BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Keputusan pembelian merupakan seleksi terhadap dua pilihan alternatif atau
lebih konsumen pada pembelian (Schiffman dan Kanuk,2008:485). Setiap hari
konsumen mengambil berbagai keputusan mengenai setiap aspek kehidupan sehari-
hari. Tetapi, kadang mengambil keputusan ini tanpa memikirkan bagaimana
mengambil keputusan dan apa yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan ini.
Pilihan alternatif harus tersedia bagi seseorang ketika mengambil keputusan
(Schiffman dan Kanuk,2008:485).
Konsumen mempunyai pilihan antara melakukan pembelian dan tidak
melakukan pembelian atau pilihan menggunakan waktu, maka konsumen tersebut
berada dalam posisi untuk mengambil keputusan. Sebaliknya, jika konsumen tidak
mempunyai alternatif untuk memilih dan benar-benar terpaksa melakukan pembelian
tertentu atau mengambil tindakan tertentu, maka keadaan satu-satunya tanpa pilihan
lain ini bukanlah suatu keputusan (Schiffman dan Kanuk,2008:485).
Bagi konsumen, kebebasan sering diungkapkan dengan sangat beragamnya
pilihan produk, maka hampir selalu ada kesempatan bagi para konsumen untuk
mengambil keputusan. Selain itu, riset konsumen eksperimental mengungkapkan
bahwa menyediakan pilihan bagi konsumen ketika sesungguhnya tidak ada satu pun
pilihan dapat dijadikan strategi bisnis yang tepat, strategi tersebut dapat
meningkatkan penjualan dengan jumlah sangat besar (Schiffman dan Kanuk,2008:
486).
1
2
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Menurut
Satya dan Susanta (2010), Nursanti dan Herlina (2012), Raf (2012), Rumagit (2013),
Yulianti, dk (2013), Antari, dkk (2014), Cahyani, dkk (2014), Kantohe dan Karuntu
(2014), Putri, dkk (2014), Widowati dan Purwanto (2014), Aminudin (2015), Amir
dan Prijati (2015), Sari dan Ardani (2015), Wakidah (2015) serta Karouw, dkk
(2016), faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dapat diringkas
menjadi lima variabel yaitu lokasi, atmosphere, keragaman produk, harga dan
personal selling.
Lokasi merupakan keputusan yang dibuat perusahaan berkaitan dengan
dimana operasi dan stafnya akan ditempatkan (Ratnasari dan Aksa,2011:55).
Pentingnya memilih lokasi perusahaan jasa tergantung pada tipe dan derajat interaksi
yang terlihat (Ratnasari dan Aksa,2011:55). Lokasi berpengaruh terhadap dimensi-
dimensi strategik, seperti fleksibilitas, competitive positioning, manajemen
permintaan, dan fokus strategik. Keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan
komitmen jangka panjang terhadap obyek-obyek yang sifatnya kapital intensif,
karena itu penyedia jasa harus benar-benar mempertimbangkan, menyeleksi dan
memilih lokasi yang responsif terhadap kemungkinan perubahan ekonomi,
demografis, budaya, persaingan, dan peraturan di masa mendatang (Tjiptono,2011:
190). Dengan lokasi yang strategis dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk
melakukan pembelian. Hal itu sesuai dengan penelitian Raf (2012), Rumagit (2013),
Antari, dkk (2014), Widowati dan Purwanto (20140 serta Wakidah (2015)
menyatakan bahwa lokasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Namun
demikian, pada penelitian Satya dan Susanta (2010), Kantohe dan Karuntu (2014)
3
serta Karouw, dkk (2016) menyatakan sebaliknya bahwa lokasi tidak berpengaruh
terhadap keputusan pembelian.
Atmosphere merupakan sebagai perubahan terhadap perencanaan lingkungan
pembelian yang menghasilkan efek emosional khusus yang dapat menyebabkan
konsumen melakukan tindakan pembelian (Dessyana,2013: 846). Atmosphere toko
memiliki efek signifikan pada perilaku karena keadaan emosi tersebut sulit
diungkapkan secara verbal oleh konsumen. Keadaan emosi tersebut bersifat
sementara dan memengaruhi perilaku dalam toko dengan cara yang mungkin tidak
disadari oleh konsumen (Peter dan Olson,2014:265). Stimulus lingkungan
memengaruhi kondisi emosi konsumen, yang pada gilirannya memengaruhi perilaku
mendekati atau menghindar. Perilaku pendekatan mengacu pada bergerak menuju,
sedangkan perilaku penghindaran mengacu pada bergerak menjauh dari berbagai
stimulus dan lingkungan (Peter dan Olson,2014:266). Atmosphere yang
menyenangkan dan membuat nyaman dapat mempengaruhi konsumen untuk
melakukan pembelian. Hasil penelitian Nursanti dan Herlina (2012), Rumagit
(2013), Kantohe dan Karuntu (2014), Putri, dkk (2014), Aminudin (2015), Amir dan
Prijati (2015) serta Karouw, dkk (2016) menyatakan bahwa atmosphere berpengaruh
terhadap keputusan pembelian.
Keragaman produk merupakan keputusan tentang penempatan produk
berkaitan dengan ketersediaan produk/keragaman produk dengan jumlah yang
sesuai dan di lokasi yang sangat tepat (Fure,2013:273-274). Produk yang dipasarkan
termasuk barang fisik, barang jasa, pengalaman, even, orang, tempat, property,
organisasi, informasi, dan ide atau gagasan. Konsumen membeli produk lebih karena
nilai yang terkandung di dalam produk tersebut (Widiyono dan Pakkanna,2013:137).
4
Hal itu dapat disimpulkan bahwa konsumen membeli tidak hanya sekedar kumpulan
atribut fisik, tetapi pada sasarannya mereka membayar sesuatu untuk memuaskan
keinginan. Dengan demikian, bagi suatu perusahaan yang bijaksana bahwa menjual
manfaat (benefit) produk tidak hanya produk saja (manfaat intinya) tetapi harus
merupakan suatu sistem (Cannon, dkk,2008:285). Semakin beragam produk yang
dijual oleh toko, maka semakin tinggi pula keputusan konsumen untuk melakukan
pembelian. Hal itu sesuai dengan penelitian Cahyani, dkk (2014), Kantohe dan
Karuntu (2014) serta Wakidah (2015) menyatakan bahwa keragaman produk
berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan
jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan
suatu barang atau jasa (Tjiptono,2008:151). Perusahaan harus menetapkan harganya
secara tepat, agar sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa. Harga
merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau
pendapatan bagi perusahaan. Harga merupakan unsur bauran pemasaran yang
bersifat fleksibel, artinya dapat dirubah dengan cepat (Tjiptono,2008:151). Pada
tingkat harga tertentu, bila manfaat yang dirasakan konsumen meningkat, maka
nilainya akan meningkat pula (Tjiptono,2008:152). Apabila harga yang ditawarkan
terjangkau, bersaing dan sesuai dengan kualitas produk yang dijual, maka konsumen
akan melakukan pembelian. Hasil penelitian Raf (2012), Rumagit (2013), Antari,
dkk (2014) serta Amir dan Prijati (2015) menyatakan bahwa harga berpengaruh
terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, pada penelitian Satya dan Susanta
(2010), Kantohe dan Karuntu (2014) serta Karouw, dkk (2016) menunjukkan hasil
yang berbeda, bahwa harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
5
Personal selling merupakan presentasi pribadi oleh wiraniaga perusahaan
untuk tujuan menghasilkan penjualan dan membangun hubungan konsumen, meliputi
presentasi penjualan, pameran dagang, dan program insentif (Kotler dan Armstrong,
2008:117). Presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu atau lebih calon
pembeli dengan tujuan menciptakan penjualan. Penjualan langsung terdapat kontak
pribadi secara langsung antara penjual dan pembeli. Di samping menjelaskan atau
memberitahukan terhadap produk dan membujuk calon pembeli, personal selling
juga menampung keluhan dan saran dari para pembeli sebagai umpan balik bagi
perusahaan. Personal selling menekankan aspek penjualan melalui proses
komunikasi person-to-person. Peranan personal selling cenderung bervariasi antar
perusahaan, tergantung pada sejumlah faktor seperti karakteristik produk atau jasa
yang dipasarkan, ukuran organisasi, dan tipe industry (Tjiptono,2008:224). Personal
selling yang baik dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Hal ini
sesuai dengan penelitian Sari dan Ardani (2015) yang menyatakan bahwa personal
selling berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Namun demikian, hasil
penelitian Yulianti, dkk (2013) menunjukkan bahwa personal selling tidak
berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Berdasarkan uraian tersebut, maka diperoleh hasil yang berbeda-beda (riset
gap), sehingga layak untuk dianalisis lebih lanjut. Berdasarkan uraian tersebut, maka
dibuat ringkasan hasil penelitian riset gap keputusan pembelian adalah sebagai
berikut :
6
Tabel 1.1
Research Gap Hasil Penelitian Terdahulu
Dengan Keputusan Pembelian Sebagai Variabel Terikat
Variabel Berpengaruh Tidak Berpengaruh
Lokasi Raf (2012) Satya dan Susanta (2010)
Rumagit (2013) Kantohe dan Karuntu (2014)
Antari, dkk (2014) Karouw, dkk (2016)
Widowati dan Purwanto (2014)
Wakidah (2015)
Atmosphere Nursanti dan Herlina (2012)
Rumagit (2013)
Kantohe dan Karuntu (2014)
Putri, dkk (2014)
Aminudin (2015)
Amir dan Prijati (2015)
Karouw, dkk (2016)
Keragaman Cahyani, dkk (2014)
Produk Kantohe dan Karuntu (2014)
Wakidah (2015)
Harga Raf (2012) Satya dan Susanta (2010)
Rumagit (2013) Kantohe dan Karuntu (2014)
Antari, dkk (2014) Karouw, dkk (2016)
Amir dan Prijati (2015)
Personal Sari dan Ardani (2015) Yulianti, dkk (2013)
Selling
Ringkasan Penelitian-Penelitian Terdahulu
Tabel 1.1, menunjukkan bahwa hasil penelitian lokasi, harga dan personal
selling terjadi perbedaan (research gap), disatu sisi berpengaruh, tetapi disisi lain
tidak berpengaruh. Sedangkan pada variabel atmosphere dan keragaman produk
tidak ada perbedaan penelitian. Namun demikian, penelitian ini tetap menggunakan
lokasi, atmosphere, keragaman produk, harga dan personal selling sebagai faktor
yang mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen.
7
Penelitian ini mengambil obyek pada CV. Alamindo Perkasa, Ltd, Jl.
Cendrawasih, No. 22, Perumahan Graha Kencana, Kudus. Perusahaan bergerak
dalam bidang penjualan alat-alat rumah tangga, seperti AV2 (juicer), Gizimex Presto,
Sanoya (goreng ikan), Sogozet dan Titanium (kompor gas) dan Smart Halogen
Cooker (kompor induksi). Perusahaan ini didirikan oleh Bapak Suseno Harnioto
tahun 1990. Pada awal berdiri hingga tahun 2012, omzet penjualan terus membaik,
karena pada saat itu belum ada pesaing, sehingga perusahaan menguasai penjualan
alat-alat rumah tangga di sekitarnya.
Adanya perkembangan jaman dan peningkatan taraf hidup sebagian besar
orang, maka setiap orang ingin menggunakan alat yang cepat untuk melakukan
aktivitas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, sehingga banyak orang yang
menggunakan produk-produk tersebut. Hal ini direspon oleh pelaku bisnis untuk
menjual produk yang sama dengan pelayanan yang lebih baik dan mungkin dengan
harga yang lebih rendah.
Saat ini banyak pengusaha yang membuka usaha yang sama yaitu menjual
alat-alat kebutuhan rumah tangga, diantaranya, Columbia, Jl. Pramuka No. 27,
Prioritas, Jl. Jend. Sudirman No. 5, Pakubowono 5, Jl. Bakti No. 10, Kudus. Dengan
adanya pesaing tersebut, maka berdampak pada penjualan CV. Alamindo Perkasa,
Ltd.
Berdasarkan data penjualan dari CV. Alamindo Perkasa, Ltd, Kudus, maka
dapat dilihat penjualan selama 5 tahun terakhir yaitu tahun 2011 – 2015 yaitu :
8
Tabel 1.2
Penjualan CV. Alamindo Perkasa, Ltd Kudus
Tahun 2011 - 2015
Tahun Jumlah Kenaikan
(Rp.) (%)
2011 [Link]
2012 [Link] 13,63
2013 [Link] -14,08
2014 [Link] -10,93
2015 975.900.000 -6,75
Rata-Rata [Link] -4,53
Sumber : Bagian Penjualan, CV. Alamindo Perkasa, Ltd 2016
Tabel 1.2, menunjukkan bahwa rata-rata penjualan alat-alat rumah tangga
CV. Alamindo Perkasa, Ltd, Kudus mengalami penurunan 4,53%. Walaupun tahun
2012 terjadi kenaikan sebesar 13,63%, namun demikian 3 tahun terakhir yaitu tahun
2013 – 2015 terjadi penurunan dengan penurunan terbesar pada tahun 2013 yaitu
14,08%. Banyak faktor dapat mempengaruhi penurunan penjualan, beberapa
diantaranya karena pelayanan perusahaan lain yang lebih baik, lokasinya yang
strategis, suasana dalam ruangan toko yang mungkin lebih menarik, produknya lebih
beragam, harga yang lebih murah dibandingkan CV. Alamindo Perkasa, Ltd dan
personal selling yang lebih baik.
Berdasarkan uraian di atas, maka judul yang dipilih adalah “PENGARUH
LOKASI, ATMOSPHERE, KERAGAMAN PRODUK, HARGA DAN
PERSONAL SELLING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Pada
CV. Alamindo Perkasa, Ltd di Kota Kudus)”
9
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dibuat perumusan masalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana pengaruh lokasi terhadap keputusan pembelian pada CV. Alamindo
Perkasa, Ltd di Kota Kudus?
2. Bagaimana pengaruh atmosphere terhadap keputusan pembelian pada CV.
Alamindo Perkasa, Ltd di Kota Kudus?
3. Bagaimana pengaruh keragaman produk terhadap keputusan pembelian pada CV.
Alamindo Perkasa, Ltd di Kota Kudus?
4. Bagaimana pengaruh harga terhadap keputusan pembelian pada CV. Alamindo
Perkasa, Ltd di Kota Kudus?
5. Bagaimana pengaruh personal selling terhadap keputusan pembelian pada CV.
Alamindo Perkasa, Ltd di Kota Kudus?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk menganalisis pengaruh lokasi terhadap keputusan pembelian pada CV.
Alamindo Perkasa, Ltd di Kota Kudus
2. Untuk menganalisis pengaruh atmosphere terhadap keputusan pembelian pada
CV. Alamindo Perkasa, Ltd di Kota Kudus.
3. Untuk menganalisis pengaruh keragaman produk terhadap keputusan pembelian
pada CV. Alamindo Perkasa, Ltd di Kota Kudus.
4. Untuk menganalisis pengaruh harga terhadap keputusan pembelian pada CV.
Alamindo Perkasa, Ltd di Kota Kudus.
10
5. Untuk menganalisis pengaruh personal selling terhadap keputusan pembelian
pada CV. Alamindo Perkasa, Ltd di Kota Kudus.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah :
1. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini bermanfaat bagi perusahaan sebagai bahan masukan variabel
terkait yang mempengaruhi keputusan pembelian pada CV. Alamindo Perkasa,
Ltd di Kota Kudus.
2. Bagi Universitas
Hasil penelitian ini untuk menambah wawasan ilmu pemasaran yang dapat
dijadikan sebagai bahan informasi bagi mahasiwa atau juga arsip yang dapat
dipakai untuk tolak ukur atas keberhasilan dalam penelitian pemasaran sekaligus
membekali ilmu bagi peneliti selanjutnya.
3. Bagi Peneliti
Penelitian ini untuk membandingkan teori yang didapat dibangku kuliah dengan
kenyataan yang ada di lapangan khususnya keputusan pembelian konsumen.
1.5 Sistematika Penulisan
Penelitian ini disusun dalam lima bab yang terdiri dari :
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang latar belakang masalah, perumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika
penulisan.
11
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi teori-teori yang mendukung penelitian, penelitian
terdahulu, kerangka konseptual dan hipotesis.
BAB III : METODE PENELITIAN
Pada bab ini berisi tentang variabel penelitian dan definisi
operasional, penentuan populasi dan sampel, jenis dan sumber data,
metode pengumpulan data, serta metode analisis data.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi tentang gambaran umum perusahaan, gambaran
umum responden serta analisis data.
BAB V : PENUTUP
Pada bab ini berisi tentang kesimpulan yang diperoleh serta saran
yang ingin dikemukakan.