PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
No Dokumen
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :
Puskesmas Dr. Priskila Clara
Sangatta Utara Rabok
NIP. 19730729
200502 2 003
1. Pengertian Pengelolaan Bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah suatu kegiatan
mengelola termasuk menyimpan, menggunakan dan atau membuang bahan
yang karena sifat atau konsistensinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung
maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusak linkungan
hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk Penanganan dan
pembuangan bahan berbahay
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Sangatta Utara No :……….. Tentang
Penanganan dan Pembuangan Bahan Berbahaya
4. Referensi 1. Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun
2. Permenkes No. 37 tahun 2012 tentang Penyelenggaran Laboratorium Pusat
Kesehatan Masyarakat
I. Alat :
5. Alat dan
a. APD
Bahan b. Label B3
II. Bahan :
a. ATK
b. Kantong plastik
6. Prosedur Pengadaan B3
1. Petugas memastikan tiap pengadaan B3 harus terlampir lembar MSDS,
labeling B3, informasi dampak bahaya dan informasi P3K dan APD nya
Pemindahan B3
2. Petugas memastikan kelengkapan administrasi sebelum bongkar B3 berupa
daftar nama B3 yang akan dibongkar, prosedur kerja dan perizinan, dan
daftar petugas dan penanggung jawab
3. Petugas harus mengetahui resiko/bahaya B3, cara pencegahan dan
penanggulangan
4. Petugas menggunakan APD yang sesuai
5. Petugas menghindari tindakan tidak aman seperti merokok,makan dan
minum didekat bahan B3, dll
Penyimpanan B3
6. Petugas memastikan tempat penyimpanan B3 dibuat agar aman dari
pengaruh alam dan lingkungan, memiliki sirkulasi udara dan ventilasi yang
baik, dan aman dari gangguan bioloagis (tikus, rayap, dll)
7. Petugas melakukan pemisahan dan pengelompokan penempatan B3 untuk
menghindari reaktivitas
8. Petugas melakukan penyusunan yang tidak melebihi batas maksimum agar
tidak roboh dan rapi
9. Petugas memastikan penyimpanan B3 harus dilengkapi dengan symbol/label
B3 (Label isi, safety, resiko bahaya) serta cara pencegahan dan pertolongan
pertama
Penggunaan B3
10 Petugas menerapkan perencanaan dan penerapan K3 dalam penggunaan
B3
11 Petugas menggunakan APD yang sesuai dengan faktor resiko bahayanya,
APAR & P3K harus siap dan cukup
12 Petugas pengguna B3 menggunakan peralatan kerja yang layak pakai
13 Petugas pengguna B3 harus bekerja sesuai SOP yang aman dan efektif
14 Petugas pengguna B3 membersihkan dan mengamankan alat-alat kerja,
lingkungan kerja, dan wadah sisa B3 jika telah selesai
15 melepas APD setelah selesai melakukan pengelolaan B3 dan cuci tangan
7. Diagram Alir
Memastikan tiap pengadaan Memastikan
B3 harus terlampir lembar kelengkapan
MSDS, labeling B3, informasi administrasi
dampak bahaya dan informasi sebelum bongkar B3
P3K dan APD nya
Mengetahui resiko/
menggunakan APD yang bahaya B3, cara
sesuai pencegahan dan
penanggulangan
Menghindari tindakan tidak Memastikan tempat
aman seperti penyimpanan B3 dibuat
merokok,makan, minum agar aman dari pengaruh
didekat bahan B3, dll alam dan lingkungan,
Melakukan penyusunan Melakukan pemisahan
yang tidak melebihi dan pengelompokan
batas maksimum agar penempatan B3 untuk
tidak roboh dan rapi menghindari reaktivitas
Memastikan
Menerapkan perencanaan
penyimpanan B3 harus
dan penerapan K3 dalam
dilengkapi dengan
penggunaan B3
symbol/label B3
Menggunakan APD yang
menggunakan
sesuai dengan faktor resiko
peralatan kerja yang
bahayanya, APAR & P3K
layak pakai
harus siap dan cukup
Membersihkan dan
bekerja sesuai SOP mengamankan alat-alat
yang aman dan kerja, lingkungan kerja,
efektif dan wadah sisa B3 jika
telah selesai
Melepas APD setelah selesai
melakukan pengelolaan B3
dan cuci tangan
8. Unit Terkait 1. Laboraturium
2. Ruang tindakan
3. Ruang KIA/KB
4. Ruang Imunisasi
5. Ruang pemeriksaan gigi
9. Dokumen A.
terkait
10. Rekaman Historis Perubahan
No Yang dirubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan