PROPOSAL PEMETAAN GEOLOGI
DAERAH KARANGSARI DAN SEKITARNYA,KECAMATAN
BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES
PROVINSI JAWA TENGAH
MUHAMMAD ALVIN KURNIAWAN
072001600033
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2019
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
PEMETAAN GEOLOGI
DAERAH KARANGSARIDAN SEKITARNYA
KECAMATAN BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES
PROVINSI JAWA TENGAH
Penyusun
MUHAMMAD ALVIN KURNIAWAN
072001600033
Disahkan Oleh :
Koordinator Lapangan Blok I Dosen Pembimbing
Ir. Arista Muhartanto, MT. Surya Darma Hafiz, [Link]
NIK : 2025/ USAKTI NIK : 3554/USAKTI
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga berhasil menyelesaikan proposal pemetaan
geologi ini. Dalam proposal ini saya akan mengajukan rencana pemetaan geologi di daerah
Kebandungan, kecamatan Bantarkawung, kabupaten Brebes, provinsi jawa tengah. Proposal
ini dibuat dalam rangka mempersiapkan keberangkatan dalam pemetaan geologi mahasiswa di
Bantarkawung dan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pemetaan Geologi.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Dosen
Pembimbing Bapak Ir. Hidartan yang telah membimbing, memberi masukan, dan mengoreksi
kesalahan dalam proposal ini sehingga dapat menyelesaikan proposal ini. Ucapan terima kasih
juga saya sampaikan kepada asisten pemetaan geologi, teman-teman yang telah membantu
kami menyelesaikan proposal ini, baik materi maupun non materi.
Semoga proposal ini dapat mengantar saya untuk mendapatkan nilai terbaik pada mata
kuliah Pemetaan Geologi dan semoga proposal ini dapat memberikan rancangan pemetaan
yang mampu membantu saya dalam menyelesaikan pemetaan sesuai dengan syarat dan
ketentuan yang telah di berikan oleh Universita Trisakti dan semoga proposal ini memberikan
wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun proposal ini memiliki kelebihan dan
kekurangan. Saya mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Jakarta, April 2019
Muhammad Alvin Kurniawan
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I PENDAHULUAN 3
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Maksud dan Tujuan 5
1.3 Waktu dan Lokasi Pemetaan 6
1.4 Metode dan Tahapan Pemetaan 6
1.5 Tinjauan Pustaka 8
BABA II GEOMORFOLOGI REGIONAL 9
2.1 Fisiografi Regional 9
2.2 Geomorfologi Regional 10
BAB III GEOLOGI REGIONAL 24
3.2 Geologi Regional 10
3.3 Stratigrafi Regional 12
BAB IV METODE PENELITIAN DAN RENCANA KERJA 24
4.1 Metodologi Pemetaan 9
4.2 Sistematika Penulisan 10
BAB V KONDISI UMUM DAERAH PEMETAAN 25
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mata pelajaran Pemetaan Geologi merupakan salah satu mata pelajaran wajib
yang harus diambil oleh mahasiswa Teknik Geologi Universitas Trisakti. Pemetaan
geologi adalah suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi geologi yang
terdapat dalam suatu daerah penelitian yang menggambarkan penyebaran batuan
yang tersingkap, struktur geologi yang terbentuk, kenampakan morfologi bentang
alam sehingga kita dapat mengetahui kondisi geologi pada daerah yang dipetakan.
Melalui mata pelajaran Pemetaan Geologi diharapkan mahasiswa Teknik Geologi
Universitas Trisakti mampu melakukan secara mandiri perpetaan geologi
konvensional pada suatu daerah.
Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi jenjang S-1 di Program
Studi Teknik Geologi para mahasiswa diwajibkan untuk membuat laporan
pemetaan geologi. Hasil dari pemetaan yang dilakukan dan data yang didapatkan,
dapat digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan sejarah geologi dan potensi-
potensi geologi terutama yang berkaitan dengan sumber daya alam pada daerah
yang dipetakan. Pada umumnya, dilakukan terlebih dahulu observasi bersifat
regional pada .daerah yang akan dipetakan. Namun, karena bersifat regional, tidak
disemua tempat didapati data yang rinci. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan
geologi sehingga didapatkan data yang lebih rinci dan lengkap pada daerah tersebut.
Untuk menjadi seorang ahli Geologi, pelaksana harus mengetahui dasar –
dasar apa saja yang menjadi landasan pembuatan Peta Geologi. Kemahiran dalam
bekerja di lapangan merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dikuasai oleh
pelaksana, karena pada saat melaksanakan tugasnya sebagai ahli Geologi,
pelaksana hampir selalu berhadapan dengan berbagai macam masalah yang
ditemukan di lapangan.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dari pemetaan ini adalah untuk menyelesaikan mata kuliah wajib
yang ada di semester 6 dan memenuhi syarat untuk mengikuti kolokium serta tugas
akhir. Selain itu, maksud lain adalah untuk mendapatkan data yang rinci mengenai
keadaan geologi pada daerah yang akan dipetakan. Data yang dicari meliputi data
geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi dan aspek geologi
lainnya. Setelah mendapatkannya, data tersebut dianalisa dan disajikan dalam
bentuk peta lintasan, peta beserta penampang geologi, peta beserta penampang
geomorfologi, kolom stratigrafi terukur, serta potensi dan kendala kondisi alam
daerah yang akan dipetakan.
Tujuan dari pemetaan ini adalah untuk melihat secara langsung struktur
geologi di lapangan, mengetahui pola penyebaran suatu singkapan berdasarkan data
strike dan dip beserta kontak antar singkapan, dan mengetahui kenampakan
morfologi di daerah yang akan dipetakan. Selain itu, dapat menggambarkan
stratigrafi batuan pada daerah tersebut serta mengetahui sifat batuan dan umur
batuan tersebut yang dikontrol oleh struktur geologi. Mengetahui dan
merekonstrusi gaya-gaya geologi yang bekerja pada batuan di daerah tersebut juga
merupakan tujuan dari pemetaan ini. Dari pemetaan ini juga menjadikan diri lebih
mandiri untuk melakukan kegiatan mengambil data di lapangan, untuk dapat
mengetahui dan memahami definisi dari pemetaan geologi serta manfaatnya
1.3. Lokasi Daerah Pemetaan
Daerah pemetaan terletak di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Brebes,
Kecamatan Bantarkawung dan Cimanggu, Desa Pangebatan, Karangsari, Talaga,
Cibentang, Banjarsari dan sekitarnya. Secara geografis daerah pemetaan kavling
terletak pada 108 ̊ 54 ̍ 09.7 ̎ - 108 ̊ 57 ̍ 25.7 ̎ BT dan 07 ̊ 14 ̍ 17.2 ̎ - 07 ̊ 17 ̍ 32.4 ̎ LS.
Luas setiap daerah pemetaan adalah 25 km2, dengan ukuran 5 km x 6 km. Daerah
pemetaan dapat ditempuh selama +/- 6,5 jam dari Jakarta dengan perjalanan darat
atau menggunakan bis.
Daerah pemetaan kelompok ini dibagi menjadi 5 kavling dengan letak
koordinat pada tabel dibawah ini :
Tabel 1.1 Koordinat Kelompok 4 Kavling Blok 1
Nama Kavling Koordinat
Muhammad Zaki 108° 56' 17.8" 108° 59' 34.4" BT
14
Ardianto 07° 12' 06.4" 07° 14' 50.2" LS
Puspita Dinda 108° 53' 36.4" 108° 57' 25.7" BT
15
Rahmawati 07° 12' 06.4" 07° 14' 50.2" LS
Filipus Armando 108° 51' 30.9" 108° 54' 09.7" BT
16
Ginting 07° 12' 43.7" 07° 15' 54.3" LS
Muhammad Alvin 108° 54' 09.7" 108° 57' 25.7" BT
17
Kurniawan 07° 14' 17.2" 07° 17' 32.4" LS
108° 51' 30.9" 108° 54' 43.7" BT
Arvi Ksatria 18
07° 15' 21.4" 07° 18' 36.4" LS
: Kavling 17
Gambar 1.1 Peta Administratif Daerah Penelitian
Gambar 1.2 Daerah Penelitian pada Google Earth
: Kavling 14
Gambar 1.3 Daerah Penelitian pada Peta Geologi Lembar Majenang, Jawa Barat
Gambar 1.4 Peta Geologi Regional Majenang
1.4. Studi Pustaka
Daerah pemetaan terletak di daerah Kecamatan Bumiayu, Kabupaten
Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Daereah pemetaan ini dibagi menjadi 7 desa.
Kondisi geologi pada daerah pemetaan ini sebelumnya telah diteliti oleh
para peneliti terutama aspek tatanan stratigrafi dan tektoniknya, yaitu antara lain :
1. Van Bemmelan (1949), membuat zona fisiografi dan membahas kondisi
geologi secara umum.
2. Koesumadinata dan Martodjojo (1974), membahas perkembangan
sedimen turbidit di Pulau Jawa.
3. Asikin (1988), menganalisis struktur geologi Indonesia berdasarkan
tektonik lempeng hingga dapat mengetahui dan memahami proses
tektonik regional Pulau Jawa.
4. Surono, B. Toha dan I Sudarno, 1992 Peta Geologi Lembar Surakarta-
Girintoro, Jawa