0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan2 halaman

Pendekatan Pterional dalam Kraniotomi

Pterional approach adalah teknik kraniotomi yang digunakan untuk mengakses bagian otak di depan dan samping. Teknik ini melibatkan pembukaan tulang tengkorak di wilayah pertemuan tulang dahi, pelipis, dan tulang pipi untuk mengakses pembuluh darah otak dan struktur otak di wilayah tersebut, seperti sirkuit Willis, saraf optik, sinus cavernosa, dan wilayah subfrontal.

Diunggah oleh

Rhudy Marseno
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan2 halaman

Pendekatan Pterional dalam Kraniotomi

Pterional approach adalah teknik kraniotomi yang digunakan untuk mengakses bagian otak di depan dan samping. Teknik ini melibatkan pembukaan tulang tengkorak di wilayah pertemuan tulang dahi, pelipis, dan tulang pipi untuk mengakses pembuluh darah otak dan struktur otak di wilayah tersebut, seperti sirkuit Willis, saraf optik, sinus cavernosa, dan wilayah subfrontal.

Diunggah oleh

Rhudy Marseno
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PTERIONAL APPROACH

1. Defenisi
Pterional approach adalah suatu kraniotomi regio frontotemporosfenoid yang
berbasis di pterion.
Pterion adalah bagian dari tulang tengkorak yang dibentuk oleh gabungan
bagian tulang frontal, temporal dan parietal dengan lesser wing tulang sfenoid.

2. Indikasi
Pterional approach digunakan pada operasi dengan indikasi sebagai berikut.
a. Kasus patologi vascular di sirkulus wills
b. Lesi di sekitar nervus optikus, kiasma optikum
c. Lesi di sekitar sinus kavernosa
d. Lesi di sekitar sella dan parasella
e. Lesi di sekitar lamina terminalis
f. Lesi di region subfrontal , frontolateral dan temporal

3. Anatomi
Pterion adalah bagian dari tulang tengkorak yang dibentuk oleh gabungan
bagian tulang frontal, temporal dan parietal dengan lesser wing tulang sfenoid.

4. Tahapan
Tahapan operasi dengan Pterional Approach adalah sebagai berikut.
1. Pasien diposisikan dengan posisi supinasi di atas meja operasi
2. Setelah induksi general anestesi, tempatkan three pin Mayfield. Pin
tunggal ditempatkan di atas prosesus mastoid ipsilateral. Pin ganda
ditempatkan di area frontal kontralateral.
Pin tidak boleh ditempatkan di otot temporal karena tidak stabil dan
rentan terjadi slip
3. Torso dan kedua tungkai pasien difiksasi ke meja operasi.
4. Kepala pasien dielevasi 150 atau ditinggikan di atas dada untuk mefasilitasi
drainase vena ke jantung
5. Hidung pasien dihadapkan tegak lurus dengan langit-langit sebagai 00.
Kemudian kepala pasien dirotasikan sesuai proyeksi lesi.
- 200 – 350 (300) : aneurisma Pcomm, bifurkasio karotis, terminal basiler
- 450 : aneurisma arteri serebri media
- 600 : aneurisma Acomm
6. Kepala diekstensikan, tempatkan prosesus maksilaris atau eminensia malar
dari tulang zigoma sebagai titik tertinggi di atas meja operasi
7. Buat pemetaan garis insisi
8. Infiltasi
Daftar Pustaka

Vishteh. A.G, Marciano. F.F, David. C.A, Baskin. J.J, Spetzler. R.F. Operative
Techniques in Neurosurgery - The Pterional Approach Vol 1 No 1. [Link]
Company 1998: pp 39 – 49

Anda mungkin juga menyukai