PT.
Pelabuhan Penajam Banua Taka
(PPBT)
Jl. Jendral Sudirman-Bandar Balikpapan, Blok H 09 – 08 Balikpapan 76113
East Kalimantan - INDONESIA
Laporan Akhir
SURVEY HIDROGRAFI DI TELUK BALIKPAPAN-KALIMANTAN TIMUR
Oktober 2008
PT. GEO-INFORMATIKA SOLUSINDO
Office : Perkantoran Cikini 58F, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat
Workshop : Jl. Palupuh Raya No. 26, Bantarjati, Bogor Utara
Telp./Fax. : 0251-8319405, email : support@[Link]
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN.......................................................................... 1
1.1 Tujuan ............................................................................... 1
1.2 Lingkup Pekerjaan ............................................................. 1
1.3 Volume Pekerjaan ............................................................ 2
1.4 Survey Area ....................................................................... 2
2. PELAKSANAAN SURVEY .......................................................... 3
2.1 Tim Survey ........................................................................ 3
2.2 Mobilisasi ........................................................................... 3
2.3 Pesiapan Lapangan........................................................... 3
2.4 Peralatan Survey ............................................................... 5
2.5 Survey Pendahuluan Untuk Penentuan Alur Pelayaran .... 5
2.6 Survey Batimetri ................................................................ 6
2.7 Investigasi Area-area Yang Dapat Berbahaya
Disepanjang Alur Pelayaran ............................................ 14
2.8 Pengamatan Pasang Surut (Pasut) ................................... 16
2.9 Survey Topografi ............................................................... 23
2.9.1 Pengukuran Titik Kontrol Horizontal ................... 23
2.9.2 Pengukuran Titik Kontrol Vertical ...................... 26
2.10 Penggambaran .................................................................. 31
3. ANALISA HASIL DAN DISKUSI ................................................. 32
3.1 Topografi Dasar Laut Di Sekitar Lokasi Rencana
PPBT Site ......................................................................... 33
3.2 Topografi Dasar Laut Di Sepanjang Alur Pelayaran .......... 34
3.3 Area Yang Berbahaya Bagi Navigasi Dan alat
Bantu Navigasi .................................................................. 38
3.4 Data Survey Yang Diserahkan .......................................... 39
4. KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 40
PT. Geo-Informatika Solusindo i
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
LAMPIRAN
1. Peta Alur Pelayaran Navigasi
2. Dokumentasi Survey
3. Koordinat BM
DAFTAR TABEL
Table 1 Volume Pekerjaan ............................................................. 2
Table 2 Batasan Area Yang Disurvey............................................. 2
Table 3 Tipe Pasang Surut (Pasut) ................................................ 19
Table 4 Rangkuman Hasil Analisa Pasut Di Pelabuhan
Semayang ......................................................................... 21
Table 5 Rangkuman Hasil Analisa Pasut Di Pelabuhan
Di S. Riko .......................................................................... 22
Table 6 Daftar Koordinat Titik Kontrol List Dalam UTM .................. 25
Table 7 Daftar Spesifikasi Penggambaran Peta Batimetri .............. 31
PT. Geo-Informatika Solusindo ii
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Lokasi Survey Balikpapan, Kalimantan Timur .................. 3
Gambar 2 Area Survey (A: Batas Bawah and B: Batas Atas) ........... 3
Gambar 3 Alur Pelayaran Yang Sudah Ditentukan ............................ 6
Gambar 4 Sistem Penentuan Posisi Dengan C-NAV DGPS .............. 8
Gambar 5 Konfigurasi Peralatan Survey Batimetri ............................. 9
Gambar 6 GPT Simrad Echosounder & C-NAV GPS (kiri)
Dan Data Acquisition System (Kanan) ............................. 9
Gambar 7 Kalibrasi Echosounder Dengan Menggunakan Metode Barcheck
10
Gambar 8 Contoh Lajur Peru Diechogram ......................................... 11
Gambar 9 Contoh Nama File Batimetri............................................... 12
Gambar 10 Contoh Data Batimetri Yang Sudah
Di Proses Dalam Format ASCII ......................................... 13
Gambar 11 Pengolahan Data Batimetri
Di CARIS HIPS ver 5.4. ..................................................... 13
Gambar 12 Contoh Hasil Pengolahan Data Batimetri .......................... 14
Gambar 13 Area Dangkal kurang Dari 5 Meter
(dilingkari garis berwarna merah) ...................................... 15
Gambar 14 Stasiun Pasut tetap Di Pelabuhan Semayang
Balikpapan ......................................................................... 17
Gambar 15 Stasiun Pasut Sementara Di S. Riko ................................. 17
Gambar 16 Grafik Pasut Di Pelabuhan Semayang Balikpapan ........... 18
Gambar 17 Grafik Pasut Di S. Riko ...................................................... 18
Gambar 18 Konstanta Harmonik Dari Pasut
Pelabuhan Semayang Balikpapan..................................... 20
Gambar 19 Hubungan Antara MSL, LWL, HWL and Chart
Datum ................................................................................ 22
Gambar 20 Deskripsi BM-01 ................................................................ 23
Gambar 21 Deskripsi BM-02 ................................................................ 23
Gambar 22 Pengukuran GPS BM-01 ................................................... 24
Gambar 23 Palem/rambu Ukur Pasut Di S. Riko.................................. 27
PT. Geo-Informatika Solusindo iii
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Gambar 24 Ilustrasi Pengukuran Sifat Datar ....................................... 27
Gambar 25 Pengukuran Sifat Datar ........................................................ 28
Gambar 26 Form Pengukuran Sifat Datar .............................................. 29
Gambar 27 PPBT site (A) Dan Alur Pelayaran (A,B,C,D) ...................... 32
Gambar 28 Topografi Dasar Laut Di Lokasi PPBT ................................. 33
Gambar 29 Area Pelayaran Di Area B .................................................... 34
Gambar 30 Tampilkan Kontur Di Alur Pelayaran Pada Area B ............... 35
Gambar 31 Alur Pelayaran Di Area C dan D .......................................... 36
Gambar 32 Tampilan Alat Bantu Navigasi Yang Ada Di Lapangan ........ 36
Gambar 33 Tampilan Kontur Pada Alur Pelayaran Di Area C dan D ...... 37
Gambar 34 Lokasi Kapal Karam (Dilingkari Garis Berwarna Merah ....... 38
PT. Geo-Informatika Solusindo iv
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
LAPORAN AKHIR
SURVEY HIDROGRAFI DI LOKASI PT. PELABUHAN PENAJAM BANUA
TAKA (PPBT), SUNGAI RIKO, TELUK BALIKPAPAN-KALIMANTAN
TIMUR
1. PENDAHULUAN
Sejalan dengan rencana pembangunan pelabuhan oleh PT. Pelabuhan
Penajam Banua Taka (PPBT) di Sungai Riko, Teluk Balikpapan-
Kalimantan Timur, maka telah dilaksanakan survey hidrografi untuk
menentukan alur pelayaran menuju ke wilayah. Survey ini telah dilalkukan
dari tanggal September sampai dengan 20 september 2008 oleh PT.
Geo-Informatika Solusindo.
1.1. TUJUAN
Tujuan dari pelaksanaan survey hidrografi ini, untuk mendapatkan
gambaran detail dari topografi dasar laut di sepanjang rencana alur
pelayaran menuju ke lokasi PT. Pelabuhan Penajam Banua Taka (PPBT)
di sungai Riko. Pada survey ini, dilakukan juga investigasi kemungkinan-
kemungkinan adanya area yang bisa berbahaya bagi kepentingan
pelayaran. Seluruh data yang diambil selama survey akan dianalisa untuk
kepentingan perencanaan dan desain PT Pelabuhan Penajam Banua
Taka (PPBT).
1.2. LINGKUP PEKERJAAN.
Lingkup pekerjaan dari survey investigasi hidrografi ini meliputi :
a. Mobilisasi / Demobilisasi
b. Persiapan lapangan
c. Survey pendahuluan alur pelayaran
d. Survey batimetri
e. Pengamatan pasut
f. Survey Topografi (survey kerangka horisontal & Vertikal)
g. Pengolahan data dan penggamaran
h. Pelaporan
PT. Geo-Informatika Solusindo 1
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
1.3. VOLUME PEKERJAAN.
Volume pekerjaan ini meliputi:
Tabel 1. Volume pekerjaan
NO. ACTIVITIES VOLUME
1. Mobilisasi 1 jalan
2. Persiapan lapangan (perijinan, instalasi, dll) 1 LS
3. Survey Hidrografi
a. Survey Batimetri 229 garis km
b. Pengamatan pasut 2 lokasi
c. Pengolahan data di lapangan 229 garis km
5. Survey GPS 2 titik
6. Demobilisasi 1 jalan
7. Pengolahan data akhir dan analisa 1 LS
8. Pelaporan 1 set
1.4. SURVEY AREA.
Lokasi survey terletak di Teluk Balikpapan-Kalimantan Timur. Menuju ke
lokasi ini dapat ditempuh selama sekitar setengah jam dengan
menggunakan mobil dari bandara Sepingan-Balikpapan. Panjang garis
tengah area yang disurvey adalah 8 km mulai dari titik A ke titik B. Di
bawah ini dapat dilihat batas wilayah dari area yang akan disurvey :
Tabel 2. Batasan area yang disurvey
No Lintang Bujur Keterangan
A 01º 15’ 23.35” S 116º 47’ 30.30” E Batas bawah
B 01º 12’ 49.59” S 116º 43’ 54.49” E Batas atas
PT. Geo-Informatika Solusindo 2
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Gambar 1. Lokasi survey
B
SITE
Gambar [Link] survey (A: batas bawah and B: batas atas).
PT. Geo-Informatika Solusindo 3
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
2. PELAKSANAAN SURVEY
Pekerjaan ini sudah direncanakan agar selesai dalam waktu 14 hari,
termasuk mobilisasi dan demobilisasi (lihat jadwal waktu pelaksanaan
yang terlampir).
2.1. TIM SURVEY
Tim survey terdiri dari 5 orang personil, yaitu :
• 1 koordinator tim
• 2 surveyor hidrografi
• 1 pengolah data
Beberapa orang lokal juga diperbantukan dalam pelaksanaan pekerjaan
survey batimetri ini.
2.2. MOBILISASI
Tim survey tiba di Balikpapan pada hari Kamis, 11 Spetember 2008. Dan
kembali ke Jakarta pada hari Sabtu, 20 September 2008.
2.3. PERSIAPAN LAPANGAN
Persiapan lapangan ini dilakukan segera begitu tim survey tiba di
Balikpapan. Kegiatan ini antara lain ::
• Berkoordinasi dengan personal dari PT. Pelabuhan Penajam Banua
Taka (PPBT) di Balikpapan (Bpk. Siwi F Widia and Bpk. Rudi).
• Mengurus perijinan ke badan atau institusi terkait (Kantor
Administratsi Pelabuhan Balikpapan).
• Mengurus pengadaan kapal survey.
• Persiapan survey dan logistik
• Persiapan peralatan survey
• Instalasi peralatan survey di kapal survey
• Mengecek stasiun pasut tetap di Pelabuhan Semayang Port of
Balikpapan, yang dioperasikan secara kontinu oleh Badan
Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL)
PT. Geo-Informatika Solusindo 4
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
• Uji coba pengukuran langsung di laut
2.4. PERALATAN SURVEY
Di bawah ini merupakan peralatan survey utama yang digunakan:
• 1 unit Simrad GPT Digital Echosounder.
• 1 unit C-NAV Differential GPS Receiver
• 1 unit C-NAV Control Display Unit (CDU)
• 1 unit Arcpad GIS Mobile ver 7.0 Data Acquisition System.
• 1 unit CARIS HIPS ver 5.4 - Hydrographic Information dProcessing
System.
• 2 unit Laptop
• AC power supply (Gen Set).
• Bar check.
• Rambu/Palem pasut
• Waterpass
• Grab Sampler
• Geodetic Dual Frequency GPS Trimble 5700
2.5. SURVEY PENDAHULUAN UNTUK PENENTUAN ALUR PELAYARAN
Survey pendahuluan untuk menentukan alur pelayaran ini dilaksanakan
pada hari Sabtu, 13 September 2008. Tujuan dari survey pendahuluan
untuk melakukan investigasi area-area yang memiliki kedalaman paling
dalam di sepanjang area yang akan ditentukan alur pelayarannya, yang
diperkirakan masih dapat dilalui oleh kapal dengan draf 5-10 m. Survey
batimetri untuk survey pendahuluan ini dilakukan dengan menggunakan
interval lajur pemeruman sebesar 500m sepanjang area yang
direncanakan akan dibuat alur pelayarannya sampai diperoleh kedalaman
kuran dari 5m.
Setelah area dengan kedalaman yang paling dalam berhasil diidentifikasi,
maka langsung ditentukan garis tengah dari alur pelayarannya dengan
memperhatikan tingkat keamanan pelayaran. Adapun alur pelayarannya
didesain memiliki lebar 500 meter dengan jarak 250 meter ke arah kiri
PT. Geo-Informatika Solusindo 5
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
dan kanan garis tengah alur pelayaran yang sudah ditentukan
sebelumnya. Sementara itu, survey batimetri utama, dilakukan dengan
interval lajur pemeruman 25m sepanjang garis tengah alur pelayaran.
Dari hasil survey pendahuluan, telah ditentukan alur pelayaran melalui
area-area yang memiliki kedalaman lebih dari 5 meter seperti terlihat pada
gambar 3 di bawah ini.
SITE
Gambar 3. Alur pelayaran yang sudah ditentukan
2.6. SURVEY BATIMETRI
Survey batimetri meliputi area 400 hektar, dan panjang garis tengah
sepanjang 8 km dan lebar 500m, mulai dari titik A sampai dengan titik
B (lihat gambar 2).
Survey batimetri ini mulai dilaksanakan pada hari Minggu, 14
September 2008 dengan interval lajur pemeruman 25m. Setiap hari,
survey dilakukan mulai pukul 07.00 WITA sampai dengan 17.00 WITA
(10 jam kerja). Hal ini dilakukan agar survey dapat selesai sesuai
dengan skedul yang telah direncanakan.
Survey ini meliputi 320 lajur perum, dengan garis tengah lebih dari 8
km. survey batimetri ini selesai pada hari Jumat, 19 September 2008
PT. Geo-Informatika Solusindo 6
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Prosedur Survey.
Pelaksanaan survei batimetri secara umum terdiri dari 2 aktivitas utama,
yaitu penentuan posisi horizontal pada permukaan laut serta
pengukuran kedalaman yang keduanya dilakukan secara simultan
berdasarkan sinkronisasi waktu.
Survei dilakukan dengan melakukan track /penjajakan pada jalur yang
telah ditentukan dengan interval parallel antar lajur pemeruman selebar
25 m dengan arah tegak lurus terhadap garis pantai disepanjang teluk
Balikpapan. Cross Sounding (pemeruman menyilang) juga dilakukan l
tegak lurus terhadap lajur utama untuk keperluan proses kontrol kualitas
data.
Selama pelaksanaan survei, proses tracking jalur pemeruman dipandu
dengan menggunakan perangkat lunak ArcPad versi 7 sehingga posisi
kapal (yang diperoleh dari perangkat penerima GPS) dapat selalu
dimonitor berikut kecepatan dan arah pergerakan kapal. Data
kedalaman direkam setiap interval satu detik yang akan untuk
pemrosesan lebih lanjut.
Data pemeruman direkam setiap interval 1 detik. Setiap lajur perum
akan tersimpan dalam file dengan nama sbb :
• Lajur perum utama : [Link]
• Lajur silang : [Link]
L dan CL merupakan tanda bahwa file tersebut mengandung data dari
lajur perum utama atau silang, sedangkan nnn mengandung arti nomor
lajur perumnya.
Prosedur Barchek juga dilakukan untuk menyeseuaikan kecepatan
suara dari echosounder yang digunakan. Koreksi barchek ini
dimasukkan ke dalam data hasil pemerumannya.
PT. Geo-Informatika Solusindo 7
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Posisi Horizontal pada Permukaan Laut
Posisi horizontal pada permukaan laut sangat diperlukan untuk
menentukan posisi dari setiap titik perum. Penentuan posisi horizontal
tersebut dilakukan
dengan menggunakan perangkat penerima C-NAV Differential GPS
yang menerima koreksi DGPS secara langsung dari satelit Inmarsat.
Sistem DGPS C-NAV merupakan perangkat penerima GPS dengan
presisi frekuensi ganda 10 channel dan 2 tambahan channel sebagai
penerima sinyal Satellite Based Augmentation System (SBAS) juga
sebagai demodulator L-band untuk penerima layanan koreksi C-NAV.
Sistem ini memberikan akurasi posisi yang mencapai sub-meter. Karena
koreksi DGPS disediakan oleh satelit Inmarsat, titik referensi DGPS local
tidak diperlukan.
Gambar.4. Sistem Penentuan Posisi dengan C-NAV
DGPS
.
Pengukuran Kedalaman
Pengukuran kedalaman dilakukan menggunakan metode perum dengan
using Simrad GPT Digital Echosounder. Echosounder bekerja dengan
cara mengukur waktu tempuh perambatan suara yang dipancarkan oleh
alat dan kemudian dikonversikan ke kedalaman. Setiap data kedalaman
yang diukur memiliki korespondensi dengan posisi horizontal yang
ditentukan oleh GPS dan disimpan untuk pemrosesan lebih lanjut.
Setiap file menyimpan data untuk satu lajur perum. Gambar 5 dan
gambar 6 menunjukkan konfigurasi dari peralatan yang digunakan
untuk survei hidrografi
PT. Geo-Informatika Solusindo 8
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
1
INMARSAT
DGPS correction
2
6
5
1. Global Positioning System (GPS) Sattellites
2. GPS Receiver
3. Digital Echosounder
4. Transducer
5. Display and processor unit
6. Digital Map
7. Sounding Plan
Gambar 5.
Konfigurasi peralatan survey batimetri.
Seabed
Fig.6. GPT Simrad Echosounder & C-Nav GPS (kiri) dan
Data acquisition system (kanan)
PT. Geo-Informatika Solusindo 9
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Data yang Diperoleh Selama Survei
Data yang diperoleh selama survei bathimetri terdiri atas data posisi
geografis, waktu dan kedalaman yang disimpan dalam file dengan
format ASCII (format NMEA).
Prosedur kalibrasi echosounder harus dilakukan rutin setiap hari agar
data yang diperoleh memenuhi ketelitian data yang diminta. Prosedur
barcheck akan mengeliminasi eror yang disebabkan oleh kecepatan
rambat suara yang beragam didalam permukaan laut.
Gambar 7. Kalibrasi echosounder dengan menggunakana metode barcheck
PT. Geo-Informatika Solusindo 10
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Gambar 8. Contoh lajur peru di echogram
Pengolahan Data dan Metoda Analisis
Analisis dan pemrosesan data dilakukan dengan menggunakan
perangkat lunak CARIS HIPS (CARIS Hydrographic Information and
Processing System) versi 6.1. Pada tahap ini seluruh koreksi diberikan,
terutama koreksi pasang surut dan koreksi draught transducer.
Kesalahan yang diakbatkan oleh variasi kecepatan suara didalam air
telah dikoreksi selama proses kalibrasi ecosounder menggunakan
metode barcheck.
Secara umum perhitungan kedalaman yang sebenarnya diperoleh
dengan menggunakan formula sebagai berikut:
d = du + Kp + Kdt
dimana :
d = kedalaman yang sebenarnya
du = kedalaman hasil pengukuran
Kp = koreksi pasang surut
Kdt = koreksi pergeseran transducer
PT. Geo-Informatika Solusindo 11
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Analysis Result
Hasil dari Survei batimetri adalah posisi dan kedalaman dari suatu titik
perum (x, y, z) yang kemudian akan digunakan sebagai representasi
kondisi topografi pada suatu permukaan dasar laut di peta batimetri.
.
Gambar 9. Contoh nama file batimetri
Echosounder menggunakan system file standar windows. Sampel data,
data transreceiver, dst, akan direkam dalam file dengan ekstension
*.raw. sedangkan data outputnya akan dibut terpisah dalam file *.out.
adapun contoh dile datanya adalah sbb :
[Link]
• Lxxxx – nomor lajur perum : L0001
• tanggal (YYYYMMDD) : D20080501
• waktu (HHMMSS) : T050016 – UTC (greenwich) time
• no. seri alat : EA400-38-200
• tipe file : .out
PT. Geo-Informatika Solusindo 12
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Gambar 10. Contoh data batimetri yg sudah di proses dlm format ASCII
Gambar 11. Pengolahan data batimetri di CARIS HIPS ver 5.4.
PT. Geo-Informatika Solusindo 13
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Gambar 12. Contoh hasil pengolahan data batimetri
2.7. INVESTIGASI AREA-AREA YANG DAPAT BERBAHAYA DI SEPANJANG ALUR
PELAYARAN
Tujuan dari survey pendahuluan dalam pekerjaan ini adalah untuk
melakukan investigasi terhadap area-area yang dianggap memiliki
kedalaman yang dapat dilalui oleh kapal dengan draft sekitar 5-10m.
Sedangkan survey batimetri (detail), dilakukan untuk mengidentifikasi
bila terdapat area-area yang dapat berbahaya bagi alur pelayaran.
Berdasarkan hasil dari survey yang telah dilakukan dan spesifikasi dari
draft kapal yang akan melalui alur ini (5-10m : diperopeh dari
perwakilan PT. PPBT di balikpapan), maka secara garis besar tidak
ditemukan area-area yang diperkirakan dapat membahayakan
pelayaran. Ditemukan area dengan kedalaman kurang dari 5 m,
namun itupun hanya sebagian kecil saja, dan itupun terdapat di daerah
dekat dengan garis pantai dari rencana lokasi pelabuhan PT. PPBT di
Sungai Riko sampai dengan sekitar 100 m ke arah laut (utara
Bila akan dibangun pelabuhan di area ini, maka disarankan daerah
dangkal ini untuk dikeruk atau jetty dari rencana dermaganya
dipanjangkan
PT. Geo-Informatika Solusindo 14
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Gambar 13.
Area dangkal kurang dari 5 meter (dilingkari garis berwarna merah).
PT. Geo-Informatika Solusindo 15
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
2.8. PENGAMATAN PASANG SURUT (PASUT)
Tujuan
Pengamatan pasang surut bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik
pasang surut di area survei yang akan bermanfaat untuk:
• Perhitungan koreksi pasang surut untuk data kedalaman hasil
pengukuran
• Perhitungan konstanta harmonis kedalaman hasil pengukuran
• Penentuan permukaan laut rata-rata (mean sea level/MSL) dan
juga ketinggian pasang surut lainnya (permukaan laut rendah
terendah rata-rata, permukaan laut tinggi tertinggi rata-rata, dan
Chart Datum). Permukaan laut terendah akan digunakan sebagai
referensi kedalaman atau umumnya dikenal sebagai chart datum.
Peralatan Survei
• A-OTT Kempten Automatic Water Level Recorder (di Statiun tetap
di Pelabuhan Semayang)
• Rambu ukur 5 meter (di stasiun sementara di Sungai Riko)
• Form Pengamatan
• jam
• lampu senter
Prosedur Survei
Stasiun pasut yang digunakan adalah stasiun tetap yang berada di
Pelabuhan Semayang, milik BAKOSURTANAL. Dari stasiun ini telah
diambil data selama 30 untuk digunakan dalam pengolahan data.
Untuk kepentingan transfer datum pasut (MSL) agar dapat digunakan
untuk keperluan teknis di lokasi rencana pelabuhana (S. Riko), maka
dibuat juga pengamatan stasiun pasut sementara di dekat lokasi S.
Riko. Hal ini berguna untuk mendapatkan tinggi BM (BencMark)
PT. Geo-Informatika Solusindo 16
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
terhadap MSL. Dari stasiun ini telah diambil data selama 7 hari (selama
survey
.
Gambar .14. Stasiun pasut tetap di Pelabuhan Semayang -
Balikpapan
Gambar.15. Stasiun pasut sementara di S. Riko
Data yang Diperoleh Selama Survei
Data yang diperoleh selama pengamatan adalah ketinggian permukaan
laut relatif terhadap permukaan pasang surut nol. Data tersebut
kemudian diolah dalam TSLC format (satuan cm). Adapun grafik pasut
dari stasiun tetap dan sementara dapat dilihat pada gambar 16 dan 17 di
bawah ini.
PT. Geo-Informatika Solusindo 17
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Semayang Permanent Tide Station Observation Period August 8 -
September 20, 2008
350
Tide Level ( cm ) 300
250
200
150
100
50
04 Sep
09 Sep
14 Sep
19 Sep
24 Sep
15 Agust
20 Agust
25 Agust
30 Agust
Time
Gambar 16. Grafik pasut di Pelabuhan Semayang - Balikpapan.
Gambar 17. Grafik pasut di S. Riko
PT. Geo-Informatika Solusindo 18
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Metode Pemrosesan Data dan Analisis
Analisis pasang surut dilakukan dengan menggunakan metode kuadrat
terkecil dari analisis harmonis menggunakan perangkat lunak pengolah
pasut SLPRC yang dikembangkan oleh Sea Level Center, Universitas
Hawaii. Analisis harmonic dilakukan terhadap data pasut dari stasiun
tetap di Pelabuhan Semayang.
Berdasarkan konstanta harmonik jenis pasut, rentang pasut dan tinggi
pasut dapat ditentukan. Tipe dari pasut ditentukan dengan formula
formzal dengan membandingkan amplitudo K1 dan O1 dengan
amplitudo M2 dan S2 sebagai berikut:
K1 + O1
F=
M2 + S2
Nilai dari F akan menentukan jenis pasang surut.
Nilai F Jenis Pasut Keterangan
Terdapat 2 surut dan pasang dalam sehari dengan rentang
0 < F < 0.25 Semi Diurnal
yang hampir sama
Terdapat 2 surut dan pasang dalam sehari denan rentang
0.25 < F < 1.5 Mixed semidiurnal
yang disak sama
Satu surut dan pasang dapat terjadi dalam sehari namun
1.5 < F < 3 Mixed Diurnal terkadang dua surut dan pasang dapat terjadi dengan
rentang yang sangat berbeda
F>3 Diurnal Terdapat satu surut dan pasang dalam satu hari
PT. Geo-Informatika Solusindo 19
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Analysis Result
Adapun konstanta harmonic yang dihasilkan dari data pengamatan
pasut stasiun tetap di Pelabuhan Semayang. Hasilnya dapat dilihat pad
agambar 18 di bawah ini
Gambar 18. Konstanta harmonik dari pasut pelabuhan Semayang-Balikpapan
o Tipe pasut :
F = (K1+O1)/(M2+S2)
= 0.302
Karena nilai F sama dengan 0.302, maka jenis pasang surut pada
wilayah Teluk Balikpapan ini adalah Mixed-Semdiurnal.
o Rentang pasang surut atau rata-rata perbedaan antara air tinggi
dan air rendah adalah sebagai berikut :
`q
PT. Geo-Informatika Solusindo 20
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Rentang` = 2*(O1+K1+M2+S2)
= 2*(35.5417+ 21.3377+33.5194+10.8623)
= 313.032 cm
= 3.130 meter
Ini berarti bahwa Permukaan Air Tinggi Tertinggi /High Water Level
(HWL) berada di 1.565m diatas permukaan MSL, sedangkan
Permukaan Air Rendah Terendah /Low Water Level (LWL) terletak
pada 1.565m dibawah MSL
• Chart datum (Standard IHO) atau Z0 dapat ditentukan sebagai
berikut:
Z0 = 1.1*(O1+K1+M2+S2)
= 172.168 cm
= 1.722 meter di bawah MSL
Untuk keselamatan navigasi, adalah wajar untuk menambahkan
factor keselamatan ke permukaan air rendah agar mendapatkan
chart datum yang aman bagi keperluan navigasi. Untuk alasan ini,
chart datum ditempatkan dibawah muka air rendah.
Di bawah ini dapat dilihat rangkuman hasil analisai data pasut di
Pelabuhan Semayang :
Tabel 4. Rangkuman hasil analisa pasut di Pelabuhan Semayang
Periode 20/08/08 00:00 to 021/09/08 00:00
Nilai
Muka Air Tinggi-Tertinggi
1.565 m above MSL
(HWL)
Muka Air Rendah-Terenda
1.565 m below MSL
(LWhL)
Mean Sea Level (MSL) 1.737 m
Data yang digunakan 767
Rentang(HWL-LWL) 3.130 m
Tipe Pasut Mixed-Semidiurnal
Chart Datum (Z0) 1.722 m below MSL
PT. Geo-Informatika Solusindo 21
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Kemudian setelah mendapatkan parameter pasut dari stasiun tetap,
maka dilakukan perhitungan transformasi datum pasut untuk
mendapat parameter pasut di stasiun sementara di S. Riko yang
hanya mengamati selama 7 hari. Adapun hasil transformasi datum ini
diperoleh hasil sbb :
Tabel 5. Rangkuman hasil analisa pasut di S. Riko
Nilai
Muka Air Tinggi-Tertinggi
1.720 m above MSL
(HWL)
Muka Air Rendah-Terenda
1.720 m below MSL
(LWhL)
Mean Sea Level (MSL) 1.892 m
Range (HWL-LWL) 3.440 m
Tipe Pasut Mixed-Semidiurnal
Chart Datum (Z0) 1.892 m below MSL
BM.01
1.822m
3.612m HWL
1.892m MSL
0.172m LWL
0.000m Chart Datum
Gambar [Link] antara MSL, LWL, HWL dan Chart Datum.
PT. Geo-Informatika Solusindo 22
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
2.9. SURVEI TOPOGRAFI
2.9.1. PENGUKURAN TITIK KONTROL HORIZONTAL
Pengkuran titik kontrol horizontal dilakukan untuk menentukan
posisi dari titik kontrol yang digunakan untuk keperluan survei
pemetaan. Titik kontrol tersebut kemudian akan digunakan
sebagai referensi pada kegiatan survei topografi.
Titik kontrol terdiri atas 2 titik ikat (Bench Mark) yang masing-
masing diidentifikasi seagai BM-01 dan BM-02
Gambar 20. Deskripsi BM-01
Gambar 21. Deskripsi BM-02
Peralatan Survey
a) Trimble 5700 Geodetic Dual Frequency GPS base 1 unit
b) Trimble 5700 Geodetic Dual Frequency GPS rover 1 unit
c) Tripod 2 unit
d) Power system 2 unit
PT. Geo-Informatika Solusindo 23
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Prosedur Survei
Posisi horisontal dari titik kontrol (benchmark) ditentukan
dengan menggunakan metoda GPS differensial-STATIK.
Metode ini mampu menghasilkan ketelitian hingga fraksi
milimeter. Posisi dari setiap BM yang diukur diikatkan ke BM
orde nol milik BAKOSURTANAL (N.2002).
Pengamatan dilakukan secara konsultan selama waktu tertentu
(pada kasus ini pengamatan diilakukan selama 3 jam untuk
setiap titiknya)
Sistem koordinat UTM (Universal Tranverse Mercator) zone 50S
digunakan untuk kegiatan ini dengan menggunakan datum
hosizontal WGS84 (World Geodetic System 1984)
Gambar 22. Pengukuran GPS di BM-01
Pengukuran GPS untuk melakukan pengukuran BM-01 dan BM-
02 adalah sebagai berikut:
• Simpan tribrach pada tripod dan lakukan centering diatas titik
dengan menggunakan metode optis. Lakukan penyesuaian
ketinggian dengan mengatur sekrup pengatur tinggi.
• Pasang antenna GPS pada permukaan tribrach. Set tanda
utara ke arah utara. Ukur ketinggian dengan menggunakan
pita ukur.
• Lakukan koneksi ke receiver GPS dan antena menggunakan
kabel khusus.
PT. Geo-Informatika Solusindo 24
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
• Nyalakan receiver dan lakukan konfigurasi dengan parameter
yang sesuai. Berikut parameter yang harus di-set selama
pengukuran:
o elevation mask : 15°
o recording interval : 15 seconds
o maximum PDOP : 8
o syncronize time : 15 seconds
• Satu sesi pengukuran adalah 3 jam
• Pada akhir pengukuran, cek data yang direkam apakah
pengkuran telah berjalan dengan baik.
Pemrosesan Data dan Metoda Analisis
Pemrosesan dan Analisis Data GPS
Pemrosesan data GPS dan analisisnya dilakukan dengan
menggunakan Trimble Geomatic Office (TGO) post processing
software, untuk menghitung posisi dari titik ikat yang diukur.
Posisi titik ikat tersebut dihitung berdasarkan pengukuran
baseline ke titik referensi yang telah diketahui koordinatnya yaitu
titik N.2002 milik Bakosurtanal
Adapun koordinat hasil pengukurannya dapat dilihat pada tabel
6 di bawah ini.
Tabel [Link] koordinat titik kontrol List dalam UTM.
UTM (50 South)
BM Keterangan
X (m) Y (m)
N.2002 479438.628 9859398.004 Titik Referensi
BM01 470506.232 9865416.948 Titik yang diukur
BM02 470518.598 9865383.913 Titik yang diukur
PT. Geo-Informatika Solusindo 25
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
2.9.2. PENGUKURAN TITIK KONTROL VERTIKAL
Tujuan dari pada pengukuran titik kontrol vertikal adalah untuk
menentukan ketinggian titik kontrol yang dimaksud dalam survei
pemetaan. Hasil pengukuran ketinggian dihubungkan dengan
tinggi permukaan air laut, dimana pengukuran ini menggunakan
hasil pengamatan pasang surut. Perbedaan tinggi MSL dan
semua titik BM yang sudah diukur melalui metode sipat datar
dengan menggunakan alat Sokkia C330
Peralatan Survei
• Waterpas Sokkia C330
• Tripod
• Statip
• Buku formulir lapangan
• Kalkkulator
Prosedur Survei.
Pengukuran titik kontrol vertikal, seperti perbedaan ketinggian
dari BM ke MSL sudah dilaksanakan dengan metode sipat datar
dengan menggunakan alat Sokkia C330. Perbedaan ketinggian
diukur dari perbedaan antara palm (nol kedalaman) dengan BM-
01. Panjang total sipat datar sekitar 2,264 m.
PT. Geo-Informatika Solusindo 26
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Gambar 23. Palem/rambu ukur pasut di S. Riko
Gambar 24. Ilustrasi pengukuran sipat datar
Prosedur survey adalah sebagai berikut :
• Satu seksi dibagi atas beberapa stand. Setiap stand harus
dieliminasi kesalahan sistematik yang disebabkan oleh alat.
Untuk itu harus dilakukan dengan metode dobel stand.
• Setiap stand, alat ditempatkan di tengah-tengah antar rambu
sehingga jarak belakang (dB) hampir sama dengan jarak
muka (dM).
• Alat ukur sipat datar diseimbangkan nivo-nya dengan
menggunakan sekrup ABC pada tribrach.
PT. Geo-Informatika Solusindo 27
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
• Baca bengan atas benang bawah dan benang tengah mulai
rambu belakang dan kemudian baru rambu muka.
• Setiap bacaan, cek dan lakukan validasi untuk memastikan
bahwa perbedaan bacaan benang atas dan benang bawah
lebih kecil atau sama dengan 3 mm dari dua kali bacaan
benang tengah.
• Ulangi prosedur yang sama untuk stand II dengah
memindahkan posisi alat. Cek hasil pengukuran beda tinggi
dari stand I dan stand II tidak boleh lebih dari 2 mm.
• Ulangi prosedur yang sama pada setiap stand dalam seksi
ini.
Gambar 25. Pengukuran sipat datar
Data yang dikumpulkan selama survey.
Data yang dikumpullkan selama survei adalah hasil pembacaan
rambu berupa hasil pembacaan benang atas, benang tengah
dan benang bawah. Semua data dicatat dala buku formulir yang
telah disiapkan untuk pemrosesannya. Dalam pengolahan data
harus menampilkan perbedaan ketinggian antara dua titik
pengukuran.
.
PT. Geo-Informatika Solusindo 28
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Gambar 2. Form Pengukuran sipat datar
Metode Pengolahan dan Analisa Data.
Perbedaan ketinggian antar dua titik (dHtitik) adalah jumlah total
perbedaan ketinggian setiap stand (dHslag). Perbedaan
ketinggian setiap stand adalah perbedaan antara bacaan
benang tengah dari rambu belang dan rambu muka.
dHslag = BTbackward – BTforward
dan
dHtitik = ΣdHslag
PT. Geo-Informatika Solusindo 29
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Perbedaan ketinggian akhir (dHdef) antara dua titik dihitung
berdasarkan rata-rata perbedaan ketinggian dari stand I dan
stand II.
dHdef = (dHstand I + dHstand II)/2
Hasil
Berdasarkan hasil pengukuran sipat datar, beda tinggi titik-titik
control adalah sebagai berikut :
• Beda tinggi antara BM-01 dan titik nol palm adalah 4.188 m
• Kesalahan penutup pada pengukuran sipat datar antar BM
adalah 0.000 m atau 0.000 mm, yang mana lebih kecil dari
toleransi yang ditetapkan yaitu 10√Dkm atau 0.005m atau
5mm
Berdasarkan pengamatan pasang surut, ketinggian muka air
laut rata-rata atau MSL di S. Riko (pengamatan 7 hari) adalah
2.352 m (HMSL) di atas nol palm (ZTL). Sedangkan selisih nilai
MSL yang diperoleh dari pengamatan selama 7 hari dengan
MSL dari pengamatan selama 30 adalah 0.014 m (dHMSL). Maka
dengan demikian ketinggian BM01 secara relative terhadap
MSL adalah sebagai berikut :
HBM01 = dH BM1-ZTL – HMSL -dHMSL
= 4.188 – 2.352-0.014
= 1.822 meter
Adapun beda tinggi antara BM1 dengan BM02 adalah - 0.213 m
(dHBM01-BM02). Maka ketinggian BM02 secara relative terhadap
MSL adalah sebagai berikut :
HBM02 = H BM1+ dHBM01-BM02
= 1.822 +(-0.213)
= 1.609 meter
PT. Geo-Informatika Solusindo 30
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
2.10. PENGGAMBARAN
Peta batimetri di lokasi PT. Pelabuhan Penajam Banua Taka (PPBT)
dan di sepanjang alur pelayaran merupakan tujuan utama dari pekerjaan
survey ini. Peta batimetri yang akan dilakukan menggunakan spesifikasi
di bawah ini
Tabel 7. Daftar spesifikasi penggambaran peta batimetri
A Sistem Koordinat
1 Proyeksi : Universal Transverse Mercator (UTM) Zone 50 South)
2 Datum : World Geodetic System 1984 (WGS84)
3 Datum Tinggi : Mean Sea Level (MSL) di S. Rik
4 Datum Kedalaman : Lowest Water Level (LWL) at S. Riko which is 1.720 m di
bawah MSL
B Peta
1 Skala : 1 : 2,500 and 1 : 10,000
2 Jumlah lembar peta : 4 lembar dgn 1 : 2,500 and 1 lembar dgn 1 : 10,000
3 Format dijital : AutoCAD 2004 (DWG)
Spesifikasi peta batimetri di atas, hanya untuk dipergunakan untuk
kepentingan pekerjaan teknis saja. Sedangkan bila akan digunkanan
untuk kepentingan navigasi kapal, harus terlebih dahulu di transformasi
ke system proyeksi koordinat Mercator sesuai dengan spesifikasi dari
International Hydrographic Organization (IHO). System proyeksi
Mercator ini menjaga agar besarnya arah yang diukur di peta sama
dengan arah yang sebenarnya di keadaan sebenarnya (tidak ada
distorsi).
PT. Geo-Informatika Solusindo 31
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
3. ANALISA HASIL DAN DISKUSI
Diskusi mengenai kondisi topografi dasar laut ini dibagi menjadi 2 bagian,
mengenai kondisi di sekitar lokasi rencan pelabuhan PPBT dan kondisi
alaur pelayarannya. Untuk lebih detail lagi analisa hasil pengolahan data
ini dibagi atas 4 segmen, yaitu area A, B, C, dan D seperti terlihat pada
gambar di bawah ini. Lokasi rencana pelabuhan PPBT berada pada area
A.
Gambar 27.
Lokasi PPBT (A) dan alur pelayaran (A,B,C,D)
PT. Geo-Informatika Solusindo 32
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
3.1. Topografi dasar laut di sekitar lokasi rencana Pelabuhan
Penajam Banua Taka (PPBT)
Dari survey batimetri yang sudah dilakukan, menunjukkan bahwa
topografi dasar laut di sekitar daerah ini relative datar. Sekitar 80%
kedalamannya antara 11 – 15 m dan kedalaman ini dapat ditemukan
sekitar 200m dari garis pantai. Daerah dengan kedalaman kurang dari
5 m di temukan pula di sekitar kurang dari 100m dari garis pantai.
Sedangkan untuk kedalaman antara 6-10 dapat ditemukan di sekitar
lebih dari 100 dari garis pantai.
PPBT SITE
Gambar 21.
Gambar 28. Topografi dasar laut di lokasi PPBT.
Kondisi kedalaman di area A ini (khususnya di area sekitar lebih dari 100
m dari garis pantai) cukup memadai untuk digunkaan sebagai pelabuhan.
Area ini memiliki ruang yang cukup untuk kapal-kapal besar dalam
melakukan manuver.
3.2. Topografi dasar laut di sepanjang alur pelayaran
PT. Geo-Informatika Solusindo 33
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Alur pelayaran di menuju ke rencana lokasi pelabuhan PPBT memiliki
panjang sekitar 8 km. kedalaman di sepanjang alur pelayaran ini cukup
bervariasi mulai dari 6 m sampai dengan 25 m. Supaya analisa mengenai
alur ini lebih detail lagi, maka analisanya alurnya dibagi 3 bagian yaitu
area B, C, dan D (lihat gambar 27)
Gambar 29.
Alur pelayaran di area B
PT. Geo-Informatika Solusindo 34
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Gambar 30. Tampilan kontur di alur pelayaranpada area B
Pada umumnya, kedalaman pada alur pelayaran di sekitar area B berkisar
antara 6 – 10m. Namun, ditemukan juga sebagian kecil area dengan
kedalaman antara 11 – 15 m, dan pada bagian paling bawah di area B ini,
terdapat kedalaman lebih dari 16 m.
Pada dasarnya alaur pelayaran di area B ini aman untuk navigasi kapal
besar dengan draft sekitar 5 m. namun, bila akan dilewati oleh kapal besar
dengan draft sekitar 10m, maka harus dilakukan pengerukan di sebagian
besar pada area B ini.
Alur Pelayaran di area C dan D merupakan bagian paling dalam dari
keseluruhan alur. Hal ini karena, di area ini merupakan posisi alur
pelayaran yang asli dan yang sudah ada di Teluk Balikpapan. Di lokasi ini
terdapat 3 alat bantu navigasi (pelampung) yang mengapit alur pelayaran
(lihat gambar 31) untuk “mengawal” keselamatan pelayaran. Pada
umumnya kedalaman di area ini antara 16 – 25 m. namun ada juga
sebagian kecil area yang memiliki kedalaman antara 11 – 15 m (lihat
gambar 31)
PT. Geo-Informatika Solusindo 35
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Alat Bantu navigasi
Gambar 31. Alur pelayaran di area C dan D
Gambar 32. Tampilan alat bantu navigasi yang ada di lapangan
PT. Geo-Informatika Solusindo 36
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Gambar 33. Tampilan kontur pada alur pelayaran di area C dan D
PT. Geo-Informatika Solusindo 37
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
3.3. Area yang berbahaya bagi navigasi dan alat bantu navigasi
Pada bagian barat alur pelayaran telah ditemukan 2 lokasi kapal karam.
Lokasi pertama ditemukan sekitar 77m ke arah barat dari batas terluar
bagian barat dari alur pelayaran di area B. lokasinya terletak pada lintang
1⁰13’22.47’’ S dan bujur 116⁰45’37.45’’ E.
Sedangkan lokasi kedua ditemukan sekitar 548 m ke arah barat dari batas
terluar bagian barat dari alur pelayaran di area C. lokasinya terletak pada
lintang 1⁰14’01.64’’ S dan bujur 116⁰46’34.26’’ E.
Gambar 34. Lokasi kapal karam (dilingkari garis berwarna merah)
PT. Geo-Informatika Solusindo 38
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
Kedua lokasi kapal karam ini sangat berbahaya bagi navigasi kapal,
sehingga harus berikan alat bantu navigasi/pelampung tanda. Khususnya
di lokasi kapal karam pertama yang sangat dekat dengan alur pelayaran.
3.4. Data survey yang diserahkan
Semua data digital baik data mentah lapangan, maupun peta dan laporan
akan dimasukkan ke dalam CD-R dan diserahkan kepada pemilik
pekerjaan. Adapun di dalam CD-R tersebut terdapat beberpa file sbb :
• Data mentah survey.
• Dokumentasi foto selama survey.
• Peta batimetri dalam format Autocad.
• Laporan Akhir ini
PT. Geo-Informatika Solusindo 39
Survey Hidrografi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur – Laporan Akhir
4. KESIMPULAN DA SARAN
• Survey hidrografi untuk kepentingan investigasi di sekitar lokasi
rencana pelabuhan PPBT dan sepanjang alur pelayaran telah
selesai dengan hasil yang baik.
• Ditemukan area dengan kedalaman kurang dari 5 m, namun
itupun hanya sebagian kecil saja, dan itupun terdapat di daerah
dekat dengan garis pantai dari rencana lokasi pelabuhan PT.
PPBT di Sungai Riko sampai dengan sekitar 100 m ke arah laut
(utara). Bila akan dibangun pelabuhan di area ini, maka disarankan
daerah dangkal ini untuk dikeruk atau jetty dari rencana
dermaganya dipanjangkan
• Secara umum, kedalaman disepanjang alur pelayaran bervariasi
antara 6m – 25m. Pada area yang memiliki kedalaman antara 6m
– 10m, ini aman untuk navigasi kapal besar dengan draft sekitar 5
m. namun, bila akan dilewati oleh kapal besar dengan draft sekitar
10m, maka harus dilakukan pengerukan di sebagian besar pada
area B ini
• Generally, the depth along the navigation channel varies ranging
from 6 m down to 25m. The navigation channel which has depth
about 6-10m still safe for navigation of large vessel of 5m draught,
but to provide safe navigation for large vessel of 10m draught,
dredging should be conducted at this area.
• Pada bagian barat alur pelayaran telah ditemukan 2 lokasi kapal
karam. Lokasi pertama ditemukan sekitar 77m ke arah barat dari
batas terluar bagian barat dari alur pelayaran di area B. lokasinya
terletak pada lintang 1⁰13’22.47’’ S dan bujur 116⁰45’37.45’’ E.
Sedangkan lokasi kedua ditemukan sekitar 548 m ke arah barat
dari batas terluar bagian barat dari alur pelayaran di area C.
lokasinya terletak pada lintang 1⁰14’01.64’’ S dan bujur
116⁰46’34.26’’ E. Kedua lokasi kapal karam ini sangat berbahaya
bagi navigasi kapal, sehingga harus berikan alat bantu
navigasi/pelampung tanda. Khususnya di lokasi kapal karam
pertama yang sangat dekat dengan alur pelayaran
PT. Geo-Informatika Solusindo 40
LAMPIRAN 1
Peta Alur Navigasi Pelayaran
(Kedalaman Berdasarkan Chart Datum).
LAMPIRAN 2
Dokumentasi Survey
Kapal Survey Tim Survey
Pengukuran Barcheck
Instalasi Palem/Rambu Pasut
Alat Bantu Navigasi
Sounding Manual diperairan dangkal
LAMPIRAN 3
Koordinat BM
UTM (50 S) Geografik Elevasi
BM Keterangan
X (m) Y (m) Lintang Bujur h (ellipsoid) m H (MSL) m
N.2002 479438.628 9859398.004 1⁰16’19.42” S 116⁰48’54.63” E 160.452 - Titik Referensi
BM01 470506.232 9865416.948 1⁰13’03.36” S 116⁰44’05.60” E 54.764 1.822 Titik yang diukur
BM02 470518.598 9865383.913 1⁰13’04.44” S 116⁰44’06.00” E 54.516 1.609 Titik yang diukur