Evaluasi SIMRS dengan Metode HOT-Fit
Evaluasi SIMRS dengan Metode HOT-Fit
PROPOSAL PENELITIAN
FITRIANI RATNASARI
N 201 14 034
HALAMAN JUDUL
ii
4.4 Pengumpulan Data ................................................................... 44
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
iii
BAB I
PENDAHULUAN
pekerjaan organisasi dapat berjalan secara efektif dan efisien. Begitu juga
proses organisasi serta untuk meningkatkan daya saing. Rumah sakit sebagai
badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha penyedia jasa pelayanan
usaha untuk menyajikan informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai
1
Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit menyatakan bahwa
2016).
Rumah Sakit, baik dari proses pelayanan pasien direkam medis, keuangan,
Sumber Daya Manusia (SDM), aset dan lain sebagainya yang berhubungan
dengan proses di rumah sakit. Karena selama ini sering dirasakan proses
sakit makin besar, makin banyak pasien dan makin banyak proses
diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan rumah sakit sehingga visi dan misi
2
Evaluasi suatu sistem informasi adalah suatu usaha nyata untuk
Metode HOT-Fit, Metode Delone dan McLean, dan Metode PIECES. Salah
satu metode evaluasi menurut Yusof et al., (2008) adalah metode HOT-Fit,
dan McLean karena model ini tidak mampu untuk menganalisa kasus dalam
konteks sistem informasi klinis rumah sakit. Metode ini hanya mendeskripsikan
hubungan antara variabel input, proses, dan output, tetapi tidak menjelaskan
bagaimana fenomena tersebut terjadi satu sama lain. Sedangkan metode HOT-
hubungan timbal balik antara orang, organisasi, proses, dan teknologi. Metode
informasi itu sendiri, yang pertama yaitu manusia (human) yang menilai
3
sistem informasi dari sisi penggunaan (system use), kedua yaitu organisasi
menilai dari sisi kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan
(Hariningsih, 2014).
dan manusia yang berdampak pada persepsi manfaat yang kurang bagi
pengguna. Faktor penghambat tersebut antara lain SIMRS tidak sesuai dengan
dan cepat, persepsi bahwa penggunaan SIMRS menambah beban kerja, dan
4
menggunakan sistem EHR (Electronic Health Record) baik yang
komprehensif maupun EHR dasar. Angka adopsi ini kurang lebih sama di
negara-negara Eropa. Survei tahun 2007 hanya sekitar 11,9% rumah sakit
umum di Austria dan 7,0% di rumah sakit Jerman menggunakan EHR yang
komprehensif. Pada tahun yang sama, baru sekitar 10,1% rumah sakit di
melaporkan bahwa 1257 dari 2588 (atau sekitar 48%) rumah sakit di Indonesia
telah memiliki SIMRS yang fungsional. Ada 128 rumah sakit (5%) yang
dan masih terdapat 425 rumah sakit (16%) yang belum memiliki SIMRS, serta
745 rumah sakit (28%) yang tidak melaporkan apakah sudah memiliki SIMRS
atau belum (SIRS, 2016). Jumlah rumah sakit di Provinsi Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah sekaligus sebagai rumah sakit rujukan dari rumah sakit
5
pasien, RSUD Undata telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah
Sakit sejak tahun 2003 sampai sekarang yang telah mengalami dua kali
telah diterapkannya SIMUDA di RSUD Undata, maka salah satu faktor yang
beberapa orang pengguna yang sudah berumur (tua) sehingga mereka susah
informasi atau pihak IT yang terkadang tidak bisa dihubungi karena mereka
tidak selalu ada di tempat bila terjadi masalah dengan sistem informasi dalam
proses penginputan, dan aplikasi SIMUDA yang rentan akan virus sehingga
menyebabkan aplikasi tersebut error serta jaringan internet down juga menjadi
keputusan manajemen.
6
di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Provinsi Sulawesi Tengah”.
1.3 Tujuan
7
selama perkuliahan sehingga penulis dapat menambah pengetahuan secara
penelitian selanjutnya.
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sakit Umum akhir-akhir ini menjadi sorotan, karena fungsi rumah sakit umum
9
Kesehatan Nasional) yakni memberikan kepastian jaminan kesehatan yang
menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat hidup secara sehat
heran dengan adanya program tersebut kondisi semua rumah sakit sudah mulai
kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Rumah Sakit Khusus adalah
rumah sakit yang memberikanpelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis
penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit
a. Perkembangan pada fungsi yang dimilikinya. Jika dahulu fungsi rumah sakit
10
ilmu dan teknologi kedokteran, maka fungsi rumah sakit saat ini telah
tinggal orang jompo (gerontoconium), maka pada saat ini telah berkembang
sakit yang semula mencakup berbagai aspek sosial, pada saat ini telah
pendidikan dan penelitian yang diselenggarakan oleh rumah sakit tidak lagi
pada hal-hal yang sederhana saja, tetapi telah mencakup pula hal-hal yang
d. Perkembangan pada pemilikan rumah sakit. Jika dahulu rumah sakit hanya
hospital) dan ataupun pemerintah (public hospital), maka pada saat ini telah
sakit yang dahulu tidak pernah memikirkan untung rugi karena semata-mata
ini telah berubah menjadi salah satu kegiatan ekonomi. Malah untuk yang
11
dikelola badan-badan swasta, kegiatan rumah sakit telah dijadikan sebagai
fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari
suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan
sistem belum bisa dikatakan berhasil bila pemakai sistem informasi tidak dapat
informasi dapat diukur dengan empat jenis ukuran, yaitu kepuasan pemakai,
12
keputusan individu untuk menggunakan atau tidak menggunakan teknologi
Putarta, 2016).
13
pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung (manajer
sesuai dengan rencana dalam usaha menyajikan informasi yang akurat, tepat
relevan dan terbarukan, mudah diakses oleh orang yang tepat pada tempat/lokasi
yang berbeda dan dalam format yang dapat digunakan. Transaksi data
kinerja rumah sakit serta biaya. Ini mengisyaratkan bahwa sistem informasi
14
informasi kepada manajemen tentang masukan, proses, dan keluaran dari
layanan medis yang terdiri dari instalasi-instalasi sebagai front office yang
catatan medik, dan farmasi. SIMRS digunakan pada back office sebagai
sarana penunjang kegiatan administrasi secara struktural rumah sakit (Bayu dan
Muhimmah, 2013).
1. End User
15
menjembatani antara pengguna akhir dengan pihak penyedia SIMRS.
evaluasi dari penampilan kerja RS, antara lain adalah jaminan mutu pelayanan
rumah sakit yang bersangkutan, pengendalian keuangan dan perbaikan hasil kerja
(Riana, 2006).
2.3 Evaluasi
yang berarti value, yang secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian.
Namun, dari sisi terminologis dimaknai sebagai suatu proses sistematik untuk
terencana, sistematik dan terarah berdasarkan atas tujuan yang jelas (Harahab,
2013).
16
daya, baik sumber dana, tenaga dan sumber sarana.
b. Procces (proses) adalah penilaian terhadap proses lebih dititik beratkan pada
informasi dapat diketahui dan tindakan lebih lanjut dapat direncanakan untuk
17
evaluasi ini memperjelas semua komponen yang terdapat dalam sistem
informasi itu sendiri, yang pertama yaitu manusia (human) yang menilai
harapan, dan sikap menerima atau menolak sistem. Kedua yaitu organisasi
sisi kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan (Bayu dan
Muhimmah, 2013).
HOT FIT adalah salah satu kerangka teori yang dipakai untuk
kerangka kerja evaluasi HOT FIT, mulai dari Human, Organization dan
18
Paul RJ dan Stregioulas, L. K (2008), Dasar pemikiran model ini berasal
informasi itu sendiri, yaitu manusia (human) yang menilai sistem informasi
dari sisi kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan. Kerangka
1. Faktor Organisasi.
19
sistem informasi khusus dalam bidang pelayanan kesehatan (Larinse,
2015).
a. Human (Manusia)
2015).
20
yang dipengaruhi karakteristik pengguna (Saputra, 2016).
kebutuhan & budaya kerja, puas dengan informasi yang tersedia dan
persepsi bahwa input manual lebih cepat dan dapat dipercaya serta
penting dalam TI :
misalnya Indonesia.
21
pengembangan SDM bidang TI untuk mengantisipasi
implementasi TI.
b. Organization (Organisasi)
22
pengendalian sistem, strategi , manajemen dan komunikasi. Sedangkan
(Larinse, 2015).
Meliala, 2016).
23
pendukung (Salvia, 2014).
(d) Memiliki komunikasi yang baik dengan pengguna akhir SIMRS, (e)
c. Technology (Teknologi)
24
terdiri dari kualitas sistem (system quality), kualitas informasi
konsistensi, tahan uji, metode input data, dan kualitas. (c) Service
25
Quality; pengukuran secara keseluruhan dari dukungan penyedia
2016).
digunakan, (c) Mudah dipelajari, (d) Handal dan jarang eror, (e)
26
masalah yang dihadapi pengguna sistem sampai selesai (Larinse, 2015).
dan negatif dari pengguna sistem informasi. Net Benefit dapat diakses
medis, developer sistem dan semua bagian yang terkait). Net Benefit
27
Saling mempengaruhi baik secara sementara dan sebab akibat antara
akan memberikan timbal balik juga kepada System Use dan User
28
dirasakan dampaknya terhadap kinerja dan dapat dirasakan dampaknya
SIMRS menjadi lebih efektif dan efisien, (b) Sistem informasi dapat
kinerja rumah sakit menjadi lebih baik, (e) Sistem informasi dapat
ada saat ini, (g) Sistem informasi dapat mendukung visi dan misi dari
Human
System Use
User Satisfaction
Organization
Structure
Environtment
Evaluasi SIMRS
HOT- Fit
Technology
29
Sistem Quality
Information
Quality
Service Quality
Net Benefit
30
mempengaruhi
lingkungan
organisasi yang ada.
Keberhasilan
penerapan SIMRS di
RS PKU
Muhammadiyah
Sruweng
dipengaruhi oleh
adanya dukungan
dan dorongan dari
pihak manajerial
kepada para
pengguna SIMRS
serta tersedianya
kondisi fasilitas yang
memadai di
lingkungan rumah
sakit untuk
menggunakan
SIMRS.
2. Perbandingan Nesdi Evrilyan 2017 Metode konstruk dalam
Metode Hot Fit Rozanda dan Kuantitatif metode HOT FIT
dan Tam dalam Arita Masriana yang memiliki nilai
Mengevaluasi t statistik tertinggi
Penerapan yaitu konstruk
Sistem struktur organisasi
Informasi atau SO berpengaruh
Manajemen positif terhadap net
Kepegawaian benefit atau NB
(SIMPEG) dengan nilai t
(Studi Kasus : statistik 8,53.
Pengadilan Tata Konstruk dalam
Usaha Negara metode TAM yang
Pekanbaru) memiliki nilai t
statistik tertinggi
yaitu konstruk
kemudahan atau
PEOU berpengaruh
positif terhadap
konstruk
kebermanfaatan
31
atau PU dengan
nilai t statistik
34,8. R-square
tertinggi dalam
metode HOT FIT
yaitu r-square
konstruk NB
sebesar 62%, R-
square tertinggi
dalam metode TAM
yaitu r-square
konstruk PU sebesar
69% Berdasarkan
nilai t statistik dan
nilai R-square
tertinggi metode
TAM adalah metode
terbaik dalam
mengevaluasi
SIMPEG di PTUN
Pekanbaru.
3. Identifikasi Andika Bayu 2016 Metode Variabel yang
Faktor-Faktor Saputra Kuantitatif mempengaruhi
Keberhasilan keberhasilan
Implementasi penerapan SIMRS
Sistem adalah dari sisi
Informasi variabel teknologi
Manajemen yaitu kualitas sistem,
Rumah Sakit kualitas informasi
dan kualitas layanan,
sedangkan dari sisi
variable manusia
yaitu kepuasan
pengguna
mempengaruhi
penggunaan sistem,
dari sisi variabel
organisasi yaitu
struktur sangat
mempengaruhi
lingkungan
organisasi yang ada.
32
Keberhasilan
penerapan SIMRS di
RS PKU
Muhammadiyah
Temanggung
dipengaruhi oleh
adanya dukungan
dan dorongan dari
pihak manajerial
kepada para
pengguna SIMRS
serta tersedianya
kondisi fasilitas
yang memadai di
lingkungan rumah
sakit untuk
menggunakan
SIMRS.
4. Evaluasi Sistem Manik 2016 Metode Adanya
Informasi Mahendra Sari, Kuantitatif ketidaksesuaian
Manajemen Guardian Yoki (mis-fit) antara
Rumah Sakit Sanjaya, dan teknologi dan
(Simrs) Dengan Andreasta manusia yang
Kerangka Hot – Meliala berdampak pada
Fit persepsi manfaat
yang kurang bagi
pengguna. Faktor
penghambat tersebut
antara lain SIMRS
tidak sesuai dengan
kebutuhan, persepsi
bahwa menggunakan
pencatatan manual
lebih mudah dan
cepat, persepsi
bahwa penggunaan
SIMRS menambah
beban kerja, dan
output SIMRS
dianggap belum
relevan dengan
kebutuhan user.
33
Namun demikian,
faktor organisasi
yang kuat,
mendorong
penggunaan SIMRS
secara
berkesinambungan
seperti budaya kerja
dan kepemimpinan.
Pengembangan
SIMRS dapat
diarahkan untuk
mendukung
manajemen
organisasi dan mutu
pelayanan medis.
5. Evaluasi Sistem Dewi Satria 2015 Metode 1). Kesuksesan
Informasi Larinse Kuantitatif penerapan
Manajemen SIMRS
Rumah Sakit dipengaruhi oleh
(SIMRS) faktor System
Menggunakan Quality, System
Metode HOT- Use dan Net
Fit Pada Benefit.
Pengguna 2). System Quality
Akhir SIMRS di yang diterapkan
RSUD-Talaud di RSUD-Talaud
memiliki
hubungan yang
searah (positif)
terhadap System
Use. Hal ini
berarti System
Quality memberi
pengaruh
terhadap System
Use untuk
menggunakan
sistem SIMRS
yang telah
diterapkan di
RSUD-Talaud.
34
3). Net Benefit
dipengaruh
secara langsung
oleh System Use.
Hal ini berarti
semakin tinggi
manfaat yang
dirasakan
pengguna dalam
menggunakan
SIMRS maka
semakin tinggi
juga niat
pengguna dalam
menggunakan
SIMRS.
4). Adanya faktor-
faktor yang
belum saling
berpengaruh
seperti
information
Quality, Servise
Quality, User
Satisfaction,
Structure
Organization
dan Organiation
Environment.
6. Kerangka Yusof MM, 2008 Metode Temuan utama
evaluasi untuk Kuljis J, Kuantitatif menunjukkan bahwa
Sistem Papazafeiropo memiliki sikap
Informasi ulou A, pengguna yang
Kesehatan: Stergioulas benar dan basis
faktor manusia, LK. keterampilan
organisasi dan bersama dengan
teknologi-fit kepemimpinan yang
(HOT-fit). baik, lingkungan IT
yang ramah dan
komunikasi yang
baik dapat
memberikan
35
pengaruh positif
pada sistem yang
adopsi .
BAB III
DEFINISI KONSEP
36
sekumpulan informasi yang saling berinteraksi untuk diberikan kepada
menurut Yusof et al., (2008) adalah HOT-Fit Model, dengan melihat secara
penggunaan sistem (system use) dan dari aspek kepuasan pengguna (user
negatif dari pengguna sistem informasi. Net Benefit dapat diakses menggunakan
37
positif yang dihasilkan semakin berhasil penerapan sistem informasi (Larinse,
2015).
Human (Manusia)
1. Human (Manusia)
pekerjaan pengguna dengan cepat. Serta dari sisi kepuasan pengguna (user
38
guttman, yaitu :
=9x1
= 9 (100%)
=9x0
= 0 (0%)
= 100% - 0%
= 100%
= 100% / 2
= 50%
= 50%
yaitu:
Kurang baik : Jika skor total jawaban dari responden < 50%
2. Organization (Organisasi)
39
organisasi yaitu menyediakan bantuan fasilitas dalam mendukung pengguna
yang baik dengan pengguna akhir SIMRS, memiliki fasilitas jaringan yang
=9x1
= 9 (100%)
=9x0
= 0 (0%)
= 100% - 0%
= 100%
= 100% / 2
= 50%
40
= 50%
organization yaitu:
Kurang baik : Jika skor total jawaban dari responden < 50%
3. Technology (Teknologi)
handal dan jarang eror, memiliki fasilitas petunjuk penggunaan. Dari kualitas
informasi yang mudah dipahami, isi informasi yang disajikan. Serta kualitas
= 13 x 1
= 13 (100%)
41
= 13 x 0
= 0 (0%)
= 100% - 0%
= 100%
= 100% / 2
= 50%
= 50%
Technology yaitu:
Kurang baik : Jika skor total jawaban dari responden < 50%
4. Net Benefit
negatif dari pengguna sistem informasi. Net benefit terdiri dari sistem
menjadikan kinerja rumah sakit menjadi lebih baik, sistem informasi dapat
42
meningkatkan kinerja rumah sakit dalam menghadapi persaingan yang ada
saat ini, sistem informasi dapat mendukung visi dan misi dari rumah sakit. Net
guttman, yaitu :
=7x1
= 7 (100%)
=7x0
= 0 (0%)
= 100% - 0%
= 100%
= 100% / 2
= 50%
= 50%
yaitu:
Kurang bermanfaat : Jika skor total jawaban dari responden < 50%
43
Bermanfaat : Jika skor total jawaban dari responden ≥ 50%
44
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.3.1 Populasi
45
4.3.2 Sampel
46
4.5 Analisis dan Penyajian Data
data yang akan digunakan adalah analisis univariat yaitu analisis distribusi
masa kerja dan pendidikan), serta distribusi frekuensi dan persentase pada
47
DAFTAR PUSTAKA
Riana Apit. (2006). Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Manajemen Ditinjau Dari
Aspek Persepsi Pengguna Dalam Mendukung Proses Manajemen di Rumah
Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia.
Rozanda Nesdi Evrilyan dan Masriana Arita. (2017). Perbandingan Metode Hot Fit
dan Tam dalam Mengevaluasi Penerapan Sistem Informasi Manajemen
Kepegawaian (SIMPEG) (Studi Kasus : Pengadilan Tata Usaha Negara
Pekanbaru). Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan
Syarif Kasim Riau, Pekanbaru Riau, Indonesia. 2579-5406.
Nama :
Alamat :
Umur :
Dengan ini menyatakan kesediaan untuk menjadi responden dan bersedia mengisi kuesioner
Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran tanpa ada paksaan dari pihak
manapun.
Palu, 2018
Kepada Yth:
User Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
Assalamu’alaikumWr. Wb.
Dalam rangka memenuhi Tugas Akhir Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, bersama ini saya mohon kesediaan
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk menjadi responden penelitian saya yang berjudul “Evaluasi
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dengan Metode HOT-Fit di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Undata Provinsi Sulawesi Tengah”.
Wassalamu’alaikumWr. Wb.
Hormat saya,
KUESIONER PENELITIAN
SULAWESI TENGAH
Identitas Responden
Nama (Inisial) :
Usia :
Jenis Kelamin :
Pendidikan Terakhir :
Lama Bekerja :
Petunjuk Pengisian
Mohon bapak/ibu, memilih jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (×) pada kolom
yang telah disediakan. Apabila bapak/ibu ragu memberikan atas suatu jenis pertanyaan
tertentu kurang dipahami, maka hal itu dapat ditanyakan langsung kepada peneliti atau
a. System Use
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
b. User Satisfaction
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
2. Organization (Organisasi)
a. Structure Organization
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
pengguna SIMUDA ?
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
b. Environtment Organization
SIMUDA ?
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
8. Apakah SIMUDA meningkatkan komunikasi data ?
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
3. Technology (Teknologi)
a. System Quality
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
b. Information Quality
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
8. Apakah SIMUDA menyediakan informasi yang kurang lengkap dan kurang
akurat ?
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
b. Service Quality
a. Ya b. Tidak
pengguna SIMUDA ?
a. Ya b. Tidak
12. Apakah divisi SIMRS memiliki sikap peduli (empati) ketika membantu
pengguna SIMUDA ?
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
4. Net Benefit
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
a. Ya b. Tidak
7. Apakah SIMUDA dapat mendukung visi dan misi dari rumah sakit ?
a. Ya b. Tidak