0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan9 halaman

Lalat Rumah: Musca domestica dan Penyakit

Dokumen tersebut membahas tentang lalat rumah (Musca domestica) yang merupakan salah satu serangga yang paling berperan dalam masalah kesehatan masyarakat sebagai vektor penularan penyakit. Lalat rumah memiliki siklus hidup melalui tahapan telur, larva, pupa, dan dewasa. Lalat membawa berbagai bakteri penyakit dan dapat menyebarkan penyakit seperti disentri, diare, typhoid, dan kol

Diunggah oleh

diya ayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan9 halaman

Lalat Rumah: Musca domestica dan Penyakit

Dokumen tersebut membahas tentang lalat rumah (Musca domestica) yang merupakan salah satu serangga yang paling berperan dalam masalah kesehatan masyarakat sebagai vektor penularan penyakit. Lalat rumah memiliki siklus hidup melalui tahapan telur, larva, pupa, dan dewasa. Lalat membawa berbagai bakteri penyakit dan dapat menyebarkan penyakit seperti disentri, diare, typhoid, dan kol

Diunggah oleh

diya ayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LALAT RUMAH (Musca domestica)

PENDAHULUAN
Insecta (serangga) merupakan anggota dari filum Arthropoda yang memiliki jumlah
spesies terbanyak. Insecta bisa ditemukan di berbagai habitat baik di darat maupun di laut. Ada
banyak jenis hewan yang masuk ke dalam kelas ini, salah satunya adalah lalat.
Lalat merupakan salah satu serangga yang termasuk ke dalam ordo Diptera. Beberapa
spesies lalat merupakan spesies yang paling berperan dalam masalah kesehatan masyarakat,
yaitu sebagai vektor penularan penyakit. Salah satu contoh lalat yang sering kita temukan adalah
lalat rumah (Musca domestica). Lalat ini tersebar merata di berbagai daerah. Kebiasaan lalat ini
adalah berpindah-pindah tempat dari tempat-tempat yang kotor seperti tempat pembuangan
sampah, bangkai, bahkan kotoran.

KLASIFIKASI
Klasifikasi lalat rumah adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Diptera
Famili : Muscidae
Genus : Musca
Spesiess : Musca domestica
Lalat masuk ke dalam ordo Diptera yaitu memiliki dua pasang sayap (Di- = dua dan –
ptera = sayap). Mata biasanya berukuran besar. Antena memiliki jumlah segmen yang bervariasi
dari 3 – 40 buah. Metamorfosis sempurna dengan larva yang tidak berkaki.
Ordo ini memiliki tipe alat mulut untuk mengunyah dan menghisap atau menjilat dan
menghisap membentuk alat mulut yang sepeti belalai disebut probosis. Probosis ini dapat ditarik
ke dalam atau dijulurkan sesuai dengan keperluan hewan tersebut. Sesuai dengan namanya,
hewan dari ordo ini mempunyai 2 pasang sayap depan, sedangkan sayap belakang berubah
bentuknya menjadi suatu bulatan kecil yang disebut haltere. Haltere ini digunakan sebagai alat
keseimbangan dan alat untuk mengetahui keadaan angin.
Keterangan:
A. Tarsus
B. Antena
C. Torax
D. Mata
E. Sayap

Gambar 1. Morfologi Tubuh Lalat Rumah (Musca domestica)

Lalat rumah berukuran sedang, panjangnya 6-7,5 mm, berwarna hitam keabu-abuan
dengan empat garis memanjang pada bagian punggung. Mata lalat betina mempunyai celah lebih
lebar dibandingkan lalat jantan. Antenanya terdiri atas 3 ruas, ruas terakhir paling besar,
berbentuk silinder dan memiliki bulu pada bagian atas dan bawah Bagian mulut atau probosis
lalat seperti paruh yang menjulur digunakan untuk menusuk dan menghisap makanan berupa
cairan atau sedikit lembek. Bagian ujung probosis terdiri atas sepasang labella berbentuk oval
yang dilengkapi dengan saluran halus disebut pseudotrakhea tempat cairan makanan diserap.
Sayapnya mempunyai empat garis (strep) yang melengkung ke arah kosta/rangka sayap
mendekati garis ketiga. Garis (strep) pada sayap merupakan ciri pada lalat rumah dan merupakan
pembeda dengan musca jenis lainnya. Pada ketiga pasang kaki lalat ini ujungnya mempunyai
sepasang kuku dan sepasang bantalan disebut pulvilus yang berisi kelenjar rambut. Pulvilus
tersebut memungkinkan lalat menempel atau mengambil kotoran pada permukaan halus kotoran
ketika hinggap di sampah dan tempat kotor lainnya.

SIKLUS HIDUP
Gambar 2. Siklus Hidup Lalat Rumah (Musca domestica)
Dalam kehidupan lalat dikenal ada 4 (empat) tahapan yaitu mulai dari telur, larva, pupa
dan dewasa.
1. Fase Telur
Telur lalat berwarna putih dengan ukuran lebih kurang 1 mm panjangnya. Setiap kali
bertelurakan menghasilkan 120–130 telur dan menetas dalam waktu 8–16jam. Pada suhu
rendah telur ini tidakakan menetas (dibawah 12–13ºC).
2. Fase Larva
Tingkat I: telur yang baru menetas disebut instar I, berukuran panjang 2 mm,
berwarna putih, tidak bermata dan berkaki, sangat aktif dan ganas terhadap makanan, setelah
1 – 4 hari melepas kulit dan keluar menjadi instar II.
Tingkat II: ukuran besarnya dua kali dari instar I, setelah satu sampai beberapa hari
maka kulit akan mengelupas dan keluar instar III.
Tingkat III: larva berukuran 12 mm atau lebih, tingkat ini memerlukan waktu 3
sampai 9 hari. Larva mencari tempat dengan temperatur yang disenangi, dengan berpindah-
pindah tempat.
3. Fase Pupa atau Kepompong
Jaringan tubuh larva berubah menjadi jaringan tubuh dewasa. Stadium ini
berlangsung 3 sampai 9 hari, setelah stadium ini selesai maka melalui celah lingkaran bagian
anterior akan keluar lalat muda.
4. Lalat Dewasa
Proses pematangan menjadi lalat dewassa kurang lebih dari 15 jam dan setelah itu
siap mengadakan perkawinan. Umur lalat dewasa dapat mencapai 2 – 4 minggu .
Siklus hidup dari telur hingga menjadi lalat dewasa 6-20 hari Lalat dewasa
panjangnya lebih kurang ¼ inci, dan mempunyai 4 garis yang agak gelap hitam
dipunggungnya. Beberapa hari kemudian sudah siap untuk berproduksi, pada kondisi
normal lalat dewasa betina dapat bertelur sampai 5 (lima) kali. Umur lalat pada umumnya
sekitar 2- 3 minggu, tetapi pada kondisi yang lebih sejuk biasa sampai 3 (tiga) bulan. Lalat
tidak kuat terbang menantang arah angin, tetapi sebaliknya lalat akan terbang jauh mencapai 1
kilometer.

KEBIASAAN DAN CARA HIDUP


Lalatrumah merupakan pemakan makanan yang berbau busuk biasa dia memakan bahan
berbentuk cairan seperti: sirup, susu, buah-buahan dan sayuran yang basah dan membusuk,
sputum, kotoran, air dia juga mencemari makanan pada kulit / tubuh yang basah seperti mulut,
lubang hidung, mata pada luka serta pada daging kemudian lalat hinggap pada keju, gula, dan
makanan lain lalat memakan makanan kering dengan bantuan dia mengeluarkan air liurnya
yang mengandung penyakit kemudian dihisapnya kembali makanan tadihingga lalatsudah
dikenal sejak lama sebagai pembawa penyakit.
Lalat membawa bakteri pada tubuh dan kaki-kakinya, sewaktu lalat menikmati makanan
ia akan mencemari makanan melalui cairan yang dikeluarkan oleh makanan yang dicerna dan
masuk kembali kedalam permukaan makanan. Bila lalat terlampau banyak maka lalat dapat
membuang kotoran diatas makanan, sehingga makanan menjadi tercemar oleh telur atau larva
lalat.
Tempat yang disenangi lalat untuk perindukan atau berkembang biak adalah tempat yang
basah, pada benda-benda organik, tinja, sampah basah, kotoran binatang, dan tumbuh-tumbuhan
busuk. Sedangkan lalat akan beristirahat pada lantai, dinding, langit-langit, jemuran pakaian,
rumput-rumput, kawat listrik, serta lalat menyukai tempat-tempat dengan tepi yang tajam dan
permukaannya vertikal. Biasanya tempat beristirahatnya terletak berdekatan dengan tempat
makanannya atau tempat berbiaknya dan biasanya yang terlindung dari angin. Tempat istirahat
tersebut biasanya tidak lebih dari 4,5 meter di atas permukaan tanah.(Anonim, 2008).

BAKTERI YANG TERDAPAT PADA LALAT RUMAH


Mengutip dari hasil sebuah penelitianyang telah dilakukan terhadap jenis-jenis lalat
(Diptera) yang terdapat diTempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) kota Padang, didapatkan
dua jenis lalat yaitu Musca domesticadan Chrysomyamegacephala yang berasal dari dua famili
yaitu Muscidae dan Calliphoridae. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil sebagai berikut.

Tabel1. Jenis-jenis bakteri pada permukaan luar tubuh lalat [Link] dan C. megacephala
No Jenis Bakteri C. Megacephala M. domestia L.
1 Enterobacter aerogenes + +
2 Eschericia coli + +
3 Proteus sp. + +
4 Bacillussp. + +
5 Serratia marcescens + +
Keterangan:
+ = Ada
- = Tidak ada

PENYEBARAN PENYAKIT
1. Pola distribusi
Musca domestika adalah lalat yang tersebasar secara cosmo politan dan bersifat
sinantropik yang artinya lalat yang mempunya ketergantungan tinggi dengan manusia
karena zat-zat makanan yang dibutuhkan lalat sebagian besar ada pada makanan manusia.
2. Ketahanan hidup
Lalat dewasa hidup 2-4 minggu pada musim panas dan dapat bertahan lebih lama pada
musim dingin mencapai 3 bulan. Mereka paling aktif pada suhu 32,5 oC dan akan mati pada
suhu 45 oC. pada stadium telur tidak tahan pada suhu dibawah 5 oC dan diatas 40oC. dan
pada larva suhu dpat bertahan pada suhu -2oC larva dapat bertahan beberapa hari dan di
bawah 10oC tidak dapat berkembang menjadi pupa.
3. Dampak terhadap kesehetan
Beberapa penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat rumah antara lain:
 Desentri, penyebaran bibit penyakit yang dibawa oleh lalat rumah yang berasal dari
sampah, kotoran manusia / hewan terutama melalui bulu-bulu badannya, kaki dan bagian
tubuh yang lain dari lalat dan bila lalat hinggap kemakanan manusia maka kotoran
tersebut akan mencemari makanan yang akan dimakan oleh manusia, akhirnya timbul
gejala pada manusia yaitu sakit pada bagian perut, lemas karena terlambat peredaran
darah dan pada kotoran terdapat mucus dan push.
 Diare, cara penyebarannya sama dengan desentri dengan gejala sakit pada bagian perut,
lemas dan pecernaan terganggu.
 Typhoid, cara penyebaran sama dengan desentri, gangguan pada usus, sakit pada perut,
sakit kepala, berak darah dan demam tinggi.
 Cholera penyebarannya sama dengan desentri dengan gejala muntah - muntah, demam,
dehidrasi.

CARA PENULARAN PENYAKIT BERSUMBER DARI LALAT


Tinja orang
sakit /
carrier. Atau
kotoran
hewan

Termakan,
orang Dihinggapi
menjadi lalat
sakit

Lalat
Agen
hinggap di
menempel
makanan/
di lalat
minuman

Gambar 3. Cara Penularan Lalat Rumah (Musca domestica).

KESIMPULAN
Lalat rumah masuk ke dalam ordo diptera, yaitu yang memeiliki dua sayap. Sepasang
sayap depan dan sayap belakang yang berubah bentuknya menjadi suatu bulatan kecil yang
disebut haltere.
Lalat rumah berukuran sedang, panjangnya 6-7,5 mm, berwarna hitam keabu-abuan
dengan empat garis memanjang pada bagian punggung. Memiliki sepasang mata, sepasang
antena, dan tiga pasang kaki. Lalat rumah memiliki bulu pada bagian atas dan bawah. Sayapnya
mempunyai empat garis (strep) yang melengkung ke arah kosta/rangka sayap mendekati garis
ketiga. Garis ini menjadi ciri pada lalat rumah dan merupakan pembeda dengan musca jenis
lainnya.
Siklus hidup pada lalat rumah (Musca domestica) ada 4 fase, yaitu: telur, larva, pupa, dan
dewasa. Metamorfosis yang dilakukan oleh lalat adalah metamorfosis sempurna.
Lalatrumah menyukai makanan yang berbaubusu dan biasa memakan makanan yang
berbentuk cairan. Tempat yang disenangi lalat untuk perindukan atau berkembang biak adalah
tempat yang basah, pada benda-benda organik, tinja, sampah basah, kotoran binatang, dan
tumbuh-tumbuhan busuk. Bakteri yang terdapat pada per mukaan luar tubuh lalat M. Domestica
antara lain jenis bakteri Enterobacteriaceae yaitu Enterobacter aerogenes, Escherichiacoli,
Proteus sp. Dan Serratiamarcescens serta satu jenis bakteri basil dari genus Bacillus sp.
Keajaiban yang terdapat pada sayap lalat adalah pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan
pada sayap yang lain terdapat obat (penawarnya). Hal ini disebabkan karena lalat hinggap di
tempat yang penuh kotoran dan terkadang lalat memakannya, sehingga pada tubuh lalat
membentuk antibodi.
DAFTAR PUSTAKA
Dinata, Arda. 2011. Namaku Lalat.
[Link]
diakses tanggal 21 Desember 2013 pukul 13.00.

Departemen Kesehatan. Tanpa Tahun. Pengendalian Lalat.


[Link] diakses tanggal 13
Desember 2013 pukul 12.16.

Rachdie, Abu Salma M. 2013. Mukjizat Hadits Lalat.


[Link] diakses
tanggal 13 Desember 2013 pukul 10.48.

Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktek). Bandung: Alfabeta.

Sa’adah, Sumiyati. 2013. Zoologi Invertebrata. Bandung: Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati.

Suraini. 2011. Jenis-jenis Lalat (Diptera) dan Bakteri Enterobacteriaceae yang terdapat di
Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Kota Padang. [Link]
content/uploads/2011/09/JENIS-JENIS-LALAT-DIPTERA-DAN-BAKTERI-
ENTEROBACTERIACEAE-YANG-TERDAPAT-DI-TEMPAT-PEMBUANGAN-
[Link] diakses tanggal 13 Desember 2013 pukul
12.16.

Anda mungkin juga menyukai