KEPUTUSAN DIREKTUR
NOMOR : 002 /RSSA/AKR-PPI/I/2019
TENTANG
KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PELAYANAN KAMAR JENAZAH
DI RUMAH SAKIT
DIREKTUR RUMAH SAKIT SURYA ASIH PRINGSEWU
MENIMBANG : 1. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan
dan keselamatan pasien di Rumah Sakit Surya asih
diperlukan kebijakan Kamar jenazah.
2. Bahwa Kamar jenazah merupakan salah satu upaya
mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI)
di Rumah Sakit Surya asih.
3. Bahwa berdasarkan pertimbangan yang dimaksud
dalam 1 dan 2 di atas perlu ditetapkan dengan
keputusan Rumah Sakit Surya asih.
MENGINGAT : 1. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang
kesehatan.
2. Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang
Rumah Sakit.
3. Kepmenkes RI Nomor 270/Menkes/SK/III/2007
Tentang pedoman managerial Rumah Sakit dan fasilitas
kesehatan lainnya.
4. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian infeksi di
Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,
Depkes RI, 2011.
5. Kebijakan Menteri Kesehatan RI Nomor 1204/
Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan
lingkungan di Rumah Sakit.
6. Undang - undang No.8 Tahun 1999 tentang
Perlindungan Konsumen
7. Peraturan Direktur RS No 009/RSSA/AKR-
KPS/IX/2016 Tentang Kebijakan Pelayanan Medis Di
Rumah Sakit.
8. Keputusan Direktur Rumah Sakit Surya Asih
Pringsewu Nomor 25 Tahun 2016 tentang Kebijakan
Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : KEBIJAKAN PROSEDUR DAN PELAYANAN
KAMAR JENAZAH DI RUMAH SAKIT SURYA ASIH
SEBAGAI BERIKUT:
Kesatu : Sehubungan dengan adanya pembangunan gedung baru
rumah sakit Surya Asih Pringsewu maka untuk pelayanan
pemulasaran jenazah sementara di tiadakan
Kedua : Tidak adanya pelayanan pemulasaran jenazah berlaku
sampai pembangunan gedung baru selesai.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Bila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini,
akan ditinjau kembali sesuai dengan perundangan yang ada
dan kemampuan Rumah Sakit Surya asih.
Ditetapkan di : Pringsewu
Pada tanggal : 22 Januari 2018
DIREKTUR RUMAH SAKIT
dr. Hetti Frawati BR. Simamora
NIK : 01.43052013
Lampiran : Keputusan Direktur
Nomor : 002/AKR-PPI/RSSA/XII/2017
Tanggal : 22 Januari 2018
KEBIJAKAN PELAYANAN KAMAR JENAZAH
Kebijakan umum
1. Perawatan jenazah di kamar jenazah:
Petugas kamar jenazah harus melakukan Kewaspadaan Standar : melakukan
kebersihan tangan yang benar dan menggunakan APD yang sesuai dengan
risiko pajanan sekret / cairan tubuh pasien.
Pemulasaraan jenazah secara higienis (membersihkan badan, merapikan
rambut, mendandani, memotong kuku dan mencukur) harus dilakukan dengan
menerapkan Kewaspadaan Standar.
Setelah selesai perawatan jenazah tempat dan ruangan wajib dilakukan
dekontaminasi.
2. Pembersihan dan disinfeksi kamar jenazah sesuai dengan ketentuan panduan
Pengelolaan Kamar Jenazah.
3. Penatalaksanaan limbah dan linen kamar jenazah sesuai dengan ketentuan
panduan Pengelolaan Kamar Jenazah.
4. Pelayanan Kamar jenazah adalah perawatan Pasien / non pasien setelah
dinyatakan meninggal.
5. Perawatan jenazah dilakukan sebagai bentuk penghormatan terahkir dan
menyiapkan jenazah untuk diperlihatkan kepada keluarga.
6. Perawatan jenazah dimulai setelah dokter menyatakan kematian pasien
Kebijakan khusus
1. Semua pasien yang dinyatakan meninggal segera dibawa ke kamar jenazah oleh
petugas kamar jenazah didampingi oleh perawat dan keluarga
2. Pemulasaran jenazah dilakasanakan jika mendapat persetujuan dari pihak
keluarga
7. Jika keluarga menolak pemulasaran jenazah, maka petuga ruang jenazah
mencatat kematian ke ruang perawatan.
8. Pemulasaraan jenazah berpenyakit menular harus dilakukan sesegera mungkin
tidak melebihi batas waktu 2 jam.
9. Jenazah non infeksius dibawa pulang 2 jam setelah dinyatakan meninggal.
10. Proses pemindahan harus sesuai dengan prinsip-prinsip Kewaspadaan Standar.
11. Aspek budaya dan agama harus diperhatikan. Keluarga pasien yang ingin melihat
jenazah setelah dipindahkan dari ruang perawatan juga harus menerapkan
Kewaspadaan Standar.
12. Pemindahan Jenazah dilakukan dengan kereta dorong tertutup dan dibawa
menuju kamar jenazah.
13. Setiap tindakan yang akan dilakukan di kamar jenazah harus mendapat ijin dari
keluarga dengan mengisi formulir yang telah disediakan sebagai bentuk
persetujuan tindakan.
14. Pengiriman jenazah menuju rumah duka dilakukan setelah semua administrasi
dilunasi.
15. Penanganan jenazah terlantar wajib atas persetujuan direktur secara tertulis
16. Petugas kamar jenazah hanya menjaga saat berada di kamar jenazah
17. Seluruh Petugas Kamar Jenazah Wajib Menggunakan APD (alat pelindung diri).
18. Apabila keluarga menginginkan jenazah langsung dibawa maka keluarga
membuat pernyataan penolakan menunggu selama 2 jam.
ALUR JENAZAH
1. Bila pasien dinyatakan meninggal oleh dokter, perawat menghubungi petugas
kamar jenazah.
2. Petugas kamar jenazah menjemput jenazah di ruangan.
3. Perawat dan petugas kamar jenazah membawa jenazah menuju ruang jenazah
menggunakan brangkar jenazah dengan mempertimbangkan prinsip kewaspadaan
isolasi dan hak pasien.
4. Petugas kamar jenazah melakukan pencatatan registrasi pasien kamar jenazah.
5. Petugas kamar jenazah melakukan pemulasaran jenazah apabila disetujui oleh
keluarga.
6. Setelah 2 jam dari pasien dinyatakan meninggal, petugas mengisi formulir
penyerahan jenazah.
7. Apabila administrasi sudah diselesaikan jenazah dibawa menggunakan ambulance
jenazah ke rumah duka
DIREKTUR
RUMAH SAKIT SURYA ASIH
dr. Hetti Frawati BR. Simamora
NIK : 01.43052013