100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan10 halaman

Sistem Kendali Penerbangan Pesawat

Makalah ini membahas sistem kendali penerbangan pesawat terbang yang terdiri dari tiga bagian utama yaitu sistem kendali primer, sekunder, dan bantuan. Sistem kendali primer menggunakan permukaan seperti aileron, elevator, dan rudder untuk mengontrol gerakan pesawat. Sistem kendali sekunder menggunakan perangkat seperti flaperon dan airbrake untuk meningkatkan performa lepas landas dan mendarat. Sistem kendali bantuan se

Diunggah oleh

Nieda Thama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan10 halaman

Sistem Kendali Penerbangan Pesawat

Makalah ini membahas sistem kendali penerbangan pesawat terbang yang terdiri dari tiga bagian utama yaitu sistem kendali primer, sekunder, dan bantuan. Sistem kendali primer menggunakan permukaan seperti aileron, elevator, dan rudder untuk mengontrol gerakan pesawat. Sistem kendali sekunder menggunakan perangkat seperti flaperon dan airbrake untuk meningkatkan performa lepas landas dan mendarat. Sistem kendali bantuan se

Diunggah oleh

Nieda Thama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penulisan

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Flight Control System

2.1.1 Primary Flight Control

2.1.2 Secondary Flight Control

2.1.3 Auxiliary Flight Control

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

i
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
berbagai macam nikmat, sehingga atas nikmat-nikmat nya, makalah yang berjudul
“Flight Control System” dapat di selesaikan oleh penulis. Shalawat dan salam
senantiasa tercurah limpahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, yang telah
membawa umat manusia dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang
seperti pada saat ini.

Alhamdulillah, paper yang sederhana ini dapat terselesaikan, tentunya


dalam proses penyusunan nya pun tidak bisa di katakan mudah, karna berhubung
penulis baru pemula dalam membuat paper yang bertemakan kedirgantaraan.
Namun meskipun pemula tapi insha Allah penulis sudah berusaha semaksimal
mungkin, agar study paper ini memiliki pembelajaran yang sangat berati bagi
yang membacanya. Tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen
bidang studi yang memberi arahan dan bimbingannya dan beberapa kerabat yang
telah membantu dan mengarahkankan penulis agar paper ini jadi sesuai dengan
aturan dan waktu yang telah ditetapkan.

Dan yang terakhir, semoga paper ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca
pada umumnya. Dan tentunya setiap manusia tidak luput dari kesalahan, oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak yang
bersifat membangun. Cukup sekian dari penulis, kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jakarta, Juli 2018

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada zaman modern ini, transportasi umum melalui udara yaitu pesawat
terbang sangat pesat perkembangannya. Pesawat terbang merupakan alat
transportasi yang sangat populer dalam melakukan perjalanan jarak menengah
maupun panjang. Pesawat – pesawat komersil tentu bahkan mampu terbang
sekitar 18 jam. Di Indonesia terdapat berbagai macam maskapai penerbangan
yang melayani jasa pengangkutan udara dengan harga yang cukup terjangkau bagi
kalangan masyarakat menengah keatas.

Perkembangan transportasi udara di Indonesia dapat dikatakan sangat


pesat, namun tidak pernah disadari bahwa negara Indonesia menjadi importir
pesawat terbang dari negara – negara yang memiliki industri pesawat terbang
yang telah maju baik pesawat terbang komersil meupun pesawat militer. Pesawat
komersil yang populer digunakan saat ini adalah dari Boeing 737 produksi
Amerika Serikat dari berbagai seri, kemudian disusul dengan pesawat Airbus
buatan beberapa negara di Eropa yang terdiri dari berbagai seri. Padahal yang kita
ketahui pesawat buatan Indonesia tidak kalah bagus dengan pesawat buatan
negara – negara lain. Banyak negara – negara maju yang mengajak Indonesia
untuk bekerja sama dalam pembuatan pesawat terbang seperti halnya Korea.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian tentang latar belakang yang telah disebutkan di atas


untuk memberikan arah bagi penulis dalam melakukan penyusunan makalah ini
dan mengumpulkan data yang diperlukan sekiranya perlu dirumuskan masalah
yang akan dibahas, makalah ini hanya membahas tentang penjelasan “Flight
Control System”.

iii
1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah di samping untuk memberikan


pengetahuan tentang pesawat terbang khususnya di bagian “Sistem Kendali
Pesawat” namun juga bertujuan untuk membuat generasi – generasi muda
Indonesia untuk dapat mengetahui lebih banyak hal – hal yang terdapat di dalam
pesawat terbang yang selama ini hanya mereka gunakan saja sebagai transportasi
udara agar nantinya dari generasi muda Indonesia ini dapat bermunculan sosok
Habibie – Habibie selanjutnya yang dapat menciptakan pesawat – pesawat yang
dapat digunakan oleh bangsa Indonesia sendiri maupun negara – negara lain yang
ingin mengimpor pesawat buatan Indonesia.

iv
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Flight Control System

Kontrol penerbangan telah berkembang pesat selama bertahun – tahun.


Penggunaan permukaan kontrol penerbangan yang diartikulasi segera menyusul
setelah itu, tetapi penggunaan kabel dan pulleys untuk menghubungkan
permukaan kontrol penerbangan ke kontrol pilot berlangsung selama bertahun –
tahun sampai kemajuan dalam kinerja pesawat membuat teknik ini tidak memadai
untuk semua kecuali pesawat yang paling sederhana. Ketika kecepatan tinggi
maju ke wilayah transonik, kebutuhan akan metode yang lebih kompleks dan
lebih canggih menjadi jelas. Mereka pertama dibutuhkan untuk pesawat tempur
berkecepatan tinggi dan kemudian dengan pesawat yang lebih besar. Kecepatan
yang lebih tinggi menghasilkan beban yang lebih tinggi pada permukaan kontrol
penerbangan yang membuat pesawat sangat sulit untuk terbang secara fisik.
Spitfire mengalami kekuatan kontrol tinggi dan pembalikan kontrol yang awalnya
tidak dipahami. Untuk mengatasi beban yang lebih tinggi permukaan bertenaga
mulai digunakan dengan aktuator hidraulik yang meningkatkan upaya pilot untuk
mengurangi upaya fisik yang diperlukan. Komplikasi lebih lanjut dari peningkatan
top kecepatan adalah efek terkait aerodinamis. Kecenderungan dari banyak
pesawat berperforma tinggi untuk mengalami roll/yaw coupled oscillations, biasa
disebut “beranda roll” menyebabkan pengenalan peredam yaw dan sistem auto-
stabilisasi lainnya. Untuk pesawat angkut ini diperlukan untuk kenyamanan
penumpang sedangkan pada pesawat militer menjadi penting untuk pelacak target
dan tujuan senjata.

Pengendalian pesawat udara saat terbang dikontrol dalam tiga sumbu, yaitu
sumbu lateral, sumbu longitudinal dan sumbu vertikal, oleh bidang – bidang
control. Bidang – bidang control ini memandu pesawat udara selama terbang
mulai take off, climbing, cruising, descent sampai landing. Flight control system

v
dibagi menjadi 3 kelompok utama yaitu primary control system, secondary
control system, dan auxiliary control system

2.1.1 Primary Flight Control

Kontrol penerbangan utama dalam pitch, roll dan yaw disediakan oleh
permukaan kontrol. Kontrol pitch disediakan oleh permukaan canard yang
bergerak, atau foreplanes, terletak di kedua sisi kokpit. Permukaan ini
memberikan otoritas kontrol pitch yang sangat kuat yang dibutuhkan oleh pesawat
berperforma tinggi yang lincah. Posisi canards dalam kaitannya dengan sayap
membuat pesawat tidak stabil. Tanpa manfaat dari sistem kendali komputer yang
aktif, pesawat akan menjadi tidak terkendali dan akan jatuh dalam hitungan detik.
Meskipun ini mungkin tampak sebagai implementasi yang cukup drastis,
manfaatnya dalam hal kemampuan manuver yang lebih baik yang dinikmati oleh
pilot lebih besar daripada teknik yang diperlukan untuk menyediakan sistem
kontrol penerbangan yang dikendalikan komputer.

Primary flight control system terdiri dari Aileron, Elevator, dan Rudder.

Aileron dipasang di bagian traling edge sayap, berfungsi mengontrol gerakan


miring (bangking), belok (turning), dan berputar (rolling). Pergerakan antara
aileron kanan dan kiri arahnya saling berlawanan.

Elevator dipasang di horizontal stabilizer, berfungsi mengontrol gerakan pitching


(nose up and down) dengan tumpuan sumbu lateral.

Rudder dipasang di vertical stabilizer, berfungsi mengontrol arah kiri dan kanan
(hiding) atau yawing, dengan tumpuan sumbu vertical

2.1.2 Secondary Flight Control

Kontrol pengangkatan tinggi disediakan oleh kombinasi flaperon dan bilah


terdepan. Flaperons dapat diturunkan selama pendekatan pendaratan untuk
menigkatkan camber sayap dan meningkatkan karakteristik aerodinamis dari
sayap. Bilah terdepan biasanya diperpanjang selama pertempuran untuk

vi
meningkatkan camber dan angkat sayap. Kontrol perangkat pengangkat tinggi ini
selama pertempuran dapat terjadi secara otomatis di bawah kendali sistem kontrol
penerbangan yang aktif. Akibat karena menggunakan perangkat pengangkat tinggi
ini meningkatkan daya seret, tetapi tingkat dorong tinggi yang dihasilkan oleh
pesawat tempur biasanya meminimalkan kerugian ini. EAP memiliki airbrake
yang terletak di badan belakang bagian atas. Mereka memanjang ke sudut sekitar
30 derajat, sehingga dengan cepat meningkatkan hambatan pesawat. Rem udara
digunakan ketika pilot perlu mengurangi kecepatan dengan cepat di udara, mereka
juga sering diperpanjang selama pelarian pendaratan untuk meningkatkan efek
rem aerodinamis dan mengurangi keausan roda rem.

Yang termasuk secondary flight control system adalah macam – macam tabs yaitu
: Trim tab, Servo tab, Spring tab, Balance tab.

Fungsi tabs adalah :

- Untuk membantu pilot mengurangi gaya yang dibutuhkan untuk


menggerakkan primary flight control.

- Untuk membantu pilot dalam melakukan trim and balance pesawat saat
kondisi terbang.

Tab merupakan bidang control yang kecil yang dipasang pada bagian trailing edge
dari primary control system

Trim tab, berfungsi mengontrol keseimbangan sebuah pesawat udara sehingga


dapat terbang dalam kondisi lurus dan mendatar (straight and level), tanpa tekanan
pada control column, control wheel atau rudderr pedal. Sebagian besar trim tab
dipasang pada pesawat udara dioperasikan secara mekanikal dari cockpit melalui
sistem kabel. Akan tetapi ada juga yang dioperasikan menggunakan electrical
actuator. Trim tab dipasang pada elevator, rudder, dan aileron.

Servo tab, sering disebut flight tab, digunakan terutama untuk main control
system yang besar/lebar, yang bekerja membantu pergerakan control system dan
menahannya pada posisi yang diinginkan. Hanya servo tab yang bergerak

vii
merespon terrhadap pergerakan cockpit control, dimana horn dari servo tab
bersifat bebas terhadapat pivot sumbu engsel main control system. Tekanan aliran
udara pada servo tab akan menggerakkan primary control system, dengan
demikian mengurangi tenaga yang dibutuhkan pilot untuk menggerakkan primary
control system tersebut.

Balance tab, rangkaina pada balance tab dirancang sedemikian rupa sehingga saat
main control system bergerak, tab bergerak dalam arah yang berlawanan,
sehingga gaya aerodinamika yang bekerja pada tab membantu pergerakkan main
control system.

Spring tab, bekerja seperti hydraulic actuator, membantu pergerakan primary


control surface. Konstruksinya terdiri dari susunan spring dan rangkaian mekanik
lainnya. Dalam beberapa pesawat udara, spring tab dipasang pada trailing edge
masing – masing aileron dan digerakkan oleh gaya spring push pull rod yang
dirangkaikan ke aileron control linkage.

2.1.3 Auxiliary Flight Control

Yang termasuk auxiliary flight control system adalah : Flaps, Spoilers,


Speed Brakes, Slats, Leading Edge Flaps and Slot. Auxiliary group tersebut dibagi
2 kelompok yaitu kelompok penambah gaya angkat (lift increasing group) dan
kelompok pengurangan gaya angkat (lift decreasing group).

Yang termasuk lift increasing group adalah : Flaps, Trailing Edge, Leading Edge
Flaps, and Slots

Flaps, cara singkat untuk mengucapkan wing flaps yang meningkatkan gaya
hambat dan gaya angkat untuk mendarat

Trailing Edge, sebuah bagian belakang sayap dimana aliran udara yang
terpisahkan oleh tepi depan sayap menyatu kembali setelah melewati permukaan
atas dan bawah sayap.

viii
Leading Edge Flaps, sebuah garis yang menghubungkan titik terdepan dari
sebuah sayap

Slots, celah - celah

Yang termasuk lift decreasing group adalah : Speed Brakes and Spoilers.

Speed Brakes, sirip yang ada di badan pesawat yang bisa dikeluarkan untuk
menambah hambatan udara sehingga kecepatan pesawat berkurang baik di udara
maupun setelah mendarat.

Spoilers, untuk mengurangi gaya angkat sehingga pesawat akan lebih cepat turun.

Jenis flaps terdiri dari:

- Plain flap

- Split flap

- Fowler flap

- Slotted flap

ix
BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pesawat harus memiliki primary control system karena primary control


system adalah bidang kendali utama yang dapat mengendalikan pesawat dalam
movement (pergerakan), sumbu rotasi (axes) dan kestabilanya (stability). Tapi
untuk secondary control system itu adalah optional, tegantung pada jenis pesawat.
Untuk pesawat – pesawat kecil umumnya yang digunakan hanya spoiler atau trim
tabs saja. Namun untuk pesawat – pesawat besar memerlukan bidang kendali
tambahan untuk memudahkan pergerakan pesawat itu sendiri juga untuk
memudahkan pilot dalam mengendalikan pesawat baik dalam kondisi terbang,
take off, landing ataupun pergerakan di darat.

3.2 Saran

Kepada para pembaca makalah ini, jangan memandang ringan isinya.


Penulis harap agar makalah ini dibaca dan akhirnya menjadi sesuatu yang
bermanfaat meskipun sedikit isi yang penulis sampaikan dalam makalah ini,
semoga apa yang saya sajikan dalam makalah ini bisa menambah wawasan kita
terhadap pengetahuan dalam bidang “Sistem Kendali Pesawat”.

DAFTAR PUSTAKA :

Farley, B. (1984) ‘Electronic control and monitoring of aircraft secondary flying


controls’, Aerospace, March.

Snelling, K.S and Corney, J.M. (1987) The implementation of active control
system, Royal Aeronautical Society Spring Convention, May.

[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Primary flight control system bertanggung jawab pada kontrol utama gerakan pesawat, yaitu aileron untuk rolling, elevator untuk pitching, dan rudder untuk yawing . Sedangkan secondary flight control system mencakup kontrol seperti trim tab, servo tab, spring tab, dan balance tab, yang membantu mengurangi upaya pilot dan menyesuaikan trim serta balance pesawat selama penerbangan .

Perkembangan sistem kontrol penerbangan telah mengarah pada penggunaan permukaan kontrol bertenaga dengan aktuator hidraulik untuk mengurangi beban fisik pilot, yang awalnya sangat tinggi pada kecepatan yang lebih tinggi . Desain pesawat tempur modern juga memerlukan peredam yaw dan sistem auto-stabilisasi untuk mengatasi osilasi roll/yaw yang diderita pesawat berperforma tinggi . Manfaat dari sistem kendali komputer yang aktif membuat pesawat tempur lebih lincah dan meningkatkan manuver, meski membuat pesawat tampak tidak stabil .

'Beranda roll' mengacu pada osilasi roll/yaw coupled yang dialami banyak pesawat berperforma tinggi. Untuk mengatasi ini, digunakan peredam yaw dan sistem auto-stabilisasi yang membantu menstabilkan pesawat dan meningkatkan kenyamanan serta kontrol selama penerbangan, terutama penting pada pesawat militer untuk keperluan pelacakan target dan sistem senjata .

Mengajarkan generasi muda mengenai sistem kendali pesawat bertujuan agar mereka mampu mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dalam teknologi penerbangan. Ini bertujuan untuk melahirkan sosok inovatif seperti Habibie yang dapat mengembangkan pesawat buatan Indonesia, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan industri dirgantara nasional untuk kompetisi di pasar internasional .

Active control systems membantu mengatasi kecenderungan osilasi roll/yaw yang umum terjadi pada pesawat berperforma tinggi, sehingga meningkatkan stabilitas dan manuver pesawat. Dengan teknologi ini, pesawat dapat beradaptasi terhadap berbagai dinamika penerbangan dan mengatasi tantangan aerodinamis pada kecepatan tinggi, terutama dalam penerbangan tempur .

Canard berfungsi untuk memberikan kontrol pitch yang kuat, meningkatkan kemampuan manuver pesawat. Namun, posisi canard yang membuat aerodinamika pesawat tidak stabil memerlukan sistem kendali komputer aktif untuk menjaga stabilitas. Ini memungkinkan pesawat untuk tetap dikendalikan dan mencegah jatuh meskipun tanpa kendali komputer, canard menghasilkan kemampuan manuver yang jauh lebih baik meskipun kompleksitas sistemnya meningkat .

Sistem kabel dan pulley menjadi tidak memadai karena pesawat modern memerlukan metode kendali yang dapat menangani beban kontrol yang lebih tinggi yang terjadi pada kecepatan tinggi, terutama di wilayah transonik dan pada pesawat tempur berkecepatan tinggi. Metode ini tidak memberikan presisi dan kekuatan yang diperlukan, sehingga diganti dengan sistem kontrol hidraulik dan komputer yang lebih kompleks dan efisien .

Auxiliary flight control sistem terdiri dari flaps, spoilers, speed brakes, slats, dan slots yang masing-masing dapat meningkatkan atau mengurangi gaya angkat pesawat, tergantung pada kebutuhan manuver pesawat. Misalnya, flaps dan leading edge flaps digunakan untuk meningkatkan gaya angkat, sementara speed brakes dan spoilers digunakan untuk mengurangi gaya angkat dan menambah hambatan sehingga membantu dalam pengereman saat landing .

Meskipun Indonesia memiliki kemampuan teknis dan historis dalam pembuatan pesawat, seperti program N250, industri dirgantara lokal belum mampu menyaingi produksi pesawat dari negara dengan industri maju seperti Boeing dan Airbus dalam hal skala dan pemenuhan permintaan pasar. Faktor ekonomi, permodalan, teknologi, dan kebijakan industri juga mempengaruhi dominasi produk luar negeri di Indonesia .

Tabs pada secondary flight control system berfungsi untuk mengurangi gaya yang dibutuhkan pilot untuk menggerakkan primary control surfaces dan untuk membantu dalam trim dan balance pesawat selama penerbangan. Tabs dapat berupa trim tab, yang digunakan untuk menyeimbangkan pesawat; servo tab, yang membantu pergerakan control system; balance tab, yang bergerak berlawanan dengan control system untuk mendukung gerakan; serta spring tab, yang berfungsi seperti aktuator hidraulik .

Anda mungkin juga menyukai