JEDA RASA
Raga ini mulai melemah sejak ku dengar dan lihat dengan nyata
Dengan cepat kau patahkan jiwa dari hari yang tak biasa
Cahaya yang terhalang mendung seketika menembusku
Pada hati yang memanas dari badan yang mendingin dan membisu
Tubuh ini seketika senyap tanpa asa
Setelah kau lontarkan kata penuh makna tanpa rasa
Membungkam terang seketika mengaduk perasaan
Hingga menutup logika dengan kosongnya pandangan
Aku tak mengerti Kau dapat dari mana kesimpulan menyakitkan ini
Kau pecahkan kaca kehidupanku dengan panah gerakmu
Kau hancurkan eksistensiku dengan jeruji luka yang membiru
Semoga tidak berangkat dari adam baru yang lebih bagimu
Tapi jawabanmu apa
Kau malah tampakkan diam yang sangat memilukan hati hingga mati
Membuatku memandang tanpa arah dan semu hingga sunyi
Sejak saat itu aku memilih untuk berhenti berharap
Mencoba hayati hidup retak dari kebodohan yang berdetak
Mungkin gerakku tak lagi berarti pada hidupmu
Aku hanya ingin jeda
Menikmati ruang kosong dari kau yang telah keluar jauh
Barangkali aku menemukan hal yang tak ku kira buatku sadar dan sembuh
Tapi jejakmu masih melekat dalam ingatan dari rasa yang tercampakkan
Maaf bila akhirnya aku menilaimu secara kodrat tanpa syarat
Dengan menyamakan hingga ku tak ingin memulai hubungan dengan kuat
Karena harapan indah yang kau gelapkan dari cinta yang kau semat
Aku butuh jeda
Bukan berarti aku tak bisa lagi menumbuhkan cinta pada hawa
Hanya saja rasa ini masih tak beraturan dan terkendali dalam jiwa
Takutnya rasa yang tumbuh masih teraduk dengan kenangan yang tak ku rela
Hingga membuat semua cinta jatuh dari jatuh cinta menuju bahagia
Lebih baik aku menikmati semua kesendirian ini dengan diriku
Menumpahkan sakit pada kertas putih berlapis haru
Menumpahkan segalanya dalam doa dan resah sebab luka
Setidaknya aku berbagi dengan harapan terserap meringankan rasa
Kau mungkin tak tahu ketika mata ini sering berubah mendung
Berulangkali tangan kulipat dan mengusap yang tak terbendung
Menetes dengan deras bersama harapan putus dan kecewa
Dengan sesak dada yang menguras tenaga di antara ruang hampa
Aku butuh jeda
Sebelum akhirnya nanti akan dipertemukan dengan hawa
Menjalin kasih dalam kisah yang bahagia tanpa punah
Menyusun kembail pecahan cinta yang lama terbengkalai
Dan membangun harapan kembali bersama tanpa usai
Aku butuh jeda
Baik jiwa dan raga
Sebelum endapan air kembali terbang memudar
Setidaknya jedaku membuatnya membeku dan menghilang
Hingga ketika ku berhadapan dengannya kupasang jiwa yang tenang
Aku hanya butuh jeda
GEN, 28 April 2019 (21.25)