0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
114 tayangan100 halaman

Skema Mesin Penggerak Utama Kapal

Bahan ajar ini membahas tentang mesin penggerak utama kapal seperti motor diesel, turbin uap, dan turbin gas. Tujuannya adalah agar peserta dapat memahami operasi dan perawatan tenaga penggerak uap seperti ketel dan turbin."

Diunggah oleh

suroyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
114 tayangan100 halaman

Skema Mesin Penggerak Utama Kapal

Bahan ajar ini membahas tentang mesin penggerak utama kapal seperti motor diesel, turbin uap, dan turbin gas. Tujuannya adalah agar peserta dapat memahami operasi dan perawatan tenaga penggerak uap seperti ketel dan turbin."

Diunggah oleh

suroyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya Bahan
Ajar ini yang dibuat untuk menunjang proses mengajar di Unit Pelaksana Teknis
(UPT) Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Aceh
Besar. Bahan ajar Mesin Penggerak Utama Tingkat Kompetensi ATT Diklat
Kepelautan, disusun dengan referensi pada Peraturan Pemerintah dan Konvensi
Internasional STCW Amandemen Manila 2010 [Link]/4, IMO Model Course 7.04
dan berpedoman pada Kurikulum dan Silabi Pendidikan dan Pelatihan
Kepelautan berdasarkan Sistem Standar Mutu Kepelautan Indonesia. Bahan ajar
ini disusun dalam rangka untuk menunjang usaha melengkapi dan
menstandarkan buku pegangan dan meningkatkan kemampuan instruktur dalam
hal pembelajaran. Hal ini didasarkan pada konsepsi bahwa instruktur merupakan
salah satu komponen yang sangat berperan dalam proses pembelajaran peserta
didik.
Agar dapat berfungsi secara profesional, seorang instruktur hendaknya
memiliki tiga (3) kompotensi yaitu penguasaan dibidang ilmu, keterampilan
dibidang teknologi, dan keterampilan pedagogis yang merupakan suatu keahlian
pengelolaan pembelajaran dan pengembangan cara mensikapi pemahaman
materi. Bahan ajar ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi instruktur dalam
mengampu mata kuliah dan juga akan membantu para peserta didik lebih
memahami pengetahuan tentang mata kuliah yang diberikan secara efisien dan
efektif.
Dalam penyusunan Bahan Ajar ini sudah barang tentu banyak
kekurangan dan masih jauh dari sempurna dan oleh karenanya kami sangat
berterima kasih dan mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan
Bahan Ajar selanjutnya.

Tim Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman Judul

KATA PENGANTAR................................................................................... 1
DAFTAR ISI............................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI SINGKAT MATA PELAJARAN............................. 5
B. TUJUAN PEMBELAJARAN...................................................... 5
C. POKOK BAHASAN.................................................................... 6

BAB II ISTILAH DAN BAGIAN POKOK MOTOR


A. MOTOR DIESEL....................................................................... 7

BAB III CARA KERJA MOTOR DIESEL 2 TAK DAN 4 TAK


A. PEMBAGIAN MOTOR DIESEL................................................ 15
B. LANGKAH TORAK DAN POROS ENGKOL.............................. 21
C. VOLUME SILINDER DAN RUANG KOMPRESI...................... 23

BAB IV KONSTRUKSI DAN BAGIAN MOTOR DIESEL


A. KONTRUKSI MOTOR DIESEL................................................ 25
B. BAGIAN – BAGIAN UTAMA MOTOR DIESEL INDUK............ 28

BAB V FUNGSI TURBIN UAP


A. PROSES KERJA TURBIN UAP................................................. 31
B. SIKLUS UAP PADA INSTALASI TURBIN UAP......................... 33
C. BAGIAN DAN FUNGSINYA...................................................... 34

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 2


D. BAGIAN-BAGIAN UTAMA TURBIN DAN FUNGSINYA............. 35

BAB VI DAYA TURBIN


A. DAYA TURBIN................................................................................. 45
B. PEMAKAIAN UAP DAN PEMAKAIAN UAP SPESIFIK................... 46
C. RENDEMEN DALAM....................................................................... 46
D. DIAGRAM H-S ( ENTALPHY – ENTROPHY )................................. 47
E. RENDEMEN THERMIS.................................................................... 48

BAB VII MENGATUR DAYA TURBIN


A. CARA KUANTITATIF........................................................................ 49
B. CARA KUALITATIF........................................................................... 50

BAB VIII SISTEM PELUMASAN TURBIN UAP


A. SISTEM PELUMASAN JATUH......................................................... 52
B. SISTEM PELUMASAN TEKAN......................................................... 52
C. PERSIAPAN START TURBIN.......................................................... 54

BAB IX MARINE STEAM TURBIN


A. PERSYARATAN – PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI KETEL
UAP................................................................................................... 56
B. PROSES PEMBENTUKAN UAP...................................................... 57

BAB X JENIS KETEL PIPA AIR DAN PENGGUNAANNYA


A. DI GUNAKAN SEBAGAI KETEL INDUK.......................................... 59
B. SEBAGAI KETEL BANTU.................................................................. 60
C. KETEL PIPA AIR................................................................................ 60

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 3


BAB XI APENDASI KETEL
A. YANG BERHUBUNGAN DENGAN RUANG UAP.............................. 66

BAB XII AIR KETEL


A. ASAL USUL AIR KETEL.................................................................... 79
B. BAHAN – BAHAN AIR KETEL........................................................... 80
C. PERAWATAN AIR KETEL................................................................. 82

BAB XIII PERLENGKAPAN KETEL


A. PERLENGKAPAN KETEL.................................................................. 84

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 4


BAB I

PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI SINGKAT MATA PELAJARAN.

Untuk menjalankan kapal dibutuhkan alat pendorong dan tenaga


penggerak. Pemakaian Penggerak saat ini dikenal penggerak motor
dan Turbin.

Turbin sangat erat hubungannya dengan Ketel Uap, dimana uap yang
dihasilkan untuk menggerakkan Turbin tersebut.

Penggunaannya saat ini diutamakan untuk kapal yang berbobot VLCC


karena Penggerak motor dari segi tempat untuk daya yang besar
sangat memerlukan ruang yang luas sehingga tidak efisien.

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan secara umum
Agar dapat memahami secara luas tentang proses dan siklus uap
yang digunakan untuk penggerark turbin.
2. Tujuan secara khusus
Peserta diklat dapat memfokuskan dan mengerti secara mendalam
bagaimana mengoperasikan dan merawat tenaga penggerak uap.

C. POKOK BAHASAN
1. Istilah dan Bagian Pokok Motor
2. Motor Diesel
3. Beberapa kerugian Motor Diesel dibandingkan dengan Motor
Bensin.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 5


4. Klasifikasi Motor Diesel
5. Kontruksi Motor Pembakaran Dalam
6. System Pengapian
7. Berdasarkan Putaran Motor
8. System Pendinginan
9. Berdasarkan Pemakaian Motor Diesel
10. Penggolongan Motor Diesel
11. Komponen – Komponen Utama Mesin Diesel
12. Cara Kerja Motor Diesel 2 Tak dan 4 Tak
13. Pembagian Motor Diesel
14. Langkah Torak dan Poros Engkol
15. Volume Cylinder dan Kompressi
16. Kontruksi dan Bagian Motor Diesel
17. Kontruksi Motor Diesel
18. Bagian – Bagian Utama Motor Diesel

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 6


BAB II

ISTILAH DAN BAGIAN POKOK MOTOR

Pembelajaran khusus
1. Menjelaskan pengertian, definisi dan istilah dari berbagai jenis mesin
penggerak utama.
2. Menjelaskan alasan penggunaan motor diesel sebagai penggerak
utama kapal.

Mesin Penggerak Utama terdiri dari :


1. Motor Diesel yaitu mesin diesel jenis khusus dari mesin-pembakaran-
dalam.
2. Sesuai dengan namanya,mesin pembakaran dalam adalah mesin panas
yang didalamnya, energy kimia dari pembakaran dilepaskan didalam
silinder mesin.
3. Mesin Uap yaitu dimana energy yang ditimbulkan selama pembakaran
bahan bakar diteruskan lebih dahulu ke uap dan hanya melalui uaplah
kerja dilakukan didalam mesin atau Turbin.
4. Turbin Gas yaitu dimana dalam segala hal berada dalam satu kelompok
turbin itu dengan sendirinya.

Karakteristik :

A. MOTOR DIESEL
Karakteristik Utama dari Motor Diesel hanya dibedakan dari motor bakar
lainnya adalah metode penyalaan bahan bakar. Dalam motor diesel bahan
bakar di injeksikan ke dalam silinder yang berisi udara bertekanan tinggi.
Selama kompresi udara dalam silinder mesin, maka suhu udara
meningkat, bahan bakar dalam bentuk kabut halus,bersinggungan dengan
udara panas akan terjadi penyalaan. Dalam penyalaan ini tidak

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 7


membutuhkan alat dari luar, dengan alasan ini maka motor diesel juga
disebut Mesin Penyalaan Kompresi.

Gambar 1. Main Engine

Gambar. 1.1 Susunan ruang mesin dalam kapal diesel.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 8


(1). Mesin induk (main engine)
(2). Pemutar mesin induk (main engine rotator)
(3). Generator Diesel.( Diesel generator )
(4). Kompressor udara (Air compressor).
(5). Pompa pendingin air tawar. (Cooling fresh water pump)
(6). Pompa pendingin air laut. (Cooling sea water pump)
(7). Pompa pelumas (Lubricating oil pump).
(8). Saringan minyak pelumas. (Lubricating oil filter)
(g). Pompa pemindah bahan bakar. (fuel transfer pump)
(10). Pompa harian. (Fuel service pump)
(11). Separator minyak pelumas. (Lubricating oil purifier)
(12). Pemanas minyak pelumas. (Lubricating oil heater)
(13). Separator bahan bakar. (Fuel purifier)
(14). Pemanas bahan bakar. (Fuel heater)
(15). Ketel bantu (auxiliary boiler).
(16). Pompa pengisi ketel. (Feed water pump).
(17). Pompa sirkulasi (circulation pump).
(18). Ruang kontrol (engine control room).
(19). Ruang pengontrol computer. (Engine operating console)
Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 9
(20). Pengontrol alat alat listrik. (Instrument panel)
(21). Papan penghubung listrik. (Switch-board)
(22). Pompa pemadam kebakaran/umum (Fire service/GS pump)
(23). Pompa pemadam kebakaran(Fire service )
(24). Pompa got. (Bilge pump)
(25). Alat mesin (machine tool)
(26). Mesin pengebor (drilling machine).

Gambar. 1.2. Main Engine 6 sylinder

1. Beberapa kerugian Motor Diesel jika dibandingkan dengan Motor


Bensin :
a. Lebih berat untuk daya kuda yang sama.
b. Pada mesin kecepatan tinggi, pengoperasiannya agak kasar terutama
pada beban ringan.
c. Harga yang lebih tinggi.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 10


2. Klasifikasi Motor Diesel :

A. Klasifikasi Motor Penggerak :


1). Kelompok Motor Bakar :
a) Motor Pembakaran Luar ( External Combution Engine ) yaitu :
Suatu pesawat yang energinya untuk kerja mekanik diperoleh dengan
pembakaran bahan bakar dilakukan di luar dari pesawat tersebut.
b) Motor Pembakaran Dalam ( Internal Combution Engine ) yaitu :
Suatu pesawat yang energinya untuk kerja mekanik yang diperoleh
dari hasil pembakaran bahan bakar yang dilakukan di dalam motor itu
sendiri.

3. Konstruksi Motor Pembakaran Dalam :

a. Motor Statis : Motor yang diam ditempat yang banyak digunakan di


pabrik sebagai pembangkit tenaga listrik.
b. Motor Dinamis : Motor yang bergerak berpindah tempat.

3. Sistim Pengapian :

a. Sistim penyalaan yang disebabkan oleh tekanan udara kompresi.


[Link] penyalaan disebabkan oleh loncatan / percikan bunga api listrik.

4. Berdasarkan Putaran motor :

a. Putaran rendah : 0 – 600 rpm.


b. Putaran sedang/menengah : 650 – 1500 rpm.
c. Putaran tinggi atau lebih dari 1500 rpm.

5. Sistim pendinginan :

a. Dengan pendinginan udara.


b. Pendinginan Air.
Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 11
c. Kombinasi Udara dan Air.

6. Berdasarkan sistim pelumasan :

a. Pelumasan recik ( splash system ).


b. Dengan tekan ( force feed system ).
c. Kombinasi recik dengan tekanan.

7. Berdasarkan pemakaian motor diesel dibagi atas :

a. Diesel Generator.
b. Diesel penggerak utama.
c. Diesel pompa air.
d. Diesel Traktor
e. Diesel Truk.
f. Diesel Wheek Loader.

8. Penggolongan motor diesel :

a. Terhadap bahan bakar : Motor gas, Bensin, Minyak


b. Proses Kerja : Kerja Tunggal dan Kerja Ganda
c. Tujuan : Dengan kompressi udara dan campuran
e. Cara penyalaan : Motor bensin, kepala pijar, motor diesel
f. konstruksi bangunan : Motor datar, tegak, garis motor V, boxer
dan motor bintang

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 12


Gambar: 1.3 Mesin Type-V

1. Komponen komponen utama mesin diesel.

Mesin Diesel pada umumnya terdiri dari bagian-bagian berikut, yang dibagi
kedalam bagian tidak bergerak (stationary) dan bagian bergerak.
a. Bagian-tidak bergerak.
1). Silinder.
2). Kepala silinder (cylinder cover)
3). Kerangka (frame)
4). Landasan (bed plate)
5). Metal duduk (main bearing)
b. Bagian bergerak.
1). Torak (piston)
2). Batang torak ( piston rod )
3). Batang penghubung. (connectingrod)
4). Poros engkol (crank shaft)
5). Roda gila (flywheel)

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 13


Gambar 1.4 Konstruksi mesin tipe torak batang.

1). Mantel silinder.


2). Liner silinder.
3). Kepala silinder.
4). Kerangkan (frame)
5). Plat landasan (bed plate)
6). Torak.
7). Cincin torak
8). Batang penghubung
9). Poros engkol.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 14


BAB III

CARA KERJA MOTOR DIESEL 2 TAK DAN 4 TAK

A. PEMBAGIAN MOTOR DIESEL

1. Menurut Cara Kerja

Mesin diesel menurut cara kerjanya dapat di klasifikasikan menjadi 2 cara


kerja, untuk dapat menghasilkan usaha yang digunakan sesuai dengan
fungsinya. Untuk itu motor diesel terdiri dari 2 cara kerja agar dapat
menghasilkan usaha yakni :

a. Mesin 4-tak ialah mesin yang cara kerjanya membutuhkan 4 kali


langkah torak, yaitu langkah torak dari TMA ke TMB untuk dapat
menghasilkan 1 kali usaha dalam 2 kali putaran poros engkol.
b. Mesin 2-tak ialah mesin yang dalam proses kerjanya membutuhkan 2
kali langkah torak yaitu dari TMA ke TMB untuk dapat menghasilkan 1
kali langkah usaha dalam satu kali putaran poros engkol.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 15


2. Proses Kerja Motor

Gambar 1.5 Motor 2-Tak

a. Proses 2-Tak
Proses ini berlangsung selama satu putaran egkol dan dua kali langkah
torak. Proses ini dimulai berada pada TMB pada awal langkah kompresi.
Pada sistim pembilasan 2-Tak di bagian bawah silinder terdapat sebaris
motor solusi di sekeliling lingkaran basis putus bilas. Hubungan dengan
sebuah saluran bilas udara akan dialirkan dengan tekanan 0,1 s/d 0,15 bar
dialirkan melalui pompa-pompa bilas, pada katup silinder ditempatkan
sebuah katup buang, katup tersebut memisahkan silinder dari saluran gas
buang.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 16


Gambar 1.6 Proses Kerja motor 2-Tak

1) Lubang pembilasan ( scavenging port )


2) Lubang pembuangan ( exhaust port )
3) Kepala silinder ( cylinder cover)
4) Silinder.
5) Torak.
6) Pompa udara bilas ( scavenging air pump )
7) Katup bahan bakar.

1) Langkah Kompresi
Pada awal langkah ke atas, torak akan menutup terlebih dahulu
pintu-pintu bilas dan pada saat bersamaan katub buang akan tertutup.
Lintasan tekanan identik dengan motor 4-Tak selama langkah
kompresi meskipun kompresi pada motor 2-Tak dimulai agak kemudian
pada akhir langkah kompresi terjadi penyemprotan bahan bakar.

2) Langkah usaha.
Seperti pada mesin 4 tak, gas pembakaran bertekanan tinggi yang
dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar akan memuai dan
mendorong torak kebawah sehingga menghasilkan kerja pada
mekanisme luar.
Sewaktu torak bergerak makin kebawah, lubang pembuangan

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 17


terbuka sehingga gas tekan terbuang, diikuti terbukanya lubang
pembilasan untuk membilas silinder. Pembilasan itu berlangsung
sampai beberapa saat, setelah torak mulai bergerak keatas yang
kemudian menutup lubang pembilasan yang diikuti dengan tertutupnya
lubang pembuangan adalah permulaan dari langkah pemampatan.
Pada mesin dua tak, langkah langkah ini membentuk satu siklus kerja
dan kemudian kembali secara berulang ulang.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 18


b. Proses 4-Tak

Proses Cara kerja mesin 4-Tak.


Katup hisap (suction/intake valve) dan katup pembuangan (exhaust valve)
dibuka dan ditutup secara teratur oleh nokken as (cams shaft).
1) Langkah hisap (suction stroke).
Jika torak bergerak kebawah, dihisap kedalam silinder melalui katup
hisap yang terbuka.
2) Langkah kompresi (compression stroke).
Setelah itu, torak bergerak ke atas dan katup hisap maupun katup
pembuangan tertutup, udara dalam silinder dimampatkan sehingga

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 19


mencapai tekanan tinggi serta mengalami kenaikan suhu. Pada mesin
Diesel, akhirnya langkah kompressi, biasanya dapat menghasilkan
tekanan 35 kg/cm2 dan suhu meningkat 600° C.
Pada akhir langkah ini bahan bakar disemprotkan ke dalam udara
panas maka campuran tersebut akan menyala, proses ini berlanjut
pada saat 20° C atau 30° C selama waktu kompresi tergantung type
motor.
3) Langkah usaha (expansion stroke).
Karena udara dalam silinder mencapai suhu tinggi pada akhir langkah
kompressi, bahan bakar yang dikabutkan melalui pengabut (fuel
injection valve) secara automatis menyala dan terbakar. Pembakaran
yang terjadi itu akan meningkatkan tekanan dan suhu dalam silinder,
dan mendorong torak kebawah sehingga menghasilkan kerja pada
mekanisme luar.

Gambar 1.7 Proses Kerja motor 4-Tak

a) Langkah hisap (suction stroke)


b) Langkah kompressi (compression stroke)
c) Langkah usaha (expansion stroke)
d) Langkah pembuangan (exhaust cover)

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 20


(1) Katup isap (suction valve)
(2) Katup buang (exhaust valve)
(3) Tutup silinder (Cylinder cover)
(4) Silinder
(5) Torak
(6) Poros mesin ( crank shaft )
(7) Katup pengabut ( fuel injection valve )
(8) Poros nok ( cam shaft )
(9) Nok ( Cam )

4) Langkah pembuangan ( exhaust stroke )


Setelah Langkah usaha bergerak ke atas, katup pembuangan terbuka
sehingga gas bekas dalam silinder terbuang keluar. Ke empat langkah
tersebut membentuk satu siklus kerja, dan kemudian kembali langkah
hisap, kompressi, usaha, pembuangan secara berulang-ulang.

4 stroke engine

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 21


Gambar 1.8 Proses pergerakan pembakaran pada motor 4-Tak

B. LANGKAH TORAK DAN POROS ENGKOL

1. Langkah Torak

Torak bergerak antara kedudukan maksimum. Bila sebuah torak dari


sebuah motor yang ditempatkan secara tegak, berada pada kedudukan
terendah, maka engkol yang bersangkutan akan menunjuk tegak lurus
ke bawah. Pada kedudukan torak teratas engkol tersebut, Lintasan
yang ditempuh oleh torak antara kedudukan disebut panjang langkah
(s) dari torak.
Langkah torak diantara kedua titik matinya yaitu dari Top Dead Centre
( TDC ) dan Bottom Dead Centre ( BDC ) maka untuk panjang langkah
torak adalah 2 kali panjang engkol, dimana panjang engkol adalah
jarak antara pena engkol dan leher engkol. Sedangkan isi langkah
torak yaitu luas lingkaran torak kali panjang langkah torak maka
dirumuskan :

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 22


vs = π xd² x s

Dimana :
vs = Isi langkah torak ( Ni )
d = Garis tengah torak ( mm )
s = Langkah torak ( l 0

Maka pada langkah torak (s) frekuensi rotasi dari poros engkol (n)
maka perdetik akan ditempuh torak rata-rata sebesar 2.s.n (m) maka
harga ini disebut “KECEPATAN TORAK RATA-RATA” Kecepatan torak
rata-rata merupakan besaran penting yang berkaitan dengan beban
mekanis dan beban termis dari berbagai bagian motor. Sebagai harga
patokan berlaku :

Motor 2-Tak putaran rendah untuk hubungan langsung dengan penata


gerak baling-baling cm ≤ 7,0 m/det.
Motor 4-Tak putaran menengah cm ≤ 9,5 m/det.

2. Poros Engkol

Poros engkol persilinder terdiri dari dua yang disebut dengan leher
poros tempat poros engkol duduk pada pondasi motor. Dua pipi engkol
ditempatkan pada leher poros dan sebuah pena engkolyang
ditempatkan di dua pip engkol. Pena engkol merupakan titik
penghubung batang gerak dan poros engkol untuk panjang engkol
dapat dilihat sebagai berikut :
Lintasan lingkaran dengan jari “s” disebut lingkaran engkol pada
panjang langkah torak sama dengan lingkaran engkol atau dirumuskan
s=2r.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 23


d = diameter silinder

s = panjang langkah torak

r = panjang engkol

L = panjang batang torak

vs = langkah volume torak


3,14
------- d² x s
4
s=2r
L = 3,5
a = 4,5 x r

Gambar 1.8

C. VOLUME SILINDER DAN RUANG KOMPRESI

Bila torak berada diantara kedudukan maximum, maka suatu volume akan
dipindahkan yang disebut dengan langkah volume (vs) dari torak langkah
volume tersebut akan sama dengan luas permukaan torak dikali dengan
langkah torak atau Vs=AZ x s atau Vs = 3,14/d x d² x s. Sedangkan untuk
volume silinder ialah isi langkah torak + ruang bakar atau ;

V silinder = π x d² x s + ruang kompresi (Vc)


4

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 24


Skema langkah komprsi maka volume udara yang ada dalam silinder akan
dikompriluir. Volume silinder di atas torak pada kedudukan torak di TMA
disebut “Ruang Kompresi”(Vc) perbandingan volume silinder diatas pada
awal kompresi dan volume silinder diatas torak pada akhir kompresi
disebut “Lipat kompresi” untuk mudahnya dianggap bahwa kompresi
dimulai pada kedudukan torak terendah maka, berlaku :
∑ = (Vs + Vc )
Vc
S = bilangan kompresi
Vs= Volume langkah torak
Vc= Ruang kompresi

Dalam kenyataan langkah kompresi efektif dimulai untuk motor 4-Tak,


katup masuk tertutup tapi pada motor 2-Tak pintu buang/katup buang tertutup.
Dengan demikian torak telah melangkah sebagian dari langkah volumenya. Bila
besaran tersebut adalah K x Vs volume diatas torak pada awal langkah kompresi
adalah :

Vs – k x Vs + Vc = (1 – k) Vs + Vc

Cepat kompresi di atas disebut lipat kompresi palsu maka cepat kompresi
sesungguhnya :

∑ = ( 1 – k ) Vs + Vc
Vc

Contoh :
Dalam rangka tekanan akhir kompresi dan suhu akhir kompresi yang dikehendaki,
maka lipat kompresi efektif dipilih sebesar ∑ = 12. Katup masuk pada motor 4-Tak
tertutup setelah torak membuat gerakan sebesar 5%.dari langkah kompresi ,jadi
berlaku :

∑ = ( 1 – k ) Vs + Vc
Vc
Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 25
∑ = ( 1 – 0,05 ) Vs + Vc
Vc

= 11

Vc = ( 0,95 / 11 ) . Vs = 0,086 Vs

Volume kompresi harus sama dengan 8,6 % dari langkah volume.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 26


BAB IV

KONSTRUKSI DAN BAGIAN MOTOR DIESEL

A. KONSTRUKSI MOTOR DIESEL

Dalam motor diesel sampai saat ini kita mengenal 2 macam konstruksi
dengan pengertian penampang atau posisi, yaitu :
1. Penampang Melintang
2. Penampang Membujur

Dalam konstruksi diatas akan dibahas sebagai berikut :

1. Penampang Melintang

Gambar 1.9 : Bagian-Bagian Mesin Motor 4-Tak

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 27


Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 28
Gambar 2 : Bagian-Bagian Mesin Motor 2-Tak

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 29


B. BAGIAN-BAGIAN UTAMA MOTOR DIESEL INDUK

1. Rangka, Silinder Dan Kepala Silinder

Rangka mesin diesel secara vertical yang besar biasanya terdiri dari
plat landasan, karter dan jaket silinder. Dalam mesin kecepatan
sedang yang lebih kecil, jacket silinder seringkali di cor sebagai satu
potongan atau blok, dan kadang-kadang karter dan blok silinder juga
satu potongan benda cor atau pengelasan. Mesin diesel kecepatan
tinggi, dalam desain rangka dan silinder, mengikuti bentuk yang telah
diterima dari konstruksi mesin bensin otomotif, kecuali banyak yang
mempunyai lapisan silinder dapat dilepas

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 30


Gambar 2.1 Rangka mesin diesel Gambar 2.2 Karter dengan
pengikat baut

2. Bantalan

Bantalan dengan beban stedi biasanya disebut bantalan daya untuk


membedakan dari bantalan mesin yang beroperasi dengan beban naik-
turun. Kondisi operasi dari bantalan mesin jauh lebih berat dari pada
bantalan daya.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 31


Gambar 2.3 Cangkang bantalan utama

3. Roda Gila

Roda Gila (Fly Wheel) adalah untuk menyimpan energy ketika energi
yang dibangkitkan oleh gas dalam mesin lebih besar daripada beban
mesin yaitu, selama langkah daya dan mengembalikan kepada poros
engkol ketika gas didalam silinder tidak membangkitkan energi dan
selama langkah buang, hisap serta kompresi dalam mesin empat
langkah atau selama langkah kompresi dalam mesin 2-Tak, secara
umum kalau kecepatan poros engkol cenderung meningkat, roda gila

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 32


menyerap energi, dan cenderung menurun roda gila memberikan
energy kepada poros engkol. Roda gila bertugas memelihara putaran
poros engkol pada kecepatan seragam.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 33


BAB V

FUNGSI TURBIN UAP

A. PROSES KERJA TURBIN UAP.


Diatas kapal fungsi turbin uap adalah :
a. Turbin De Laval : sebagai penggerak pesawat – pesawat bantu.
b. Turbin Zoelley : sebagai penggerak generator listrik.
c. Turbin Curtis : sebagai roda muka turbin gabungan atau sebagai turbin
mundur dalam instalasi turbin (instalasi turbin mempunyai turbin maju
dan turbin mundur sesuai posisi olah gerak).
d. Turbin Person : sebagai penggerak baling – baling kapal.

Uap yang diproduksi dari ketel pipa air mengalir kedalam turbin melalui
pipa pancar (Nozzle ring), didalam pipa pancar yang berfungsi sebagai :
a. Momentum uap dan mengarahkan uap langsung menuju ke sudu jalan
(moving blades)
b. Merobah energy panas menjadi energi kecepatan karena perbedaan
diameter pipa pancar, dimana diameter masuk lebih kecil dari pada
pipa keluar, maka panas yang mengalir masuk pipa pancar
dibandingkan dengan panas yang keluar pipa pancar, hal tersebut
mengakibatkan beda panas. Beda panas ini menimbulkan kecepatan
uap mengalir selama dipipa pancar. Jadi ada hubungan antara panas
dan kecepatan yang mengalir dari uap didalam pipa pancar.
Setelah uap keluar pipa pancar, langsung mendorong sudu jalan,
dimana sudu jalan ini dipasang pada roda jalannya (moving wheel),
sehingga roda jalan turut berputar. Pada bagian tengah roda jalan yang
bulat terdapat poros turbin (turbin shaft) yang dipasang dengan
konstruksi pasak (key). Dengan demikian poros turbin juga berputar,
dan poros ini disambungkan ke poros baling–baling melalui gigi
reduksi.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 34


JENIS – JENIS UAP
Uap yang diproduksi diketel dapat dibedakan dalam beberapa jenis uap
seperti :
1. Uap Basah ialah uap yang masih mengandung butir – butir air.
2. Uap Jenuh ialah uap yang tidak mengandung butir – butir air yang
mempunyai tekanan tertinggi pada suhu tertentu.
3. Uap Panas Lanjut (uap kering) ialah uap yang suhunya lebih tinggi
dari uap kering pada tekanan yang sama.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 35


B. SIKLUS UAP PADA INSTALASI TURBIN UAP

Gambar.2 Instalasi penggerak uap dengan ketel pipa air


Keterangan gambar :
A. Ketel Uap B. Turbin Uap dan Gigi reduksi
1. Drum uap 10. Turbin Tekanan tinggi
2. Drum air 11. Turbin tekanan rendah
3. Pipa air tiras 12. Turbin mundur
4. Pipa air utama 13. Condenser
5. Pemanas lanjut uap 14. Hot well
6. Economiser 15. Feed pump
7. Pemanas udara 16. Preheater
8. Cerobong 17. Reduction gear
9. Dapur 18. Thrust block
19. Propeller shaft 20. Propeller

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 36


Cara kerja Siklus Uap :
Air didalam pipa–pipa tirai dan pipa air utama dipanaskan oleh gas–
gas pembakaran hasil pembakaran bahan bakar dan udara didapur.
Air ini akan menyerap panas dari gas pembakaran, mengakibatkan air
menjadi panas, mendidih dan menguap. uap yang terbentuk adalah
uap jenuh dimasukkan dalam drum uap. Selanjutnya uap ini
digunakan lagi di pemanas lanjut uap, sebagai pemanas uap tersebut
menggunakan gas pembakaran sehingga uap jenuh tadi berobah
menjadi uap panas lanjut. Uap panas lanjut inilah yang digunakan
untuk menggerakkan turbin, uap penggerak turbin tersebut adalah
uap baru (UBA), dan setelah dipakai diturbin menjadi uap bekas
(UBE). Untuk turbin tekanan rendah ataupun turbin mundur digerakan
juga oleh uap baru dari ketel. Uap bekas yang telah terpakai diturbin
didinginkan (dikondensasikan) di Condenser menjadi kondensat.
Kondensat ini ditampung dibak air panas (hot well), selanutnya
dimasukkan sebagai air ketel melalui preheater dan economizer.
Pembakaran air pengisian ketel dilakukan dari air kondensasi baik di
economizer maupun air yang diproduksi di Evaporator.

C. BAGIAN DAN FUNGSINYA.


1. Jenis–Jenis Turbin Uap.
Turbin uap dikelompokkan dalam 2 jenis yaitu :
Turbin aksi ialah : turbin, dimana tekanan uap didepan dan
dibelakang sudu jalan sama besarnya.
Contohnya :
a. Turbin de Laval
b. Turbin Zoelley
c. Turbin Curtis

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 37


Karakteristiknya :
a. Saat uap mengalir dipipa pancar tekanan uap menurun,
sedangkan saat mengalir disudu jalan tekanan uapnya sama
besarnya (tetap)
b. Saat uap mengalir dipipa pancar kecepatan uapnya meningkat,
sedangkan saat mengalir disudu jalan kecepatan uapnya
menurun
c. Bentuk sudu jalannya adalah symetris
d. Usaha yang ditimbulkan didapat dari gaya – gaya aksi yang
bekerja pada sudu yang melengkung.

Turbin reaksi ; ialah turbin dimana tekanan uap didepan dan


belakang sudu jalan tidak sama besarnya atau tekanan uap didepan
sudu jalan lebih besar dari pada tekanan uap dibelakang sudu jalan.
Contohnya :
Turbin Person

Karakteristiknya :
a. Saat mangalir disudu hantar, tekanan uapnya menurun,
sedangkan saat mngalir di sudu jalan tekanan uapnya juga
menurun.
b. Saat mengalir di sudu hantar, kecepatan uapnya meningkat,
sedangkan saat mengalir disudu jalan kecepatan uapnya
menurun
c. Bentuk sudu jalannya adalah asymetris.
d. Usaha yang ditimbulkan didapat dari gaya – gaya aksi dan gaya
reaksi yang bekerja pada sudu jalan yang melengkung.

D. Bagian – bagian Utama Turbin dan Fungsinya.


Bagian utama turbin adalah :

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 38


1. Pipa pancar ; fungsinya sebagai pengarah aliran uap dari boiler
(ketel) masuk sudu jalan supaya uap lebih efektif dan perobahan
energy panas menjadi energy kecepatan.
Bentuk pipa pancar terdiri dari :
- Lurus

- Cembung (convergency)

- Cekung (disvergency)

- Cembung – Cekung
(convergency – disvergency)

Rumus Kontinuitas pada pipa pancar adalah :

Gu x V = A x C A = 0.785 D2

Gu = Pemakaian uap dalam (kg/det)


V = Volume jenis uap dalam (m 3 /kg)
A = Penampang pipa pancar dalam (m 2 )
C = Kecepatan uap mengalir dalam (m/detik)
Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 39
D = Diameter pipa pancar dalam (m)
Bila diuraikan rumus kontinuitas tersebut pada sisi masuk dan sisi
keluar pipa pancar didapat :
Panjang sisi masuk pipa pancar : Gu 1 x V 1 = A1 x C 1
Panjang sisi keluar pipa pancar : Gu 2 x V 2 = A 2 x C 2

Dimana ;

C1 = 44,7√ Ho → Ho = H1 – H2

C2 = C1 + 44,7√ Ho

Rumus Zeuner pada pipa pancar :


Menurut physica : Energy Kinetis = Gu x C1 2 dalam (kgm)
(1)
2g
Energi Kinetis = Gu x Ho dalam (kj) (2)
atau
Gu x Ho x 427 dalam (kgm)
(3)
4,187
Persamaan (1) = (2) → Gu x C 1 2 = Gu x Ho x 427
4,187
2
C1 = 2 x 9,81 x 427 x Ho
4,187
C1 = 44,7 √ Ho
Dimana : C 1 = kecepatan mutlak dalam m/detik dan Ho = jatuh kalor
(kj/kg).

1. Rotor
Rotor adalah poros turbin yang melekat pada roda jalan dan diujung
roda jalan dipasang sudu jalan, sedangkan shaft (poros) hanya
berupa poros biasa tanpa roda jalan. Pada rotor ini terdapat

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 40


LABYRINTH yang berfungsi sebagai penahan kebocoran uap
terhadap rumah turbin (casing), karena uap akan bocor, tidak
seluruh uap mengenai sudu jalan bila tidak dipasang labyrinth-nya.
Selain labyrinth dapat juga dipakai packing carbon (zat arang) yang
berfungsi sama dengan labyrinth.
Untuk menopang rotor tersebut, digunakan block bantalan, dan
bantalannya sendiri terdapat pelumas.

Gambar : Diaphragma dan Labyrint packing

2. Rumah Turbin
Rumah turbin adalah penampang dari penutup turbin, dimana rotor
juga didukung oleh rumah turbinnya. Untuk memeriksa dan merawat
bagian dalam turbin, penutup rumah turbin yang berada disebelah
atasnya dapat dibuka karena hubungan dengan rumah turbin bagian
bawah menggunakan baut.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 41


Gambar : Turbin dan Bagian - bagiannya

3. Sudu Jalan
Sudu jalan adalah bagian yang sangat penting dari turbin karena
berputarnya rotor melalui uap yang mendorong sudu jalan
menggerakan roda jalan, sehingga sudu jalan yang berbentuk
melengkung untuk menampung uap.
Bentuk sudu jalan terdiri dari 2 jenis yaitu :
a. Sudu Symetris bila sudut sud jalan sisi masuk β 1 sama besar
dengan sudut sudu jalan sisi keluar β 2 . Sudu symetris dijumpai
pada turbin aksi saja.

Symetris bila < β 1 = < β 2

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 42


b. Sudu Asymetris, bila sudut sudu jalan sisi masuk β 1 tidak sama
dengan sudut sudu jalan sisi keluar β 2 . Sudu asymetris dijumpai
pada turbin Reaksi.

Symetris bila < β 1 = < β 2


Bagian – bagian sudu adalah : punggung sudu dan dada
sudu serta lebar sudu,
sedang tusuk adalah jarak
antara 2 sudu.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 43


Gambar : Shaft , Sudu – sudu dan Bearing

a. Kecepatan uap dan sudu–sudunya


Pada saat uap mendorong sudu jalan, maka timbul kecepatan
uap. Kecepatan ini terbagi menjadi :
1). Kecepatan uap mutlak ialah kecepatan uap terhadap bidang
yang diam (pipa pancar). Uap mengalir dalam pipa pancar
dimana pipa pancar diam (tidak bergerak), kecepatan mutlak
ini berhubungan sudu.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 44


2). Kecepatan relatif ialah kecepatan uap terhadap bidang yang
bergerak. Bidang yang bergerak adalah sudu jalan,
kecepatan ini menyinggung terhadap punggung sudu.
3). Kecepatan keliling ialah kecepatan berputarnya sudu.

Dari ketiga kecepatan ini, akan membentuk segi tiga kecepatan,


baik segitiga kecepatan pada sisi masuk maupun segitiga
kecepatan sisi keluar.
Sudut α adalah sudut uap masuk pipa pancar yang dibentuk antara
kecepatan mutlak dengan kecepatan keliling.
Sudut β adalah sudut sudu jalan dibentuk antara kecepatan relatif
dengan kecepatan keliling.

Berikut diperlihatkan kecepatan–kecepatan uap dan sudu–sudunya


pada sisi masuk sudu jalan dan sisi keluar sudu jalan

Dari 2 buah segitiga kecepatan baik sisi masuk maupun sisi keluar
dapat dibuat hanya 1 buah segitiga kecepatan saja, dan hal ini yang
paling praktis untuk perhitungan selanjutnya seperti diperlihatkan
dibawah ini.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 45


Segi tiga kecepatan yang digabung ini (sisi masuk dan sisi keluar)
bentuknya adalah segi tiga tumpul. Segitiga tumpul ini hanya untuk
turbin bekerja biasa. Bila turbin bekerja sebaik – baiknya maka
segitiga adalah segi tiga siku.

Pada turbin bekerja biasa (segitiga tumpul) maka berlaku rumus


COSINUS untuk menghitung sisi – sisi segitiganya, sedang turbin
yang bekerja sebaik–baiknya (segi tiga siku)berlaku rumus
PHYTAGORAS atau rumus–rumus dalam GONOMETRI (ilmu ukur
sudut O untuk menghitung sisi–sisinya seperti berikut ini.

TURBIN KERJA BIASA :

C1 = 44,7 √ Ho
Ho = Jatuh kalor dalam (kj/kg uap).
C 1 = Kecepatan mutlak dalam (m/det).

W12 = C12 + U2 – 2UC1 Cos α


Rumus Cosinus Δ ABC

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 46


U = π . D. n
W1 = Kecepatan relatif sisi masuk dalam
(m/det).
→ U = Kecepatan keliling dalam (m/det)
→ D = Diameter roda jalan dalam (m)
→ n = putaran rotor dalam (putaran/detik – Rps
)

C22 = C12 + (2U)2 – 2 . 2U C1 Cos α


Rumus Cosinus pada Δ ADC
TURBIN BEKERJA SEBAIK – BAIKNYA :

C1 = 44,7√ Ho C12 = (2U)2 + C22


Atau Rumus Phytagoras
pada Δ ADC

U = π . D. n W12 = U + C22
Rumus Phytagoras pada Δ
CDB

Arah Panah Pada Sisi – sisi Segi Tiga Kecepatan


Arah panah C, dengan U saling bertemu, sedangkan arah panah W
ke arah U. Arah panah ini berlaku untuk sisi masuk ataupun sisi
keluar pada turbin kerja biasa maupun turbin kerja sebaik –
baiknya.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 47


Rendemne Aliran Kerja Biasa

Rendemen aliran atau rendemen sudu adalah perbandingan usaha


yang berguna di sudu jalan terhadap usaha yang di berikan,
sehingga dapat di tulis :

ηs = A1 – A2

A Dimana η s = Rendemen aliran dalam ( % )


A 1 = Usaha diberikan
A 2 = Usaha yang hilang
atau A 1 – A 2 = Usaha yang berguna

ηs = ½ mC12 – ½ mC22

½ mC 2 Rendemen aliran versi


kecepatan Uap.

ηs = ½ m ( C12 – C22 )

½ mC 2 η s = Rendemen aliran dalam ( % )


C 1 = Kec. Mutlak masuk (m/det)

ηs = ( C12 – C22 )

C12 C 2 = kec. Mutlak keluar (m/det)


Atau rendemen aliran versi kalor dapat di tulis :

ηs = Ho – Hu

C 2 ηs = Rendemen aliran dalam ( % )


Ho = Jatuh kalor (kj/kg)
Hu = Kalor hilang (kj/kg)

Dan

X = jumlah tingkat turbin (buah)


Rendemen

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 48


Rendemen aliran tersebut diatas adalah secara grafis
menggunakan skala kecepatan.
Sedangkan rendemen aliran secara analitis (hitungan) adalah ;

ηs = 4 ( U ) Cos α - 4 ( U )2

C1 C1
Baik η s cara grafis maupun cara analitis hasilnya sama saja ( bebas
memilih ).

Rendemen aliran kerja sebaik – baiknya (maximum)


Karena kerja sebaik–baiknya, maka rendemennya menjadi
maximum, sehingga dapat di tulis ;

ηsmax = coa 2 α
Rumus ini berlaku untuk semua trubin aksi
( de laval, Zoelley dan Curtis )
η s max = dalam ( % )

Melukis Profil Sepasang Sudu Jalan Symetris pada Turbin Aksi

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 49


a. tentukan lebar sudu b dan lebar sudu dibagi 2 untuk garis sumbu
b. lukis sudu β 1 , melalui A dan sudu β 2 melalui B
c. tarik garis AC ┴ W 1 dan BC ┴ W 2
d. buat garis lengkung sudu (busur AB) dengan C titik pusat jangka
dan AC dan BC adalah jari – jari R
e. lengkung dada sudu terlukis
f. ukur tebal sudu HI
g. buat lengkung peunggung sudu dengan D titik pusat jangka dan
DC dan DF adalah jari – jari r.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 50


BAB VI
DAYA TURBIN

A. DAYA TURBIN.
Daya turbin uap terbagi atas daya sudu (sudu bruto), daya dalam (daya
inner) dan daya berguna (daya efektif).
Berikut daya–daya tersebut dapat dibedakan dalam gambar dibawah
ini.

Po = Gu . Ho

η i = Pi Pi = Po . η i = Gu . Ho . η i
Po
η m = Pe Pe = Pi . η m = Gu . Ho . η i . η m
Pi
Pe = Gu . Ho. η thd

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 51


ηthd = ηi . ηm

Dimana :
Po = daya sudu (kW)
Pi = daya dalam (IkW)
Pe = daya efektif ( EkW)
ηi = Rendemen dalam ( % )
ηm = Rendemen mekanis ( % )
η thd = Rendemen thermodinamis ( % )

B. PEMAKAIAN UAP DAN PEMAKAIAN UAP SPESIFIK


Sebagai mana halnya dengan daya, maka pemakaian uap dan
pemakaian uap spesifik berlaku untuk turbin De Laval, Zoelley, Curtis
dan Person.
Rumus untuk pemakaian uap dan Spesifik sebagai berikut :

Gu = Po = Pi = Pe = Pe

Ho Ho . ηi Ho . ηi . ηm Ho . ηthd

Gspe = 1 = 1

η η Ho η Ho
ηthd = ηi . ηm
Gu = pemakaian uap (kg/detik)
Ho = jatuh kalor theoritis (kj/kg uap)
Gspe = pemakaian

C. RENDEMEN DALAM ( η i ).
Rendemen dalam adalah perbandingan antara jatuh kalor praktis
terhadap jatuh kalor theoritis, dapat ditulis :

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 52


ηi = Hi = Ho – kerugian dalam

Ho Ho

Dalam H – S diagram dapat ditentukan besarnya rendemen dalam


sedangkan ;

Kerugian dalam = Kerugian keluar + kerugian lain - lain

Dan

Kerugian Keluar = ( C2 )2 . X

44,7 Diman X = jumlah tingkat

D. DIAGRAM H – S ( ENTALPHY – ENTROPHY )

Ho = jatuh kalor theoritis = H 1 – H 2


H i = jatuh kalor praktis
H i = Ho – kerugian – kerugian dalam

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 53


Pi = memotong X = 100 % menentukan entalphi jenuh
Pi = memotong X = 90 %menentukan entalphy basah (entrophy)

- Isobar P i dan Isoterm t 1 saling berpotongan dititik A, kejadian ini


menentukan Entalphy H 1
- Dari titik A secara isotropis akan memotong isobar P 2 dititik B,
kejadian ini menentukan Entalphy H 2
- Dari titik A secara adiabatic ditarik garis AC memotong isobar P 2
juga dititik C, kejadian ini menentukan Entalphy H 3 sehingga jatuh
kalor praktis H 1 = H 1 – H 3 dan kerugian dalam = ( H 3 – H 2 )
Bila dirinci kerugian dalam terdiri dari ;
1. kerugian gesekan adalah kerugian uap yang terjadi dengan sudu
jalan (biasanya dalam soal diketahui)
2. kerugian ventilasi adalah kerugian yang timbul karena beda jarak
antara pipa pancar dengan sudu jalan menembus keruang roda.
3. Kerugian pusaran adalah kerugian uap yang tertinggal diruang
sudu.
4. Kerugian aliran keluar adalah kerugian yang dialirkan karena uap
masuk sudu jalan yang besarnya = ( C2 ) 2 X
44,7

E. RENDEMEN THERMIS (η th )

Rendemen thermis adalah perbandingan panas berguna terhadap


panas yang diberikan.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 54


H1 = panas masuk trubin
H2 = panas keluar turbin masuk condenser
H1 - H2 = panas berguna
H 1 – q = panas diberikan

ηth = H1 – H2

H –q Kerugian Condensor
H1 – q ( H1 – H2 )
H1 – q – H1 + H2

Kerugian Condenser = H2 – q

H 1 = panas masuk turbin (kj/kg Uap)


H 2 = panas keluar turbin (kj/kg Uap)
Q = panas (entalphy) air pengisi (kj/kg air)
η th = rendemen thermis (%)

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 55


BAB VII
MENGATUR DAYA TURBIN

Pengaturan daya turbin ialah untuk mengatur besar kecilnya turbin


sesuai kebutuhan, pada saat manoever (olah gerak) masuk dan keluar
pelabuhan. Untuk olah gerak turbin dari kapal maju ke kapal mundur dan
sebaliknya, maka pada instalasi uap tersebut dilengkapi dengan turbin
maju dan turbin mundur.
Berdasarkan rumus daya : Po = Gu . Ho
Maka pemakaian uap Gu dirubah, sementara jatuh kalor Ho tetap, maka
daya Po akan berobah, dengan kata lain daya turbin berbanding lurus
dengan pemakaian uap, artinya bila pemakaian uap ditambah maka daya
turbin bertambah atau sebaliknya.
Pengaturan ini disebut pengaturan jumlah (kwantitatif) namun bila jatuh
kalor dirubah, sementara pemakaian uap tetap, maka daya turbin juga
akan berobah, pengaturan daya jenis ini disebut pengaturan mutu
(kwalitatif)

A. CARA KUANTITATIF (JUMLAH)

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 56


Mengatur daya system ini yaitu dengan mengatur banyaknya uap
yang masuk kedalam pipa pancar. Pada gambar diatas terdapat 4
segmen yaitu :
Segmen I terdiri 8 pipa pancar
Segmen 2 terdiri 9 pipa pancar
Segmen 3 terdiri 8 pipa pancar
Segmen 4 terdiri 8 pipa pancar

Putaran daya ini hanya dijumpai pada turbin aksi saja, dimana
tekanan uap dibelakang dan didepan sudu jalan sama besarnya,
sedangkan cara kwalitatif dijumpai pada turbin reaksi. Bila control valve
1,2,3 dan 4 dibuka, maka uap baru (UBA) bentuk nozzle box lebih
banyak, sehingga daya turbin bertambah, berarti seluruh pipa pancar
sebanyak 33 buah terbuka semuannya, bila control valve 1 dan 2
dibuka, sedangkan 3 dan 4 ditutup maka pipa pancar bekerja
sebanyak 17 buah, hal ini berarti turbin bekerja dengan 1/5 daya
penuh.

B. CARA KUALITATIF (MUTU)


Mengatur daya cara ini dengan menurunkan jatuh kalor theoritis
didalam turbi dengan menggunakan reduction valve 9katup reduksi).
Prinsip katup ini, ialah menurunkan tekanan uap masuk turbin tanpa
terjadi perobahan panas yang dikandung uap (proses adiabatic dengan
pemanas tetap).

Lebih jelasnya lihat diagram H – S tersebut dibawah ini :

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 57


- Tekanan p 1 dan t 1 menentukan H 1
- Tekanan kondensor p 2 dan isentropis dari p 1 menentukan H 2
- Ho adalah jatuh kalor theoritis
- Bila p 1 ’ dirubah tekanannya melalui reduction valve dimana p 1 ’ < p 1
pada entalpi tetap dan secara isentropis memotong p 2 ’ < Pc juga
menentukan H 2 ’, akhirnya diperoleh Ho’ < Ho
- Juga daya berkurang

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 58


BAB VIII
SISTEM PELUMASAN TURBIN UAP

Pada turbin uap kapal system pelumasan dikelompokkan pada :

A. SISTEM PELUMASAN JATUH (GRAVITY OIL SYSTEM)


Dalam gambar dibawah terlihat instalasi pelumasan jatuh. Minyak
pelumas dari gravity oil tank dialirkan ke oil sump tank, dan melalui
magnetic oil filter ditekan ke oil pump selanjutnya ke discharge filter
diteruskan ke oil cooler untuk didinginkan dan alirannya ditekan ke
Reduction gear dan rotor block diturbin. Minyak pelumas ini setelah
dipakai diturbin secara sirkulasi dan pelumas ini jatuh kembali ke sump
tank. Demikian seterusnya, untuk jelasnya lihat gambar dan untuk
penambahan di sump tank langsung dari gravity oil tank.

B. SISTEM PELUMAS TEKAN (OIL PRESSURE SYSTEM)

Pada gambar diperlihatkan instalasi pelumas dengan sistemtekan


artinya pelumasan – pelumasan kepemakaian – pemakaian seperti ; ke

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 59


thrust block, reduction gear turbin, ke turbin rotor bearing dank e shaft
block menggunakan tekanan minyak, sehingga volume dan tekanan
supply pelumas kepermukaan – permukaan tersebut dapat dijamin baik,
tidak seperti system gravity oil yang hanya mengandalkan jatuh bebas
dari pelumas. Untuk jelasnya lihat gambar. Pertama – tama pelumas
dari sump tank, ditekan ke suction filter, selanjutnya ke lub oil pump,
kemudian kedischarage filter, ke lub oil cooler dan akhirnya ke
pemakaian – pemakaian (thrust block, turbine reduction gear, turbin
rotor bearing dan shaft block). Pelumas yang telah dipakai tadi
selanjutnya masuk ke sump tank, demikian seterusnya.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 60


C. Persiapan start Turbin sebagai berikut :
1. Putar rotor turbin dengan turning gear dengan menjalankan stand by
lub oil pump ± 10 menit
2. Turning gear OFF
3. Blow down steam dalam pipa, supaya turbin panas.
4. Manoevering valve dibuka sedikit, untuk periksa kelancaran kerjanya,
kemudian tutup kembali.
5. Main circulating condensate pump ON
6. Main condensate pump ON
7. Ejector Pump ON, supaya condenser vaccum
8. Periksa kelancaran throttling valve ke system
9. Periksa kerja safety device seperti ; Lub Oil pressure droped trip, over
speed trip, overload relay, dll.
10. Jalankan main turbin, naikkan putaran secara bertahap, awasi semua
instrument bekerja normal
11. Komunikasi wheel house maneuvering system dengan Bridge Control
atau Engine Control
12. Semua Instrumen record setiap jam di engine log book.

Persiapan Stop Turbin (Turbine Stopping)


1. Setelah order dari wheel house : Finished with Engine, maka
manoevering valve ditutup dan main stop valve boiler ditutup
2. Turning gear ON dan stand by Lub Oil pump ON selama ± 10 menit,
dengan tujuan turbine blade tidak melengkung karena beda suhu dari
running ke stop
3. Ejector pump OFF
4. Sea water circulating pump ON selama 30 menit supaya pipa
kondensor dingin secara perlahan
5. Setelah vaccum meter menunjuk 0 cmHg, maka main condensate pump
OFF.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 61


BAB IX

MARINE STEAM BOILER

Ketel Uap adalah sebuah bejana tertutup pembentuk uap pada


tekanan lebih besar dari 1 atmosfir ( 1 bar ), dengan memanaskan air
pengisian ketel didalamnya oleh gas-gas panas hasil pembakaran bahan
bakar didapur ketel.

Turbin Uap yang menerima uap dari ketel uap, memutar sudu jalan
dan juga memutar Rotor (poros) turbin, yang terakhir ini akan memutar
poros baling – baling kapal. Kapal super tanker dan kapal – kapal

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 62


container dalam ukuran – ukuran besar menggunakan turbin uap untuk
penggerak kapalnya. Mesin uap sebagai penggerak baling – baling sudah
tidak digunakan lagi saat ini dikapal, karena daya mesin uap masih
relative kecil, sementara kapal – kapal yang berukuran besar memerlukan
daya penggerak yang besar, sehingga kedudukan dan keberadaan mesin
uap terdesak oleh Turbin uap atau mesin diesel.

Main turbin menggerakan poros baling–baling kapal, sementara boiler


digunakan uapnya untuk menggerakan pesawat Bantu kapal seperti :
Pompa–pompa (pompa muatan pada kapal tanker), mesin jangkar,
mooring winch dan lain–lain. Uap yang dihasilkan auxiliary boiler
digunakan juga sebagai pemanas seperti : pemanas bahan bakar berat
(MFO) pemanas ruangan, pemanas air mandi dan pemanas didapur.

A. PERSYARATAN – PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI KETEL


UAP ADALAH :

1. Dalam waktu tertentu harus dapat menghasilkan uap dengan berat


tertentu dan tekanan lebih besar dari 1 atmosfir (1 bar)
2. Uap yang dihasilkan harus sedikit mungkin mengandung kadar air.
3. Bila dilengkapi dengan pemanas lanjut, maka pemakaian uap yang
tidak tetap, suhu uap tidak banyak berubah dan harus dapat diatur
dengan mudah.
4. Saat kapal olah gerak (manoever) dimana pemakaian uap lebih
banyak berubah, maka tekanan uap diharapkan tetap.
5. Pemakaian uap sehemat mungkin.
6. Saat pengopakan ketel, diharapkan hemat biaya dan tenaga.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 63


Instalasi Tenaga Uap :

ISD Boiler ( Internal Superheater D – Type )

Keterangan Gambar
1. Steam drum 12. Astern Turbin
3. Water drum 13. Main Condensor
4. Generative water tube 14. Hot well (cascade)
5. Superheater 15. Feed pump
6. Economizer 16. Preheater
7. Air Heater 17. Thrust block
8. Funnel 18. Propeller shaft
9. Furnace 19. Propeller
[Link] Turbin Ahead – Turbin 20. Cooling pipes for furnace
11. LP Turbin 21. Twin reduction gear

B. PROSES PEMBENTUKAN UAP

Didalam drum air (water drum) penuh terisi dengan air, sedang steam
drum sebagian terisi air dibagian bawahnya, sedang dibagian atasnya
terisi dengan uap.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 64


Didalam water tube dan Generative water tubes juga berisi air,
temasuk pipa pendingin dapur dibawah, disamping dan dibelakang
dapur (furnace). Didapur (furnace) dibakar campuran bahan bakar dan
udara (bahan bakar dikabutkan oleh burner, sedang udara dimasukan
melalui blower, mengisap udara dan dipanaskan di air heater), akibat
pembakaran bahan bakar dan udara, timbul gas panas pembakaran,
dan gas ini keluar ke cerobong (funnel), gas tersebut menyerahkan
panasnya kepada yang dilewatinya termasuk water tubes (pipa–pipa
air), sehingga air didalam pipa air menjadi panas, akhirnya mendidih
dan menguap. Bertambah panasnya suhu didapur, bertambah
cepatnya pembentukan uap. Uap yang terbentuk berkumpul diruang
uap dari drum uap dalam keadaan jenuh. Uap jenuh ini dipanaskan
lagi di superheater (pemanas lanjut), sehingga suhu uap bertambah
lagi, sementara tekanan uapnya tetap. Tekanan dan suhu uap yang
bertambah ini digunakan untuk penggerak turbin uap, dimana tekanan
dan suhu uap yang tinggi ini mengakibatkan tidak merusak material
sudu menjadi korosi, dan juga akan menghasilkan entalpi (isi panas)
bertambah besar, yang pada akhirnya daya turbin meningkat.

Uap dari ketel masuk turbin disebut uap baru (UBA), sedang uap yang
digunakan dan keluar turbin disebut uap bekas (UBE), dan masuk ke
kondesor. Didalam kondensor UBE dikondensasikan (diembunkan)
menjadi air kondensasi (kondensat), selanjutnya kondensat ini
ditampung dalam bak air panas (hot well) yang digunakan untuk
menambah air ketel (feed water) sebagai air supplesi. Air supplesi ini
sebelum masuk ketel, dipanaskan terlebih dahulu di pemanas awal
(preheater) dan Economizer.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 65


BAB X

JENIS KETEL PIPA AIR DAN PENGGUNAANNYA

A. DIGUNAKAN SEBAGAI KETEL INDUK (MAIN BOILER) ADALAH :

1. B & W Seksi, bila konstruksi pipa airnya Horizontal

2. B & W Integral, bila dikonstruksi pipa airnya miring

3. ISD (Internal Super Heat D –Type) dari Foster Wheeler

4. ESD (External Super Heat D – Type) dari Foster Wheeler

5. DSD (double Superheat D – Type) dari Foster Wheeler

6. ESRD (External Super Heat Radiant – Type) dari Foster Wheeler

7. B & W (Babcock Marine service) dari Seri M dari B & W

8. MR (Marine Radiant) dari B & W

9. CE Bidrum type dari Combustion Engineering seri V

10. CE Low Temperature gas dari Combustion Engineering seri V

11. CE Low Temperature Gas Reheat dari Combustion

Engineering seri V

12. Bidrum U Type dari Kawasaki Type BDU

13. Fully Closed dari Kawasaki Type UFE

14. Enclosed Membrane dari Kawasaki Type UFC

15. Elimenated by pass dari Kawasaki Type UTR

B. SEBAGAI KETEL BANTU (AUXILIARY BOILER) SEPERTI :

1. Foster Wheeler Type D4


2. B & W Type M11
Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 66
3. Aalborg Type AT4, Type AQ 5 s/d 9 dan Type AG wesser
Composite
4. Cohran Composite Boiler
5. Sunrod Oil Fired Type CPD 12, type CPD 25 dan 140
6. La Mont Exhaust gas Economizer

Catatan :

- Ketel induk digunakan penggerak turbin induk


- Ketel Bantu digunakan untuk Turbin Bantu penggerak pompa –
pompa
- Ketel tekanan tinggi tekanannya diatas 40 bar
- Ketel tekanan menengah, bila tekanannya 20 – 40 bar.

C. KETEL PIPA AIR

1. Ketel B & W ( Babcook & Wilcox )

Ketel B & W adalah jenis ketel pipa air. Ketel ini ada 2 jenis yaitu :
ketel B & W seksi dan ketel B & W Integral. Ketel B & W seksi
mempunyai kedudukan pipa air horizontal sedangkan B & W
integral mempunyai kedudukan pipa air miring.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 67


a. Ketel B & W ( lihat gambar )

Ketel ini terdiri dari sebuah teromol (drum) uap berfungsi


sebagai penampung uap disebelah atas, sedangkan air berada
disebelah bawahnya.

Bagian bawah drum ini dihubungkan dengan lemari air yang


terdiri dari beberap baris seksi – seksi berbentuk zig zag
sebanyak ± 16 s/d 24 seksi dan setiap seksi terdapat beberapa
lobang – lobang lalu tangan tempat kedudukan masuknya pipa
– pipa air.

Sedangkan dibagian bawah lemari air, dihubungkan dengan


lemari Lumpur yang berfungsi sebagai penampung kotoran –
kotoran air ketel yang mengendap. Lemari depan ini dihubngkan
dengan lemari air belakang oleh sejumlah pipa – pipa air.
Bentuk lemari air belakang sama dan sejajar dengan lemari air
depan dan membuat sudut 15˚ dengan bidang vertical.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 68


b. Ruang Dapur

Ruang dapur mempunyai ukuran terbatas, panas masuk dapur


besar, sehingga beban dapur menjadi besar. Disekeliling dapur
ditempatkan pipa – pipa pendingin dinding, supaya dinding
dapur tidak mendapat pemanasan yang terlalu besar, dengan
demikian suhu dinding rendah, sehingga kebocoran panas
keluar berkurang. Dinding bagian depan tidak didinginkan,
maksudnya supaya suhu disekeliling pembakar (burner) tetap
panas, sehingga efek pembakaran tercapai.

Dengan adanya pipa–pipa pendingin dinding dapur ini suhu


dinding akan turun hingga ± 500˚C, pemanas yang diterima oleh
pipa–pipa pendingin dinding dapur secara pancaran (radiasi).
Pipa–pipa pendingin dinding ini berfungsi sebagai pipa
pembentukan uap.

c. Sirkulasi Air

Pipa–pipa pendingin dinding dapur, mendapat pemanasan yang


cukup besar, air dalam pipa akan bergerak keatas akibat
pengaruh berat jenis. Pada pipa pendingin samping K air naik
ke kotak air N, melalui pipa Q kembali ke drum uap. Demikian
juga pada dinding belakang air naik keatas ke lemari air
belakang C dan kembali ke drum uap lewat pipa–pipa sirkulasi
E. Kotak air M dan P mendapat air dari drum uap melalui pipa–
pipa jatuh F dan G yang mempunyai diameter 4”. Pipa–pipa
jatuh ini terletak diluar dapur dan tidak dipanaskan, sehingga
aliran airnya kebawah.

d. Uap Panas Lanjut (Superheater)


Pipa–pipa pemanas lanjut uap terletak diantara pipa air
kelompok atas dan kelompok bawah. Pipa–pipa pemanas lanjut
berbentuk “U” dengan diameter 1 1/4” terdiri dari 6 kelompok

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 69


yang masing–masing terdiri dari 32 buah pipa. Pipa–pipa ini
dihubungkan dengan 2 buah lemari uap, masing–masing dibagi
menjadi 3 dan 4 ruangan. Uap jalanya dipaksa bolak–balik
melewati pipa–pipa pemanas, sehingga uap menyerap panas
pembakaran, mengakibatkan suhu uap cukup tinggi menjadi uap
kering.

e. Udara dan Gas Pembakaran


Udara yang diperlukan untuk pembakaran didapat dari tarikan
paksa. Udara ini dipanaskan di pemanas udara oleh gas–gas
panas dari 170˚C hingga 200˚C masuk dapur. Dalam
perjalanannya menuju dapur udara masuk antara dinding dalam
dan dinding luar ketel, supaya radiasi dari dapur dapat diserap
oleh udara, sehingga memperkecil kerugian pancaran keluar.

Aliran gas cenderung bergerak keatas menuju cerobong melalui


pipa–pipa air kelompok bawah ke superheater, terus melewati
pipa–pipa kelompok atas, pipa–pipa pemanas udara langsung
keluar ke cerobong pada suhu ± 350˚C.

a. Jalanya udara dan Gas pembakaran


Aliran udara keruang dapur pembakaran melalui ruang antara
dinding dalam dan dinding luar ketel, sehingga bila ada
kebocoran panas atau gas dari dinding dalam ketel, dapat
dibawa kembali oleh udara kedalam ruang pembakaran
sehingga kerugian radiasi diperkecil. Suhu gas pembakaran
meninggalkan dapur ± 1150˚C, mengalir melalui pipa tirai, pipa
pemanas lanjut, pipa–pipa utama pada suhu 350˚C, pipa–pipa
economizer atau pipa–pipa pemanas udara pada suhu 180˚C
langsung keluar kecerobong. Untuk penghembus jelaga yang
terbentuk di pipa–pipa pada aliran gas digunakan penghembus
jelaga ( soot blower ) yang ditempatkan dibagian atas ruang
dapur.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 70


b. Jalannya Air dan Uap

Air pengisi ketel dipanaskan didalam pemanas air (economizer)


sehingga suhu air naik ± 160˚C, selanjutnya air masuk ke drum
uap dibagian ruang air melalui sebuah pipa dalam, serta pipa–
pipa pendingin dapur semuannya berisi air, sehingga
pembentukan uap berada didalam pipa–pipa ini menjadi
mendidih airnya dan selanjutnya menguap diruang (drum) uap.
Air dari drum uap bagian bawah, mengalir melalui pipa–pipa
jatuh, masuk ke drum air dan kotak air P dan H. didalam pipa–
pipa pendingin dinding dapur, air akan mendidih karena
mendapat pancaran (radiasi) panas mengalir ke drum uap.
Campuran air dan uap dalam drum uap, akan terpisah oleh
fungsi Cycloon M dengan gerakan berputar saat masuk kedalam
cycloon tersebut, Dengan demikian uap terbebas dari butir–butir
air. Dari drum uap, selanjutnya mengalir ke pemanas lanjut uap
dipanaskan oleh gas–gas pembakaran, sehingga uapnya
menjadi uap panas lanjut (uap kering). Pipa–pipa pemanas
lanjut ini selalu terisi uap baik saat kapal berlayar maupun tidak
berlayar.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 71


BAB XI

APPENDASI KETEL

Appendasi ketel adalah : perlengkapan ketel yang digunakan agar


ketel dapat bekerja terus menerus
dengan aman.

Menurut Undang–Undang Uap alat Bantu yang tidak melekat pada badan
ketel tidak termasuk appendasi ketel.

Appendasi terbagi 2 kelompok :

1. Yang berhubungan dengan ruang uap seperti : katup keamanan, katup


uap utama/Bantu dan manometer.
2. Yang berhubungan dengan ruang air seperti : gelas penduga, katup air
pengisian, kran spui dan kran brein.

Menurut undang – undang uap sebuah ketel harus dilengkapi :

1 (satu ) buah katup utama dan beberapa katup Bantu.

2 ( dua ) buah katup keamanan,

1 ( satu ) buah manometer,

2 ( dua ) buah gelas penduga,

2 ( dua ) buah katup pengisian,

1 ( satu ) buah kran spui,

1 ( satu ) buah plat stempel bila volume air lebih besar 600 liter.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 72


A. YANG BERHUBUNGAN DENGAN RUANG UAP :

1. KATUP KEAMANAN
Gunanya:

1). Mencegah agar tekanan dalam ketel tidak melebihi tekanan


kerja yang di tentukan.

2). Menghentikan kerja ketel dengan mengeluarkan uap, bila terjadi


kerusakan.

3). Untuk mengosongkan ketel saat pemeriksaan

Pembagian :

1). Dengan bobot : secara langsung dan tidak langsung.

2). Dengan pegas : langsung dan tak langsung.

Katup keamanan yang dipakai di kapal :

1). Katup keamanan type – Adam

2). Katup keamanan dengan katup pengangkatan tinggi

3). Katup keamanan type Crosby

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 73


Gambar Penempatan Appendasi ketel

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 74


KATUP KEAMANAN TYPE – ADAM

Persyaratan Katup Keamanan

1) Tiap ketel minimal dilengkapi 2 buah katup keamanan


2) Diameter lubang katup minimal 25 cm
3) Pada tekanan 15 % tekanan kerja, katup harus membuka
4) Kekuatan pegas harus sudah dijamin dengan sebuah cincin
sebagai penyetel yang disebut Cincin pemerintah
5) Katup tidak terlepas dari rumahnya, jika pegas putus
6) Katup harus dapat diangkat dengan cara yang aman
7) Bagian – bagian katup harus diperiksa oleh petugas pemerintah
8) Rumah katup tidak boleh terbuat dari besi tuang atau tembaga

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 75


pada suhu uap melebihi 214˚C
9) Mengganti katup harus seijin pemerintah.

2. KATUP UTAMA DAN BANTU


Gunanya :

Mengatur pemberian uap pada mesin induk dan mengatur


pemberian uap pada pesawat bantu.

Persyaratannya :

1) Harus dipasang sedekat mungkin dengan ketel


2) Harus dapat dioperasikan dari atas deck
3) Tidak terbuat dari bronz atau kuningan ( bila suhu kerja lebih
dari 214˚C )
4) Tidak terbuat dari besi tuang bila tekanan melebihi 3 Kg/cm 2
atau 0,3 Mpa.

3. MANOMETER

Gunannya : Untuk menunjukkan tekanan uap dalam ketel

Jenisnnya :

1) Manometer dengan keran 3 jalan


2) Manometer Bourdon

Persyaratannya :

1) Ketel harus dilengkapi 1 buah manometer


2) Harus berpipa lengkung yang berisi air dibawah manometer
3) Penunjukan harus dengan skala dengan ( Mpa atau Kg/cm 2
4) Harus dapat di baca atau di tera
5) Mudah terlihat
6) Manometer dihubungkan dengan ruang uap.
Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 76
KATUP KEAMANAN TYPE – CROSBY

(a) Manometer dengan keran 3 jalan


(b) Manometer “Bourdon”

B. YANG BERHUBUNGAN DENGAN RUANG AIR

1. GELAS PENDUGA ( Contoh : Reflex, IGEMA )


Gunanya : untuk mengetahui tinggi pemukaan air didalam ketel.

Pada ketel–ketel pipa api, berdasarkan undang–undang uap


ditentukan bahwa permukaan air harus berada 15 cm diatas titik
tertinggi dari LP.
Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 77
1) Macam gelas pendingin :
2) Untuk ketel tekanan rendah
3) Gelas penduga Reflex (klingeer)
4) Gelas penduga tekanan tinggi
5) Gelas penduga jarak (iqema)

Persyaratan Gelas Penduga :

1) Setiap ketel yang mempunyai LP diatas 5 m 2 , harus mempunyai


2 buah gelas penduga
2) Pada ketel – ketel pipa api, penempatan air gelas penduga
berada 15 cm diatas titik tertinggi dari LP
3) Pada ketel – ketel pipa air, air gelas penduga berada 50 mm
diatas pipa – pipa air yang tertinggi dalam drum uap (ketel pipa
air 5 cm diatas pipa air tertinggi)
4) Harus dapat ditutup hubungan gelas penduga dengan ketel
5) Gelas penduga harus mendapat penerangan yang baik, jika
jarak ketel dengan gelas penduga jauh, maka diperlukan jenis
gelas penduga jarak (iqema)

2. KATUP PENGISIAN AIR KETEL


Gunanya : mengatur jumlah air pengisian yang masuk kedalam
ketel

Persyaratannya :

1) Setiap ketel yang mempunyai <P> 5 m2 minimal harus


dilengkapi 2 buah katup pengisian
2) Pompa pengisian air ketel harus digrakkan oleh mesin sendiri
(tidak dihubungkan dengan mesin Induk)
3) Instalasi air pengisi dilengkapi dengan katup balik.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 78


Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 79
Gelas Penduga Jarak Jauh

Karena tekanan = tinggi air γ

Maka, ( h 1 + h 2 + h 3 ) 1 = h 2 γ air + h3 γ zat

h1 + h2 + h3 = h2 + . 1 + 2 h3

h1 + h3 = 2 h3

h1 = 2 h3 – h3

h1 = h 3 ------------ 1

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 80


bila air ketel turun a cm, maka air dalam gelas penduga turun X cm

dapat dibuktikan sebagai berikut :

( h1 + h2 + h3 + X ) γ air = ( h2 – a ) γ air + ( h3 + X ) γ zat

( h1 + h2 + h3 + X ) 1 = ( h2 – a ) 1 + ( h 3 + X )2

h1 + h2 + h3 + X ) = h 2 – a + 2 h 3 + 2X

h 1 + h 2 - h 2 + X – 2X = 2h 3 - h 3 – a

h1 - X = h3 – a

h1 + a = h 3 + X ------------ h 1 = h 3 ( dari 1 )

a = X

berarti : berkurangnya tinggi air di ketel = berkurangnya tinggi air


di gelas penduga.

Batang gelas diberi alur ( parit


) Sinar yang menembus gelas
dan Mengenai ruang uap,
sinar di Teruskan ked an
dipantulkan Tanpa
perobahan. Bila sinar
Menembus zat cair, sinar
Melalui parit – parit, sehingga
Memberi warna gelap,
sehingga Perbedaan warna
tertinggi

Gambar : Gelas Penduga Reflex(


Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 81
Gambar : Penduga Untuk tekanan

3. KRAN SPUI & BREIN

Gunanya :

Untuk mengeluarkan air ketel dengan tekanan uap dari ketel


( kran brein untuk mengeluarkan kotoran – kotoran yang terapung,
sedang keran spui untuk mengeluarkan air, setelah permukaan air
berada dibawah keran brein )

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 82


Persyaratan :

1) Setiap ketel harus dilengkapi sebuah peralatan spui


2) Saluran pipa sedekat mungkin pada ketel
3) Keran harus dapat tertutup rapat dengan baik
4) Peralatan spui dilengkapi afsluiter pada dinding kapal yang
dapat dicapai dengan mudah untuk mengeluarkan air ketel

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 83


Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 84
BAB XII

AIR KETEL

Sebagaimana diketahui bahwa ketel adalah untuk memproduksi


uap, uap digunakan sebagai memutar sudu – sudu jalan (moving blades)
di turbin uap. Dengan berputarnya sudu jalan tersebut, maka roda jalan
turut berputar dan akhirnya rotor turbin uap juga berputar. Yang terakhir
ini mengakibatkan propeller shaft berputar yang memutar propeller
blades, sehingga kapal dapat bergerak maju atau mundur.

Setelah uap digunakan memutar sudu jalan di turbin uap, maka uap
yang keluar dari turbin uap tersebut sebagai uap bekas dimasukkan ke
main condenser di main condenser uap bekas tersebut di kondensasi,
berubah bentuk menjadi condensate (kondensat). Kondensat ini
merupakan air pengisi ketel yang harus dimasukkan lagi kedalam ketelnya
untuk diproduksi lagi menjadi uap baru, begitu seterusnya dan hal ini
merupakan RANKINE CYCLE TERTUTUP.

Bila mana kondensat tersebut berkurang terutama saat kapal


berlayar jauh, maka air pengisi ketel dibantu oleh air distilasi yang
diproduksi dari Fresh Water Generator (FWG) biasa disebut juga
Evaporator, namun pada saat kapal olah gerak (manoever), kondensat
yang dihasilkan main condenser dapat mengatasi air pengisi ketel. Air
distilasi dari Evaporator tersebut dimasukkan kedalam ketel sebagai air
supplesi. Baik kondensat maupun air distilasi tidak menutup kemungkinan
membentuk endapan mengeras disebut Batu – batu Ketel.

Air pengisi ketel sangat vital sekali dari kondisi air ketelnya, antara lain
terhadap keasaman air ketel, terhadap air ketel yang mengandung garam,
terbentuknya kekerasan dan lain – lain.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 85


Air pengisi ketel dikelompokkan sebagai berikut :

1. Asal – usul atau berasal dari mana


2. Bahan – abahan yang ikut air ketel
3. Persyaratan air ketel
4. Pemeriksaan air ketel
5. Perawatan air ketel

A. ASAL USUL AIR KETEL

Air ketel berasal dari :

1. air tanah ( air sumur )


2. air sungai, kurang baik sebagai air ketel, karena sudah tecemar
dengan garam, terutama dimuara sungai, saat air pasang, tenyata
air laut yang mengandung garam tidak dapat terelakan, kecuali air
sungai, daimbil di hulu sungai, namun harus mempertimbangkan
dari draft kapal, karena akan kandas untuk kapal – kapal yang
mempunyai draft dalam.
3. Air danau, juga kurang baikdan supplynya tidak dapat mencukupi
kebutuhan dan jumlah danau terbatas sekali.
4. Air laut tidak baik karena mengandung garam, pemicu air ketel
cepat mendidih saat digunakan dan terbentuk batu – batu ketel
berupa endapan – endapan penyebab penyerapan panas air ketel
terhalang, karena batu ketel lengket di dinding – dinding pipa
( pada ketel pipa air ) dan ini mengakibatkan sebagai isolator bagi
air ketelnya.
5. Air bersih (PAM), juga kurang baik karena akan tercemar didaerah
pinggir pantai, karena air laut menyelusup ke daratan terutama
mengingat kondisi pipa air yang sudah dimakan usai dan tidak
diganti.
6. Air distilasi dari Evaporator atau kondensat dari main condenser.
Air jenis inilah yang paling baik digunakan sebagai air pengisi
Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 86
ketel. Namun perlu menambahkan additive berupa chemical supaya
air ketel bersifat basa (alkalinity) saat perawatan air ketel (water
treatment).

B. BAHAN BAHAN YANG TERIKUT AIR KETEL

Bahan bahan yang terikut air ketel berupa :

1. kekerasan sementara dengan rumus kiamianya :


Ca(HCO 3 ) 2 disebut Calsium hydrobicarbonate, Mg(HCO 3 ) 2 disebut
Magnesium Hydrobicarbonate.

2. Kekerasan tetap dengan rumus kimiannya :


Ca CO 3 disebut Calsium Carbonat

Mg CO 3 disebut Magnesium Carbonat

Ca SO 4 disebut Calsium Sulfat

Mg SO 4 disebut Magnesium Sulfat

Ca Cl 2 disebut Calsium Chlorida

Mg Cl 2 disebut Magnesium Chlorida

3. Kekerasan total adalah kekerasan sementara yang bergabung


dengan kekerasan tetap.
Kekerasan adalah ketidak mampuan air ketel untuk membentuk basa
bila dimasukkan dan dicampurkan sabun bersamannya, bila terjadi
busa berarti air ketel tidak mengandung garam, dan bila tidak terjadi
busa berarti air ketel mangandung garam nilai kekerasan normal = 112
mg perliter air ketel.

P – Alkaliniti ( A – reading ) seperti :

50 cc air ketel + 4 tetes pneuftalin, bila tidak terjadi perubahan warna


maka baik, bila terjadi perubahan warna maka tambahkan asam sulfat
(H 2 SO 4 ) hingga perubahan warna tadi hilang.
Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 87
Nilai A – reading normal : 175 ~ 225 ppm ( part permillion ).

M – Alkaliniti ( B – reading ) seperti :

50 cc air ketel + 4 tetes pneuftalin + 10 cc BaCl2 , bila tidak berwarna


maka baik, bila berobah warna menjadi merah, tambahkan H2 SO 4
hingga warna merah hilang.

Nilai M – alkaniti normal 40 ~ 60 mg perliter.

Phosphate test seperti :

3 cc air ketel + 17,5 cc molibdate, dikocok kemudian sesuaikan dalam


daftar, nilai normal phosphate 20 ppm.

Cholorida test seperti :

Air ketel secukupnya + Calsium chromate bila timbul warna kuning,


tambahkan AgNO 3 untuk berubah menjadi warna coklat. Nilai normal
120 ~ 480 ppm.

Sulfat test seperti :

Air ketel secukupnya + HCl, nilai normal 20 ~ 30 ppm.

Hydrazine test (penetral O 2 dalam air ketel) seperti 5 cc air ketel + 5


cc Hydrazine. Untuk reaksi dingin N2H 4 + O 2 --------- N 2 = 2H 2 O

Untuk reaksi panas 2N 2 H 4 + panas ------- 2NH 3 + N2

PH test seperti :

5 cc kondensat + 0,5 pneufred indicator, dikocok sesuaikan dengan


daftar.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 88


C. PERAWATAN AIR KETEL

Perawatan air ketel dikelompokkan 2 kelompok :

1. Menghilangkan kekerasan dengan sarana pemanas awal


(preheater) dengan reaksi kimia :

Ca(HCO 3 ) 2 CaCO 3 + H 2 O + CO 2

CaSO 4 + Na 2 CO 3 CaCO 3 + Na 2 SO 4

Mempertahankan kadar garam serendah mungkin (dapat diperiksa


dengan salinometer)

Menambah soda (Na 2 CO 3 ) kepada air ketel dengan reaksi :

CaSO 4 + Na 2 CO 3 CaCO 3 + Na 2 SO 4

Ca(HCO 3 ) 2 + Na 2 CO 3 CaCO 3 + 2NaHCO 3

2NaHCO 3 NaCO 3 + H 2 O + CO 2

2. Mengeluarkan gas menggunakan sarana memanaskan air ketel di


pemanas dengan reaksi :
2N 2 SO 3 + O 2 2Na 2 SO 4 ( N 2 SO 3 adalah natrium sulfit )

N2H4 + O 2 N 2 + H 2 O ( N 2 H 4 adalah Hydrazine )

Dengan memanaskan air ketel di preheater seperti :

2 Na 3 PO 4 + 3 CaSO 4 Ca(PO 4 ) 2 + 3 Na 2 SO 4

NaPO 3 + 3 CaSO 4 + 6H 2 O Ca 3 (PO 4 ) 2 + 3NaSO 4 +


4H 3 PO 4

NaCO 3 + H 2 O 2 NaOH + CO 3

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 89


3. Skala Alkalinitas (PH Scale)
Air ketel harus alkali (basa) dapat diperiksa di PH meter. PH Scale
dikelompokan kepada asam yang dirinci menjadi asam keras
dengan PH : 0 ~ 7 sedang asam lemah dengan PH : 7 ~ 9,5 dan
kelompok basa yang dirinsi menjadi basa lemah dangan PH : 9,5 ~
11 dan basa keras dengan PH : 11 ~ 14.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 90


BAB XIII

PERLENGKAPAN KETEL

A. Yang termasuk perlengkapan ketel pada ketel pipa air adalah :

1. Pemanas udara, terdiri dari pemanas udara jenis pipa, strom dan
pemanas udara dengan uap.
a. Pemanas udara jenis pipa.

Pemanas udara ini terbuat dari pipa baja tipis, dimana udara
berada didalam pia, sedangkan gas berada disekelilingnya.
Pemanas jenis ini banyak dijumpai pada ketel B & W. untuk jenis
ketel pipa api (Schot) terjadi kebalikannya, dimana udara
mengalir diluar pipa sedangkan gas mengalir dalam pipa.

b. Pemanas udara jenis strom.

Pemanas udara ini banyak dijumpai pada ketel modern saat ini.
Sebuah teromol berputar pada sumbunya, secara perlahan–
lahan didalam rumah berbentuk silinder. Sisi yang satu
merupakan laluan gas, sedangkan sisi yang lain merupakan
laluan udara dari luar masuk ketel. Dibagian atas dan bawah
teromol dipasang pelat baja lembaran yang tipis dan kipas
dihubungkan demikian rupa sehingga terdapat saluran bebas
dari arah vertical. Pada saat plat–plat tersebut berada pada sisi
gas, seakan akan menyerap panas dari gas buang, selanjutnya
saat berada di sisi udara, ia akan memberikan panasnya pada
udara. Kecepatan normal teromol berputar ± 4 putaran tiap
menit.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 91


PEMANAS UDARA LINGSTROM

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 92


c. Pemanas udara dengan Uap

Pemanas udara ini mempunyai aliran uap pemanas masuk


melalui pipa, sedangkan udara yang dipanaskan berada diluar
pipa.

2. Pemanas uap lanjut (superheater)


Pemanas uap lanjut bertugas untuk memanaskan uap basah
maupun uap jenuh yang diproduksi di ketel uap. Tujuan pemanas
uap lanjut untuk mendapatkan entalphy uap yang lebih besar,
sehingga tenaga yang dihasilkan lebih besar. Dilihat cara
penerimaan panas oleh pemanas lanjut uap , maka dibedakan :

1). Pemanas uap lanjut menerima panas, secara radiasi

2). Pemanas uap lanjut menerima panas secara konveksi.

Pemanas tipe pertama lebih kecil dari pada penyerahan panas


secara konveksi karena beda suhu antara dapur dan suhu dalam
pipa adalah kecil. Pada pemakaian pemans uap lanjut yang
menerima panas secara radiasi, suhu uap akan turun pada
pemakaian uap yang tinggi.

Pada penyerahan panas secara konveksi, beda suhu yang terjadi


juga jumlah gas yang mengalir ikut berpengaruh, dimana jumlah gas
akan bertambah pada pemakaian bahan bakar yang bertambah.
Kebanyakan ketel menggunakan pemanas uap lanjut konveksi,
karena entalphy uap panas lanjut tetap pada beban yang berubah–
ubah (karena entalphy tetap dan suhu tetap).

Hambatan pada pemanas lanjut yang menerima panas secara


radiasi adalah :

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 93


a. Pipa–pipa pemanas lanjut selalu pecah, karena pemanas ini
ditempatkan dekat dapur, dimana suhu gas masih tinggi sekali
± 900˚C.

b. Jelaga yang melekat dipipa–pipa sulit dibersihkan karena


terletak diantara kelompok pipa tirai dan berkas utama yang
sempit.

c. Pipa–pipa pemanas lanjut cepat korosif karena timbulnya


endapan vanadium pentoksida dari bahan bakar berat.

SUPERHEATER

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 94


PEMANAS UDARA DENGAN UAP

Pada pemanas lanjut yang menerima panas secara konveksi,


uap jenuh masuk pemanas dibagian atas dan keluar dari bagian
bawah.

Keuntungan pemanas ini adalah :

Penyerahan panas berlangsung baik, karena arah uap


berlawanan dengan arah aliran gas.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 95


d. Pipa–pipa pemanas tidak akan pecah lagi karena suhunya lebih
rendah dari pada jenis pemanas yang menerima panas secara
radiasi.

Appendasi pemanas adalah :

a) Thermometer
b) Katup cerat
c) Katup keselamatan
d) Manometer

3. Pemanas air pengisi (economizer)


Economizer ini terdiri dari berkas–berkas pipa berbentuk “U”
dengan susunan, zig zag satu dengan yang lain. Pemasangan pipa–
pipa dengan cara di roll terhadap lemari penampungan dan didepan
pipa–pipa yang diroll dibuatkan lobang lalu tangan untuk
pemeriksaan dan pembersihan. Air pengisi masuk dibagian atas
lemari penampung dan melalui 4 baris pipa parallel mengalir ke
bawah untuk memperbesar luas pemanas dari pipa dipasang sirip–
sirip pada pipa–pipa tersebut, sehingga luasnya menjadi 8 kali lebih
besar dari luas permukaan pada sisi air, atau cara lain untuk
memperbesar luas pemanas, adalah memasang sejumlah Nok
dengan las pada pipa–pipa ECO.

4. Pemanas awal (preheater),


Pemanas awal ini bertujuan agar entalphy air lebih tinggi sebelum
masuk ketel, mengurangi kerugian thermis, menghemat bahan
bakar, mengurangi tegangan bahan dan mengurangi larutan gas–
gas. Pemanas air pengisi menggunakan uap cerat turbin uap bekas
pesawat Bantu. Pemanas awal ini terdiri dari pemanas awal hisap
dan pemanas awal tekan

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 96


SUPER HEATER KONVEKSI

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 97


Pipa Ekonomizer yang dipasang Sirip - Sirip

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 98


Pemanas Awal Hisap Type “WEIR”

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 99


BOILER TESTING

Tujuan : guna mendapatkan sertifikat pengoperasian boiler.

Prosedure Testing :

a. Boiler saat kosong dengan tekanan 0 bar dan air di drum ketel kosong,
langsung dibersihkan.
b. Ajukan pengujian ke Dewan Penguji Keselamatan Kerja (DPKK)
c. Cold Test :
- Bejana ketel diisi air penuh, ditekan dengan hydraulic test hingga 1,5
P(P = working pressure).
- Tujuannya untuk mengetahui, melihat kebocoran plat boiler terhadap
sambungan/welding construction, sambungan katup–katup air dan
flange.
d. Steam Test (Hot test)

- Laksanakan pengopakan boiler dengan pemanasan secar bertahap


(sesuai manual book), hindari Heat Stress dari keretakan dengan :

1). Burner ON selama 1 jam (secara bertahap)

2). Burner ON selama 1 jam (secara bertahap)

3). Burner ON selama 2,5 jam (secara bertahap) hingga tekanan kerja
tercapai.

- Pemanasan dilanjutkan hingga 1,15 P untuk Safety Valve test, pada


tekanan ini harus blow up

- Safety valve diamankan dan disegel.

Mesin Penggerak Utama BP2IP Malahayati Page 100

Anda mungkin juga menyukai