RPP Perakitan Produk Kreatif Kewirausahaan
RPP Perakitan Produk Kreatif Kewirausahaan
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan proses merakit produk barang/jasa dari
guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta didik dalam merakit produk
barang/jasa
3. Guru memberitahu ka merakit produk barang/jasa kepada peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk maju mendemonstrasikan,
memeriksa, mengoperasikan, menyusun merakit produk barang/jasa
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan panggilan guru
3. Peserta didik berusaha mendemonstrasikan, memeriksa, mengoperasikan,
menyusun proses merakit produk barang/jasa
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam mendemonstrasikan, memeriksa,
mengoperasikan, menyusun proses merakit produk barang/jasa mengarahkan
jika ada peserta didik yang belum tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam mendemonstrasikan, memeriksa,
mengoperasikan, menyusun proses merakit produk barang/jasa
3. Peserta didik mendemonstrasikan, memeriksa, mengoperasikan, menyusun
proses merakit produk barang/jasa
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam dalam mendemonstrasikan,
memeriksa, mengoperasikan, menyusun proses merakit produk barang/jasa
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk menyimpulkan tentang
proses merakit produk barang/jasa
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh peserta didik secara
3 Penutup individu untuk mengerjakannya. 20 Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan latihan tentang proses
merakit produk barang/jasa
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada peserta didik
untuk mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup
Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
Penilaian keterampilan : Praktek
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber
(tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah
kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).
Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana produksi itu dilaksanakan.
Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan danan menambah kegunaan (Utility) suatu barang dan jasa.
Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan
suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada.
Melihat kedua definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi merupakan
kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan
faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi
kebutuhan manusia.
Jenis-Jenis Proses Produksi
Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi. Proses produksi dilihat
dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan bentuk, proses assembling, proses
transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa adminstrasi (Ahyari, 2002).
Barang merupakan benda yang dapat diraba, sedangkan jasa adalah benda yang tidak dapat dilihat dan
diraba. Memproduksi barang biasanya merupakan kegiatan mengubah suatu barang atau sekumpulan
barang menjadi barang lain. Barang yang diproses dapat berupa bahan mentah dari industru primer
(seperti tepung dan papan). Barang yang dihasilkan dapat berupa barang setengah jadi atau barsang akhir.
Produksi jasa terutama berlaku sebagai akibat kegiatan pengangkutan barang manusia, dan kegiatan
perdagangan barang. Jasa juga tercipta sebagai akibat pendidikan, mencari kesehatan, memperoleh jasa
keuangan dan jasa pemerintah.
Bentuk Jasa Produksi dan Keinginan yang Ingin Dicapai pada Proses produksi dapat dibedakan kepada :
1. Proses analytic
Dalam proses ini satu barang dapat diproses menjadi jenis barang lain (misalnya karet menjadi alat
pelampung, bola, dan sarung tangan).
2. Proses synthetic
Adalah proses membentuk suatu barang dari beberapa jenis bahan mentah (contohnya sepatu yang
membutuhkan bahan perekat, karet, dan kulit)
3. Proses continuous
Adalah proses yang terus menerus berlaku untuk menghasilkan barang yang sama. Contohnya adalah
mesin penggilingan padi atau proses membuat sarung tangan karet.
4. Proses intermitten
Adalah proses produksi di mana mesinnya selalu disesuaikan dengan bentuk barang yang ingin dibuat.
Contohnya adalah mesin yang digunakan untuk membuat perabot.
Setiap proses produksi mempunyai tiga tujuan penting : menigkatkan efisiensi, meningkatkan
produktivitas, dan meningkatkan kualitas.
Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud proses?
2. Apakah yang dimaksud proses produksi?
3. Sebutkan proses – proses produksi!
4. Apakah yang Anda ketahui tentang diagram PERT?
5. Sebutkan persiapan dalam memproduksi!
Jawaban
1. Suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan
dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil
2. Suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan
faktor produksi yang ada.
3. Proses analytic, proses synthetic, proses continuous, proses intermitten
4. Dalam menggunakan diagram PERT, untuk setiap kegiatan perlu ditentukan durasi atau periode waktu
yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Denan cara ini dapatlah ditentukan waktu yang diperlukan
dalam melakukan kegiatan produksi
5. Memprakirakan permintaan
Merencanakan kapasitas memproduksi
Menentukan lokasi untuk kegiatan memproduksi
Menentukan tata letak mesin-mesin untuk memproduksi
Penskoran
No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100
Nilai = Betul x 20
Tegal, Juli 2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mapel
…………………… ……………………
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN
Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
Penilaian keterampilan : Praktek
Uraian Materi
Latihan soal
1. Apasajakah yang harus Anda persiapkan sebelum memproduksi barang?
2. Apakah yang dimaksud kesempatan diferifikasi?
3. Sebutkan langkah – langkah perencanaan produksi!
4. Apasajakah yang harus diperhatikan dalam menguji produk?
5. Apasajakah yang harus dipertimbangkan untuk pemilihan bahan?
Jawaban
1. Jumlah kebutuhan produksi per produk selama periode tertentu.
kebijakan persediaan terhadapjurnlah persediaan bahan baku/penolong, bahan setengah jadi, clan barang
jadi.
Kebijakan kapasitas mesin atau kapasitas poduksi.
Tersedianya fasilitas produksi seandainya terjadi penambahan kapasitas produksi.
Tersedianya bahan baku clan bahan penolong Berta tenaga kerja.
Jumlah produksi yang ekonomis.
2. Yaitu peluang untuk menambah atau memperbanyakjenis produk yang akan dihasilkan.
3. Penelitian dan pengembangan produk, mencari gagasan dan seleksi produk
4. Frekuensi kerusakan komponen (reabilitas),
kemudahan untuk pemeliharaan clan perbaikan (maintainability), serta
umur produk.
5. Kebutuhan jenis (spesifikasi) produk atau bagian dari produk,
Harga dari bahan yang akan digunakan, Berta
Biaya proses produksi.
Penskoran
No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100
Nilai = Betul x 20
…………………… ……………………
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN
4.15 Melakukan pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar operasional
4.15.1 Menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional
4.15.2 Mengoperasikan pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional
C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyimpulkan kesesuaian hasil
produk dengan rancangan dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai kerja kesesuaian hasil produk
dengan rancangan dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengoperasikan pemeriksaan produk
sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar operasional dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyusun pemeriksaan produk sesuai
dengan kriteria kelayakan produk/standar operasional dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Kesesuaian hasil produk dengan rancangan
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 4
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 20 Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.
Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper hatikan video yang ada di layar
komputer tentang pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan menyimak tayangan video
tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi atau video yang belum jelas
untuk ditanyakan pada guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi yang telah dicatat untuk acuan
dalam pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh penjelasan yang mendetail dari guru
dari tayangan video yang telah diputar
2 Kegiatan Inti 2. Guru menjelaskan dari masing – masing pertranyaan dari peserta didik agar 1580 Meni
peserta didik memahaminya
3. Guru mempraktekan pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional
4. Peserta didik mem perhatikan dan mencoba pemeriksaan produk sesuai dengan
kriteria kelayakan produk/standar operasional sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta didik dalam pemeriksaan produk
sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar operasional
3. Guru memberitahu ka pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk maju menyimpulkan, menilai,
mengoperasikan, menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan panggilan guru
3. Peserta didik berusaha menyimpulkan, menilai, mengoperasikan, menyusun
pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam menyimpulkan, menilai,
mengoperasikan, menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional mengarahkan jika ada peserta didik yang
belum tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam menyimpulkan, menilai,
mengoperasikan, menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional
3. Peserta didik menyimpulkan, menilai, mengoperasikan, menyusun pemeriksaan
produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar operasional
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam dalam menyimpulkan,
menilai, mengoperasikan, menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk menyimpulkan tentang
menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh peserta didik secara
3 Penutup individu untuk mengerjakannya. 20 Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan latihan tentang
menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada peserta didik
untuk mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup
Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
Penilaian keterampilan : Praktek
Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek pengembangan produk secara formal
disetujui, sumber daya yang penting dipakai dan sebelum tim pengembang yang lebih besar dibentuk.
Perencanaan produk merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan portofolio suatu proyek,
sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan menetukan bagian apa dari proyek yang akan diikuti
selama periode tertentu. Kegiatan perencanaan produk menjamin bahwa proyek pengembangan produk
mendukung strategi bisnis perusahaan yang lebih luas dan menentukan:
a. Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.
b. Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform, atau produk turunan).
c. Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.
d. Waktu dan urutan proyek.
Setiap proyek terpilih dilengkapi dengan tim pengembang produk. Tim ini harus mengetahui misi proyek
sebelum dimulai pengembangan. Misi setiap proyek seharusnya memuat:
a. Segmen pasar yang dapat dipertimbangkan untuk merancang dan mengembangkan produk.
b. Teknologi yang digunakan.
c. Target proyek secara finansial.
d. Anggaran dan deadline proyek.
Proses Perencanaan Produk
Rencana produk mengidentifikasi portofolio produk-produk yang dikembangkan dan waktu pengenalan ke
pasar. Proses perencanaan mempertimbangkan peluang-peluang pengembangan produk, yang
diidentifikasi oleh banyak sumber, mencakup usulan bagian pemasaran, penelitian, pelanggan, tim
pengembangan produk dan analisis keunggulan para pesaing.
Rencana produk perlu diperbarui secara berkala agar dapat mengakomodasi perubahan dan perkembangan
yang ada. Untuk mengembangkan suatu rencana produk dan pernyataan misi proyek perlu 5 (lima)
tahapan proses:
1. Mengidentifikasi peluang
Peluang-peluang melibatkan beberapa dari 4 (empat) tipe proyek pengembangan produk, yaitu:
a. Produk baru.
b. Turunan dari produk yang sudah ada.
c. Perbaikan produk yang sudah ada.
d. Produk yang pada dasarnya baru.
Identifikasi peluang dapat dilakukan dengan cara:
a. Keluhan pelanggan terhadap produk sejenis yang sudah ada.
b. Analisa keunggulan dan kelemahan produk pesaing.
c. Usulan pelanggan yang dikumpulkan secara otomatis.
d. Pertimbangan implikasi terhaadap adanya kecenderungan dalam gaya idup, demografi dan
teknologi untuk kategori yang produk ada dan peluang-peluang kategori produk baru.
2. Mengevaluasi dan Memprioritaskan Proyek
Empat perspektif dasar yang berguna dalam mengevaluasi dan memprioritaskan peluang-peluang bagi
produk baru dalam kategori produk yang sudah ada adalah:
a. Strategi bersaing
Strategi bersaing perusahaan merupakan sebuah pendekatan pasar dan produk yang mendasar
dengan memperhatikan para pesaing. Strategi ini digunakan untuk memilih peluang. Pada
umumnya perusahaan melakukan diskusi pada tingkat manajemen merupakan sebuah kompetensi
strategi dan membantu dalam bersaing. Beberapa strategi yang mungkin untuk diterapkan:
a) Kepemimpinan yang berbasis pada teknologi.
b) Kepemimpinan berbasis efisiensi biaya.
c) Fokus pelanggan.
d) Produk tiruan.
b. Segmentasi pasar
Pembagian pasar ke dalam segmen-segmen memungkinkan perusahaan untuk mempertimbangkan
tindakan-tindakan pesaing dan kekuatan produk perusahaan sekarang berdasarkan kelompok
pelanggan yang jelas. Pemetaan produk-produk pesaing dan milik sendiri dalam segmen-segmen
akan membantu perusahaan dalam memperkirakan peluang produk yang menyebabkan kelemahan
lini produknya dan dan yang memanfaatkan kelemahan dari penawaran pesaing.
c. Perkembangan teknologi
Dalam bisnis yang sifatnya intensif teknologi, keputusan perencanaanyang utama adalah
penentuan waktu untuk menggunakan teknologi dasar yang baru dalam lini produk.
d. Perencanaan platform produk
Platform produk merupakan sekumpulan aset yang dibagi dalam sekumpulan produk. Platform
yang efektif dapat memungkinkan variasi turunan produk untuk dirancang lebih cepat dan mudah,
yang setiap produk memberikan ciri-ciri dan fungsi-fungsi yang diinginkan oleh pasar utama.
Keputusan mengenai platform produk sangat berkaitan dengan usaha pengembangan produk dari
perusahaan dan untuk memutuskan mengenai teknologi mana yang akan digunakan untuk produk
baru.
Satu teknik untuk mengkoordinasikan pengembangan teknologi dengan perencanaan produk
adalah peta jalur teknologi. Peta jalur teknologi merupakan cara untuk menunjukkan ketersediaan
yang diharapkan dan masa depan penggunaan berbagai teknologi yang relevan untuk produk yang
dipertimbangkan.
e. Evaluasi peluang produk baru secara fundamental
Beberapa kriteria untuk mengevaluasi peluang produk baru secara fundamental adalah:
a) Ukuran pasar (unit/tahun x harga rata-rata).
b) Tingkat pertumbuhan pasar (persen per tahun).
c) Intensitas persaingan (jumlah pesaing dan kekuatannya).
d) Pengetahuan perusahaan mengenai pasar.
e) Pengetahuan perusahaan mengenai teknologi.
f) Kesesuaian dengan produk perusahaan lain.
g) Kesesuaian dengan kemampuan perusahaan.
f. Menyeimbangkan portofolio proyek pengembangan
Metode penyeimbang portofolio akan melibatkan pemetaan portofolio sesuai dengan dimensi-
dimensi yang berguna, sehingga manajer akan mempertimbangkan implikasi dari keputusan
perencanaan. Pendekatan pemetaan yang dikemukakan Cooper et al (1998) melibatkan dimensi
seperti resiko teknis, pengembalian finansial, daya tarik pasar dan sebagainya.
3. Pengalokasian Sumber Daya dan Perencanaan Waktu
a. Pengelolaan sumber daya
Perencanaan agregat akan membantu perusahaan dalam penggunaan sumber daya secara efisien
dengan mengambil proyek-proyek yang beralasan untuk diselesaikan berdasarkan sumber daya
yang dianggarkan.
b. Penentuan waktu proyek
Penentuan waktu dan urutan proyek harus mempertimbangkan faktor-faktor:
a) Penentuan waktu pengenalan produk.
b) Kesiapan teknologi.
c) Kesiapan pasar.
d) Persaingan dalam penawaran produk.
4. Penyelesaian Perancangan Proyek Pendahuluan
Tahap ini dilakukan setelah proyek disetujui, tetapi sebelum sumber daya penting digunakan.
Kegiatan ini melibatkan tim fungsional silang yang disebut tim inti. Pada poin ini pernyataan
kesempatan yang lebih sesegera mungkin ditulis kembali sebagai suatu pernyataan visi produk.
Sasaran yang terdefinisi dalam pernyataan visi produk kadang sangatlah umum. Untuk memberikan
petunjuk yang jelas bagi organisasi pengembangan produk, biasanya tim memformulasikan suatu
definisi yang lebih detail dari pasar target dan asumsi-asumsi yang mendasari operasional tim
pengembangan. Keputusan-keputusan mengenai hal ini akan terdapat dalam suatu pernyataan misi.
a. Pernyataan misi
Pernyataan misi mencakup:
a) Uraian produk ringkas, mencakup manfaat produk utama untuk pelanggan namun
menghindari penggunaan konsep produk secara spesifik.
b) Sasaran utama bisnis, mencakup waktu, biaya dan kualitas.
c) Pasar target untuk produk, mengidentifikasi pasar utama dan pasar kedua yang perlu
dipertimbangkan dalam suatu pengembangan.
d) Asumsi dan batasan, untuk mengarahkan usaha pengembangan.
e) Stakeholder, untuk menjamin bahwa banyak permasalahan pengembangan ditujukan untuk
mendaftar secara eksplisit seluruh stakeholder dari produk. Daftar stakeholder dimulai
dari pengguna akhir dan pelanggan eksternal yang membuat keputusan-keputusan tentang
produk. Daftar stakeholder menyediakan suatu bayangan bagi tim untuk
mempertimbangakn kebutuhan setiap konsumen.
b. Asumsi dan batasan
Asumsi dan batasan diperlukan agar pengembangan teknis dari produk lebih terarah.
Permasalahan yang perlu dipertimbangkan dalam menyatakan asumsi dan batasan:
a) Manufaktur, mempertimbangkan kemampuan, kapasitas, dan batasan operasional
manufaktur.
b) Pelayanan. Pelayanan pelanggan dan pendapatan pelayanan sangat menentukan
keberhasilan perusahaan, sehingga perusahaan perlu menyatakan sasaran strategis untuk
tingkat-tingkat kualitas pelayanan.
c) Lingkungan. Sasarannya adalah bahwa seluruh komponen akan dimanufaktur kembali
atau didaur ulang atau keduanya Sehingga seharusnya tidak ada komponen yang dibuang
pelanggan.
c. Penentuan staf dan kegiatan perencanaan proyek pendahuluan lain.
5. Merefleksikan hasil dengan proses
Langkah terakhir dari perencanaan dan proses strategi, tim seharusnya menanyakan beberapa
pertanyaan untuk memperlirakan kualitas hasil dan proses.
Karena pernyataan misi merupakan pegangan untuk tim pengembangan, suatu reality check harus
dilakukan sebelum melalui proses pengembangan. Langkah awal ini merupakan waktu untuk
perbaikan.
Latihan soal
1. Apakaha yang dimaksud Perencanaan produk ?
2. Misi apasajakah yang dimut dalam sebuah proyek?
3. Sebutkan permasalahan yang dipertimbangkan dalam menyatakan asumsi dan batasan!
4. Apakah sasaran dari lingkungan?
5. Sebutkan pernyataan misi!
Jawaban
1. Perencanaan produk merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan portofolio suatu proyek,
sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan menetukan bagian apa dari proyek yang akan diikuti
selama periode tertentu
2. Segmen pasar yang dapat dipertimbangkan untuk merancang dan mengembangkan produk.
Teknologi yang digunakan.
Target proyek secara finansial.
Anggaran dan deadline proyek.
3. Segmen pasar yang dapat dipertimbangkan untuk merancang dan mengembangkan produk.
Teknologi yang digunakan.
Target proyek secara finansial.
Anggaran dan deadline proyek.
4. Bahwa seluruh komponen akan dimanufaktur kembali atau didaur ulang atau keduanya Sehingga
seharusnya tidak ada komponen yang dibuang pelanggan.
5. Uraian produk ringkas, pasar target untuk produk, asumsi dan batasan, stake holder
Penskoran
No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100
Nilai = Betul x 20
…………………… ……………………
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN
4.16 Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
4.16.1 Membuat paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
4.16.2 Mengoperasikan paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menerjemahkan paparan deskriptif,
naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengekspresikan paparan deskriptif,
naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat memproduksi paparan deskriptif,
naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengoperasikan paparan deskriptif,
naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 3
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 20 Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.
Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper hatikan video yang ada di layar
komputer tentang Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau
persuasif tentang produk/jasa
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan menyimak tayangan video
tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi atau video yang belum jelas
untuk ditanyakan pada guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi yang telah dicatat untuk acuan
dalam Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh penjelasan yang mendetail dari guru
dari tayangan video yang telah diputar
2 Kegiatan Inti 2. Guru menjelaskan dari masing – masing pertranyaan dari peserta didik agar 1175 Meni
peserta didik memahaminya
3. Guru mempraktekan Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau
persuasif tentang produk/jasa
4. Peserta didik mem perhatikan dan mencoba Menyusun paparan deskriptif,
naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta didik dalam Menyusun paparan
deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
3. Guru memberitahu ka pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk maju
menerjemahkan,mengekspresikan, memproduksi, mengoperasikan Menyusun
paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan panggilan guru
3. Peserta didik berusaha menerjemahkan,mengekspresikan, memproduksi,
mengoperasikan Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau
persuasif tentang produk/jasa
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam menerjemahkan,mengekspresikan,
memproduksi, mengoperasikan Menyusun paparan deskriptif, naratif,
argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa mengarahkan jika ada peserta
didik yang belum tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
.1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam menerjemahkan,mengekspresikan,
memproduksi, mengoperasikan Menyusun paparan deskriptif, naratif,
argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
3. Peserta didik menerjemahkan,mengekspresikan, memproduksi, mengoperasikan
Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam dalam
menerjemahkan,mengekspresikan, memproduksi, mengoperasikan Menyusun
paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk menyimpulkan tentang
Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh peserta didik secara
3 Penutup individu untuk mengerjakannya. 20 Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan latihan tentang
Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada peserta didik
untuk mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup
Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
Penilaian keterampilan : Praktek
DESKRIPSI (PERIAN) Penulisan yang bertujuan untuk menggambarkan bentuk objek pengamatan,
wujudnya, sifatnya, rasanya, atau coraknya dengan mengandalkan pancaindera. Penulisan yang bertujuan
untuk menggambarkan perasaan atau suasana, seperti sedih, gembira, bahagia, takut, atau sepi melalui
pencerapan pancaindera.
FUNGSI DESKRIPSI Membantu pembaca untuk membayangkan suasana, orang, keadaan, benda, serta
untuk memahami suatu sensasi atau emosi, melalui imajinasi yang terbentuk melalui ungkapan bahasa.
DESKRIPSI YANG BAIK • didasarkan pada pengamatan dan pencerapan pancaindera yang cermat dan
penyusunan yang tepat • ditandai oleh suasana hati yang jelas • diikuti oleh pengembangan yang logis •
didasarkan pada penggambaran yang dominan yang diletakkan pada kalimat topik.
OBSERVASI Tindakan mengawasi suatu perbuatan (kegiatan, keadaan) seseorang atau benda dengan
penuh perhatian yang dapat dilaksanakan dalam jangka waktu pendek (sesaat) dan jangka waktu panjang.
JANGKA PENDEK • Pengamatan dalam waktu yang singkat dan terbatas. • pokok perhatian : kegiatan,
perilaku, dan suara dalam pertemuan sesaat pada waktu pertemuan atau wawancara dilaksanakan.
JANGKA PANJANG • Pengamatan yang terjadi dalam waktu yang agak panjang (beberapa hari, minggu,
bulan, bahkan tahunan). • terlihat dari penggunaan kata, seperti biasanya, setiap, setiap kali, sering kali,
kadang kala.
DESKRIPSI EKSPOSITORIS Deskripsi yang sangat logis. isinya merupakan perincian yang disusun
menurut sistem atau urutan logis dari obyek yang diamati.
DESKRIPSI IMPRESIONISTIS • menggambarkan kesan penulis atau suatu untuk menstimulasi pembaca
yang lebih menekankan kesan pada saat penulis melakukan observasi. • Urutan yang digunakan adalah
urutan menurut kuat atau lemahnya kesan penulis terhadap obyek yang ditulis.
CAKUPAN DESKRIPSI • Deskripsi latar, tempat, atau lokasi. • Deskripsi kegiatan. • Orang-orang yang
terlibat dalam suatu acara. • Makna suatu kejadian. • Pendekatan secara induktif.
NARASI (KISAHAN) Penulisan yang bertujuan untuk menceritakan kembali suatu peristiwa dengan cara
menghimpun informasi faktual berdasarkan pengamatan, liputan, wawancara, dan informasi dari bacaan
atau dokumen, serta dari imajinasi.
NARASI YANG BAIK • memiliki kalimat awal/teras yang menarik perhatian. • memiliki alur dengan
rangkaian adegan yang berawal dan berakhir. • memiliki alur yang membangun klimaks. • memiliki alur
yang dibangun atas peristiwa-peristiwa yang disusun secara berurutan dan logis. • memiliki pemeran atau
pelaku dalam peristiwa yang dilaporkan.
SUSUNAN KERANGKA NARATIF 1. Urutan kejadian. 2. Urutan waktu. 3. Urutan sebab akibat.
SUDUT PANDANG 1. Sudut pandang orang pertama (pencerita berpartisipasi dalam cerita). 2. Sudut
pandang orang ketiga (pencerita bertindak sebagai pengamat dan menceritakan kejadian tanpa melibatkan
diri ke dalamnya).
EKSPOSISI (PAPARAN) • Penulisan yang bertujuan memberikan informasi, penjelasan, keterangan, atau
pemahaman berupa – perincian khusus, – penalaran, – contoh.
memberi penjelasan atau informasi, • menguraikan sebuah proses, melukiskan proses pembuatan sesuatu
yang belum diketahui pembaca atau proses kerja suatu benda, • menyingkapkan buah pikiran, perasaan,
atau pendapat penulis untuk diketahui pembaca, • memberi simpulan atau saran yang akan mengakhiri
tulisan tersebut. TUJUAN EKSPOSISI
JENIS-JENIS EKSPOSISI • menjelaskan prosedur atau proses, • memberikan dan menguraikan definisi
atau pandangan, • menerangkan arah, • menjelaskan dan menafsirkan gagasan, • menerangkan bagan atau
tabel, atau • mengulas suatu hal atau peristiwa
ARGUMENTASI • Penulisan yang bertujuan untuk meyakinkan orang, membuktikan pendapat atau
pendirian pribadi, atau bahkan membujuk pihak lain untuk menerima pendapat penulis. • Bentuk
argumentasi ini tidak dianjurkan, dalam berita, karena berita harus disajikan secara obyektif dan tidak
mengandung opini penulis
Argumentasi dibangun dengan menyusun alasan secara logis untuk menunjang sebuah kalimat topik
dalam paragraf. Alasan disusun berdasarkan penjelasan atau kutipan dan fakta- fakta yang tepat
Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud paparan deskripsi?
2. Apakah fungsi paparan deskripsi?
3. Apakah yang dimaksud paparan eksposisi?
4. Tujuan paparan argumentasi adalah?
5. Mengapa argumentasi tidak boleh dipaparkan dalam berita?
Jawaban
1. Penulisan yang bertujuan untuk menggambarkan bentuk objek pengamatan, wujudnya, sifatnya,
rasanya, atau coraknya dengan mengandalkan pancaindera
2. Membantu pembaca untuk membayangkan suasana, orang, keadaan, benda, serta untuk memahami
suatu sensasi atau emosi, melalui imajinasi yang terbentuk melalui ungkapan bahasa
3. Penulisan yang bertujuan memberikan informasi, penjelasan, keterangan, atau pemahaman berupa –
perincian khusus, – penalaran, – contoh.
4. untuk meyakinkan orang, membuktikan pendapat atau pendirian pribadi, atau bahkan membujuk pihak
lain untuk menerima pendapat penulis
5. karena berita harus disajikan secara obyektif dan tidak mengandung opini penulis
Penskoran
No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100
Nilai = Betul x 20
…………………… ……………………
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan Membuat media promosi berdasarkan
segmentasi pasar dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta didik dalam Membuat media
promosi berdasarkan segmentasi pasar
3. Guru memberitahu ka Membuat media promosi berdasarkan segmentasi pasar
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk maju menilai, membedakan,
mengubah, memodifikasi media promosi berdasarkan segmentasi pasar
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan panggilan guru
3. Peserta didik berusaha menilai, membedakan, mengubah, memodifikasi media
promosi berdasarkan segmentasi pasar
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam menilai, membedakan, mengubah,
memodifikasi media promosi berdasarkan segmentasi pasar mengarahkan jika
ada peserta didik yang belum tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
.1 . Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam menilai, membedakan, mengubah,
memodifikasi media promosi berdasarkan segmentasi pasar
3. Peserta didik menilai, membedakan, mengubah, memodifikasi media promosi
berdasarkan segmentasi pasar
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam dalam menilai, membedakan,
mengubah, memodifikasi media promosi berdasarkan segmentasi pasar
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk menyimpulkan tentang media
promosi berdasarkan segmentasi pasar
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh peserta didik secara
3 Penutup individu untuk mengerjakannya. 20 Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan latihan tentang media
promosi berdasarkan segmentasi pasar
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada peserta didik
untuk mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup
Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
Penilaian keterampilan : Praktek
URAIAN MATERI
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang
berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan
produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses
pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli
di pasar.
Dasar–dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen
Variabel geografi
Variabel tersebut, antara lain: wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.
Variabel demografi
Variabel tersebut, antara lain: umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll.
Variabel psikologis
Variabel tersebut, antara lain: kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
Variabel tersebut, antara lain: manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status
kesetiaan dan sikap pada produk.
Dasar–dasar segmentasi pada pasar industri
Tahap 1, yaitu menetapkan segmentasi makro, yakni pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan
banyaknya langganan.
Tahap 2, yaitu sikap terhadap penjual, ciri–ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.
Syarat
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif, yaitu:
Dapat diukur
Dapat dicapai
Cukup besar atau cukup menguntungkan
Dapat dibedakan
Dapat dilaksanakan
Tingkat
Pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar
yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda.
Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk
produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen.
Pemasaran segmen
Pemasaran segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku
pembelian.
Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub-group di dalam segmen-segmen. Suatu
ceruk adalah suatu grup yang didefiniskan dengan lebih sempit.
Pemasaran mikro
Praktik penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau
lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran
individu.
Manfaat
Manfaat dari segmentasi pasar adalah:
Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan-
kesempatan pemasaran.
Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang
berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai
segmen.
Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya
Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud segmentasi pasar?
2. Sebutkan manfaat segmentasi pasar!
3. Sebutkan tingkatan segmentasi pasar!
4. Sebutkan syarat segmentasi yang efektif!
5. Sebutkan contoh variable demografi!
Jawaban
1. kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki
kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran
pemasaran yang berbeda.
2. Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan-kesempatan
pemasaran.
Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-
beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.
Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya
3. pemasaran massal, pemasaran segemen, pemasaran ceruk, pemasaran mikro
4. Dapat diukur, dapat dicapai, cukup besar atau cukup menguntungkan, dapat dibedakan, dapat
dilaksanakan
5. umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan
Penskoran
No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100
Nilai = Betul x 20
…………………… ……………………
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN
Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
Penilaian keterampilan : Praktek
URAIAN MATERI
Konsep marketing merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha. Baik
peluang usaha baru maupun usaha yang telah lama dirintis, baik usaha kecil maupun usaha yang telah
berkembang sekalipun.
Semuanya membutuhkan konsep marketing untuk mengembangkan usaha yang dijalankan. Berbicara
tentang konsep marketing, maka sesungguhnya kita sedang membicarakan bagaimana strategi pemasaran
produk yang kita jual.
Hal itu pulalah yang dihadapi oleh usaha kecil yang saat ini banyak bermunculan. Merencanakan strategi
pemasaran yang tepat untuk menarik minat konsumen pada usaha kecil masih sangatlah sulit. Salah satu
cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha kecil tentunya dengan fokus pada strategi
pemasaran.
Dengan terbatasnya anggaran marketing yang dimiliki usaha kecil, bukan berarti menjadikan usaha kecil
kalah dengan usaha skala besar. Untuk itu kita harus lebih kreatif dengan anggaran biaya yang minim
untuk menghasilkan strategi pemasaran yang tepat. Berikut beberapa cara untuk mengoptimalkan
pemasaran dengan anggaran terbatas
Bekerjasama dengan pengusaha atau rekan Anda untuk pemasangan iklan. Mencoba mengirimkan
penawaran produk kepada pelanggan serta memberikan potongan harga untuk paket pembelian tertentu.
Perkenalkan produk dan usaha Anda melalui media gratis, hal ini akan membantu pencarian para
konsumen tentang produk yang Anda tawarkan. Misalnya saja publikasi melalui internet. Libatkan
lingkungan yang ada disekitar usaha Anda, dalam salah satu kegiatan yang usaha Anda laksanakan. Ini
dapat dijadikan sebagai salah satu cara publikasi gratis kepada masyarakat sekitar.
Selain itu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran untuk usaha kecil
yaitu sebagai berikut :
1. Konsistensi
Dengan adanya konsistensi terhadap semua area marketingnya, dapat membantu mengurangi
biaya marketing dan meningkatkan efektivitas penciptaan merek.
2. Perencanaan
Perencanaan konsep marketing yang akan dijalankan usaha kecil sangat mempengaruhi
banyaknya pelanggan yang diperoleh. Oleh karena itu luangkan waktu untuk merencanakan
strategi marketing, anggaran marketing, serta konsep lainnya yang berhubungan dengan
pemasaran.
3. Strategi
Strategi merupakan dasar untuk kelanjutan kegiatan marketing yang telah direncanakan, misalnya
siapa target pasar, bagaimana usaha kecil membidik pelanggan, dan bagaimana cara menjaga
konsumen yang ada sebagai pelanggan tetap.
4. Target Market
Mendefinisikan secara tepat pangsa pasar yang dituju, dengan memilih satu atau lebih dari
segmen pasar yang akan dimasuki. Target pasar yang jelas akan membuat konsep marketing lebih
mudah dilaksanakan.
5. Anggaran
Menghitung anggaran marketing merupakan bagian yang berat dan membutuhkan keakuratan
hasil hitungan. Dari anggaran yang dibuat, dapat dipersipkan dana yang akan dibutuhkan untuk
pemasaran. Biasanya usaha kecil membuat anggaran dengan tidak terlalu akurat, sehingga terjadi
pemborosan.
6. Marketing Mix
Marketing mix biasanya dijelaskan sebagai produk, harga, tempat, dan promosi. Sebagai
pengusaha kecil, perlu memutuskan dengan spesifik produk (atau jasa), harga yang sesuai, dimana
dan bagaimana Anda akan mendistribusikan produk Anda, dan bagaimana orang lain dapat
mengetahui tentang produk yang ditawarkan.
7. Website
Saat ini bisnis apapun termasuk usaha kecil usahakan memiliki website, karena hampir 60%
konsumen datang dari informasi dari internet. Sehingga informasi produk melalui website pun
sangat mendukung peningkatan jumlah pelanggan yang tertarik dengan produk Anda.
8. Branding
Branding adalah bagaimana konsumen menerima produk dan perusahaan yang membuat produk
tersebut. Terkadang usaha kecil selalu melupakan kebutuhan brand atau pengenalan gambar, logo,
bahkan produk yang usaha kecil hasilkan.
9. Promosi dan iklan
Promosi dan iklan merupakan konsep marketing yang harus dipertimbangkan pada berbagai bisnis
dan produk, termasuk pada usaha kecil. Promosi dan iklan yang baik akan menghasilkan
pengakuan brand yang efektif hingga mampu meningkatkan penjualan.
10. Customer Relationship Management
Pengelolaan hubungan dengan pelanggan yang tepat menjadi salah satu hal penting untuk
menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten. Misalnya saja dengan membuat kartu
membership, dan memberikan potongan harga tertentu bagi para member.
Ingat, bahkan sebuah usaha bisa hancur jika strategi pemasaran yang diterapkan tidak tepat. Oleh karena
itu, review kembali konsep pemasaran dan rencana strategi pemasaran Anda, agar usaha Anda dapat
berkembang lebih cepat dan tepat.
Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud marketing?
2. Sebutkan cara menyusun strategi pemasaran!
3. Apakah maksud dari customer relationhip management dalam strategi pemasaran?
4. Apasajakah yang meliputi marketing mix?
5. Apakah yang dimaksud strategi dalam pemasaran?
Jawaban
1. Salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha
2. Konsisitensi, target market, anggran, marketing mix, website, branding, promosi dan iklan, customer
relation ship management
3. Pengelolaan hubungan dengan pelanggan yang tepat menjadi salah satu hal penting untuk menciptakan
konsumen yang loyal dan konsisten. Misalnya saja dengan membuat kartu membership, dan
memberikan potongan harga tertentu bagi para member.
4. Produk, harga, tempat, dan promosi
5. Dasar untuk kelanjutan kegiatan marketing yang telah direncanakan
Penskoran
No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100
Nilai = Betul x 20
…………………… ……………………
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN
Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
Penilaian keterampilan : Praktek
URAIAN MATERI
Dalam penilaian maka nilai yang dirujuk selalu nilai pasar, yaitu nilai yang terbentuk dari kekuatan
demand dan supply di pasar bebas, tanpa adanya intervensi dari siapapun dalam kondisi pasar yang
normal (bukan di tengah resesi ataupun pasar yang booming). Dengan diakomodasikannya IAS 98 maka
konsep nilai wajar sebagai pengganti dari nilai perolehan juga digunakan dalam dunia penilaian. Tetapi
nilai wajar ini tidak selalu identik dengan nilai pasar. Pelaksanaan penilaian juga harus
mengakomodasikan jenis property yang dinilai. Propperty yang menghasilkan income harus dinilai
dengan pendekatan pendapatan, namun pendekatan yang mana? Apakah pendekatapan pendapatan dalam
penilaian properti atau penilaian bisnis? Nah inilah yang menarik. Dalam penilaian properti maka yang
dinilai adalah real property, yaitu hak yang sah yang melandasi penguasaan fisik atas tanah tersebut dan
semua yang melekat di atas dan dibawah tanah tersebut baik bangunan maupun pohon ataupun konstruksi
lain namun tidak termasuk tambang atau mineral yang ada didalam tanah dan udara di atasnya.
Standar Penilaian Indonesia (SPI) 2014 yang mengacu kepada standar internasional (International
Valuation Standard/IVS) dalam PPPI 15, Penilaian Properti dengan Bisnis Khusus menjawab pertanyaan
tersebut. Properti dengan Bisnis Khusus (PBK)-Trade Related Property (TRP) adalah properti individual
seperti hotel, restoran, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang dapat berpindah
kepemilikannya dalam keadaan beroperasi. Properti ini mencakup tidak hanya tanah dan bangunan tetapi
juga perabotan dan perlengkapan serta komponen bisnis yang dibentuk oleh aset tak berwujud, termasuk
goodwill yang dapat dialihkan. PPPI 15 ini memberikan panduan penilaian PBK sebagai properti yang
beroperasi dan alokasi nilai dari PBK ke dalam komponen utamanya. Nah jadi dalam menilai PBK
tersebut tehnologi yang digunakan harus penilaian bisnis, bukan penilaian properti kecuali untuk jenis
income producing property yang bukan PBK.
Penilaian Usaha/Bisnis
Penilain usaha/bisnis merupakan pengembangan lebih lanjut dari penilaian properti. Penilaian bisnis
diperkenalkan di Amerika Serikat dalam penilaian goodwill pabrik bir yang harus ditutup karena dilarang
pasca resesi ekonomi dunia tahun 1938. Penilaian bisnis menilai kepentingan (interest) yang ada pada
perusahaan. Kepentingan yang dinilai bisa berupa saham perusahaan baik yang mayoritas maupun yang
minoritas. Nilai perusahaan yang dinilai bisa merupakan nilai ekuitas saja ataupun nilai investasi (Market
Vaue of Investment) yang merupakan nilai seluruh modal yang ditanamkan dalam perusahaan yang
mencakup ekuitas dan long term debt. Selain itu kepentingan yang dinilai juga bisa berupa aset tidak
berwujud seperti good will, pool of employee, pool of customers, trading contract dan sebagainya.
Disamping itu maka pemilik bisnis sering kali berkepentingan untuk mengetahui apakah transaksi yang
telah dilakukan itu fair atau tidak dan apakah memberikan nilai tambah? nah apabila jasa ini yang
diperlukan maka penilai dapat menyediakan jasa yang disebut dengan Fairness Oppinion. Jasa lainnya
adalah Project Management, Feasibility Study, Property Optimization. dll. Karena penilai juga merupakan
profesi penunjang pasar modal maka penilaian juga diperlukan dalam proses go public perusahaan tertutup
menjadi perusahaan publik.
Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud nilai pasar?
2. Sebutkan penyedia jasa penilai pasar!
3. Sebutkan contoh bisnis yang menerapkan sistem TRP!
4. Apakah isi dari Standar Penilaian Indonesia (SPI) 2014 ?
Jawaban
1. nilai yang terbentuk dari kekuatan demand dan supply di pasar bebas, tanpa adanya intervensi dari
siapapun dalam kondisi pasar yang normal (bukan di tengah resesi ataupun pasar yang booming).
2 Fairness Oppinion, Project Management, Feasibility Study, Property Optimization.
3. hotel, restoran, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
4. mengacu kepada standar internasional (International Valuation Standard/IVS) dalam PPPI 15,
Penilaian Properti dengan Bisnis Khusus menjawab pertanyaan tersebut.
Penskoran
No Skor
1 25
2 25
3 25
4 25
Jumlah 100
Nilai = Betul x 20
…………………… ……………………
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN
D. Materi Pembelajaran
Standard laporan keuangan
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 2
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 20 Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.
Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper hatikan video yang ada di layar
komputer tentang Membuat laporan keuangan
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan menyimak tayangan video
tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi atau video yang belum jelas
untuk ditanyakan pada guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi yang telah dicatat untuk acuan
dalam Membuat laporan keuangan
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh penjelasan yang mendetail dari guru
dari tayangan video yang telah diputar
2. Guru menjelaskan dari masing – masing pertranyaan dari peserta didik agar
peserta didik memahaminya
2 Kegiatan Inti 3. Guru mempraktekan Membuat Membuat bagan perkembangan usaha 770 Meni
4. Peserta didik mem perhatikan dan mencoba Membuat laporan keuangan sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan Membuat laporan keuangan dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta didik dalam Membuat laporan
keuangan
3. Guru memberitahu ka Membuat laporan keuangan
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk maju menilai, membedakan,
mengubah, memodifikasi Membuat laporan keuangan
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan panggilan guru
3. Peserta didik berusaha Membuat menilai, membedakan, mengubah, memodifikasi
Membuat laporan keuangan
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam menilai, membedakan, mengubah,
memodifikasi Membuat laporan keuangan mengarahkan jika ada peserta didik
yang belum tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dala m menilai, membeda kan, mengubah,
memo difikasi Membuat lapo ran keuangan
3. Peserta didik penilaian, menilai, membedakan, mengu bah, memodifikasi
Membuat laporan keuangan
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam menilai, membedakan,
mengubah, memodifikasi Membuat laporan keuangan
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk menyimpulkan tentang
standard laporan keuangan
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh peserta didik secara individu
3 Penutup untuk mengerjakannya. 20 Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan latihan tentang standard
laporan keuangan
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada peserta didik
untuk mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup
Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
Penilaian keterampilan : Praktek
URAIAN MATERI
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (bahasa Inggris: International Financial Reporting
Standards (IFRS) adalah Standar dasar, Pengertian dan Kerangka Kerja (1989)[1] yang diadaptasi oleh
Badan Standar Akuntansi Internasional (bahasa Inggris: International Accounting Standards Board
(IASB)).
Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional
Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar
Akuntansi Internasional (bahasa Inggris: Internasional Accounting Standards Committee (IASC)). Pada
tanggal 1 April 2001, IASB baru mengambil alih tanggung jawab gunan menyusun Standar Akuntansi
Internasional dari IASC. Selama pertemuan pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC yang
telah ada. IASB terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar barunya dengan nama IFRS.
Struktur IFRS
IFRS dianggap sebagai kumpulan standar "dasar prinsip" yang kemudian menetapkan peraturan badan
juga mendikte penerapan-penerapan tertentu.
Standar Laporan Keuangan Internasional mencakup:
Peraturan-peraturan Standar Laporan Keuangan Internasional (bahasa Inggris: Internasional
Financial Reporting Standards (IFRS)) -dikeluarkan setelah tahun 2001
Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional (bahasa Inggris: International Accounting
Standards (IAS)) -dikeluarkan sebelum tahun 2001
Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan Internasional (bahasa
Inggris: International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC)) -dikelularkan
setelah tahun 2001
Standing Interpretations Committee (SIC)—dikeluarkan sebelum tahun 2001
Kerangka Kerja untuk Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan (1989) (bahasa Inggris:
Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements (1989))
In making the judgement described in paragraph 10, management shall refer to, and consider the
applicability of, the following sources in descending order:
(a) the requirements and guidance in Standards and Interpretations dealing with similar and
related issues; and
(b) the definitions, recognition criteria and measurement concepts for assets, liabilities, income
and expenses in the Framework.
Dalam membuat keputusan sebagaimana dijelaskan pada paragraf 10, pihak manajemen harus
merujuk kepada, dan mempertimbangkan kemungkinan penerapan akan, sumber-sumber berikut
dalam urutan menurut:
(a) persyaratan dan panduan dalam Standar dan Interpretasi dalam menangani hal serupa dan
berhubungan; dan
(b) penjelasan, kriteria pengenalan dan konsep pengukuran untuk aset, kewajiban, pendapatan dan
pengeluaran dalam Kerangka Kerja.
Kerangka kerja
Kerangka kerja gunan Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan[2] menyampaikan prinsip-prinsip dasar
IFRS.
Kerangka kerja IASB dan FASB sedang dalam proses pembaharuan dan perangkuman. Proyek Kerangka
Konseptual Gabungan (bahasa Inggris: The Joint Conceptual Framework project) bertujuan untuk
memperbaharui dan merapikan konsep-konsep yang telah ada guna menggambarkan perubahan di pasar,
praktik bisnis dan lingkungan ekonomi yang telah timbul dalam dua dekade atau lebih sejak konsep
pertama kali dibentuk.
Tujuan keseluruhan adalah untuk menciptakan dasar guna standar akuntansi pada masa mendatang yang
berbasis prinsip, konsisten secara internal dan diterima secara internasional. Karena hal tersebut, (dewan)
IASB dan FASB Amerika Serikat melaksanakan proyek secara bersama.
Peranan Kerangka kerja
Objektif laporan keuangan
Sebuah laporan keuangan harus menggambarkan pandangan benar dan adil atas usaha sebuah organisasi.
Oleh karena laporan-laporan ini digunakan oleh berbagai pihak, laporan tersebut harus menggambarkan
pandangan sebenarnya akan keadaan keuangan sebuah organisasi.
Latihan soal
1. Apakah kepanjangan dari IAS?
2. Apakah tujuan IAS?
3. Sebutkan standar laporan keuangan!
4. Kapan IASB baru mengambil alih tanggung jawab gunan menyusun Standar Akuntansi Internasional
dari IASC?
5. Apakah nama standard terbaru yang dikeluarkan oleh IASB?
Jawaban
1. Internasional Accounting Standards (IAS)
2. Untuk memperbaharui dan merapikan konsep-konsep yang telah ada guna menggambarkan perubahan
di pasar
3. Peraturan-peraturan Standar Laporan Keuangan Internasional
Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional
Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan Internasional Standing
Interpretations Committee (SIC)
Kerangka Kerja untuk Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan
4. Pada tanggal 1 April 2001
5. IFRS.
Penskoran
No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100
Nilai = Betul x 20
…………………… ……………………