0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
113 tayangan14 halaman

Nutrisi Ibu Post Partum SC

Dokumen tersebut merangkum tentang penyuluhan nutrisi yang diberikan kepada pasien dan keluarganya mengenai kebutuhan gizi bagi ibu pasca operasi sesar dengan fokus pada pengertian sesar, indikasi, jenis nutrisi, dan manfaat nutrisi bagi ibu pasca sesar."

Diunggah oleh

Luthfi Rama Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
113 tayangan14 halaman

Nutrisi Ibu Post Partum SC

Dokumen tersebut merangkum tentang penyuluhan nutrisi yang diberikan kepada pasien dan keluarganya mengenai kebutuhan gizi bagi ibu pasca operasi sesar dengan fokus pada pengertian sesar, indikasi, jenis nutrisi, dan manfaat nutrisi bagi ibu pasca sesar."

Diunggah oleh

Luthfi Rama Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KEBUTUHAN NUTRISI BAGI IBU POST PARTUM

DENGAN SECTIO CAESAREA

Topik : Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien Ny. A

Tempat : Kamar A3, Bangsal Adas Manis, RSUD Pandan Arang Boyolali

Hari/ tanggal : Rabu, 28 Mei 2019

Waktu : 08:00 WIB

Penyuluh : Salma Deviyana

1. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti penyuluhan pasien dan keluarga Ny. A mampu
memahami tentang nutrisi bagi ibu post op SC

2. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga mampu:
1) Menyebutkan Pengertian Sectio Caesarea
2) Menyebutkan Indikasi dilakukannya Sectio Caesarea
3) Menyebutkan Pengertian Nutrisi
4) Menyebutkan Jenis-jenis Nutrisi
5) Menyebutkan Macam-macam Nutrisi
6) Menyebutkan Nutrisi apa saja yang Dibutuhkan oleh Ibu Post Partum
dengan SC
7) Menyebutkan Manfaat Nutrisi Bagi Ibu Post Partum dengan SC
8) Menyebutkan Dampak Kekurangan Nutrisi bagi Ibu Post Partum dengan
SC
3. Materi
1) Pengertian Sectio Caesarea
2) Indikasi Sectio Caesarea
3) Pengertian Nutrisi
4) Jenis-jenis Nutrisi
5) Macam-macam Nutrisi
6) Nutrisi yang Dibutuhkan oleh Ibu Post Partum dengan SC
7) Manfaat Nutrisi Bagi Ibu Post Partum dengan SC
8) Dampak Kekurangan Nutrisi bagi Ibu Post Partum dengan SC

4. Metode
1) Ceramah
2) Tanya jawab

5. Media
1) Leaflet

6. Pengorganisasian
1) Moderator : Salma Deviyana
2) Penyaji S16179
3) Fasilitator : Salma Deviyana

Keterangan :
: Moderator/penyaji

: Keluarga Pasien

: Pasien
7. Susunan Kegiatan Penyuluhan
Tahap Kegiatan Perawat Kegiatan peserta Waktu
Kegiatan
Pembukaan  Memperkenalkan diri Memperhatikan dan
(moderator)  Mengadakan kontrak mendengarkan 5 menit
waktu penyaji
 Menjelaskan tujuan
penyuluhan
 Menyampaikan pokok-
pokok materi yang
akan dijelaskan
Pengembangan  Menjelaskan materi  Memperhatikan 20 menit
dengan seksama
(Penyaji) meliputi:
 Menyampaikan
1. Pengertian Sectio pertanyaan
setelah
Caesarea
penyampaian
2. Indikasi Sectio materi
Caesarea
3. Pengertian Nutrisi
4. Jenis-jenis Nutrisi
5. Macam-macam
Nutrisi
6. Nutrisi yang
Dibutuhkan oleh
Ibu Post Partum
dengan SC
7. Manfaat Nutrisi
Bagi Ibu Post
Partum dengan SC
8. Dampak
Kekurangan Nutrisi
bagi Ibu Post
Partum dengan SC
 Diskusi dan tanya
jawab
Penutup  Melakukan evaluasi Memperhatikan dan
(Moderator) dengan menanyakan menjawab pertanyaan 5 menit
kembali materi-materi dari penyaji
yang telah disampaikan
 Menyampaikan
kesimpulan
 Membagikan leaflet
 Ucapan terima kasih

1. Evaluasi
a. Struktur :
 Kesiapan materi :
 Kesiapan waktu dan tempat :
 Kesiapan media meliputi : Leaflet
b. Proses:

c. Hasil :
Materi penyuluhan

Kebutuhan Nutrisi bagi Ibu Post Partum

dengan Sectio Caesarea

1. Pengertian Sectio Caesarea


Sectio caesarea didefinisikan sebagai suatu persalinan buatan,
dimana janin dilahirkan melalui insisi pada dinding perut dan dinding
rahim dengan sayatan rahim dalam keadaan utuh serta berat janin diatas
500 gram. (Jitowiyono, 2011).
Sectio caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan insisi
pada abdomen dan uterus. (Joy, 2012).
Sectio caesarea adalah sebuah bentuk melahirkan anak dengan
melakukan sebuah irisan pembedahan yang menembus abdomen seorang
ibu (laparotomi) dan uterus (hiskotomi) untuk mengeluarkan satu bayi atau
lebih. (Dewi Y, 2013).

2. Indikasi Sectio Caesarea


Menurut Hellen Ferrer, 2011, bahwa indikasi sectio caesarea
dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Indikasi Ibu
1) Cepalo Pelvic Disproportion/Disproporsi Kepala Panggul
Terjadi apabila bayi terlalu besar atau pintu atas panggul
terlalu kecil sehingga tidak dapat melewati jalan lahir dengan
aman, sehingga membawa dampak serius bagi ibu dan janin
2) Plasenta Previa
Terjadi apabila plasenta melekat pada ujung bawah uterus
sehingga menutupi serviks sebagian atau seluruhnya, sehingga
ketika serviks membuka selama persalinan ibu dapat kehilangan
banyak darah, hal ini sangat berbahaya bagi ibu maupun janin.
3) Tumor Pelvis (Obstruksi Jalan Lahir)
Tumor pelvis dapat menghalangi jalan lahir akibatnya bayi
tidak dapat dikeluarkan lewat vagina.
4) Kelainan Tenaga
Misalnya pada ibu anemia sehingga kurang
kekuatan/tenaga untuk mengedan daat menjadi rintangan pada
persalinan, sehingga persalinan mengalami hambatan/kemacetan.
5) Ruptura Uteri Imminent
Adanya ancaman akan terjadi ruptur uteri bila persalinan
dilakukan dengan spontan.
6) Kegagalan Persalinan
Terjadi apabila persalinan tidak ada kemajuan dan tidak ada
penambahan pembukaan, disebabkan serviks yang kaku, sering
terjadi pada ibu primi tua atau jarak persalinan yang jauh (lebih
dari 8 tahun).
7) Penyakit Ibu
Seperti eklamsi/preeklamsi berat, DM, penyakit jantung,
kanker serviks, riwayat sc dahulu,asma, ruptur rahim sebelumnya
dan sumbatan jalan lahir.
b. Indikasi Janin
1) Janin besar, yaitu berat badan bayi lebih dari 4000 gram. Sehingga
sulit melahirkannya.
2) Kelainan gerak, presentasi atau posisi ideal persalinan pervaginam
adalah kepala kebawah/sefalik
3) Gawat janin, yaitu janin kelelahan dan tidak ada kemajuan dalam
persalinan
4) Hidrocepalus, dimana terjadi penimbunan cairan serebropinalis
adakan ventrikel otak sehungga kepala menjadi lebih besar serta
terjadi pelebaran sutura-sutura dan ubun-ubun, kepala terlalu besar
sehingga tidak berakomodasi dengan jalan lahir
3. Pengertian Nutrisi
Nutrisi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk
melakukan fungsinya yaitu sebagai energi, membangun dan memelihara
jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan.(Soenarjo, 2010).
Nutrisi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan
yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorbsi,
transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang
tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan. (Suparoasa, 2011).
Nutrisi berbeda dengan makanan, makanan adalah segala sesuatu
yang kita makan sedangkan nutrisi adalah apa yang terkandung dalam
makanan tersebut. (Uri, 2012)

4. Jenis-jenis Nutrisi
jenis-jenis nutrisi menurut Dornald, 2013 :
a. Mikronutrisi
Mikronutiri adalah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dalam
jumlah sedikit dan hanya berfungsi untuk mendukung metabolisme
tubuh. Yang termasuk mikronutrisi adalah vitamin, mineral dan air.
b. Makronutrisi
Makronutrisi adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam
jumlah yang besar karena sebagai sumber energi. Yang termasuk
makronutrisi adalah karbohidrat, protein dan lemak.

5. Macam-macam Nutrisi
a. Karbohidrat
Karbohidrat adalah senyawa kimia yang tersusun atas karbon,
oksigen dan hidrogen yang berfungsi untuk sumber tenaga serta
menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh, pembentuk struktur
sel dan mengikat protein dan lemak. Karbohidrat dapat diperoleh dari
berbagai makanan seperti beras, kentang, jagung, singkong, gandum,
selai, gula, madu dan sirup.
b. Protein
Protein berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan
terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi. Protein dibagi
menjadi 2 yaitu protein hewani yang mana protein yang diperoleh dari
hewan yang dapat diperoleh dari daging, ikan, unggas, keju, susu dan
telur sedangkan protein nabati adalah protein yang diperoleh pada
tumbuhan seperti kacang-kacangan.
c. Lemak
Lemak merupakan sumber tenaga selain karbohidrat. Lemak
berfungsi sebagai cadangan makanan, jika karbohidrat didalam tubuh
maka lemak digunakan sebagai penggantinya. Lemak adalah zat yang
mengandung minyak dan melekat pada daging. Lemak dibagi menjadi
2 yaitu lemak jenuh yang dapat diperoleh dari hewan seperti mentega
dan gajih, sedangkan lemak tak jenuh dapat diperoleh dari tumbuhan
dan berbentuk cair, seperti minyak kedelai, jagung dan minyak kelapa.
d. Vitamin
Vitamin adalah zat yang berfungsi mengatur dan pelindung tubuh
dari berbagai penyakit. Ada 6 jenis vitamin yaitu vitamin A, B, C , D,
E, dan K yang dapat kita peroleh dari berbagai sayuran dan buah-
buahan. Vitamin dibagi menjadi 2 yaitu vitamin yang larut dalam air
(Vitamin B dan vitamin C) dan vitamin yang tidak larut dalam air
(Vitamin A, D, E, K).
e. Mineral
Mineral tidak dihasilkan oleh tubuh, mineral diperlukan tubuh
dalam jumlah yang sedikit. Fungsi mineral bagi tubuh adalah untuk
melancarkan semua proses yang terjadi dalam tubuh. Beberapa macam
mineral yang dibutuhkan oleh tubuh adalah kalsium, zat besi, posfor,
yodium dan flour.
f. Serat
Serat makanana membantu penyerapan air di usus besar. Contoh
makanan berserat adalah sayur-sayuran dan buah-buahan.
g. Air
Air adalah zat yang memegang peranan penting. 75% dari tubuh
manusia terdiri atas air. Orang dewasa membutuhkan kira-kira 2,5 liter
air setiap hari. Fungsi air antara lain :
1) Membantu pencernaan makanan
2) Melarutkan zat-zat dalam tubuh, seperti vitamin b dan c
3) Mengatur suhu tubuh

6. Nutrisi yang Dibutuhkan oleh Ibu Post Partum dengan Sectio


Caesarea
Jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu post partum dengan sectio
caesarea adalah nutrisi yang gizi yang seimbang yang mengandung :
a. Karbohidrat
Karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, roti, gandum, jagung,
umbi- umbian.
b. Protein
Protein yang dapat dikonsumsi antara lainn telur,daging, ikan.
c. Lemak
Lemak dapat diperoleh dengan mengkonsumsi susu, keju,
minyak ikan, minyak kelapa.
d. Vitamin
Vitamin dapat diperolah dari buah- buahan
e. Mineral
1) Kalsium (Ca)
Sumber : Susu, telur dan buah-buahan.
Fungsi : Pembentukan tulang dan gigi
2) Fosfor (P)
Sumber : Daging, ikan dan telur
Fungsi : Pembentukan tulang dan gigi serta mengatur
keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.
3) Besi (Fe)
Sumber : Susu, hati, kuning telur dan sayur-sayuran yang
berwarna hijau.
Fungsi : Pembentukan hemoglobin dalam darah.
4) Fluorin (F)
Sumber : Kuning telur, susu dan otak
Fungsi : Memperkuat gigi
5) Iodin (I)
Sumber : Garam dapur
Fungsi : Membentuk hormone tiroksin.
6) Natrium (Na)
Sumber : Ikan, pisang, kentang dan sayuran hijau
Fungsi : Mengatur kelancaran kerja otot, terutama otot
jantung dan mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh.
7) Klorin (Cl)
Sumber : Garam dapur, keju dan sayuran hijau
Fungsi : Membentuk asam lambung(HCL) dan memelihara
keseimbagan cairan dalam tubuh
8) Kalium (K)
Sumber : Kacang-kacangan. Hati, ikan dan kerang.
Fungsi : Mempengaruhi kerja otot jantung, mengatur
tekanan osmosis dalam sel dan membantu mengantarkan
impuls saraf.
f. Air
Air dapat diperoleh melalui mengkonsumsi air putih, air teh
serta dari buah-buahan. (Ambarwati, 2012).

7. Manfaat Nutrisi yang Baik Bagi Ibu Postpartum dengan Sectio


Caesarea
a. Sebagai sumber energi.
b. Untuk mempercepat penyembuhan luka operasi.
c. Untuk meningkatkan jumlah dan kualitas produksi ASI.
d. Untuk meningkatkan dan memelihara daya tahan tubuh.
e. Untuk pemulihan kondisi ibu.
8. Dampak Kekurangan Nutrisi bagi Ibu Post Partum dengan Sectio
Cesarea
a. Penyembuhan luka operasi menjadi lebih lambat.
b. Jumlah dan kualitas ASI menurun.
c. Pemulihan kondisi kesehatan ibu menjadi lambat.
d. Ibu rentan terkena infeksi masa nifas.
Daftar Pustaka

Ambarwati, 2012. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia

Jitowiyono, 2011. Keterampilan Dasar Praktik Klinik. Jakarta : Salemba Medika

Saleha, 2013. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika

Suherni, 2012. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Kebutuhan Nutrisi Bagi Ibu Post Partum

dengan Sectio Caesarea

Disusun Oleh :

Nama : Salma Deviyana

NIM : S16179

Kelas : S16C

Program Studi Sarjana Keperawatan

STIKes Kusuma Husada

Surakarta

2019

Anda mungkin juga menyukai