0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan44 halaman

Komponen Utama Mesin Bensin: Piston

Dokumen tersebut menjelaskan bagaimana mesin bensin empat tak bekerja dengan mengulang siklus intake, kompresi, pembakaran, dan ekzos. Ada tiga kondisi utama yang harus dipenuhi agar mesin bisa bekerja dengan baik: campuran udara-bahan bakar yang tepat, kompresi yang memadai, dan percikan api yang tepat waktu. Komponen-komponen mesin seperti silinder kepala, blok silinder, krankshaft, batang penghubung

Diunggah oleh

tusamsi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan44 halaman

Komponen Utama Mesin Bensin: Piston

Dokumen tersebut menjelaskan bagaimana mesin bensin empat tak bekerja dengan mengulang siklus intake, kompresi, pembakaran, dan ekzos. Ada tiga kondisi utama yang harus dipenuhi agar mesin bisa bekerja dengan baik: campuran udara-bahan bakar yang tepat, kompresi yang memadai, dan percikan api yang tepat waktu. Komponen-komponen mesin seperti silinder kepala, blok silinder, krankshaft, batang penghubung

Diunggah oleh

tusamsi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Gambaran Umum

Gambaran Umum
Semua mesin bensin yang terpasang pada mobil
Daihatsu adalah mesin empat tak (four-stroke
engine).
Mesin empat tak ,berkerja dengan mengulang
secara terus menerus dan tetap pada tahapan
berikut ini:
1. Intake stroke
2. Compression stroke
3. Combustion stroke
4. Exhaust stroke
Prinsip dasar mesin 4 tak
Agar mesin dapat bekerja dengan sempurna
dalam beragam kondisi, tiga kondisi berikut
haruslah dipenuhi:
• Percampuran uadara – bahan bakar yang baik.
• Kompresi yang baik
• Percikan bunga api (spark) yang baik.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 1


Sistem Pelumasan
Pencampuran udara-bahan bakar yang baik
1. Percampuran udara-bahan bakar yang baik
untuk mobil
(1) Bensin diuapkan dan bercampur dengan udara
Agar bensin terbakar seluruhnya, bensin harus
diuapkan secukupnya dan dicampur dengan udara.

(2) Percampuran udara – bahan bakar yang sesuai.


Mobil digunakan dalam beragam kondisi dan
terjadi perubahan pada kondisi pengoperasian
mesin, percampuran udara-bahan bakar yang
dibutuhkan juga berubah.
• Ketika temperatur udara berubah dari tinggi
ke rendah.
• Ketika permukaan berkendara berubah dari
datar ke tanjakan dan mesin mendapatkan
beban berat.
• Ketika putaran mesin berubah banyak dari
idle ke kecepatan tinggi sewaktu akselerasi.

2. Perbandingan uadara – bahan bakar


Rasio udara-bahan bakar adalah rasio antara
massa udara dengan bahan bakar.
Apabila udara terlalu banyak atau terlalu sedikit,
bensin tidak bisa terbakar dengan baik, yang akan
menghasilkan pembakaran tidak sempurna. Paling
sedikit 14,7 bagian udara diperlukan untuk
membakar 1 bagian bensin. Ini disebut rasio
udara-bahan bakar teoritis.
Tetapi sebenarnya, meski bensin diinjeksikan
untuk memenuhi rasio udara-bahan bakar teoritis,
tidak semua bensin diuapkan dan bercampur
dengan udara. Karenanya, untuk beberapa kondisi,
diperlukan campuran udara-bahan bakar yang
lebih kaya.

3. Ratio uadara-bahan bakar dan kondisi


penegendaraan.
(3) Saat starting:
Ketika starting, dinding-dinding intake manifold,
silinder dan cylinder head kondisinya dingin,
sehingga bahan bakar yang disemprotkan injektor
menempel pada bagian itu. Hal ini menyebabkan
campuran udara-bahan bakar dalam ruang bakar
menjadi kurus. Oleh karena itu diperlukan
campuran udara-bahan bakar yang lebih kaya.
(4) Warming-up:
Semakin rendah temperatur pendingin, kondisi
penguapan bensin kian buruk, sehingga sulit
terbakar. Oleh karena itu diperlukan campuran
udara-bahan bakar yang gemuk.
(5) Saat akselerasi :
Sewaktu pedal gas (akselerator) di injak, akan
terjadi keterlambatan suplai bahan bakar akibat
Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 2
Sistem Pelumasan
perubahan beban, sehingga campuran bahan bakar
menjadi miskin. Karenanya, perlu tambahan
jumlah bahan bakar yang diinjeksikan pada
campuran itu.
(6) Sewaktu berjalan merayap (kecepatan
konstan):
Setelah mesin dipanaskan secukupnya, campuran
bahan bakar yang disuplai ke mesin hampir
mendekati rasio udara-bahan bakar teoritis.
(7) Sewaktu membawa beban berat:
Apabila diperlukan keluaran tenaga lebih
besar, campuran bahan bakar yang sedikit lebih
kaya disuplai ke mesin untuk merendahkan suhu
pembakaran dan menjaga agar semua udara
masuk digunakan dalam pembakaran.
(8) Sewatu perlambatan:
Karena output mesin tidak diperlukan, bahan
bakar di putuskan dalam
kondisi pengendaraan ini agar dapat
membersihkan gas buang.

Kompressi yang baik


1. Perlunya kompresi campuran udara-bahan
bakar
Ketika campuran udara-bahan bakar yang tidak
terkompresi di bakar, campuran itu akan terbakar
perlahan karena bahan bakar dan udara tersebut
memiliki kepekatan rendah. Berbeda ketika
membakar campuran udara-bahan bakar yang
ditekan, karena kepekatannya tinggi
menyebabkan campuran itu terbakar seketika
(meledak).
Bahkan ketika campuran bahan bakarnya sama,
campuran yang ditekan akan melepaskan tenaga
lebih besar dibanding campuran yang tidak
ditekan ketika dibakar.
Selain itu, mengkompresikan campuran udara-
bahan bakar menyebabkan bahan bakar dan udara
bercampur lebih baik, menghasilkan penguapan
bensin yang lebih baik dan suhu lebih tinggi
sewaktu di bakar. Campuran udara-bahan bakar
yang ditekan lebih mudah terbakar dibanding
sebelumnya.
Tingkat kompresi campuran udara-bahan bakar
diekspresikan dengan rasio kompresi. Umumnya,
akan diperoleh tekanan eksplosif lebih besar bila
tekanan kompresinya lebih tinggi. Tetapi akan
terjadi Knocking jika tekanan itu terlalu tinggi.
Oleh karena itu, rasio kompresi mesin bensin
biasanya dirancang berada antara 9 sampai 11.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 3


Sistem Pelumasan
Percikan bunga api yang bagus
Mesin bensin mengubah pembakaran campuran
udara-bahan bakar menjadi gaya gerak.
Agar campuran udara-bahan bakar terbakar
dengan baik, diperlukan percikan bunga api yang
cukup kuat dengan waktu pengapian yang tepat.

1. Kondisi untuk percikan bunga api yang baik


(1) Kemampuan untuk menghasilkan percikan
bunga api yang cukup kuat agar campuran udara –
bahan bakar terbakar (meledak).
Busi pada mesin bensin menghasilkan percikan
bunga api untuk membakar campuran udara-
bahan bakar. Apabila percikan bunga apinya
lemah, maka tidak tersedia energi cukup untuk
membakar campuran udara-bahan bakar.
Karenanya, percikan bunga api yang kuat adalah
penting.

(2) Kemampuan menjaga waktu pengapian yang


baik pada setiap kondisi mesin.
Waktu pengapian berubah sesuai dengan putaran
atau beban mesin untuk menjaga agar selalu
tersedia waktu pengapian yang sesuai.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 4


Sistem Pelumasan
Uraian
Mesin terdiri dari banyak komponen untuk
membantu mesin itu mengubah energi panas
menjadi energi mekanik secara efisien sewaktu
campuran udara-bahan bakar dibakar.

1. Cylinder head
(1) Cylinder head
(2) Cylinder head gasket

2. Cylinder block

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 5


Sistem Pelumasan
3. Crankshaft
(1) Crankshaft
(2) Bearing cap

4. Connecting rods
(1) Connecting rod
(2) Bearing cap

5. Bearings
(1) Connecting rod bearing
(2) Crankshaft bearing
(3) Thrust washer

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 6


Sistem Pelumasan
6. Pistons
(1) Piston
(2) Piston pin
(3) Piston rings

7. Valve mechanism etc.


(1) Exhaust camshaft
(2) Intake camshaft
(3) Valve lifter
(4) Valve cotter
(5) Valve spring retainer
(6) Valve spring
(7) Valve stem oil seal
(8) Spring seat
(9) Valve
(10) Timing chain
(11) Chain tensioner slipper
(12) Chain vibration damper
(13) Timing chain tensioner
(14) Crankshaft timing sprocket

Apabila komponen-komponen ini berfungsi


dengan baik, gaya gerak akan dihasilkan.

Cylinder Head
Cylinder head ditempatkan di atas cylinder block.
Bagian dasar cylinder head dilekuk dan
digabungkan dengan piston untuk membuat ruang
bakar. Di bagian dalamnya, terdapat lubang oli
dan water jacket untuk mendinginkan valve dan
busi.
Kebanyakan mesin bensin memiliki cylinder head
yang terbuat dari paduan alumuniumalloy.
Paduan alumunium lebih ringan dari besi tuang,
dan memiliki karakteristik konduksi panas yang
baik.
Di antara cylinder block dan cylinder
head terdapat gasket cylinder head, berfungsi
sebagai penutup pertemuan dua bagian untuk
mencegah kebocoran gas bertekanan tinggi, gas
pembakaran, pendingin dan oli mesin.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 7


Sistem Pelumasan
Baut Plastic Region
Baut plastic region ini digunakan di beberapa
tempat seperti cylin-der head atau bearing cap as-
sembly untuk memberikan stabiltas kekencangan
baut.
Biasanya, baut dikencangkan ke bagian yang
elastis. Dalam kon-disi ini, baut dikencangkan
pada torsi pengencangan sesuai spesifikasi. Pada
bagian yang elastis, torsi pengencang baut dan
kekencangan baut menjadi semakin besar secara
proprosional.
Untuk mengencangkan baut di bagian elastis,
beberapa toleransi dapat dibuat berdasarkan ulir
baut, flange atau washer jika kekencangan baut
diatur dalam torsi pengencangan.
Pada plastic region, hampir tidak ada perubahan
kekencangan baut dari torsi pengencangannya.
Metode pengencang pada plastic region
menggunakan bahan yang mempunyaui sifat
tertentu sehingga dapat mengurangi fluktuasi
ketidak rataan dalam pengencangannya.
Tegangan baut distabilkan ketika tegangan baut
itu sendiri bertambah besar.

Blok Silinder
Cylinder block berperan menjaga tekanan
kompresi bersama piston, disamping menerima
tekanan pembakaran.
Cylinder block model baru terdiri dari cylinder
block aluminum dan cylinder liner. Namun, ada
mesin tanpa cylinder liner.
Juga ada cylinder block yang dibuat dari besi
tuang. Cylinder bore berbentuk silindris. Namun
sebenarnya cylinder bore ini dibuat sedikit miring
pada bagian atasnya. Yakni bagian yang
menerima temperatur dan tekanan tinggi, juga
pada sisi piston thrust, yaitu bagian yang dipakai
untuk menerima gaya dorong piston. Atas dasar
inilah, sebenarnya cylinder berbentuk oval atau
runcing pada bagian yang digunakan itu.

Berbagai kondisi kerusakan akibat pemakaian


cylinder:
• Knocking sisi piston yang ekstrim
• Konsumsi oli mesin yang tidak normal
• Kebocoran kompresi
dll.
PETUNJUK:
Keausan tidak normal dan kerusakan di dalam
cylinder dan kerusakan utamanya terjadi atas
alasan berikut:
• Tidak cukup pelumasan
• Perawatan tidak sesuai akan merusak oli
mesin atau saringan oli.
Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 8
Sistem Pelumasan
• Debu terhisap ke dalam mesin
• Campuran udara-bahan bakar yang terlalu
kaya
• Overheating
• Overcooling

1. Ukuran Cylinder bore


Lokasi silinder bore kode ukuran STD
(HC engine)
Meskipun baru, ada banyak perbedaan pada
ukuran cylinder bore akibat ketidaksesuaian
dalam ketepatan perakitan. Untuk alasan tersebut,
ada tiga ukuran standar cylinder bore.
Front
Kode ukuran tiap cylinder dituliskan pada bagian
atas cylinder block.
Untuk meningkatkan ketepatan celah piston,
digunakan standar piston yang sesuai dengan
ukuran cylinder.
Apabila kode ukuran meningkat, ukuran bore
meningkat sekitar 0.01 mm.
Dalam beberapa mesin, ada empat atau lima
ukuran standar.
Kemudian, ada mesin yang hanya ada satu ukuran
cylinder bore, di mana mesin itu tidak mempunyai
kode ukuran tertulis di cylinder block.

Bore size code Cylinder bore size

1 Small

3 Large

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 9


Sistem Pelumasan
2. Ukuran diameter crankshaft main journal
Lokasi main journal bore kode ukuran STD Diameter crankshaft main journal diproses
(K3 engine) machining pabrik bersama cylinder block dan
bearing cap.
Kadang terjadi perbedaan ukuran diameter
crankshaft main journal akibat ketidak tepatan
ketika proses machining di pabrik. Untuk alasan
itu, ada beberapa ukuran diameter crankshaft
main journal.
Kode ukuran ini ditulis di dasar cylinder block.
Gunakan kode ini ketika memilih bantalan
(bearing) untuk meningkatkan ketepatan celah oli
crankshaft main journal untuk mencegah suara
yang tidak normal dan pengikisan (seizing) dan
menjaga bahan bakar tetap ekonomis.
Apabila kode meningkat, ukuran diameter
meningkat dalam micron unit.
Angka ukuran standar, pengkodean ukuran dan
Bore size code lokasi tulisan berbeda menurut model mesin.

0 Small

6 Large

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 10


Sistem Pelumasan
Crankshaft
Tugas crankshaft adalah merubah gerak linier
piston menjadi gerak putar. Agar mampu
menerima gaya besar dan berputar pada kecepatan
tinggi, komponen ini membutuhkan kekuatan dan
kekakuan memadai, tahan lama dipakai
(durability), dan memiliki keseimbangan statis
dan dinamis untuk berputar dengan lembut.
Bearing cap
Crank pin dan crank journal dibuat melalui
proses pengerasan (hardening) agar bagian ini
Bearing cap unit with ladder- menjadi andal dan tahan aus. Balance weight
frame construction dipasang untuk menyeimbangkan putaran
crankshaft.
Crank pin dan crank journal mempunyai lubang
oli. Oli mengalir dari cylinder block, masuk ke
lubang oli pada journal dan berlanjut melalui
crank pin.

Nomor posisi pemasangan journal dan arah


pemasangan tertulis pada crankshaft bearing cap

Contoh: mesin seri ZZ.


Beberapa bearing cap nerupakan bagian yang
menyatu dengan konstruksi ladder-frame, yang
terdiri dari bagain bawah cylinder block.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 11


Sistem Pelumasan

Location of main journal and crank pin STD size codes


1. Ukuran main journal dan crank pin
Perbedaan pada main journal dan crank pin terjadi
akibat ketidaksesuaian pada presisi pabrikasi.
Main journal STD
Atas alasan tersebut, ada beberapa ukuran standar
size codes untuk main journal dan crank pin. Kode ukuran
(K3 engine)
ini tertulis pada crankshaft.
Ada mesin dengan hanya satu ukuran, karena itu
tidak tertulis kode ukuran.
Gunakan kode ini ketika memilih bearing untuk
menjaga ketepatan celah oli crankshaft main
journal atau celah oli connecting rod sehingga
terhindar dari suara yang tidak normal dan
pengikisan (seizing), serta menjaga agar bahan
bakar tetap ekonomis.
Apabila kode meningkat, diameter main journal
dan crank pin menurun dalam satuan mikron.
Angka ukuran standar, pengkodean ukuran dan
lokasi tulisan berbeda sesuai model mesinnya.

Bearing Crankshaft
Bila ada lapisan tipis oli yang sesuai pada
permukaan bearing, lapisan tersebut dapat
menyerap beban berat dan kejutan dari komponen
yang berputar pada saat langkah pembakaran.
Lapisan tipis oli ini mencegah pengikisan dan
mengurangi hilangnya output dikarenakan
gesekan.
Pada bagain ini terdapat lubang oli dan alur oli di
dalam bagian atas setengah bagian bearing.
Lubang dan alur ini akan memasok oli ke bearing
dan main journal dan melumasinya. Terdapat
bibir pengunci untuk menjaga agar bearing tidak
berputar.
Thrust washer berfungsi untuk menyerap gaya
yang diterima crankshaft dari arah axial.
Terdapat alur oli pada permukaan yang
bersentuhan dengan crankshaft. Terdapat pengait
(tab) pada sisi bagian bawah thrust washer untuk
menjaganya agar tidak berputar. Ada beberapa
mesin yang tidak memiliki thrust washer sisi
dasar.
1. Ukuran bantalan (bearing)
Terdapat beberapa ukuran standar untuk
crankshaft bearing. Kode ukuran tertulis pada
bagian belakang bantalan.
Terdapat beberapa ukuran standar untuk
crankshaft bearing. Kode ukuran tertulis pada
bagian belakang bantalan.
Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 12
Sistem Pelumasan
2. Undersize bearing
Bila crankshaft main journal rusak atau bila celah
oli menjadi lebih besar, maka main journal dapat
dibubut dan undersize bearing yang lebih tebal
dapat digunakan.
Ada beberapa mesin yang tidak dapat menerima
undersize bearing pengganti. Bila kasusnya
demikian, maka crankshaft harus diganti.

Connecting Rod
Connecting rod menerima gaya, yang diterima
oleh piston, dan meneruskannya ke crankshaft.
Karena bagian ini menerima gaya tekan dan gaya
tarik secara terus-menerus, maka conecting rod
harus cukup kuat dan rigid.
Terdapat oil jet yang menempel pada big end dari
connecting rod untuk pelumasan dan pendinginan.
Oli mesin diberikan melalui lubang oli mesin
crankshaft.
Connecting rod terpasang pada bearing cap, oleh
karenanya periksalah tanda depan agar tidak salah
saat merakit kedua komponen tersebut.
1. Ukuran diameter big end
Diameter big end dibuat di pabrik dengan
connecting rod dan bearing cap. Karena ada
ketidaksesuaian pada tahap presisi pabrikasi,
dapat terjadi perbedaan ukuran diameter big end.
Atas dasar itu, ada beberapa ukuran standar
diameter big end . Kode ukuran untuk setiap
diameter ditulis pada bearing cap.
Gunakan kode ini ketika memilih bearing untuk
meningkatkan ketepatan celah oli connecting rod,
mencegah suara yang tidak normal, pengikisan
(seizing), dan untuk menjaga agar bahan bakar
ekonomis.
Ketika kode ukuran meningkat, ukuran diameter
big end meningkat dalam satuan mikron. Angka
ukuran standar dan pengkodean ukuran berbeda
sesuai model mesinnya.

CATATAN:
Sebagian besar model lama tidak mempunyai
kode identifikasi yang berkaitan dengan
peningkatan akurasi pengerjaan yang
menggunakan mesin.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 13


Sistem Pelumasan
Connecting Rod Bearing
Bila terdapat lapisan oli yang sesuai pada
permukaan bearing, hal ini dapat menyerap beban
dan goncangan berat pada bagian yang berputar
saat langkah pembakaran (combustion stroke).
Lapisan oli ini dapat mencegah pengkikisan dan
mengurangi kerugian tenaga yang berkaitan
gesekan. Terdapat lubang oli pada bagian atas
half-bearing untuk saluran oli menuju oil jet pada
connecting rod. (Ada juga lubang oli di bagian
bawah half-bearing yang partnya sama dapat
digunakan untuk bagian bawah dan bagian atas.)
1. Ukuran Bearing
Ada beberapa ukuran standar untuk connecting
rod bearing . Kode ukuran ini tertulis pada bagian
belakang bearing.
Gunakan kode ini ketika memilih bearing untuk
memperbaiki presisi celah oli connecting
rod dalam rangka mencegah pengikisan, suara
abnormal, dan untuk menjaga agar bahan bakar
ekonomis. Ketika kode ukuran meningkat,
ketebalan bearing meningkat dalam satuan
mikron.
Nomor ukuran standarnya, kode ukuran, dan
penempatan catatannya berbeda sesuai model
mesin.
2. Undersize Bearing
Ketika crank pin pada crankshaft rusak atau celah
olinya menjadi lebih besar, crank pin dapat
dibubut dan dapat mengunakan undersize bearing
yang lebih tebal. Ada beberapa mesin yang tidak
dapat menggunakan undersize bearing pengganti.
Jika kasusnya begitu, crankshaft harus diganti.

Memilih Bearing
Celah oli crankshaft bearing dan connecting rod
bearing ditentukan oleh model mesin. Setiap
bearing harus dipilih untuk mendapatkan celah oli
yang sesuai dengan ukuran lubang main journal
pada cylinder block dan diameter crankshaft main
journal, atau ukuran lubang connecting rod big
end dan diameter crank pin.
Ketika ukuran lubang atau diameter journal pin
meningkat, ketebalan bearing yang digunakan
juga meningkat.

Celah Oli
Celah oli adalah celah antara bearing dan shaft.
Oli akan menutup bagian dimana komponen
logam tidak mengalami kontak langsung dengan
komponen logam yang lain.
Ketika celah oli melebar, akan terjadi suara tidak
normal dan tekanan oli menurun, sehingga terjadi
pengikisan (seizing).
Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 14
Sistem Pelumasan
Memilih Bearing
1. Metode pemilihan bearing
Gunakan proses berikut untuk menentukan
bearing yang benar (kode ukuran).
A+B=C
A: Kode ukuran lubang main journal pada
cylinder block (atau kode ukuran lubang
connecting rod big end )
B: Kode ukuran crankshaft main journal (atau
kode ukuran crank pin)
C: Jumlah total
Example:
A: Kode ukuran lubang main journal pada
Cylinder block : 4
B: Kode ukuran Crankshaft main journal : 2
C: A+B=2+2=4
Pilih bearing dengan kode ukuran 4 pada tabel.
Dalam hal ini , penjumlahan semua angka
digunakan sebagai kode ukuran bearing.
Metode pemilihan tergantung model mesin.

Piston
1. Uraian
Letak piston berada di bagian bawah ruang bakar.
Agar piston dapat begerak, harus ada celah antara
piston dan dinding silinder.
Konstruksinya telah dirancang untuk menjaga
celah yang tepat ketika piston memuai sewaktu
temperatur tinggi selama pembakaran.
• Seperti bagian piston boss dipertebal, hal ini
akan mudah terpengaruh oleh penyebaran
panas. Karena itu, piston dibuat lebih oval
pada arah yang tegak lurus dengan piston pin
(B) sehingga diameter yang searah dengan
piston pin (A) dapat memuai untuk membuat
lingkaran selama penyebaran panas.
• Piston head mendapat temperatur tinggi
selama pembakaran, dan tidak langsung
didinginkan oleh pendingin dan udara. Atas
alasan itu, piston head akan mencapai
temperatur yang lebih tinggi dari piston skirt.
Dengan mempertimbangkan adanya
penyebaran panas selama pembakaran, maka
piston head dibuat sedikit lancip bila
dibandingkan dengan diameter piston skirt.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 15


Sistem Pelumasan
PETUNJUK:
Combustion pressure Compression pressure
• Untuk diameter piston, ukur spesfikasi area
dalam buku Pedoman Reparasi.
• Perhatikan bahwa lokasi untuk pengukuran
bukan pada diameter terbesar.
Karena itu, ingatlah bahwa celah oli standar pada
piston dalam buku Pedoman Reparasi bukanlah
celah sebenarnya antara cylinder dan piston.

2. Gaya gesek
Ketika tekanan selama kompresi atau
Major thrust force Minor thrust force
pembakaran terjadi pada piston, maka akan ada
(Combustion stroke) (Compression stroke)
sebagian gaya aksi pada piston skirt
yang menyebabkan piston mendorong dinding
silinder. Gaya ini dinamakan gaya gesek ( thrust
force).
Gaya gesek ini dibagi dalam dua tipe: gaya gesek
major dan gaya gesek minor. Yang pertama
terjadi selama langkah pembakaran dan yang
terakhir terjadi selama langkah kompresi.

3. Piston slap (Side knocking)


Piston slap adalah suara yang terjadi ketika piston
memukul dinding silinder. Hal ini juga disebut
"side knocking ".
Piston slap terjadi ketika arah gaya gesek berubah
dari compression stroke ke combustion stroke.
Piston slap dipengaruhi oleh jumlah celah piston.
Ketika celah piston besar, piston slapnya akan
lebih besar. Pada beberapa mesin, garis tengah
piston dan garis tengah piston pin mengalami
sedikit offset untuk mengurangi piston slap.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 16


Sistem Pelumasan
4. Cara kerja offset piston
Pada mesin dengan offset piston, arah gesekan
pada piston berubah dari arah gesekan minor ke
arah gesekan major mendekati akhir langhakh
kompresi . Dalam cara ini, piston slap berkurang
karena arah gesekan piston berubah sebelum
piston menerima tekanan pembakaran.

5. Ukuran Piston
Piston size code and front mark
(3SZ-VE engine)
Ketika piston dan cylinder menjadi aus melebihi
batas yang diijinkan, maka perlu mengganti
cylinder block atau piston, atau untuk melakuan
reboring pada cylinder block atau cylinder liner
Piston size code itu, kemudian menggunakan oversize piston.
Piston dan piston pin biasanya tersedia dalam
piston assembly.
• Ukuran standar, yang mengindikasikan
Front mark diameter piston, telah tertulis.
• Piston harus dipasang menghadap arah yang
benar.
• Arah itu tertulis pada piston head.
• Sisi yang bertanda menunjukkan sisi depan.
• Lokasi tepat dari tulisan itu berbeda sesuai
dengan model mesinnya.

No identification available on current engine.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 17


Sistem Pelumasan
(1) Piston ukuran standard
Front mark Ketika mesin dirakit, setiap piston ukuran
standard diatur sesuai ukuran lubang cylinder agar
diperoleh celah piston yang presisi.
Ketika angka bertambah besar, diameter piston
meningkat dalam satuan 0.01 mm (0.0004 in.).
P code Belakangan ini, mesin hanya mempunyai satu
ukuran lubang cylinder dan satu ukuran piston.

Front mark

No identification available on current engine.

(2) Oversize piston ( for EJ engine only)


Piston size code and front mark
Ukuran dari oversize piston ditentukan oleh
keausan cylinder.
Setiap pertambahan 0.25 mm sampai 1.00 mm
dari oversize piston tersedia part pengganti.
Angka 0.25 pada oversize piston berarti bahwa
0.25 mm (0.010 in.) ini lebih besar daripada
ukuran standard piston.

Front mark PETUNJUK:


Oversize piston tidak disediakan part pengganti
untuk meningkatkan kehandalan dan
meminimalkan berat keseluruhan mesin.

No identification available on current engine.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 18


Sistem Pelumasan
Ring Piston
1. Uraian
Piston ring dirancang untuk mencegah kebocoran
tekanan pada celah antara piston dengan cylinder.
Ada tiga buah piston ring yang berfungsi untuk
menjaga udara ruang bakar, termasuk dua
compression ring bagian atas yang sekaligus
berfungsi untuk menyebarkan panas dari piston ke
cylinder.
Kedua ring ini juga berfungsi membuang sisa oli
pada dinding silinder untuk membuat lapisan oli
minimum seperlunya agar terhindar kelebihan oli
yang memasuki ruang bakar

2. Tanda ring
Nama pabrik pembuat dan tanda oversize tertulis
pada ring piston .
PERHATIAN:
Perhatikan hal-hal berikut ketika merakit:
• Permukaan dengan tanda harus menghadap ke
Manufacturer atas.
• Jangan mengacak urutan compression ring.
No.1 code mark Bila compression ring No. 1 tidak memiliki
tanda, mungkin ditempatkan pada sisi ring.
Kalau tidak ada tanda-tanda di kedua lokasi
No.2 code mark
lihatlah Pedoman Reparasi untuk memastikan
adanya perbedaan bentuk.
• Untuk mengurangi kebocoran tekanan
Open end of compression sebanyak mungkin, rakitlah piston ring end
ring No.1
gap pada posisi terpisah seperti di ilustrasi.
Open end of expander Open end of oil
ring side rail • Periksa ring end gap ketika menggunakan
(upper) piston ring baru.

Open end of
compression ring No.2
Open end of oil ring side
rail (lower)

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 19


Sistem Pelumasan
3. Ring end gap
Celah ujung ring (ring end gap) haruslah 0.2 - 0.5
mm pada suhu ruangan.
Bila piston ring end gap terlalu besar, gas yang
mengalami penekanan akan bocor melalui celah
itu .
Jika ring end gap terlalu kecil, dua ujung piston
ring akan saling menyentuh karena penyebaran
panas yang menyebabkan ring memuai. Kejadian
ini dapat menyebabkan dinding cylinder tergaruk
atau piston ring bisa jadi patah.
Specified depth PERHATIAN:
in the service • Ketika mengukur ring end gap, masukkan
manual (mm) piston ring ke dalam cylinder pada tempat
yang jumlah keausannya paling sedikit
• Posisi untuk mengukur ring end gap berbeda
sesuai model mesin.

4. Efek Ring Pumping dan Ring Flutter


(1) Efek ring pumping
Ring bergerak naik turun di dalam piston ring
groove sementara mesin berjalan. Aktivitas ini
memompa oli di ring, menolong meningkatkan
pelumasan. Jika celah antara piston ring dan
piston ring groove terlalu besar, efek pemompaan
juga akan besar mengakibatkan meningkatnya
konsumsi oli.
(2) Ring flutter
Ketika piston ring bergetar naik dan turun atau
beriringan dalam piston ring groove, kemampuan
ring menurun.
Bila kondisi ini berlanjut, piston ring atau piston
ring groove akan mengalami keausan tidak
normal dan mungkin berakibat pengikisan
(seizing)..

Mekanisme valve
Mekanisme valve membuka atau menutup intake
valve dan exhaust valve pada waktu yang tepat
untuk menarik percampuran udara-bahan bakar ke
dalam cylinder dan membuang gas pembakaran
ke luar.

Komponen dan Valve yang terkait

1. Sistem pembukaan dan penutupan katup


Putaran crankshaft diteruskan ke camshaft
melalui timing chain (timing belt), kemudian
memutar cam.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 20


Sistem Pelumasan
Jumlah gigi pada camshaft sprocket (pulley) dua
kali crankshaft sehingga camshaft berputar sekali
atau setiap dua putaran crankshaft.
Bila camshaft berputari, cam menekan valve
untuk membuka atau menutup.

2. Valve
Intake valve terbuka selama langkah hisap (intake
stroke) dan menarik percampuran udara-bahan
bakar.
Exhaust valve terbuka selama langkah buang
(exhaust stroke) untuk membuang gas
pembakaran.
Kedua valve menutup selama langkah kompresi
dan pembakaran (compression dan combustion
stroke) untuk menjaga kepadatan udara ruang
pembakaran (combustion chamber airtight.
Karena katup menerima temperatur dan tekanan
tinggi, katup terbuat dari logam khusus.
Umumnya, untuk meningkatkan jumlah udara
masuk, diameter katup dari intake valve dibuat
lebih besar dibanding exhaust valve.
Untuk menjaga kerapatan udara antara katup dan
valve sheet, sudut valve face biasanya diatur pada
44.5° atau 45.5° °.
Valve didorong ke arah menutup oleh pegas dan
pengoperasian cams menyebabkan katup bergerak
naik turun di sepanjang valve guide bushing yang
terdapat pada bagian dalam cylinder head.

3. Pegas Katup
Pegas katup adalah pegas koil yang memberikan
tegangan pada arah menutup katup.
Kebanyakan mesin mempunyai satu pegas per
katup, namun beberapa mesin menggunakan dua
pegas untuk setiap katup.

Untuk mencegah katup bergetar ketika mesin


bekerja pada kecepatan tinggi, digunakan pitch
spring yang tidak rata atau pegas ganda.
PETUNJUK:
• Pegas katup mempunyai frekwensi natural.
Ketika sejumlah valve terbuka dan tertutup
bersesuaian dengan frekwensi natural ini
maka pegas katup itu akan bergetar bersama.
Getaran bergelombang ini dapat membuat
ketidaksesuaian kerja camshaft. Kondisi ini
disebut surging dan dapat menyebabkan suara
abnormal mesin dan juga dapat merusak pegas
katup atau berpengaruh pada katup dan piston.
• Tipe asymmetrical pada pitch spring yang
tidak rata dipasang dengan pitch yang melebar
ke atas.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 21


Sistem Pelumasan
4. Valve seat
Valve seat dipasang press-fitted ke dalam
cylinder head. Ketika katup menutup, valve face
dan valve seat menutup rapat bersama untuk
membuat ruang bakar yang kedap udara. Valve
seat juga mentransfer panas dari valve ke cylinder
head, disamping ikut mendinginkan katup.
Karena valve seat terkena gas pembakaran
bertemperatur tinggi, dan berhubungan secara
terus menerus dengan katup oleh karena itu
terbuat dari logam tahan panas dan keausan.
Ketika valve seat aus, dapat dipotong dengan
pemotong karbit (carbide cutter) atau diganti.
Akhir-akhir ini, laser juga telah digunakan untuk
melebur lapisan valve seat yang terbuat
dari paduan logam tahan aus (wear-resistant
alloy) langsung pada cylinder head-nya. Ada juga
beberapa mesin yang valve seat dan cylinder
headnya dibuat dalam satu unit. Dengan tipe laser
clad valve seat, tidak mungkin dilakukan
penggantian.
REFERENSI:
Valve seat berbentuk seperti kerucut 45° supaya
sesuai dengan valve face.
Lebar kontak valve seat biasanya antara1.0 mm
hingga 1.4 mm.
Semakin besar area kontak pada valve seat,
semakin besar efek pendinginan, namun
kerapatan udaranya dapat rusak karena mungkin
terjadi gangguan oleh karbon.
Sebaliknya, semakin kecil area kontak pada valve
seat, semakin kecil efek pendinginan dan semakin
kecil kemungkinan gangguan karbon.

5. Valve guide bushing dan oil seal


Valve guide bushing umumnya terbuat dari besi
tempa dan terpasang press-fitted ke dalam
cylinder head. Valve guide bushing berfungsi
untuk menjaga gerakan katup sehingga valve seat
dan valve face dapat menutup dengan tepat.
Permukaan kontak pada valve guide dan valve
stem dilumasi dengan oli mesin. Untuk mencegah
sisa oli memasuki ruang pembakaran, sebuah oli
seal karet dipasang pada bagain atas valve guide
bushing.
PETUNJUK SERVICE:
• Valve sticking" terjadi ketika valve stem pada
valve bushing guide berhenti bergerak
perlahan atau berhenti bergerak total. Hal ini
terjadi ketika jumlah celah antara valve stem
dan valve guide bushing terlalu kecil atau
ketika mereka tidak dilumasi dengan cukup.
• Bila valve stem oil seal pecah atau mengeras,
oli mesin akan memasuki ruang pembakaran
Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 22
Sistem Pelumasan
dan terbakar. Hal ini dapat menyebabkan
konsumsi oli yang berlebihan.

Valve Timing
Valve timing adalah waktu buka dan tutup intake
valve dan exhaust valve yang dinyatakan dalam
sudut crankshaft, dan disebut "diagram timing
katup" ("valve timing diagram").
Setiap katup terbuka dan tertutup bergantian pada
TDC (Top Dead Center) dan BDC (Bottom Dead
Center). Namun, intake valve terbuka sebelum
TDC dan menutup setelah BDC dan exhaust
valve terbuka sebelum BDC dan menutup setelah
TDC.
Karena itu valve timing dimaksudkan untuk
meningkatkan efisiensi pemasukan (intake) dan
pembuangan (exhaust) dengan memanfaatkan
momen enersia dengan cara mengatur saat,
membuka dan menutup katup lebih awal dan
akhir sesuai dengan posisi piston.
Baru-baru ini dalam beberapa mesin, valve
timing-nya dapat dirubah seperti pada DVVT
(Dynamic Variable Valve Timing).

Stabilitas saat idling, peningkatan output atau


efisiensi EGR dari valve overlap dipergunakan
secara efektif dengan membuat valve timing yang
dapat dirubah.

CATATAN:
Actual valve timing berbeda tergantung pada tipe
dan model mesin .

Valve overlap
Pada akhir langkah buang (exhaust stroke) sampai
awal intake stroke, intake valve dan exhaust valve
mempunyai saat ketika keduanya terbuka
bersamaan. Peristiwa ini disebut valve overlap.
Umumnya, valve overlap yang lebih besar
memberikan performa kecepatan tinggi lebih baik,
namun menyebabkan putaran idling yang tidak
stabil.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 23


Sistem Pelumasan

PERHATIAN:
Valve timing yang optimal ditentukan untuk
setiap model mesin.
Jika valve timing tidak benar, idling mesin tidak
akan stabil atau output mesin turun.
Jika timing belt rusak atau putus, gerakan
rotasional camshaft berhenti, dan piston dapat
mengganggu katup (valve). Kemudian piston,
valve dan valve lifter dll., dapat menjadi rusak.
Dengan dasar itu, mesin dengan timing belt,
timing belt perlu diganti setiap 100,000 km atau
150,000 km.
Namun, pada beberapa mesin, bahkan jika timing
belt putus, permukaan atas piston telah dibuat
kontruksi potongan katup untuk mencegah piston
menumbuk katup. Timing belt mesin semacam ini
hanya diganti ketika rusak saja, dan penggantian
timing belt-nya tidak termasuk sebagai item
perawatan berkala.

PETUNJUK:
Timing chain adalah "bebas perawatan" yang
berarti tidak membutuhkan pergantian secara
berkala.

Celah Valve
Karena setiap bagian mesin (cylinder head,
cylinder block dan valve, dll.) dapat terkena
ekspansi panas, maka harus ada celah antara cam
dan valve lifter (shim) sehingga katup masih
dapat beroperasi dengan halus bahkan ketika
terpengaruh oleh ekspansi panas. Celah ini
disebut celah katup (valve clearance).
PEWTUNJUK SERVICE:
• Celah katup yang berlebihan dapat
menyebabkan suara mesin abnormal dan
valve mistiming.
• Celah katup yang tidak benar dapat
menyebabkan piston bertabrakan dengan alve.
PETUNJUK:
Ada dua tipe celah katup, bergantung pada
konstruksi dan bahan mesin. Satu tipe meningkat
ketika mesin panas sementara tipe yang lain
menurun ketika mesin memanas.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 24


Sistem Pelumasan
Penyetelan Celah Valve
1. Tipe yang membutuhkan penggantian valve
lifter ketika menyetel celah katup
Dengan tipe ini, celah katup disetel dengan
mengganti valve lifter.
2. Tipe yang membutuhkan penggantian shim
ketika menyetel celah valve
Dengan tipe ini, celah valve disetel dengan
mengganti shim penyetel. Dalam tipe ini , ada
beberapa macam:
(1) Shim di bagian dalam.
(Membongkar camshaft dan mengganti shim.)
(2) Shim pada bagian luar.
(Mengganti shim menggunakan SST.)
(3) Shim di bawah rocker arm.
(Mengganti shim menggunakan SST.)
PETUNJUK:
Karena ukuran valve lifter dan shim sangat
bersesuaian untuk mesin, harap pilih mana yang
tepat.

3. Tipe yang membutuhkan penyetelan pada


mur penyetel ketika menyetel celah katup
Tipe ini untuk mesin yang menggunakan rocker
arm. Setel celah katup dengan memutar mur
penyetel, yang terpasang pada rocker arm.

Mekanisme Scissors Gear (Mekanisme Sub-


gear)
Pada mekanisme ini terdapat scissors gear (sub-
gear) yang terpasang pada driven gear untuk
camshaft dari perangkat DOHC. Gunanya untuk
mengurangi kebisingan roda gigi yang terkait
dengan perubahan torque.
Sub-gear didorong ke depan arah putaran oleh
pegas kapan saja dan scissors gear mengurangi
backlash dari roda gigi dengan
menghubungkannya dengan drive gear, untuk
mencegah kebisingan.
Backlash
Backlash adalah celah antara permukaan kontak
roda gigi dan terkit dalam toleransi ini dalam
rancangan dan perakitan, keausan dan
pengkikisan dapat dicegah.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 25


Sistem Pelumasan
Timing Chain Auto-tensioner
Timing chain auto-tensioner menggunakan pegas
dan tekanan oli mesin untuk menjaga tegangan
yang tepat setiap saat. Dan juga menekan suara
bising dari timing chain.
Dengan menggunakan internal ratchet device,
tensioner akan tetap memberikan tegangan
dengan pegas ketika tidak ada tekanan oli,
misalnya ketika mesin di-starting.

Timing Belt Auto-tensioner (Reference)


Timing belt auto-tensioner menggunakan daya
pegas dan sealed silicone oil pressure untuk
menjaga tegangan belt yang baik setiap saat.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 26


Sistem Pelumasan
Uraian
Sistem pelumasan menyediakan oli mesin ke
setiap bagian mesin, membuat lapisan dari oli
mesin, yang dimaksudkan untuk mengurangi efek
gesekan dan keausan dengan cara membiarkan
bagian mesin meluncur dengan halus dan
berfungsi optimal.
Ada banyak bagian yang berputar dan bergeser
dalam mesin. Misalnya ketika mesin bekerja pada
putaran tinggi, jika bagian-bagian tersebut tidak
diberikan pelumas, akan terjadi gesekan dalam
jumlah besar, yang mengakibatkan keausan dan
pengikisan. Untuk menjaga mesin berputar
dengan halus, gesekan pada setiap bagian harus
diminimalkan.

Oil flow circuit for 3SZ-VE engine

Main oil gallery

Crankshaft Oil jet Chain Cylinder head


journal tensioner
Oil filter
Connecting Timing Camshaft timing Intake Exhaust
rod chain oil control camshaft camshaft
valve filter journal journal
Oil
Oil jet
Camshaft timing
oil control valve
Piston
Oil pump
DVVT
controller
Oil strainer

Oil pan

The oil cooler, outlined with a dotted line, basically is not used on the 3SZ-VE engine.
Here is listed to understand the position of the oil cooler in the flow.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 27


Sistem Pelumasan
Pompa Oli
Pompa oli mengambil oli mesin dari oil pan dan
memompanya ke tiap-tiap bagian mesin.
Driven rotor berotasi bersama drive rotor, tetapi
karena driven rotor sifatnya eksentrik, ruang
antara kedua rotor berubah seiring rotasi.
Perubahan ini digunakan untuk menarik dan
memompa oli.
Terdapat relief valve pada pompa oli, yang akan
membebaskan pada tekanan tertentu untuk
mengontrol tekanan maksimum oli.
PETUNJUK SERVICE:
Bila relief valve macet, tekanan oli akan gagal
naik atau naik abnormal menyebabkan bagian-
bagian yang dilumasi mengalami pengikisan atau
terjadi kebocoran oli.
Juga, ketika bagian yang bergeser di dalam
pompa aus, atau gasket atau ring-O rusak, hal ini
menyebabkan tekanan oli menurun.

Saringan Oli
Semua pelumas yang dialirkan oleh pompa oli
melewati saringan oli, dimana partikel logam dari
keausan dan endapan karbon akan disaring .
Oli akan mendorong dan membuka check valve
kemudian masuk ke daerah lingkar luar dari
saringan, dimana oli disaring dan dikeluarkan dari
pusat saringan.
Check valve pada saringan oli dirancang untuk
mencegah kotoran, yang terkumpul pada bagian
lingkar luar saringan, yang mungkin mengalir
balik ke mesin pada saat mesin berhenti.
Apabila saringan tersumbat, perbedaan tekanan
akan terjadi pada lingkar luar dan dalam dimana
semakin lama semakin besar.. Ketika beda
tekanan mencapai nilai yang telah ditentukan,
relief valve terbuka sehingga oli tidak bisa
melewati saringan dan diteruskan ke bagian
pelumasan.
Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya
pelumasan yang tidak mencukupi ketika saringan
tersumbat. Sehingga, saringan oli harus diganti
secara berkala karena dialiri oli kotor.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 28


Sistem Pelumasan
Lampu Peringatan TekananOli
Oil pressure warning lamp memberitahu
pengemudi ketika ia mendeteksi adanya tekanan
oli mesin rendah..
Switch tekanan oli terpasang di dalam oil pan atau
cylinder block dan mendeteksi tekanan dalam
galeri oli utama.
1. Ketikan tekanan oli rendah
[19.6 ± 4.9 kPa (0.2 ± 0.05 kgf/cm2) atau
lebih rendah]
Ketika mesin dimatikan atau tekanan oli lebih
rendah dari jumlah yang dibutuhkan, titik di
dalam switch tekanan oli menutup dan lampu
peringatan tekanan oli menyala.
2. Ketika tekanan oli tinggi
[19.6 ± 4.9 kPa (0.2 ± 0.05 kgf/cm2) atau
lebih tinggi]
Ketika mesin dinyalakan dan tekanan melewati
jumlah yang diminta, tekanan oli mendorong
diafragma di dalam switch tekanan oli.
Sebagai hasilnya, titik terbuka dan lampu
peringatan mati.

PETUNJUK:
Tekanan oli normal adalah antara 0.5 dan 5
kgf/cm2 . Apabila tekanan oli mencapai di bawah
0.2 kgf/ cm2 , lampu peringatan akan menyala.
Bila lampu ini menyala, ini berarti telah terjadi
ketidak normalan dalam sistem pelumasan.
Lebih jauh lagi, tidak menyalanya lampu tidak
menjamin bahwa mesin memiliki tekanan oli
yang tepat pada mesin yang bekerja di kecepatan
tinggi. Karena hal ini, beberapa mesin
menggunakan ukuran tekanan oli untuk
menampilkan tekanan oli.
REFERENSI:
Lampu peringatan tekanan oli menyala ketika
jumlah oli sangat kurang.

Pendingin Oli
Mestinya suhu mesin tidak mencapai lebih dari
100°C. Bila suhu mencapai lebih dari 125°C, oli
pelumas mesin akan memburuk dengan
cepat. Untuk menghindari hal ini, beberapa
mesin dilengkapi dengan pendingin oli (oil
coooler).
Normalnya, semua oli mengalir ke dalam
pendingin oli, lalu mengalir ke bagian-bagian
mesin setelah didinginkan.
Pada suhu yang lebih rendah, oli memiliki
kekentalan yang lebih tinggi dan cenderung
memiliki tekanan oli yang lebih tinggi. Ketika
beda tekanan pada bagian inlet dan outlet
pendingin oli naik melewati nilai yang ditetapkan,
Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 29
Sistem Pelumasan
relief valve terbuka dan oli dari pompa oli
melewati pendingin oli dan mengalir terus ke
bagian-bagian mesin, dan mencegah dari
kerusakan.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 30


Sistem Pelumasan
Konsumsi Oli
Meski oli tidak bocor dari bagian luar, sejumlah
oli mesin dikonsumsi sewaktu memasuki ruang
bakar dan terbakar. Rute yang dilalui oli yang
hilang ini adalah sebagai berikut.

Celah antara silinder dan piston


Celah antara valve guide bushing dan valve
steam
Kehilangan besarta aliran blow-by gas

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 31


Pemeriksaan
Uraian
1. Sistem Pendinginan
Ketika mesin panas, sistem pendinginan
mentransfer panas ke sekeliling udara dan
menurunkan suhu mesin. Sebaliknya, ketika
mesin dingin, sistem pendinginan akan
mempermudah mesin untuk dipanaskan.
Dengan demikian, sistem pendinginan berfungsi
untuk menjaga suhu mesin yang sesuai. Terdapat
sistem pendinginan tipe udara dan air, tetapi,
kebanyakan mobil menggunakan sistem
pendinginan tipe berpendingin air..
(1) Sistem pendinginan tipe pendingin air
Pada sistem ini, pendingin disirkulasikan ke water
jacket, menyerap panas yang dihasilkan mesin,
dan menjaga temperatur mesin yang sesuai.
Panas yang diserap dilepaskan melalui radiator
dan pendingin yang sudah dingin kembali,
disirkulasikan kembali untuk mendinginkan
mesin. Panas dari pendingin juga dapat digunakan
sebagai pemanas (heater).
Dua tipe sistem pendingin, yang dibedakan menurut
posisi thermostatnya, adalah sebagai berikut:
<1> Thermostat pada sisi inlet pompa air
<2>Thermostat pada sisi outlet pompa air

Sistem pendingin dapat juga dibedakan ada


tidaknya katup bypass yang mengontrol sirkuit
bypass. Dalam beberapa tahun terakhir, hampir
semua sistem pendingin mesin dilengkapi
thermostat yang memiliki katup bypass.

Aliran Pendingi Mesin


1. Tipe thermostat dalam saluran masuk air
(Dengan katup bypass)
Tipe ini menunjukkan termostat dipasangkan
pada inlet pompa air. Termostat dilengkapi katup
bypass dan mengatur pendingin yang melewati
rute utama dan rute bypass dengan membuka dan
menutup termostat sesuai dengan perubahan suhu
pendingin.
(1) Ketika pendingin dingin:
Pada suhu pendingin rendah, termostat tertutup
dan katup bypass terbuka.
Pendingin lalu bersirkulasi melalui rangkaian
bypass tanpa melewati radiator
Ini menyebabkan suhu air naik sehingga suhu
mesin yang diminta akan didapatkan lebih cepat.
(2) Ketka pendingin panas:
Ketika suhu pendingin tinggi, termostat terbuka
dan katup bypass tertutup.
Semua pendingin yang dipanaskan mengalir ke
radiator dan melalui termostat untuk kembali ke
pompa air.
Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 32
Pemeriksaan
Dengan cara ini, suhu mesin yang dikehendaki
akan didapatkan.
Dibandingkan dengan mesin tanpa katup bypass,
sewaktu suhu pendingin tinggi, ia tidak
disirkulasikan ke katup bypass, sehingga efek
pendingin lebih tinggi. Ini juga mengakibatkan
beroperasinya termostat sehingga perubahan suhu
pendingin berkurang, dan mesin dapat bekerja
pada suhu yang stabil..
PERHATIAN:
Mesin yang dilengkapi termostat dengan katup
bypass semestinya jangan berjalan tanpa
thermostatnya. Sirkuit bypass lebih umum
digunakan mesin dengan katup bypass. Bila
mesin dijalankan dengan katup bypass
(thermostat) dicabut, akan lebih banyak pendingin
yang mengalir melalui sirkuit bypass,
menyebabkan mesin lebih mudah overheat.

Thermostat
Ada dua tipe thermostat, satu yang memiliki
katup bypass, dan satunya lagi tanpa katup bypass.
Silinder pada thermostat digerakkan oleh
penyebaran panas dari wax didalam silinder. Ini
menyebabkan katup utama terbuka, mengatur
jumlah pendingin yang mengalir ke radiator,
sehingga suhu terjaga.
Katup bypass beroperasi dengan katup utama
(Katup utama terbuka, katup bypass tertutup.)
Setelah pendingin didinginkan, udara dari mesin
tidak dapat dikeluarkan dengan mudah dan
pendingin tidak dapat masuk sebab thermostat
menutup sewaktu pengisian kembali . Karenanya
udara dibebaskan dari jiggle valve,
menyederhanakan proses pengisian kembali air
pendingin.
Ketika mesin bekerja, jiggle valve tertutup akibat
tekanan air dari pompa air.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 33


Pemeriksaan
Pompa Air
Pompa air dikendalikan oleh V-belt (V-ribbed
belt) dan mensirkulasikan pendingin melalui
sistem pendinginan dan pemanas. Rotor dan bodi
pompa air dilengkapi perapat (seal) mekanik
untuk mencegah kebocoran cairan pendingin.
Kalau perapat ini rusak dan cairan pendingin
bocor keluar, kebocoran pendingin atau
uap dikeluarkan melalui lubang penguras yang
terdapat pada bodi pompa sehingga cairan
pendingin tidak bocor ke bearing. Karena itu, bila
ada kebocoran pendingin atau tanda kebocoran
dari lubang pengering, kemungkinan
penyebabnya adalah kerusakan seal mekanik atau
bearing-nya.

PETUNJUK:
• Biasanya, pompa air tidak bisa diperbaiki
dengan membongkarnya dan membutuhkan
penggantian secara keseluruhan. Tetapi ada
beberapa model, dimana pompa dapat
dibongkar dan diperbaiki.
• Ada pompa yang digerakkan oleh V-ribbed
yang sisinya bergerigi, atau pompa air yang
digerakkan oleh bagian belakang belt.

Fan Pendingin berpenggerak Motor Listrik


1. Gambaran Umum
Diperlukan udara dalam jumlah besar melalui
radiator untuk melepaskan panas. Pada
pengendaraan normal, memungkinkan aliran
udara yang cukup untuk pendinginan, namun
ketika kendaraan berhenti atau berjalan dengan
kecepatan rendah, udara berkurang. Oleh karena
itu mesin perlu dilengkapi fan pendingin untuk
memaksa aliran udara ke radiator.
Sistem fan listrik mendeteksi suhu pendingin, dan
mensuplai udara yang cukup hanya bila suhu
tinggi. Pada suhu normal, kipas berhenti, yang
memungkinkan mesin untuk dipanaskan lagi,
mengurangi konsumsi bahan bakar dan suara.
Putaran kipas listrik dapat diubah antara tiga
tingkat atau tanpa tingkat sehingga performa
pendinginan dapat disesuaikan untuk
menyelaraskan dengan suhu pendingin dan
kerja AC.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 34


Pemeriksaan
2. Cara Kerja
(1) Suhu pendingin rendah:
Switch temperatur pendingin pada posisi on dan
relay fan digroundkan. Gaya magnet kumparan
relay membuat titik kontak off, menghentikan
aliran listrik yang mencapai motor fan.
(2) Suhu pendingin tinggi:
Switch cairan pendingin off dan sirkuit relay fan
diputuskan. Kemudian, titik kontak on, mensuplai
arus ke motor fan dan menyebabkan kipas
berputar pada kecepatan tinggi.
PETUNJUK:
Baru-baru ini, untuk beberapa model, titik operasi
on/off dari switch temperatur pendingin dan relay
fan dibalik..
PERINGATAN:
Selalu yakinkan bahwa switch pengapian telah
diputar off ketika bekerja berdekatan dengan fan
pendingin mesin atau grille radiator.
Kipas pendingin listrik dikontrol oleh suhu,
sehingga bila kunci kontak atau switch pengapian
on, hal ini berbahaya bila secara otomatis fan
mulai berputar ketika temperatur pendingin naik.

Temperature-controlled Fluid Coupling


1. Garis Besar
Lantaran fan pendingin digerakkan oleh V-belt,
maka kecepatan fannya akan bertambah secara
proporsional seiring dengan penambahan
kecepatan mesin. Dengan pemikiran tersebut,
kecepatan fan dari fan pendingin yang dilengkapi
dengan temperature control fluid coupling akan
mampu mengendalikan kecepatan fan dengan
mendeteksi temperatur udara yang mengalir
melalui radiator.
Temperature control fluid coupling memiliki
kopling cair dengan minyak silikon. Transfer
putaran kipas melalui V-belt dikontrol dengan
penyesuaian jumlah minyak dalam ruang operasi.
Pada suhu rendah, tingkat putaran kipas
berkurang, dan membantu pemanasan mesin dan
mencegah noise. Pada saat suhu tinggi, putaran
kipas bertambah untuk mensuplai jumlah udara
yang cukup ke radiator, dan meningkatkan efek
pendinginan.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 35


Pemeriksaan
2. Cara kerja
a1
Suhu Udara (HOT) selama berkendara dengan
kecepatan rendah
Putaran fluid coupling shaft ditransfer ke kipas
apa adanya.
a2
Suhu Udara (HOT) selama berkendara dengan
kecepatan tinggi
Resistansi putaran fan bertambah dan fluid
coupling selip, menyebabkan fan berputar lebih
pelan dari fluid coupling shaft.
b
Suhu udara (WARM) selama berkendara
kecepatan tinggi
Lempeng bimetal mengubah rute oli dan
mengurangi jumlah minyak operasi. Ini
meningkatkan tingkat kelicinan (slippage) ruang
operasi, keadaan ini menyebabkan kecepatan
putar berkurang.
c
Suhu Udara (COLD) selama berkendara
kecepatan tinggi
Rute aliran oli berubah dan tingkat oli operasional
semakin berkurang. Pada saat ini tingkat
kelicinannya paling besar dan putaran fan paling
kecil..

Suhu udara (HOT) selama kecepatan rendah


Suhu udara (HOT) selama kecepatan tinggi
Suhu udara (WARM) selama kecepatan tinggi
suhu udara (COLD) selama kecepatan tinggi

Sistem Fan Pendingin Hidrolik kontrol


Elektronik
Electronically controlled hydraulic cooling fan
system menggunakan motor hidrolik untuk
memutar fan. Komputer mengatur jumlah oli
yang mengalir ke motor hidrolik, sehingga fan
berputar tanpa langkah dan kecepatan fan selalu
dapat disesuaikan untuk mencapai volume udara
yang paling sesuai. Dibandingkan kipas listrik,
motornya lebih kecil dan lebih ringan, dan
mampu mensuplai lebih banyak udara. Tetapi,
pompa oli dan sistem kontrol lebih rumit.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 36


Pemeriksaan
Tekanan Kompressi
1. Memeriksa tekanan kompresi
Panaskan mesin dan matikan.
Lepaskan semua busi dan starter mesin dengan
katup gas terbuka penuh untuk mengukur tekanan
kompresi pada semua cylinder.
PETUNJUK:
• Lepaskan konektor semua injektor sehingga
bahan bakar tidak bisa diinjeksikan.
• Lepas igniter atau lepaskan konektornya agar
tidak dapat membangkitkan percikan api.
• Gunakan baterai yang terisi penuh untuk
mendapatkan putaran mesin lebih dari 250
rpm.
PERHATIAN:
Pemeriksaan ini harus dilakukan dalam waktu
sesingkat mungkin.

Contoh: mesin 1NZ-FE (NZE12#)


Tekanan Kompresi: 1,471 kPa ( 15.0 kgf/cm2)
Tekanan minimum: 1,079 kPa ( 11.0 kgf/cm2)
Beda tiap-tiap silinder: 98 kPa ( 1.0 kgf/cm2)
atau kurang

PETUNJUK SERVIS:
Bila tekanan kompresi rendah, tuang sedikit oli
mesin ke lubang busi. Ukur tekanan kompresi lagi.
• Bila tekanan kompresi meningkat: piston ring
atau cylinder bore mungkin aus atau rusak.
• Bila tekanan kompresi tetap rendah: Katup
mungkin macet, valve seat (dudukan katup)
mungkin tidak tepat, atau ada kebocoran pada
gasket.

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 37


Kelengkapan Mesin
Crankshaft Offset
Offsetting garis tengah crankshaft dan silinder
bore bertujuan untuk meningkatkan efisiensi
mesin.
• Tenaga pembakaran maksimum yang diterima
piston dapat secara efektif diteruskan ke
crankshaft.
• Dengan mengurangi gaya dorong langsung
pada piston, kehilangan gaya gesek dapat
dikurangi.
PETUNJUK:
Contoh: Besarnya offset crankshaft
Mesin 3SZ-VE: 8 mm ( 0.3 in.)

Striations pada Piston Skirt


Piston skirt mempunyai striation finished untuk
memperbaiki pelumasan.
Striations pada piston skirt tidak sedikit lapisan
pelapis. Pada beberapa mesin , striated piston
skirt telah dilapisi dengan composite resin untuk
mengurangi gesekan.(3SZ-VE engine)

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 38


Latihan

Pertanyaan- 1
Pernyataan berikut berkaitan dengan part-part
mesin bensin.
Dari kelompok kata berikut, pilih kata yang sesuai
dengan setiap pernyataan berikut..

Pernyataan yang sesuai pada kelompok kalimat pada halaman


berikutnya
1. Bagian bawahnya berlekuk dan membentuk ruang pembakaran dengan piston
2. Part ini menerima tekanan pembakaran dengan piston.
3. Part ini mengubah gerakan bolak-balik piston menjadi gerakan putaran.
4. Part ini mengirim tenaga yang diterima oleh piston ke crankshaft.

a. Connecting rod 1. a b c d e f g
b. Valve mechanism 2. a b c d e f g

c. Bearing 3. a b c d e f g

d. Cylinder head 4. a b c d e f g

e. Piston ring
f. Crankshaft
g. Cylinder block

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 39


Latihan

Pertayaan- 2
Pernyataan-pernyataan berikut berhubungan
dengan tiga elemen penting dari mesin bensin.
Tentukan apakah tiap-tiap pernyataan Benar atau
Salah.

No. Pertanyaan Benar atau Salah Mengacu


halaman

1 Tiga elemen penting dari mesin bensin adalah "campuran udara- Benar Salah
bahan bakar yang baik", "kompresi yang baik" dan "sistem pra
pemanasan yang baik".

2 Rasio kompresi dapat dihitung dengan rumus: (Volume ruang Benar Salah
pembakaran + Volume silinder) / Volume ruang pembakaran.

3 Bila rasio udara-bahan bakar adalah 14,7, ini berarti volume udara- Benar Salah
bahan bakar adalah 14,1 berbanding 1 volume bahan bakar bensin.

4 Untuk membakar campuran udara-bahan bakar terkompresi dengan Benar Salah


efisien, dibutuhkan lecutan api (spark) yang bagus.

Pertanyaan- 3
Pernyataan-pernyataan berikut berhubungan
dengan baut plastik regional. Tentukan apakah
tiap-tiap pernyataan dibawah ini Benar atau Salah.

No. Pertanyaan Benar atau Salah Mengacu


halaman

1 Tekanan baut stabil didapatkan melalui metode pengencangan baut Benar Salah
plastik regional.

2 Semua baut yang dignakan di kendaraan dikencangkan dengan Benar Salah


metode pengencangan baut plastik regional.

3 Normalnya, baut yang dikencangkan ke tenaga putaran (torque) Benar Salah


tertentu dikencangkan didaerah elastisnya..

4 metode pengencangan baut plastik regionaldigunakan untuk Benar Salah


merakit bagian-bagian seperti kepala silinder penutup bantalan
(bearing cap).

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 40


Latihan

Pertanyaan- 4
Pernyataan-pernyataan berikut berhubungan
dengan piston. Tentukan apakah tiap-tiap
pernyataan dibawah ini Benar atau Salah.

No. Pertanyaan Benar atau Salah Mengacu


halaman

1 Piston berbentuk oval, dengan diameter axis-axis major dan Benar Salah
minornya berbeda, untuk mengakomodasi pemanasan akibat
temperatur tinggi.

2 Diameter kepala piston dibentuk lebih kecil dari batangnya dengan Benar Salah
pertimbangan pemanasan akibat temperatur tinggi..

3 Piston slap adalah suara yang timbul pada celah antara connecting Banar Salah
rod dan crankshaft..

4 Apabila piston mengalami kerusakan, ganti pistonnya atau bor lagi Benar Salah
blok silinder atau cylinder liner dan gunakan piston berukuran lebih
besar.

Pertanyaan - 5
Pernyataan-pernyataan berikut berhubungan
dengan Ring piston. Tentukan apakah tiap-tiap
pernyataan dibawah ini Benar atau Salah.

No. Pertanyaan Benar atau Salah Mengacu


halaman

1 Ring piston umumnya terdiri dari tiga ring kompresi (compression Benar Salah
ring)..

2 Oli ekstra pada silinder dihilangkan dan film oli minimum Benar Salah
dibentuk.

3 Ring kompresi menjaga agar ruang pengapian kedap udara dan Benar Salah
melepaskan panas piston ke silinder.

4 Apabila getaran pada ring keras, akan terjadi engine seizure.. Benar Salah

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 41


Latihan

Pertanyaan - 6
Pernyataan-pernyataan berikut berhubungan
dengan mekanisme katup. Tentukan apakah tiap-
tiap pernyataan dibawah ini Benar atau Salah.

No. Pertanyaan Benar atau Salah Mengacu


Halaman

1 Kecepatan rotasi dari intake atau exhaust camshaft sama dengan Benar Salah
kecepatan rotasi crankshaft..

2 Katup intake membuka sebelum TDC (Top Dead Center) dan Benar Salah
menutup setelah BDC (Bottom Dead Center), sedangkan katup
exhaust membuka sebelum BDC dan menutup setelah TDC.

3 Valve overlap adalah periode dimana katup-katup intake dan Benar Salah
exhaust membuka secara simultan.

4 Apabila terjadi kerusakan pada celah katup, gantikan poros (cam) Benar Salah
untuk menjaga agar celah normal.

Pertanyaan - 7
Pernyataan-pernyataan berikut berhubungan
dengan sistem lubrikasi. Tentukan apakah tiap-
tiap pernyataan dibawah ini Benar atau Salah.

No. Pertanyaan Benar atau Salah Mengacu


Halaman

1 Bila katup keluaran (relief valve) pompa oli menempel ke bukaan, Benar Salah
akan terjadi seizure pada bagian lubrikasi portion.

2 Relief valve filter oli di lepaskan agar oli bersikulasi walaupun Benar Salah
bagian filter dari filter oli tersumbat.
Jadi, filter oli tidak perlu diganti.

3 Lampu peringatan tekanan oli akan menyala apabila tekanan oli Benar Salah
tinggi atau rendah secara tidak normal..

4 apabila tidak terjadi kebocoran oli mesin, volume oli tidak pernah Benar Salah
berkurang..

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 42


Latihan

Pertanyaan - 8
Gambar berikut menunjukkan aliran oli. Dari
kelompok kata berikut, pilih kelompok kata yang
merujuk ke nomor pada gambar.

Pernyataan yang sesuai pada kelompok kalimat pada halaman berikutnya

a. Cylinder head 1. a b c d
b. Oil filter 2. a b c d
c. Piston 3. a b c d
d. Oil strainer 4. a b c d

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 43


Latihan

Pertanyaan - 9
Pernyataan-pernyataan berikut berhubungan
dengan sistem pendinginan. Tentukan apakah
tiap-tiap pernyataan dibawah ini Benar atau Salah.

No. Pertanyaan Benar atau Salah Mengacu


Halaman

1 Radiator dengan kipas pendingin bertenaga motor didinginkan oleh Benar Salah
kipas pendingin sepanjang waktu.

2 Apabila ada petunjuk bahwa pendingin bocor dari lubang saluran, Benar Salah
kemungkinan penyebabnya adalah kerusakan pada penutup atau
bantalan mekanis.

3 Sewaktu memperbaiki pompa air, ganti rakitannya kecuali untuk Benar Benar
beberapa model.

4 Penyebaran panas pegas (spring) pada thermostat membuka dan Benar Salah
menutup thermostat..

Diagnosis Technician - Course 1 – Gasoline Engine – Gasoline Engine 44

Anda mungkin juga menyukai