0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan28 halaman

Prosedur Ganti Kerugian Daerah SKP2K

Dokumen tersebut membahas tentang penyelesaian ganti kerugian daerah terhadap pegawai negeri bukan bendahara dan pejabat lain berdasarkan peraturan pemerintah. Terdapat penjelasan mengenai jenis penyelesaian kerugian negara/daerah, dasar pemikiran pengertian kerugian negara/daerah, dan kewenangan menteri/pimpinan lembaga dalam menetapkan ganti kerugian. Juga dijelaskan ruang lingkup

Diunggah oleh

Abdillah Nurcholik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan28 halaman

Prosedur Ganti Kerugian Daerah SKP2K

Dokumen tersebut membahas tentang penyelesaian ganti kerugian daerah terhadap pegawai negeri bukan bendahara dan pejabat lain berdasarkan peraturan pemerintah. Terdapat penjelasan mengenai jenis penyelesaian kerugian negara/daerah, dasar pemikiran pengertian kerugian negara/daerah, dan kewenangan menteri/pimpinan lembaga dalam menetapkan ganti kerugian. Juga dijelaskan ruang lingkup

Diunggah oleh

Abdillah Nurcholik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN DAERAH TERHADAP

PEGAWAI NEGERI BUKAN BENDAHARA DAN PEJABAT LAIN


BERDASARKAN
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 38 TAHUN 2016

Jambi, 9 November 2018


JENIS PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA/DAERAH

Pengelola
BUMN/BUMD/Lembaga/
subyek

Pegawai Negeri
Badan Lain yang
Bendahara Bukan Bendahara menyelenggarakan
Pihak Ketiga
Atau Pejabat Lain pengelolaan keuangan
negara

Presiden, Menteri/
Penetapan

Pimpinan
Proses
BPK Lembaga/ BPK
Peradilan
Gubernur/Bupati/
Walikota
Peraturan BPK No. 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara
Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara
Pengaturan

Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2016 tentang Tata


Peraturan BPK
Pemerintah Cara Tuntutan Ganti Kerugian Negara/Daerah Terhadap
Nomor 3
Nomor 38 Tahun Pegawai Negeri Bukan Bendahara Atau Pejabat Lain
Tahun 2007
2016 Keputusan BPK No. 5/K/I-XIII.2/10/2012 Tgl. 1 Oktober
2012 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pemantauan
Penyelesaian Kerugian Negara/Daerah (TGR Pihak Ketiga)

2
DASAR PEMIKIRAN PENGERTIAN KERUGIAN NEGARA/DAERAH

Kekurangan Uang, Surat Berharga, dan Barang

Nyata dan Pasti Jumlahnya

Perbuatan Melanggar Hukum BUKAN Perbuatan Melanggar Hukum


atau Kelalaian atau Kelalaian

Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau


Pejabat Lain dan Bendahara Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau
Pejabat Lain dan Bendahara

Kerugian
Negara/Daerah BUKAN Kerugian Negara/Daerah

Penggantian Kerugian Pembebasan Subyek dan/atau


Negara/Daerah Penghapusan Obyek

3
 Kata “Kekurangan”, berarti:
Kekurangan bukan hanya sebagai kekurangan dalam jumlah
pembayaran/pemasukan terhadap Kas Negara/Kas Daerah, namun juga harus
diartikan sebagai kehilangan sejumlah uang dan kelebihan pembayaran dari nilai
yang seharusnya. Begitu juga kerugian negara/daerah terjadi pada surat berharga
(surat piutang) atau bentuk-bentuk tagihan yang bernilai uang maupun terhadap
barang-barang milik negara/daerah.

 Frase “nyata dan pasti jumlahnya”, berarti:


 Nilai kerugian negara/daerah harus konkrit dengan menyebutkan jumlahnya yang
jelas sebagai hasil akhir dari perhitungan yang pasti.
 Nilai kerugian negara/daerah harus berdasarkan bukti-bukti konkrit dan
merupakan hasil perhitungan yang cermat sehingga bukan sebagai hasil dari
penaksiran.
 Orang tidak dapat melakukan negoisasi dan perundingan untuk menurunkan atau
menaikkan nilai kerugian negara/daerah yang telah ditetapkan berdasarkan
perhitungan dan bukti-bukti yang konkrit.

Sumber: D.Y. Witanto, SH (2012: 78). Dimensi Kerugian Negara Dalam Hubungan Kontraktual (Suatu Tinjauan
Terhadap Risiko Kontrak Dalam Proyek Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah)

4
KEWENANGAN MENTERI/PIMPINAN
LEMBAGA/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang


Perbendaharaan Negara, Pasal 63 ayat (1):
“Pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap pegawai
negeri bukan bendahara ditetapkan oleh menteri/pimpinan
lembaga/gubernur/bupati/walikota”.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2016 tentang Tata Cara


Tuntutan Ganti Kerugian Negara/Daerah Terhadap Pegawai
Negeri Bukan Bendahara Atau Pejabat Lain

Menteri/Pimpinan Lembaga Selaku PPKN Gubernur/Bupati/Walikota


Selaku PPKD

Kepala Satuan Atasan Kepala


Kepala SKPKD selaku BUD
Kerja Satuan Kerja

5
RUANG LINGKUP

Subyek Obyek
 Pegawai Negeri bukan  Uang, surat berharga,
bendahara dan/atau barang milik
a. Pegawai ASN termasuk negara/daerah
CPNS
 Uang dan/atau barang
b. Anggota TNI Kewajiban bukan milik negara/
c. Anggota Polri
melakukan daerah yang berada dalam
 Pejabat lain
a. Pejabat Negara (UU ASN) tindakan penguasaan Pegawai
pengamanan Negeri Bukan Bendahara
b. Pejabat penyelenggara
atau Pejabat Lain yang
pemerintahan yang
digunakan dalam
tidak berstatus pejabat
penyelenggaraan tugas
negara, tidak termasuk
pemerintahan
bendahara dan Pegawai
Negeri Bukan Bendahara

Yang dimaksud pejabat penyelenggara


pemerintahan yang tidak berstatus pejabat
negara adalah Ketua dan Anggota DPRD
sebagai pejabat daerah serta pimpinan dan
anggota lembaga non struktural yang dibiayai
APBN/APBD

6
ALUR TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH LINGKUP PEMERINTAHAN DAERAH

Gubernur
INFORMASI INDIKASI KERUGIAN / Bupati/ PPKD
1 VERIFIKASI INFORMASI
TERJADINYA 2 DAERAH Walikota
(Kepala SKPD/Sekretaris 3
KERUGIAN (Kepala SKPKD selaku BUD)
DPRD) 3
DAERAH (7 hari kerja) BPK Pelaksanaan
6b 6a 6 5 4 kewenangan

Bukan Melanggar Melanggar Laporan Hasil TUNTUTAN


Kepala SKPKD
Hukum/Lalai Hukum/Lalai Pemeriksaan
TPKD GANTI
selaku BUD
KERUGIAN
7b 7a
7ai 6c Disetujui
SKTJM Kas Daerah Lunas
Pemantauan
Usulan Bukan
Piutang Wanprestasi ketaatan/teguran
8 7aii melanggar
TGR Penghapusan tertulis
hukum/lalai
Penerimaan/ SKP2K atas
SKTJM tidak SKP2KS Instansi Yang
Keberatan SKTJM
diperoleh (14 hari kerja)
6d Menangani Piutang
Wanprestasi 30 hari Daerah
9
Tidak dapat mengganti

Majelis SKP2K atas SKP2KS tidak ada keberatan


Membentuk SKP2KS atau keberatan ditolak
seluruhnya atau keberatan
Sidang Majelis 10 diterima/ditolak sebagian
Gubernur/ Keputusan
Bupati/Walikota Pembebasan
Pertimbangan Majelis menerima seluruhnya
atas keberatan SKP2KS
SKP2K/Surat Keputusan Pembebasan diterbitkan paling Usulan
lambat 14 hari kerja sejak majelis menetapkan putusan Penghapusan
BPK
Pelaporan paling lambat 60 hari setelah
TGR dinyatakan selesai 7
PEMERIKSAAN KERUGIAN DAERAH

Indikasi
Kerugian Daerah

1
Kepala SKPKD Hasil Pemeriksaan
TPKD 4 Terduga
Selaku BUD
3
5

TPKD 6 Tanggapan Terduga *


7

Menerima 7a 7b Menolak

8a 8b

Perbaikan Laporan Tanggapan Terduga


9a 9b
Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan dilampirkan
10

Kepala SKPKD * Tanggapan disampaikan paling lambat 14 hari kerja


Selaku BUD
8
1. SIDANG MAJELIS ATAS KEKURANGAN UANG, SURAT BERHARGA, ATAU BARANG
BUKAN DISEBABKAN PERBUATAN MELANGGAR HUKUM ATAU KELALAIAN

Gubernur/Bupati/
Walikota 1 2
selaku PPKD MAJELIS SIDANG
3

Laporan
Hasil Pemeriksaan Perbuatan
ya Melanggar tidak
Kekurangan uang, surat 3a Hukum atau 3b
berharga, atau barang Kelalaian
Memerintahkan Mengusulkan:
dikarenakan:
TPKD melalui Kepala pertimbangan penghapusan
Bukan Perbuatan SKPKD selaku BUD
8a.2 4b
Melanggar Hukum atau melakukan
Kelalaian pemeriksaan kembali Gubernur/Bupati/
Walikota selaku PPKD
9a.2 5b
TPKD menyampaikan laporan hasil 4a
pemeriksaan kembali melalui Kepala PUTUSAN Mengusulkan:
SKPKD selaku BUD 7a.2 PENGHAPUSAN
8a.1
5a tidak
MAJELIS Menyatakan:
6a Perbuatan 7a.1 KERUGIAN DAERAH
7a
Melanggar 9a.1
SIDANG
Hukum atau Kepala SKPKD selaku BUD menyelesaikan
ya
Kelalaian melalui SKTJM atau SKP2KS

9
2. SIDANG MAJELIS ATAS SKTJM WANPRESTASI

Gubernur/Bupati/ 1 2
Walikota MAJELIS SIDANG
selaku PPKD 3

PUTUSAN
4
SKTJM
Mengusulkan:
WANPRESTASI pertimbangan penghapusan
5

Gubernur/Bupati/Walikota
selaku PPKD
6

SKP2K atas SKTJM


Wanprestasi

10
3. SIDANG MAJELIS ATAS PENERBITAN SKP2KS

1 2 Apakah ya
SKP2KS Pihak Yang Menerima
Merugikan SKP2KS ?
2a
2b tidak

Mengajukan Menerima
3b KEBERATAN
3a

MAJELIS MAJELIS
4b 4a

SIDANG SIDANG
Pertimbangan : 5b 5a
Pembebasan dan
Penghapusan PUTUSAN PUTUSAN
6b 6a
6b.i2
Gubernur/ Bupati/ ya tidak Pertimbangan :
Menerima
Walikota selaku PPKD Penerbitan SKP2K
6b.i1 Seluruhnya? 6b.ii1
6b.i3 6b.ii2 6b.iii3
7a
Menerbitkan 6b.iii1 Gubernur/ Bupati/
Surat Keputusan Pembebasan 6b.iii2 Walikota selaku PPKD
dan
Menerima/ 6b.ii3 8a 6b.iii4
mengusulkan penghapusan menolak sebagian
SKP2K atas
SKP2KS

11
1. VERIFIKASI DAN PELAPORAN INFORMASI KERUGIAN DAERAH

 KEPALA SKPD/SEKRETARIS DPRD


• Kepala SKPD memiliki tugas dan wewenang melakukan verifikasi terhadap
informasi terjadinya kerugian daerah di lingkungan SKPD.
• Sekretaris DPRD memiliki tugas dan wewenang melakukan verifikasi terhadap
informasi terjadinya kerugian daerah terhadap ketua dan anggota DPRD.

 KEPALA SKPKD SELAKU BUD


a. Melaporkan indikasi kerugian daerah kepada Gubernur, Bupati, atau Walikota.
b. Memberitahukan kepada Badan Pemeriksa Keuangan.

12
2. KEPALA SKPKD SELAKU BUD (MELAKSANAKAN KEWENANGAN GUBERNUR,
BUPATI, ATAU WALIKOTA SELAKU PPKD)

1. Membentuk Tim Penyelesaian Kerugian Daerah (TPKD).


2. Menerima laporan hasil pemeriksaan dan menyampaikan pendapat atas laporan hasil
pemeriksaan TPKD.
3. Menugaskan TPKD untuk melakukan pemeriksaan ulang apabila laporan hasil
pemeriksaan tidak disetujui oleh BUD.
4. Menugaskan TPKD melakukan penuntutan penggantian kerugian daerah kepada Pihak
Yang Merugikan apabila laporan hasil pemeriksaan disetujui oleh BUD.
5. Menyampaikan laporan mengenai wanprestasi kepada Majelis melalui Gubernur, Bupati,
atau Walikota selaku PPKD.
6. Menerima laporan TPKD mengenai penerbitan Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak
(SKTJM) tidak dapat diperoleh.
7. Menerbitkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara (SKP2KS)
paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah menerima laporan dari TPKD yang menyatakan
bahwa SKTJM tidak dapat diperoleh.
8. Menyampaikan SKP2KS kepada Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh
Hak/Ahli Waris.
9. Menerima pengajuan tertulis beserta bukti mengenai keberatan SKP2KS dari Pihak Yang
Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/ Ahli Waris.

13
10. Menyampaikan laporan mengenai penerimaan atau keberatan atas SKP2KS kepada Majelis
melalui Gubernur, Bupati, atau Walikota selaku PPKD.
11. Menyampaikan laporan hasil pemeriksaan kembali yang dilakukan TPKD kepada Majelis
Pertimbangan Penyelesaian Kerugian Daerah.
12. Menyampaikan perintah Majelis Pertimbangan Penyelesaian Kerugian Daerah kepada
TPKD untuk melakukan pemeriksaan kembali.
13. Menyampaikan laporan hasil pemeriksaan kembali TPKD kepada Majelis Pertimbangan
Penyelesaian Kerugian Daerah melalui Gubernur, Bupati, atau Walikota selaku PPKD.
14. Menerima dan menindaklanjuti hasil putusan Majelis Pertimbangan Penyelesaian
Kerugian Daerah melalui proses penyelesaian kerugian daerah melalui penerbitan SKTJM
dan SKP2KS.
15. Melakukan pemantauan atas ketaatan Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/ Ahli Waris melakukan pembayaran sesuai dengan SKTJM.
16. Menyampaikan teguran tertulis apabila Pihak yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/Ahli Waris melalaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan SKTJM.
17. Menerbitkan Surat Penagihan (SPn) paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak SKTJM,
SKP2KS, atau SKP2K ditetapkan.
18. Menandatangani Surat Keterangan Tanda Lunas.

14
3. TPKD

1. Melakukan pemeriksaan kerugian daerah paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah
dibentuk.
2. Menyusun kronologis terjadinya kerugian daerah.
3. Mengumpulkan bukti pendukung terjadinya kerugian daerah.
4. Menghitung jumlah kerugian daerah.
5. Meminta pertimbangan dari pihak yang memiliki kompetensi dalam menghitung jumlah
kerugian daerah.
6. Menginventarisasi harta kekayaan milik Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat
Lain yang dapat dijadikan sebagai jaminan penyelesaian kerugian daerah.
7. Menyampaikan hasil pemeriksaan kerugian daerah secara tertulis kepada orang yang
diduga menyebabkan kerugian daerah untuk dimintakan tanggapan.
8. Menerima tanggapan atas hasil pemeriksaan kerugian daerah dari orang yang diduga
menyebabkan kerugian daerah.
9. Menyetujui tanggapan dari orang yang diduga menyebabkan kerugian daerah dan
memperbaiki hasil pemeriksaan kerugian daerah, serta menyampaikan kepada Kepala
SKPKD selaku BUD paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggapan diterima.

15
10. Menolak tanggapan dari orang yang diduga menyebabkan kerugian daerah dan
melampirkan tanggapan atau klarifikasi dalam hasil pemeriksaan kerugian negara, serta
menyampaikan kepada BUD paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak tanggapan
diterima.
11. Menyatakan dalam laporan hasil pemeriksaan kerugian daerah bahwa kekurangan uang,
surat berharga, dan/atau barang disebabkan perbuatan melanggar hukum atau lalai
Pegawai Negeri Bukan Bendahara/Pejabat Lain atau bukan perbuatan melanggar hukum
atau lalai Pegawai Negeri Bukan Bendahara/Pejabat Lain.
12. Melaporkan hasil pemeriksaan kerugian daerah kepada BUD.
13. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap materi yang tidak disetujui BUD atas laporan
hasil pemeriksaan kerugian daerah.

16
4. MAJELIS PERTIMBANGAN PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH (MAJELIS)

Adalah para pejabat/pegawai yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Gubernur, Bupati atau
Walikota untuk menyampaikan pertimbangan dan pendapat penyelesaian Kerugian
Daerah.

 Majelis dibentuk oleh PPKD.


 Jumlah anggota Majelis terdiri dari 3 (tiga) orang atau 5 (lima) orang.

Majelis mempunyai tugas memeriksa dan memberikan pertimbangan kepada


PPKD atas :
1. penyelesaian atas kekurangan uang, surat berharga, dan/atau barang bukan
disebabkan perbuatan melanggar hukum atau lalai.
2. penggantian kerugian daerah setelah Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/Ahli Waris dinyatakan wanprestasi.
3. penyelesaian kerugian daerah yang telah diterbitkan SKP2KS.

Anggota Majelis a. pejabat/pegawai pada sekretariat daerah provinsi/ kabupaten/kota;


b. pejabat/pegawai pada inspektorat provinsi/ kabupaten/kota; dan
c. pejabat/pegawai lain yang diperlukan sesuai dengan keahliannya.

17
5. GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA SELAKU PPKD

1. Menerima laporan hasil pemeriksaan TPKD yang telah disetujui oleh Kepala SKPKD selaku
BUD.
2. Menerima pertimbangan dari Majelis Pertimbangan Penyelesaian Kerugian Daerah atas:
a. penyelesaian atas kekurangan uang, surat berharga, dan/atau barang bukan
disebabkan perbuatan melanggar hukum atau lalai Pegawai Negeri Bukan Bendahara
atau Pejabat Lain.
b. penggantian kerugian daerah setelah Pihak yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/Ahli Waris dinyatakan wanprestasi.
c. penyelesaian kerugian daerah yang telah diterbitkan SKP2KS.
3. Menerima laporan hasil pemeriksaan kembali TPKD yang telah disetujui dalam putusan
Majelis Pertimbangan Penyelesaian Kerugian Daerah.
4. Mengusulkan penghapusan atas uang, surat berharga, dan/ atau barang milik daerah yang
berada dalam penguasaan Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain dan/atau
uang dan/atau barang bukan milik daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri
Bukan Bendahara atau Pejabat Lain yang digunakan dalam penyelenggaraan tugas
pemerintahan.
5. Menerbitkan Surat Keputusan Pembebasan Penggantian Kerugian Daerah.
6. Menetapkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian (SKP2K).
7. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan SKP2K.

18
DOKUMEN TERKAIT
TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH

Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM)

Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian


Sementara (SKP2KS)

Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian (SKP2K)

Surat Keputusan Pembebasan Penggantian Kerugian Daerah

Surat Penagihan (SPn)

Surat Keterangan Tanda Lunas (SKTL)

19
1. SURAT KETERANGAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK (SKTJM)

Adalah surat pernyataan dari Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain, yang
menyatakan kesanggupan dan/atau pengakuan bahwa Kerugian Daerah menjadi tanggung
jawabnya dan bersedia mengganti Kerugian Daerah dimaksud.

Memuat materi:
1. Identitas Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris;
2. Jumlah Kerugian Daerah yang harus dibayar;
3. Cara dan jangka waktu pembayaran Kerugian Daerah;
4. Pernyataan penyerahan barang jaminan; dan
5. Pernyataan dari Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris bahwa
pernyataan mereka tidak dapat ditarik kembali.

• Melanggar Hukum: Penggantian kerugian paling Pernyataan penyerahan barang


lambat 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak jaminan, disertai:
SKTJM ditandatangani
• Kelalaian: Penggantian kerugian dalam waktu 24 a. daftar barang yang menjadi jaminan;
(dua puluh empat) bulan sejak SKTJM b. bukti kepemilikan yang sah atas
ditandatangani barang yang dijaminkan; dan
c. surat kuasa menjual
secara tunai dan angsuran

20
2. SURAT KEPUTUSAN PEMBEBANAN PENGGANTIAN KERUGIAN SEMENTARA(SKP2KS)

Adalah surat yang dibuat oleh Gubernur, Bupati atau Walikota/Kepala Satuan Kerja
Pengelola Keuangan Daerah dalam hal SKTJM tidak mungkin diperoleh.

SKP2KS mempunyai kekuatan hukum untuk pelaksanaan sita jaminan.

SKP2KS diterbitkan paling lambat 7 hari kerja setelah menerima laporan dari TPKD

Memuat materi:
1. Identitas Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli
Waris;
2. Perintah untuk mengganti Kerugian Daerah;
3. Jumlah Kerugian Daerah yang harus dibayar;
4. Cara dan jangka waktu pembayaran Kerugian Daerah; dan
5. Daftar harta kekayaan milik Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/Ahli Waris.

Penggantian kerugian daerah berdasarkan penerbitan SKP2KS dibayarkan


secara tunai paling lambat 90 hari sejak diterbitkannya SKP2KS

21
3. SURAT KEPUTUSAN PEMBEBANAN PENGGANTIAN KERUGIAN (SKP2K)

Adalah surat keputusan yang ditetapkan oleh Gubernur, Bupati atau Walikota yang mempunyai
kekuatan hukum tetap tentang pembebanan penggantian Kerugian Daerah terhadap Pegawai Negeri
Bukan Bendahara atau Pejabat Lain.

SKP2K mempunyai hak mendahulu


SKP2K ATAS PENERBITAN SKP2KS SKP2K ATAS SKTJM WANPRESTASI

SKP2K diterbitkan paling lambat 14 hari kerja sejak Majelis menetapkan putusan
Memuat materi:
Memuat materi: a. Pertimbangan Majelis;
a. Pertimbangan Majelis; b. Identitas Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
b. Identitas Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Memperoleh Hak/Ahli Waris;
Hak/Ahli Waris; c. Jumlah Kerugian Daerah yang harus dipulihkan;
c. Jumlah Kerugian Daerah yang harus dibayar; d. Penyerahan upaya penagihan Kerugian Daerah
d. Daftar harta kekayaan milik Pihak Yang Merugikan/ kepada instansi yang menangani pengurusan
Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris; piutang daerah; dan
e. Perintah untuk mengganti Kerugian Daerah; e. Daftar barang jaminan Pihak Yang Merugikan/
f. Cara dan jangka waktu mengganti Kerugian Daerah; dan Pengampu/ Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris yang
g. Penyerahan upaya penagihan Kerugian Daerah kepada instansi diserahkan kepada instansi yang menangani
yang menangani pengurusan piutang daerah dalam hal Pihak pengurusan piutang daerah, dalam hal Majelis
Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli berpendapat bahwa barang jaminan dapat
Waris tidak membayar Kerugian Daerah sebagaimana dijual/dicairkan.
dimaksud pada huruf c sesuai dengan jangka waktu
sebagaimana dimaksud dalam huruf f.
BPK, Majelis, Instansi yang menangani pengurusan piutang
BPK, Majelis, dan Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang negara/daerah, dan Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/Ahli Waris Memperoleh Hak/Ahli Waris

22
4. SURAT KEPUTUSAN PEMBEBASAN PENGGANTIAN KERUGIAN DAERAH

Surat Keputusan Pembebasan Penggantian Kerugian Daerah (Surat Keputusan Pembebasan) diterbitkan
paling lambat 14 hari kerja sejak Majelis menetapkan putusan hasil sidang.

Paling sedikit memuat materi:


1. identitas Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris yang
dibebaskan dari penggantian Kerugian Daerah;
2. jumlah kekurangan uang, surat berharga, dan/atau barang milik daerah yang berada dalam
penguasaan Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain dan/atau uang dan/atau
barang bukan milik daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri Bukan
Bendahara atau Pejabat Lain yang digunakan dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan;
dan
3. pernyataan bahwa telah terjadi kekurangan uang, surat berharga, dan/atau barang milik
daerah yang berada dalam penguasaan Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain
dan/atau uang dan/atau barang bukan milik daerah yang berada dalam penguasaan
Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain yang digunakan dalam
penyelenggaraan tugas pemerintahan bukan disebabkan perbuatan melanggar hukum atau
lalai Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain.

BPK, Majelis, Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh


Hak/Ahli Waris yang dibebaskan dari Penggantian Kerugian
Daerah, dan PPKD yang bersangkutan.

23
5. SURAT PENAGIHAN

Penagihan dalam rangka penyelesaian Kerugian Daerah dilakukan atas dasar:


1. SKTJM;
2. SKP2KS; atau
3. SKP2K atas SKP2KS yang keberatan pihak yang merugikan ditolak seluruhnya
atau ditolak/diterima sebagian.

Surat penagihan diterbitkan oleh BUD atau


Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 7 (tujuh) hari
kerja sejak SKTJM, SKP2KS, atau SKP2K ditetapkan.

24
6. SURAT KETERANGAN TANDA LUNAS (SKTL)

SKTL ditandatangani oleh Kepala SKPKD selaku BUD atas penerbitan SKTJM, SKP2KS, atau
SKTJM.

Paling sedikit memuat materi:


1. identitas Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris;
2. jumlah Kerugian Daerah yang telah dibayar sesuai dengan jumlah dan jangka waktu yang
ditetapkan dalam SKTJM, SKP2KS, atau SKP2K;
3. pernyataan bahwa Pihak Yang Merugikan/Pengampu/ Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris
telah melakukan pelunasan ganti Kerugian Daerah;
4. pernyataan pengembalian barang jaminan, dalam hal surat keterangan tanda lunas yang
diterbitkan atas dasar pelunasan SKTJM; dan
5. pernyataan pengembalian harta kekayaan yang disita, dalam hal surat keterangan tanda
lunas yang diterbitkan atas dasar pelunasan SKP2KS atau SKP2K.

BPK, Majelis, Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh


Hak/Ahli Waris yang melakukan penyetoran ganti Kerugian Daerah, dan
Instansi yang berwenang melakukan sita atas harta kekayaan.

25
PELAPORAN PENYELESAIAN TUNTUTAN GANTI KERUGIAN

Gubernur/Bupati/Walikota melaporkan penyelesaian


kerugian daerah kepada BPK paling lambat 60 hari setelah
Tuntutan Ganti Kerugian dinyatakan selesai.

Makna frase “setelah Tuntutan Ganti Kerugian dinyatakan selesai” yaitu terhitung sejak
penerbitan SKTJM, penerbitan SKP2K atas SKP2KS, penerbitan SK pembebasan penggantian
kerugian daerah, atau persetujuan Majelis terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan TPKD yang
menyatakan kekurangan uang, surat berharga, atau barang bukan disebabkan perbuatan
melanggar hukum/kelalaian.

26
KEDALUWARSA

Kewajiban Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris


untuk membayar ganti rugi, menjadi kedaluwarsa jika dalam waktu 5 (lima) tahun
Pasal 48 sejak diketahuinya Kerugian Negara/Daerah tersebut atau dalam waktu 8
(delapan) tahun sejak terjadinya Kerugian Negara/Daerah tidak dilakukan
penuntutan ganti rugi terhadap Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang
Memperoleh Hak/Ahli Waris.

Makna frase “setelah kerugian negara/daerah diketahui” yaitu terhitung sejak informasi kerugian
negara/daerah dilaporkan dan dilakukan verifikasi atas kebenaran terjadinya kerugian negara/daerah
(Penjelasan Pasal 5 ayat (4)).
Makna frase “terjadinya Kerugian Negara/Daerah” yaitu sejak TPKN menyampaikan laporan hasil
pemeriksaan (kekurangan uang, surat berharga, dan/atau barang disebabkan perbuatan melanggar
hukum atau lalai Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain) kepada PPKN/Kepala
Satker/Atasan Kepala Satker. (Pasal 16 ayat (1))

Tanggung jawab Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris untuk membayar


ganti Kerugian Negara/Daerah menjadi hapus apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun
Pasal 49 sejak putusan pengadilan yang menetapkan pengampuan kepada Pihak Yang
Merugikan, atau sejak Pihak Yang Merugikan diketahui melarikan diri atau
meninggal dunia, Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris tidak diberitahu
oleh PPKN/D mengenai adanya Kerugian Negara/Daerah.

27

Anda mungkin juga menyukai