PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
ANALISIS PROSES INTERAKSI
Inisial Pasien : Tn. FB Nama Mahasiswa : Amirul Kadarusman
Status Interaksi Perawat-Pasien : SP 1 Waham Tanggal : Selasa, 16 Juli 2019
Lingkungan : Poliklinik Jiwa RSSA Jam : 08.00 WIB
Deskripsi Pasien : a. Pasien duduk di samping perawat
b. Penampilan tampak rapi
c. Kontak mata pasien baik, komunikasi terarah
Tujuan (berorientasi pada pasien) : Pasien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat dengan cara mengenal perawat dan dapat
mengungkapkan secara terbuka tentang permasalahannya
ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PADA PERAWAT PADA PASIEN
P:“Selamat pagi” P: Perawat menyapa sambil berdiri lalu Perawat memulai Pasien tampak Klien beredia menanggapi sapaan
duduk percakapan dengan bersedia berinteraksi perawat. Hal tersebut
K: Klien menoleh ke perawat sikap terbuka dan menunjukkan mengindikasikan klien dapat
sikap terbuka menerima kehadiran perawat
K: “Selamat pagi mas” P: duduk disamping klien Perawat membalas Klien merespon Klien bersedia menanggapi sapaan
K: tersenyum dengan perawat senyuman pasien hangat kedatangan perawat. Hal tersebut
perawat mengindikasikan klien dapat
menerima kehadiran perawat
P : ” Perkenalkan mas, saya Amirul, K : Melihat kearah perawat, mengulurkan Bersikap ramah dan Klien bersedia Perawat mempertahankan sikap
mahasiswa Keperawatan dari UB. tangan, ekspresi tampak tenang, tetap terbuka berkomunikasi terbuka, badan condong ke depan,
Kalau boleh tau ini dengan mas tersenyum, dan menunjukkan sikap terbuka dengan perawat yang memandang dan mendengarkan
siapa?” P : perawat tersenyum ditunjukkan dengan dengan penuh perhatian ketika
mau menyebutkan berinteraksi dengan pasien. Sesuai
identitasnya dengan teori hal ini merupakan sikap-
sikap yang harus dilakukan dalam
melakukan hubungan terapeutik
sehingga pasien dapat berespoin
positif terhadap interaksi yang
dilakukan.
K: Nama saya FB K: Menghadap kearah perawat merespon Bersikap ramah dan Klien bersedia Perawat mempertahankan sikap
pertanyaan yang diajukan perawat, tetap terbuka berkomunikasi dengan terbuka, badan condong ke depan,
mengangguk kepala perawat yang memandang dan mendengarkan
P: Perawat tersenyum ditunjukkan dengan dengan penuh perhatian ketika
mau menyebutkan berinteraksi dengan keluarga pasien.
identitasnya
P : “ Oiya mas, saya mau ngobrol- P : mempertahankan sikap duduk, terbuka, Meyakinkan klien Klien menatap kosong Dengan meyakinkan klien diharapkan
ngobrol dengan mas kira-kira 30 menit memandang, tersenyum untuk mau berbagi ke samping klien dapat menceritakan hal yang
saja, mau mengobrol di ruang K : mendengarkan perawat cerita pada perawat dikeluhkannya
konsultasi dokter atau di kursi dengan kontrak waktu
pojokan?” yang telah dijadwalkan
K : ”Iya mas, di kursi pojokan saja situ” K : klien berbicara dengan jelas Perawat memahami Klien cukup terbuka Dengan meyakinkan klien diharapkan
P : Perawat memahami apa yang dengan apa yang dalam klien dapat menceritakan hal yang
disampaikan klien dikatakan klien mengungkapkan apa masih mengganggu pikirannya
yang dirasakan
P : ”Bagaimana keluhan mas FB P : menjaga kontak mata secara langsung Perawat mencoba Klien tampak cukup Menanyakan keluhan menunjukkan
sekarang?” menggali data baru terbuka menjawab sikap empati
K : kontak mata baik pertanyaan perawat
K: “Ingin kontrol karena obat sudah K : menoleh kearah perawat Perawat mencoba Klien mencoba Dalam hubungan antara perawat dan
habis. Saya sulit tidur karena banyak P: Memandang klien dengan tatapan yang menggali keluhan klien menceritakan apa klien perawat wajib menempatkan diri
pikiran, merasa khawatir dan takut, bersahabat menunjukkan antusias yang dirasakannya dengan sikap empati
curiga pada orang-orang, merasa
diikuti, pernah melihat tong sampah
berubah menjadi orang”
P : ”Terus bagaimana, apa yang mas P : suara jelas tetap tersenyum Perawat berusaha Klien menceritakan Perawat berusaha menggali keluhan
lakukan ketika keluhannya itu K : memandang perawat sesekali menggali respon responnya terhadap klien dengan bertanya dan situasi
muncul?” mengalihkan pandangan ke objek lain pasien terhadap keluhan yang muncul yang menyebabkan keluhan muncul
keluhan
K: “saya lari dan menghindar dari K: klien menceritakan tentang keadaan Perawat berfokus Klien menyebutkan Perawat mencoba menggali cara klien
orang lain, takut mereka berbuat yang dialaminya pada pembicaraan keadaan tentang mengatasi keluhannya
jahat” P: mendengarkan dengan penuh perhatian klien keluhannya
P : ”Lalu bagaimana dengan P : menjaga kontak mata dengan klien Perawat berfokus Kontak mata klien Klien mencoba menjelaskan pada
pengobatannya mas, mas K: klien menjawab pertanyaan perawat pada pembicaraan baik, klien menjawab perawat bahwa klien rutin
mengkonsumsi obatnya rutin atau klien dengan jelas mengonsumsi obat
tidak?”
K: “ya tiap bulan kontrol kesini mas” K: klien menjawab pertanyaan perawat Perawat berfokus Klien menjelaskan Perawat memvalidasi mengenai
P: mendengarkan dengan penuh perhatian pada pembicaraan bahwa dirinya rutin pengobatan yang diberikan kepada
klien mengonsumsi obat pasien
tiap bulannya
P : ”berarti mas FB rajin kontrol ya, P : menjaga kontak mata dengan klien Perawat mengkaji Klien tampak mengerti Perawat mencoba mengkaji orientasi
ngomong-ngomong, sekarang jam K: menoleh kanan-kiri mencari jam dinding orientasi waktu realitas
berapa ya?
K: “jam delapan lewat sepuluh” K: klien menjawab pertanyaan perawat Perawat mengkaji Klien tampak mengerti Perawat mencoba mengkaji orientasi
sambil melihat jam dinding orientasi waktu realitas
P: perawat mendengarkan dengan
seksama
P : ”sekarang kita dimana ini mas? P : menjaga kontak mata dengan klien Perawat mengkaji Klien tampak mengerti Perawat mencoba mengkaji orientasi
K: tampak mendengarkan ucapan perawat orientasi tempat realitas
K: “Rumah sakit saiful anwar” K: klien menjawab pertanyaan perawat Perawat mengkaji Klien tampak mengerti Perawat mencoba mengkaji orientasi
P: mendengarkan ucapan klien orientasi tempat realitas
P : ”Mas FB hobinya apa? P : menjaga kontak mata dengan klien Perawat mengkaji Klien menyebutkan Menentukan kegiatan yang akan
K: Klien tampak berfikir sejenak kegiatan yang disukai kegiatan yang dilakukan kemudian
klien disukainya
K: “hmm..berkebun” K: klien menjawab pertanyaan perawat Perawat mengkaji Klien menyebutkan Menentukan kegiatan yang akan
P: mendengarkan ucapan klien kegiatan yang disukai kegiatan yang dilakukan kemudian
klien disukainya
P : ”baiklah, nanti dijadwalkan mas ya P : mempertahankan kontak mata Perawat membantu Mendengarkan
kegiatan berkebunnya, mungkin bisa K: mendengarkan ucapan perawat memilih kegiatan yang penjelasan perawat
dimulai dengan menanam cabe, tomat disukai klien
dll disekitar rumah. Mas FB maunya 1
hari berapa kali kegiatan
berkebunnya”
K: “2 kali saja mas, pagi dan sore” K: klien menjawab pertanyaan perawat Mendengarkan respon Klien menyebutkan Memberikan kesempatan klien
P: mendengarkan dengan seksama klien frekuensi kegiatan beropini terhadap kesanggupan
menjalankan kegiatan
P : ”Baiklah mas, nanti kegiatan P : mempertahankan kontak mata Perawat memberikan Mendengarkan Komitmen akan meningkatkan
berkebunnya dilakukan sesuai jadwal K: mendengarkan sambil menunduk penekanan agar penjelasan perawat tanggung jawab untuk melakukan
ya 2 x sehari, pagi dan sore. Hmm, kegiatan dilakukan kegiatan
selain itu, obatnya juga nanti mesti
diminum teratur ya”
K: “baik mas” K : mengangguk Mendengarkan respon Menunjukkan respon Respon positif menunjukkan klien
P: tersenyum kepada klien klien positif terhadap telah sepakat dengan kegiatan yang
penjelasan perawat dijadwalkan
P : ”okelah, mungkin cukup sekian P : mempertahankan kontak mata Perawat berusaha Menunjukkan respon Terminasi yang disepakati dapat
dulu mas bincang-bincangnya, nanti K: menatap perawat untuk kontrak waktu positif terhadap membina hubungan saling percaya
jangan lupa kontrol lagi bulan depan kontrol lanjutan penjelasan perawat
sebelum obatnya habis atau ada
keluhan lagi ke RS atau puskesmas
terdekat”
K: “iya” K : tersenyum dan mengangguk Mendengarkan respon
P: membalas senyuman klien klien
P : ”selamat pagi, terimakasih” P : mempertahankan kontak mata dan Berharap klien Senang dengan Menyapa akan meningkatkan
berdiri menjawab sapaan ucapan perawat keakraban
K: masih tersenyum
K: “pagi, sama-sama mas” K : menjawab salam mengangguk Senang dengan Memberikan respon Menyapa akan meningkatkan
P: berjalan meninggalkan klien ucapan klien terhadap sapaan keakraban
perawat
Kendala:
- Tidak ada kendala berarti, klien mampu memahami apa yang dijelaskan oleh perawat
- Kontak mata klien baik
Kesan perawat:
Analisa masalah: Waham
Klien memahami penjelasan perawat dan kooperatif