BAB III
KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
3.1 Kerangka konsep
Kerangka konsep adalah model pendahuluan dari sebuah masalah
penelitian, dan merupakan refleksi dari hubungan variabel-variabel yang
diteliti. (I Ketut swarjana, 2012).
Faktor kecemasan :
Etiologi stroke stroke 1. Lingkungan
2. Emosi yang
Thrombosis ditekan.
Embolisme 3. Sebab–
serebral Manifestasi klinis stroke : sebab fisik
Iskemia 1) Kelumpuhan dan 4. psikologi
(penurunan kelemahan.
aliran darah ke 2) Penurunan
otak). penglihatan.
3) Deficit kognitif dan Tingkat kecemasan
Hemoragi
serebral bahasa (komunitas).
1. Tidak ada
4) Pelo/ disartia.
5) Inkontinensia alvi dan 2. Ringan
uri.
3. Sedang
4. Berat
Penatalaksanaan pada Kecemasan
kecemasan, antara lain: 5. Sangat
berat(panik)
1) Terapi psikofarmaka
2) Psikoterapi Fungsi Terapi Relaksasi Otot Progresif
3)
Terapi Relaksasi
1. Menurunkan ketegangan otot, kecemasan, nyeri
Otot progresif leher dan punggung, tekanan darah tinggi,
frekuensi jantung, laju metabolic.
2. Mengurangi disritmia jantung, kebutuhan
oksigen;
3. Meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi
ketika klien sadar dan tidak memfokuskan
Penurunan perhatian serta relaks;
kecemasan 4. Meningkatkan rasa kebugaran, konsentrasi;
5. Memperbaiki kemampuan untuk mengatasi
stress
6. Mengatasi insomnia, depresi, kelelahan,
iritabilitas, spasme otot, fobia ringan, gagap
ringan, dan
7. Membangun emosi positif dari emosi negative.
1) Menggunakan obat-
obatan dari herbal
Keterangan :
= di teliti
= tidak diteliti
= penghubung
Bagan 3.1 : Kerangka Konseptual penelitian pengaruh terapi relaksasi otot
progresif terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien post stroke
diholistic nursing therapy didringu kabupaten probolinggo
Berdasarkan Bagan 3.1 dapat dijelaskan bahwa stroke disebabkan
oleh beberapa hal diantaranya Thrombosis, Embolisme serebral, Iskemia
(penurunan aliran darah ke otak),Hemoragi serebral Tanda gejala yang
muncul diantaranya yaitu :Kelumpuhan dan kelemahan ,Penurunan
penglihata,Deficit kognitif dan bahasa (komunitas),Pelo/
disartia,Inkontinensia alvi dan urin. Dan ada beberapa Faktor kecemasan
diantaranya :Lingkungan ,Emosi yang ditekan,Sebab – sebab fisik dan
psikologi. Terdapat beberapa penatalaksanaan dalam menurunkan
kecemasan dengan dilakukannya terapi Relaksasi otot progresif(alim, 2009)
Relaksasi otot progresif merupakan tehnik relaksi otot dalam yang
tidak memerlukan imajinasi, ketekunan atau [Link] keyakinan
bahwa tubuh manusia berespon pada kecemasan dan kejadian yang
merangsang pikiran dengan ketegangan otot. Tekni ini memusatkan pada
suatu aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian
menurunkan tegangan dengan melakukan teknik relaksasi
untukmendapatkan perasaan rilaks. Setelah itu klien dianjurkan
menegangkan otot-otot tertentu dan dianjurkan untuk nafas dalam dan terapi
ini dapat menurunkan kecemasan pada pasien post stroke ( Herodes, 2010).
3.2 Hipotesis
Hipotesis adalah hasil yang diharapkan atau hasil yang diantisipasi
dari sebuah penelitian. Apabila kita mau melakukan penelitian, umumnya kita
memiliki ide tentang outcame dari studi tersebut. Outcame atau jawaban
tersebut didapatkan bisa memalui teori, atau berdasarkan hasil penelitian
sebelumnya. Hipotesis juga didefinisikan sebagai sebuah proposisi yang
menunjukkan hubungan diantara dua atau lebih konsep, atau inkoneksi di
antara konsep. (I Ketut swarjana, 2012) .
Dalam penelitian dikenal adanya alternative hipothesis yang
merupakan hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan atau pengaruh
diantara treatment atau menyatakan adanya hubungan diantara dua variabel
atau lebih. Sebaliknya, null hypothesis adalah hipotesis yang menyatakan
tidak ada hubungan di antara treatmen atau tidak ada perbedaan atau tidak
ada hubungan antara variabel. (I Ketut swarjana, 2012)
Berdasarkan uraian diatas maka hipotesa yang digunakan, yaitu:
H1 : Ada Pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat
kecemasan pasien post stroke diholistic nursing therapy didringu kabupaten
probolinggo.