Tutorial Menggambar Data AutoCAD 3D
Tutorial Menggambar Data AutoCAD 3D
3 cara mengggambar data pengukuran sudut, azimuth, dan jarak. Data bisa
diperoleh dari hasil pengamatan alat pengukur sudut seperti Theodolite, Total
Station, atau yang lainnya.
Bagi anda yang belum mengerti, tenang saja. Praktekkan dulu tutorialnya dari
awal sampai akhir. Semoga nanti bisa paham.
Mohon maap, tutorial ini hanya fokus ke cara menggambarnya. Jadi saya
tidak akan menjelaskan cara membaca data ukur apalagi cara mengukur di
lapangan.
Bagi anda yang sudah terbiasa dengan data-data seperti diatas, mari kita
tingkatkan produktifitas dan kecepatan anda dalam menggambar di AutoCAD
dengan mempelajari tutorial di bawah ini.
A. Cara Biasa Dan Lama
Inilah cara yang paling lama. Tetapi tetap harus anda kuasai.
Lho kenapa?
Karena cara ini bisa anda gunakan di AutoCAD versi apapun. Fitur yang
digunakan adalah bawaan default AutoCAD semua versi.
Mari kita mulai tutorialnya. Semua data menggunakan Tabel Contoh Data
Ukur Sudut Dan Jarak diatas.
2. Pada kotak dialog Drawing Units, Length Type pilih Decimal dan Precision
pilih 0.00. Pada bagian Angle, Type pilih Deg/Min/Sec | Precision pilih
0d00’00” | Kotak Clockwise pastikan tercentang. Pada bagian Insertion scale
pilih Meters.
4. Pada kotak dialog Direction Control, Base Angle pilih North. Kemudian klik
OK. Supaya lebih jelas lihat gambar dibawah ini.
A2. Menggambar Data Pengukuran Sudut Azimuth Dan Jarak
1. Pada command prompt ketikkan perintah PL > enter.
PL
250000,1600000
@90<60d40’20”
2. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify start point:, klik
Titik P2 (Aktifkan SNAP agar akurat)
3. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify next point or
[Arc/Halfwidth/Length/Undo/Width], klik Titik P1 > enter
6. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify base poin, klik
Titik P2
10. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify total length or
[Angle], masukkan 120 > enter.
PL
Klik Titik P2
Klik Titik P1
Klik garis
RO
Klik Titik P2
200d30’20”
LEN
TOTAL
120
Klik Ujung Garis
COGO commands adalah fitur bawaan AutoCAD Map. Didesain khusus untuk
input data survey. Iya, ini khusus untuk anda para surveyor.
Di AutoCAD Map 2010 keatas, selain empat yang diatas juga ditambahkan:
Untuk menggambar Data dari contoh tabel diatas, kita hanya perlu 2 COGO
saja.
10. Pada command prompt akan muncul permintaan Enter angle:, masukkan
sudut Titik P3 (160d20’20” > enter)
11. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify distance:,
masukkan jarak Titik P3 ke P4 (80 > enter)
13. Apabila hasil penggambaran tidak terlihat ditengah layar AutoCAD, maka
pada command prompt ketikkan perintah z > enter > e > enter.
Kalau pusing lihat yang diatas, coba lihat penyajian yang sederhana dibawah
ini. Pada command prompt ketikkan perintah dibawah ini secara berurutan
dan gunakan enter untuk pergantian setiap baris.
PL
250000,1600000
‘ZD
60d40’20”
90
‘AD
200d30’20”
120
‘AD
160d20’20”
80
Jika belum, mohon maap anda belum bisa menggunakan cara ini.
7. Pada command prompt akan muncul permintaan Jarak Dari Titik Basis,
ketikkan 90 > enter
POLARSURVEY
250000,1600000
P2
60
40
20
90
8. Pada command prompt akan muncul permintaan Jarak Dari Titik Basis.
Ketikkan 120 > enter
POLARA
Klik Titik P2
Klik Titik P1
P3
200
30
20
120
POLARA
Klik Titik P3
Klik Titik P2
P4
160
20
20
80
D. Penutup
Jika anda memproses data pengukuran sudut, azimuth dan jarak menjadi titik
koordinat, maka untuk cara menggambar-nya di AutoCAD gunakan Cara
Menggambar Bidang Menggunakan Data Koordinat ini.
Boleh tahu cara mana yang anda gunakan? Atau anda punya cara lain selain
cara diatas? Kirimkan komentar anda melalui form kontak. Saya akan
membaca kiriman anda. Kalau menarik, akan saya tambahkan di artikel ini.
Satu hal lagi. Jika artikel ini bermanfaat, tolong bagikan kepada saudara atau
teman anda. Saya mendapat kebaikan dengan menulis ilmu dan anda
mendapat kebaikan dengan menjadi perantara ilmu bagi saudara dan teman
anda.
Sebelum mendefinsikan sistem koordinat yang baru, kita harus tahu semua
parameter dan ketentuan dari sistem koordinat yang akan kita buat. Misalnya
harus tahu datum-nya, satuannya, jenis proyeksi, faktor skala, dan central
meridian-nya. Kalau kita tidak tahu parameternya, kita tidak akan bisa
mengisi form yang disediakan AutoCAD Map. Otomatis kalau form tidak
terisi, tidak akan ada sistem koordinat baru yang terbentuk.
Cara Membuat Kategori Baru Untuk Sistem
Koordinat Baru
1. Jalankan Program AutoCAD Map sebagai administrator. Langkah pertama
ini sangat penting, karena kalau kita tidak menjalankan AutoCAD Map
sebagai administrator, proses pembuatan kategori dan sistem koordinat baru
akan error dan tidak akan berhasil. Untuk menjalankan sebuah program
sebagai administrator, caranya adalah pada window desktop, klik kanan icon
program kemudian pilih Run as administrator. Untuk lebih jelas lihat gambar
dibawah ini.
2. Klik menu Map > Tools > Define Global Coordinate System… atau bisa juga
melalui command prompt dengan mengetik ADEDEFCRDSYS kemudian
enter.
5. Akan muncul kotak dialog New Category. Pada Category Name: isi nama
kategori sesuai dengan yang kita inginkan. Sebagai contoh saya
mengisikan Koordinat TM3. Kemudian klik OK.
6. Pada kotak dialog Coordinate System Category Manager akan muncul nama
kategori yang kita buat tadi. Kalau kategori baru sudah masuk berarti
langkahnya sudah betul, maka selanjutnya klik Close.
7. Pada kotak dialog Global Coordinate System Manager, klik Close.
2. Klik menu Map > Tools > Define Global Coordinate System… atau bisa juga
melalui command prompt dengan mengetik ADEDEFCRDSYS kemudian
enter.
Code:, harus unik, tidak boleh sama dengan nama koordinat yang sudah ada.
Karakter yang bisa dimasukkan A-Z ; a-z ; 0-9 ; – (dash) ; _ (underscore).
Units:, silahkan pilih sesuai dengan parameter sistem koordinat yang kita
buat.
Description:, bisa diisi bebas dan tidak harus unik. Yang penting bisa
menggambarkan sistem koordinat baru yang kita buat
Dibawah ini adalah contoh pengisian tab General untuk Koordinat TM3 Zone
50.1 (Semua parameter lihat dibagian judul Referensi Koordinat TM3)
Pada tab Projection, silahkan isi sesuai dengan parameter sistem koordinat
yang kita buat.
Dibawah ini adalah contoh pengisian tab Projection TM3 Zone 50.1 (Semua
parameter lihat dibagian judul Referensi Koordinat TM3).
5. Kalau semua parameter sudah terisi, silahkan klik OK.
(2) Meridian sentral zone TM-3° terletak 1,5° (satu koma lima derajat) di
timur dan barat meridian sentral zone UTM yang bersangkutan.
(3) Besaran faktor skala di meridian sentral (k) yang digunakan adalah
0,9999.
(4) Titik nol semu yang digunakan adalah timur (x) = 200.000 meter, dan
utara (y) = 1.500.000 meter.
(5) Model matematik bumi sebagai bidang referensi adalah spheroid pada
datum WGS-1984 dengan parameter a = 6.378.137 meter dan f =
1/298,25722357.
Untuk penomoran zone mengacu kepada PMNA No.3 Tahun 1997 Pasal 16
Ayat 2, yang berbunyi:
(2) Penomoran zone mengacu pada nomor zone UTM, penomoran terdiri dari
tiga digit dimana dua digit pertama berisi nomor zone UTM dan digit terakhir
merupakan letak zone TM-3° sebagaimana tercantum dalam lampiran 5.
Setiap zone memiliki nilai central meridian yang berbeda, oleh karena itu
harus didefinisikan berbeda. Kalau kita mau membuat sistem koordinat TM3
untuk setiap zone, maka lakukan langkah pembuatan untuk setiap zone
seperti langkah pembuatan sistem koordinat untuk zona 50.1 diatas. Bedanya
nanti hanya di nilai meridian central-nya.
Jadi kalau anda mau membuat sistem koordinat TM3 untuk wilayah anda,
lihat wilayah anda di Peta Indonesia masuk ke batas zone yang mana. Setelah
itu lihat meridian tengah pada tabel diatas untuk batas zone wilayah anda
nilainya berapa.
Kalau anda tidak mau repot-repot membuat sistem koordinat TM3, tetapi
ingin melakukan transformasi koordinat dari TM3 ke UTM atau sebaliknya,
atau transformasi dari TM3 ke Geografis (Lintang Bujur) atau sebaliknya,
anda bisa menggunakan aplikasi transformasi koordinat online di Asifah
dengan cara klikKonversi Koordinat Online
Bagi anda pengguna aplikasi dari BPN seperti GeoKKPWeb, maka Koordinat
TM3 untuk setiap zone sudah terdefiniskan dengan baik di AutoCAD Map
anda. Anda hanya tinggal menggunakan. Bagi anda pengguna AutoCAD Map
yang belum diinstall aplikasi tambahan, maka anda bisa menggunakan cara
diatas untuk membuat sistem koordinat TM3 ataupun sistem koordinat lain.
Inilah Cara Plotting Peta Tidak Ber Koordinat Dengan Rubber Sheet di
AutoCAD Map. Tutorial ini akan menjelaskan setiap langkah yang harus
dilakukan untuk memasukkan sebuah gambar DWG yang belum ada
koordinat dan orientasi, ke gambar DWG lain yang sudah ada koordinatnya.
Sebuah gambar yang belum ada koordinat dan belum betul orientasinya, bisa
didapatkan dari hasil digitasi atau dari hasil penggambaran data ukur yang
kurang lengkap. Atau bisa juga dari peta hasil software-software pemetaan
digital selain AutoCAD yang belum berkoordinat atau bisa jadi beda sistem
koordinatnya.
Apabila dengan bantuan citra pun kita tetap tidak dapat titik referensi, maka
mau tidak mau kita harus ke lapangan untuk mendapatkan minimal 2 titik.
Untuk hasil plotting dengan ketelitian tinggi, sebaiknya pengambilan titik
koordinat yang akan dijadikan referensi, menggunakan GPS dengan ketelitian
tinggi, seperti dengan GPS Geodetik atau CORS. (Silahkan baca juga: Cara
Transfer Data GPS)
Fitur Rubber Sheet adalah tool dasar bawaan AutoCAD Map. Saya sudah cek
di AutoCAD yang bukan khusus untuk pemetaan seperti AutoCAD 2007, fitur
bawaannya tidak ada Rubber Sheet. Jadi kalau mau mencoba
mempraktekkan tutorial AutoCAD ini, anda harus menggunakan AutoCAD
Map.
Dibawah ini adalah contoh gambar Latihan Rubber [Link] (kanan)
yang akan di plot ke gambar [Link] (kiri). Gambar sebelah kanan
(1234) ukurannya lebih besar dari gambar sebelah kiri (1A2A3A4A), belum
betul titik koordinat dan juga orientasinya. Referensi untuk titik 1 adalah 1A,
titik 2 adalah 2A, titik 3 adalah 3A, dan titik 4 adalah 4A.
2. Buka peta atau file dwg yang akan kita plotting (Dalam tutorial ini saya
menggunakan file Latihan Rubber [Link])
3. Blok atau pilih semua objek yang akan kita plot. Caranya bisa menggunakan
kursor. Tips apabila kita ingin memilih semua objek yang ada di layar dengan
cepat dan tanpa ada yang terlewat maka bisa menggunakan menu Edit >
Select All atau tekan Ctrl+A pada keyboard.
5. Buka window peta yang akan kita jadikan tempat untuk plotting. Caranya
klik menu Window kemudian pilih nama file nya (Contoh dalam tutorial ini
adalah [Link]).
6. Arahkan kursor ke dekat area tempat bidang akan diplot, kemudian klik
kanan > plih Paste atau klik menu Edit kemudian Paste. Arahkan lagi kursor
ke dekat area tempat bidang akan diplot kemudian klik kiri. (Kita juga bisa
memilih Paste as Block, tetapi saya sudah beberapa kali uji coba
menggunakan Paste biasa hasilnya lebih akurat dari Paste as Block)
7. Pilih menu Map > Tools > Rubber Sheet atau bisa juga melalui
Command prompt dengan mengetik perintah ADERSHEET.
8. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 1:, klik
ujung bidang titik ke-1.
10. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 2:, klik
ujung bidang titik ke-2.
11. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 2:,
klik ujung bidang titik 2A
12. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 3:, klik
ujung bidang titik ke-3.
13. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 3:,
klik ujung bidang titik 3A
14. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 4:, klik
ujung bidang titik ke-4.
15. Pada Command prompt akan muncul permintaan Reference point 4:,
klik ujung bidang titik 4A.
16. Pada Command prompt akan muncul permintaan Base point 5:, karena
kita hanya akan menggunakan 4 titik referensi maka langsung tekan enter
saja.
18. Pada Command prompt akan muncul permintaan Select objects: dan
kursor berubah menjadi kotak kecil yang siap digunakan untuk memilih objek.
Pilih objek yang akan diplot dengan cara klik kiri semua objek (Contoh yang
dipilih dalam tutorial ini adalah bidang 1234).
19. Pada Command prompt akan muncul permintaan Select objects: lagi.
Karena objek sudah dipilih dan tidak ada lagi objek yang akan di Rubber Sheet
pada proses ini, maka tekan saja enter.
20. Kalau langkah-langkahnya sudah benar maka gambar bidang 1234 akan
masuk ke bidang 1A2A3A4A. Sebagai contoh lihat gambar di bawah ini.
Akurasi hasil plotting dengan Rubber Sheet akan dipengaruhi oleh jumlah
titik referensi yang digunakan, sebaran titik referensi (makin menyebar makin
baik), dan akurasi ketika mengambil/ mengklik titik referensi (untuk
meminimalkan hal ini pastikan mode snap untuk Endpoint aktif).
Cara Merubah Peta Dari Format ArcView Menjadi
Format AutoCAD
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD
Tutorial Cara Merubah Peta Dari Format ArcView Menjadi Format AutoCAD
ini merupakan bagian dari tutorial autocad map pilihan. Saya menuliskan
tutorial ini, karena pernah ditanyakan oleh teman saya.
Dulu ketika mau mengolah data untuk kepentingan skripsi, data spasial yang
dia peroleh berformat ArcView, sementara software yang dia gunakan untuk
mengolah data spasial adalah AutoCAD Map.
Sebenarnya ada banyak cara untuk merubah format data spasial tersebut.
Adapun yang akan saya uraikan merupakan salah satu cara saja yang mudah-
mudahan bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk menyelesaikan kasus
diatas.
Tehnik yang saya gunakan untuk merubah format data spasial tersebut
menggunakan bantuan Software MapInfo Professional. Jadi tehnik ini bisa
anda gunakan jika software MapInfo sudah terinstal dalam komputer yang
anda gunakan.
Lalu seperti apakah cara yang saya maksud tersebut, langsung simak saja
tutorial dibawah ini.
2. Klik menu Tools > Universal Translator > Universal Translator. Apabila
berhasil akan muncul form dialog seperti dibawah ini.
3. Pada bagian Source , Format pilih ESRI Shape ; pada bagian File cari
dimana kita menyimpan peta tersebut (Peta dalam format Arcview/ *.shp).
Pada bagian Destination, Format pilih MapInfo TAB ; pada bagian Directory,
cari dimana kita akan menyimpan peta hasil proses ini. Pada bagian Log,
biarkan saja seperti default nya.
4. Klik OK. Apabila prosesnya berhasil maka akan ada pesan yang berbunyi
Translation succesful!
6. Pada bagian Source , Format pilih MapInfo TAB ; pada bagian File cari
dimana kita menyimpan peta hasil translasi (Peta dalam format MapInfo/
*.tab).
Pada bagian Log, biarkan saja seperti default nya. Untuk memberikan
gambaran lihat tampilan dibawah ini.
7. Klik OK. Proses translasi berjalan otomatis, apabila berhasil akan muncul
pesan Translation succesful!
8. Proses untuk merubah peta dari format Arcview menjadi format AutoCAD
selesai.
Untuk memastikan hasil perubahan ini, buka saja program AutoCAD. Apabila
ingin melihat hasil dari proses yang saya lakukan ketika membuat tutorial ini,
lihat gambar dibawah.
Akan tetapi ketika saya mencobanya, file berformat ArcView 3.3 ini tidak bisa
dibuka (versi lain belum pernah mencoba).
Demikian tutorial Cara Merubah Peta Dari Format Arcview Menjadi Format
AutoCAD ini, mudah-mudahan bermanfaat terutama bagi yang sedang belajar
AutoCAD untuk pemetaan digital.
Jangan khawatir, semua fitur yang digunakan adalah fitur bawaan default
AutoCAD Map. Tidak perlu install software atau plugin tambahan.
Cara yang digunakan dalam tutorial ini, secara garis besar terdiri dari tiga
langkah yaitu:
Pertama, menempatkan peta agar bersebelahan.
Kedua, mengoreksi node agar ada diposisi yang sama.
Ketiga, menjadikan line atau polyline satu entity.
Tenang, ketiga langkah tersebut akan dijelaskan secara bertahap dibawah ini.
Silahkan lanjutkan membaca…
2. Masuk ke window [Link] dengan cara klik menu Window > Klik
nama file.
3. Pilih (select) seluruh objek yang ada di [Link] dengan cara membuat
corner dari kanan bawah kotak hijau ke kiri atas kotak hijau sampai seluruh
objek terpilih.
Jika anda yakin dilayar penggambaran tidak ada objek lain selain
yang didalam kotak hijau, pemilihan objek bisa juga dengan cara
tekan Ctrl+A pada keyboard.
5. Masuk ke window [Link] dengan cara klik menu Window > Klik
nama file.
7. Matikan layer yang memuat garis kotak hijau agar tidak menggangu proses
pada tahapan selanjutnya.
8. Klik menu Map > Tools > Drawing Cleanup atau bisa juga melalui
command prompt dengan mengetikkan perintah mapclean
a. Pada bagian objects to include, pilih option Select all, kemudian klik Next.
b. Pada bagian Cleanup Actions pilih Snap Clustered Nodes, kemudian klik
Add.
c. Pada bagian Tolerance isi dengan angka tertentu. Angka ini harus lebih
besar dari gap yang ada diantara garis yang harusnya bertemu.
f. Pada bagian Cleanup Method, pilih opsi Modify original objects. Kemudian
klik Finish.
Sampai dengan tahap ini, seharusnya semua ujung garis sudah ada diposisi
node yang sama.
Kalau ada yang belum bertemu, berarti tidak masuk tolerance. Untuk itu
silahkan ulangi drawing cleanup diatas, kemudian set tolerance lebih besar.
pada command prompt ketikkan PE > M > pilih objek yang ada di perbatasan
lembar dengan membuat corner dari kanan bawah, ke kiri atas atau klik satu
persatu polyline yang ingin dijadikan satu entity > kemudian enter > join > 0
> enter > enter.
Cek semua polyline yang ada diperbatasan lembar seperti gambar dibawah ini
(Dalam gambar dibawah ini, garis diperbatasan lembar sudah menjadi satu
entity).
Jika pada perbatasan lembar gambar anda ada objek line dan
polyline, maka untuk objek line akan ada permintaan [Convert
Lines and Arcs to polylines [Yes/No]?].
Cara memotong peta dengan cepat di AutoCAD Map bisa kita lakukan dengan
menggunakan tools boundary trim. Tutorial ini akan menunjukkan tahapan
dan pengaturan dalam menggunakan boundary trim untuk keperluan
pemotongan peta yang jumlah objeknya banyak.
Jika kita memerlukan bagian dari sebuah peta digital yang jumlah objeknya
sampai ratusan ribu, maka menggunakan tool trim biasa akan sangat tidak
efektif. Untuk meningkatkan produktifitas dan menyederhanakan keperluan
pemotongan peta yang kompleks, maka AutoCAD Map menyediakan tool
boundary trim bagi penggunanya.
Jika anda akan memotong peta untuk keperluan apapun, silahkan ikuti
langkah demi langkah cara pemotongan peta digital menggunakan AutoCAD
Map dibawah ini.
2. Jika kita masih memerlukan peta aslinya, silahkan buat salinan dari peta
yang terbuka dengan klik menu File > Save As > berikan nama file yang
berbeda dengan peta aslinya.
3. Buat area atau kotak menggunakan polyline, polygon atau rectangle yang
akan menjadi bagian peta yang dipotong. Supaya lebih jelas lihat kotak hijau
pada contoh gambar dibawah ini.
4. Klik menu Map > Tools > Boundary Trim atau bisa juga melalui command
prompt dengan mengetikkan perintah maptrim
5. Pada kotak dialog Trim Objects at Boundary yang sudah muncul, lakukan
pengaturan seperti dibawah ini.
Pada bagian Boundary pilih option Select Boundary, kemudian klik tombol
Select > klik area yang sudah kita buat pada langkah ke-3.
Pada bagian Trim Method pilih option Trim Outside Boundary. Unceklis kotak
Skip Topoogy Objects dan kotak Retain Object Data. Pengaturan ini
menunjukkan kalau kita akan memotong dan menghilangkan seluruh objek
yang ada diluar area yang sudah dibuat.
Pada bagian Objects That Cannot be Trimmed pilih option Delete, karena kita
akan menghapus seluruh objek yang ada diluar kotak.
Hasil pengaturan kotak dialog Trim Objects at Boundary diatas akan terlihat
seperti gambar dibawah ini.
6. Kalau pengaturan sudah seperti gambar diatas, silahkan klik OK.
8. Proses pemotongan akan berjalan dan pada command prompt ada tulisan…
Jika jumlah objek yang dipotong mencapai ratusan ribu, maka proses
pemotongan bisa memakan waktu beberapa menit. Oleh karena itu biarkan
saja prosesnya berlangsung sampai muncul pesan done pada command
prompt.
Kalau anda perhatikan bagian Trim Method pada kotak dialog Trim Objects at
Boundary, ada option Trim Inside Boundary. Option ini bisa kita gunakan
untuk keperluan sebaliknya, yaitu memotong atau menghilangkan seluruh
objek yang ada didalam kotak.
Tool boundary trim tidak akan anda dapatkan di AutoCAD versi biasa. Jika
anda mau mencoba menggunakan boundary trim, gunakan AutoCAD Map.
Silahkan pelajari juga seluruh tutorial yang berkaitan dengan AutoCAD Map
yang pernah saya tulis di Tutorial AutoCAD Map.
Kali ini kita akan belajar cara membuka file SHP (Shapefile) di AutoCAD Map.
Data Shapefile (SHP) tidak hanya bisa dibuka dengan ArcView atau ArcGIS,
karena AutoCAD Map pun menyediakan fitur bagi pengguna untuk
melakukannya.
Dengan AutoCAD Map kita tidak hanya bisa menampilkan data spasial file
shp, tetapi data tekstualnya pun bisa ditampilkan dalam bentuk tabel. Bahkan
pengguna bisa meng-edit, menghapus, atau menambahkan data baru.
2. Klik tab Dispaly Manager pada Task Pane, kemudian klik Data > Connect to
Data. Supaya lebih jelas lihat gambar di bawah ini.
Apabila sudah ada data shp yang terpilih seperti gambar diatas, klik Connect.
4. Akan muncul halaman Add Data to Map. Centang kotak kecil disamping
nama file shp, kemudian klik Add to Map. Untuk contoh lihat gambar di
bawah ini.
5. Data shp sudah tampil dilayar AutoCAD Map, silahkan tutup kotak dialog
Data Connect.
6. Untuk menampilkan tabel data tekstual (Data Table) dari file shp yang
terbuka, silahkan klik nama layer pada tab display manager (pada contoh
gambar dibawah ini, nama layernya adalah Kecamatan3), kemudian klik
Table.
Pada tab display manager akan tampil semua layer yang sudah dibuka dengan
data connect. Layer ini bisa anda ceklis atau unceklis seperti pada ArcView
untuk menampilkan atau tidak menampilkan data spasial di layar.
Semua data tekstual dari layer yang diklik akan ditampilkan pada Data Tabel.
Pada gambar diatas, layer Kecamatan3 hanya memiliki data tekstual FeatId
dan Area. Data tabel ini bisa kita hapus atau ditambahkan data baru. Bahkan
kita bisa menggabungkan dengan database lain dengan menggunakan join.
Pada tahun 2010 saya pernah menulis tutorial Cara Merubah Peta Format
ArcView Menjadi Format AutoCAD menggunakan Universal Translator
dari MapInfo Professional. Waktu itu saya belum menggunakan AutoCAD
Map 3D dan berusaha meng convert peta menggunakan AutoDesk Map 2004
yang sudah terinstall di komputer, tetapi tidak berhasil.
Jika anda punya peta digital dalam format ArcView (*.shp) dan ingin
menggunakannya di AutoCAD, maka merubahnya menjadi file AutoCAD
(*.dwg) adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Untuk itu silahkan
ikuti tahapan convert peta ArcView dibawah ini.
2. Klik menu Map > Tools > Import… atau bisa juga melalui command
prompt dengan mengetikkan mapimport kemudian enter.
4. Akan terbuka kotak dialog Import. Pada bagian bawah ada kotak Import
polygons as closed polylines, silahkan centang jika ingin hasil convert
menjadi polyline tertutup. Kemudian klik OK.
5. Apabila hasil convert tidak terlihat ditengah layar AutoCAD, maka pada
command prompt ketikkan z, kemudian enter, ketikkan e, kemudian enter.
(z > enter > e > enter)
6. Jika ingin menyimpan file dwg hasil convert, jangan lupa untuk klik
menu File > Save As….
Kalau anda perhatikan, langkah convert peta diatas tahapannya tidak banyak
dan tidak sulit. Apalagi kalau sudah mencoba mempraktekkan, maka anda
akan merasakan caranya sederhana. Selain itu kalau sudah praktek, anda bisa
mengetahui jenis file apa saja yang bisa di convert dengan fitur Import
AutoCAD Map.
Dalam membuat peta digital di AutoCAD, kita bisa menggunakan data dari
berbagai sumber. Bisa menggunakan hasil olahan data ukur lapangan,
maupun hasil olahan data digital dari berbagai format software pemetaan
digital yang lain. Oleh karena itu sebagai pengguna AutoCAD, sebaiknya kita
menguasai semua fitur penting di AutoCAD seperti fitur Import yang kita
bahas diatas.
Ikuti tahapan Convert Dwg to Shp atau Cara Export Dwg ke Shp berikut ini
jika anda ingin merubah gambar AutoCAD menjadi gambar ArcView. Dalam
tutorial dibawah ini, anda juga bisa mempelajari cara memilih data tekstual
apa saja yang akan dihubungkan dengan gambar AutoCAD yang akan
diexport.
Sebagaimana kita tahu, Shp (Shapefile) adalah jenis file yang digunakan oleh
ArcView. File shp ini memuat data spasial dan data tekstual yang bisa
digunakan untuk berbagai keperluan analisa dalam Sistem Informasi
Geografis (SIG).
1. File dwg bisa memuat berbagai tipe geometry (point, line, text, dan
polygon), sementara setiap file shp hanya memuat satu tipe geometry.
2. File shp tidak mendukung warna. Ketika anda export layer dwg berwarna
merah, maka data warna ini tidak akan tersimpan dalam file shp.
3. File shp tidak mendukung arcs, splines, dan ellipses. Ketika anda export
gambar dwg yang berbentuk arcs, splines, atau ellipses ke shp, maka akan
dikonversi menjadi polylines.
2. Jika yang akan diconvert adalah objek yang memiliki area seperti bidang
tanah, wilayah kecamatan, atau wilayah kabupaten, maka pastikan setiap area
dibentuk oleh polygon atau polyline tertutup. Fungsinya agar hasil convert
menjadi objek geometry tipe polygon dan memiliki data tekstual area untuk
setiap bidang.
Kalau bidangnya banyak akan sangat tidak efektif merubah setiap bidang
menjadi polygon atau polyline tertutup, maka untuk memudahkan lakukan
topology dengan tipe polygon pada bidang tersebut.
Dibawah ini adalah contoh gambar wilayah kecamatan yang sudah ditopology
dengan tipe polygon dan akan kita convert menjadi file shp.
3. Klik menu Map > Tools > Export atau melalui command prompt
ketikkan mapexport
4. Pada kotak dialog Export Location, Files of type pilih ESRI Shapefile
(*.shp). Pilih lokasi folder untuk menyimpan file shp, ketikkan nama file,
kemudian klik OK.
Klik tab Selection. Pada bagian Object type, pilih Polygon. Pada bagian Select
objects to export, pilih Select all. Pada bagian Filter selection, pilih layer yang
akan diexport (sebagai contoh saya memilih layer kecamatan). Pada bagian
Select polygon topology to export, pilih nama topology yang sudah kita buat
(sebagai contoh saya memilih topology Untitled1). Supaya lebih jelas lihat
gambar dibawah ini.
Klik tab Data. Pada bagian ini kita menentukan data tekstual apa saja yang
akan dilink-kan dengan data spasialnya. Semua data tekstual yang melekat
dengan gambar AutoCAD akan ditampilkan pada kotak dialog select
attributes. Dalam proses convert to shp ini, saya hanya akan mengambil data
tekstual ID, Area, dan Perimeter saja. Caranya, klik Select Attributes, pada
kotak dialog Select Attributes klik tanda + Topologies > + Polygon > + Polygon
Centroid, kemudian centang ID, Area, Perimeter. Klik OK. Supaya lebih jelas
lihat gambar dibawah ini.
Klik tab Options. Pada bagian Other, centang kotak Tread closed polylines as
polygons.
7. Proses convert ke shp sudah selesai, silahkan anda coba buka hasilnya
menggunakan ArcView, ArcGIS, atau AutoCAD Map itu sendiri (pada tutorial
berikutnya Insha Allah akan kita pelajari Cara Membuka File Shp di AutoCAD
Map).
Setelah berhasil export satu layer dwg ke shp, kita bisa mengulangi langkah
diatas untuk export layer dwg yang lainnya. Anda juga bisa mencoba
mengikutkan data tekstual lain yang ada dalam select attributes dalam proses
export.
Beberapa waktu yang lalu saya dikirimi sms oleh seorang teman yang isinya
minta tolong untuk menuliskan tahapan digitasi on screen menggunakan
AutoCAD.
Setelah cukup lama permintaan itu belum bisa saya penuhi, akhirnya ketika
ada teman saya yang lain minta tolong untuk mendigitasi sebuah Peta
Administasi, maka langkah-langkah digitasi on screen menggunakan
AutoCAD ini sekalian saya buat juga.
3. Pilih gambar/ foto/ citra/ peta hasil scanning yang akan didigitasi > Klik
Open
5. Klik menu View > Zoom > Extents, untuk menampilkan gambar tepat
ditengah-tengah layar.
7. Buat layer baru untuk masing-masing objek yang ada pada gambar,
misalnya layer sungai, layer jalan, dan layer bidang. Untuk membuat layer
baru klik command New > Ketikkan nama layer > pilih warna dan jenis garis
> Klik command OK
b. Base Point 1 : isikan koordinat pada gambar atau klik sebuah titik pada
gambar (lihat Gambar dibawah)
k. Tekan Enter
l. Ketik : select > blok semua objek > View > Zoom > Extents
Adapun yang perlu menjadi catatan adalah mengenai proses Rubber Sheet.
Sebenarnya jumlah titik yang dijadikan acuan tidak harus delapan titik,
karena menggunakan minimal dua titik pun kita sudah bisa melakukan proses
Rubber sheet.
Sebelumnya saya mohon maap tutorial ini dibuat tidak terlalu detil dan bukan
untuk yang belum tahu dasar-dasar menggunakan AutoCAD. Jika ada teman-
teman yang ingin mendiskusikan artikel ini saya persilahkan meninggalkan
komentar melalui form kontak. Demikian semoga artikel tahapan digitasi on
Screen menggunakan AutoCAD ini bermanfaat.
Punya ratusan atau ribuan bidang? Gunakan cara menghitung luas banyak
bidang sekaligus atau secara massal berikut ini. Selain itu kita akan
menampilkan luas yang sudah dihitung tersebut di tengah bidang juga secara
massal.
Kalau jumlah bidangnya sedikit, tak masalah menggunakan cara yang sudah
saya bahas di tutorial yang ini Cara Menghitung Luas Di AutoCAD.
Tetapi kalau jumlah persilnya mencapai ribuan akan sangat tidak efektif
menggunakan cara yang itu. Dan pastinya capek.
Tutorial ini saya buat dalam bentuk video dan artikel. Dengan begitu tentunya
anda akan sangat mudah memahami dan mempraktekkan caranya. Dan
memang begitulah harapan saya. Anda sebagai pembaca bisa dengan mudah
belajar.
OK langsung saja tonton Video Cara Menghitung Luas Bidang Secara Massal
diatas dan pelajari juga versi artikelnya di bawah ini.
Pertama kita akan buka gambar bidang yang akan dihitung luasnya. Caranya
klik menu File > Open > Pilih file dwg yang akan dihitung luasnya > klik
Open.
Pada bagian bagian Objects to include pilih option Select all, kemudian
klik tombol layer > Pilih layer Persil > klik Select. Kemudian klik Next.
Command: mapclean
180 object(s) found
Please wait …
Deleting previous markers…
Cleanup statistics:
Modified object(s) :156
Deleted object(s) :24
Created object(s) :457
Untuk menambah referensi penggunaan drawing cleanup, silahkan baca juga
tutorial Cara Menggabungkan Peta.
Tahapan Topology
Langkah selanjutnya, kita akan melakukan Topology. Caranya klik
menu Map > Topology > Create atau bisa juga melalui Command
prompt dengan mengetikkan perintah maptopocreate
Akan muncul kotak dialog Create Topology. Disini kita akan melakukan
beberapa pengaturan.
Pada bagian Topology type, pilih option Polygon. Pada bagian Topology
name bisa diisi bebas, disini saya akan coba isi dengan Luas. Kemudian
klik Next.
Pilih option Select all. Klik tombol layer, pilih Persil > klik Select.
Pada kotak dialog Create Topology ini yang wajib disetting hanya 2
halaman . Jadi yang lainnya akan kita biarkan default saja. Sekarang
kita langsung klik Finish.
Topology successfully created with 180 polygons, 613 links, and 445 nodes.
Sekarang kita coba lihat luas beberapa bidang. Caranya klik menu Map >
Object Data > Edit Object Data. Kemudian klik salah satu titik ditengah
bidang, maka akan muncul kotak dialog yang ada informasi luasnya (Area).
Sebelumnya kita akan buat dulu layer baru untuk Luas. Caranya klik
Layer > klik New Layer > Ketik Luas > Rubah warnanya menjadi biru.
Selanjutya Pada Task Pane, klik tab Map Explorer. Kemudian klik tanda
+ Topologies, kemudian klik kanan Luas > Analysis > Topology Query
Pada kotak dialog Topology Query, klik Define Query.
Pada kotak dialog Define Query of Topology Luas kita akan melakukan
beberapa pengaturan.
Pada bagian Query Type, klik Location. Pada Boundary type pilih option
All. Kemudian klik OK.
Pada isian Layer, klik tombol Layers. Kemudian pilih Luas > klik OK.
Kemudian klik lagi OK. Klik lagi OK.
Kemudian klik Execute Query. Apabila berhasil maka luas akan muncul
ditengah bidang.
Untuk menambah referensi penggunaan define query, silahkan baca
tutorial Cara Transformasi Koordinat.
Pada kotak dialog Select Topologies, ceklis Luas. Kemudian klik OK.
Sekarang dibawah layer Luas akan muncul sub layer Text Style. Klik
kanan Text Style > Properties.
Bagi anda yang ingin tahu Cara Transfer Data GPS Map Garmin Ke AutoCAD,
ArcGIS, ArcView GIS, dan MapInfo Professional simak saja tutorial di bawah
ini.
MapSource
EasyGPS
ExpertGPS
DNRGPS
Jika anda ingin mencoba mempraktekkan semua materi yang ada di artikel
ini, paling tidak anda harus mempersiapkan perlengkapan seperti di atas.
4. Klik Find Device → Pilih objek yang akan di transfer (Dalam contoh ini saya
hanya akan menntransfer Waypoints dan Tracks) → Klik Receive. Untuk lebih
jelas lihat gambar di bawah ini.
5. Apabila proses transfer berhasil, akan muncul pesan “The data was
succesfuly received” dan ada pilihan untuk mematikan GPS. Biarkan saja
pilihannya tercentang kemudian klik OK.
6. Sekarang Anda lihat gambar di bawah, dibagian sisi kiri terdapat banyak
sekali Waypoints (ada 658) dan Tracks (ada 234). Itu disebabkan karena
semua data yang pernah kita ambil menggunakan GPS dan belum sempat
terhapus, maka data tersebut semuanya ikut berpindah ke MapSorce.
Jadi pemilihan data yang akan kita gunakan tidak bisa dilakukan pada saat
proses transfer tetapi pada saat data tersebut telah masuk ke MapSource.
8. Apabila semua data yang tidak akan kita gunakan telah dihapus, maka
proses selanjutnya adalah menyimpan data tersebut.
9. Pilih File → Save As → ganti “Save as type” dengan DXF (*.dxf) agar file
bisa dibaca oleh software-software SIG dan pemeetaan yang lain → ketik
nama file → kemudian Save
10. Akan muncul kotak dialog yang memberikan kita pilihan untuk memilih
sistem koordinat dan faktor skala (Bebas memilih, sebagai contoh saya
memilih UTM) → klik OK.
Cara membuka data berextensi DXF (*.dxf) di AutoCAD /
AutoDesk Map
Pilih menu File → Open → Files of type: pilih DXF (*.dxf) → Cari lokasi File
yang dimaksud → Klik Open.
Untuk melihat tutorial Autocad Map lain yang pernah saya muat
di blog ini, silahkan klik Tutorial AutoCad Map
2. Panggil File yang berextensi DXF (*.dxf) dengan cara, pilih View → Add
Theme → cari lokasi File → klik file yang dimaksud → klik Ok
Cara membuka data berextensi DXF (*.dxf) di MapInfo
Professional
1. Gunakan Universal Translator terlebih dahulu untuk merubah data
berextensi DXF (*.dxf) menjadi berextensi MapInfo TAB.
2. Buka File yang telah dirubah dengan Universal Translator dengan cara,
Pilih menu File → Open → cari lokasi File → klik file yang dimaksud → klik
Open
Cara
membuat atau cara menggambar garis di AutoCAD bisa dilakukan setidaknya
dengan 9 cara. Dalam tutorial AutoCAD kali ini kita akan mempraktekkan
membuat garis dengan sembilan cara tersebut. Kesembilan cara ini diperlukan
untuk membuat garis dalam kondisi yang berbeda-beda sesuai dengan
kebutuhan dan data awal yang tersedia.
8. Cara Membuat Garis Lurus Atau Meluruskan Garis Yang Akan Dibuat
Untuk mengakses tool membuat garis bisa dilakukan paling tidak melalui 3
cara, yaitu melalui Toolbars > pilih tombol Line, melalui menu Draw >
Line, dan melalui Command. Kalau saya pribadi lebih suka dan terbiasa
menggunakan Command karena lebih simpel dan cepat. Kita tinggal
mengetikkan L kemudian tekan enter atau spasi bar, maka membuat garisnya
tinggal dieksekusi.
4. Jika ada titik koordinat ke-3 dan seterusnya, lakukan lagi langkah ke-3.
Kalau tidak ada tekan tombol enter atau escape pada keyboard untuk
mengakhiri pembuatan garis.
5. Ulangi langkah ke-1 sampai dengan langkah ke-4 diatas untuk membuat
garis dari titik ke-2 ke titik ke-3.
3. Arahkan kursor ke bagian kanan atas dari titik yang dibuat pada
langkah 2 sampai besar sudutnya sesuai dengan yang kita inginkan
(misalnya 45 derajat), kemudian ketikkan panjang tertentu (misalnya
30), kemudian enter. Agar lebih jelas lihat gambar dibawah ini.
Langkah pertama untuk membuat garis dari data di atas adalah mengatur
(men-setting) Drawing Units dan Direction Control, caranya:
1. Klik menu Format. Kemudian pilih Units atau bisa juga ketikkan UNITS
pada command.
Pada bagian Length. Type pilih Decimal dan Precision pilih 0.00
Pada bagian Angle. Type pilih Deg/Min/Sec | Precision pilih 0d00’00” | Kotak
Clockwise pastikan tercentang.
Klik tombol Direction. Pada kotak dialog Direction Control, bagian Base Angle
pilih North. Kemudian klik OK.
Klik OK untuk mengkahiri setting Drawing Units.
2. Klik kanan icon Polar Tracking. Kemudian pilih sudut kemiringan yang
akan dibuat. Untuk contoh saya memilih 15. Agar lebih jelas lihat
gambar di bawah ini.
Catatan : Kalau sudut yang akan anda pilih belum ada dipilihan. Maka bisa
klik Settings. Pada kotak dialog Drafting Settings, ceklis kotak Additionals
angles. Kemudian klik New dan tulis sudut yang diinginkan. Kalau sudah bisa
klik OK.
3. Pada command ketikkan perintah pembuatan garis, bisa LINE atau
PLINE kemudian enter.
4. Geser kursor mouse ke arah pembuatan garis yang anda inginkan dan
menunjukkan besar sudut yang dipilih pada langkah ke-2. Untuk
gambaran lihat gambar berikut.
Catatan : Besar sudut diukur mulai dari East / Timur (Setting Default). Kalau
mau diukur mulai dari arah utara, lakukan pengaturan seperti di langkah Cara
Membuat Garis Dengan Koordinat Dan Azimuth di atas.
5. Klik ujung garis disepanjang sudut 15 atau sudut yang anda pilih. Atau
bisa juga mengetikkan panjang garis melalui command. Misalnya
ketikkan 100 kemudian enter.
6. Kalau pembuatan garis sudah selesai bisa tekan enter atau escape pada
keyboard.
1. Hidupkan Ortho Mode dengan cara klik icon Ortho Mode yang biasanya
ada dibagian paling bawah (Dibawah command). Atau bisa juga tekan
tombol F8 pada keyboard. Agar lebih jelas lihat yang saya beri kotak
merah pada gambar di bawah ini.
2. Buat garis seperti biasa. Bisa mengetikkan perintah LINE atau PLINE
pada command.
3. Bisa klik titik sembarang di layar penggambaran atau bisa juga
mengetikkan titik koordinat pada command.
5. Kalau pembuatan garis lurus sudah selesai, jangan lupa matikan lagi
ortho mode dengan menekan tombol F8. Karena kalau tidak dimatikan,
akan menyulitkan ketika membuat garis miring.
3. Pada command, pilih justification type. Mau Top, Zero, atau Bottom.
Untuk penjelasannya lihat gambar di bawah ini.
Yang merah adalah garis acuan. Yang hitam garis multiline yang dimulai dari
kiri. Kalau dimulai dari kanan, hasil top dan bottom akan terbalik. Kalau yang
zero, dari arah manapun sama saja.
Untuk contoh pada tutorial ini saya memilih Zero dengan mengetikkan Z
kemudian enter.
7. Kalau pembuatan garis sudah selesai bisa tekan enter atau escape pada
keyboard.
Itulah 9 cara menggambar garis yang bisa anda gunakan dalam AutoCAD.
Cara-cara diatas penting anda kuasai sebagai dasar dalam membuat objek-
objek yang lebih kompleks. Bagi anda yang baru belajar AutoCAD silahkan
coba dipraktekkan. Semua data yang saya gunakan dalam membuat tutorial
ini bisa anda gunakan sebagai latihan.
AutoCAD adalah software menggambar yang unik, karena salah satunya ada
fitur untuk mengakses perintah-perintah penggambaran melalui sebuah
command line. Setahu saya, fitur seperti ini tidak akan kita jumpai di software
penggambaran lain seperti Photoshop atau CorelDRAW.
Command line pasti ada disemua versi AutoCAD. Dan saya yakin perusahaan
pembuat software ini akan mempertahankan keberadaan command line di
semua versi AutoCAD untuk memanjakan dan memudahkan pengguna
lamanya.
Saya pribadi kalau menggambar, biasanya tangan kiri standby pada keyboard
untuk mengetikkan command-command entry. Sedangkan tangan kanan
standby pada mouse untuk menggerakkan kursor dilayar penggambaran. Bagi
saya kombinasi seperti ini menjadikan menggambar lebih efektif dan
menyenangkan.
Untuk itulah, dibawah ini saya menampilkan AutoCAD Command List yang
sering digunakan ketika melakukan penggambaran di AutoCAD. Saya tidak
menampilkan semua Command yang ada di AutoCAD, karena tentunya akan
sangat banyak sekali (Ada lebih dari 400 commands dalam AutoCAD). Pada
tabel dibawah ini saya hanya memilih yang paling sering digunakan.
 Â
Pada tabel diatas, penggunaan huruf kecil maupun besar ketika
mengetikkan command, fungsi dan hasilnya akan sama saja. Begitu juga
kolom Command Alias dan kolom Command mempunyai fungsi yang
sama. Tapi tentunya akan lebih efektif kalau kita cukup menggunakan
command alias nya saja.
Begitupun pada keyboard, tombol space bar dan enter dalam penggunaan
AutoCAD mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk mengeksekusi command
yang sudah diketikkan. Tetapi menggunakan space bar biasanya lebih efektif,
karena tombolnya lebih panjang dan mudah terjangkau oleh ibu jari.
Data koordinat bisa kita dapatkan dari berbagai sumber. Misalnya hasil dari
pengukuran GPS atau hasil dari hitungan poligon. Untuk menggambarkannya
silahkan ikuti tutorial dibawah ini. (Silahkan pelajari juga: Cara Transfer
Koordinat Dari GPS ke AutoCAD)
1. Pada command prompt ketikkan line kemudian tekan enter. ( line > enter
)
Agar lebih cepat dalam menggambar bidang yang jumlah titik koordinatnya
banyak, kita akan menggunakan bantuan Microsoft Excel. Data titik koordinat
yang ada, akan kita olah dulu sedikit menggunakan fungsi yang ada dalam
MS. Excel.
1. Masukkan data titik koordinat yang kita miliki kedalam MS. Excel. Kalau
kita mempunyai data titik koordinat dalam tabel Microsoft Word (seperti
contoh diatas), maka tinggal copy saja tabelnya, kemudian paste didalam MS.
Excel. Dibawah ini adalah gambar hasil copy-paste tabel data koordinat dari
MS. Word.
2. Pada cell E3 ketikkan line
7. Blok cell E3 sampai dengan E9, kemudian klik kanan, pilih copy
8. Pada program AutoCAD pastikan kursor aktif di command prompt. Kalau
belum, silahkan arahkan kursor kedalam baris command prompt, kemudian
klik kiri
9. Tekan Ctrl+V atau klik kanan pada command prompt kemudian pilih paste
10. Apabila hasil penggambaran tidak terlihat ditengah layar AutoCAD, maka
pada command prompt ketikkan z, kemudian enter, ketikkan e, kemudian
enter. ( z > enter > e > enter )
Apabila langkah-langkah yang anda ikuti sudah benar, maka kedua cara diatas
akan sama-sama menghasilkan gambar seperti dibawah ini:
Sebagai bonus untuk anda, saya juga sudah membuat video tutorial yang
isinya mempraktekkan 2 cara di artikel ini + 1 cara yang tidak saya bahas di
artikel tutorial ini.
Jadi anda bisa belajar total 3 cara menggambar persil atau bidang dengan
koordinat dan saya juga berikan file data koordinat yang bisa anda coba untuk
mempraktekkan materi di video ini.
Materi di video ini bisa anda coba di AutoCAD Map dan juga di AutoCAD yang
selain Map, karena tool yang saya gunakan adalah tool bawaan yang hampir
ada di semua versi AutoCAD.
Selain itu saya juga akan menunjukan tips sederhana untuk mengetahui luas
bidang dengan cepat.
2. Agar kita bisa secara akurat mengklik titik yang diinginkan, maka pastikan
mode snap aktif. Ikuti langkah berikut untuk mengaktifkannya: arahkan
kursor ke bagian layar penggambaran, kemudian klik kanan, pilih Snap
Overrides, pilih Node
3. Klik titik P1, kemudian P2, P3, dan P4, kemudian enter.
4. Hasilnya bisa anda lihat di atas Command prompt seperti gambar dibawah
ini. (Area = 469)
4. Hasilnya bisa anda lihat di atas Command prompt seperti gambar dibawah
ini. (Area = 1498)
2. Klik objek yang ingin diketahui luasnya, kemudian lihat informasi Area
pada Properties. Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah ini.
3. Bisa kita lihat dari informasi Properties kalau Area = 1498. Luasnya sama
dengan hasil hitungan luas menggunakan cara diatas.
2. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Add area/Subtract area], ketikkan A > enter
3. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Subtract area]:, ketikkan O > enter
5. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Subtract area]:, ketikkan S > enter
6. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Add area]:, ketikkan O > enter
AREA
A
O
Klik bidang yang akan dihitung luasnya
S
O
Klik 2 bidang kecil yang ada ditengah bidang yang dihitung
luasnya
2. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Add area/Subtract area], ketikkan A > enter
3. Pada command prompt akan muncul permintaan Specify first corner point
or [Object/Subtract area]:, ketikkan O > enter
AREA
A
O
Klik 2 bidang yang akan dihitung luasnya
Semua cara diatas silahkan digunakan sesuai kebutuhan. Sebenarnya ada satu
lagi cara yang penting diketahui mengenai penghitungan luas, yaitu cara
menghitung luas bidang secara massal dan menampilkannya ditengah bidang
juga secara massal.
Jadi akan menghemat waktu jika anda harus menghitung luas ratusan atau
ribuan bidang. Tutorial mengenai hal ini Insya Allah akan saya bahas di artikel
yang lain. (Update : Saya sudah menulis panduan mengenai hal ini di Cara
Menghitung Luas Banyak Bidang)
Cara Mengunci Atau Memberi Password File
AutoCAD DWG
POSTED IN TUTORIAL AUTOCAD
Ingin tahu cara mengunci atau memberi password file AutoCAD DWG ? yuk
kita simak tutorial sederhana berikut ini.
Ada beberapa kondisi dan keperluan yang membuat kita harus melakukannya,
diantaranya adalah:
Pertama, kita bekerja di sebuah kantor yang komputernya boleh dipakai oleh
siapa saja. Padahal mungkin kita diserahi tanggang jawab untuk memelihara
sebuah file AutoCAD yang penting.
Kedua, untuk keperluan distribusi file, baik online maupun offline. Kita tidak
ingin orang yang tidak berhak bisa membuka file tersebut.
Untuk keperluan distibusi file AutoCAD atau file DWG anda juga
bisa melakukan Convert DWG to JPG atau Convert DWG to
PDF
2. Pada kotak dialog options, klik tab Open and save. Kemudian klik Security
Options.
2. Pada kotak dialog Save Drawing As, klik Tools > Security Options. Supaya
lebih jelas lihat gambar di bawah ini.
3. Pada kotak dialog Security Options, masukkan password yang anda
inginkan dan centang Encrypt drawing properties > Klik OK.
4. Pada kotak dialog Security Options, hapus password sampai tidak ada satu
huruppun > klik OK.
5. Pada kotak dialog informasi Password Removed, klik OK.
WinRAR adalah salah satu software yang bisa digunakan untuk mem
password file. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
2. Cari lokasi file AutoCAD atau file apa saja yang akan ditambahkan
password.
3. Klik kanan di file yang akan diberi password > WinRAR > Tambah ke arsip.
Jika tidak ada pilihan WinRAR, berarti Software WinRAR belum
terinstall di komputer anda. Silahkan install terlebih dahulu.
4. Pada kotak dialog Nama dan parameter arsip, klik Atur kata Sandi.
5. Pada kotak dialog Masukkan kata sandi, isi kata sandi dan centang Enkripsi
nama berkas. Kemudian klik OK.
6. Pada kotak dialog Nama dan parameter arsip, klik OK.
7. File rar berpassword yang berisi salinan file dwg sudah terbentuk. File dwg
nya bisa anda hapus atau diamankan di flash disk.
3. Klik kanan di file yang akan dibuka password nya > WinRAR > Ekstrak
disini.
4. Pada kotak dialog Masukkan kata sandi, masukkan kata sandi anda.
Kemudian klik OK.
Gunakan cara convert DWG to PDF dengan AutoCAD atau secara online
dengan web converter ini jika anda akan membuat PDF dari gambar
AutoCAD.
Tidak punya AutoCAD? Gunakan web converter secara online untuk membuat
file PDF.
Tutorial ini akan menunjukan tahapan convert file DWG menjadi PDF. Baik
menggunakan AutoCAD, maupun secara online.
Kita bisa dengan mudah melihat isinya dan juga mudah untuk mencetaknya.
Oleh karena itu menguasai cara membuat pdf dari gambar AutoCAD ini
sangat penting dikuasai.
Oleh karena itu, jika anda punya AutoCAD tidak perlu mencari-cari lagi
converter hanya untuk membuat file PDF dari file DWG.
3. Klik menu File > Plot… atau tekan Ctrl+P pada keyboard, atau bisa juga
melalui command prompt dengan mengetik plot kemudian enter.
4. Pada kotak dialog plot yang muncul, pilih nama printer DWG to
PDF.pc3 (Agar lebih jelas lihat gambar dibawah).
5. Pada bagian yang lainnya, silahkan atur sebagaimana kita akan mencetak
gambar ke printer (ukuran kertas, skala, dll).
6. Klik OK.
7. Akan muncul kotak dialog Browse for Plot File. Silahkan pilih folder
yang akan menjadi tempat menyimpan hasil pdf-nya. Kemudian ketikkan
nama file yang akan menjadi hasil pdf-nya.
8. Klik Save.
Pilih ukuran yang depannya lebih panjang untuk landscape dan yang lebih
pendek untuk portrait.
Pilih tab Device and Document Settings > Klik Custom Properties > Klik
tombol Custom Properties > akan muncul kotak dialog PDF Properties >
Silahkan pilih resolusi sesuai kebutuhan > Klik OK > Klik OK > Klik OK.
Jika anda merasa repot untuk meminta ulang gambar berformat lain, maka
convert saja sendiri file DWG nya dengan cara di bawah ini.
3. [Link] Saya
sudah coba menggunakan web converter ini hasilnya kurang bagus. Mohon
maap saya tidak merekomendasikan converter ini.
4. [Link]
[Link]. Hasilnya lumayan bagus, tetapi ukuran gambar dan kertas jadi
tidak proporsional. Ukuran gambar kecil, sementara di kertas masih banyak
ruang kosong.
5. [Link] Hasilnya
paling bagus. Selain itu kita bisa mengatur resolusi output dan background.
saya merekomendasikan web converter ini.
3. Pada kotak dialog Open, cari file dwg yang akan di convert. Kemudian klik
Open.
2. Klik Browse.
3. Pada kotak dialog Open, cari file dwg yang akan di convert. Kemudian klik
Open.
4. Kotak input format akan otomatis terpilih AutoCAD Drwaing File (.dwg)
dan Output format secara default akan terpilih PDF. Jika output ingin menjadi
PNG/JPG silahkan sesuaikan.
3. Pada kotak dialog Open, cari file dwg yang akan di convert. Kemudian klik
Open.
4. Pada pilihan Background Color, silahkan pilih warna sesuai kebutuhan atau
biarkan terpilih White secara default. Pada Output DPI silahkan pilih sesuai
kebutuhan (DPI akan berpengaruh kepada resolusi output, semakin tinggi
semakin baik).
5. Pada bagian Pdf Properties (Title, Author, Subject, Keyword) tidak perlu
diisi. Kalau mau diisi silahkan saja.
6. Klik tombol Convert to PDF. Biarkan proses convert berjalan beberapa saat.
7. Download hasilnya dengan menekan tombol Click Here.
Cara Convert DWG to JPG atau PNG / BMP / TIF menggunakan AutoCAD
mudah untuk dilakukan. Kita tidak memerlukan software tambahan. Dengan
menggunakan AutoCAD bawaan default-nya saja kita sudah bisa melakukan
konversi gambar AutoCAD ke JPG ataupun PNG / BMP / TIF.
Dalam tutorial AutoCAD kali ini, kita akan belajar tahapan convert gambar
AutoCAD atau DWG. Langkahnya sama dengan tutorial yang sudah saya tulis
sebelumnya, yaitu mengenai tutorial Convert DWG to PDF. Perbedaannya
nanti hanya pada saat pemilihan nama printer.
Dibagian akhir saya juga menunjukan cara lain yang bisa dilakukan untuk
convert gambar AutoCAD ke jenis file gambar yang lain seperti BMP dan
TIF. Kedua cara yang saya tunjukkan dibawah bisa anda praktekkan
menggunakan AutoCAD versi biasa.
3. Klik menu File > Plot… atau tekan Ctrl+P pada keyboard, atau bisa juga
melalui command prompt dengan mengetik plot kemudian enter.
4. Pada kotak dialog plot yang muncul, pilih nama printer PublishToWeb
JPG.pc3 (Jika akan convert dwg to jpg) atau PublishToWeb
PNG.pc3 (Jika akan convert dwg to png). Kalau sudah memilih muncul kotak
dialog, pilih saja Use the default paper size. Agar lebih jelas lihat gambar
dibawah ini.
5. Pada bagian yang lainnya, silahkan atur sebagaimana kita akan mencetak
gambar ke printer (ukuran kertas, plot area, skala, dll).
6. Klik OK.
7. Akan muncul kotak dialog Browse for Plot File. Silahkan pilih folder
yang akan menjadi tempat menyimpan hasil JPG atu PNG-nya. Kemudian
ketikkan nama file yang akan menjadi hasil-nya.
8. Klik Save.
1. Pada command prompt ketikkan perintah bmpout (Jika akan convert dwg
to bmp) atau ketikkan tifout (Jika akan convert dwg to tif).
2. Akan muncul kotak dialog Create Raster File. Silahkan pilih folder dan
ketikkan nama file yang akan digunakan untuk menyimpan hasil convert-nya.
Kemudian klik Save.
Banyak hal yang harus diketahui apabila kita membuat garis kontur, baik itu
secara digital maupun manual. Akan tetapi tutorial ini tidak dimaksudkan
untuk mengurainya lebih dalam karena keterbatasan ruang. Untuk itu, bagi
yang ingin memperdalam pengetahuan tentang garis kontur silahkan baca
buku-buku referensi yang berkaitan dengan pemetaan.
Berkas [Link] akan terbuka di program notepad. Pada bagian paling bawah
tambahkan kode berikut ini
(penjelasan kode : mendefinisikan tipe garis yang disertai label angka 100).
Setelahkan ditambahkan kemudian klik File > Save
2. Buka program Autocad Map > Format > Layer > Klik New > beri nama,
misalnya Kontur 100 > klik pada bagian Linetype > Klik Load > Klik File >
Pilih File acad > Kemudian klik Open.
3. Apabila berhasil, maka garis yang telah di definisikan akan masuk ke daftar
garis. Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah ini:
4. Kemudian Pilih Kontur_100 > Klik OK > akan muncul lagi pilihan, pilih lagi
Kontur_100 > Kemudian Klik OK > Klik lagi OK.
Yang tadi kita buat khusus untuk yang elevasinya 100, nah untuk
mendefinisikan garis-garis yang lainnya silahkan ulangi langkah-langkah
diatas Atau apabila ingin lebih sederhana, silahkan definisikan dulu
ketinggian garis kontur yang sering digunakan.
Setelah itu tinggal copy paste aja kode dibawah ini sesuai keperluan (apabila
kurang tinggal copy aja dua baris kemudian paste di bagian paling bawah,
kemudian diganti angkanya):
Inilah cara sederhana untuk menghilangkan gambar hasil scan setelah selesai
melakukan digitasi di Autocad Map. Sebelumnya saya monon maap kepada
Bapak yang telah mengirimkan pertanyannya pada tanggal 11 Mei 2010,
sementara saya baru meresponnya pada hari ini tanggal 17 mei 2010.
Yang saya tahu ada dua cara untuk menghilangkan gambar hasil scan setelah
kita selesai melakukan digitasi di AutoCad Map.
Setelah itu tekan saja tombol delete pada keyboard. Cara ini sebaiknya
dilakukan apabila pekerjaan digitasi telah selesai semua dan gambar hasil
scan tidak diperlukan lagi.
Yang kedua, pisahkan gambar hasil scan pada layer yang berbeda. Misalnya
buat sebuah layer dengan nama Image.
Caranya:
Untuk membuat layer baru klik Format > Layer > New > Ketikkan nama layer
> pilih warna dan jenis garis > Klik command OK
Select gambar hasil scan > Aktifkan layer Image dengan cara mengkliknya,
ilustrasi lihat gambar dibawah.
Cara yang saya bahas disini tidak akan menggunakan VBA di Excel, AutoLISP
di AutoCAD atau extension- extension lainnya. Tetapi
semuanya menggunakan fitur dasar bawaan dari Excel dan AutoCAD.
& atau disebut juga ampersand fungsinya Untuk menggabungkan data atau
tulisan, hampir sama dengan fungsi CONCATENATE
POINT 255467,1500971
R12 fungsinya untuk mengambil nilai nomor titik koordinat di cell R12
TEXT J C 255472,1500976 3 0 P1
C untuk memilih Center pada permintaan center point of text pada command
prompt
3 untuk memasukkan nilai tinggi text yang diminta pada command prompt
0 untuk memasukkan nilai rotation angle of text yang diminta pada command
prompt
ClOSE
PLINE dan ClOSE bukan rumus, ini hanya teks biasa yang langsung diketik di
cell excel
PLINE
255472,1500976
CLOSE
Koordinat ke-2 untuk memasukkan nilai next point yang diminta pada
command prompt
Koordinat ke-3 untuk memasukkan nilai next point yang diminta pada
command prompt
Koordinat ke-4 untuk memasukkan nilai next point yang diminta pada
command prompt
Dan seterusnya, sebanyak koordinat yang akan digambar
Apabila ketiga rumus excel diatas sudah dibuat seperti gambar dibawah ini,
maka langkah selanjutnya adalah blok cell T12 sampai cell X13. Kemudian
drag kebawah formula sebanyak titik koordinat yang akan diplot ke AutoCAD.
1. Blok cell yang digunakan untuk menggambar garis poligon tertutup >
klik kanan > Copy.
2. Buat Sheet baru di Excel atau tekan Shift+F11 pada keyboard.
3. Klik salah satu cell di Sheet yang masih kosong tersebut > klik kanan >
Paste Special.
4. Pada kotak dialog Paste Special, pilih option Values. Kemudian klik OK.
Untuk menghilangkan baris-baris kosong, anda bisa klik nomor baris > klik
kanan > Delete. Tetapi cara ini harus dilakukan satu persatu terhadap tiap
baris, jadi kurang efektif apabila baris yang kosong banyak.
7. Klik tombol segitiga kecil yang sudah muncul di cell A1. Kemudian pada
bagian Text Filters, unceklis kotak Blanks > klik OK.
8. Sekarang baris data yang kosong tidak akan terlihat. Kemudian blok cell A1
sampai cell A33 > klik kanan > Copy
9. Buka Program AutoCAD > pastikan kursor aktif di command prompt >
klik kanan > paste atau tekan Ctrl+V pada keyboard.
1. Blok cell T11 sampai X43 > klik kanan > Copy
13. Hasil paste dan save as akan tampak seperti gambar dibawah ini.
14. Buka Program AutoCAD. Klik menu Tools > Run Script > cari file .scr
yang tadi disimpan > klik Open
15. Pada command prompt ketikkan z > enter > e > enter
16. Agar point titik koordinat terlihat pada gambar, lakukan pengaturan
sebagai berikut. Klik menu Format > Point Style > pilih salah satu point
style > point size bisa diisi bebas > pilih option Absolute Units > klik
OK.
17. Hasil dari tahapan diatas akan tampak seperti gambar dibawah ini.
Jarak antara nomor titik dengan POINT ditentukan oleh tambahan 5
dalam rumus diatas. Setelah melihat hasil ini, anda bisa memperkirakan
sendiri angka yang pas untuk menempatkan nomor titik sesuai dengan
besar kecilnya poligon yang akan digambar.
Cara Menghitung Luas Poligon Tertutup
Setelah hasil hitungan poligon tergambar di AutoCAD, anda bebas melakukan
pengolahan atau editing apapun. Misalnya jika ingin mengetahui luas poligon
tersebut, anda tinggal memunculkan Properties (Klik menu Tools > Palettes >
Prperties).
Users might face challenges in maintaining data integrity, particularly with attributes and geometries, when converting Shapefiles to DWG formats. AutoCAD Map addresses these issues by providing an import feature that allows for direct conversion with options to maintain polygon closures and integrate textual data as attributes. Despite these features, users must ensure correct projection alignments and handle non-compatible elements manually, such as converting non-polylinear geometries into supported types. Through comprehensive options in Import Location, users can streamline data accuracy and preserve essential information during conversion .
AutoCAD Map allows for integration and editing of Shapefile (SHP) data by providing features to open and display both spatial and textual data without the need for conversion. Users can connect to SHP files through the Display Manager, modify data within the connected SHP, and manage layers similar to GIS software. This feature advantages users by facilitating easy access to geospatial data, enabling real-time data manipulation, and allowing for direct editing and updating of spatial databases, which is critical for geographic information systems (GIS) operations .
AutoCAD Map's mapping features enable better data management and analysis in urban planning by integrating spatial and non-spatial data, facilitating the visualization, and manipulation of geographic information. Through features like Task Pane for SHP integration and COGO commands for accurate mapping of structures, planners can create comprehensive models of urban environments. This integration aids in strategic planning, resource allocation, and impact assessments. AutoCAD Map allows for real-time updates and modifications, making it a powerful tool for dynamic urban planning scenarios .
Angle and distance commands in AutoCAD Map, particularly the COGO commands like ‘AD (Angle and Distance) and ‘ZD (Azimuth and Distance), enhance survey drawing accuracy and efficiency by allowing direct input of survey data in terms of measured angles and distances. This reduces possibilities of manual entry errors and streamlines the drawing process. The commands are designed to process large volumes of survey data quickly, maintaining high precision and facilitating complex survey layouts. These commands significantly decrease time spent on manual calculations and adjustments, enhancing overall project efficiency .
COGO (Coordinate Geometry) commands in AutoCAD Map 3D offer more efficiency and precision for plotting survey data compared to traditional methods. COGO commands like ‘AD (Angle and Distance), ‘ZD (Azimuth and Distance) allow users to input survey data directly and accurately, reducing manual calculations and improving speed. Traditional methods rely on basic commands like PL and require manual entry of coordinates and angles, which can be time-consuming and prone to errors. COGO commands are particularly beneficial for surveyors due to their streamlined input process and built-in accuracy .
Converting from DWG to SHP in AutoCAD Map involves opening the DWG file in AutoCAD Map, creating topology where necessary, and using the mapexport command. The Export process mandates selecting the appropriate geometry type, such as polygons for areas, to ensure spatial integrity. Considerations include acknowledging that Shapefile supports only simple geometries like points, lines, or polygons, and excludes arcs or color data, which may be lost during conversion. Using polygons and polylines correctly ensures the spatial data remains accurate and usable within GIS applications .
In AutoCAD Map 3D, to set up drawing units and direction control, you need to click on the Format menu and select Units. In the Drawing Units dialog box, set the Length Type to Decimal with a Precision of 0.00, and the Angle Type to Deg/Min/Sec with a Precision of 0d00’00”. Ensure that the Clockwise checkbox is selected. For the insertion scale, choose Meters. Then, click the Direction button and in the Direction Control dialog, set the Base Angle to North. This configuration is important because it standardizes the drawing settings for compatibility across different projects and ensures measurement accuracy .
POLAR commands in AutoCAD Map, such as POLARSURVEY and POLARA, are used for plotting points using azimuths and distances and angles in clockwise directions, respectively. These commands are particularly useful when dealing with extensive survey data as they allow for swift input of measurement data and automate the drawing of lines and shapes based on polar coordinates. POLAR commands would be chosen when working with precision mapping tasks that require polar coordinate systems, often used in geodetic surveys and when employing supplementary surveying applications in AutoCAD Map .
Understanding the capabilities and limitations of converting DWG files into SHP formats is critical due to the differences in data representation between CAD and GIS applications. SHP files in GIS maintain single geometry types and do not support complex entities like arcs or attributes such as layers' colors. AutoCAD Map's conversion process addresses these issues by requiring users to set appropriate geometries and handle unsupported features through topology and polyline adjustments. Recognizing these factors ensures data integrity and usability in GIS analysis, mitigating the risk of data loss or misrepresentation in spatial datasets .
The Boundary Trim tool in AutoCAD Map offers significant advantages over traditional trim methods, especially when working with large datasets. This tool provides options such as Trim Inside Boundary, allowing users to efficiently manage and edit large volumes of geometrical data by removing or trimming objects within or outside defined boundaries, thus reducing manual workload and potential for error. Traditional trimming is less effective for datasets with numerous objects, as it requires executing multiple commands individually. Boundary Trim streamlines the process, contributing to efficiency in data handling and manipulation .