0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan12 halaman

Sistem Retensi Rekam Medis RSU Pindad

Dokumen tersebut merangkum perancangan sistem informasi retensi rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Pindad Bandung. Sistem ini dirancang untuk mengatasi masalah penyimpanan rekam medis secara berserakan dan tidak teratur serta kurangnya ruang penyimpanan yang menyebabkan ruang penyimpanan menjadi kurang efisien. Tujuan sistem ini adalah mengembangkan sistem informasi retensi rekam medis yang sepenuhny

Diunggah oleh

rohbiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan12 halaman

Sistem Retensi Rekam Medis RSU Pindad

Dokumen tersebut merangkum perancangan sistem informasi retensi rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Pindad Bandung. Sistem ini dirancang untuk mengatasi masalah penyimpanan rekam medis secara berserakan dan tidak teratur serta kurangnya ruang penyimpanan yang menyebabkan ruang penyimpanan menjadi kurang efisien. Tujuan sistem ini adalah mengembangkan sistem informasi retensi rekam medis yang sepenuhny

Diunggah oleh

rohbiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI RETENSI REKAM MEDIS PASIEN

RAWAT INAP DI RSU PINDAD BANDUNG

Hanifah Indriyanti

Program Studi Manajemen Informatika, Konsentrasi Informatika Rekam Medis


Politeknik Piksi Ganesha Bandung
indrihanifah96@[Link]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk merancang perancangan sistem informasi retensi rekam medis
pasien rawat inap menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 di Rumah Sakit Umum Pindad
Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan metode observasi, wawancara dan
studi pustaka yang terkait dengan pokok permasalahan penelitian. Sedangkan untuk metode
pengembangan perangkat lunak menggunakan waterfall. Berdasarkan penelitian yang dilakukan,
ditemukan berbagai masalah diantaranya : 1) Sistem informasi retensi belum sepenuhnya
komputerisasi; 2) Rekam medis yang telah diretensi disimpan secara berserakan dan nomor rekam
medis tidak berurutan; 3) Kurangnya rak penyimpanan sehingga rekam medis berserakan dan
ruang penyimpanan kurang efisien. Adapun saran-saran yang penulis berikan yaitu : 1)
Mengembangkan sistem informasi retensi yang sepenuhnya komputerisasi; 2) Perlunya
penambahan fasilitas berupa rak penyimpanan; 3) Perlunya pemeliharaan sistem.
Kata Kunci: Perancangan, Sistem Informasi, Retensi, Rekam Medis, Pasien, Microsoft Visual
Studio 2010 .

Abstract

This research aims to design information systems medical record retention inpatients using
microsoft visual studio 2010 in Public Hopitals Pindad Bandung. The research method used is by
observation, interviews and studies of the literature related to the subject matter of the research
problem. As for the method of software development using waterfall method. Based on the
research conducted, found a variety of problems including : 1) The retention of information
systems are not yet fully computerized; 2) Medical record which has been has been kept in
retention scattering and medical record number are not sequential; 3) Lack of medical record
storage shelves so scatteredand less efficient storage space. The suggestions that auther can
provide are : 1) Develop information system that fully computerized retention; 2) The need for the
addition of facilities in the from of storage shelves; 3) The necessity for the maintenance of the
system.
Keywords: Design, Information Systems, Retention, Medical Record, Patient, Microsoft Visual
Studio 2010.

PENDAHULUAN
Kondisi persaingan industri jasa kesehatan Berdasarkan Surat Keputusan Menteri
saat ini sangat ketat. Hal ini disebabkan Kesehatan RI No.983/SK/XO/1992 rumah
semakin banyaknya jumlah klinik dan rumah sakit umum memberikan pelayanan
sakit yang ada, serta semakin banyaknya kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh
masyarakat menggunakan fasilitas rumah masyarakat. Agar penyelenggaraan
sakit untuk memperoleh layanan kesehatan. pelayanan kesehatan dapat mencapai tujuan
Namun, hal terpenting dalam rumah sakit yang diinginkan maka pelayanan harus
adalah sebagai sarana dan prasarana sebagai tersedia dan berkesinambungan, dapat
penunjang yang mengatasi masalah-masalah diterima dan wajar, mudah dijangkau serta
kesehatan secara memadai dan profesional. bermutu. Seluruh proses pelayanan

1
2

kesehatan akan berjalan dengan baik apabila semua dipilah, selanjutnya data rekam medis
didukung dengan pelayanan kesehatan yang tersebut diinput secara manual ke komputer.
baik pula, salah satu jenis pelayanan 1) POKOK PERMASALAHAN
kesehatan adalah pelayanan rekam medis. Berdasarkan latar belakang diatas maka
Salah satu upaya peningkatan pelayanan pokok permasalahannya adalah bagaimana
kesehatan di tempat-tempat peningkatan pelaksanaan retensi rekam medis pasien
pelayanan seperti rumah sakit adalah rawat inap menggunakan Microsoft Visual
dengan pelayanan rekam medis. Menurut Studio 2010 di Rumah Sakit Umum Pindad
Permenkes 269/Menkes/Per/III/2008 bahwa Bandung.
“sarana pelayanan kesehatan wajib 2) RENCANA PEMECAHAN MASALAH
menyediakan fasilitas yang diperlukan Berdasarkan hasil penelitian pada
dalam rangka penyelenggaraan rekam permasalahan yang terjadi maka penulis
medis.” akan membuat sistem informasi retensi
Pentingnya diselenggarakan rekam medis di rekam medis pasien rawat inap di Rumah
rumah sakit karena rekam medis mempunyai Sakit Umum Pindad Bandung.
nilai sebagai bukti tertulis mengenai 3) TUJUAN DAN MANFAAT
tindakan medis yang diberikan kepada A. TUJUAN
pasien yang bersangkutan, rumah sakit Penelitian ini bertujuan untuk
maupun dokter dan tenaga lainnya apabila menghasilkan suatu sistem informasi
dikemudian hari jika terjadi suatu hal yang serta mendapatkan gambaran tentang
menyangkut rekam medis itu sendiri. pelaksanaan retensi rekam medis pasien
Seiring berjalannya waktu, pasien yang rawat inap yang membantu dalam
berobat ke rumah sakit semakin bertambah pelaksanaan retensi agar lebih baik,
dan begitupun dengan rekam medis semakin efektif, dan efisien di Rumah Sakit
banyak. Rekam medis pada ruang Umum Pindad Bandung.
penyimpanan tidak selamanya akan B. MANFAAT
disimpan, hal itu dikarenakan jumlah rekam (a) Bagi Akademik : manfaat bagi
medis akan memenuhi ruang penyimpanan akademisi adalah sebagai ilmu, referensi
sehingga ruangan tidak cukup untuk maupun wawasan bagi institusi, seluruh
menyimpan rekam medis yang baru. Ruang mahasiswa dan masyarakat luas tentang
penyimpanan yang baik seharusnya tertata Sistem Informasi Retensi Rekam Medis
rapi dan tidak ada rekam medis yang Pasien Rawat inap di Rumah Sakit
menumpuk, maka agar ruang penyimpanan Umum Pindad Bandung.
tetap efektif rumah sakit melakukan kegiatan (b) Bagi Penulis : manfaat bagi penulis
retensi atau penyusutan rekam medis yang adalah sebagai bahan pengembangan
sudah tidak terpakai. maupun pengimplementasian ilmu
Menurut Dirjen Yanmed 2006 Retensi pengetahuan yang telah diproses selama
merupakan kegiatan memisahkan antara mengikuti perkuliahan dan mampu
rekam medis aktif dan inaktif, serta menerapkannya di lapangan kerja.
pengurangan jumlah formulir yang terdapat (c) Bagi Rumah Sakit : bermanfaat sebagai
didalam rekam medis dengan cara memilah bahan pertimbangan bagi rumah sakit
nilai guna dari tiap-tiap formulir rekam dalam pengembangan sistem informsi
medis. rekam medis khususnya di kegiatan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan retensi rekam medis pasien rawat inap
oleh penulis selama menjalani masa Praktek di Rumah Sakit Umum Pindad
Kerja Lapangan (PKL) di Rumah Sakit Bandung.
Umum Pindad Bandung masih ditemukan KAJIAN TEORITIS
beberapa kendala yaitu terjadinya A. Pengertian Rumah Sakit
penumpukan berkas rekam medis di ruang Berdasarkan undang-undang No.44
penyimpanan dan kegiatan retensi masih Tahun 2009 tentang Rumah Sakit,yang
dilakukan dengan cara manual. Manual yang dimaksudkan adalah institusi pelayanan
dilakukan yaitu dengan cara memilah berkas kesehatan yang menyelenggarakan
rekam medis satu persatu untuk memisahkan pelayanan kesehatan perorangan secara
antara rekam medis aktif dan inaktif. Setelah paripurna yang menyediakan pelayanan
3

rawat inap,rawat jalan, dan gawat yang menerimanya yang


darurat. menggambarkan suatu kejadian-kejadian
B. Pengertian Rekam Medis yang nyata dan digunakan untuk
Menurut Permenkes No.269 pengambilan keputusan.
/MENKES/III/2008 tentang rekam I. Pengertian Sistem Informasi
medis, Rekam Medis adalah berkas yang Menurut Sutanta (2003) sistem informasi
berisikan catatan dan dokumen tentang adalah seperangkat komponen yang
identitas pasien, pemeriksaan, saling berhubungan yang berfungsi
pengobatan,tindakan dan pelayanan lain mengumpulkan, memproses, menyimpan
kepada pasien pada sarana pelayanan dan mendistribusikan informasi unuk
kesehatan. mendukung pembuatan keputusan dalam
C. Pengertian Rekam Kesehatan organisasi.
Elektronik (RKE) J. Pengertian Flowmap
Menurut Hatta (2013) Rekam Kesehatan Menurut Jogiyanto (2005) flowmap
Elektronik adalah kegiatan komputerisasi adalah bagan yang menunjukkan aliran
isi rekam kesehatan dan proses didalam program atau prosedur sistem
elektronisasi yang berhubungan secara logika.
dengannya. K. Pengertian DFD
D. Pengertian Rawat Inap Menurut Ladjamuddin (2005) data flow
Menurut Wendi (2013) Rawat Inap atau diagram merupakan model dari sistem
Opname adalah pelayanan kesehatan untuk menggambarkan pembagian sistem
perorang yang meliputi observasi ke modul yang lebih kecil.
diagnosa, keperawatan, rehabilitas medik L. Pengertian ERD
dengan menginap di ruang rawat inap Menurut Ladjamuddin (2005) Entity
pada sarana kesehatan rumah sakit Relationship Diagram (ERD) adalah
pemerintah dan swasta, serta puskesmas suatu model jaringan yang menggunakan
perawatan dan rumah bersalin, yang oleh susunan data yang disimpan dalam
karena penyakitnya penderita harus sistem secara abstrak.
menginap. M. Pengertian Microsoft Visual Studio
E. Pengertian Retensi 2010
Menurut Dirjen Yanmed (2006) retensi Visual Basic 2010 adalah sebuah
adalah suatu kegiatan pengurangan perangkat lunak lengkap yang dapat
berkas rekam medis dari rak digunakan untuk melakukan bisnis,
penyimpanan dengan cara memilah nilai aplikasi personal, ataupun komponen
guna dari tiap-tiap formulir. aplikasinya dalam bentuk aplikasi
F. Pengertian Perancangan console, aplikasi windows, Integrated
Menurut Jogiyanto (2005) perancangan Development Environment (IDE) dan
adalah penggambaran, perencanaan dan dokumentasi (umumnya berupa MSDN
pembuatan sketsa atau pengaturan dari Library).
beberapa elemen yang terpisah ke dalam N. Pengertian Microsoft Access 2010
satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Microsoft Access 2010 merupakan salah
G. Pengertian Sistem satu perangkat lunak yang tergolong
Menurut Sutanta (2003) secara umum Relational Database Management
sistem dapat didefinisikan sebagai System (RDBMS) yang banyak
sekumpulan hal atau kegiatan atau digunakan saat ini. Perangkat ini sudah
elemen atau subsistem yang saling termasuk dalam aplikasi microsoft office
bekerjasama atau yang dihubungkan 2010.
dengan cara-cara tertentu sehingga
membentuk satu kesatuan untuk METODE
melaksanakan suatu fungsi guna Metode penelitian yang digunakan adalah
mencapai satu tujuan. metode penelitian kualitatif dengan
H. Pengertian Informasi pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan
Menurut Jogiyanto (2005) informasi data yaitu dengan metode observasi,
adalah data yang diolah menjadi bentuk wawancara dan kajian pustaka yang
yang lebih berguna dan lebih berarti bagi memiliki hubungan dengan pokok
4

permasalahan. Perancangan sistem D. DFD Level 1 Proses 1.0 Kelola Data


menggunakan metode waterfall dengan alat User
bantu perancangan berupa DFD. User
Data
Identitas
1.1
Data User User Data User
User Baru

HASIL DAN PEMBAHASAN Data User

Dalam melakukan rancangan proses ini, 1.2 Data

upaya yang dilakukan dalam analisis sistem Data User


Simpan
User

Data
informasi retensi rekam medis pasien rawat User
Data
User
1.3
inap ini yaitu dengan menambah fitur-fitur Data
User
Data User
Hapus
Data
User

yang kurang lengkap dalam retensi rekam Data


Data
User
medis pasien rawat inap agar lebih efektif User 1.4
Data User
Edit
dan efisien dalam melakukan peminjaman
dan pengembalian tersebut seperti yang 1.5
Data User

tergambar dalam aliran-aliran sistem Cari

informasi yang dibutuhkan seperti yang Gambar 4. DFD Level 1 Proses 1.0
dijelaskan dibawah ini : yang Dirancang
A. Flowmap Sistem Sumber : Diolah Penulis, (2017)
PETUGAS PENYIMPANAN PETUGAS RETENSI KEPALA REKAM MEDIS KEPALA RUMAH SAKIT

Verifikasi Laporan
Laporan & Berita & Berita Acara
Mulai

E. DFD Level 1 Proses 2.0 Kelola Data


Rekam Medis Acara
Inaktif

Rekam Medis

Pemilahan
Lembar
Bernilai Guna
Laporan
& Berita Acara Selesai
Dokter
Data Ident 2.1
Data
Pemilahan Tidak Lembaran User Dokter, data Data Dokter Data Dokter
RM Inaktif
Dokter
Lembaran Bernilai
Guna
Lembaran Tidak
Berguna
User Baru

RM Melewati
Periode Aktif Input Data
Lembaran
Bernilai Guna
Data Dokter

Ya

Membuat
Rekam Medis
Inaktif
Laporan
& Berita Acara
2.2 Data
Data Dokter Dokter
Simpan
Laporan
& Berita Acara
Data Data
Lembaran Tidak Dokter Dokter
Bernilai Guna

2.3
Data Dokter Data
Data Hapus
Dokter Dokter

Gambar 1 Flowmap Sistem yang Data


Dokter 2.4
Data
Dokter

dirancang Data Dokter


Edit

Sumber : Diolah Penulis, (2017)


2.5
Data Dokter
Cari

B. Diagram Konteks
Gambar 5 DFD Level 1 Proses 2.0
Petugas Retensi
Id user,
Data pasien
Sistem Informasi Retensi Rekam
Laporan
& Berita Kepala Rekam Medis
yang Dirancang
Data dokter, Medis Pasien Rawat Inap
Data RM
Acara
Sumber : Diolah Penulis, ( 2017)

F. DFD Level 1 Proses 3.0 Kelola Data


Gambar 2 Diagram Konteks yang Pasien
Dirancang Data 3.1
Data
User Identitas Data Pasien Data Pasien
Sumber : Diolah Penulis, (2017) Pasien Baru
Pasien

Data Pasien

C. DFD Level 0 3.2 Data


1.0 Data Pasien Pasien
Data Data Simpan
User Kelola Data User
User User
Data User
Data Data
Data Pasien Pasien
Data User
Pasien
3.3
3.0 2.0
Data Pasien Data
Data Data Data Hapus
Data Pasien Kelola Kelola Data Dokter Pasien
Pasien
Data Pasien Data Dokter
Dokter Pasien

Data
Data Pasien
Pasien 3.4
Data Data
Pasien 4.0 Dokter Data Pasien
Data Data Data Rekam Edit
Kelola Data
Rekam Medis RM Medis
Rekam Medis

Data
5.0 6.0 RM
Kelola Kelola 3.5
Retensi Berita Acara Data Pasien
Cari

Laporan
Retensi RM Kepala
Rekam Medis
Laporan
Berita Acara Gambar 6 DFD Level 1 Proses 3.0
Gambar 3 DFD Level 0 yang Dirancang yang Dirancang
Sumber : Diolah Penulis, (2017) Sumber : Diolah Penulis, ( 2017)
5

2. Nomor Proses : 2.0


G. DFD Level 1 Proses 4.0 Kelola Data Nama Proses : Kelola Dokter
Rekam Medis Masukan : Id, Nama,
Data
4.1
Data
: Alamat,[Link]
User Data Rekam Data Retensi
Rekam Medis
Medis Cari
Rekam Medis
Keluaran : Data Dokter
3. Nomor Proses : 3.0
Data Rekam Medis
Nama Proses : Kelola Pasien
4.2
Data Rekam
Data
Rekam Medis
Masukan : [Link], Nama,
Medis Simpan
Jenis Kelamin,
Data Data
Rekam Medis Rekam Medis TTL,Umur,Telp,
4.3
Data
Data Rekam
Medis Hapus
Data Alamat,Asuransi
Rekam Medis Rekam Medis
PenanggungJwb
4.4
Rujukan
Data Rekam
Medis Edit Keluaran : Data Pasien
4. Nomor Proses : 4.0
Gambar 7 DFD Level 1 Proses 4.0
Nama Proses : Kelola RM
yang Dirancang
Sumber : Diolah Penulis, (2017) Masukan : [Link], Nama,
Jenis Kelamin,
TTL, Alamat,
H. DFD Level 1 Proses 5.0 Kelola Data
Asuransi,Poli,
Retensi
Data Data
Nama Dokter,
User
Retensi Retensi TerakhirBerobat
Data
Retensi
Status RM,
5.1
Data Data Data
5.2 Diagnosa
Data Retensi Data Retensi
Tampil
Retensi Retensi Retensi
Cetak Keluaran : Data Retensi
5. Nomor Proses : 5.0
Kepala Laporan Retensi
Nama Proses : Kelola Retensi
Rekam Medis Rekam Medis Masukan : Data Retensi
Gambar 8 DFD Level 1 Proses 5.0 Keluaran : Laporan Retensi
yang Dirancang 6. Nomor Proses : 6.0
Sumber : Diolah Penulis, (2017) Nama Proses : Kelola Berita
Acara
I. DFD Level 1 Proses 6.0 Kelola Berita Masukan : [Link] Acara
Acara Jumlah RM,
User
Data
Berita Acara
6.1
Data Berita
Data
Berita Acara
Data
Berita Acara
ThnKunjungan
Acara Baru
Terakhir, Tgl
Data Berita Acara
Keluaran : Laporan Berita
6.2
Data Berita
Data
Berita Acara
Acara
Data
Acara Simpan

Data
K. Entity Relationship Diagram
Berita Acara Berita Acara
6.3
Data Berita Data
Id_dokter
Data Acara Hapus Nama
Berita Acara Berita Acara Alamat
Dokter Spesialis

Data No_Telpon

Data Berita Acara N


No_RM
Berita Acara 6.4 Nama
Periksa
Data Berita Jenis_kelamin
Acara Edit M Tempat_lahir

Nama_User Tanggal_lahir
1 M
User Dafta r Pasien
Alamat
Kata_sandi Poli_rawat

M Dokter
6.5 Asurans i,
Pena nggung Jawab
Data Berita Melakukan Tgl_berobat
Acara Cari No_Hp

N No_RM

Nama

Gambar 9 DFD Level 1 Proses 6.0 Rekam Medis


Jenis_kelamin

Tempat_lahir

Tanggal_lahir

Yang Dirancang M
Dokter

Poli_rawat
Alamat

Sumber : Diolah Penulis, (2017)


Akhir_brobat
Melakukan
Status_RM

Diagnosa
M

J. Spesifikasi Proses
No_RM

Nama

Jenis_kelamin

Tempat_lahir

1. Nomor Proses : 1.0 Retensi

M
Tanggal_lahir

Dokter
Alamat

Nama Proses : Kelola User Bua t


Poli_rawat

Akhir_brobat

Status_RM

Masukan : [Link], Nama, Retensi


1 Diagnosa
[Link]
Acara
Pelaksanaan
Ret ensi

Username,Pass
Tahun
Kunjungan
Jumlah
Ber kas

Keluaran : Data User Gambar 10 Entity RelationshipDiagram


Sumber : Diolah Penulis, (2017)
6

L. Spesifikasi Basis Data


Pada Sistem Informasi Retensi Rekam 3. Rancangan Form Data User
Medis Pasien Rawat Inap terdiri dari
beberapa tabel yaitu tabel user, tabel
pasien, tabel dokter, tabel kunjungan,
tabel laporan rekam medis aktif inaktif
dan tabel berita acara.
M. Rancangan Masukan
Rancangan masukan pada Sistem
Informasi Retensi Rekam Medis Pasien
Rawat Inap ini adalah berupa inputan
data dari sumber-sumber yang terdapat Gambar 13 Rancangan Form
pada bagian retensi rekam medis di User
Rumah Sakit Umum Pindad Bandung. Sumber : Diolah Penulis, (2017)
Dalam sistem pembuatan laporan ini,
user melakukan pemasukan data pasien, 4. Rancangan Form Data Pasien
data dokter dan data kunjungan terhadap
form input untuk memasukkan data
kedalam sistem, lalu diproses menjadi
bentuk laporan.
N. Rancangan Keluaran
Rancangan keluaran merupakan laporan
rekam medis aktif inaktif dan berita
acara retensi yang berupa tampilan
laporan pada layar komputer dan laporan
yang akan dicetak pada medis kertas Gambar 14 Rancangan Form Data
yang bersumber dari database. Pasien
O. Rancangan Dialog Layar Sumber : Diolah Penulis, (2017)
1. Rancangan Form Login
5. Rancangan Form Data Dokter

Gambar 11 Rancangan Form Login Gambar 15 Rancangan Form Data


Sumber : Diolah Penulis, (2017) Dokter
Sumber : Diolah Penulis, (2017)
2. Rancangan Form Halaman Utama
6. Rancangan Form Data RM

Gambar 12 Rancangan Form Gambar 16 Rancangan Form RM


Menu Utama Sumber : Diolah Penulis, (2017)
Sumber : Diolah Penulis, (2017)
7

7. Rancangan Form Retensi Visual [Link]


3. Database : [Link] 2007
4. Aplikasi : Mic. Visual Studio
2010
Q. Implementasi Antar Muka
1. Implementasi Dialog Layar Form
Login

Gambar 17 Rancangan Form


Retensi
Sumber : Diolah Penulis, (2017)

8. Rancangan Form Berita Acara

Gambar 19 Implementasi Dialog


Layar Form Login
Sumber :Diolah Penulis, (2017)

2. Implementasi Dialog Layar Form


Menu Utama

Gambar 18 Rancangan Form


Berita Acara
Sumber : Diolah Penulis, (2017)

P. Spesifikasi Hardware dan Software


Spesifikasi perangkat keras dan
perangkat lunak ini dirancang guna
mendukung kelancaran sistem informasi.
Adapun spesifikasi perangkat keras dan
lunak yang diusulkan sebagai berikut :
1. Spesifikasi Hardware Gambar 20 Implementasi Dialog
Beberapa kebutuhan perangkat Layar Form Menu Utama
keras yang digunakan dalam pembuatan Sumber : Diolah Penulis, (2017)
sistem ini adalah :
1. Processor : Intel(R) Celeron(R) 3. Implementasi Dialog Layar Form Data
CPU1037U @1.80HGz User
2. RAM : 2 GB
3. Harddisk : 500 GB
4. Monitor : 14 Inch
5. VGA : 512 Mb, Min VGA
128 Mb Resolusi
128 Byte
6. Keyboard : Kompatibel dg Window
7. Mouse : Kompatibel dg Window
2. Spesifikasi Software
Dalam pembuatan sistem informasi
retensi rekam medis rawat inap ini, Gambar 21 Implementasi Dialog
spesifikasi software atau perangkat Layar Form Data User
lunak yang digunakan adalah: Sumber : Diolah Penulis, (2017)
1. Sistem Operasi : Windows 7
2. Bahasa Pemrograman :
8

4. Implementasi Dialog Layar Form Data Gambar 25 Implementasi Dialog


Pasien Layar Form Retensi
Sumber : Diolah Penulis, (2017)

8. Implementasi Dialog Layar Form Input


Berita Acara

Gambar 22 Implementasi Dialog


Layar Form Data Pasien
Sumber : Diolah Penulis, (2017)

5. Implementasi Dialog Layar Form Data


Dokter Gambar 26 Implementasi Dialog
Layar Form Input Berita Acara
Sumber : Diolah Penulis, (2017)

9. Implementasi Dialog Layar Cetak


Laporan RM Aktif per Periode

Gambar 23 Implementasi Dialog


Layar Form Data Dokter
Sumber : Diolah Penulis, (2017)

6. Implementasi Dialog Layar Form Data


Rekam Medis

Gambar 27 Implementasi Dialog


Layar Cetak Laporan RM Aktif per
Periode
Sumber : Diolah Penulis, (2017)

10. Implementasi Dialog Layar Cetak


Laporan RM Inaktif per Periode
Gambar 24 Implementasi Dialog
Layar Form Rekam Medis
Sumber : Diolah Penulis, (2017)

7. Implementasi Dialog Layar Form Data


Retensi

Gambar 28 Implementasi Dialog


Layar Laporan RM Inaktif
Sumber : Diolah Penulis, (2017)
9

11. Implementasi Dialog Layar Cetak


Laporan RM Nonaktif per Periode 14. Implementasi Dialog Layar Laporan
RM Nonaktif per Dokter

Gambar 29 Implementasi Dialog


Layar Laporan Cetak RM Nonaktif Gambar 32 Implementasi Dialog
per Periode Layar Laporan RM Nonaktif
Sumber : Diolah Penulis, (2017) Per Dokter
Sumber : Diolah Penulis, (2017)
12. Implementasi Dialog Layar Cetak
Laporan RM Aktif per Dokter 15. Implementasi Dialog Layar Cetak
Laporan RM Aktif per Diagnosa

Gambar 30 Implementasi Dialog Gambar 33 Implementasi Dialog


Layar Laporan Cetak RM Aktif per Layar Cetak Laporan RM
Dokter Aktif per Diagnosa
Sumber : Diolah Penulis, (2017) Sumber : Diolah Penulis, (2017)

13. Implementasi Dialog Layar Cetak 16. Implementasi Dialog Layar Laporan
Laporan RM Inaktif per Dokter RM Inaktif per Diagnosa

Gambar 34 Implementasi Dialog


Gambar 31 Implementasi Dialog
Layar Laporan RM Inaktif
Layar Laporan Cetak RM Inaktif
Per Diagnosa
Per Dokter
Sumber : Diolah Penulis, (2017)
Sumber : Diolah Penulis, (2017)
10

17. Implementasi Dialog Laporan RM medis tidak berurutan sehingga


Nonaktif per Diagnosa membuat pekerjaan semakin
memerlukan waktu yang lama.
3. Kurangnya rak penyimpanan yang
berakibat rekam medis tidak
tersimpan secara efisien sehingga
beberapa rekam medis ada yang
disimpan diluar penyimpanan.
C. Adapun beberapa upaya yang telah
dilakukan oleh pihak rumah sakit untuk
memecahkan masalah-masalah yang ada
, diantaranya adalah :
1. Pihak rumah sakit telah melakukan
Gambar 35 Implementasi Dialog
upaya dengan membuat sistem
Layar Laporan RM Nonaktif
informasi retensi rekam medis
per Diagnosa
namun masih digabungkan antara
Sumber : Diolah Penulis, (2017)
pasien rawat jalan dan rawat inap.
18. Implementasi Dialog Laporan Berita
2. Berkas retensi yang telah diretensi
Acara
berserakan di ruang penyimpanan
dan nomor rekam medis tidak
berurutan sehingga membuat
pekerjaan akan lebih lama.
3. Pihak rumah sakit harus membuat
jadwal rutin kegiatan retensi rekam
medis yaitu setiap setahun sekali
agar tercapainya efisiensi dan
efektifitas ruang penyimpanan
rekam medis pasien rawat inap.
Gambar 36 Implementasi Dialog D. Perancangan sistem informasi retensi
Layar Laporan Berita Acara rekam medis pasien rawat inap
Sumber : Diolah Penulis, (2017) memerlukan pengembangan, jadwal
rutin dan perlunya ruangan khusus
PENUTUP untuk penyimpanan retensi rekam
Kesimpulan medis.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah Saran
dilakukan, maka penulis dapat membuat Dari kesimpulan di atas, penulis
kesimpulan secara keseluruhan dari sistem memberikan saran yang bisa dapat menjadi
informasi retensi rekam medis pasien rawat masukan dan motivasi yang membangun
inap di Rumah Sakit Umum Pindad kepada pihak Rumah Sakit Umum Pindad
Bandung sebagai berikut: Bandung antara lain :
A. Sistem retensi rekam medis pasien A. Perlu adanya pengembangan sistem
rawat inap di Rumah Sakit Umum informasi retensi diharapkan dapat
Pindad Bandung belum sepenuhnya memberikan perubahan, serta dapat
komputerisasi. Karena pada saat dijadikan sebagai salah satu solusi atau
kegiatan pemilahan berkas antara aktif, upaya pemecahan masalah terhadap
inaktif dan nonaktif masih dilakukan sistem yang berjalan, sehingga proses
secara manual. pengolahan data retensi rekam medis
B. Permasalahan yang terjadi pada pasien rawat inap bisa dilakukan secara
kegiatan retensi di Rumah Sakit Umum komputerisasi sepenuhnya.
Pindad Bandung adalah : B. Perlunya penambahan fasilitas berupa
1. Sitem retensi rekam medis belum rak penyimpanan dan melakukan
sepenuhnya komputerisasi. perluasan ruang penyimpanan agar
2. Rekam medis yang telah diretensi seluruh rekam medis pasien rawat inap
disimpan sembarangan di ruang berada di satu tempat.
penyimpanan, sehingga rekam
medis berserakan dan nomor rekam
11

C. Perlu adanya pemeliharaan pada sistem


informasi retensi rekam medis pasien
rawat inap sehingga sistem dapat
berjalan dengan baik dan dapat
meminimalisir kesalahan-kesalahan
yang tidak diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA
A. Dokumen
1. Undang-Undang No. 44 Tahun 2009
tentang Rumah Sakit
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI
Nomor 269/MENKES/PER/III/2008
tentang Rekam Medis
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI
Nomor 340/MENKES/PER/III/2010
tentang Klarifikasi Rumah Sakit
4. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik
Tahun 2006 tentang Rekam Medis
5. Surat Edaran Dirjen Yanmed No.
HK.[Link].1160 tanggal 21 Maret
1995 tentang Petunjuk Teknis
Pengadaan Formulir Rekam Medis
Dasar dan Pemusnahan Arsip Rekam
Medis di Rumah Sakit.
B. Buku Ilmiah
1. Hatta, Gemala. (2013), Pedoman
Manajemen Informasi Kesehatan
disarana Pelayanan Kesehatan
Edisi Revisi 2, Penerbit Universitas
Indonesia (UI-Press), Jakarta.
2. Jogiyanto. (2005), Analisis dan
Desain Sistem Informasi, ANDI
OFFSET, Yogyakarta.
3. Kristanto, Andri. (2008), Sistem
Informasi dan Aplikasi Edisi
Revisi, Gava Media, Yogyakarta.
4. Ladjamudin, bin Al-Bahra. (2013),
Analisis dan Desain Sistem
Informasi Edisi Kedua, Graha Ilmu,
Yogyakarta.
5. Rustiyanto, Ery. (2010), Sistem
Informasi Manajemen Rumah
Sakit yang Terintegrasi, Goysen
Publishing.
6. Sugiyono. (2013), Metode
Penelitian Kuantitatif Kualitatif
dan R&D, Alfabeta, Bandung.
7. Sutanta, Edhy. (2003), Sistem
Informasi Manajemen, Graha Ilmu,
Yogyakarta.
12

Anda mungkin juga menyukai