang

menunjukkan bahwa kapasitas sumberdaya manusia, pemanfaatan teknologi

informasi dan system pengendalian internal pemerintah berpengaruh positif

terhadap kualitas laporan keuangan. Penjelasan ini di perkuat dengan firman Allah

SWT dalam Q.S An-nisa Ayat 58 yang berbunyi :

 

 
5

Terjemahannya :
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang
berhak menerimanya, dan ( menyuruh kamu ) apabila menetapkan hukum
di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya
Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu Sesungguhnya
Allah adalah Maha Mendengar lagi MahaMelihat”. (QS: An-Nisaa Ayat:
58)
Makna dari ayat di atas sejalan dengan agency theory dalam hubungannya

dengan mekanisme sistem informasi akuntansi berbasis komputer yang

mendasarkan hubungan kontrak antar anggota-anggota dalam perusahaan,

prinsipal dan agen sebagai pelaku utama. Prinsipal merupakan pihak yang

memberikan mandat kepada agen untuk bertindak atas nama prinsipal, sedangkan

agen merupakan pihak yang diberi amanat oleh prinsipal untuk menjalankan
perusahaan. Agen berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah

diamanatkan oleh prinsipal.

Adapun yang melatar belakangi penelitian ini karna dari beberapa priode,

kabupaten Bone mendapat predikat disclaimer atau tidak memberikan pendapat

dari badan pemeriksa keuangan (BPK) atas pertanggung jawaban pengelolaan

keuangan berupa laporan keuangan pemerintahan. Opini BPK ini merupakan

salah satu ukuran pertanggungjawaban dalam bidang pengelolaan keuangan,

sehingga kemungkinan bahwa laporan keuangan kabupaten Bone belum

maksimal. Karna di mana di dalam instansi pemerintahan tersebut kurang


memadainya komputer dan jaringan yang di sediakan di dalam pemerintahan

tersebut sehingga menghambat transparansi laporan keuangan yang disajikan oleh

pemerintah daerah, krna dimana pengguna informasi keuangan penting di lakukan

karna pengguna data mengetahui kondisi keuangan suatu daerah dengan

melakukan analisis.

Menurut Vina (2009) mengemukakan bahwa sudah menjadi konsekuensi

jika laporan keuangan tersebut harus dilaporkan secara terbuka dan aksesibel bagi
6

para pengguna informasi karna laporan keuangan itu merupaka refleksi dari

komitmen pemerintah daerah untuk menjalankan mandate dari masyrakat dan

mewujudkan good governance di pemerintahan daerah itu sendiri.

Menurut Ramadhani, dkk (2014) yang dikutip dalam Govermental accounting

Standard Board (GASB, 1998) tujuan penyajian laporan keuangan sektor publik

adalah untuk membantu memenuhi kewajiban pemerintah untuk menjadi

akuntabel secara publik dan untuk membantu memenuhi kebutuhan para

pengguna laporan yang mempunyai keterbatasan kewenangan, keterbatasan

kemampuan atau sumber daya untuk memperoleh informasi dan oleh sebab itu
mereka menyandarkan pada laporan sebagai sumber informasi penting. Untuk

tujuan tersebut, pelaporan keuangan harus mempertimbangkan kebutuhan para

pengguna dan keputusan yang mereka buat. Jerry J. Weygandt, Donald E. Kieso

dan paul D. Kimmel (2005) yang dikutip dalam Accaunting Principles

mengemukakan bahwa pengguna membutuhkan informasi yang rinci dan tepat

waktu. Bagi para pengguna internal, akuntansi memberikan laporan-laporan

internal. Selain itu, informasi yang telah diiktisarkan, di sajikan dalam bentuk

laporan keuangan agar memudahkan para pengguna dalam sistem informasi

akuntansi dalam menerapkan kepada masyarakt agar masyrakat mampu

mengetahui perkembangan laporan keuangan di dalam pemerintahan tersebut.

Berdasarkan penjelasan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka

topik tentang pengaruh system informasi akuntansi berbasis komputer dan

pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan di instansi

pemerintahan. penting untuk di teliti mengingat sistem informasi akuntansi dan

pengendalian internal dalam pengelolaan keuangan daerah tersebut berimbas

kepada kepercayaan public terhadap kualitas laoran keuangan secara lengkap dan

mudah di akses oleh publik, maka penelitian ini dilakukan untuk menguji
7

“PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN

INTERNAL TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN (studi kasus

pada satuan kerja perangkat daerah Kab. Bone)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan apa yang ada dalam latar belakang dapat di simpulkan sebuah

masalah yaitu diantaranya :

1. Apakah ada pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah?

2. Apakah ada pengaruh SPIP (sistem pengendalian internal pemerintahan)

terhadap kualitas laporan keuangan daerah?


3. Apakah sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal berpengaruh

secara simultan dengan laporan keuangan?

4. Variabel manakah yang paling berpengaruh dominan terhadap kualitas

laporan keuangan?

C. Pengembangan Hipotesis

1. Sistem informasi Akuntansi

Perkembangan sistem informasi akuntansi tidak hanya dimanfaatkan pada


organisasi bisnis tetapi juga pada organisasi sektor publik, termasuk

pemerintahan. Dalam penjelasan pemeritah No 56 tahun 2005 tentang system


informasi keuangan daerah disebutkan bahwa untuk menindaklanjuti

terselenggaranya proses pembangunan yang sejalan dengan prinsip tata kelola

pemerintahan yang baik (Good Governance), dalam pemerintahan daerah

berkewajiban untuk mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan teknologi

informasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola keuangan daerah, dan

menyalurkan informasi keuangan daerah kepada pelayanan publik. Pemerintah

perlu mengoptimalisasi pemanfaatan kemajuan tenologi informasi untuk


8

membangun jaringan sistem informasi manajemen dan proses kerja yang

memungkinkan pemerintahan bekerja secara terpadu dengan menyederhanakan

akses antar unit kerja. Diduga terjadi pengaruh jenis positif dan signifikan dalam

penelitian tersebut.

Dalam teori keagenan (agency theory) juga dijelaskan bahwasanya pihak

agensi dan pihak prinsipel memiliki hubungan atau kontrak Anthony dan

Govindarajan (2005).Pihak agensi dan pihak principel dalam hal ini adalah

pemerintah dan masyarakat atau pengguna laporan [Link] dan

masyarakat memiliki suatu hubungan atau kontrak dimulai sejak masyarakat


memberikan wewenang kepada masyarkat sebagai wakil [Link] karena itu

pemerintah dituntut agar lebih transparan dan akuntabel sehingga masyarakat bisa

menilai kinerja dari pemerintah itu sendiri yaitu denagan menyajikan laporan

keuangan daerah.

Dalam hal sistem informasi akuntansi dalam penyajian informasi yang

lengkap, maka akan menciptakan kualitas laporan keuangan serta nantinya

menimbulkan kualitas laporan keuangan yang baik. Semakin baik kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah maka akan berimplikasi terhadap peningkatan

terwujudnya penggunaan informasi keuangan daerah. Untuk melihat pengaruh

pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laoran keuangan maka

akan menimulkan hipotesisnya sebagai berikut:

H1 : penerapan sistem informasi akuntansi keuangan daerah berpengaruh positif

dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah.

2. Pengendalian Internal

Dalam penelitian terdahulu tentang system pengendalian internal

Indriasari dan Nahartyo (2008) membuktikan secara empiris bahwa

pengendalian internal akuntansi pemerintah daerah berpengaruh terhadap nilai


9

laporan keuangan pemerintah daerah yang dinyatakandengan ketepat waktuan dan

kerandalan. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tersebut bermaksud menguji

kembali hubungan antara siste pengendalian internal dengan kualitas laporan

keuangan, dari penjelasan tersebut dapat di tarik hipotesis sebagai berikut.

Masih ditemukannya kebocoran di dalam laporan keuangan oleh BPK,

menunjukkan bahwa laporan keuangan pemerintah daerah belum memenuhi

krakteristik/nilai informasi yang di syratkan. Dari hasil audit yang telah di lakukan

oleh BPK, BPK memberikan opini TW “tidak wajar dan/ atau disclaimer”

diantaranya di sebabkan oleh kelemahan sistem pengendalian internal yang di


miliki oleh pemerintah daerah terkait (badan pemeriksa keuangan (2011).

Diduga terjadi pengaruh jenis positif dan signifikan dalam penelitian ini.

H2 : sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap

kualitas laporan keuangan daerah.

3. Sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal berpengaruh

Simultan terhadap kualitas laporan keuangan

pemerintahan daerah selaku pengelola dana pablik harus mampu

menyediakan informasi keuangan yang di perlukan secara akurat, relevan, teat

waktu, dan daat diercaya mardiasmo (2004: 31). Karna hal ini merupakan satu

tanggungjawab yang di miliki oleh pemerintah sehingga pablik bias menilai

kualitas dari pemerintahan itu sendiri serta engendalian internal pemerintahan.

Dalam teori keagenan (agency thory) juga di jelaskan bahwasanya pihak agensi

dan pihak rinsipel memiliki hubungan kontrak Anthony dan govindarajan (2005).

Pihak agensi dan pihak principel dalam hal ini adalah pemerintah dan masyarakat

atau pengguna laporan [Link] dan masyarakat memiliki suatu

hubungan atau kontrak dimulai sejak masyarakat memberikan wewenang kepada

masyarkat sebagai wakil [Link] karena itu pemerintah dituntut agar lebih
10

transparan dan akuntabel sehingga masyarakat bisa menilai kinerja dari

pemerintah itu sendiri yaitu denagan menyajikan laporan keuangan daerah.

Dalam penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh Bandary (2011),

Saputra (2012), dan Ramadhani (2014) mengatakan bahwasanya hasil dari

penelitian tersebut yaitu penyajian laporan keuangan daerah berpengaruh positif

dan signifikan terhadap penggunaan informasi keuangan daerah. Ini menunjukan

bahwa hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa orang terdahulu seperti

Bandary (2011), Saputra (2012), dan Ramadhani (2014) sejalan dengan hasil

penelitian yang dilakukan oleh peneliti.


Dalam hal penyajian informasi laporan keuangan yang lengkap, maka akan

menciptakan kualitas laporan keuangan pemerintahan daerah. Semakin baik

sistem informasi akuntansi dan engendalian internal pemerintah daerah maka akan

berimplikasi terhadap peningkatan terwujudnya kualitas laporan keuangan daerah.

Untuk melihat pengaruh sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal

terhadap penggunaan informasi keuangan daerah maka hipotesisnya sebagai

berikut:

H3 : X1 sistem informasi akuntansi dan X2 pengendalian internal terhadap

variabel kualitas laporan keunangan pemerintahan Daerah berpengaruh secara

simultan.

4. Variabel paling dominan adalah (X2) sistem pengendalian internal

Sistem pengendalian intern (SPI) menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60

Tahun 2008 adalah "Proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang

dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk

memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui

kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan

aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.


11

Penelitian Mahmudi dalam Hamdani (2011) menyatakan bahwa, untuk

menghasilkan laporan keua-ngan pemerintah daerah diperlukan proses dan tahap-

tahap yang harus dilalui yang diatur dalam sistem akuntansi pemerintah daerah.

Sistem akuntansi di dalamnya mengatur tentang sistempengendalian intern (SPI),

kualitas laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh bagus tidaknya sistem

pengendalian intern yang dimilikipemerintah daerah. Widyaning-sih dan

Triantoro (2011) menunjuk-kan bahwa sistem akuntansi keuangan daerah yang

berjalan efektif akan meningkatkan sistem pengen-dalian intern yang lebih baik.

Sistem akuntansi keuangan daerah yang efektif ditunjang dengan sistem pen-
gendalaian intern yang baik dapat menghasilkan informasi laporan keu-angan

yang berkualitas. Dianggap terdapat pengaruh yang aling dominan terhadap

kualitas laporan keuangan

H4 : dari variabel (X2) pengendalian internal lebih dominan terhadap kualitas

laoran keuangan.

D. Definisi Oprasional Variabel

a. Variabel Independen

Menurut Sugiyono (2011: 64) variabel independen atau variabel bebas

merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya

atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel independen dalam penelitian

ini adalah sistem informasi akuntansi (X1) dan pengendalian internal (X2).

1. Sistem informasi akuntansi

Variabel independen dalam penelitian ini adalah sistem informasi

akuntansi (X1). Penggunaan informasi keuangan daerah berkaitan dengan

penilaian para pengguna laporan keuangan daerah( DPRD, kantor pemadam

kebakaran, dinas kebudayaan dan parawisata ) terhadap kualitas laporan

keuangan yang disajikan oleh pemerintah daerah.


12

2. Pengendalian internal

Pengendalian internal meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-

ukuran yang di koordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mendorong

efisiensi, dan mendorong di patuhinya kebijakan manjemen. Penerapan Sistem

Akuntansi Keuangan Daerah berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan

dae-rah, ketika Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang diterapkan dengan

baik maka akan semakin baik kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.

Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah berpengaruh terha-dap kualitas

laporan keuangan dae-rah, ketika Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang


diterapkan dengan baik maka akan semakin baik kualitas laporan keuangan

yang dihasilkan.

b. Variabel dependen

Variabel dependen atau variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi

atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2011:

64).Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas laporan keuangan

merupakan suatu cara penyampaian untuk memberikan informasi kepada pihak

luar mengenai laporan keuangan yang telah dibuat oleh pemerintah daerah

terutama yang ada di kab. Bone, karena hal ini merupakan tanggung jawab

pemerintah daerah untuk memberikan informasi kepada pihak luar.

Laporan keuangan memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi dan

kewajiban entitas pelaporan pada tanggal pelaporan dan arus sumber daya

ekonomi selama priode berjalan. Informasi ini diperlukan pengguna untuk

melakukan penilaian terhadap kemampuan entitas pelaporan dalam

menyelenggarakan kegiatan pemerintahan di masa [Link] pelaporan


13

menyajikan informasi untuk membantu para pengguna dalam memperkirakan

hasil operasi entitas dan pengelolaan asset, seperti halnya dalam pembuatan dan

evaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya ekonomi.

E. Penelitian Terdahulu

Indriasari dan Nahartyo (2008); Sukmaningrum (2012) bahwa terdapat

tingkat signifikan yang berbeda dari masing-masing variable atribut kualitas

laporan keuangan, dan masih terbatasnya jumlah penelitian yang dilakukan di

Indonesia terkait dengan kualitas laporan keuangan pemerintah.

Tabel 1.1 berikut mengemukakan penelitian terdahuli yang relevan.

No Penulis Judul Hasil

1. Desi Indriasari pengaruh kapasiasa pemanfaatan teknologi

dan Erambang sumber daya manusia, informasi, dan pengendalian

Nahartyo pemanfaatan teknologi internal akuntansi memiliki

(2008) informasi,dan pengaruh positif terhadap

pengendalian internal keterandalan pelaporan

akuntansi terhadap nilai keuangan pemerintah


informasi pelaporan [Link] pengaruh

keuangan pemerintah positif terhadap

daerah. (studi pada ketepatwaktuan pelaporan


pemerintah kota keuangan pemerintah daerah.

Palembang dan

kabupaten Ogan IIir)

2. Arfianti (2011) Analisis faktor-faktor Variable independen yang

yang mempengaruhi digunakan kualitas sumber

keandalan dan daya manusia, pemanfaatan

Timeliness pelaporan teknologi informasi,


14

keuangan Badan pengendalian internal

layanan Umum (studi akuntansi, dan komitmen

pada blu di kota organisasi. Variable dependen

semarang). yang digunakan adalah

keandalan dan timeliness

pelaporan keuangan. Hasil

penelitian tersebut

menyimpulkan bahwa

kualitas sumber daya


manusia, komunikasi, sarana

pendukung, dan komitmen

organisasi secara simultan

berpengaruh positif secara

signifikan terhadap keandalan

dan Timeliness pelaporan

keuangan.

3. indriasari dan Bagaimana hubugan bahwa pemanfaatan teknologi


nahartyo nilai informasi informasi dan pengendalian

(2008) pelaporan keuangan internal berpengaruh positif

pemerintah daerah, terhadap keterandalan


SDM, pemanfaatan informasi pelaporan

teknologi informasi, keuangan pemerintah daerah.

pemgendalian internal Akan tetapi kapasitas sumber

akuntansi, daya manusia berpengaruh

negatif.
15

4. arifianti (2011) SPIP (system menyatakan nilai informasi

pengendlian internal pelaporan keuangan

pemerintah), teknologi pemerintahan daerah, system

informasi pelaporan pengendalian internal,

keuangan. pemanfaatan teknologi

informasi, pengawasan

keuangan.

5. Marjuki Sagala Pengaruh Penyajian Hasil yang diperoleh dari

(2011) Laporan Keuangan penelitian ini adalah bahwa

Daerah dan penyajian laporan keuangan


Aksesibilitas Laporan daerah dan aksesibilitas

Keuangan Daerah laporan keuangan daerah

terhadap Transparansi berpengaruh positif dan

dan Akuntabilitas signifikan terhadap

Pengelolaan Keuangan transparansi dan akuntabilitas

daerah pengelolaan keuangan daerah

baik secara simultan maupun


parsial.

6. Siti Aliyah, Pengaruh Penyajian Hasil penelitian menunjukkan

dkk. (2012) Laporan Keuangan bahwa penyajian laporan

Daerah dan keuangan daerah berpengaruh

Aksesibilitas Laporan positif dan signifikan

Keuangan Daerah terhadap transparansi dan

Terhadap Transparansi akuntabilitas pengelolaan

dan Akuntabilitas keuangan daerah

Pengelolaan Keuangan
16

Daerah Kabupaten

Jepara.

7. Anies Iqbal Pengaruh Penyajian dan Hasil dari penelitian ini

Mustofa Aksesibilitas Laporan menunjukkan bahwa

(2012) Keuangan Terhadap penyajian dan aksesibilitas

Akuntabilitas laporan keuangan secara

Pengelolaan Keuangan bersama-sama berpengaruh

Daerah Kabupaten dan signifikan terhadap

Pemalang. akuntabilitas pengelolaan

keuangan daerah.

8. Peggy Sande Pengaruh Penyajian Hasil penelitian ini

(2013) Laporan Keuangan dan menunjukkan bahwa

Aksesibilitas Laporan penyajian laporan keuangan

Keuangan Terhadap dan aksesibilitas laporan

Akuntabilitas keuangan berpengaruh

Pengelolaan Keuangan signifikan positif terhadap

Daerah (Studi Empiris akuntabilitas pengelolaan

pada Pemerintah keuangan daerah.

Provinsi Sumatera

Barat).

Penelitian ini terutama merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Peggy

Sande (2013). Namun ada beberapa hal yang membedakan penelitian ini dengan

penelitian sebelumnya, perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya

(Sande, 2013) adalah:


17

(1) Pada penelitian sebelumya, objek yang digunakan sebagai tempat

penelitian adalah Provinsi Sumatera Barat, sedangkan pada penelitian

ini, wilayah yang menjadi objek penelitian adalah Kabupaten Bone.

(2) Pada penelitian sebelumnya, populasi penelitian merupakan pengguna

internal laporan keuangan yaitu SKPD di Lingkungan Pemerintah

Provinsi Sumatera Barat sementara pada penelitian ini populasi

penelitian merupakan pengguna eksternal yaitu DPRD.

F. Tujuan dan Manfaat Penelitia

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian disini dapat ditarik sebuah kesimpulan dalam melihat apa

yang terjadi daam rumusan masalah

a. Menganalisis pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kualitas

laporan keuangan pemerintah daerah

b. Menganalisis pengaruh penerapan SPIP (sistem pengendalian internal

pemerintahan) terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

c. Di dalam penelitian ini diharapkan dapat memecahkan apa yang ada dalam

pengungkapa materi tentang bagaimana pengaruh sistem informasi

akuntansi dan pengendalian internal terhadap kualitas laporan kuangan

d. Dalam penelitian tersebut dapat di bandingkan antara variable manakah

yang paling dominan

Manfaat Penelitian

a. Adapun manfaat teoritis dalam penulisan skripsi tersebut adalah

Pemanfaatan teknologi informasi adalah prilaki/sikap akuntan

menggunakan teknologi informasi untuk menyelesaikan tugas dan

meningkatkan [Link] teknologi informasi menurut Thson

[Link]. (1991) dalam wijana (2007) merupakan manfaat yang diharapkan oleh
18

pengguna sistem informasi dalam melaksanakan tugasnya atau perilaku

dalam menggunakan teknologi pada saat melakukan pekerjaan.

Pengukurannya berdasarkan intensitas pemenfaatan, frekuensi pemanfaatan

dan jumlah aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan. Pemanfaatan

teknologi informasi yang tepat dan didukung oleh keahlian personal yang

mengoperasikannya dapat meningkatkan kinerja perusahaan maupun kinerja

individu yag bersangkutan.

b. Adapun manfaat praktis dalam penelitian skripsi tersebut adalah

Secara peraktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan


dalam system informasi akuntansi berbasis komputer untuk menyusun

laporan keuangan secara akuntabel demi menjaga kepercayaan masyarakat

terhadap pemerintahan daerah terkhususnya kabupaten BONE serta

meningkatkan transparansi untuk mendukung akuntabilitas pengelolaan

keuangan [Link] bagi pemerintahan ini diharapkan mampu

memberikan masukan dan pertimbangan dalam pengelolaan melalui SIA.


BAB II

LANDASAN TEORI

A. Teori Technology Acceptance Model (TAM)

TAM merupakan teori yang menjelaskan minat berperilaku menggunakan

teknologi informasi. Teori tersebut dikembangkan oleh Davis (1989) dan

kemudian digunakan oleh beberapa peneliti lain. TAM berbasis pada theory of

reasoned action (TRA) yang dikembangkan Fishbein dan Ajzen (1975 dalam

Sanjaya, 2005). TRA merupakan model yang secara luas mengkaji psikologi

sosial mengenai perilaku seseorang yang dilakukan secara sadar. Berdasarkan

TRA, minat berperilaku berkaitan erat dengan perilaku spesifik individu dan

merupakan proses yang dilakukan secara sadar. Sedangkan sikap dan norma

subyektif adalah anteseden perilaku tersebut. Sikap merupakan perasaan positif

atau negatif tentang target perilaku, sedangkan norma subjektif adalah persepsi

seseorang tentang orang lain atau sekelompok orang atau referensi lainnya yang

memikirkan apa yang dilakukan atau tidak harus dilakukan mengenai perilaku

tertentu.

Dalam konteks teknologi informasi (dalam penelitian ini penggunaan

internet), para peneliti akan mengidentifikasi keyakinan yang menonjol pada


subjek berdasarkan pada investigasi sebelumnya. Atribut-atribut yang menonjol

berkaitan dengan teknologi informasi secara tidak langsunf dapat mempengaruhi

minat dan norma subjektif dan selanjutnya dikelompokkan sebagai variabel

internal. Dengan demikian TRA menangkap variabel-variabel internal melalui

beberapa variabel eksternal yang berkaitan dengan teknologi informasi (Palupi

dan Tjahjono, 2010).

19
20

Technology Acceptance Model (TAM) mengasumsikan bahwapenggunaan

sistem pada kenyataannya ditentukan oleh niat perilaku penggunayang didasarkan

pada persepi kebermanfaatan (Perceived Usefulness) dankemudahan penggunaan

(Perceived Ease of Use). TAM menyatakan bahwa secarakeseluruhan prilaku

manusia dapat dijelaskan dengan mempertimbangkankepercayaannya. Dapat

dikatakan bahwa seorang individu akan menggunakanteknologi sistem informasi

dengan baik apabila sistem tersebut mudah digunakanserta menghasilkan manfaat

dan menguntungkan dalam peningkatan kinerjanya(Davis et al., 1989).

Model TAM adalah teori sistem informasi yang memuat model

mengenaisikap individu untuk menerima dan menggunakan teknologi. Teori

TAM diadopsidari Theory of Reasoned Action (TRA), yaitu teori yang

menjelaskan bahwapersepsi seseorang terhadap sesuatu akan menentukan sikap

dan perilaku orangtersebut. TAM pertama kali diperkenalkan oleh Davis pada

[Link] inimenjelaskan bahwa terdapat dua faktor yang memengaruhi

perilaku personaluntuk menerima dan menggunakan teknologi. Dua faktor

tersebut adalahkemanfaatan (usefulness) dan kemudahan penggunaan (ease of

use) (Surendran,

2012).

Sama dengan TRA, TAM menjelaskan bahwa penggunaan komputer


ditentukanoleh tujuan perilaku, namun perbedaannya adalah bahwa tujuan

perilaku ditinjausecara bersama-sama ditentukan oleh sikap individu terhadap

penggunaan system dan persepsi [Link] antara penggunaan sistem

dan tujuan perilakuyang digambarkan dalam TAM menunjukkan secara tidak

langsung bentuk-bentuk tujuan individu untuk melakukan tindakan yang positif.

Hubungan antarapersepsi kegunaan dan tujuan perilaku didasarkan pada ide

bahwa dalampenyusunan suatu organisasi, orang-orang membentuk tujuan-tujuan


21

terhadapperilaku yang diyakininya akan dapat meningkatkan kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah.

B. Agency Theory

Celviana Windiyaningrum (2010), menjelaskan bahwa pengertian laoran

keuangan Laporan keuangan adalah catatan informasi suatu entitas pada suatu

periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja entitas

tersebut. Laporan keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi

keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan.

Laporan keuangan dapat dikatakan sebagai data, juga dapat dikatakan sebagai

informasi. Data dapat berubah menjadi informasi jika diubah kedalam konteks

yang memberikan makna (Hara, Hasibuah 2010).

Tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai

posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan kinerja keuangan suatu entitas

pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi

keputusan mengenai alokasi sumber daya. Laoran keuangan merupakan kewajiban

pihak pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban,

menyajikan, melaporkan, dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang

menjadi tanggung jawabnya kepada pihak pemberi amanah (principal) yang

memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Akuntabilitas publik


terdiri dari dua macam, yaitu : 1) pertanggungjawaban atas pengelolaan dana

kepada otoritas yang lebih tinggi (akuntabilitas vertikal), dan 2)

pertanggungjawaban kepada masyarakat luas (akuntabilitas horizontal).

Berkaitan dengan masalah keagenan, praktek pelaporan keuangan dalam

organisasi sektor publik merupakan suatu konsep yang didasari oleh teori

keagenan. Dalam pelaporan keuangan, pemerintah yang bertindak sebagai agen

mempunyai kewajiban menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para


22

pengguna informasi keuangan pemerintah yang bertindak sebagai prinsipal dalam

menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi, sosial,

maupun politik serta baik secara langsung atau tidak langsung melalui wakil-

wakilnya. Dalam suatu pemerintahan demokrasi, hubungan antara pemerintah dan

para pengguna informasi keuangan pemerintah dapat digambarkan sebagai suatu

hubungan keagenan (Nunuk, Febriananingsih. 2012).

Adapun dalil dalam hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu

‘anhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta. Ibnu

Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

ُ ‫ق يَ ْه ِدى ِإلَى ْال ِب ِّر َو ِإ َّن ْال ِب َّر يَ ْه ِدى ِإلَى ْال َجنَّ ِة َو َما يَزَا ُل ال َّرجُ ُل يَصْ ُد‬
‫ق‬ َ ‫ق فَإِ َّن الصِّ ْد‬ ِّ ‫َعلَ ْي ُك ْم ِبال‬
ِ ‫ص ْد‬
ِ ُ‫ب يَهْ ِدى ِإلَى ْالف‬
‫جُور َو ِإ َّن‬ َ ‫ب فَإِ َّن ْال َك ِذ‬
َ ‫صدِّيقًا َو ِإيَّا ُك ْم َو ْال َك ِذ‬ ِ َّ ‫َب ِعنْ َد‬
ِ ‫َّللا‬ َ ‫ق َحتَّى يُ ْكت‬
َ ‫ص ْد‬
ِّ ‫َويَتَ َحرَّى ال‬
‫َّللا َك َّذابًا‬
ِ َّ ‫َب ِع ْن َد‬ َ ‫ار َو َما يَزَا ُل ال َّر ُج ُل يَ ْك ِذبُ َويَتَ َحرَّى ْال َك ِذ‬
َ ‫ب َحتَّى يُ ْكت‬ ِ َّ‫ْالفُجُو َر يَ ْه ِدى ِإلَى الن‬
Artinya:“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya

kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya

kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa

berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi

Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta,
karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan

kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya


berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi

Allah sebagai pendusta.”

Dari dalil-dalil tentang amanah dan jujur dapat di hubungkan dengan konsep

akuntansi yang membehas secara singkat tentang konsep akuntansi yang

mencakup tentang konsep kualias laporan keuangan, konsep amanah/tanggung

jawab, konsep jujur, konsep profesionalisme, konsep independensi dan konsep

transparansi.
23

Laporan keuangan mengandung kewajiban menurut undang-undang untuk

melayani atau memfasilitasi pengamat atau pemerhati independent yang memiliki

hak untuk melaporkan temuan atau informasi mengenai administrasi keuangan

yang tersedia sesuai dengan permintaan tingkat tinggi pemerintah. Menurut

Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010/(SAP). Pada dasarnya pembuatan

laporan keuangan adalah suatu bentuk kebutuhan transparansi yang merupakan

syarat pendukung adanya akuntabilitas yang berupa keterbukaan aktivitas

pengelolaan sumber daya publik (Mardiasmo, 2005).

Mardiasmo (2005) menjelaskan bahwa kualitas laoran keuangan adalah

kewajiban pihak pemegang amanah (agen) untuk memberikan

pertannggungjawaban, menyajikan, dan mengungkapkan segala aktivitasnya dan

kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya kepada pihak pemberi amanah

(principal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta

pertanggungajwaban tersebut. Pemerintah baik pusat maupun daerah harus dapat

menjadi subjek pemberi informasi dalam rangka pemenuhan hak-hak publik yaitu

hak untuk tahu, hak untuk diberi informasi, dan hak untuk di dengar aspirasinya.

C. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling

berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk
melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan

(Baridwan,2009:3). Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau

subsistemyang saling berhubungan yang berfungsi dengan tujuan yang sama

(Hall, 2009:6). Onaolapo and Odetayo (2012) menyatakan bahwa sitem akan

memproses data dan mengubah mereka menjadi informasi akuntansi selama input,

proses, dan output tahap yang akan digunakan oleh berbagai pengguna internal

dan pengguna eksternal. Informasi dari suatu perusahaan, terutama informasi


24

keuangan, dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak-

pihak di luar perusahaan, seperti kreditur, calon investor, kantor pajak dan lain-

lainnya memerlukan informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka.

Pihak internperusahaan yaitu manajemen juga memerlukan informasi

keuangan untuk mengetahui, mengawasi, dan mengambil keputusan untuk

menjalankan usahanya(Baridwan, 2009:3). Turban et al. (2006:52) menyatakan

bahwa informasi adalah data yang telah diatur sehingga memiliki makna dan nilai

bagi penerimanya. Akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas

bisnis, mengolah data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada

para pengambil keputusan. Akuntansi adalah bahasa bisnis karena dengan

akuntansi sebagian besar informasi bisnis dikomunikasikan. Perusahaan

mendistribusikan laporan akuntansi yang meringkas kinerja keuangan perusahaan

kepada pemilik, kreditur, pemerintah, dan calon investor (Jusuf, 2011:4).

Bordnar dan Hopwood (2006:6) menyatakan bahwa sistem informasi

adalah suatu proses yang mengubah atau memproses data menjadi sebuah

informasi. Data yang disimpan merupakan suatuu penegasan selama proses

berlangsung, semua input yang masuk diolah menjadi keluaran semuanya. Data

yang masuk atau keluar yang keluar dihasilkan dapat disimpan, kemudian

padasaat diperlukan akan diolah kembali atau bersama input yang baru, atau
diambil kembali dari penyimpanan untuk menjadi sebuah informasi yang

bermanfaat bagi pengguna informasi. Onaolapo dan Odetayo (2012) menyatakan

bahwa sistem informasi akuntansi berfungsi untuk memberikan nilai kuantitatif

dari masa lalu, sekarang dan masa depan ekonomi kejadian melalui komputerisasi

akuntansi sistem (kontrak plus) menghasilkan laporan keuangan yaitu laporan

laba rugi, neraca dan aliran pernyataan.


25

Soudani (2012) menyatakan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah

alat yang ketika dimasukkan ke dalam bidang informasi dan sistem teknologi (IT),

yang dirancang untuk membantu dalam pengelolaan danpengendalian topik

dengan organisasi ekonomi daerah keuangan. Salehi et al.(2011) menyatakan

bahwa kendala dalam melaksanakan sistem informasi akuntansi adalah kurangnya

dukungan dari [Link] informasi akuntansi adalah komponen dan elemen

dari suatu organisasi yang menyediakan informasi bagi pengguna dengan

pengolahan peristiwa keuangan (Zare, 2012).

Sistem informasi akuntansi memberikan kesempatan bagi pebisnis untuk

meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengambilan keputusan sehingga

memunngkinkan perusahaan memperoleh keunggulan kompetitif (Edison et al,

2012). Sistem informasi dianggap sebagai faktor penting dalam pencapaian

kinerja yang lebih besar terutama dalam proses pengambilan keputusan (Al-eqab

and Adel, 2013).

Sistem Informasi Berbasis Komputer

Turban et al. (2006:49) menyatakan bahwa sistem informasi berbasis

komputer (computer-based information system- CBIS) adalah sistem informasi

yang menggunakan teknologi komputer untuk melakukan beberapa atau seluruh

pekerjaan yang diberikan. Sistem informasi berbasis komputer merupakan satu


rangkaian perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk

menstransformasi data menjadi informasi yang berguna (Gangga, 2013). Sistem

informasi berbasis komputer adalah komputer yang memproses transaksi

keuangan dan transaksi non-keuangan dan dukungan tugas keputusan dalam

konteks koordinasi dan pengendalian kegiatan organisasi.

Sistem informasi berbasis komputer dibagi menjadi dua kelompok besar,

yaitu: sistem batch, dan sistem real-time. Sistem Batch terdapat jeda antara waktu
26

terjadinya kegiatan ekonomi dengan waktu pencatatannya dan umumnya

menggunakan lebih sedikit sumber daya (peranti keras, pemrograman, pelatihan)

yang dibutuhkan serta record tertentu diperoses setelah peristiwa terjadi untuk

menghindari penundaan operasional. Sistem real-time pemprosesan dilakukan

ketika kegiatan ekonomi terjadi dan lebih banyak sumber daya yang dibutuhkan

dari pada pemprosesan batch serta semua record yang berkaitan dengan peristiwa

diperoses segera (Hall, 2009:97).

Kendala penerapan teknologi informasi antara lain berkaitan dengan

kondisi perangkat keras, perangkat lunak yang digunakan, pemutakhiran data,

kondisi sumber daya manusia yang ada, dan keterbatasan dana. Kendala ini yang

mungkin menjadi faktor pemanfaatan teknologi informasi di instansi pemerintah

belum optimal. Belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi ini mungkin

juga memiliki pengaruh terhadap keterandalan dan ketepatwaktuan pelaporan

keuangan pemerintah.

D. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)

Seperti telah diuraikan dalam pendahuluan, Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah (SPIP) Pengendalian intern didefinisikan merupakan suatu cara untuk

mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi, serta

berperan penting dalam pencegahan dan pendeteksian penggelapan (fraud).


Pengendalian intern terdiri atas kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam

mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan informasi keuangan yang

andal, serta menjamin ditaatinya hukum dan peraturan yang berlaku. Dilihat dari

tujuan tersebut, maka sistem pengendalian intern dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Pengendalian intern akuntansi

Dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya adalah

menjaga kekayaan organisasi dan memeriksa keakuratan data akuntansi.


27

Sebagai contoh, adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit

organisasi.

2. Pengendalian administratif

Pengendalian ini Dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan

mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Contohnya adalah adanya

pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian

diambil tindakan.

SPIP merupakan suatu langka nyata bagi pemerintah dalam memberikan

acuan serta pijakan bagi pemerintah agar pengelolaan keuangan dapat

dilaksanakan secara akuntabel dan transparan. Rizki, Dwi Prabowo. 2013.

menyebutkan subkomponen dari aktivitas pengendalian yang berhubungan

dengan pelaporan keuangan adalah (1) perancangan yang memadai dan

pengunaan dokumen-dokumen dan catatan-catatan bernomor; (2)

pemisahantugas; (3) otorisasi yang memadai atas transaksi-transaksi; (4)

pemeriksaan independen atas kinerja; dan (5) penilaian yang sesuai/tepat atas

jumlah yang dicatat.

Unsur-unsur pokok yang diperlukan dalam menciptakan pengendalian

akuntansi yang efektif antara lain (Wahana Komputer, 2009): (a) adanya

perlindungan fisik terhadap harta; (b) pemisahan fungsi organisasi yaitu


pemisahan fungsi organisasi yang saling berkaitan; (c) adanya jejak audit yang

baik; dan (d) sumber daya manusia yang optimal.

Dalam PP No. 60 Tahun 2008, Sistem Pengendalian Intern adalah proses

yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus

oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai

atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien,

keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap


28

peraturan perundang-undangan. Tujuan adanya pengendalian intern : (1)

Menjaga kekayaan organisasi/mengamankan asset, (2) Memeriksa ketelitian

dan kebenaran data akuntansi, (3) Mendorong efisiensi, (4) Mendorong

dipatuhinya kebijakan manajemen.

E. Kinerja Instansi Pemerintah

Kinerja merupakan kondisi yang harus diketahui dan diinformasikan kepada

pihak-pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi

dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi serta mengetahui

dampak positif dan negatif suatu kebijakan operasional yang diambil. Yayan,

Agussupiantoro (2013) mengemukakan kinerja program berhubungan dengan

akuntabilitas publik, karena pemerintah sebagai pengemban amanat masyarakat

bertanggungjawab atas kinerja yang telah dilakukannya, hal tersebut karena

pemerintah berkewajiban untuk mengelola program pembangunan dalam rangka

menjalankan pemerintahannya. Dalam hal indikator kinerja, sebagai dasar untuk

mengukur kinerja, dipakai indikator input, output, outcome, benefit dan impact.

Dalam kenyataan, indikator yang dapat dengan tepat diidentifikasi hanyalah

input dan output, sedangkan indikator yang lain lebih sulit diukur dan ditentukan

keberhasilannya (Mahmudi 2012). Menurut Mardiasmo2011. indikator kinerja

adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian


suatu sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhitungkan

indikator. Indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja organisasi

adalah masukan (inputs), keluaran (outputs), hasil (outcome), manfaat (benefit)

dan dampak (impact).

Pengukuran kinerja merupakan suatu proses menetapkan indikator-indikator

dan target kinerja dan mengumpulkan hasil-hasil kinerja aktual untuk dievaluasi.

Kinerja diukur untuk melihat pencapaian tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran


29

kegiatan atau program yang dirumuskan dalam dokumen perencanaan strategis.

Pengukuran kinerja perlu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada publik

dan meningkatkan akuntabilitas Eko, Harry Susanto. 2013. Kinerja pemerintah

daerah dengan sendirinya merupakan keseluruhan capaian atau hasil-hasil selama

pelaksanaan otonom daerah. Untuk mencapai tingkat kinerja seperti yang

diharapkan perlu dirumuskan rencana kinerja yang memuat penjabaran sasaran

dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis pemerintah daerah. Di

Indonesia, praktik pengukuran kinerja instansi pemerintah telah dilakukan setelah

dikeluarkan Inpres No. 7 tahun 1999 tentang akuntabilitas kinerja instansi

pemerintah. Menanggapi instruksi tersebut, Lembaga Administrasi Negara dan

BPKP menyusun buku pedoman penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja

Instansi Pemerintah (LAKIP).

LAKIP merupakan suatu laporan kinerja instansi yang bersifat vertikal yaitu

laporan kepada instansi yang diatasnya dan kepala Lembaga Administrasi Negara

dan BPKP. Alur pelaporan LAKIP untuk pemerintah kota dan kabupaten sesuai

dengan Inpres No. 7 tahun 1999 ( Sumber: Lembaga Administrasi Negara,

Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah, 2003 dalam

Sihaloho, 2005). Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan

suatu tatanan, instrumen, dan metode pertanggungjawaban yang intinya meliputi


tahap sebagai berikut :

1. Penetapan rencana strategik

2. Pengukuran kinerja

3. Pelaporan kinerja

4. Pemanfaatan informasi kinerja bagi perbaikan kinerja secara

berkesinambungan.
30

Dalam hubungannya dengan sistem informasi akuntansi, komputer akan

meningkatkan apabilitas sistem. Ketika komputer dan komponen-komponen yang

berhubungan dengan teknologi informasi di integrasikan ke dalam suatu sistem

informasi akuntansi, tidak ada aktivitas umum yang ditambah atau dikurangi dalm

arti lain pemanfaatan teknologi dapat mengurangi kesalahan dalam proses data.

Sedangkan kelemahannya, sistem komputer cenderung kurang fleksibel dan tidak

dapat cepat beradaptasi jika ada perubahan sistem, perencanaan dan pembuatan

sistem terkomputerisasi memakan waktu lebih lama, biaya pemasangan instalasi

tinggi, butuh kontrol yang lebih baik, jika ada bagian hardware yang tidak bekerja

dapat melumpuhkan sistem, komputer tidak dapat mendeteksi penyebab

kesalahan, hilangnya jejak audit, komputer peka terhadap pengaruh lingkungan,

data yang disimpan mudah rusak Pujonggo,(2004).

Menurut model yang dikembangkan Thompson et al. (1991) dalam Tjhai

(2003) yang mengadopsi sebagian teori yang diusulkan oleh Trandis (1980),

dalam Astuti dan I ketut (2009), faktor-faktor yang mempengaruhi system informs

yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi :

1. Faktor sosial

2. Affect (perasaan individu)

3. Kesesuaian tugas
4. Konsekuensi jangka panjang

5. Kondisi yang memfasilitasi pemanfaatan teknologi informasi

6. Kompleksitas

F. Kualitas laporan keuangan

Kualitas Laporan Keuangan Agar suatu laporan keuangan dapat memberi

manfaat bagi para pemakainya maka laporan keuangan tersebut harus mempunyai

nilai informasi yang berkualitas dan berguna dalam pengambilan keputusan.


31

Kualitas laporan keuangan tersebut tercermin dari karakteristik kualitatif. Menurut

Komite Standar Akuntansi Pemerintah (2005 : KK-10) karakteristik kualitatif

laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam

informasi akuntansi agar dapat memenuhi tujuannya. Prasyarat normatif yang

diperlukan agar laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi kualitas yang

dikehendaki yaitu relevan, andal, dapat dibandingkan dan dapat dipahami.

kualitas laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting, menurut

Diamond (2002), pengungkapan atas informasi ini merupakan suatu elemen dasar

dari transparansi fiskal dan akuntabilitas. Dalam Pernyataan Standar Akuntansi

Pemerintahan (PSAP) No. 1, alinea 49, (Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun

2010) dinyatakan bahwa neraca mencantumkan sekurang-kurangnya pos-pos

berikut: kas dan setara kas; investasi jangka pendek; piutang pajak dan bukan

pajak; persediaan; investasi jangka panjang; aset tetap; kewajiban jangka pendek;

kewajiban jangka panjang; dan ekuitas dana. Kemudian, sesuai dengan perintah

Allah dalam Al Quran kita harus menyempurnakan pengukuran dalam bentuk

pos-pos yang disajikan dalam Neraca, sebagaimana digambarkan dalam firman

Allah: [Link]-Israa’: 35


Terjemahannya:

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah

dengan neraca yang [Link] yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik

akibatnya.

Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa kaidah akuntansi dalam konsep

islam dapat didefenisikan sebagai kumpulan dasar-dasar hukum yang baku dan

permanen, yang disimpulkan dari sumber-sumber syariah islam dan dipergunakan


32

sebagai aturan oleh seorang akuntan dalam pekerjaannya, baik dalam pembukuan,

analisis, pengukuran, pemaparan, maupun penjelasan, dan menjadi pijakan dalam

menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa (Nasution, 2008).

Dalam pernyataan standar akuntansi pemerintahan (PSAP) berbasis akrual

No. 1 (Peraturan Pemerintahan No. 71 Tahun 2010) bahwa tujuan pernyataan

standar ini adalah mengatur penyajian laporan keuangan untuk tujuan umum

(general purpose financial statements) dalam rangka meningkatkan

keterbandingan laporan keuangan baik terhadap anggaran, antar periode, maupun

antar entitas. Laporan keuangan untuk tujuan umum adalah laporan keuangan

yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagia besar pengguna

laporan termasuk lembaga legislatif sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan

peraturan [Link] keuangan disusun dengan menerapkan

basis [Link], pengukuran, dan pengungkapan transaksi-transaksi

spesifik dan peristiwa-peristiwa yang lain, diatur dalam standar akuntansi

pemerintahan lainnya.

Informasi keuangan di dalam laporan keuangan dapat memberikan manfaat

sebagai berikut:

(a) Meningkatkan akuntabilitas untuk para manajer (kepala daerah dan para

pejabat pemda) ketika mereka menjadi bertanggung jawab tidak hanya


pada kas masuk dan kas keluar, tetapi juga pada aset dan utang yang

mereka kelola;

(b) Meningkatkan transparansi dari aktivitas pemerintah. Pemerintah

umumnya mempunyai jumlah aset yang signifikan dan utang,

pengungkapan atas informasi ini merupakan suatu elemen dasar dari

transparansi fiskal dan akuntabilitas.


33

(c) Memfasilitasi penilaian posisi keuangan dengan menunjukkan semua

sumber daya dan kewajiban;

(d) Memberikan informasi yang lebih luas yang dibutuhkan untuk

pengambilan keputusan (Diamond, 2002).

Menurut Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 terdapat beberapa

kelompok utama pengguna laporan keuangan pemerintah, namun tidak terbatas

pada :

1. Masyarakat

2. para wakil rakyat dan lembaga pengawas dan lembaga pemeriksa pihak

yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi dan

pinjaman, dan pemerintah.

F. Hubungan antar variable

 Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Computer Dan

Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Selamet (2011) dalam Silviana (2013) mengungkapkan Salah satu faktor

pendukung dalam menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas adalah sistem

informasi akuntansi, dimana laporan keuangan dihasilkan dari suatu proses yang

didasarkan pada input yang baik, proses yang baik dan output yang baik. Ketiga

aspektersebut haruslah terpadu dan berkesinambungan sebagai pondasi sistem


pelaporan keuanganyang baikPelaksanaan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang

Perimbangan Keuangan antara Pusatdan Pemerintah Daerah mengamanatkan

adanya dukungan Sistem Informasi KeuanganDaerah untuk menunjang

perumusan kebijakan fiskal secara nasional serta meningkatkan transparansi dan

akuntabilitas dalam pelaksanaan desentralisasi. Sistem informasi akuntansipada

pemerintahan daerah lebih dikenal dengan nama sistem informasi keuangan

daerah(SIKD).
34

SIKD merupakan sistem yang mendokumentasikan, mengadministrasikan

sertamengolah data pengelolaan keuangan daerah serta data terkait lainnya

menjadi informasiyang disajikan kepada masyarakat dan sebagai bahan

pengambilan keputusan dalam rangkaperencanaan, pelaksanaan dan pelaporan

pertanggungjawaban pemerintah daerah. (PP 65 /2010) Pemerintahan Daerah

sebagai organisasi sektor publik, agar dapat berjalan efektif,efisien, transparan dan

bersih diperlukan dukungan dari sistem informasi akuntansi yangmemadai agar

informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk manajemen keputusan

danpengendalian keputusan. SIKD yang diterapkan di pemda sesudah periode

2005 berbasis desentralisasi,pengguna SIKD adalah Kepala Daerah, bahkan

memungkinkan dan mengharuskan paramanajer pemerintah (perangkat) daerah

(Kepala Badan, Kantor, Dinas dan Unit lainnya)untuk menggunakan SIKD, sebab

Kepala Daerah bukan satu-satunya pengambil keputusanpenganggaran, namun

telah terdistribusi ke unit-unit yang lebih bawah Fakta empirismenggambarkan

kewenangan formal dimiliki oleh Kepala (Syafruddin, 2006).

Peraturan Pemerintah (PP) 24 tahun2005/PP 71 tahun 2010 dalam

penyusunan pelaporan keuangan daerah, diperlukan system yang mengatur proses

pengklasifikasian, pengukuran, dan pengungkapan seluruh transaksi keuangan

yang disebut dengan sistem akuntansi. Informasi keuangan yang bermanfaat bagi
pemakai dihasilkan dari laporan keuanganyang disusun oleh personel yang

memiliki kompetensi di bidang pengelolaan keuangandaerah dan sistem akuntansi

(Tuasikal, 2007). Efektivitas SIA dapat memberikan informasi yang diterima

manajemen untuk membantu keputusan yang bersangkutan. Efektivitas SIA dapat

dievaluasi sebagai manfaatnilai tambah. Efektivitas SIA adalah ukuran

keberhasilan untuk memenuhi tujuan yang ditetapkan. Keberhasilan pelaksanaan

SIA dapat diartikan penerapannya menguntungkan, menjadi perhatian utama


35

organisasi, memberikan kepuasan bagi banyak pengguna dan meningkatkan

kualitas kinerja mereka.(Moscove et. al, 2009).

Proses sistem informasi akuntansi terdiri dari input, output, penyimpanan

data, prosesor, pengguna, dan tindakan pengendalian. Data dimasukkan ke dalam

sistem informasi untuk diproses. Data adalah fakta-fakta yang dikumpulkan dan

diproses oleh sistem informasi. Data berarti dan berguna, karenanya, harus

diproses dan diubah ke bentuk yang bermakna, terorganisir, dan berguna yang

disebut informasi. Output adalah informasi yang berarti dan berguna yang

dihasilkan oleh sistem informasi.

Gelinas (2000) dalam Silviana (2013) menganggap efektivitas SIA sebagai

ukuran keberhasilan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan

pelaksanaan SIA dapat didefinisikan sebagai keuntungan yang seharusnya

menjadi perhatian utama bagi organisasi, secara luas digunakan oleh satu atau

lebih pengguna, dan meningkatkan kualitas kinerja mereka. Beberapa penelitian

mengenai penerapan sistem informasi akuntansi pada pemerintah daerah telah

dilakukan oleh Diana (2005), menemukan kendala-kendala yang dihadapi Pemda

dalam rangka penerapan sistem akuntansi keuangan daerah dari yang berbasis kas

menjadi kas modifikasi akrual, diantaranya: lemahnya sumber daya manusia yang

memahami akuntansi di bagian keuangan, memerlukan durasi waktu yang lama


(masa transisi) setiap kaliada perubahan sistem dari sistem lama ke sistem baru,

lambannya penyusunan Peraturan daerah sehubungan dengan perubahan sistem,

pemilihan alternatif model sistem akuntansi dari Ikatan Akuntan Indonesia yang

berbasis International Public Sector Accounting Standard (IPSAS) yang

menggunakan basis akrual dengan sistem akuntansi dari pemerintahyang

menggunakan basis kas dimodifikasi.


36

Mahdavi dan Funnel (2003) melakukan penelitian mengenai implementasi

SIA pada Republik Islamik Iran. Hasil penelitian menunjukkan walaupun SIA

sangat diperlukan diPemerintahan Iran, namun masih terdapat kendala dalam

penerapan SIA. Di Iran, masih menggunakan cash basis, sehingga masih

membutuhkan perubahan sistem, diterbitkannya teknik dan prosedur akuntansi

pemerintahan belum memadai untuk mencapai program keuangan pemerintah.

Untuk menerapkan konsep akuntabilitas, diperlukan perubahan akuntansi akrual

di sektor pemerintahan. Penelitian Mahdi et. al, (2010), menunjukkan (1) software

informasi akuntansi belum mampu mengimprove standar akuntansi di Iran, (2)

software informasi akuntansi belum berkaitan dengan sistem keuangan dan sistem

manajerial, (3) SIA belum mampu memberikan semua informasi yang dibutuhkan

perusahaan, (4) SIA belum mampu memberikan informasi untuk semua level

manajemen. SIA di masa lalu fokus pada pencatatan, peringkasan, validasi data

transaksi keuangan organisasi.

Abdul (2009).Meneliti pengaruh implementasi sistem akuntansi, terhadap

fungsi pengawasan. Hasil penelitian implementasi sistem akuntansi berpengaruh

terhadap fungsiaudit intern sebesar 0,937%. Implementasi sistem akuntansi

pemerintahan, penyusunan laporan keuangan pemda dapat dilakukan dengan baik

dengan ukuran-ukuran yang jelas,sehingga pengawasan akuntansi dapat dilakukan


dengan baik. Mahmoud (2009) dalam Silviana (2013), meneliti bagaimana

efektivitas SIA berdampak pada kinerja organisasi. Pembelajaran organisasi dan

dukungan organisasi berpengaruh terhadap efektivitas SIA. Pornpan dejwittaya

(2012), meneliti efektivitas SIA mengacu pada mengumpulkan, input, memproses

data, menyimpan, mengelola, mengendalikan, dan informasi laporan akuntansi

sehingga organisasi dapat mencapai kualitas laporan keuangan.


37

 Sistem Pengendalian Internal Dan Kualitas Laporan Keuangan

Pemerintah Daerah

Tujuan sistem pengendalian internal menurut Warren et all (2005) salah

satunya adalah untuk mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. Dengan

sistem akuntansi, risiko terjadinya kekeliruan dan kesalahan pencatatan atau

perhitungan dapat diminimalisasi sehingga mengurangi kemungkinan pemerintah

daerah mengalami kekeliruan. Suatu sistem yang berkualitas, dirancang, dibangun

dan dapat bekerja dengan baik apabila bagian-bagian yang terintegrasi dengan

sistem tersebut beroperasi sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya masing-

masing. Salah satu bagian didalam sistem informasi akuntansi yang menunjang

kelancaran kerja sistem informasi akuntansi tersebut adalah pengendalian internal

(internal control).

Weygand tetall (2005) dalam Herawati (2014) mengungkapkan bahwa:

“Jika suatu pengendalian internal telah ditetapkan maka semua operasi, sumber

daya fisik, dan data akan dimonitor serta berada di bawah kendali, tujuan akan

tercapai, risiko menjadi kecil, dan informasi yang dihasilkan akanlebih

berkualitas. Dengan ditetapkannyapengendalian internal dalam system akuntansi,

maka sistem akuntansi akanmenghasilkan informasi akuntansi yang

lebihberkualitas (tepat waktu, relevan, akurat, danlengkap), dan dapat diaudit


(Auditabel).

Hall (2007:182)dalam Herawati (2014) mengemukakan fungsi dari sistem

pengendalian internal yaitu sebagai pelindung yang melindungi aktiva perusahaan

dari banyaknya peristiwa yang tidak diinginkan yang menyerang perusahaan. Ini

semua meliputi usaha untuk akses secara tidak sah ke aktiva perusahaan, penipuan

yang dilakukan oleh orang dalam dan luar perusahaan, kesalahan karena karyawan
38

tidak kompeten, program komputer salah data input yang rusak, dan lain

sebagainya.

Mahmudi (2007: 27) dalam Herawati (2014) menyatakan bahwa untuk

menghasilkan laporan keuangan pemerintah daerah diperlukan proses dan tahap-

tahap yang harus dilalui yang diaturdalam sistem akuntansi pemerintah daerah.

Sistem akuntansi di dalamnya mengatur tentang sistem pengendalian intern (SPI),

kualitas laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh bagus tidaknya sistem

pengendalian intern yang dimiliki pemerintah daerah.

G. Kerangka Pikir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh hubungan

antara variable terikat yaitu pelaporan keuangan dengan variable bebas yaitu

penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer dan sistem pengendalian

internal. Telah dijelaskan bahwa peraturan pemeritah No 56 tahun 2005 tentang

sistem informasi keuangan daerah disebutkan bahwa untuk menindaklanjuti

terselenggaranya proses pembangunan yang sejalan dengan prinsip tata kelola

pemerintahan yang baik (Good Governance), pemerintah, dan pemerintahan

daerah berkewajiban untuk mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan

teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola keuangan

daerah, dan menyalurkan informasi keuangan daerah kepada pelayanan publik.


Selain melalui pengadaan sistem informasi berbasis komputer, pengendalian

internal yang optimal juga mampu mendukung tercapainya laporan keuangan

pemerintah daerah yang berkualitas dengan mengutamakan aspek ketepatan waktu

serta keterandalan pelaporan keuangan. Oleh karena itu, dibentuk kerangka pikir

sebagai berikut:
39

Gambar 3.1KerangkaPikir

Variabel Independen

Penerapan sistem
informsi akuntansi
( X1 )
H1 VariabelDependen

Kualitas laporan
keuangan di
pemerintahan daerah
(Y)

pengendalian
internal pemerintah
( X2 )
H2

Pada gambar diatas variable Y merupakan variable Dependen yaitu variable

yang dapat mempengaruhi, variable X variable yang merupakan variable

independen yaitu variable yang dapat di pengaruhi. Jadi variable Y dapat

memepengaruhi Variabel X1 dan X2. Dari penjelasan di atas dapat di tarik

kesimpulan bahwa dari dua variable X tersebut sangat mempengaruhi


perkembangan variable Y.
BAB III

METODE PENELITIAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai ruang lingkup penelitian, waktu dan

penelitian, jenis penelitian, sumber data penelitian, metode pengumpulan data ,

metode analisis data dan uji asumsi klasik. Secara lebih rinci akan dijelaskan

sebagai berikut :

A. Jenis dan Sumber Data Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis data penelitian ini


adalah data primer yaitu data penelitian yang diperoleh atau dikumpulkan

langsung dari sumber asli (tanpa perantara). Sedangkan sumber data primer dalam

penelitian ini diperoleh dari jawaban atas kuesioner yang dibagikan kepada

responden.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa

data kuantitatif, yaitu data yang diukur dalam suatu skala numerik. Penelitian ini

menggunakan data sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan oleh lembaga

pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data. Data yang

diperoleh dari laporan keuangan perusahaan berupa catatan atas laporan keuangan

daerah dengan menginformasikan system informasi akuntansi berbasis computer

dan pengendalian internal di instansipemerintahan.

B. Pendekatan Penelitian

Dalam pendekatan ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif

asosiatif, penelitian deskriptif merupakan penelitian terhadap fenomena atau

populasi tertentu yang diperoleh peneliti dari subyek berupa: individu, organisasi,

industry atau perspektif yang lain. Tujuan penelitian deskriptif ini adalah untuk

40
41

menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status

dari subyek yang diteliti. Tipe penelitian ini umumnya berkaitan dengan opini

(individu, kelompok dan organisasi), kejadian atau prosedur.

C. Populasi dan Penentuan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek

yang akan menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono,

2002). Populasi dalam penelitian ini adalah pengelola unit kerja atau pejabat

struktural pada Satuan Kerja Perangkat Daerah kota Bone (DPRD, Kantor
Pemadam Kebakaran, Dinas Kebudayaan dan Prawisata).Kabupaten Bone

terdiriatas 27 kecamatan, 333 desa, dan 39 kelurahan, RSUD, danispekturat.

Pemilihan ini dilakukan di Pemerintah Daerah Kota Bone karena pada tahun

2012 provinsi Sulawesi Selatan dinilai berhasil menyusun dan menyajikan

Laporan keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dengan cukup tinggi dalam

akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang

diteliti). Pengambilan sampel atas responden dilakukan secara purposive


sampling. Purposive sampling digunakan karena informasi yang akan diambil

berasal dari sumber yang sengaja dipilih berdasarkan kriteria yang telah

ditetapkan peneliti (Mahmudi, 2011). Sampel dipilih berdasarkan kriteria

tertentu sehingga dapat mendukung penelitian ini. Kriteria sampel yang

digunakan dalam penelitian ini adalah

a. Aparat yang melaksanakan fungsi akuntansi/ tatausaha keuangan di

masing-masing bidangnya,
42

b. Memiliki masa kerja minimal satu tahun dalam periode penyusunan

laporan keuangan.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dari sumber primer,

yaitu sumber data yang langsung memberika data pada pengumpulan data

(Sugiono, 2011:308) untuk diperoleh data yang relevan, dapat dipercaya, objektif

dan dapat dijadikan landasan dalam proses analisis. Prosedur pengumpulan

tersebut digunakan untuk memperoleh informasi mengenai variable penelitianya

itu pengaruh system informasi akuntansi, pemanfaatan teknologi informasi,

pengendalian internal, kinerja keuangan di instansi pemerintahan (DPRD, Kantor


pemadam kebakaran, Dinas Kebudayaan dan Prawisata). Penyebaran kuesioner

dilakukan dengan cara penyebaran langsung kepada sampel penelitian yaitu

pejabat structural dan aparat yang melaksanakan fungsi akuntansi atau tatausaha

keuangan pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Bone.

E. Instrumen Penelitian

Tabel 3.2
Instrumen penelitian dan skala pengukuran

No Variable Definisi variable Indicator Skala


1. System Ordinal
1. Transparansi
informasi Sitem informasi
akuntansi pengelolaan
akuntansi (X1) keuangan
keuangan yang
daerah
berguna untuk
pembuatan 2. Akuntabilitas
keputusan pengelolaan
ekonomi, sosial, keuangan
politik dan daerah
juga laporan Ramadhani
akuntabilitas itu (2014)
sendiri. Selain
tujuan tersebut,
43

tujuan yang lebih


penting dalam
pelaporan ini
adalah kepuasan
pengguna
informasi
Ramadhani (2014)
2 pengendalian Sistem 1. Nilai Ordinal
internal (X2) pengendalian intregritas dan
intern etika
adalah kebijakan 2. Komitmen
dan prosedur yang terhadap
dirancang untuk kompetensi
memberikan 3. Filosofi dan
keyakinan yang gaya operasi
memadai bagi manajemen
manajemen bahwa 4. Stuktur
organisasi organisasi;
mencapai tujuan
dan sasarannya.
I Gusti Agung Rai
(2008:283)
3 Kualitas laporan Laporan Keuangan 1. Kelengkapan ordinal
keuangan (Y) disusun untuk 2. Ketepatan
menyediakan waktu
informasi yang 3. Andal
relevan mengenai 4. Dapat diuji
posisi keuangan 5. Dapat
dan seluruh dibandingkan
transaksi yang 6. Sebagai tolak
dilakukan oleh ukur
suatu entitas 7. Bebas dari
pelaporan selama kesalahan
satu periode 8. Dapat
pelaporan Bandary dipahami
(2011) Sande (2013)

Adapun perincian untuk skala likert menggunakan angka-angka sebagai

berikut:

 Angka 1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

 Angka 2 = Tidak Setuju (TS)

 Angka 3 = Ragu-Ragu (R)


44

 Angka 4 = Setuju (S)

 Angka 5 = Sangat Setuju (SS)

F. Teknik Analisis Data

Analisis data digunakan untuk menyederhanakan data agar data lebih mudah

diinterpretasikan yang diolah dengan menggunakan rumus atau aturan-aturan

yang ada sesuai pendekatan penelitian Sugiyono (2011: 332). Tujuan analisis

data adalah mendapatkan informasi relevan yang terkandung di dalam data

tersebut dan menggunakan hasilnya untuk memecahkan suatu masalah Sugiyono

(2011: 332). Analisis data adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memproses

dan menganalisis data yang telah terkumpul. Dalam penelitian ini, peneliti

menggunakan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif merupakan suatu bentuk

analisis yang diperuntukkan bagi data yang besar yang dapat dikelompokkan

ke dalam kategori-kategori yang berwujud angka-angka.

Adapun alternatif jawaban dengan menggunakan skala likert fungsinya yaitu

memberikan skor pada masing-masing jawaban pernyataan alternatif tersebut.

Kemudian dari alternatif tersebut jawaban tersebut diproses dan diolah untuk

dipergunakan sebagai alat pengukur variabel yang diteliti. Kemudian nilai - nilai

alternatif jawaban diproses dan diolah untuk digunakan sebagai alat ukur variabel

yang diteliti dengan menggunakan perhitungan statistik dengan bantuan komputer

melalui program IBM SPSS 22 for Windows.

1. Uji Kualitas Data

a. Uji Validitas Data


45

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu

kuesioner Ghozali(2001 : 105 ). Uji validitas dapat dilakukan dengan melakukan

korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator dengan total skor konstruk.

Apabila dari tampilan output SPSS menunjukkan bahwa korelasi antara

masingmasing indikator terhadap total skor konstruk menunjukkan hasil yang

signifikan, dapat disimpulkan bahwa masing-masing indikator pertanyaan atau

penyataan adalah valid.

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang

merupakan indikator dari variabel atau konstruk Ghozali(2001: 106).Suatu

kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap

pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran

reliabilitas penelitian ini dilakukan dengan caraOne Shot atau pengukuran sekali

saja.

Pengukuran one Shot hanya sekali dilakukan dan kemudian hasilnya

dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban

pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji

statistik Cronbach Alpha (a). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika

memberikan nilai Cronbach Alpha> 0,06 Ghozali, (2001: 107 )

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji

heteroskedastisitas. Adapun penjelasan dari uji ini adalah sebagai berikut:


46

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah nilai residual berdistribusi

normal atau [Link] nilai residual tidak berdistribusi normal, maka uji statistika

menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Dalam menguji normalitas data

maka ada dua cara yang dapat digunakan yaitu analisi grafik dan analisis statistik

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya korelasiyang

tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linear

[Link] ada korelasi yang tinggi di antara variabel-variabel bebasnya, maka

hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikatnya menjadi terganggu.

Alat statistik yang sering dipergunakan untuk menguji gangguan multikolinearitas

adalah dengan Variance Inflation Factor (VIF).Apabila nilai VIF > 10, terjadi

[Link], jika VIF < 10, tidak terjadi multikolinearitas.

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi sempurna atau

mendekati sempurna diantara variabel [Link] melihat ada atau

tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dilihat dari nilai tolerance dan

lawannya Variance Inflation Factor (VIF). Batasan yang umum dipakai untuk

menunjukkan multikolinearitas adalah nilai tolerance <0,10 atau VIF >10

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskesdastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model

regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan dengan

pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi

heteroskesdastisitas. Uji heteroskesdastisitas dilakukan dengan melihat ada


47

tidaknya pola tertentu pada grafik Scatterplot antara SRESID dan ZPREDdimana

dasar analisisnya adalah :

 Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola

tertentu yang teratur, bergelombang, melebar kemudian menyempit maka

telah terjadi gejala heteroskesdastisitas

 Jika ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka

0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas

3. Uji Hipotesis

Penelitian ini menggambarkan suatu hubungan dimana satu atau lebih

variabel (variabel independen) mempengaruhi variabel lainnya (variabel

dependen).

Uji Simultan (Statistik F)

Uji statistik F dilakukan bertujuan untuk menguji apakah hasil analisis

regresi berganda modelnya sudah fix atau belum dan untuk dapat mengetahui

pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat secara keseluruhan atau secara

simultan. Patokan yang digunakan dalam pengujian ini adalah membandingkan

nilai sig yang diperoleh dengan derajat signifikansi pada level α = 0,05. Apabila

nilai sig yang diperoleh lebih kecil dari derajat signifikansi maka model yang

digunakan sudah fix.

a. Uji Parsial (Uji Statistik t)

Uji statistik t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh sebuah variabel

independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel

[Link] kepercayaan untuk pengujian hipotesis adalah 95% atau (α) =


48

0,05 (5%). Jika nilai t hitung > t tabel dengan signifikansi 0,05, dapat disimpulkan

bahwa secara parsial variabel independen berpengaruh signifikan terhadap

variabel dependen atau dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikan di bawah

0,05.

4. Analisis regresif linier berganda

Analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh dua atau lebih

variable independan terhada satu fariabel dependen (Ghozali, 2009). Dalam

analisis regresi linier berganda, selain mengukur kekuatan pengaruh variabel

independen terhadap variabel dependen juga menunjukkan arah pengaruh

tersebut. Statistical Package For Sosial Science (SPSS) 22 akan digunakan untuk

membantu proses analisis regresi linear berganda. Pengujian-pengujian tersebut

didasarkan pada persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = a + b1X1+ b2X2+ e

Ket:

Y : kualitas laporan keuangan

X1 : sistem informasi akuntansi

X2 : pengendalian internal

a : Konstanta

b1 : Koefisien regresi dari X1

b2 : Koefisien regresi dari X2

e : Kesalahan residual (error turn)


49

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa besar kemamuan

variables bebas menjelaskan variable terikat(Ghozali, 2007). Nilai koefisien

tererminasi adalah antara nol dan satu. Semakin tinggi nilai koefisien determinasi

(R²) berarti semakintinggi kemampuan variable independent dalam menjelaskan

variasi perubahan terhada variable dependen


BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum

1. Sejarah Singkat Kabupaten Bone

Kerajaan Bone dahulu terbentuk pada awal abad ke- IV atau pada tahun 1330, namun

sebelum Kerajaan Bone terbentuk sudah ada kelompok-kelompok dan pimpinannya


digelar Kalula Dengan datangnya To Manurung ( Manurungge Ri Matajang ) diberi gelar

Mata Silompo-E. maka terjadilah penggabungan kelompok-kelompok tersebut termasuk

Cina, Barebbo, Awangpone dan Palakka. Pada saat pengangkatan To Manurung Mata
Silompo- E menjadi Raja Bone, terjadilah kontrak pemerintahan berupa sumpah setia

antara rakyat Bone dalam hal ini diwakili oleh penguasa Cina dengan 10 Manurung

,sebagai tanda serta lambang kesetiaan kepada Rajanya sekaligus merupakan

pencerminan corak pemerintahan Kerajaan Bone diawal [Link]

penyerahan diri kepada Sang Raja juga terpatri pengharapan rakyat agar supaya menjadi

kewajiban Raja untuk menciptakan keamanan, kemakmuran, serta terjaminnya

penegakan hukum dan keadilan bagi rakyat. Adapun teks Sumpah yang diucapkan oleh
penguasa Cina mewakili rakyat Bone berbunyi sebagai berikut :

1. Angikko kuraukkaju riyaaomi’ri riyakkeng

2. Kutappalireng elomu elo rikkeng adammukkuwa mattampako

3. [Link] kisawe. Millauko ki abbere.

4. Mudongirikeng temmatippang. Muamppirikkeng

5. Temmakare. Musalimurikeng temmadinging “ terjemahan bebas ;

51
52

a. Engkau angin dan kami daun kayu, kemana berhembus kesitu kami

menurut kemauan dan

b. Kata-katamu yang jadi dan berlaku atas kami, apabila engkau

mengundang kami menyambut

c. dan apabila engkau meminta kami memberi, walaupun anak istri kami

jika tuanku tidak senangi kamipun tidak

d. Menyenanginya, tetapi engkau menjaga kami agar tentram, engkau


berlaku adil melindungi agar kami makmur

e. Dan sejahtera engkau selimuti kami agar tidak kedinginan ‘


Budaya masyarakat Bone demikian Tinggi mengenai sistem norma atau adat

berdasarkan Lima unsur pokok masing-masing : Ade, Bicara, Rapang, Wari dan Sara

yang terjalin satu sama lain, sebagai satu kesatuan organis dalam pikiran masyarakat yang

memberi rasa harga diri serta martabat dari pribadi masing-masing. Kesemuanya itu

terkandung dalam satu konsep yang disebut “ SIRI “merupakan integral dari ke Lima

unsur pokok tersebut diatas yakni pangadereng ( Norma adat), untuk mewujudkan nilai

pangadereng maka rakyat Bone memiliki sekaligus mengamalkan semangat/budaya :


1. Sipakatau artinya : Saling memanusiakan , menghormati / menghargai harkat dan

martabat kemanusiaan seseorang sebagai mahluk ciptaan ALLAH tanpa

membeda-bedakan, siapa saja orangnya harus patuh dan taat terhadap norma

adat/hukum yang berlaku

2. Sipakalebbi artinya : Saling memuliakan posisi dan fungsi masing-masing dalam

struktur kemasyarakatan dan pemerintahan, senantiasa berprilaku yang baik sesuai

dengan adat dan budaya yang berlaku dalam masyarakat


53

3. Sipakainge artinya: Saling mengingatkan satu sama lain, menghargai nasehat,

pendapat orang lain, manerima saran dan kritikan positif dan siapapun atas dasar

kesadaran bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kekhilafan

Pada tahun 1605 Agama Islam masuk di Kerajaan Bone dimasa pemerintahan Raja

Bone ke X Latenri Tuppu Matinroe Ri Sidenreng. Pada masa itu pula sebuatan Matoa

Pitu diubah menjadi Ade Pitu ( Hadat Tujuh ), sekaligus sebutan Matoa Mengalami Pula

Perubahan Menjadi Arung misalnya Matua Ujung disebut Arung Ujung dan seterusnya.
Demikian perjalanan panjang Kerajaan Bone, maka pada bulan Mei 1950 untuk pertama

kalinya selama Kerajaan Bone terbentuk dan berdiri diawal abad ke XIV atau tahun 1330
hingga memasuki masa kemerdekaan terjadi suatu demonstrasi rakyat dikota Watampone

yaitu menuntut dibubarkannya Negara Indonesia Timur, serta dihapuskannya

pemerintahan Kerajaan dan menyatakan berdiri dibelakang pemerintah Republik

Indonesia Beberapa hari kemudian para anggota Hadat Tujuh mengajukan permohonan

berhenti.

Disusul pula beberapa tahun kemudian terjadi perubahan nama distrik/onder distrik

menjadi Kecamatan sebagaimana berlaku saat ini. Pada tanggal 6 April 1330 melalui
rumusan hasil seminar yang diadakan pada tahun 1989 di Watampone dengan diperkuat

Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Bone No.1 Tahun 1990 Seri C, maka ditetapkanlah

tanggal 6 April 1330 sebagai Hari Jadi Kabupaten Bone dan diperingati setiap tahun .

2. Letak Geografi Dan Potensiwilayah

Daerah Kabupaten Bone merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat di Propinsi

Sulawesi Selatan, secara Geografis letaknya sangat strategis karena adalah pintu gerbang

pantai timur Sulawesi Selatan yang merupakan pantai Barat Teluk Bone memiliki garis

pantai yang cukup panjang membujur dari Utara ke Selatan menelusuri Teluk Bone
54

tepatnya 174 Kilometer sebelah Timur Kota Makassar, luas wilayah Kabupaten Bone

4,556 KM Bujur Sangkar atau sekitar 7,3 persen dari luas Propinsi Sulawesi Selatan,

didukung 27 Kecamatan, 335 Desa dan 39 Kelurahan, dengan jumlah penduduk 648,361

Jiwa. Kabupaten Bone berbatasan dengan daerah-daerah sebagai berikut ; Sebelah Utara

Kabupaten Wajo Sebelah Selatan Kabupaten Sinjai Sebelah Barat Kabupaten Soppeng,

Maros, Pangkep dan Barru Sebelah Timur adalah Teluk Bone yg menghubungkan

Propinsi SulawesiTenggara Untuk jelasnya 27 Kecamatan di Kabupaten Bone


dicantumkan sebagai berikut ;

1. Kecamatan Tanete Riattang


2. Kecamatan Tanete Riattang Barat

3. Kecamatan Tanete Riattang Timur

4. Kecamatan Palakka

5. Kecamatan Awangpone

6. Kecamatan SibuluE

7. Kecamatan Barebbo

8. Kecamatan Ponre
9. Kecamatan Cin

10. Kecamatan Mare

11. Kecamatan Tonr

12. Kecamatan Salomekko

13. Kecamatan Patimpeng

14. Kecamatan Kajuara

15. Kecamatan Kahu

16. Kecamatan Bontocani


55

17. Kecamatan Libureng

18. Kecamatan Lappariaja

19. Kecamatan Bengo

20. Kecamatan Lamuru

21. Kecamatan Tellu LimpoE

22. Kecamatan Ulaweng

23. Kecamatan Amali


24. Kecamatan Ajangale

25. Kecamatan Dua BoccoE


26. Kecamatan Tellu SiattingE

27. Kecamatan Cenrana

3. Topografi Dan Pemanfaatan Lahan

Kalau kita amati Kabupaten Bone termasuk daerah tiga demensi yaitu ; Pantai,

Daratan dan Pegunungan, luas sawah sebagai lahan pertanian adalah 455.600 Ha,

sehingga Kabupaten Bone ditetapkan sebagai daerah penyangga beras untuk Propinsi

SulawesiSelatan yang biasa dikenal dengan istilah BOSOWA SIPILU singkatan dari
Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang dan Luwu, begitu pula daerah pantainya sangat

panjang membujur dari Utara ke Selatan yang menyusuri Teluk Bone dari 27 Kecamatan

yang ada di Kabupaten Bone, 9 diantaranya adalah masuk daerah pantai seperti

Kecamatan Cenrana, Tellu SiantingE, Awangpone, Tanette Riattang Timur, SibuluE,

Mare, Tonra, Salomekko dan Kajuara, dengan demikian sumber mata pencaharian

penduduk Kabupaten Bone sebagaian besar adalah Petani dan Nelayan.


56

B. Hasil Penelitian

1. Krakteristik Responden

Dalam penelitian ini, Peneliti menyebarkan Kuesioner sebanyak 50 rangkap dan

dikembalikan sebanyak 40 rangkap jadi terdapat 7 rangkap kuesioner yang tidak terisi

dan 3 kuesioner yang tidak dapat di olah. Hal ini terjadi pada responden untuk anggota

DPRD dan dinas pemadam kebakaran karna kuesioner tersebut harus diberikan langsung

kepada resonden sementara sebagian besar dari mereka tidak berada di tempat ketika
peneliti melakukan penelitian. Gambaran yang di peroleh tentang krakteristik resonden

akan dilakukan dengan pengolahan data melalui perhitungan statistik deskritif. Berikut ini
disajikan hasil analisis statistik deskriptif yang dieroleh dari jawaban responden atas

pertanyaan yang di ajukan oleh peneliti.

Tabel 4.1
Tingkat Pengembalian Kuesioner

Keterangan Jumlah Persentase


Kuesioner yang disebar 50 100 %
Kuesioner yang tidak kembali 10 7,8 %
Kuesioner yang tidak diisi lengkap 3 2,2 %
Kuesioner yang dapat diolah 32 70 %
Sumber: Data primer diolah 2015
Karakteristik responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi

beberapa kelompok yaitu menurut jenis kelamin, usia, pendidikan, dan masa kerja pada

dinas daerah Kabupaten Bone. Berikut ini disajikan karakteristik responden menurut jenis

kelamin, usia, pendidikan, dan masa kerja.


57

a. Jenis Kelamin

Hasil olah data untuk jenis kelamin responden dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel

4.2. menunjukkan bahwa jumlah responden yang paling banyak adalah responden yang

berjenis kelamin peremuan yaitu sebanyak 22 orang atau sebesar 80,00%.

Tabel 4.2
Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase


Laki-laki 10 20,00
Perempuan 22 80,00
Total 32 100,00
Sumber : data primer, diolah 2015

b. Usia

Hasil olah data untuk tingkat usia responden dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2

menunjukkan bahwa usia responden rata-rata berkisar antara 31 hingga 50 tahun atau

sebesar 68,90%.

Tabel 4.3
Tingkat Usia Responden

Usia Frekuensi Persentase (%)


20-30 5 11,10
31-50 18 68,90
51-60 9 20,00
Total 32 100,00
Sumber : data primer, diolah 2015
58

c. Nama Instansi

Hasil olah data untuk nama instansi responden dapat dilihat pada tabel 4.3. Tabel

4.3 menunjukkan bahwa Instansi responden yang paling banyak berada pada Instansi

DPRD 12 responden dan Dinas Kebudayaan dan Parawisata 12 resonden atau sebesar

41,10%.

Tabel 4.4
Nama Instansi Responden
Nama Instansi Frekuensi Persentase (%)
DPRD 12 41,10
Dinas kebudayaan dan 12 41,10
Parawisata
Kantor Pemadam 8 17,80
Kebakaran
Total 32 100,00
Sumber : data primer, diolah 2015

d. Pendidikan

Hasil olah data untuk pendidikan responden dapat dilihat pada tabel 4.4. Tabel 4.4

menujukkan bahwa tingkat pendidikan responden yang paling banyak berada pada

pendidikan sarjana S1 27 responden atau sebesar 78,70%.

Tabel 4.5
Pendidikan Responden

Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase (%)


D3 1 2,60
S1 27 78,70
S2 4 18,70
59

Total 32 100,00
Sumber : data primer, diolah 2015

e. Masa Kerja

Hasil olah data untuk masa kerja responden dapat dilihat pada tabel 4.5. Tabel 4.5

menunjukkan bahwa tingkat masa kerja responden yang paling banyak berada pada >10

tahun atau sebesar 53,30%.

Tabel 4.6
Masa Kerja Responden

Masa Kerja Frekuensi Persentase (%)


<5 Tahun 1 2,70%
5-10 Tahun 13 40,40%
>10 Tahun 18 53,30%
Total 32 100,00
Sumber : data primer, diolah 2015

2. Analisis Deskriptif

a. Analisis Deskriptif Fariabel


Tabel 4.7
Deskritif Fariabel
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
SIA 32 22.00 40.00 33.0000 4.23503
PI 32 31.00 45.00 38.4375 4.25735
LK 32 29.00 50.00 42.4375 5.33363
Valid N
32
(listwise)
(sumber: Ouput SPSS 22)
60

Tabel 4.7 menunjukkan statistic deskritif dari masing-masing variable penelitian.

Berdasarkan table 4.7 hasil analisis menggunakan statistic deskriptif terhada variable

kualitas. Sistem informasi akuntansi menunjukkan nilai minimum sebesar 22,00 nilai

maksimum sebesar 40,00 mean (rata-rata) sebesar 33,00 dengan standar devisi sebesar

4,235, selanjutnya hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap

pengendalian internal menujukkan nilai minimum sebesar 31,00 dan maksimun sebesar

45,00 mean (rata-rata) sebesar 38,43 denganstandar devisi sebesar 4,257, sedangkan
untuk fariabel kualitas laoran keuangan pemerintah daerah nilai minimum sebesar 29,00

nilai maksimun sebesar 50,00 mean (rata-rata) sebesar 42,43 dengan standar devisi
sebesar 5,333

Berdasarkan table di atas dapat disimpulkan bahwa nilai tara-rata tertinggi berada

padavariable kualitas laporan keuangan emerintah daerah yaitu 42,43, sedangkan yang

terendah adalah fariabel system informasi akuntansi yaitu 33,00 untuk standar devisi

tertinggi berada pada variable kualitaslaporan keuangan yaitu 5,35 dan yang terendah

adalah SIA yaitu 4,23.

b. Analisis Deskriptif Pernyataan

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah ISA, kepatuhan auditor, dan

kualitas [Link] frekuensi atas jawaban responden dari hasil tabulasi skor data.

Berdasarkan rumus yang digunakan yaitu :


61

Hasil perhitungan rentang skala menunjukkan nilai 0,80, dengan demikian rentang

skala 0,80 tersebut dapat dijelaskan nilai numeriknya sebagai berikut:


Tabel 4.8
Ikhtisar rentang skala variabel

ISA (International
Kepatuhan
Rentang Standards On Kualitas Audit
Auditor
Auditing)

1 ≤ X < 1,80 SR SR SR
1,80 ≤ X < 2,60 R R R
2,61 ≤ X < 3,40 S S S
3,41 ≤ X < 4,20 T T T
4,21 ≤ X < 5 ST ST ST
Ket :

SR :SangatRendah
R : Rendah
S : Sedang
T : Tinggi
ST : SangatTinggi

1) Analisis Deskriptif Variabel SIA (X1)

Analisa deskripsi terhadap variabel sistem informasi akuntansi yang terdiri dari 8

item pernyataan akan dilakukan dari hasil pernyataan responden mengenai SIA, dimana

nilai rata-rata hasil pernyataan responden dapat dilihat hasilnya bahwa dari 32 orang

responden yang diteliti, secara umum persepsi responden terhadap item-item pernyataan

pada sistem informasi akuntansi (X1) berada pada daerah tinggi dengan skor 4,136 Hal ini

berarti bahwa responden memberikan persepsi yang cukup baik terhadap pengawasan
62

internpada pemerintah Kota Bone. Pada pengaruh system informasi akuntansi ini terlihat

bahwa nilai indeks tertinggi terdapat pada aspek melaksanakan pencatatan secara

kronologis untuk setiap transaksi keuangan, memiliki indeks yakni sebesar 4,343.

Sementara nilai indeks terendah yaitu pada pelaksanaan proses penglasifikasian terhadap

setiap transaksi keuangan sebesar 4 dengan kategori pelaksanaan yang tinggi.

2) Analisis Deskriptif Variabel Penerapan System Pengendalian Internal (X2)

Analisa deskripsi terhadap variable penerapan System Pengendalian Internal yang

terdiri dari 9 item pernyataan akan dilakukan dari hasil pernyataan responden mengenai

kompetensi sumber daya manusia, dimana nilai rata-rata hasil pernyataan responden

dapat dilihat bahwa dari 32 orang responden yang diteliti, secara umum persepsi

responden terhadap item-item pernyataan pada penerapan system pengendalian internal

pemerintah (X2) berada pada daerah yangtinggi dengan skor 4,246. Hal ini berarti bahwa

respzonden memberikan persepsi yang baik terhadap peneraan system pengendalian

internal terhadap kualitas keuangan di instansi pemerintahan [Link]. Pada faktor

penerapan sisten pengendalian rerlihat bahwa nilai indeks tertinggi sebesar 4,468 terdapat

pada laporan keuangan disamping kepada PPKD (Pejabat Pengelolah Keuangan Daerah)

pegawai terkait keuangan daerah akan membantu pegawai SKPD dalam menguasai dan

mengembangkan keahlian akuntansi dalam rangka penyusunan laporan keuangan yang

baik. Hal ini berarti dengan menyampaikan laporan keuangan kepada PPKD sebagai

dasar penyusunan laoran keuangan lebih memberika kemudahan PPKD dalam

mendaatkan informasi sebagai dasar enyusunan laporan keuangan


63

[Link] nilai indeks terendah yaitu masyarakat dapat mengakses laporan

keuangan melalui inten (websait)

3) Analisis Deskriptif Variabel Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Y)

Analisa deskripsi terhadap variabel Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

yang terdiri dari 10 item pernyataan akan dilakukan dari hasil pernyataan responden

mengenai kualitas laporan keuangan, dimana nilai rata-rata hasil pernyataan responden

dapat dilihat bahwa dari 32 orang responden yang diteliti, secara umum persepsi

responden terhadap item-item pernyataan pada kualitas laporan keuangan pemerintah

daerah (Y) berada pada daerah sedang dengan skor 4,243. Hal ini berarti bahwa

responden memberikan persepsi yang baik terhadap kualitas laporan keuangan

pemerintah daerah Kota Bone. Pada faktor kualitas laporan keuangan ini terlihat bahwa

nilai indeks tertinggi terdapat pada aspek penyajian yang jujur (apa adanya) serta akurat

tentang pelaporan keuangan pemerintah daerah sebesar 3,343. Sementara nilai indeks

terendah yaitu laporan keuangan pemerintah daerah yang dihasilkan menyediakan

informasi yang mampu memprediksi masa yang akan datang sebesar 4,031 dalam

kategori pelaksanaan yang baik.

C. Hasil Uji Kualitas Data

Tujuan dari uji kualitas data adalah untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data

yang [Link] kualitas data yang dihasilkan dari penggunaan instrument

penelitian dapat dianalisis dengan menggunakan uji validitasi dan uji reliabilitas.

1. Uji Validitas
64

Uji Validitas adalah prosedur untuk memastikan apakah kuesioner yang akan

dipakai untuk mengukur variabel penelitian valid atau [Link] dapat dikatakan

valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur

oleh kuesioner [Link] mengetahui item pernyataan itu valid dengan melihat nilai

Corrected Item Total Corelation. Apabila item pernyataan mempunyai r hitung > dari r

tabel maka dapat dikatakan valid. Pada penelitian ini terdapat jumlah sampel (n) = 32

responden dan besarnya df dapat dihitung 32 – 2 = 30 dengan df = 30 dan alpha = 0,05

didapat r tabel = 0,338 (sumber: lampiran tabel 15, Ghozali, 2013). Jadi, item pernyataan

yang valid mempunyai r hitung lebih besar dari 0,338. Adapun hasil uji validitas data

dalam penelitian ini dapat dilihat pada masing-masing tabel berikut :

Tabel 4.12
Hrasil Uji Validitas Vaiabel SIA (X1)

Instrumen penelitian r hitung r table Keterangan


Item_1 0,680 0.338 Valid
Item_2 0,604 0.338 Valid
Item_3 0,726 0.338 Valid
Item_4 0,516 0.338 Valid
Item_5 0,525 0.338 Valid
Item_6 0,643 0.338 Valid
Item_7 0,790 0.338 Valid
Item_8 0,713 0.338 Valid
(Sumber: Data primer tahun 2015, diolah)

Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa semua item didalam variabel sistem

informasi akuntansi keuangan daerah yang diuji dalam penelitian dinyatakan bahwa

masing-masing instrumen pernyataan dianggap valid karena nilai Corrected Item-Total

Correlation> dari r tabel pada signifikansi 0,05 (5%).


65

Tabel 4.13
Hasil Uji Validitas Variabel Pengendalian Internal (X2)

Instrumen penelitian r hitung r tabel Keterangan


Item_1 0,700 0.338 Valid
Item_2 0,745 0.338 Valid
Item_3 0,709 0.338 Valid
Item_4 0,619 0.338 Valid
Item_5 0,560 0.338 Valid
Item_6 0,733 0.338 Valid
Item_7 0,784 0.338 Valid
Item_8 0,802 0.338 Valid
Item_9 0,654 0.338 Valid
(Sumber: Data primer tahun 2015, diolah)
Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa semua item didalam variabel

pengendalian internal yang diuji dinyatakan bahwa masing-masing instrumen pernyataan

dianggap valid karena nilai Corrected Item-Total Correlation> dari r tabel pada

signifikansi 0,05 (5%).

Tabel 4.14
Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Y)

Instrumen penelitian r hitung r table Keterangan


Item_1 0,793 0.338 Valid
Item_2 0,824 0.338 Valid
Item_3 0,596 0.338 Valid
Item_4 0,639 0.338 Valid
Item_5 0,813 0.338 Valid
Item_6 0,813 0.338 Valid
Item_7 0,570 0.338 Valid
Item_8 0,863 0.338 Valid
Item_9 0,776 0.338 Valid
Item_10 0,703 0.338 Valid
(Sumber: Data primer tahun 2015, diolah)
Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa semua item didalam variabel kualitas

laporan keuangan pemerintah daerah yang diuji dinyatakan bahwa masing-masing


66

instrumen pernyataan dianggap valid karena nilai Corrected Item-Total Correlation> dari

r tabel pada signifikansi 0,05 (5%).

1. Uji Reliabilitas

Konsep reliabilitas dapat dipahami melalui ide dasar konsep tersebut yaitu

konsistensi. Peneliti dapat mengevaluasi instrumen penelitian berdasarkan perspektif dan

teknik yang berbeda, tetapi pertanyaan mendasar untuk mengukur reliabilitas data adalah

bagaimana konsistensi data yang dikumpulkan. Pengukuran reliabilitas menggunakan


indeks numerik yang disebut dengan koefisien. Konsep reliabilitas dapat diukur

melalui tiga pendekatan yaitu koefisisen stabilitas, koefisien ekuivalensi dan reliabilitas
konsistensi internal.

Uji reliabilitas merupakan alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang

merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban

dari responden itu stabil dari waktu ke waktu. Kriteria suatu instrumen penelitian

dikatakan realibel jika dengan menggunakan uji statistik Cronbach Alpha (α),

koefisien realibilitas > 0,60.

Tabel 4.16
Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Batas Ket.


Alpha reliabilitas
Sistem informasi akuntansi 0,809 0.60 Reliabel
Sistem Pengendalian Internal 0,870 0.60 Reliabel
Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
0,909 0.60 Reliabel
Daerah
(Sumber: Data primer tahun 2015, diolah)

Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai cronbach’s alpha dari semua variabel lebih

besar dari 0,60, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen dari kuesioner yang
67

digunakan untuk menjelaskan variabel system informasi akuntansi, pengendalian internal

dan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yaitu dinyatakan handal atau dapat

dipercaya sebagai alat ukur variabel.

D. Analisis Data

1. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik yang dilakukan meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji

heteroskedastisitas. Interpretasinya ditunjukkan sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal

atau [Link] lebih memastikan apakah data residual terdistribusi secara normal atau

tidak, maka uji statistik yang dapat dilakukan yaitu pengujian one sample kolmogorov-

[Link] ini digunakan untuk menghasilkan angka yang lebih detail, apakah suatu

persamaan regresi yang akan dipakai lolos normalitas. Suatu persamaan regresi dikatakan

lolos normalitas apabila nilai signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0,05.

Hasil pengujian normalitas yang dilakukan menunjukkan bahwa data berdistribusi

normal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar > 0,05. Pengujian

normalitas data juga dilakukan dengan menggunakan grafik yaitu histogram.

Berdasarkan grafik histogram dan uji statistik sederhana dapat disimpulkan bahwa

data terdistribusi [Link] ini dibuktikan dengan hasil uji statistik menggunakan nilai

Kolmogorov-smirnov. Dari tabel 4.18 dapat dilihat signifikansi nilai Kolmogorov-smirnov

yang diatas tingkat kepercayaan 5% yaitu sebesar 0,01, hal tersebut menunjukkan bahwa

data terdistribusi normal.


68

Tabel 4.17
Hasil Uji Normalitas - One Sample Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 32
a,b
Normal Parameters Mean .0000000
Std.
3.39126679
Deviation
Most Extreme Absolute .188
Differences Positive .154
Negative -.188
Test Statistic .188
Asymp. Sig. (2-tailed) .005c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
(Sumber:Output SPSS 22)

Bentuk grafik histogram berikut juga menunjukkan bahwa data terdistribusi normal

karena bentuk grafik normal dan tidak melenceng ke kanan atau ke kiri. Grafik normal

plot juga mendukung hasil pengujian dengan grafik histogram.

Gambar 4.18
Hasil Uji Normalitas – Histogram
69

(Sumber: Output SPSS 22)


Dapat dilihat bahwa titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah
garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

Grafik
Hasil Uji Normalitas-Grafik Normal plot

(sumber: Output SPSS 22)

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan

adanya korelasi antar variabel bebas (independen).Ghozali (2013: 105) menyatakan

bahwa model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel

independen. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas di dalam model

regresi adalah sebagai berikut :


70

a. Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen. Jika antar variabel

independen ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya di atas 0,90), maka hal ini

merupakan indikasi adanya multikolonieritas. Tidak adanya korelasi yang tinggi

antar variabel independen tidak berarti bebas dari multikolonieritas dapat

disebabkan karena adanya efek kombinasi dua tau lebih variabel independen

b. Multikolonieritas dapat juga dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya (2)
variance inflations factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel
independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Dalam
pengertian sederhana setiap variabel independen menjadi dependen (terikat) dan
diregresi terhadap variabel independen lainnya. Nilai yang dipakai untuk
menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance ≤ 0.10 atau sama
dengan nilai VIF ≥ 10.

Berikut adalah hasil uji multikolonieritas :


Tabel 4.19
Uji Coefficients
Coefficientsa
Standardiz
ed
Unstandardized Coefficien Collinearity
Coefficients ts Statistics
Std. Toleran
Model B Error Beta t Sig. ce VIF
1 (Consta
3.876 6.527 .594 .557
nt)
SIA .075 .158 .060 .474 .639 .882 1.134
PI .939 .158 .749 5.960 .000 .882 1.134
a. Dependent Variable: LK
(Sumber: Output SPSS 22)
71

c. Uji Heteroskedastisitas

Grafik Scatterplot penelitian ini terlihat menyebar secara acak serta tersebar baik

diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y hal ini menunjukkan tidak terjadi

heteroskedestisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk

memprediksi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah berdasarkan masukan variabel

independennya (sistem akuntansi keuangan daerah, kompetensi system informasi

akuntansi, sistem pengendalian internal).

Gambar 4.20
Hasil Uji Heteroskedastisitas - Scatterplot

(Sumber: Output SPSS 22)

Hasil uji heteroskedasitas dari gambar 4.20 menunjukan bahwa grafik scatterplot

antara SRESID dan ZPRED menunjukkan pola penyebaran, dimana titik-titik menyebar
72

secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini

dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga

model regresi layak dipakai untuk memprediksi pengawasan SIA (X1), dan pengendalian

internal (X2).

2. Uji Hipotesis

Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis H1 dan H2 menggunakan

analisis regresi berganda dengan meregresikan variabel independen (system informasi

akuntansi berbasis komputer dan Pengawasan Internal) terhadap variabel dependen

(Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah daerah). Uji hipotesis ini dibantu dengan

menggunakan program SPSS versi 22.

a. Hasil Uji Regresi Berganda Hipotesis Penelitian H 3

Pengujian hipotesisH1 dan H2 dilakukan dengan analisis regresi berganda system

informasi akuntansi, pengaruh pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan

pemerintah daerah. Hasil pengujian tersebut ditampilkan sebagai berikut.

Tabel 4.21
Hasil Uji F – Uji Simultan
ANOVAa
Sum of Mean
Model Squares Df Square F Sig.
1 Regression 525.354 2 262.677 21.367 .000b
Residual 356.521 29 12.294
Total 881.875 31
a. Dependent Variable: LK
b. Predictors: (Constant), SIA, PI
(Sumber: Output SPSS 22)
73

Dari hasil formula excel,” =FINV (prob, df2”df1=2, df2=29 maka dapat di peroleh

F table sebesar 3,32 dari hasil erhitungan SPSS di eroleh nilai F hitung sebesar 21,367

dan F table sebesar 3,32. Krna nilain nilai F hitung lebeh besar dari nila F table

(21,367>3,32) dengan tingkat siknifikan sbesar 0,000b dengan nilai (sig)=0,000b <0,05.

Dengan demi kian secara simultan daat di simulkan bahwa (x1) system informasi

akuntansi dan (X2) pengendalian internal berpengaruh signifikan terhada (Y) kualitas

laoran keuangan.

Pengujian signifikan bertujuan untuk mengetahui signifikansi korelasi system

informasi akuntansi (X1) dan pengendalian internal (X2), secara bersama-sama terhadap

kualitas laporan keuangan pemerintah daerah (Y) studi pada Satuan Kerja Perangkat

Daerah (SKPD) Kota Bone. Uji signifikansi dilakukan dengan menggunakan uji F.

Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai Fhitung sebesar 21.367 sedangkan Ftabel sebesar 2,24.

Dapat diketahui bahwa Fhitung (21,367) > Ftabel (2,24) jadi hipotesis diterima. Berdasarkan

hasil uji juga diperoleh nilai P value sebesar 0,000b lebih kecil dari 0,05. Kesimpulannya

berarti bahwa secara simultan, system informasi akuntansi (X1), dan pengendalian

internal (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan

pemerintah daerah (Y) di SKPD kotaBone.


74

Tabel 4.22
Hasil Uji T Hitung

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 3.876 6.527 .594 .557
SIA .075 .158 .060 .474 .639
PI .939 .158 .749 5.960 .000
a. Dependent Variable: LK
(Sumber: Output SPSS 22)
Berdasarkan tabel 4.21 diatas dapat dianalisis model estimasi sebagai berikut :

Y = 3.876 + 0,075 X1 + 0,939 X2+ e………..(1)

Keterangan :

Y = Kualitas Laporan Keuangan

X1 = sistem informasi akuntansi

X2 = pengendalian internal

a = Konstanta

b1, b2, b3 = Koefisien regresi

e = Standar error

Dari persamaan di atas dapat dijelaskan bahwa :

1) Nilai konstanta sebesar 3.876 mengindikasikan bahwa jika variabel independen

(sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal) adalah nol maka kualitas

laporan keuangan pemerintah daerah akan terjadi sebesar 3.876


75

2) Koefisien regresi variable pengendalian internal (X 2) sebesar 0,939

mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan variable system informasi

akuntansi akan meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah

sebesar 0,939. Berdasarkan uji T di eroleh bahwa nilai T htung sebesar 0,474dan

t table sebesar 2,045 dengan tingkat signifansi 0,639. Karna t hitung lebih kecil

dari T tabel (0,474<2,045) dan tingkat signifikansi lebih besar di banding 0,05

dan nilai t hitung bertanda positif dengan maka secara persial variable

independen system informasi akuntansi dan engendalian internal berengaruh

positif dan signifikan terhadap kualitas laoran keuangan. Maka dapat di ketahui

X1 dan X2 berpengaruh siknifikan terhada Y

3) Koefisien regresi variabel sistem informasi akuntansi (X1) sebesar 0,075

mengindikasikan bahwa setia kenaikan satu satuan fariabel pengendalian

internal akan meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerinthan daerah

sebesar 0,075.

Uji hipotesis

Hasil interpretasi atas hipotesis penelitian (H1 dan H2) yang diajukan dapat dilihat

sebagai berikut:

1) Pengaruh sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah (H1)

Berdasarkan tabel 4.22, tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara

SIA terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kab. [Link] analisis

dengan menggunakan SPSS 22menunjukkan bahwa nilai p value hasil perhitungan


76

pengawasan SIA (X1) terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah (Y) sebesar

0,639 pada taraf kesalahan 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai p 0,639 lebih besar

dari taraf kesalahan 0,05 (0,639 > 0,05).

Menguji signifikansi bisa juga dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel pada

taraf kesalahan 5%, jika nilai t hitung lebih besar dari ttabel maka korelasi tersebut signifikan,

dan jika nilai thitung lebih kecil dari ttabel maka korelasi tesebut tidak signifikan. Kemudian

untuk mengetahui apakah pengaruh tersebut signifikan atau tidak adalah dengan

membandingkan nilai thitung dengan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan df = n-k yaitu 32-

1=31 sebesar 1,695. Hasil koefisien korelasi menunjukkan bahwa t hitung lebih kecil dari

pada ttabel (0,479 < 1,695) maka terdapat korelasi yang tidak signifikan. Jadi hasil

penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh antara penerapan sistem informasi akuntansi

terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Dengan demikian hipotesis

pertama yang menyatakan penerapan sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap

kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, tidak terbukti. Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa peneralan sistem informasi akuntansi yang belum efektif dan efisien

belum berimplikasi terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah

pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bone.

2) Penerapan sistem pengendalian internal pemerintahan terhadap kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah (H2)

Berdasarkan tabel 4.22 terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara

peneraan system pengendalian internal pemerintahan terhadap kualitas laporan keuangan

pemerintah daerah Kab. Bone. Hasil analisis dengan menggunakan SPSS 22


77

menunjukkan bahwa nilai p value hasil perhitungan sistem pengendalian internal

pemerintahan (X2) terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah (Y) sebesar

0,000 pada taraf kesalahan 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai p 0,000 lebih kecil

dari taraf kesalahan 0,05 (0,000 < 0,05).

Menguji signifikansi bisa juga dengan membandingkan nilai t hitung dengan ttabel pada

taraf kesalahan 5%, jika nilai t hitung lebih besar dari ttabel maka korelasi tersebut signifikan,

dan jika nilai thitung lebih kecil dari ttabel maka korelasi tesebut tidak signifikan. Kemudian

untuk mengetahui apakah pengaruh tersebut signifikan atau tidak adalah dengan

membandingkan nilai thitung dengan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan df = n-k yaitu 32-

1 = 31 sebesar 1,695. Hasil koefisien korelasi menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari

pada ttabel(5,960>1,695) maka terdapat korelasi yang signifikan. Jadi hasil penelitian ini

adalah terdapat pengaruh yang positif dansignifikan antara penerapan system

pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Dengan

demikian hipotesis kedua yang menyatakan kualitas penerapan system pengendalian

internal terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah terbukti. Hasil penelitian

ini menunjukkan bahwa pengendalian internal yang berkompeten dalam mengelola

laporan keuangan pemerintah daerah akan berdampak pada peningkatan kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah.

b. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan

variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen. Dengan kata lain koefisien

determinasi digunakan untuk mengukur kemampuan variabel system informasi


78

akuntansi(X1) dan variabel pengendalian internal (X2) dapat menjelaskan variabel

kualitas laporan keuangan(Y).

Tabel 4.23
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summary
Std. Error of the
Model R R Square Adjusted R Square Estimate
a
1 .772 .595 .568 3.50626
a. Predictors: (Constant), SIA, PI
(Sumber: Output SPSS 22)

Berdasarkan tabel diatas nilai R adalah 0,772 menurut pedoman interpretasi

koefisien korelasi, Berdasarkan hasil uji koefisien deteminasi diatas, nilai R 2 (Adjusted R

Square) dari model regresi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan

variabel bebas (independent) dalam menerangkan variabel terikat (dependent). Dari tabel

diatas diketahui bahwa nilai R2 sebesar 0,595 hal ini berarti bahwa 59,5% yang

menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan dipengaruhi oleh variabel Sistem

informasi akuntansi dan pengendalian internal. Sisanya sebesar 40,5% dipengaruhi oleh

variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini.

E. PEMBAHASAN

Penelitian mengenai hal-hal apa saja yang mempengaruhi kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah, yang melibatkan pengaruh variabel bebas (penerapan

system informasi akuntansi, penerapan system pengendalian internal) terhadap variabel

independen (kualitas laporan keuangan pemerintah daerah), dapat dibuat pembahasan

sebagai berikut:
79

1. Penerapan system informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan

pemerintah daerah.

Hipotesis pertama yang diajukan pada penelitian ini adalah bahwa peneraan sistem

informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah

daerah. Artinya, dengan penerapan sistem informasi akuntansi yang tidak optimal maka

tidak akan memengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil

analisis menunjukkan, penerapan sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap

kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, sebab hasil analisis menunjukkan

ketidaksignifikanan variabel system informasi akuntansi terhadap kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah.

Hasil ini menujukkan bahwa responden penelitian berpendapat dengan penerapan

system informasi akuntansi yang tidak optimal maka tidakakan berimplikasi terhadap

peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Penerapan system informasi

akuntansi tidak memenuhi fungsinya dalam hal memberikan informasi yang tepat waktu

yang merupakan bagian dari nilai informasi dapat dicapai dengan peran komponen

teknologi. Komponen teknologi sistem komuter mempercepat rosestransmisi data yang

mana akan mendukung penciptaan proses nilai informasi. Teknologi informasi berperan

dalam menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para pengambilan keputusan di

dalam organisasi termasuk dalam hal pelaoran keuangan pemerintahan sehingga tidak

mendukung proses pengambilan keputusan dengan lebih efektif. Dalam Hal ini tidak

sejalan dengan cita-cita pemerintahan dalam rangka peningkatan kemampuan

pengelolaan keuangan daerah yang diatur dalam PP No. 24 tahun 2005 yang mengatur
80

tentang criteria kualitas informasi yang menjadikan informasi dalam pelaporan keuangan

pemerintah mempunyai nilai atau manfaat dalam pengambilan keutusan oleh semua

pengguna dan stekholders.

Teknologi ini mendukung literature-literatur yang berkaitan dengan manfaat dari

suatu teknologi informasi dalam suatu organisasi, suatu pemerintah daerah. Pemanfaatan

teknologi informasi yang meliputi teknologi computer, internet dan teknologi komunikasi

dalam pengelolaan keuangan daerah akan meningkatkan pemrosesan transaksi dan data

lainnya, keakurasian dalam perhitungan, serta penyiapan laporan dan output lainnya lebih

tepat [Link] penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yaitu Dita (2011)

yang menyimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi akuntansi tidak

berpengaruh terhadap kualitas pelaoran keuangan pemerintah. Akan tetapi penelitian ini

tidak sejalan dengan Faristina (2011), Celviana dan Rahmawati (2010) yang

menghasilkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi akuntansi berpengaruh positif dan

signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintahan.

Walaupun secara umum telah banyak diketahui manfaat yang ditawarkan oleh suatu

teknologi informasi antara lain kecepatan pemrosesan transaksi dan penyiapan laporan,

keakuratan perhitungan, penyimpanan data dalam jumlah besar, kos pemrosesan yang

lebih rendah, kemampuan multiprocessing tetapi pengimplementasian teknologi

informasi tidaklah murah. Terlebih jika teknologi informasi yang ada tidak atau belum

mampu dimanfaatkan secara maksimal maka implementasi teknologi menjadi sia-sia dan

semakin mahal (Wahana Komputer, 2003).


81

Kendala penerapan teknologi informasi antara lain berkaitan dengan kondisi

perangkat keras, perangkat lunak yang digunakan, pemutakhiran data, kondisi sumber

daya manusia yang ada, dan keterbatasan dana. Kendala ini yang mungkin menjadi faktor

pemanfaatan teknologi informasi di instansi pemerintah belum [Link] optimalnya

pemanfaatan teknologi informasi ini mungkin juga memiliki pengaruh terhadap kualitas

pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten Bone.

2. Penerapan sistem pengendalian internal pemerintahan terhadap kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah

Hipotesis kedua yang diajukan pada penelitian ini adalah bahwa penerapan system

pengendalian internal pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan

pemerintah daerah. Artinya, dengan menerapan sisten pengendaliuan internal

pemerintahan yang optimal maka akan meningkatkan kualitas laporan keuangan

pemerintah daerah. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan, penerapan system

pengendalian internal pemerintahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas

laporan keuangan pemerintah daerah. Hasil ini menujukkan bahwa responden penelitian

berpendapat dengan pengawasan intern yang optimal maka akan berimplikasi terhadap

peningkatan kualitas kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Enerapan system

pengendalian internal telah memenuhi fungsinya dalam hal memberikan keyakinan

memadai tentang keandalan laporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum dan

perundang-undangan dan efektifitas dan efisiensi [Link] penelitian ini mendukung

hasil penelitian sebelumnya yaitu Ponamon (2013). Hasil penelitiannya menyatakan


82

bahwa penerapan system pengendalian internal pemerintahan berpengaruh positif

terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah kotaBone.

Penerapan sistem pengendalian internal pemerintahan juga menjadi salah satu

faktor signifikan yang mempengaruhi laporan keuangan pemerintah daerah sejalan

dengan temuan BPK-RI atas kurangnya pengawasan intern yang mengindikasikan

terjadinya kebocoran dan ketidakpatuhan terhadap perundang-undangan sehingga BPK

memberikan opini Tidak Wajar (TW) bahkan Tidak Memberikan Pendapat (TMP) atas

sebagian besar Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) pemerintah kota/daerah di

Indonesia. Untuk LKPD kota Makassar, BPK memberikan opini WDP selama lima tahun

berturut-turut (2009-2014). Hal ini mengindikasikan bahwa pengawasan intern di

pemerintahan daerah Kab bone dikategorikan cukup baik walaupun belum biasa

dikatakan baik sekali karena belum mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Semakin pengawasan intern pemerintah daerah maka akan berdampak pada peningkatan

kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

Menjaga integritas data yang dimiliki agar tetap akurat, konsisten dan

mencerminkan kualitas data merupakan tanggung jawab suatu organisasi dalam

melaksanakan pengendalian internal terhadap entitasnya tersebut. Selain itu, Ketepatan

input dan posting data keuangan merupakan hal yang sangat mendasar dalam menjamin

kualitas penyajian laporan pertanggungjawaban suatu organisasi. Adanya sistem otorisasi

dan pembatasan akses terhadap segala bentuk pemrosesan transaksi oleh pihak yang

berwenang akan menjamin data keuangan dalam suatu organisasi tetap aman.

Dilaksanakannya perumusan dalam penyusunan kebijakan yang sehat tentang


83

pengawasan intern sangat diperlukan sebagai pendukung penerapan pengawasan intern

dalam suatu organisasi. Pada akhirnya, setiap alat ukur dari pengawasan intern yang

dilaksanakan secara optimal akan berimplikasi pada peningkatan kualitas penyajian

laporan pertanggungjawaban suatu entitas yang dalam hal ini pada Satuan Kerja

Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bone.


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh tiga variable

independen yaitu penerapan system informasi akuntansi dan penerapan system

pengendalian internal pemerintahan dan variable dependen yaitu kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah.

Berdasarkan pada data yang dikumpulkan dan pengujian yang telah dilakukan

maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengaruh sistem informasi akuntansi berbasis komuter di dalam penelitian ini

di simulkan bahwa sistem informasi akuntansi berbasis komputer berpengaruh

positif namun tidak siknifikan terhada kualitas laporan keuangan pemerintah

daerah.

2. penerapan sistem pengendalian internal pemerintahan berpengaruh terhadap

kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Hasil penelitian ini di

simpulkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh ositif dan

siknifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintahan daerah.

3. Pengaruh sistem informasi akuntansi berbasis komuter dan penerapan sistem

pengendalian internal pemerintahan berpengaruh secara simultan terhadap

kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa dengan menerapkan sistem informasi akuntansi yang

84
86

efektif dan efisien, penerapan sistem pengendalian internal pemerintahan yang

memiliki kompetensi dalam pengelolaan keuangan daerah serta penerapan

akrual basis yang baik akan mampu meningkatkan kualitas laporan keuangan

pemerintah daerah.

4. Dalam penelitian tersebut dapat di ketahui bahwa variabel yang paling

dominan terhadap kualitas laporan keuangan adalah varibel (X2) sistem

pengendalian internal. Karna pengendalian internal laha yang mampu

memperoleh sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan

pemerintah daerah.

B. Keterbatasan

Keterbatasan atau hambatan yang dihadapi penulis selama melakukan

penelitian adalah :

1. Penelitian ini menguji pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi dan

peneraan sistem pengendalian internal pemerintahan terhadap kualitas laporan

keuangan pemerintah daerah. Dari hasil uji koefisien determinasi terlihat

bahwa pengaruh variable independen terhadap variable dependen hanya

sebesar 59,5%, sehingga 40,5% dipengaruhi oleh variabel lain.

2. Penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan untuk pemerintah daerah secara

umum karena penelitian ini hanya mengambil populasi di satu pemerintah

kota saja, yaitu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kota Bone.

3. Penelitian hanya mengambil sampel 3 SKPD pada Satuan Kerja Perangkat

Daerah (SKPD) kota Bone karena ke terbatasan waktu penelitian, perizinan


86

yang sedikitrumit, serta respon dari beberapa kantor SKPD yang kurang

mendukung untuk diadakannya penelitian.

C. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang telah diambil

dan beberapa keterbatasan yang dikemukakan di atas, makadapatdiberikan saran

sebagaiberikut:

1. Penelitian selanjutnya lebih memperluas populasi dan sampel penelitian untuk

meneliti di beberapa kabupaten/kota sehingga terhadap hasil yang diperoleh

dapat ditarik sebuah kesimpulan yang bersifat umum dan lebih representatif.

2. Pemerintah daerah khususnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kota

Bone, diharapkan untuk lebih meningkatkan kompleksitas penyajian

informasi dalam laporan keuangan pemerintah daerah sehingga dapat

memenuhi karakteristik kualitatif seperti yang disebutkan dalam PP No.

71/2010 yakni relevan, andal, dapat dipahami dan dapat dibandingkan.

3. Penelitian selanjutnya dapat melakukan penambahan variable penelitian

untuk menguji variable tersebut terhadap kualitas laporan keuangan

pemerintah daerah. Variabel yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini

seperti penerapan standar akuntansi pemerintahan, perkembangan teknologi

informasi, system informasiakuntansi, internal audit sertavariabel-variabel

lain yang mungkin memengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah

daerah.
87

DAFTAR PUSTAKA

Bandi. 2006. Pengaruh respon perusahaan dalam investasi teknologi informasi


terhadap kinerja perusahaan: strategi bisnis, kematangan teknologi
informasi, dan ukuran perusahaan sebagai variabel anteseden. Fakultas
ekonomi universitas sebelas maret, Surakarta

Bastian, Indra. 2006. Akuntansi Sektor Publik Suatu Pengantar. Erlangga, Jakarta.

Belajar Kilat SPSS 17. Penerbit Andi Yogyakarta dan Elcom Tahun 2010.

Bandi. 2006. Pengaruh respon perusahaan dalam investasi teknologi informasi


terhadap kinerja perusahaan : strategibisni, kematangan teknologi informasi,
dan ukuran perusahaan sebagai variable anteseden. Fakultas ekonomi
universitas sebelas maret, Surakarta

Davis, F.D. (1989). Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use and User
Acceptance of Information Technology. MIS Quarterly, 13(3): 319-339.

Herawati ,Tuti. 2014. Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas


Laporan Keuangan (Survei Pada Organisasi Perangkat Daerah Pemda
Cianjur).STAR – Study & Accounting Research | Vol XI, No. 1 – 2014

Sanjaya, I.P.S., (2005), Pengaruh Manfaat dan Kemudahan Pada Minat


Berperilaku (behavioral intention) Dalam Penggunaan Internet, Kinerja, 9,
146-156.

Palupi, Majang dan Heru Kurnianto Tjahjono. Aplikasi Technology Acceptance


Model (Tam) Dengan Mempertimbangkan Gender Pada Perilaku
Penggunaan Internet. Universitas Muhammad iyah Yogyakarta.

Warren, [Link]., and Reeve, [Link]., and Fess,E. Philip. 2005. Corporate
Financial Accounting. South Western: Thomson.

Baridwan, Zaki. 2009. Sistem Akuntansi: Penyusunan Prosedur dan Metode, Edisi
Kelima, Badan Penerbitan Fakultas Ekonomi, Yogyakarta.

Surendran, P. (2012). Technology acceptance model: a survey of literature.


International Journal of Business and Social Research, 2(4),175-178

Hall James A. 2009 : 6. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi [Link] Salemba


Empat.
88

Onaolapo A.A and Odetayo T.A. [Link] of Accounting Information System


onOrganisati onalEffectiveness : A Case Study of Selected Construction
Companies in Ibadan Nigeria. American Journal of Business and
Management. Vol. [Link]. 4. 2012. 183-189.

Turban, Efraim, et al. 2005. Decision Support Sistems and Intelligent Systems
7thEd. New Jersey : Pearson Education.

Yusuf, Syamsu LN. 2011. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung:
Remaja Rosda karya.

Bodnar, George H, and William [Link]. 2006. Sistem Informasi Akuntansi,


Buku I. Jakarta: Penerbit salemba empat.

Soudani, Siamak Nejad hosseini; 2012; The Usefulnessof an Accounting


Information System forEffective Organizational Performance; International
Journal of Economics and Finance;Vol. 4; p136-145.

Salehi, Mehrdad.,et. al. (2011). Organizational commitment thesis. Journal of


contemporary research in business, 3(7), 823-851

Zare. F. Bolhari, A., Rezaeean, &A., Bolhari, J., (2012). The impact
ofoccupational stress on quality of work life among the staff of e-
[Link] Academy of Science, Engineering and Technology, 3
(67): 314-318

Edison, G., Manuere, F, Joseph, M., and Gutu, K. [Link] of Factors


Influencing Adoption of Acounting Informasi by Small to Medium
Enterprises in Chinhoyi. Journalof Contemporary Research in Bussiness,
4(6), pp: 1126-1141.

Al-eqab, M. and Adel, D. 2013. The Impact of IT Sophistications on the


Perceived Usefulness of Accounting Information Characteristics among
Jordanian Listed Companies. Journal of Bussiness and Social Science, 4(3),
pp: 145-155.

Gangga Almes. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning


dalam Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar SMKN 1 Koto XI Tarusan.
Skripsi

Silviana. 2013. Hubungan Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap


Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Survey Pada 9 Kota Di
89

Provinsi Jawa Barat). Proceeding Call for Papers dan Seminar Nasional
Fakultas Ekonomi UNS, 30-31 Mei 2013.

Mahdavi and Funel [Link] Sector Accountability and Accounting


Information System in the Islamic republic [Link] Journal of
Information Science and Technology, Volume 1 Number 2. July

Mahdi Salehi, Mahmood Hemmatfar, MarziyehBayat, 2010. Competitive


Advantages and Strategic Information Systems. International Journal of
Business and [Link]. 5, No. 7; July

Pornpan dejwittaya, Pairat. 2012. Effectiveness of accounting information system:


effect on performance of Thai-listed firms in Thailand. International
Academy of Business and Economics ISSN:1555-1296 Copyright:
07/01/2012.

Abdul Rochman. 2009. Pengaruh Implementasi Sistem Akuntansi, Pengelolaan


Keuangan Daerah terhadap Fungsi pengawasan dan Kinerja Pemda. Jurnal
Akuntansi dan Bisnis. Vol. 9 Nomor 1

Diana Tien Irafahmi. 2005. Menuju Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan


Daerah yang Baru. Jurnal Eksekutif. Volume 2 nomor 2

Moscove, SM Simkin and Bagnaroff [Link] concept of Accounting


Information [Link], NY, JohnWiley&[Link]

Dita Arfianti. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi NilaiInformasi


Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah, (Studi pada Satuan Kerja
Perangkat Daerah di Kabupaten Batang. SkripsiUniversitasDiponegoro :
Semarang.

Direktorat Aparatur Negara. 2006. Manajemen yang berorientasi pada


peningkatan kinerja instansi pemerintah (suatu profil).

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-quran Tajwid dan Terjemahnya


Dilengkapi dengan Ashabul Nuzul dan Hadits Sahih. Bandung: Syaamil
Quran, 2010.

Desi Indriasari, Ertambang Nahartyo. 2009. Pemgaruh kapasitas SDM,


Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengendalian Intern Akuntansi
terhadap Keterandalan dan Ketepatwaktuan Pelaporan Keuangan
Pemerintah Daerah, Studi pada Pemerintah kota Palembang dan Kabupaten
Ogan Ilir. JurnalAkuntansi.
90

Faristina Rosalin. 2011. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keandalan dan


Timeliness Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum, Studi pada BLU di
Kota [Link] Universitas Diponegoro : Semarang.

Gaspersz, Vincent. 2004. Perencanaan strategik untuk peningkatan kinerja sektor


publik, suatu petunjuk praktek. Gramedia, Jakarta.

Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.


Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.


Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hasibuan, Hara. 2010. Pengaruh Penerapan Akuntabilitas Keuangan, Pemanfaatan


Teknoligi Informasi dan Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-Undangan
Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, studi pada SKPD Kota
Pekanbaru, Skripsi S1 Fakultas EkonomiUniversitas Riau

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2006. Metodologi Penelitian Bisnis


untuk Akuntansi dan Manajemen (Ed. 1). Yogyakarta: BPFE.

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2006. Metodologi Penelitian Bisnis


untuk Akuntansi dan Manajemen (Ed. 1). Yogyakarta: [Link], hal 15

Mahmudi. 2010. Manajemen Kinerja sektor Publik (edisi 2). Yogyakarta : Unit
Penerbit dan Percetakan Sekolah tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (2005). Peraturan Pemerintah Nomor 24


Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan

Mardiasmo. 2005. Akuntansi Sektor Publik. Andi Offset

Mardiasmo, [Link] Sektor Publik. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Michael C. Jensen, William H. Meckling. 1976. Theory of the Firm:


ManagerialBehavior,Agency Costs and Ownership Structur. Journal of
Financial Economic. October, 1976, V. 3, No. 4, pp. 305-360

Mardjiono, Didik Eko. 2009. Analisis Pengaruh kepemimpinan, pemanfataan TI


dan implementasi struktur organisasi yang terdesentralisasi terhadap kinerja
organisasi. studipada RSUD Kab. Temanggung, Tesis Universitas
Padjajaran.
91

Novita, Vina. 2008. Pengaruh Pengetahuan Teknologi Informasi, Pemanfaatan


Teknologi Informasi, Faktor Kesesuaian Tugas-Teknologi Dan Tingkat
Kepercayaan Akuntan Mengenai Teknologi Sistem Informasi Yang Baruh
Terhadap Kinerja Akuntan. Skripsi Universitas Riau: Pekanbaru.

Prasetyono dan Kompyurini. 2007. Analisis Kinerja Rumah Sakit dengan


pendekatan Balanced Scorecard berdasarkan Komitmen Organisasi,
Pengendalian Intern and Prinsip-prinsip Good Corporate Governance
(GCG). Makassar : Simposium Nasional Akuntansi.

Rahadi, Dedi Rianto. 2007. Peranan Teknologi Informasi dalam peningkatan


pelayanan di sektorpublik. Seminar Nasional Teknologi. Yogyakarta.

Rahadi, Dedi Rianto. 2007. Peranan Teknologi Informasi dalam peningkatan


pelayanan di sektorpublik. Seminar Nasional Teknologi. Yogyakarta.

Rizal djalil, Akuntabilitas kantor daerah. Cetakan pertama. Rmbooks, Jakarta


2014, hal 409.

Repoblik Indonesia, Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 13 tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan daerah.

Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar


Akuntansi Pemerintahan.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta,


2009.

Sujarweni, V.W. 2014, SPSS Untuk Penelitian, Pustaka Baru: Jakarta

Wijana, Nyoman. 2007. Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Pengaruhnya


Pada Kinerja Individual Pada Bank Perkreditan Rakyat Di Kabupaten
Tabanan. Jurnal. Universitas Udayana; Bali
L
A
M
P
I
R
A
N
96

A. Uji Kualitas Datas


1. Uji Validitas
a. Pengaruhteknologiinformasi (X1)

JawabanResponden STS TS R S SS Rata-


Total Ket
Bobot 1 2 3 4 5 rata
F 6 12 14 32
SIA1 Skor 0 0 18 48 70 136 4.25 ST
% 18,8 37,5 43,8 100
F 2 18 12 32
SIA2 Skor 0 0 6 72 60 138 4.3125 ST
% 6,3 56,3 37,5 100
F 1 3 12 16 32
SIA3 Skor 0 2 9 48 80 139 4.34375 ST
% 3,1 9,4 37,5 50,0 100
F 3 17 12 32
SIA4 Skor 0 0 9 68 60 137 4.28125 ST
% 9,4 53,1 37,5 100
F 1 21 10 32
SIA5 Skor 0 0 3 84 50 137 4.28125 ST
% 3,1 65,6 31.3 100
F 2 3 17 10 32
SIA6 Skor 0 4 9 68 50 131 4.09375 T
% 6,3 9,4 53,1 31,3 100
F 1 1 6 13 11 32
SIA7 Skor 1 2 18 52 55 128 4 T
% 3,1 3,1 18,8 40,6 34,4 100
F 2 2 9 15 4 32
SIA8 Skor 2 4 27 60 20 113 3.53125 T
% 6,3 6,3 28,1 46,9 12,5 100
97

b. KualitasPengendalian Internal (X2)


JawabanResponden STS TS R S SS Rata-
Total Ket
Bobot 1 2 3 4 5 rata
F 4 17 11 32
PI1 Skor 0 0 12 68 55 135 4.21875 ST
% 12,5 53,1 34,4 100
F 4 18 10 32
PI2 Skor 0 0 12 72 50 134 4.1875 T
% 12,5 56,3 31,3 100
F 3 14 15 32
PI3 Skor 0 0 9 56 75 140 4.375 ST
% 9,4 43,8 46,9 100
F 1 10 21 32
PI4 Skor 0 0 3 40 105 148 4.625 ST
% 3,1 31,3 65,6 100
F 1 21 10 32
PI5 Skor 0 0 3 84 50 137 4.28125 ST
% 3,1 65,6 31.3 100
F 2 4 17 9 32
PI6 Skor 0 4 12 68 45 129 4.03125 T
% 6,3 12,5 53,1 28,1 100
F 3 11 18 32
PI7 Skor 0 0 9 44 90 143 4.46875 ST
% 9,4 34,4 56,3 100
F 7 17 8 32
PI8 Skor 21 68 40 129 4.03125 T
% 21,9 53,1 25,5 100
F 8 16 8 32
PI9 Skor 24 64 40 128 4 T
% 25,0 50,0 25,0 100
98

c. KualitasLaporanKeuanganPemerintah Daerah (Y)

JawabanResponden STS TS R S SS Rata-


Total Ket
Bobot 1 2 3 4 5 rata
F 1 4 14 13 32
LK1 Skor 0 2 12 56 65 135 4.21875 ST
% 3,1 12,5 43,8 40,6 100
F 4 15 13 32
LK2 Skor 0 0 12 60 65 137 4.28125 ST
% 12,5 46,9 40,6 100
F 1 24 7 32
LK3 Skor 0 0 3 96 35 134 4.1875 T
% 3,1 75,0 21,9 100
F 2 18 12 32
LK4 Skor 0 0 6 72 60 138 4.3125 ST
% 6,3 56,3 37,5 100
F 5 15 12 32
LK5 Skor 0 0 15 60 60 135 4.21875 ST
% 15,6 46,9 37,5 100
F 1 7 14 10 32
LK6 Skor 0 2 21 56 50 129 4.03125 T
% 3,1 21,9 43,8 31,3 100
F 1 5 13 13 32
LK7 Skor 0 2 15 52 65 134 4.1875 T
% 3,1 15,6 40,6 40,6 100
F 1 4 15 12 32
LK8 Skor 2 12 60 60 134 4.1875 T
% 3,1 12,5 46,9 37,5 100
F 7 7 18 32
LK9 Skor 21 28 90 139 4.34375 ST
% 21,9 21,9 56,3 100
F 4 9 19 32
LK10 Skor 0 0 12 36 95 143 4.46875 ST
% 12,5 28,1 59,4 100
99

2. Uji Realibilitas
a. System informasi SIA (X1)

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 32 100.0

Excludeda 0 .0

Total 32 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.809 8

b. Kualitaspengendalian internal(X2)

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 32 100.0

Excludeda 0 .0

Total 32 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.870 9
100

c. KualitasLaporanKeuanganPemerintah Daerah (Y)

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 32 100.0

Excludeda 0 .0

Total 32 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.909 10

B. Uji Asumsi Klasik


1. Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 32
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 3.39126679
Most Extreme Differences Absolute .188
Positive .154
Negative -.188
Test Statistic .188
Asymp. Sig. (2-tailed) .005c

a. Test distribution is Normal.


b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
101

2. Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Standardize
Unstandardized d Collinearity
Coefficients Coefficients Statistics

Toleranc
Model B Std. Error Beta T Sig. e VIF

1 (Constant
3.876 6.527 .594 .557
)

SIA .075 .158 .060 .474 .639 .882 1.134

PI .939 .158 .749 5.960 .000 .882 1.134

a. Dependent Variable: LK
102

3. Uji Heteroskedastisitas

4. UjiAutokorelasi

Model Summaryb

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate Durbin-Watson

1 ,792a ,628 ,613 2,831 1,885

a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2


b. Dependent Variable: Y
103

C . Uji Hipotesis Regresi Berganda

HasilUjiKoefisienDeterminasi (R2)

Model Summary

Std. Error of the


Model R R Square Adjusted R Square Estimate

1 .772a .596 .568 3.50626

a. Predictors: (Constant), SIA, PI

HasilUji F – UjiSimultan

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 525.354 2 262.677 21.367 .000b

Residual 356.521 29 12.294

Total 881.875 31

a. Dependent Variable: LK
b. Predictors: (Constant), SIA, PI

HasilUji T Hitung

Coefficientsa

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 3.876 6.527 .594 .557

PI .939 .158 .749 5.960 .000

SIA .075 .158 .060 .474 .639

a. Dependent Variable: LK
92

LAMPIRAN DATA RESPONDEN

A. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


No. Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8
1 5 5 5 5 5 5 5 5 40
2 4 4 4 4 4 4 4 4 32
3 3 2 4 4 4 4 4 3 28
4 4 4 4 4 4 4 4 4 32
5 4 4 5 4 4 4 4 4 33
6 3 1 4 4 4 4 4 2 26
7 4 4 5 4 4 4 4 4 33
8 4 5 5 4 4 4 4 4 34
9 4 4 4 4 4 4 1 1 26
10 3 4 5 4 4 5 5 5 35
11 5 2 3 5 5 3 2 1 26
12 1 5 5 5 2 5 5 4 32
13 5 4 5 3 5 4 5 4 35
14 5 4 4 5 4 4 4 3 33
15 4 4 4 5 4 4 4 3 32
16 4 4 4 3 4 4 4 3 30
17 4 4 4 3 4 4 3 4 30
18 3 5 5 5 4 2 3 4 31
19 5 5 4 3 4 4 4 4 33
20 5 5 4 3 5 4 3 3 32
21 5 5 3 4 2 4 5 5 33
22 3 4 3 5 5 2 3 2 27
23 5 4 5 5 5 5 5 4 38
24 5 4 5 5 5 5 4 4 37
25 5 5 5 5 4 3 3 3 33
26 4 3 2 5 3 4 3 3 27
27 4 4 5 5 5 5 4 5 37
28 5 5 5 5 5 5 5 3 38
29 5 5 5 5 5 5 5 4 39
30 5 4 5 4 5 5 5 4 37
31 5 5 5 5 5 5 5 3 38
32 5 5 4 4 5 3 5 4 35
93

PENGENDALIAN INTERN JUMLAH


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36
2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36
3 4 3 4 5 4 4 3 3 4 34
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36
5 5 4 4 5 4 4 4 3 3 36
6 3 4 4 4 4 4 4 4 4 35
7 5 4 5 5 5 4 5 4 4 41
8 4 4 5 5 4 4 4 4 3 37
9 5 4 5 5 5 5 5 5 5 44
10 5 5 5 5 5 5 5 4 3 42
11 4 4 4 5 5 5 5 4 5 41
12 4 5 5 5 4 4 4 4 3 38
13 4 4 4 5 5 5 5 5 5 42
14 5 3 3 4 4 4 5 4 3 35
15 5 3 4 4 4 3 4 3 3 33
16 5 4 4 5 5 4 5 4 4 40
17 5 4 4 5 5 5 5 5 4 42
18 5 4 4 4 3 3 4 3 4 34
19 5 4 5 5 5 4 4 4 4 40
20 5 4 5 4 4 3 4 3 4 36
21 5 4 3 4 5 2 3 3 3 32
22 5 5 4 5 5 3 5 3 3 38
23 5 4 5 5 5 4 5 4 4 41
24 5 5 5 5 5 5 5 4 4 43
25 5 5 5 5 5 5 5 5 5 45
26 5 3 3 4 5 2 3 4 5 34
27 5 5 4 3 4 5 5 4 3 38
28 4 5 5 5 5 4 5 5 4 42
39 4 5 5 5 5 4 5 5 4 42
30 5 5 5 5 5 5 5 5 5 45
31 4 5 5 5 5 4 5 5 4 42
32 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
94

LAPORAN KEUANGAN JUMLAH


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40
2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40
3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 37
4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 41
5 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 37
6 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 37
7 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 42
8 5 5 4 4 4 4 5 4 5 5 45
9 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50
10 4 5 4 5 4 5 5 5 4 4 45
11 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50
12 4 4 4 4 3 4 3 5 5 5 41
13 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50
14 4 4 3 4 3 4 4 4 5 5 40
15 5 4 4 4 4 3 4 4 5 5 42
16 5 5 4 4 4 4 3 4 5 5 43
17 3 4 4 4 5 5 5 4 5 5 44
18 3 3 4 4 4 3 5 4 3 4 37
19 3 4 4 4 4 3 5 4 3 5 39
20 4 3 4 4 4 3 5 4 3 5 39
21 3 4 5 5 4 3 2 3 3 3 35
22 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 29
23 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 42
24 4 4 5 5 5 5 4 4 4 5 45
25 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 48
26 4 4 5 3 3 2 4 3 3 3 34
27 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 47
28 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 48
29 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 49
30 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50
31 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 48
32 5 5 4 3 5 4 5 4 5 4 44
KUESIONER PENELITIAN

PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER


DAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KUALITAS LAPORAN
KEUANGAN PEMERINTAHAN DAERAH
(Studi PadaSatuan Kerja Perangkat Daerah Kota Bone)

Peneliti :

HASNIDAR
(MahasiswaJurusanAkuntansiFakultasEkonomidanBisnis Islam)

NIM : 10800111053

LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
2015
KUESIONER PENELITIAN

PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER DAN


PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH DAERAH
( StudiEmpirisPadaPemerintah Daerah [Link])

Universitas Islam NegeriAlauddin Makassar

KepadaYth:
Bapak/Ibu / Saudara(i) Responden
di-
tempat

Dengan hormat,
Dalam rangka memenuhi tugas akhir/skripsi demi memperoleh gelar sarjana
ekonomi (S.E) jurusan akuntansi pada Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin
Makassar, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Maka dengan segala kerendahan hati saya
memohon kepada Bapak/Ibu/Saudara (I) untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam
bentuk tanggapan terhadap beberapa pernyataan yang tersedia dalam kuesioner ini
mengenai topik “Pengaruh SistemInformasi Akuntansi Berbasis Komuter Dan
Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintahan
Daerah”. Adapun pengumpulan data dari kuesioner ini semata-matahanya digunakan
untuk keperluan akademis dan penelitian guna menyelesaikan penyusunan skripsiini.
Semua data dalam kuesioner ini akan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti.
Kesediaan dan kerjasama yang Bapak/Ibu/Saudara (i) berikan dalam bentuk
informasi yang benar dan lengkap akan sangat mendukung keberhasilan penelitian ini.
Selainitu, jawaban yang Bapak/Ibu berikan juga merupakan sumbangan yang sangat
berharga bagi penulis pada khususnya dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
[Link] pada umumnya.
Akhir kata, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan
dan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara (i) yang telah meluangkan waktunya dalam pengisian
kuesioner ini.

Makassar, Oktober2015
Hormat saya,

Peneliti
A. DATA IDENTITAS RESPONDEN

1. No. Responden : ……..(Diisiolehpeneliti)


2. Nama (bolehtidakdiisi) : ………………………......................
3. JenisKelamin :Laki-lakiPerempuan
4. Usia : <25 Tahun 25-35 Tahun 36-45 Tahun
46-55 Tahun>55 Tahun
5. PendidikanTerakhir : SMU D-3 S-1 S-2 S-2S-3
6. Jabatan : Kepala Dinas/Bagian/Sub Bagian
Staf/Pegawai
7. Lama Bekerja : <1 Tahun 1-5 Tahun 6–10 Tahun
11-15 Tahun 16-20Tahun 21-25 Tahun
26-30 Tahun >31 Tahun

B. PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER


Adapun petunjuk pengisian kuesioner adalah sebagai berikut :
1. Kepada Bapak/Ibu/Saudara (i) diharapkan untuk menjawab seluruh pernyataan yang
ada dengan jujur dan apaadanya..
2. Berilahtanda (√) pada kolom yang tersedia dan pilihsatu alternative jawaban paling
sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
3. Semakin tinggi tingkat kesetujuan Bapak/Ibu/Saudara (i) pada pernyataan tersebut
maka akan semaki ntinggi derajat kesesuaian terhadap penelitian ini.
4. Terdapat 5 (lima) alternative jawaban yang dapat dipilih yaitu sebagai berikut :

Simbol Kategori BobotNilai


SS SangatSetuju 5
S Setuju 4
R Ragu/Netral 3
TS Tidak Setuju 2
STS SangatTidak Setuju 1
DAFTAR PERTANYAAN

VARIABEL X1 (PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI)

No Pertanyaan SS S R TS STS
1 Dalam melaksanakan tugas sebagian
akuntansi/ keuangan memiliki komputer yang
cukup.
2 Jaringan internet terpasang di unit
kerjasecaraLocal Area Networt (LAN) atau
Wide Area Networt (WAN).
3 Jaringan internet terpasangdandimanfaatkan
di unit kerja sebagai penghubung dalam
pengiriman data dan informasi yang
dibutuhkan.
4 Proses akuntansi sejak awal transaksi hingga
pembuatan laporan keuangan dilakukan
secara komputerisasi.
5 Pengolahan data transaksi keuangan
menggunakan software yang sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
6 Laporan akuntansi dan manajerial dihasilkan
dari sistem informasi yang terintegrasi.
7 Adanya jadwal pemeliharaan peralatan secara
teratur.
8 Peralatan yang usang/ rusak didata dan
diperbaiki tepat pada waktunya
Hasnidar : 2015

VARIABEL X2 (PEGENDALIAN INTERN AKUNTANSI)

No Pertanyaan SS S R TS STS
1 Sebagian keuangan/ akuntansi harus
menyelenggarakan sistem akuntansi yang
meliputi prosedur akuntansi penerimaan kas,
pengeluaran kas, aset, serta selain kas
2 Transaksi tidak dapat dilakukan tanpa adanya
otorisasi dari pihak yang berwenang
3 Setiap transaksi yang terjadi harus didukung
dengan bukti transaksi yang valid dan sah.
4 Setiaptransaksiharusdicatatdalambukucatatan
akuntansi.
5 Catatan akuntansi dijaga untuk tetap “up-to-
date”.
6 Laporan-laporan keuangan direview dan
disetujui terlebihdahulu oleh kepala sub
bagian keuangan/ akuntansi sebelum di
distribusikan
7 Sistem akuntansi yang ada harus
memungkinkan adanya pelaksanaan audit

Hasnidar: 2015

VARIABEL Y (PELAPORAN KEUANGAN DI PEMERINTAH)

No Pertanyaan SS S R TS STS
1 Transaksi serta peristiwa lainnya yang
seharusnya disajikan atau yang secara wajar
dapat diharapkan untuk disajikan harus
tergambar dengan jujur dalam laporan
keuangan.
2 Neraca merupakan bagian penting dalam
laporan keuangan pemerintah daerah dan
harus di sajikan.
3 Laporan realisasi anggaran atau laporan
perhitungan APBD harus disajikan.
4 Catatan atas laporan keuangan harus di
sajikan.
5 Informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan dapat dikatakan andal jika dapat
diuji.
6 Rekonsiliasi antara catatan akuntansi dengan
catatan bank sebaiknya dilakukan secara
periodik.
7 Informasi diarahkan pada kebutuhan umum
dan tidak boleh berpihak pada kebutuhan
pihak tertentu.
8 Informasi yang dibutuhkan harus segera
tersedia ketika diminta.
Hasnidar: 2015
93

RIWAYAT HIDUP

Hasnidar, Dilahirkan di Bone, Sulawesi Selatan Pada Tanggal 10 Agustus 1993.

Penulis merupakan anak ke-dua dari empat bersaudara, buah hati dari ibunda
Some dan Ayahanda Mappe. Penulis memualai pendidikan di Sekolah Dasar
Negri No 152 Kalainakiri II, Setelah Tammat SD Tahun 2005, penulis

melanjutkan pendidikan SMP Negri II Mangkutana Hingga Tahun 2008,

Kemudian Pada Tahun Tersebut, Penulis Melanjutkan Pendidikan di SMA Negri

1 Tomoni Hingga Tahun 2011, Kemudian Penulis Melanjutkan Pendidikan di

Universitas Islam Negri Alauddin Makassar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Islam Jurusan Akuntansi dan Menyelesaikan Studi Pada Tahun 2015.

Anda mungkin juga menyukai