Puisi ini menceritakan penyesalan sang penyair yang merasa tidak mampu mencintai Nabi Muhammad dengan tulus meskipun Nabi rela berkorban demi umatnya hingga akhir hayatnya. Penyair memohon izin kepada Nabi untuk memperbaiki diri dan lebih mencintai beliau seperti halnya sesuatu yang mencintai ciri khasnya sendiri.