0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
214 tayangan21 halaman

Laporan Ekstraksi Minyak Kemiri

Laporan ini membahas tentang ekstraksi minyak kemiri menggunakan metode soxhlet. Tujuannya adalah mengetahui persentase hasil ekstraksi, efisiensi, densitas minyak, normalitas NaOH, dan kadar asam lemak bebas. Metode ini melibatkan proses ekstraksi berulang menggunakan pelarut panas untuk memisahkan minyak dari biji kemiri. Hasil ekstraksi kemudian diuji sifat-sifatnya untuk menentukan

Diunggah oleh

fatkhiz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
214 tayangan21 halaman

Laporan Ekstraksi Minyak Kemiri

Laporan ini membahas tentang ekstraksi minyak kemiri menggunakan metode soxhlet. Tujuannya adalah mengetahui persentase hasil ekstraksi, efisiensi, densitas minyak, normalitas NaOH, dan kadar asam lemak bebas. Metode ini melibatkan proses ekstraksi berulang menggunakan pelarut panas untuk memisahkan minyak dari biji kemiri. Hasil ekstraksi kemudian diuji sifat-sifatnya untuk menentukan

Diunggah oleh

fatkhiz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

EKSTRAKSI MINYAK KEMIRI DENGAN METODE

SOXHLET

Oleh :

XII KIMIA INDUSTRI

BIDANG STUDI TEKNIK DAN REKAYASA

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

KOMPETENSI KEAHLIAN KIMIA INDUSTRI

SMK DIPONEGORO PLOSO

2018/2019
LEMBAR PENGESAHAN

Telah melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian di SMK Diponegoro Ploso


pada tanggal 8 April 2019 dan telah menyelesaikan Laporan Uji Kompetensi
Keahlian.

Mengetahui

Kepala Sekolah Kepala Program Keahlian

Kimia Industri

[Link] Fatah,[Link]. Fatkhiz Zuhriyatillaily,[Link].


NIP.19601225 198503 1 019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan Laporan Ujian Kompetensi Keahlian
dengan baik sesuai yang diharapkan.

Laporan Uji Kompetensi Keahlian ini dapat diselesaikan atas bimbingan


bantuan serta dukungan dari beberapa pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini
penyusun ingin menyampaikan terima kasih pada pihak-pihak yang telah turut
membantu dalam penyusunan Laporan Uji Kompetensi Keahlian yaitu kepada :

1. Bapak [Link] Fatah,[Link] selaku Kepala Sekolah SMK


DIPONEGORO PLOSO
2. Ibu Juliati,[Link] selaku Waka Kurikulum SMK DIPONEGORO PLOSO
3. Bapak Achmad Mustofa,[Link], Ibu Fatkhiz Zuhriyatillaily,[Link], Ibu Rossa
Yuniastuti,[Link], Bapak Achmad Zaky Farid Rahmawan,[Link] selaku guru
produktif kimia SMK DIPONEGORO PLOSO
4. Bapak/Ibu Dewan Guru SMK DIPONEGORO PLOSO
5. Orang tua yang selalu memberi dukungan
6. Teman-teman XII Kimia Industri SMK DIPONEGORO PLOSO

Dalam penulisan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, segala kritik
dan saran dari semua pihak penyusun harapkan demi penyempurnaan laporan ini.

Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pikiran,


sehingga tujuan yang diharapkan bisa tercapai.

Penyusun
I. JUDUL : Ekstraksi kemiri dengan metode soxhletasi

II. TUJUAN
Tujuan praktikum ini adalah :
1. Mengetahui % randemen minyak hasil destilasi
2. Mengetahui % efisiensi distilat hasil destilasi
3. Mengetahui densitas/SG minyak kemiri
4. Mengetahui Normalitas NaOH sebenarnya dari hasil titrasi
5. Mengetahui % ALB/FFA minyak kemiri

III. DASAR TEORI

A. Ekstraksi
Ekstraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan yang berasal
dari suatu padatan atau cairan dengan menggunakan bantuan pelarut.
Pemisahan terjadi atas dasar kelarutan yang berbeda dari komponen-
komponen yang dipisahkan terhadap dua pelarut yang tidak saling
bercampur. Ekstraksi soxhlet adalah ekstraksi antara padat cair yang
digunakan untuk memisahkan analit yang terdapat pada padatan yang
menggunakan pelarut organik.
Ekstraksi padat-cair jika substansi yang diekstraksi terdapat di
dalam campurannya yang berbentuk padat. Proses ini paling banyak
ditemui di dalam usaha untuk mengisolasi suatu substansi yang
terkandung di dalam suatu bahan alam. Oleh karena itu, hanya proses
ektraksi ini yang akan dibahas dalam bab ini. Sifat – sifat bahan alam
tersebut merupakan faktor yang berperan sangat penting terhadap
sempurnanya atau mudahnya ekstraksi tersebut berlangsung.
Soxhletasi merupakan ekstraksi padat – cair yang berkesinambungan.
Ekstraksi ini biasanya dilakukan dengan suatu alat yang dinamakan
Soxhlet.
Sokletasi adalah suatu metode / proses pemisahan suatu
komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara penyaringan
berulang ulang dengan menggunakan pelarut tertentu, sehingga semua
komponen yang diinginkan akan terisolasi. Pengambilan suatu senyawa
organik dari suatu bahan alam padat disebut ekstraksi. Jika senyawa
organik yang terdapat dalam bahan padat tersebut dalam jumlah kecil,
maka teknik isolasi yang digunakan tidak dapat secara maserasi,
melainkan dengan teknik lain dimana pelarut yang digunakan harus
selalu dalam keadaan panas sehingga diharapkan dapat mengisolasi
senyawa organik itu lebih efesien. Isolasi semacam itu disebut sokletasi.
Ditemukan oleh Franz Ritter von Soxhlet, seorang ahli kimia dari
Jerman. Pada ekstraktor Soxhlet, pelarut dipanaskan dalam labu didih
sehingga menghasilkan uap. Uap tersebut kemudian masuk ke kondensor
melalui pipa kecil dan keluar dalam fasa cair. Kemudian pelarut masuk
ke dalam selongsong berisi padatan. Pelarut akan membasahi padatan
dan tertahan di dalam selongsong sampai tinggi pelarut dalam pipa sifon
sama dengan tinggi pelarut di selongsong. Kemudian pelarut seluruhnya
akan menggejorok masuk kembali ke dalam labu didih dan begitu
seterusnya. Peristiwa ini disebut dengan efek sifon.

B. Distilasi
Distilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan
titik didih atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran
homogen. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap
penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap
menjadi cair atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan
destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin.
Proses distilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang
memiliki titik didih lebih rendah akan menguap. Uap tersebut bergerak
menuju kondenser yaitu pendingin, proses pendinginan terjadi karena
kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar kondensor), sehingga
uap yang dihasilkan akan kembali cair. Proses ini berjalan terus menerus
dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa yang ada
dalam campuran homogen tersebut.

C. Refluks
Metode Refluks merupakan metode ektraksi cara panas
(membutuhkan pemanasan pada prosesnya), secara umum pengertian
refluks sendiri adalah ekstraksi dengan pelarut pada temperatur titik
didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah pelarut yang ralatif konstan
dengan adanya pendingin balik. Ekstraksi dengan cara ini pada dasarnya
adalah ekstraksi berkesinambungan.
Prinsip dari metode refluks adalah pelarut volatil yang digunakan
akan menguap pada suhu tinggi, namun akan didinginkan dengan
kondensor sehingga pelarut yang tadinya dalam bentuk uap akan
mengembun pada kondensor dan turun lagi ke dalam wadah reaksi
sehingga pelarut akan tetap ada selama reaksi berlangsung.

D. Densitas
Massa jenis/densitas adalah suatu besaran kerapatan massa benda
yang dinyatakn dalam berat benda per satuan volume benda tersebut.
Besaran massa jenis dapat membantu menerangkan mengapa benda yang
berkuran sama memiliki berat yang berbeda. Benda yang lebih besar
belum tentu lebih berat daripada benda yang lebih kecil. Rumus
menghittung massa jenis :

massa
𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 =
volume

Specific Grafity (SG) merupakan perbandingan densitas suatu


fluida terhadap fluida standar (reference). Di dalam proses pengolahan
migas, istilah ini banyak dijumpai terutama berkaitan dengan analis
karakteristik atau spesifikasi feed dan produk. SG suatu fluida dinyatakan
dalam angka dengan 4 digit di belakang koma dan tidak bersatuan.
densitas zat
𝑆𝐺 =
𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑧𝑎𝑡 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟𝑑

E. FFA ( Free Fatty Acid )


Asam lemak bebas berasal dari proses hidrolisa minyak ataupun
dari kesalahan proses pengolahan. Kadar asam lemak yang tinggi berarti
kualitas minyak tersebut semakin rendah. Penentuan kadar asam lemak
bebas dalam minyak ini bertujuan untuk menentukan kualitas minyak.
Penentuan kadar asam lemak bebas ini berdassarkan pada jenis asam
lemak apa yang paling dominan dalam sampel minyak atau lemak yang
digunakan. Penentuan asam lemak dapat dipergunakan untuk
mengetahui kualitas dari minyak atau lemak, hal ini dikarenakan
bilangan asam dapat dipergunakan untuk mengukur dan mengetahui
jumlah asam lemak bebas dalam suatu bahan atau sample.
Refluks dialakukan untuk mempercepat reaksi dengan jalan
pemanasan tetapi tidak akan mengurangi jumlah zat yang ada. Dimana
pada umumnya reaksi – reaksi senyawa organik adalah “ lambat” maka
campuran reaksi perlu dipanaskan tetapi biasanya pemanasan akan
menyebabkan penguapan baik perekasi maupun hasil reaksi. Karena itu
agar campuran tersebut reaksinya dapat cepat, dengan jalan pemanasan
tetap jumlahnya tetap reaksinya dilakukan secara refluks.
F. Kemiri
Kemiri (aleuritas moluccana)adalah tumbuhan yang bijinya
dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah –rempah. Kemiri
terutama ditanam untuk bijinya, yang setelah diolah sering digunakan
dalam masakan Indonesia. Kemiri memiliki kesamaan dalam rasa dan
tekstur dengan macadamiayang juga memeiliki kandungan minyak yang
hampir sama. Inti biji kemiri mengandung 60 –66% minyak.
Kemiri adalah salah satu jenis kacang-kacangan. Kemiri sering
disamakan dengan candle nut. Kemiri berkulit keras dan biasanya
dimanfaatkan dagingnya. Kemiri bertekstur keras tetapi tetap mudah
dihancurkan. Kemiri merupakan salah satu jenis bumbu utama masakan.
Kemiri banyak digunakan untuk masakan Asia, masakan lokal, hingga
masakan barat. Kemiri memiliki rasa yang manis. Kemiri berwarna putih
dengan cangkang keras berwarna coklat kehitaman. Kemiri juga
merupakan biji-bijian yang dapat dibelah dua. Kemiri berbentuk bulat
dan biasanya dijual dalam bentuk kupasan. Kemiri dipasarkan dalam
bentuk kiloan atau sudah dipak dalam plastik. Kemiri memiliki banyak
manfaat yang baik untuk tubuh. Kemiri sudah menjadi komoditi utama
di Indonesia dan banyak dihasilkan di berbagai daerah di nusantara.
Minyak kemiri terutama megandung asam oleostearat. Minyak
yang lekas mengering ini biasa digunakan untuk mengawetkan kayu,
sebagai pernis atau cat, melapisi kertas agar anti air. Bahan sabun, bahan
campuran isolasi, pengganti karet dan lain –lain.
Tabel 1.1 Sifat kimia dan fisika minyak kemiri menurut.

No. Parameter Persyaratan


1. FFA (%) 0,10-1,50
2. Bilangan iodine (g 12/100 g sampel) 136-167
3. Bilangan penyabunan (mg KOH/g sampel) 184-202

4. Warna Normal
5. Densitas (g/cm3) 0,9240-0,9290
6. Indeks bias 1,4730-14790

Tabel 2. Komposisi Kimia Minyak Kemiri


No. Komponen Kadar (%)

1. Asam palmitat 55 %

2. Asam stearate 6,7 %

3. Asam linoleat 48,5 %

4. Asam linolenat 28, 5 %

5. Asam oleat 105 %

G. n-Heksana
n-Heksana adalah sebuah senyawa hidrokarbon alkana dengan
rumus kimia C6H14 (isomer utama n-heksana memiliki rumus
CH3(CH2)4CH3). Awalan heks- merujuk pada enam karbon atom yang
terdapat pada heksana dan akhiran -ana berasal dari alkana, yang
merujuk pada ikatan tunggal yang menghubungkan atom-atom karbon
tersebut. Seluruh isomer heksana amat tidak reaktif, dan sering
digunakan sebagai pelarut organik yang inert. Heksana juga umum
terdapat pada bensin dan lem sepatu, kulit dan tekstil. Dalam keadaan
standar senyawa ini merupakan cairan tak berwarna yang tidak larut
dalam air.
 Sifat Fisika dan Kimia n-Heksana CH3(CH2)4CH3
Tabel 3.1
Karakteristik Syarat
Bobot molekul 86,2 gram/ml
Warna Tak berwarna
Wujud Cair
Titik lebur -95°C
Titik didih 69°C (pada 1 atm)
Densitas 0,6603 gr/ml pada 20°C

H. Etanol
Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut,
atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah
terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat
psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan
termometer modern. Etanol adalah salah satu obat rekreasi yang paling
tua. Etanol termasuk ke dalam alkohol rantai tunggal, dengan rumus
kimia C2H5OH dan rumus empiris C2H6O. Ia merupakan isomer
konstitusional dari dimetil eter. Etanol sering disingkat menjadi EtOH,
dengan "Et" merupakan singkatan dari gugus etil (C2H5).

I. Natrium hidoksida(NaOH)
Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik
atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium
hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium oksida dilarutkan dalam
air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika
dilarutkan ke dalam air.
Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia
dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia
bersifat lembap cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari
udara bebas. NaOH juga sangat larut dalam air dan akan melepaskan
panas ketika dilarutkan. Ia juga larut dalam etanol dan metanol,
walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada
kelarutan KOH. Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar
lainnya. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning
pada kain dan kertas (Anonimn, 2012g). Densitas NaOH adalah 2,1
g/cm2 , massa molarnya 39,99971 g/mol.

J. Asam Oksalat
Adalah senyawa kimia yang memiliki rumus H2C2O4 dengan nama
sistematis asam etanadioat. Asam dikarboksilat paling sederhana ini
biasa digambarkan dengan rumus HOOC-COOH. Kelarutan asam
oksalat pada suhu 15,6 ⁰C dan etil eter pada suhu 25 ⁰C adalah 23,7
gram / 100 gram solvent dan 1,5 gr/ 100 gram solvent.
Asam oksalat adalah zat padat , halus, putih, larut baik dalam air.
Asam oksalat merupakan asam dikarboksilat yang mempunyai berat
molekul rendah, berwujud padat serta berbentuk kristal. Asam oksalat
akan mengurai menjadi asam formait dan karbondioksida.
Asam oksalat adalah asam divalent dan pada titrasinya selalu
sampai terbentuk garam normalnya. Berat ekivalen asam oksalat adalah
63. Pada percobaan kali ini larutan yang digunakan sebagai larutan baku
primer adalah H2C2O4. 2H2O (asam oksalat). Asam oksalat adalah zat
padat , halus, putih, larut baik dalam air. Asam oksalat adalah asam
divalent dan pada titrasinya selalu sampai terbentuk garam normalnya.
Berat ekivalen asam oksalat adalah 63. Larutan baku sekunder adalah
larutan baku yang konsentrasinya harus ditentukan dengan cara titrasi
terhadap larutan baku primer. Reaksi kimia asam oksalat dan natrium
hidroksida adalah sebagai berikut :
H2C2O4. 2H2O + 2NaOH −> Na2C2O4 + 2H2O
Tabel 7 Sifat fisika dan kimia Asam Oksalat
Karakteristik Syarat

Berat Molekul 90,04 gr/mol

Titik Didih 149-160 °C

Kelarutan dalam air 100 g/L

Ph 1,3

IV. ALAT dan BAHAN


[Link] dan bahan ekstraksi
a. Soxlet
b. Kondensor bola
c. Labu alas bulat
d. Sepasang selang
e. Statif dengan klem
f. Kompor
g. Penangas
h. Aerator dengan selang
i. Thermometer
j. Botol semprot
k. Kawat kasa
l. Mortar dan alu
m. Gelas ukur
n. Neraca digital
o. Timba
p. Aluminium foil
q. Kemiri 40 gram
r. N-heksana
s. Kertas saring
t. Air
u. Tissue
v. Tali

[Link] dan bahan distilasi


a. Kompor
b. Kawat kasa
c. Penangas
d. Statif dengan klem
e. Selang
f. Aerator dengan selang
g. Timba
h. Labu alas bulat
i. Thermometer
j. Erlenmeyer
k. Adaptor U dan L
l. Kondensor
m. Sumbat karet
n. Botol semprot
o. Aluminium foil
p. Ekstrak kemiri + pelarut

[Link] dan bahan untuk mengukur massa jenis


a. Piknometer
b. Neraca digital
c. Oven
d. Minyak kemiri

[Link] dan bahan standarisasi NaOH


a. Gelas kimia
b. Labu takar
c. Spatula
d. Neraca digital
e. Buret
f. Erlenmeyer
g. Corong kaca
h. Statif dengan klem
i. Pipet tetes
j. Aquades
k. Serbuk NaOH
l. Serbuk H2C2O4.2H2O

[Link] dan bahan penentuan % FFA


a. Buret
b. Corong kaca
c. Erlenmeyer
d. Timba
e. Pipet tetes
f. Aerator dengan selang
g. Kompor
h. Statif dengan klem
i. Kondensor bola
j. Kawat kasa
k. Labu alas bulat
l. Thermometer
m. Penangas
n. Minyak kemiri
o. Etanol
p. NaOH
q. Asam oksalat
r. Indikator PP
s. Aquades
V. CARA KERJA
A. Estraksi Kemiri

KEMIRI

Ditimbang biji kemiri 40 gram yang sudah halus,


lalu bungkus dengan kertas saring dan tali dengan
benang wol.
Disiapkan alat ekstraksi soxhlet, kemiri yang telah
dibungkus tadi masukkan kedalam tabung soxhlet.
Dimasukka n-heksana ke dalam labu alas bulat
sebanyak 140ml.
Dinyalakan pemanas sampai suhu 70-80 °C. Jika
titik didih mencapai 80 °C suhu diturunkan.
Ditunggu hingga pelarut membasahi sampel.
Dilakukan ekstraksi selama dua jam atau sampai
terjadi beberapa sirkulasi.
Dihentikan pemanasan setelah dua jam, bungkusan
bahan padat diambil dan dikeringkan di oven.
Dilakukan destilasi ekstrak minyak kemiri yang
diperoleh.

EKSTRAK KEMIRI + PELARUT


B. Distilasi

EKSTRAK KEMIRI + PELARUT

Disiapkan dan pasang alat destilasi.


Diukur volume hasil ekstraksi kemiri dan
masukkan kedalam labu alas bulat.
Didestilasi dengan suhu 70-80 °C. Jika titik didih
mencapai 80 °C suhu diturunkan.
Dihentikan destilasi saat pelarut tidak menetes lagi.
Dipanaskan hasil destilasi dengan cara diuapkan
dioven pada suhu 80 °C untuk menghilang pelarut
yang tersisa.
Diukur volume hasil destilasi dan tentukan
kandungan lemak yang terbentuk.
Diukur densitas minyak kemiri

MINYAK KEMIRI
C. Densitas

MINYAK KEMIRI

− Di timbang massa piknometer kosong


− Di masukkan minyak hasil ekstraksi ke dalam
piknometer
− Di timbang massa piknometer beserta isinya
− Di masukkan ke dalam oven selama ± 1 jam pada
suhu ± 75oC
− Di timbang kembali massa pignometer beserta
minyak
− Di catat massa
− Di hitung massa jenis minyak kemiri

Massa Jenis

D. Pembuatan larutan NaOH

NaOH 0,1 N

Disiapkan alat dan bahan.


Dihitung massa NaOH 0,1N.
Ditimbang NaOH 0,4 gram dan larutkan dalam
gelas kimia dengan aquades sedikit demi sedikit.
Dimasukkan larutkan NaOH ke dalam labu takar
100ml.
Ditambahkan aquades sampai tanda batas.

LARUTAN NaOH
E. Pembuatan larutan H2C2O4.H2O

H2C2O4.H2O

Disiapkan alat dan bahan.


Dihitung H2C2O4 0,1N.
Ditimbang H2C2O4 0,63 gram dan larutkan dalam
gelas kimia dengan aquades sedikit demi sedikit.
Dimasukkan larutkan H2C2O4 ke dalam labu takar
100ml.
Ditambahkan aquades sampai tanda batas.

LARUTAN H2C2O4.H2O

F. Standarisasi NaOH

LARUTAN H2C2O4.H2O

Diambil 10ml larutan H2C2O4 0,1N, masukkan


kedalam erlenmeyer dan tambahkan 2 tetes
indikator PP (warna awal bening).
Dilakukan titrasi sampai larutan berubah warna
menjadi merah muda dan tidak akan hilang selama
30 detik.
Dicatat volume NaOH.
Dilakukan standarisasi sebanyak 3x.
Dihitung normalitas larutan standart

VOLUME DANNORMALITAS NaOH


G. Uji kadar %FFA

MINYAK KEMIRI

Ditimbang 5 gram minyak kemiri


Ditambahkan 50 ml etanol
Dilakukan refluks ± 5 menit setelah dilakukan
refluk, diamkan sampai hangat-hangat kuku
Ditambahkan indikator pp
Dititrasi dangan NaOH
Dicatat volume NaOH
Dihitung kadar FFA dalam minyak kemiri

% FFA
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2013. Asam Lemak


Bebas. [Link] Diakses pada
tanggal 4 Februari 2018 pukul 13.30 WIB.
Anonim1,[Link] Kimia Biji Kemiri.(Aleurites moluccana).
Error! Hyperlink reference not valid..org/wiki/1997/07/30/kemiri.
Diakses pada tanggal 4 Februari 2018 pukul 13.34 WIB.
Anonim 2,1997. Nama Lain Kemiri (Aleurites moluccana).
[Link] org/wiki/1997/07/30/kemiri. Diakses pada
tanggal 4 Februari 2018 pukul 13.35 WIB
Anonim 3,2005. Ekstraksi [Link]://[Link]/wiki/soxhlet
extractor. Diakses pada tanggal 4 Februari 2018 pukul 13.38
WIB
Anonim 4,2005. [Link]://[Link]/wiki/etanol. Diakses pada
tanggal 4 Februari 2018 pukul 13.40 WIB.
Arlene, Ariestya. 2013. Ekstraksi Kemiri Dengan Metode Soxhlet Dan
Karakterisasi Minyak Kemiri, Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 2,
No. 2, hal. 6-10.
Fauziah. 2011. Laporan Praktikum Analisis Asam Lemak. [Link]
[Link]/2014/12/laporan-praktikum-analisa-asam-
[Link]. Diakses pada tanggal 4 Februari 2018 pukul 13.32
WIB.

Anda mungkin juga menyukai