V.
TUGAS KHUSUS
(Scaffolding)
A. Penjelasan Umum
Dalam bab ini dijelaskan mengenai tugas khusus yang diberikan oleh dosen
pembimbing. Tugas khusus yang diberikan yaitu "Kebutuhan Scaffolding dan
beban yang mampu ditahan Scaffolding".
Perancah (scaffolding) adalah suatu struktur sementara yang digunakan untuk
menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan
bangunan-bangunan besar lainnya (Wikipedia, 2016). Biasanya perancah
berbentuk suatu sistem modular dari pipa atau tabung logam, meskipun juga
dapat menggunakan bahan-bahan lain.
Scaffolding sendiri terbuat dari pipa - pipa besi yang dibentuk sedemikian rupa
sehingga mempunyai kekuatan untuk menopang beban yang ada di atasnya.
Dalam pengerjaan suatu proyek, butuh atau tidaknya penggunaan scaffolding
tergantung kepada perencanaan proyek. Karena adanya perbedaan antara
biaya menggunakan kayu dan scaffolding. Scaffolding digunakan sebagai
pengganti bambu atau kayu dalam membangun suatu proyek. Keuntungan
penggunaan scaffolding ini adalah penghematan biaya dan efisiensi waktu
pemasangan.
B. Fungsi Scaffolding
1. Sebagai tempat untuk bekerja yang aman bagi pekerja sehingga
keselamatan kerja terjamin.
2. Sebagai pelindung bagi pekerja yang lain, seperti pekerja di bawah harus
terlindung dari jatuhnya bahan atau alat.
3. Sebagai struktur sementara untuk menahan beton yang belum mampu
memikul beratnya sendiri (pada pelaksanaan pengecoran).
C. Macam–macam Scaffolding
Macam-macam scaffolding dibedakan berdasarkan kegunaan dan kondisi
lapangan. Adapun jenis-jenis bangunan scaffolding adalah sebagai berikut
(Migas Cepu, 2015):
a) Scaffolding Independent
Scaffolding Independent adalah bangunan scaffolding yang dibangun dari
bawah dengan menggunakan tumpuan base plate. Bangunan scaffolding
ini disebut independent karena struktur dari bangunan scaffolding ini
berdiri sendiri dan tidak terkait dengan bangunan apapun.
b) Scaffolding Hanging
Scaffolding Hanging adalah bangunan scaffolding yang dibuat
menggantung dari sebuah struktur permanent. Bangunan scaffolding jenis
ini dibuat karena tidak adanya akses atau area yang memungkinkan untuk
membuat bangunan scaffolding dari bawah. Bangunan scaffolding jenis
ini pada ujung tiang bagian atas dan bawah harus dipasang safety clam
atau stopper untuk mencegah bangunan scaffolding terjatuh.
c) Scaffolding Kantilever
Scaffolding Kantilever adalah bangunan scaffolding yang dibuat untuk
lantai kerja di luar area pondasi scaffolding. Bangunan scaffolding ini
diperkuat dengan menggunakan bracing sebagai penahan beban dari
bangunan dan para pekerja yang menggunakan scaffolding tersebut.
d) Scaffolding Spur
Scaffolding Spur adalah jenis bangunan scaffolding yang keluar dari
struktur scaffolding. Scaffolding jenis ini biasanya dikarenakan adanya
penambahan lokasi pekerjaan di luar area bangunan scaffolding yang
dibuat, namun masih bisa dijangkau dengan membuat penambahan lantai
kerja yang baru. Scaffolding Spur ini diperkuat dengan spur, yaitu pipa
diagonal sebagai penahan bangunan scaffolding tambahan dan juga para
pekerja yang menggunakan scaffolding tersebut.
e) Scaffolding Mobile
Scaffolding Mobile adalah jenis scaffolding yang bisa digeser untuk
memudahkan para pekerja. Scaffolding Mobile ini dilengkapi dengan
castor atau roda yang dipasang pada tiap-tiap ujung tiang bagian bawah.
Pemasangan scaffolding memperhatikan keamanan dan kekuatan scaffolding
dengan cara memasang dan menggunakannya sesuai dengan standard.
D. Bagian-bagian Scaffolding
Scaffolding terdiri dari komponen-komponen yang terdiri dari:
1. Main Frame
Main frame adalah bagian dari scaffolding yang berperan sebagai
komponen utama yang terdiri dari berbagai macam tipe ukuran. Fungsi
main frame untuk mengatur ketinggian dan lebar scaffolding yang akan
dirangkai sesuai dengan kebutuhan bangunan. Jika ketinggian satu main
frame belum mencukupi kebutuhan tinggi bangunan, maka dapat
ditambahkan main frame lagi di atasnya (arah vertikal), dan jika lebar
main frame belum memenuhi kebutuhan bangunan maka dapat
ditambahkan lagi main frame ke sisi sampingnya (arah horizontal).
2. Diagonal bracing atau cross brace
Merupakan bagian dari kelengkapan scaffolding yang berfungsi untuk
memberikan jarak horizontal antar main frame sekaligus sebagai pengaku
scaffolding agar tidak goyang. Cross brace merupakan 2 pipa yang saling
bersilangan yang dihubungkan bagian tengahnya, digunakan sebagai
pengikat antara masing-masing main frame sehingga main frame dapat
berdiri tegak. Selain itu, cross brace juga dapat mengurangi faktor tekuk
yang terjadi pada standard scaffolding terutama jika main frame
disambungkan ke atas.
3. Adjustable jack atau jack base
Merupakan bagian dari scaffolding yang berfungsi sebagai kaki dari main
frame yang dapat pula diatur ketinggiannya untuk menambah ketinggian
scaffolding sesuai dengan ketinggian yang dibutuhkan. Jack base ini juga
berfungsi sebagai bagian yang meratakan ketinggian scaffolding agar main
frame dapat bediri dengan ketinggian yang rata.
4. Joint pin
Berfungsi sebagai penyambung dan pengunci antar suatu main frame
dengan main frame di atasnya.
5. U-head
Merupakan bagian teratas dari scaffolding karena fungsinya untuk
menahan balok suri (balok yang menyalurkan beban-beban dari bekisting
ke scaffolding) yang juga dapat diatur ketinggiannya sama seperti
adjustable jack atau jack base. Bagian ini disebut U-head karena
bentuknya yang menyerupai huruf U dan dipasang di bagian atas.
Bagian-bagian scaffolding ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.
Gambar 65. Bagian-bagian Scaffolding
Gambar 66. Ladder Frame
E. Menghitung Kebutuhan Scaffolding
1. Data Umum Struktur
a) Balok induk arah melintang = 35 x 50 cm
b) Balok Induk arah memanjang = 35 x 60 cm
c) Balok anak arah melintang = 25 x 40 cm
d) Balok anak arah memanjang = 20 x 40 cm
e) Tebal Pelat = 12 cm
2. Data Umum Perancah
a) Lebar main frame = 120 cm
b) Tinggi main frame = 190 cm
c) Panjang satu scaffolding = 180 cm
Gambar 67. Gambar Struktur di Lapangan
3. Perhitungan Jumlah Scaffolding
a) Balok 35 x 60 cm (Panjang = 8 m)
Panjang bersih balok 8−(½𝑥0,5+½𝑥0,5)
Jumlah = = = 4,16 ≈ 5 main frame
Panjang scaffolding 1,8
b) Balok 35 x 50 cm (Panjang = 5 m)
Panjang bersih balok 5−(½𝑥0,5+½𝑥0,5)
Jumlah = = = 2,5 ≈ 3 main frame
Panjang scaffolding 1,8
c) Pelat Lantai 8 x 5 m
Luas bersih pelat (8−0,35−0,85)𝑥(4−0,35−0,85)
Jumlah = = = 11,6 ≈ 12 luasan
Luas scaffolding 1,8𝑥1,2
Mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi dibuat 8 luasan
scaffolding yang terdiri dari 12 main frame
4. Perhitungan Kekuatan Scaffolding
a) Balok Induk 35 x 60 cm (Panjang = 8 m)
1) Perhitungan beban struktur
i. Beban Mati (qd)
a. Balok 35 x 60 cm = 7,5 x 0,35 x 0,6 x 2400 kg/m³
= 3780 kg/m
b. Beban Bekisting = 100 kg/m
Total Beban mati = 3880 kg/m
ii. Beban Hidup (ql) = Beban Pekerja = 300 kg/m
iii. Kombinasi Beban = 1,2 (qd) + 1,6 (ql)
= 1,2 (3880)+1,6 (300) = 5136 kg/m
2) Besar beban yang dipikul tiap main frame
5136
P= = 1027,2 kg
5
3) Besar total beban yang ditahan
i. P awal (beban total struktur) = 1027,2 kg
ii. Beban kejut (beban penuangan) = 20 kg
Total beban = 1047,2 kg
4) Faktor reduksi = 0,85 (Tabel 6.4-2 SNI 03-1729-2002)
P = 0,85 x 2500 kg = 2125 kg > 1047,2 kg ………………... Aman!
b) Balok Induk 35 x 50 cm (Panjang = 5 m)
1) Perhitungan beban struktur
i. Beban Mati (qd)
a. Balok 35 x 50 cm = 4,5 x 0,35 x 0,5 x 2400 kg/m³
= 1890 kg/m
b. Beban Bekisting = 100 kg/m
Total Beban mati = 2990 kg/m
ii. Beban Hidup (ql) = Beban Pekerja = 300 kg/m
iii. Kombinasi Beban = 1,2 (qd) + 1,6 (ql)
= 1,2 (2990)+1,6 (300) = 4068 kg/m
2) Besar beban yang dipikul tiap main frame
4068
P= = 1356 kg
3
3) Besar total beban yang ditahan
i. P awal (beban total struktur) = 1356 kg
ii. Beban kejut (beban penuangan) = 20 kg
Total beban = 1376 kg
4) Faktor reduksi = 0,85 (Tabel 6.4-2 SNI 03-1729-2002)
P = 0,85 x 2500 kg = 2125 kg > 1376 kg ………………... Aman!
c) Pelat Lantai 8x5 m, Balok Anak 25x40 cm, dan Balok Anak 20x40 cm
1) Perhitungan beban struktur
i. Beban Mati (qd)
a. Pelat lantai = 4 x (4-(½.0,25+½.0,35)) x (2,5-(½.0,2+½.0,35))
x 0,12 x 2400 kg/m³ = 9484kg/m
b. Balok anak 25 x 40 cm = 5 x 0,25 x 0,4 x 2400 kg/m³
= 1200 kg/m
c. Balok anak 20 x 40 cm = 8 x 0,25 x 0,4 x 2400 kg/m³
= 1920 kg/m
d. Beban Bekisting = 100 kg/m
Total Beban mati = 12704 kg/m
ii. Beban Hidup (ql) = Beban Pekerja = 300 kg/m
iii. Kombinasi Beban = 1,2 (qd) + 1,6 (ql)
= 1,2 (12704)+1,6 (300) = 15725 kg/m
2) Besar beban yang dipikul tiap main frame
15725
P= = 1310,42 kg
12
3) Besar total beban yang ditahan
i. P awal (beban total struktur) = 1310,42 kg
ii. Beban kejut (beban penuangan) = 20 kg
Total beban = 1330,42 kg
4) Faktor reduksi = 0,85 (Tabel 6.4-2 SNI 03-1729-2002)
P = 0,85 x 2500 kg = 2125 kg > 1330,42 kg ……………... Aman!
5. Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan didapat kebutuhan total scaffolding:
a) Untuk 2 buah balok 35 x 60 cm dengan panjang 8 m menggunakan 10
main frame yang terdiri dari 16 cross brace, 20 jack base, 20 U-head,
20 joint pin, dan 10 ladder frame.
b) Untuk 2 buah balok 35 x 50 cm dengan panjang 5 m menggunakan 6
main frame yang terdiri dari 8 cross brace, 12 jack base, 12 U-head,
12 joint pin, dan 6 ladder frame.
c) Untuk pelat lantai 8 x 5 m menggunakan 12 main frame yang terdiri
dari 16 cross brace, 24 jack base, 24 U-head, 24 joint pin, dan 12
ladder frame.
Keterangan:
= Main frame
- - - - - - - - = Cross brace
Gambar 68. Denah Scaffolding