0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan6 halaman

Evaluasi Program Puskesmas Koncara

Puskesmas Koncara melakukan evaluasi program bulan Maret 2018 dalam lokakarya mini. Evaluasi menunjukkan beberapa program belum mencapai target seperti kunjungan balita dan cakupan gizi. Partisipan menyepakati perbaikan seperti jadwal khusus kunjungan balita dan sosialisasi program gizi. Masyarakat memberi masukan untuk layanan laboratorium lansia dan ketersediaan obat di apotek puskesmas.

Diunggah oleh

Dian Novi Setiawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan6 halaman

Evaluasi Program Puskesmas Koncara

Puskesmas Koncara melakukan evaluasi program bulan Maret 2018 dalam lokakarya mini. Evaluasi menunjukkan beberapa program belum mencapai target seperti kunjungan balita dan cakupan gizi. Partisipan menyepakati perbaikan seperti jadwal khusus kunjungan balita dan sosialisasi program gizi. Masyarakat memberi masukan untuk layanan laboratorium lansia dan ketersediaan obat di apotek puskesmas.

Diunggah oleh

Dian Novi Setiawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DINAS KESEHATAN KABUPATEN PURWAKARTA

UPTD PUSKESMAS KONCARA


[Link] Ibrahim Singadilaga No.60 – Purwakarta 41115
e-mail : pkmkoncara@[Link]

NOTULEN

1. Dasar Surat : Surat Undangan Kepala Puskesmas


2. Nomor Surat : /PKM-KCR/IV/2018
3. Acara/Kegiatan : Lokakarya Mini Bulanan
4. Hari/Tanggal : Selasa, 10 April 2018
5. Waktu : 11.00 WIB
6. Tempat : Ruang Pertemuan Puskesmas Koncara
7. Moderator : Ade Suhayati, [Link]
8. Pimpinan Rapat : Hj. Iip Nurhidayah, SKM
9. Peserta : 43 Orang
10. Topik Pembahasan :

Hasil evaluasi program bulan Maret 2018

11. Susunan acara :


A. Pembukaan oleh kepala puskesmas koncara
B. Penggalangan Tim melalui dinamika kelompok
C. Penyampaian hasil evaluasi program oleh penanggung jawab UKM dan UKP
D. Identifikasi Kebutuhan dan Harapan Masyarakat
E. Kesepakatan
F. Penutup
12. Resume :
A. Pembukaan oleh kepala puskesmas koncara
Membahas tujuan lokakarya mini kepada mahasiswa PBL (untuk mengevaluasi
kegiatan di puskesmas). Peraturan jampis yang baru hanya untuk pasien tidak
mampu dengan membawa SKTM dari kelurahan dilengkapi fotocopy KK an KTP,
persyaratan jampersal memiliki KK an KTP tidak dibatasi anak tetapi harus
melakukan KB IUD.
B. Penggalangan tim melalui dinamika kelompok
Melakukan peregangan sebelum pemaparan hasil evaluasi dimulai
C. Penyampaian hasil evaluasi program oleh penanggung jawab UKM dan UKP
a. Hasil evaluasi UKM
1) Program KIA
Cakupan K1 Murni sudah mencapai target yaitu 33,60%, Cakupan K4
sudah mencapai target yaitu 32,24%, Cakupan Linakes puskesmas sudah
mencapai target yaitu 32,22%, Cakupan KN1 sudah mencapai target yaitu
33,56%, Cakupan KN3 sudah mencapai target yaitu 30,67%, Cakupan KF3
sudah mencapai target yaitu 31,01%, Cakupan KF1 sudah mencapai target
yaitu 32,22%, Cakupan komplikasi ibu sudah mencapai target yaitu 31%,
Cakupan komplikasi neo sudah mencapai target yaitu 41,06%, Cakupan
kunjungan bayi sudah mencapai target yaitu 34,12%, Cakupan Kunjungan
Balita belum mencapai target yaitu 25,61%, Cakupan KB aktif sudah
mencapai target yaitu 72,42%.
2) Program Gizi
Cakupan K/S belum mencapai target yaitu 93.7%, Cakupan D/S belum
mencapai target yaitu 78.8%, Cakupan N/S belum mencapai target yaitu
67%, Cakupan persentase balita ditimbang yang tidak naik berat badannya
dua kali berturut-turut (2T) belum mencapai target yaitu lebih dari 4.9%,
Cakupan balita BGM belum mencapai target yaitu 0,44%, Cakupan asi
ekslusif sudah mencapai target yaitu 27.5%, Cakupan Fe3 sudah mencapai
target yaitu 29.6%, Cakupan IMD sudah mencapai target yaitu 18.7%,
Kasus ibu hamil anemia sudah mencapai target yaitu lebih dari 3.9%,
3) Program Promkes
Cakupan KIP/K sudah mencapai target yaitu 45.78%, Cakupan penyuluhan
dalam gedung sudah mencapai target yaitu 33.32%, Cakupan Institusi
berPHBS sudah mencapai target yaitu 43.47%, Cakupan penyuluhanluar
gedung belum mencapai target yaitu 33.05%, Cakupan Posyandu purnama
dan mandiri sudah mencapai target yaitu 35%, Cakupan desa siagan aktif
sudah mencapai target yaitu 33.3%, Cakupan Kunjungan rumah belum
mencapai target yaitu 12.42%.
4) Program Penyakit Tidak Menular (PTM)
Cakupan kegiatan posbindu PTM belum mencapai target yaitu 2.85%,
Penemuan kasus baru PTM yaitu menurut Penyakit Diabetes Melitus (usia
21-44 thn yaitu 1 orang, usia 45-54thn yaitu 5 orang, usia >55 thn yaitu 4
orang), Hipertensi (usia 21-44 thn yaitu 5 orang, usia 45-44 thn yaitu 16
orang, usia >55 thn yaitu 35 orang), Jantung ( usia 21-44 thn yaitu 2 orang,
usia 45-54 thn yaitu 1 orang, usia >55 thn yaitu 6 orang), Asma ( usia 21-44
thn yaitu 1 orang), PPOK ( usia >55 thn yaitu 3 orang), Stroke (usia 45-54
thn yaitu 2 orang, usia >55 thn yaitu 2 orang), Cakupan Proporsi faktor
resiko PTM belum mencapai target yaitu 4.98%.

Permasalahan
1) Cakupan Kunjungan balita tidak mencapai target.
2) Cakupan K/S belum mencapai target, Cakupan D/S belm mencapai target,
Cakupan balita BGM belum mencapai target, Cakupan 2T belum mencapai
target.
3) Cakupan pemberdayaan individu/keluarga melalui kunjungan rumah
belum mencapai target, Cakupan penyuluhan dalam gedung belum
mencapai target.
4) Cakupan posbindu PTM belum mencapai target, Cakupan proporsi faktor
resiko PTM belum mencapai target.

Perencanaan/Penyelesaian
1) Membuat jadwal khusus pelaksanaan SDIDTK, Membentuk koordinator
SDIDTK di setiap kelurahan.
2) Melakukan penyuluhan di posyandu yang belum tetang pemanfaatan
buku KMS/Buku KIA, Melakukan sweeping terhadap balita yang tidak hadir
ke posyandu, Melakukkan pembinaan kader cara pengisian SIP,
Melakukan pemantauan pelaksanaan program KABITA, Validasai data
nama balita 2T yang dilaporkan.
3) Mengsosialisasikan jadwal KIP/K, Melakukan koordinasi dengan program
lain untuk melakukan kunjungan rumah dan pelaporan penyuluhan luar
gedung.
4) Pembinaan kader posbindu PTM, Kerjasama lintas program untuk
pelaporan data hasil pemeriksaan IVA test, KIE untuk melakukan
pemeriksaan factor resiko secara rutin tiap bulan.

b. Hasil evaluasi UKP


1) Pendaftaran
Jumlah kunjungan bulan februari 2018 dari unit :
Umum : 1091orang
BPJS : 414 orang
JAMKESDA : 30 orang
Jumlah kunjugan dari farmasi :
Umum : 840 orang
BPJS : 292 orang
JAMKESDA : 20 orang
Jumlah dari pendaftaran :
Umum : 1036 orang
BPJS : 362 orang
JAMKESDA : 30 orang
2) MTBS
Kunjungan pasien MTBS 218 orang
Kunjungan pasien MTBS berdasarkan klasifikasi ICD-10 :
- ISPA : 84 orang
- OF : 32 orang
- Dermatitis : 22 orang
- CC : 4 orang
- BP : 3 orang
- Abominal Dys : 3 orang
- Faringitis : 3 orang
- Varicella : 3 orang
- Diare : 2 orang
- Scabies : 2 orang
3) Farmasi
Indikator peresepan :
Penggunaan antibiotic pada ISPA non pneumonia 0%, penggunaan
antibiotic pada diare non- spesifik 0%, penggunaan injeksi pada myalgia
0%, ISPA 2,7%, Diare 2%, Myalgia 2.2%.
4) KIA
Kunjungan imunisasi : 80 anak
Kunjungan pasien Bumil non resti : 56 orang
Kunjungan pasien bumil resti : 5 orang
Kunjungan KB : 47 orang
Total : 188 orang
5) Laborarorium
Cakupan kunjungan laboratorium belum mencapai target yaitu 12,5% ari
target 20%.
Permasalahan
1) Pelayanan di pendaftaran masih belum teratur, Masih ada kesejangan tiap
unit dan pendaftaran, Data kunjungan BPJS belum semuanya masuk P-
care.
2) Penjaringan penyakit pneumonia masih kurang, MTBS belum dipahami
oleh semua bidan dan perawat, Pelaksanaan LROA belum berjalan.
3) Rendahnya cakupan kunjungan laboratorium/pencapaian dibawah target.

Perencanaan/Penyelesaian
1) Membuat SOP an alur pendaftaran, Pencatatan di komputerisasi,
Membuat RM media baru, pencatatan an pengorganisasian RM baru
berdasarkan no RM.
2) Temu ilmu tentng pneumonia, pelatihan internal puskesmas, Pengadaan
alat LROA di MTBS.
3) Memotivasi user untuk menggunakan fasilitas laboratorium sesuai
indikasi, Pembuatan roll banner tentang pelayanan yang tersedia di
puskesmas (di dalamnya termasuk jenis pemeriksaan Laboratorium yang
tersedia), Melengkapi SOP.
D. Identifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat
1) Pasien ingin untuk pemeriksaan laboratorium pada lansia petugas yang
datang ke bawah untuk memeriksa.
2) Pasien berharap obat-obatan di Puskesmas selalu tersedia. Agar tidak
perlu lagi membeli obat dari luar (apotek)
3) Kenyamanan dan keamanan di dalam toilet agar lebih di perhatikan
E. Diskusi (tanya jawab)
1) Bagaimana solusinya agar pasien yang akan melakukan pemeriksaan
laboratorium terutama pada pasien lansia dapat dilayani di ruang unit BP
umum?
Jawab : Melakukan pemeriksaan laboratorium pada lansia sesuai SOP
pemeriksaan laboratorium pada lansia.
F. Kesepakatan
Adanya kesepakatan diantara seluruh petugas untuk melaksanakan kegiatan
pelaksanaan ORI sesuai jadwal yang telah dibuat dan melibatkan petugas non
medis.
G. Penutup
Dengan selesainya pembahasan kegiatan ini telah dilaksanakan dengan lancar,
mudah-mudahan kedepannya kita dapat melaksanakan kegiatan lebih baik lagi
dan rencana perbaikan dapat dilaksanakan dengan sebaik – baiknya, maka
dengan mengucap hamdalah lokakarya mini bulanan ini ditutup

Mengetahui Purwakarta, 10 April 2018

Kepala Puskesmas Koncara Notulis

[Link] Nurhidayah,SKM Fairus Oktaviany, [Link]


NIP. 19681031 198911 2 001 NRTHL. 001.01.03.2013.03

Common questions

Didukung oleh AI

The Lokakarya Mini Bulanan set the groundwork for significant improvements by facilitating a comprehensive review of existing programs and identifying practical solutions for various challenges, such as program target shortfalls and patient service efficiency. It laid the emphasis on coordinated community engagement, resource allocation adjustments, and strategic collaboration, which are expected to optimally allocate Puskesmas resources and effectively address community health needs .

The Lokakarya Mini Bulanan reflects healthcare priorities by focusing on evaluating current programs, such as children's health and chronic disease management, and addressing gaps in service delivery such as laboratory access for elderly patients. Community needs are emphasized through the identification of local expectations, like the provision of onsite elderly care and consistent availability of medications, demonstrating a responsive approach to healthcare delivery .

The planned solutions are potentially effective as they propose focused and structured interventions such as periodic data validation, sweeping strategies to track absent children, and strengthened communication with caregivers about the importance of continued monitoring. However, the effectiveness will greatly depend on consistent execution, adequate resource allocation, and sustained community education efforts .

Integrating IT solutions in health data management is significant for enhancing accuracy, efficiency, and accessibility of patient information, which are crucial for informed decision-making and improving patient care. IT systems enhance data collection and reporting, streamline service delivery processes, and facilitate monitoring of health program outcomes, thereby addressing gaps such as uncoordinated registration processes and delayed referrals .

The main challenges identified included the POSBINDU PTM program not reaching its target coverage of 2.85%, and the proportion of PTM risk factors also failing to meet their target, which was set at 4.98%. To address these issues, the meeting proposed strategies such as forming coordinators for each village to improve monitoring, enhancing community outreach with educational programs on health risks, and fostering inter-program collaboration to ensure comprehensive data reporting and analysis .

To improve NCD management, Puskesmas Koncara suggested creating a schedule for SMDs (Standar Minimum Data) implementation and designating coordinators at village levels. It included community education on health risks, better integration and training of healthcare workers in screening and managing NCDs, and leveraging cross-program collaborations for data collection and risk factor identification .

The mini-workshop structure supports continuous improvement by fostering a collaborative environment where staff and community representatives engage in problem-solving and strategic planning. The structured agenda allows for comprehensive evaluation of program outcomes, identifies gaps, and develops targeted action plans, ensuring proactive adjustments to improve health service delivery .

The main concerns regarding laboratory services were the low coverage of laboratory visits (12.5% against the target of 20%) and the demand for mobile services for the elderly. The meeting addressed these by suggesting the implementation of SOPs for elderly patient care and increasing awareness of available laboratory services through banners and motivational strategies for service utilization .

Involving non-medical staff in ORI activities benefits health programs by broadening the resource pool for health initiatives, fostering community engagement, and enhancing outreach capabilities. This multidisciplinary approach enables effective execution of health activities and optimizes resource utilization, helping to meet program objectives more comprehensively .

Achieving targets in child health and nutrition programs is critical because it ensures the optimal growth and development of children in the community, reducing the incidence of malnutrition and its associated health complications. Target achievement also benchmarks the effectiveness of health interventions and guides resource distribution to areas needing improvement .

Anda mungkin juga menyukai