SATUAN ACARA PENYULUHAN
PERAWATAN CDL (CATHETER DOUBLE LUMEN)
DI RUANGAN HEMODIALISA RS ISLAM JAKARTA
CEMPAKA PUTIH
OLEH:
KELOMPOK 6
NURBAETI
SYAMRONI
HENDRIKUS ARMAN. P
IRVAN A.P
PELATIHAN DIALISIS PERAWAT ANGKATAN XXI
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok pembahasan : Akses Vaskuler
Sub poko bahasan : Perawatan Cateter Double Lumen dirumah.
Sasaran : Pasien HD dan Keluarga.
Waktu : 30 menit.
Tempat : Ruangan HD RSIJ Cempaka Putih
Metode : Ceramah dan Tanya Jawab
Media : Leaflet
Tujuan :
Tujuan Instruksional Umum :
Setelah dilakukan penyuluhan pasien dan keluarga diharapkan dapat mengetahui
dan memahami bagaimana cara perawatan CDL di rumah.
Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan pasien dan keluarga, diharapkan dapat
menyebutkan:
a) Pengertian Double Lumen
b) Fungsi Double Lumen
c) Tujuan Perawatan Double Lumen
d) Cara Perawatan Double Lumen di rumah.
F. Kegiatan
No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Respon Klien
1. Pembukaan
2. Menyampaikan salam Menjawab salam dan
1. 5 Menit
3. Menyampaikan tujuan Menyimak
4. Membalas salam
1. Menyampaikan materi
a. Pengertian Double
Lumen
b. Fungsi Double Lumen
c. Tujuan Perawatan
Double Lumen
d. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam
perawatan Double
Lumen
2. 10 Menit e. Cara perawatan Double
Lumen di rumah
2. Memberikan penjelasan
3. Memberikan kesempatan
pasien bertanya tentang Menyimak
materi yang disajikan
4. Menjawab pertanyaan dari
pasien
5. Menyimak dan Menyimak
memperhatikan
6. Bertanya
3. 10 Menit Evaluasi selama proses Menjawab secara lisan
1. Penutup
4. 5 menit 2. Kesimpulan Memperhatiakan dan
3. Memberi salam Menjawab salam.
G. Evaluasi
Evaluasi berupa pertanyaan lisan, pasien dan keluarga diharapkan mampu
menyebutkan kembali:
1) Pengertian Double Lumen
2) Fungsi Double Lumen
3) Tujuan Perawatan Double Lumen
4) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan Double Lumen
5) Cara Perawatan Double Lumen di rumah
6) Kapan perlu konsultasi
MATERI PENYULUHAN
A. DEFINISI KATETER DOUBLE LUMEN
Kateter double lumen adalah sebuah alat yang terbuat dari bahan plastic
PVC mempunyai 2 cabang, selang merah (arteri) untuk keluarnya darah
dari tubuh ke mesin dan selang biru (vena) untuk masuknya darah dari
mesin ke tubuh (Allen R. Nissenson,dkk, 2004)
B. FUNGSI
1. Memudahkan dalam melakukan terapi cuci darah
2. Meningkatkan kualitas hidup
3. Meningkatkan kefektifan terapi cuci darah.
C. TUJUAN PERAWATAN KATETER DOUBLE LUMEN
Mencegah terjadinya infeksi, mencegah adanya bekuan darah di selang
kateter double lumen, kateter dapat digunakan dalam waktu tertentu dan
aliran darah menjadi lancar.
D. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
PERAWATAN KATETER DOUBLE LUMEN
1. Kebersihan kateter
2. kondisi kateter yang tidak tertekuk
3. rembesan darah dari sambungan tutup kateter
4. kateter lepas atau berubah posisi
5. tanda – tanda peradangan
6. Hindari olah raga air seperti berenang,menyelam
7. Hindari menggaruk/menarik–narik kateter. kateter harus tertempel pada
kulit
8. Pada saat tidur jaga jangan sampai daerah kateter tertekan
9. Hindari mengangkat benda berat
E. CARA PERAWATAN
1. Jaga kateter dan balutan luka selalu dalam keadaan bersih dan kering
2. Balutan luka tidak perlu diganti setiap hari, tapi harus diganti setiap sesi
dialysis
3. Jika sewaktu- waktu balutan luka kotor / basah, segera pergi ke RS
terdekat untuk mengganti balutan
4. Pastikan kateter terfiksasi dengan benar pada kulit
5. Berikan tekanan pada exitsite kateter jika kateter keluar
6. Perhatikan adanya perdarahan dan segera hubungi staf dialysis / pergi
ke RS terdekat
7. Ketika mencuci rambut, kateter ditutup dengan plastic tahan air dan
pastikan tertempel dengan tepat pada kulit. Sebaiknya cuci rambut
dilakukan sebelum sesi dialysis
F. KAPAN PERLU KONSULTASI KEPADA DOKTER/ PERAWAT
1. Adanya rasa nyeri pada tempat keluarnya kateter /exit site
2. Perdarahan / keluar cairan dari daerah exitsite
3. Suhu tubuh 38 celcius atau lebih
4. Kateter keluar dari tempat penusukan
DAFTAR PUSTAKA
John W. H, David C, Todd E. (2008). Handbook of patient care in vascular
disease. Suyono, S, et al. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi ketiga.
Jakarta: Balai Penerbit FKUI
Lumeta, Nico A. (2001). Penyakit Ginjal (Penyebab, Pengobatan Medik dan
Pencegahannya). Jakarta : EGC
Alam, Syamsir dan Iwan Hadibroto . (2007) . Gagal Ginjal: Informasi
Lengkap untuk Penderita dan Keluarganya. Jakarta : PT Gramedika Pustaka
Utama