Regresi Data Panel Menggunakan Stata
Regresi Data Panel Menggunakan Stata
Dias Satria
Head of International Undergraduate Program (Economics, Finance and Banking), Universitas
Brawijaya
Materi ini memfokuskan pada analisis regresi yang mengkombinasikan data time
series dengan data cross section, yang dikenal dengan data panel. Materi ini
jenis model data panel, diikuti dengan penentuan model terbaik serta asumsi
klasik yang berkaitan dengan regresi data panel. Terakhir, cara regresi data
data panel.
..
Data panel adalah kombinasi antara data silang tempat (cross section)
dengan data runtut waktu (time series) (Kuncoro, 2011). Aji (2011) menyatakan
bahwa terdapat tiga metode dalam mengestimasi model regresi dengan data
panel, yaitu Pooled Least Square atau biasa menggunakan metode Ordinary
Least Square (OLS), Fixed Effect (FE), dan Random Effect (RE).
Model ini menggabungkan data cross section dan data time series,
kemudian dengan menggunakan metode OLS terhadap data panel tersebut. Dari
pendekatan ini kita dapat melihat perbedaan antar individu dan perbedaan antar
waktu karena interseptnya maupun slope sama. Model ini tidak memperhatikan
adanya perbedaan karakteristik dalam cross section maupun time series dalam
persamaan nya dapat ditulis dalam Gujarati (2012) adalah sebagai berikut:
2
Dalam model ini memiliki intercept yang mungkin berubah-ubah untuk
setiap individu dan waktu, dimana setiap unit cross section bersifat tetap secara
time series persamaan dari model dalam Gujarati (2012) adalah sebagai berikut:
selain itu model ini masih banyak mempunyai kekurangan yaitu kekurangan
derajat kebebasan (degree of freedom) akibat jumlah sample yang terbatas dan
effects, dimana dimasukan juga dimensi individu dan waktu namun pembeda
model ini dari fixed effects adalah dalam mengestimasi dimasukan juga error
individu maupun waktu, dalam persamaannya yang ditulis dalam Gujarati (2012)
Dimana 𝑒𝑖𝑡 adalah gangguan (error term) yang merupakan gabungan dari
time series dan cross section, untuk melihat apakah model yang digunakan
adalah Fixed Effects atau Random Effects maka harus dilakukan uji Correlated
3
BAGAIMANA MENENTUKAN MODEL TERBAIK ?
Penentuan model terbaik antara Ordinary Least Square, Fixed Effect, dan
Random Effect menggunakan dua teknik estimasi model. Dua teknik ini
digunakan dalam regresi data panel untuk memperoleh model yang tepat dalam
mengestimasi regresi data panel. Dua uji yang digunakan, pertama Chow test
digunakan untuk memilih antara model Ordinary Least Square atau Fixed Effect.
Kedua, Hausman test digunakan untuk memilih antara model Fixed Effect atau
random effect yang terbaik dalam mengestimasi regresi data panel. Penggunaan
kedua pengujian tersebut dalam pemilihan model terbaik regresi data panel
Ordinary Least
Square
Chow Test
Fixed Effect
Hausman Test
Random Effect
1. Chow Test
H0 : Model OLS
H1 : Model FE
4
apabila F-statistik lebih besar dari F-tabel maka H0 ditolak yang berati
model yang paling cocok untuk digunakan merupakan model fixed effects,
dan jika F-statistik lebih kecil maka model yang paling cocok untuk
2. Hausman Test
data panel. Uji ini dilakukan ketika hasil yang ditunjukan oleh Uji Chow
Model Fixed Effects lebih bagus, dalam Uji Hausman akan di pilih lagi
manakah yang lebih cocok digunakan antara Fixed Effects dan Random
statistik Hausman lebih besar dari nilai kritisnya maka H0 ditolak dan
model yang tepat adalah model Fixed Effects sedangkan sebaliknya bila
nilai statistik Hausman lebih kecil dari nilai kritisnya maka model yang
Data panel adalah regresi yang menggabungkan data time series dan data
5
obeservasi (sampel), dan kedua, memperoleh variasi antar unit yang berbeda
menurut ruang dan variasi menurut waktu (Kuncoro, 2012). Menurut Gujarati
(2012) data panel sedikit terjadi kolinearitas antar variabel sehingga sangat kecil
heterokedastisitas.
1. Uji Multikolinearitas
dapat dilihat dari tolerance value atau variance inflation factor (VIF).
Dilihat dari nilai tolerance dan VIF. Nilai cut off tolerance <0.10 dan
6
meregresikan model analisis dan melakukan uji korelasi
factor (VIF). Batas VIF adalah 10. Apabila nilai VIF lebih besar
2. Uji Heterokedastisitas
Gejala ini sering terjadi pada data cross section (Gujarati, 2012),
panel.
3. Uji Autokorelasi
pada data time series (runtut waktu). Deteksi autokorelasi pada data
7
BAGAIMANA CARA REGRESI DATA PANEL ?
13.1. Langkah pertama yaitu menginput data dan estimasi model. Selanjutnya
klasik. Model yang sempurna merupakan model yang bebas oleh asumsi klasik.
Tahap terakhir dalam regresi data panel sama dengan regresi pada umumnya
1. File > Open > pilih file yang berisikan data (jika data dalam format .dta)
File > Import > pilih file yang berisikan data (jika data dalam format .xls)
8
2. Selanjutnya, ketikkan perintah sebagai berikut dikotak command
dataset panel data agar pengujian ini dapat dilakukan. Hasilnya adalah
sebagai berikut:
Langkah-langkah :
. reg y x1 x2 x3
9
. reg y x1 x2 x3
. xtreg y x1 x2 x3, fe
. xtreg y x1 x2 x3, fe
F(3,447) = 143.61
corr(u_i, Xb) = 0.6027 Prob > F = 0.0000
sigma_u 5.2402798
sigma_e 5.5929275
rho .46748198 (fraction of variance due to u_i)
F test that all u_i=0: F(49, 447) = 5.51 Prob > F = 0.0000
pilihan terbaik adalah Fixed Effect, yaitu dengan cara melihat nilai
Langkah-langkah :
10
Melakukan uji model Random Effect dengan menulis syntax
. xtreg y x1 x2 x3, re
. xtreg y x1 x2 x3, re
sigma_u 1.7352589
sigma_e 5.5929275
rho .08780843 (fraction of variance due to u_i)
Apabila pada uji Chow pilihan jatuh pada model Fixed Effect,
11
. quietly xtreg y x1 x2 x3, fe
. estimates store fe
. estimates store re
. hausman fe re
Coefficients
(b) (B) (b-B) sqrt(diag(V_b-V_B))
fe re Difference S.E.
chi2(3) = (b-B)'[(V_b-V_B)^(-1)](b-B)
= 239.93
Prob>chi2 = 0.0000
(V_b-V_B is not positive definite)
1. Uji Multikolinearitas
Langkah-langkah :
. reg y x1 x2 x3
. vif
. xtreg y x1 x2 x3, fe
12
. vif, uncentered
. vif, uncentered
x3 9.27 0.107893
x2 9.12 0.109649
x1 8.96 0.111602
Apabila nilai VIF > 10 atau tolerance (1/VIF) adalah .01 atau
2. Uji Heterokedastisitas
Langkah-langkah :
. reg y x1 x2 x3
. hettest
Fixed Effect
. xtreg y x1 x2 x3, fe
. xttest3
dahulu pada viewer > cari heteroscedasticity > klik SJ-5-2 > instal
. xttest3
Random Effect
13
Melakukan uji General Least Square (GLS) dengan menulis
. xtgls y x1 x2 x3
3. Uji Autokorelasi
Langkah-langkah :
. reg y x1 x2 x3
. bgodfrey
Fixed Effect
. xtserial y x1 x2 x3
dahulu pada viewer > cari xtserial > klik SJ-3-2 > instal
. xtserial y x1 x2 x3
Random Effect
. xtgls y x1 x2 x3
14
Pada model Ordinary Least Square dan Fixed Effect, apabila implikasi terjadi
berbagai macam cara, akan tetapi khusus Random Effect tidak perlu menguji
1. Robust
. reg y x1 x2 x3, ro
. xtgls y x1 x2 x3
Fixed Effect
1. Robust
. xtreg y x1 x2 x3, fe ro
. xtreg y x1 x2 x3, fe ro
F(3,49) = 45.04
corr(u_i, Xb) = 0.6027 Prob > F = 0.0000
Robust
y Coef. Std. Err. t P>|t| [95% Conf. Interval]
sigma_u 5.2402798
sigma_e 5.5929275
rho .46748198 (fraction of variance due to u_i)
15
2. General Least Square (GLS)
. xtgls y x1 x2 x3 [Link]
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat diukur dari goodness of fit
fungsi regresinya, Secara statistik, analisa ini dapat dapat diukur dari nilai
statistik t, nilai statistik F, dan koefisien determinasi. Analisa regresi ini bertujuan
̂ (̂ )√
t= ̂ = ̂
menguji apakah penggunaan model sudah tepat dan apakah hasil regresi
dapat dipercaya. Uji F ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas
16
menolak hipotesis nol. Jika hipotesis nol ditolak, berarti semua variabel atau
nilai F-hitung dengan nilai F-tabel dengan derajat kebebasan df: α, (k-1), (n-
F=
regresi mampu menjelaskan variabel terikat atau apakah sudah cukup tepat
R2 = 1 -
variabel terikat.
17