100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
795 tayangan114 halaman

Tutorial Menggambar Data AutoCAD 3D

Tutorial ini menjelaskan tiga cara untuk menggambar data pengukuran sudut, azimuth, dan jarak di AutoCAD menggunakan (1) perintah dasar AutoCAD, (2) perintah COGO, dan (3) aplikasi tambahan survei pemetaan. Cara ketiga hanya berlaku jika AutoCAD sudah diinstal aplikasi tersebut.

Diunggah oleh

Rudi Hendrayana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
795 tayangan114 halaman

Tutorial Menggambar Data AutoCAD 3D

Tutorial ini menjelaskan tiga cara untuk menggambar data pengukuran sudut, azimuth, dan jarak di AutoCAD menggunakan (1) perintah dasar AutoCAD, (2) perintah COGO, dan (3) aplikasi tambahan survei pemetaan. Cara ketiga hanya berlaku jika AutoCAD sudah diinstal aplikasi tersebut.

Diunggah oleh

Rudi Hendrayana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tutorial AutoCAD Map 3D

Cara Menggambar Data Pengukuran Sudut,


Azimuth & Jarak (Disertai Contoh Laporan
Pengamatan Alat Pengukur Sudut)
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD MAP

3 cara mengggambar data pengukuran sudut, azimuth, dan jarak. Data bisa
diperoleh dari hasil pengamatan alat pengukur sudut seperti Theodolite, Total
Station, atau yang lainnya.

Sebelum mulai, coba perhatikan contoh laporan pengamatan alat pengukur


sudut berikut ini.

Bingung? Gak ngerti maksudnya?

Atau biasa saja?

Bagi anda yang belum mengerti, tenang saja. Praktekkan dulu tutorialnya dari
awal sampai akhir. Semoga nanti bisa paham.

Mohon maap, tutorial ini hanya fokus ke cara menggambarnya. Jadi saya
tidak akan menjelaskan cara membaca data ukur apalagi cara mengukur di
lapangan.

Bagi anda yang sudah terbiasa dengan data-data seperti diatas, mari kita
tingkatkan produktifitas dan kecepatan anda dalam menggambar di AutoCAD
dengan mempelajari tutorial di bawah ini.
A. Cara Biasa Dan Lama
Inilah cara yang paling lama. Tetapi tetap harus anda kuasai.

Lho kenapa?

Karena cara ini bisa anda gunakan di AutoCAD versi apapun. Fitur yang
digunakan adalah bawaan default AutoCAD semua versi.

Jika suatu saat anda harus menggambar di AutoCAD biasa (Misalnya


AutoCAD 2007), maka tidak menjadi masalah.

Mari kita mulai tutorialnya. Semua data menggunakan Tabel Contoh Data
Ukur Sudut Dan Jarak diatas.

A1. Mengatur (Setting) Drawing Units dan Direction Control


1. Klik menu Format > pilih Units.

2. Pada kotak dialog Drawing Units, Length Type pilih Decimal dan Precision
pilih 0.00. Pada bagian Angle, Type pilih Deg/Min/Sec | Precision pilih
0d00’00” | Kotak Clockwise pastikan tercentang. Pada bagian Insertion scale
pilih Meters.

3. Klik tombol Direction.

4. Pada kotak dialog Direction Control, Base Angle pilih North. Kemudian klik
OK. Supaya lebih jelas lihat gambar dibawah ini.
A2. Menggambar Data Pengukuran Sudut Azimuth Dan Jarak
1. Pada command prompt ketikkan perintah PL > enter.

2. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify start point:


Masukkan 250000,1600000 > enter.

3. Pada Command prompt akan muncul permintaan Specify next point or


[Arc/Halfwidth/Length/Undo/Width], masukkan data dengan format
@90<60d40’20” > enter.

4. Tekan lagi enter.

Rangkuman perintah diatas yang harus dimasukkan untuk menggambar Titik


P1 dan P2

PL
250000,1600000
@90<60d40’20”

A3. Menggambar Data Pengukuran Sudut Dan Jarak


1. Pada command prompt ketikkan perintah PL > enter

2. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify start point:, klik
Titik P2 (Aktifkan SNAP agar akurat)
3. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify next point or
[Arc/Halfwidth/Length/Undo/Width], klik Titik P1 > enter

4. Klik garis yang baru dibuat.

5. Pada command prompt ketikkan perintah RO > enter.

6. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify base poin, klik
Titik P2

7. Pada command prompt akan muncul perintaan Specify rotation angle or


[Copy/Reference], masukkan 200d30’20” > enter.

8. Pada command prompt ketikkan perintah LEN > enter.

9. Pada command prompt akan muncul permintaan Select an object or


[DElta/Percent/Total/DYnamic], ketikkan TOTAL > enter.

10. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify total length or
[Angle], masukkan 120 > enter.

11. Pada command prompt akan muncul permintaan Select an object to


change or [Undo], klik ujung garis P3.

Rangkuman perintah diatas yang harus dimasukkan untuk menggambar Titik


P3

PL
Klik Titik P2
Klik Titik P1
Klik garis
RO
Klik Titik P2
200d30’20”
LEN
TOTAL
120
Klik Ujung Garis

Rangkuman perintah yang harus dimasukkan untuk menggambar Titik P4


PL
Klik Titik P3
Klik Titik P2
Klik garis
RO
Klik Titik P3
160d20’20”
LEN
TOTAL
80
Klik Ujung Garis

B. Menggunakan COGO Commands (Coordinate


Geometry)
Inilah cara yang paling cepat. Inilah favorite saya. Easy and simple.

COGO commands adalah fitur bawaan AutoCAD Map. Didesain khusus untuk
input data survey. Iya, ini khusus untuk anda para surveyor.

Di AutoCAD Map 2009, COGO commands yang tersedia adalah:

1. Untuk menggambar Angle and Distance, dengan command prompt ‘AD

2. Untuk menggambar Bearing and Distance, dengan command prompt ‘BD

3. Untuk menggambar Deflection and Distance, dengan command prompt ‘DD

4. Untuk menggambar Azimuth and Distance, dengan command prompt ‘ZD

Di AutoCAD Map 2010 keatas, selain empat yang diatas juga ditambahkan:

5. Untuk menggambar Bearing and Bearing, dengan command prompt ‘BB

6. Untuk menggambar Distance and Distance, dengan command prompt


‘DDIST

7. Untuk menggambar Orthogonal and Offset, perintah hanya dapat diakses


melalui kotak dialog MAPCOGO
8. Inverse Report untuk mendapatkan informasi hubungan antara 2 titik.
perintah hanya dapat diakses melalui kotak dialog MAPCOGO

Untuk menggambar Data dari contoh tabel diatas, kita hanya perlu 2 COGO
saja.

Azimuth and Distance, dengan command prompt ‘ZD


Angle and Distance, dengan command prompt ‘AD

Berikut ini adalah cara menggunakan COGO tersebut.

B1. Menggambar Data Pengukuran Azimuth Dan Jarak Serta


Sudut Dan Jarak
1. Pada command prompt ketikkan perintah PL > enter.

2. Pada command prompt akan muncul permintaan permintaan Specify start


point:, masukkan koordinat Titik P1 (250000,1600000 > enter)

3. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify next point or


[Arc/Halfwidth/Length/Undo/Width]:, ketikkan perintah ‘ZD > enter

4. Pada command prompt akan muncul permintaan Enter azimuth:,


masukkan sudut Titik P1 (60d40’20” > enter)

5. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify distance:,


masukkan jarak Titik P1 ke P2 (90 > enter)

6. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify next point or


[Arc/Halfwidth/Length/Undo/Width]:, ketikkan perintah ‘AD > enter

7. Pada command prompt akan muncul permintaan Enter angle: , masukkan


sudut Titik P2 (200d30’20” > enter)

8. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify distance:,


masukkan jarak Titik P2 ke P3 (120 > enter)

9. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify next point or


[Arc/Halfwidth/Length/Undo/Width]:, ketikkan perintah ‘AD > enter

10. Pada command prompt akan muncul permintaan Enter angle:, masukkan
sudut Titik P3 (160d20’20” > enter)
11. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify distance:,
masukkan jarak Titik P3 ke P4 (80 > enter)

12. Penggambaran selesai. Silahkan tekan lagi enter.

13. Apabila hasil penggambaran tidak terlihat ditengah layar AutoCAD, maka
pada command prompt ketikkan perintah z > enter > e > enter.

Kalau pusing lihat yang diatas, coba lihat penyajian yang sederhana dibawah
ini. Pada command prompt ketikkan perintah dibawah ini secara berurutan
dan gunakan enter untuk pergantian setiap baris.

Rangkuman perintah diatas yang harus dimasukkan untuk menggambar Titik


P1, P2, P3, dan P4

PL
250000,1600000
‘ZD
60d40’20”
90
‘AD
200d30’20”
120
‘AD
160d20’20”
80

C. Menggunakan Aplikasi Tambahan


Cara ini khusus digunakan bagi anda yang AutoCAD Map nya sudah diinstal
aplikasi tambahan survey pemetaan.

Jika belum, mohon maap anda belum bisa menggunakan cara ini.

Command survey pemetaan yang akan kita gunakan adalah:

POLARSURVEY untuk menggambar Azimuth dan Jarak


POLARA untuk menggambar Sudut dan Jarak (Sudut searah jarum jam)

Untuk menggunakan kedua command tersebut, ikuti tutorial dibawah ini.


C1. Menggambar Data Azimuth Dan Jarak
1. Klik menu Pemetaan. Kemudian pilih Gambar Polar Azimuth. Bisa juga
melalui command prompt dengan mengetikkan perintah POLARSURVEY

2. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan Titik Basis,


masukkan koordinat Titik P1 (250000,1600000 > enter)

3. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan Identitas Titik,


ketikkan P2 > enter

4. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan Azimut


(derajat), ketikkan 60 > enter

5. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan Azimut


(menit), ketikkan 40 > enter

6. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan Azimut (detik),


ketikkan 20 > enter

7. Pada command prompt akan muncul permintaan Jarak Dari Titik Basis,
ketikkan 90 > enter

8. Untuk mengakhiri penggunaan POLAR SURVEY tekan enter.

Rangkuman perintah diatas yang harus dimasukkan untuk menggambar Titik


P1 dan P2

POLARSURVEY
250000,1600000
P2
60
40
20
90

C2. Menggambar Data Sudut Dan Jarak


1. Klik menu Pemetaan. Kemudian pilih Polar Dengan Sudut Searah Jarum
Jam. Bisa juga melalui command prompt dengan mengetikkan perintah
POLARA
2. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan Titik basis.
Klik Titik P2 (Aktifkan SNAP agar akurat)

3. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan Titik acuan.


Klik Titik P1 (Aktifkan SNAP agar akurat)

4. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan identitas titik.


Ketikkan P3 > enter

5. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan sudut


(derajat). Ketikkan 200 > enter

6. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan sudut (menit).


Ketikkan 30 > enter

7. Pada command prompt akan muncul permintaan Masukkan sudut (detik).


Ketikkan 20 > enter

8. Pada command prompt akan muncul permintaan Jarak Dari Titik Basis.
Ketikkan 120 > enter

9. Tekan lagi enter.

Rangkuman perintah diatas yang harus dimasukkan untuk menggambar Titik


P3

POLARA
Klik Titik P2
Klik Titik P1
P3
200
30
20
120

Rangkuman perintah yang harus dimasukkan untuk menggambar Titik P4

POLARA
Klik Titik P3
Klik Titik P2
P4
160
20
20
80

D. Penutup
Jika anda memproses data pengukuran sudut, azimuth dan jarak menjadi titik
koordinat, maka untuk cara menggambar-nya di AutoCAD gunakan Cara
Menggambar Bidang Menggunakan Data Koordinat ini.

Boleh tahu cara mana yang anda gunakan? Atau anda punya cara lain selain
cara diatas? Kirimkan komentar anda melalui form kontak. Saya akan
membaca kiriman anda. Kalau menarik, akan saya tambahkan di artikel ini.

Satu hal lagi. Jika artikel ini bermanfaat, tolong bagikan kepada saudara atau
teman anda. Saya mendapat kebaikan dengan menulis ilmu dan anda
mendapat kebaikan dengan menjadi perantara ilmu bagi saudara dan teman
anda.

Silahkan klik tombol sosial media disamping atau dibawah. Semoga


bermanfaat.

Cara Membuat Sistem Koordinat Baru Di


AutoCAD Map (Define Coordinate System)
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD MAP
Tutorial
ini akan menunjukan Cara Membuat Sistem Koordinat Baru di AutoCAD Map.
Selain itu anda bisa melihat contoh cara membuat kategori baru dan sistem
Koordinat TM3 Zone 50.1 di AutoCAD Map. Semua parameter TM3 yang
dijadikan contoh, sudah mengacu kepada ketentuan yang ada. Anda bisa
membaca Referensi Koordinat TM3 dibagian paling bawah.

Mendefinisikan sistem koordinat baru terkadang diperlukan ketika kita


bekerja dengan peta-peta digital di AutoCAD Map. Untunglah AutoCAD Map
menyediakan fitur bagi penggunanya untuk mendefinisikan sistem koordinat
baru sesuai dengan parameter yang diinginkan.

Sebelum mendefinsikan sistem koordinat yang baru, kita harus tahu semua
parameter dan ketentuan dari sistem koordinat yang akan kita buat. Misalnya
harus tahu datum-nya, satuannya, jenis proyeksi, faktor skala, dan central
meridian-nya. Kalau kita tidak tahu parameternya, kita tidak akan bisa
mengisi form yang disediakan AutoCAD Map. Otomatis kalau form tidak
terisi, tidak akan ada sistem koordinat baru yang terbentuk.
Cara Membuat Kategori Baru Untuk Sistem
Koordinat Baru
1. Jalankan Program AutoCAD Map sebagai administrator. Langkah pertama
ini sangat penting, karena kalau kita tidak menjalankan AutoCAD Map
sebagai administrator, proses pembuatan kategori dan sistem koordinat baru
akan error dan tidak akan berhasil. Untuk menjalankan sebuah program
sebagai administrator, caranya adalah pada window desktop, klik kanan icon
program kemudian pilih Run as administrator. Untuk lebih jelas lihat gambar
dibawah ini.

2. Klik menu Map > Tools > Define Global Coordinate System… atau bisa juga
melalui command prompt dengan mengetik ADEDEFCRDSYS kemudian
enter.

3. Pada kotak dialog Global Coordinate System Manager, klik Category


Manager…

4. Pada kotak dialog Coordinate System Category Manager, klik New…

5. Akan muncul kotak dialog New Category. Pada Category Name: isi nama
kategori sesuai dengan yang kita inginkan. Sebagai contoh saya
mengisikan Koordinat TM3. Kemudian klik OK.

6. Pada kotak dialog Coordinate System Category Manager akan muncul nama
kategori yang kita buat tadi. Kalau kategori baru sudah masuk berarti
langkahnya sudah betul, maka selanjutnya klik Close.
7. Pada kotak dialog Global Coordinate System Manager, klik Close.

Cara Membuat Sistem Koordinat Baru


Sebagai contoh, saya akan membuat sistem koordinat TM3 Zone 50.1
(Wilayah Kalimantan Selatan). Referensi, parameter, dan ketentuan mengenai
sistem koordinat TM3 bisa anda baca dibagian bawah dengan judul Referensi
Koordinat TM3.

Tahapan Membuat Koordinat Baru di AutoCAD Map

1. Jalankan Program AutoCAD Map sebagai administrator. Caranya lihat


langkah nomor 1 diatas.

2. Klik menu Map > Tools > Define Global Coordinate System… atau bisa juga
melalui command prompt dengan mengetik ADEDEFCRDSYS kemudian
enter.

3. Pada kotak dialog Global Coordinate System Manager, silahkan pilih


kategori sesuai yang kita inginkan. Sebagai contoh saya memilih kategori yang
sudah saya buat pada tahapan diatas yaitu Koordinat TM3. Langkah
selanjutnya adalah klik Define…

4. Akan muncul kotak dialog Define Global Coordinate System. Untuk


pengisian parameter silahkan ikuti petunjuk dibawah.

Code:, harus unik, tidak boleh sama dengan nama koordinat yang sudah ada.
Karakter yang bisa dimasukkan A-Z ; a-z ; 0-9 ; – (dash) ; _ (underscore).

Units:, silahkan pilih sesuai dengan parameter sistem koordinat yang kita
buat.

Description:, bisa diisi bebas dan tidak harus unik. Yang penting bisa
menggambarkan sistem koordinat baru yang kita buat

Pada Coordinate System Type, silahkan pilih sesuai dengan parameter


sistem koordinat yang kita buat. Geodetic atau Non-geodetic. Kemudian untuk
memilih Datum: klik tombol Select…

Dibawah ini adalah contoh pengisian tab General untuk Koordinat TM3 Zone
50.1 (Semua parameter lihat dibagian judul Referensi Koordinat TM3)
Pada tab Projection, silahkan isi sesuai dengan parameter sistem koordinat
yang kita buat.

Dibawah ini adalah contoh pengisian tab Projection TM3 Zone 50.1 (Semua
parameter lihat dibagian judul Referensi Koordinat TM3).
5. Kalau semua parameter sudah terisi, silahkan klik OK.

6. Pada kotak dialog Global Coordinate System Manager, akan muncul


deskripsi dari sistem koordinat yang baru saja dibuat. Selanjutanya klik Close.

Referensi Koordinat TM3 (Transverse Mercator


TM 3º)
Ketentuan mengenai Sistem Koordinat TM3 mengacu kepada Peraturan
Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Tentang
Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang
Pendaftaran Tanah Pasal 3 (PMNA No. 3 Tahun 1997 Pasal 3). Adapun bunyi
mengenai setiap Ayat dari Pasal 3 bisa anda baca dibawah ini.

(1) Sistem koordinat nasional menggunakan sistem koordinat proyeksi


Transverse Mercator Nasional dengan lebar zone 3° (tiga derajat) dan
selanjutnya dalam Peraturan ini disebut TM-3°.

(2) Meridian sentral zone TM-3° terletak 1,5° (satu koma lima derajat) di
timur dan barat meridian sentral zone UTM yang bersangkutan.
(3) Besaran faktor skala di meridian sentral (k) yang digunakan adalah
0,9999.

(4) Titik nol semu yang digunakan adalah timur (x) = 200.000 meter, dan
utara (y) = 1.500.000 meter.

(5) Model matematik bumi sebagai bidang referensi adalah spheroid pada
datum WGS-1984 dengan parameter a = 6.378.137 meter dan f =
1/298,25722357.

(6) Penggunaan sistem proyeksi lain hanya diperkenankan dengan


persetujuan Menteri.

Untuk penomoran zone mengacu kepada PMNA No.3 Tahun 1997 Pasal 16
Ayat 2, yang berbunyi:

(2) Penomoran zone mengacu pada nomor zone UTM, penomoran terdiri dari
tiga digit dimana dua digit pertama berisi nomor zone UTM dan digit terakhir
merupakan letak zone TM-3° sebagaimana tercantum dalam lampiran 5.

Untuk membaca peraturan selengkapnya, silahkan download di Peraturan


Menteri Negara Agraria Nomor 3 Tahun 1997 (Anda akan download
langsung di situs Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional).

Penomoran Zone dalam TM3º di Wilayah Indonesia

No Zone TM3º Batas Zone Meredian Tengah

46.2 093 – 096º 094º 30 ‘

47.1 096 – 099º 097º 30 ‘

47.2 099 – 102º 100º 30 ‘

48.1 102 – 105º 103º 30 ‘

48.2 105 – 108º 106º 30 ‘


49.1 108 – 111º 109º 30 ‘

49.2 111 – 114º 112º 30 ‘

50.1 114 – 117º 115º 30 ‘

50.2 117 – 120º 118º 30 ‘

51.1 120 – 123º 121º 30 ‘

51.2 123 – 126º 124º 30 ‘

52.1 126 – 129º 127º 30 ‘

52.2 129 – 132º 130º 30 ‘

53.1 132 – 135º 133º 30 ‘

53.2 135 – 138º 136º 30 ‘

54.1 138 – 141º 139º 30 ‘

Setiap zone memiliki nilai central meridian yang berbeda, oleh karena itu
harus didefinisikan berbeda. Kalau kita mau membuat sistem koordinat TM3
untuk setiap zone, maka lakukan langkah pembuatan untuk setiap zone
seperti langkah pembuatan sistem koordinat untuk zona 50.1 diatas. Bedanya
nanti hanya di nilai meridian central-nya.

Jadi kalau anda mau membuat sistem koordinat TM3 untuk wilayah anda,
lihat wilayah anda di Peta Indonesia masuk ke batas zone yang mana. Setelah
itu lihat meridian tengah pada tabel diatas untuk batas zone wilayah anda
nilainya berapa.

Kalau anda tidak mau repot-repot membuat sistem koordinat TM3, tetapi
ingin melakukan transformasi koordinat dari TM3 ke UTM atau sebaliknya,
atau transformasi dari TM3 ke Geografis (Lintang Bujur) atau sebaliknya,
anda bisa menggunakan aplikasi transformasi koordinat online di Asifah
dengan cara klikKonversi Koordinat Online

Bagi anda pengguna aplikasi dari BPN seperti GeoKKPWeb, maka Koordinat
TM3 untuk setiap zone sudah terdefiniskan dengan baik di AutoCAD Map
anda. Anda hanya tinggal menggunakan. Bagi anda pengguna AutoCAD Map
yang belum diinstall aplikasi tambahan, maka anda bisa menggunakan cara
diatas untuk membuat sistem koordinat TM3 ataupun sistem koordinat lain.

Cara Plotting Peta Tidak Ber Koordinat Dengan


Rubber Sheet
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD MAP

Inilah Cara Plotting Peta Tidak Ber Koordinat Dengan Rubber Sheet di
AutoCAD Map. Tutorial ini akan menjelaskan setiap langkah yang harus
dilakukan untuk memasukkan sebuah gambar DWG yang belum ada
koordinat dan orientasi, ke gambar DWG lain yang sudah ada koordinatnya.

Sebuah gambar yang belum ada koordinat dan belum betul orientasinya, bisa
didapatkan dari hasil digitasi atau dari hasil penggambaran data ukur yang
kurang lengkap. Atau bisa juga dari peta hasil software-software pemetaan
digital selain AutoCAD yang belum berkoordinat atau bisa jadi beda sistem
koordinatnya.

Untuk melakukan plotting dengan Rubber Sheet diperlukan minimal 2 titik


refernsi. Makin banyak titik referensi makin baik hasilnya. Apabila di peta
tempat kita akan plotting tidak bisa mendapatkan minimal 2 titik referensi,
maka kita bisa mencoba menggunakan bantuan citra yang sudah ada
koordinatnya untuk mendapatkan titik referensi.

Apabila dengan bantuan citra pun kita tetap tidak dapat titik referensi, maka
mau tidak mau kita harus ke lapangan untuk mendapatkan minimal 2 titik.
Untuk hasil plotting dengan ketelitian tinggi, sebaiknya pengambilan titik
koordinat yang akan dijadikan referensi, menggunakan GPS dengan ketelitian
tinggi, seperti dengan GPS Geodetik atau CORS. (Silahkan baca juga: Cara
Transfer Data GPS)

Fitur Rubber Sheet adalah tool dasar bawaan AutoCAD Map. Saya sudah cek
di AutoCAD yang bukan khusus untuk pemetaan seperti AutoCAD 2007, fitur
bawaannya tidak ada Rubber Sheet. Jadi kalau mau mencoba
mempraktekkan tutorial AutoCAD ini, anda harus menggunakan AutoCAD
Map.
Dibawah ini adalah contoh gambar Latihan Rubber [Link] (kanan)
yang akan di plot ke gambar [Link] (kiri). Gambar sebelah kanan
(1234) ukurannya lebih besar dari gambar sebelah kiri (1A2A3A4A), belum
betul titik koordinat dan juga orientasinya. Referensi untuk titik 1 adalah 1A,
titik 2 adalah 2A, titik 3 adalah 3A, dan titik 4 adalah 4A.

Tahapan Cara Plotting Peta Dengan Rubber Sheet


1. Buka peta yang akan kita jadikan tempat untuk plotting (saya menggunakan
file [Link])

2. Buka peta atau file dwg yang akan kita plotting (Dalam tutorial ini saya
menggunakan file Latihan Rubber [Link])

3. Blok atau pilih semua objek yang akan kita plot. Caranya bisa menggunakan
kursor. Tips apabila kita ingin memilih semua objek yang ada di layar dengan
cepat dan tanpa ada yang terlewat maka bisa menggunakan menu Edit >
Select All atau tekan Ctrl+A pada keyboard.

4. Setelah semua objek terpilih, klik kanan di layar penggambaran kemudian


pilih Copy atau bisa juga melalui menu Edit > Copy.

5. Buka window peta yang akan kita jadikan tempat untuk plotting. Caranya
klik menu Window kemudian pilih nama file nya (Contoh dalam tutorial ini
adalah [Link]).

6. Arahkan kursor ke dekat area tempat bidang akan diplot, kemudian klik
kanan > plih Paste atau klik menu Edit kemudian Paste. Arahkan lagi kursor
ke dekat area tempat bidang akan diplot kemudian klik kiri. (Kita juga bisa
memilih Paste as Block, tetapi saya sudah beberapa kali uji coba
menggunakan Paste biasa hasilnya lebih akurat dari Paste as Block)

7. Pilih menu Map > Tools > Rubber Sheet atau bisa juga melalui
Command prompt dengan mengetik perintah ADERSHEET.

8. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 1:, klik
ujung bidang titik ke-1.

9. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 1:,


klik ujung bidang titik 1A.

10. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 2:, klik
ujung bidang titik ke-2.

11. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 2:,
klik ujung bidang titik 2A

12. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 3:, klik
ujung bidang titik ke-3.

13. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 3:,
klik ujung bidang titik 3A

14. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 4:, klik
ujung bidang titik ke-4.

15. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 4:,
klik ujung bidang titik 4A.

16. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 5:, karena
kita hanya akan menggunakan 4 titik referensi maka langsung tekan enter
saja.

17. Pada Command prompt akan muncul permintaan Select objects by


[Area/Select]:, maka ketik saja pada Command
prompt S atau Select kemudian enter.

18. Pada Command prompt akan muncul permintaan Select objects: dan
kursor berubah menjadi kotak kecil yang siap digunakan untuk memilih objek.
Pilih objek yang akan diplot dengan cara klik kiri semua objek (Contoh yang
dipilih dalam tutorial ini adalah bidang 1234).
19. Pada Command prompt akan muncul permintaan Select objects: lagi.
Karena objek sudah dipilih dan tidak ada lagi objek yang akan di Rubber Sheet
pada proses ini, maka tekan saja enter.

20. Kalau langkah-langkahnya sudah benar maka gambar bidang 1234 akan
masuk ke bidang 1A2A3A4A. Sebagai contoh lihat gambar di bawah ini.

Kalau sudah mempraktekkan tutorial diatas, anda bisa membedakan kalau


menggunakan Rubber Sheet hasil plotting akan lebih baik jika dibandingkan
dengan plotting yang hanya menggunakan fitur kombinasi dari Move, Rotate,
dan Scale yang dilakukan satu persatu secara berurutan. Selain itu, dengan
Rubber Sheet langkah plotting sebenarnya lebih mudah. (Silahkan pelajari
juga: Tahapan Digitasi Dengan Rubber Sheet)

Akurasi hasil plotting dengan Rubber Sheet akan dipengaruhi oleh jumlah
titik referensi yang digunakan, sebaran titik referensi (makin menyebar makin
baik), dan akurasi ketika mengambil/ mengklik titik referensi (untuk
meminimalkan hal ini pastikan mode snap untuk Endpoint aktif).
Cara Merubah Peta Dari Format ArcView Menjadi
Format AutoCAD
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Tutorial Cara Merubah Peta Dari Format ArcView Menjadi Format AutoCAD
ini merupakan bagian dari tutorial autocad map pilihan. Saya menuliskan
tutorial ini, karena pernah ditanyakan oleh teman saya.

Dulu ketika mau mengolah data untuk kepentingan skripsi, data spasial yang
dia peroleh berformat ArcView, sementara software yang dia gunakan untuk
mengolah data spasial adalah AutoCAD Map.

Sebenarnya ada banyak cara untuk merubah format data spasial tersebut.
Adapun yang akan saya uraikan merupakan salah satu cara saja yang mudah-
mudahan bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk menyelesaikan kasus
diatas.

Tehnik yang saya gunakan untuk merubah format data spasial tersebut
menggunakan bantuan Software MapInfo Professional. Jadi tehnik ini bisa
anda gunakan jika software MapInfo sudah terinstal dalam komputer yang
anda gunakan.

Lalu seperti apakah cara yang saya maksud tersebut, langsung simak saja
tutorial dibawah ini.

Tahapan Merubah Format ArcView Menjadi


AutoCAD
1. Buka program MapInfo Professional, jika muncul form dialog pilih saja
Cancel.

2. Klik menu Tools > Universal Translator > Universal Translator. Apabila
berhasil akan muncul form dialog seperti dibawah ini.
3. Pada bagian Source , Format pilih ESRI Shape ; pada bagian File cari
dimana kita menyimpan peta tersebut (Peta dalam format Arcview/ *.shp).

Pada bagian Destination, Format pilih MapInfo TAB ; pada bagian Directory,
cari dimana kita akan menyimpan peta hasil proses ini. Pada bagian Log,
biarkan saja seperti default nya.

4. Klik OK. Apabila prosesnya berhasil maka akan ada pesan yang berbunyi
Translation succesful!

5. Langkah selanjutnya adalah merubah peta hasil translasi tadi (format


MapInfo / *.TAB) menjadi format AutoCAD / *.CAD. Adapun langkah-
langkahnya sama dengan proses translasi yang pertama (untuk lebih jelasnya,
ikuti tahap selanjutnya).

6. Pada bagian Source , Format pilih MapInfo TAB ; pada bagian File cari
dimana kita menyimpan peta hasil translasi (Peta dalam format MapInfo/
*.tab).

Pada bagian Destination, Format pilih AutoCAD DWG/DXF ; pada bagian


Directory cari dimana kita akan menyimpan peta hasil proses ini. Adapun File
Type pilih saja DWG.

Pada bagian Log, biarkan saja seperti default nya. Untuk memberikan
gambaran lihat tampilan dibawah ini.
7. Klik OK. Proses translasi berjalan otomatis, apabila berhasil akan muncul
pesan Translation succesful!

8. Proses untuk merubah peta dari format Arcview menjadi format AutoCAD
selesai.

Untuk memastikan hasil perubahan ini, buka saja program AutoCAD. Apabila
ingin melihat hasil dari proses yang saya lakukan ketika membuat tutorial ini,
lihat gambar dibawah.

Yang perlu menjadi catatan adalah:


1. Sebenarnya ArcView mempunyai fasilitas Export yang bisa digunkan untuk
merubah File berformat ArcView menjadi File berformat lain (misalnya
Windows bitmap, Windows metafile, dll), akan tetapi pilihan format AutoCAD
/ *.dwg / *.dxf tidak tersedia.
(ArcView yang saya gunakan versi 3.3, adapun versi lain saya belum pernah
mencobanya, jadi belum tahu apakah tersedia pilihan AutoCAD / *.dwg / *.dxf
atau tidak).

2. AutoCAD yang saya gunakan adalah AutoDesk Map 2004. Sebenarnya


AutoDesk Map 2004 ini juga mempunyai fasilitas Import yang bisa digunakan
untuk merubah Peta dalam format lain (misalnya format ArcView) menjadi
format AutoCAD.

Akan tetapi ketika saya mencobanya, file berformat ArcView 3.3 ini tidak bisa
dibuka (versi lain belum pernah mencoba).

3. Ketika menggunakan fasilitas Universal Translator milik MapInfo, Peta


dalam format selain MapInfo hanya bisa dirubah menjadi format MapInfo.
Baru setelah jadi format MapInfo peta tersebut bisa dirubah menjadi format
lain (intinya tidak bisa langsung).

Saat ini (Tahun 2015), untuk merubah peta format ArcView


menjadi AutoCAD saya merekomendasikan cara di
tutorial Convert SHP to DWG.

Demikian tutorial Cara Merubah Peta Dari Format Arcview Menjadi Format
AutoCAD ini, mudah-mudahan bermanfaat terutama bagi yang sedang belajar
AutoCAD untuk pemetaan digital.

Cara Menggabungkan Peta Yang Posisinya


Bersebelahan (Matching Map Edges)
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD MAP

Ingin menggabungkan peta? Ikuti cara menggabungkan peta yang posisinya


bersebelahan (matcing map edges) berikut ini agar prosesnya efektif dan
hasilnya baik.

Penggabungan peta akan dilakukan dengan menggunakan AutoCAD Map.

Jangan khawatir, semua fitur yang digunakan adalah fitur bawaan default
AutoCAD Map. Tidak perlu install software atau plugin tambahan.

Cara yang digunakan dalam tutorial ini, secara garis besar terdiri dari tiga
langkah yaitu:
Pertama, menempatkan peta agar bersebelahan.
Kedua, mengoreksi node agar ada diposisi yang sama.
Ketiga, menjadikan line atau polyline satu entity.

Tenang, ketiga langkah tersebut akan dijelaskan secara bertahap dibawah ini.
Silahkan lanjutkan membaca…

Tahapan Cara Menggabungkan Peta (Matching


Map Edges)
Tahapannya ada 10. Walaupun dibagi kedalam tiga langkah besar, namun
penomoran tetap dilanjutkan. Jadi total ada 10 langkah. Silahkan ikuti
langkah ke-1 sampai dengan ke-10 untuk mendaptkan hasil yang baik.

Perlu diketahui kalau peta Lembar1 dan Lembar2 yang dijadikan


contoh dalam tutorial ini sudah memiliki koordinat.

Menempatkan peta agar bersebelahan


1. Buka gambar yang akan digabungkan. Dibawah ini adalah contoh gambar
Lembar1 dan Lembar2 yang akan digabungkan.

2. Masuk ke window [Link] dengan cara klik menu Window > Klik
nama file.
3. Pilih (select) seluruh objek yang ada di [Link] dengan cara membuat
corner dari kanan bawah kotak hijau ke kiri atas kotak hijau sampai seluruh
objek terpilih.

Jika anda yakin dilayar penggambaran tidak ada objek lain selain
yang didalam kotak hijau, pemilihan objek bisa juga dengan cara
tekan Ctrl+A pada keyboard.

4. Setelah yakin semua objek terpilih, silahkan klik kanan dilayar


penggambaran, kemudian pilih Copy.

Jika anda akan menggabungkan peta yang belum berkoordinat,


maka pada tahap ke-4 ini pilih Copy with Base Point, kemudian
klik ujung kotak hijau yang sebelah kanan bawah.

5. Masuk ke window [Link] dengan cara klik menu Window > Klik
nama file.

6. Klik kanan dilayar penggambaran [Link] kemudian pilih Paste to


Original Coordinates. Hasilnya akan terlihat seperti gambar dibawah ini.

Jika peta yang akan digabungkan belum berkoordinat, maka


pada tahap ke-6 ini pilih Paste biasa, kemudian klik ujung kotak
hijau sebelah kiri bawah gambar Lembar1. Intinya bagaimana
caranya agar letak kedua lembar menjadi bersebelahan.

Mengoreksi node agar ada diposisi yang sama


Proses penggabungan peta belum selesai, karena kalau kita perbesar objek-
objek diperbatasan lembar 1 dan 2, ada yang belum menyatu dengan baik.
Garis-garis yang harusnya terhubung, ujungnya belum ada di posisis node
yang sama. Untuk itu silahkan lanjutkan ke tahap berikutnya.

7. Matikan layer yang memuat garis kotak hijau agar tidak menggangu proses
pada tahapan selanjutnya.

8. Klik menu Map > Tools > Drawing Cleanup atau bisa juga melalui
command prompt dengan mengetikkan perintah mapclean

9. Pada kotak dialog Drawing Clenaup yang sudah muncul lakukan


pengaturan sebagai berikut.

a. Pada bagian objects to include, pilih option Select all, kemudian klik Next.

b. Pada bagian Cleanup Actions pilih Snap Clustered Nodes, kemudian klik
Add.

c. Pada bagian Tolerance isi dengan angka tertentu. Angka ini harus lebih
besar dari gap yang ada diantara garis yang harusnya bertemu.

d. Pada bagian Options pilih Automatic. Kemudian klik Next.

e. Contoh hasil pengaturan bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

f. Pada bagian Cleanup Method, pilih opsi Modify original objects. Kemudian
klik Finish.
Sampai dengan tahap ini, seharusnya semua ujung garis sudah ada diposisi
node yang sama.

Kalau ada yang belum bertemu, berarti tidak masuk tolerance. Untuk itu
silahkan ulangi drawing cleanup diatas, kemudian set tolerance lebih besar.

Kalau semua ujung garis sudah bertemu, silahkan lanjutkan ke tahap


berikutnya.

Menjadikan line atau polyline satu entity


10. Semua ujung garis sudah bertemu, tetapi belum menjadi satu entity.

Misalnya garis salah satu sisi bidang menjadi 2 polyline.

Untuk menjadikan polyline satu entity,

pada command prompt ketikkan PE > M > pilih objek yang ada di perbatasan
lembar dengan membuat corner dari kanan bawah, ke kiri atas atau klik satu
persatu polyline yang ingin dijadikan satu entity > kemudian enter > join > 0
> enter > enter.

Cek semua polyline yang ada diperbatasan lembar seperti gambar dibawah ini
(Dalam gambar dibawah ini, garis diperbatasan lembar sudah menjadi satu
entity).
Jika pada perbatasan lembar gambar anda ada objek line dan
polyline, maka untuk objek line akan ada permintaan [Convert
Lines and Arcs to polylines [Yes/No]?].

Jika permintaan tersebut muncul, ketik saja Yes. Namun jika


hanya ada polyline, maka langkahnya persis langkah ke-10 ini.

Cara Memotong Peta Dengan Cepat


POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD MAP

Cara memotong peta dengan cepat di AutoCAD Map bisa kita lakukan dengan
menggunakan tools boundary trim. Tutorial ini akan menunjukkan tahapan
dan pengaturan dalam menggunakan boundary trim untuk keperluan
pemotongan peta yang jumlah objeknya banyak.

Jika kita memerlukan bagian dari sebuah peta digital yang jumlah objeknya
sampai ratusan ribu, maka menggunakan tool trim biasa akan sangat tidak
efektif. Untuk meningkatkan produktifitas dan menyederhanakan keperluan
pemotongan peta yang kompleks, maka AutoCAD Map menyediakan tool
boundary trim bagi penggunanya.

Pemotongan peta digital yang kompleks bisa dilakukan untuk berbagai


keperluan seperti presentasi, mencetak peta digital, berbagi sebagian data
yang ada pada peta, penyajian laporan dalam bentuk pdf atau word,
mempermudah editing peta untuk lembar tertentu, dan berbagai keperluan
lainnya. (Baca juga: Convert Dwg to Pdf)

Jika anda akan memotong peta untuk keperluan apapun, silahkan ikuti
langkah demi langkah cara pemotongan peta digital menggunakan AutoCAD
Map dibawah ini.

Cara Memotong Peta Dengan Cepat di AutoCAD


Map
1. Buka peta yang akan dipotong menggunakan AutoCAD Map.

2. Jika kita masih memerlukan peta aslinya, silahkan buat salinan dari peta
yang terbuka dengan klik menu File > Save As > berikan nama file yang
berbeda dengan peta aslinya.
3. Buat area atau kotak menggunakan polyline, polygon atau rectangle yang
akan menjadi bagian peta yang dipotong. Supaya lebih jelas lihat kotak hijau
pada contoh gambar dibawah ini.

4. Klik menu Map > Tools > Boundary Trim atau bisa juga melalui command
prompt dengan mengetikkan perintah maptrim

5. Pada kotak dialog Trim Objects at Boundary yang sudah muncul, lakukan
pengaturan seperti dibawah ini.

Pada bagian Boundary pilih option Select Boundary, kemudian klik tombol
Select > klik area yang sudah kita buat pada langkah ke-3.

Pada bagian Objects To Trim pilih option Select Automatically.

Pada bagian Trim Method pilih option Trim Outside Boundary. Unceklis kotak
Skip Topoogy Objects dan kotak Retain Object Data. Pengaturan ini
menunjukkan kalau kita akan memotong dan menghilangkan seluruh objek
yang ada diluar area yang sudah dibuat.

Pada bagian Objects That Cannot be Trimmed pilih option Delete, karena kita
akan menghapus seluruh objek yang ada diluar kotak.

Hasil pengaturan kotak dialog Trim Objects at Boundary diatas akan terlihat
seperti gambar dibawah ini.
6. Kalau pengaturan sudah seperti gambar diatas, silahkan klik OK.

7. Akan muncul kotak dialog Confirmation yang memberikan pilihan apakah


proses pemotongan akan dilanjut atau tidak. Karena benar-benar akan
memotong, maka kita klik Yes.

8. Proses pemotongan akan berjalan dan pada command prompt ada tulisan…

Processing 10275 object(s), please wait…

Jika jumlah objek yang dipotong mencapai ratusan ribu, maka proses
pemotongan bisa memakan waktu beberapa menit. Oleh karena itu biarkan
saja prosesnya berlangsung sampai muncul pesan done pada command
prompt.

Dibawah ini adalah gambar hasil pemotongan peta menggunakan tahapan


diatas.
Dengan adanya tool boundary trim, pengguna AutoCAD Map mempunyai
pilihan untuk memotong sebuah objek pada peta. Tentunya jika kita sedang
menggambar objek yang sedikit jumlahnya seperti menggambar bidang,
menggunakan tool trim biasa akan lebih efektif. Tetapi bila kita akan
memotong peta yang jumlah objeknya banyak, tentunya akan lebih efektif
menggunakan tool boundary trim.

Kalau anda perhatikan bagian Trim Method pada kotak dialog Trim Objects at
Boundary, ada option Trim Inside Boundary. Option ini bisa kita gunakan
untuk keperluan sebaliknya, yaitu memotong atau menghilangkan seluruh
objek yang ada didalam kotak.

Tool boundary trim tidak akan anda dapatkan di AutoCAD versi biasa. Jika
anda mau mencoba menggunakan boundary trim, gunakan AutoCAD Map.
Silahkan pelajari juga seluruh tutorial yang berkaitan dengan AutoCAD Map
yang pernah saya tulis di Tutorial AutoCAD Map.

Cara Membuka File SHP (Shapefile) di AutoCAD


Map
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD MAP

Kali ini kita akan belajar cara membuka file SHP (Shapefile) di AutoCAD Map.
Data Shapefile (SHP) tidak hanya bisa dibuka dengan ArcView atau ArcGIS,
karena AutoCAD Map pun menyediakan fitur bagi pengguna untuk
melakukannya.

Dengan AutoCAD Map kita tidak hanya bisa menampilkan data spasial file
shp, tetapi data tekstualnya pun bisa ditampilkan dalam bentuk tabel. Bahkan
pengguna bisa meng-edit, menghapus, atau menambahkan data baru.

Pada tutorial AutoCAD sebelumnya, untuk membuka file shp di AutoCAD


kita menggunakan cara convert shp to dwg dulu. Sedangkan pada tutorial
ini kita tidak akan meng-convert file shp, kita akan langsung menggunakan
data shp tersebut di AutoCAD Map.

Cara Membuka File SHP


1. Pastikan Task Pane sudah tampil. Kalau belum muncul dilayar, silahkan
tampilkan dengan cara klik menu View > Task Pane atau melalui command
prompt ketikkan mapwspace > on > enter.

2. Klik tab Dispaly Manager pada Task Pane, kemudian klik Data > Connect to
Data. Supaya lebih jelas lihat gambar di bawah ini.

3. Akan muncul kotak dialog Data Connect. Pada Data Connections by


Provider klik Add SHP Connection. Pada bagian Source file or folder, klik
simbol kertas untuk mencari nama file shp yang akan dibuka. Kemudian
setelah file shp-nya dipilih, klik open.

Apabila sudah ada data shp yang terpilih seperti gambar diatas, klik Connect.

4. Akan muncul halaman Add Data to Map. Centang kotak kecil disamping
nama file shp, kemudian klik Add to Map. Untuk contoh lihat gambar di
bawah ini.
5. Data shp sudah tampil dilayar AutoCAD Map, silahkan tutup kotak dialog
Data Connect.

6. Untuk menampilkan tabel data tekstual (Data Table) dari file shp yang
terbuka, silahkan klik nama layer pada tab display manager (pada contoh
gambar dibawah ini, nama layernya adalah Kecamatan3), kemudian klik
Table.

Pada tab display manager akan tampil semua layer yang sudah dibuka dengan
data connect. Layer ini bisa anda ceklis atau unceklis seperti pada ArcView
untuk menampilkan atau tidak menampilkan data spasial di layar.

Semua data tekstual dari layer yang diklik akan ditampilkan pada Data Tabel.
Pada gambar diatas, layer Kecamatan3 hanya memiliki data tekstual FeatId
dan Area. Data tabel ini bisa kita hapus atau ditambahkan data baru. Bahkan
kita bisa menggabungkan dengan database lain dengan menggunakan join.

Convert SHP to DWG (Cara Merubah File SHP


Menjadi AutoCAD DWG)
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD MAP

Untuk melakukan Convert SHP to DWG bisa menggunakan Program


AutoCAD Map. Pada tutorial dibawah saya menampilkan tahapan Cara
Merubah Peta ArcView ke AutoCAD menggunakan AutoCAD Map 3D. Fitur
convert peta tidak akan kita temukan di AutoCAD versi biasa.

Pada tahun 2010 saya pernah menulis tutorial Cara Merubah Peta Format
ArcView Menjadi Format AutoCAD menggunakan Universal Translator
dari MapInfo Professional. Waktu itu saya belum menggunakan AutoCAD
Map 3D dan berusaha meng convert peta menggunakan AutoDesk Map 2004
yang sudah terinstall di komputer, tetapi tidak berhasil.

Jika anda punya peta digital dalam format ArcView (*.shp) dan ingin
menggunakannya di AutoCAD, maka merubahnya menjadi file AutoCAD
(*.dwg) adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Untuk itu silahkan
ikuti tahapan convert peta ArcView dibawah ini.

Tahapan Convert SHP to DWG


1. Buka Program AutoCAD Map. Pastikan di layar penggambaran yang sedang
terbuka tidak ada objek gambar apapun.

2. Klik menu Map > Tools > Import… atau bisa juga melalui command
prompt dengan mengetikkan mapimport kemudian enter.

3. Akan terbuka kotak dialog Import Location. Pada bagian Files of


type: Pilih ESRI Shapefile (*.shp). Kemudian pilih file Shp yang akan di
convert ke Dwg. Kalau file sudah terpilih. klik OK.

4. Akan terbuka kotak dialog Import. Pada bagian bawah ada kotak Import
polygons as closed polylines, silahkan centang jika ingin hasil convert
menjadi polyline tertutup. Kemudian klik OK.
5. Apabila hasil convert tidak terlihat ditengah layar AutoCAD, maka pada
command prompt ketikkan z, kemudian enter, ketikkan e, kemudian enter.
(z > enter > e > enter)

6. Jika ingin menyimpan file dwg hasil convert, jangan lupa untuk klik
menu File > Save As….

Kalau anda perhatikan, langkah convert peta diatas tahapannya tidak banyak
dan tidak sulit. Apalagi kalau sudah mencoba mempraktekkan, maka anda
akan merasakan caranya sederhana. Selain itu kalau sudah praktek, anda bisa
mengetahui jenis file apa saja yang bisa di convert dengan fitur Import
AutoCAD Map.

Dalam membuat peta digital di AutoCAD, kita bisa menggunakan data dari
berbagai sumber. Bisa menggunakan hasil olahan data ukur lapangan,
maupun hasil olahan data digital dari berbagai format software pemetaan
digital yang lain. Oleh karena itu sebagai pengguna AutoCAD, sebaiknya kita
menguasai semua fitur penting di AutoCAD seperti fitur Import yang kita
bahas diatas.

Convert Dwg to Shp (Cara Export Dwg ke Shp)


POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD MAP

Ikuti tahapan Convert Dwg to Shp atau Cara Export Dwg ke Shp berikut ini
jika anda ingin merubah gambar AutoCAD menjadi gambar ArcView. Dalam
tutorial dibawah ini, anda juga bisa mempelajari cara memilih data tekstual
apa saja yang akan dihubungkan dengan gambar AutoCAD yang akan
diexport.

Sebagaimana kita tahu, Shp (Shapefile) adalah jenis file yang digunakan oleh
ArcView. File shp ini memuat data spasial dan data tekstual yang bisa
digunakan untuk berbagai keperluan analisa dalam Sistem Informasi
Geografis (SIG).

AutoCAD Map 3D menyediakan fitur bagi pengguna untuk export drawing


(dwg) ke shp. Namun sebelum melakukan export sebaiknya perhatikan dulu
hal-hal berikut.

1. File dwg bisa memuat berbagai tipe geometry (point, line, text, dan
polygon), sementara setiap file shp hanya memuat satu tipe geometry.

2. File shp tidak mendukung warna. Ketika anda export layer dwg berwarna
merah, maka data warna ini tidak akan tersimpan dalam file shp.

3. File shp tidak mendukung arcs, splines, dan ellipses. Ketika anda export
gambar dwg yang berbentuk arcs, splines, atau ellipses ke shp, maka akan
dikonversi menjadi polylines.

Pada tutorial AutoCAD Map sebelumnya kita pernah membahas


cara Convert Shp to Dwg, nah dibawah ini adalah sebaliknya, kita akan
mempelajari tahapan convert dwg to shp.

Tahapan Convert Dwg to Shp (Cara Export Dwg


ke Shp)
1. Jalankan Program AutoCAD Map dan buka file dwg yang akan diconvert ke
shp.

2. Jika yang akan diconvert adalah objek yang memiliki area seperti bidang
tanah, wilayah kecamatan, atau wilayah kabupaten, maka pastikan setiap area
dibentuk oleh polygon atau polyline tertutup. Fungsinya agar hasil convert
menjadi objek geometry tipe polygon dan memiliki data tekstual area untuk
setiap bidang.

Kalau bidangnya banyak akan sangat tidak efektif merubah setiap bidang
menjadi polygon atau polyline tertutup, maka untuk memudahkan lakukan
topology dengan tipe polygon pada bidang tersebut.
Dibawah ini adalah contoh gambar wilayah kecamatan yang sudah ditopology
dengan tipe polygon dan akan kita convert menjadi file shp.

3. Klik menu Map > Tools > Export atau melalui command prompt
ketikkan mapexport

4. Pada kotak dialog Export Location, Files of type pilih ESRI Shapefile
(*.shp). Pilih lokasi folder untuk menyimpan file shp, ketikkan nama file,
kemudian klik OK.

5. Pada kotak dialog Export yang sudah muncul, lakukan langkah-langkah


dibawah ini.

Klik tab Selection. Pada bagian Object type, pilih Polygon. Pada bagian Select
objects to export, pilih Select all. Pada bagian Filter selection, pilih layer yang
akan diexport (sebagai contoh saya memilih layer kecamatan). Pada bagian
Select polygon topology to export, pilih nama topology yang sudah kita buat
(sebagai contoh saya memilih topology Untitled1). Supaya lebih jelas lihat
gambar dibawah ini.
Klik tab Data. Pada bagian ini kita menentukan data tekstual apa saja yang
akan dilink-kan dengan data spasialnya. Semua data tekstual yang melekat
dengan gambar AutoCAD akan ditampilkan pada kotak dialog select
attributes. Dalam proses convert to shp ini, saya hanya akan mengambil data
tekstual ID, Area, dan Perimeter saja. Caranya, klik Select Attributes, pada
kotak dialog Select Attributes klik tanda + Topologies > + Polygon > + Polygon
Centroid, kemudian centang ID, Area, Perimeter. Klik OK. Supaya lebih jelas
lihat gambar dibawah ini.
Klik tab Options. Pada bagian Other, centang kotak Tread closed polylines as
polygons.

6. Kalau semua bagian pada tab sudah tersetting, klik OK.

7. Proses convert ke shp sudah selesai, silahkan anda coba buka hasilnya
menggunakan ArcView, ArcGIS, atau AutoCAD Map itu sendiri (pada tutorial
berikutnya Insha Allah akan kita pelajari Cara Membuka File Shp di AutoCAD
Map).

Setelah berhasil export satu layer dwg ke shp, kita bisa mengulangi langkah
diatas untuk export layer dwg yang lainnya. Anda juga bisa mencoba
mengikutkan data tekstual lain yang ada dalam select attributes dalam proses
export.

Tahapan Digitasi On Screen Menggunakan


AutoCAD
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Beberapa waktu yang lalu saya dikirimi sms oleh seorang teman yang isinya
minta tolong untuk menuliskan tahapan digitasi on screen menggunakan
AutoCAD.

Setelah cukup lama permintaan itu belum bisa saya penuhi, akhirnya ketika
ada teman saya yang lain minta tolong untuk mendigitasi sebuah Peta
Administasi, maka langkah-langkah digitasi on screen menggunakan
AutoCAD ini sekalian saya buat juga.

Langsung saja ke tahap-tahap digitasi dibawah ini:


1. Buka Program AutoCAD

2. Klik menu Insert > Raster Image

3. Pilih gambar/ foto/ citra/ peta hasil scanning yang akan didigitasi > Klik
Open

4. Setelah muncul tampilan seperti Gambar dibawah ini, pada bagian


Insertion point biarkan saja terisi angka 0, pada bagian Scale isi dengan angka
1, dan pada bagian Rotation isi dengan angka 0. Untuk lebih jelasnya lihat
gambar dibawah ini:

5. Klik menu View > Zoom > Extents, untuk menampilkan gambar tepat
ditengah-tengah layar.

6. Klik menu Format > Layer

7. Buat layer baru untuk masing-masing objek yang ada pada gambar,
misalnya layer sungai, layer jalan, dan layer bidang. Untuk membuat layer
baru klik command New > Ketikkan nama layer > pilih warna dan jenis garis
> Klik command OK

8. Aktifkan layer yang akan didigitasi > Memulai digitasi

9. Setelah semua obyek yang ada di gambar didigitasi, langkah selanjutnya


adalah melakukan proses Rubber Sheet, adapun langkah-langkahnya adalah
sebagai berikut:

a. Klik menu Map > Tools > Rubber Sheet

b. Base Point 1 : isikan koordinat pada gambar atau klik sebuah titik pada
gambar (lihat Gambar dibawah)

c. Reference point 1 : isikan dengan koordinat sebenarnya di lapangan


d. Base Point 2 : Masukkan titik kedua; Reference point 2 : Masukkan
koordinat sebenarnya di lapangan (lihat Gambar dibawah)

e. Base Point 3 : masukkan koordinat acuan yang ketiga; Reference point 3 :


koordinat ketiga sebenarnya

f. Base Point 4 : masukkan koordinat acuan yang keempat; Reference point 4 :


koordinat keempat sebenarnya

g. Base Point 5 : masukkan koordinat acuan yang kelima; Reference point 5 :


koordinat kelima sebenarnya
h. Base Point 6 : masukkan koordinat acuan yang keenam; Reference point 6 :
koordinat keenam sebenarnya

i. Base Point 7 : masukkan koordinat acuan yang ketujuh; Reference point 7 :


koordinat ketujuh sebenarnya

j. Base Point 8 : masukkan koordinat acuan yang kedelapan; Reference point 8


: koordinat kedelapan sebenarnya

k. Tekan Enter

l. Ketik : select > blok semua objek > View > Zoom > Extents

10. Tahapan digitasi selesai.

Adapun yang perlu menjadi catatan adalah mengenai proses Rubber Sheet.

Sebenarnya jumlah titik yang dijadikan acuan tidak harus delapan titik,
karena menggunakan minimal dua titik pun kita sudah bisa melakukan proses
Rubber sheet.

Akan tetapi berdasarkan penelitian, menggunakan minimal delapan titik


menjadikan peta hasil digitasi lebih mendekati koordinat sebenarnya.

Mengenai penggunaan rubber sheet, anda bisa baca juga tutorial


yang ini Cara Plotting Dengan Rubber Sheet

Sebelumnya saya mohon maap tutorial ini dibuat tidak terlalu detil dan bukan
untuk yang belum tahu dasar-dasar menggunakan AutoCAD. Jika ada teman-
teman yang ingin mendiskusikan artikel ini saya persilahkan meninggalkan
komentar melalui form kontak. Demikian semoga artikel tahapan digitasi on
Screen menggunakan AutoCAD ini bermanfaat.

Cara Menghitung Luas Banyak Bidang Sekaligus


Dan Menampilkannya Ditengah Bidang
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD MAP

Punya ratusan atau ribuan bidang? Gunakan cara menghitung luas banyak
bidang sekaligus atau secara massal berikut ini. Selain itu kita akan
menampilkan luas yang sudah dihitung tersebut di tengah bidang juga secara
massal.
Kalau jumlah bidangnya sedikit, tak masalah menggunakan cara yang sudah
saya bahas di tutorial yang ini Cara Menghitung Luas Di AutoCAD.
Tetapi kalau jumlah persilnya mencapai ribuan akan sangat tidak efektif
menggunakan cara yang itu. Dan pastinya capek.

Tutorial ini saya buat dalam bentuk video dan artikel. Dengan begitu tentunya
anda akan sangat mudah memahami dan mempraktekkan caranya. Dan
memang begitulah harapan saya. Anda sebagai pembaca bisa dengan mudah
belajar.

OK langsung saja tonton Video Cara Menghitung Luas Bidang Secara Massal
diatas dan pelajari juga versi artikelnya di bawah ini.

Transkrip Video Cara Menghitung Luas Banyak


Bidang
Di video ini saya akan menunjukkan cara menghitung luas bidang secara
massal dan juga menampilkan luas ditengah bidang juga secara massal.
Namun perlu diperhatikan, cara yang saya bahas disini semuanya
menggunakan AutoCAD Map. Di AutoCAD biasa anda tidak akan menemukan
tool yang dibahas disini.

Pertama kita akan buka gambar bidang yang akan dihitung luasnya. Caranya
klik menu File > Open > Pilih file dwg yang akan dihitung luasnya > klik
Open.

Tahapan Drawing Cleanup


 Selanjutnya kita akan melakukan Drawing Cleanup. Caranya klik menu
Map > Tools > Drawing Cleanup atau bisa juga melalui Command
prompt dengan mengetikkan perintah mapclean

 Akan muncul kotak dialog Drawing Cleanup. Disini kita akan


melakukan beberapa pengaturan.

 Pada bagian bagian Objects to include pilih option Select all, kemudian
klik tombol layer > Pilih layer Persil > klik Select. Kemudian klik Next.

 Pada bagian Cleanup Actions pilih Break Crossing Objects, kemudian


klik Add. Kemudian pilih Delete Duplicates, klik Add. Pada bagian
Tolerance biarkan terisi 0. Pada bagian Options pilih Automatic.
Kemudian klik Next.
 Pada bagian Cleanup Method pilih option Modify original objects. Pada
bagian Convert selected objects di unceklis semua pilihan. Kemudian
klik Finish.

 Pada Command prompt akan ada laporan seperti dibawah ini.

Command: mapclean
180 object(s) found
Please wait …
Deleting previous markers…
Cleanup statistics:
Modified object(s) :156
Deleted object(s) :24
Created object(s) :457
Untuk menambah referensi penggunaan drawing cleanup, silahkan baca juga
tutorial Cara Menggabungkan Peta.

Tahapan Topology
 Langkah selanjutnya, kita akan melakukan Topology. Caranya klik
menu Map > Topology > Create atau bisa juga melalui Command
prompt dengan mengetikkan perintah maptopocreate

 Akan muncul kotak dialog Create Topology. Disini kita akan melakukan
beberapa pengaturan.
 Pada bagian Topology type, pilih option Polygon. Pada bagian Topology
name bisa diisi bebas, disini saya akan coba isi dengan Luas. Kemudian
klik Next.

 Pilih option Select all. Klik tombol layer, pilih Persil > klik Select.

 Pada kotak dialog Create Topology ini yang wajib disetting hanya 2
halaman . Jadi yang lainnya akan kita biarkan default saja. Sekarang
kita langsung klik Finish.

 Apabila topology berhasil dilakukan maka pada Command prompt akan


ada informasi:

Topology successfully created with 180 polygons, 613 links, and 445 nodes.

Apabalia topology belum berhasil dilakukan, maka AutoCAD Map akan


menandai kesalahan-kesalahan geometry pada gambar yang harus dibetulkan
terlebih dahulu. Jika anda mengalami hal seperti ini maka langkahnya adalah
lakukan kembali tahapan Drawing Cleanup.
Dari keterangan ini kita juga bisa tahu jumlah bidang sebenarnya yang akan
kita hitung luasnya, yaitu 180 bidang (informasi dari 180 polygons).
Sampai dengan tahap ini, penghitungan luas secara massal sudah dilakukan
AutoCAD Map. Tetapi hasilnya tidak bisa otomatis muncul ditengah bidang.

Sekarang kita coba lihat luas beberapa bidang. Caranya klik menu Map >
Object Data > Edit Object Data. Kemudian klik salah satu titik ditengah
bidang, maka akan muncul kotak dialog yang ada informasi luasnya (Area).

Cara Menampilkan Luas Ditengah Bidang Secara


Massal
Sekarang kita akan masuk ke tahapan untuk menampilkan luas yang sudah
ada di tengah bidang secara massal. Cara yang akan saya tunjukkan di artikel
ini ada 2. Nanti akan kita bahas satu persatu.

Tahapan Define Query


 Cara yang pertama adalah dengan melakukan Define Query.
Tahapannya.

 Sebelumnya kita akan buat dulu layer baru untuk Luas. Caranya klik
Layer > klik New Layer > Ketik Luas > Rubah warnanya menjadi biru.

 Selanjutya Pada Task Pane, klik tab Map Explorer. Kemudian klik tanda
+ Topologies, kemudian klik kanan Luas > Analysis > Topology Query
 Pada kotak dialog Topology Query, klik Define Query.

 Pada kotak dialog Define Query of Topology Luas kita akan melakukan
beberapa pengaturan.

 Pada bagian Query Type, klik Location. Pada Boundary type pilih option
All. Kemudian klik OK.

 Pada bagian Query Mode pilih option Draw.

 Pada bagian Options klik Alter Properties. Kemudian klik Text.


Kemudian klik Expression. Kemudian klik tanda + Topologies >
+Polygon Luas > +Polygon Centroid > klik Area > klik OK

 Pada isian Text Value akan terisi


dengan :AREA@TPMCNTR_Luas kode ini akan menampilkan luas
ditengah bidang, tetapi dengan angka dibelakang koma yang sangat
panjang. Sekarang akan kita rubah sedikit kode tersebut
dengan (Strcat “Luas = ” (fix :AREA@TPMCNTR_Luas) ”
M2″) kode pengganti ini akan menjadikan luas yang ditampilkan
menjadi Luas = 1234 M2 dengan menghilangkan angka dibelakang
koma dan pembulatan luas kebawah.

 Pada isian Text Height isi dengan 4.

 Pada isian Layer, klik tombol Layers. Kemudian pilih Luas > klik OK.
Kemudian klik lagi OK. Klik lagi OK.

 Kemudian klik Execute Query. Apabila berhasil maka luas akan muncul
ditengah bidang.
Untuk menambah referensi penggunaan define query, silahkan baca
tutorial Cara Transformasi Koordinat.

Tahapan Add Drawing Data


 Sekarang kita akan mencoba cara yang kedua. Tahapannya. Pada Task
Pane klik tab Display Manager. Kemudian klik Data > Add Drawing
Data > Topology.

 Pada kotak dialog Select Topologies, ceklis Luas. Kemudian klik OK.

 Sekarang pada Display Manager akan masuk layer Luas. Selanjutnya


klik kanan layer Luas > Add Style > Text

 Sekarang dibawah layer Luas akan muncul sub layer Text Style. Klik
kanan Text Style > Properties.

 Pada isian Value, klik kemudian klik tombol titik-titik.

 Pada kotak dialog Expression Chooser. Klik +Topologies > +Polygon:


Luas > +Polygon Centroid > klik Area. Kemudian klik OK.

 Pada isian Height rubah menjadi 4 agar terlihat luasnya. Sekarang


luasnya sudah muncul ditengah bidang. Tetapi luasnya tampil dengan 5
angka dibelakang koma. Sekarang akan kita rubah menjadi seperti yang
tadi.
 Caranya pada isian value ganti dengan kode seperti yang tadi (Strcat
“Luas = ” (fix :AREA@TPMCNTR_Luas) ” M2″) kemudian enter.
Sekarang luasnya seharusnya menjadi seperti tampilan yang tadi.

Daftar Tutorial AutoCAD (Semua Versi)


Cara Transfer Data GPS Map Garmin Ke
AutoCAD, ArcView GIS, MapInfo Professional,
ArcGIS
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Bagi anda yang ingin tahu Cara Transfer Data GPS Map Garmin Ke AutoCAD,
ArcGIS, ArcView GIS, dan MapInfo Professional simak saja tutorial di bawah
ini.

Saya sudah berusaha membuatnya sedemikian rupa agar mudah dipahami


dan dipraktekkan.

Software Yang Bisa Digunakan Untuk Transfer Data GPS

 MapSource
 EasyGPS
 ExpertGPS
 DNRGPS

Software Yang Digunakan Dalam Pembuatan Tutorial

Dalam pembuatan totorial ini, perlengkapan yang saya gunakan adalah:

 GPSMap Garmin 60Csx dengan kabel datanya


 Software MapSource Version 6.13.7
 AutoCAD Map 3D 2010
 ArcView GIS 3.3
 MapInfo Professional 9.0
 ArcGIS 9.3

Jika anda ingin mencoba mempraktekkan semua materi yang ada di artikel
ini, paling tidak anda harus mempersiapkan perlengkapan seperti di atas.

Transfer Data GPS Ke Komputer Menggunakan


MapSource
1. Nyalakan GPS → Hubungkan GPS dengan Komputer menggunakan Kabel
data

2. Buka Program MapSorce

3. Klik Menu Transfer → Receive From Device

4. Klik Find Device → Pilih objek yang akan di transfer (Dalam contoh ini saya
hanya akan menntransfer Waypoints dan Tracks) → Klik Receive. Untuk lebih
jelas lihat gambar di bawah ini.

5. Apabila proses transfer berhasil, akan muncul pesan “The data was
succesfuly received” dan ada pilihan untuk mematikan GPS. Biarkan saja
pilihannya tercentang kemudian klik OK.
6. Sekarang Anda lihat gambar di bawah, dibagian sisi kiri terdapat banyak
sekali Waypoints (ada 658) dan Tracks (ada 234). Itu disebabkan karena
semua data yang pernah kita ambil menggunakan GPS dan belum sempat
terhapus, maka data tersebut semuanya ikut berpindah ke MapSorce.

Jadi pemilihan data yang akan kita gunakan tidak bisa dilakukan pada saat
proses transfer tetapi pada saat data tersebut telah masuk ke MapSource.

Untuk memudahkan pemilihan data, kita bisa mengurutkannya


berdasarkan kolom dari masing-masing data dengan cara meng
klik judul di bagian atas. Misalnya apabila kita ingin
mengurutkannya berdasarkan waktu pengambilan data, maka
klik saja tulisan Start Time.
7. Buang data yang tidak diperlukan dengan cara mengklik baris data tersebut,
kemudian klik kanan, lalu pilih Delete Tracks atau Delete Waypoints.

Gunakan tombol Shift pada keybord untuk mimilih/ memblok


banyak data agar proses menghapus lebih efektif.

8. Apabila semua data yang tidak akan kita gunakan telah dihapus, maka
proses selanjutnya adalah menyimpan data tersebut.

9. Pilih File → Save As → ganti “Save as type” dengan DXF (*.dxf) agar file
bisa dibaca oleh software-software SIG dan pemeetaan yang lain → ketik
nama file → kemudian Save

10. Akan muncul kotak dialog yang memberikan kita pilihan untuk memilih
sistem koordinat dan faktor skala (Bebas memilih, sebagai contoh saya
memilih UTM) → klik OK.
Cara membuka data berextensi DXF (*.dxf) di AutoCAD /
AutoDesk Map
Pilih menu File → Open → Files of type: pilih DXF (*.dxf) → Cari lokasi File
yang dimaksud → Klik Open.

Untuk melihat tutorial Autocad Map lain yang pernah saya muat
di blog ini, silahkan klik Tutorial AutoCad Map

Cara membuka data berextensi DXF (*.dxf) di ArcView GIS


1. Aktifkan dulu Extensions yang berfungsi untuk membaca file-file CAD.
Caranya, Pilih menu File → Extensions… → Centang Cad Reader → Klik Ok.

2. Panggil File yang berextensi DXF (*.dxf) dengan cara, pilih View → Add
Theme → cari lokasi File → klik file yang dimaksud → klik Ok
Cara membuka data berextensi DXF (*.dxf) di MapInfo
Professional
1. Gunakan Universal Translator terlebih dahulu untuk merubah data
berextensi DXF (*.dxf) menjadi berextensi MapInfo TAB.

Lebih detil tentang cara menggunakan Universal Translator baca


artikel saya sebelumnya yang berjudul Cara Merubah Peta
Dari Format Arcview Menjadi Format AutoCad

2. Buka File yang telah dirubah dengan Universal Translator dengan cara,
Pilih menu File → Open → cari lokasi File → klik file yang dimaksud → klik
Open

Cara membuka data berextensi DXF (*.dxf) di ArcGIS


Pilih menu File → Add Data → cari lokasi File → klik file yang dimaksud →
klik Add

9 Cara Menggambar Garis Di AutoCAD (Tutorial


Lengkap)
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Cara
membuat atau cara menggambar garis di AutoCAD bisa dilakukan setidaknya
dengan 9 cara. Dalam tutorial AutoCAD kali ini kita akan mempraktekkan
membuat garis dengan sembilan cara tersebut. Kesembilan cara ini diperlukan
untuk membuat garis dalam kondisi yang berbeda-beda sesuai dengan
kebutuhan dan data awal yang tersedia.

Kesembilan cara tersebut adalah :


1. Cara Menggambar Garis Bebas

2. Cara Menggambar Garis Bebas Dengan Panjang Tertentu

3. Cara Menggambar Garis Menggunakan Koordinat

4. Cara Menggambar Garis Untuk Menghubungkan Dua Titik Tertentu

5. Cara Menggambar Garis Dengan Sudut Dan Panjang Tertentu

6. Cara Menggambar Garis Dengan Koordinat, Azimuth, Dan Panjang


Tertentu

7. Cara Membuat Garis Miring Dengan Sudut Tertentu Menggunakan


Polar Tracking

8. Cara Membuat Garis Lurus Atau Meluruskan Garis Yang Akan Dibuat

9. Cara Membuat Dua Garis Sekaligus

Untuk mengakses tool membuat garis bisa dilakukan paling tidak melalui 3
cara, yaitu melalui Toolbars > pilih tombol Line, melalui menu Draw >
Line, dan melalui Command. Kalau saya pribadi lebih suka dan terbiasa
menggunakan Command karena lebih simpel dan cepat. Kita tinggal
mengetikkan L kemudian tekan enter atau spasi bar, maka membuat garisnya
tinggal dieksekusi.

Untuk mempraktekkan Tutorial AutoCAD dasar ini anda bisa menggunakan


AutoCAD versi apapun, karena menggambar garis ini adalah termasuk fungsi
dasar dari AutoCAD. Dari AutoCAD versi awal sampai dengan versi 2018,
perintah atau Command pun tetap sama.

1. Cara Menggambar Garis Bebas


1. Pada Command ketikkan LINE atau L, kemudian enter.

2. Di layar penggambaran AutoCAD, lakukan klik kiri di mana saja sesuai


dengan yang anda inginkan.

3. Arahkan kursor menggunakan mouse ke kanan, kiri, atas, bawah, atau


kemanapun yang anda inginkan asalkan masih di layar penggambaran.
Kemudian lakukan lagi klik kiri.
4. Jika masih ingin melanjutkan pembuatan garis, arahkan lagi kursor
kemana saja yang anda inginkan. Kemudian lakukan lagi klik kiri.

5. Untuk mengakhiri pembuatan garis, bisa tekan tombol escape pada


keyboard. Maka di layar penggambaran AutoCAD akan tergambar garis
bebas yang baru dibuat.

2. Cara Menggambar Garis Bebas Dengan


Panjang Tertentu
1. Pada Command ketikkan LINE atau L, kemudian enter.

2. Di layar penggambaran AutoCAD, lakukan klik kiri di mana saja sesuai


dengan yang anda inginkan.

3. Arahkan kursor ke bagian lainnya di layar penggambaran AutoCAD,


kemudian ketikkan panjang tertentu (misalnya 10), kemudian enter.
Agar lebih jelas lihat gambar dibawah ini.

4. Untuk mengakhiri pembuatan garis, bisa tekan tombol escape pada


keyboard atau tekan enter.

3. Cara Menggambar Garis Menggunakan


Koordinat
1. Pada Command ketikkan LINE atau L, kemudian enter.

2. Pada Command ketikkan titik koordinat ke-1. Untuk contoh saya


memasukkan 635354,1880066 Kemudian enter.
3. Pada Command ketikkan titik koordinat ke-2. Untuk contoh saya
memasukkan 635402,1880077 Kemudian enter.

4. Jika ada titik koordinat ke-3 dan seterusnya, lakukan lagi langkah ke-3.
Kalau tidak ada tekan tombol enter atau escape pada keyboard untuk
mengakhiri pembuatan garis.

6. Apabila hasil penggambaran tidak terlihat ditengah layar AutoCAD,


maka pada Command ketikkan Z kemudian enter, ketikkan E kemudian
enter.

Untuk menambah referensi dalam menggunakan koordinat di AutoCAD,


silahkan baca juga Cara Menggambar Bidang Menggunakan
Koordinat

4. Cara Menggambar Garis Untuk


Menghubungkan Dua Titik Tertentu
Ketika menggambar di AutoCAD, adakalanya kita ingin menggambar sebuah
garis dari 2 titik yang sudah ada. Untuk contoh lihat gambar dibawah. Saya
ingin membuat garis dari titik 1 ke 4 dan dari titik 2 ke 3.

Sebelum melakukan langkah-langkah dibawah, pastikan mode snap untuk


endpoint aktif agar ketika melakukan klik kiri di titik bisa akurat. Caranya:
klik menu Tools > Drafting Settings… > klik tab Object Snap > pastikan kotak
Endpoint tercentang > klik OK.

Langkah-langkah membuat garisnya:


1. Pada Command ketikkan LINE atau L, kemudian enter.

2. Klik ujung bidang titik ke-1.

3. Klik ujung bidang titik ke-4.

4. Tekan tombol escape pada keyboard untuk mengakhiri pembuatan


garis.

5. Ulangi langkah ke-1 sampai dengan langkah ke-4 diatas untuk membuat
garis dari titik ke-2 ke titik ke-3.

5. Cara Menggambar Garis Dengan Sudut Dan


Panjang Tertentu
1. Pada Command ketikkan LINE atau L, kemudian enter.

2. Di layar penggambaran AutoCAD, lakukan klik kiri di mana saja sesuai


dengan yang anda inginkan.

3. Arahkan kursor ke bagian kanan atas dari titik yang dibuat pada
langkah 2 sampai besar sudutnya sesuai dengan yang kita inginkan
(misalnya 45 derajat), kemudian ketikkan panjang tertentu (misalnya
30), kemudian enter. Agar lebih jelas lihat gambar dibawah ini.

4. Tekan enter atau escape untuk mengakhiri penggambaran garis.

Jika ingin belajar AutoCAD dari dasar secara bertahap sampai


bisa menggambar, silahkan Klik Disini.
6. Cara Menggambar Garis Dengan Koordinat,
Azimuth Dan Panjang Tertentu (Polar Koordinat)
Untuk mempraktekkan tutorial ini, mari kita gunakan contoh data di bawah
ini:

Titik koordinat A = 635400,1785100


Panjang AB = 100 Meter
Azimuth AB = 60d50’10″•

Langkah pertama untuk membuat garis dari data di atas adalah mengatur
(men-setting) Drawing Units dan Direction Control, caranya:

1. Klik menu Format. Kemudian pilih Units atau bisa juga ketikkan UNITS
pada command.

2. Pada kotak dialog Drawing Units, lakukan beberapa pengaturan sebagai


berikut.

Pada bagian Length. Type pilih Decimal dan Precision pilih 0.00

Pada bagian Angle. Type pilih Deg/Min/Sec | Precision pilih 0d00’00” | Kotak
Clockwise pastikan tercentang.

Pada bagian Insertion scale pilih Meters.

Klik tombol Direction. Pada kotak dialog Direction Control, bagian Base Angle
pilih North. Kemudian klik OK.
Klik OK untuk mengkahiri setting Drawing Units.

Hasil pengaturan di atas akan terlihat seperti gambar dibawah ini.

Langkah selanjutnya adalah mulai membuat garisnya dengan cara:

1. Pada Command ketikkan LINE atau L, kemudian enter.

2. Pada Command ketikkan titik koordinat A,


yaitu 635400,1785100 kemudian enter.

3. Pada Command ketikkan panjang AB dan Azimuth AB dengan format


sebagai berikut @100<60d50’10” kemudian enter.

4. Tekan enter atau escape untuk mengakhiri penggambaran garis.

5. Apabila hasil penggambaran tidak terlihat ditengah layar AutoCAD,


maka pada Command ketikkan Z kemudian enter, ketikkan E kemudian
enter.

7. Cara Membuat Garis Miring Dengan Sudut


Tertentu Menggunakan Polar Tracking
1. Hidupkan Polar Tracking. Bisa dengan cara klik icon Polar Tracking
atau tekan tombol F10 pada keyboard.

2. Klik kanan icon Polar Tracking. Kemudian pilih sudut kemiringan yang
akan dibuat. Untuk contoh saya memilih 15. Agar lebih jelas lihat
gambar di bawah ini.

Catatan : Kalau sudut yang akan anda pilih belum ada dipilihan. Maka bisa
klik Settings. Pada kotak dialog Drafting Settings, ceklis kotak Additionals
angles. Kemudian klik New dan tulis sudut yang diinginkan. Kalau sudah bisa
klik OK.
3. Pada command ketikkan perintah pembuatan garis, bisa LINE atau
PLINE kemudian enter.

4. Geser kursor mouse ke arah pembuatan garis yang anda inginkan dan
menunjukkan besar sudut yang dipilih pada langkah ke-2. Untuk
gambaran lihat gambar berikut.
Catatan : Besar sudut diukur mulai dari East / Timur (Setting Default). Kalau
mau diukur mulai dari arah utara, lakukan pengaturan seperti di langkah Cara
Membuat Garis Dengan Koordinat Dan Azimuth di atas.

5. Klik ujung garis disepanjang sudut 15 atau sudut yang anda pilih. Atau
bisa juga mengetikkan panjang garis melalui command. Misalnya
ketikkan 100 kemudian enter.

6. Kalau pembuatan garis sudah selesai bisa tekan enter atau escape pada
keyboard.

7. Kalau tool Polar Tracking sudah tidak diperlukan, bisa dimatikan


dengan menekan icon Polar Tracking atau tekan tombol F10 pada
keyboard.

8. Cara Membuat Garis Lurus Atau Meluruskan


Garis Yang Akan Dibuat
Cara tercepat untuk membuat garis lurus atau meluruskan garis yang akan
dibuat yaitu menggunakan Ortho Mode. Adapun tahapan cara
menggunakannya adalah sebagai berikut.

1. Hidupkan Ortho Mode dengan cara klik icon Ortho Mode yang biasanya
ada dibagian paling bawah (Dibawah command). Atau bisa juga tekan
tombol F8 pada keyboard. Agar lebih jelas lihat yang saya beri kotak
merah pada gambar di bawah ini.

2. Buat garis seperti biasa. Bisa mengetikkan perintah LINE atau PLINE
pada command.
3. Bisa klik titik sembarang di layar penggambaran atau bisa juga
mengetikkan titik koordinat pada command.

4. Sekarang ketika akan membuat garis dengan menggeser kursor mouse


ke arah kanan, kiri, atas, atau bawah, maka garis akan terkunci pada
posisi yang benar-benar lurus. Untuk gambaran, lihat pembuatan garis
pada gambar langkah ke-1.

5. Kalau pembuatan garis lurus sudah selesai, jangan lupa matikan lagi
ortho mode dengan menekan tombol F8. Karena kalau tidak dimatikan,
akan menyulitkan ketika membuat garis miring.

9. Cara Membuat Dua Garis Sekaligus


1. Pada command ketikkan perintah MLINE kemudian enter. Atau bisa
juga klik menu Draw > Multiline.

2. Pada command ketikkan J kemudian enter.

3. Pada command, pilih justification type. Mau Top, Zero, atau Bottom.
Untuk penjelasannya lihat gambar di bawah ini.

Yang merah adalah garis acuan. Yang hitam garis multiline yang dimulai dari
kiri. Kalau dimulai dari kanan, hasil top dan bottom akan terbalik. Kalau yang
zero, dari arah manapun sama saja.

Untuk contoh pada tutorial ini saya memilih Zero dengan mengetikkan Z
kemudian enter.

4. Pada command ketikkan S kemudian enter.

5. Pada command, masukkan multiline scale-nya mau berapa. Untuk


contoh saya memasukkan 1 kemudian enter.
Multiline scale adalah jarak diantara garis. Lihat gambar pada langkah nomor
3. Kalau multine scale-nya semakin besar, maka jarak atau lebar diantara dua
garis hitam akan semakin besar.

6. Klik di layar penggambaran untuk mulai pembuatan garis multiline.


Kemudian geser kursor mouse ke arah yang diinginkan, kemudian klik
lagi.

7. Kalau pembuatan garis sudah selesai bisa tekan enter atau escape pada
keyboard.

Itulah 9 cara menggambar garis yang bisa anda gunakan dalam AutoCAD.
Cara-cara diatas penting anda kuasai sebagai dasar dalam membuat objek-
objek yang lebih kompleks. Bagi anda yang baru belajar AutoCAD silahkan
coba dipraktekkan. Semua data yang saya gunakan dalam membuat tutorial
ini bisa anda gunakan sebagai latihan.

Daftar Command AutoCAD


POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Berikut ini adalah Daftar Command AutoCAD yang paling sering


digunakan ketika menggambar ataupun mengoperasikan AutoCAD. Saya
menampilkan dalam bentuk daftar tabel untuk fungsinya, Command entry-
nya, dan juga singkatannya (Command alias).

AutoCAD adalah software menggambar yang unik, karena salah satunya ada
fitur untuk mengakses perintah-perintah penggambaran melalui sebuah
command line. Setahu saya, fitur seperti ini tidak akan kita jumpai di software
penggambaran lain seperti Photoshop atau CorelDRAW.

Command line pasti ada disemua versi AutoCAD. Dan saya yakin perusahaan
pembuat software ini akan mempertahankan keberadaan command line di
semua versi AutoCAD untuk memanjakan dan memudahkan pengguna
lamanya.

Dengan adanya command line, pengguna AutoCAD tidak hanya bisa


mengakses perintah melalui Toolbar ataupun Menu bar. Dengan demikian
pengguna memiliki banyak pilihan dalam menggunakan perintah-perintah
dalam mengoperasikan AutoCAD.

Saya pribadi kalau menggambar, biasanya tangan kiri standby pada keyboard
untuk mengetikkan command-command entry. Sedangkan tangan kanan
standby pada mouse untuk menggerakkan kursor dilayar penggambaran. Bagi
saya kombinasi seperti ini menjadikan menggambar lebih efektif dan
menyenangkan.

Menggunakan AutoCAD command untuk menggambar, sebenarnya ada


kekurangannya. Kita harus hafal command entry-nya barus bisa menggambar.
Tetapi kalau sudah hafal dan terbiasa menggunakan, maka proses
menggambar bisa lebih cepat. Apalagi kalau sudah tahu singkatan (AutoCAD
command aliases) dari sebuah command entry, maka menggunakan AutoCAD
bisa lebih asik.

Untuk itulah, dibawah ini saya menampilkan AutoCAD Command List yang
sering digunakan ketika melakukan penggambaran di AutoCAD. Saya tidak
menampilkan semua Command yang ada di AutoCAD, karena tentunya akan
sangat banyak sekali (Ada lebih dari 400 commands dalam AutoCAD). Pada
tabel dibawah ini saya hanya memilih yang paling sering digunakan.

Daftar Command AutoCAD Yang Sering


Digunakan
No Command Alias Command Fungsi

1 A ARC Untuk membuat garis melengkung

2 AA AREA Untuk menghitung area atau luas

3 AR ARRAY Untuk memperbanyak jumlah objek

4 B BLOCK Untuk membuat/ mendefinisikan sebuah block

5 BH HATCH Untuk mengarsir sebuah objek

6 BO BOUNDARY Untuk membuat boundary/ region dari area tertutup


7 C CIRCLE Untuk membuat lingkaran

8 CH PROPERTIES Untuk menampilkan menu properties

9 COL COLOR Untuk mewarnai objek

10 CO COPY Untuk meng-copy objek

11 D DIMSTYLE Untuk memunculkan kotak dialog dimstyle manager

12 DAL DIMALIGNED Untuk memunculkan dimensi panjang garis

13 DAN DIMANGULAR Untuk memunculkan dimensi sudut

14 DAR DIMARC Untuk memunculkan dimensi panjang garis melengkung

15 DBA DIMBASELINE Untuk memunculkan dimensi panjang baseline

16 DI DIST Untuk mengetahui panjang suatu garis

17 E ERASE Untuk menghapus objek

18 EL ELLIPSE Untuk membuat objek ellipse

19 EX EXTEND Untuk memperpanjang garis

20 EXIT QUIT Untuk menutup program


21 H HATCH Untuk mengarsir objek

22 I INSERT Untuk memasukkan sebuah block

23 L LINE Untuk membuat garis

24 LA LAYER Untuk memunculkan layer properties manager

25 LEN LENGTHEN Untuk memanjangkan garis

26 M MOVE Untuk memindah atau menggeser objek

27 MI MIRROR Untuk mencerminkan objek

28 MT MTEXT Untuk membuat multiline text

29 O OFFSET Untuk meng-copy objek berdasarkan jarak tertentu

30 OS OSNAP Untuk menampilkan kotak dialog objek snap


31 P PAN Untuk menggeser layar

32 PE PEDIT Untuk mengedit sebuah polyline

33 PL PLINE Untuk membuat polyline

34 PO POINT Untuk membuat titik

35 POL POLYGON Untuk membuat polygon

36 PRINT PLOT Untuk mencetak atau mem-print

37 RO ROTATE Untuk memutar objek

38 SC SCALE Untuk merubah ukuran objek berdasarkan skala

39 TB TABLE Untuk membuat tabel

40 TR TRIM Untuk memotong objek

41 Z ZOOM Untuk mengatur ukuran tampilan objek dilayar

 Â
Pada tabel diatas, penggunaan huruf kecil maupun besar ketika
mengetikkan command, fungsi dan hasilnya akan sama saja. Begitu juga
kolom Command Alias dan kolom Command mempunyai fungsi yang
sama. Tapi tentunya akan lebih efektif kalau kita cukup menggunakan
command alias nya saja.

Begitupun pada keyboard, tombol space bar dan enter dalam penggunaan
AutoCAD mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk mengeksekusi command
yang sudah diketikkan. Tetapi menggunakan space bar biasanya lebih efektif,
karena tombolnya lebih panjang dan mudah terjangkau oleh ibu jari.

Apabila di AutoCAD yang sedang anda gunakan command window-nya belum


muncul, maka untuk menampilkannya tinggal klik menu Tools > Command
Line atau tekan Ctrl+9pada keyboard.

AutoCAD sebenarnya memberikan fitur kepada pengguna untuk


mendefinisikan sendiri command alias (Mengenai hal ini Insha Allah akan
kita bahas di artikel yang lain), akan tetapi dengan command alias
bawaan dasar AutoCAD saja, sudah cukup memudahkan kita sebagai
pengguna.

Cara Menggambar Bidang Menggunakan Data


Koordinat
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Cara menggambar bidang menggunakan data koordinat di AutoCAD bisa


dilakukan dengan banyak cara. Dalam tutorial ini saya akan menunjukan dua
cara yang bisa kita gunakan. Cara yang pertama adalah dengan langsung
plotting titik koordinat di AutoCAD. Sedangkan cara yang kedua adalah
dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel terlebih dahulu.
Kedua cara yang akan dijelaskan dalam tutorial ini fungsinya sama, yaitu
untuk menggambar bidang dengan titik koordinat. Akan tetapi cara yang
pertama lebih efektif digunakan apabila data titik koordinatnya sedikit.
Sedangkan cara yang kedua lebih efektif digunakan apabila data titik
koordinatnya banyak (puluhan titik, ratusan, atau mungkin ribuan).

Data koordinat bisa kita dapatkan dari berbagai sumber. Misalnya hasil dari
pengukuran GPS atau hasil dari hitungan poligon. Untuk menggambarkannya
silahkan ikuti tutorial dibawah ini. (Silahkan pelajari juga: Cara Transfer
Koordinat Dari GPS ke AutoCAD)

Bonus Exclusive: Download Video Tutorial 3 Cara Menggambar Bidang


Menggunakan Koordinat + File Data Koordinat Untuk Dicoba Yang Bisa
Membantu Anda Untuk Menguasai Cara Ini Dengan Baik Dan Cepat.

Cara Menggambar Bidang Menggunakan Data


Koordinat Sedikit
Pada tabel dibawah ini terdapat 5 titik koordinat yang akan kita jadikan
sebagai contoh dalam mempraktekkan tutorial AutoCAD ini.

Langkah-langkah untuk menggambar bidang dari 5 titik koordinat


diatas:

1. Pada command prompt ketikkan line kemudian tekan enter. ( line > enter
)

2. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first point:


ketikkan koordinat titik ke 1, 255467,1500971, kemudian tekan
enter. (255467,1500971 > enter)

3. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify next point or


[Undo]: ketikkan koordinat titik ke 2, 255654,1500905, kemduian tekan
enter. (255654,1500905 > enter )
4. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify next point or
[Undo]: ketikkan koordinat titik ke 3, 255687,1500811, kemudian tekan
enter. (255687,1500811 > enter )

5. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify next point or


[Close/Undo]: ketikkan koordinat titik ke 4, 255287,1500811, kemudian tekan
enter. (255287,1500811 > enter)

6. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify next point or


[Close/Undo]: ketikkan koordinat titik ke 5, 255319,1500930, kemudian tekan
enter. (255319,1500930 > enter )

7. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify next point or


[Close/Undo]: Jika titik koordinat lebih dari 5 titik silahkan dimasukkan,
tetapi kalau sudah tidak ada lagi titik koordinat yang akan dimasukkan,
silahkan ketikkan close. Kemudian tekan enter. ( close > enter )

8. Apabila hasil penggambaran tidak terlihat ditengah layar AutoCAD, maka


pada command prompt ketikkan z, kemudian enter, ketikkan e, kemudian
enter. ( z > enter > e > enter )

Tips Cara Menggambar Bidang Menggunakan


Data Koordinat Banyak
Apabila kita memiliki data koordinat yang jumlahnya banyak, maka
menggunakan cara diatas akan sangat melelahkan dan tidak efektif.
Bayangkan kalau kita harus memasukkan puluhan atau ratusan titik
koordinat, benar-benar akan tidak hemat waktu dan tenaga.

Agar lebih cepat dalam menggambar bidang yang jumlah titik koordinatnya
banyak, kita akan menggunakan bantuan Microsoft Excel. Data titik koordinat
yang ada, akan kita olah dulu sedikit menggunakan fungsi yang ada dalam
MS. Excel.

Langkah-langkah Plotting Data Koordinat Dari MS. Excel Ke


AutoCAD

1. Masukkan data titik koordinat yang kita miliki kedalam MS. Excel. Kalau
kita mempunyai data titik koordinat dalam tabel Microsoft Word (seperti
contoh diatas), maka tinggal copy saja tabelnya, kemudian paste didalam MS.
Excel. Dibawah ini adalah gambar hasil copy-paste tabel data koordinat dari
MS. Word.
2. Pada cell E3 ketikkan line

3. Pada cell E4 gunakan fungsi =C4&”,”&D4

4. Blok cell E4 kemudian drag sampai dengan E8

5. Pada cell E9 ketikkan close

6. Hasil langkah-langkah diatas bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

7. Blok cell E3 sampai dengan E9, kemudian klik kanan, pilih copy
8. Pada program AutoCAD pastikan kursor aktif di command prompt. Kalau
belum, silahkan arahkan kursor kedalam baris command prompt, kemudian
klik kiri

9. Tekan Ctrl+V atau klik kanan pada command prompt kemudian pilih paste

10. Apabila hasil penggambaran tidak terlihat ditengah layar AutoCAD, maka
pada command prompt ketikkan z, kemudian enter, ketikkan e, kemudian
enter. ( z > enter > e > enter )

Apabila langkah-langkah yang anda ikuti sudah benar, maka kedua cara diatas
akan sama-sama menghasilkan gambar seperti dibawah ini:

AutoCAD adalah software yang powerfull untuk menggambar bidang, area,


atau lahan. Oleh karena itu banyak cara yang bisa digunakan selain kedua cara
diatas. Akan tetapi dengan dua cara diatas saja anda sudah bisa menggambar
menggunakan titik koordinat.
Untuk menambah referensi tentang cara plotting titik koordinat dari Excel ke
AutoCAD, silahkan baca juga Cara Menggambar Poligon Dari Excel Ke
AutoCAD.

Sebagai bonus untuk anda, saya juga sudah membuat video tutorial yang
isinya mempraktekkan 2 cara di artikel ini + 1 cara yang tidak saya bahas di
artikel tutorial ini.

Jadi anda bisa belajar total 3 cara menggambar persil atau bidang dengan
koordinat dan saya juga berikan file data koordinat yang bisa anda coba untuk
mempraktekkan materi di video ini.

Materi di video ini bisa anda coba di AutoCAD Map dan juga di AutoCAD yang
selain Map, karena tool yang saya gunakan adalah tool bawaan yang hampir
ada di semua versi AutoCAD.

4 Cara Menghitung Luas Bidang Dalam 4 Kondisi


Yang Berbeda Di AutoCAD
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Inilah 4 cara menghitung luas bidang dalam 4 kondisi yang berbeda di


AutoCAD, yaitu menghitung luas persil yang di enclave; menghitung luas yang
wilayahnya terpisah sungai, lautan, atau danau; menghitung luas yang
ujungnya hanya ditandai titik (bidang tanpa garis); dan menghitung luas
bidang tertutup yang dibuat menggunakan polygon atau polyline ataupun
circle.

Selain itu saya juga akan menunjukan tips sederhana untuk mengetahui luas
bidang dengan cepat.

Untuk mengukur, menghitung atau cara mengetahui luas bidang di AutoCAD


bisa dilakukan dengan menggunakan tools “area” atau menggunakan
informasi dari “properties”. Tools area ini sudah tersedia di semua versi
AutoCAD, baik menggunakan AutoCAD biasa ataupun AutoCAD Map anda
tetap bisa menggunakan tools area.

Untuk mengakses tools area, anda bisa menggunakan Command prompt


dengan mengetikkan perintah area, atau bisa juga melalui menu tools,
kemudian pilih Inquiry, kemudian pilih Area. Sedangkan untuk menampilkan
properties, anda bisa menggunakan Command prompt dengan mengetikkan
perintah ch, atau bisa juga melalui menu Modify, kemudian pilih Properties.
Sekarang mari kita praktekkan penggunaan area untuk menghitung luas
dalam 4 kondisi yang berbeda…

Cara Menghitung Luas Bidang Yang Ujung-


Ujungnya Hanya Ditandai Titik
1. Pada Command prompt ketikkan area kemudian tekan enter.

2. Agar kita bisa secara akurat mengklik titik yang diinginkan, maka pastikan
mode snap aktif. Ikuti langkah berikut untuk mengaktifkannya: arahkan
kursor ke bagian layar penggambaran, kemudian klik kanan, pilih Snap
Overrides, pilih Node

3. Klik titik P1, kemudian P2, P3, dan P4, kemudian enter.

4. Hasilnya bisa anda lihat di atas Command prompt seperti gambar dibawah
ini. (Area = 469)

Cara Menghitung Luas Bidang Atau Polygon Atau


Polyline Tertutup
1. Pada Command prompt ketikkan area kemudian tekan enter.
2. Pada Command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Add/Subtract]: ketikkan o, kemudian tekan enter.

3. Pada Command prompt akan muncul permintaan Select objects: kursor


dilayar akan berubah menjadi kotak kecil, silahkan klik garis satu kali saja dari
objek yang ingin diketahui luasnya.

4. Hasilnya bisa anda lihat di atas Command prompt seperti gambar dibawah
ini. (Area = 1498)

Cara Cepat Mengetahui Luas Polyline Melalui


Properties
1. Tampilkan menu Properties. Kalau belum muncul di layar, silahkan
ketikkan ch pada Command prompt, kemudian enter. (ch > enter)

2. Klik objek yang ingin diketahui luasnya, kemudian lihat informasi Area
pada Properties. Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah ini.
3. Bisa kita lihat dari informasi Properties kalau Area = 1498. Luasnya sama
dengan hasil hitungan luas menggunakan cara diatas.

Cara Menghitung Luas Yang Di Enclave


1. Pada command prompt ketikkan perintah Area > enter

2. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Add area/Subtract area], ketikkan A > enter

3. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Subtract area]:, ketikkan O > enter

4. Pada command prompt akan muncul permintaan (ADD mode) Select


objects:, klik bidang yang akan dihitung luasnya, kemudian tekan enter

5. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Subtract area]:, ketikkan S > enter

6. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Add area]:, ketikkan O > enter

7. Pada command prompt akan muncul permintaan (SUBTRACT mode) Select


objects:, klik 2 bidang kecil yang ada ditengah bidang yang besar, kemudian
tekan enter. Total luas hasil pengurangan dari bidang yang di enclave akan
muncul di command prompt. Supaya lebih jelas lihat gambar dibawah.
8. Untuk mengakhiri perhitungan tekan enter. Dibagian command prompt
akan muncul kembali Total area = 14935

Rangkuman perintah yang dimasukkan untuk menghitung luas yang di


enclave

AREA
A
O
Klik bidang yang akan dihitung luasnya
S
O
Klik 2 bidang kecil yang ada ditengah bidang yang dihitung
luasnya

Cara Menghitung Luas Yang Wilayahnya Terpisah


Lautan, Sungai, Danau, dll
1. Pada command prompt ketikkan perintah Area > enter

2. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Add area/Subtract area], ketikkan A > enter
3. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Subtract area]:, ketikkan O > enter

4. Pada command prompt akan muncul permintaan (ADD mode) Select


objects:, klik 2 bidang yang akan dihitung luasnya, kemudian tekan enter.
Total luas dari 2 bidang yang diklik akan muncul di command prompt. Supaya
lebih jelas lihat gambar dibawah.

5. Untuk mengakhiri perhitungan tekan enter. Dibagian command prompt


akan muncul kembali Total area = 62394

Rangkuman perintah yang dimasukkan untuk menghitung luas yang terpisah

AREA
A
O
Klik 2 bidang yang akan dihitung luasnya

Semua cara diatas silahkan digunakan sesuai kebutuhan. Sebenarnya ada satu
lagi cara yang penting diketahui mengenai penghitungan luas, yaitu cara
menghitung luas bidang secara massal dan menampilkannya ditengah bidang
juga secara massal.

Jadi akan menghemat waktu jika anda harus menghitung luas ratusan atau
ribuan bidang. Tutorial mengenai hal ini Insya Allah akan saya bahas di artikel
yang lain. (Update : Saya sudah menulis panduan mengenai hal ini di Cara
Menghitung Luas Banyak Bidang)
Cara Mengunci Atau Memberi Password File
AutoCAD DWG
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Ingin tahu cara mengunci atau memberi password file AutoCAD DWG ? yuk
kita simak tutorial sederhana berikut ini.

Tapi sebelumnya buat apa file harus dipassword segala?

Ada beberapa kondisi dan keperluan yang membuat kita harus melakukannya,
diantaranya adalah:

Pertama, kita bekerja di sebuah kantor yang komputernya boleh dipakai oleh
siapa saja. Padahal mungkin kita diserahi tanggang jawab untuk memelihara
sebuah file AutoCAD yang penting.

Kedua, untuk keperluan distribusi file, baik online maupun offline. Kita tidak
ingin orang yang tidak berhak bisa membuka file tersebut.

Untuk keperluan distibusi file AutoCAD atau file DWG anda juga
bisa melakukan Convert DWG to JPG atau Convert DWG to
PDF

Tetapi apapun keperluannya, inilah caranya…

Cara Memberi Password File AutoCAD Saat


Menggambar
1. Klik menu Tools > Options.

2. Pada kotak dialog options, klik tab Open and save. Kemudian klik Security
Options.

Cara lain untuk menampilkan kotak dialog Security Options


adalah melalui command prompt dengan mengetikkan
perintah securityoptions

3. Pada kotak dialog Security Options, masukkan password yang anda


inginkan dan centang Encrypt drawing properties > Klik OK.
4. Pada kotak dialog Confirm Password, masukkan kembali password yang
anda inginkan (harus sama dengan yang langkah ke-3) > Klik OK. Agar lebih
jelas lihat gambar di bawah ini.

5. Pada kotak dialog Options, klik OK.

Cara Memberi Password File AutoCAD Saat Save


As Gambar
1. Klik menu File > Save As.

2. Pada kotak dialog Save Drawing As, klik Tools > Security Options. Supaya
lebih jelas lihat gambar di bawah ini.
3. Pada kotak dialog Security Options, masukkan password yang anda
inginkan dan centang Encrypt drawing properties > Klik OK.

4. Pada kotak dialog Confirm Password, masukkan kembali password yang


anda inginkan (harus sama dengan yang langkah ke-3) > Klik OK.

5. Klik Save untuk menyimpan gambar yang telah diberi password.

Cara Menghapus Password File AutoCAD


1. Buka file AutoCAD yang sudah anda tambahkan password.

2. Pada kotak dialog Password masukkan password.

3. Pada command prompt ketikkan perintah securityoptions > enter.

4. Pada kotak dialog Security Options, hapus password sampai tidak ada satu
huruppun > klik OK.
5. Pada kotak dialog informasi Password Removed, klik OK.

6. Klik menu File > Save.

Cara Mengunci Atau Password File Dengan


WinRAR
AutoCAD Versi 2016 sudah tidak support password. Untuk mem password file
AutoCAD disarankan menggunakan software pihak ketiga.

WinRAR adalah salah satu software yang bisa digunakan untuk mem
password file. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

1. Buka Window Explorer.

2. Cari lokasi file AutoCAD atau file apa saja yang akan ditambahkan
password.

Pastikan file AutoCAD sedang tidak terbuka di AutoCAD, karena


bila sedang terbuka proses pemberian password di WinRAR akan
gagal.

3. Klik kanan di file yang akan diberi password > WinRAR > Tambah ke arsip.
Jika tidak ada pilihan WinRAR, berarti Software WinRAR belum
terinstall di komputer anda. Silahkan install terlebih dahulu.

4. Pada kotak dialog Nama dan parameter arsip, klik Atur kata Sandi.

5. Pada kotak dialog Masukkan kata sandi, isi kata sandi dan centang Enkripsi
nama berkas. Kemudian klik OK.
6. Pada kotak dialog Nama dan parameter arsip, klik OK.

7. File rar berpassword yang berisi salinan file dwg sudah terbentuk. File dwg
nya bisa anda hapus atau diamankan di flash disk.

Cara Membuka File RAR Atau ZIP Berpassword


1. Buka Window Explorer.

2. Cari lokasi file rar atau zip yang akan dibuka.

3. Klik kanan di file yang akan dibuka password nya > WinRAR > Ekstrak
disini.

4. Pada kotak dialog Masukkan kata sandi, masukkan kata sandi anda.
Kemudian klik OK.

Jika passwordnya lupa, bisa coba gunakan Software RAR


Password Unlocker.
Cara Convert DWG to PDF Dengan AutoCAD
Atau Online (5 Pilihan Web Converter)
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Gunakan cara convert DWG to PDF dengan AutoCAD atau secara online
dengan web converter ini jika anda akan membuat PDF dari gambar
AutoCAD.

Punya AutoCAD? Gunakan AutoCAD anda untuk membuat file PDF.

Tidak punya AutoCAD? Gunakan web converter secara online untuk membuat
file PDF.

Selalu ada pilihan. Selalu ada solusi.

Tutorial ini akan menunjukan tahapan convert file DWG menjadi PDF. Baik
menggunakan AutoCAD, maupun secara online.

A. Sekilas Tentang Format PDF


PDF atau Portable Document Format adalah salah satu standar yang
digunakan dalam berbagi file format elektronik. Format ini mudah dan murah
untuk didistribusikan.

Kita bisa dengan mudah melihat isinya dan juga mudah untuk mencetaknya.

Output gambar AutoCAD berupa hasil pdf diperlukan untuk mendistribusikan


atau berbagi gambar secara lebih bebas dan mudah.

Oleh karena itu menguasai cara membuat pdf dari gambar AutoCAD ini
sangat penting dikuasai.

B. Cara Convert DWG to PDF Dengan AutoCAD


AutoCAD mempunyai fitur bawaan secara default untuk membuat file PDF.
Ini adalah fitur bawaan AutoCAD semua versi.

Oleh karena itu, jika anda punya AutoCAD tidak perlu mencari-cari lagi
converter hanya untuk membuat file PDF dari file DWG.

Lalu bagaimana caranya?


Ikuti tahapan dibawah ini dengan seksama.

B.1 Tahapan Convert Dengan AutoCAD


1. Buka atau jalankan Program AutoCAD.

2. Buka gambar yang akan di convert ke pdf.

3. Klik menu File > Plot… atau tekan Ctrl+P pada keyboard, atau bisa juga
melalui command prompt dengan mengetik plot kemudian enter.

4. Pada kotak dialog plot yang muncul, pilih nama printer DWG to
PDF.pc3 (Agar lebih jelas lihat gambar dibawah).

5. Pada bagian yang lainnya, silahkan atur sebagaimana kita akan mencetak
gambar ke printer (ukuran kertas, skala, dll).

6. Klik OK.
7. Akan muncul kotak dialog Browse for Plot File. Silahkan pilih folder
yang akan menjadi tempat menyimpan hasil pdf-nya. Kemudian ketikkan
nama file yang akan menjadi hasil pdf-nya.

8. Klik Save.

B.2 Cara Mengatur Output Orientasi Kertas


Untuk mencetak hasil pdf dengan orientasi kertas landscape atau portrait
caranya adalah pada bagian pemilihan ukuran kertas (Paper size).

Pilih ukuran yang depannya lebih panjang untuk landscape dan yang lebih
pendek untuk portrait.

Lihat penjelasan dibawah ini sebagai contoh.

ANSI A (11.00 x 8.50 Inches) = Orientasi kertas landscape


ANSI A (8.50 x 11.00 Inches) = Orientasi kertas portrait
ANSI B (17.00 x 11.00 Inches) = Orientasi kertas landscape
ANSI B (11.00 x 17.00 Inches) = Orientasi kertas portrait

B.3 Cara Mengatur Resolusi Output PDF


Untuk mengatur resolusi output pdf, caranya ada pada bagian properties.
Setelah memilih nama printer, maka disebelah kanannya tombol Properties
akan aktif.

Setelah tombol Properties diklik akan muncul kotak dialog Plotter


Configuration Editor.

Pilih tab Device and Document Settings > Klik Custom Properties > Klik
tombol Custom Properties > akan muncul kotak dialog PDF Properties >
Silahkan pilih resolusi sesuai kebutuhan > Klik OK > Klik OK > Klik OK.

C. Cara Convert DWG to PDF Online


Gunakan cara ini jika anda tidak punya program AutoCAD.

Pernah kejadian. Saya mengirimkan hasil menggambar di AutoCAD kepada


seseorang yang tidak mengerti AutoCAD sama sekali.

Boro-boro punya program AutoCAD. Mendengar saja belum pernah.


Dia bertanya. Ini tidak bisa dibuka di laptop saya. Gimana cara bukanya?
Gimana cara ngeprintnya? Saya pengen lihat gambarnya.

Anda pernah mengalami kejadian seperti itu?

Sekarang tidak perlu khawatir.

Jika anda merasa repot untuk meminta ulang gambar berformat lain, maka
convert saja sendiri file DWG nya dengan cara di bawah ini.

C.1 Pilihan Web Converter DWG to PDF (Semuanya Gratis)


1. [Link] Saya pribadi kurang
suka dengan web converter ini karena harus memasukan alamat email untuk
bisa download hasilnya.

2. [Link] Sama seperti yang nomor satu, saya kurang


suka dengan web converter ini karena harus memasukan alamat email untuk
bisa download hasilnya.

3. [Link] Saya
sudah coba menggunakan web converter ini hasilnya kurang bagus. Mohon
maap saya tidak merekomendasikan converter ini.

4. [Link]
[Link]. Hasilnya lumayan bagus, tetapi ukuran gambar dan kertas jadi
tidak proporsional. Ukuran gambar kecil, sementara di kertas masih banyak
ruang kosong.

5. [Link] Hasilnya
paling bagus. Selain itu kita bisa mengatur resolusi output dan background.
saya merekomendasikan web converter ini.

C.2 Contoh Convert DWG to PDF Online Dengan Office-


[Link]
1. Buka office-converter dengan cara klik link [Link]
[Link]/DWG-to-PDF-Converter
2. Geser layar sedikit kebawah untuk menemukan tampilan seperti diatas.
Kemudian klik Add files.

3. Pada kotak dialog Open, cari file dwg yang akan di convert. Kemudian klik
Open.

4. Klik Convert. Biarkan proses berjalan selama beberapa saat.

5. Klik Download untuk mendownload hasil PDF nya.

C.3 Contoh Convert DWG to PDF Online Dengan


[Link]
1. Buka web Convertfiles dengan cara klik
link [Link]
[Link]

2. Klik Browse.
3. Pada kotak dialog Open, cari file dwg yang akan di convert. Kemudian klik
Open.

4. Kotak input format akan otomatis terpilih AutoCAD Drwaing File (.dwg)
dan Output format secara default akan terpilih PDF. Jika output ingin menjadi
PNG/JPG silahkan sesuaikan.

Jika anda akan membuat file JPG/PNG menggunakan AutoCAD,


gunakan cara di tutorial ini Convert DWG to JPG

5. Klik Convert. Biarkan proses convert berjalan selama beberapa saat.

6. Download hasilnya dengan klik link yang diberikan.

7. Untuk keamanan, setelah berhasil download silahkan klik link Delete


output file.

C.4 Contoh Convert DWG to PDF Online Dengan [Link]


(Web Converter Pilihan Saya)
1. Buka web Pdfaid dengan cara klik link [Link]
[Link]

2. Klik tombol Choose file.

3. Pada kotak dialog Open, cari file dwg yang akan di convert. Kemudian klik
Open.

4. Pada pilihan Background Color, silahkan pilih warna sesuai kebutuhan atau
biarkan terpilih White secara default. Pada Output DPI silahkan pilih sesuai
kebutuhan (DPI akan berpengaruh kepada resolusi output, semakin tinggi
semakin baik).

5. Pada bagian Pdf Properties (Title, Author, Subject, Keyword) tidak perlu
diisi. Kalau mau diisi silahkan saja.

6. Klik tombol Convert to PDF. Biarkan proses convert berjalan beberapa saat.
7. Download hasilnya dengan menekan tombol Click Here.

Convert DWG to JPG Atau PNG / BMP / TIF


POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Cara Convert DWG to JPG atau PNG / BMP / TIF menggunakan AutoCAD
mudah untuk dilakukan. Kita tidak memerlukan software tambahan. Dengan
menggunakan AutoCAD bawaan default-nya saja kita sudah bisa melakukan
konversi gambar AutoCAD ke JPG ataupun PNG / BMP / TIF.

Dalam tutorial AutoCAD kali ini, kita akan belajar tahapan convert gambar
AutoCAD atau DWG. Langkahnya sama dengan tutorial yang sudah saya tulis
sebelumnya, yaitu mengenai tutorial Convert DWG to PDF. Perbedaannya
nanti hanya pada saat pemilihan nama printer.

Dibagian akhir saya juga menunjukan cara lain yang bisa dilakukan untuk
convert gambar AutoCAD ke jenis file gambar yang lain seperti BMP dan
TIF. Kedua cara yang saya tunjukkan dibawah bisa anda praktekkan
menggunakan AutoCAD versi biasa.

Tahapan Convert DWG to JPG atau PNG


1. Buka Program AutoCAD.

2. Buka gambar yang akan di convert ke JPG atau PNG.

3. Klik menu File > Plot… atau tekan Ctrl+P pada keyboard, atau bisa juga
melalui command prompt dengan mengetik plot kemudian enter.

4. Pada kotak dialog plot yang muncul, pilih nama printer PublishToWeb
JPG.pc3 (Jika akan convert dwg to jpg) atau PublishToWeb
PNG.pc3 (Jika akan convert dwg to png). Kalau sudah memilih muncul kotak
dialog, pilih saja Use the default paper size. Agar lebih jelas lihat gambar
dibawah ini.
5. Pada bagian yang lainnya, silahkan atur sebagaimana kita akan mencetak
gambar ke printer (ukuran kertas, plot area, skala, dll).

6. Klik OK.

7. Akan muncul kotak dialog Browse for Plot File. Silahkan pilih folder
yang akan menjadi tempat menyimpan hasil JPG atu PNG-nya. Kemudian
ketikkan nama file yang akan menjadi hasil-nya.

8. Klik Save.

Cara Convert DWG to BMP Atau TIF


Untuk convert gambar AutoCAD ke BMP atau TIF tidak bisa dilakukan
dengan cara diatas. Karena dengan AutoCAD bawaan defaultnya, saya tidak
menemukan nama printer yang berhubungan dengan bmp dan tif. Tetapi kita
bisa melakukan convert ke bmp dan tif dengan cara dibawah ini.

1. Pada command prompt ketikkan perintah bmpout (Jika akan convert dwg
to bmp) atau ketikkan tifout (Jika akan convert dwg to tif).
2. Akan muncul kotak dialog Create Raster File. Silahkan pilih folder dan
ketikkan nama file yang akan digunakan untuk menyimpan hasil convert-nya.
Kemudian klik Save.

3. Pada command prompt akan muncul permintaan Select objects or <all


objects and viewports>: dan kursor berubah menjadi kotak kecil. Silahkan
pilih atau blok objek yang akan diconvert, kemudian enter. Kita bisa juga
menekan Ctrl+A pada keyboard apabila semua objek yang ada dilayar
penggambaran akan diconvert.

Cara convert gambar dwg ke berbagai jenis format adalah kemampuan


dasar yang harus dikuasai pengguna AutoCAD. Karena bisa saja ketika akan
menyajikan ataupun mendistribusikan hasil penggambaran AutoCAD, kita
diminta untuk menyajikannya dalam bentuk file gambar sederhana seperti jpg
atau png yang mudah digunakan oleh semua orang.

Autolabel Kontur Di Autocad Map


POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Inilah sebuah tutorial sederhana tentang cara membuat autolabel kontur di


Autocad Map. Adapun garis kontur adalah garis pada peta yang
menghubungkan titik-titik di lapangan yang mempunyai ketinggian sama.
Misalnya sebuah lembah akan digambarkan sebagai garis-garis lengkung
tertutup yang konsentris.

Label pada kontur sebenarnya merupakan informasi tambahan, khususnya


jika peta sudah dicetak. Karena ketika sudah dicetak pembaca peta tidak bisa
mengetahui elevasinya jika tidak dicantumkan. Namun apabila peta tersebut
masih berbentuk digital, informasi mengenai elevasi tersebut bisa diketahui
meskipun tidak dicantumkan. Adapun caranya adalah dengan melihat
property dari garis kontur tersebut.

Banyak hal yang harus diketahui apabila kita membuat garis kontur, baik itu
secara digital maupun manual. Akan tetapi tutorial ini tidak dimaksudkan
untuk mengurainya lebih dalam karena keterbatasan ruang. Untuk itu, bagi
yang ingin memperdalam pengetahuan tentang garis kontur silahkan baca
buku-buku referensi yang berkaitan dengan pemetaan.

Saya akan langsung fokus untuk memberikan tahapan secara teknis


pembuatan Autolabel garis kontur pada Autocad Map.

Berikut ini adalah tahapannya:


1. Buka berkas [Link] adapun alamatnya secara umum di komputer kita
adalah C:\Program Files\AutoCAD. Jika kesulitan mencari, gunakan fitur
search di window explorer

Berkas [Link] akan terbuka di program notepad. Pada bagian paling bawah
tambahkan kode berikut ini

*Kontur_100,Garis kontur 100 —————-100 —————


A,.5,-3,[“100”,STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100

(penjelasan kode : mendefinisikan tipe garis yang disertai label angka 100).
Setelahkan ditambahkan kemudian klik File > Save

2. Buka program Autocad Map > Format > Layer > Klik New > beri nama,
misalnya Kontur 100 > klik pada bagian Linetype > Klik Load > Klik File >
Pilih File acad > Kemudian klik Open.

3. Apabila berhasil, maka garis yang telah di definisikan akan masuk ke daftar
garis. Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah ini:

4. Kemudian Pilih Kontur_100 > Klik OK > akan muncul lagi pilihan, pilih lagi
Kontur_100 > Kemudian Klik OK > Klik lagi OK.

5. Sekarang aktifkan layer Kontur 100, kemudian cobalah membuat garis


kontur dengan panjang 200 unit. Untuk ilustrasi lihat gambar dibawah
Itulah trik untuk membuat autolabel kontur di Autocad Map. Apabila jeli kita
akan lihat bahwa trik ini memiliki kelemahan yaitu kita harus mendifenisikan
setip garis untuk setiap ketinggian.

Yang tadi kita buat khusus untuk yang elevasinya 100, nah untuk
mendefinisikan garis-garis yang lainnya silahkan ulangi langkah-langkah
diatas Atau apabila ingin lebih sederhana, silahkan definisikan dulu
ketinggian garis kontur yang sering digunakan.

Setelah itu tinggal copy paste aja kode dibawah ini sesuai keperluan (apabila
kurang tinggal copy aja dua baris kemudian paste di bagian paling bawah,
kemudian diganti angkanya):

*Kontur_100,Garis kontur 100 ————— 100 —————


A,.5,-3,[“100”,STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100
*Kontur_200,Garis kontur 200 ————— 200 —————
A,.5,-3,[“200”,STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100
*Kontur_300,Garis kontur 300 ————— 300 —————
A,.5,-3,[“300”,STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100
*Kontur_400,Garis kontur 400 ————— 400 —————
A,.5,-3,[“400”,STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100
*Kontur_500,Garis kontur 500 ————— 500 —————
A,.5,-3,[“500”,STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100

Cara Menghilangkan Gambar Hasil Scan Setelah


Selesai Melakukan Digitasi
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Inilah cara sederhana untuk menghilangkan gambar hasil scan setelah selesai
melakukan digitasi di Autocad Map. Sebelumnya saya monon maap kepada
Bapak yang telah mengirimkan pertanyannya pada tanggal 11 Mei 2010,
sementara saya baru meresponnya pada hari ini tanggal 17 mei 2010.
Yang saya tahu ada dua cara untuk menghilangkan gambar hasil scan setelah
kita selesai melakukan digitasi di AutoCad Map.

Yang pertama, kita bisa langsung menghapus gambar tersebut. Caranya,


klik gambar hasil scan pada bagian paling pinggir. Jika diklik tidak pas pada
garis bagian pinggirnya gambar hasil scan tidak akan ter select (terpilih).

Setelah itu tekan saja tombol delete pada keyboard. Cara ini sebaiknya
dilakukan apabila pekerjaan digitasi telah selesai semua dan gambar hasil
scan tidak diperlukan lagi.

Yang kedua, pisahkan gambar hasil scan pada layer yang berbeda. Misalnya
buat sebuah layer dengan nama Image.

Caranya:

Untuk membuat layer baru klik Format > Layer > New > Ketikkan nama layer
> pilih warna dan jenis garis > Klik command OK

Select gambar hasil scan > Aktifkan layer Image dengan cara mengkliknya,
ilustrasi lihat gambar dibawah.

Jika ingin menghilangkan gambarnya kita tinggal mematikan layer Image


(dengan cara mengklik gambar lampu) dan jika suatu saat ingin melanjutkan
proses digitasi kita tinggal menghidupkan layer image tersebut. Untuk
ilustrasi lihat gambar dibawah ini, layer image dalam keadaan mati ditandai
dengan gambar lampu yang mati:
Sebagai bahan referensi silahkan baca juga tutorial saya yang lain dengan
judul Tahapan Digitasi On Screen. Di artikel tersebut saya menguraikan
lebih detil cara melakukan digitasi yang disertai proses Rubber Sheet. Cara ini
sangat bermanfaat apabila kita mendigit Peta dengan ukuran yang sangat
besar dan jumlah objek yang sangat banyak.

Cara Menggambar Hasil Hitungan Poligon Di


Excel Ke AutoCAD
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD

Tutorial lengkap cara menggambar hasil hitungan poligon di Excel ke


AutoCAD. Bisa untuk poligon tertutup maupun terbuka. Bisa untuk plotting
titik koordinat, nomor titik, maupun untuk menggambar garis poligon-nya.

Cara yang saya bahas disini tidak akan menggunakan VBA di Excel, AutoLISP
di AutoCAD atau extension- extension lainnya. Tetapi
semuanya menggunakan fitur dasar bawaan dari Excel dan AutoCAD.

Dan tenang saja, caranya cukup mudah… Silahkan lanjutkan membaca…

Rumus Excel Untuk Menggambar Titik Koordinat


(X,Y)
=”POINT” &” “& ROUNDUP(P12;3) &”,”& ROUNDUP(Q12;3)

Penjelasan Rumus Excel Diatas


“POINT” funsinya untuk menghasilkan tulisan POINT

& atau disebut juga ampersand fungsinya Untuk menggabungkan data atau
tulisan, hampir sama dengan fungsi CONCATENATE

” ” fungsinya Untuk menghasilkan spasi atau space kosong

ROUNDUP(P12;3) fungsinya untuk mengambil nilai titik koordinat X di cell


P12 dengan 3 digit dibelakang koma dan pembulatan keatas.

ROUNDUP(Q12;3) fungsinya untuk mengambil nilai titik koordinat Y di cell


Q12 dengan 3 digit dibelakang koma dan pembulatan keatas.

Hasil Rumus Excel Diatas

POINT 255467,1500971

Fungsi hasil rumus excel ini ketika diplot di AutoCAD adalah

POINT untuk memberikan perintah pembuatan POINT melalui command


prompt

SPASI untuk memberikan perintah enter pada command prompt

255467,1500971 untuk memasukkan posisi (X,Y) dari POINT tersebut.

Rumus Excel Untuk Menggambar Nomor Titik


Koordinat (Teks/Text)
=”TEXT J C” &” “& ROUNDUP((P12+5);3) &”,”& ROUNDUP((Q12+5);3) &” 3
0 “& R12

Penjelasan Rumus Excel Diatas

(“TEXT J C”) (&) (” “) (” 3 0 “) penjelasannya sama dengan yang diatas

ROUNDUP((P12+5);3) fungsinya untuk mengambil nilai titik koordinat X di


cell P12 ditambah 5 dengan 3 digit dibelakang koma dan pembulatan keatas.
Kenapa ditambah 5? Maksudnya agar teks nomor titik koordinat tidak persis
berada di center titik koordinat. Jadi nilai 5 ini bisa dirubah sesuai kebutuhan.
Setelah melihat hasil plot di AutoCAD (gambar paling bawah) anda akan lebih
jelas dengan yang saya maksud.
ROUNDUP((Q12+5);3) penjelasannya sama dengan yang diatas

R12 fungsinya untuk mengambil nilai nomor titik koordinat di cell R12

Hasil Rumus Excel Diatas

TEXT J C 255472,1500976 3 0 P1

Fungsi hasil rumus excel ini ketika diplot di AutoCAD adalah

TEXT untuk memberikan perintah pembuatan TEXT melalui command


prompt

SPASI untuk memberikan perintah enter pada command prompt

J untuk memilih Justify pada permintaan start point of text di command


prompt

SPASI untuk memberikan perintah enter pada command prompt

C untuk memilih Center pada permintaan center point of text pada command
prompt

SPASI untuk memberikan perintah enter pada command prompt

255472,1500976 untuk memasukkan nilai center point yang diminta pada


command prompt

SPASI untuk memberikan perintah enter pada command prompt

3 untuk memasukkan nilai tinggi text yang diminta pada command prompt

SPASI untuk memberikan perintah enter pada command prompt

0 untuk memasukkan nilai rotation angle of text yang diminta pada command
prompt

SPASI untuk memberikan perintah enter pada command prompt

P1 untuk memasukkan teks yang akan dibuat


Rumus Excel Untuk Menggambar Garis Poligon
PLINE

=ROUNDUP(P12;3) &”,”& ROUNDUP(Q12;3)

ClOSE

Penjelasan Rumus Excel Diatas

ROUNDUP(P12;3) &”,”& ROUNDUP(Q12;3) fungsi dan penjelasannya sama


dengan yang sudah dijelaskan diatas.

PLINE dan ClOSE bukan rumus, ini hanya teks biasa yang langsung diketik di
cell excel

Hasil Rumus Excel Diatas

PLINE

255472,1500976

Titik Koordinat ke-2 dan seterusnya kebawah

CLOSE

Fungsi hasil rumus excel ini ketika diplot di AutoCAD adalah

PLINE untuk memberikan perintah pembuatan POLYLINE melalui command


prompt

255472,1500976 untuk memasukkan nilai start point yang diminta pada


command prompt

Koordinat ke-2 untuk memasukkan nilai next point yang diminta pada
command prompt

Koordinat ke-3 untuk memasukkan nilai next point yang diminta pada
command prompt

Koordinat ke-4 untuk memasukkan nilai next point yang diminta pada
command prompt
Dan seterusnya, sebanyak koordinat yang akan digambar

CLOSE untuk membuat garis dari Koordinat terakhir ke Koordinat pertama


atau dengan kata lain untuk menutup garis poligon yang sudah dibuat. Jika
poligon yang akan dibuat adalah poligon terbuka, maka tidak perlu
ditambahkan perintah CLOSE diakhir baris.

Apabila ketiga rumus excel diatas sudah dibuat seperti gambar dibawah ini,
maka langkah selanjutnya adalah blok cell T12 sampai cell X13. Kemudian
drag kebawah formula sebanyak titik koordinat yang akan diplot ke AutoCAD.

Setelah semua kolom terisi, maka langkah selanjutnya kita akan


menggunakan rumus-rumus tersebut untuk menggambar di AutoCAD. Pada
tutorial dibawah ini, saya akan menunjukkan 2 cara menggambar hasil
hitungan poligon menggunakan rumus-rumus yang sudah kita buat diatas.

Cara Menggambar Yang Pertama – Jurus Copy


Paste (Copy di Excel, Paste di AutoCAD)
Untuk Plotting Titik Koordinat Dan Nomor Titik Koordinat Di
AutoCAD
1. Blok cell yang digunakan untuk menggambar titik koordinat dan teks
untuk nomor titik koordinat > klik kanan > Copy.
2. Buka Program AutoCAD > pastikan kursor aktif di command prompt > klik
kanan > paste atau tekan Ctrl+V pada keyboard.

Untuk Menggambar Garis Poligon Di AutoCAD


Perintah PLINE di AutoCAD tidak akan bekerja, jika data yang dicopy di excel
mengandung baris-baris kosong (memang berbeda dengan perintah POINT
dan TEXT diatas yang tidak masalah dengan baris-baris kosong). Untuk itu
kita akan menghilangkan terlebih dahulu baris-baris data yang kosong.
Adapun caranya adalah sebagai berikut.

1. Blok cell yang digunakan untuk menggambar garis poligon tertutup >
klik kanan > Copy.
2. Buat Sheet baru di Excel atau tekan Shift+F11 pada keyboard.
3. Klik salah satu cell di Sheet yang masih kosong tersebut > klik kanan >
Paste Special.
4. Pada kotak dialog Paste Special, pilih option Values. Kemudian klik OK.
Untuk menghilangkan baris-baris kosong, anda bisa klik nomor baris > klik
kanan > Delete. Tetapi cara ini harus dilakukan satu persatu terhadap tiap
baris, jadi kurang efektif apabila baris yang kosong banyak.

Sekarang kita akan menggunakan cara yang lebih efektif untuk


menghilangkan baris-baris yang kosong.

5. Blok cell A1 sampai dengan cell A33


6. Klik tab Data > Filter

7. Klik tombol segitiga kecil yang sudah muncul di cell A1. Kemudian pada
bagian Text Filters, unceklis kotak Blanks > klik OK.
8. Sekarang baris data yang kosong tidak akan terlihat. Kemudian blok cell A1
sampai cell A33 > klik kanan > Copy

9. Buka Program AutoCAD > pastikan kursor aktif di command prompt >
klik kanan > paste atau tekan Ctrl+V pada keyboard.

Cara Menggambar Yang Kedua – Membuat Script


Dengan Bantuan Notepad
Hasil rumus hitungan poligon diatas tidak akan bekerja ketika dibuat script,
apabila mengandung baris-baris data kosong. Untuk itu kita akan
menghilangkan terlebih dahulu baris yang kosong seperti langkah diatas.

1. Blok cell T11 sampai X43 > klik kanan > Copy

2. Buat Sheet baru di Excel atau tekan Shift+F11 pada keyboard.


3. Klik cell A1 di Sheet yang masih kosong tersebut > klik kanan > Paste
Special.
4. Pada kotak dialog Paste Special, pilih option Values. Kemudian klik OK.
5. Pastikan cell A1 sampai E33 masih terblok. Kalau tidak terblok, silahkan
blok cell A1 sampai E33.
6. Klik tab Data > Filter
7. Klik tombol segitiga kecil yang sudah muncul di cell E1. Kemudian pada
bagian Text Filters, unceklis kotak Blanks > klik OK. Hasilnya, baris
data yang kosong tidak akan terlihat.
8. Blok cell A2 sampai C32 > klik kanan > Copy

9. Buka Program Notepad. Klik menu Edit > Paste


10. Buka kembali Program Excel. Blok cell E1 sampai E33 > klik kanan >
Copy
11. Buka Program Notepad. Pastikan kursor aktif dibaris terakhir > Klik
menu Edit > Paste. Setelah tulisan CLOSE, lakukan enter satu kali.
Fungsinya nanti untuk mengakhiri perintah di command prompt.
12. Klik menu File > Save As > berikan nama file dengan extension .scr >
klik Save

13. Hasil paste dan save as akan tampak seperti gambar dibawah ini.
14. Buka Program AutoCAD. Klik menu Tools > Run Script > cari file .scr
yang tadi disimpan > klik Open
15. Pada command prompt ketikkan z > enter > e > enter
16. Agar point titik koordinat terlihat pada gambar, lakukan pengaturan
sebagai berikut. Klik menu Format > Point Style > pilih salah satu point
style > point size bisa diisi bebas > pilih option Absolute Units > klik
OK.
17. Hasil dari tahapan diatas akan tampak seperti gambar dibawah ini.
Jarak antara nomor titik dengan POINT ditentukan oleh tambahan 5
dalam rumus diatas. Setelah melihat hasil ini, anda bisa memperkirakan
sendiri angka yang pas untuk menempatkan nomor titik sesuai dengan
besar kecilnya poligon yang akan digambar.
Cara Menghitung Luas Poligon Tertutup
Setelah hasil hitungan poligon tergambar di AutoCAD, anda bebas melakukan
pengolahan atau editing apapun. Misalnya jika ingin mengetahui luas poligon
tersebut, anda tinggal memunculkan Properties (Klik menu Tools > Palettes >
Prperties).

Selanjutnya, klik garis poligon. Kemudian lihat informasi Area di Properties.

Pembahasan lengkap dan mendalam mengenai cara menghitung luas,


silahkan pelajari di artikel Cara Menghitung Luas Dalam 4 Kondisi
Yang Berbeda Di AutoCAD dan Cara Menghitung Luas Banyak
Bidang (Artikel + Video Tutorial).

Common questions

Didukung oleh AI

Users might face challenges in maintaining data integrity, particularly with attributes and geometries, when converting Shapefiles to DWG formats. AutoCAD Map addresses these issues by providing an import feature that allows for direct conversion with options to maintain polygon closures and integrate textual data as attributes. Despite these features, users must ensure correct projection alignments and handle non-compatible elements manually, such as converting non-polylinear geometries into supported types. Through comprehensive options in Import Location, users can streamline data accuracy and preserve essential information during conversion .

AutoCAD Map allows for integration and editing of Shapefile (SHP) data by providing features to open and display both spatial and textual data without the need for conversion. Users can connect to SHP files through the Display Manager, modify data within the connected SHP, and manage layers similar to GIS software. This feature advantages users by facilitating easy access to geospatial data, enabling real-time data manipulation, and allowing for direct editing and updating of spatial databases, which is critical for geographic information systems (GIS) operations .

AutoCAD Map's mapping features enable better data management and analysis in urban planning by integrating spatial and non-spatial data, facilitating the visualization, and manipulation of geographic information. Through features like Task Pane for SHP integration and COGO commands for accurate mapping of structures, planners can create comprehensive models of urban environments. This integration aids in strategic planning, resource allocation, and impact assessments. AutoCAD Map allows for real-time updates and modifications, making it a powerful tool for dynamic urban planning scenarios .

Angle and distance commands in AutoCAD Map, particularly the COGO commands like ‘AD (Angle and Distance) and ‘ZD (Azimuth and Distance), enhance survey drawing accuracy and efficiency by allowing direct input of survey data in terms of measured angles and distances. This reduces possibilities of manual entry errors and streamlines the drawing process. The commands are designed to process large volumes of survey data quickly, maintaining high precision and facilitating complex survey layouts. These commands significantly decrease time spent on manual calculations and adjustments, enhancing overall project efficiency .

COGO (Coordinate Geometry) commands in AutoCAD Map 3D offer more efficiency and precision for plotting survey data compared to traditional methods. COGO commands like ‘AD (Angle and Distance), ‘ZD (Azimuth and Distance) allow users to input survey data directly and accurately, reducing manual calculations and improving speed. Traditional methods rely on basic commands like PL and require manual entry of coordinates and angles, which can be time-consuming and prone to errors. COGO commands are particularly beneficial for surveyors due to their streamlined input process and built-in accuracy .

Converting from DWG to SHP in AutoCAD Map involves opening the DWG file in AutoCAD Map, creating topology where necessary, and using the mapexport command. The Export process mandates selecting the appropriate geometry type, such as polygons for areas, to ensure spatial integrity. Considerations include acknowledging that Shapefile supports only simple geometries like points, lines, or polygons, and excludes arcs or color data, which may be lost during conversion. Using polygons and polylines correctly ensures the spatial data remains accurate and usable within GIS applications .

In AutoCAD Map 3D, to set up drawing units and direction control, you need to click on the Format menu and select Units. In the Drawing Units dialog box, set the Length Type to Decimal with a Precision of 0.00, and the Angle Type to Deg/Min/Sec with a Precision of 0d00’00”. Ensure that the Clockwise checkbox is selected. For the insertion scale, choose Meters. Then, click the Direction button and in the Direction Control dialog, set the Base Angle to North. This configuration is important because it standardizes the drawing settings for compatibility across different projects and ensures measurement accuracy .

POLAR commands in AutoCAD Map, such as POLARSURVEY and POLARA, are used for plotting points using azimuths and distances and angles in clockwise directions, respectively. These commands are particularly useful when dealing with extensive survey data as they allow for swift input of measurement data and automate the drawing of lines and shapes based on polar coordinates. POLAR commands would be chosen when working with precision mapping tasks that require polar coordinate systems, often used in geodetic surveys and when employing supplementary surveying applications in AutoCAD Map .

Understanding the capabilities and limitations of converting DWG files into SHP formats is critical due to the differences in data representation between CAD and GIS applications. SHP files in GIS maintain single geometry types and do not support complex entities like arcs or attributes such as layers' colors. AutoCAD Map's conversion process addresses these issues by requiring users to set appropriate geometries and handle unsupported features through topology and polyline adjustments. Recognizing these factors ensures data integrity and usability in GIS analysis, mitigating the risk of data loss or misrepresentation in spatial datasets .

The Boundary Trim tool in AutoCAD Map offers significant advantages over traditional trim methods, especially when working with large datasets. This tool provides options such as Trim Inside Boundary, allowing users to efficiently manage and edit large volumes of geometrical data by removing or trimming objects within or outside defined boundaries, thus reducing manual workload and potential for error. Traditional trimming is less effective for datasets with numerous objects, as it requires executing multiple commands individually. Boundary Trim streamlines the process, contributing to efficiency in data handling and manipulation .

Anda mungkin juga menyukai