0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan29 halaman

Laporan Praktek Kerja Industri 2019

Laporan ini memberikan ringkasan singkat tentang Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang dilaksanakan oleh siswa SMK Negeri 3 Gorontalo di CV. ART WORK. Ringkasan tersebut adalah: (1) Laporan ini disusun untuk memenuhi syarat Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional, (2) Prakerin dilaksanakan selama 1 bulan di CV. ART WORK, dan (3) Laporan ini berisi uraian mengenai tujuan, pelaksanaan, dan pen

Diunggah oleh

setiawan koniyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan29 halaman

Laporan Praktek Kerja Industri 2019

Laporan ini memberikan ringkasan singkat tentang Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang dilaksanakan oleh siswa SMK Negeri 3 Gorontalo di CV. ART WORK. Ringkasan tersebut adalah: (1) Laporan ini disusun untuk memenuhi syarat Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional, (2) Prakerin dilaksanakan selama 1 bulan di CV. ART WORK, dan (3) Laporan ini berisi uraian mengenai tujuan, pelaksanaan, dan pen

Diunggah oleh

setiawan koniyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

Disusun guna melengkapi dan memenuhi syarat


Dalam menempuh Ujian Akhir Sekolah (UAS)
Dan Ujian Akhir Nasional (UAN)
Tahun Pelajaran 2018/2019

Disusun oleh :

Nama : mohamad wahyudi


Kelas : XI TGB-1
N.I.S :
Program Keahlian : Teknik Gambar Bangunan

SMK NEGERI 3 GORONTALO


HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING BENGKEL

Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini telah disetujui oleh pembimbing dan
pimpinan institusi.

Hari/Tanggal : ___________________________________________________
Di : ___________________________________________________

.............., ....................... 2019

Mengetahui,
Pimpinan Institusi MENGETAHUI

MOHAMAD WAHYUDI

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. ii


HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING SEKOLAH

Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini telah disetujui oleh Pembimbing Praktek
Kerja Industri guna memenuhi tugas dan syarat dalam menempuh Ujian Praktek Kerja
Industri (PRAKERIN) Tahun Pelajaran 2018/2019 pada:

Hari : _____________________________________________________
Tanggal : _____________________________________________________

.............., ....................... 2019

Mengetahui,
Ketua Program Keahlian Pembimbing

SAIFUL OTOLUWA FADH HANSEM


NIP. -
NIP.

Kepala sekolah

Ismail humulungo
NIP.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. iii


HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

A. MOTTO
1. Kalau bisa sukses di usia muda, kenapa mesti nunggu tua? (Billy Boen)
2. Semua hal di dunia ini memang tidak ada yang mudah, tapi juga tidak ada yang tidak
mungkin. Semua tergantung kita, mau atau tidak. (Sigit Pramana Putra)
3. Jangan pernah malu untuk mendapatkan apa yang kamu mau. (Ronald Frank)
4. Kaya dan miskin itu sama saja, yang unggul yang bersyukur. (Ifan Andri Prastya)
5. Orang sukses adalah orang yang biasa-biasa saja, tapi yang memiliki ketetapan,
keuletan dan ketangguhan hati yang luar biasa. (Sigit Pramana Putra)

B. PERSEMBAHAN
1. Kedua orang tua penulis, yang telah memfasilitasi, memberi semangat serta
dukungan yang tak terhingga.
2. Bapak Ismail humulungo selaku Kepala SMK Negeri 3 gorontalo
3. Bapak fadh hansem, ST selaku pembimbing.
4. Bapak/Ibu Guru, Staff dan Karyawan SMK Negeri 3 gorontalo
5. Bapak Sigit Pramana Putra, ST selaku Direktur & Prinsipal Arsitek CV. ART
WORK beserta seluruh jajaran yang telah menerima penulis untuk melaksanakan
Praktek Kerja Industri.
6. Para pembimbing lokasi, teknisi dan karyawan yang sehari-harinya telah
memberikan segenap ilmunya kepada penulis.
7. Segenap handai taulan yang tidak mampu penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu, memotivasi, memudahkan penulis dalam melaksanakan Praktek Kerja
Industri serta menyusun laporan ini.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. iv


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pertama-tama, penulis panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dan dapat menyusun laporan ini.

Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi tugas dan melengkapi syarat-syarat untuk
menempuh UAS/UAN SMK Negeri 3 GORONTALO Tahun Pelajaran 2018/2019
berdasarkan hasil Praktek Kerja Industri yang telah dilaksanakan oleh penulis.

Dan dalam penyusunan laporan ini, penulis juga didukung oleh berbagai pihak. Untuk
itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Kedua orang tua penulis, yang telah memfasilitasi, memberi semangat serta
dukungan yang tak terhingga.
2. Bapak Drs. Riyanto selaku Kepala SMK Negeri 2 Wonogiri.
3. Bapak Heri Mulyanto, ST selaku pembimbing.
4. Bapak/Ibu Guru, Staff dan Karyawan SMK Negeri 2 Wonogiri.
5. Bapak Sigit Pramana Putra, ST selaku Direktur & Prinsipal Arsitek Junge
Architekt Studio beserta seluruh jajaran yang telah menerima penulis untuk
melaksanakan Praktek Kerja Industri.
6. Para pembimbing lokasi, teknisi dan karyawan yang sehari-harinya telah
memberikan segenap ilmunya kepada penulis.
7. Segenap handai taulan yang tidak mampu penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu, memotivasi, memudahkan penulis dalam melaksanakan Praktek Kerja
Industri serta menyusun laporan ini.

Dengan segala kerendahan hati, penulis menerima kritik dan saran dari berbagai pihak
yang dapat membangun kemampuan penulis dalam proses pembelajaran selanjutnya.
Semoga laporan ini bermanfaat bagi yang memerlukannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

gorntalo,…juni 2019
Penulis

Mohamad wahyudi
NIS.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. v


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................................ i


HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING BENGKEL ............................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING SEKOLAH ............................................ iii
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................................................. iv
KATA PENGANTAR ...................................................................................................... v
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ viii
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................................... ix

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Tujuan Prakerin ....................................................................................... 1
1.2. Tujuan Penulisan Laporan Hasil Prakerin ............................................... 1

BAB II URAIAN UMUM


2.1. Sejarah Berdirinya Bengkel/Institusi ....................................................... 2
2.2. Denah Lokasi Bengkel/Institusi .............................................................. 3
2.3. Stuktur Organisasi ................................................................................... 3
2.4. Disiplin Kerja .......................................................................................... 4
2.5. Pemeliharaan Alat dan Tempat Kerja ...................................................... 4
2.6. Keselamatan Kerja dan Lingkungan Kerja .............................................. 4

BAB III URAIAN KHUSUS


3.1. Judul Pekerjaan ........................................................................................ 5
3.2. Landasan Teori ........................................................................................ 5
3.3. Kompetensi yang Dicapai ........................................................................ 8
3.4. Permasalahan yang Dihadapi .................................................................. 8
3.5. Pemecahan Permasalahan ........................................................................ 8
3.6. Persiapan Alat, Bahan dan Keselamatan Kerja ....................................... 9
3.7. Uraian Langkah Kerja dan Gambar Kerja .............................................. 10

BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan ............................................................................................ 19
4.2. Saran ...................................................................................................... 19

LITERATURE (KEPUSTAKAAN) .................................................................................. 20

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. vi


LAMPIRAN ....................................................................................................................... 21

Lampiran 1 Pengalaman dan Saran-saran


Lampiran 2 Biodata Siswa
Lampiran 3 Tata Tertib Prakerin
Lampiran 4 Program Kegiatan
Lampiran 5 Agenda Harian
Lampiran 6 Daftar Nilai Institusi
Lampiran 7 Pengamatan Fotocopy Surat Keterangan / Sertifikat Bengkel
Lampiran 8 Dokumentasi Foto
Lampiran 9 Lembar Konsultasi Penulisan Laporan

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. vii


DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Denah Lokasi ............................................................................................... 3


Gambar 2.2. Struktur Organisasi ...................................................................................... 3
Gambar 3.1. Google SketchUp ......................................................................................... 6
Gambar 3.2. Plug-in V-Ray .............................................................................................. 6
Gambar 3.3. Adobe Photoshop ......................................................................................... 7
Gambar 3.4. Bahan Kerja Autocad 2D ........................................................................... 10
Gambar 3.5. Import File ke Google SketchUp ............................................................... 11
Gambar 3.6. Membuat Denah di Google SketchUp ....................................................... 11
Gambar 3.7. Modeling Menggunakan Google SketchUp ............................................... 12
Gambar 3.8. Menambahkan Perabot Eksterior Rumah .................................................. 12
Gambar 3.9. Memberi Material Menggunakan Plug-in V-Ray ...................................... 13
Gambar 3.1.1. Melengkapi Material dan Mengatur View ................................................. 13
Gambar 3.1.2. Rendering Menggunakan Plug-in V-Ray ................................................... 14
Gambar 3.1.3. Setting Environment Pada Plug-in V-Ray ................................................. 14
Gambar 3.1.4. Setting Global Switches Pada Plug-in V-Ray ............................................ 15
Gambar 3.1.5. Setting System Pada Plug-in V-Ray .......................................................... 15
Gambar 3.1.6. Setting Camera Pada Plug-in V-Ray .......................................................... 16
Gambar 3.1.7. Finishing Menggunakan Adobe Photoshop ............................................... 17
Gambar 3.1.8. Menambah Layer Pada Photoshop ............................................................. 17
Gambar 3.1.9. Hasil Akhir Desain Visualisasi 3D ............................................................ 18

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. viii


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Pengalaman dan Saran-saran


Lampiran 2 Biodata Siswa
Lampiran 3 Tata Tertib Prakerin
Lampiran 4 Program Kegiatan
Lampiran 5 Agenda Harian
Lampiran 6 Daftar Nilai Institusi
Lampiran 7 Pengamatan Fotocopy Surat Keterangan / Sertifikat Bengkel
Lampiran 8 Dokumentasi Foto
Lampiran 9 Lembar Konsultasi Penulisan Laporan

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. ix


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Tujuan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)


a. Membekali siswa dengan pengalamannya dalam dunia kerja industri sebagai
persiapan untuk menyesuaikan diri dengan dunia usaha industri dan masyarakat.
b. Membuka cakrawala berpikir siswa dan lebih mendekatkan dirinya dengan
lapangan profesional kelak.
c. Memantapkan disiplin dan tanggung jawab siswa dalam melaksanakan tugas.
d. Memantapkan ketrampilan siswa yang diperoleh dari latihan praktek di sekolah.
e. Mendorong siswa untuk berjiwa wirausaha dan bekerja.
f. Memperluas cakrawala siswa terhadap jenis-jenis kerja di bidang yang
bersangkutan (tempat praktek) dengan segala persyaratan.
g. Memperoleh masukan (timbal balik) dan dunia kerja industri untuk memantapkan
dan mengembangkan program pendidikan.

1.2. Tujuan Penulisan Laporan Hasil PRAKERIN


a. Siswa dapat menjelaskan data-data keadaan bengkel atau lapangan tempat praktek.
b. Siswa dapat menjelaskan tugas di industri sesuai dengan kualitas (mutu) yang
memenuhi persyaratan dari industri tersebut.
c. Siswa dapat membuat laporan Praktek Kerja Industri yang berisikan hal-hal yang
berhubungan dengan tujuan khusus tersebut di atas dan memenuhi tata cara
penulisan yang berlaku.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 1


BAB II
URAIAN UMUM

2.1. Sejarah Berdirinya Bengkel/Institusi


Junge Architekt Studio adalah studio perencanaan dan perancangan arsitektur yang
didirikan secara bersama oleh tim sejak tahun 2011. Dalam bahasa Jerman, junge berarti
“muda” dan architekt berarti “arsitek”. Jadi, Junge Architekt adalah “arsitek muda”.
Junge Architekt Studio menerima konsultasi desain arsitektur dengan cakupan
residential/rumah hunian, maket visual, dan 3D visual.
Berangkat dari semangat, yang dirasakan saat ini dengan tujuan untuk mengembangkan
arsitektur yang ada di Indonesia, dengan memaksimalkan potensi dari karakter arsitektur
Indonesia yang bisa berbicara universal di dunia serta mempunyai dampak positif terhadap
lingkungan sekitar.
Di mulai dengan sekumpulan pemuda yang dinamis dan memiliki tekat untuk maju dan
berkembang dalam dunia usaha khususnya konstruksi, properti dan pariwisata dengan
melihat perkembangan ekonomi dan peningkatan pembangunan di Indonesia, khususnya
Daerah Istimewa Yogyakarta yang sangat memungkinkan untuk berkembang menuju kota
Modern tetapi tetap berpegangan pada adat dan etika yang dipegang teguh oleh masyarakat.
Adapun maksud dan tujuan studio ini adalah menjalankan usaha dalam bidang
pembangunan dan konstruksi baik sebagai pemborong bangunan/kontraktor maupun sebagai
pemborong bangunan rumah-rumah (real estate), perencanaan, pelaksanaan, maupun
pembuatan gedung-gedung serta pengembangan pariwisata.
Dengan demikian kami berusaha untuk menjalankan visi dan misi yang jelas dan
komitmen untuk berkembang dan maju bersama dengan mengutamakan kualitas dan
kepuasan pelanggan.
Sedangkan dalam usaha meningkatkan pelayanan untuk memenuhi kepuasan
pelanggan secara berkesinambungan, perusahaan akan dilakukan upaya-upaya peningkatan
pemahaman dan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, yang merupakan
peningkatan dari ISO 9001:2004.
Sesuai dengan tujuan Perusahaan, diharapkan peningkatan kinerja akan dapat dicapai,
sehingga sebagai salah satu perusahaan berkembang akan dapat memberikan kontribusi
terhadap pendapatan baik daerah maupun negara dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 2


2.2. Denah Lokasi Bengkel/Institusi

Gambar 2.1. Denah Lokasi

2.3. Struktur Organisasi

Gambar 2.2. Struktur Organisasi

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 3


2.4. Disiplin Kerja
Dalam Junge Architekt Studio, disiplin kerja harus sesuai dengan peraturan yang
berlaku, antara lain:

2.4.1. Pengabsenan
a. Setiap karyawan yang masuk kerja diwajibkan melakukan pengabsenan dengan
memberikan laporan pekerjaan pada petugas piket.
b. Setiap karyawan yang meninggalkan bengkel atau ada keperluan untuk keluar,
maka diwajibkan melapor kepada pengawas bengkel.
c. Setiap karyawan yang tidak masuk kerja diwajibkan membuat surat izin atau
meminta izin untuk tidak masuk kerja.

2.4.2. Jam Kerja


a. Hari Senin-Kamis & Sabtu : Pukul 08.00-17.00 WIB
b. Hari Jum’at : Pukul 08.00-17.00 WIB
c. Istirahat, Sholat, Makan : Pukul 12.00-13.00 WIB
d. Lembur : pukul 18.00-22.00 wib

2.5. Pemeliharaan Alat dan Tempat Kerja


a. Membersihkan tempat kerja sebelum memulai kerja.
b. Mengatur dan merapikan kembali tempat kerja setelah bekerja.
c. Mengembalikan peralatan ke tempat semula setelah digunakan.
d. Menjalankan peralatan sesuai dengan pengoperasian yang baik dan benar.
e. Membuang sampah pada tempatnya.

2.6. Keselamatan Kerja dan Lingkungan Kerja


a. Setiap karyawan wajib berdoa dalam memulai dan mengakhiri pekerjaan.
b. Saat melakukan pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak
terjadi kecelakaan kerja.
c. Saat melakukan pekerjaan juga harus dengan prosedur yang benar agar tidak
merusak alat dan bahan yang digunakan untuk bekerja.
d. Saat melakukan pekerjaan pikiran harus tenang dan kondisi tubuh dalam keadaan
sehat agar tidak terjadi hal yang diinginkan.
e. Sampah harus dibuang pada tempat yang disediakan.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 4


BAB III
URAIAN KHUSUS

3.1. Judul Pekerjaan


Saat pelaksanaan kerja praktek di CV. ART WORK , praktikan ditempatkan dalam
pengawasan pembuatan polsek latihan spn batudaa milik yang berlokasi di Kota gorontalo
Penulis ditugaskan untuk merancang gambar tiga dimensi dengan menggunakan
aplikasi Google SketchUp, plug-in V-Ray dan Adobe Photoshop.
Sementara itu, judul pekerjaan yang penulis pilih untuk dibahas dalam laporan ini
adalah pengawasan pembangunan polsek latihan spn batudaa dan pegawasan pembagunan
pondasi pagar spn batudaa

3.2. Landasan Teori


3.2.1. Desain
Desain berasal dari kata “designo” (Italia) yang secara gramatikal berarti gambar dan
bermakna. Menurut Dudy Wiyancoko “Desain adalah segala hal yang berhubungan dengan
pembuatan konsep, analisis data, project planning, drawing/rendering, cost calculation,
prototyping, frame testing, dan test riding” (Wirawan, Sidik, 2014).

3.2.2. Visual
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Visual berarti dapat dilihat dengan indra
penglihatan (mata). Menurut Ahmad Nur Silmi “Dalam dunia digital, Visual berarti segala
sesuatu (file digital) yang lebih menekankan indra penglihatan dalam menyampaikan sebuah
informasi, contohnya sebuah gambar” (Wirawan, Sidik, 2014).

3.2.3. Visualisasi Tiga Dimensi (3D)


Desain visual adalah sebuah desain yang lebih menekankan indra penglihatan dalam
menyampaikan sebuah informasi. Desain visual bisa berbentuk 2D dan 3D. Desain visual 3D
adalah sebuah desain yang lebih menekankan indra penglihatan dalam menyampaikan
sebuah informasi yang dibuat dengan metode tiga titik kordinat (Wirawan, Sidik, 2014).

3.2.4. Penggambaran 3D

Penggambaran 3D adalah penggambaran sebuah bentuk dengan metode


penggambaran yang berpatokan pada tiga titik kordinat yaitu sumbu X, sumbu Y dan
sumbu Z. Menurut Ahmad Nur Silmi, “ada tiga tahapan utama dalam pembuatan visual 3D,
yaitu modeling, texturing dan rendering”.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 5


3.2.5. Google SketchUp

Gambar 3.1. Google SketchUp

Menurut Djoko Darmawan (2009), Google SketchUp adalah sebuah program grafis.
Program ini memberikan hasil utama yang berupa gambar sketsa grafik tiga dimensi yang
dimanfaatkan untuk kebutuhan presentasi bangunan arsitektural. (Rahman, Aulia, 2014).

3.2.6. Plug-in V-Ray

Gambar 3.2. Plug-in V-Ray

V-Ray adalah render komersial plug-in untuk komputer 3D aplikasi perangkat lunak
grafis. Hal ini dikembangkan oleh Chaos Group, sebuah perusahaan yang berbasis di
Bulgaria Sofia, Bulgaria, didirikan pada tahun 1997. V-Ray digunakan dalam media, hiburan,
dan industri desain seperti film dan video game produksi, desain industri, desain produk dan
arsitektur (Wikipedia, 2015).

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 6


3.2.7. Adobe Photoshop

Gambar 3.3. Adobe Photoshop

Adobe Photoshop adalah program editing gambar yang dikembangkan dan


diterbitkan oleh Adobe Systems. Produk ini merupakan pemimpin pasar untuk komersial
bitmap dan gambar manipulasi, dan merupakan produk unggulan dari Adobe Systems.
Aplikasi ini telah ditetapkan sebagai “sebuah standar industri untuk grafik profesional”
(Nadya, Syariefah, 2014).

3.2.8. Modeling
Modeling adalah proses pembuatan bentuk sebuah objek, hal ini adalah bagian yang
paling mendasar dalam pembuatan visual 3D karena dalam tahap modeling bentuk dari
sebuah objek ditentukan (Wirawan, Sidik, 2014).

3.2.9. Texturing
Texturing adalah proses pembuatan tekstur dan pemberian warna pada sebuah model
agar menyerupai suatu objek yangakan ditampilkan. Dalam proses texturing harus
memperhatikan hal-hal yang membuat objek terlihat sebagaimana mestinya, karena texturing
akan memanipulasi bentuk objek dalam software 3D untuk mendapatkan hasil seperti yang
diinginkan (Wirawan, Sidik, 2014).

3.2.10. Rendering
Rendering adalah proses akhir dari pemodelan ataupun animasi komputer. Dalam
rendering, semua data-data yang sudah dimasukkan dalam proses modeling, animasi,
texturing, pencahayaan dengan parameter tertentu akan diterjemahkan dalam sebuah bentuk
output (tampilan akhir pada model dan animasi) (Wirawan, Sidik, 2014).

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 7


3.3. Kompetensi yang Dicapai
a. Praktikan dapat mengembangkan kemampuan untuk membuat desain arsitektur
yang memuaskan baik dari segi estetika dan teknis, dan yang bertujuan untuk
menjaga kelestarian lingkungan.
b. Praktikan dapat memiliki pengetahuan memadai tentang sejarah dan teori-teori
arsitektur serta seni, teknologi, dan ilmu humaniora yang terkait.
c. Praktikan dapat mengembangkan pengetahuan memadai tentang desain urban,
perencanaan, dan keterampilan yang terlibat dalam proses perencanaan arsitektur.
d. Praktikan dapat memiliki pemahaman tentang hubungan antara manusia dan
bangunan serta antara bangunan dan lingkungan, dan kebutuhan untuk
menghubungkan bangunan dengan ruang-ruang di antara mereka demi kebutuhan
manusia.
e. Praktikan dapat menggali pemahaman tentang profesi arsitektur dan peran 3D
visualizer dalam masyarakat.
f. Praktikan dapat mengoperasikan program aplikasi untuk menunjang profesi
sebagai 3D visualizer, meliputi aplikasi Google SketchUp, plug-in V-Ray dan
Adobe Photoshop.

3.4. Permasalahan yang Dihadapi


a. Proses render cukup lama karena material yang digunakan berkapasitas besar.
b. Listrik padam karena adanya pemadaman bergilir dari pihak PLN.
c. Keterbatasan pengetahuan praktikan saat mengoperasikan perintah-perintah asing
di aplikasi yang tersedia.
d. Pekerjaan cukup banyak dan hampir semuanya mendekati deadline.
e. Praktikan tidak fokus bekerja karena sering bermain gadget dan social media.

3.5. Pemecahan Permasalahan


a. Menggunakan material yang sederhana dan berkapasitas kecil, sedangkan untuk
finishing bisa dimanipulasi dengan menggunakan Adobe Photoshop.
b. Mengaktifkan fitur simpan otomatis (automatic save) setiap 5-10 menit supaya
hasil kerja tetap aman sekalipun listrik padam.
c. Mencari referensi di internet lewat YouTube dengan menggunakan akses Wi-Fi
yang tersedia. Jika tidak ada, bisa langsung tanya ke pembimbing bengkel.
d. Menerapkan sistem kerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan agar dapat
selesai sesuai dengan deadline yang telah disepakati bersama dengan klien.
e. Semua gadget/smartphone dimatikan saat sedang bekerja. Situs-situs social media
seperti Facebook dan Twitter diblokir saat jam kerja.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 8


3.6. Persiapan Alat, Bahan dan Keselamatan Kerja
3.6.1. Persiapan Alat Kerja
Dalam melakukan persiapan alat kerja, praktikan harus memperhatikan beberapa
faktor agar dapat melakukan pekerjaan dengan optimal. Faktor-faktor teknis dalam
menyelesaikan pekerjaan visualisasi 3D antara lain:

a. Spesifikasi Hardware Komputer


 Mainboard dengan Chipset Intel, VIA, nVidia, atau lainnya yang mendukung
processor generasi 686 ke atas.
 Processor minimal setara Pentium IV 1.8 GHz, baik Intel, AMD, Cyrix, Transmeta
32 bit atau 64 bit.
 Memory minimal 512 MB baik DDR I, DDR II atau DDR III.
 Harddisk space sisa minimal 1 GB.
 Kartu grafis (graphic card) minimal memory 128 MB dengan chipset Intel, nVidia,
Gforce, ATI.
 Power supply 350 Watt standar.
 Kartu Ethernet 10/100 Mbps.
 Switch/Hub 10/100 Mbps.

b. Spesifikasi Software Komputer


 Sistem Operasi minimal Microsoft Windows 7 32 bit.
 Autocad minimal versi 2007.
 Google SketchUp minimal versi 8.
 Plug-in V-Ray minimal versi 2.
 Adobe Photoshop minimal versi CS3.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 9


3.6.2. Persiapan Bahan Kerja

Gambar 3.4. Bahan Kerja Autocad 2D

Denah rumah tinggal minimalis type 80/150 dari owner atas nama Sigit Pamungkas
yang berdomisili di Kota Yogyakarta. Bahan kerja berupa denah dikirim dalam bentuk file
Autocad Drawing (.dwg).
File tersebut digunakan sebagai bahan kerja yang akan di-import ke dalam program
Google SketchUp. Bahan kerja yang telah dikirim adalah denah rumah type 80/150. Denah
rumah ini dibuat dalam bentuk 2D.
Di dalam program Google SketchUp, bahan kerja 2D akan dibuat menjadi 3D.
Kemudian didesain sedemikian rupa hingga berbentuk bangunan arsitektur 3D, lengkap
dengan bahan material yang digunakan.

3.6.3. Persiapan Keselamatan Kerja


a. Praktikan mengenakan seragam kerja sesuai dengan aturan yang ada.
b. Praktikan mengecek seluruh ruangan dan memastikan bahwa tidak ada indikasi
akan terjadi korsleting listrik.
c. Praktikan memastikan tidak ada kabel listrik baik itu dari komputer ataupun alat
elektronik lainnya yang acak-acakan, semua harus rapi.
d. Praktikan memastikan seluruh alat kerja diaktifkan dan dinonaktifkan sesuai
dengan prosedur yang baik & benar.
e. Praktikan dilarang melakukan aktivitas yang memicu terjadinya korsleting
listrik, misalnya menggunakan satu stop kontak untuk banyak cabang.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 10


3.7. Uraian Langkah Kerja dan Gambar Kerja
3.7.1. Importing

Gambar 3.5. Import File ke Google SketchUp

Tahap importing dilakukan setelah tahap preparing selesai. Dalam tahap importing,
caranya tinggal meng-import denah yang berbentuk file .dwg ke dalam aplikasi Google
SketchUp. Setelah di-import, langkah selanjutnya adalah membuat section denah.

Gambar 3.6. Membuat Denah di Google SketchUp

Denah dibuat sesuai dengan garis denah dari file Autocad .dwg 2D yang sudah di-
import tadi. Supaya pekerjaan lebih cepat, tarik garis hanya sisi luar dinding saja, karena
dinding dalam tidak terlihat saat di-render.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 11


3.7.2. Modeling

Gambar 3.7. Modeling Menggunakan Google SketchUp

Gambar 3.8. Menambahkan Perabot Eksterior Rumah

Tahap modeling dilakukan sesuai dengan denah hasil importing. Dalam tahap ini,
tugasnya adalah membuat bentuk-bentuk dasar bangunan seperti dinding, kusen, kaca, atap,
taman, carport, pagar dan jalan.
Selain itu, juga bisa menambahkan model pendukung seperti mobil dan pohon dengan
memanfaatkan fitur 3D warehouse. Masukkan semua eleman yang ingin ditampilkan dalam
gambar 3D semaksimal mungkin agar hasilnya juga terlihat bagus.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 12


3.7.3. Texturing
Setelah selesai membuat model dasar bangunan, tahap selanjutnya adalah pemberian
material atau texturing. Kemudian melakukan setting pada menu “Material Option” lewat
plug-in V-Ray.
Selanjutnya adalah melakukan pemberian material pada objek dinding, kusen, kaca,
atap, taman, carport dan aspal. Sedangkan untuk model pendukung seperti mobil & pohon
tidak perlu diatur lagi karena sudah ada materialnya.

Gambar 3.9. Memberi Material Menggunakan Plug-in V-Ray

Gambar 3.1.1. Melengkapi Material dan Mengatur View

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 13


3.7.4. Rendering
Setelah model dibuat dan diberikan tekstur/material, maka tahap selanjutnya adalah
rendering. Dalam tahap rendering, ada beberapa pengaturan yang dilakukan.
Pengaturan ini disesuaikan dengan tekstur/material yang digunakan untuk
mendapatkan hasil render yang maksimal. Pengaturan utama ada pada menu “Option” dan
“Material Editor” lewat plug-in V-Ray.
Untuk menambah kesan dramatis, bisa ditambahkan fitur cahaya dari plug-in V-Ray
yang disebut IES Light. Bisa ditempatkan di spot-spot yang biasanya ada pencahayaan
lampu, seperti di bawah dag, lampu taman dll.

Gambar 3.1.2. Rendering Menggunakan Plug-in V-Ray

a. Pengaturan Render Siang Hari Pada Plug-in V-Ray

Gambar 3.1.3. Setting Environment Pada Plug-in V-Ray

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 14


Gambar 3.1.4. Setting Global Switches Pada Plug-in V-Ray

Gambar 3.1.5. Setting System Pada Plug-in V-Ray

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 15


Gambar 3.1.6. Setting Camera Pada Plug-in V-Ray

3.7.5. Finishing

Setelah proses render selesai, tahap selanjutnya adalah finishing. Finishing


dilakukan untuk memberi sentuhan terakhir agar gambar yang dihasilkan bisa terlihat
realistis sekaligus dramatis.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 16


Gambar 3.1.7. Finishing Menggunakan Adobe Photoshop

Tahap finishing dilakukan dengan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop. Di tahap


ini, dilakukan pengaturan tambahan pada Brightness/Contrast, Photo Filter, Color Balance,
Hue/Saturation dan Level.
Bisa juga ditambahkan aksen tambahan seperti orang, efek alur kendaraan di tengah-
tengah jalan dan background langit biru. Semua aspek diatur sedemikian rupa agar terlihat
realistis, dramatis dan juga menarik.

Gambar 3.1.8. Menambah Layer Pada Photoshop

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 17


Setelah semua selesai ditambahkan, langkah terakhir adalah dengan menyimpan hasil
finishing dalam format JPEG dengan kualitas maksimum. Dan, berikut adalah hasil akhir
dari proses visualisasi 3D mulai dari preparing, importing hingga finishing:

Gambar 3.1.9. Hasil Akhir Desain Visualisasi 3D

Gambar di atas merupakan hasil akhir dari langkah-langkah yang sudah dibahas di
bab 3 ini. Gambar ini disebut dengan visualisasi 3D. Fungsinya adalah untuk memberi
gambaran secara kasat mata tentang rumah yang akan dibangun apabila sudah jadi.
Jadi, seperti itulah langkah kerja untuk membuat desain visualisasi 3D dengan
menggunakan tiga aplikasi, yaitu Google SketchUp, Plug-in V-Ray, dan Adobe Photoshop.
Penulis sendiri membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk menyelesaikan gambar di atas.
Rinciannya, 1 jam untuk modeling, 1 jam untuk texturing dan 1 jam untuk rendering
& finishing. Dengan catatan, penulis menggunakan CPU Core i7 yang pada saat rendering
terbilang cepat, cukup 5-10 menit saja.
Gambar di atas sudah siap untuk dikomersilkan. Dalam dunia industri real estate,
pihak owner biasanya memanfaatkan gambar visualisasi 3D untuk presentasi kepada calon
investor. Selain itu, juga bisa dimanfaatkan untuk dipasang pada brosur penawaran.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 18


BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Dari beberapa pembahasan di atas mengenai pembuatan desain visual 3D didapat
kesimpulan sebagai berikut:
a. Pembuatan desain visual dengan strategi random search lebih tepat dilakukan
apabila tidak ada kepastian dalam setiap tahapannya.
b. Metode berpikir dalam pembuatan desail visual dapat menggunakan metode
intuitif apabila tidak ada ketentuan pada hasil akhir.
c. Proses modeling memerlukan waktu yang paling lama karena tidak ada blueprint
dalam pembuatan desain visual.

4.2. Saran
4.2.1. Kepada CV. ART WORK
a. Penulis berharap agar pihak CV. ART WORK dapat memperbanyak proyek di
Indonesia, dimulai dari Kota GORONTALO yang mengedepankan visi
membangun bumi lebih hijau dengan proyek arsitektur bioklimatik untuk
meminimalisir pemanasan global.
b. Penulis berharap agar pihak Junge Architekt Studio dapat menerima adik-adik
SMK Negeri 3 gorontalo di tahun-tahun berikutnya untuk melaksanakan Praktek
Kerja Industri (PRAKERIN).

4.2.2. Kepada Pihak SMK Negeri 3 gorontalo


a. Penulis berharap agar siswa Jurusan Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 3
gorontalo mendapat ekstrakurikuler tambahan / mentoring yang mengarah pada
bimbingan rutin tentang cara membuat visualisasi 3D yang baik sesuai dengan
kebutuhan dunia industri.
b. Penulis berharap agar SMK Negeri 3 gorontalo dapat menerapkan standarisasi
nilai UN pada saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun-tahun
berikutnya. Semisal dengan menetapkan minimal nilai UN 32,00. Ini
dimaksudkan agar seluruh siswa yang mendaftar adalah siswa yang memiliki
kompetensi dalam hal akademik. Jadi, jangan mengutamakan kuantitas, tetapi
kualitas. Percuma murid banyak tetapi kemampuan akademik sangat kurang.
c. Penulis berharap agar SMK Negeri 3 gorontalo mengganti nama “Teknik
Gambar Bangunan” dengan nama baru yakni “Teknik Arsitektur” untuk
menambah minat siswa yang memiliki passion (mimpi) di bidang arsitektur.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 19


Gambar pembangunan polsek latihan, pembangunan pondasi pagar, mc 0 fasum mako
ditlantas, pembangunan gedung CAT polda gorontalo, pembangunan rumdin/pamen polda
gorontalo.

Kertas ini dibiayai oleh dana BOSS 2015. 20

Anda mungkin juga menyukai