0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
398 tayangan13 halaman

Penyuluhan Kanker Usus Besar

Ringkasan singkat dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas tentang satuan acara penyuluhan mengenai kanker usus besar. 2) Materi penyuluhan meliputi pengertian, penyebab, gejala, dan cara pencegahan kanker usus besar. 3) Acara penyuluhan dilaksanakan di Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang dengan sasaran pasien dan keluarga.

Diunggah oleh

Rudy Hartono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
398 tayangan13 halaman

Penyuluhan Kanker Usus Besar

Ringkasan singkat dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas tentang satuan acara penyuluhan mengenai kanker usus besar. 2) Materi penyuluhan meliputi pengertian, penyebab, gejala, dan cara pencegahan kanker usus besar. 3) Acara penyuluhan dilaksanakan di Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang dengan sasaran pasien dan keluarga.

Diunggah oleh

Rudy Hartono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KANKER USUS BESAR (Ca. COLON)

Di Ruang 17 RSUD dr. Saiful Anwar Malang

Di susun Oleh:
Profesi Ners Kelompok 09

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


2019

1
LEMBAR PENGESAHAN

Susunan Acara Penyuluhan di Ruang 17 RSUD dr. Saiful Anwar Malang telah

di setujui pada:

Hari : Jum at

Tanggal : 28 Juni 2019

Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan

( ) ( )

Kepala Ruangan

( )

2
SATUAN ACARA PENYULUHAN
( SAP )

Hari/tanggal : Jumat 28 Juni 2019


Waktu : 25 menit
Tempat/ruang : Ruang 17 RSSA Malang
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien di ruang tunggu 17 Rumah
Sakit dr. Saiful Anwar Malang
Pelaksana : Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Malang
Topik Penkes : Ca Colon ( Kanker Usus Besar )

A. Pendahuluan
Tumor usus halus jarang terjadi, sebaliknya tumor usus besar atau rektum
relatif umum. Pada kenyataannya, kanker kolon dan rektum sekarang adalah tipe
paling umum kedua dari kanker internal di Amerika [Link] adalah penyakit
budaya [Link] bahwa 150.000 kasus baru kanker kolorektal di
diagnosis di negara ini setiap tahunnya. Kanker kolon menyerang individu dua
kali lebih besar dibanding kan kanker rektal. Insidensnya meningkat sesuai
dengan usia (kebanyakan pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun) dan makin
tinggi pada individu dengan riwayat keluarga mengalami kanker kolon, penyakit
usus inflamasi kronis atau polip. Perubahan pada persentase distribusi telah terjadi
pada tahun [Link] kanker pada sigmoid dan area rektal telah menurun,
sedangkan insidens pada kolon asendens dan desendens meningkat.
Lebih dari 156.000 orang terdiagnosa setiap tahunnya, kira-kira setengah dari
jumlah tersebut meninggal setiap tahunnya, meskipun sekitar tiga dari empat
pasien dapat diselamatkan dengan diagnosis dini dan tindakan segera. Angka
kelangsungan hidup di bawah lima tahun adalah 40% sampai 50%, terutama

3
karena terlambat dalam diagnosis dan adanya metastase. Kebanyakan orang
asimtomatis dalam jangka waktu lama dan mencari bantuan kesehatan hanya bila
mereka menemukan perubahan pada kebiasaan defekasi atau perdarahan rektal.
Penyebab nyata dari kanker kolon tidak diketahui, tetapi faktor resiko telah
teridentifikasi, termasuk riwayat atau riwayat kanker kolon atau polip dalam
keluarga, riwayat penyakit usus inflamasi kronis dan diet tinggi lemak, rotein dan
daging serta rendah serat.

B. TIU (Tujuan Instruksional Umum) :


Setelah mendapatkan penyuluhan, peserta mampu memahami tentang kanker
usus besar dan cara pencegahan kanker usus besar.

C. TIK (Tujuan Instruksional Khusus) :


Setelah mendapatkan penyuluhan peserta mampu :
1. Menjelaskan pengertian kanker usus besar dengan bahasanya sendiri
2. Menyebutkan penyebab kanker usus besar secara tepat
3. Menyebutkan tanda dan gejala kanker usus besar secara singkat
4. Menyebutkan cara pencegahan kanker usus besar secara singkat

D. Analisa Situasi
1. Peserta penyuluhan adalah Pasien dan keluarga pasien di ruang 17:
a. Peserta siap mengikuti penyuluhan kesehatan dari mahasiswa
b. Peserta sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan terbukti dengan
adanya beberapa pertanyaan yang disampaikan.
c. Penyuluhan dikatakan berhasil karena saat dievaluasi peserta mampu
mengulang kembali penjelasan yang diberikan oleh mahasiswa yang
menyuluh.

4
2. Penyuluh Mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Malang yang
praktik Keperawatan Medikal Bedah di Ruang 17 Rumah Sakit dr. Saiful
Anwar Malang:
a. Mahasiswa menguasai materi yang disampaikan.
b. Mahasiswa mampu membuat suasana menarik saat penyuluhan
berlangsung.

E. Materi :
a. Pokok Bahasan :
Ca Colon ( Kanker Usus Besar )
b. Sub Pokok Bahasan :
1. Pengertian tentang kanker usus besar
2. Penyebab kanker usus besar
3. Tanda dan gejala kanker usus besar
4. Cara pencegahan kanker usus besar

F. Metode :
 Ceramah
Mahasiswa menjelaskan tentang Kanker Usus Besar dan memberikan
kesempatan bertanya pada Pasien dan keluarga pasien

G. Media :
- Leaflet
- LCD
- Laptop

5
H. Kegiatan Belajar Mengajar
1. Pendahuluan
Pembukaan dan menjelaskan tujuan
2. Penyajian
Menjelaskan materi ( sesuai TIK atau sub pokok bahasan )
3. Penutup
Merangkum dan melakukan evaluasi

Tahap Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta


No
1. Pendahuluan 3 menit  Menyiapkan materi, tempat Menyiapkan diri
dan sasaran
 Pembukaan ( salam dan Menjawab salam
perkenalan )
 Memperhatikan
 Menjelaskan tujuan dan
kontrak waktu

2. Penyajian 17 menit  Menanyakan pendapat Menjawab / merespon


peserta tentang kanker usus
besar
 Menjelaskan pengertian Merespon
kanker usus besar
 Memberi kesempatan kepada Mendengar/
peserta untuk bertanya memperhatikan.
 Menjelaskan mengenai Bertanya
penyebab kanker usus besar
 Memberi kesempatan pada

6
Tahap Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
No
peserta untuk bertanya  Merespon/ mengulang
 Memberi reward  Memperhatikan
 Menjelaskan mengenai Tanda
gejala kanker usus besar  Bertanya
 Memberikan kesempatan
bertanya  Merespon
 Menjelaskan cara pencegahan Mendengar
kanker usus besar /memperhatikan
 Memberikan kesempatan Merespon/bertanya
bertanya
 Mendengar atau
memperhatikan.
 Merespon/bertanya

 Mendengar atau
memperhatikan
 Merespon
3. Penutup 5 menit  Mengajukan pertanyaan Menjawab pertanyaan
untuk mengevaluasi
 Memberikan reward  Merespon
 Merangkum
 Menutup pertemuan dan Memperhatikan dan
mengucapkan salam menjawab

I. Evaluasi

7
MATERI
SATUAN ACARA PENYULUHAN
KANKER USUS BESAR (Ca COLON)

8
A. DEFINISI KANKER USUS BESAR
Kolon adalah bagian terbesar dari usus besar. Panjangnya hampir 5 kaki. Kolon
memiliki empat bagian yaitu kolon ascending, transverse, descending, dan sigmoid.
Dindingnya memiliki empat lapisan utama mukosa, submukosa, muskularis propia,
dan serosa atau adventitia. Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan
pertumbuhan sel yang abnormal, bila hal ini terjadi di usus besar atau rectum maka
disebut kanker kolorektal (American Cancer Society, 2017).
American Cancer Society (ACA) tahun 2016, menjelaskan bahwa kanker
kolorektal adalah kanker yang dimulai di usus besar atau rektum. Kanker ini juga
bisa disebut kanker usus besar atau kanker rektum, tergantung tempat bermulanya.
Kanker usus besar dan kanker rektum sering dikelompokkan bersama karena
memiliki banyak kesamaan.
Hampir semua kanker usus besar adalah adenokarsinoma. Adenokarsinoma
adalah kanker sel yang melapisi kelenjar dan, dalam kasus kanker usus besar,
memmproduksi lendir (National Comprehensive Cancer Network, 2016) Awalnya
kanker kolorektal dapat muncul sebagai polip jinak tetapi dapat menjadi ganas,
menginvasi dan menghancurkan jaringan normal, dan meluas ke struktur sekitarnya
(Smeltzer, 2015).

B. PENYEBAB KANKER USUS BESAR


Sebagian besar kanker kolon dimulai dari polip pada lapisan dalam usus besar
atau rektum Beberapa jenis polip dapat berubah menjadi kanker selama beberapa
tahun, namun tidak semua polip menjadi kanker. Kemungkinan berubah menjadi
kanker tergantung pada jenis polip. 2 jenis polip utama adalah:
1. Adenomatous polyps (adenoma): Polip ini kadang berubah menjadi kanker.
Karena itu, adenoma disebut kondisi pra-kanker.
2. Hyperplastic polyps dan inflammatory polyps: Polip ini lebih sering terjadi,
namun secara umum tidak bersifat pra-kanker.

9
Adapun faktor resiko dari kanker kolorektal berdasarkan National Cancer Institute
(2017) adalah :
1. Usia
Menurut ACA (2017), risiko kanker kolorektal meningkat seiring dengan
bertambahnya usia. Proporsi kasus yang di diagnosis pada individu yang berusia
dibawah 50 tahun meningkat dari 6 % pada tahun 1990 menjadi 11% pada tahun
2013. Sebagian besar (72%) pada kasus ini terjadi pada individu dengan usia di
atas 40 tahun.
2. Genetik
Hampir 30% pasien kanker kolorektal memiliki riwayat keluarga dengan
penyakit ini, sekitar 5% diantaranya disebabkan oleh kelainan genetic yang
diwariskan. Individu dengan riwayat keluarga tingkat pertama (orangtua,
saudara kandung atau anak) yang didiagnosis dengan kanker kolorektal
memiliki risiko 2 sampai 4 kali dibandingkan mereka yang tidak memiliki
riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.
3. Riwayat menderita adenoma beresiko tinggi (polip kolorektal yang berukuran 1
sentimeter atau lebih besar atau memiliki sel yang terlihat abnormal di bawah
mikroskop).
4. Riwayat menderita kolitis ulserativa kronis atau penyakit Crohn selama 8 tahun
atau lebih. Penyakit Crohn juga sering disebut colitis granulomatosis atau colitis
transmural, merupakan peradangan di seluruh dinding granulomatois,
sedangkan colitis ulseratif secara primer adalah inflamasi yang terbatas di
selaput lendir kolon. Risiko terjadinya kanker kolon pada Crohn;s lebih besar.

5. Mengonsumsi alcohol
Konsumsi alcohol sedang dan berat (<12,5 gram perhari, sekitar satu minuman),
dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolon. Dibandingkan dengan
seseorang yang tidak minum alcohol dan hanya mengonsumsi sesekali,
seseorang yang rata-rata mengonsumsi 2 sampai 3 minuman beralkohol per hari
memiliki risiko kanker 20% lebih tinggi, dan yang mengonsumsi lebih dari 3
minuman per hari memiliki sekitar 40% peningkatan risiko.
6. Merokok

10
Badan Penelitian Kanker Internasional pada November 2009 melaporkan bahwa
merokok dapat menyebabkan kanker kolorektal. Kaitan terhadap rectum lebih
besar dibandingkan dengan kolon.
7. Gaya hidup (obesitas)
Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker kolon yang lebih tinggi pada pria
dibandingkan wanita. Secara khusus seseorang dengan berat badan normal, pria
obesitas memiliki 50% risiko kanker kolon lebih tinggi dan kanker rectal 20%,
sedangkan wanita obesitas memiliki sekitar 20% peningkatan risiko kanker
kolon dan risiko kanker rectal 10%. Obesitas dapat berdampak negative pada
kesehatan metabolic yang merupakan fungsi utama dari semua proses biokimia
didalam tubuh. Studi terbaru menunjukkan bahwa kesehatan metabolic yang
buruk memiliki kaitan dengan kejadian kanker kolorektal.

C. GEJALA KANKER USUS BESAR


Kanker kolon seringkali dapat dideteksi dengan prosedur skrining. Adapun
manifestasi klinis dari kanker kolon menurut (Network, 2016) adalah :
1. Anemia
2. Perdarahan pada rectum
3. Nyeri abdomen
4. Perubahan kebiasaan defekasi
5. Obstruksi usus atau perforasi.
Sementara (Smeltzer, 2015) menjelaskan manifestasi klinis dari kanker kolon
maupun kanker rektum yaitu :
1. Keluarnya darah di dalam atau pada feses
2. Penurunan berat badan dan keletihan
3. Lesi di sisi kanan kemungkinan disertai dengan nyeri abdomen yang tumpul dan
melena
4. Lesi sisi kiri dikaitkan dengan obstruksi (nyeri dan kram abdomen, penyempitan
ukuran feses, konstipasi dan distensi) dan darah berwarna merah terang di feses.
5. Lesi rectal dikaitkan dengan tenesmus (mengejan yang nyeri dan tidak efektif
saat defekasi), nyeri rectal, mengalami konstipasi dan diare secara bergantian,
feses berdarah

11
6. Tanda-tanda komplikasi : obstruksi usus parsial atau komplet, ekstensi tumor dan
ulserasi ke pembuluh darah sekitar (perforasi, pembentukan abses, peritonitis,
sepsis, atau syok)
Dalam banyak kasus, gejala tidak muncul sampai kanker kolorektal berada
dalam stadium lanjut.

D. KOMPLIKASI KANKER USUS BESAR


1. Perdarahan/hemoragis GI
2. Obstruksi usus
3. Perforasi usus
4. Perluasan dan penyebaran tumor ke organ sekitar
5. Penyebaran tumor ke organ hati, paru-paru, tulang
.

E. PENATALAKSANAAN KANKER USUS BESAR

1. Penatalaksanaan medis
Terapi kanker bergantung pada stadium penyakit dan komplikasi yang terkait.
Obstruksi ditangani dengan cairan IV dan pengisapan nasogastrik dan dengan
terapi darah jika perdarahan cukup berat. Terapi suportif dan terapi pelengkap
( misalnya kemoterapi, terapi radiasi, imunoterapi) termasuk dalam
penatalaksanaan medis (Smeltzer, 2015).
2. Penatalaksanaan bedah
a. Pembedahan adalah terapi primer untuk sebagian besar kanker kolon dan
rectal; jenis pembedahan bergantung pada lokasi dan ukuran tumor, dan dapat
bersifat kuratif atau paliatif.
b. Kolonoskopi dilakukan pada kanker yang terbatas pada satu tempat.
Kolonoskopi adalah prosedur yang dilakukan untuk mengevaluasi bagian
dalam kolon.
c. Kolotomi laparoskopik dengan polipektomi meminimalkan luasnya
pembedahan yang diperlukan dalam beberapa kasus
d. Neodimium : laser ittrium-aluminium-garnet (Nd:YAG) efektif pada beberapa
lesi

12
e. Reseksi usus dengan anastomosis dan kemungkinan kolostomi atau ileostomi
sementara atau permanen (kurang dari sepertiga pasien) atau pembuatan
kantung/wadah koloanal (kantung J kolonik).

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. 2009. Keperawatan Medikal Bedah vol 2. JakartaEGC

Carpenito Lynda Juall. 2016. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta : EGC

Davey, patrick, 2008. Kanker usus besar. Dalam: devy, patrick, ed. At a glance

medicine. Jakarta : penerbit Erlangga, 341.

Man sjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta : Media

Aesculapius

Marilyan, Doenges E. 2011. Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman untuk

perencanaan dan pendokumentasian perawatyan pasien). Jakarta: EGC

Suryaningsih, E. K., dan Sukaca, B. E., 2009. Gejala-Gejala Kanker Usus Besar.

Dalam: Suryaningsih, E. K., dan Sukaca, B. E., ed. Yogyakarta: Paradigma

Indonesia, 35-36.

13

Anda mungkin juga menyukai