0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan7 halaman

Anatomi Kompartemen Lengan dan Kaki

Dokumen tersebut menjelaskan anatomi kompartemen pada berbagai bagian tubuh seperti lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, tangan, tungkai atas, dan tungkai bawah. Juga dijelaskan fisiologi kompartemen dan dampak peningkatan tekanan intrakompartemen yang dapat menyebabkan iskemia jaringan otot dan kerusakan saraf.

Diunggah oleh

Aina Cempaka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan7 halaman

Anatomi Kompartemen Lengan dan Kaki

Dokumen tersebut menjelaskan anatomi kompartemen pada berbagai bagian tubuh seperti lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, tangan, tungkai atas, dan tungkai bawah. Juga dijelaskan fisiologi kompartemen dan dampak peningkatan tekanan intrakompartemen yang dapat menyebabkan iskemia jaringan otot dan kerusakan saraf.

Diunggah oleh

Aina Cempaka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC SCIENCE - KOMPARTEMEN

Sindroma kompartemen dapat terjadi di beberapa tempat yakni

antaralain pada lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, tangan,

tungkai atas, tungkai bawah, dan kaki seperti yang dijelaskan berikut ini.

A. Anatomi kompartemen lengan atas

Gambar 1 Anatomi kompartemen lengan atas

Lengan atas memiliki dua kompartemen yakni kompartemen anterior

dan kompartemen posterior. Kompartemen anterior berisi m. Biceps brachii,

n. Musculocutenaous, dan [Link]. kompartemen posterior berisi m.

Triceps brachii, dan [Link].


B. Anatomi kompartemen lengan bawah

Lengan bawah memiliki empat buah kompartemen yakni

kompartemen volar superfisial (fleksor), volar profunda, dorsal (ekstensir),

kompartemen mobile wad of Henry.

Gambar 2 Anatomi kompartemen lengan bawah

Kompartemen volar profunda berisi m. fleksor digitorum longus, m.

Fleksor policis longus, dan m. Pronator quadratus. Mobile wad of Henry

berisi m. Brachioradialis, m. Ekstensor carpi radialis brevis, m. Ekstensor

carpi radialis longus, dan n. Radialis.

C. Anatomi kompartemen pergelangan tangan

Di pergelangan, hampir seluruh jaringan lunak diikat dalam suatu

kompartemen. Terdapat lima kompartemen pada pergelangan tangan,

antaralain kompartemen hypothenar, thenar, sentralis, adduktor, dan

interosseus seperti yang ditunjukan oleh gambat berikut ini.


Gambar 3 Anatomi kompartemen pergelangan tangan

D. Anatomi kompartemen tangan

Terdapat 10 kompartemen pada tangan, antaralain kompartemen

dorsalis interosseus (sebanyak 4 buah), kompartemen palmaris interossues

(sebanyak 3 buah), kompartemen aduktor pollicis, kompartemen thenar, dan

kompartemen hipothenar.

Gambar 4 Anatomi kompartemen tangan


D. Anatomi kompartemen tungkai atas

Tungkai atas memiliki tiga buah kompartemen yakni kompartemen

anterios, posterios dan madial. Kompartemen anterior berisi n. Femoralis,

m. Quadriceps, dan sartorious. Kompartemen posterior berisi n. Sciatic, dan

hamstrings. Kompartemen medial berisi n. Obturatorius dan m. Adductor

Gambar 5 Anatomi kompartemen tungkai atas

E. Anatomi Kompartemen tungkai bawah

Tungkai bawah terdiri dari 4 kompartemen, yaitu kompartemen

anterior, lateral, posterior superfisial, dan posterior profunda. Batas-batas

antara kompartemen meliputi:

 Anterior dan lateral : septum intermuskulare anterior

 Anterior dan posterior profunda : membrana interosea

 Lateral dan posterior superfisial : septum intermuskulare posterior

 Posterior superior dan profunda : fasia kruralis posterior


Gambar 6 Anatomi kompartemen tungkai bawah

E.1 Kompartemen anterior tungkai bawah

Kompartemen anterior kruris dibatasi oleh Os. Tibia, Os. Fibula,

membrana interossea, dan septum intermuskulare anterior. Kompartemen

anterior kruris berisi otot-otot ekstensor seperti m. Tibialis anterior, m.

Ekstensor halucis longus, m. Ekstensor digitorum longus, casa tibialis

anterior dan n. Peroneus profundus.

E.2 Kompartemen lateral tungkai bawah / peroneal

Kompartemen Lateral tungkai bawah dibatasi oleh septum

intermuskulare anterior, Os. Fibula, septum intermuskulare posterior, dan

fascia profunda. Kompartemen lateral kruris berisi [Link], m.

Soleus, m. Suralis, dan n. pronealis.

E.3 Kompartemen superior profunda tungkai bawah

Kompartemen superior profunda tungkai bawah berisi m.

Gastroknemius, m. Soleus, dan [Link]. Kompartemen superior

profunda kruris dikelilingi oleh fascia profunda kruris.


E.4 Kompartemen posterior profunda tungkai bawah

Kompartemen posterior profunda tungkai bawah dibatasi oleh

[Link], Os. Fibula, fascia transversa profunda, dan membrana interossea.

Kompartemen posterior profunda kruris berisi m. Tibialis posterior, m.

Feksor halucis longus, m. Fleksor digitorum longus, m. Vasa tibialis, m.

Popliteus, a. Peroneus, a. Tibialis posterior, dan n. Tibialis posterior.

Fisiologi kompartemen

Nilai normal dari tekanan intrakompartemen ialah 10-15 mmHg.

Whiteside’ Theory:

MPP = DBP (diastolic BP) – CP (Intracompartement P)

Muscle perfusion pressure (MPP) < 30 mm Hg → hipoksia jaringan

Perfusi jaringan berada dalam rentang proporsional terhadap

berbedaan antara Capillary perfusion pressure dan Intersitial fluid pressure

yang dinyatakan dalam persamaan berikut ini:

LBF = (PA-PV)/R

LBF : Local blood flow

PA : Local arterial pressure

PV : Venous pressure

R : Local vascular resistance

Pada keadaan normal, metabolisme miosit membutuhkan tekanan

oksigen sebesar 5-7 mmHg, dimana dapat diperoleh dengan capillary

perfusion pressure sebesar 25 mmHg dan intersitial fluid pressure sebesar 4-

6 mmHg.
Ketika cairan memasuki sebuah kompartemen yang memiliki volume

ruangan tetap, akan terjadi peningkatan tekanan jaringan dan tekanan vena

(PV) ikut meningkat sehingga meningkatkan Capillary perfusion pressure

dan berakibat pada menurunya gradien perfusi arteri-vena. Keadaan ini

menyebabkan kolaps kaliper dan mdapat berujung pada iskemia sel otot dan

kerusakan sel saraf karena gangguan metabolisme.

Otot rangka kemudian mengeluarkan substansi histaminelike sebagai

respon terhadap iskemia dan terjadi peningkatan permeabilitas vaskuler.

Peningkatan permeabilitas menyebabkan cairan plasma dan komponen

darah keluar dari kapiler sehingga memperburuk proses iskemia yang

terjadi.

Miosit mulai lisis, dan protein miofibrilar berdekomposisi menjadi

suatu partikel aktif yang bertifat osmotik sehingga menarik air dan ikut

memperburuk keadaan peningkatan tekanan intrakompartemen. Sebuah

siklus yang bersifat saling mempropaganda ini akan terus berlangsung.

Berikut ini adalah estimasi durasin kekuatan otot dan saraf dalam respon

terhadap peningkatan tekana intrakompartemen

Muscle Nerve

3-4 hours - reversible changes 2 hours : looses nerve conduction

6 hours - variable damage 4 hours : neuropraxia

8 hours - irreversible changes 8 hours : irreversible changes

Anda mungkin juga menyukai