Prosedur Ganti Kerugian Daerah SKP2K
Prosedur Ganti Kerugian Daerah SKP2K
Pengelola
BUMN/BUMD/Lembaga/
subyek
Pegawai Negeri
Badan Lain yang
Bendahara Bukan Bendahara menyelenggarakan
Pihak Ketiga
Atau Pejabat Lain pengelolaan keuangan
negara
Presiden, Menteri/
Penetapan
Pimpinan
Proses
BPK Lembaga/ BPK
Peradilan
Gubernur/Bupati/
Walikota
Peraturan BPK No. 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara
Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara
Pengaturan
2
DASAR PEMIKIRAN PENGERTIAN KERUGIAN NEGARA/DAERAH
Kerugian
Negara/Daerah BUKAN Kerugian Negara/Daerah
3
Kata “Kekurangan”, berarti:
Kekurangan bukan hanya sebagai kekurangan dalam jumlah
pembayaran/pemasukan terhadap Kas Negara/Kas Daerah, namun juga harus
diartikan sebagai kehilangan sejumlah uang dan kelebihan pembayaran dari nilai
yang seharusnya. Begitu juga kerugian negara/daerah terjadi pada surat berharga
(surat piutang) atau bentuk-bentuk tagihan yang bernilai uang maupun terhadap
barang-barang milik negara/daerah.
Sumber: D.Y. Witanto, SH (2012: 78). Dimensi Kerugian Negara Dalam Hubungan Kontraktual (Suatu Tinjauan
Terhadap Risiko Kontrak Dalam Proyek Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah)
4
KEWENANGAN MENTERI/PIMPINAN
LEMBAGA/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA
5
RUANG LINGKUP
Subyek Obyek
Pegawai Negeri bukan Uang, surat berharga,
bendahara dan/atau barang milik
a. Pegawai ASN termasuk negara/daerah
CPNS
Uang dan/atau barang
b. Anggota TNI Kewajiban bukan milik negara/
c. Anggota Polri
melakukan daerah yang berada dalam
Pejabat lain
a. Pejabat Negara (UU ASN) tindakan penguasaan Pegawai
pengamanan Negeri Bukan Bendahara
b. Pejabat penyelenggara
atau Pejabat Lain yang
pemerintahan yang
digunakan dalam
tidak berstatus pejabat
penyelenggaraan tugas
negara, tidak termasuk
pemerintahan
bendahara dan Pegawai
Negeri Bukan Bendahara
6
ALUR TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH LINGKUP PEMERINTAHAN DAERAH
Gubernur
INFORMASI INDIKASI KERUGIAN / Bupati/ PPKD
1 VERIFIKASI INFORMASI
TERJADINYA 2 DAERAH Walikota
(Kepala SKPD/Sekretaris 3
KERUGIAN (Kepala SKPKD selaku BUD)
DPRD) 3
DAERAH (7 hari kerja) BPK Pelaksanaan
6b 6a 6 5 4 kewenangan
Indikasi
Kerugian Daerah
1
Kepala SKPKD Hasil Pemeriksaan
TPKD 4 Terduga
Selaku BUD
3
5
Menerima 7a 7b Menolak
8a 8b
Gubernur/Bupati/
Walikota 1 2
selaku PPKD MAJELIS SIDANG
3
Laporan
Hasil Pemeriksaan Perbuatan
ya Melanggar tidak
Kekurangan uang, surat 3a Hukum atau 3b
berharga, atau barang Kelalaian
Memerintahkan Mengusulkan:
dikarenakan:
TPKD melalui Kepala pertimbangan penghapusan
Bukan Perbuatan SKPKD selaku BUD
8a.2 4b
Melanggar Hukum atau melakukan
Kelalaian pemeriksaan kembali Gubernur/Bupati/
Walikota selaku PPKD
9a.2 5b
TPKD menyampaikan laporan hasil 4a
pemeriksaan kembali melalui Kepala PUTUSAN Mengusulkan:
SKPKD selaku BUD 7a.2 PENGHAPUSAN
8a.1
5a tidak
MAJELIS Menyatakan:
6a Perbuatan 7a.1 KERUGIAN DAERAH
7a
Melanggar 9a.1
SIDANG
Hukum atau Kepala SKPKD selaku BUD menyelesaikan
ya
Kelalaian melalui SKTJM atau SKP2KS
9
2. SIDANG MAJELIS ATAS SKTJM WANPRESTASI
Gubernur/Bupati/ 1 2
Walikota MAJELIS SIDANG
selaku PPKD 3
PUTUSAN
4
SKTJM
Mengusulkan:
WANPRESTASI pertimbangan penghapusan
5
Gubernur/Bupati/Walikota
selaku PPKD
6
10
3. SIDANG MAJELIS ATAS PENERBITAN SKP2KS
1 2 Apakah ya
SKP2KS Pihak Yang Menerima
Merugikan SKP2KS ?
2a
2b tidak
Mengajukan Menerima
3b KEBERATAN
3a
MAJELIS MAJELIS
4b 4a
SIDANG SIDANG
Pertimbangan : 5b 5a
Pembebasan dan
Penghapusan PUTUSAN PUTUSAN
6b 6a
6b.i2
Gubernur/ Bupati/ ya tidak Pertimbangan :
Menerima
Walikota selaku PPKD Penerbitan SKP2K
6b.i1 Seluruhnya? 6b.ii1
6b.i3 6b.ii2 6b.iii3
7a
Menerbitkan 6b.iii1 Gubernur/ Bupati/
Surat Keputusan Pembebasan 6b.iii2 Walikota selaku PPKD
dan
Menerima/ 6b.ii3 8a 6b.iii4
mengusulkan penghapusan menolak sebagian
SKP2K atas
SKP2KS
11
1. VERIFIKASI DAN PELAPORAN INFORMASI KERUGIAN DAERAH
12
2. KEPALA SKPKD SELAKU BUD (MELAKSANAKAN KEWENANGAN GUBERNUR,
BUPATI, ATAU WALIKOTA SELAKU PPKD)
13
10. Menyampaikan laporan mengenai penerimaan atau keberatan atas SKP2KS kepada Majelis
melalui Gubernur, Bupati, atau Walikota selaku PPKD.
11. Menyampaikan laporan hasil pemeriksaan kembali yang dilakukan TPKD kepada Majelis
Pertimbangan Penyelesaian Kerugian Daerah.
12. Menyampaikan perintah Majelis Pertimbangan Penyelesaian Kerugian Daerah kepada
TPKD untuk melakukan pemeriksaan kembali.
13. Menyampaikan laporan hasil pemeriksaan kembali TPKD kepada Majelis Pertimbangan
Penyelesaian Kerugian Daerah melalui Gubernur, Bupati, atau Walikota selaku PPKD.
14. Menerima dan menindaklanjuti hasil putusan Majelis Pertimbangan Penyelesaian
Kerugian Daerah melalui proses penyelesaian kerugian daerah melalui penerbitan SKTJM
dan SKP2KS.
15. Melakukan pemantauan atas ketaatan Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/ Ahli Waris melakukan pembayaran sesuai dengan SKTJM.
16. Menyampaikan teguran tertulis apabila Pihak yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/Ahli Waris melalaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan SKTJM.
17. Menerbitkan Surat Penagihan (SPn) paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak SKTJM,
SKP2KS, atau SKP2K ditetapkan.
18. Menandatangani Surat Keterangan Tanda Lunas.
14
3. TPKD
1. Melakukan pemeriksaan kerugian daerah paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah
dibentuk.
2. Menyusun kronologis terjadinya kerugian daerah.
3. Mengumpulkan bukti pendukung terjadinya kerugian daerah.
4. Menghitung jumlah kerugian daerah.
5. Meminta pertimbangan dari pihak yang memiliki kompetensi dalam menghitung jumlah
kerugian daerah.
6. Menginventarisasi harta kekayaan milik Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat
Lain yang dapat dijadikan sebagai jaminan penyelesaian kerugian daerah.
7. Menyampaikan hasil pemeriksaan kerugian daerah secara tertulis kepada orang yang
diduga menyebabkan kerugian daerah untuk dimintakan tanggapan.
8. Menerima tanggapan atas hasil pemeriksaan kerugian daerah dari orang yang diduga
menyebabkan kerugian daerah.
9. Menyetujui tanggapan dari orang yang diduga menyebabkan kerugian daerah dan
memperbaiki hasil pemeriksaan kerugian daerah, serta menyampaikan kepada Kepala
SKPKD selaku BUD paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggapan diterima.
15
10. Menolak tanggapan dari orang yang diduga menyebabkan kerugian daerah dan
melampirkan tanggapan atau klarifikasi dalam hasil pemeriksaan kerugian negara, serta
menyampaikan kepada BUD paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak tanggapan
diterima.
11. Menyatakan dalam laporan hasil pemeriksaan kerugian daerah bahwa kekurangan uang,
surat berharga, dan/atau barang disebabkan perbuatan melanggar hukum atau lalai
Pegawai Negeri Bukan Bendahara/Pejabat Lain atau bukan perbuatan melanggar hukum
atau lalai Pegawai Negeri Bukan Bendahara/Pejabat Lain.
12. Melaporkan hasil pemeriksaan kerugian daerah kepada BUD.
13. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap materi yang tidak disetujui BUD atas laporan
hasil pemeriksaan kerugian daerah.
16
4. MAJELIS PERTIMBANGAN PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH (MAJELIS)
Adalah para pejabat/pegawai yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Gubernur, Bupati atau
Walikota untuk menyampaikan pertimbangan dan pendapat penyelesaian Kerugian
Daerah.
17
5. GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA SELAKU PPKD
1. Menerima laporan hasil pemeriksaan TPKD yang telah disetujui oleh Kepala SKPKD selaku
BUD.
2. Menerima pertimbangan dari Majelis Pertimbangan Penyelesaian Kerugian Daerah atas:
a. penyelesaian atas kekurangan uang, surat berharga, dan/atau barang bukan
disebabkan perbuatan melanggar hukum atau lalai Pegawai Negeri Bukan Bendahara
atau Pejabat Lain.
b. penggantian kerugian daerah setelah Pihak yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/Ahli Waris dinyatakan wanprestasi.
c. penyelesaian kerugian daerah yang telah diterbitkan SKP2KS.
3. Menerima laporan hasil pemeriksaan kembali TPKD yang telah disetujui dalam putusan
Majelis Pertimbangan Penyelesaian Kerugian Daerah.
4. Mengusulkan penghapusan atas uang, surat berharga, dan/ atau barang milik daerah yang
berada dalam penguasaan Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain dan/atau
uang dan/atau barang bukan milik daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri
Bukan Bendahara atau Pejabat Lain yang digunakan dalam penyelenggaraan tugas
pemerintahan.
5. Menerbitkan Surat Keputusan Pembebasan Penggantian Kerugian Daerah.
6. Menetapkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian (SKP2K).
7. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan SKP2K.
18
DOKUMEN TERKAIT
TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH
19
1. SURAT KETERANGAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK (SKTJM)
Adalah surat pernyataan dari Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain, yang
menyatakan kesanggupan dan/atau pengakuan bahwa Kerugian Daerah menjadi tanggung
jawabnya dan bersedia mengganti Kerugian Daerah dimaksud.
Memuat materi:
1. Identitas Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris;
2. Jumlah Kerugian Daerah yang harus dibayar;
3. Cara dan jangka waktu pembayaran Kerugian Daerah;
4. Pernyataan penyerahan barang jaminan; dan
5. Pernyataan dari Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris bahwa
pernyataan mereka tidak dapat ditarik kembali.
20
2. SURAT KEPUTUSAN PEMBEBANAN PENGGANTIAN KERUGIAN SEMENTARA(SKP2KS)
Adalah surat yang dibuat oleh Gubernur, Bupati atau Walikota/Kepala Satuan Kerja
Pengelola Keuangan Daerah dalam hal SKTJM tidak mungkin diperoleh.
SKP2KS diterbitkan paling lambat 7 hari kerja setelah menerima laporan dari TPKD
Memuat materi:
1. Identitas Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli
Waris;
2. Perintah untuk mengganti Kerugian Daerah;
3. Jumlah Kerugian Daerah yang harus dibayar;
4. Cara dan jangka waktu pembayaran Kerugian Daerah; dan
5. Daftar harta kekayaan milik Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/Ahli Waris.
21
3. SURAT KEPUTUSAN PEMBEBANAN PENGGANTIAN KERUGIAN (SKP2K)
Adalah surat keputusan yang ditetapkan oleh Gubernur, Bupati atau Walikota yang mempunyai
kekuatan hukum tetap tentang pembebanan penggantian Kerugian Daerah terhadap Pegawai Negeri
Bukan Bendahara atau Pejabat Lain.
SKP2K diterbitkan paling lambat 14 hari kerja sejak Majelis menetapkan putusan
Memuat materi:
Memuat materi: a. Pertimbangan Majelis;
a. Pertimbangan Majelis; b. Identitas Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
b. Identitas Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Memperoleh Hak/Ahli Waris;
Hak/Ahli Waris; c. Jumlah Kerugian Daerah yang harus dipulihkan;
c. Jumlah Kerugian Daerah yang harus dibayar; d. Penyerahan upaya penagihan Kerugian Daerah
d. Daftar harta kekayaan milik Pihak Yang Merugikan/ kepada instansi yang menangani pengurusan
Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris; piutang daerah; dan
e. Perintah untuk mengganti Kerugian Daerah; e. Daftar barang jaminan Pihak Yang Merugikan/
f. Cara dan jangka waktu mengganti Kerugian Daerah; dan Pengampu/ Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris yang
g. Penyerahan upaya penagihan Kerugian Daerah kepada instansi diserahkan kepada instansi yang menangani
yang menangani pengurusan piutang daerah dalam hal Pihak pengurusan piutang daerah, dalam hal Majelis
Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli berpendapat bahwa barang jaminan dapat
Waris tidak membayar Kerugian Daerah sebagaimana dijual/dicairkan.
dimaksud pada huruf c sesuai dengan jangka waktu
sebagaimana dimaksud dalam huruf f.
BPK, Majelis, Instansi yang menangani pengurusan piutang
BPK, Majelis, dan Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang negara/daerah, dan Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/Ahli Waris Memperoleh Hak/Ahli Waris
22
4. SURAT KEPUTUSAN PEMBEBASAN PENGGANTIAN KERUGIAN DAERAH
Surat Keputusan Pembebasan Penggantian Kerugian Daerah (Surat Keputusan Pembebasan) diterbitkan
paling lambat 14 hari kerja sejak Majelis menetapkan putusan hasil sidang.
23
5. SURAT PENAGIHAN
24
6. SURAT KETERANGAN TANDA LUNAS (SKTL)
SKTL ditandatangani oleh Kepala SKPKD selaku BUD atas penerbitan SKTJM, SKP2KS, atau
SKTJM.
25
PELAPORAN PENYELESAIAN TUNTUTAN GANTI KERUGIAN
Makna frase “setelah Tuntutan Ganti Kerugian dinyatakan selesai” yaitu terhitung sejak
penerbitan SKTJM, penerbitan SKP2K atas SKP2KS, penerbitan SK pembebasan penggantian
kerugian daerah, atau persetujuan Majelis terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan TPKD yang
menyatakan kekurangan uang, surat berharga, atau barang bukan disebabkan perbuatan
melanggar hukum/kelalaian.
26
KEDALUWARSA
Makna frase “setelah kerugian negara/daerah diketahui” yaitu terhitung sejak informasi kerugian
negara/daerah dilaporkan dan dilakukan verifikasi atas kebenaran terjadinya kerugian negara/daerah
(Penjelasan Pasal 5 ayat (4)).
Makna frase “terjadinya Kerugian Negara/Daerah” yaitu sejak TPKN menyampaikan laporan hasil
pemeriksaan (kekurangan uang, surat berharga, dan/atau barang disebabkan perbuatan melanggar
hukum atau lalai Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain) kepada PPKN/Kepala
Satker/Atasan Kepala Satker. (Pasal 16 ayat (1))
27