TINJAUAN PELAKSANAAN SENSUS HARIAN RAWAT INAP DI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG BOYOLALI
TAHUN 2013
Igustin Budiyanti Yusuf, Tri Lestari, Harjanti
APIKES Mitra Husada Karanganyar
apikesmitra@[Link]
ABSTRAK
Pengembalian sensus harian rawat inap di bangsal Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang
Boyolali dalam jangka waktu satu bulan terdapat 55% yang terlambat, pengembalian yang
seharusnya dilaksanakan jam 08.00 tetapi beberapa bangsal mengirimkan lebih dari satu hari atau
bisa sampai satu minggu. Akibatnya di bagian analising reporting mengalami kendala dalam
pembuatan [Link] umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sensus
harian rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang Boyolali Tahun 2013. Tujuan
khusus dari penelitian ini adalah Mengetahui prosedur tetap dalam pembuatan SHRI, mengetahui
sumber-sumber data dalam pembuatan SHRI, mengetahui cara pembuatan SHRI, mengetahui
faktor-faktor keterlambatan pengiriman SHRI di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang
Boyolali Tahun 2013.
Jenis penelitian [Link] penelitian adalah petugas bangsal atau perawat bangsal dan
petugas analising [Link] penelitian ini adalah pelaksanaan [Link] pengumpulan
data dengan wawancara tak berstruktur dan [Link] data yang digunakan adalah analisis
deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan pada prosedur tetap dalam pembuatan SHRI terdapat satu point
yang belum sesuai yaitu dalam pelaksanaan pengiriman SHRI ke satuan rekam medis. Sumber
dalam pembuatan SHRI sudah sesuai dengan DepKes RI (2006), dimana buku register rawat inap
merupakan data dasar dari pembuatan SHRI. Cara pembuatan SHRI belum sesuai dengan DepKes
RI (2006) yang seharusnya SHRI dibuat rangkap 3, 1 lembar untuk subbag catatan medik, 1
lembar untuk P2RN, 1 lembar untuk arsip ruang rawat inap. Faktor keterlambatan pengiriman
SHRI disebabkan karena perawat bangsal merasa pengiriman SHRI tidak masuk dalam Job
describe seorang perawat.
Simpulan dari penelitian ini adalah SPO di RSUD pandan arang belum dijalankan sepenuhnya
dalam pengiriman SHRI, sumber data pembuatan SHRI yaitu buku register pelayanan rawat inap,
Cara pembuatan SHRI belum sesuai dengan DepKes RI (2006), Faktor keterlambatan SHRI belum
adanya pembagian kerja yang jelas antara perawat bangsal dan petugas rekam medis. Disarankan
sebaiknya pembuatan SHRI disesuaikan SPO yang ada, sebaiknya ada perbaikan SPO mengenai
penyetoran SHRI yang mana petugas rekam medis mengambil SHRI setiap paginya di setiap
bangsal perawatan, sesuai dengan DepKes RI 2006, untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan
pengiriman sensus harian rawat inap.
Kata kunci : pelaksanaan sensus harian rawat inap
Kepustakaan : 9 (1998-2013)
PENDAHULUAN tentang Rumah Sakit. Sehingga informasi
Setiap rumah sakit wajib melakukan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk
pencatatan dan pelaporan tentang semua pengambilan keputusan menjadi akurat dan
kegiatan penyelenggaraan rumah sakit, tepat waktu. Pencatatan dan pelaporan
termasuk kegiatan rawat inap. Hal tersebut tersebut dalam bentuk sistem informasi
sesuai dengan ketentuan Pasal 52 ayat (1) rumah sakit (Menkes, 2011).
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009
Tinjauan Pelaksanaan Sensus Harian...(Igustin By, Tri Lestari, dk) 9
Sistem informasi rumah sakit sensus harian rawat inap dapat diketahui
termasuk di dalamnya sistem informasi bahwa pengembalian sensus harian rawat
rekam medis, yang menghasilkan laporan- inap di bangsal dalam jangka waktu satu
laporan statistik yang informatif sehingga bulan terdapat 55% sensus harian yang
dapat digunakan oleh manajemen rumah terlambat, yang seharusnya pengembalian
sakit untuk pengambilan keputusan, untuk dilaksanakan jam 08.00 tetapi beberapa
melakukan penilaian pelayanan rumah sakit, bangsal mengirimkan lebih dari satu hari
serta menilai tingkat keberhasilan atau atau bisa sampai satu minggu. Akibatnya di
memberikan gambaran tentang keadaan bagian analising reporting mengalami
pelayanan di rumah sakit. Laporan statistik kendala dalam pembuatan laporan.
rumah sakit diperoleh dari data sensus harian Berdasarkan latar belakang diatas
rawat inap sebagai sumber data. maka penulis tertarik untuk mengambil judul
Sensus harian rawat inap di Rumah tentang, “Tinjauan Pelaksanaan Sensus
Sakit Umum Daerah Pandan Arang Harian Rawat Inap di Rumah Sakit Umum
Boyolali, berasal dari setiap pasien yang Daerah Pandan Arang Boyolali Tahun
datang untuk rawat inap setelah melakukan 2013”. Tujuan umum mengetahui
pendaftaran dan masih tersedia ruang rawat pelaksanaan sensus harian rawat inap di
inap yang dimaksud, petugas akan Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang
mengantar pasien beserta data rekam Boyolali Tahun 2013.
medisnya ke ruang rawat tersebut. Pasien A. Sensus Harian Rawat Inap
diterima oleh petugas ruang rawat inap dan Sensus pasien merupakan aktifitas
dicatat pada buku register rawat inap. Sensus yang rutin dilaksanakan dirumah sakit.
harian rawat inap dikirim oleh petugas Dalam konteks buku ini, sensus pasien
bangsal ke bagian rekam medis dengan difokuskan pada sensus pasien rawat inap.
menggunakan buku ekspedisi, Sensus pasien rawat inap berarti secara
pengirimannya dilakukan setiap dua hari langsung menghitung jumlah pasien yang
sekali atau bisa sampai satu minggu sekali. dilayani di unit rawat inap tersebut.
Petugas pelaporan di bagian rekam medis Jika pada sensus biasa (misalnya
melakukan rekapitulasi data sensus harian sensus penduduk) yang dihitung adalah
rawat inap untuk selanjutnya diolah dan jumlah yang saat ini (saat sensus) benar-
dihasilkan indikator rawat inap (BOR, LOS, benar ada (masih hidup), maka pada sensus
TOI, BTO, NDR, GDR). Setelah itu petugas harian rawat inap selain dihitung jumlah
rekam medis melaporkan ke direktur rumah pasien yang masih ada di unit tersebut juga
sakit beserta jajarannya untuk digunakan dihitung jumlah pasien yang masuk dan
dalam proses pengambilan keputusan. keluar pada hari yang sama dengan hari
Berdasarkan survey awal pelaksanaan sensus.
menunjukkan bahwa pada buku ekspedisi
10Jurnal Rekam Medis, ISSN 1979-9551, [Link].2, OKTOBER 2013, Hal 9-17
Sensus umumnya dilaksanakan Pembuatan sensus harian rawat
sekitar tengah malam (menjelang jam inap di rumah sakit umum daerah
24.00). Sebenarnya sensus boleh pandan arang berpedoman dengan
dilaksanakan jam berapapun asalkan jam standar prosedur operasional dengan
sensus yang dipilih tersebut harus tetap atau judul pengumpulan sensus harian
konsisten dan seragam di semua unit rawat inap. No dokumen 52/
pelaksana sensus. Jadi, boleh saja sensus PROTAP/ IV/ 2011 (Lampiran 3),
dilaksanakan rutin setiap jam 20.00 di setiap adapun isi prosedur dari standar
unit pelaksana. Sensus yang beragam jam prosedur operasional yaitu:
pelaksanaanya misalnya bangsal mawar a. Sensus harian diisi lengkap oleh
pada jam 20.00, bangsal melati pada jam masing-masing petugas ruangan
21.00, bangsal kenanga dan dahlia padajam mulai jam 00.00 WIB
22.00, bisa menyebabkan ketidak cocokan b. Disetorkan ke satuan rekam medis
jumlah akhir pasien rawat inap pada saat pengolahan data setiap pagi dan di
sensus dari semua unit pelaksana tersebut tandatangani oleh kepala ruang
direkap keesokan harinya. Direktur rumah c. Dilakukan cheking mengenai
sakit selayaknya menerbitkan kebijakan pasien yang keluar dan yang
yang menetapkan jam pelaksanaan sensus di masuk
rumah sakit yang bersangkutan. d. Dilakukan proses rekapitulasi
harian rawat inap dan disusun
METODE perbulan
Jenis Penelitian yang digunakan e. Rekapitulasi bulanan
adalah Penelitian deskriptif yaitu penelitian dikumpulkan untuk bahan
yang menjelaskan sesuatu yang menjadi pelaporan kegiatan rumah sakit
sasaran penelitian secara mendetail atau f. Dilakukan pengarsipan lembar-
mendalam. lembar sensus harian rawat inap
Subyek dari penelitian ini adalah di satuan rekam medis
Petugas bangsal (perawat) dan petugas 2. Sumber-Sumber Data Dalam
analising reporting Rumah Sakit Umum Pembuatan Sensus Harian Rawat
Daerah Pandan Arang Boyolali. Inap
Obyek dari penelitian ini adalah Sumber dalam pembuatan
Pelaksanaan Sensus Harian Rawat Inap. sensus harian rawat inap diperoleh
dari buku laporan keperawatan dan
HASIL DAN PEMBAHASAN dokumen rekam medis pasien, isi dari
A. Hasil buku laporan keperawatan yang
1. Prosedur Tetap dalam Pembuatan digunakan dalam pembuatan sensus
Sensus Harian Rawat Inap harian rawat inap yaitu nama pasien,
Tinjauan Pelaksanaan Sensus Harian...(Igustin By, Tri Lestari, dk) 11
dan dari dokumen rekam medis dipindahkan akan ditulis pada buku
pasien yang digunakan yaitu nomor laporan keperawatan.
rekam medis pasien, tanggal masuk Sensus harian rawat inap
dan tanggal keluar pasien. terdapat informasi tentang pasien
3. Cara Pembuatan Sensus Harian masuk dengan jenis spesialisasi
Rawat Inap berdasarkan dokter spesialis yang
Sensus harian rawat inap di buat [Link] pasien pindahan
satu lembar saat malam hari oleh berisikan informasi tentang asal
perawat yang jaga malam. Batasan ruang dan kelas pasien sedangkan
pasien masuk mulai pukul 00.01 pada pasien dipindahkan berisikan
hingga pukul 24.00, setelah lewat jam tentang informasi ruang dan kelas
24.00 WIB maka dihitung hari kemana pasien tersebut dipindahkan.
berikutnya. Sensus harian rawat inap Kriteria untuk pasien keluar rumah
dibuat berdasarkan buku laporan sakit berdasarkan pasien pulang
keperawatan yang ada pada ruang sembuh, pasien dirujuk ke rumah
perawatan. sakit yang lebih tinggi/rendah, pasien
Berdasarkan wawancara dalam pulang atas permintaan sendiri,
pembuatan sensus harian rawat inap pasien yang melarikan diri dan pasien
berpedoman dengan petunjuk teknis mati < 48 jam/ ≥ 48 jam.
pengisian sensus harian rawat inap, Perawat ruangan akan membuat
tetapi karena petunjuk teknis di setiap sensus harian rawat inap kemudian
bangsal sudah tidak ada maka membuat resume dari sensus harian
pembuatan sensus harian rawat inap tersebut, sehingga dapat diperoleh
sudah tidak perlu menggunakan data untuk penghitungan indikator
petunjuk teknis [Link] rawat inap yaitu, BOR, LOS, TOI
bangsal membuat sensus harian rawat dan BTO oleh petugas bagian rekam
inap tidak merasa kesulitan walaupun medis.
tidak menggunakan petunjuk teknis 4. Faktor-faktor keterlambatan
pembuatan sensus harian rawat inap pengiriman sensus harian rawat inap
dikarenakan perawat bangsal telah Pengiriman sensus harian rawat
terbiasa. inap dari bangsal ke ruang rekam
Segala kegiatan pasien, baik medis belum tepat waktu, yang
pasien masuk rumah sakit langsung seharusnya dikirimkan jam 08.00
maupun rujukan dari rumah sakit lain pagi ke bagian rekam medis tetapi
atau pindahan dari bangsal lain, petugas mengumpulkan diatas jam
pasien keluar, pindahan maupun 08.00 pagi bahkan sampai beberapa
hari baru dikirimkan ke bagian rekam
12Jurnal Rekam Medis, ISSN 1979-9551, [Link].2, OKTOBER 2013, Hal 9-17
medis. Berdasarkan observasi B. Pembahasan
langsung di ruang perawatan, faktor 1. Prosedur Tetap dalam Pembuatan
keterlambatan pengiriman sensus Sensus Harian Rawat Inap
harian rawat inap yaitu, dikarenakan Pembuatan dan pengisian sensus
pengiriman sensus harian rawat inap harian sudah sesuai dengan standar
bersamaan dengan pengembalian prosedur operasional RSUD Pandan
dokumen rekam pasien, dimana Arang Boyolali no dokumen
dokumen rekam medis pasien harus 52/PROTAP/IV/2011 (Lampiran 3)
dilengkapi dulu baru di kirim ke tentang sensus harian rawat inap
ruang rekam medis, apabila dokumen dimana sensus harian diisi lengkap
rekam medis pasien belum lengkap oleh masing-masing petugas ruangan
maka bisa menghambat dalam mulai jam 00.00 WIB. Pengecekan
pengiriman sensus harian rawat inap pasien keluar dan masukpun sudah
ke bagian rekam medis. sesuai dengan standar prosedur
Faktor keterlambatan operasional dimana petugas
pengiriman sensus harian rawat inap melakukan cheking mengenai pasien
berdasarkan wawancara dengan yang keluar dan yang
petugas yaitu dikarenakan beban [Link] bulanan untuk
kerja perawat yang besar terhadap bahan pelaporan rumah sakit sudah
pasien yang harus di utamakan, dan sesuai dengan standar prosedur
kadang ada perawat yang merasa operasional yang mana rekapitulasi
bukan tugas pokoknya sehingga tidak bulanan dikumpulkan untuk bahan
diprioritaskan dalam pengiriman pelaporan kegiatan rumah
sensus harian rawat inap ke bagian [Link] itu Pengarsipan lembar-
rekam medis. lembar sensus harian rawat inap
Pengiriman sensus harian yang sudah sesuai dengan standar prosedur
terlambat mengakibatkan pembuatan operasional dimana pengarsipan
laporan di bagian analising reporting lembar-lembar sensus harian rawat
juga tertunda, karena pembuatan inap dilakukan pada satuan rekam
laporan itu sendiri berdasarkan sensus [Link] ini sesuai dengan DepKes
harian rawat inap. Rekapitulasi RI (2006) bahwa periode sensus
Sensus harian rawat inap di dapatkan harian rawat inap adalah pukul 00.00
data untuk penghitungan indikator sampai dengan [Link] harian
rawat inap yaitu, BOR, LOS, TOI rawat inap juga dibuat oleh perawat
dan BTO. dan di tanda tangani oleh kepala
ruang perawatan.
Tinjauan Pelaksanaan Sensus Harian...(Igustin By, Tri Lestari, dk) 13
Namun pada pelaksanaan register pelayanan rawat inap, tetapi
pengiriman sensus harian ke satuan petugas ruang perawatan biasanya
rekam medis belum sesuai dengan menyebut buku laporan keperawatan.
standar prosedur operasional yang Data yang digunakan dari buku
mana sensus harian rawat inap dapat laporan keperawatan untuk
disetorkan ke satuan rekam medis pembuatan sensus harian rawat inap
pengolahan data setiap pagi dan di yaitu identitas pasien mulai dari nama
tanda tangani oleh kepala ruang pasien dan alamat pasien yang
belum dapat diperoleh langsung dari buku register
[Link] sensus pelayanan rawat inap, sedangkan
harian rawat inap belum tepat waktu untuk nomor rekam medis, tanggal
dikarenakan kesibukan perawat masuk, dan tanggal keluar diambil
bangsal sehingga perawat tidak dapat dari status pasien. Identitas pasien ini
mengantarkan sensus harian rawat dibutuhkan untuk mengidentifikasi
inap dengan tepat [Link] ini pasien yang masuk, keluar, pindahan
belum sesuai dengan DepKes RI atau dipindahkan.
(2006) bahwa pengambilan sensus Nomor rekam medis, tanggal
harian dilakukan oleh petugas rekam masuk dan tanggal keluar selain dari
medis pada masing-masing ruang status pasien juga dapat dilihat
perawatan. langsung pada buku register rawat
Proses rekapitulasi harian rawat inap tersebut. Fungsinya adalah untuk
inapnya pun belum sesuai standar memonitoring keadaan pasien masuk
prosedur operasional yang setiap hari ke ruang rawat inap,
seharusnya proses rekapitulasi harian pindahan intern rumah sakit sampai
rawat inap dan disusun perbulan, pasien tersebut keluar rumah sakit
namun pada pelaksanaannya yang dirinci menurut jenis pelayanan
rekapitulasi sensus harian rawat inap yang ada. Hal ini sudah sesuai
belum dapat dilaksanakan setiap pagi dengan DepKes RI (2006), dimana
karena pengiriman sensus ke bagian buku register rawat inap merupakan
analising reporting yang terlambat, data dasar dari jumlah pasien yang
sehingga pelaporanpun juga tidak ada di ruang rawat inap yang perlu
tepat waktu. dicatat dan dilaporkan setiap hari ke
2. Sumber-sumber Data dalam unit rekam medik yang angkanya
Pembuatan Sensus Harian Rawat akan dicek silang dengan sensus
Inap harian yang dibuat masing-masing
Sumber dalam pembuatan sensus ruang rawat inap.
harian rawat inap yaitu melalui buku
14Jurnal Rekam Medis, ISSN 1979-9551, [Link].2, OKTOBER 2013, Hal 9-17
Sebagai data dasar dalam sensus harian rawat inap hanya dibuat
pembuatan sensus harian rawat inap 1 lembar untuk bagian rekam
hendaknya dapat memenuhi syarat [Link] sensus harian rawat
data yang baik, yaitu ketersediaan inap sudah sesuai dengan DepKes RI
data yang dapat selalu diperoleh (2006) yang isinya periode sensus
(accesible) bagi orang yang harian rawat inap jam 00 s/d 24.00.
[Link] mudah Cara pengisian pada formulir sensus
dipahami pembuat keputusan, baik pada bagian umum yaitu pada kolom
itu yang menyangkut pekerjaan rutin hari diisi dengan nama hari saat
maupun keputusan-keputusan yang sensus dilakukan, kolom tanggal diisi
bersifat [Link] Relevan dengan tanggal saat sensus dilakukan,
terhadap permasalahan, misi dan kolom nama rumah sakit diisi dengan
tujuan [Link] dapat nama rumah sakit Pandan Arang
bermanfaat bagi organisasi tersebut Boyolali, kolom ruang rawat inap
bukan organisasi [Link] diisi dengan nama ruang rawat inap,
tersedia tepat [Link] data tempat tidur tersedia diisi dengan
yang diperoleh dari sumber-sumber jumlah tempat tidur yang tersedia
yang dapat diandalkan pada ruang rawat inap tersebut yang
[Link] syarat ini ditetapkan oleh direktur rumah sakit
mengharuskan bahwa data bersih dari kelas diisi dengan tingkatan kelas
kesalahan dan [Link] yang ada pada ruang rawat inap yang
konsisten dimana data tidak boleh bersangkutan dan yang terakhir
mengandung kontradiksi di dalam Sensus harian diberi tanggal dan
penyajiannya karena konsistensi ditanda tangani oleh perawat kepala
merupakan syarat penting bagi dasar ruang rawat inap yang bersangkutan.
pengambilan keputusan. Formulir sensus harian rawat inap
3. Cara Pembuatan Sensus Harian di RSUD Pandan Arang Kabupaten
Rawat Inap Boyolali secara pada dasarnya telah
Cara pembuatan sensus harian sesuai dengan format formulir sensus
rawat inap di RSUD Pandan Arang harian rawat inap berdasarkan
Boyolali, belum sesuai dengan Depkes RI (2005). Pada buku
DepKes RI (2005) yang isinya petunjuk pengisian pengolahan dan
Sensus harian rawat inap dibuat penyajian data rumah sakit dari
rangkap tiga yaitu, 1 lembar untuk DepKes RI (2005) terdapat petunjuk
subbag catatan medik, 1 lembar untuk teknis pengisian sensus harian rawat
P2RN, 1 lembar untuk arsip ruang inap, dengan ini dapat digunakan
rawat inap. Pelaksanaan pembuatan sebagai acuan untuk membuat juknis
Tinjauan Pelaksanaan Sensus Harian...(Igustin By, Tri Lestari, dk) 15
pembuatan sensus harian sesuai pelayanan. Sedangkan masih ada
dengan format formulir yang ada di beberapa dokumen rekam medis yang
RSUD Pandan Arang Kabupaten belum lengkap, perawat akan
Boyolali. Sebagaimana terlampir menunggu hingga dokumen rekam
dalam (lampiran 5). medis dapat dilengkapi. Hal ini
Petunjuk teknis pembuatan sensus berakibat pengiriman sensus
harian rawat inap bertujuan untuk harianpun terlambat.
mengantisipasi kesalahan pembuatan Keterlambatan pengiriman sensus
sensus harian rawat inap, sebagaimana harian rawat inap juga disebabkan
terlampir dalam (Lampiran 16). karena perawat bangsal yang selama
Kesalahan pembuatan sensus harian ini mengantarkan sensus harian rawat
rawat inap akan berpengaruh dengan inap ke bagian rekam medis merasa
hasil perhitungan indikator rawat inap tidak masuk dalam jobdescribe
yaitu BOR, LOS, TOI dan BTO serta seorang perawat. Beban kerja
dalam pelaporan. Sensus harian rawat perawat bengsal juga dapat
inap sebagai sumber utama dalam menyebabkan pengiriman sensus
pembuatan laporan dan perhitungan harian rawat inap ke bagian rekam
indikator rawat inap ini diharapkan medis terlambat.
dapat memenuhi syarat data yang Keterlambatan ini dapat
berkualitas, sesuai dengan teori Ery R mengakibatkan pembuatan laporan di
(2009). bagian analisingreporting juga
4. Faktor-faktor Keterlambatan [Link] DepKes RI
Pengiriman Sensus Harian Rawat (2006) bahwa pengambilan sensus
Inap harian rawat inap dilakukan oleh
Di RSUD Pandan Arang petugas rekam [Link] karena itu
Kabupaten Boyolali keterlambatan sebaiknya petugas rekam medis dapat
pengiriman sensus harian rawat inap ikut turut serta dalam pengambilan
ke bagian rekam medis yang sensus harian rawat inap.
seharusnya dikirim pukul 08.00 tapi
dalam pelaksanaannya sensus dikirim SIMPULAN
lebih dari pukul 08.00 WIB bahkan 1. Prosedur tetap di RSUD Pandan Arang
sampai lewat beberapa hari baru Kabupaten Boyolali dalam pembuatan
[Link] ini dikarenakan untuk sensus harian rawat inap belum
menghemat waktu perawat bangsal dijalankan sepenuhnya saat pengiriman
mengirimkan lembar sensus harian sensus harian rawat inap dari bangsal
rawat inap bersama dengan dokumen ke bagian rekam medis.
rekam medis yang telah selesai
16Jurnal Rekam Medis, ISSN 1979-9551, [Link].2, OKTOBER 2013, Hal 9-17
2. Sumber data dalam pembuatan sensus Saiffudin Azwar 1998, Metode Penelitian,
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
harian rawat inap adalah buku register
pelayanan rawat inap. Sudra R I. [Link] Rumah Sakit Dari
Sensus Pasien & Grafik Barber –
3. Cara pembuatan sensus harian rawat
Johnson Hingga Statistik Kematian &
inap di RSUD Pandan Arang Otopsi Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kabupaten Boyolali belum sesuai
Sugiyono. 2013. Memahami Penelitian
dengan DepKes RI (2006) Kualitatif. Bandung: Alfabeta
4. Faktor keterlambatan pengiriman
sensus harian rawat inap dari bangsal
ke bagian rekam medis adalah belum
adanya pembagian kerja yang jelas
antara perawat bangsal dengan petugas
rekam medis dalam pengembalian
sensus harian rawat inap.
DAFTAR PUSTAKA
DepKes RI [Link] PetunjukPengisian
Pengolahan dan Penyajian Data
Rumah Sakit. Jakarta: Dirjen Bina
Pelayanan Medik Departemen
Kesehatan RI.
. 2006. Pedoman Penyelenggaraan
dan Prosedur Rekam Medis Rumah
Sakit di [Link] 2. Jakarta:
Dirjen Bina Pelayanan Medik
Departemen Kesehatan RI.
Ery R. 2009. Statistik Rumah Sakit untuk
Pengambilan Keputusan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Gozali N dan Nasehudin T. [Link]
Penelitian Kuantitatif. Bandung:
Pustaka Setia.
Kemenkes RI. 2011. Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1171/ Menkes/ Per/ VI/ 2011
tentang Sistem Informasi Rumah
Sakit. Jakarta: Kementerian
Kesehatan.
Notoatmodjo, S. 2005. Metodelogi
Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi.
Jakarta. PT Rineka Cipta.
Tinjauan Pelaksanaan Sensus Harian...(Igustin By, Tri Lestari, dk) 17
18Jurnal Rekam Medis, ISSN 1979-9551, [Link].2, OKTOBER 2013, Hal 9-17