0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan9 halaman

Penyuluhan ISPA untuk Klien Puskesmas

Dokumen tersebut merangkum acara penyuluhan tentang ISPA yang akan diselenggarakan di Puskesmas Karangpandan. ISPA merupakan masalah kesehatan penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang tinggi. Penyuluhan akan memberikan pengetahuan tentang ISPA termasuk pengertian, gejala, pencegahan dan penanganannya.

Diunggah oleh

Anonymous 9dMES6d
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan9 halaman

Penyuluhan ISPA untuk Klien Puskesmas

Dokumen tersebut merangkum acara penyuluhan tentang ISPA yang akan diselenggarakan di Puskesmas Karangpandan. ISPA merupakan masalah kesehatan penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang tinggi. Penyuluhan akan memberikan pengetahuan tentang ISPA termasuk pengertian, gejala, pencegahan dan penanganannya.

Diunggah oleh

Anonymous 9dMES6d
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN ISPA

 Sasaran : Klien di poli rawat jalan puskesmas karang pandan


 Tempat : Diruang Poli Rawat Jalan Puskesmas Karangpandan
 Waktu : Senin 17 Juli 2017 Pukul 09.00 WIB
 Penyuluh : Mahasiswa Profesi Ners USAHID Surakarta
 Materi : Terlampir
A. LATAR BELAKANG
ISPA merupakan suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak-
anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu
dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya
cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan
anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa dewasa.
ISPA masih menjadi masalah kesehatan yang penting karena
menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1
dari 4 kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6
episode ISPA setiap tahunnya. 40 % - 60 % dari kunjungan diPuskesmas
adalah oleh penyakit ISPA. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh
ISPA mencakup 20 % - 30 %. Kematian yang terbesar umumnya adalah
karena pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari 2 bulan
ISPA sering disalah artikan sebagai infeksi saluran pernapasan
atas. Yang benar ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran
Pernapasan Akut. ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas dan
saluran pernapasan bagian bawah.
ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai
14 hari. Yang dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai
dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya
seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru. Sebagian besar dari
infeksi saluran pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk pilek dan
tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik, namun demikian anak
akan menderita pneumoni bila infeksi paru ini tidak diobati dengan
antibiotik dapat mengakibat kematian.
Program Pemberantasan Penyakit ISPA membagi penyakit ISPA
dalam 2 golongan yaitu pneumonia dan yang bukan pneumonia.
Pneumonia dibagi atas derajat beratnya penyakit yaitu pneumonia berat
dan pneumonia tidak berat. Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis,
tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai
bukan pneumonia. Etiologi dari sebagian besar penyakit jalan napas
bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis
oleh kuman Streptococcus jarang ditemukan pada balita. Bila ditemukan
harus diobati dengan antibiotik penisilin, semua radang telinga akut harus
mendapat antibiotik.
ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara
pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat
kesaluran pernapasannya. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama
yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan
masyarakat pada bulan-bulan musim [Link] ISPA yang berlanjut
menjadi pneumonia sering terjadi pada anak kecil terutama apabila
terdapat gizi kurang dan dikombinasi dengan keadaan lingkungan yang
tidak hygiene. Risiko terutama terjadi pada anak-anak karena
meningkatnya kemungkinan infeksi silang, beban immunologisnya terlalu
besar karena dipakai untuk penyakit parasit dan cacing, serta tidak
tersedianya atau berlebihannya pemakaian antibiotik.
Pada umumnya suatu penyakit saluran pernapasan dimulai dengan
keluhan-keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit
mungkin gejala-gejala menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat
jatuh dalam keadaan kegagalan pernapasan dan mungkin meninggal. Bila
sudah dalam kegagalan pernapasan maka dibutuhkan penatalaksanaan
yang lebih rumit, meskipun demikian angka kematiannya masih tinggi,
maka perlu diusahakan agar yang ringan tidak menjadi lebih berat dan
yang sudah berat cepat-cepat ditolong dengan tepat agar tidak jatuh dalam
kegagalan pernapasan

B. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 × 20 menit, klien mampu
memahami penyakit ISPA.
2. Tujuan Khusus:
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 1 × 20 menit, klien mampu
menjelaskan:
a. Pengertian ISPA
b. Penyebab ISPA
c. Tanda dan gejala ISPA
d. Faktor Resiko ISPA
e. Pencegahan
f. Penanganan ISPA
g. Pengobatan ISPA
C. Manfaat
1. Memberikan pengetahuan mengenai pentingnya pemantauan imformasi
kesehatan dan penyakit ISPA
2. Memberikan pengetahuan mengenai pentingnya pencegahan ISPA
sehingga dapat dikontrol apabila terjadi masalah dengan penyakit ISPA.

D. Kegiatan Belajar Mengajar


No KEGIATAN
FASE
- PENYULUH SASARAN
1 Pra Interaksi Menyiapkan Klien rawat jalan di poli
umum puskesmas
karangpandan
2 a. Orientasi
 Mengucapkan Salam  Menjawab Salam
1. Salam  Memperhatikan
 Memperkenalkan diri  Memperhatikan
2. Perkenalan  Menjelaskan tujuan  Memperhatikan

3. Menjelaskan  Melakukan kontrak waktu


tujuan yang akan digunakan

b. Kontrak waktu
3 Kerja  Menjawab
a. Melakukan  Mengajukan pertanyaan pertanyaan
appersepsi  Menjelaskan materi dengan  Memperhatikan
metode:
b. Menjelaskan 1. Ceramah  Menjawab
materi dengan 2. Tanya jawab pertanyaan
metode  Demonstrasi  Memperhatikan
 Mempersilahkan untuk  Mengajukan
1. Ceramah bertanya pertanyaan

2. Tanya jawab

3. Demonstrasi

c. Memberikan
kesempatan
bertanya
4 Terminasi
- Mengajukan pertanyaan - Menjawab pertanyaan
- Salam - Mengucapkan salam - Menjawab salam
Metode :
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi
E. Media dan alat peraga:
1. Leaflet tentang pengertian ISPA, Penyebab, Faktor Resiko, Pencegahan,
Penanganan, Pengobatan ISPA.
F. Rencana Evaluasi:
1. Evaluasi Persiapan
Rencana kegiatan dipersiapkan 1 minggu sebelum kegiatan dengan
melakukan konsultasi materi yang akan disampaikan saat pnyuluhan
dengan dosen pembimbing.
Sarana dan prasarana disiapkan paling lambat dua hari sebelum
pelaksanaan.
2. Evaluasi Proses
Kegiatan penyuluhan berlangsung tepat waktu pada hari senin 17 juli
2017 jam 09.00 WIB di poli umum rawat jalan puskesmas karangpandan.
3. Evaluasi Hasil
Sasaran penyuluhan mampu:
a. Menjelaskan pengertian ISPA
b. Menjelaskan Penyebab ISPA
c. Menjelaskan tanda gejala ISPA
d. Menjelaskan Faktor Resiko ISPA
e. Menjelaskan Pencegahan ISPA
f. Menjelaskan Penanganan ISPA
g. Menjelaskan Pengobatan ISPA
DAFTAR PUSTAKA

Adzkia M. 2009. Cara Mudah Memahami dan Menghindari penyakit ISPA.


Yogjakarta : Dianloka
Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani W. I, Setiowulan W, “Kapita Selekta
Kedokteran” Edisi ke-3 jilid 1, Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI,
Jakarta, 2010
Lampiran: I. Materi ISPA
1. Pengertian ISPA
ISPA merupakan singkatan dari infeksi saluran pernafasan akut, istilah ini
diadaptasi dari istilah dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections (ARI).
Istilah ISPA meliputi tiga unsur yakni infeksi, saluran pernafasan dan akut,
dengan pengertian sebagai berikut:
Infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh
manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.
Saluran pernafasan adalah organ mulai dari hidung hingga alveoli beserta
organ adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA
secara anatomis mencakup saluran pernafasan bagian atas, saluran pernafasan
bagian bawah (termasuk jaringan paru-paru) dan organ adneksa saluran
pernafasan. Dengan batasan ini, jaringan paru termasuk dalam saluran pernafasan
(respiratory tract)
Infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari. Batas
14 hari diambil untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa
penyakit yang dapat digolongkan dalam ISPA proses ini dapat berlangsung lebih
dari 14 hari.
ISPA adalah radang akut saluran pernafasan atas maupun bawah yang
disebabkan infeksi jasad remik atau bakteri, virus maupun rikitsia tanpa atau
disertai radang parenkim paru. (Vietha,2009).
ISPA adalah suatu tanda dan gejala akut akibat infeksi yang terjadi pada setiap
bagian saluran pernafasan baik atas maupun bawah yang disebabkan oleh jasad
remik atau bakteri, virus maupun riketsin tanpa atau disetai radang dari parenkim.
( Whaley dan Wong, 2000 ).
2. Etiologi, Menurut Vietha ( 2009 ) :
Etiologi ISPA adalah lebih dari 200 jenis bakteri, virus dan jamur. Bakteri
penyebabnya antara lain genus streptococus, Stafilococus, hemafilus, bordetella,
hokinebacterium. Virus penyebabnya antara lain golongan mikrovirus, adnovirus,
dan virus yang paling sering menjadi penyebab ISPA di influensa yang di udara
bebas akan masuk dan menempel pada saluran pernafasan bagian atas yaitu
tenggorokan dan hidung. Biasanya bakteri dan virus tersebut menyerang anak –
anak di bawah usia 2 tahun yang kecepatan tubuhnya lemah atau belum sempurna.
Peralihan musim kemarau ke musim hujan juga menumbulkan
resikoserangan ISPA. Beberapa faktor lain yang diperkirakan berkontrubusi
terhadap kejadian ISPA pada anak adalah rendahnya asupan antioksidan, status
gizi kurang, dan buruknya sanitasi lingkungan.

3. Gejala ISPA
Berikut ini adalah gejala ISPA:

 Demam
 Batuk
 Pilek, hidung tersumbat, atau bersin-bersin
 Nyeri tenggorokan/nyeri menelan
 Suara serak
 Sakit kepala, badan pegal-pegal, atau nyeri sendi
 Lesu, lemas
 Sesak napas
 Frekuensi napas cepat

4. Faktor Resiko
a. Faktor diri (host) : Umur, jenis kelamin, status gizi, kelainan congenital,
imunologis, BBLR dan premature.
b. Faktor lingkungan : Kualitas perawatan orang tua, asap rokok,
keterpaparan terhadap infeksi, social ekonomi, cuaca dan polusi udara.
[Link]
Pencegahan dapat dilakukan dengan :
a. Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.
b. Immunisasi.
c. Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan.
d. Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.
6. Penanganan
Prinsip perawatan ISPA antara lain :
a. Menigkatkan istirahat minimal 8 jam perhari
b. Meningkatkan makanan bergizi
c. Bila demam beri kompres dan banyak minum
d. Bila hidung tersumbat karena pilek bersihkan lubang hidung dengan sapu
tangan yang bersih
e. Bila badan seseorang demam gunakan pakaian yang cukup tipis tidak terlalu
ketat.
f. Bila terserang pada anak tetap berikan makanan dan ASI bila anak tersebut
masih menetek.
7. Pengobatan antara lain :
a. Mengatasi panas (demam) dengan memberikan parasetamol atau dengan
kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus segera dirujuk.
Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara
pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus dan
diminumkan. Memberikan kompres, dengan menggunakan kain bersih,
celupkan pada air (tidak perlu air es).
b. Mengatasi batuk
b. Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk
nipis ½ sendok teh dicampur dengan kecap atau madu ½ sendok teh , diberikan
tiga kali sehari.

Anda mungkin juga menyukai